Sep 22, 2010

Elegi Merasionalkan Takdir

Oleh Marsigit



Titik 1:
Jika aku direntang ke arah tertentu maka aku bisa menjadi garis. Itulah masa depanku. Yaitu bahwa sebuah garis itu ternyata bisa menjadi masa depanku.

Titik 2:
Jika aku direntang ke semua arah pada bidang datar maka aku bisa menjadi lingkaran. Itulah masa depanku. Yaitu ternyata bahwa lingkaran bisa menjadi masa depanku. Tetapi bidang datar juga bisa menjadi masa depanku yang lain.

Titik 3:
Jika aku direntang ke semua arah pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku. Tetapi segenap ruang dimenasi tiga juga bisa menjadi masa depanku;atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Garis 1:
Jika aku direntang menuju suatu titik, maka aku bisa menjadi titik. Maka titik juga bisa menjadi masa depanku.

Garis 2:
Jika aku diputar atau digeser pada bidang datar maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Garis 3:
Jika aku diputar atau digeser pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang dimensi tiga. Maka Ruang dimensi tiga bisa menjadi masa depanku; atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran1:
Jika aku direntang menuju suatu titik maka aku bisa menjadi sebuah titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 2:
Jika aku direntang tak terhingga menjauh dari titik pusatku maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka Bidang Datar juga bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 3:
Jika aku dirotasikan menurut diametermu maka sku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 4:
Jika aku ditransformasikan pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Bola 1:
Jika aku ditransformasikan ke bidang datar tertentu maka aku menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Bola 2:
Jika aku ditransformasikan ke garis tertentu maka aku bisa menjadi garis. Maka garis bisa menjadi masa depanku.

Bola 3:
Jika aku ditrnsformasikan ke titik tertentu maka aku menjadi titik. Maka titik bisa menjadi masa depanku.

Kubus 1:
Bidang ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 2:
Garis ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 3:
Titik ternyata bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 1:
Jika aku ditransformasikan menuju suatu titik maka aku bisa menjadi suatu titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 2:
Jika aku ditransformasikan di ruang dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Alam Semesta:
Jika aku ditrasformasikan ke titik tertentu maka aku bisa menjadi titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Manusia 1:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun berlatih terbang, mungkin anak turunku suatu ketika bisa terbang seperti burung. Maka bisa terbang seperti burung mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 2:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun mengurangi konsumsi makanan, mengurangi konsumsi udara, mengurangi asupan gizi...dst maka suatu ketika anak turunku mungkin akan menjadi kecil sebesar kelereng. Menjadi kecil sebesar kelereng mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 3:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri memakan daging saja, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi makhluk kanibal. Maka makhluk kanibal mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 4:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri berjalan merangkak, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi melata. Maka melata mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 5:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri melakukan latihan body building, maka suatu ketika anak turunku mungkin bisa menjadi sebesar raksasa. Maka manusia sebesar raksasa mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 6:
Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Kalau begitu jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat apakah makna dari semua yang mereka katakan itu?

Bagawat:
Mereka berusaha merasionalkan takdir. Wallohua’lam bisawab.

31 comments:

  1. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Takdir itu sesuatu yang kita alami saat ini. Dan hal itu berasal dari pilihan-pilihan kita selama hidup, maka kita menjalani takdir yang sekarang. Saya saat ini menjadi guru, karena berbagai pengalaman dan pilihan sejak kecil sampai saat ini, sehingga saya menjadi guru. Maka dalam suka maupun duka, hendaknya kita bersyukur dan sadar bahwa apa yang dialami saat ini adalah buah dari apa yang kita lakukan di masa lalu. Saya menjadi guru karena sejak kecil saya senang bersama anak-anak kecil, saya senang mengajari teman yang kesulitan, dan ketika saya mendapat kesempatan menjadi guru, saya memilih untuk menerima tawaran tersebut, menjalaninya hingga saat ini.
    Dalam hal ini saya belajar juga untuk lebih dapat berhati-hati dengan pilihan, senantiasa kritis, berpikir jernih, dan iklas menjalaninya.

