Sep 22, 2010

Elegi Merasionalkan Takdir

Oleh Marsigit



Titik 1:
Jika aku direntang ke arah tertentu maka aku bisa menjadi garis. Itulah masa depanku. Yaitu bahwa sebuah garis itu ternyata bisa menjadi masa depanku.

Titik 2:
Jika aku direntang ke semua arah pada bidang datar maka aku bisa menjadi lingkaran. Itulah masa depanku. Yaitu ternyata bahwa lingkaran bisa menjadi masa depanku. Tetapi bidang datar juga bisa menjadi masa depanku yang lain.

Titik 3:
Jika aku direntang ke semua arah pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku. Tetapi segenap ruang dimenasi tiga juga bisa menjadi masa depanku;atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Garis 1:
Jika aku direntang menuju suatu titik, maka aku bisa menjadi titik. Maka titik juga bisa menjadi masa depanku.

Garis 2:
Jika aku diputar atau digeser pada bidang datar maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Garis 3:
Jika aku diputar atau digeser pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang dimensi tiga. Maka Ruang dimensi tiga bisa menjadi masa depanku; atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran1:
Jika aku direntang menuju suatu titik maka aku bisa menjadi sebuah titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 2:
Jika aku direntang tak terhingga menjauh dari titik pusatku maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka Bidang Datar juga bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 3:
Jika aku dirotasikan menurut diametermu maka sku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 4:
Jika aku ditransformasikan pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Bola 1:
Jika aku ditransformasikan ke bidang datar tertentu maka aku menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Bola 2:
Jika aku ditransformasikan ke garis tertentu maka aku bisa menjadi garis. Maka garis bisa menjadi masa depanku.

Bola 3:
Jika aku ditrnsformasikan ke titik tertentu maka aku menjadi titik. Maka titik bisa menjadi masa depanku.

Kubus 1:
Bidang ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 2:
Garis ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 3:
Titik ternyata bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 1:
Jika aku ditransformasikan menuju suatu titik maka aku bisa menjadi suatu titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 2:
Jika aku ditransformasikan di ruang dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Alam Semesta:
Jika aku ditrasformasikan ke titik tertentu maka aku bisa menjadi titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Manusia 1:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun berlatih terbang, mungkin anak turunku suatu ketika bisa terbang seperti burung. Maka bisa terbang seperti burung mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 2:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun mengurangi konsumsi makanan, mengurangi konsumsi udara, mengurangi asupan gizi...dst maka suatu ketika anak turunku mungkin akan menjadi kecil sebesar kelereng. Menjadi kecil sebesar kelereng mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 3:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri memakan daging saja, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi makhluk kanibal. Maka makhluk kanibal mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 4:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri berjalan merangkak, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi melata. Maka melata mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 5:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri melakukan latihan body building, maka suatu ketika anak turunku mungkin bisa menjadi sebesar raksasa. Maka manusia sebesar raksasa mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 6:
Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Kalau begitu jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat apakah makna dari semua yang mereka katakan itu?

Bagawat:
Mereka berusaha merasionalkan takdir. Wallohua’lam bisawab.

51 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam elegi merasionalkan takdir, artinya bahwa takdir dapat dipahami secara rasional (akal) dengan cara menganalogikannya dengan benda-benda konkret sehingga logika berpikir yang terjadi pada benda-benda konkret tersebut dapat digunakan untuk memahami takdir. Apa yang kita lakukan mempengaruhi masa depan kita dan takdir kita, meskipun kita meyakini bahwa mutlak berada di tangan Allah, tetapi kita sebagai manusia diberikan kesempatan untuk merubah takdir kita sendiri, karena ingat janjiNYA bahwa Allah tidak akan merubah takdir suatu kaum apabila kaum tersebut tidak mau untuk merubah takdir mereka.

    ReplyDelete
  2. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Takdir tiada yang terlepas dari qodo’ dan qodarnya Alloh. Pasti Alloh campur tangan dalam setiap urutan takdir. Qodo’ adalah misteri yang masih dapat berubah dengan usaha kita atas izin Alloh. Alloh tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri yang mengubahnya. Sedangkan Qodar adalah ketentuan Alloh yang telah terjadi dan tidak dapat diubah. Takdir dapat kita pikirkan rasio, demikian Alloh ciptakan akal agar manusia senantiasa berpikir dan dapat menjadikan pembelajaran hidup.

