Sep 28, 2010

Elegi Menggapai Pikiran Jernih




Oleh Marsigit

Berikut saya nukilkan pertanyaan Sdr Dyah Wahyuningsih:

Ass.wrwb,

Bapak yang terhormat,dalam mempelajari filsafat kita memerlukan hati dan pikiran yang jernih.
Agar kita dapat memahami apa yang kita pelajari tersebut,lalu bagaimanakah agar hati dan pikiran kita tetap jernih?
Karena jika hati dan pikiran kita tidak jernih rasanya akan sulit memahami segala sesuatu.


Wass.wrwb

Jawaban saya (Marsigit):

Sdr Dyah Wahyuningsih, saya selalu membedakan antara kegiatan hati dan pikiran

Untuk saat ini saya akan menguraikan dulu jernihnya pikiran dalam kaitannya mempelajari filsafat.

Berfilsafat adalah kegiatan refleksi diri terhadap pikiran kita.

Dalam melakukan kegiatan refleksi diri dengan pikiran, kita dapat mengibaratkan pikiran kita sebagai cermin.

Tetapi ternyata jika hanya pikiran yang menjadi cermin, lalu bagaimana dengan obyek pikiran?

Maka aku telah menemukan bahwa semua yang aku pikirkan, yaitu semua yang ada dan yang mungkin ada pada hakekatnya adalah cermin juga.

Maka dalam berfilsafat, atau dapat saya katakan dalam berpikir refleksif, saya harus mampu menggunakan semua yang ada dan yang mungkin ada , termasuk pikiran dan hatiku, itu sebagai cermin.

Maka kata-katamu atau istilahmu “pikiran jernih” dapat saya ibaratkan sebagai “cermin yang bersih”.

Artinya saya telah menemukan bahwa, baik pikiran maupun yang aku pikirkan keduanya haruslah sebagai cermin yang bersih, atau sesuatu yang jelas.

Jernihnya pikiran atau bersihnya cermin atau jelasnya pikiran, itulah yang di dalam filsafat disebut sebagai “pure reason” atau “pikiran murni” atau “budi murni”.

Di dalam Ilmu Jiwa “pure reason” itu setara atau dapat dikatakan sebagai “tidak prejudice”.

Di dalam Elegi-elegi, itulah yang disebut sebagai “menggapai logos” atau “menggapai bukan mitos”.

Padahal aku mengetahui bahwa “semua pikiranku jika aku telah berhenti memikirkannya maka serta merta dia akan berubah menjadi mitos”.

Sedangkan “semua obyek pikiranku jika aku akan memulai memikirkannya maka dia serta merta akan menggapai logos”

Maka aku menemukan bahwa dalam berpikir, yang terjadi hanyalah pertempuran antara “mitos” dan “logos” saja.

Maka aku telah menemukan bahwa segala macam mitos itulah kotoran yang menyebabkan pikiranmu tidak jernih atau cerminmu menjadi kotor.

Sedangkan alat untuk membersihkan pikiranmu serta obyek-obyek pikiranmu adalam “pure reason” atau “menggapai logos” atau “tidak prejudice”.

Pengertian “prejudice” di dalam filsafat tidaklah serta merta berarti jelek dalam ilmu bidang seperti psikologi, melainkan “segala yang ada dan yang mungkin ada yang sedang mulai berhenti engkau pikirkan itulah prejudice, itulah tidak pure-reason, itulah tidak menggapai logos, itulah mitos, itulah kotoran cermin, itulah pikiran tidak jernih”.

Dalam perjalanan filsafat dan para filsuf, untuk mencapai keadaan seperti itu tidaklah mudah.

Dalam rangka menggapai logos, maka Socrates mengembangkan metode dialektik kritis.

Dala rangkan menggapai pikiran jernih, maka Plato membuat tangga keluar dari Gua Plato

Dalam rangka menggapai bukan mitos, maka Aristoteles mengembangkan logika dan sillogisma.

Dalam rangka menggapai pikiran jernih, maka Descartes berusaha mencari “kepastian pikir” dengan cara “meragukan semua yang ada dan yang mungkin ada”.

Rene Descartes berhasil menemukan “pikiran jernih “ yaitu “kepastian pikir” yaitu “pikiran yang tidak dapat dibantah lagi” yaitu ternyata bahwa “satu-satunya hal yang tidak dapat dibantah adalah fakta bahwa dirinyalah itu pasti adanya yaitu dirinya yang sedang BERTANYA atau BERPIKIR”.

Maka Rene Descartes menemukan bahw “cogito-ergosum” adalah satu-satunya pikiran jernih atau kepastian pikiran, yaitu bahwa “dia ada dikarenakan dia sedang bertanya”.

Itulah hukum yang ditemukan seorang Rene Descartes, bahwa jika engkau tidak mampu mengajukan pertanyaan maka akan terancam hidupmu, yaitu akan termakan ketiadaan.

Itulah sekarang maka saya juga sedang membuktikan bahwa dirimu itu ternyata ada, karena engkau telah mengajukan pertanyaan kepada diriku.

Sedangkan penjelasanku atas pertanyaanmu itulah sebenar-benar ilmuku.

Dalam rangka menggapai pure-reason, maka Immanuel Kant mensintesiskan resionalisme dan empiricisme.

Maka pikiran jernih bagi Immanuel Kant adalah “sintetik a priori”, itulah hakekat berpikir, itulah hakekat logos menurut dia.

Dalam rangka menggapai pikiran bersih maka Moore membuat filsafat bahasa sebagai "common sense".

Dalam rangka menggapai pikiran jernih, maka Auguste Comte sampai-sampai membuat Bendungan Compte (Bacalah Elegi Bendungan Compte".

Dalam rangka menggapai pikiran jernih, maka Sir Bertrand Russell sampai-sampai terperangkap di rumah paradox (Bacalah Elegi Rumah Paradox)

Dalam rangka menggapai pikiran jernih maka Socrates, Galileo dan Bruno sampai mengorbankan jiwanya.

Dalam rangka menggapai tidak prejudice, maka Husserl mengembangkan Phenomenology. Husserl sampai-sampai membuat rumah yang dia sebut sebagai “epoche” sebagai penjaranya bagi para mitos.

Maka agar memperoleh kejernihan terhadap apa yang dipikirkan, maka segala macam pengetahuan awal tentang yang akan dipikirkan itu dia anggap sebagai mitos dan dimasukkan di dalam penjara “epoche”.

Maka Husserl menemukan bahwa si makhluk jernih atau jernihnya pikiran itu tidak lain adalah 2 (dua) serangkai “abstraksi” dan “idealisasi”. Itulah yang kemudian digunakan oleh para matematikawan untuk memikirkan “konsep-konsep matematika”.

Obyek matematika adalah benda-benda pikir yang diperoleh dari benda-benda nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan cara membersihkannya dengan metode “abstraksi” dan “idealisasi”.

Abstraksi adalah hanya memikirkan sifat-sifat tertentu saja. Misalnya bersihnya pikiran tentang “kubus” maka hanya dipikirkan tentang bentuk dan ukurannya saja. Segala macam sifat yang ada dan yang mungkin ada misalnya, harganya, bahannya, baunya, warnanya, ...semuanya dimasukkan di dalam “epoche”, artinya tidak diperhatikan.

Idealis adalah menganggap sempurna sifat yang ada. Ketahuilah bahwa tiadalah sifat sempurna di dunia ini. Tiadalah barang yang lancip di dunia ini. Ujung jarung adalah atom yang lintasannya melingkar, maka tidaklah lancip unjung jarum itu. Maka di dalam matematika sifat yang ada “dianggap sempurna”, lancip ya lancip betul, lurus ya lurus betul, datar ya datar betul, dst. Itulah idealisasi.

Ternyata aku telah menemukan bahwa pertanyaanmu tentang “pikiran jernih” itu sebetulnya persoalan filsafat khusunya epistemologi atau filsafat ilmu yang merupakan perjuangan para filsuf sejak awal hingga akhir.

