Sep 22, 2010

Elegi Perbincangan Bukan Benar dan Bukan Salah




Oleh Marsigit

Bukan benar dan bukan salah:
Kami-kami ini adalah bukan benar dan bukan salah. Kami bukan benar tetapi kami juga bukan salah. Selama ini memang kami merasa terpinggirkan oleh hak istimewa yang diperoleh benar dan salah. Tetapi tidak apalah, kami juga ingin selalu menjaga silaturahim diantara bukan benar dan bukan salah. Setelah saya identifikasi, ternyata cukup banyak juga anggotaku itu

Pertanyaan:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah pertanyaan. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat pertanyaan yang benar atau pertanyaan yang salah. Padahal aku sekedar bertanya. Menurutku pertanyaanku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara anggotamu. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan pertanyaan-pertanyaanku, karena pertanyaanku itu sesungguhnya bukanlah benar dan bukanlah salah.

Keadaan:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah keadaan. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat keadaan yang benar atau keadaan yang salah. Padahal aku sekedar keadaan. Menurutku keadaanku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara anggotamu. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan keadaan-keadaanku, karena keadaanku itu sesungguhnya bukanlah tentang keadaanbenar dan bukanlah tentang keadaan salah.

Waktu:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah waktu. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat waktu yang benar atau waktu yang salah. Padahal aku sekedar waktu. Menurutku waktuku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan waktu-waktuku, karena waktuku itu sesungguhnya bukanlah tentang waktu benar dan bukanlah tentang waktu salah.

Ruang:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah ruang. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat ruang yang benar atau ruang yang salah. Padahal aku sekedar ruang. Menurutku ruangku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan ruang-ruangku, karena ruangku itu sesungguhnya bukanlah tentang ruang benar dan bukanlah tentang ruang salah.

Persepsi:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah persepsi. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat persepsi yang benar atau persepsi yang salah. Padahal aku sekedar persepsi. Menurutku persepsiku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan persepsi-persepsiku, karena persepsiku itu sesungguhnya bukanlah tentang persepsi benar dan bukanlah tentang persepsi salah.

Logika:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah logika. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat logika yang benar atau logika yang salah. Padahal aku sekedar logika. Menurutku logika itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan logika-logikaku, karena logika itu sesungguhnya bukanlah tentang logika benar dan bukanlah tentang logika salah.

Benar:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah benar. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat benar yang benar atau benar yang salah. Padahal aku sekedar benar. Menurutku benar itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan benar-benar, karena benar itu sesungguhnya bukanlah tentang benar benar dan bukanlah tentang benar salah.

Salah:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah salah. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat salah yang benar atau benar yang salah. Padahal aku sekedar salah. Menurutku salah itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan salah-salah, karena salah itu sesungguhnya bukanlah tentang salah benar dan bukanlah tentang salah salah.

Bukan benar:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah bukan benar. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat bukan benar yang benar atau bukan benar yang salah. Padahal aku sekedar bukan benar. Menurutku bukan benar itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan bukan benar-bukan benar, karena bukan benar itu sesungguhnya bukanlah tentang bukan benar benar dan bukanlah tentang bukan benar salah.

Bukan salah:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah bukan salah. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat bukan salah yang benar atau bukan salah yang salah. Padahal aku sekedar bukan salah. Menurutku bukan salah itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan bukan salah-bukan salah, karena bukan salah itu sesungguhnya bukanlah tentang bukan salah benar dan bukanlah tentang bukan salah salah.

Benar dan salah protes:
Wahai semuanya, sungguh lihai engkau mengelabuiku. Bagiku tiadalah ada di dunia ini yang tidak termasuk ke dalam benar atau salah. Aku tidak mempercayaimu. Ketidakpercayaanku terhadap dirimu, itu adalah pertanda bahwa engkau itu tidak benar. Wahai bukan benar dan bukan salah, kendalikanlah anggota-anggotamu itu, supaya tidak melampaui batas. Tetapi aku juga sedikit ragu apakah protesku ini benar atau salah?

Orang tua berambut putih:
Nantikan elegi berikutnya, mungkin akan ada jawaban dari para logos.

