Sep 22, 2010

Elegi Merasionalkan Takdir

Oleh Marsigit



Titik 1:
Jika aku direntang ke arah tertentu maka aku bisa menjadi garis. Itulah masa depanku. Yaitu bahwa sebuah garis itu ternyata bisa menjadi masa depanku.

Titik 2:
Jika aku direntang ke semua arah pada bidang datar maka aku bisa menjadi lingkaran. Itulah masa depanku. Yaitu ternyata bahwa lingkaran bisa menjadi masa depanku. Tetapi bidang datar juga bisa menjadi masa depanku yang lain.

Titik 3:
Jika aku direntang ke semua arah pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku. Tetapi segenap ruang dimenasi tiga juga bisa menjadi masa depanku;atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Garis 1:
Jika aku direntang menuju suatu titik, maka aku bisa menjadi titik. Maka titik juga bisa menjadi masa depanku.

Garis 2:
Jika aku diputar atau digeser pada bidang datar maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Garis 3:
Jika aku diputar atau digeser pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang dimensi tiga. Maka Ruang dimensi tiga bisa menjadi masa depanku; atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran1:
Jika aku direntang menuju suatu titik maka aku bisa menjadi sebuah titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 2:
Jika aku direntang tak terhingga menjauh dari titik pusatku maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka Bidang Datar juga bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 3:
Jika aku dirotasikan menurut diametermu maka sku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 4:
Jika aku ditransformasikan pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Bola 1:
Jika aku ditransformasikan ke bidang datar tertentu maka aku menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Bola 2:
Jika aku ditransformasikan ke garis tertentu maka aku bisa menjadi garis. Maka garis bisa menjadi masa depanku.

Bola 3:
Jika aku ditrnsformasikan ke titik tertentu maka aku menjadi titik. Maka titik bisa menjadi masa depanku.

Kubus 1:
Bidang ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 2:
Garis ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 3:
Titik ternyata bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 1:
Jika aku ditransformasikan menuju suatu titik maka aku bisa menjadi suatu titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 2:
Jika aku ditransformasikan di ruang dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Alam Semesta:
Jika aku ditrasformasikan ke titik tertentu maka aku bisa menjadi titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Manusia 1:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun berlatih terbang, mungkin anak turunku suatu ketika bisa terbang seperti burung. Maka bisa terbang seperti burung mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 2:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun mengurangi konsumsi makanan, mengurangi konsumsi udara, mengurangi asupan gizi...dst maka suatu ketika anak turunku mungkin akan menjadi kecil sebesar kelereng. Menjadi kecil sebesar kelereng mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 3:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri memakan daging saja, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi makhluk kanibal. Maka makhluk kanibal mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 4:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri berjalan merangkak, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi melata. Maka melata mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 5:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri melakukan latihan body building, maka suatu ketika anak turunku mungkin bisa menjadi sebesar raksasa. Maka manusia sebesar raksasa mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 6:
Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Kalau begitu jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat apakah makna dari semua yang mereka katakan itu?

Bagawat:
Mereka berusaha merasionalkan takdir. Wallohua’lam bisawab.

100 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Takdir adalah ketetapan yang telah ditetapkan oleh Allah. Ketetapan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu4 ketetapan yang dapat diubah oleh manusia dan tidak dapat diubah oleh manusia. Ketetapan yang dapat diubah oleh manusia adalah ketetapan yang merupakan buah usaha kerja keras dari manusia itu sendiri yaitu dengan doa beserta ikhtiar yang tiada henti. Contohnya adalah kepintaran yang dihasilkan dari giat belajar. Sementara takdir yang tidak dapat diubah adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah sebeum manusia berada di dunia ini. Contohnya adalah kematian, hari kiamat dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya takir itu adalah ilmiah, dia bisa dirasionalkan namun terkadang kita yang kurang ilmu tidak bisa memahaminya sehingga kita sering mengklaim akan kekejaman dari takdir. Kalau memang takdir itu tidak bisa dirasionalkan mengapa Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya “ Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang akan merubahnya” dalam ayat ini saya bisa ambil hikmah bahwa takdir bisa dirasionalkan.


    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    takdir adalah ketetapan Allah SWT. tidak ada yang bisa menentangnya. dengan percaya kepada takdir, pikrian kita bisa menjadi rasional. kita menyakini saja, maka perilaku kita akan berhati-hati kedepannya. mmeskipun kadang kita mendapatkan hal buruk dan menyalahkan takdir, justru hal seperti itulah yang harus menjadikan kita cerminan bahwa bukan takdir yang salah namun perlakuan kita yang harus diperbaiki terus menerus kedepannya.

    ReplyDelete
  4. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Takdir merupakan bagian dari Aqidah, karena merupakan bagian dari Iman terhadap Qadla dan Qadar, dimana kata Takdir ini merupakan kata yang berasal dari Qadar. Setiap takdir manusia dapat diubah dengan ikhtiar dan doa sebab Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar dan berdoa kemudian bertawakal. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. Jadi kita juga perlu memperjuangkan hidup kita jangan hanya berpangku tangan menunggu takdir, misalnya menunggu tesis jadi namun tidak berusaha untuk menyusunnya.

    ReplyDelete
  5. Hening Carrysa
    14301241012
    Pendidikan Matematika A 2014

    ketika kita menyebutkan “takdir”, masih saja manusia ada yang menerima takdirnya dan ada yang menolaknya. Manusia sendiri beranggapan bahwa takdir itu tidak dapat diubah, padahal sesungguhnya takdir itu dapat diubah dengan bagaimana cara kita berbuat di dunia ini. Karena sesungguhnya takdir adalah suatu hal yang telah terjadi dari hasil perilaku dan sikap kita sendiri atau dengan kata lain bahwa peristiwa yang terjadi akibat pilihan manusia itu sendiri, dimana yang nantinya akan dipertanyakan dan dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  6. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Para titik berbaris mengantri menunggu antrian menuju kemerdekaan sang garis. Para titik merapatkan barisan bersaf mendobrak kemerdekaan sang bidan. Para titk berkumpul memenuhi dimensi tiga menuju kemerdekaan sang ruang alam semesta. Jika takdir dirasionalkan mungkin seperti itulah. Namun ada takdir yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Takdir dapat diubah dapat dirasionalkan seperti itu. Dan takdir takdapat diubah dirasionalkan yaitu pada hakekatnya titik tetap titik, garis tetap gari, dan seterusnya. Jadi, percayalah takdir itu ada. Sehingga takutlah sehingga kmu dapat berdoa dengan mengharpkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Alam semesta, segala bentuk bidang datar ataupun bangun ruang, serta segala dimensi bisa menjadi masa depan kita. Menurut saya hal tersebut menjelaskan bahwa masa depan kita bisa menjadi bentuk apapun. Masa depan bisa ditentukan dan mulai dibentuk dari sekarang dan takdir merupakan bagian dari masa depan. Pada intinya, manusia harus menjalani hidup ini dengan sebaik mungkin agar tidak menyesal di kemudian hari dan dapat menata hidup sebaik mungkin supaya hidup menjadi lebih berwarna dan bermakna bagi orang lain.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Mereka dapat membayangkan berubah menjadi apa yang mereka mau, tetapi takdirnya yang dirasakan sekaranglah yang sebenarnya. Ada keadaan dimana sesuatu merubah apa yang mereka inginkan dan membelokkan tujuan semula sehingga berbeda dari yang diharapkan. Jadi berangan panjang adalah hal yang membuang waktu. Takdir adalah yang dirasakan sekarang, jadi sebaiknya dimanfaatkan dengan maksimal.

