Sep 22, 2010

Elegi Konferensi Daerah Imajiner

Oleh Marsigit

Akar:
Wahai rumput, apakah engkau mengikuti konferensi internasional imajiner baru-baru ini. Jika engkau mengikuti apakah hasil-hasilnya. Bolehkah aku sebagai akarmu memperoleh sedikit pengalaman darimu.



Rumput:
Wahai akarku, jangankan aku, orang-orang yang lain yang lebih penting saja tidak dapat mengikuti karena terbatasnya kapasitas. Tetapi aku hanya menyaksikan para tamu lalu lalang kesana kemari. Aku juga sempat melihat dan mendengar percakapan mereka.

Akar:
Kalau boleh aku tahu apakah tema dari konferensi internasional imajiner itu?

Rumput:
Temanya adalah hakekat ilmu

Akar:
Wah...wah. Ini tidak adil.

Rumput:
Kenapa?

Akar:
Wahai rumput, bukankah engkau tahu bahwa ilmu itu bukan monopoli orang-orang penting saja. Bukankah untuk sekedar menjadi akar seperti aku ini juga memerlukan ilmu.

Rumput:
Benar apa katamu. Lalu kalau begitu, apa maksudmu?

Akar :
Begini saja. Daripada mengharap terlalu besar, kita mengadakan sendiri konferensi dengan tema yang sama yaitu hakekat ilmu, tetapi dengan peserta kelompok umum, kelompok awam, kelompok jalanan, kelompok sepele, kelompok sederhana dan kelompok pinggiran bahkan kelompok terpencil.

Rumput:
Ide yang bagus. Aku setuju itu. Baik kalau begitu aku akan undang semuanya untuk hadir besok dilapangan berumput ini untuk mengadakan konferensi daerah dengan tema “hakekat ilmu” juga.
Dari pada susah-susah mencarinya, maka engkau akar rumput saya jadikan moderatornya.

Konferensi Daerah Imajiner di Gelar

Akar Rumput:

Wahai pedagang klontong, bank plecit, tukang bakso, tukang becak, guru ngaji, petani, sopir bus, dukun pijat, prt, teknisi komputer, pemancing ikan, siswa sekolah, menurutmu apakah yang engkau maksud dengan ilmu itu?

Pedagang klontong:
Menurutku, ilmu adalah laku jualanku. Sebenar-benar diriku adalah bisa menjual sebanyak-banyak daganganku. Maka aku tidaklah perlu yang lain-lain. Maka laku daganganku itulah ilmuku.

Bank plecit:
Menurutku, ilmu adalah sebesar-besar laba modalku. Tiadalah peduli aku bagaimana mereka mengembalikan uangku, tetapi hidupku adalah laba-laba modalku. Itulah sebenar-benar ilmuku yaitu laba-labaku.

Tukang bakso:
Menurutku, ilmu adalah habis terjuallah bakso ku ini. Bagiku tiadalah yang lebih penting dari pada bagaimana menjajakan bakso ini sampai habis. Maka itulah sebenar-benar ilmuku.

Guru ngaji:
Menurutku, ilmu adalah membaca kitab suci dan mengamalkannya. Tiadalah kegiatanku dan kegiatan mereka melebihi yang lain kecuali membaca kitab dan mengamalkannya. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Tukang becak:
Menurutku, ilmu adalah sebanyak-banyak aku bisa menghantar orang bebergian, tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh. Maka sehari-hari yang aku pikir adalah bagaimana orang mau ku antar dengan becakku ini dalam bebergiannya. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Petani:
Menurutku, ilmu adalah panen. Siang dan malam aku berpikir bagaimana pada musim ini aku bisa panen dengan baik, karena jika tidak maka habis sudah harapanku. Itulah sebenar-benar ilmuku yaitu bagaimana bisa panen dengan baik.

