Sep 22, 2010

Elegi Konferensi Daerah Imajiner

Oleh Marsigit

Akar:
Wahai rumput, apakah engkau mengikuti konferensi internasional imajiner baru-baru ini. Jika engkau mengikuti apakah hasil-hasilnya. Bolehkah aku sebagai akarmu memperoleh sedikit pengalaman darimu.



Rumput:
Wahai akarku, jangankan aku, orang-orang yang lain yang lebih penting saja tidak dapat mengikuti karena terbatasnya kapasitas. Tetapi aku hanya menyaksikan para tamu lalu lalang kesana kemari. Aku juga sempat melihat dan mendengar percakapan mereka.

Akar:
Kalau boleh aku tahu apakah tema dari konferensi internasional imajiner itu?

Rumput:
Temanya adalah hakekat ilmu

Akar:
Wah...wah. Ini tidak adil.

Rumput:
Kenapa?

Akar:
Wahai rumput, bukankah engkau tahu bahwa ilmu itu bukan monopoli orang-orang penting saja. Bukankah untuk sekedar menjadi akar seperti aku ini juga memerlukan ilmu.

Rumput:
Benar apa katamu. Lalu kalau begitu, apa maksudmu?

Akar :
Begini saja. Daripada mengharap terlalu besar, kita mengadakan sendiri konferensi dengan tema yang sama yaitu hakekat ilmu, tetapi dengan peserta kelompok umum, kelompok awam, kelompok jalanan, kelompok sepele, kelompok sederhana dan kelompok pinggiran bahkan kelompok terpencil.

Rumput:
Ide yang bagus. Aku setuju itu. Baik kalau begitu aku akan undang semuanya untuk hadir besok dilapangan berumput ini untuk mengadakan konferensi daerah dengan tema “hakekat ilmu” juga.
Dari pada susah-susah mencarinya, maka engkau akar rumput saya jadikan moderatornya.

Konferensi Daerah Imajiner di Gelar

Akar Rumput:

Wahai pedagang klontong, bank plecit, tukang bakso, tukang becak, guru ngaji, petani, sopir bus, dukun pijat, prt, teknisi komputer, pemancing ikan, siswa sekolah, menurutmu apakah yang engkau maksud dengan ilmu itu?

Pedagang klontong:
Menurutku, ilmu adalah laku jualanku. Sebenar-benar diriku adalah bisa menjual sebanyak-banyak daganganku. Maka aku tidaklah perlu yang lain-lain. Maka laku daganganku itulah ilmuku.

Bank plecit:
Menurutku, ilmu adalah sebesar-besar laba modalku. Tiadalah peduli aku bagaimana mereka mengembalikan uangku, tetapi hidupku adalah laba-laba modalku. Itulah sebenar-benar ilmuku yaitu laba-labaku.

Tukang bakso:
Menurutku, ilmu adalah habis terjuallah bakso ku ini. Bagiku tiadalah yang lebih penting dari pada bagaimana menjajakan bakso ini sampai habis. Maka itulah sebenar-benar ilmuku.

Guru ngaji:
Menurutku, ilmu adalah membaca kitab suci dan mengamalkannya. Tiadalah kegiatanku dan kegiatan mereka melebihi yang lain kecuali membaca kitab dan mengamalkannya. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Tukang becak:
Menurutku, ilmu adalah sebanyak-banyak aku bisa menghantar orang bebergian, tidak terlalu dekat dan juga tidak terlalu jauh. Maka sehari-hari yang aku pikir adalah bagaimana orang mau ku antar dengan becakku ini dalam bebergiannya. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Petani:
Menurutku, ilmu adalah panen. Siang dan malam aku berpikir bagaimana pada musim ini aku bisa panen dengan baik, karena jika tidak maka habis sudah harapanku. Itulah sebenar-benar ilmuku yaitu bagaimana bisa panen dengan baik.