44 comments:

  1. 'Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bukan benar dan bukan salah berarti hal tersebut bersifat netral. Netral berarti tidak memihak pada apapun, tidak dalam kelompok apapun, tidak terikat pada apapun, dan sebagainya yang posisinya selalu tidak benar tetapi juga tidak salah. Terkadang kita perlu memposisikan diri kita netral karena itu bisa jadi adalah solusi dari suatu permasalahan.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Benar itu relatif, dan begitu juga salah. Kita sebagai manusia bisa menilai segala sesuatu sesuka hati kita, bisa menilai orang itu pintar, cantik, baik, buruk, jahat, namun semua itu sebatas penilaian kita saja dan belum tentu benar menurut orang lain. jadi benar dan salah itu tergantung dari dimensi ruang dan waktunya dimana kita berada saat itu

    ReplyDelete
  3. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Dalam perkuliahan filsafat saya pernah melakukan refleksi sebagai berikut:
    Mempelajari filsafat bukan masalah benar atau salah, sebagai contoh bagaimana kita menggunakan panca indera kita. Kita menggunakan panca indera kita untuk merasakan obyek-obyek yang ada namun tidak semua obyek harus kita rasakan. Contohnya adalah ketika kita mendengar, tidak semua obyek kita dengarkan, kita perlu memilah mana yang perlu kita dengar dan mana yang tidak. Selain karena sebab kesopanan namun juga manusia diberikan keterbatasan dalam menggunakan panca indera. Kita tidak bisa mendengarkan semua jenis suara, namun jangan menganggap keterbatasan hanya sebagai sesuatu yang negatif, karena jika kita bisa mendengarkan semua jenis suara maka belum tentu kita bisa menanggungnya.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hal yang dikatakan bukan benar maupun salah merupakan keadaan sesuatu yang tidak dapat dikegorikan sebagai sebuah kebenaran atau sebuah kesalahan. Kebenaran duduk diatas puing-puing kesalahan dan kesalahan menyangga tiang-tiang kebenaran. Benar ini dating dari sesuatu hal yang salah dan yang tidak benar merupakan yang berdiri begitu saja tanpa adanya kesalahan. Namun, sesuatu yang benar apabila dilakukan dengan niat yang salah, hasilnya akan salah dan sesuatu yang salah apabila dilandasi dengan niat yang benar, hasilnya bisa benar.

    ReplyDelete
  5. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Benar dan salah bersifat relatif terhadap ruang dan waktunya. Sering sekali pendapat kita mengenai suatu hal dalah benar, namun menurut orang lain itu bukan merupakan hal yang benar. hal yang kita anggap benar, tak selamanya begitu menurut pendapat orang lain. Sesuatu yang relatif seperti ini maka akan menjadi lebih sulit untuk mendefinisikan apakah ini benar atau salah. Sekarang bergantung pada subjek masing-masing yang menilai.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Benar dan salah adalah persepsi. Benar dan salah adalah logika. Begitupun bukan benar dan bukan salah. Semua orang bisa menganggap dia benar atau salah dan juga bisa menganggap orang lain benar atau salah. Kemudian menurut si A hal itu benar atau salah belum tentu menurut B hal itu benar atau salah. Maka berlaku huga dengan bukan benar dan bukan salah. Ketika kita tidak mempercayai sesuatu pasti kita mengangap ia bukan benar begitupun sebaiknya. Namun, kebenaran tetaplah kebenaran makan janganlah kita melampaui batas dan tetap berpihak pada yang benar dan bukan salah.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Benar dan salah merupakan kontradiksi. Benar dan salah bergantung pada keadaan, waktu, ruang, persepsi, logika seseorang akan segala sesuatu. Yang saya pandang salah belum tentu orang lain akan menganggap hal yang sama, butuh adanya komunikasi untuk dapat mengetahui apakah sesuatu itu dianggap benar atau salah karena persepsi seseorang berbeda-beda. Hanya hati yang ikhlas dan pemikiran yang kritis yang dapat menyatukan kedua persepsi atau pandangan yag berbeda.