    ReplyDelete
  2. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Tentulah Allah lebih tahu apa saja yang terbaik bagi hambanya daripada hambanya. Dan Takdir adalah merupakan bentuk dari kehendaknya yang tidak bisa dihindari oleh makhluknya termasuk manusia. Lalu ada pertanyaan, bagaimana seharusnya sikap seorang hamba ketika menerima takdir yang dia anggap buruk? Sebaik-baik seorang hamba adalah ikhlas dan menerima takdir tersebut sembari merenungi, intropeksi dan berefleksi mengenai apa yang telah dilakukan selama ini, serta berdoa dan mohon ampunan kepada-Nya. Dan seorang hamba juga harus merenungi dan menyadari bahwa segala yang ia inginkan belum tentu merupakan hal yang terbaik bagi dirinya, mungkin saja takdir yang dia anggap “buruk” tersebut justru malah yang terbaik bagi dirinya hanya saja dia belum menyadari. Kami menyadari bahwa yang kami bisa lakukan sebagai seorang hamba adalah berusaha untuk melakukan yang terbaik dan berpikir positif atas segala yang sudah menjedai kehendak Allah SWT. Kami menyadari bahwa sejatinya hidup ini merupakan perjuangan, perjuangan untuk menuju Allah SWT dengan melewati jalan yang benar dan lurus, ketika suatu takdir buruk menimpa kami kami harus berpikir mungkin saja Allah SWT menegur kami karena kami sudah menyimpang dari jalan yang Dia perintahkan.

    ReplyDelete
  3. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017
    Saya beranggapan bahwa yang dimaksud merasionalkan takdir yang disampaikan sang begawat adalah memprediksi masa depan, atau memodifikasi masa depan dengan melakukan berbagai aktivitas. Takdir memang tidak bisa dilepaskan dari ikhtiar manusia, namun takdir juga ada yang sudah ditentukan sehingga ikhtiar manusia tidak akan mampu mengubahnya sedikitpun.

    ReplyDelete
  4. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Takdir erat kaitannya dengan nasib. Allah berfirman dalam Quran Surat Ar Rad ayat sebelas yang artinya sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka. Titik akan menjadi garis, bidang datar, bidang dimensi tiga, atau bahkan tetap menjadi titik adalah tergantung usaha titik itu sendiri. Begitupun dengan kita, akan menjadi apa kita nanti adalah tergantung usaha kita saat ini.

    ReplyDelete
  5. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Secara sunatullah siapapun manusia yang berusaha dengan sungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil. Namun terkadang manusia sudah berusaha sekuat tenaga namun gaal, berarti bisa jadi usaha belum maksimal atau ternyata ada hikmah dibalik kegagalan itu yang ternyata malah membuat kita berhasil pada bidang yang lain atau kesempatan yang lain. Manusia wajib berusaha dan berdoa, selebihnya kita serahkan pada Allah, apa yang terbaik bagi kita.

    ReplyDelete
  6. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Takdir adalah suatu yang sudah terpilih dari Tuhan, sehingga takdir haruslah disyukuri dan diketahui posisi, karakteristik serta kelebihannya masing-masing. Karena setiap yang sudah ditakdirkan pasti mempunyai nilai positifnya tersendiri. Manusia yang mempunyai kelebihan untuk berpikir, pasti akan selalu berusaha untuk mengubah apa yang bisa dipilih dengan memilih pilihan yang ada. Akan tetapi takdir adalah sesuatu yang tidak bisa diubah oleh manusia, bisa saja dirubah akan tetapi itu merupakan pertanda melawat kodrat. Melawan kodrat adalah salah satu perbuatan untuk memaksa kehendak yang berlawanan dengan ruang dan waktu.
    Semua makluk yang telah terpilih (takdir) akan memiliki jalan hidup yang berbda dan mempunyai kelebihan tersendiri. Maka syukuri akan apa yang telah terpilih, lalu usaha agar takdir yang telah terpilih itu memiliki nilai baik dan keindahan di mata Tuhan dan makhluknya.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi merasionalkan takdir menurut saya menggambarkan usaha manusia untuk membaca/ mengetahui takdirnya. Sedangkan takdir adalah apa yang sudah terjadi pada kita. Sehingga sebenarnya tugas manusia adalah berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Hanya doa dan usahalah yang bisa merubah takdir buruk menjadi baik, tentu saja semua itu atas kehendak Allah SWT. Takdir itu adalah hal yang ghaib, hanya Allah yang tahu. Sedangkan yakin dan percaya akan takdir (mengimaninya) adalah kewajiban kita. Wallahua’lam.