    ReplyDelete
  9. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah sebagai wujud ketakwaan kepada-Nya. Allah telah menentukan takdir kepada kita. Ada 2 macam takdir yaitu Takdir mubram adalah takdir yang tidak mampu kita ubah, takdir yang sudah menjadi ketatapannya Allah. Sedangkan takdir muallaq adalah takdir yang dapat diubah manusia dengan adanya hati nurani dan akal dengan cara berusaha dan berdoa.
    Kita berkewajiban berusaha dengan semaksimal mungkin tetapi hasilnya Allah yang akan menentukannya. Apapun hasilnya itulah yang Allah takdirkan kepada kita dan itulah yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  10. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apa yang terjadi di masa depan memang tidak pernah ada yang tahu, tetapi apa yang terjadi di masa depan bisa terjadi karena apa yang kita lakukan sekarang dan terus – menerus. Keyakinan terhadap Tuhan YME, takdir itu bisa diubah atas ijin Tuhan YME jika dan hanya jika kita mau berusaha mengubahnya.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir adalah sepenuhnya hak Allah dalam menentukannya namun Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar dan berdoa kemudian bertawaqal. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. Jadi kita juga perlu memperjuangkan hidup kita jangan hanya berpangku tangan menunggu takdir.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dalam kehidupan kita mengenal adanya takdir, yaitu ketentuan Allah yang dirahasiakan dan tidak dapat ditolak oleh manusia.
    “Tidaklah terjadi suatu peristiwa di muka bumi ini dan pada diri kamu sekalian, melainkan sudah ada dalam catatan sebelum Kami membeberkannya. Sesungguhnya hal itu bagi Tuhan perkara mudah.” (QS. Al-Hadid:22).

    ReplyDelete
  13. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Semua manusia dikuasai oleh takdirnya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan. Akan tetapi, dalam menyikapi adanya takdir, kita tidak diperbolehkan hanya pasrah dan berpangku tangan saja pada keadaan tanpa ada usaha, atau dalam kata lain ‘kalah sebelum berperang’. Seperti pada analogi di atas “Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri memakan daging saja, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi makhluk kanibal. Maka makhluk kanibal mungkin bisa menjadi masa depanku.” Kita memang diwajibkan untuk memepercayai adanya takdir, akan tetapi harus diiringi dengan usaha (ikhtiar) yang sungguh-sungguh. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Ra’du: 11 “Sungguh Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sanggup mengubah apa yang ada pada dirinya.” Jadi, dalam melakukan segala sesuatu jangan takut terlebih dahulu, namun kita harus yakin akan usaha yang kita lakukan pasti akan diberi kemudahan dalam mencapai suatu tujuan dan keputusan Allah swt merupakan keputusan yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  14. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Masa depan adalah misteri. seperti garis bidang dan lingkaran yang dapat menjadi masa depan kita. masa depan adalah rahasia sang ilahi. manusia hanya bisa berencana. manusia hanya bisa berdoa. manusia hanya bisa berusaha. tetapi tetaplah Tuhan YME yang menentukan segalanya.

    ReplyDelete
  15. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam salah satu ayat dijelaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib satu kaum kecuali mereka mengubahnya sendiri. Artinya antara menerima takdir dan nasib juga harus disertai dengan ikhtiar untuk memperbaiki diri. Dalam Islam Takdir ada yang boleh berubah dan ada yang tidak akan berubah, yang boleh berubah dikenal dengan istilah Qada Mu’allaq, yaitu takdir yang bergantung dan bersayarat, sementara takdir yang tidak akan berubah dinamakan sebagai Qada Mubram, yaitu takdir yang pasti berlaku pada diri seseorang. Tidak ada manusia yang bisa mengetahui takdirnya, karena takdir adalah ketentuan Allah SWT. Sebagai manusia haruslah mempercayai bahwa takdirnya adalah yang terbaik bagi diri kita setelah ikhtiar dan tawakal yang telah kita lakukan. Serta senantiasa bersyukur dengan apa yang telah kita alami dan percaya bahwa setiap apa yang terjadi pada diri kita akan ada hikmahnya.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Takdir adalah sepenuhnya hak Allah dalam menentukannya namun Allah memerintahkan manusia untuk berikhtiar dan berdoa kemudian bertawaqal. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. Jadi kita juga perlu memperjuangkan hidup kita jangan hanya berpangku tangan menunggu takdir.

    ReplyDelete
  17. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Masing-masing takdir manusia di masa depan hanya Allah yang tahu, akan tetapi takdir Allah pun bersifat rasional. Jika kita mau berusaha dan berdoa, insyaAllah masa depan kita akan lebih baik dari saat ini. Allah itu Maha Adil, Dia tahu seberapa besar usaha yang kita lakukan, dan tahu pula balasan seperti apa yang pantas kita dapatkan.

    ReplyDelete
  18. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Takdir memang sesuatu yang telah ditentukan Tuhan. Sebagai manusia meskipun sudah mengetahui bahwa takdir setiap orang telah ditentukan namun bukan berarti menjalani hidup dengan pasrah. Manusia tetap perlu usaha dan doa untuk menjemput takdir terbaik.

    ReplyDelete
  19. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Allah memiliki rencana yang terperinci untuk manusia. Beriman kepada takdir berarti kita meyakini bahwa Allah telah memiliki rencana lengkap untuk kita. Namun walaupun Allah telah menentukan takdir kita maka kita tidak hanya diam saja. Dengan kita berusaha sebaik mungkin maka Allah akan selalu membantu kita dalam mendapatkan takdir yang baik.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Segala yang ada dan yang mungkin ada merupakan takdir Allah. Manusia lahir ke dunia di hadahpkan dengan pilihan takdir dan nasibnya. Bagaimanakah kita di masa depan, jawabannya adalah sejauh mana ikhtiar atau usaha yang kita lakukan untuk menggapai dan mengubah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah. Apapun hasil yang kita peroleh merupakan yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    Takdir adalah semua yang sudah digariskan atau ketentuan Allah SWT untuk hamba-Nya. Takdir merupakan rahasia Ilahi, manusia tidak mengetahui takdir yang akan menghampirinya. Walaupun begitu, semestinya kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah SWT dengan berharap menerima takdir yang baik. Sebenarnya takdir merupakan sesuatu yang terbaik menurut Allah SWTbagi kita. Kita harus menerinya dengan hati ikhlas dan berharap ada hikmah dibaliknya. Aamiiin...

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi merasionalkan takdir berisikan apapun langkah yang kita ambil akan membawa kita pada masa depan yang akan kita jalani, jika langkah yang kita ambil adalah sesuatu yang positif maka kita akan selalu dekat dengan Allah SWT tetapi sebaliknya jika langkah yang kita ambil negatif maka kita akan jauh dari Allah dan tidak akan memperoleh surga-Nya. Apapun yang kita lakukan pasti akan ada dampaknya, sebab pasti akan menimbulkan akibat. Jadi apapun yang kita ambil pasti kita akan merasakan resikonya semua yang terjadi tergantung pada usaha dan do’a kita walaupun Allah telah menentukannya tetapi butuh kerja keras untuk mewujudkan yang terbaik untuk hidup kita.