    ReplyDelete
  8. Manusia kadang mencari sesuatu di luar dari fitrah atau kodratnya. Menurut hemat saya segala yang ada dan mungkin ada dapat dikenakan sifat benar atau salah, tetapi sifat benar atau salah tersebut bernilai obyektif dari sudut pandang individu tersebut. Walaupun ada benar dan salah yang bersifat universal. Bukan benar dan bukan salah merupakan paradoks, seperti pada paradoks zeno. Paradoks yang sepertinya masuk akal tetapi kenyataannya tidak seperti yang dipikirkan oleh akal.

    ReplyDelete
  9. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi perbincangan bukan benar dan bukan salah menjelaskan bahwa benar itu sesuai ruang dan waktu. Bukan benar tidak berarti salah, dan bukan salah tidak berarti benar. Benar dan salah bersifat relatif sesuai ruang dan waktu, karena benar menurut kita belum tentu benar menurut orang lain, begitu pula sebaliknya hal yang kita anggap salah belum tentu salah dimata orang lain, semua itu tergantu ruang dan waktunya. Ketika berbicara benar dan salah maka yang dikaji adalah logika, sedangkan logika adalah konsisten, kebenaran pengalaman adalah korespondensi.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Tidak ada sesuatu yang ada di dunia ini yang benar saja atau salah saja. Karena kebenaran yang sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT.
    Benar menurutku belum tentu benar menurut oranglain, apalagi menurut Allah SWT. Maka alangkah baiknya jika setiap perbuatan yang akan kita lakukan dipikir terlebih dahulu apa konsekuensi yang akan didapat. Semoga apa yang telah kita lakukan selama ini benar di mata Allah SWT.
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  11. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Tidak benar belum tentu salah. Benar belum tentu tidak salah. Salah belum tentu tidak benar. Hal tersebut menganalogikan apa yang terjadi pada kehidupan kita yang sama sekali tidak kita ketahui kebenarannya. Seperti postingan Prof. sebelumnya yang berjudul Elegi Konferensi Kebenaran, telah dijelaskan bahwa kebenaran dapat dilihat melalui panca indera yang manusia miliki. Akan tetapi, kebenaran pun bersifat relatif, tergantung bagaimana cara pandang seseorang mengartikan kebenaran itu. Pandangan orang terhadap suatu hal pastilah berbeda-beda. Kebenaran juga brsifat absolut, yaitu kebenaran yang hanya berasal dari Allah SWT. Sehingga apa yang kita anggap benar, belum tentu benar di mata orang lain, bahkan di mata Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Dalam filsafat tidak ada yang benar dan yang salah. Yang benar bisa jadi salah, dan yang salah bisa jadi benar. Sebagai contoh 3x4=12 itu benar dalam pikiran guru matematika. Namun bisa jadi salah dalam pikiran tukang foto, karena 3x4=5000. Disamping itu seorang siswa menjawab pertanyaan tidak sama dengan rubrik penilaian guru. Hal ini adalah suatu kebenaran bahwa ada siswa yang menjawab salah karena tidak sama dengan rubrik penilaian. Jadi sebenar benar bisa jadi salah dalam kacamata filsafat.

    ReplyDelete
  13. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Menurut postingan bapak ini bahwa benar maupun salah itu tergantung ruang dan waktu. Benar yang dulu pernah kita ungkapkan, belum tentu benar yang sekarang kita ungkapkan. Semua tergantung ruang dan waktu. Manusia itu sifat, maka dapat memiliki pandangan yang berbeda-beda, pandangan mengenai benar pun juga berbeda-beda. Dan kita tidak dapat memaksakan pemikiran kita itu harus benar juga bagi orang lain. tetapi, jika kebenaran yang selalu benar adalah kebenaran Tuhan, yaitu kebenaran yang sudah tidak dapat dibantah lagi

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sungguh saya menantikan elegi berikutnya, mungkin saya akan mendapat jawaban dari para logos. Karena sejujurnya saya sangat berat untuk berpendapat. Karena apa? karena saya bingung dengan apa yang akan saya utarakan. Saya membaca banyak "benar" dan banyak "salah". Lebih banyak lagi "bukan benar" dan "bukan salah". Ahhh apakah di dunia ini tidak ada yang benar-benar "benar" dan benar-benar "salah" (?). Bahkan keruncingan jarum yang tajam pun ternya bukan benar, yaaa ujung jarum itu molekul, bulat pastinya.
    Sebelum, saya masuk pada dunia postingan ini, saya baru sedikit mencerna bahwa filsafat itu adalah yang ada dan yang mungkin ada, bukan yang benar dan yang "bukan benar". Sungguh saya menantikan elegi berikutnya.