Itulah mengapa aku merasa perlu segera menjawabnya. Maka uraianku semua di atas tidak lain tidak bukan adalah filsafat ilmu atau filsafat itu sendiri. Jika engkau mampu berpikir jernih, maka semua Elegi-elegi yang aku tulis itu sebetulnya adalah epistemologi atau metode berpikir atau pikiran jernih.

Demikian mudah-mudahan engkau dan teman-temanmu jernih pula dalam membaca jawabanku.

Amiin.

91 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Di dalam pikiran jernih terdapat kehidupan yang jernih. Kehidupan yang jernih dicerminkan melalui perbuatan yang bersih. Sehingga akan berakibat menjauhi mitos dan menggapai logos. Hal ini lah yang akan menjauhi diri dari hal – hal buruk.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Segala sesuatu harus dimulai dengan niat, dan niat itu berada dalam hati. Hati dan pikiran adalah milik Allah, tentu tidak ada cara lain untuk membersihkan hati dan pikiran itu kecuali dengan mendekatkan diri padaNya. Kerjakan apa yang diperintahkanNya dan tinggalkan apa yang dilarangNya dengan kaffah. Kalau sudah kita lakukan hal yang demikian saya yakin pikiran dan hati kita akan jernih. Sehingga dengan hati dan pikiran yang jernih maka ilmupun akan mudah masuk ke dalam diri kita.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    pikiran jernih tidak erlepas dengan hati yang tenang. karena dengan berpikir jernih, segala sesuatu yang bersifat menyesatkan bisa terkontrol dengan baik. begitu juga dengan ilmu pengetahuan, jika berpikir dengan jernih , hati pun menerima dengan tenang, maka ilmu itu akan terekam dalam pikiran sebagai ilmu yang bermanfaat nantinya

    ReplyDelete
  4. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sejatinya kesempurnaan yang betul-betul sempurna hanyalah dianggap adanya, sedangkan pada dataran nyata hal itu tidak ada. Dalam berfikir matematis yang mengubah kenyataan menjadi obyek fikir, tingkat sempurnanya kepresisian hanya pada abstraksi logis. akan berbeda manakala kembali dituangkan kembali dalam kenyataan. hanya saja melalui proses tersebut memudahkan dan mengurangi buruknya tingkat kesempurnaan presisi.

    ReplyDelete
  5. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berpikir jernih tidak hanya berpikir dengan memenjarakan si nafsu. Namun, terus-terus berpikir menggapai logos dari yang adaa atau a\yang munkin ada. Tak mebiarkan yang ada dan yang mungkin ada tebengkalai, terbengkalai di penjara oleh para mitos.

    ReplyDelete
  6. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bahasa jernih bisa dikatakanberpikir dengan arah tujuan baik tujuannya yang ada atau yang mungkin aa. Tidak semua jalur pikiran dapat dilalului, jika pikiran sudah bertemu jalan buntuk, bukan memenjarakan diri yang dipilih namun mencari arternatif baru atau mendobrak dinding kokoh yang menghalangi. Berpikir jernih itu bukan hanya berpikir tidak kotor, namun terus merefleksikan ke diri setiap langkah pikiran terus dan terus direfleksika. Bukan hanya merefleksikan namun terus memperbaiki diri, menuju pikiran yang sebenar-benarnya pikiran.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    pemikiran yang jernih merupakan pokok dasar kita untuk dapat menerima ilmu., apalagi yang akan dipelajari ilmu filsafat. Dengan hari yang iklas tentu ilmu akan lebih mudah memahaminya, karena dengan hati yang ikhlas otak kita bekerja tanpa paksaan. Sehingga membuat kita lebih santai dalam belajar.

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Agar mencapai pikiran jernih perlu dilakukan refleksi. Refleksi membantu manusia untuk melihat kembali apa yang telah ia lakukan, apakah benar atau salah. Fungsinya hampir mirip seperti cermin. Jika tidak mampu berefleksi sendiri, maka bisa meminta bantuan orang lain untuk dapat melakukan refleksi, mungkin bisa dengan bertanya kepada orang lain. Dalam memahami elegi – elegi ini juga diperlukan pikiran jernih. Oleh karena itu semoga kita semua dapat berpikir dengan jernih sehingga dapat memahami elegi – elegi ini dan dapat mengerti epistemologis yang disampaikan dari setiap elegi.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sepenangkapan saya yang dimaksud dengan pikiran jernih disini adalah membersihkan pikiran dari teori-teori atau paham yang belum tentu benar, dan memandang segala sesuatu dengan seimbang. Tetapi sangatlah sulit untuk memisahkan pikiran yang sudah tertanam walaupun belum tentu kebenarannya, sehingga sulit pula untuk sadar di pikiran jernih. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu tidak bisa kita lakukan. Sebenarnya yang perlu kita lakukan hanya tetap terus menambah wawasan dan pengetahuan kita, sehingga kita dapat membedakan mana yang benar dan yang sala secara jelas.

    ReplyDelete
  10. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Memang benar, ketika belajar filsafat harus memiliki pikiran yang jernih. Karena ketika saya sedang membaca bacaan yang berkaitan dengan filsafat saya harus berfikir lebih keras ketika apa yang sedang saya pikirkan berbeda dengan apa isi bacaan tersebut. Maka saya harus membuka sudut pandang yang baru untuk dapat menerima is bacaan tersebut sebagai bahan untuk refleksi diri saya.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya setuju dengan pernyataan di atas bahwa untuk memahami segala sesuatu membutuhkan pemikiran yang jernih. Sebab dengan pikiran yang jernih, seseorang mampu berpikir secara luas dan terbebas dari emosi. Ibarat sedang memancing di sungai, apabila kita memancing dengan pikiran yang jernih (tidak terburu-buru) maka ia akan mudah memperoleh ikan. Kemudian dari segi air, jika air tersebut tidak jernih maka kita akan sulit memahami kondisi dan titik lengah ikan. Dari analogi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam mempelajari dan memahami suatu ilmu pengetahuan diperlukan kejernihan dalam pikiran agar mudah menggapainya. Seperti halnya dalam mempelajari filsafat. Kita hendaknya berpikir ‘jernih’, supaya kita dapat memaksimalkan pemahaman kita terhadap filsafat tersebut.

    ReplyDelete
  12. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Untuk menggapai pikiran yang jernih maka yang pertama kali dilakukan adalah berikir positif. karena dengan kita selalu berfikir positif maka hati akan terasa damai dan pikiran kita dapat jernih.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Pikiran jernih merupakan pikiran yang tidak dihinggapi oleh mitos, yang ada di dalam pikiran hanyalah logos. Pikiran jernih mampu membuat manusia menggapai sebuah ilmu yang bermanfaat, ketika filsuf-filsuf ternama mampu membentuk suatu teori filsafat maka teori itu merupakan hasil dari pikiran jernih. Suatu pikiran jernih mampu terbentuk dengan niat yang baik. Segala sesuatu akan dipermudah jika manusia memiliki niat yang baik dalam melakukan sesuatu, maka terbentuknya ilmu atau karakter yang baik dalam diri manusia itu adalah dengan hasil pemikiran yang jernih.


    ReplyDelete
  14. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sering saya menemui sebuah kalimat yang berbunyi "don't stop questioning". Setelah membaca elegi di atas, saya menjadi tahu, ternyata kalimat tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan Rene Descartes. Saya sangat termotivasi dengan hal tersebut. Bertanya adalah naluriah, pertanyaan yang muncul dalam diri seseorang pun seringkali datang dari pikiran yang jernih. Pertanyaanlah yang terus membimbing seseorang untuk terus ada dan hidup.

    ReplyDelete
  15. Elli susilawati
    16709251073
    pamt D pps 16

    Berhati-hati dengan hati. Hati yang jernih, bukan semata-mata hasil usaha dari manusia itu sendiri namun ada Dzat Maha membolak-balikkan hati. Maka mintalah kepada Sang Pencipta hati itu sendiri agar diberikan hati yang bersih. Insya Allah, jika hati sudah bersih maka pikiran pun akan mengikuti.