    ReplyDelete
  23. Takdir merupakan rahasia Allah. Manusia mengimani adanya takdir. Allah mengetahui takdir dari seorang manusia tetapi manusia tersebut tidak mengetahui takdirnya untuk itu manusia diberi akal pikiran untuk selalu berikhtiar dan berdoa agar dirinya mempunyai takdir sebagai orang-orang yang berada dalam jalan kebenaran, dalam cahaya islam, berada disisi Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Seluruh yang ada didunia ini adalah takdir, termasuk manusia. Tidak ada satu orangpun yang dapat lari dari takdirnya. Maka dari itu, manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah SWT sebagai wujud ketaqwaan kepada-Nya. Apapun yang ditakdirkan oleh ALLAH SWT untuk kita sesungguhnya adalah yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  25. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Takdir dalam tulisan di atas diibaratkan dengan objek-objek tertentu. Di setiap poin dalam tulisan ini menggunakan kalimat pengandaian "jika...maka..." atau kata "mungkin". Menurut saya, kalimat dan kata tersebut mengindikasikan takdir itu sendiri. Bagaimana maksudnya? Takdir merupakan ketetapan dari Allah. Akan tetapi, takdir tidak selalu mutlak. Seperti kata Rasulullah SAW “Tidaklah ketetapan Allah dapat ditolak kecuali dengan doa dan tidaklah menambahkan usia kecuali berbuat kebaikan”. Artinya, beberapa takdir dapat kita ubah dengan ikhtiar dan doa, karena ternyata ikhtiar dan doa pun termasuk takdir. Contohnya di salah satu hadist disebutkan, jika kita bersilaturahim maka Allah akan meluaskan rezeki kita, padahal rezeki sebenarnya sudah ditentukan oleh Allah, tetapi jika kita berikhtiar dan berdoa, maka mungkin Allah akan menambahnya (menggunakan kalimat "jika...maka..." dan kata mungkin). Oleh karena itu, dalam hidup ini kita tidak boleh berhenti berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  26. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kita tentu menginginkan takdir kita adalah takdir yang baik. Takdir yang baik tentu dapat terwujud dengan usaha dan doa. Jika kita ingin mendapatkan takdir pekerjaan yang baik, kita mengusahakan untuk mencari pekerjaan yang baik. Jika kita ingin mendapatkan nilai ujian yang tinggi, kita harus belajar dengan rajin. Jadi ketika kita mendapat nilai jelek, rejeki tidak lancar, sakit, jangan melulu menyalahkan takdir. Bisa saja kita kurang bersungguh-sungguh dalam berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  27. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari elegi di atas kita harus berusaha merasionalkan takdir. Takdir adalah suatu ketetapan Allah SWT dimana takdir itu bersifat tetap dan ada yang bisa diubah melalui usaha dan do’a kita. Takdir lekat dengan usaha membiasakan diri. Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka surga bisa menjadi masa depanku. Jika terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depanku.
    Oleh karena itu marilah kita perbanyak do’a, bersedekah, beribadah serta membiasakan diri berbuat amal baik, mudah- mudahan jika ada bagian takdir buruk, bisa dihapuskan dan menggantinya dengan kebaikan-kebaikan dan keberhasilan. Amin.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  28. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Saat kita berbicara tentang takdir,itu sebenarnya hak Sang Illahi. Takdir ada yang bisa diubah dan takdir yang tidak bisa diubah. Kita harus tetap berusaha dan berdoa agar takdir kita lebih baik. Tentu tidak mudah, banyak rintangan. Sebelum kita dilahirkan, semua yang akan terjadi pada kita sudah tertulis di Lauh Mahfuz. Tidak ada yang tahu, kecuali Allah SWT. Terkadang kita memdapatkan takdir yang tidak sesuai dengan harapan kita. Bukan mengeluh yang harus kita lakukan, justru bersyukur atas semua nikmat yang Allah kasih. Maka Allah akan menambah nikmat bagi hambaNya yang mau bersyukur. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberikan takdir masa depan yang sesuai dengan keinginan kita atas ikhtiar dan do'a yang sudah kita lakukan dan kita panjatkan. Aamiin.

    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  29. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Mempercayai takdir Allah merupakan salah satu rukun iman. Namun, ketika seseorang salah memahami keimanan terhadap takdir dapat berakibat fatal, menyebabkan batalnya keimanan seseorang. Takdir ini disebut Qodho’ dan Qodar. Qodho’ maknanya adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu. Sedangkan qodar maknanya adalah sesuatu yang telah ditentukan Allah sejak zaman azali. Dengan demikian qodar ada lebih dulu kemudian disusul dengan qodho’. Sebagai makhlukNya, sudah kewajiban kita menerima apa yang engimanai bahwa Allah Ta’ala telah menulis dalam lauhul mahfudz catatan takdir segala sesuatu sampai hari kiamat. Tidak ada sesuatupun yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kecuali telah tercatat, seperti yang telah Allah firmankan dalam Q.S. Al Hajj : 70. Dari elegi merasionalkan takdir yang Prof tulis, dapat saya ambil pelajaran bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah Ta’ala, baik itu perbuatan Allah sendiri maupun perbuatan makhluknya. Semoga dengan membaca elegi ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Takdir adalah kewenangan Sang pemberi takdir. Akan tetapi kita sebagai makhluk di bumi ini senantiasa diberikan waktu dan kesempatan untuk selalu berusaha. Bukankah Allah tidak akan merubah nasib kaumnya jika mereka tidak berusaha. Mengusahakan takdir, kedengaran tinggi dan rumit ya. Tapi sesungguhnya maksut dari itu adalah bagaimana cara kita berupaya. Merasionalkan takdir, terdengar lebih ramah, bukan?

    Sejauh apapun cara yang kita upayakan, jangan lupakan fungsi "hati". Berdoa dan memohon doa serta ampunan adalah yang utama.

    ReplyDelete
  31. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pasca)

    Takdir seseorang memang telah ditentukan oleh Tuhan Pencipta alam, sebagai manusia kita wajib berusaha melakukan perbuatan baik agar kita dapat mencapai surga-Nya. Walaupun sejak lahir takdir kita sudah tertulis, tapi sebagai manusia kita tidak tahu takdir apa yang akan terjadi pada masa depan. Oleh karena itu dengan selalu mengambil jalan yang lurus, maka kita tidak akan menyesal dengan takdir kita. Karena setiap jalan yang kita ambil akan menjadi pijakan untuk jalan selanjutnya. Jika terbiasa neramal baik maka surga akan menjadi masa depan, tetapi jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka akan menjadi masa depannya.

    ReplyDelete
  32. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Merasionalkan takdir ibaratnya hanya akan membuat stress. Hanya Allah yang tau bagaimana cara menetapkan takdir seseorang. Apa yang kita pikirkan, lakukan, dan ucapkan telah dibatasi oleh Allah SWT. Hal-hal serupa takdir tidak akan dapat tersentuh oleh manusia, sejauh apapun ia mencari, selama apapun ia bertapa, sebesar apapun keinginannya. Itu bukan kuasa manusia. Allah sudah menetapkan di dalam AlQuran dan Hadits, bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupan. Apa-apa yang berkenaan dengan rezeki, takdir, jodoh, hingga maut ada di tangan Allah. Apabila benar-benar mengikuti anjuranNya maka kita senantiasa hanya bersyukur pada Allah dan tidak sempat berpikir akan merasionalkan takdir yang seyogyanya memang tidak akan pernah tersentuh oleh manusia. Doa, usaha, dan bersyukur adalah hal manusia.

    ReplyDelete
  33. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Takdir ialah rahasia ilahi yang tidak kita ketahui. Sebagai seorang manusia yang terpenting ialah berusaha semaksimal mungkin melakukan segala sesuatunya dengan yang terbaik agar takdir yang terjadi sesuai dengan yang diharapkan. Sebagaimana pepatah apa yang kita petik ialah apa yang kita tanam. Dan Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak merubahnya sendiri. Maka meskipun takdir ialah rahasia ilahi kita pun masih bisa merubahnya dengn usaha dan doa kita. Dan misalpun takdir yang menghampiri kita tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka itulah yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  34. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sesungguhnya takdir adalah sesuatu yang sudah diatur oleh sang mahakuasa. Namun hendaknya kita tidak hanya pasrah dalam menunggu takdir tapi kita harus berusaha, berikhtiar, dan berdoa untuk masa depan yang baik. Namun usaha-usaha yang dilakukan hendaknya rasional, dapat diterima akal pikiran. Jangan sampai kita memaksakan sesuatu di luar batas.