    ReplyDelete
  3. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Makhluq tuhan memiliki tempat pada dimensi masing masing yang sudah sesuai Semua makhluk adanya padasuatu dimensi juga merupakan hasil proyeksi dari tuhan. Maka makhluk yang memperoleh kesempurnaan akan kembali menyati kepada tuhannya menuju dimensi takhingga.

    ReplyDelete
  4. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk menuju masa depan yang hakiki, yaitu kesempurnaan diri yang kembali ke dimensi takhingga, yaitu menyatu dengan Allah, manusia perlu melakukan berbagai ritual ibadah dan tirakat. Meninggalkan kesenangan kesenangan dunia yang diperoleh dari ijazah guru yang kamil.

    ReplyDelete
  5. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Guru yang kamil adalah guru yang mursyid, yakni telah mencapai kesempurnaan diri menjadi hamba yang menyatu dengan tuhannya. Seorang mursyid pasti adalah waliyullah, namun waliyulloh belum tentu mursyid. Artinya mursyid adalah waliyulloh yang diberi wewenang untuk mengajarkan atau memberi pembelajaran kepada salik untuk menuju kesempurnaan.

    ReplyDelete
  6. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Mursyid seperti halnya guru. Seseorang boleh mengajar matematika jika sudah diberi wewenang mengajar berupa sertifikat mengajar. Seorang matematikawan handal belum tentu memperoleh sertifikat mengajar, karena ilmu mengajar itu disendirikan. Begitupula waliyulloh belum tentu mursyid, karena ilmunya hanya untuk dia sendiri.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam elegi ini saya memahami bahwa yang dimaksud dengan merasionalkan takdir adalah mengganggap segala sesuatu yang terjadi di mas depan merupakan dampak dari yang kita kerjakan sekarang. maka berpikir sebelum bertindak itu perlu dilakukan, agar tidak ada penyesalan diakhirnya.

    ReplyDelete
  8. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah sebagai wujud ketakwaan kepada-Nya. Allah telah menentukan takdir kepada kita. Ada takdir yang tidak bisa diubah dan ada pula takdir yang bisa diubah. Kita sebagai manusia biasa hendaknya selalu berdoa dan berikhitar sebaik mungkin, selebihnya kita harus serahkan kepada Allah SWT dan ikhlas menerima seluruh ketentuan-Nya.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya. Kalimat ini menjadi nasehat serta teguran untuk manusia.
    Manusia sudah seharusnya memahami hal yang sanagt penting ini. Selain untuk mengusahakan masa depannya, juga untuk memperoleh kehidupan di dunia yang lebih baik.
    Sudah bisa dibayangkan jika di dunia ini semua orang anya berbuat dosa tidak ada amal baiknya, maka dunia akan seperti neraka. Na’udzubillahmindzalik.

