Sep 20, 2010

Elegi Menggapai Karakter




Oleh Marsigit
(Di gali dari butir-butir pemikiran Krathwhol)

Kesadaran:
Ada ilmu baru dihadapanku. Aku akan menyadari ilmu ini jika ilmu ini memang bermanfaat untuk dunia maupun akhirat. Tetapi untuk itu aku perlu pengakuan dan dukungan orang-orang disekiratku.
Wahai ikhlas, sebetulnya aku menginginkan bertanya kepada banyak orang, tetapi mereka berada jauh dari diriku. Lagi pula mereka saling berderet-deret secara teratur ada yang paling dekat, dekat, agak dekat, agak jauh, jauh, paling jauh dan sangat jauh. Sedangkan engkau tahu bahwa orang yang paling dekat adalah dirimu. Sedangkan engkau tahu bahwa dirimu itu sebetulnya adalah ikhlasku. Maka jawablah pertanyaan-pertanyaanku, karena aku tahu bahwa pertanyaanku itu adalah awal dari ilmuku.

Ikhlas:
Wahai kesadaran, engkau akan bertanya apakah kepada diriku?

Kesadaran:
Begini. Ini ada ilmu yang baru saja dikenalkan oleh dosenku. Apakah engkau bisa menerima ilmu tersebut?

Ikhlas:
Sepanjang ilmu itu adalah demi kebaikan, maka aku selalu ikhlas.

Kesadaran:
Apa yang engkau maksud sebagai kebaikan?

Ikhlas:
Kebaikan adalah membawa manfaat yang baik, baik bagi dunia maupun akhirat.

Kesadaran:
Sepanjang yang saya ketahui, ilmu itu membawa manfaat yang baik, baik bagi dunia maupun akhirat.

Ikhlas:
Baik kalau begitu. Setelah aku pikir-pikir, ternyata keikhlasanku itu mempunyai prasarat.

Kesadaran:
Apakah prasaratmu itu?

Ikhlas:
Aku ikhlas menerima ilmu itu jika ilmu itu memang dalam jangkauan kesadaranmu dan menjadi perhatianku.

Kesadaran:
Sejauh yang aku sadari, ilmu itu terjangkau oleh kesadaranku. Tetapi aku tidak tahu apakah ilmu itu menjadi perhatianku atau tidak.

Kesadaran dan keikhlasan secara bersama bertanya:
Wahai perhatian, apakah engkau merasa bahwa ilmu yang dikenalkan oleh dosenku itu benar-benar menjadi perhatianmu?

Perhatian:
Sesungguhnya pertanyaanmu berdua itu sungguh aneh bagi diriku. Bukankan antara kesadaran, keikhlasan dan perhatian itu sebenarnya satu kesatuan. Mengapa engkau bertanya seperti itu?

Kesadaran dan keikhlasan:
Tetapi engkau tahu bahwa kita berduapun tidak berarti apa-apa tanpa perhatian.

Perhatian:
Baiklah. Suatu ilmu atau pengetahuan baru akan menjadi perhatianku jika bermanfaat baik untuk dunia maupun akhirat.

Kesadaran dan keikhlasan:
Kalau begitu tiadalah berbeda syarat-syaratmu itu dengan syarat-syarat kita berdua.

Kesadaran, keikhlasan dan perhatian berkata secara bersama-sama:
Kalau begitu kita bertiga berketetapan hati bahwa ilmu baru ini memang bermanfaat di dunia maupun akhirat. Marilah kita deklarasikan perihal penerimaan kita untuk memulai mempelajari ilmu itu.

Respon:
Wahai kesadaran, keikhlasan dan perhatian, mengapa engkau bertiga telah berbuat lancang telah mendeklarasikan perihal penerimaan anda bertiga untuk memulai mempelajari ilmu itu, tanpa terlebih dulu meminta ijin kepadaku.

Kesadaran, keikhlasan dan perhatian berkata secara bersama-sama:
Wahai respon, sebetulnya engkau itu merdeka terhadap diri kami. Apapun keadaan kami, maka terserahlah dirimu. Anda boleh ada juga boleh tidak ada di situ. tetapi jika anda ada disitu maka anda juga boleh menentukan sembarang sikapmu. Anda boleh postitif juga boleh negatif, tetapi juga boleh netral.

Respon:
Baik kalau begitu. Untuk menentukan sikapku maka gantian aku ingin bertanya. Sebetulnya ada masalah apa engkau menemuiku?

Kesadaran, keikhlasan dan perhatian berkata secara bersama-sama:
Begini. Kita bertiga berkenalan dengan ilmu baru. Kita bertiga sepakat bahwa ilmu baru itu ternyata bermanfaat bagi dunia maupun akhirat. Maka kami bersepakat pula untuk membuka diri kami untuk menerima memulai mempelajari ilmu itu. Tetapi kami bertiga menyadari bahwa langkah kami itu semata-mata ditentukan oleh sikapmu itu. Jika sikapmu positif maka engkau adalah orang ke empat yang menjadi rombongan kita untuk memulai perjalanan mempelajarai ilmu ini. Bagaimanakah jawabanmu?

Respon:
Ketahuilah bahwa aku itu terdiri dari dua hal. Pertama aku adalah kesudianku. Kedua aku adalah kemauanku. Jika aku sudi tetapi aku tidak mau, apalah artinya sikapku itu. Sebaliknya jika aku mau tetapi aku tidak sudi, maka apalah juga artinya sikapku itu. Agar aku sudi maka aku harus yakin dulu bahwa ilmu itu bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Agar aku mau aku juga harus yakin bahwa ilmu itu juga bermanfaat bagi dunia maupun akhirat.


Kesadaran, keikhlasan dan perhatian berkata secara bersama-sama:
Baiklah kalau begitu syarat-syaratmu ternyata sama dengan syarat-syarat kami bertiga. Kalau begitu engkau bisa cepat bergabung dengan kami.

Respon:
Nanti dulu. Ketahuilah bahwa aku masih mempunyai satu unsur lagi. Unsurku yang ketiga adalah kepuasanku. Jadi aku harus yakin bahwa ilmu itu juga memberikan kepuasan terhadap diriku.

Kesadaran, keikhlasan dan perhatian berkata secara bersama-sama:
Lalu apakah kepuasanmu itu?

Respon:
Pertama aku harus mengetahui dulu, apakah engkau bertiga mempunyai payung yang dapat melindungiku dan dua unsurku yang lain?

Kesadaran, keikhlasan dan perhatian berkata secara bersama-sama:
Aku tidak mengerti dengan pertanyaanmu itu.

Respon:
Aku enggan selalu berkata dengan masing-masing dirimu. Aku lebih suka berkata denganmu sekaligus. Jikalau aku menyebut dirimu dengan satu nama saja, maka kira-kira engkau akan menggunakan nama apa?

Kesadaran, keikhlasan dan perhatian berkata secara bersama-sama:
Baiklah, sesuai dengan sifat-sifat yang kami miliki maka nama yang paling cocok dengan diri kami bertiga adalah penerimaan. Apakah dengan jawabanku ini engkau akan segera bergabung dengan diriku?

Respon:
Nanti dulu. Aku masih mempunyai satu syarat lagi. Syaratku yang satu lagi adalah bahwa agar aku mempunyai respon yang positif terhadap ilmu itu maka aku harus merasa puas terhadapnya. Aar aku merasa puas terhadapnya maka aku harus bisa berkomunikasi dengan nya. Padahal komunikasi yang aku minta adalah bahwa aku harus aktif memahaminya. Aku dengan ilmu itu harus bisa saling menterjemahkan dan diterjemahkan. Apakah engkau mampu menerima syarat-syaratku itu?