Sopir bus:
Menurutku, ilmu adalah setoran. Aku selalu berusaha bagaiman setoranku terpenuhi, syukur-syukur pendapatanku bisa melebihi setoran. Terkadang aku harus ngebut dan menanggung resiko tabrakan di jalan, itu semua demi setoran. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Dukun pijat:
Menurutku, ilmu adalah bagaiman pijatanku bisa terasa enak dan nyaman, sehingga orang yang aku pijat dapat kembali ke sini. Syukur-syukur jika orang yang ku pijat itu bisa menyampaikan kehebatan pijatanku ini. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Prt:
Menurutku, ilmu adalah bagaiman bos atau juraganku tidak marah dengan aku dan tetap terjamin memberi gaji bulanan kepadaku. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Teknisi komputer:
Menurutku, ilmu adalah komputer dan jaringannya tidak ngadat. Listriknya juga tidak padam, virus-virus didalam komputer bisa aku hilangkan. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Pemancing Ikan:
Menurutku, ilmu adalah kesabaranku menunggu datangnya ikan. Jika aku tidak sabar maka ikan-ikan itu tidak mau datang dan tidak mau memakan umpanku. Itulah sebenar-benar ilmuku.

Siswa sekolah:
Menurutku, ilmu adalah nilai UAN. Tiadalah yang lebih penting dari hidupku kecuali nilai UAN. Maka siang dan malam aku berusaha berpikir bagaimana aku memperoleh nilai yang tinggi pada UAN.


Semua peserta konferensi daerah imajiner, bersama-sama bertanya kepada rumput. Wahai rumput, lha kalau engkau. Menurutmu ilmu itu apa?

Rumput:
Menurutku, ilmu adalah kesaksianku. Siang malam aku hanya bisa melihat dan menyaksikan segala macam ucapan dan perbuatanmu. Maka setinggi ilmuku adalah menyaksikan engkau semua. Itulah sebenar-benar ilmuku. Itulah sebabnya aku selalu bergoyang-goyang agar aku selalu bisa menyaksikanmu. Maka bolehlah engkau panggil aku sebagai rumput yang bergoyang.
Sebelum aku menutup kenferensi ini, perkenankanlah juga aku ingin bertanya kepada moderator, wahai akar rumput, lha kalau menurutmu apakah ilmu itu?

Akar rumput:
Menurutku, ilmu adalah kewajibanku melayanimu. Siang dan malam kegiatanku hanyalah melayanimu agar engkau tidak kurang satu apapun, agar engkau sebagai rumputku bisa tetap hidup.

40 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Dari elegi di atas saya dapat pelajaran bahwa semua yang ada dan mungkin ada memiliki ilmunya masing-masing. batu, rumput, matahari dan semua yang ada dan mungkin ada memiliki ilmu padanya. Dan sebanyak apapun ilmu yang ada pada ada dan mungkin ada tidak mungkin melebihi ilmu Allah subhanahuwata’ala

    ReplyDelete
  2. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Ilmu sangatlah bermanfaat untuk hidup dan ilmu dapat diperoleh dimana saja. Jangan berpikir sempit bahwa ilmu hanya bisa didapat secara formal dari sekolah saja. Karena ilmu bisa didapat bahkan dari kejadian-kejadian yang ada di dalam hidup. Maka dari itu orang yang berilmu tidak hanya dinilai dari nilai sekolahnya saja namun dari keseluruhan bagaimana ia bijak dalam menempatkan diri.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Ilmu sangatlah luas. Seluas ilmu tersebut bergantung pada bagaimana usaha kita untuk memperoleh ilmu. Usaha, ikhtiar dan doa adalah bagian bagaimana kita memperoleh ilmu. Orang yang berilmu akan mudah dalam menyelesaikan permasalahan yang diterima dengan baik. Dengan ilmu tersebut tak jarang orang berilmu mengajarkannya kepada orang lain sehingga ia mendapatkan kebaikan yang banyak. Memang sebaiknya kita berikan ilmu kita kepada orang lain.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Setiap orang boleh berpendapat berbeda tentang asumsi mereka mengenai ilmu. Namun hakekat, epistemologi dan aksiologi dari ilmu pengetahuan tersebut tetap sama. Cobalah untuk mengembangkan dan mengamalkan ilmu yang dimiliki demi kemaslahatan umat manusia.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Imajener menggambarkan sesuatu yang tidak ada nilainya. Di dunia ini banyak sekali yang dianggap tidak bernilai. Namun, sebernya mereka tetap dibutuhkan. Mengapa mereka ada tentu karena ada manfaatnya. Allah menciptakan segala sesuatu karena ada manfaatnya.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ilmu adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan manfaat untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ilmu adalah pondasi dalam melakukan segala sesuatu. ilmu didasari oleh berbagai rasa yang ada mulai dari kebahagiaan, kenyamanan, ketakutan, keberanian, keseriusan dan lain sebagainya yang akan menjadikan seseorang merasakan bahwa tujuan hidupnya akan terpenuhi. Ilmu dibutuhkan dalam kehidupan dalam bermasyarakat, dengan ilmu akan menyatukan segala perbedaan yang ada.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi Konferensi Daerah Imajiner” dapat diperoleh beberapa Hakikat ilmu. Pengertian ilmu itu berbeda-beda tergantung pada profesi. Daerah imajiner maksudnya adalah idealnya untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan ilmu. Pengalaman dan sudut pandang orang yang memandang juga mempengaruhi pengertian ilmu itu sebenarnya. Sehingga daerah imajinerku belum tentu sama dengan daerah imajinermu.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  8. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.MAT A UNY 2017

    Elegi konferensi daerah imajiner ini ialah tentang ilmu. Maknanya ialah bahwa setiap manusi dalam menjalani kehidupannya memiliki ilmu tersendiri. ilmu itu bersemayam dalam setiap kehidupan. ilmu bisa didapatkan secara formal dan informal. ilmu juga dapat diperoleh dari orang lain atau pengalaman diri sendiri. ilmu itu bermacam-macam, maka dari itu ilmu yang dimiliki seseorang tidaklah dalam ukuran yang sama persis. manusi akan cenderung mempelajari apa yang ia perlukan dalam hidupnya. karena keberagaman manusia dalam menjalani hidupnya inilah yang membuat keberagaman ilmu yang melekat pada setiap orang.

    ReplyDelete
  9. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Ilmu yang berkah adalah ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. BIasakanlah untuk menanmkan pada diri sendri bahwa dimanapun dan kapanpun kita berada harus mendapat ilmu dan menyebarkan ilmu. Bisa jadi dari ilmu yang didapat bisa menjadi solusi dari permasalahan. Untuk itu sampaikanlah walau satu ayat.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    1770125

    Sejujurnya butuh waktu satu hari untuk membaca kembali postingan-postingan bapak. Satu hari kemarin saya mencoba mencari sumber bacaan tambahan (saya bermaksut agar ketika membaca postingan bapak tidak dalam keadaan linglung). Walhasil, menghadapi postingan ini saya merasa kembali terkesima, betapa yang saya baca kemarin rupanya masih tidak menolong saya. Okay, postingan ini berjudul "Elegi Konferensi Daerah Imajiner". Mohon ijin, saya ingin berpendapat. Menurut saya lewat postingan ini saya belajar bahwa sesuatu yang sama dapat menjadi berbeda, tergantung dengan ruang dan waktu. Sekalipun itu "ilmu". Pada postingan ini saya melihat bahwa tiap tiap yang berbeda memberikan sudut pandang yang berbeda pada sesuatu yang sama. Mohon ijin sekali lagi, konsep ruang dan waktu inilah yang membawa saya pada konsep daerah imajiner. Bahwasannya daerah imajiner tiap orang tidaklah sama.

    ReplyDelete
  11. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Kegiatan-kegiatan kita sekarang ini di dunia hakekatnya adalah mencari ilmu. Setiap orang maka memiliki maknanya sendiri terkait ilmu, pedagang klontong, bank plecit, tukang bakso, tukang becak, guru ngaji, petani, sopir bus, dukun pijat, prt, teknisi komputer, pemancing ikan, siswa sekolah memiliki caranya sendiri menerjemahkan ilmu. Ilmu tentang kehidupan, ilmu tentang agama, ilmu tentang ekonomi, pendidikan, ilmu tentang bermasyarakat, berdagang dll. Maka sungguh mulianya seorang yang menuntut ilmu itu. mencari ilmu tidak mesti di kelas, tapi seluruh kehidupan ini adalah kelasnya, dan setiap orang adalah gurunya. Namun yang pasti ilmu itu adalah milik Allah Ta’ala semata, kita manusia hanya berusaha untuk menggapainya, agar mendapat cahaya dan petunjuk dariNya. Semoga kita mau senantiasa bergerak untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, agar tidak termakan oleh mitos. Karena sebanyak apapun yang kita lakukan untuk mendapat ilmu, itu hanya bagaikan setetes air dilautan.

    ReplyDelete
  12. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pasca)

    Mencari ilmu merupakan kewajiban bagi manusia, yang membedakan manusia dengan manusia lainnya adalah kuantitas dan kualitas ilmu yang dimiliki. Ilmu menjadi salah satu penentu masa depan manusia, akan berbeda orang memiliki ilmu komputer dengan orang yang tidak memiliki ilmu komputer, akan berbeda pula orang yang memiliki ilmu memasak dengan orang yang tidak memiliki ilmu memasak. Ilmu yang kita peroleh pasti akan bermanfaat untuk diri kita. Refleksinya dalam pembelajaran matematika adalah, kadang terdapat siswa yang bertanya, untuk apa belajar integral, limit, bangun ruang padahal saya tidak berminat bekerja dengan bidang yang membutuhkan ilmu tersebut. Hal itu merupakan salah satu penghinaan terhadap ilmu. Tidak ada ilmu yang sia-sia, walau ilmu matematika tidak semuanya digunakan secara langsung dalam kehidupan. Tetapi karakter yang muncul saat mempelajari matematika menjadi ilmu yang tidak bisa diukur.

    ReplyDelete
  13. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Ilmu itu merupakan kemampuan. Kemampuan untuk mewujudkan tujuan dari hidupnya. Kemampuan untuk melaksanakan kewajiban dengan sebaik mungkin. Kemampuan untuk memberikan kesaksian dari kegiatan yang dilakukan atau dalam kata lain, kemampuan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan. Sehingga, sudah seharusnya kita menjadi seseorang yang berilmu. Berilmu dalam segala hal dan menempatkan ilmu itu pada ruang dan waktu yang sesuai. Seseorang yang berilmu itu akan tahu apa tujuan, kewajiban dan tanggung jawabnya, baik kepada dirinya sendiri maupun terhadap orang lain, lingkungan sekitar dan kepada Allah SWT. Karena sebaik-baik ilmu yaitu ilmu dari Allah SWT dan bertujuan untuk mendapatkan ridho-Nya.

    ReplyDelete
  14. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melalui konferensi ilmu imajiner ini kita disadarkan bahwa tidak ada satupun unsur di dunia ini yang tidak memiliki fungsi atau kegunaan. Bahkan jika tidak bergerakpun, mereka tercipta untuk bersaksi. Menyaksikan apa yang terjadi di sekitarnya, menjadi penonton yang tidak memberikan respon terhadap apapun yang kita lakukan. Ilmu sejatinya tidak memilih-milih orang, tempat, waktu. Ilmu ada pada seluruh lapisan kehidupan. Bahkan pengalaman kecil dapat menjadi ilmu. Sebagai makhluk hidup kita harus mengakui adanya berbagai komponen, hidup tak hanya berputar di sekitar kita. Maka bersyukur atas keadaan dan ilmu yang diberikan Allah kepada kita adalah wajib.

    ReplyDelete
  15. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Ilmu dapat dimaknai berbeda oleh setiap orang sesuai dengan ruang dan waktu, sesuai dengan situasi dan kondisi, sesuai dengan persepsi dan bidang keilmuan masing-masing. Ilmu bagi seorang ibu adalah bagaimana mendidik anak- anaknya agar menjadi anak- anak yang berbakti. Ilmu bagi seorang ayah adalah bagaimana mencari nafkah bagi keluarganya. Tapi sebenar- benar hidup manusia teruslah berubah sesuai dengan ruang dan waktu. Maka ilmu yang kita maknai saat ini bisa jadi berbeda dengan ilmu yang kita maknai di masa mendatang. Tapi sebenar-benar ilmu adalah yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  16. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda tentang hakikat ilmu sesuai dengan prioritas dan tuntutan masing-masing. Tidak bisa dibandingkan ilmu yang satu dengan yang lainnya, karena kebermanfaatan ilmu itu tergantung penggunanya. Elegi ini mengandung makna bahwa sebenar-benar hidup adalah memberi manfaat kepada orang lain dan lingkungan.