    ReplyDelete
  15. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Semakin dibaca dari beberapa elegi dan sampai ke elegi perbincangan bukan benar dan bukan salah ini maka cara berpikir saya khususnya dituntun bahwa di dunia ini bukan hanya mengenai benar atau salah saja, namun masih terdapat bagian-bagian yang lainnya yang secara sadar atau tidak sadar sering kali terlupakan. Berlaku adil-lah tidak hanya pada yang ada namamun pada yang mungkin ada. Begitulah yang selalu disampaikan oleh bapak Marsigit ketika menjawab pertanyaan bersifat subjekti. Sehingga, sebelum memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah, coba dipikirkan lagi apakah yang kita maksud itu benar atau salah atau bisa jadi bukan benar atau bukan salah.

    ReplyDelete
  16. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B


    Setaip orang dapat menginterpretasikan pengetahuannya yang disebut dengan logika. Tidak ada logika yang paling benar atau logika yang salah, karena logika tadi dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki bisa jadi logika yang kita anggap benar merupakan logika yang salah bagi orang lain karena pengetahuan diri kita dengan orang lain tersebut memang berbeda. Refleksinya dalam pembelajaran adalah apabila siswa mengemukakan pendapatnya mengenai suatu materi matematika dan pendapat tersebut bukanlah jawaban yang kita harapkan, maka sebagai seorang guru, kta tidak boleh langsung menyalahkan tetapi kita harus mengetahui logika apa yang mereka dapatkan sehingga mereka dapat berpikir hal demikian.

    ReplyDelete
  17. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Benar dan salah adalah suatu batas yang jauh jaraknya. Di antara keduanya terdapat jutaan kemungkinan yang terjadi namun tak pernah mencapai benar, ataupun mencapai salah. Sekalipun ia terjatuh dalam batas 'salah', seseorang di belahan lain mungkin saja mengangkat sedikit derajatnya menjadi tidak menyentuh batas 'salah'. Bukan benar dan bukan salah menggambarkan betapa beragamnya pendapat-pendapat dan pola pikir manusia di dunia. Sehingga terlalu naif untuk dikategorikan BENAR dan SALAH saja secara universal. Agar dapat memahami dunia hendaklah jangan menyempitkan jarak antara BENAR dan SALAH.

    ReplyDelete
  18. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Tidak semua hal dapat dikategorikan menjadi benar dan salah. Yang benar bisa menjadi salah, dan yang salah dapat menjadi benar. Benar dan salah tergantung ruang dan waktu. Adakalanya sesuatu yang awalnya benar menjadi salah di waktu yang berbeda, begitu pula sebaliknya. Adakalanya sesuatu yang benar di suatu tempat menjadi salah ditempat yang lain, begitu juga sebaliknya. Sebenar-benar kebenaran hanyalah milik Allah SWT. Maka tugas kita ialah berusaha dan berdo’a agar dapat seusai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dua hal yang pasti ada di duni ini yaitu benar da salah, dan kedua-duanya adalah benar. Sedangkan bukan benar dan bukan salah lahir sebagai akibat keragu-raguan atau ketidakpahaman kita terhadap sesuatu. Oleh karena itu kita harus terus belajar dan belajar agar mendalami ilmu sehingga kita bisa menentukan yang mana yang benar dan mana yang salah dengan tepat. Dan sebenar-benarnya benar adalah benar yang datangnya dari sang maha mengetahui.

    ReplyDelete
  20. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Di dunia ini, tidak selamanya hitam akan menjadi hitam serta tidak selamanya putih akan menjadi putih. Suatu saat akan bertransformasi menjadi abu-abu atau warna lain. Tidak selamanya benar akan terus benar dan salah akan terus salah. Suatu saat benar bisa saja menjadi bukan benar dan salah bisa saja menjadi bukan salah. ini tergantung dimensi ruang dan waktu yang dapat digapai manusia. Oleh karena itu kita tidak boleh selalu memaksakan pendapat dan kehendak kita karena benar yang sebenar-benarnya hanyalah Allah SWT saja yang tahu.

    ReplyDelete
  21. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi perbincangan bukan benar dan bukan salah, dari elegi ini bukan benar idak berarti salah, bukan salah tidak berarti benar, benar tidak berarti bukan salah dan salah tidak berarti bukan benar. Hal itu karena kebenaran kebenaran di kehidupan itu tidak ada yang sebenar-benarnya benar ( benar absolut). Kebenaran absolut hanyalah milik Allah SWT, sedangkan kebenaran manusia itu bersifat relatif. Sehingga benar menurut A, belum tentu benar menurut B karena kebenaran manusia itu hanyalah kasat mata semata. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam mengambil sebuah tindakan agar tidak terjebak dalam kebenaran sesaat sehingga menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Terima kasih.

    ReplyDelete
  22. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  23. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi perbincangan bukan benar dan bukan salah ini sangat menarik. Dapat kita ketahui sebenarnya bukan benar itu tidak berarti salah, dan bukan salah itu tidak berarti benar, salah tidak berarti bukan benar, dan benar juga tidak berarti bukan salah. Sebenarnya benar dan salah itu tergantung presepsi seseorang. Benar dan salah tergantung ruang dan waktu yang digunakan. Sesuatu yang benar bisa jadi salah, dan sesuatu yang salah bisa jadi benar jika tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Misalnya dalam berbohong, berbohong bisa menjadi benar dan bisa menjadi salah. Biasanya berbohong adalah perbuatan yang salah, tetapi itu bisa menjadi benar jika kita berbohong untuk kebaikan, misalnya berbohong untuk melindungi keluarga kita dari kejahatan, dll. Disini dilihat ruang dan waktu yang mempengaruhi benar dan salahnya seseorang. Karena sebenar benarnya kebenaran hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pada ilmu matematika, sesuatu yang bisa ditentukan benar atau salah disebut dengan pernyataan. Sesuatu yang tidak bisa ditentukan benar atau salahnya maka itu bukan pernyataan. Sesuatu yang bukan salah atau bukan benar bersifat relatif, bergantung kepada siapa yang memandangnya. Dengan demikian, bukan benar dan bukan salah adalah hal yang nyata adanya. Tetapi, kita sebagai manusia yang telah dibekali akal oleh Allah hendaknya selalu bisa menentukan benar dan salah yang sesungguhnya, sehingga dengan begitu mudah-mudahan pilihan kita termasuk ke dalam pilihan yang diridhoi Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Jika sesuatu itu bukan benar maka itu akan salah, jika sesuatu itu bukan salah maka sesuatu itu adalah benar. Sehingga tidak ada di dunia ini di luar benar dan salah. Benar dan salah berjalan seiringan sesuai dengan dimensinya. Oleh karena itu marilah kita berlomba-lomba untuk menegakkan kebenaran, dan ketika kita berbuat salah segeralah bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Bukan benar belum tentu salah dan bukan salah belum tentu benar. Maka benar dan salah sesuatu tergantung dari ruang dan waktunya. Karena setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing. Benar menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain, egitupun sebaliknya, salah menurut orang, belum tentu slah di mata orang lain. Jika masih berbicara kebenaran atau kesalahan di kacamata manusia maka kebenaran tersebut masih bersifat relative. Karena sebenar-benar kebenaran adalah kebenaran hakiki yang datangnya dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Bukankah benar dan salah adalah suatu penilaian? Banyak sekali anggota yang tidak menginginkan dikatakan benar dan banyak juga anggota yang tidak menginginkan dikatakan salah. Segala yang ada dan yang mungkin ada pasti memiliki benar dan salah. Bagaimana cara seseorang dapat mengetahui suatu benar dan salah saat tidak melihat sebenar-benar suatu hal yang terjadi? Entahlah saya pun tidak mengetahuinya. Karena segala yang ada dan yang mungkin ada masing-masing memiliki nilai benar dan salah, maka wajar jika sesuatu hanya bernilai salah saja dan bernilai benar saja, hanya saja untuk mengatakan bahwasannya bernilai benar atau mengatakan bahwasannya bernilai salah membutuhkan keberanian yang sangat besar, karena setiap benar dan salah akan meminta pertanggungjawabannya. Manusia mempunyai pilihannya masing-masing, apakah dirinya memilih menjadi benar atau memilih menjadi salah, toh semunya memiliki sebab dan akibatnya sendiri.

    ReplyDelete
  28. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Bukan benar dan bukan salah, mungkin area ini yang disebeut abu-abu, bisa diartikan daerah aman untuk mencari posisi. Bisa ikut benar walau belum tentu benar, ataupun ikut salah walaupun belum tentu salah. Bukan benar atau bukan salah masih menjadi misteri dala tulisan ini, saya masih melihat sebuah keraguan yang belum bisa memutuskan dengan siapa kita berpihak.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B 2017


    Benar dan salah tidak bisa berdiri sendiri. Ada benar karena ada kesalahan. Ada salah karena juga ada kebenaran. Apalagi bukan salah dan bukan benar. Inilah mengapa semua itu bersifat relatif. Setiap orang memiliki persepsi berbeda, setiap manusia mempunyai pandangan yangberbeda dengan yang lain. rekatif itu sesuai dengan pandangan dan sebaik baiknya kebenaran milik Allah SWT. sehingga pemilihan benar dan salah diserahkan kepada Allah agar menjadikan pilihan yang tepat pada kita.

    ReplyDelete
  30. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    "Bagiku tiadalah ada di dunia ini yang tidak termasuk ke dalam benar atau salah. Aku tidak mempercayaimu." Kalimat tersebut merupakan analogi bentuk protes dari benar dan salah kepada manusia. Bahwa benar dan salah itu mutlak, jelas, tidak samar-samar. Namun, di era milenial sekarang yang penuh keguncangan kita sering meng-abu-abu-kan benar dan salah. Seolah, porsi benar dan salah bernilai fifty-fifty. Porsi tersebut lah yang membuat generasi zaman sekarang 'galau' (dilanda kebingungan). Padahal mudah saja, bagi yang beragama Muslim jelas bahwa benar dan salah sudah ditetapkan dalam kitab suci Al-Qur'an sebagai pedoman untuk menentukan benar dan salah secara mutlak.
    Dan setelah ini saya jadi penasaran ada apa dengan elegi para logos :)

    ReplyDelete
  31. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Perbincangan, kontradiksi dalam filsafat kadang terasa tak berujung pangkal. Benar itu juga bisa jadi salah, dan salah bisa jadi benar juga, tergantung ruang dan waktunya.
    Sejarah filsafat juga mengalami kegelapan, ketika ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa bumi itu bulat tidak diterima sebagai suatu kebenaran. Namun akhirnya terbukti bahwa memang bumi itu bulat. Suatu kebenaran umum pun dapat dipertentangkan ketika terjadi sintesis baru, ada penemuan terkait kebenaran umum itu.

    ReplyDelete
  32. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Perbincangan, kontradiksi dalam filsafat kadang terasa tak berujung pangkal. Benar itu juga bisa jadi salah, dan salah bisa jadi benar juga, tergantung ruang dan waktunya.
    Sejarah filsafat juga mengalami kegelapan, ketika ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa bumi itu bulat tidak diterima sebagai suatu kebenaran. Namun akhirnya terbukti bahwa memang bumi itu bulat. Suatu kebenaran umum pun dapat dipertentangkan ketika terjadi sintesis baru, ada penemuan terkait kebenaran umum itu.

    ReplyDelete
  33. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Benar atau salah? Jawabannya relatif. Yang benar menurutku belum tentu benar menurutmu, yang benar menurutmu belum tentu benar menurutku. Yang salah menurutku belum tentu salah menurutmu, yang salah menurutmu belum tentu salah menurutku. Yang benar menurutmu belum tentu salah menurutku, yang benar menurutku belum tentu salah menurutmu. Yang salah menurutmu belum tentu benar menurutku, yang salah menurutku belum tentu benar menurutmu.
    Saya sendiri bingung menulisnya.. bingung itu tanda berpikir bukan? Maka saya tak salah, tapi belum tentu benar.

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Selama ini yang biasanya saya pikirkan adalah jika bukan benar ya salah dan jika bukan salah ya benar. Akan tetapi setelah membaca elegi perbincangan bukan benar dan bukan salah saya menyadari ternyata ada juga yang termasuk bukan benar dan bukan salah. Bahkan bukan benar dan bukan salah menyebabkan adanya kontradiksi ternyata benar itu sebenarnya bukan benar bukan salah dan salah pun ternyata bukan benar dan bukan salah. Itulah kenyataan yang penuh dengan kontradiksi.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikkum wr.wrb

    yang berhak menentukan benar atau salah itu sensungguhnya hanya Allah SWT, kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti apa yang telah disampaikan. seperti misalnya mencuri itu salah, dan telah jelas diterangkan dalam setiap agama, maka setiap orang akan sepakat bahwa itu salah. atau seperti misalnya berbakti kepada orang tua dalam hal kebaikan itu adalah sesuatu hal yang benar, maka kita juga akna sepakat hal itu benar. tetapi kadang kala ada hal yang kita pun tidak tau apakah itu benar atau salah, maka tugas kita hanya berikhtiar mencari tau kebenarannya melalui berbagai sumber, tidak langsung memutuskan hanya berdasarkan hawa nafsu belaka.

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Bukan benar dan bukan salah, dua kata ini membawa kami bahwa kalo bukan benar maka salah dan bukan salah maka benar. Setelah membaca tulisan diatas penyataan tersebut tidak selalu benar pula tidak selalu salah. Berdasarkan percakapan antara bukan salah, bukan benar, keadaan, waktu, logika,persepsi dan teman-teman lainnya bahwa bukan salah, bukan benar, salah ataupun benar terhadap sesuatu harus di sesuaikan dengan ruang dan waktu serta keadaan. Bukan berarti mereka yang membuat bukan salah dan bukan benar namun, dampak perbuatan yang bisa membuat salah, benar , bukan benar pula bukan salah. Mohon pencerahannya bapak. Terima kasih

    ReplyDelete
  37. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  38. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang telah diberikan. Ulasan ini membuat rasa ingin tahu saya semakin mendalam terkait suatu hal, yakni benar dan salah. Perspektif saya selama ini adalah segala sesuatu bersifat tergantung dengan situasinya. Selama ini saya juga berpandangan bahwa tidak kata benar atau salah. Namun lebih tepatnya dapat dikatakan apakah sudah sesuai atau tepat sesuatu yang dilakukan baik itu berupa tindakan pasif ataupun aktif terhadap situasinya. Saya bertang tanya-tanya dalam hati, bagaimana penerapan benar atau salah pada konteks spiritual?

    ReplyDelete
  39. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas postingan di atas. Makna tersirat yang dapat saya tangkap adalah segala sesuatu tidak dapat kita judge / kita tentukan dengan paten sebagai sesuatu yang benar atau salah. Seperti halnya pertanyaan, keadaan, waktu, dan ruang dan lain sebagainya, semunya adalah relatif. Bagi saya bisa benar namun bagi orang lain bisa salah, atau sebaliknya. Sesuatu yang relatif seperti inilah maka akan menjadi lebih sulit untuk mendefinisikan apakah ini benar atau salah atau mungkin benar yang disalahkan, salah yang dibenarkan, atau mana yang benar-benar pantas dianggap dan mana yang benar-benar yang pantas dianggap salah. Sekarang bergantung pada subjek masing-masing yang menilai. Karena sejatinya setiap subyek memiliki pandangan dan perspektif masing-masing. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  40. 170. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi di atas menerangkan pada kita untuk tidak langsung menerima sesuatu yang dikatakan “benar” dan tidak langsung menolak sesuatu yang di katakan “salah”. Makan dengan tangan kanan itu benar, tetapi apakah kemudian kita dapat menyimpulkan makan dengan tangan kanan itu selalu benar? Dan yang makan dengan tangan selain kanan itu bukan benar? Jawabannya: Tidak. Bagaimana dengan kaum disablitas yang tidak mempunyai tangan, khususnya tangan kanan. Ia akan makan menggunakan tangan kirinya untuk beraktivitas termasuk makan. Malah sebagian dari mereka tidak mempunyai tangan dan harus makan menggunakan kaki mereka. Selain itu, para balita yang tidak makan menggunakan tangan kanan, melainkan harus disuapin oleh orang lain. Seperti halnya orang yang sudah sangat renta. Bukankah disuapin, adalah peristiwa makan tanpa menggunakan tangan kanan. Salahkah itu? Tentu tidak. Benar dan salah itu relatif. Benar, salah, bukan benar, dan bukan salah itu bergantung ruang dan waktunya. Saat ini sesuatu bernilai “benar” mungkin nanti atau besok sesuatu itu bisa menjadi “bukan benar”, saat ini sesuatu bernilai “salah” mungkin nanti atau besok sesuatu itu bisa menjadi “bukan salah”. Namun benar dan salah menurut Kuasa Tuhan (Allah SWT) adalah bersifat absolut yaitu bersifat tetap dan berlaku sepanjang zaman.