Penerimaan:
Dari sifat-sifat dan komunikasiku menterjemahkan dan diterjemahkan dengan ilmu itu, aku dapat mengambil kesimpulan bahwa ilmu itu mempunyai sifat-sifat seperti apa yang engkau syaratkan. Jadi silahkan engkau bersikap seperti yang telah engkau tetapkan melalui syarat-syaratmu itu.

Respon:
Baiklah kalau begitu aku bersedia bergabung dengan dirimu wahai penerimaan.

Nilai:
Wahai penerimaan dan respon, mengapa engkau berdua telah berbuat lancang telah mendeklarasikan perihal penerimaan dan respon positif anda berdua terhadap ilmu barumu itu,
tanpa terlebih dulu meminta ijin kepadaku.

Penerimaan dan respon bersama-sama menjawab:
Wahai nilai, sebetulnya engkau itu merdeka terhadap diri kami. Apapun keadaan kami, maka terserahlah dirimu. Anda boleh ada juga boleh tidak ada di situ. tetapi jika anda ada disitu maka anda juga boleh menentukan sembarang sikapmu. Anda boleh menilai baik, juga boleh menilai negatif, tetapi juga boleh netral.

Nilai:
Baik kalau begitu. Untuk menentukan sikapku maka gantian aku ingin bertanya. Sebetulnya ada masalah apa engkau menemuiku?

Penerimaan dan respon bersama-sama menjawab:
Begini. Kita berdua berkenalan dengan ilmu baru. Kita bertiga sepakat bahwa ilmu baru itu ternyata bermanfaat bagi dunia maupun akhirat. Maka kami bersepakat pula untuk membuka diri kami untuk menerima memulai mempelajari ilmu itu. Tidak hanya itu, kami juga sepakat untuk menerima dan merespon positif ilmu itu dengan syarat-syarat tambahan yang telah kami tentukan. Syarat-syarat tambahan itu antara lain bahwa kami dapat saling menterjemahkan dan diterjemahkan dengan ilmu itu. Tetapi kami berdua menyadari bahwa langkah kami itu semata-mata ditentukan oleh penilaian itu terhadap ilmu itu. Jika penilaianmu positif maka engkau adalah orang ke tujuh yang menjadi rombongan kita untuk memulai perjalanan mempelajarai ilmu ini. Bagaimanakah jawabanmu?

Nilai:
Ketahuilah bahwa aku itu terdiri dari tiga hal. Pertama aku adalah kehendakku. Kedua aku adalah referensiku. Ketiga aku adalah komitmenku. Agar aku berkehendak menilai ilmu itu, maka aku harus mempunyai referensi. Tetapi begitu aku memutuskan untuk menilai baik ilmu itu maka seketika aku berubah menjadi komitmenku. Ketiga hal tersebut itu tidak dapat aku pisahkan. Agar aku mempunyai kehendak untuk menilai maka aku harus yakin dulu bahwa ilmu itu bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Aku juga harus bisa menterjemahkan dan diterjemahkan dengan ilmu itu. Artinya aku juga bersifat aktif dan tidak hanya pasif saja. Untuk itu maka aku juga memerlukan catatan-catatanmu.

Penerimaan dan respon bersama-sama menjawab:
Ternyata syarat-syaratmu itu sesuai juga dengan syarat-syaratku. Dan kami berdua juga bersedia memenuhi segala syarat-syarat tambahanmu. Apakah engkau bersedia bergabung dengan diriku?

Nilai:
Nanti dulu. Aku masih mempunyai syarat tambahan. Syarat tambahanku adalah apakah engkau dan aku kira-kira mempunyai payung untuk berlindung bersama?

Penerimaan dan respon bersama-sama menjawab:
Aku tidak mengerti apa maksudmu.

Nilai:
Maksudku adalah, jika aku telah menetapkan untuk menilai positif ilmu itu, apakah aku dan engkau bisa bergabung dengan satu nama saja.

Penerimaan dan respon bersama-sama menjawab:
Kami sebenarnya sangat toleran terhadap dirimu. Akan memberi nama apakah engkau bagi diri kita bertiga?

Nilai:
Jika engkau berdua tidak keberatan maka kita berdua melebur saja jadi satu dan kita beri nama sebagai minat.

Penerimaan dan respon bersama-sama menjawab:
Nama yang bagus. Kami setuju. Jadi?

Minat:
Jadi diriku sekarang adalah penerimaan, respon dan nilai. Tetapi tiga dalam diriku itu jika dijabarkan akan terdiri dari sembilan aspek yaitu kesadaran, sudi menerima, perhatian, sudi merespon, mau merespon, kepuasan, kehendak menilai, referensi untuk menilai dan komitmen.

Pengertian:
Wahai minat. Mengapa engkau telah berbuat lancang telah mendeklarasikan perihal minatmu untuk mempelajari ilmu itu, tanpa terlebih dulu meminta ijin kepadaku.

Minat:
Wahai pengertian, sebetulnya engkau itu merdeka terhadap diri kami. Apapun keadaan kami, maka terserahlah dirimu. Anda boleh ada juga boleh tidak ada di situ. Tetapi jika anda ada disitu maka anda juga boleh menentukan sembarang sikapmu. Anda boleh memahami ilmu itu sesuai dengan pengertianmu.

Pengertian:
Wahai minat. Sebetulnya syaratku mudah saja. Syaratku adalah asalkan engkau memang berkehendak untuk menilainya, engkau juga mempunyai referensi untuk menilainya dan engkau juga mempunyai komitmen untuk menilainya. Maka aku dengan serta merta akan membangun pengertianku terhadap ilmumu itu.

Nilai:
Ketahuilah pengertian. Sebetulnya syarat-syaratmu itu telah terkandung di dalam diriku.

Pengertian:
Baik kalau begitu. Aku telah mengerti akan ilmumu itu. Itulah sebenar-benar ilmumu dan ilmuku.
Tetapi ketahuilah bahwa pengertianku terhadap ilmumu itu ternyata tidak tunggal. Maka aku perlu mengelola pemngertian-pengertian itu. Aku perlu menggabung-ganbungkannya. Aku perlu merangkumkannya. Katakanlah bahwa aku terdiri dari konsep-konsep dan organisasi dari konsep-konsep tentang ilmu itu. Tetapi ketahuilah agar pengertianku itu bersifat komprehensif maka aku masih mempunyai permintaan terhadap dirimu.

Nilai:
Wahai pengertian, apakah permintaan tambahanmu itu?

Pengertian:
Aku mau menindaklanjuti pengertianku asal aku dan engkau menjadi satu saja yaitu sebagai sikap.

Nilai:
Nama yang bagus. Aku setuju. lalu?

Sikap:
Inilah sebenar-benar diriku yang telah menentukan sikap positif terhadap ilmuku yang baru ini. Maka sebenar-benar diriku adalah terdiri dari nilai dan pengertian.

Karakter:
Wahai sikap. Engkau telah berbuat lancang telah mendeklarasikan sikap positifmu terhadap ilmu barumu itu, tanpa terlebih dulu meminta ijin kepadaku.

Sikap:
Wahai karakter, sebetulnya engkau itu merdeka terhadap diri kami. Apapun keadaan kami, maka terserahlah dirimu. Anda boleh ada juga boleh tidak ada di situ. Tetapi jika anda ada disitu maka anda juga boleh menentukan sembarang karaktermu. Tetapi jika engkau telah
menampakkan karaktermu itu, maka karaktermu itu harus sesuai dengan diriku. Maka tinggal pilihlah engkau itu.

Karakter:
Sebetulnya jarak antara diriku dengan dirimu sangatlah dekat. Maka aku telah melakukan kesimpulan umum. Dan dari kesimpulan umum tentang pengertianmu maka aku mulai mempunyai ciri khas keilmuan barumu itu. Lebih dari itu aku bahkan kelihatan menonjol dalam dirimu. Ilmumu itu juga semakin tampak dalam karakterku. Tidak terasa aku telah mulai berubah dikarenakan ilmu baruku ini. Perubahan diriku itulah yang kemudian aku sebut sebagai karakterisasi. Aku bersyukur telah mampu mempelajari ilmu baru sehingga telah memberikan aku karakter sesuai dengan ciri keilmuan baruku itu. Bahkan aku mulai merasakan bahwa karakterku itu mempengaruhi kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan bahkan hatiku. Ternyata dengan karakterku yang baru ini aku tetap terjaga oleh hatiku. Amien.

73 comments:

  1. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Karakter yang dimiliki setiap orang di dunia ini berbeda-beda satu dengan yang lain dan sangat beragam banyaknya. Perbedaan itu dapat dipengaruhi oleh adanya kesadaran, keikhlasan, ilmu pengetahuan, pengalaman, dan sebagainya yang dimiliki seseorang.

    ReplyDelete
  2. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Karakter seseorang bisa saja berubah setiap saat. Perubahan itu salah satunya dikarenakan ada ilmu baru yang masuk ke dalam dirinya. Dengan ilmu baru itu karakter bisa mempengaruhi kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan bahkan hatiku, jika ilmu itu diterima oleh karakter. Seperti proses yang sudah dijelaskan dalam elegi di atas. Jadi ilmu baru itu bisa mengubha karakter jika diterima dalam dirinya.

    ReplyDelete
  3. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Tidak boleh dalam kita memilah milah ilmu. ilmu mana yang mau kita pelajari kita tidak boleh membeda bedakannya. kita harus menerima semua ilmu yang ada karena kita tidak tahu ilmu itu akan berguna bagi kita kapan, bisa suatu hari nanti bisa suatu hari kemudian. tidak ada yag tahu, oleh karenanya hargai semua ilmu. karena sejatinya semua ilmu bermanfaat.

    ReplyDelete
  4. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Karakter diperoleh melalui pengalaman-pengalaman yang pernah terjadi dalam diri seseorang. Pengalaman akan membangun ilmu pengetahuan sehingga pengalaman dan pengetahuan setiap orang di dunia ini akan berbeda. Begitu juga dengan karakter setiap orang di dunia ini akan berbeda-beda bergantung apa yang telah dialami olehnya akan membentuk karakternya. Karakter seseorang dapat berubah dengan cara mempelajari ilmu baru. Karakter dapat mempengaruhi kata-kata, ucapan, gerak, pikiran bahkan hati.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Karakter merupakan sesuatu yang sangat penting untuk membangun suatu negara. Cerminan suatu negara dapat dilihat dari karakter bangsanya atau masyarakatnya. Oleh karena itu dalam pendidikan formal khususnya untuk sekolah-sekolah dasar pada kelas rendah pendidikan atau pembelajaran karakrer menjadi hal yang sangat penting karena dari karakter ini bakat-bakat mereka dapat muncul bila digalih atau diasah dengan baik, misalnya saja yang terjadi antara guru dan siswa. guru harus memahami karakter siswanya yang berada dalam kelas agar dalam PBM tidak terjadi kendala yang begitu berat. karena karakter siswa itu berbeda - beda. karakter anak harus dibentuk sejak mereka kecil dan diarahkan ke arah yang baik. agar memiliki dasar-dasar yang kuat kelak di hari kedepannya.

    ReplyDelete
  6. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam hidup, kita telah mempelajari banyak hal, kita telah dikenalkan oleh berbagai macam ilmu. Saat menghadapi ilmu yang baru, akan ada respon hebat dalam diri, yakni akan menerima ilmu jika kita meyakii bahwa ilmu tersebut membawa manfaat bagi duni dan akhirat. Pada diri juga akan menilai baik atau buruknya suatu ilmu. Hingga disadari atau tidak ilmu itulah yang mempengaruhi karakter kita masing-masing

    ReplyDelete
  7. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Ilmu itu semuanya bermanfaat. Tetapi kita harus lebih memprioritaskan ilmu agama, dengan begitu ilmu-ilmu yang lain otomatis akan terfilter oleh ilmu agama. Jika ilmu itu baik maka kita bisa menerapkannya di kehidupan kita dan mengajarkannya. Jika ilmu itu buruk (contoh: ilmu mencopet) maka dengan kita mengetahui keburukan tersebut, kita akan lebih berhati-hati lagi kedepannya. Mengetahui kesalahan itu penting, bukan untuk melakukannya namun agar kita terhindar darinya. Semakin tinggi ilmu seseorang maka akan semakin baiklah kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan yang dilakukan. Seperti padi, semakin berisi semakin merunduk.

    ReplyDelete
  8. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Belajar suatu ilmu tidak ada salahnya, kita harus membuka pikiran dalam belajar. Hal yan baik dalam belajar adalah jadikan hati sebagai komandan dengan cara menguatkan spiritual dan jangan lupa juga untuk membaca. Akan sangat baik bila kita menguatkan spiritual contohnya adalah melalui doa, juga akan lebih bijak jika kita mempunyai bekal dengan banyak membaca.

    ReplyDelete
  9. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Karakter merupakan sifat yang melekat pada diri seseorang yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri. Salah satu hal yang dapat mempengaruhi karakter seseorang yaitu lingkungan yang ada disekitarnya. Terkadang seseorang dapat berkarakter sesuai ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Diharapkan semakin tinggi ilmu yang dimilikinya semakin baik pula karakternya. Sebaiknya dalam mencari ilmu itu didasari oleh keihlasan, kesadaran dan ketekunan. Maka kita akan dengan benar-benar, fokus dan serius dalam belajar maka diharapkan dapat bermanfaat didunia maupun diakhirat.

    ReplyDelete
  10. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia mempunyai karakter yang berbeda-beda dan melalui ilmu lah dalam diri manusia terbentuk karakter yang mempengaruhi sikap, kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan, dan hati. Oleh karena itu, dalam menerima ilmu tidak asal dan serampangan. Kita perlu memillah-milah ilmu yang baik bagi kita.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Karakter merupakan ciri khas yang melekat pada setiap yang ada dan mungkin ada. Karakter dimiliki oleh semua dan berbeda-beda di antara mereka. Bagi manusia karakter sangat dipengaruhi oleh apa yang ia ketahui dan pahami. Pengetahuan yang dimiliki dapat menentukan karakter seseorang karena ilmu itu sendiri juga memiliki sifat dan karakteristik. Karakter manusia ditunjukkan ketika ia besikap sehingga orang lain bisa mengetahui karakter seseorang. Selain itu, ada aspek lain yang menjadi karakter seperti kesadaran, penerimaan, perhatian, dsb.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Karakter akan membentuk pribadi manusia, yang termasuk dalam karakter antara lain ikhlas, kesadaran, perhatian, respon, dan nilai. Karakter yang dimiliki setiap orang tidak akan pernah sama. Hal ini yang memacu kita sebagai guru untuk dapat mengembangkan karakter pada diri siswa agar tidak hanya ilmu yang diperoleh siswa ketika mengikuti pembelajaran dikelas tetapi siswa mempunyai karakter yang sesuai dengan kepribadian bangsa kita.

    ReplyDelete
  13. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    Pendidikan Matematika A pps

    Filsafat merupakan cara kita dalam berpikir yang bersifat menyeluruh. Di dunia ini banyak tata cara bagaimana melakukan suatu hal. Seperti saat mempelajari filsafat ini, terdapat tata cara dalam mempelajari filsafat yaitu dengan menanamkan keikhlasan dan niat dalam mempelajarinya, serta dengan informasi dan teori tentang filsafat yang kuat. Kemudain dengan filsafat pola pikir pada diri akan menjadi berkembang dan luas, sehingga untuk mempelajari filsafat secara lebih dalam kita perlu mengimbangi dengan spiritual. Jadi sejauh-jauh kita befilsafat, jangan sampai meninggalkan spiritual.

