Sep 22, 2010

Elegi Perbincangan Bukan Benar dan Bukan Salah




Oleh Marsigit

Bukan benar dan bukan salah:
Kami-kami ini adalah bukan benar dan bukan salah. Kami bukan benar tetapi kami juga bukan salah. Selama ini memang kami merasa terpinggirkan oleh hak istimewa yang diperoleh benar dan salah. Tetapi tidak apalah, kami juga ingin selalu menjaga silaturahim diantara bukan benar dan bukan salah. Setelah saya identifikasi, ternyata cukup banyak juga anggotaku itu

Pertanyaan:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah pertanyaan. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat pertanyaan yang benar atau pertanyaan yang salah. Padahal aku sekedar bertanya. Menurutku pertanyaanku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara anggotamu. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan pertanyaan-pertanyaanku, karena pertanyaanku itu sesungguhnya bukanlah benar dan bukanlah salah.

Keadaan:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah keadaan. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat keadaan yang benar atau keadaan yang salah. Padahal aku sekedar keadaan. Menurutku keadaanku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara anggotamu. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan keadaan-keadaanku, karena keadaanku itu sesungguhnya bukanlah tentang keadaanbenar dan bukanlah tentang keadaan salah.

Waktu:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah waktu. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat waktu yang benar atau waktu yang salah. Padahal aku sekedar waktu. Menurutku waktuku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan waktu-waktuku, karena waktuku itu sesungguhnya bukanlah tentang waktu benar dan bukanlah tentang waktu salah.

Ruang:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah ruang. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat ruang yang benar atau ruang yang salah. Padahal aku sekedar ruang. Menurutku ruangku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan ruang-ruangku, karena ruangku itu sesungguhnya bukanlah tentang ruang benar dan bukanlah tentang ruang salah.

Persepsi:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah persepsi. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat persepsi yang benar atau persepsi yang salah. Padahal aku sekedar persepsi. Menurutku persepsiku itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan persepsi-persepsiku, karena persepsiku itu sesungguhnya bukanlah tentang persepsi benar dan bukanlah tentang persepsi salah.

Logika:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah logika. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat logika yang benar atau logika yang salah. Padahal aku sekedar logika. Menurutku logika itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan logika-logikaku, karena logika itu sesungguhnya bukanlah tentang logika benar dan bukanlah tentang logika salah.

Benar:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah benar. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat benar yang benar atau benar yang salah. Padahal aku sekedar benar. Menurutku benar itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan benar-benar, karena benar itu sesungguhnya bukanlah tentang benar benar dan bukanlah tentang benar salah.

Salah:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah salah. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat salah yang benar atau benar yang salah. Padahal aku sekedar salah. Menurutku salah itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan salah-salah, karena salah itu sesungguhnya bukanlah tentang salah benar dan bukanlah tentang salah salah.

Bukan benar:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah bukan benar. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat bukan benar yang benar atau bukan benar yang salah. Padahal aku sekedar bukan benar. Menurutku bukan benar itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan bukan benar-bukan benar, karena bukan benar itu sesungguhnya bukanlah tentang bukan benar benar dan bukanlah tentang bukan benar salah.

Bukan salah:
Wahai bukan benar dan bukan salah, aku adalah bukan salah. Aneh pula jika ada orang mengatakan aku telah membuat bukan salah yang benar atau bukan salah yang salah. Padahal aku sekedar bukan salah. Menurutku bukan salah itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar atau sebagai salah. Maka jelaslah kiranya bahwa aku termasuk satu diantara bukan benar dan bukan salah. Maka aku juga ingin berpesan kepada para benar atau salah, janganlah engkau selalu berusaha mengajakku untuk menjadi anggotamu. Jangan pula engkau merasa risau dengan bukan salah-bukan salah, karena bukan salah itu sesungguhnya bukanlah tentang bukan salah benar dan bukanlah tentang bukan salah salah.

Benar dan salah protes:
Wahai semuanya, sungguh lihai engkau mengelabuiku. Bagiku tiadalah ada di dunia ini yang tidak termasuk ke dalam benar atau salah. Aku tidak mempercayaimu. Ketidakpercayaanku terhadap dirimu, itu adalah pertanda bahwa engkau itu tidak benar. Wahai bukan benar dan bukan salah, kendalikanlah anggota-anggotamu itu, supaya tidak melampaui batas. Tetapi aku juga sedikit ragu apakah protesku ini benar atau salah?

Orang tua berambut putih:
Nantikan elegi berikutnya, mungkin akan ada jawaban dari para logos.