    ReplyDelete
  35. Nama : WIsniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Bisa karena terbiasa. Karena jika ada tesis maka ada anti tesisi. Jadi, Jika terbiasa itu baik maka tidak terbiasa juga baik. Seperti yang disampaikan pada elegi ini, yaitu sesuatu yang bisa karena terbiasa. Akan tetapi apakah sesuatu itu bisa dilakukan atau bisa menjadi dibutuhkan pemikiran rasional dan kritis dari setiap pemikiran.

    Pemikiran kritis dan rasional membantu untuk membedakan takdir-Nya atau kebiasaan yang menjadi bisa yang dilakukan oleh manusia. Karena sesuatu yang berasal dari Allah SWT itu adalah absolut, terkadang berbeda dengan apa yang kita rasionalkan. Namun, sesuatu yang bukan menjadi takdir dapat dijadikan untuk pembelajaran dan menambah rasa percaya atas semua kebesaran Allah SWT.

    ReplyDelete
  36. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Tiap orang memiliki takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Kita percaya bahwa kita akan mati, itu sudah menjadi takdir manusia. Diantara hidup dan mati kita, terdapat kehidupan dunia yang harus kita jalani. Kita semua pasti berharap dapat mendapatkan kehidupan dan takdir yang baik dan kita berharap agar selamat dunia dan akhirat. Maka dari itu, kita harus selalu berikhtiar dan menjalankan semua perinah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.

    ReplyDelete
  37. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi merasionalkan takdir, Takdir adalah ketetapan Allah yang mana ketetapan tersebut ada yang tetap dan ada yang bisa diubah melalui ikhtiar dan doa. Elegi ini membuat saya tersadar bahwa takdir kita ditentukan oleh bagaimana usaha kita untuk menggapai takdir tersebut. Sehingga jangan salahkan Tuhan, ketika hari ini kita belum mendaptkan apa yang kita impikan. Hal itu mungkin saja, karena usaha dan doa kita selama ini belum maksimal, sehingga kita belum pantas mendapatkan apa yang kita impikan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  38. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Takdir. Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang telah diatur oleh Allah SWT. Hanya saja kita sebagai manusia harus tetap berdoa, berikhtiar, berusaha, dan ikhlas menjalani semua yang terjadi dan yang mungkin terjadi. Pada elegi ini, ada kata "jika....mungkin", disini manusia mencoba merasionalkan takdir. Dengan apa yang mereka usahakan dengan harapan sesuatu yang mungkin saja bisa terjadi.

    ReplyDelete
  39. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Takdir dalam pandangan Islam ada dua, yaitu takdir Muallaq dan takdir Mubram.
    Takdir Mubram artinya ketetapan ketetapan Allah yang sudah mutlak dan manusia tidak akan bisa mengubahnya.
    Contohnya : Mati. Kita tinggal berusaha melakukan yang terbaik untuk menyiapkan takdir itu.

    ReplyDelete
  40. Takdir yang kedua takdir Muallaq adalah takdir yang masih bisa diubah dengan usaha manusia.
    Contoh : nasib, rezeki, ilmu, dsb. Artinya kita masih bisa berusaha untuk menggapai takdir-takdir Muallaq kita.
    Mari senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi manusia yang terbaik dihadapan-Nya....

    ReplyDelete
  41. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi merasionalkan takdir diatas menunjuukan sebuah perjalanan menuju takdir. Setiap manusia pasti memiliki takdirnya masing-masing, dan takdir yang akan digapainya seseuai dengan perjalanan seperti apa yang telah ia tempuh. Manusia boleh berencana sesuai dengan apa yang ia inginkan. Namun kembali lagi, kita manusia hanya bertugas untuk berusaha sebaik mungkin. Apa yang akan menjadi hasil, itulah taksir kita masing-masing.

    ReplyDelete
  42. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi ini diuraikan beberapa pengandaian dari suatu implikasi. Dan pada akhirnya berujung pada masa depan. Masa depan merupakan takdir yang kita tidak tahu pasti akan seperti apa. Karena takdir adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah dan kita tidak tahu akan seperti apa yang akan kita dapatkan, namun satu yang pasti diantara semuanya yaitu kematian yang pasti akan datang menjemput kita. Maka untuk merasionalkan takdir ada hubungan sebab akibat di dalamnya. Jika kita ingin pandai maka rajinlah belajar, jika ingin menambah amalan jariyah untuk akhirat, maka perbanyaklah sedekah, memberi ilmu kepada orang lain. Dan semua itu tidak terlepas dari ikhtiar dan doa.

    ReplyDelete
  43. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Takdir adalah ketetapan Tuhan. Setiap manusia memiliki takdirnya masing-masing. Meskipun takdir ketetapan Tuhan, tetapi manusia wajib berusaha untuk merubah takdirnya (utamanya takdir yang kurang baik dirubah menjadi takdir yang lebih baik). Sejatinya segala takdir patut disyukuri, karena bagaimanapun takdirnya itu adalah karuniaNya. Takdir tidak lain dan tidak bukan merupakan jalan hidup seseorang yang harus ditempuh. Patokan dari tujuan hidup manusia merupakan takdir. Adanya surga dan neraka merupakan takdir yang harus manusia percayai. Untuk menuju takdir yang paling bahagia (surga) , manusia harus berusaha untuk merubah hidupnya menuju hidup yang lebih baik, paling baik, dan sangat baik.

    ReplyDelete
  44. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Saya akan merefleksikan elegi ini dengan memulainya dari firman Allah Ta’ala dalam surah Al Hajj : 70 “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.”. Sabda rasullah menjadi lanjutan penjelasan Al-Quranul Karim di atas yaitu “Allah telah menulis takdir seluruh makhluk ciptaan-Nya semenjak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR. Muslim). Firman Allah Azza Wa Jalla dan hadits Rasullullah mengatakan bahwa Allah Ta’ala telah menuliskan takdir bagi manusia di dalam kitab Lauhful Mahfudz. Akan tetapi, tidak berarti kita lantas bertopang dagu untuk menerima takdir karena beranggapan bahwa takdir yang telah tertulis juga akan datang, dan tidak berarti pula ketika kita melakukan kejahatan atau pun kemaksiatan lantas kita menyalahkan takdir yang telah tertulis. Hal ini karena Allah memberikan kemampuan untuk manusia dapat memilih karena sebenar-benar takdir adalah rahasia Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lalu apa yang harus kita lakukan, Nabiallah telah memberikan jawabannya dalam hadits “Jangan tidak beramal, beramallah kalian karena setiap orang akan dimudahkan” (HR. Bukhori dan Muslim). Wallahu ‘Alam.

    ReplyDelete
  45. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B


    Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita konstruk dari sekarang. Kita mempunyai banyak impian, rencana dan harapan harapan yang akan diraih. Tapi nyatanya, masa depan itu rahasia Allah. Kadang berbeda bahkan bertolak belakang dengan apa yang kita rencanakan. Karena manusia hanya bisa berencana sedang Allah yang menentukan. Takdir manusia sudah ditentukan. Tugas manusia belajar sebaik mungkin mengharap ridho Allah apapun yang terjadi, maju dan hadapi.pilihan yang kita ambil sekarnag merupakan bagian dimana kita sedang mengkonstruk sebuah impian, membangun apa yang kita cita-citakan dengan langkah-;angkah sesuai dengan tujuan. mengkonstruk bukan berarti saklek dengan apa yang kita tulis dan apa yang ingin kita capai dengan apapun caranya,itu bahaya. namun mengkonstruk atau merencanakan atau membangun masa depan dengan rencana yang kita buat dan dengan menerima keputusan dari Allah adalah kombinasi yang baik. hidup perlu dengan rencana bukan hanya menerima takdir, dengan usaha dan menerima keputusan dari usaha kita adalah perjuangan manusia untuk meraih masa depan.