    ReplyDelete
  14. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menyamakan istilah karakter dengan watak, sifat, ataupun kepribadian. Padahal arti kata karakter dengan watak atau pun sifat tidaklah sama. Karakter yang dimiliki oleh seseorang pada dasarnya terbentuk melalui proses pembelajaran yang cukup panjang. Karakter manusia bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Lebih dari itu,karakter merupakan bentukan ataupun tempaan lingkungan dan juga orang-orang yang ada di sekitar lingkungan tersebut.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Sebenar benar ilmu itu bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Dan untuk mencari ilmu itu perlu lah yang pertama adalah kesadaran akan pentingnya ilmu itu. yang kemudian yaitu perlunya ikhlas menuntut ilmu. Hakikat ilmu yang baik. Kebaikan adalah membawa manfaat yang baik, baik bagi dunia maupun akhirat. Syarat selanjutnya yaitu perhatian pada ilmu. Merespon dan menerima ilmu dengan baik. Dengan cara dan adab yang baik. Maka sikap yang baik yang harus disiapkan ketika menuntut ilmu itulah yang bisa dikatakan sebgai karakter. Sehingga sangat pentinglah pembelajaran dengan mendidik karakter ini. Secara umum pendidikan karakter dalam pendidikan matematika memiliki makna yaitu bagaimana mengintergrasikan pembelajaran matematika yang mengajarkan pula karakter-karakter bangsa. Sedangkan karakter apa saja yang ditumbuhkan yaitu karakter yang ada pada pancasila. Dimana karakter yang mengembangkan ketaqwaan sesuai dengan sila pertama, dll. Kemudian ada pula karakter untuk mengkomunikasikan. Jadi pembelajaran matematika bukan hanya tentang mempelajari konsep matematika saja namun juga karakter positif. Ini merupakan tugas guru untuk selanjutnya merencanakannya melalui RPP dan LKS yang dibuatnya.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Penerimaan, minat, sikap, karakter. Bermula dari satu ketetapan yang sama, sebenar-benarnya ilmu adalah yang membawa manfaat di dunia dan akhirat. Menurut saya, sungguh tidak ada yang disebut pendidikan karakter, yang ada dan tepat adalah pendidikan berkarakter. Bukankan pada postingan ini sudah disebutkan bahwa, "Perubahan diriku itulah yang kemudian aku sebut sebagai karakterisasi. Aku bersyukur telah mampu mempelajari ilmu baru sehingga telah memberikan aku karakter sesuai dengan ciri keilmuan baruku itu. Bahkan aku mulai merasakan bahwa karakterku itu mempengaruhi kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan bahkan hatiku. Ternyata dengan karakterku yang baru ini aku tetap terjaga oleh hatiku". Jika saya diijinkan mengomentari kutipan yang ada pada kolom komentar saya, saya menyebutkan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menjadikan peserta didiknya berkarakter baik. Sehingga setelah mengikuti pembelajaran secara formal, tidak hanya aspek kognitif saja yang meningkat pada diri peserta didik. Melainkan sikap dan skill juga. Tidak berhenti pada transfer of knowledge, tetapi masuk pada transfer of value and skill.

    ReplyDelete
  17. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    “Elegi Menggapai Karakter” mengajarkan kita bahwa dalam menerima ilmu itu harus ikhlas. Menuntut ilmu berada di dalam jangkauan kesadaran kita dan menjadi perhatian kita. Sehingga kesadaran, keikhlasan dan perhatian itu dapat menjadi satu kesatuan.
    Aspek di dalam karakter yaitu kesadaran, penerimaan, perhatian, respon, kepuasan, penilaian dan komitmen.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Semua ilmu pada hakikatnya adalah bermanfaat namun bagaimana kemanfaatan ilmu tersebut sesuai dengan respon penggunanya. Terkadang ada seseorang yang menerima ilmu tapi memberi respon negatif yaitu dengan menerapkan ilmu tersebut kepada sesuatu yang membawa mudharat dan sebaliknya ada orang yang bila mendapatkan ilmu dapat menerapkan untuk memberi manfaat baik bagi dirinya maupun lingkungannya. Orang yang memanfaatkan ilmunya dalam kebaikan akan tergambar dengan karakternya yang semakin baik. Bagaimana karakter seseorang dapat tergambar dari kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan bahkan hatinya.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ilmu apabila kita telah benar-benar memahaminya maka akan membentuk karakter kita. Sebagaimana ilmu biologi dapat membentuk karakter mencintai lingkungan. Matematika dapat membentuk karakter teliti dan logis. Maka jika suatu ilmu telah memberikan suatu karakter pada diri kita itulah yang disebut karakterisasi. Maka apabila kita telah mempelajari suatu ilmu tetapi tidak dapat membentuk karakter positif dalam diri kita maka perlu dipertanyakan apakah kita telah benar-benar memahami ilmu tersebut. Dan agar suatu ilmu dapat membentuk karakter kita, kita harus mempelajari ilmu tersebut dengan hati dan pikiran yang bersih.

    ReplyDelete
  20. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Terima kasih pak atas postingannya. Yang dapat saya ambil dari Elegi Menggapai Karakter ini adalah dalam menggapai ilmu, pertama-tama kita memerlukan kesadaran, keikhlasan, dan perhatian. Kita harus sadar bahwa ilmu itu akan bermanfaat di dunia dan akhirat. Kita harus ikhlas dalam hati dan pikiran. kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh, barulah kita dapat menerima ilmu tersebut. Penerimaan ilmu ini nantinya akan berlanjut pada respon, nilai dan sikap kita. Hal-hal ini nantinya akan terbentuk pada karakter kita. Karena dalam membentuk suatu karakter bukanlah sesuatu yang instan, melainkan memerlukan proses.

    ReplyDelete
  21. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi menggapai karakter, dari elegi ini saya belajar bahwa karakter itu dapat dibentuk dan tidak semata-mata bawaan dari lahir. Karakter akan menjadi semakin kuat seiring dengan ilmu baru yang terus kita pelajari, bahkan semakin kita berilmu maka karakter itu akan mempengaruhi dalam setiap kegiatan keseharian kita. Oleh karena itu, marilah berlomba-lomba membangun karakter positif dalam diri kita. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Kesadaran, keikhlasan, dan perhatian merupakan satu kesatuan. Suatu pengetahuan akan mendapat perhatian apabila bermanfaat untuk dunia maupun akhirat. Refleksi dari elegi ini adalah bahwa dengan ilmu baru yang diperoleh dapat mengubah karakter dari seseorang baik dalam kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan, bahkan hatinya masing-masing. Oleh karena itu sebelum kita mencari ilmu atau mendapatkan ilmu hendaknya berdoa terlebih dahulu agar ilmu yang akan kita peroleh tersebut bermanfaat bagi kita dan akan mengarahkan kita menjadi orang yang lebih baik.

    ReplyDelete
  23. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dengan membaca elegi menggapai karakter menjadikan pengingat kepada saya bahwa dalam mempelajari ilmu yang baru itu harus didasari dengan keikhlasan sehingga ilmu itu dapat berdampak positif baik bagi sikap, ucapan, cara berpikir dan bahkan bagi hati kita.

    ReplyDelete
  24. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sesungguhnya apapun yang dilakukan haruslah yang bermanfaat untuk di dunia dan akherat. Untuk mencapai karakter yang baik, maka saya harus mempunyai kesadaran, keihlasan, perhatian untuk peduli memperjuangkan yang bermanfaat untuk dunia dan akherat. Setelah mempunyai kesadaran, keikhlasan, dan perhatian maka akan ada respon yang positif dalam hidup saya. Respon yang positif maka akan bernilai baik juga, sehingga nantinya akan ada minat yang muncul dalam diri saya. Minat jika diaplikasikan dengan baik maka, akan tercipta sikap yang baik, jika sikap kita sudah baik, maka akan ada yang namanya karakter dalam diri saya. Semua itu bersinambungan dalam kehidupan. Ketika karakter kita telah terbentuk maka kuatkan hati untuk selalu menjaga karakter.

    ReplyDelete
  25. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B Angkt 2017

    elegi diatas menyadarkan saya, ketika kita mendapatkan suatu ilmu baru maka yang kita lakukan haruslah SADAR akan kepentingan ilmu itu sendiri, lalu secara IKHLAS mempelajari ilmu tersebut. Kemudian setelah sadar dan ikhlas disitu lah awal mula ketertarikan kita pada ilmu tersebut sehingga menarik PERHATIAN kita untuk memperlajarinya. ketika perhatian kita sudah tersita maka timbulla RESPON positif untuk lebih mendalami ilmu tersebut. setelah merasa PUAS maka kita pun mendapatka NILAI positif dari mempelajari ilmu itu. maka dari semua rangkaian tersebut terciptalah kata MINAT dan membuat kita berani berSIKAP. nah dari sikap itu timbullah karakter yang sebenarnya dari dalam diri kita.
    maka benar la sikap dan karakter suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari ilmu. karena sejatinya mereka tercipta dari pemahaman kita akan ilmu tersebut. maka sebenar-benarnya ilmu adalah ilmu yang membawa kita kedalam kebaikan baik di dalam dunia maupun akhirat nanti.

    ReplyDelete
  26. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Karakter seseorang terbentuk atas dasar kesadaran, keikhlasan dan perhatian. Dengan karakter itu kita sebagai manusia mempunyai kemampuan masing-masing yang mungkin sama ataupun berlainan. Karakter itulah yang membentuk kita sebagi insan manusia. Dengan karakter yang berbeda kita sebaiknya tidak memaksakan diri agar sama, karena keberagam karakterlah yang membuat peradaban lebih beragam.

    ReplyDelete
  27. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi menggapai karakter di atas mengajarkan kita bahwa ilmu adalah sesuatu yang sangat diperlukan untuk menjalani kehidupan dunia dan akhirat. Maka sebenar-benar ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Hal ini menandakan bahwa kita tidak hanya dituntut mencari ilmu dunia melainkan akhirat juga. Dan sebenar-benar pondasi dalam mencari ilmu adalah dengan adanya keikhlasan. Ikhlas menghantarkan kita kepada kesadaran, perhatian, respon, nilai, minat, sikap, dan pada akhirnya berujung kepada karakter. Karakter yang terbentuk merupakan hasil dari proses panjang yang telah dilalui oleh seseorang terhadap dirinya baik pengaruh internal maupun eksternal. Karakter setiap orang pastinya berbeda-beda. Karakter seseorang akan berbeda jika dibandingkan setelah ia memperoleh ilmu dengan sebelum ia memperoleh ilmu. karena sebenar-benar karakter adalah ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    dari tulisan di atas saya mendapatkan pengetahuan baru yang selama ini sebenarnya sudah saya rasakan, tapi tidak terlalu saya perhatikan, yaitu bahwa dengan mempelajari ilmu baru, itu akan membentuk karakter kita masing-masing. saya juga merasakan hal tersebut karena sejak masuk kuliah S2 saya merasa pola pikir dan karakter saya sedikit demi sedikit berubah sesuai dengan ilmu yang ssedang saya pelajari di sini.

    ReplyDelete
  29. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menginformasikan bahwa penerimaan ilmu oleh seorang manusia melalui beberapa tahap, yang nantinya akan membentuk karakteristik yang melekat pada diri seseorang tersebut. Ilmu baru yang ada dihadapan manusia akan diterima dulu oleh kesadarannya. Kesadaran ini akan dilihat dari keikhlasan dalam menerima dan perhatian yang tertuju pada ilmu baru tersebut. Jika ketiga komponen ini telah terlalui maka dikatakan bahwa manusia tersebut melakukan penerimaan akan ilmu baru tersebut. Penerimaan ini dilakukan melalui respon dan nilai yang terkandung pada ilmu tersebut. Respon dan nilai yang terkandung dapat positif atau pun negatif. Jika responnya positif dan nilai yang terkandung pula positif maka seseorang akan minat terhadap ilmu baru ini. Minat yang ada dan pengertian yang dimiliki seseorang akan melahirkan sikap seseorang melalui ilmu baru yang diterimaya. Sikap ini sangat dekat dengan karakter, sehingga karakter seorang tergantung ilmu baru yang diterimanya. Apabila dalam diri seseorang menerima ilmu yang bermanfaat baik bagi dunia maupun akhirat, maka karakternya baik karena seimbang pada dua hal itu.
    Seorang guru pun bertugas untuk memberikan sumbangsi bagi pengembangan karakter siswa. Sudah sepatutnya guru menjadi teladan yang baik bagi siswa untuk berkarakter baik. Guru pun sebaiknya menjadi pemberi informasi pengetahuan yang menyeimbangkan kebaikan baik bagi dunia maupun akhirat kepada siswa, sehingga tercipta pendidikan karekter yang menjadi tujuan bersama.

    ReplyDelete
  30. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Ada 5 tingkatan mencari ilmu menurut Karthwohl yaitu penerimaan, merespon, menilai, pengorganisasian nilai dan karakter. Setelah kelima tingkatan proses belajar tersebut, baru akan terbentuk karakter dari ilmu tersebut. Karakter yang terbentuk dari ilmu yang dimiliki akan mempengaruhi tingkah laku dan pemikiran seseorang. Oleh karena itu pembentukan karakter harus dilakukan dengan baik karena hal tersebut mempengaruhi seeorang dalam berpikir dan bertindak. Setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda dan kita harus mampu menyikapinya.

    ReplyDelete
  31. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Karakter adalah sesuatu yang kompleks. Yang terjadi lewat kesadaran, keikhlasan dsn perhatian yang direspon sehingga menjadi sikap yang kemudian baru menjadi karakter. Karena itulah sulit membangun atau mengubah karakter seseorang, karena karakter tak dibangun dalam proses singkat.

    ReplyDelete
  32. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Artikel ini sangat bermakna bagi saya. Menurut pandangan saya setelah membaca artikel ini yaitu sebelum berilmu, kita harus mempersiapkan diri kita secara internal agar ilmu yang kita kejar tidak sia-sia atau bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Bahkan, bagi seorang muslim ada tiga amalan yang akan dibawa atau yang tidak putus ketika ia sudah meninggal, satu diantaranya yaitu ilmu yang bermanfaat. Bermanfaat disini adalah ilmu tidak hanya untuk diri kita sendiri tapi juga bermanfaat untuk orang banyak. Bagaimana agar ilmu yang kita kejar bermanfaat bahkan ketika kita sudah tiada? Jawabannya telah saya temukan pada artikel diatas :)
    Terima kasih sebelumnya, Pak :)

    ReplyDelete
  33. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan di atas saya begitu terkesima. Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Saya belajar dari ulasan di atas bahwa mengusahakan mempelajari suatu ilmu yang memiliki kebermanfaatan di dunia dan akhirat. Semoga setiap ilmu yang saya pelajari mampu menautkan pada hati saya pula. Saya membayangkan betapa hidupnya jiwa dan raga saya saat mampu mengkombinasikan keduanya.