    ReplyDelete
  16. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pikiran yang jernih itu ibaratnya adalah cermin yang bersih. Saat kita berfikir, pikiran yang bersih dari emosi atau pikiran negatif dan terbebas persepsi yang salah terhadap sesuatu saat itu lah pikiran dikatakan jernih. Dengan berfikir jernih maka dalam belajar dapat secara luas dan sedalam-dalamnya. Agar dapat mencapai pikiran yang jernih sebaiknya kita membersihkan hati terlebih dahulu. Dengan hati yang bersih maka fikiranpun jernih.

    ReplyDelete
  17. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berfilsafat merupakan kegiatan berpikir meliputi tentang segala yang ada dan yang mungkin ada berdasarkan dimensinya. Dengan fikiran yang jernih maka akan membantu mmepermudah dalam berfilsafat. Akan mempermudah pula dalam mengkomunikasikan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dimensi tertentu. Hanya dengan pikiran jernihlah maka kita dapat memaknai tulisan-tulisan elegi yang penuh dengan bahasa analog.

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    Pikiran jernih merupakan suatu keadaan dimana ketika kita memikirkan sesuatu tetapi tetap terpikirkan semua yang ada dan mungkin ada. Hal ini dilakukan supayatidak merugikan yang ada dan mungkin ada. Jernih itu bersih. Yang membuat sesuatu hal tidak bersih adalah noda-noda. Maka pikiran yang jernih adalah pikiran yang bersih dari noda-nona yang tidak baik. Noda-noda yang dimaksud adalah prasangka buruk. Saya setuju bahwa dalam berfilsafat harus dengan pikiran jernih. Maka saya salut dengan orang yang mampu berfilsafat dengan mudah dan baik.

    ReplyDelete
  19. Pikiran jernih merupakan pikiran yang jauh dari prasangka. Pikiran jernih ketika menghadapi masalah maka pikiran tersebut dapat memperjelas masalah tersebut. Pikiran yang dapat menjelaskan masalah dengan sangat baik, tidak ada bagian dari masalah yang ditutup-tutupi atau tidak dapat dijelaskan. Seperti pikiran jernih dari Descartes yaitu Cogito ergo sum. Bahwa yang ada adalah pikiran. Orang yang menggunakan akal pikirannyalah yang disebut ada.

    ReplyDelete
  20. Nur Dwi Laili Kurniawati
    PPS Pendidikan Matematika C
    17709251059

    Berfilsafat merupakan kegiatan refleksi diri. Dan pikiran ibarat sebuah cermin yang digunakan untuk merefleksikan atau mencerminkan diri kita. Maka sebaik- baik bercermin adalah menggunakan kaca yang jernih sehingga menghasilkan bayangan yang jernih. Apabila kaca yang kita gunakan bercermin tidaklah jernih kita tidak akan dapat melihat dengan jelas diri kita sendiri. Kita dapat tertipu oleh debu dan kotoran yang menempel pada kaca. Maka ibarat bercermin, kaca yang kita gunakan untuk refleksi diri jugalah harus jernih. Karena itulah pikiran yang kita gunakan untuk merefleksikan diri jugalah harus bersih dan jernih. Karena itulah sebenar-benar pikiran yang kita gunakan untuk belajar filsafat haruslah pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Berfilsafat merupakan kegiatan refleksi diri terhadap pikiran kita, mencakup semua yang kita pikirkan, yaitu semua yang ada dan yang mungkin ada. Gar kita dapat berfikir refleksif yang sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, kita harus menggunakan pikiran dan yang kita pikirkan sebagai sebuah cermin yang bersih, bebas dari segala macam kotoran yang mengakibatkan pikiran kita tidak jernih. Cara yang bisa dilakukan untuk mencapai keadaan yang demikian adalah melalui bertanya dan berpikir. Disamping akan membuktikan kebenaran kita, bertanya dan berpikir juga akan menjadi permulaan pengembangan pengetahuan kita untuk mencapai kejernihan.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dari elegi ini, kita bisa memperoleh pelajaran bahwa dimanapun kita berada harus selalu berpikir refleksif melalui bertanya dan berpikir tentang semua yang ada dan yang mungkin ada. Agar kita bisa berpikir refleksif yang sedalam-dalamnya, kita harus mampu menggunakan semua yang ada dan yang mungkin ada, termasuk pikiran yang kita pikirkan sebagai sebuah cermin yang bersih, bebas dari segala macam kotoran yang mengakibatkan pikiran tidak jernih. Jka pikiran kita sedang tidak jernih maka refleksinya buram dan jika pikiran sedang buram yang terjadi efek negatif, negatif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Bahkan yang membahayakan ketika refleksi sedang tidak jernih maka akan menimbulkan hal-hal yang tidak inginkan.

    ReplyDelete
  23. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapatkan nasehat dari orang lain untuk selalu berpikiran jernih. Pikiran yang jernih akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita. Pikiran yang jernih akan mengantarkan kita untuk bersikap yang benar, tidak gegabah, tenang, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Tulisan di atas, selain memberikan informasi mengenai cara menggapai pikiran yang jernih dan apa saja manfaatnya, juga memberikan informasi mengenai hubungan antara berfilsafat dengan pikiran jernih. Berfilsafat adalah kegiatan refleksi diri dengan menggunakan pikiran kita, sehingga pikiran kita ini diibaratkan dengan cermin. Oleh karena itu, kita butuh cermin yang bersih atau pemikiran yang jernih agar dapat berfilsafat dengan baik. Jadi sekarang, mulailah untuk selalu berpikiran jernih, karena dengan itu, mudah-mudahan langkah kita dalam menuntut dan memahami ilmu juga dimudahkan.

    ReplyDelete
  24. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Akal dan hati adalah dua hal yang berbeda. Akal memilki bagian tersendiri, begitu juga dengan perasaan yang dekat dengan hati maupun keyakinan. Masing-masing memilki alat ukur sendiri untuk mengukur sesuatu. Akan tetapi akal dan hati memliki keterkaitan. Keberhasilan seseorang bisa dikaitkan dengan penggunaan pikiran dan hati setiap individu yang digunakan secara seimbang.
    Ketika bersikap maupun dalam mengambil keputusan hendaknya meminta pertimbangan dari akal maupun hati. Mempertimbangan akal dalam pengambilan keputusan setidaknya tidak akan melanggar kebenaran akal, minimal akal kita sendiri. Jika menggunakan hati maka keputusan tersebut tidak akan bertentangan dengan hati seseorang, minimal hati kita sendiri. Mempelajari filsafat tentu tidak jauh dari hati dan pikiran. Seperti jawaban Prof. di atas, dalam mempelajari sesuatu memang diperlukan pikiran dan hati yang jernih sesuai dengan kemampuan individu masing-masing dalam memperjuangkan kejernihan pikiran dan hatinya.

    ReplyDelete
  25. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Menurut "Elegi Menggapai Pikiran Jernih" ternyata “pikiran jernih” itu merupakan persoalan filsafat khusunya epistemologi atau filsafat ilmu.
    Jika kita bisa memahami dan mengerti tentang penjelasan di atas berarti kita sudah berhasil memahami elegi tersebut dan mempunyai pikiran yang jernih dalam mencerna maksud elegi ini.
    Selain itu, hal yang dapat saya peroleh dari elegi di atas bahwa membuat pertanyaan berarti kita membuat diri kita ADA dalam proses pembelajaran. Namun dari apa yang saya alami bahwa membuat pertanyaan bukan merupakan hal yang mudah.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  26. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A

    Kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. sudah sepatutnya untuk selalu bersyukur atas apa yang diberikan. Akal dan pikiran adalah pemberian-Nya. Oleh karena itu menggunakan akal kita untuk memikirkan hal-hal yang baik (dan menimbulkan pikiran yang jernih) adalah salah satu cara mensyukuri nikmat tersebut. Karena sungguh kemerdekaan dalam berpikir adalah kemampuan untuk mempertimbangkan segala sesuatu secara jernih. Apabila kita berbicara dan bertindak dengan pikiran yang jernih maka akan mencapai kebahagiaan.