7 comments:

  1. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Tidak ada sesuatu yang ada di dunia ini yang benar saja atau salah saja. Karena kebenaran yang sesungguhnya hanyalah milik Allah SWT.
    Benar menurutku belum tentu benar menurut oranglain, apalagi menurut Allah SWT. Maka alangkah baiknya jika setiap perbuatan yang akan kita lakukan dipikir terlebih dahulu apa konsekuensi yang akan didapat. Semoga apa yang telah kita lakukan selama ini benar di mata Allah SWT.
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  2. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Tidak benar belum tentu salah. Benar belum tentu tidak salah. Salah belum tentu tidak benar. Hal tersebut menganalogikan apa yang terjadi pada kehidupan kita yang sama sekali tidak kita ketahui kebenarannya. Seperti postingan Prof. sebelumnya yang berjudul Elegi Konferensi Kebenaran, telah dijelaskan bahwa kebenaran dapat dilihat melalui panca indera yang manusia miliki. Akan tetapi, kebenaran pun bersifat relatif, tergantung bagaimana cara pandang seseorang mengartikan kebenaran itu. Pandangan orang terhadap suatu hal pastilah berbeda-beda. Kebenaran juga brsifat absolut, yaitu kebenaran yang hanya berasal dari Allah SWT. Sehingga apa yang kita anggap benar, belum tentu benar di mata orang lain, bahkan di mata Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Dalam filsafat tidak ada yang benar dan yang salah. Yang benar bisa jadi salah, dan yang salah bisa jadi benar. Sebagai contoh 3x4=12 itu benar dalam pikiran guru matematika. Namun bisa jadi salah dalam pikiran tukang foto, karena 3x4=5000. Disamping itu seorang siswa menjawab pertanyaan tidak sama dengan rubrik penilaian guru. Hal ini adalah suatu kebenaran bahwa ada siswa yang menjawab salah karena tidak sama dengan rubrik penilaian. Jadi sebenar benar bisa jadi salah dalam kacamata filsafat.

    ReplyDelete
  4. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Menurut postingan bapak ini bahwa benar maupun salah itu tergantung ruang dan waktu. Benar yang dulu pernah kita ungkapkan, belum tentu benar yang sekarang kita ungkapkan. Semua tergantung ruang dan waktu. Manusia itu sifat, maka dapat memiliki pandangan yang berbeda-beda, pandangan mengenai benar pun juga berbeda-beda. Dan kita tidak dapat memaksakan pemikiran kita itu harus benar juga bagi orang lain. tetapi, jika kebenaran yang selalu benar adalah kebenaran Tuhan, yaitu kebenaran yang sudah tidak dapat dibantah lagi

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sungguh saya menantikan elegi berikutnya, mungkin saya akan mendapat jawaban dari para logos. Karena sejujurnya saya sangat berat untuk berpendapat. Karena apa? karena saya bingung dengan apa yang akan saya utarakan. Saya membaca banyak "benar" dan banyak "salah". Lebih banyak lagi "bukan benar" dan "bukan salah". Ahhh apakah di dunia ini tidak ada yang benar-benar "benar" dan benar-benar "salah" (?). Bahkan keruncingan jarum yang tajam pun ternya bukan benar, yaaa ujung jarum itu molekul, bulat pastinya.
    Sebelum, saya masuk pada dunia postingan ini, saya baru sedikit mencerna bahwa filsafat itu adalah yang ada dan yang mungkin ada, bukan yang benar dan yang "bukan benar". Sungguh saya menantikan elegi berikutnya.

    ReplyDelete
  6. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Semakin dibaca dari beberapa elegi dan sampai ke elegi perbincangan bukan benar dan bukan salah ini maka cara berpikir saya khususnya dituntun bahwa di dunia ini bukan hanya mengenai benar atau salah saja, namun masih terdapat bagian-bagian yang lainnya yang secara sadar atau tidak sadar sering kali terlupakan. Berlaku adil-lah tidak hanya pada yang ada namamun pada yang mungkin ada. Begitulah yang selalu disampaikan oleh bapak Marsigit ketika menjawab pertanyaan bersifat subjekti. Sehingga, sebelum memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah, coba dipikirkan lagi apakah yang kita maksud itu benar atau salah atau bisa jadi bukan benar atau bukan salah.

    ReplyDelete
  7. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B


    Setaip orang dapat menginterpretasikan pengetahuannya yang disebut dengan logika. Tidak ada logika yang paling benar atau logika yang salah, karena logika tadi dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki bisa jadi logika yang kita anggap benar merupakan logika yang salah bagi orang lain karena pengetahuan diri kita dengan orang lain tersebut memang berbeda. Refleksinya dalam pembelajaran adalah apabila siswa mengemukakan pendapatnya mengenai suatu materi matematika dan pendapat tersebut bukanlah jawaban yang kita harapkan, maka sebagai seorang guru, kta tidak boleh langsung menyalahkan tetapi kita harus mengetahui logika apa yang mereka dapatkan sehingga mereka dapat berpikir hal demikian.

    ReplyDelete