Sep 1, 2010

Elegi Menggapai Paradoks Tukang Cukur




Oleh Marsigit

Tukang Cukur:
Aku adalah tukang cukur. Aku hanya mencukur orang-orang yang tidak mencukur diri sendiri.

Pelanggan1:
Wahai tukang cukur, bersediakah engkau mencukur diriku?

Tukang cukur:
Wahai pelanggan1, apakah engkau tidak mencukur dirimu sendiri?

Pelanggan1:
Wahai tukang cukur, aku senyatanya tidaklah mencukur diriku sendiri.

Tukang Cukur:
Baiklah kalau begitu, marilah anda saya cukur.

Pelanggan2:
Wahai tukang cukur, bersediakah engkau mencukur diriku?

Tukang cukur:
Wahai pelanggan2, apakah engkau tidak mencukur dirimu sendiri?

Pelanggan2:
Wahai tukang cukur, aku senyatanya mencukur diriku sendiri.

Tukang Cukur:
Karena engkau mencukur dirimu sendiri, maka pergilah. Aku tidak bersedia mencukurmu.

Pelanggan2:
Baiklah aku bersedia pergi, tetapi aku mempunyai satu pertanyaan buatmu. Siapakah yang mencukur dirimu?

Tukang Cukur:
Aku mencukur sendiri. Maka aku akan mencukur sendiri.

Pelanggan2:
Stop. Janganlah engkau cukur dirimu itu. Karena engkau hanya mencukur orang-orang yang tidak cukur sendiri.

Tukang Cukur:
A..aa...a..k...ku. , tidak cukur sendiri.

Pelanggan2:
Kalau begitu segeralah engkau cukur dirimu, karena engkau hanya mencukur orang-orang yang tidak cukur sendiri.

Tukang Cukur:
B...b...ba...ik...lah. Aku akan cukur sendiri diriku.

Pelanggan2:
Stop. Janganlah engkau cukur dirimu itu. Karena engkau hanya mencukur orang-orang yang tidak cukur sendiri.

Tukang Cukur:
B...b...ba...ik...lah. A..aa...a..k...ku. , tidak cukur sendiri.

Pelanggan2:
Kalau begitu segeralah engkau cukur dirimu, karena engkau hanya mencukur orang-orang yang tidak cukur sendiri.

Tukang Cukur:
Wahai pelanggan2, mohon maafkan aku.. Kenapa aku engkau buat bingung? Maka bagaimanakah solusinya? Kemudian aku harus bertanya kepada siapakah?

Pelanggan2:
Engkau telah termakan oleh mitosmu sendiri. Agar engkau bisa keluar dari persoalan ini, maka silahkan bertanya kepada orang tua berambut putih.

44 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia memiliki keterbatasan dan ketidaksempurnaan. Artinya, sehebat-hebatnya seseorang pasti juga akan membutuhkan bantuan orang lain. Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Seperti dalam elegi ini, tukang cukur tersebut hanya mencukur orang-orang yang tidak mencukur sendiri, namun perlu disadari bahwa ia tidak bisa mencukur dirinya sendiri. Ia memerlukan bantuan dari orang lain untuk mencukur dirinya. Oleh karena itu, janganlah mengucapkan sesuatu ataupun dalam bertindak yang dapat menjadikan kita termakan oleh mitos sendiri. Sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Manusia bukanlah yang sempurna karena mempunyai keterbatasan. Namun dengan keterbatasan itu manusia dapat bersikap sosial dan toleransi satu sama lain hingga mengenal satu sama lain. Bahkan kita tidak dapat melakukannya sendiri yang artinya kita membutuhkan bantuan orang lain seperti halnya mencukur rambut yang memerlukan jasa tukang cukur.

    ReplyDelete
  4. Syahlan romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Manusia adalah makhluk yang terbatas kemampuannya.
    Jika kita menemukan ada manusia yang paling pandai, sesungguhnya tidak semua hal diketahui oleh manusia tersebut.
    Jika kita menemukan manusia yang paling bisa, sesungguhnya belum tentu bisa dalam segala sesuatu.

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Manusia tidak akan dapat hidup sendiri karena manusia membutuhkan bantuan orang lain. Sehebat-hebatnya seseorang, dia tidak akan dapat memenuhi segala keperluannya sendiri. Ia pasti tetap membutuhkan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Wahai tukang cukur, sebaiknya kau tingkatkan logika berfikirmu agar lebih berkualitas dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Ya tentunya juga kita semua. Kehebatan berfikir kita membuat semakin berkualitas dalam beraktivitas.