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Ontologinya hermenetika itu fatal dan vital. Fatal maksudnya takdir. Vital maksudnya ikhtiar. Interaksi antara guru dan siswa itu ada takdir dan ikhtiarnya. Takdir itu dipilih. Anda datang kesini karena anda terpilih untuk datang kesini. Fatalnya hermenetika adalah terpilih atau dipilih. Guru menunjuk siswa, bagi siswa itu takdir, takdir dari Allah yang perantaranya adalah guru. Vitalnya hermenetika adalah memilih. Yang kamu tulis, lihat dan dengar itu karena kamu pilih.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Takdir itu misteri yang sudah digariskan oleh Allah SWT dan tidak ada manusia yang tahu apa itu takdirnya. Pikiran manusia tidak akan mampu untuk memikirkan takdir yang akan datang. Manusia harus ikhlas dan berserah diri, tapi jangan lenggah dan lantas berdiam diri, usaha diperlukan, karena janji Allah bahwa takdir dapat dirubah jika manusia mau berusaha. Jangan memikirkan takdir secara berlebihan, berusaha sebaik mungkin akan lebih baik.

    ReplyDelete
  10. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Seperti yang pernah disampaikan prof Marsigit dalam perkuliahan filsafat pendidikan, bahwa jika kita memilih itu berhubungan dengan ikhtiar kita, sedangkan jika kita dipilih itu adalah takdir kita. Takdir adalah suatu misteri. Tidak ada manusia yang tahu bagaimana takdirnya nanti. Upaya yang bisa kita lakukan adalah ikhtiar dan bertawakal. Bagaimanapun takdir kita, saya percaya Allah akan memberikan yang terbaik bagi kita jika kita mau berikhtiar dan selalu bersyukur

    ReplyDelete
  11. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Elegi merasionalkan takdir memberikan banyak pembelajaran. Saya dapat memahami bahwa pada dasarnya takdir terdiri dari dua macam, yakni takdir yang dapat diubah dan takdir yang tetap. Takdir yang bisa diubah adalah takdir yang berhubungan dengan keadaan atau kondisi kita di dunia, misalnya takdir tentang kemampuan berfikir kita. Kita dapat mengubah takdir kita yang awalnya berkemamupan kurang menjadi lebih dengan banyak berlatih dan belajar.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita konstruk( rencanakan) dari sekarang. Kita mempunyai banyak impian, rencana dan harapan harapan yang akan diraih. Tapi nyatanya, masa depan itu rahasia Allah. Kadang berbeda bahkan bertolak belakang dengan apa yang kita rencanakan. Karena manusia hanya bisa berencana sedang Allah yang menentukan. Takdir manusia sudah ditentukan. Tugas manusia belajar sebaik mungkin mengharap ridho Allah apapun yang terjadi, maju dan hadapi. Rencana yang sudah kita rancang itu hanyalah usaha manusia untuk mencapai apa yang diinginkan, namun yang menentukan adalah Allah SWT. Takdir itu ketika kenyataan yang ada dan sudah kita lalui tersebut adalah takdir, sesuatu yang sudah terjadi itu menjadi takdir Allah dan kekuasaan Allah.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi tentang takdir tersebut memberikan gambaran bahwa ikhtiar adalah hal yang dapat manusia lakukan untuk menggapai takdir. Sebagai contoh, membiasakan diri berbuaat baik, beramal soleh, akan menjadikan surga sebagai takdirku, tentunya diiringi dengan doa pula. Maka takdiir terjemah dan menerjemahkan ikhtiar