    ReplyDelete
  34. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Manusia memiliki karakter yang berbeda satu dengan yang lainnya, tergantung bagaimana ilmu dalam dirinya. Sikap yang ada dalam diri kita, menunjukkan bagaiamana karakter kita. Manusia yang berkarakter memiliki gambaran bagaimana cara berpikir dan bertindaknya. Karakter akan muncul setelah mempelajari berbagai ilmu-ilmu yang bermanfat dunia maupun akhirat. Dalam mempelajari ilmu-ilmu tersebut harus berlandaskan kesadaran, keikhlasan, dapat menerima, dapat merespon, kepuasan, menilai, perhatian, sikap, dan minat, maka akan terciptalah karakterisasi yang positif. Pembentukan karakter akan mempengaruhi bagaimana kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan, bahkan hatinya juga.

    ReplyDelete
  35. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dalam elegi menggapai karakter ini, berdasarkan pemahaman saya bahwa dalam menggapai karakter perlu upaya dan kerja keras yang dilakukan. Hal pertama adalah mulai kesadaran akan adanya ilmu, kemudian ditindaklanjuti dengan keikhlasan dalam mempelajari ilmu karena berguna untuk dunia dan akhirat. Karena merasa ikhlas maka muncul usaha untuk saling terjemah menerjemahkan sehingga muncullah respon, penerimaan, dan nilai. Respon, penerimaan,dan nilai melebur menjadi satu yaitu minat. Tidak cukup itu saja sikap dalam menerima ilmu juga merupakan hal yang penting untuk menggapai karakter. Karakter diperoleh ketika ilmu telah diterima. Karakter merupakan ciri khas seseorang setelah memperoleh ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  36. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat bermanfaat pula bagi dunia dan diakhirat. Dengan keihlasan menggapai ilmu tersebut maka ilmu baru yang didapatkan akan ada manfaatnya bagi kehidupan dunia dan akhirat. Ilmu yang yang mempunyai nilai positif akan membentuk karakter positif pula pada diri seseorang.

    ReplyDelete
  37. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pada hakikatnya Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai macam karakter yang banyaknya sangat tak terhingga. Kita sebagai manusia, sebaiknya bisa memahami setiap karakter yang dimiliki oleh orang lain karena sejatinya karakter yang dimilikinya adalah kehendak Tuhan. Namun demikian, bukan berarti karakter-karakter itu melekat pada diri manusia selamanya. Setiap orang pasti memiliki karakter atau sifat yang baik dan ada yang buruk. Kita dapat mengubah karakter buruk kita menjadi karakter baik dan karakter yang sudah baik dapat terus diperbaiki agar lebih baik kemudian diistiqomahkan agar tetap melekat pada diri kita. Karena sebaik-baik manusia adalah yang senantiasa mau memperbaiki diri agar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sebagai insan yang disayangi Allah SWT.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Karakter manusia sejatinya sangat beragam, ada yang memiliki tingkat kesadaran tinggi, ada yang senantiasa ikhlas dalam melakukan segala hal, penuh perhatian, respect (senantiasa memberi respon yang baik dan tepat), selalu bersyukur dan menerima apa yang telah dimiliki, ada perhatian atau peduli dengan sesama, dan masih banyak lagi yang lainya. Akan tetapi, ada juga manusia yang memiliki karakter berkebalikan dengan karakter yang telah disebutkan. Karakter buruk tersebut akan berdampak kurang baik juga terhadap pemiliknya. Agar kita dalam hidup dapat berjalan secara harmonis, maka sebaiknya kita mampu memahami karakter-karakter tersebut baik karakter dalam diri sendiri maupun karakter yang dimiliki oleh orang lain (toleransi).
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  39. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Untuk menggapai karakter yang baik harus dimulai dengan belajar dengan tekun dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Namun semua itu harus dilandasi dengan niat yang humanis. Menggapai karakter yang baik adalah bagian dari proses menjadi manusia seutuhnya.

    ReplyDelete
  40. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam elegi menggapi karakter ini menjelaskan bagaimana proses dalam menggapai karakter yang baik. Karakter dibangun dari berbagai ilmu. Dalam memperoleh ilmu dibutuhkan roses yang sangat panjang. Dimulai dengan kesadaran, tanpa adanya kesadaran maka tidak akan ilmu itu meresap, bagaikan angin lalu. Dari kesadaran itu butuh keikhlasan, tanpa ada keikhlasan, hanya akan menjadi beban saja dan bukan menjadi ilmu. Selin itu juga dibutuhkan perhatian, apabila kita memperhatikan, ilmu hanya akan hilang begitu saja.

    Pada dasarnya ilmu sampai sudah masuk dalam fikiran, namun butuh tindak lanjut yaitu respon, agar tidak hilang dan bermanfaat. Setelah itu butuh penilaian apakah seperti apakah nilai itu. Kemudian sikap, disikap inilah ilmu tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila sikap ini menjadi kebiasaan, maka itulah yang sebenarnya adalah karakter manusia. semoga kita selalu menjaga tindakan kita dan karakter kita. Amiii.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  41. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Dari elegi diatas, yang dapat saya simpulkan hakikat dari menuntut ilmu adalah membentuk karakter diri yang baik. Karakter yang baik tersebut terbentuk dari proses kita menerima dan menyikapi ilmu baru yang diterima tersebut. Suatu ilmu dapat bermanfaat dan memberntuk karakter yang baik apabila kita 'legowo' dan 'mau berusaha' dalam mempelajari ilmu tersebut. Terkadang untuk menerima sesuatu yang baru memang sulit, diperlukan suatu keikhlasan yang besar. Menurut saya, untuk membuat diri menjadi ikhlas dan mau berusaha terhadap ilmu baru tersebut, sebaiknya kita lihat kira-kira dimasa depan, manfaat apa yang dapat diperoleh dari kita mempelajari ilmu tersebut. Jika kita tahu bahwa ilmu sangat bermanfaat di dunia, di masa depan (bahkan di akhirat), Insya Allah rasa malas dan tidak ikhlas akan sedikit demi sedikit luncur tergantikan oleh minat untuk mendapatkan manfaat di masa depan.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kelas C

    Salah satu tujuan dari pembelajaran adalah menanamkan karakter kepada siswa. Sehingga ilmu yang dipelajari menjadi karakter. Apabila sudah menjadi karakter pasti ilmu tersebut sudah diterima dengan baik oleh siswa. Sehingga siswa tersebut tidak akan mudah lupa karena telah menjadi karakter dalam diri.

    ReplyDelete
  43. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Bukan hal yang mudah mengapai karakter ini. Namun jika kita telah menggapainya, maka hati akan terjaga. Karakter akan mempengaruhi segala kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan, dan hati. Maka sebagai guru, amat pentinglah memiliki karakter, agar anak-anak didik pun memiliki teladan dalam hal karakter. Karakter itu terbentuk dari kebiasaan kebiasaan. Biasakan berpikir, bersikap, berucap, berkegiatan yang baik, agar terbentuk karakter yang baik dalam diri.

    ReplyDelete
  44. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa manusia yang ada di dunia ini memiliki karakter masing-masing. Allah SWT menciptakan manusia dengan sifat dan karakter yang unik untuk masing-masing manusia sesungguhnya berbeda-beda. Kami juga memahami bahawa banyak faktor yang mempengaruhi karakter seseorang, misalnya : ilmu pengetahuan, ilmu agama, tingkat spiritual, ketiga hal ini sangat menpengaruhi seseorang arif dalam bertindak, serta dapat memposisikan kodratnya sebagai makhluk social. Dalam membangun bangsa diperlukan karakter kuat agar bangsa kokoh. Semoga pendidikan kita mampu membangun ilmu pengetahuan dan karakter yang kuat bagi generasi-generasi penerus bangsa ini. Amin.

    ReplyDelete
  45. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Melalui elegi ini kita mengetahui bahwa karakter dibangun oleh ilmu yang didukung oleh banyak komponen, yaitu kesadaran, sudi menerima, perhatian, sudi merespon, mau merespon, kepuasan, kehendak menilai, referensi untuk menilai dan komitmen, sikap.

    ReplyDelete
  46. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sikap akan membentuk karakter. Sikap dan karakter kita adalah berdasarkan ilmu yang kita miliki. Ilmu yang baik akan membawa pengetahuan yang positif sehingga sikap kita terhadap sesuatu pun menjadi baik dan positif. Sikap positif yang terus-menerus dilakukan lama kelamaan akan menjadi karakter positif. Melalui elegi kali ini saya belajar bahwa ilmu didapatkan melalui sinergi banyak hal seperti hati yang ikhlas, kesadaran, perhatian, respon.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    ilmu itu bersifat netral, jika digunakan dengan baik maka akan memberi manfaat positif yang baik. Namun jika ilmu disalahgunakan maka juga akan memberi manfaat, namun negatif dengan kata lain adalah sebuah keburukan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dalam mengaplikasikan ilmu dibutuhkan sikap dan karakter yang baik sehingga ilmu dapat digunakan sehingga menghasilkan kebermanfaatan yang baik.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Karakter adalah sifat dasar yang dimiliki seseorang. Namun, karakter juga dapat dibentuk melalui sikap dan pembiasaan. Sikap positif yang diulang-ulang akan membentuk karakterpositif yang melekat pada diri orang tersebut. Sebaliknya, sikap negatif yang diulang-ulang juga dapat membentuk karakter negatif pada diri orang tersebut. Menurut saya, ilmu yang kita miliki adalah dasar pembentuk karakter. Ilmu kita adalah penentu sikap kita dan sikap kita penentu karakter kita. Semoga ilmu yang kita miliki senantiasa bisa mengubah sikap kita dari yang buruk menjadi baik sehingga kita pun memilikin karakter yang baik, aamiin.

    ReplyDelete
  49. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Karekter adalah ciri khusus yang membedakan benda satu dengan benda lainnya. Ilmu mempunyai karakter sendiri-sendiri, berbeda-beda. Ilmu sains berbeda dengan ilmu sosial. Ilmu yang kita miliki tidak akan berguna tanpa kita amalkan. Sudah seharusnya kita gunakan hati kita untuk mengendarai tubuh kita sehingga ilmu kita bermanfaat. Manfaat dari ilmu akan muncul jika didasari dengan spiritual dalam menjalankannya

    ReplyDelete
  50. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Karakter itu terlihat dari ucapan, perbuatan, dan pemikiran. Karakter dipengaruhi oleh lingkungan. Karakter dapat dibanguan, tetapai untuk membangun karakter tentu tidak mudah.

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Suatu ilmu itu akan kita pelajari jika kita sudah sadar akan pentingnya ilmu tersebut, menaruh perhatian dengan ikhlas terhadap ilmu tersebut, yakin bahwa ilmu tersebut dapat memberikan kepuasan, yakin bahwa kita mampu menerimanya, adanya referensi. Ilmu yang baik adalah ilmu yang mampu memberikan mafaat baik di dunia maupun akhirat. Ilmu yang kita pelajarai hendaknya dapat membimbing kita untuk memiliki nilai, sikap, dan karakter yang baik

    ReplyDelete
  52. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Dari elegi ini, kita belajar bahwa dalam memperoleh, mendapatkan, menuntut atau menjempit ilmu itu kita harus ikhlas. Ikhlas disini mengandung banyak hal, seperti sikap sadar akan ilmu yang kita dapatkan. Sadar dengan tujuan kita memperoleh ilmu tersebut dan sadar akan tanggung jawab kita setelah mendapatkannya. Selain itu kita musti coba untuk perhatian dan peduli dengan ilmu yang kita serap. Jangan hanya diterima mentah-mentah tanpa kita tahu asal-usul dan sebab akibat dari kita memperolehnya. Sehingga kita harus merespon pula dan memberi tanggapan terhadap ilmu yang kita punya. Ketika kita merespon, itu berarti kita telah menerima plus minus dari ilmu tersebut, dan kemudian kita wajib memberikan penilaian sehingga terlihat apakah kita berminat dan konsisten terhadapnya atau tidak. Dari situlah akan tergambar sikap dan karakteristik kita setelah memperoleh ilmu tersebut. Dengan begitu, ilmu yang kita menjadi berkah dan bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga orang lain.

    ReplyDelete
  53. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Karakter adalah segala sesuatu yang ada dalam diri kita. bahkan sampai hari inipun karakter akan mempengaruhi saya bertindak, bergerak, bertutur kata, berperilaku sampai pada pikiranku. suatu karater yang baik akan menyebakan sekitar kita ikut baik dengan adanya kita, begitupun dalam mencari ilmu pengetahuan pun akan berpengaruh dengan karakter yang kita miliki, seperti keiklasan, perasaan, sopan santun respon merupakan hal -hal yang dapat mempengaruhi karakter kita.

    ReplyDelete
  54. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Karakter adalah dimensi dalam diri manusia yang meluas sampai keluar. Setiap manusia memiliki karakter yang digapai dengan ikhtiarnya. Sejatinya hanya ada dua karakter manusia, yaitu baik dan tidak baik. Dengan berbagai turunannya akan menunjuk wujud karakter si manusia. Tinngal ikhtiar yang dilakukan lebih dominan yang baik atau tidak baik. Ikhtiar akan menentukan dominan karakter seseorang.

    ReplyDelete
  55. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dalam sebuah pencapaian karakter, maka seseorang sangat tergantung dengan sikap dalam menghadapi segala sesuatu. SIkap dan karakter adalah hal yang tidak terpisahkan. Karena karakter sering ditampilkan lewat sikap. Sikap yang baik mewujudkan karakter yang baik. Karakter yang baik mewujudkan pikiran dan hati yang baik.

    ReplyDelete
  56. ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Pada bacaan di atas terdapat sembilan aspek di dalam karakter, yaitu kesadaran, penerimaan, perhatian, sudi merespon, mau merespon, kepuasan, kehendak menilai, referensi untuk menilai dan komitmen. Ilmu memberikan manfaat untuk masa depan dan akhirat. Jadi, ilmu bersifat pragmatis dan memiliki sifat yang berkarakteristik.
    Karakter merupakan sesuatu yang khas yang ada pada diri manusia. Setiap manusia pasti mempunyai karakter yang berbeda-beda. Karakter dapat dibangun, seperti hal yang sering kita dengar adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter tidak dapat dengan mudah ditumbuhkembangkan dalam waktu yang singkat. Butuh kebiasaan dan proses yang cukup lama

    ReplyDelete
  57. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Suatu ilmu dikatakan bermanfaat atau tidak tergantung dari orang yang menggunakan ilmu tersebut. Apakah menggunakannya untuk kebaikan atau keburukan. Untuk bisa mempergunakan ilmu supaya bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dunia akhirat, haruslah memiliki karakter yang kuat. Karakter yang dibangun atas dasar perhatian, kesadaran, keikhlasan, respon, minat, nilai, dan pengertian. Karena karakter akan mempengaruhi setiap kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan, dan hati.

    ReplyDelete
  58. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Seperti yang diungkapkan oleh sikap, sesungguhnya karakter merdeka dari hal nilai, sikap, perngertian, minat, ikhlas dan lain-lain. Hal ini juga mewakili ungkapan karakter seseorang tidak mewakili hatinya. Kita tidak bisa menilai ketulusan sesrang berdasarkam karakter yang terlihat karena sejatinya setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Namun, Ilmu dapat merubah karakter sesorang menjadi lebih baik. Maka dari itu manusia dituntut untuk terus menuntut ilmu agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya.