    ReplyDelete
  17. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Ilmu tiap orang berbeda-beda karena ilmu itu pengetahuan dan pengalaman. Karena ilmu itu sangat luas, maka manusia mengkotak-kotakkan ilmu sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Ilmu seorang dokter tidak bisa disamakan dengan Ilmu seorang Ilmuwan matematika. Ilmu seorang dosen tidak bisa disamakan dengan ilmu anak SD, dan lain sebagainya. Kita belajar dari yang tidak tahu menjadi tahu. Sebagai manusia kita harus terus belajar belajar dan belajar.

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi konferensi daerah imajiner, membahas mengenai hakekat ilmu. Dari elegi tersebut, dapat dipelajari bahwa hakikat ilmu menurut setiap orang itu berbeda. Ilmu menurut penjual bakso akan berbeda dengan ilmu menurut pemancing ikan. Sehingga hakikat ilmu itu berbeda-beda tergantung pengalaman dan sudut pandang orang yang mendefinisikannya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  19. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Ilmu atau ilmu pengetahuan merupakan seuruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi itu dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Dalam artikel yang berjudul “Elegi Konferensi Daerah Imajiner ini membuktikan bahwa ilmu memiliki definisi yang berbeda-beda sesuai seginya atau imajinernya masing-masing. Dengan demikian, antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya akan memiliki definisi ilmu yang berbeda-beda sesuai dengan daerah imajinernya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  20. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Ilmu adalah satu kata yang dapat didefinisikan dalam berbagai macam konteks. Setiap orang dari berbagai bidang memiliki definisi yang berbeda mengenai ilmu. Namun demikian, secara umum mereka mendefinisikan ilmu dengan sesuatu yang memberikan kepuasan dan kebahagiaan bagi dirinya serta secara tidak langsung merupakan tujuan hidupnya. Kita sendiri sebagai manusia tentu juga memiliki definisi masing-masing dengan ilmu. Apapun definisi ilmu menurut kita semoga dapat mempererat persatuan, bukan perpecahan. Aamiin.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika b 2017


    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih atas postingannya pak.
    Dari postingan ini dapat saya simpulkan bahwa ilmu itu merupakan kemampuan untuk memberikan manfaat kepada lingkungan dan orang banyak. Ilmu akan mewujudkan tujuan hidup, melaksanakan kewajiban dengan sebaik mungkin. Orang yang berilmu akan mengetahui tujuan hidup, kewajiban dan tanggung jawabnya. Karena sebaik-baik ilmu yaitu ilmu dari Allah SWT dan bertujuan untuk mendapatkan ridho-Nya. Jadi mari kita menjadi orang yang berilmu, karena merupakan kewajiban memberikan manfaat terhadap lingkungan dan orang banyak.

    ReplyDelete
  23. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Hal apa saja yang kita lakukan di dunia ini haruslah berdasarkan ilmu. Ilmu menerangi yang gelap, ilmu memperjelas apa yang kusut, ilmu memberikan petunjuk pada hal yang membingungkan. Ilmu akan meninggikan pemilikinya beberapa derajat. Ilmu bisa didapatkan dimana saja dan dengan siapa saja. Dari seorang anak, dari orang tua, dari teman sebaya, dari batu, dari air, dari pohon, di rumah, di pasar, di tempat beribadah, di sekolah, di taman, dan lain-lainnya yakni yang ada dan mungkin ada kita bisa mendapatkan ilmu. Ilmu akan sangat menolong kehidupan manusia, dengan ilmu manusia dapat hidup dan mengada. Oleh karena itu, benarlah pesan yang sangat terkenal ini, yakni "tuntutlah ilmu sejak dalam buaian hingga ke liang lahat".

    ReplyDelete
  24. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Tidak ada yang salah dengan perbedaan. Pandangan setiap orang mengenai sesuatu hal itu berbeda-beda, karena setiap manusia bebas merdeka di dalam pikiran mereka, tetapi terikat ruang dan waktu ketika di dunia nyata. Oleh karena itu ada ilmu yang dapat diterima oleh semua orang,karena sesuai dengan ruang dan waktu, dan dapat diterima oleh semua orang. Ilmu yang dapat diterima tersebut kemudian dijadikan patokan tentang bagaimana kita memandang sesuatu itu. Sehingga dapat menyamakan persepsi mengenai hal tersebut. Maka ilmu itu penting, hakikat manusia itu makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan oranglain.

    ReplyDelete
  25. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Elegi koferensi daerah imajiner ini berbicara mengenai hakikat ilmu. Ilmu menurut pandangan tiap orang berbeda-beda. Sebenar-benar ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan ilmu, dan dengan ilmu yang diperoleh gunakanlah ilmu pengetahuan secara bijak dan berlandaskan keimanan. Karena ilmu sangat berguna dalam kehidupan ini

    ReplyDelete
  26. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dalam "elegi konferensi daerah imajiner" diatas disebutkan bergbagai sudut pandang tentang ilmu, ilmu yang mereka deinisikan adalah ilmu yang sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah mereka jalani dalam kesehariannya. Tanpa melihat apa yang dilakukan oleh orang lain, sehingga yang ada dipikiran mereka hanyalah yang mereka lakukan.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ilmu ada dimana saja, tergantung subjek, ruang, dan waktunya. Bahkan daerah imajiner pun memiliki ilmunya masing-masing. Sehingga ilmu itu bisa ada di jalan, di jualan, perekonomian, pengamalan, kendaraan, profesi, penghasilan, jaringan, kesabaran, ujian, kesaksian, dan kewajiban. Ilmu tidak akan pernah habis untuk dipelajari selagi kita hidup di dunia ini. Dengan ilmu kita menjadi manusia yang berderajat. Dengan ilmu pula kita bisa menghindari mitos-mitos.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    ilmu itu adalah cakupan yang luas. tidak bisa kita katakan ilmu itu hanya lah sesuatu yang dipelajari secara formal saja. atau mungkin orang-orang masih menyebut sesuatu yang dipelajari secara tidak formal tapi memberikan keterampilaln, yaitu adalah ilmu. namu ilmu itu adalah segala hal yang menambah wawasan kita, yang mebuat pekerjaan kita berjalan lancar, dan mempermudah kehidupan kita. ilmu itu adalah sesuatu yang membuat kita berubah dari yang tidak tahu, menjadi tahu.

    ReplyDelete
  29. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamualaikum wr.wb
    Pada akhirnya sang akar dan si rumput diatas saling membutuhkan satu sama lain. Cerita diatas menyimpulkan bahwa ilmu itu luas maknanya. Ilmu juga seperti subjek yang mempelajarinya yaitu sesuai ruang dan waktunya. Ilmu tidak hanya membuat seseorang semakin cerdas, beriman, pintar, tapi kadang dengan ilmu membuat sesorang semakin lupa akan dirinya, semakin sombong sikapnya jika ilmu tidak diawali dengan berdoa. Karena sebaik-baiknya ilmu adalah Yang Maha Memiliki Ilmu itu yaitu Allah SWT. Ya, kita harus berdoa sebelum menuntut ilmu agar ilmu tersebut tidak melupakan kita.

    ReplyDelete
  30. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya mencoba memahami ilmu sebagai batas pikiran kita. Ketika seorang tukang bakso sehari-hari hanya memikirkan bagaimana caranya agar dagangannya laku, maka itulah ilmunya. Ketika seorang petani sehari-hari hanya memikirkan bagaimana agar hasil panennya baik, maka itulah ilmunya ketika seorang siswa sehari-hari hanya memikirkan nilai UANnya maka itulah ilmunya. Tinggi atau dangkal ilmu kita tergantung sebagaimana kita mengembangkannya. Seperti dalam elegi wadah dan isi, ketika wadah terlah berkembang, maka isipun berkembang, begitupun sebaliknya. Maka ilmumu adalah pikiranmu. Pikirkanlah hal yang baik, maka baiklah ilmumu.