    ReplyDelete
  14. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Apabila seorang biasa melakukan keburukan, kecurangan, maka bisa menjadi neraka adala takdir masa depannya. Celaka, mati, rezeki sudah menjadi takdir bagi manusia, rasionalnya dengan ikhtiar kita menggapai takdir tersebut. Jika tindakan kita ceroboh, semaunya sendiri, maka takdir celaka akan menghampiri. Jika malas bekerja, maka takdir miskin akan menghampiri, begitu seterusnya

    ReplyDelete
  15. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Hubungan antara ikhtiar dan takdir adalah bagaikan hubungan usaha dan hasil. Usaha tidak akan menghianati hasil. Takdir manusia tergantung dari apa yang diupayakan oleh manusia itu sendiri, kecuali takdir yang sudah tidak bisa disangkal lagi seperti kapan dia akan lahir dan kapan akan mati. Wallahu alam. Kita hanya bisa berikhtiar, dan Allah lah yang menentukan takdir kita.

    ReplyDelete
  16. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Takdir adalah ketentuan Allah yang menjadi rahasia-Nya dan tidak dapat ditolak oleh manusia. Kita tidak dapat menghindari takdir kita. Kita juga tidak bisa mengatur takdir kita sendiri. Kita harus menerima apa yang menjadi takdir kita dengan ikhlas. Namun kita juga dapat mengubah nasib kita dengan ikhtiar yang kita lakukan sendiri. Dengan artian kita dapat berusaha untuk mengubah takdir kita menjadi lebih baik melalui usaha-usaha yang kita lakukan.
    Hakekat dari merasionalkan takdir adalah merubah sebuah pandangan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Semua manusia dikuasai oleh takdir-Nya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan. Akan tetapi, dalam menyikapi adanya takdir, kita tidak diperbolehkan hanya pasrah dan berpangku tangan saja pada keadaan tanpa ada usaha, atau dalam kata lain kalah sebelum berperang.

    ReplyDelete
  17. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Takdir itu ditentukannya adalah dari usaha kita dari sekarang. Ada pepatah lama yang mangatakan bahwa apa yang dia tanam maka itulah yang dia tuai. Yang dia tuai itulah yang akan menjadi takdirnya nanti. Saya juga ingin mengutip salah satu local genious dari bapak Mario Teguh yang pernah mengatakan bahwa kesuksesan anda masa depan adalah ditentukan oleh hubungan anda dimasa kini. Oleh karena itu, mulai dari sekarang marilah kita menanam hal yang baik-baik dalam hidup kita agar nantinya akan tumbuh dan menuai hal yang baik pula sebagai takdir kita.

    ReplyDelete
  18. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tambahan, dalam usaha merasionalkan takdir, kita berfikir bahwa banyak sekali kemungkinan yang bisa menjadi takdir kita. Setiap kemungkinan takdir akan berbeda tergantung dari tiap perbedaan pilihan yang kita ambil. Manusia tidak ada yang mampu mengetahui takdirnya masing-masing. Oleh karena itu, Allah memerintahkan setiap umat-Nya hidup di dunia ini dengan selalu berusaha dan berdoa.

    ReplyDelete
  19. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas kita bisa memahami bahwa masa depan kita ditentukan dari apa yang kita perbuat. Kebaikan yang kita perbuat akan berbuah kebaikan bagi diri kita pula dan keburukan akan berbuah keburukan bagi kita pula. Allah SWT maha mengetahui hambNya. Kita sebagai manusia memiliki takdir kita sendiri dari Allah. Namun pada kenyataannya kita bisa mengarahkan takdir itu. Allah memberi kita ujian dengan mebuat dunia ini sebagai pilihan apakah kita ingin berbuat kebaikan atau keburukan.

    ReplyDelete
  20. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Allah lebih tahu apa saja yang terbaik bagi kita. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah sebagai wujud ketakwaan kepada-Nya. Namun, walau semua sudah ditetakan,kita harus selalu berusaha yang terbaik untuk memperoleh hasil yang terbaik, walau nantinya hanya Allah yang dapat menentukan. Selain itu, selalu berpikir positif tentang rencana Allah juga sangat dibutuhkan untuk menjalani hidup.