    ReplyDelete
  46. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Dari tulisan pada elegi ini saya mendapat kesimpulan bahwa semua yang ada dan yang mungkin ada itu memiliki potensi. jadi apa pun itu, jika dia melakukan hal yang berpotensi mengubah dirinya
    menjadi sesuatu yang berbeda di masa depan, maka bisa saja hal itu akan benar-benar terjadi pada dirinya. bahkan sebuah titik pun berpotensi menjadi bangun ruang berbentuk bola jika dia direntang ke semua arah.

    ReplyDelete
  47. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Takdir adalah ketentuan Allah SWT. Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada telah ditakdirkan oleh Allah. Manusia ditakdirkan oleh Allah hidup di dunia ini dengan kesempatan untuk memilih. Sebenar-benarnya manusia diciptakan di dunia ini untuk dapat mentransformasikan dirinya sesuai dengan pilihannya. Takdir seorang adalah hidup. Dalam menjalani hidupnya seseorang diberi kebebasan untuk memilih transformasi yang akan digunakannya. Jadi untuk menjalani hidup yang telah ditakdirkan Tuhan ini, menggunakan ikhtiar sebagai sarana transformasinya.

    ReplyDelete
  48. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamua'alaikum wr.wb
    Sebagai umat muslim bahwa mempercayai takdir adalah hal keenam dari rukun iman yang wajib kita yakini. Ketika kita sudah beriman kepada takdir maka keikhlasan lah yang menolong kita untuk mengahadapi segala takdir yang diberikan. Belajarlah menerima takdir Allah yang tidak bisa kita ubah, dan berusahalah maksimal terhadap ketetapan Allah yang bisa kita ubah dan serahkan sisanya kepada-Nya. Maka kita sebagai manusia ciptaan Allah yang sempurna tugas kita yaitu doa, usaha, ikhtiar, dan tawakkal.

    ReplyDelete
  49. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Masa depanku adalah pilihanku. Manusia memang berhak memilih masa depannya, tetapi pilihan manusia akan masa depannya adalah relatif. Tuhanlah yang mempunyai kuasa untuk menentukan pilihan absolut untuk masa depan kita. Tuhan memang misteri, Ia seringkali menyembunyikan pilihannya untuk hidup kita. Siapalah kita dapat mengetahui pilihan-Nya. Namun, kita dapat memandang ke depan dengan hati yang senantiasa berdoa, mohon tuntunan Tuhan untuk mencoba mereka-reka apa pilihan Tuhan untuk kita, hal ini dapat membantu kita menentukan pilihan kita yang relatif pula.

    ReplyDelete
  50. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Mencoba merasionalkan takdir, sebagai proses belajar diri untuk merancang proses kehidupan selanjutkan, dari tulisan diatas mengibaratkan sebuat titik merupakan permualaan kehidupan kemuadian berkemabng menjadi garis, bangun datar pula bangun ruang. Semua itu adalah proses. Seperti halnya manusia lahir dari bayi menuju dewasa dan pastinya menginginkan takdir yang baik dan keberhasilan sesuai rancangan. Namun, diluar itu semua merupakan kehendak Allah SWT. Manusia hanya dapat berencana dan berusaha, Allah SWT lah yang tahu yang terbaik bagi hambanya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  51. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang telah diberikan. Takdir adalah ketentuan yang sudah Allah tetapkan kepada semua makhluk ciptaan-Nya. Rasa ikhlas dalam menjalani takdir tentunya sangat diutamakan. Namun, saya sendiri terkadang cenderung memiliki keinginan yang lain. Hingga pada satu titik Allah menunjukkan kekuatan takdir-Nya. Bahkan takdir Allah merupakan jawaban terbaik atas doa-doa yang dihaturkan. Bagi saya, sedikit sentilan peringatan dari Tuhan mampu membuka lebar-lebar apa yang ada di depan mata saya. Hingga pada akhirnya saya cenderung menerima takdir dalam hidup. Begitu nikmat saat penerimaan pada takdir hadir seiring waktu berjalan. Tidak ada kata lelah untuk bersyukur atas ketetapan yang diberikan oleh-Nya.

    ReplyDelete
  52. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas menulis elegi ini. Berbiacar tentang takdir, siapapun di dunia ini tidak ada yang mengetahui seperti apakah takdir yang sudah digariskan Allah untuknya. Merasionalkan takdir berarti mengira-ngira dan mengibaratkan sesuatu yang kemungkinan mampu menjadi masa depannya kelak. Persis seperti mimpi atau cita-cita. Namun dengan meruntut dan merencanakan sesuatu yang akan dicapai dari awal dengan mengusahakan dan mengikhtiarkannya kepada Allah sebagai sarana transformasinya, itulah langkah yang terbaik. Tentunya teruslah iringi dengan doa dan qonaah, karena setiap yang telah terjadi pun merupakan takdir yang harus kita terima dengan hati yang lapang. Namun untuk menuju takdir yang terbaik yakni hidup di surga, manusia harus berusaha lebih untuk merubah hidupnya menjadi hidup yang lebih baik, berkualitas, dan barokah. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  53. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Saya tidak paham bagaimana bentuk dari rasionalitas sebuah takdir yang sifatnya misterius kecuali memang kita berbicara pada aspek futurology (ilmu yang mempelajari masa depan) atau forecasting dalam statistika maupun bidang ilmu kebijakan. Itupun keduanya masih memiliki potensi untuk salah dalam meramalkan masa depan. Jadi, saya pikir, merasionalkan takdir yang misterius itu sungguh membingungkan. Apa yang ditakdirkan oleh Allah di masa depan hanya perlu untuk diyakini sembari berdoa dan berikhtiar agar senantiasa selalu diridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  54. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalmu'alikum Wr. Wb

    Setelah membaca elegi ini, saya langsung berinisiatif mencari tau apa arti takdir itu. Setelah saya browsing menurut wikipedia bahwa Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi karena pilihan makhluk itu sendiri, yang akan dipertanyakan dan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah di Mahsyar kelak. Jadi saya dapat menyimpulkan dari apa yang saya baca pada elegi ini dan dari bacaan yang saya dapatkan bahwa, Apa yang terjadi dimasa depan adalah apa yang sudah kita pilih untuk melakukannya dimasa sekarang. Itu adalah dinamakan takdir, dimana ada pilihan-pilhan dalam hidup yang suatu saat akan menjadi takdir hidup kita. Jika pilihan kita baik maka takdir kita akan baik, begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
  55. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Takdir adalah misteri bagi manusia, takdir berada di luar kemampuan manusia. Manusia diberi kesempatan untuk mengubah takdirnya sendiri, tetapi tetap saja manusia tidak dapat menjangkau takdir, takdir ditentukan oleh tuhan. Semua yang manusia lakukan saat ini akan berpengaruh pada takdirnya dimasa depan. Masadepan terbentang takdir yang mungkin bagi manusia, ada banyak sekali kemungkinan takdir yang dapt diusahakan manusia. Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk membangun masa depan yang baik. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  56. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Takdir adalah suatu yang pasti yang telah terjadi, jadi yang belum terjadi adalah harapan atau angan. Setiap orang pasti memiliki impian harapan ingin menjadi apa atau ingin memiliki apa. Yang disebut dengan harapan, harapan inilah yang sebenarnya memberi orang tetap bertahan hingga kapanpun. Harapan itu tentunya disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  57. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kelas c

    Takdir bersifat dipilih atau terpilih. Agar takdir tersebut bisa diakui oleh berbagai dimensi maka perlu dirasionalkan melalui ikhtiar. Dalam ikhtiar inilah kita diberi kesempatan untuk memilih.