    ReplyDelete
  27. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini kita memahami bahwa ada yang namanya kegiatan hati dan pikiran. Dan untuk mempelajari filsafat kita perlu menggunakan pikiran dan hati. Ketika belajar filsafat dengan merefleksikan pikiran. Pikiran yang meliputi yang ada dan yang mungkin ada.ketika hati dan pikiran jernih maka akan mudah untuk menerima ilmu. Dan setiap orang mempunyai cara sendiri sendiri untuk menggapai pikiran jernih. Dalam artian membuat teori, seperti yang dicontohkan pada elegi.

    ReplyDelete
  28. Tri wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "....saya selalu membedakan antara kegiatan hati dan pikiran". Kalimat tersebut membawa saya pada suasana kuliah pertama bersama Bapak Marsigit. Bapak mengutarakan bahwa pikiran boleh kacau, tetapi hati jangan. Dan pada postingan ini pun untuk menjawab pertanyaan tentang hakikat pikiran jernih kembali menitikberatkan betapa hati dan pikiran harus berada sisi yang berbeda.
    Yang kedua, memahami hidup harus melihat apa yang "ada" dan yang "mungkin ada". Sering kali saya sebagai manusia berpikir hanya berhenti pada bagian yang "ada". 5+7=12, mutlak (ini pemikiran saya sebelum membaca blog powermathematics.blogspot.co.id). Untuk saat ini, saya kadang menjadi sok tahu dengan mengkaitkan segala sesuatunya dengan "ruang da waktu". Saya menjadi orang yang sok sibuk ketika melihat deretan angka yang dijumlahkan, dikurangkan, dikalikan, atau diapakan lainnya. Awalnya 5+7=12 mutlak bagi saya, saat ini saya mulai berpikir kalau soal tersebut dipikirkan dengan konsep ruang dan waktu bisa saja berubah menjadi seperti ini, 5 kadal ditambah 7 beruang. Tentu saya sudah tidak memperoleh jawaban 12 secara bulat, bukan?
    Saya masih belajar

    ReplyDelete
  29. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Terimkasih atas jawabannya pak.
    Dari penjelasan bapak saya mengetahui bahwa hati yang bersih lahir dari pikiran dan obyek yang dipikirkan jelas sehingga kita terhindar dari mitos. Berfilsafat itu sendiri adalah bentuk refleksi diri terhadap pikiran dan pikiran yang dibutuhkan dalam berfilsafat adalah pikiran yang jernih. Apabila pikiran tidak jernih, maka akan sulit bagi kita untuk memahami filsafat tersebut.

    ReplyDelete
  30. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Untuk menggapai kejernihan hati dan pikiran, maka dalam berfikir filsafat hendaknya berfikir refleksif, yang berarti bercermin dengan cermin yang sejernih-jernihnya. Rede Descartes menemukan kejernihan pikiran dapat digapai saat memiliki kepastian pikir yaitu pikiran yang tidak dapat dibantah lagi berupa fakta bahwa dirinya ada saat sedang BERTANYA atau BERPIKIR. Saat berfikir dan bertanya itulah kejernihan pikiran sedang dibangun. Jika kita tidak mampu mengajukan pertanyaan, maka kita terancam dalam ketiadaan.

    ReplyDelete
  31. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Penjelasan berpikir jernih yang sangat detail dan kompleks. Saya sangat mudah untuk memahaminya. Manusia mampu berpikir secara jernih saat ia dapat membedakan antara kegiatan hati dan pikiran. Menurut saya pribadi kedua hal ini harus berjalan seimbang. Bukti seseorang mampu berpikir jernih saat menggunakan akalnya untuk tetap berpikir dan mengajukan suatu pertanyaan. Pikiran-pikiran kita dapat mempengaruhi sejauhmana tindakan yang dilakukan. Kegiatan hati dan pikiran juga dapat mengindikasikan sebuah eksistensi dari manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  32. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menggapai pikiran jernih memang sering dikaitkan dengan kuatnya logika berpikir dan tidak terpengaruh faktor-faktor perasaan yang subjektif. Pikiran jernih itu sendiri sebenarnya tergantung pada diri masing-masing, karena pikiran kita selalu dipengaruhi emosi dan perasaan. Tak jarang keduanya malah mendominasi shingga pikiran jernih sangat sulit diraih. Maka kembali lagi kepada diri kita sendiri, sanggupkah kita menyeimbangkan hati dan pikiran sehingga emosi, perasaan, dan logika dapat berjalan seimbang dan saling mendukung.

    ReplyDelete
  33. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B

    Apa yang kita pikirkan dan lakukan adalah cerminan diri kita sendiri, mulai dari berpikir reflektif, yang menggunakan semua yang ada dan mungkin ada termasuk pikiran dan hatinya. Sehingga pemikiran itu dapat menjadi logos atau mitos, apabila semua pikiran telah berhentu memikirkannya hal tersebut akan menjadi mitos, sedangkan apabila objek pikiran memulai memikirkannya hal tersebut akan menggapai logos. Dalam menggapai pikiran jernih, seseorang sebaiknya bertanya dan berpikir, karena menurut Rene Descartes jika seseorang tidak bertanya maka akan termakan ketiadaan. Sedangkan dalam ilmu matematika jernihnya pikiran terdiri dari dua serangkaian yaitu abstraksi dan idealisasi yang digunakan untuk memikirkan konsep-konsep.

    ReplyDelete
  34. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Filsafat adalah ilmu berpikir, maka agar dapat menggapai filsafat kita harus memiliki pikiran dan hati yang jernih. Untuk menggapai pikiran dan hati yang jernih bukanlah perkara mudah yang langsung bisa di dapat dengan instan, namun semuanya butuh proses. Proses yang sedang saya jalani adalah dengan membaca elegi-elgi dalam blog ini. Awalnya memang karena syarat perkuliahan, namun ternyata banyak menfaat yang saya peroleh.

    ReplyDelete
  35. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Ketika kita berfilsafat, kita merefleksikan apa yang ada dalam pikiran kita. Ibaratnya bercermin, cermin yang digunakan itu bersih, secara otomatis gambar yang nampak akan jelas, seperti halnya pikiran kita, jika pikiran kita jernih maka kita akan mampu memikirkan sesuatu dengan jelas. Saat pikiran jernih, kita akan lebih fokus dan lebih bijak dalam menentukan pilihan dan tindakan. Oleh karena itu, semakin dekatkanlah diri kita kepada Allah SWT agar hati dan pikiran kita selalu terjaga.

    ReplyDelete
  36. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Menggapai pikiran yang jernih, untuk menggapai pikiran yang jernih hendaknya dalam berfikir filsafat kita berpikir secara refleksif. Artinya baik pikiran maupun obyek pikir haruslah sebagai cermin yang bersih atau sesuatu yang jelas. Salah satu cara untuk menggapai pikiran jernih, kita dapat berusaha untuk mencari kepastian pikir. Kepastian pikir itu ada, jika kita bertanya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  37. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Terimakasih prof. Marsigit atas tulisan di atas. Sungguh tidak mudah untuk memahami setiap artikel yang bapak tulis. Ilmu bapak amatlah luas, kritis, detail, dan saya benar-benar belajar dari setiap kalimat-kalimat bapak. Bukan hal sepele ternyata untuk menggapai pikiran yang jernih. Bapak mengibaratkannya sebagai cermin yang bersih. Sedangkan saya membayangkan dan mengibaratkannya sebagai air yang bening. Apabila air yang bening berada dalam suatu bejana terbuka lalu terdapat sedikit kotoran atau pewarna lain yang menetes di dalamnya, tidaklah dapat menjadikan air itu murni lagi. Untuk menjaga air itu tetap bening, amatlah sulit kecuali kalau bejana nya tertutup. Sama hal nya dengan pikiran, mitos lah yang menyebabkan pikiran menjadi kotor atau tidak jernih lagi. Hal-hal yang tidak perlu dipikirkan menjadi racun bagi kita sendiri. Kecuali kita mampu membentengi diri (bukan menutup diri) dari hal-hal yang kurang membawa kemanfaatan yang hakiki dan agar kita mampu untuk terus menggapai logos meskipun pengaruh dari luar sangatlah kompleks. Benar sekali yang bapak katakan. Tulisan-tulisan bapak menjadi salah satu metode berpikir jernih. Karena yang bapak jelaskan, selalu dengan kacamata objektif dan menjadikan diri saya untuk berusaha selalu berpositif thinking.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  38. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum, Wr.Wb
    Terimakasih pak atas postingan jawabannya.
    Pada postingan kali ini, menggambarkan tentang pikiran jernih. Untuk menggapai pikiran jernih menurut para filsafat dan para filsuf tidaklah mudah. Banyak cara dan langkah agar tercipta pikiran jernih dan hati yang jernih. Karena sesungguhnya apa yang kita pikirkan juga dipengaruhi dengan hati kita. Hindari mitos, karena mitos akan membuat pikiran kita menjadi kotor. Dalam belajar filsafat harus jernih pikirannya dalam memahaminya. Berfilsafat adalah kegiatan refleksi diri terhadap pikiran kita. Dalam melakukan kegiatan refleksi diri dengan pikiran, kita dapat mengibaratkan pikiran kita sebagai cermin, dan cermin itu haruslah bersih. Selain pikiran yang bersih objek pikiran juga harus bersih.

    ReplyDelete
  39. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Pertanyaan merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses memperoleh ilmu pengetahuan. Karena dengan bertanya, seseorang akan bertambah informasinya mengenai suatu hal. Dengan kata lain, apabila kita masih ingin bertanya, berarti kita masih membutuhkan ilmu atau informasi. Kebutuhan kita akan suatu ilmu pengetahuan atau inormasi merupakan tanda bahwa kita masih termasuk salah satu bagian dari suatu himpunan, dengan kata lain kita masih ada.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  40. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP Kelas B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Terima kasih Pak, atas tulisan yang penuh makna ini. Jujur saja, saya juga merasa sulit ketika belajar filsafat ilmu di kelas. Ya, mungkin karena pikiran saya belum jernih. Karena terlalu banyak prejudice berbentuk prasangka dalam pikiran saya. Dan saya sadari prasangka tersebut merupakan bentuk kerdilnya pengetahuan saya, terlalu sedikitnya informasi-informasi yang baru saya cari sehingga menimbulkan prasangka atau prejudice.

    ReplyDelete
  41. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pikiran adalah bentuk dari apa yang kita lihat dan kita rasakan, baik yang ada maupuan yang mungkin ada. Pikiran merupakan kontrol dari segala perbuatan. Jika pikiran dan hati tidak bisa saling berkontribusi, maka kacaulah perbuatan kita. Dimisalkan kita tidak berpikir jernih atau pikiran kita negatif atau kotor, tetapi jika hati memberikan isyarat kepada pikiran jika hal yang negatif itu harus dihindari, maka kita tidak akan melakukan hal yang negatif. Cara untuk membersihkan pikiran yang tidak jernih atau kotor yaitu dengan menggapai logos atau menggapai bukan mitos, dan tidak meninggalkan doa. Karena sebaik-baik perbuatan adalah diawali dengan berdoa dan diiringi dengan dzikir.

    ReplyDelete
  42. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna dengan dibekali akal pikiran. Dengannya manusia dapat berpikir, bernalar, dan membuat keputusan. Hal ini tentu memiliki peran dan manfaat yang sangat besar dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah kehidupan. Sayangnya, tidak sedikit manusia yang akal dan pikirannya ini tak diimbangi dengan nafsu yang terjaga. Alhasil banyak oknum yang dengan akal dan pikirannya justru melakukan tindakan-tindakan kotor yang menyimpang dari aturan dan jalan kebenaran. Padahal untuk menjadi sebenar-benar manusia yang baik, seseorang harus mampu menggunakan pikiran yang jernih dan baik agar senantiasa berada di jalan yang benar dan dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi sekitarnya. Pikiran yang jernih hanya akan tercapai ketika seseorang mampu secara baik dan ikhlas mengendalikan pikiran tersebut dan diimbangi dengan nafsu yang terkontrol dan diarahkan kepada kebaikan.

    ReplyDelete
  43. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B 2017

    Jernih artinya bersih, tidak terkotori. Pikiran jernih artinya pikiran bersih dan berasal dari keikhlasan hati. Kita harus membebaskan pikiran kita dari kotoran sehingga kita bisa mendapatkan ketengan jiwa dan bisa melakukan refleksi sehingga kita mudah dalam belajar dan memahami sesuatu, keikhlasan merupakan kunci masuknya ilmu dalam diri kita ini,sehingga dalam membelajari fisafat seperti yang diperlajari sebalumnya adalah ikhlas hati, ikhlas pikiran untuk membaca. karena dengan ikhlas hati dan pikiran ilmu maka akan lebih mudah mempelajari suatu ilmu.


    ReplyDelete
  44. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Setiap manusia diciptakan dengan segala kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dengen segala apa yang telah dikaruniakan kepada kita, tugas manusia berikhtiar dengan sebaik-baiknya. Pikiran jernih memang kita perlukan dalam upaya kita berikhtiar sebaik mungkin, dalam filsafat kita mempelajari apa yang ada di depan kita, sehingga segala sesuatu yang tidak kita perlukan kita simpan ke dalam "epoche". Agar kita lebih terfokus tentang apa yang diperlukan dalam berikhtiar.

    ReplyDelete
  45. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Ketika filsafat adalah refleksi diri, yang dibutuhkan di dalam diri adalah cermin yang jernih. Bagaimana mau berefleksi jika cerminnya tak jernih? Menjaga cermin itu tetap jernih adalah berbeda untuk setiap orang. Tiap orang memiliki tantangannya masing-masinh yang membuatnya berjuang dengan caranya sendiri dalam menjaga kejernihan dirinya. Keikhlasan adalah salah satu alat penjaganya, satu dari beragam hal yang dapat menjaga jernihnya hati dan pikiran ketika disesuaikan dengan kehidupan masing-masing.

    ReplyDelete
  46. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Terimakasih Pak… Ternyata jawaban untuk pertanyaan “menggapai pikiran jernih” itu sangat panjang dan melampaui berbagai jaman. Jadi bertanya, berfilsafat itu adalah upaya untuk menggapai pikiran jernih ya… Saya sendiri merasakan juga, setelah belajar filsafat, meski masih selalu nol dalam tes jawab singkat, saya menjadi lebih terbuka dalam memandang berbagai hal… jadi selalu ingat akan apa yang ada dan yang mungkin ada. Tak mudah membuat ‘prejudice’. Saat ini saya pun dalam usaha untuk menggapai pikiran jernih itu…

    ReplyDelete
  47. Shelly Lubis
    1770925040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    sejatinya, dalam segala hal kita harus berusaha menjernihkan hati dan pikiran, apapun ilmu yang sedang kita pelajari, tidak hanya dalam ilmu filsafat. sebagai contoh, saat kita sedang mempelajari ilmu statistik, di saat hati dan pikiran kita tidak jernih, maka ilmu yang kita pelajari itu hanya akan sekedar menjadi mitos, bisajadi hanya akan bermanfaat bagi diri kita sendiri, bukan bagi orang lain. sebenar-benar ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang bisa kita bagikan ke orang lain dan juga memberikan manfaat bagi mereka.

    ReplyDelete
  48. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih Prof. dengan membaca tulisan diatas awalnya membuat pikiran kami kacau, belum bisa mengikuti alur dan step2 tulisan diatas. Namun, berulang kamli coba kami pahami sedikir demi sedikit, sehingga dari tulisan diatas kami memahami bahwa pikiran merupakan produk akal dan anugerah dari Allah SWT. Menjernihkan pikiran memang sulit, apalagi seperti dijelaskan bapak bahwa pikiran adalah urusan dunia, perlu waktu setiap hari untuk muhasabah diri, sehingga jika manusia dapat muhasabah, dia dapat mengevaluasi hal-hal apa saja yang membuat pikiran dan hatinya tidak jernih sehingga dapat mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk, karena sesungguhnya apa yang dilakukan manusia saling berkaitan antara hati, pikiran dan perbuatan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  49. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Didalam berfilsafat haruslah mempunyai pikiran yang jernih. Pikiran yang jernih mewakili dari hati yang jernih. Didalam belajr filsafat pikiran yang jernih dan hati yang jernih haruslah sejalan. Karena jika pikiran tidak jernih berarti ada kekacauan didalm hati. Pikiran yang jernih berarti kita sedang dalam berpikir yang baik. sebaik-baiknya berpikir adalah adanya suatu pertanyaan. Pertanyaan itu ada karena hidupnya pemikiran kita. Pikiran yang mati adalah jika tidak dalam berpikir.

    ReplyDelete
  50. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Di dalam hidup ini berpikir jernih selalu diidam-idamkan oleh setiap manusia. Ternyata setelah membaca, berpikir jernih adalah terus menerus berpikir. Berusaha menggapai logos. Berusaha untuk membersihkan mitos. Sehingga dalam menggapai pikiran jernih maka harus terus menerus berusaha berpikir. Dalam berpikir juga selalu dilandasi dengan hati dan spiritual agar yang dipikirkan tidak melampaui batas-batas pikiran manusia.

    ReplyDelete
  51. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Melalui bacaan ini saya mendapatkan hal terpenting yaitu berfilsafat adalah kegiatan reflektif terhadap pikiran. Memahami sesuatu melalui pikiran dan lalu merefleksikannya terhadap pikiran merupakan hal yang dilakukan oleh pemikir yang baik. Hal inilah yang dilakukan oleh para filsuf sejak dahulu. Tentu dengan tujuan untuk memperoleh refleksi yang jernih dan bersih. Elegi ini juga mengingatkan saya bahwa kepada elegi yang mengatakan bahwa para filsuf juga sejak dahulu mencapai bijaksana. Kedua elegi ini benar-benar nenyadarkan saya akan pentingnya untuk berfilsafat dalam mencapai suatu kebaikan sesuai kemampuan manusia bukan sesuai kesempuraan pada tujuan. Hal ini karena manusia hidup sempurna dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan. Kesempunaan sejati hanya milik Yang Kuasa.

    ReplyDelete
  52. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Ada beberapa faktor kenapa kebanyakan orang tidak dapat berfikir jernih: pertama, adalah faktor ketidaktahuan (intelektual). Dalam perdebatan biasanya orang-orang yang hanya mengandalkan emosi sangat gampang tersulut emosinya sehingga lepas dari kendali akal sehatnya. Kedua, adalah faktor spiritual. Sepintar-pintarnya kita, namun jika kita jauh dari Allah SWT. Maka kita akan jauh dari akal sehat. Ketiga, adalah faktor ekonomi. Faktor ekonomi lebih sering menjadi faktor di mana manusia kehilangan akal sehatnya.

    ReplyDelete
  53. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Pikiran ibarat pedang bermata dua, apabila manusia dapat menggukanannya maka dapat bermanfaat untuk kehidupan manusia. Namun pikiran dapat menjadi penghancur manusia apabila manusia tidak dapat menguasainya. Manusia saling memakan, manusia saling menyalahkan, manusia saling berperang itu semua karena manusia memiliki pikiran yang yang tidak dikuasainya. Dalam menguasai pikiran manusia memiliki hati, hati dapat menjadi pengerem setiap tindakan dan pikiran manusia yang melewati batas. Tetapi hati tanpa pikiran hanya akan membutakan manusia, menjadikan manusia tersebut hanya diperalat manusia yang lain. Semoga kita selalu diberikan hati dan pikiran yang jernih, Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  54. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Pikiran yang jernih diibaratkan sebagai cermin yang bersih. Dengan cermin yang bersih tersebut kita dapat merefleksikan pikiran kita. Itulah sebenar-benar berfilsafat.

    ReplyDelete
  55. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Filsafat adalah pikiran. Maka sebenar-benar filsafat adalah memahami pikiran. Maka dari itu, untuk dapat belajar filsafat secara optimal harus mengoptimalkan pikiran. Salah satunya harus menyiapkan pikiran yang jernih agar kita dapat dengan mudah mengolah dan memahami pikiran. Lantas, bagaimana cara membuat pikiran menjadi jernih dan selalu jernih? Untuk menggapai pikiran yang jernih seseorang harus terlebih dahulu iklhas hati dan ikhlas fikir. Dengan berlandaskan keikhlasan ini lah seseorang akan mampu berfikir jernih dan positif dalam menghadapi segala sesuatu. Akibatnya kita akan menjadi bijak dalam bertindak.

    ReplyDelete
  56. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Setelah membaca elegi ini saya menjadi memiliki sebuah perspektif baru bahwa dalam menggapai pikiran yang jernih tidak hanya berhenti pada pikiran yang jernih, namun juga menjernihkan apa yang kita pikirkan. Antara pikiran maupun yang aku pikirkan keduanya haruslah sebagai cermin yang jernih.

    ReplyDelete
  57. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Setelah membaca elegi ini saya menjadi memiliki sebuah perspektif baru bahwa dalam menggapai pikiran yang jernih tidak hanya berhenti pada pikiran yang jernih, namun juga menjernihkan apa yang kita pikirkan. Antara pikiran maupun yang aku pikirkan keduanya haruslah sebagai cermin yang jernih.

    ReplyDelete
  58. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pikiran yang jernih dapat diibaratkan sebagai cermin yang bersih. Dalam filsafat untuk menggapai logos maka kita harus selalu mengacaukan pikiran. Apakah pikiran yang kacau dapat digunakan sebagai cermin?

    ReplyDelete
  59. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Memang sangat sulit dalam menggapai pikiran yang jernih dalam mempelajari ilmu filsafat, akan tetapi setiap pribadi yang selalu berpikir untuk menjadi baik akan selalu ada pikiran yang jernih. Pikiran yang jernih dapat diraih dengan hati yang baik dan jernih pula. Pikiran yang jernih ibarat cermin yang bersih, sehingga jika ingin berpikiran jernih sudah pasti maka kita haruslaj sering refleksi diri. Dalam berefleksi diri sudah seharusnya memiliki pendangan atau pegangan yang baik pula.

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ketika manusia memiliki pikiran yang jernih, ia dapat menciptakan suatu hal yang besar yang dapat bermanfaat untuk orang lain. Dalam pikiran yang jernih itu syaiton-syaiton seperti terbelenggu tidak dapat mempengaruhi diri manusia. Dengan pikiran yang jernih itu pula manusia mampu memetik pelajaran berharga dari kehidupan ini, sehingga manusia dapat menggali segala hal yang terlintas dalam pikirannya menjadi suatu hal yang tampak oleh indra dan sangat berharga nilainya.

    ReplyDelete
  61. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Untuk memiliki pikiran yang jernih itu tidak mudah. DAlam elegi ini dijelaskan bahwa menurut Rene Descartes, pikiran jernih itu “kepastian pikir” yaitu “pikiran yang tidak dapat dibantah lagi” yaitu ternyata bahwa “satu-satunya hal yang tidak dapat dibantah adalah fakta bahwa dirinyalah itu pasti adanya yaitu dirinya yang sedang BERTANYA atau BERPIKIR”. Disini dapat diketahui bahwa kita berpikir atau bertanya itu sudah merupakan pikiran jernih karena orang yang tidak memiliki pikiran jernih tidak akan bisa berpikir dan bertanya dengan baik.

    ReplyDelete
  62. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pikiran dan hati adalah dua hal yang saling mempengaruhi. Hati sangatlah mempengaruhi pikiran. Ketika hati sedang kacau maka akan berakibat kacaunya pikiran. Sehingga jika kita ingin berpikir jernih maka hati kita terlebih dahulu dibersihkan. Dengan bersihnya hati, maka segala sesuatu yang kita kerjakan akan lebih bermakna.

    ReplyDelete
  63. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Dalam mempelajari suatu ilmu tentu diperlukan pikiran yang jernih. Diperlukan pula hati yang ikhlas untuk belajar. Untuk memperoleh pikiran yang jernih diperlukan hati yang ikhlas, dan hati tidak boleh dikuasai oleh nafsu. Jika belajar dengan nafsu maka yang didapat hanyalah ilmu sesaat. Dengan hati yang iklhas dan pikiran yang jernih ilmu yang bermanfaat akan diperoleh.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Mengaitkan elegi ini dengan apa yang Prof. Marsigit utarakan dalam berbagai kesempatan perkuliahan, untuk menggapai kemampuan berfikir yang baik seseorang harus terlebih dahulu iklhas hati dan ikhlas fikir. Keikhlasan akan membawa pemikiran yang jernih. Dengan berlandaskan keikhlasan ini lah seseorang akan mampu berfikir jernih dan positif dalam menghadapi segala sesuatu. Sedangkan keikhlasan hanya akan kita capai ketika kita memiliki niat yang tulus karena Allah.

    ReplyDelete
  65. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Jernih artinya bersih, tidak terkotori. Pikiran jernih artinya pikiran bersih dan berasal dari keikhlasan hati. Manusia harusnya memiliki pikiran yang bersih terhadap orang lain, Kita harus membebaskan pikiran kita dari kotoran sehingga kita bisa mendapatkan ketengan jiwa dan bisa melakukan refleksi sehingga kita mudah dalam belajar dan memahami sesuatu. Pikiran yang bersih menjadikan kita dapat menjalani hidup lebih tenang dan damai dan dapat berbuat dengan hati yang tenang serta dapat memasukkan ilmu lebih mudah karena kejernihan hati, jika hati sudah dikotori maka mempelajari dan melanjutkan hidup terasa semrawut.

    ReplyDelete
  66. Jernih berarti bening, itu hanya terjadi di alam pikiran saja. Di alam realism maka tidak ada yang jernih didunia ini melainkan telah sedikit atau banyak terkotori dengan eg dunia. Idealisme piker jernih adalah mustahil dalam tataran dunia. Maka segala sesuatu, subjek ataupun objek hanya mendekati jernih saja. Sampai kapanpun tidak akan menjadi jernih sempurna.

    ReplyDelete
  67. Kesempurnaan jernih hanyalah milik sang Pencipta. Seberapa keras pikiran melakukan olahh piker pasti akan tercamuri dengan persepsi yang telah terbentuk. Sehingga perlu diingat jangan sampai kita enjadi sombong, karena sebenar-benar kita hanyalah manusia yang berikhtiar menggapai pikiran yang jernih

    ReplyDelete
  68. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Berfilsafat berarti kegiatan refleksi diri terhadap pikiran kita. Dalam belajar filsafat diperlukan pikiran yang jernih. Pikiran yang jernih maksudnya pikiran kita dan apa yang kita pikirkan adalah sesuatu yang jelas. Pikiran yang jernih adalah modal bagi kita dalam berfilsafat untuk dapat berpikir analitik dan sintetik. Untuk menggapai pikiran yang jernih tidaklah semudah yang kita bisa katakan karena prosesnya memerlukan waktu yang tidak sedikit dan menurut saya proses ini berlangsung sepanjang hidup kita selama kita mampu berpikir. Selain itu, ika dalam belajar filsafat pikiran kita jernih, maka kita akan mudah paham dengan apa yang kita pelajari. Begitu sebaliknya, apabila dalam berfilsafat pikiran kita tidak jernih, maka akan sulit bagi kita untuk memahami filsafat tersebut.

    ReplyDelete
  69. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Menggapai pikiran jernih merupakan jalan dimana kita bisa mensintesiskan pemikiran para filsuf, sesuatu yang ada dan yang mungkin ada untuk menggapai pikiran jernih. Pikiran tergantung dari hati, jika hati bersih maka pikiran pun akan jernih. Begitu juga dengan filsafat. Apabila pikiran kita jernih maka kita akan mudah dalam memahaminya, namun apabila pikiran kita tidak jernih maka kita tidak dapat memahami filsafat tersebut dengan baik. Pikiran jernih lahir akibat adanya kesatuan persepsi dalam memandang perputaran kemungkinan satu pikiran

    ReplyDelete
  70. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Berfilsafat itu ibaratnya adalah bercermin. Artinya kita merefleksikan apa yang ada dalam pikiran kita, baik itu yang ada maupun yang mungkin ada. Untuk berfilsafat, dibutuhkan pikiran yang jernih. Pikiran yang jernih itu ibaratnya adalah cermin yang bersih. Jika cermin yang digunakan itu bersih, secara otomatis gambar yang direfleksikan itu jelas, seperti halnya pikiran kita, jika pikiran kita jernih maka kita akan mampu memikirkan sesuatu dengan jelas. Untuk memiliki pikiran yang jernih terlebih dahulu kita berusaha untuk membersihkan hati kita.

    ReplyDelete
  71. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Seperti yang sering diucapkan oleh Prof Marsigit, kacaunya pikiran jangan sampai mengacaukan hati kita. Maka dari itu, hati dan pikiran itu harus dipisah. Menjernihkan hati dengan selalu beristigfar juga menjadi jalan agar kita dapat menerima segala hal yang baik menurut kepercayaan kita. Hati dan pikiran jernih seperti cermin yang bersih. Sering berefleksi diri, mengevaluasi diri untuk dapat berbenah di kemudian hari dan segera meminta ampun kepada Allah.

    ReplyDelete
  72. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pemikiran yang jernih dicapai dengan cara menggapai logos dan tidak menggapai mitos. Dengan berusaha menggapai logos maka sifat obyek pikir kita adalah sintetik apriori sehingga bisa menjadi ilmu. Pikiran yang jernih juga bisa dimulai dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir, karena keduanya bisa sebagai penjaga dalam proses menggapai logos.

    ReplyDelete
  73. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Pikiran jernih adalah ketika pikiran terbebas dari semua emosi negatif, pikiran negatif, dan persepsi yang bisa saja salah dari sesuatu. Segala hal yang mengotori pikiran akan sangat berdampak buruk atau membahayakan hasil pemikiran kita. Saat pikiran diselimuti oleh hal-hal negatif, kita tak akan bisa melihat permasalahan dengan jelas dan akan berdampak pada pembuatan solusi yang tidak tepat. Selain itu, dengan piikiran yang negatif, kita tidak akan bisa melihat ide-ide brilian yang ada di sekitar kita, seperti kita melihat sekeliling dengan kaca mata yang kotor.
    Dalam belajar filsafat, memang sangat dibutuhkan pikiran yang jernih. Pikiran jernih mampu merefleksikan dengan baik diri kita. Maka dari itu, kita harus selalu berikhtiar secara sungguh-sungguh untuk mendapat dan menjaga pikiran agar bersih dan jernih. Namun, tingkat yang lebih tinggi adalah memiliki hati yang juga jernih. Dengan hati yang jernih, tidak hanya mudah mempelajari atau memahami sesuatu, kita juga tidak akan lalai dalam bersyukur dan akan selalu merasa dekat dengan-Nya. Dengan hati yang jernih, kita juga akan dengan mudah menemukan hikmah yang terkandung dalam sesuatu.

    ReplyDelete
  74. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menurut saya, untuk dapat berpikir secara jernih maka saya membutuhkan suasana yang hening dan otak berada dalam kondisi alpha. Sehingga daya kreativitas dapat muncul. Karena menurut penelitian untuk dapat berpikir jernih dan kreatif maka otak harus berada dalam kondisi gelombang alpha sehingga apa yang kita pikirkan itu tidak bersifat grusah-grusu (tergesa-gesa).

    ReplyDelete
  75. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Selain itu, banyak ulama yang mengatakan bahwa rajanya anggota badan adalah hati. Antara pikiran dan hati mempunyai hubungan yang sangat erat. Ketika hati kita merasa tenang maka dampaknya pikiran kita pun akan jernih, namun sebaliknya ketika hati sedang risau, tidak tenang, maka akan sulit untuk menggapai kejernihan pikiran, akan sulit untuk memahami sesuatu. Jadi, akal dan kemampuan memahami pusatnya adalah di hati. Sangat sulit untuk menggapai hati yang tenang dan pikiran yang jernih. Banyak orang yang melakukan berbagai cara untuk menggapainya. Sebagai muslim, yang mampu menjadi penolong untuk semua kegundahan tentunya hanyalah Allah. Kunci ketenangan hati dan kejernihan pikiran adalah kedekatan kita kepada Allah.

    ReplyDelete
  76. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pikiran yang jernih akan memberikan dampak pada hasil keputusan yang diberikan itu baik. Hal inilah yang mengakibatkan pada dampak positif dari pikiran itu jernih. Apabila pikiran seseorang itu buruk, maka akan memberikan dampak yang negatif terhadap hasil keputusan yang diberikan serta terhadap diri subyek itu sendiri.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  77. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pikiran jernih seperti yang diungkapkan Rene Descartes adalah kepastian pikir. Hal ini dapat diperoleh ketika kita berpikir atau bertanya. Jika kita berhenti berpikir/bertanya maka itu berrati pikiran kita menjadi tidak pasti karena kita sudah terjebak ke dalam mitos.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  78. Assalamualaikum, wr.wb.
    Jernih artinya keadaan ketika tidak terkontaminasi oleh hal lain. Konsep pikiran jernih ini diperlukan dalam pbm, misalnya ketika akan menjawab pertanyaan 7x6 maka segala pikiran-pikiran yang tidak penting harus disingkirkan terlebih dahulu supaya yang keluar dari mulut hanylah 42.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  79. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Filsafat mengajarkan untuk perpikir mendalam hingga akar-akarnya. Di lain sisi, konsep berpikir ini mengajarkan kepada kita untuk berlajar jujur apa yang ada dibalik sebuah objek atau subjek yang kita bicarakan. Tatkala mengetahui secara mendalam, maka kita bisa menentukan apa itu baik atau buruk. Maka, filsafat mengajarkan kepada kita untuk berpikir jernih. Berpikir untuk menyelaraskan antara hati dan pikiran. Tatkala kedua ini tidak bisa berjalan, maka pikiran kita belum jernih dalam menentukan sebuah objek atau subjek.

    ReplyDelete
  80. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pemikiran yang jernih adalah keadaan berpikir saat pikiran kita bersih dari emosi negatif, pikiran negatif, dan dari persepsi yang salah mengenai masalah. Hal-hal yang mengotori pikiran kita bisa membahayakan hasil pemikiran kita. Bila pikiran kita tertutup oleh hal negatif, kita tidak dapat melihat masalah dengan jelas yang dapat membuat kita mengambil solusi yang salah. Selain itu, dengan pemikiran negatif, kita tidak dapat melihat begitu banyak gagasan yang ada di sekitar kita, bahkan kita pun bisa menerima nasehat yang bisa menjadi nasihat emas dalam hidup kita. Seperti saat kita memakai kacamata kotor, kita tidak bisa melihat dengan jelas. Pemikiran yang jernih seperti segelas air yang jernih. Dengan pikiran jernih kita bisa melihat sesuatu dengan jelas.

    ReplyDelete
  81. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    elegi menggapai pikiran jernih mengajarkan kita bahwa dari akal yang baik menghasilkan pikiran yang baik pula. bila pikiran kita memikirkan hal buruk akal kita pun bisa terpengaruh menjadi buruk. akal dan pikiran terkait satu sama lain dan dapat mempengaruhi tingkah laku.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  82. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    akal dan pikiran terkait satu sama lain dan dapat mempengaruhi tingkah laku. dalam menghadapi masalah manusia seharusnya bisa berpikir jernih agar masalah yang dihadapinya bisa terselesaikan dengan cepat dan akurat.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  83. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Belajar filsafat berarti belajar olah pikir. Dari sini saya semakin memahami betapa penting fungsi berpikir. Seyogyanya, tiadalah waktu bagi manusia untuk berhenti berfikir selain dijemput oleh kematian. Karena manusia dianjurkan untuk menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat. Jika manusia enggan berpikir maka manusia akan mudah termakan mitos. Sedangkan kedudukan manusia adalah untuk mengajar logos, memperoleh kebenaran. Salah satu jalan dalam mengejar logos adalah dengan bertanya. Malu bertanya sesat dijalan, adalah pepatah agar kita menjaga pikiran yang jernih melalui rajin bertanya.

    ReplyDelete
  84. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Dengan keadaan pikiran dan hati yang jernih kita akan mudah memahami dan menerima ilmu. Pun tidak berburuk sangka kepada orang lain sebab hati dan pikiran yang kita miliki jernih. Berbeda dengan sebaliknya, jika pikiran dan hati kita kotor, maka terdapat belenggu yang menghalangi ilmu yang akan kita terima, pun juga menghalangi pemikiran baik terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  85. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel berjudul Elegi Menggapai Pikiran Jernih yang telah Bapak share kepada kami. Pikiran jernih akan sangat membantu kita untuk berpikir secara bersih,dapat menerima segala saran dan nasehat dengan baik, dan dapat membuat mengambil keputusan secara baik. Pemikiran yang jernih adalah keadaan berpikir saat pikiran kita bersih dari emosi negatif, pikiran negatif, dan dari persepsi yang salah mengenai masalah. Hal-hal yang mengotori pikiran kita bisa membahayakan hasil pemikiran kita. Bila pikiran kita tertutup oleh hal negatif, kita tidak dapat melihat masalah dengan jelas yang dapat membuat kita mengambil solusi yang salah. Selain itu, dengan pemikiran negatif, kita tidak dapat melihat begitu banyak gagasan yang ada di sekitar kita, bahkan kita pun bisa menerima nasehat yang bisa menjadi nasihat emas dalam hidup kita. Seperti saat kita memakai kacamata kotor, kita tidak bisa melihat dengan jelas. Pemikiran yang jernih seperti segelas air yang jernih. Dengan pikiran jernih kita bisa melihat sesuatu dengan jelas.

    ReplyDelete
  86. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof atas jawaban yang juga masalah saya ketika belejar mengenai filsafat, karena jujur ketika membaca buku maupun tulisan filsafat saya membutuhkan 2-3 kali untuk membacanya. Dalam berfikir jernih memang tidak mudah, dalam elegi diatas menurut Rene Descrates pikiran jernih itu kepastian pikir yaitu pikiran yang tidak dapat dibantah lagi yaitu ternyata bahwa satu-satunya hal yang tidak dapat dibantah adalah fakta bahwa dirinyalah itu pasti adanya yaitu dirinya yang sedang bertanya dan berfikir. Dari penuturan Rene Descrates, dapat di identidfikasi bahwa untuk berfikir jernih kita perlu berfikir dan bertanya, jika pikiran kita tidak jernih tentu saja tidak dapat berfikir dan menanyakan sesuatu terhadap tulisan tersebut.

    ReplyDelete
  87. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Benar sekali, jika hati dan pikiran kita tidak jernih maka akan sulit untuk berpikir dengan baik ataupun memahami segala sesuatu. Berdasarkan pendapat dari Rene Descrates, dapat dipahami bahwa cara agar dapat berpikir jernih adalah dengan selalu bertanya dan berpikir, karena apabila kita tidak bisa berpikir dan bertanya dari suatu persoalan atau tulisan yang kita baca, maka artinya pikiran kita sedang tidak jernih.

    ReplyDelete
  88. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Bagi manusia tentunya sulit sekali menggapai pikiran jernih ini. Setelah tercapai akan mudah sekali ilmu masuk kedalam otak kita, mudah sekali bagi manusia dengan pikiran jernih untuk dapat refleksi diri, merefleksi baik-buruk perbuatan yang telah dilakukan

    ReplyDelete
  89. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Apabila ingin mempelajari suatu ilmu, maka modal awal yang dibutuhkan adalah pemikiran yang jernih. Karenanya, perlu dihilangkanlah prejudice yang menjadi penghalang kita untuk berpikir jernih. Elegi ini mengajarkan bahwa jika kita ingin menjadi seseorang yang berilmu, maka kita harus memiliki usaha untuk mempunyai pikiran yang jernih, dengan cara melawan prejudice dan berusaha mematikan mitos-mitos dalam diri kita.

    ReplyDelete
  90. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015
    Jernih berarti bersih. Pikiran jernih berarti pikiran bersih dan berasal dari keikhlasan hati. Untuk dapat dengan mudah mempelajari ilmu, kita harus dapat menjernihkan pikiran kita dari hal-hal yang kurang baik.

    ReplyDelete