    ReplyDelete
  10. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Dalam elegi ini, semua unsur-unsur dari berbagai bentuk mencoba menebak masa depan mereka masing-masing. Begitu juga dengan manusia. Beberapa manusia yang berprilaku berbeda-beda mencoba menebak akan menjadi apa dirinya (keturunannya) kelak. Jika berbicara mengenai masa depan, ada banyak aspek yang turut andil dalam membentuknya. Aspek-aspek tersebut dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu aspek yang dapat diprediksi dan aspek yang tidak dapat diprediksi. Kedua aspek tersebut juga mempunyai hubungan, yang kadar hubungan tersebut juga tidak dapat diprediksi. Walaupun demikian, kita sebagai manusia harus tetap berusaha mengupayakan yang terbaik untuk masa depan. Kita bisa memaksimalkan usaha pada aspek yang dapat diprediksi. Sedangkan untuk aspek yang tidak dapat diprediksi, yang dapat kita lakukan hanyalah berdoa dan minta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  11. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Takdir jika berhubungan dengan objek spiritual merupakan ketentuan Allah yang menjadi rahasiaNya dan tidak dapat ditolak oleh manusia. Hal ini berarti bahwa kita tidak dapat menghindari takdir kita meskipun bersembunyi di manapun berada. Selain itu kita juga tidak bisa mengatur takdir kita sendiri. tentunya menyikapi ini kita harus menerima takdir ini dengan hati yang ikhlas. Namun kita tidak perlu khawatir, kita juga dapat mengubah nasib kita dengan ikhtiar yang kita lakukan sendiri. Dengan artian kita juga dapat berusaha untuk mengubah takdir kita menjadi lebih baik dengan syarat harus berusaha semaksimal mungkin terhadap apa yang kita kerjakan.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Takdir itu misteri yang sudah digariskan oleh Allah SWT dan tidak ada manusia yang tahu apa itu takdirnya. Pikiran manusia tidak akan mampu untuk memikirkan takdir yang akan datang. Manusia harus ikhlas dan berserah diri, tapi jangan lenggah dan lantas berdiam diri, usaha diperlukan, karena janji Allah bahwa takdir dapat dirubah jika manusia mau berusaha. Jangan memikirkan takdir secara berlebihan, berusaha sebaik mungkin akan lebih baik.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Masa depan manusia merupakan hasil dari pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatannya pada masa lampau dan masa kini, walaupun perkara ini juga tidak lepas dari ribuan sebab-sebab yang begitu rumit dan tidak mudah untuk diperhitungkan termasuk beragam tingkatan amal-amal, pikiran-pikiran, dan keinginan-keinginan. Sebagian manusia berupaya mendapatkan informasi tentang masa depan dan keuntungan apa yang diperoleh bagi seseorang dengan mengetahui takdirnya. Ujian yang sebenarnya akan terjadi ketika manusia secara alami mengetahui hasil-hasil dari apa yang dikerjakannya bukan melalui cara ramalan dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  14. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Hal yang kecil jika dilakukan terus menerus dapat merubah keadaan saat ini. Elegi merasionalkan takdir menceritaan tentang angan-angan manusia/objek berpikir tentang apa yang akan terjadi di masa depan jika dia mengambil suatu tindakan tertentu saat ini. kita semua memiliki visi, gambaran keinginan kita akan masa depan kita. Namun, apakah kita mengambil tindakan untuk mewujudkannya atau tidak itu yang menjadi pertanyaan. apa kita hanya memikirkan tanpa mengambil tindakan, hal itu hanya akan menjadi hal yang sia-sia.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Takdir adalah suatu misteri. Tidak ada manusia yang tahu bagaimana takdirnya nanti. Upaya yang bisa kita lakukan adalah ikhtiar dan bertawakal. Bagaimanapun takdir kita, saya percaya Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita jika kita mau berikhtiar dan selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Takdir adalah ketetapan yang telah ditetapkan oleh Allah. Ketetapan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu4 ketetapan yang dapat diubah oleh manusia dan tidak dapat diubah oleh manusia. Ketetapan yang dapat diubah oleh manusia adalah ketetapan yang merupakan buah usaha kerja keras dari manusia itu sendiri yaitu dengan doa beserta ikhtiar yang tiada henti. Contohnya adalah kepintaran yang dihasilkan dari giat belajar. Sementara takdir yang tidak dapat diubah adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah sebeum manusia berada di dunia ini. Contohnya adalah kematian, hari kiamat dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  17. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya takir itu adalah ilmiah, dia bisa dirasionalkan namun terkadang kita yang kurang ilmu tidak bisa memahaminya sehingga kita sering mengklaim akan kekejaman dari takdir. Kalau memang takdir itu tidak bisa dirasionalkan mengapa Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya “ Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang akan merubahnya” dalam ayat ini saya bisa ambil hikmah bahwa takdir bisa dirasionalkan.


    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    takdir adalah ketetapan Allah SWT. tidak ada yang bisa menentangnya. dengan percaya kepada takdir, pikrian kita bisa menjadi rasional. kita menyakini saja, maka perilaku kita akan berhati-hati kedepannya. mmeskipun kadang kita mendapatkan hal buruk dan menyalahkan takdir, justru hal seperti itulah yang harus menjadikan kita cerminan bahwa bukan takdir yang salah namun perlakuan kita yang harus diperbaiki terus menerus kedepannya.

    ReplyDelete
  19. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Takdir merupakan bagian dari Aqidah, karena merupakan bagian dari Iman terhadap Qadla dan Qadar, dimana kata Takdir ini merupakan kata yang berasal dari Qadar. Setiap takdir manusia dapat diubah dengan ikhtiar dan doa sebab Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar dan berdoa kemudian bertawakal. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. Jadi kita juga perlu memperjuangkan hidup kita jangan hanya berpangku tangan menunggu takdir, misalnya menunggu tesis jadi namun tidak berusaha untuk menyusunnya.

    ReplyDelete
  20. Hening Carrysa
    14301241012
    Pendidikan Matematika A 2014

    ketika kita menyebutkan “takdir”, masih saja manusia ada yang menerima takdirnya dan ada yang menolaknya. Manusia sendiri beranggapan bahwa takdir itu tidak dapat diubah, padahal sesungguhnya takdir itu dapat diubah dengan bagaimana cara kita berbuat di dunia ini. Karena sesungguhnya takdir adalah suatu hal yang telah terjadi dari hasil perilaku dan sikap kita sendiri atau dengan kata lain bahwa peristiwa yang terjadi akibat pilihan manusia itu sendiri, dimana yang nantinya akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  21. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Para titik berbaris mengantri menunggu antrian menuju kemerdekaan sang garis. Para titik merapatkan barisan bersaf mendobrak kemerdekaan sang bidan. Para titk berkumpul memenuhi dimensi tiga menuju kemerdekaan sang ruang alam semesta. Jika takdir dirasionalkan mungkin seperti itulah. Namun ada takdir yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Takdir dapat diubah dapat dirasionalkan seperti itu. Dan takdir takdapat diubah dirasionalkan yaitu pada hakekatnya titik tetap titik, garis tetap gari, dan seterusnya. Jadi, percayalah takdir itu ada. Sehingga takutlah sehingga kmu dapat berdoa dengan mengharpkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  22. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Alam semesta, segala bentuk bidang datar ataupun bangun ruang, serta segala dimensi bisa menjadi masa depan kita. Menurut saya hal tersebut menjelaskan bahwa masa depan kita bisa menjadi bentuk apapun. Masa depan bisa ditentukan dan mulai dibentuk dari sekarang dan takdir merupakan bagian dari masa depan. Pada intinya, manusia harus menjalani hidup ini dengan sebaik mungkin agar tidak menyesal di kemudian hari dan dapat menata hidup sebaik mungkin supaya hidup menjadi lebih berwarna dan bermakna bagi orang lain.

    ReplyDelete
  23. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Mereka dapat membayangkan berubah menjadi apa yang mereka mau, tetapi takdirnya yang dirasakan sekaranglah yang sebenarnya. Ada keadaan dimana sesuatu merubah apa yang mereka inginkan dan membelokkan tujuan semula sehingga berbeda dari yang diharapkan. Jadi berangan panjang adalah hal yang membuang waktu. Takdir adalah yang dirasakan sekarang, jadi sebaiknya dimanfaatkan dengan maksimal.

    ReplyDelete
  24. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah sebagai wujud ketakwaan kepada-Nya. Allah telah menentukan takdir kepada kita. Ada 2 macam takdir yaitu Takdir mubram adalah takdir yang tidak mampu kita ubah, takdir yang sudah menjadi ketatapannya Allah. Sedangkan takdir muallaq adalah takdir yang dapat diubah manusia dengan adanya hati nurani dan akal dengan cara berusaha dan berdoa.
    Kita berkewajiban berusaha dengan semaksimal mungkin tetapi hasilnya Allah yang akan menentukannya. Apapun hasilnya itulah yang Allah takdirkan kepada kita dan itulah yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  25. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apa yang terjadi di masa depan memang tidak pernah ada yang tahu, tetapi apa yang terjadi di masa depan bisa terjadi karena apa yang kita lakukan sekarang dan terus – menerus. Keyakinan terhadap Tuhan YME, takdir itu bisa diubah atas ijin Tuhan YME jika dan hanya jika kita mau berusaha mengubahnya.

    ReplyDelete
  26. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir adalah sepenuhnya hak Allah dalam menentukannya namun Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar dan berdoa kemudian bertawaqal. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. Jadi kita juga perlu memperjuangkan hidup kita jangan hanya berpangku tangan menunggu takdir.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dalam kehidupan kita mengenal adanya takdir, yaitu ketentuan Allah yang dirahasiakan dan tidak dapat ditolak oleh manusia.
    “Tidaklah terjadi suatu peristiwa di muka bumi ini dan pada diri kamu sekalian, melainkan sudah ada dalam catatan sebelum Kami membeberkannya. Sesungguhnya hal itu bagi Tuhan perkara mudah.” (QS. Al-Hadid:22).

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua manusia dikuasai oleh takdirnya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan. Akan tetapi, dalam menyikapi adanya takdir, kita tidak diperbolehkan hanya pasrah dan berpangku tangan saja pada keadaan tanpa ada usaha, atau dalam kata lain ‘kalah sebelum berperang’. Seperti pada analogi di atas “Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri memakan daging saja, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi makhluk kanibal. Maka makhluk kanibal mungkin bisa menjadi masa depanku.” Kita memang diwajibkan untuk memepercayai adanya takdir, akan tetapi harus diiringi dengan usaha (ikhtiar) yang sungguh-sungguh. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Ra’du: 11 “Sungguh Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sanggup mengubah apa yang ada pada dirinya.” Jadi, dalam melakukan segala sesuatu jangan takut terlebih dahulu, namun kita harus yakin akan usaha yang kita lakukan pasti akan diberi kemudahan dalam mencapai suatu tujuan dan keputusan Allah swt merupakan keputusan yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  29. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Masa depan adalah misteri. seperti garis bidang dan lingkaran yang dapat menjadi masa depan kita. masa depan adalah rahasia sang ilahi. manusia hanya bisa berencana. manusia hanya bisa berdoa. manusia hanya bisa berusaha. tetapi tetaplah Tuhan YME yang menentukan segalanya.

    ReplyDelete
  30. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam salah satu ayat dijelaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib satu kaum kecuali mereka mengubahnya sendiri. Artinya antara menerima takdir dan nasib juga harus disertai dengan ikhtiar untuk memperbaiki diri. Dalam Islam Takdir ada yang boleh berubah dan ada yang tidak akan berubah, yang boleh berubah dikenal dengan istilah Qada Mu’allaq, yaitu takdir yang bergantung dan bersayarat, sementara takdir yang tidak akan berubah dinamakan sebagai Qada Mubram, yaitu takdir yang pasti berlaku pada diri seseorang. Tidak ada manusia yang bisa mengetahui takdirnya, karena takdir adalah ketentuan Allah SWT. Sebagai manusia haruslah mempercayai bahwa takdirnya adalah yang terbaik bagi diri kita setelah ikhtiar dan tawakal yang telah kita lakukan. Serta senantiasa bersyukur dengan apa yang telah kita alami dan percaya bahwa setiap apa yang terjadi pada diri kita akan ada hikmahnya.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir adalah sepenuhnya hak Allah dalam menentukannya namun Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar dan berdoa kemudian bertawaqal. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. Jadi kita juga perlu memperjuangkan hidup kita jangan hanya berpangku tangan menunggu takdir.

    ReplyDelete
  32. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Takdir dapat dirasionalkan oleh logika kita, seperti elegi di atas. Takdir kita bisa pula bergantung dari apa yang telah kita usahakan saat ini, tak melulu memandang sebuah takdir sebagai suatu ketetapan. Jika kita mengharapkan surga, maka kita bisa meraihnya melalui usaha tertentu misalnya beramal shaleh. Masa depan terbentuk dari apa yang kita pikirkan dan tindakan kita saat ini, dan tentya ridho Tuhan atas tindakan kita tersebut.

    ReplyDelete
  33. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Takdir adalah kuasa Allah SWT. Hanya Allah lah yang tahu segalanya mengenai takdir yang diberikan ke hambanya. Sepandai-pandai nya kita untuk menghindari takdir yang telah ditetapkan Allah, tidak akan ada seorang pun yang bisa.

    ReplyDelete
  34. Yuni AstutiJune 7, 2017 at 9:03 PM
    Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Takdir yang Allah SWT berikan kepada hambanya ada dua macam yang selama ini kita ketahui. Yang pertama takdir yang tidak bisa diubah atau tetap, contohnya adalah jenis kelamin. Sedangkan yang satunya adalah takdir yang bisa diupayakan. Contohnya saja apabila kita ingin menjadi orang yang cerdas, maka kita dapat mengupayakannya dengan belajar sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  35. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagai makhluk Allah kita sudah memiliki cara sendiri hidup. Takdir adalah ketentuan Allah yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu takdir tetap dan takdir yang harus diubah. Jenis kedua takdir, kita bisa mengubahnya dengan usaha, kerja keras, dan doa. Allah telah menetapkan bahwa di bulan ke-empat dalam rahim seorang ibu, bernapas roh dalam tubuh kita, dan Dia menulis takdir kita. Takdir dalam hidup yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, apakah kita baik atau buruk, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  36. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir merupakan suatu ketetapan Allah SWT yang tiada terlepas dari qodo’ dan qodarNya. Qodo' dan Qadar merupakan ketetapan Allah yang sudah dituliskan olehNya dan akan terjadi pada waktu tertentu. Banyak yang beranggapan bahwa takdir adalah suatu ketetapan yang tidak dapat diubah layaknya Qodo' dan Qodar. Namun sesungguhnya kita dapat mengubah sedikit takdir kita dengan melakukan banyak usaha dan doa dengan tetap berserah diri memohon ridho kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini mengajarkan bahwa kita sebagai manusia hanya dapat slalu mensyukuri apa yang kita dapat karena Allah SWT yang menentukan takir kehidupan kita. Untuk itu berpikirlah bahwa takdir yang kita dapatkan itu merupakan pilihan terbaik yang diberikan Allah bagi diri kita.

    ReplyDelete
  38. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketahuilah bahwa Allah SWT tidak akan memberikan tadir atau cobaan diluar kemampuan manusia itu sendiri. Allah SWT memberikan takdir yang terbaik untuk kita agar kita menjadi manusia yang slalu bersyukur apa yang kita peroleh dan menjadi lebih kuat dan sabar dengan takdir yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

    ReplyDelete
  39. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Merasionalkan takdir yang tidak sesuai keinginan kita adalah dengan cara berfikir dari berbagai sudut pandang, mencari pengalaman orang lain yang dapat memotivasi kita untuk menghadapai takdir tersebut. Dengan begitu kita tidak akan terpuruk dalam takdir yang kita jalani.

    ReplyDelete
  40. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir adalah suatu ketetapan Allah SWT. Takdir ada yang bersifat tetap dan ada yang bisa diubah melalui usaha dan do’a. Takdir berhubungan erat dengan usaha membiasakan diri. Jika kita terbiasa berbuat amal baik, maka surga lah balasannya, namun jika terbiasa berbuat dosa maka neraka lah balasannya. Oleh karena itu marilah kita perbanyak do’a, sedekah, ibadah serta membiasakan diri berbuat amal baik sehingga mudh-mudahan ada bagian takdir buruk yang bisa dihapuskan dan digantikan dengan kebaikan-kebaikan dan keberhasilan. Aamiin.

    ReplyDelete
  41. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir seseorang di masa depan tentunya tidak ada yang tahu. Hanyalah Allah yang tahu masa depan seseorang. Takdir seseorang dapat diubah, tergantung dengan usahanya dan dengan ijin Allah SWT. Takdir orang di masa depan tentunya ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini.

    ReplyDelete
  42. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, takdir merupakan ketetapan. Seorang manusia yang beriman juga harus beriman terhadap takdir. Di dalam agama islam, ada 6 rukun iman. Rukun yang ke-6 adalah iman kepada Qada dan Qadar. Yang dimaksud Qada dan Qadar ini adalah takdir Allah SWT. Allah SWT telah menetapkan banyak hal pada setiap hamba-Nya. Namun, bukan berarti kita lantas berdiam diri dan hanya menunggu takdir, kita tetap harus berusaha. Kita sebagai manusia harus berusaha untuk mengubah takdir yang kurang baik menjadi lebih baik. Karena Allah akan mengubah takdir hambaNya menurut usaha dari hambaNya tersebut.

    ReplyDelete
  43. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi tersebut terdapat banyak objek yang saling mengaitkan dirinya dan mengubah dirinya menjadi subjek lain dengan ilmu-ilmu yang rasional dipikiran, namun yang mereka lakukan sebenarnya adalah mengubah takdir yang telah ada. Sebuah titik tetaplah sebuah titik, jika dia berusaha merentangkan dirinya sehingga dia menjadi garis maka sesungguhnya dia sedang berusaha mengubah takdirnya sebagai titik dan berubah menjadi sebuah garis.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  44. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Elegi merasionalkan takdir ini saya menangkap bahwasanya takdir di masa depan itu sangatlah luas. Tidak terlepas dari kekuasaan Allah SWT. Intinya kita harus senantiasa bersyukur serta menjalani segala proses kehidupan dengan baik dan sesuai ajaran agama. Karena kita pasti kembali padaNya dan mengharapkan surgaNya. Seperti firmanya bahwasanya "Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum melaikan kaum itu sendiri yang merubahnya."

    ReplyDelete
  45. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masing-masing takdir manusia di masa depan hanya Allah yang tahu, akan tetapi takdir Allah pun bersifat rasional. Jika kita mau berusaha dan berdoa, insyaAllah masa depan kita akan lebih baik dari saat ini. Allah itu Maha Adil, Dia tahu seberapa besar usaha yang kita lakukan, dan tahu pula balasan seperti apa yang pantas kita dapatkan.

    ReplyDelete
  46. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Takdir memang sesuatu yang telah ditentukan Tuhan. Sebagai manusia meskipun sudah mengetahui bahwa takdir setiap orang telah ditentukan namun bukan berarti menjalani hidup dengan pasrah. Manusia tetap perlu usaha dan doa untuk menjemput takdir terbaik.

    ReplyDelete
  47. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Allah memiliki rencana yang terperinci untuk manusia. Beriman kepada takdir berarti kita meyakini bahwa Allah telah memiliki rencana lengkap untuk kita. Namun walaupun Allah telah menentukan takdir kita maka kita tidak hanya diam saja. Dengan kita berusaha sebaik mungkin maka Allah akan selalu membantu kita dalam mendapatkan takdir yang baik.

    ReplyDelete
  48. Muh Ferry Irwansyah
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Segala yang ada dan yang mungkin ada merupakan takdir Allah. Manusia lahir ke dunia di hadahpkan dengan pilihan takdir dan nasibnya. Bagaimanakah kita di masa depan, jawabannya adalah sejauh mana ikhtiar atau usaha yang kita lakukan untuk menggapai dan mengubah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Apapun hasil yang kita peroleh merupakan yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  49. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    Takdir adalah semua yang sudah digariskan atau ketentuan Allah SWT untuk hamba-Nya. Takdir merupakan rahasia Ilahi, manusia tidak mengetahui takdir yang akan menghampirinya. Walaupun begitu, semestinya kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT dengan berharap menerima takdir yang baik. Sebenarnya takdir merupakan sesuatu yang terbaik menurut Allah SWTbagi kita. Kita harus menerinya dengan hati ikhlas dan berharap ada hikmah dibaliknya. Aamiiin...

    ReplyDelete
  50. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi merasionalkan takdir berisikan apapun langkah yang kita ambil akan membawa kita pada masa depan yang akan kita jalani, jika langkah yang kita ambil adalah sesuatu yang positif maka kita akan selalu dekat dengan Allah SWT tetapi sebaliknya jika langkah yang kita ambil negatif maka kita akan jauh dari Allah dan tidak akan memperoleh surga-Nya. Apapun yang kita lakukan pasti akan ada dampaknya, sebab pasti akan menimbulkan akibat. Jadi apapun yang kita ambil pasti kita akan merasakan resikonya semua yang terjadi tergantung pada usaha dan do’a kita walaupun Allah telah menentukannya tetapi butuh kerja keras untuk mewujudkan yang terbaik untuk hidup kita.

    ReplyDelete
  51. Takdir merupakan rahasia Allah. Manusia mengimani adanya takdir. Allah mengetahui takdir dari seorang manusia tetapi manusia tersebut tidak mengetahui takdirnya untuk itu manusia diberi akal pikiran untuk selalu berikhtiar dan berdoa agar dirinya mempunyai takdir sebagai orang-orang yang berada dalam jalan kebenaran, dalam cahaya islam, berada disisi Allah SWT.

    ReplyDelete