    ReplyDelete
  7. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    yang saya ketahui bahwa dalam Paradoks merupakan sebuah pertentangan antara kondisi yang terjadi dengan kondisi sebelumnya. Sedangkan dapat dipahami bahwa kontradiksi merupakan bagian dari sebuah paradoks. Pada elegi ini membahas tentang paradoks tukang cukur. Dari elegi ini kita peroleh beberapa pemahaman, salah satunya jika ditarik secara umum manusia merupakan makhluk sosial sehingga manusia membutuhkan orang lain untuk mengerjakan bagian yang tidak bisa dikerjakannya. Oleh sebab itu salah satu pemahaman yang dimaksudkan manusia diciptakan beragam sehingga mereka bisa melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete
  8. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    sebagaimana kita manusia, janganlah mempersulit suatu permasalahan yang sederhana. yang hanya akan membuat kita terkukung dengan pemikiran kita sendiri. ada baiknya mempermudah suatu hal yang sederhana lebih baik karena pola pikir yang memperumit hanya akan membuat masalah makin rumit juga.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi menggapai tukang cukur mengartikan bahwa di dunia ini keonsistenan yang absolut hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.
    Sebaik-baik manusia berusaha dan menggapai tidak akan dapat mencapai kekonsistenan yang absolut.
    Manusia tidak ada yang sempurna dna manusia hanya selalu berusaha menggapai kesempurnaan.

    ReplyDelete
  10. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Elegi parodoks tukang cukur ini mengisahkan seorang yang mencoba mendefinisikan dirinya sendiri. Namun saat diperjelas siapa dirinya, dia menjadi kebingungan. Dia terjebak pada definisinya sendiri. Pada awalnya tukang cukur tersebut mengklasifikasikan dirinya sendiri dalam kelompok tertentu. Setelah diperjelas mengenai alasan-alasannya, justru dia tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut. sehingga terjadi kerancuan. Kesimpulannya,mungkin tidak sesuatu pun yang tergolong mutlak dalam satu klasifikasi tertentu. Pada dasarnya sesuatu mungkin bersifat dinamis, mengikuti situasi dan kondisi yang ada. Sehingga jika mencoba untuk mengkotak-kotakkan sesuatu maka di kemudian waktu yang ditemui adalah kontradiksi dari semua yang telah dibuat atau disusun.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari elegi ini saya merefleksi bahwa sebagai manusia yang bermasayarakat maka kita harus berhati-hati dalam berbicara dan mendefinisikan sesuatu. Jangan sombong dalam berbicara karena bisa jadi suatu saat omongan diri sendiri akan menjadi bumerang yang menyerang diri sendiri (menjadi paradoks). Selalu bersikap rendah hati dan berhati-hati akan lebih baik.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D 2015

    Manusia itu terbatas. Tak ada manusia yang dapat hidup sendiri karena keterbatasnya akan menghalangi dia untuk melihat sesuatu dengan lebih baik tanpa bantuan orang lain. Oleh karena itu janganlah sombong dan menganggap diri lebih baik tanpa orang lain karena itu akan membuat kita terjebak dalam mitos kita sendiri.

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Hal tersebut dapat disebut dengan makhluk sosial. Akan tetapi, dari analogi elegi di atas, masih banyak orang yang diselimuti mitos-mitos di mana mereka masih minim “berpikir”. Sebagian orang selalu bersikap ingin menang sendiri, egois, dan tidak pernah memperhatikan orang lain. Oleh karena itu, marilah kita kita bersyukur atas nikmat dan karunia Allah swt berupa akal pikiran yang membuat kita berbeda dari ciptaan Allah yang lain. Kita juga hendaknya berintropeksi, melihat ke dalam diri sendiri dan mencoba memperbaiki segala kekurangan dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  14. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Karena manusia adalah makhluk sosial. Namun, masih ada yang diselimuti mitos-mitos dimana mereka masih kurang dalam berpikir. Sebagian orang selalu bersikap ingin menang sendiri, egois, dan tidak pernah memperhatikan orang lain. Oleh karena itu, marilah kita kita bersyukur atas nikmat dan karunia Allah swt berupa akal pikiran yang membuat kita berbeda dari ciptaan Allah yang lain.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Jika tidak salah, paradoks tukang cukur ini bermula dari Frege, Whitehead, Russel, dan teman-temannya untuk menjawab perntanyaan mengenai hakikat matematika. Karena matematika sangat berkembang pesat dan timbul cabang-cabang baru. Namun mereka berpendapat bahwa yang menyatukan cabang-cabang ilmu itu adalah logika. Namun seperti paradoks diatas, mereduksi matematika hanya sekedar logika saja menimbulkan kontradiksi. Sehingga dengan adanya kontradiksi itu, proyek logisisme yang merupakan aliran yang mengatakan logika menjadi pemersatu menjadi gagal total. Jika ada kesalahan atau kekurangan mohon koreksinya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tidak akan ada yang mendapatkan jawaban paradoks dengan kebenaran yang mutlak. Paradoks tersebut terdapat kontradiksi. Oleh karena itu sangat pandai yang menciptakan paradoks ini hingga tidak mendapati solusi akhirnya.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    kebenaran hanya milik Allah SWT. dan dari paradoks di atas, manusia yang membuatnya dan manusia yang mengalami kegundahannya. maka serahkan semua kepada Allah agar kita mendaptkan jalan terbaik untuk menghadapi setiap kegundahan dari setiap paradoks yang bahkan kita ciptakan sendiri ke-ada-annya.