Sopir bus:
Menurutku, ilmu adalah setoran. Aku selalu berusaha bagaiman setoranku terpenuhi, syukur-syukur pendapatanku bisa melebihi setoran. Terkadang aku harus ngebut dan menanggung resiko tabrakan di jalan, itu semua demi setoran. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Dukun pijat:
Menurutku, ilmu adalah bagaiman pijatanku bisa terasa enak dan nyaman, sehingga orang yang aku pijat dapat kembali ke sini. Syukur-syukur jika orang yang ku pijat itu bisa menyampaikan kehebatan pijatanku ini. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Prt:
Menurutku, ilmu adalah bagaiman bos atau juraganku tidak marah dengan aku dan tetap terjamin memberi gaji bulanan kepadaku. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Teknisi komputer:
Menurutku, ilmu adalah komputer dan jaringannya tidak ngadat. Listriknya juga tidak padam, virus-virus didalam komputer bisa aku hilangkan. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Pemancing Ikan:
Menurutku, ilmu adalah kesabaranku menunggu datangnya ikan. Jika aku tidak sabar maka ikan-ikan itu tidak mau datang dan tidak mau memakan umpanku. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Siswa sekolah:
Menurutku, ilmu adalah nilai UAN. Tiadalah yang lebih penting dari hidupku kecuali nilai UAN. Maka siang dan malam aku berusaha berpikir bagaimana aku memperoleh nilai yang tinggi pada UAN.


Semua peserta konferensi daerah imajiner, bersama-sama bertanya kepada rumput. Wahai rumput, lha kalau engkau. Menurutmu ilmu itu apa?

Rumput:
Menurutku, ilmu adalah kesaksianku. Siang malam aku hanya bisa melihat dan menyaksikan segala macam ucapan dan perbuatanmu. Maka setinggi ilmuku adalah menyaksikan engkau semua. Itulah sebenar-benar ilmuku. Itulah sebabnya aku selalu bergoyang-goyang agar aku selalu bisa menyaksikanmu. Maka bolehlah engkau panggil aku sebagai rumput yang bergoyang.
Sebelum aku menutup kenferensi ini, perkenankanlah juga aku ingin bertanya kepada moderator, wahai akar rumput, lha kalau menurutmu apakah ilmu itu?

Akar rumput:
Menurutku, ilmu adalah kewajibanku melayanimu. Siang dan malam kegiatanku hanyalah melayanimu agar engkau tidak kurang satu apapun, agar engkau sebagai rumputku bisa tetap hidup.

39 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hakikat ilmu secara umum dapat dipahami sebagai proses atau segenap cara yang dilalui untuk mencapai tujuan. Ilmu itu harus dapat memudahkan seseorang dalam mencapai tujuannya. Maka dalam hal ini, ilmu akan menjadi pragmatis, yaitu dipandang sebagai suatu ilmu jika ada manfaatnya bagi seseorang. Oleh karena itu, contoh-contoh yang diungkapkan tersebut mengarah kepada kebermanfaat ilmu bagi mereka, seperti halnya tukang becak menganggap ilmu itu ketika dia dapat mengantarkan penumpangnya menggunakan becaknya, kemudian bagi petani ilmu itu ketika petani tersebut dapat memanen hasil pertaniannya dan sebagainya.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Ilmu adalah pangkal kebahagiaan abadi dan kenikmatan kekal yang tiada berujung. Dengan ilmu manusia dapat meraih kebahagiaan didunia dan kebahagiaan diakhirat. Dunia adalah hanya lahan untuk bekal menuju akhirat dan seorang yang mengamalkan ilmunya akan menuai buat dirinya akan kebahagiaan abadi, yaitu dengan mendidik dirinya dengan akhlak dan etika yang seuai dengan tuntunan ilmu. Ilmu dapat menghidupkan hati yang buta, menjadi penerang jiwa dari kegelapan dan penguat jasmani dari kelemahan.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sebenar-benarya ilmu adalah apa yang ada dipikiranmu. Ilmu milik semua orag bukan hanya petinggi saja, ilmu milik semua. Sebaik-baiknya manusia dia lah yang mau berbagi ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Jangan sombong atas ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Subhanalloh. Asmaraku adalah ilmuku. Sebenar-benar pertanyaanku adalah ilmuku meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada berdasarkan ruang dan waktu. Masing-masing tokoh memiliki sudut pandang masing-masing dan berbeda-beda karena ilmu itu luas seluas yang ada dan yang mungkin ada berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Syahlan romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Ilmu dapat bersifat relatif tergantung ruang dan waktunya.
    Karena ilmu tidak hanya berasal dari buku saja, tetapi ilmu dapat berasal dari mana saja.
    Ilmu juga dapat datang kapan saja dan dapat dicari kapan saja.
    Setiap orang berhak bahkan wajib untuk mencari ilmu.
    Karena pada dasarnya ilmu adalah pondasi kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    ilmu itu bersifat abstrak, namun manfaat nya dapat jelas kita rasakan. dalam melakukan sesuatu tentu ada ilmu nya. hakikatnya ilmu itu kita pelajari dari hari ke hari. tanpa kita sadari. kadang ilmu itu kita dapatkan hanya dengan melihat, atau hanya dengan mendengar ataupun dengan kita berpikir dan berimajinasi. maka ilmu bisa jadi juga meliputi dunia imajiner. karena ilmu itu tiada batasannya.

    ReplyDelete
  7. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Setiap orang berhak untuk memperoleh ilmu. Karena Ilmu itu tidak hanya yang berbau ilmiah, semua yang ada di kehidupan kita sehari-hari juga bisa dikatakan sebagai ilmu. Oleh karena itu, kita berkewajiban untuk mengamalkan ilmu yang kita miliki agar bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari kisah elegi ini kembali kita diingatkan bahwa ilmu sangatlah penting dalam kehidupan ini. hidup tanpa ilmu bagaikan hidup tidak ada artinya. setiap aspek kehidupan memerlukan sebuah ilmu, itulah hakekat ilmu sangat mempengaruhi hidup kita. dalam ilmu bukan seberapa besar nilai kita, bukan seberapa banyak rumus yang kita hafal, bukan seberapa hebat nya soal metematika tingkat tinggi bisa di selesaikan dalam hitungan detik, bukan cumlot nya IPK kita. Namun ilmu itu sendiri merupakan kemampuan kita untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan,kemampuan menyelesaikan masalah dengan baik,kemampuan bertanggung jawab terhadap sesuatu yang telah orang lain percayakan pada kita dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan hasil karya yang dapat di lihat,di rasakan dan berguna untuk orang lain.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ilmu sebagai tujuan yang ingin dicapai memang benar. Akan tetapi lebih tepat lagi usaha dalam mencapai ilmu tersebut adalah sebenar-benarnya ilmu.
    Demi menggapai ilmu sebagai tujuan kita sebenarnya sedang menggapai ilmu yangsebenarnya, ilmu bersabar, ilmu berjuang, ilmu bertanggung jawab, ilmu tidak mudah menyerah, dan ilmu untuk selalu berusaha bersyukur.
    Ada waktunya kita merasa lelah dan jenuh itu pasti tapi itulah untuk mencapai ilmu yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. ilmu itu berubah sesuai dengan ruang dan watunya, sesuai dengan wadah dan isinya. Ilmu itu relatif. Satu ilmu mungin dibutuhkan oleh pekerjaan tertentu tapi tidak untuk pekerjaan lain. Ilmu itu menyesuaikan dengan tujuannya. Ilmu akan berguna jika ia dapat mencapai tujuannya. Ilmu tidak terbatas oleh ruang dan waktu, ia dapat muncul dari mana saja.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Dalam elegi ini dijelaskan tentang ilmu dari berbagai sudut pandang. Bagi tukang bakso ilmu adalah bagaimana lakunya jualannya. Ilmu bagi akar rumput berbeda dengan ilmu dari rumput itu sendiri. Setiap orang memilki pendapat yang berbeda mengenai hakekat ilmu. Namun pada dasarnya, hakekat ilmu itu dapat dimiliki oleh setiap orang dari setiap lapisan strata yang berbeda.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Kehidupan membentuk pemikiran seseorang. Saat dia berhadapan dengan keadaan penjualan, ilmu yang harus dikuasainya adalah bagaimana cara membuat jualannya laku. Ilmu adalah bagian terpenting dari kehidupan, setiap manusia harus memiliki ilmu, tanpa ilmu manusia tidak bisa menjalani perannya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu itu sendiri sangatlah luas, meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Seseorang dikatakan berilmu jika ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Saat bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaan tersebut maka ilmu itu ada. dengan demikian, teruslah berusaha untuk memperbanyak ilmu dan keterampilan kita.

    ReplyDelete
  13. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Sebenar-benar hidup adalah belajar. Maka dari itu manusia memiliki ilmu. Ilmu yang kita miliki berbeda-beda tergantung dimensi ruang dan waktu. Untuk apa dan bagaimana menggunakan ilmu yang kita miliki. Ilmu ada di mana-mana, entah sesama manusia, di batu, di rumput, di pohon. Namun semua terletak pada bagaimana usaha kita untuk mendapatkan ilmu yang ada di mana-mana itu. Usaha-usaha, ikhtiar dan doa adalah bagian bagaimana kita memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Subhanallah...elegi di atas sungguh menarik. Elegi tersebut menguraikan mengenai hakikat ilmu. Dari berbagai percakapan di atas, presepsi masing-masing orang terhadap ilmu berbeda-beda, yaitu sesuai ruang dan waktu. Orang yang beruntung dan bahagia adalah orang yang mampu memanfaatkan ilmunya untuk menebarkan atau membaginya untuk orang lain dan mencapai tujuan atau cita-citanya. Hal ini sesuai dengan Hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad: “Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya atau anak yang shalih yang mendo’akannya”. Oleh karena itu, jadikanlah ilmu sebagai senjata menyebarkan kebaikan di muka bumi.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pikiranmu adalah ilmu. Kamu tidak akan mendapati suatu pemikiran jika tiada berilmu. Oleh karena itu perluaslah ilmumu agar jangkauan pikirmu juga semakin jauh. Sejatinya ilmu tersebut akan bermanfaat apabila diberikan kepada orang lain. Hebatnya lagi ilmu yang telah diberikan tersebut tidak akan habis, bahkan akan selalu bertambah.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ilmu itu bisa didapat dari mana saja dan kapan saja tidak terikat oleh ruang dan waktu. Namun kita sering mengklaim bahwa orang itu berilmu apabila dia sudah S1, S2, atau S3. Padahal ilmu itu tidak hanya dalam pendidikan formal, dalam pendidikan non formalpun sesungguhnya banyak ilmu, tergantung pada diri kita bagaiman menanggapinya.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dengan memiliki ilmu, kita akan memiliki wawasan yang sangat luas. dan di jaman sekarang, ilmu bisa kita dapatkan dari mana saja. tergantung dari pribadi masing-masing mau berusaha bagaimana dan seberapa niatnya dalam bersungguh-sungguh mencapai imu.

    ReplyDelete
  18. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hakekat ilmu itu sebegaimana proses berpikir terus berjalan. Semua orang dapat berpikir berbeda-beda sesuai arah dan tujuan mereka. Maka ilmu mereka pun berbeda-beda, bukan hanya dengan membaa buku-buku yang seabrek yang tebalnya cukup untuk menjadi bantal untuk tidur. Namun, Ilmu itu dapat dicari dimana dan dikondisi apapun selagi kita tetap berpikir.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Setiap orang mempunyai sumber kekuatannya dan keunggulannya masing – masing. Inti dari setiap kekuatan dan keunggulan masing – masing adalah ilmu. Dengan ilmu manusia dapat mengembangkan dan berupaya memajukan teknologi. Setiap orang mempunyai ilmu dan ilmu digunakan setiap orang untuk bertahan hidup. Ilmu penting dalam kehidupan manusia. Maka mencari ilmu sebanyak – banyaknya dan menggunakannya untuk perkembangan dan kebaikan akan lebih bermanfaat dari pada hanya disimpan saja dan tidak dibagikan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  20. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Ilmu melingkupi semua bidang, bahkan ilmu pun ada yang tidak baik. Menurut saya sebenar-benar ilmu adalah memahami semuanya, dapat ikut merasakan yang dirasakan sekitarnya, memandang semua dari semua sudut pandang, dan semuanya berasal dari satu sumber, Tuhan Yang Maha Kuasa, dan semua akan kembali pada-NYa. Ilmu yang tidak baik tetaplah sebuah ilmu. Ketika kita memiliki ilmu yang baik, maka kita juga harus menyeimbangkannya dengan memiliki ilmu yang tidak baik pula. Mengapa demikian? Karena hal ini merupakan bekal sehingga kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Ketika kita hanya memiliki ilmu yang baik-baik saja, hal ini justru akan bahaya, karena bisa jadi kita akan menganggap sesuatu yang tidak baik merupakan hal yang baik. Dan jika kita hanya mempelajari yang baik-baik, berarti kita hanya mempelajari ilmu Allah secara parsial, seperti ketika kita mempelajari surga, maka kita juga harus tahu bahwa ada neraka. Dengan demikian, kita dapat menghindarkan diri dari neraka dan menggapai syurga.

    ReplyDelete
  21. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut elegi di atas, ilmu diibaratkan sebagai apa yang paling terpenting di dalam hidupnya. Sehingga apa yang dilakukan untuk keberlangsungan hidupnya itu adalah ilmu baginya.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Daerah imajiner berarti adalah daerah yang sangat luas. daerah imajiner adalah daerah yang sangat luas dan begitu luasnya sampai sampai tak terhingga. terdapat beragam apapun di dalamnya. sifatnya pun imajiner. terdapat interaksi di dalam dunia yang luas ini.

    ReplyDelete
  23. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Ilmu adalah salah satu anugerah terbesar dari Sang Pencipta kepada manusia, karena dengan ilmu tersebut manusia dapat mencapai kemuliaan di dunia lebih di akhirat, begitu sebaliknya dengan ilmu manusia juga terjerumus ke dalam hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Oleh karena ilmu menjadi hal dasar bagi setiap manusia tanpa terkecuali. Ilmu adalah hakekat atau intisari dari segala sesuatu, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu ilmu sangatlah luas. Batas ilmu berada pada pikiran seorang manusia yang memikirkannya. Tiadalah seseorang dikatakan berilmu tanpa dia berusaha untuk memahaminya. Ilmu memang penting dalam kehidupan manusia. Hanya dengan ilmu dapat menggapai kebahagiaan di dunia dan hanya dengan ilmu pulalah dapat menggapai kebahagiaan di akhirat

    ReplyDelete
  24. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap individu memiliki pandangan tentang ilmu, sesuai dengan bidang dan keahliannya. Tak mengapa jika definisi ilmu itu berbeda, yang penting ialah bagaimana menjaga ilmu tersebut. Ilmu akan menebar manfaat bagi hal hal di sekitar kita.

    ReplyDelete
  25. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sepakat juga dengan pernyataan bahwa bagi siswa sekolah, ilmu adalah nilai UAN. Hal ini saya rasa timbul karena dorongan sebagian besar orang tua pula. Tak sedikit yang menganggap bahwa nilai UAN mencerminkan ilmu seseorang, sehingga doktrin tersebut membuat siswa tak berkembang pada keterampilannya di bidang lain. Ialah yang dituju nilai semata.

    ReplyDelete
  26. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kalimat “...bahwa ilmu itu bukan monopoli orang-orang penting saja” menurut saya benar. Karena semua orang membutuhkan ilmu. Tidak hanya orang penting, orang kaya, orang yang berkuasa, tetapi semua manusia yang ada di dunia ini, membutuhkan ilmu. Bahkan hewan dan tanaman yang tumbuh pun memerlukan ilmu untuk keberlangsungan hidupnya.

    ReplyDelete
  27. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Definisi mengenai ilmu dari masing-masing individu itu berbeda-beda. Hal itu dapat didasari dari apa tujuan atau apa yang ingin diraih individu tersebut. Namun, sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain dan bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  28. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Seperti yang telah dituliskan di atas, menurut saya mengenai pengertian ilmu adalah nilai UAN bagi siswa sama dengan yang ada pada kehidupan sekarang ini. Dimana nilai UAN adalah tujuan utama atau yang harus diraih setiap siswa. Dengan nilai UAN yang maksimal dapat dijadikan tolak ukur seberapa ilmu yang dikuasai oleh seorang siswa.

    ReplyDelete
  29. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah bahwa yang dimaksud dengan daerah imajiner adalah idealnya untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan ilmu. Definisi ilmu yang berbeda-beda dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan sudut pandang orang yang mendefinisikannya. Oleh karena itu, daerah imajiner orang yang satu dengan orang yang lainnya belum tentu sama.

    ReplyDelete
  30. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menjelaskan tentang beberapa hakikat ilmu, bahwa ada banyak sekali pendapat tentang pengertian ilmu. Hal tersebut tergantung ruang, waktu, serta sebanyak orang yang memikirkannya. Menurut saya, ilmu adalah segala sesuatu yang didapat seseorang setelah melakukan kegiatan yang nantinya akan berguna.

    ReplyDelete
  31. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ilmu bagi masing-masing orang akan berbeda dalam memaknainya. Hal itu bergantung kepada apa dan bagaimana orang tersebut menggunakan ilmu tersebut. Kebanyakan manusia memandang ilmu sebagai suatu hal yang bermanfaat untuk dirinya sendiri dan juga orang lain. Maka sudah selayaknya orang yang berilmu agar mempergunakan ilmunya dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  32. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi tersebut dijelaskan tentang sebuah konferensi yang diadakan oleh daerah imajiner yang membahas tentang hakekat ilmu. Setelah beberapa subjek mengutarakan pendapatnya lalu dapat disimpulkan bahwa hakekat ilmu ada sesuatu hal yang kita miliki dan sesuatu tersebut dapat kita gunakan untuk memnatu orang lain atau untuk bermanfaat bagi orang lain.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  33. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu. dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”.
    Maka ilmu adalah pondasi kehidupan manusia, maka janganlah hanya terus mencari ilmu tetapi juga mengamalkan ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  34. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari elegi di atas saya dapat pelajaran bahwa semua yang ada dan mungkin ada memiliki ilmunya masing-masing. batu, rumput, matahari dan semua yang ada dan mungkin ada memiliki ilmu padanya. Dan sebanyak apapun ilmu yang ada pada ada dan mungkin ada tidak mungkin melebihi ilmu Allah subhanahuwata’ala

    ReplyDelete
  35. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Ilmu sangatlah bermanfaat untuk hidup dan ilmu dapat diperoleh dimana saja. Jangan berpikir sempit bahwa ilmu hanya bisa didapat secara formal dari sekolah saja. Karena ilmu bisa didapat bahkan dari kejadian-kejadian yang ada di dalam hidup. Maka dari itu orang yang berilmu tidak hanya dinilai dari nilai sekolahnya saja namun dari keseluruhan bagaimana ia bijak dalam menempatkan diri.

    ReplyDelete
  36. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Ilmu sangatlah luas. Seluas ilmu tersebut bergantung pada bagaimana usaha kita untuk memperoleh ilmu. Usaha, ikhtiar dan doa adalah bagian bagaimana kita memperoleh ilmu. Orang yang berilmu akan mudah dalam menyelesaikan permasalahan yang diterima dengan baik. Dengan ilmu tersebut tak jarang orang berilmu mengajarkannya kepada orang lain sehingga ia mendapatkan kebaikan yang banyak. Memang sebaiknya kita berikan ilmu kita kepada orang lain.

    ReplyDelete
  37. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Setiap orang boleh berpendapat berbeda tentang asumsi mereka mengenai ilmu. Namun hakekat, epistemologi dan aksiologi dari ilmu pengetahuan tersebut tetap sama. Cobalah untuk mengembangkan dan mengamalkan ilmu yang dimiliki demi kemaslahatan umat manusia.

    ReplyDelete
  38. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Imajener menggambarkan sesuatu yang tidak ada nilainya. Di dunia ini banyak sekali yang dianggap tidak bernilai. Namun, sebernya mereka tetap dibutuhkan. Mengapa mereka ada tentu karena ada manfaatnya. Allah menciptakan segala sesuatu karena ada manfaatnya.

    ReplyDelete
  39. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ilmu adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan manfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ilmu adalah pondasi dalam melakukan segala sesuatu. ilmu didasari oleh berbagai rasa yang ada mulai dari kebahagiaan, kenyamanan, ketakutan, keberanian, keseriusan dan lain sebagainya yang akan menjadikan seseorang merasakan bahwa tujuan hidupnya akan terpenuhi. Ilmu dibutuhkan dalam kehidupan dalam bermasyarakat, dengan ilmu akan menyatukan segala perbedaan yang ada.

    ReplyDelete