    ReplyDelete
  59. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seorang manusia dengan manusia yang lain. Karena itulah karena sangat besar manfaatnya bagi kehidupan manusia di dunia dan di akhirat. Semua hati dan pikiran manusia akan tampak ddi dalam karakternya. Orang-orang yang memiliki hati ikhlas, dan berilmu pun dapat terlihat dari karakternya, yaitu tidak sombong.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  60. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seseorang akan menjadi panutan orang lai jika memiliki karakter yang baik. Begitu juga dengan pendidik. Jadi seorang pendidik memang seharusnya memiliki karakter yang baik agar dapat ditiru oleh peserta didiknya. Oleh karenanya, pengembangan karakter peserta didik harus dimulai dari pengembangan karakter dari pendidik.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  61. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam mewujudkan segala hal yang ada dalam dirinya ini, seseorang harus mencari ilmu hingga dasar. Tanpa adanya sebuah pencarian tersebut, maka seseorang akan mudah tertipu satu sama lain dalam mewujudkan sebuah tindakan. Ilmu yang memberikan pengaruh yang luar bisa maka harus dilakukan; pertama aku adalah kesudianku. Kedua aku adalah kemauanku. Tanpa adanya dua hal tersebut, maka tindakan mencari ilmu hingga dasar tidak dimiliki secara baik.

    ReplyDelete
  62. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Yang perlu diingat dalam pencarian ilmu adalah pengertianku terhadap ilmumu itu ternyata tidak tunggal. Maka aku perlu mengelola pemngertian-pengertian itu. Aku perlu menggabung-ganbungkannya. Aku perlu merangkumkannya. Katakanlah bahwa aku terdiri dari konsep-konsep dan organisasi dari konsep-konsep tentang ilmu itu. menurut saya, ilmu yang kita miliki adalah dasar pembentuk karakter. Ilmu kita adalah penentu sikap kita dan sikap kita penentu karakter kita.

    ReplyDelete
  63. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi diatas, dapat saya simpulkan bahwa dalam mempelajari ilmu diperlukan suatu keikhlasan, niat, minat, respon serta kesadaran. kesadaran akan pentingnya bahwa ilmu itu merupakan sesuatu yang penting begitupun mempelajari filsafat diperlukan keikhlasan, kesadaran serta kesudian mempelajarinya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  64. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Karakter dapat pula dikatakan ciri khas yang menjadi tanda akan sesuatu hal. Setiap makhluk hidup khususnya manusia mempunyai karakter yang menjadi ciri khas akan seseorang itu. Setiap karakteristik yang ada, harus juga diimbangi dengan nilai akhirat dan nilai ilmu. Setiap manusia yang ingin menggapai karater yang baik, maka haruslah berusaha menggapai dengan cara dan niat yang baik pula, tetapi sebaliknya jika ingin mempunyai karakter yang tidak baik, maka menggapai nya dengan cara dan niat yang tak baik pula.

    ReplyDelete
  65. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Karakter manusia dibangun berdasarkan pengalaman. Pengalaman yang matang membentuk karakter yang lebih baik. Namun pengalaman ini juga ditentukan oleh banyaknya ilmu pengetahuan yang dipelajari. Percuma banyak pengalaman, namun tidak dapat belajar dibalik pengalaman tersebut dengan mencocokkan pengalaman dengan ilmu pengetahuan yang ada. Pengalaman dan ilmu pengetahuan dilengkapi dengan kecerdasan emosional dan spiritual seseorang akan saling berkolaborasi menghasilkan karakter yang baik.

    ReplyDelete
  66. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  67. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pembangunan karakter adalah salah satu hal yang perlu dicanangkan dalam pendidikan. Hal ini mengingat bahwa generasi muda bangsa haruslah seseorang yang memiliki karakter yang baik. Karakter seseorang berhubungan dengan ilmunya. Seyogyanya semakin tinggi ilmu seseorang semakin baik karakternya karena pola pikirnya semakin berkembang. Namun hal ini bukanlah jaminan bila tidak disupport dengan hati yang ikhlas. Maka agar peningkatan ilmu berbanding lurus dengan karakter hendaklah kita menjalani sesuatu dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  68. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dalam menggapai karakter, seseorang tentu akan memiliki pandangan yang berbeda. Karena karakter merupakan cara berpikir dan bertingah laku yang menjadi ciri khas seseorang. Ciri khas inilah yang menjadi karakter seseorang hingga ia dipandang berbeda dengan orang lain. Dalam perkembanganan karakter, seseorang akan memiliki karakter yang berbeda dari aslinya tergantung bagaimana ia bergaul, ia berpikir dan ia belajar dari pengalaman. Perubahan karakter ini sering terjadi seiring perubahan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  69. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Adanya ilmu baru yang diterima seseorang tentunya akan mempengaruhi sikap sesorang karena ia telah memahami dan mengerti hal-hal yang baru. Oleh karena itu, sikap sesorang akan berubah sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Sikap seseorang membentuk karakter. Karakter tersebut akan mempengaruhi segala hal yang dilakukan, seperti ucapan, perbuatan, pemikiran, bahkan perasaan.

    ReplyDelete
  70. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Karakter sebetulnya merdeka terhadap diri kami (sikap), apapun keadaan kami maka terserahlah dirimu. Anda boleh ada juga juga boleh tidak ada di situ. Tetapi jika anda ada disitu maka anda juga boleh menentukan sembarang karaktermu. Dari kalimat ini berarti bahwa karakter merdeka dari hal nilai, sikap, ikhas, dll. Dengan kata lain karakter dapat ada dalam keadaan apapun, tetapi juga bisa tidak ada. Jika ada karakterpun bebas menentukan mau seperti apa. Karena karakter dapat mempengaruhi katakta, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan, bahkan hati.

    ReplyDelete
  71. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terima kasih Bapak atas Elegi berjudul Elegi Menggapai Karakter yang telah Bapak share kepada kami. Karakter memang sesuatu yang sangat melekat pada diri seseorang. Seseorang dilihat dari karakternya. Ada karakter baik dan buruk. Melihat anak-anak bangsa Indonesia yang mulai kehilangan karakternya, maka pemerintah dalam bidang pendidikan khususnya memasukkan pembangunan/membangun karakter pada kurikulum saat ini. Karakter erat kaitannya juga dengan ilmu seseorang, saya rasa semakin tinggi seseorang maka ia akan mempunyai karakater yang baik.Seyogyanya semakin tinggi ilmu seseorang semakin baik karakternya karena pola pikirnya semakin berkembang. Namun hal ini bukanlah jaminan bila tidak disupport dengan hati yang ikhlas. Maka agar peningkatan ilmu berbanding lurus dengan karakter hendaklah kita menjalani sesuatu dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir.

    ReplyDelete
  72. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Elegi menggapai karakter ini menggambarkan bahwa setiap individu memiliki karakter. Karakter seseorang yang satu dengan yang lain dapat berbeda. Ilmu yang dimiliki seseorang dapat mempengaruhi karakter sesorang. Karakter yang dimiliki tersebut dapat mempengaruhi kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, aktivitas, bahkan hati. Dalam mempelajari ilmu untuk membentuk karakter dipengaruhi oleh Sembilan aspek antara lain kesadaran, sudi menerima, perhatian, sudi merespon, mau merespon, kepuasan, kehendak menilai, referensi untuk menilai dan komitmen. Sembilan aspek itu akan mempengaruhi ilmu untuk membangun karakter, agar karakter positif maka ilmunya pun harus positif.

    ReplyDelete
  73. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Bukalah diri untuk mempelajari berbagai Ilmu yang bermanfaat di dunia dan akherat. Karena ilmu yang seperti itu akan membawa karakter yang baik bagi diri kita. Ilmu akan merubah karakter kita, ilmu mempengaruhi kata-kata, ucapan, gerak, pikiran, kegiatan bahkan hati. Karena itulah, kita harus memastikan ilmu tersebut bermanfaat di dunia dan akherat sebelum mulai mempelajarinya.

    ReplyDelete