    ReplyDelete
  41. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Kehidupan di bumi tidak dapat mengatakan segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini mutlak benar dan mutlak salah. Manusia di bumi ini hanya dapat menganggap sesuatu itu benar dan sesuatu itu salah. Hal ini sama seperti saat diungkapkan sudut lancip atau sudut tumpul. Apakah di bumi ini ada yang benar-benar lancip atau benar-benar tumpul dengan arti terdapat satu titik sudut sebagai pertemuan dua garis dan membentuk sudut. Hal yang dilakukan manusia adalah mengabstraksikannya kemudian mengganggap sudut tersebut lancip dan tumpul. Jika kita kembali pada benar dan salah, maka manusia hanya dapat menganggap sesuatu itu benar atau sesuatu itu salah. Hal ini terjadi karena sifat yang ada di bumi ini adalah kontradiksi yaitu aku tidak dapat menunjuk diriku yang sebenarnya karena saat aku menunjuk diriku maka saat itu aku bukanlah diriku yang tadi. Begitupula dengan segala hal yang ada pada elegi ini seperti pertanyaan, keadaan, waktu persepsi, logika, ruang, benar, salah , bukan benar, dan bukan salah, masing-masing mereka juga tidak dapat dikatakan mutlak benar ataupun mutlak salah karena mereka terikat dengan ruang dan waktu. Oleh sebab itu, mereka dikatakan bukan benar dan bukan salah.

    ReplyDelete
  42. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Salah-satu hal yang terkadang membuat saya bingung dari elegi-elegi yang bapak tuliskan adalah pemilihan diksi-diksi yang membingungkan seperti pada judul elegi ini (bukan benar dan bukan salah). Menurut saya, perbincangan antara bukan benar dan bukan salah adalah perbincangan dialektis yang menandakan bahwa segalah hal yang duniawi tidak bisa ditafsirkan hanya dari satu sudut pandang.

    ReplyDelete
  43. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alikum Wr. Wb.

    Saya masih bingun untuk berkomntar mengenai bukan benar dan bukan salah. Dimana jika menurut saya bukan benar adalah salah dan bukan salah adalah benar. Tapi setelah membaca elegi ini pernyataan saya sepertinya belum tepat. Sepertinya bukan benar, bukan salah, benar dan salah mereka berdiri sendiri-sendiri sesuai dengan ruang dan waktunya. Mungkin nantinya dengan adanya paralogos kebingungan saya dapat terjawabkan.

    ReplyDelete
  44. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Manusia itu selalu terobsesi dengan benar dan salah. Manusia memandang bahwa sebenar-benarnya dunia itu adalah benar dan salah. Walaupun manusia terobsesi dengan benar dan salah, manusia tetap melakukan segala sesuatu dengan semaunya sendiri. Manusia terkadang menggunakan benar dan salah sebagi pelampiasan, ketika mereka senang maka itu benar, mereka saling menyalahkan, merka membenarkan diri sendiri. Sesungguhnya kebenaran hanyalah kehendak tuhan. Semoga kita selalu diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk menjadi bijaksana. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete