Sep 22, 2010

Elegi Merasionalkan Takdir

Oleh Marsigit



Titik 1:
Jika aku direntang ke arah tertentu maka aku bisa menjadi garis. Itulah masa depanku. Yaitu bahwa sebuah garis itu ternyata bisa menjadi masa depanku.

Titik 2:
Jika aku direntang ke semua arah pada bidang datar maka aku bisa menjadi lingkaran. Itulah masa depanku. Yaitu ternyata bahwa lingkaran bisa menjadi masa depanku. Tetapi bidang datar juga bisa menjadi masa depanku yang lain.

Titik 3:
Jika aku direntang ke semua arah pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku. Tetapi segenap ruang dimenasi tiga juga bisa menjadi masa depanku;atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Garis 1:
Jika aku direntang menuju suatu titik, maka aku bisa menjadi titik. Maka titik juga bisa menjadi masa depanku.

Garis 2:
Jika aku diputar atau digeser pada bidang datar maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Garis 3:
Jika aku diputar atau digeser pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang dimensi tiga. Maka Ruang dimensi tiga bisa menjadi masa depanku; atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran1:
Jika aku direntang menuju suatu titik maka aku bisa menjadi sebuah titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 2:
Jika aku direntang tak terhingga menjauh dari titik pusatku maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka Bidang Datar juga bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 3:
Jika aku dirotasikan menurut diametermu maka sku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 4:
Jika aku ditransformasikan pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Bola 1:
Jika aku ditransformasikan ke bidang datar tertentu maka aku menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Bola 2:
Jika aku ditransformasikan ke garis tertentu maka aku bisa menjadi garis. Maka garis bisa menjadi masa depanku.

Bola 3:
Jika aku ditrnsformasikan ke titik tertentu maka aku menjadi titik. Maka titik bisa menjadi masa depanku.

Kubus 1:
Bidang ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 2:
Garis ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 3:
Titik ternyata bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 1:
Jika aku ditransformasikan menuju suatu titik maka aku bisa menjadi suatu titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 2:
Jika aku ditransformasikan di ruang dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Alam Semesta:
Jika aku ditrasformasikan ke titik tertentu maka aku bisa menjadi titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Manusia 1:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun berlatih terbang, mungkin anak turunku suatu ketika bisa terbang seperti burung. Maka bisa terbang seperti burung mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 2:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun mengurangi konsumsi makanan, mengurangi konsumsi udara, mengurangi asupan gizi...dst maka suatu ketika anak turunku mungkin akan menjadi kecil sebesar kelereng. Menjadi kecil sebesar kelereng mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 3:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri memakan daging saja, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi makhluk kanibal. Maka makhluk kanibal mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 4:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri berjalan merangkak, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi melata. Maka melata mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 5:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri melakukan latihan body building, maka suatu ketika anak turunku mungkin bisa menjadi sebesar raksasa. Maka manusia sebesar raksasa mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 6:
Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Kalau begitu jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat apakah makna dari semua yang mereka katakan itu?

Bagawat:
Mereka berusaha merasionalkan takdir. Wallohua’lam bisawab.

43 comments:

  1. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masing-masing takdir manusia di masa depan hanya Allah yang tahu, akan tetapi takdir Allah pun bersifat rasional. Jika kita mau berusaha dan berdoa, insyaAllah masa depan kita akan lebih baik dari saat ini. Allah itu Maha Adil, Dia tahu seberapa besar usaha yang kita lakukan, dan tahu pula balasan seperti apa yang pantas kita dapatkan.

    ReplyDelete
  2. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Takdir memang sesuatu yang telah ditentukan Tuhan. Sebagai manusia meskipun sudah mengetahui bahwa takdir setiap orang telah ditentukan namun bukan berarti menjalani hidup dengan pasrah. Manusia tetap perlu usaha dan doa untuk menjemput takdir terbaik.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Allah memiliki rencana yang terperinci untuk manusia. Beriman kepada takdir berarti kita meyakini bahwa Allah telah memiliki rencana lengkap untuk kita. Namun walaupun Allah telah menentukan takdir kita maka kita tidak hanya diam saja. Dengan kita berusaha sebaik mungkin maka Allah akan selalu membantu kita dalam mendapatkan takdir yang baik.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Segala yang ada dan yang mungkin ada merupakan takdir Allah. Manusia lahir ke dunia di hadahpkan dengan pilihan takdir dan nasibnya. Bagaimanakah kita di masa depan, jawabannya adalah sejauh mana ikhtiar atau usaha yang kita lakukan untuk menggapai dan mengubah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Apapun hasil yang kita peroleh merupakan yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    Takdir adalah semua yang sudah digariskan atau ketentuan Allah SWT untuk hamba-Nya. Takdir merupakan rahasia Ilahi, manusia tidak mengetahui takdir yang akan menghampirinya. Walaupun begitu, semestinya kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT dengan berharap menerima takdir yang baik. Sebenarnya takdir merupakan sesuatu yang terbaik menurut Allah SWTbagi kita. Kita harus menerinya dengan hati ikhlas dan berharap ada hikmah dibaliknya. Aamiiin...

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi merasionalkan takdir berisikan apapun langkah yang kita ambil akan membawa kita pada masa depan yang akan kita jalani, jika langkah yang kita ambil adalah sesuatu yang positif maka kita akan selalu dekat dengan Allah SWT tetapi sebaliknya jika langkah yang kita ambil negatif maka kita akan jauh dari Allah dan tidak akan memperoleh surga-Nya. Apapun yang kita lakukan pasti akan ada dampaknya, sebab pasti akan menimbulkan akibat. Jadi apapun yang kita ambil pasti kita akan merasakan resikonya semua yang terjadi tergantung pada usaha dan do’a kita walaupun Allah telah menentukannya tetapi butuh kerja keras untuk mewujudkan yang terbaik untuk hidup kita.

    ReplyDelete
  7. Takdir merupakan rahasia Allah. Manusia mengimani adanya takdir. Allah mengetahui takdir dari seorang manusia tetapi manusia tersebut tidak mengetahui takdirnya untuk itu manusia diberi akal pikiran untuk selalu berikhtiar dan berdoa agar dirinya mempunyai takdir sebagai orang-orang yang berada dalam jalan kebenaran, dalam cahaya islam, berada disisi Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Seluruh yang ada didunia ini adalah takdir, termasuk manusia. Tidak ada satu orangpun yang dapat lari dari takdirnya. Maka dari itu, manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah SWT sebagai wujud ketaqwaan kepada-Nya. Apapun yang ditakdirkan oleh ALLAH SWT untuk kita sesungguhnya adalah yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  9. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Takdir dalam tulisan di atas diibaratkan dengan objek-objek tertentu. Di setiap poin dalam tulisan ini menggunakan kalimat pengandaian "jika...maka..." atau kata "mungkin". Menurut saya, kalimat dan kata tersebut mengindikasikan takdir itu sendiri. Bagaimana maksudnya? Takdir merupakan ketetapan dari Allah. Akan tetapi, takdir tidak selalu mutlak. Seperti kata Rasulullah SAW “Tidaklah ketetapan Allah dapat ditolak kecuali dengan doa dan tidaklah menambahkan usia kecuali berbuat kebaikan”. Artinya, beberapa takdir dapat kita ubah dengan ikhtiar dan doa, karena ternyata ikhtiar dan doa pun termasuk takdir. Contohnya di salah satu hadist disebutkan, jika kita bersilaturahim maka Allah akan meluaskan rezeki kita, padahal rezeki sebenarnya sudah ditentukan oleh Allah, tetapi jika kita berikhtiar dan berdoa, maka mungkin Allah akan menambahnya (menggunakan kalimat "jika...maka..." dan kata mungkin). Oleh karena itu, dalam hidup ini kita tidak boleh berhenti berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  10. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kita tentu menginginkan takdir kita adalah takdir yang baik. Takdir yang baik tentu dapat terwujud dengan usaha dan doa. Jika kita ingin mendapatkan takdir pekerjaan yang baik, kita mengusahakan untuk mencari pekerjaan yang baik. Jika kita ingin mendapatkan nilai ujian yang tinggi, kita harus belajar dengan rajin. Jadi ketika kita mendapat nilai jelek, rejeki tidak lancar, sakit, jangan melulu menyalahkan takdir. Bisa saja kita kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  11. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari elegi di atas kita harus berusaha merasionalkan takdir. Takdir adalah suatu ketetapan Allah SWT dimana takdir itu bersifat tetap dan ada yang bisa diubah melalui usaha dan do’a kita. Takdir lekat dengan usaha membiasakan diri. Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka surga bisa menjadi masa depanku. Jika terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depanku.
    Oleh karena itu marilah kita perbanyak do’a, bersedekah, beribadah serta membiasakan diri berbuat amal baik, mudah- mudahan jika ada bagian takdir buruk, bisa dihapuskan dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan dan keberhasilan. Amin.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  12. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Saat kita berbicara tentang takdir,itu sebenarnya hak Sang Illahi. Takdir ada yang bisa diubah dan takdir yang tidak bisa diubah. Kita harus tetap berusaha dan berdoa agar takdir kita lebih baik. Tentu tidak mudah, banyak rintangan. Sebelum kita dilahirkan, semua yang akan terjadi pada kita sudah tertulis di Lauh Mahfuz. Tidak ada yang tahu, kecuali Allah SWT. Terkadang kita memdapatkan takdir yang tidak sesuai dengan harapan kita. Bukan mengeluh yang harus kita lakukan, justru bersyukur atas semua nikmat yang Allah kasih. Maka Allah akan menambah nikmat bagi hambaNya yang mau bersyukur. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberikan takdir masa depan yang sesuai dengan keinginan kita atas ikhtiar dan do'a yang sudah kita lakukan dan kita panjatkan. Aamiin.

    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Mempercayai takdir Allah merupakan salah satu rukun iman. Namun, ketika seseorang salah memahami keimanan terhadap takdir dapat berakibat fatal, menyebabkan batalnya keimanan seseorang. Takdir ini disebut Qodho’ dan Qodar. Qodho’ maknanya adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu. Sedangkan qodar maknanya adalah sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali. Dengan demikian qodar ada lebih dulu kemudian disusul dengan qodho’. Sebagai makhlukNya, sudah kewajiban kita menerima apa yang engimanai bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat. Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat, seperti yang telah Allah firmankan dalam Q.S. Al Hajj : 70. Dari elegi merasionalkan takdir yang Prof tulis, dapat saya ambil pelajaran bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Ta’ala, baik itu perbuatan Allah sendiri maupun perbuatan makhluknya. Semoga dengan membaca elegi ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Takdir adalah kewenangan Sang pemberi takdir. Akan tetapi kita sebagai makhluk di bumi ini senantiasa diberikan waktu dan kesempatan untuk selalu berusaha. Bukankah Allah tidak akan merubah nasib kaumnya jika mereka tidak berusaha. Mengusahakan takdir, kedengaran tinggi dan rumit ya. Tapi sesungguhnya maksut dari itu adalah bagaimana cara kita berupaya. Merasionalkan takdir, terdengar lebih ramah, bukan?

    Sejauh apapun cara yang kita upayakan, jangan lupakan fungsi "hati". Berdoa dan memohon doa serta ampunan adalah yang utama.

    ReplyDelete
  15. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pasca)

    Takdir seseorang memang telah ditentukan oleh Tuhan Pencipta alam, sebagai manusia kita wajib berusaha melakukan perbuatan baik agar kita dapat mencapai surga-Nya. Walaupun sejak lahir takdir kita sudah tertulis, tapi sebagai manusia kita tidak tahu takdir apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh karena itu dengan selalu mengambil jalan yang lurus, maka kita tidak akan menyesal dengan takdir kita. Karena setiap jalan yang kita ambil akan menjadi pijakan untuk jalan selanjutnya. Jika terbiasa neramal baik maka surga akan menjadi masa depan, tetapi jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka akan menjadi masa depannya.

    ReplyDelete
  16. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Merasionalkan takdir ibaratnya hanya akan membuat stress. Hanya Allah yang tau bagaimana cara menetapkan takdir seseorang. Apa yang kita pikirkan, lakukan, dan ucapkan telah dibatasi oleh Allah SWT. Hal-hal serupa takdir tidak akan dapat tersentuh oleh manusia, sejauh apapun ia mencari, selama apapun ia bertapa, sebesar apapun keinginannya. Itu bukan kuasa manusia. Allah sudah menetapkan di dalam AlQuran dan Hadits, bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupan. Apa-apa yang berkenaan dengan rezeki, takdir, jodoh, hingga maut ada di tangan Allah. Apabila benar-benar mengikuti anjuranNya maka kita senantiasa hanya bersyukur pada Allah dan tidak sempat berpikir akan merasionalkan takdir yang seyogyanya memang tidak akan pernah tersentuh oleh manusia. Doa, usaha, dan bersyukur adalah hal manusia.

    ReplyDelete
  17. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Takdir ialah rahasia ilahi yang tidak kita ketahui. Sebagai seorang manusia yang terpenting ialah berusaha semaksimal mungkin melakukan segala sesuatunya dengan yang terbaik agar takdir yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan. Sebagaimana pepatah apa yang kita petik ialah apa yang kita tanam. Dan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak merubahnya sendiri. Maka meskipun takdir ialah rahasia ilahi kita pun masih bisa merubahnya dengn usaha dan doa kita. Dan misalpun takdir yang menghampiri kita tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka itulah yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sesungguhnya takdir adalah sesuatu yang sudah diatur oleh sang mahakuasa. Namun hendaknya kita tidak hanya pasrah dalam menunggu takdir tapi kita harus berusaha, berikhtiar, dan berdoa untuk masa depan yang baik. Namun usaha-usaha yang dilakukan hendaknya rasional, dapat diterima akal pikiran. Jangan sampai kita memaksakan sesuatu di luar batas.

    ReplyDelete
  19. Nama : WIsniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Bisa karena terbiasa. Karena jika ada tesis maka ada anti tesisi. Jadi, Jika terbiasa itu baik maka tidak terbiasa juga baik. Seperti yang disampaikan pada elegi ini, yaitu sesuatu yang bisa karena terbiasa. Akan tetapi apakah sesuatu itu bisa dilakukan atau bisa menjadi dibutuhkan pemikiran rasional dan kritis dari setiap pemikiran.

    Pemikiran kritis dan rasional membantu untuk membedakan takdir-Nya atau kebiasaan yang menjadi bisa yang dilakukan oleh manusia. Karena sesuatu yang berasal dari Allah SWT itu adalah absolut, terkadang berbeda dengan apa yang kita rasionalkan. Namun, sesuatu yang bukan menjadi takdir dapat dijadikan untuk pembelajaran dan menambah rasa percaya atas semua kebesaran Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Tiap orang memiliki takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Kita percaya bahwa kita akan mati, itu sudah menjadi takdir manusia. Diantara hidup dan mati kita, terdapat kehidupan dunia yang harus kita jalani. Kita semua pasti berharap dapat mendapatkan kehidupan dan takdir yang baik dan kita berharap agar selamat dunia dan akhirat. Maka dari itu, kita harus selalu berikhtiar dan menjalankan semua perinah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.

    ReplyDelete
  21. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi merasionalkan takdir, Takdir adalah ketetapan Allah yang mana ketetapan tersebut ada yang tetap dan ada yang bisa diubah melalui ikhtiar dan doa. Elegi ini membuat saya tersadar bahwa takdir kita ditentukan oleh bagaimana usaha kita untuk menggapai takdir tersebut. Sehingga jangan salahkan Tuhan, ketika hari ini kita belum mendaptkan apa yang kita impikan. Hal itu mungkin saja, karena usaha dan doa kita selama ini belum maksimal, sehingga kita belum pantas mendapatkan apa yang kita impikan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  22. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Takdir. Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang telah diatur oleh Allah SWT. Hanya saja kita sebagai manusia harus tetap berdoa, berikhtiar, berusaha, dan ikhlas menjalani semua yang terjadi dan yang mungkin terjadi. Pada elegi ini, ada kata "jika....mungkin", disini manusia mencoba merasionalkan takdir. Dengan apa yang mereka usahakan dengan harapan sesuatu yang mungkin saja bisa terjadi.

    ReplyDelete
  23. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Takdir dalam pandangan Islam ada dua, yaitu takdir Muallaq dan takdir Mubram.
    Takdir Mubram artinya ketetapan ketetapan Allah yang sudah mutlak dan manusia tidak akan bisa mengubahnya.
    Contohnya : Mati. Kita tinggal berusaha melakukan yang terbaik untuk menyiapkan takdir itu.

    ReplyDelete
  24. Takdir yang kedua takdir Muallaq adalah takdir yang masih bisa diubah dengan usaha manusia.
    Contoh : nasib, rezeki, ilmu, dsb. Artinya kita masih bisa berusaha untuk menggapai takdir-takdir Muallaq kita.
    Mari senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi manusia yang terbaik dihadapan-Nya....

    ReplyDelete
  25. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi merasionalkan takdir diatas menunjuukan sebuah perjalanan menuju takdir. Setiap manusia pasti memiliki takdirnya masing-masing, dan takdir yang akan digapainya seseuai dengan perjalanan seperti apa yang telah ia tempuh. Manusia boleh berencana sesuai dengan apa yang ia inginkan. Namun kembali lagi, kita manusia hanya bertugas untuk berusaha sebaik mungkin. Apa yang akan menjadi hasil, itulah taksir kita masing-masing.

    ReplyDelete
  26. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi ini diuraikan beberapa pengandaian dari suatu implikasi. Dan pada akhirnya berujung pada masa depan. Masa depan merupakan takdir yang kita tidak tahu pasti akan seperti apa. Karena takdir adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan kita tidak tahu akan seperti apa yang akan kita dapatkan, namun satu yang pasti diantara semuanya yaitu kematian yang pasti akan datang menjemput kita. Maka untuk merasionalkan takdir ada hubungan sebab akibat di dalamnya. Jika kita ingin pandai maka rajinlah belajar, jika ingin menambah amalan jariyah untuk akhirat, maka perbanyaklah sedekah, memberi ilmu kepada orang lain. Dan semua itu tidak terlepas dari ikhtiar dan doa.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Takdir adalah ketetapan Tuhan. Setiap manusia memiliki takdirnya masing-masing. Meskipun takdir ketetapan Tuhan, tetapi manusia wajib berusaha untuk merubah takdirnya (utamanya takdir yang kurang baik dirubah menjadi takdir yang lebih baik). Sejatinya segala takdir patut disyukuri, karena bagaimanapun takdirnya itu adalah karuniaNya. Takdir tidak lain dan tidak bukan merupakan jalan hidup seseorang yang harus ditempuh. Patokan dari tujuan hidup manusia merupakan takdir. Adanya surga dan neraka merupakan takdir yang harus manusia percayai. Untuk menuju takdir yang paling bahagia (surga) , manusia harus berusaha untuk merubah hidupnya menuju hidup yang lebih baik, paling baik, dan sangat baik.

    ReplyDelete
  28. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Saya akan merefleksikan elegi ini dengan memulainya dari firman Allah Ta’ala dalam surah Al Hajj : 70 “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”. Sabda rasullah menjadi lanjutan penjelasan Al-Quranul Karim di atas yaitu “Allah telah menulis takdir seluruh makhluk ciptaan-Nya semenjak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Firman Allah Azza Wa Jalla dan hadits Rasullullah mengatakan bahwa Allah Ta’ala telah menuliskan takdir bagi manusia di dalam kitab Lauhful Mahfudz. Akan tetapi, tidak berarti kita lantas bertopang dagu untuk menerima takdir karena beranggapan bahwa takdir yang telah tertulis juga akan datang, dan tidak berarti pula ketika kita melakukan kejahatan atau pun kemaksiatan lantas kita menyalahkan takdir yang telah tertulis. Hal ini karena Allah memberikan kemampuan untuk manusia dapat memilih karena sebenar-benar takdir adalah rahasia Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lalu apa yang harus kita lakukan, Nabiallah telah memberikan jawabannya dalam hadits “Jangan tidak beramal, beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan” (HR. Bukhori dan Muslim). Wallahu ‘Alam.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B


    Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita konstruk dari sekarang. Kita mempunyai banyak impian, rencana dan harapan harapan yang akan diraih. Tapi nyatanya, masa depan itu rahasia Allah. Kadang berbeda bahkan bertolak belakang dengan apa yang kita rencanakan. Karena manusia hanya bisa berencana sedang Allah yang menentukan. Takdir manusia sudah ditentukan. Tugas manusia belajar sebaik mungkin mengharap ridho Allah apapun yang terjadi, maju dan hadapi.pilihan yang kita ambil sekarnag merupakan bagian dimana kita sedang mengkonstruk sebuah impian, membangun apa yang kita cita-citakan dengan langkah-;angkah sesuai dengan tujuan. mengkonstruk bukan berarti saklek dengan apa yang kita tulis dan apa yang ingin kita capai dengan apapun caranya,itu bahaya. namun mengkonstruk atau merencanakan atau membangun masa depan dengan rencana yang kita buat dan dengan menerima keputusan dari Allah adalah kombinasi yang baik. hidup perlu dengan rencana bukan hanya menerima takdir, dengan usaha dan menerima keputusan dari usaha kita adalah perjuangan manusia untuk meraih masa depan.

    ReplyDelete
  30. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Dari tulisan pada elegi ini saya mendapat kesimpulan bahwa semua yang ada dan yang mungkin ada itu memiliki potensi. jadi apa pun itu, jika dia melakukan hal yang berpotensi mengubah dirinya
    menjadi sesuatu yang berbeda di masa depan, maka bisa saja hal itu akan benar-benar terjadi pada dirinya. bahkan sebuah titik pun berpotensi menjadi bangun ruang berbentuk bola jika dia direntang ke semua arah.

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Takdir adalah ketentuan Allah SWT. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada telah ditakdirkan oleh Allah. Manusia ditakdirkan oleh Allah hidup di dunia ini dengan kesempatan untuk memilih. Sebenar-benarnya manusia diciptakan di dunia ini untuk dapat mentransformasikan dirinya sesuai dengan pilihannya. Takdir seorang adalah hidup. Dalam menjalani hidupnya seseorang diberi kebebasan untuk memilih transformasi yang akan digunakannya. Jadi untuk menjalani hidup yang telah ditakdirkan Tuhan ini, menggunakan ikhtiar sebagai sarana transformasinya.

    ReplyDelete
  32. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamua'alaikum wr.wb
    Sebagai umat muslim bahwa mempercayai takdir adalah hal keenam dari rukun iman yang wajib kita yakini. Ketika kita sudah beriman kepada takdir maka keikhlasan lah yang menolong kita untuk mengahadapi segala takdir yang diberikan. Belajarlah menerima takdir Allah yang tidak bisa kita ubah, dan berusahalah maksimal terhadap ketetapan Allah yang bisa kita ubah dan serahkan sisanya kepada-Nya. Maka kita sebagai manusia ciptaan Allah yang sempurna tugas kita yaitu doa, usaha, ikhtiar, dan tawakkal.

    ReplyDelete
  33. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  34. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Masa depanku adalah pilihanku. Manusia memang berhak memilih masa depannya, tetapi pilihan manusia akan masa depannya adalah relatif. Tuhanlah yang mempunyai kuasa untuk menentukan pilihan absolut untuk masa depan kita. Tuhan memang misteri, Ia seringkali menyembunyikan pilihannya untuk hidup kita. Siapalah kita dapat mengetahui pilihan-Nya. Namun, kita dapat memandang ke depan dengan hati yang senantiasa berdoa, mohon tuntunan Tuhan untuk mencoba mereka-reka apa pilihan Tuhan untuk kita, hal ini dapat membantu kita menentukan pilihan kita yang relatif pula.

    ReplyDelete
  35. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Mencoba merasionalkan takdir, sebagai proses belajar diri untuk merancang proses kehidupan selanjutkan, dari tulisan diatas mengibaratkan sebuat titik merupakan permualaan kehidupan kemuadian berkemabng menjadi garis, bangun datar pula bangun ruang. Semua itu adalah proses. Seperti halnya manusia lahir dari bayi menuju dewasa dan pastinya menginginkan takdir yang baik dan keberhasilan sesuai rancangan. Namun, diluar itu semua merupakan kehendak Allah SWT. Manusia hanya dapat berencana dan berusaha, Allah SWT lah yang tahu yang terbaik bagi hambanya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang telah diberikan. Takdir adalah ketentuan yang sudah Allah tetapkan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Rasa ikhlas dalam menjalani takdir tentunya sangat diutamakan. Namun, saya sendiri terkadang cenderung memiliki keinginan yang lain. Hingga pada satu titik Allah menunjukkan kekuatan takdir-Nya. Bahkan takdir Allah merupakan jawaban terbaik atas doa-doa yang dihaturkan. Bagi saya, sedikit sentilan peringatan dari Tuhan mampu membuka lebar-lebar apa yang ada di depan mata saya. Hingga pada akhirnya saya cenderung menerima takdir dalam hidup. Begitu nikmat saat penerimaan pada takdir hadir seiring waktu berjalan. Tidak ada kata lelah untuk bersyukur atas ketetapan yang diberikan oleh-Nya.

    ReplyDelete
  38. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas menulis elegi ini. Berbiacar tentang takdir, siapapun di dunia ini tidak ada yang mengetahui seperti apakah takdir yang sudah digariskan Allah untuknya. Merasionalkan takdir berarti mengira-ngira dan mengibaratkan sesuatu yang kemungkinan mampu menjadi masa depannya kelak. Persis seperti mimpi atau cita-cita. Namun dengan meruntut dan merencanakan sesuatu yang akan dicapai dari awal dengan mengusahakan dan mengikhtiarkannya kepada Allah sebagai sarana transformasinya, itulah langkah yang terbaik. Tentunya teruslah iringi dengan doa dan qonaah, karena setiap yang telah terjadi pun merupakan takdir yang harus kita terima dengan hati yang lapang. Namun untuk menuju takdir yang terbaik yakni hidup di surga, manusia harus berusaha lebih untuk merubah hidupnya menjadi hidup yang lebih baik, berkualitas, dan barokah. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  39. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Saya tidak paham bagaimana bentuk dari rasionalitas sebuah takdir yang sifatnya misterius kecuali memang kita berbicara pada aspek futurology (ilmu yang mempelajari masa depan) atau forecasting dalam statistika maupun bidang ilmu kebijakan. Itupun keduanya masih memiliki potensi untuk salah dalam meramalkan masa depan. Jadi, saya pikir, merasionalkan takdir yang misterius itu sungguh membingungkan. Apa yang ditakdirkan oleh Allah di masa depan hanya perlu untuk diyakini sembari berdoa dan berikhtiar agar senantiasa selalu diridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  40. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alikum Wr. Wb

    Setelah membaca elegi ini, saya langsung berinisiatif mencari tau apa arti takdir itu. Setelah saya browsing menurut wikipedia bahwa Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi karena pilihan makhluk itu sendiri, yang akan dipertanyakan dan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di Mahsyar kelak. Jadi saya dapat menyimpulkan dari apa yang saya baca pada elegi ini dan dari bacaan yang saya dapatkan bahwa, Apa yang terjadi dimasa depan adalah apa yang sudah kita pilih untuk melakukannya dimasa sekarang. Itu adalah dinamakan takdir, dimana ada pilihan-pilhan dalam hidup yang suatu saat akan menjadi takdir hidup kita. Jika pilihan kita baik maka takdir kita akan baik, begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
  41. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Takdir adalah misteri bagi manusia, takdir berada di luar kemampuan manusia. Manusia diberi kesempatan untuk mengubah takdirnya sendiri, tetapi tetap saja manusia tidak dapat menjangkau takdir, takdir ditentukan oleh tuhan. Semua yang manusia lakukan saat ini akan berpengaruh pada takdirnya dimasa depan. Masadepan terbentang takdir yang mungkin bagi manusia, ada banyak sekali kemungkinan takdir yang dapt diusahakan manusia. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk membangun masa depan yang baik. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete