Sep 22, 2010

Elegi Menggapai Pondamen

Oleh Marsigit

Pondamen:
Siapakah diantara engkau yang dapat menjawab pertanyaan saya. Pertanyaanku adalah sebutkan peristiwa atau keadaan atau apapun yang engkau anggap bisa menjadi awal dari aktivitasmu?



Membaca 1:
Awal dari saya membaca adalah ketika saya mulai memegang buku.

Membaca 2:
Awal dari saya membaca adalah ketika saya memikirkan buku.

Membaca 3:
Awal dari saya membaca adalah ketika saya memikirkan tugas yang diberikan dosen.

Membaca 4:
Awal dari saya membaca adalah ketika saya membuka halaman pertama.

...
...

Membaca N:
Awal dari saya membaca adalah ketika saya berdoa.

Pondamen:
Baiklah kalau begitu, maka dikarenakan Membaca 1, Membaca 2, Membaca 3, Membaca 4, ..., Membaca N, telah dapat menentukan awal dari kegiatanmu, apapun yang engkau anggap awal, maka engkau semua baik sadar atau tidak sadar adalah termasuk golongan kaum foundationalis. Apakah ada Membaca yang lain lain yang ingin usul, bertanya atau protes?

Membaca N+1:
Aku mengakui melakukan kegiatan membaca, tetapi aku mengalami kesulitan hal atau kejadian atau sifat yang bagimana yang dapat aku jadikan sebagai awal dari membaca? Jika aku tentukan bahwa membuka halaman pertama adalah awalku, bukankah doa ku itu lebih awal, jika yang aku anggap sebagai awal membaca adalah pikiranku akan tugas kuliahku, bukankah pertemuan pertamaku dengan dosenku itu lebih awal, ...demikian seterusnya bahkan jika aku ekstensikan maka aku juga dapat mengatakan bahwa awal dari membacaku adalah saat aku lahir, tetapi ternyata ada kejadian yang lain yang mendahuluiku. Maka dengan ini aku nyatakan bahwa aku kesulitan menentukan kapan aku mulai membaca?

Pondamen:
Wahai Membaca N+1, kalau begitu aku dapat menyebut bahwa engkau bukanlah anggotaku. Sebetul-betul dirimu adalah anggota dari kaum anti-foundationalisme. Demikianlah sekelumit tentang hal ikhwal terjadinya aliran foundalisme dan anti-foundalisme dalam filsafat. Maka renungkanlah. Amiin.

Membaca 1, Membace 2, Membaca 3, Membaca 4, ...Membaca N dan Membaca N+1
Wahai pondamen, dapatkah engkau menunjukkan kepada diriku siapa saja teman-temanku itu?

Pondamen:
Dalam filsafat, aliran apapun jika dia telah bersikap menentukan peristiwa, kejadian, sifat atau apapun sebagai awal dari analisisnya, maka mereka itu disebut aliran foundationalisme. Jika tidak demikian maka dia disebut sebagai aliran anti-foundationalisme?

Membaca 1, Membace 2, Membaca 3, Membaca 4, ...Membaca N dan Membaca N+1
Contoh kongkritnya apa dan bagaimana?

Pondamen:
Foundationalisme dalam matematika adalah filsafat matematika yang membangun sistem matematika berdasar pondamen. Pondamen matematika dapat berupa geometri, himpunan, pengukuran , atau statistika. Maka sebagian besar filsafat matematika adalah foundationalisme. Sedangkan yang tidak termasuk foundationalisme biasanya bersifat intuitionisme. Maka kaum intuitionisme berusaha membangun matematika dengan tidak menentukan dasar apapun kecuali menggunakan intuisi untuk merefleksikan matematikanya.

Membaca 1, Membace 2, Membaca 3, Membaca 4, ...Membaca N dan Membaca N+1
Apakah ada contoh yang lain?

Pondamen:
Kaum empiris membangun filsafat dengan pondasi berupa pengalaman. Bagi mereka tiadalah ilmu jika tidak ada pengalaman. Sedangkan kaum rasionalis membangun filsafat berdasarkan rasio. Maka bagi kaum rasionalisme, tiadalah ilmu jika tidak menggunakan rasio. Maka dapat aku katakan bahwa kaum empiris dan kaum rasionalis, bagaimanapun juga termasuk kaum foundationalisme.

Membaca 1, Membace 2, Membaca 3, Membaca 4, ...Membaca N dan Membaca N+1
Bagaimanakah tentang I. Kant?

Pondamen:
Ketahuilah bahwa ternyata ada berbagai sifat pondamen. Ada pondamen yang bersifat tetap, ada yang bergerak dan ada yang kontradiktif. Immanuel Kant membangun filsafatnya diatas kontradiksi atau pertentangan antara rasionalisme dan empiricisme. Maka dikatakan bahwa Immanuel Kant membangun filsafat itu di atas pondamen epistemologis, dan menghasilkan suatu rumusan ilmu yaitu bahwa ilmu itu bersifat sintetik a prirori.