    ReplyDelete
  18. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Tidak ada manusia yang sempurna, sehabat apapun dia maka akan membutuhkan orang lain. Maka kita diajarkan agar selalu bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat.

    ReplyDelete
  19. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Paradoks yang tak terpikirkan oleh saya bahwa diruang dan waktu ini ada paradox seperti tukang cukur yang mencukur orang-orang yang tidak dapat mencukur diri sendiri. Hal ini tidak dapat dilogika karena kedua hal tersebut akan terlibat menjadi kontradiksi, sehingga untuk melogikanya tidaklah mudah butuh bantuan tuhan sang pencipta alam untuk menuntun kea rah jalan yang benar.

    ReplyDelete
  20. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Paradoks tukang cukur merupakan salah satu paradoks yang sangat terkenal. Hal ini sering digunakan untuk menunjukkan bahwa di dunia itu penuh dengan kontradiksi. Apa yang dikatakan oleh tukang cukur pada elegi di atas merupakan kekontradiksian. Dia hanya mencukur orang yang tidak mencukur dirinya sendiri. lantas bagaimana dengan dirinya sendiri? nha itulah sebuah kontradiksi. Namun, kontradiksi yang ada dalam filsafat hendaklah tidak kita jadikan untuk mempersulit diri sendiri. Allah saja tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya, lantas mengapa kita harus mempersulit diri sendiri?

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Tukang cukur yang memerlukan orang lain untuk mencukurnya merupakan pelajaran bagi kita bahwa hidup manusia tidak terlepas dari bantuan orang lain. Kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, maka hendaknya manusia tidak sombong dan tetap ingat diri bahwa tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Jika mampu untuk rendah hati maka akan memupuk rasa kekeluargaan sehingga hidup terasa lebih bermakna karena adanya pertolongan dari orang lain dalam hal yang baik.

    ReplyDelete
  22. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia seyogyanya diciptakan untuk saling tolong menolong satu sama lain. Memang seperti itu lah takdir sebagai manusia. Tidak ada satu pun manusia yang bisa hidup di dunia ini tanpa memperoleh bantuan dari manusia lainnya. Dalam hal menolong, kita sebagai manusia tidak boleh pilih-pilih atau membeda-bedakan orang lain karena setiap perbuatan yang kita perbuat pasti akan kembali kepada kita.

    ReplyDelete
  23. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia sejatinya diciptakan sebagai makhluk sosial yang mana didalam hidupnya tidak bisa lepas dari manusia lain. Seperti di elegi ini apakah tukang cukur akan mencukur rambutnya sendiri? Ia butuh tukang cukur lain untuk mencukur rambutnya karena akan sulit baginya untuk mencukur rambutnya sendiri.

    ReplyDelete
  24. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sehebat-hebatnya seseorang pasti juga akan membutuhkan bantuan orang lain. Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Seperti dalam elegi menggapai paradoks tukang cukur di atas, tukang cukur tersebut dapat mencukur rambiut orang lain namun dia tidak bisa mencukur rambutnya sendiri. Tukang cukur tersebut memerlukan bantuan dari orang lain untuk mencukur rambutnya. Oleh karena itu, dalam pergaulan sosial, sebagai makhluk sosial manusia tidak boleh sombong agar apabila kita sedang kesusahan ada orang lain yang bersedia menolong kita.

    ReplyDelete
  25. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Terkadang manusia dapat termakan oleh perkataanya sendiri. manusia dapat termakan dengan apa yang dia katakan sendiri pada orang lain. oleh karenanya berhai hatilah dalam berbuat dan bertindak karena agar tidak termakan oleh perkataan sendiri.

    ReplyDelete
  26. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tak ada manusia yang paling pintar, sekalipun ia merasa bahwa ia yang terhebat dan terbaik. Tidaklah perlu meyombongkan keterampilan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki, karena kesombongan dapat membuat seseorang terjebak pada pikiran dan imajinasinya sendiri. Kesombongan juga dapat menuntun seseorang dalam ketiadaan.
    Begitupun dengan guru. Guru bukanlah tempat setiap kebenaran bermuara. Guru bisa salah, karenanya justru dapat terus berkembang dan ada.

    ReplyDelete
  27. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Berdasarkan elegi di atas menggambarkan bahwa setiap manusia bisa saja termakan oleh mitosnya sendiri. Apapun profesi orang tersebut maka dengan itu setiap orang bisa saja terjebak oleh mitos yang dia ciptakan sendiri. Contohnya pada elegi di atas, sepandai-pandainya tukung cukur untuk memotong rambut, tetapi dia sendiri tidak bisa memotong sendiri rambutnya. Dia membutuhkan bantuan tukang cukur lain untuk memotong rambutnya. Ini menandakan bahwa untuk lepas dari mitos diri sendiri, maka kita membutuhkan bantuan orang lain karena pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial. Jadi kita sebagai makhluk sosial jangan berlaku sombong untuk bisa hidup secara sendiri-sendiri karena pada dasarnya kita hidup dengan saling membutuhkan.

    ReplyDelete
  28. Ika Agustina Firtriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sehebat-hebatnya pengetahuan manusia, dia tidak akan mampu bertahan seorang diri. Artinya seseorang pasti membutuhkan bantuan orang lain walaupun hanya sekecil kerikil. Maka berbaik-baiklah kepada orang lain, maka kita akan mendapatkan kebaikan yang jauh lebih besar dari yang kita berikan.

    ReplyDelete
  29. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia di dunia ini diciptakan sebagai makhluk sosial. Artinya adalah manusia tidak mungkin dapat hidup sendiri. Manusia perlu bantuan orang lain agar dapat hidup. Tidak hanya perlu bantuan orang lain, manusia juga perlu membantu orang lain. Karena jika seorang manusia merasa mampu hidup sendiri, maka dalam dirinya telah ada sifat sombong.

    ReplyDelete
  30. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal yang dapat saya tangkap dari elegi di atas adalah bahwa hukum kontradiksi merupakan aturan yang menyatakan bahwa tidak mungkin dua hal yang bertentangan terjadi pada waktu yang bersamaan. Paradoks biasa digunakan untuk mematahkan argumentasi lawan dengan menempatkannya ke dalam situasi yang sulit dan serba salah.

    ReplyDelete
  31. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjadi mannusia adalah menjadi makhluk sosial. Pesan singkat yang diberikan dalam elegi ini sangatlah menarik. menyadarkan kita bahwa apa yang bisa kita berikan kepada orang lain belum tentu bisa kita dapatkan dari diri sendiri. Artinya, berbagi atau membantu orang lain tidak seharusnya menjadikan kita sombong karena menganggap diri kita lebih dari orang yang kita bantu. Singkat kata, kisah tukang cukur ini menydarkan bahwa dirinya dapat mencukur rambut orang lain tapi diapun tidak bisa melakukannya untuk dirinya sendiri. Tetaplah menjadi manusia yang bermanfaat dengan segala keterbatasan yang ada.

    ReplyDelete
  32. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A

    Elegi diatas mengajarkan kita untuk mengingatkan supaya kita tidak termakan oleh mitos kita yang salah dan saling mengingatkan akan mitos yang salah itu.

    ReplyDelete
  33. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Elegi tersebut menjelaskan bahwa tukang cukur yang bimbang dengan prinsipnya karena dimensi ruang yang berbeda. Karena sesungguhnya seseorang itu dapat berubah sesuai dengan dimensi waktu dan ruang yang sedang ia hadapi saat itu.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  34. Desinta ARmiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup hanya sendiri melainkan hidup bermasyarakat. Janganlah membuat mitos pada diri sendiri bahwa segalanya mampu dilakukan sendiri. Sudah kodratnya manusia itu makhluk sosial,maka dari itu manusia membutuhkan bantuan dari orang lain

    ReplyDelete
  35. Desinta ARmiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Maka dari elegi diatas, paradoks adalah pernyataan yang dipandang benar tetapi bisa jadi salah, dan ketika dianggap salah menjadi benar. Jadi bertentangan dengan opini yang diterima. Dari istilah ini mengacu kepada apa yang tampaknya bertentangan dengan akal sehat, atau bersifat kontradiktif.

    ReplyDelete
  36. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Yang dapat saya tangkap dari elegi di atas, manusia itu makhluk sosial. Meskipun dia bisa melakukan sesuatu hal (contoh: cukur rambut) pada orang lain, namun dia tidak bisa melakukan pada dirinya sendiri, jika dipaksakan juga hasilnya tidak bagus. Contoh lainnya seperti petinju yang profesional pun butuh pelatih. Kita tahu, jika bertarung antara pelatih dan petinju, maka petinju itu yang akan menang. Namun petinju tetap membutuhkan pelatih untuk melihat blind spot si petintu tersebut.

    ReplyDelete
  37. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    Kita terbatas dalam memikirkan suatu objek pikir. Termasuk tentang elegi Tukang cukur kali ini. Dimana terdapat pernyataan yang mengatakan bahwa tukang cukur hanya akan mencukur orang-orang yang tidak mencukur diri sendiri. Tukang cukur mencukur sendiri maka ia akan mencukur dirinya sendiri tapi karena tukang cukur hanya mencukur orang yang tidak mencukur diri sendiri maka ia tidak boleh mencukur dirinya. Sehingga tukang cukur bingung siapa yang akan mencukur dirinya. Bingung ini disebabkan karena mitosnya sendiri. Tukang cukur telah dianggap tidak konsisten terhadap pernyataannya sendiri. Dalam hal ini juga berlaku hukum Godel tentang kelengkapan dan kekonsistensian. Bahwa segala sesuatunya belum lengkap dan konsisten.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    S1 Pendidikan Matematika

    Memandang dengan standar ganda namun bertentangan. Pada dataran praktik seorang sering mengumpulkan tidak dan bukan tidak. namun ia tetap tenang-tenang saja. Bukan karena ia tenang sebenarnya namun ia hanya menyimpan kekacauan dan pertentangan dalam dirinya. Tidak mau memikirkan yang sebenarnya dan mencari solusi. Bukan tak ingin mendapatkan solusi namun ia tak mau mendapat kontradiksi.

    ReplyDelete
  39. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia berdasarkan kodratnya ialah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hubungannya dengan manusia lain, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan interaksi dengan orang lain.

    ReplyDelete
  40. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Adanya hubungan antar manusia akan menumbuhkan social yang tinggi. Hal ini sangat penting bagi manusia. Jadilah manusia yang bersosial tinggi.

    ReplyDelete
  41. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    mempersulit suatu kondisi dengan pola pikir yang rumit hanya akan menambah beban dalam menyelesaiakan suatu masalah. Ada baiknya jika kita berpikir sederhana dalam menyikapi suatu masalah tentu akan sangat membantu kita menyelesaiakannya, sehingga efisien waktu dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  42. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Tukang cukur hanya akan mencukur orang-orang yang tidak mencukur diri sendiri. Tukang cukur mencukur sendiri maka ia akan mencukur dirinya sendiri tapi karena tukang cukur hanya mencukur orang yang tidak mencukur diri sendiri maka ia tidak boleh mencukur dirinya. Sehingga tukang cukur bingung siapa yang akan mencukur dirinya. Bingung ini disebabkan karena mitosnya sendiri. Tukang cukur telah dianggap tidak konsisten terhadap pernyataannya sendiri.

    ReplyDelete
  43. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi menggapai tukang cukur menurut saya berisikan kontradiksi dalam kehidupan nyata. Sejatinya semua manusia mempunyai kemampuan sendiri-sendiri dan mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang ia miliki agar dapat bermanfaat bagi orang lain. Manusia penuh dengan kontradiksi jika hatinya tidak jernih dan pikirannya tidak berpikir kritis. Sedangkan yang absolut hanyalah Allah SWT yang mempunyai alam semesta besera isinya ini.

    ReplyDelete
  44. Tukang cukur yang mencukur orang yang tidak mencukur dirinya sendiri. Tukang cukur tidak mencukur dirinya sendiri sehingga ia harus dicukur oleh dirinya sebagai tukang cukur. Itulah paradoks. Jika tukang cukur itu mempertahankan kuasanya sebagai tukang cukur maka ia akan mengalami paradoks tetapi jika ia menyerahkan kuasanya sebagai tukang cukur kemudian menempatkan dirinya sebagai orang yang tidak dapat mencukur dirinya maka ia akan dicukur oleh tukang cukur yang lain. Paradoks ini untuk menunjukkan bahwa diperlukan kerjasama antar manusia atau individu. Manusia sendiri tidak dapat melakukan segalanya untuk dirinya sendiri tetapi memerlukan bantuan dari manusia yang lain. Manusia yang melakukan kerjasama atau berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lain akan terlepas dari paradoks.

    ReplyDelete