    ReplyDelete
  58. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Takdir menurut sebagian besar orang adalah keputusan Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat. Bagi sebagian orang, mungkin takdir merupakan suatu hal yang tidak diinginkan, oleh karena itu mereka berusaha menganalisis takdir mereka masing-masing. Dengan menganalisis takdir dengan menggunakan argumen yang tepat,menurut saya, beberapa orang kemudian dapat menerima takdir yang diberikan Tuhan. Adapun, jika tidak, mungkin mereka akan terjebak kepada existensial crisis, dan rasa depresi yang disebabkan oleh takdir yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau bahkan menurut mereka tidak sesuai dengan usaha yang mereka lakukan. Oleh karena itu, tergantung masing-masing individu dalam menyikapi takdir yang mereka peroleh. Menurut saya, persepsi serta argumen yang mereka pilih akan mempengaruhi takdir yang mereka peroleh di masa depan.

    ReplyDelete
  59. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Takdir itu sesuatu yang kita alami saat ini. Dan hal itu berasal dari pilihan-pilihan kita selama hidup, maka kita menjalani takdir yang sekarang. Saya saat ini menjadi guru, karena berbagai pengalaman dan pilihan sejak kecil sampai saat ini, sehingga saya menjadi guru. Maka dalam suka maupun duka, hendaknya kita bersyukur dan sadar bahwa apa yang dialami saat ini adalah buah dari apa yang kita lakukan di masa lalu. Saya menjadi guru karena sejak kecil saya senang bersama anak-anak kecil, saya senang mengajari teman yang kesulitan, dan ketika saya mendapat kesempatan menjadi guru, saya memilih untuk menerima tawaran tersebut, menjalaninya hingga saat ini.
    Dalam hal ini saya belajar juga untuk lebih dapat berhati-hati dengan pilihan, senantiasa kritis, berpikir jernih, dan iklas menjalaninya.

    ReplyDelete
  60. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Tentulah Allah lebih tahu apa saja yang terbaik bagi hambanya daripada hambanya. Dan Takdir adalah merupakan bentuk dari kehendaknya yang tidak bisa dihindari oleh makhluknya termasuk manusia. Lalu ada pertanyaan, bagaimana seharusnya sikap seorang hamba ketika menerima takdir yang dia anggap buruk? Sebaik-baik seorang hamba adalah ikhlas dan menerima takdir tersebut sembari merenungi, intropeksi dan berefleksi mengenai apa yang telah dilakukan selama ini, serta berdoa dan mohon ampunan kepada-Nya. Dan seorang hamba juga harus merenungi dan menyadari bahwa segala yang ia inginkan belum tentu merupakan hal yang terbaik bagi dirinya, mungkin saja takdir yang dia anggap “buruk” tersebut justru malah yang terbaik bagi dirinya hanya saja dia belum menyadari. Kami menyadari bahwa yang kami bisa lakukan sebagai seorang hamba adalah berusaha untuk melakukan yang terbaik dan berpikir positif atas segala yang sudah menjedai kehendak Allah SWT. Kami menyadari bahwa sejatinya hidup ini merupakan perjuangan, perjuangan untuk menuju Allah SWT dengan melewati jalan yang benar dan lurus, ketika suatu takdir buruk menimpa kami kami harus berpikir mungkin saja Allah SWT menegur kami karena kami sudah menyimpang dari jalan yang Dia perintahkan.

    ReplyDelete
  61. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017
    Saya beranggapan bahwa yang dimaksud merasionalkan takdir yang disampaikan sang begawat adalah memprediksi masa depan, atau memodifikasi masa depan dengan melakukan berbagai aktivitas. Takdir memang tidak bisa dilepaskan dari ikhtiar manusia, namun takdir juga ada yang sudah ditentukan sehingga ikhtiar manusia tidak akan mampu mengubahnya sedikitpun.

    ReplyDelete
  62. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Takdir erat kaitannya dengan nasib. Allah berfirman dalam Quran Surat Ar Rad ayat sebelas yang artinya sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka. Titik akan menjadi garis, bidang datar, bidang dimensi tiga, atau bahkan tetap menjadi titik adalah tergantung usaha titik itu sendiri. Begitupun dengan kita, akan menjadi apa kita nanti adalah tergantung usaha kita saat ini.

    ReplyDelete
  63. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Secara sunatullah siapapun manusia yang berusaha dengan sungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil. Namun terkadang manusia sudah berusaha sekuat tenaga namun gaal, berarti bisa jadi usaha belum maksimal atau ternyata ada hikmah dibalik kegagalan itu yang ternyata malah membuat kita berhasil pada bidang yang lain atau kesempatan yang lain. Manusia wajib berusaha dan berdoa, selebihnya kita serahkan pada Allah, apa yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  64. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Takdir adalah suatu yang sudah terpilih dari Tuhan, sehingga takdir haruslah disyukuri dan diketahui posisi, karakteristik serta kelebihannya masing-masing. Karena setiap yang sudah ditakdirkan pasti mempunyai nilai positifnya tersendiri. Manusia yang mempunyai kelebihan untuk berpikir, pasti akan selalu berusaha untuk mengubah apa yang bisa dipilih dengan memilih pilihan yang ada. Akan tetapi takdir adalah sesuatu yang tidak bisa diubah oleh manusia, bisa saja dirubah akan tetapi itu merupakan pertanda melawat kodrat. Melawan kodrat adalah salah satu perbuatan untuk memaksa kehendak yang berlawanan dengan ruang dan waktu.
    Semua makluk yang telah terpilih (takdir) akan memiliki jalan hidup yang berbda dan mempunyai kelebihan tersendiri. Maka syukuri akan apa yang telah terpilih, lalu usaha agar takdir yang telah terpilih itu memiliki nilai baik dan keindahan di mata Tuhan dan makhluknya.

    ReplyDelete
  65. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi merasionalkan takdir menurut saya menggambarkan usaha manusia untuk membaca/ mengetahui takdirnya. Sedangkan takdir adalah apa yang sudah terjadi pada kita. Sehingga sebenarnya tugas manusia adalah berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Hanya doa dan usahalah yang bisa merubah takdir buruk menjadi baik, tentu saja semua itu atas kehendak Allah SWT. Takdir itu adalah hal yang ghaib, hanya Allah yang tahu. Sedangkan yakin dan percaya akan takdir (mengimaninya) adalah kewajiban kita. Wallahua’lam.

    ReplyDelete
  66. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ontologinya hermenetika itu fatal dan vital. Fatal maksudnya takdir. Vital maksudnya ikhtiar. Interaksi antara guru dan siswa itu ada takdir dan ikhtiarnya. Takdir itu dipilih. Anda datang kesini karena anda terpilih untuk datang kesini. Fatalnya hermenetika adalah terpilih atau dipilih. Guru menunjuk siswa, bagi siswa itu takdir, takdir dari Allah yang perantaranya adalah guru. Vitalnya hermenetika adalah memilih. Yang kamu tulis, lihat dan dengar itu karena kamu pilih.

    ReplyDelete
  67. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Takdir itu misteri yang sudah digariskan oleh Allah SWT dan tidak ada manusia yang tahu apa itu takdirnya. Pikiran manusia tidak akan mampu untuk memikirkan takdir yang akan datang. Manusia harus ikhlas dan berserah diri, tapi jangan lenggah dan lantas berdiam diri, usaha diperlukan, karena janji Allah bahwa takdir dapat dirubah jika manusia mau berusaha. Jangan memikirkan takdir secara berlebihan, berusaha sebaik mungkin akan lebih baik.

    ReplyDelete
  68. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Seperti yang pernah disampaikan prof Marsigit dalam perkuliahan filsafat pendidikan, bahwa jika kita memilih itu berhubungan dengan ikhtiar kita, sedangkan jika kita dipilih itu adalah takdir kita. Takdir adalah suatu misteri. Tidak ada manusia yang tahu bagaimana takdirnya nanti. Upaya yang bisa kita lakukan adalah ikhtiar dan bertawakal. Bagaimanapun takdir kita, saya percaya Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita jika kita mau berikhtiar dan selalu bersyukur

    ReplyDelete
  69. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Elegi merasionalkan takdir memberikan banyak pembelajaran. Saya dapat memahami bahwa pada dasarnya takdir terdiri dari dua macam, yakni takdir yang dapat diubah dan takdir yang tetap. Takdir yang bisa diubah adalah takdir yang berhubungan dengan keadaan atau kondisi kita di dunia, misalnya takdir tentang kemampuan berfikir kita. Kita dapat mengubah takdir kita yang awalnya berkemamupan kurang menjadi lebih dengan banyak berlatih dan belajar.

    ReplyDelete
  70. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita konstruk( rencanakan) dari sekarang. Kita mempunyai banyak impian, rencana dan harapan harapan yang akan diraih. Tapi nyatanya, masa depan itu rahasia Allah. Kadang berbeda bahkan bertolak belakang dengan apa yang kita rencanakan. Karena manusia hanya bisa berencana sedang Allah yang menentukan. Takdir manusia sudah ditentukan. Tugas manusia belajar sebaik mungkin mengharap ridho Allah apapun yang terjadi, maju dan hadapi. Rencana yang sudah kita rancang itu hanyalah usaha manusia untuk mencapai apa yang diinginkan, namun yang menentukan adalah Allah SWT. Takdir itu ketika kenyataan yang ada dan sudah kita lalui tersebut adalah takdir, sesuatu yang sudah terjadi itu menjadi takdir Allah dan kekuasaan Allah.

    ReplyDelete
  71. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi tentang takdir tersebut memberikan gambaran bahwa ikhtiar adalah hal yang dapat manusia lakukan untuk menggapai takdir. Sebagai contoh, membiasakan diri berbuaat baik, beramal soleh, akan menjadikan surga sebagai takdirku, tentunya diiringi dengan doa pula. Maka takdiir terjemah dan menerjemahkan ikhtiar

    ReplyDelete
  72. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Apabila seorang biasa melakukan keburukan, kecurangan, maka bisa menjadi neraka adala takdir masa depannya. Celaka, mati, rezeki sudah menjadi takdir bagi manusia, rasionalnya dengan ikhtiar kita menggapai takdir tersebut. Jika tindakan kita ceroboh, semaunya sendiri, maka takdir celaka akan menghampiri. Jika malas bekerja, maka takdir miskin akan menghampiri, begitu seterusnya

    ReplyDelete
  73. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Hubungan antara ikhtiar dan takdir adalah bagaikan hubungan usaha dan hasil. Usaha tidak akan menghianati hasil. Takdir manusia tergantung dari apa yang diupayakan oleh manusia itu sendiri, kecuali takdir yang sudah tidak bisa disangkal lagi seperti kapan dia akan lahir dan kapan akan mati. Wallahu alam. Kita hanya bisa berikhtiar, dan Allah lah yang menentukan takdir kita.

    ReplyDelete
  74. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Takdir adalah ketentuan Allah yang menjadi rahasia-Nya dan tidak dapat ditolak oleh manusia. Kita tidak dapat menghindari takdir kita. Kita juga tidak bisa mengatur takdir kita sendiri. Kita harus menerima apa yang menjadi takdir kita dengan ikhlas. Namun kita juga dapat mengubah nasib kita dengan ikhtiar yang kita lakukan sendiri. Dengan artian kita dapat berusaha untuk mengubah takdir kita menjadi lebih baik melalui usaha-usaha yang kita lakukan.
    Hakekat dari merasionalkan takdir adalah merubah sebuah pandangan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Semua manusia dikuasai oleh takdir-Nya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan. Akan tetapi, dalam menyikapi adanya takdir, kita tidak diperbolehkan hanya pasrah dan berpangku tangan saja pada keadaan tanpa ada usaha, atau dalam kata lain kalah sebelum berperang.

    ReplyDelete
  75. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Takdir itu ditentukannya adalah dari usaha kita dari sekarang. Ada pepatah lama yang mangatakan bahwa apa yang dia tanam maka itulah yang dia tuai. Yang dia tuai itulah yang akan menjadi takdirnya nanti. Saya juga ingin mengutip salah satu local genious dari bapak Mario Teguh yang pernah mengatakan bahwa kesuksesan anda masa depan adalah ditentukan oleh hubungan anda dimasa kini. Oleh karena itu, mulai dari sekarang marilah kita menanam hal yang baik-baik dalam hidup kita agar nantinya akan tumbuh dan menuai hal yang baik pula sebagai takdir kita.

    ReplyDelete
  76. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tambahan, dalam usaha merasionalkan takdir, kita berfikir bahwa banyak sekali kemungkinan yang bisa menjadi takdir kita. Setiap kemungkinan takdir akan berbeda tergantung dari tiap perbedaan pilihan yang kita ambil. Manusia tidak ada yang mampu mengetahui takdirnya masing-masing. Oleh karena itu, Allah memerintahkan setiap umat-Nya hidup di dunia ini dengan selalu berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  77. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas kita bisa memahami bahwa masa depan kita ditentukan dari apa yang kita perbuat. Kebaikan yang kita perbuat akan berbuah kebaikan bagi diri kita pula dan keburukan akan berbuah keburukan bagi kita pula. Allah SWT maha mengetahui hambNya. Kita sebagai manusia memiliki takdir kita sendiri dari Allah. Namun pada kenyataannya kita bisa mengarahkan takdir itu. Allah memberi kita ujian dengan mebuat dunia ini sebagai pilihan apakah kita ingin berbuat kebaikan atau keburukan.

    ReplyDelete
  78. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Allah lebih tahu apa saja yang terbaik bagi kita. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah sebagai wujud ketakwaan kepada-Nya. Namun, walau semua sudah ditetakan,kita harus selalu berusaha yang terbaik untuk memperoleh hasil yang terbaik, walau nantinya hanya Allah yang dapat menentukan. Selain itu, selalu berpikir positif tentang rencana Allah juga sangat dibutuhkan untuk menjalani hidup.

    ReplyDelete
  79. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Takdir adalah ketetapan hidup yang telah Allah pilihkan untuk umatnya. Takdir tiada yang dapat merubahnya, karena itu sudah bagian dari menjadi kodrat dari manusia.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  80. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenanrya takdir itu jika dirasionalkan sebagai sesuatu dari sebab dan akibat. Jadi jika seseorang lebih mempertimbangkan pada apa yang akan dilakukan dengan menggunakan pemikiran intuitif yang tajam, maka mereka akan menerkan akibat dari apa yang dilakukan. Jadi intinya takdir adalah akibat dari perbuatan kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  81. Takdir adalah kuasa Tuhan dan manusia tidak dapat mengubahnya, namun jika manusia hanya bergantung pada takdir dan menyalahkan kehidupan karena itu sudah takdirnya, maka itu berarti kita melakukan hal yang salah. Karena kehidupan manusia juga di tentukan oleh ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  82. Assalamualaikum, wr.wb.
    Takdir adalah kuasa Tuhan dan manusia tidak dapat mengubahnya, namun jika manusia hanya bergantung pada takdir dan menyalahkan kehidupan karena itu sudah takdirnya, maka itu berarti kita melakukan hal yang salah. Karena kehidupan manusia juga di tentukan oleh ikhtiarnya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  83. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Saya berawal dari titik. Kemudian saya bersama titik menjadi sebuah titik. Titik akan mengakhiri semua titik lainnya. Maksudnya, “Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Kalau begitu jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya.” Tindakan ini memperlihatkan, bahwa kita yang mengawali sebuah tindakan hanya sebatas itu, maka kita akan panen apa yang kita awali. Maka kita sebagai orang memahami satu tindakan, maka akan memikirkan dampak yang akan kita petik dikemudian hari.

    ReplyDelete
  84. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi merasionalkan takdir diatas yang dapat saya tangkap yaitu, manusia memiliki takdir masing-masing dan setiap manusia memiliki takdir yang berbeda antara manusia satu dengan yang lainnya. dan kita dapat merubah dengan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  85. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Hakekat dari merasionalkan takdir adalah merubah sebuah pandangan yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Semua manusia dikuasai oleh takdirnya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dewi Thufaila
      17709251054
      Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

      Assalamualaikum.wr.wb
      Semua manusia dikuasai oleh takdirnya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan. Dalam menyikapi adanya takdir, kita tidak diperbolehkan hanya pasrah dan berpangku tangan saja pada keadaan tanpa ada usaha, atau dalam kata lain kalah sebelum berperang.
      Wassalamualaikum.wr.wb

      Delete
  86. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi merasionalkan takdir diatas menunjukan sebuah perjalanan menuju takdir. Setiap manusia pasti memiliki takdirnya masing-masing, dan takdir yang akan digapainya seseuai dengan perjalanan seperti apa yang telah ia tempuh. Manusia boleh berencana sesuai dengan apa yang ia inginkan. Namun kembali lagi, kita manusia hanya bertugas untuk berusaha sebaik mungkin. Apa yang akan menjadi hasil, itulah taksir kita masing-masing

    ReplyDelete
  87. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini mengingatkan kepada kita untuk tidak hanya pasrah dengan takdir, namun kita harus menjalani kehidupan dengan penuh usaha dalam mencapai cita-cita karena seyogyanya hasil yang kita tuai berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan. Jadi di samping menggali potensi takdir, kita harus menyeimbangkan dengan potensi ikhtiar. Jangan hanya pasrah dengan takdir dan jangan pula ada ikhtiar tanpa disertai tawakal kepada-Nya. No star is out of reach. Selagi ada usaha di situ ada jalan.

    ReplyDelete
  88. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi diatas mengandung makna yang sangat mendalam, bahwa segala bentuk takdir dapat dirasionalkan bergantung jalan mana yang kita pilih. Seperti yang dikatakan manusia 6 : jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Jika manusia terbiasa membuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya. Inilah elegi yang menuntun kita untuk e=senantiasa berproses menjadi manusia yang lebih baik baik baik lagi dan lagi sehingga dapat merasionalkan takdir menuju syurga Allah. Aminn

    ReplyDelete
  89. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terima kasih Bapak atas Elegi Merasionalkan Takdir yang telah Bapak share kepada kami. Dari elegi ini saya dapat menarik kesimpulan bahwa takdir tidak selalu berjalan semulus rencana kita. Apa yang kita inginkan tidak selalu sejalan dengan takdir yang kita peroleh. Saya berpengalaman sendiri dengan ini. Sejak kecil saya bercita-cita sebagai seorang dokter, bukan hanya berkeinginan menjadi dokter namun ada panggilan jiwa untuk menjadi seorang dokter. namun dengan berjalannya waktu, saya mulai menyukai matematika, hingga pada kenyataannya saya kuliah di jurusan Pendidikan Matematika. Takdir itu sesuatu yang kita alami saat ini. Dan hal itu berasal dari pilihan-pilihan kita selama hidup, maka kita menjalani takdir yang sekarang.
    Dalam hal ini saya belajar juga untuk lebih dapat berhati-hati dengan pilihan, senantiasa kritis, berpikir jernih, dan iklas menjalaninya. Sehingga menurut saya, takdir apa yang sudah saya alami saat ini merupakan pilihan terbaik di dalam kehidupan saya. Semoga nantinya saya dapat menjadi seorang pendidik yang sepenuh hati mendidik peserta didik saya agar sukses di masa depannya. Dan semoga ilmu yang saya berikan dapat menjadi bekal untuk saya ketika saya telah meninggal nanti. Aamiin.

    ReplyDelete
  90. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Allah sebaik-baik Tuhan Pencipta Alam Semesta. Takdir seperti apa kehidupan ini kelak tentu Allah lah saja yang mengetahui. Kita sebagai makhluk-Nya hanya dapat berikhtiar selalu agar takdir yang kita peroleh baik dan selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  91. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi merasionalkan takdir di atas, kita dapat mempelajari bahwa bagaimana takdir yang akan terjadi di masa depan dapat dilihat dari jalan manakah yang diambil/dipilih. Jika biasa berbuat kebaikan, maka surga bisa menjadi masa depannya. Akan tetapi, jika biasa melakukan perbuatan dosa, maka bisa saja neraka yang menjadi masa depannya. Oleh karenanya, kita harus senantiasa memperbaiki diri dan bertakwa kepada Allah agar dapat merasionalkan takdir ke surga-Nya.

    ReplyDelete
  92. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Dari elegi ini dapat dipahami bahwa yang dikatakan oleh titik, garis, bidang, dll itu tidaklah rasional. Takdir memang tidak dapat dipisahkan dari usaha yang dilakukan manusia, namun takdir dari Allah SWT tidak akan dapat diubah walaupun manusia telah berusaha semaksimal mungkin, karena Allah lebih mengetahui mana yang terbaik untuk manusia. Jika Allah SWT telah berkehendak menjadikan suatu hal takdir bagi kita, walaupun itu tidak mungkin bagi kita itu akan tetap terjadi.

    ReplyDelete
  93. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015
    Takdir merupakan kehendak mutlak dari Allah SWT, dan bersifat rasional. Mempercayai takdir merupakan hal yang diharuskan, namun harus berhati-hati karena pengetahuan kita sebagai makhuk ciptaanNYA masih memiliki ilmu yang terbatas, misalnya saja terhadap takdir yang belum terjadi. Yang mengetahui hal tersebut hanya Allah SWT.

    ReplyDelete
  94. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Tidak ada yang tahu mengenai takdir seorang manusia karena takdir adalah ketetapan yang ditentukan oleh Tuhan. Bahkan jika kita dapat mengulang waktu pun, saya rasa takdir juga tidak akan berubah kecuali Tuhan yang menghendakinya. Memang tidak ada yang bisa mengubah takdir, tetapi Tuhan yang Maha Tahu pasti mengerti manusia mana saja yang senantiasa berusaha untuk mengubah takdirnya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, manusia sebagai ciptaan-Nya harus selalu mengusahakan yang terbaik untuk apa yang sedang dialaminya. Meskipun manusia tidak dapat mengubah takdir, tetapi Tuhan Sang Maha Pelihat pasti akan memperhatikan seberapa keras kita meminta dan seberapa keras kita mencoba. Hanya ketika apa yang kita terima tidak sesuai yang kita harapkan, yakinilah bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih indah daripada rencana manusia.

    ReplyDelete