    ReplyDelete
  31. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Ilmu itu sesuai dengan apa yang kita geluti sehari-hari. Bagaimana memperoleh yang terbaik sengan usaha maksimal yang bisa kita pikirkan dan lakukan. Saya jadi ingat, untuk mengajar anak-anak SD kita hendaknya juga jangan sampai salah memuat pertanyaan, dengan bahasa yang tidak sesuai dengan apa yang dapat dipikirkan anak SD, sebab dengan demikian kita telah menjadi monster bagi mereka. Kita perlu rendah hati dan ikhlas dengan kondisi dan kemampuan kita. Mari lakukan yang terbaik untuk apa yang menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab sehari-hari. Sekecil apapun kita, ternyata punya tugas dan tanggung jawab yang tak dapat disebut tidak penting. Semuanya ini berjalan dan ada agar terjadi harmoni dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    “Ilmu” satu kata yang banyak dicari dan banyak mengandung arti. Ilmu itu bermacam-macam sebanyak yang ada dan yang mungkin ada. di dalam hidup ini segala sesuatu untuk melakukan hidup ini butuh ilmu. Ilmu itu ternyata mengandung arti yang luas. Tetapi semua ilmu dapat diperoleh ketika kita mau berpikir. Semoga kita dimudahkan untuk bisa menggapai pikiran yang kritis dan ridho Allah SWT dalam memperoleh ilmu.

    ReplyDelete
  33. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Dua koonferensi daerah imajiner dengan peserta yang berbeda memberikan kami gambaran bahwa hakiaktnya kedua konferensi membahas hakiakt ilmu namun mengasilkan proses diskusi yang berbeda. Pada konferensi daerah imajiner pertama yang dihadiri orang terbatas, mebahas hakikat ilmu secara keseluruhan, secara umum dan diberlakuakn untuk segala apek kehidupan. Konferensi daerah imajiner yang diadakan akar dan rumput dengan peserta-peserta umum yang disebutkan diatas bahwa lebih membahas dan menitik beratkan bahwa ilmu merupakan hal yang sesuai bidang dan rutinitas mereka masing-masing. Jika di hubungkan konferensi daerah imajiner pertama merupakan hal yang dilangit dan konferensi daerah imajiner kedua merupakan turunannya. Mohon Pencerahannnya Prof. Terima Kasih

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang telah diberikan. Ulasan di atas mengarahkan saya untuk belajar mengenai pendefinisian ilmu dari berbagai kalangan. Menurut saya ilmu adalah segala aspek yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dalam hidup. Saya menyadari bahwa untuk mencari ilmu itu sendiri seseorang harus berjuang terlebih dahulu. Selain itu, ilmu yang diperoleh akan lebih bermakna saat dapat memberikan manfaat bagi sesama dan menginternalisasi dalam diri sendiri. Dengan segala keterbatasan dalam diri, tentunya saya sendiri juga tidak mampu menguasai segala sesuatu. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Bapak, bagaimana tingkatan-tingkatan pada ilmu itu sendiri? Kemudian, ilmu yang sudah diamalkan dan bermanfaat bagi sesama itu berada pada hakekat ilmu yang seperti apa?