    ReplyDelete
  21. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Takdir adalah ketetapan hidup yang telah Allah pilihkan untuk umatnya. Takdir tiada yang dapat merubahnya, karena itu sudah bagian dari menjadi kodrat dari manusia.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenanrya takdir itu jika dirasionalkan sebagai sesuatu dari sebab dan akibat. Jadi jika seseorang lebih mempertimbangkan pada apa yang akan dilakukan dengan menggunakan pemikiran intuitif yang tajam, maka mereka akan menerkan akibat dari apa yang dilakukan. Jadi intinya takdir adalah akibat dari perbuatan kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Takdir adalah kuasa Tuhan dan manusia tidak dapat mengubahnya, namun jika manusia hanya bergantung pada takdir dan menyalahkan kehidupan karena itu sudah takdirnya, maka itu berarti kita melakukan hal yang salah. Karena kehidupan manusia juga di tentukan oleh ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  24. Assalamualaikum, wr.wb.
    Takdir adalah kuasa Tuhan dan manusia tidak dapat mengubahnya, namun jika manusia hanya bergantung pada takdir dan menyalahkan kehidupan karena itu sudah takdirnya, maka itu berarti kita melakukan hal yang salah. Karena kehidupan manusia juga di tentukan oleh ikhtiarnya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  25. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Saya berawal dari titik. Kemudian saya bersama titik menjadi sebuah titik. Titik akan mengakhiri semua titik lainnya. Maksudnya, “Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Kalau begitu jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya.” Tindakan ini memperlihatkan, bahwa kita yang mengawali sebuah tindakan hanya sebatas itu, maka kita akan panen apa yang kita awali. Maka kita sebagai orang memahami satu tindakan, maka akan memikirkan dampak yang akan kita petik dikemudian hari.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi merasionalkan takdir diatas yang dapat saya tangkap yaitu, manusia memiliki takdir masing-masing dan setiap manusia memiliki takdir yang berbeda antara manusia satu dengan yang lainnya. dan kita dapat merubah dengan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Hakekat dari merasionalkan takdir adalah merubah sebuah pandangan yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Semua manusia dikuasai oleh takdirnya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dewi Thufaila
      17709251054
      Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

      Assalamualaikum.wr.wb
      Semua manusia dikuasai oleh takdirnya, maka tidak ada seorangpun yang dapat lari dari takdir, untuk itu jalan terbaik dan paling selamat adalah menerima takdir tersebut dengan lapang hati dan penuh keikhlasan. Dalam menyikapi adanya takdir, kita tidak diperbolehkan hanya pasrah dan berpangku tangan saja pada keadaan tanpa ada usaha, atau dalam kata lain kalah sebelum berperang.
      Wassalamualaikum.wr.wb

      Delete
  28. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi merasionalkan takdir diatas menunjukan sebuah perjalanan menuju takdir. Setiap manusia pasti memiliki takdirnya masing-masing, dan takdir yang akan digapainya seseuai dengan perjalanan seperti apa yang telah ia tempuh. Manusia boleh berencana sesuai dengan apa yang ia inginkan. Namun kembali lagi, kita manusia hanya bertugas untuk berusaha sebaik mungkin. Apa yang akan menjadi hasil, itulah taksir kita masing-masing

    ReplyDelete
  29. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini mengingatkan kepada kita untuk tidak hanya pasrah dengan takdir, namun kita harus menjalani kehidupan dengan penuh usaha dalam mencapai cita-cita karena seyogyanya hasil yang kita tuai berbanding lurus dengan usaha yang kita lakukan. Jadi di samping menggali potensi takdir, kita harus menyeimbangkan dengan potensi ikhtiar. Jangan hanya pasrah dengan takdir dan jangan pula ada ikhtiar tanpa disertai tawakal kepada-Nya. No star is out of reach. Selagi ada usaha di situ ada jalan.

    ReplyDelete