Membaca 1, Membace 2, Membaca 3, Membaca 4, ...Membaca N dan Membaca N+1
Apakah bedanya foundationalisme dan foundamentalist?

Pondamen:
Foundationalisme adalah filsafat sedangkan foundamentalis adalah sosiologi, psikologi atau politik.
Demikian, maka renungkanlah. Amiin.

7 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Berpijak pada awal yang merupakan dasar bagi sesuatu hal itulah yang dapat dikatakan sebagai pondamen. Seseorang yang dapat mengatakan dan menentukan awal baginya maka orang tersebut merupakan orang yang memiliki foundasi atau termasuk pada kaum foundalis. Tetapi bagi seseorang yang tidak dapat mengatakan dan menentukan awal baginya maka orang tersebut tidak memiliki foundasi, karena dia meyakini bahwa membicarakan tentang awal tidak akan pernah selesai, ada awal yang lebih awal dari awal yang lain, maka dia tidak dapat memutuskan yang mana awal bagi dirinya, orang seperti itu termasuk pada golongan anti foundalis.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Elegi ini merupakan contoh dari fondasionalisme. Tapi menurut saya, hal ini memberikan contoh bahwa sulitnya menentukan awal. Awal menurut saya tidak untuk dipikirkan. Akan tak terjangkau apabila kita ingin meraih awal. Awal adalah bagian dari keyakinan. Keyakinan menurut kita benar.
    Awal hanyalah Alloh yang tahu, sebaliknya, akhir pun hanya Alloh yang tahu. Tugas kita adalah mengimaninya dan juga mengisi apa yang ada di antara awal dan akhir.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pondamen merupakan dasar atau landasan hidup seseorang agar hidup punya tujuan dan terarah. Seperti halnya pondamen matematika adalah ide-ide dasar yang disampaikan oleh para filsuf. Maka landasan awal dari matematika adalah:
    Pondasi matematika yang dibangun dengan LOGISISME Frege yang bermula dari Leibniz, dengan menempatkan logika berada di depan dalam mempelajari matematika. Selanjutnya dengan pondasi dari Kant, maka kebenaran matematika adalah "a priori tapi sintetik" (SINTETIK A PRIORI), yang diperoleh melalui sintesa dari berbagai pengetahuan a priori/abstrak, dengan memperhatikan KONSISTENSI-nya Newton dan sifat NATURAL dari Hume maka pondamen berikutnya ditambahkan oleh Rene Descartes dengan RASIONALITASNYA, yang semuanya bermuara kepada IDE-nya Plato sebagai BUAH DARI PIKIRAN.

    ReplyDelete
  4. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Salah satu aliran filsafat adalah foundationalisme, yaitu aliran dimana mereka dapat menentukan peristiwa, kejadian, sifat atau apapun sebagai awal dari analisisnya. Jika seseorang tidak dapat menentukan awal dari analisisnya maka termasuk aliran anti-foundationalisme. Menurut Immanuel Kant, ada berbagai sifat pondamen yaitu ada pondamen yang bersifat tetap, ada yang bergerak dan ada yang kontradiktif.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Foundationalisme adalah salah satu aliran dalam filsafat. jika dalam matematika, maka Foundationalisme lebih bersifat akurat dengan memperhatikan lebih detai, sedangkan lawannya berupa intuisi. sedangkan foundamentalis adalah sosiologi, psikologi atau politik. lebih kepada objek dari Foundationalisme.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Foundamentalis adalah sosiologi, psikologi atau politik. Hal ini berdasar ilmu ang sudah berlaku secara umum.
    Foundamentalis secara sosiologi berarti dasar yang digunakan mengacu pada hubungan antar manusia,atau hubungan soaial manusia.
    Sedangkan foundamentalis secara psikologi berarti berdasar pada karakteristik setiap individu. Sedangkan foundamentalis secara politik berarti berdasar kepentingan.

    ReplyDelete
  7. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Dalam elegi ini menegaskan bahwa pondasi suatu bangunan adalah sesuatu yang menjadi awal bangunan tersebut. tak peduli awal tersebut tersusun atau terbuat dari apa, yang penting sekarang dia akan dijadikan sebagai pondasi. begitulah seharusnya kita bersikap untuk menentukan pondasi kegiatan-kegiatan kita. Tingaal tentukan saja kegiatan yang akan dijadikan awal, kemudian mulai lah dalam berkegiatan. Jika kita terlalu lama dalam mempertimbangkan langkah awal, dan terlalu berbelit dalam memikirkan langkah awal, maka kegiatan yang seharusnya dilaksanakan segera akan semakin tertunda.

    ReplyDelete