    ReplyDelete
  35. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas salah satu ilmu yang telah diberikan di artikel kali ini. Mneurut saya, ilmu itu mencakup segala sesuatu yang dan yang mungkin ada, memiliki ruang dan waktunya masing-masing, bercabang-cabang, dan memiliki banyak kategori-kategori di dalamnya. Dari masing-masing definisi ilmu yang disebutkan para beda profesi tersebut kita bisa tahu bahwa ilmu itu apa yang menjadikan dia untung, bermanfaat, dan selalu melibatkan orang dalam memperolehnya. Saya sangat menyadari bahwa pentingnya bagaimana proses terbaik memperoleh ilmu tentu dengan usaha maksimal yang dilandasi keikhlasan apapun yang bisa kita pikirkan dan lakukan. Sedihnya adalah kita berhakikat salah dan lupa, jadi jika tidak menjaga baik-baik ilmu yang sudah ada dalam pikiran kita, kita bisa dengan melupakannya. Sebaik-baiknya ilmu adalah Yang Maha Memiliki Ilmu sehingga kita harus selalu berdoa sebelum menuntut ilmu agar kita tidak mudah melupakan ilmu dan agar ilmu tersebut juga tidak melupakan kita. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  36. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setiap orang memiliki pandangan sendiri-sendiri mengenai “ilmu”. Penjual nasi goreng menyatakan dirinya sangat berilmu ketika nasi gorennya enak dan laris terjual. Seorang SPG atau sales menyatakan dirinya sangat berilmu saat ia mampu berkomunikasi dengan baik dan mampu menawarkan barang untuk orang lain sampai orang tersebut membelinya. Seorang guru menyatakan dirinya berilmu ketika apa yang diterangkannya membuat siswa menjadi paham sehingga nilai siswa menjadi baik. Namun beberapa mengaggap Ilmu juga dipraktikkan dalam hal-hal yang tidak baik. Seseorang bisa korupsi, karena punya “ilmu” manipulasi anggaran sehingga tidak terlihat jelas antara pemasukan dan pengeluaran, seorang penjual bisa menggunakan “ilmu” komunikasinya seperti menggunakan pernyataan-pernyataan manis dan persuasif untuk membohongi calon pembelinya. Semakin tinggi ilmu yang dimiliki oleh seseorang, bisa berujung pada 2 hal yaitu: (1) semakin dekat dengan Tuhan (Allah SWT) , dan (2) semakin jauh dengan Tuhan (Allah SWT). Kondisi yang ke-2 ini karena dengan ilmunya, sesorang menggunakan untuk hal-hal yang tidak baik seperti untuk menipu orang, korupsi, berlaku tidak adil, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  37. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Ilmu adalah sesuatu yang seseorang peroleh baik melalui proses mental ataupun melalui proses fisik. Semua mahluk yang ada di bumi ini membutuhkan ilmu agar mampu bertahan. Melalui elegi di atas, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa definisi ilmu tergantung pada kepentingan dan kebutuhan masing-masing pendefinisi ilmu itu sendiri. Ilmu merupakan hal primer penunjang kebermanfaatan suatu benda atau mahluk dalam menjalankan fungsinya. Sebagai manusia yang mengakui Tuhan Yang Maha Esa, manusia wajib mengetahui ilmu dunia dan ilmu akhirat. Rasullullah telah mengajarkan pada manusia bagaimana harus bersikap untuk urusan kedua ilmu ini. “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam agama.” (Muttafaq ‘alaihi), “Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” (HR. Muslim, no. 2363)
    Hal ini berarti kehidupan manusia seyogyanya seimbang dalam menjalani kedua ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  38. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Pertama kali ketika membaca judul dari elegi ini saya tertawa kenapa pula ada yang dikatakan sebagai daerah imajiner? Dan mengapa apa alasan di balik pengunaan frasa tersebut? Namun satu hal yang saya dapatkan dari elegi ini adalah ilmu pengetahuan adalah milik seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Ia tidak boleh dimonopoli oleh hanya sebagian orang atau kelompok. Ia harus menjangkau seluruh golongan. Itu idelanya. Tapi pada kenyataannya ternyata tidak demikian. Justru ilmu pengetahuan lebih banyak hanya dapat diakses oleh orang orang yang memiliki tingkat ekonomi yang tinggi (orang kaya). Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan yang menetapkan biaya pendidikan yang tinggi memunculkan suatu kalimat yang ironi seperti “orang miskin dilarang sekolah”.

    ReplyDelete
  39. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Kita dapat memperoleh ilmu dimanapun dan dari siapapun. Dari seorang pejabat hingga orang yang jualan bakso juga mereka mempunyai ilmu. Ilmu yang mereka miliki tentunya berbeda. Maka perbedaan itulah yang membuat luasnya ilmu yang kita miliki. Setiap orang dan setiap profesi mereka memiliki ilmunya masing-masing sesuai dengan kapasitas pekerjaan yang mereka geluti, akan tetapi ilmu yang mereka miliki tidak lah menjadi ilmu yang berguna ketika mereka menggunakan ilmunya hanya untuk orang-orag yang sama atau yang satu profesi dengannya. Akan lebih bermanfaat jika ilmu yang mereka punya dapat bagikan kepada siapaun, hingga setiap orang dapat belajar dan memperoleh ilmu dari siapa saja dan golongan apa saja.

    ReplyDelete
  40. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Ilmu itu banak dan beragam bagi setiap mahluk khususnya manusia, karena manusia diberi kelebihan dalam bidang ilmu. Ilmu seorang tergantung dari apa yang dia usahakan, tergantung dari apa yang dia kerjakan, tergantung dari sudut pandang, tergantung dari dimensi, tergantung dari profesi. Maka sebanyak banyaknya ilmu manusia itu ibaratkan setitik pasir dilautan. Semoga kita diberi ilmu yang bermanfaat dari Allah SWT sesuai dengan apa yangkita usahakan. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete