Sep 22, 2010

Elegi Konferensi Daerah Imajiner

Oleh Marsigit

Akar:
Wahai rumput, apakah engkau mengikuti konferensi internasional imajiner baru-baru ini. Jika engkau mengikuti apakah hasil-hasilnya. Bolehkah aku sebagai akarmu memperoleh sedikit pengalaman darimu.



Rumput:
Wahai akarku, jangankan aku, orang-orang yang lain yang lebih penting saja tidak dapat mengikuti karena terbatasnya kapasitas. Tetapi aku hanya menyaksikan para tamu lalu lalang kesana kemari. Aku juga sempat melihat dan mendengar percakapan mereka.

Akar:
Kalau boleh aku tahu apakah tema dari konferensi internasional imajiner itu?

Rumput:
Temanya adalah hakekat ilmu

Akar:
Wah...wah. Ini tidak adil.

Rumput:
Kenapa?

Akar:
Wahai rumput, bukankah engkau tahu bahwa ilmu itu bukan monopoli orang-orang penting saja. Bukankah untuk sekedar menjadi akar seperti aku ini juga memerlukan ilmu.

Rumput:
Benar apa katamu. Lalu kalau begitu, apa maksudmu?

Akar :
Begini saja. Daripada mengharap terlalu besar, kita mengadakan sendiri konferensi dengan tema yang sama yaitu hakekat ilmu, tetapi dengan peserta kelompok umum, kelompok awam, kelompok jalanan, kelompok sepele, kelompok sederhana dan kelompok pinggiran bahkan kelompok terpencil.

Rumput:
Ide yang bagus. Aku setuju itu. Baik kalau begitu aku akan undang semuanya untuk hadir besok dilapangan berumput ini untuk mengadakan konferensi daerah dengan tema “hakekat ilmu” juga.
Dari pada susah-susah mencarinya, maka engkau akar rumput saya jadikan moderatornya.

Konferensi Daerah Imajiner di Gelar

Akar Rumput:

Wahai pedagang klontong, bank plecit, tukang bakso, tukang becak, guru ngaji, petani, sopir bus, dukun pijat, prt, teknisi komputer, pemancing ikan, siswa sekolah, menurutmu apakah yang engkau maksud dengan ilmu itu?

Pedagang klontong:
Menurutku, ilmu adalah laku jualanku. Sebenar-benar diriku adalah bisa menjual sebanyak-banyak daganganku. Maka aku tidaklah perlu yang lain-lain. Maka laku daganganku itulah ilmuku.

Bank plecit:
Menurutku, ilmu adalah sebesar-besar laba modalku. Tiadalah peduli aku bagaimana mereka mengembalikan uangku, tetapi hidupku adalah laba-laba modalku. Itulah sebenar-benar ilmuku yaitu laba-labaku.

Tukang bakso:
Menurutku, ilmu adalah habis terjuallah bakso ku ini. Bagiku tiadalah yang lebih penting dari pada bagaimana menjajakan bakso ini sampai habis. Maka itulah sebenar-benar ilmuku.

Guru ngaji:
Menurutku, ilmu adalah membaca kitab suci dan mengamalkannya. Tiadalah kegiatanku dan kegiatan mereka melebihi yang lain kecuali membaca kitab dan mengamalkannya. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Tukang becak:
Menurutku, ilmu adalah sebanyak-banyak aku bisa menghantar orang bebergian, tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh. Maka sehari-hari yang aku pikir adalah bagaimana orang mau ku antar dengan becakku ini dalam bebergiannya. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Petani:
Menurutku, ilmu adalah panen. Siang dan malam aku berpikir bagaimana pada musim ini aku bisa panen dengan baik, karena jika tidak maka habis sudah harapanku. Itulah sebenar-benar ilmuku yaitu bagaimana bisa panen dengan baik.

Sopir bus:
Menurutku, ilmu adalah setoran. Aku selalu berusaha bagaiman setoranku terpenuhi, syukur-syukur pendapatanku bisa melebihi setoran. Terkadang aku harus ngebut dan menanggung resiko tabrakan di jalan, itu semua demi setoran. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Dukun pijat:
Menurutku, ilmu adalah bagaiman pijatanku bisa terasa enak dan nyaman, sehingga orang yang aku pijat dapat kembali ke sini. Syukur-syukur jika orang yang ku pijat itu bisa menyampaikan kehebatan pijatanku ini. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Prt:
Menurutku, ilmu adalah bagaiman bos atau juraganku tidak marah dengan aku dan tetap terjamin memberi gaji bulanan kepadaku. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Teknisi komputer:
Menurutku, ilmu adalah komputer dan jaringannya tidak ngadat. Listriknya juga tidak padam, virus-virus didalam komputer bisa aku hilangkan. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Pemancing Ikan:
Menurutku, ilmu adalah kesabaranku menunggu datangnya ikan. Jika aku tidak sabar maka ikan-ikan itu tidak mau datang dan tidak mau memakan umpanku. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Siswa sekolah:
Menurutku, ilmu adalah nilai UAN. Tiadalah yang lebih penting dari hidupku kecuali nilai UAN. Maka siang dan malam aku berusaha berpikir bagaimana aku memperoleh nilai yang tinggi pada UAN.


Semua peserta konferensi daerah imajiner, bersama-sama bertanya kepada rumput. Wahai rumput, lha kalau engkau. Menurutmu ilmu itu apa?

Rumput:
Menurutku, ilmu adalah kesaksianku. Siang malam aku hanya bisa melihat dan menyaksikan segala macam ucapan dan perbuatanmu. Maka setinggi ilmuku adalah menyaksikan engkau semua. Itulah sebenar-benar ilmuku. Itulah sebabnya aku selalu bergoyang-goyang agar aku selalu bisa menyaksikanmu. Maka bolehlah engkau panggil aku sebagai rumput yang bergoyang.
Sebelum aku menutup kenferensi ini, perkenankanlah juga aku ingin bertanya kepada moderator, wahai akar rumput, lha kalau menurutmu apakah ilmu itu?

Akar rumput:
Menurutku, ilmu adalah kewajibanku melayanimu. Siang dan malam kegiatanku hanyalah melayanimu agar engkau tidak kurang satu apapun, agar engkau sebagai rumputku bisa tetap hidup.

26 comments:

  1. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Banyak tokoh mendefinisikan ilmu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Mulai dari pedagang, tukang bakso, guru ngaji, tukang becak, petani, sopir bus, dukun pijat, prt, teknisi komputer, pemancing ikan, siswa sekolah, semuanya mendefinisikan ilmu sesuai dengan hidupnya atau dunianya masing-masing. Maka ilmu tidak bisa didefinisikan dengan definisi tunggal yang berlaku sama untuk setiap orang, karena ia terikat pada ruang dan waktunya. Tapi dengan ilmu lah kita mampu berhasil dalam dunia kita masing-masing.

    ReplyDelete
  2. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Ilmu itu bisa didapatkan dimana saja tidak terbatas di bangku sekolah maupun kampus. Siapa saja bisa memperoleh ilmu tanpa memandang pangkat, jabatan,kedudukan, golongan dll. Bahkan ada orang yang tidak berpangkat, tidak berkedudukan, bahkan miskin namun bisa memberikan ilmu pengetahuan tentang makna kesederhanaan kepada orang yang berpangkat, berkedudukan, bahkan kaya. Yang terpenting disini adalah dalam mencari ilmu, harus diniatkan untuk menggapai ridhoNya dan ilmu yang didapat kelak bisa bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  3. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Setinggi-tinggi ilmu adalah yang bermanfaat bagi sekitar tidak hanya sendiri. Ilmu dapat diperoleh dimana saja. Kita bisa memperoleh ilmu di sekolah, kampus, pasar, televisi, internet, kebun, dan lain-lain. Tinggi rendahnya dimensi manusia dipengaruhi oleh ilmu yang dimilikinya. Ilmu seorang pedagang kelontong adalah menjual dagangan dengan laris sampai habis. Jika pedangang bakso tersebut mengupgrade ilmu nya menjadi ilmu pemilik supermarket, maka laba dan keuntungan penjualannya dapat meningkat pesat.

    ReplyDelete
  4. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Menurut saya, elegi diatas dapat di katakan, bahwa setiap ilmu itu memiliki cabang dan penafsiran masing-masing. Sehingga setiap manusia sudah sepantas nya untuk mendalami ilmu yang sesuai dengan bidangnya, akan tetapi tak dipungkiri juga bahwa manusia harus pula memiliki ilmu lainnya tapi tak mendalaminya. Setiap orang berhak mendapatkan ilmu dan memiliki persepsi atau pandangan akan ilmu yang ia dalami tersebut. Sehingga manusia yang lain tak perlu mendiskriminasikan ilmu orang lain jika tidak sesuai dengan ilmu atau persepsi yang dimiliki. Maka dari itu, kembali lagi kepada ilmu filsafat yang harus bersesuaian dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setiap orang punya pendapatnya masing-masing tentang ilmu. Bagaimana mereka memaknainya. Masing-masing dari mereka punya kadar pengetahuan yang berbeda-beda, car pandang yang berbeda, dan orientasi yang berbeda. Tidak ada seorang pun yang ahli dalam segala-galanya, tahu semua yang ada dan yang mungkin ada. Setiap orang memiliki batasan ilmunya masing-masing, dan akan selalu membutuhkan orang lain untuk menerjemahkan yang ada dan yang mungkin ada yang belum diketahuinya. Sebaik-baik ilmu itu adalah ilmu yang bermanfaat bagi dirinya, orang-orang atau lingkungan di sekitarnya. Semoga ilmu yang kita miliki dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan di sekitarnya, serta semoga ilmu tersebut akan selalu menjaga kita dalam kebaikan. Hanya kepada Yang Maha Memiliki Ilmu lah hendaknya kita berharap.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ilmu dapat bersifat relatif tergantung ruang dan waktunya.
    Karena ilmu tidak hanya berasal dari buku saja, tetapi ilmu dapat berasal dari mana saja.
    Ilmu juga dapat datang kapan saja dan dapat dicari kapan saja.
    Setiap orang berhak bahkan wajib untuk mencari ilmu.
    Karena pada dasarnya ilmu adalah pondasi kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. ilmu itu berubah sesuai dengan ruang dan watunya, sesuai dengan wadah dan isinya. Ilmu itu relatif. Satu ilmu mungin dibutuhkan oleh pekerjaan tertentu tapi tidak untuk pekerjaan lain. Ilmu itu menyesuaikan dengan tujuannya. Ilmu akan berguna jika ia dapat mencapai tujuannya. Ilmu tidak terbatas oleh ruang dan waktu, ia dapat muncul dari mana saja.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Ilmu itu sesungguhnya dekat dengan kehidupan sekitar kita. Bahkan ilmu itu melekat dengan kebiasaan yang kita jalani setiap hari. Ilmu itu hal yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan kita. Ilmu itu kontekstual, bukan hanya milik orang-orang terpelajar, bukan hanya milik para pejabat, tetapi milik semua orang, tidak terkecuali orang-orang yang sering diabaikan. Ilmu bisa kita dapat hanya jika kita merasa membutuhkan ilmu dan menyadari keberadaannya.

    ReplyDelete
  9. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Mencari ilmu itu wajib bagi setiap manusia. Mencari ilmu tidak terbatas pada ruang dan waktu.
    Ilmu didefinisikan berbeda oleh setiap orang. Disadari bahwa mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap orang, karena menjadi orang yang berilmu dapat memandang hidup lebih bermakna dan memandang kebermanfaat ilmu yang dimiliki untuk kebermanfaatan disekitarnya. Tergantung apa saja hal hal yang mereka alami dan dapatkan. Telebih, ilmu didefinisikan setiap orang tergantung dari pengalaman serta bagaimana kita memaknai setiap kejadian dalam hidup kita yang sebenarnya di dalam setiap proses hidup kita memberikan kita ilmu. Orang berilmu akan dinakkan derajadnya oleh Allah daripada orang yang tidak berilmu. Allah menyukai orang yang berilmu.

    ReplyDelete
  10. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dalam menggapai berbagai pengetahuan, maka setiap manusia melakukan prses belajar, olaah piker. Dengann ikhtiar dan doa maka ilmu akan dapat dicapai. Tujuan manusia ada adalah untuk menjadi pengada, untuk menjadi pengada maka harus memiliki ilmu untuk menjadi pengada. Misal ilmu kedokteran, ilmu pendidikan, ilmu pertanian, dsb. Dengan ikhtiar dan doa proses menjadi pengada adalah hal yang mudah

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dalam proses pencarian ilmu, ikhtiar dalam berproses adalah nilai yang utama daripada hasil akhir dari ilmu tersebut. Ikhtiar dalam menggapai ilmu adalah sebenar-benarnya ilmu tersebut. Maka dengan ikhlasnya hati dan ikhlasnya piker akan memberikan ilmu lebih dari apa yang telah kita ikhtiarkan, kita usahakan

    ReplyDelete
  12. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Elegi konferensi daerah imaginer tersebut sangat menakjubkan. Yang dapat saya ketahui dari dialog tersebut yaitu hakekat ilmu itu berbeda-beda antara orang yang satu dengan orang yang lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh ruang dan waktu. Ilmu adalah sesuatu yang harus kita miliki untuk dapat hidup di dunia ini, orang-orang yang tidak berpengetahuan, dia tidak akan bisa hidup, karena orang ini tidak punya modal. Ilmu yang dibutuhkan oleh siapa saja, bagi siapa saja, kapan saja dan dalam waktu. Ilmu pengetahuan juga dapat diperoleh dari siapa saja dan kapan saja. Sebagaimana dalam elegi di atas ilmu menurut rumput adalah kesaksian atas segala macam ucapan dan perbuatan sedangkan menurut akar rumput ilmu itu adalah kewajiban melayani rumput agar tetap hidup. Itu baru dua pendapat saja, dan tentunya berbeda lagi menurut pendapat lainnya. Itulah mengapa hakekat ilmu berbeda-beda

    ReplyDelete
  13. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Ilmu adalah hakekat atau intisari dari segala sesuatu, meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu, ilmu sangatlah luas. Batas ilmu berada pada pikiran seorang manusia yang memikirkannya. Tiadalah seseorang dikatakan berilmu tanpa dia berusaha untuk memahaminya. Ilmu itu sendiri merupakan kategori yang tergantung kepada subjeknya. Semua subjek memiliki dan berhak mendapatkan ilmu.

    ReplyDelete
  14. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tidak ada batasan dan definisi yang pasti tentang suatu ilmu. Ilmu bagi setiap orang, setiap makhluk akan berbeda. Tergantung dari sudut pandang masing-masing. Satu hal yang pasti, setiap makhluk memiliki kebutuhan akan ilmu dan mempunyai ilmunya tersendiri yang bisa digunakan untuk kepentingan yang lainnya.

    ReplyDelete
  15. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebagai contoh, setiap profesi membutuhkan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karenanya, ilmu yang dibutuhkan pun berbeda-beda antara satu profesi dengan profesi yang lainnya. Jadi dalam hal ini orang yang berilmu tidak harus menguasai seluruh macam ilmu, tetapi bisa cukup menguasai satu saja namun dia ahli didalamnya sehingga dia bisa ahli dan dapat bekerja dengan maksimal di dalam profesinya tersebut.

    ReplyDelete
  16. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi diatas menceritakan tentang konferensi sifta sain yang tidak hanya diikuti oleh orang-orang penting tapi juga diadakan untuk kelompok umum, sederhana bahkan kelompok kecil. Di konferensi tersebut ditunjukkan setiap orang memiliki pendapat da asumsinya masing-masing Menurut nelayan, sains adalah tentang kesabarannya dalam menunggu ikan. Tapi menurut petani, sains adalah ketika sang pateni memanen hasil pertaniannya. Hal ini menunjukkan bahwa sejatinya ilmu ada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  17. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ilmu yang diperoleh masing-masing individu itu berbeda, makanya di dunia ini banyak sekali prifesi yang berbeda-beda juga. Hal ini menandakanbahwa memang ilmu itu sangat luas sekali sehingga untuk seorang individu menjadi multiilmu dan multi profesi dari segala ilmu itu sangat sedikit kemungkinannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  18. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala objek yang ada dan mungkin ada memiliki sifat yang tak tehingga, begitu pula dengan ilmu. Ilmu dapat didefinisikan dengan berbagai bahasa/definisi tergantung pada subjek dan objeknya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ilmu dapat dipandang atau didefinisikan berbeda oleh setiap individu, berdasarkan persepsi dan logika/nalar masing-masing individu. Bagi anak kecil ilmu adalah nilai UAN, hal itu dikarenakan dia mendapat persepsi atau bayang-bayang dari orang dewasa, dan kemudian dia pun akhirnya melogikakan bahwa ilmu adalah nilai UAN.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ilmu, setiap orang memilikinya. Baik itu yang memiliki gelar atau tidak sama sekali. Sebab ilmu tidak terkungkung dalam satu ruang, tetapi sangat universal. Meskipun setiap orang memiliki ilmu, tetapi sedikit orang yang bisa berbagi satu sama lain.

    ReplyDelete
  21. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ilmu yang dapat dibagikan kepada lingkungan, merupakan puncak dari segala ilmu. Karena ilmu tersebut memiliki manfaat yang luar biasa. Tetapi tibul pertanyaan, apa orang memiliki ilmu untuk mengambil hak orang lain boleh dibagikan untuk pentingan orang sekitarnya?

    ReplyDelete
  22. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    menurut saya , ilmu itu hal yang didapat dari melihat, mendengar, serta merasakan. Informasi baru apapun itu bentuknya tetaplah itu menjadi suatu ilmu dalam kehidupan manusia. Segala informasi random yang kita terima setiap harinya dari panca indera kita merupakan ilmu.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    dengan ilmu yang didapat hendaklah sebagai manusia mengamalkan serta memberitahukan kepada semua orang yang membutuhkan ilmu itu sepanjang itu bermanfaat. Karena satu ilmu yang kita bagi dapat memberikan kebaikan yang tidak berbatas.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hakikat ilmu bagi setiap orang berbeda. Hakikat ilmu bagi seorang guru berbeda dengan hakikat ilmu bagi seorang dokter. Bila seorang guru, ilmu adalah mengantarkan siswa kepada pembangunan dan pemahaman materi ajar sedangkan bagi seorang dokter, ilmu adalah menyembuhkan pasiennya. Dengan demikian, ilmu seseorang tergantung pengalaman orang tersebut. Sejalan dengan hakikat ilmu yang berbeda, hakikat suksespun berbeda-beda.

    ReplyDelete
  25. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dalam "elegi konferensi daerah imajiner" diatas disebutkan bergbagai sudut pandang tentang ilmu, ilmu yang mereka deinisikan adalah ilmu yang sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah mereka jalani dalam kesehariannya. Tanpa melihat apa yang dilakukan oleh orang lain, sehingga yang ada dipikiran mereka hanyalah yang mereka lakukan.

    ReplyDelete
  26. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Defini imu, terdapat banyak macamnya tergantung siapa yang mendefinisikan. Ilmu yang didefinisikan oleh seorang guru akan berbeda dengan ilmu yang didefinisikan oleh seorang pengusaha. Hal itu karena mereka memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, latar belakang kehidupan yang berbeda, punya tujuan yang berbeda dan lainnya. Sehingaa definisi itu tidak pernah salah selam ada argumen kuat yang mendukung adanya definisi tersebut. Oleh karena itu kita tidak boleh meremehkan definisi yang berbeda dengan definisi yang kita yakini. Hal itu karena, meraka memiliki dasar dan latar belakang tersendiri dalam merumuskannya. Terimakasih

    ReplyDelete