Sep 25, 2010

Elegi Pertengkaran Antara Biasa dan Tidak Biasa




Oleh Marsigit

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...mengapa kelihatannya engkau bersikap sinis terhadapku? Bukankah engkau memahami bahwa kebiasaan itu sangat bermanfaat bagi hidupmu?

Tidak Biasa:
Wahai Biasa...ketahuilah bahwa engkau itu hanyalah separoh dari dunia ini?

Biasa:
Lho..kenapa aku hanya separoh dari dunia ini? Lha yang separohnya lagi siapa?

Tidak Biasa:
Yang separohnya lagi dari dunia ini adalah diriku...yaitu Tidak Biasa.

Biasa:
Ahh...ngacau kau itu. Kayak gitu saja dipermasalahkan. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Mbok jangan biasa mempermasalahkan hal-hal yang sepele kayak gitu? Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai Biasa..aku ingin bertanya...sekarang ini...ketika engkau bicara dengan diriku itu...dalam keadaan sehat atau tidak?

Biasa:
Lho...kok kamu bertanya seperti itu? Mbok Jangan Biasa bertanya kayak gitu! Aku Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...sekarang saya ingin tanya kepadamu. Apa bedanya Jangan Biasa dengan Tidak Biasa?

Biasa:
Lho ...kok kamu masih aneh ta? Mbok Jangan Biasa bertanya yang aneh-aneh ta.
Menurutku Jangan Biasa itu ya sama dengan Tidak Biasa.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...apakah engkau Tidak Biasa menjawab pertanyaanku yang aneh-aneh?

Biasa:
Iya..aku Tidak Biasa menjawab pertanyaanmu yang aneh-aneh.

Tidak Biasa:
Apakah kamu sering Tidak Biasa?

Biasa:
Oh...saya selalu Tidak Biasa ...saya sering Tidak Biasa...bahkan seluruh hidupku itu hampir Tidak Biasa. Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Tidak Biasa:
Wahai ...Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir?

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....

Tidak Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Biasa...coba ulangi lagi kalimatmu yang terakhir tetapi gantilah Tidak dengan Bukan ...dan Biasa diganti dengan Diriku.

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Bukan Diriku. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Bukan Diriku. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Bukan Diriku. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Tidak Biasa:
Rasain engkau ....hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
O..ooh...wahai Tidak Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir tadi!

Tidak Biasa:
Hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Tidak Biasa...apakah kamu menyarankan agar kita selalu Biasa? Biasa Jangan itu Biasa atai Tidak Biasa?

Tidak Biasa:
Biasa Jangan adalah Biasa. Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...apakah Tidak Biasa sama dengan Dirimu?

Tidak Biasa:
Ya Tidak Biasa itu sama dengan Diriku.

Biasa:
Ulangilah kalimatmu tetapi gantikah Tidak Biasa dengan Dirimu.

Tidak Biasa:
Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Diriku tidak penting. Kok Tidak Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Biasa:
Wahai Tak Biasa...masalahnya aku Biasa Tak Biasa. Lho kok saya jadi pusing lagi?
Biasa Tak Biasa itu Biasa atau Tak Biasa ya?

Tak Biasa:
Wahai Biasa...masalahnya aku Tak Biasa Biasa. Lho kok saya jadi bingung lagi? Tak Biasa Biasa itu Tak Biasa atau Biasa ya?


Bagawat:
Hai Biasa dan tidak Biasa...hentikanlah pertikaianmu itu. Itulah teladannya jika engkau telah mengabaikan isi. Biasa dan Tidak Biasa itu keduanya adalah wadah. Maka kamu bisa mempermainkan sekehendak dirimu satu dengan yang lain sebagai wadah karena engkau mengabaikan atau tidak mempunyai isi.

Biasa dan Tidak Biasa:
Wahai sang Bagawat...berilah contoh kepada kami...seperti apakah bentukku jika aku sudah mempunyai isi? Dan apa saja yang bisa menjadi isi dari diriku itu?

Bagawat:
Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.

Biasa dan Tidak Biasa:
Oo..ooo...paham aku sekarang. Mengapa manusia dengan mudahnya memanipulasi wadah...karena dia mengabaikan isinya. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu bisa menjadi wadah. Guru, Peneliti, Dosen, Pengawas, Bankir, DPR, Mahasiswa, Siswa, Beasiswa, BUMN, Koperasi, LSM, Menteri, Pejabat, Ketua, ....bahkan Agama...itu semua adalah wadah-wadah. Semoga dengan kasus pertengaran antara Biasa dan Tidak Biasa...ini bisa menjadi pelajaran bagi semua perihal pentingnya isi, agar tidak semena-mena mempermainkan wadah. Amiin.

88 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kita sebagai manusia yang memilki wadah dan isi sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Biasa yang merupakan isi positif seperti melakukan baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, dst. Kita sebaiknya sebagai manusia mengejar biasa, bukan kontradiksinya yaitu tidak biasa. Dengan biasa, kita akan mendapatkan isi bagi diri kita yang bermakna.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Biasa dan tak biasa adalah kontradiksi. Mereka tidak akan saling beririsan. Jika diumpamakan wadah dan isi, maka wadah dari biasa adalah segala perilaku positif yang merupakan hal – hal kebajikan, dan wadah dari tak biasa adalah segala perilaku negative yang hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Didalam kehidupan antara biasa dan tidak biasa sering kita jumpai, ketika biasa maka hal ini akan mudah bagi kita untuk menjalankannya, namun ketika itu tidak biasa maka akan terjadi kontradiksi dalam diri kita yang menyebabkan ketidaknyamanan. Namun pada hakikatnya terjadinya kontradiksi dalam diri kita menandakan bertambahnya ilmu kita. Karena ketika tidak terjadi kontradiksi maka itu sebenarnya hal yang biasa dan apabila terjadi kontradiksi maka ketahuilah bahwa itu tidak biasa bagi kita.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    biasa dan tidak biasa dari elegi ini adalah wadah. biasa yang mungkin di pandangan secara umum, dan tidak biasa segala sesuatu yang unik. namun bisa saja kebalikannya. tak biasa adalah segala sesuatu yang kita temui bersama kontradiksi, dan biasa adalah hal yang mudah pada segala sesuatu yang kita temui. karna sebenar-benarnya biasa dan tidak biasa tergantuk pada isinya yaitu pikiran kita, dan tergantung ruang dan waktunya mau di arahkan kemana.

    ReplyDelete
  5. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Biasa dan tidak biasa adalah suatu hal yang cukup menarik, mengambil sudut pandang yang sama dalam kebaikan menjadi biasa dalam kebaikan, dan tak biasa dalam menjalankan kemungkaran. Biasa dan tak biasa hanya sebuah wadah tergantung isinya nanti dapat berisikan yang sama namun memiliki perbedaan makna, berisikan hal yang bertolak belakan dapat membuat hal yang bermakna sama. Bcara wadah da nisi, hal tersebut hanya bentuk lain dari yang ada dan yang mungkin ada atau yang mungkin tidak ada.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Obyek filsafat meliputi ada dan yang mungkin ada, hakekatnya adalah sebuah wadah. Manusia hanyalah sebuah wadah, jika isinya adalah pikiran dan hati diabaikan, ia tidak beda dengan makhluk-makhluk yang lain. Pikiran dan hati itu juga wadah, maka kita harus mengisinya dengan cara selalu berpikir yang dilandasi dengan hati yang bersih agar menjadi pribadi yang bermakna, sehingga tidak mudah dimanipulasi atau memanipulasi dan dipermainkan atau mempermainkan. Dengan demikian, kita bisa belajar mengenai pentingnya memandang sesuatu sebagai satu kesatuan antara wadah dan isi. Wadah saja tanpa isi atau isi saja tanpa wadah sama-sama mengurangi makna dari sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Wadah merupakan tempat, dan yang ada di dalamnya adalah isinya. Wadah akan berfungsi jika ada isinya, dan isi akan benar – benar ada jika dimasukkan ke dalam wadah. Menurut saya, kedua hal tersebut saling membutuhkan. Bentuk dari isi tergantung dari wadahnya, maka menurut saya sebagai manusia hendaknya berperilaku yang baik dan mengarahkan hati kita kepada hal – hal yang baik agar benar – benar baik adanya dari wadah dan isinya dan bukan hanya salah satunya. Sebagai guru, siswa, dosen, atau pun pekerja yang lainnya mempunyai kepribadian yang berbeda – beda dan apa yang ada dalam hatinya juga berbeda – beda. Maka wadah dan isi dari setiap manusia tergantung dari ruang dan waktunya masing – masing.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pentingnya mengetahui dan menjaga isi dari masing-masing wadah untuk menempatkan sesuai dengan wadahnya. Setiap yang ada dan yang mungkin ada mempunyai sifat isi yang berbeda dari masing-masing yang lainnya. Kewajiban perlu dilakukan sesuai dari apa yang sudah menjadi wadahnya. Setiap wadah menjaga isinya itu merupakan hal yang biasa, akan tetapi ketika isi harus menjaga wadahnya merupakan hal yang tidak biasa. Isi merupakan cerminan dari sebuah wadah, mengapa bukan wadah yang mencerminkan isinya? Karena hal ini merupakan hal yang tidak biasa.

    ReplyDelete
  9. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang bisa saya dapatkan dari elegi di atas adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya, melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan menghindari melakukan hal yang dilarang untuk dilakukan. Begitu pula ketika kita sudah bertaqwa kepada Tuhan YME, kita harus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pertengkaran antara biasa dengan tidak biasa mengingatkan kita untuk senantiasa membiasakan hal-hal kebaikan, seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dan lain sebagainya. Elegi di atas dapat dijadikan sebagai wahana intropeksi kita. Kita hendaknya selalu berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita jalani. Misalnya kita menjadi seorang guru, maka jadilah guru yang bertanggung jawab dan profesional, di mana tidak menjadikan profesi hanyalah sebagai jabatan saja melainkan harus memaknai dan menjalankannya dengan penuh ikhlas sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah saatnya kita bergerak dan berkarya dengan penuh tanggung jawab. Kita sebagai kaum intelektual dapat berkontribusi khususnya dalam dunia pendidikan. Seperti halnya Guru, Peneliti, Dosen, Pengawas, Bankir, DPR, Mahasiswa, Siswa tidak hanya sebuah gelar saja, melainkan perlu dimakanai dan menjadi motivasi kita untuk memenuhi kewajiban kita terhadap gelar tersebut. Biasakan diri kita untuk selalu bertanggung jawab dan tumbuhkan benih niat beribadah dalam setiap langkah kita.

    ReplyDelete
  12. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Yang menggangap biasa dan tidak biasa adalah kita sendiri. sehingga pandai pandai dalam berpendapat akan sebuah hal biasa dan tidak biasa. karena sejatinya pendapat mengenai yang biasa dan tidak biasa adalah tidak sama antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Wadah dan isi sudah dipahami secara menyeluruh. Wadah menampung isi, sedangkan isi mengisi wadah. Prinsip ini mendasari keadaan di mana semua bisa memiliki manfaat dan kegunaan bagi yang lain jika kita mengetahui keadaan dan ketetapannya.Jika ditinjau lebih dalam lagi sesuatu yang belum menjadi rutinitas atau bahkan belum pernah kita lakukan maka hal ini akan menjadi tidak biasa namun jika telah dilakukan atau sudah menjadi rutinitas makan akan jadi biasa. Pepatah mengatakan “ala bisa karena biasa” sesuatu yang telah menjadi biasa akan menjadi kebiasaan. Oleh karena itu dalam kehidupan ini kita bisa menjadi hal-hal yang tidak biasa menjadi biasa sehingga kita menuju ke kehidupan yang lebih bermakna dan lebih mulia.

    ReplyDelete
  14. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas memberikan sebuah pelajaran bahwa biasa dan tidak bisa adalah wadah. Kita dapat mengisi 'biasa' dengan hal-hal yang baik, misalnya belajar, beramal, beribadah, dst. Dan kita dapat mengisi 'tidak biasa' dengan hal-hal yang kurang baik, misalnya malas, suka telat, suka menyepelekan sesuatu, dst. Dengan mebiasakan hal-hal tersebut sesuai porsinya, maka kita akan mampu menjadi orang yang lebih baik.

    ReplyDelete
  15. Elli Susilawati
    16709251073
    Kebanyakan dari kita sudah tidak memperdulikan lagi wadah dan isi. Hal-hal yang tak biasa menjadi biasa karena dibiasakan begitu pula sebaliknya hal yang biasa karena tidak dibiasakan menjadi tidak biasa. sehingga yang terjadi, tidak biasa menjadi terlihat benar dan biasa menjadi terlihat salah. idealnya kita harus membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa

    ReplyDelete
  16. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya setiap lembaga dan jabatan adalah suatu wadah, yang isinya biasa dan tidak biasa seperti pembicaraan dialog diatas. Dalam lembaga atau jabatan apakah kita bisa melakukan kebiasan dari biasa dan menjauhi tidak biasa itu? Jika kita bisa melakukannya kita akan terlahir sebagai pribadi yang amanah bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

    ReplyDelete
  17. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya biasa dan tidak biasanya sesuatu itu kembali lagi tergantung pada pola pikir. Bagaimana seseorang memandang sesuatu hal. Hal yang tidak biasa bisa jadi biasa bagi orang yang menjadikannya suatu kebiasaan, berlaku pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  18. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Jika terjadi pertentangan biasa dan tidak biasa maka lebih-lebih lagi antara biasa 1 dan biasa 2. Bagaimana seorang memandang objek akan memberikan pengaruh yang besar. Pengetahuan seorang terhadap isi menjadi jaminan keselamatan dari hanya sekedar memandang wadahnya. Namun isi yang bagus biasanya diwadahi dengan suatu yang bagus pula. Pikiran yang bagus menghasilkan tutur kata dan perilaku yang bagus.

    ReplyDelete
  19. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan artikel ini disebutkan bahwa isi dari biasa itu ialah melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dst. Dan isi dari tidak biasa adalah berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dst. Oleh karena itu, harusnya kita biasakan diri untuk melakukan hal-hal positif dan tidak mebiasakan diri untuk melakukan hal-hal negatif.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Biasa adalah hal-hal yang sering dilakukan, sementara tidak biasa adalah hal-hal yang hampir tidak pernah dilakukan. Sebagai manusia yang beriman hendaknya kita dapat membiasakan diri dengan hal baik dan positif sesuai yang diperintahkan oleh Allah. Karena suatu amalan atau pekerjaan yang baik, dapat juga berdampak baik pada manusia. Biasakanlah diri kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan tersebut dan menjauhkan diri dari segala macam keburukan dan godaan negatif yang ada.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Biasa dan tidak biasa adalah wadah. Maka kita bisa mempermainkan sekehendak kita untuk mengisinya dengan apa saja. Sebaik-baiknya isi biasa adalah hal yang baik seperti beribadah kepada Allah SWT, berdo’a, disiplin, menolong, dan kegiatan baiklannya. Sedangkan tidak biasa isilah dengan kegiatan yang buruk. Seperti tidak terbiasa mencuri, berbohong, dan kegiatan buruk lainnya. Kita bisa memilih akan memilih yang mana. Namun pilihan terbaik adalah yang baik bukan yang buruk.

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini mengajarkan kita bahwa biasa dan tidak biasa saling melegkapi. Biasa dan tidak biasa mengenai objek dalam kehidupan antara yang ada da yang mungkin ada dalam batasan ruang dan waktu, objek merupakan wadahnya. Manusia sering memanipulasi wadah menjadi bermacam-macam sesuai dengan keinginan dan kehendaknya. Wadah tidak dapat menjadi isi dan isi juga tidak dapat menjadi wadah dikarenakan situasi apapun. Semua yang bersifat memaksa tidak akan baik akhirnya. Sesuatu yang kita anggap biasa bisa jadi itu tidak biasa bagi orang lain karena semua bergantung pada wadah dan isinya.

    ReplyDelete
  23. Sesuatu dapat diterjemahkan dan menterjemahkan. Biasa dan tidak biasa dapat diterjemahkan sebagai wadah, sedangkan isi dari biasa adalah perbuatan baik sedangkan isi tidak biasa adalah perbuatan yang tidak baik.
    Biasa dan tidak biasa juga dapat dipahami sebagai perilaku yang berulang-ulang dan sesekali. Jika perilaku tersebut diulang-ulang maka menjadi biasa tetapi jika perilaku itu terjadi sesekali maka dapat dikatakan tidak bisa. Seperti jika siswa ditanya “2 + 2” maka jawabannya adalah “4” dan itu adalah hal yang biasa sedangkan jika orang yang telah belajar ditanya “2 + 2” kemudian jawabannya “belum tentu 4” berarti dia telah memberikan jawaban yang tidak biasa.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Biasa adalah hal yang sering kita lakukan, sedangkan tidak biasa adalah hal yang jarang atau bahkan tidak kita lakukan. Biasa melakukan maka akan menghadirkan kebiasaan, kebiasaan adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan dengan bentuk yang sama, secara sadar dengan tujuan yang jelas dan dianggap baik dan benar. sesungguhnya biasa dan tidak biasa itu merupakan wadah. Dimana isinya adalah pikiran kita, yaitu biasa merupakan wadah dari melakukan hal yang dalam konteks kebaikan dan tidak biasa merupakan wadah dari melakukan hal dalam konteks keburukan atau tidak baik.

    ReplyDelete
  25. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Elegi di atas dapat dijadikan sebagai wahana intropeksi untuk diri kita. Pertengkaran antara biasa dengan tidak biasa mengingatkan kita untuk senantiasa membiasakan hal-hal kebaikan, seperti beribadah, berdoa, jujur, disiplin, tanggung jawab, konsisten, dan lainnya. Kita hendaknya selalu berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita jalani. Kemudian kita harus tidak biasakan diri kita untuk melakukan hal-hal keburukan, seperti sombong, berbohong, maksiat, dan sebagainya. Oleh karena itu, berdasarkan artikel diatas kita harus memahami dan menyadari dari biasa maupun tidak biasa agar kita dapat senantiasa melakukan kegiatan yang baik.

    ReplyDelete
  26. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari “Elegi Pertengkaran Antara Biasa dan Tidak Biasa” bahwa Biasa dan Tidak Biasa itu dianggap wadah. Dan semua yang ada dan yang mungkin ada itu bisa menjadi wadah. Isi dari Biasa antara lain melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, dst. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah: berbohong, berdusta, korupsi, dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.

    Dalam dunia pendidikan, guru menjadi wadah, maka isi itu penting untuk menjaga nama baik guru itu sendiri. Biasakanlah menjadi guru yang menyenangkan, dapat menanamkan konsep kepada siswa, tidak menutupi sifat pada siswa, dst.
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  27. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Tempat atau wadah merupakan sesuatu yang digunakan untuk meletakkan, menaruh, maupun menyimpan. Biasa dan tidak biasa merupakan hal yang tidak terpisah dari kehidupan ini. Berdasarkan elegi yang Prof. Tuliskan di atas, dapat saya ambil pelajaran yaitu sebagai analoginya, biasa dan tidak biasa merupakan wadah atau tempat. Isi daripada biasa dan tidak biasa tersebut dapat berupa berbagaimacam tingkah laku. Biasa dapat berisikan hal-hal yang baik-baik. Misalnya perilaku terpuji, beribadah kepada Allah SWT, dan memiliki kepribadian yang baik. Sedangkan isi dari tidak biasa adalah perilaku tercela yang sebaiknya tidak kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun mengisi wadah yang tidak biasa lebih mudah dilakukan, daripada mengisi wadah yang biasa, sebisa mungkin untuk menghindari perilaku tidak biasa tersebut. Sebagai pendidik alangkah baiknya kita bisa memberikan contoh untuk membiasakan berperilaku terpuji, karena kita dilihat sebagai teladan bagi anak didik kita. Semoga kita selalu berada dalam kebiasaan-kebiasaan yang baik dan tidak membiasakan hal-hal yang buruk. Aamiin..

    ReplyDelete
  28. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Setiap wadah sejatinya sama, yang bisa menjadikan beda adalah isi dari wadah tersebut. Sesuatu bisa berharga karena isinya yang berharga, begitu pula sebaliknya, sesuatu bisa menjadi kurang berharga karena kurang berharga isinya. Salah satu contoh analogi yang dapat digunakan yaitu: setiap manusia sama di hadapan Allah. Yang membedakan adalah ketakwaannya. Manusia diilai baik jika akhlaknya baik. MAnusia dinilai buruk karena akhlaknya yang buruk. Akhlak adlah cerminan perilaku manusia setiap harinya. Hal ini adlaah hasil pembiasaan dan kebiasaan yang dilakukan. Jika dia biasa melakukan kebaikan maka baik pula akhlaknya. Namun jika dia selalu berbuat yang kurang baik maka buruk pula akhlaknya.

    ReplyDelete
  29. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ketika kita bicara tentang biasa maka kita baru bicara separuh dunia, masih ada separuhnya lagi yaitu tidak biasa. Dan sebenarnya kita tidak dapat berpisah dengan dua hal ini. Karena diri kita sendiri adalah penuh dengan kontradiksi. Dan diperbatasan sana biasa itu juga tidak bisasa begitu sebaliknya. Dan sebaik-baiknya, hidup yaitu menyeimbangkan antara biasa dan tidak biasa. Biasa dan tidak biasa ini juga ada kaitannya dengan wadah dan isi. Dikatakan wadah jika ia hanya nama saja. Sedangkan isi yaitu esensi dari hal itu. sehingga banyak dilapangan orang-orang hanya mengutamakan wadah tanpa melihat isi. Padahal keduanya itu penting dan harus seimbang

    ReplyDelete
  30. Nama : Wisniarti
    NIM : 1770921037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Bapak Marsigit pernah mengatakan bahwa hidup ini harus adil. Begitupun yang terjadi dengan biasa dan tidak biasa yang digunakan sesuai dengan ruang dan waktunya serta sesuai dengan yang seharusnya. " Biasa dan Tidak Biasa itu keduanya adalah wadah. Maka kamu bisa mempermainkan sekehendak dirimu satu dengan yang lain sebagai wadah karena engkau mengabaikan atau tidak mempunyai isi". Karena kita sudah diberi wadah, maka kitalah yang bijak mengisi kedua wadah tersebut. Hendaknya wadah tersebut diisi sesuai dengan sewajar dan sebijaknya.

    ReplyDelete
  31. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Memutar waktu, saya dibawa lamunan pada "Elegi hamba menggapai wadah dan isi".
    "Wadahmu akan selalu hadir ketika engkau wujudkan isimu. Maka sebenar-benar wadah tidak lain tidak bukan adalah isi. Maka tersesatlah wahai para siswa yang hanya mengejar wadah tetapi tidak mau mengisinya. Tetapi benar-benar merugilah jika para siswa hanya mengejar isi tetapi tidak mau mengenal wadahnya"

    "Serendah-rendahnya kualitas wadah dan isi kita di dunia adalah jika kita mempunyai wadah dan isi yang setinggi-tingginya namun menggunakannya untuk perbuatan-perbuatan tidak baik dan merugikan banyak orang".
    Komentar saya pada postingan "Elegi menggapai wadah dan isi" kurang lebih seperti ini: Tugas pertama kita adalah memposisikan diri bagaimana "wadah" akan berada. Setelah itu menggiring "isi" menjadi isi yang baik bagi wadah kita. Kita adalah makhluk sosial di bumi (wadah), maka hidup bersosial dengan membantu sesama adalah cara untuk mengisi wadah tersebut.

    Komentar saya saat ini: Saya akan melanjutkan komentar sebelumnya. Saya setuju dengan statement ini, "Mengapa manusia dengan mudahnya memanipulasi wadah...karena dia mengabaikan isinya". Sering kali manusia bangga dengan "wadah"-"wadah" yang berusaha mereka tampilkan. Yang penting gimana kelihatannya aja. Akan tetapi isinya? Sungguh hanya Tuhan yang mengetahui. Lantas pertanyaan saya kepada bapak Marsigit, sebenarnya di posisi mana saat ini saya berada? isi yang seperti apa yang seharusnya ada pada diri saya? apakah saya wadah? apakah saya isi?

    ReplyDelete
  32. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B


    Dalam wadah terdappat isnya, dalam pembelajaran wadah dapat berupa seseorang yang dijadikan teladan. Sedangkan isi dapat berupa melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, komitmen, dan beribadah. Isi dan wadah saling melegkapi sehingga tidak bisa dipisahkan. Dalam wadah tidak boleh diisi dengan isi yang tidak biasa seperti berbohong, berdusta, korupsi, memfitnah, berbuat dosa dan maksiat. Sehingga isi dalam wadah bisa terjadi kontradiksi oleh karena itulah kita membutuhkan wadah yang dapat memberi teladan bagi diri kita.

    ReplyDelete
  33. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    S2 Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Awalnya saya sudah hampir frustasi karena kurang mengerti maksud dari pertengkaran antara biasa dan tidak biasa. Akan tetapi, ketika Begawat mulai berbicara saya kemudian tersenyum. Ternyata selama ini kebanyakan dari kita masih kurang tepat dalam menempatkan isi ke dalam wadahnya. Sekehendak hati kita asal menempatkan isi bukan ke tempatnya, sehingga kekacauan semakin merebak kemana-mana tanpa bisa dikontrol lagi. Hal yang keliru yaitu membiasakan kebiasaan yang tidak baik dan tidak biasa membiasakan diri dengan sesuatu yang baik. Mulai sekarang kita harus cerdas menempatkan isi sesuai dengan wadahnya. Membiasakan kebiasaan yang baik dan tidak membiasakan kebiasaan yang buruk. Semoga kita semua diberi kemudahan dalam menjalankannya dan bisa lebih konsisten. Aamiin.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  34. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pertengkaran biasa dan tidak biasa sebenarnya sering terjadi di dalam diri manusia. Keduanya sering dijadikan pembenaran atas perilaku kita yang salah, atau sebaliknya. Misalnya pada saat kita melakukan sesuatu yang kita yakini salah, namun akhirnya kita bergumam "Ah.. ini biasa kok bagi orang.." Padahal kita paham betul bahwa itu hal yang tidak biasa. Wadah adalah suatu tempat yang ada fungsinya. Apabila kita mengabaikan isi sesuai fungsinya, maka akan terjadi ketidakpadanan.

    ReplyDelete
  35. Nur Dwi laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Biasa dan tidak biasa adalah wadah yang berubah bergantung dengan ruang dan waktu. Jujur bagi seorang yang biasa berbohong adalah hal yang tidak biasa. Berbohong bagi orang yang biasa jujur adalah hal yang tidak biasa. Juju dapat menjadi isi bagi wadah biasa orang- orang yang biasa jujur, dan menjadi isi bagi wadah tidak biasa orang- orang yang biasa berbohong. Maka sebenar- benar tugas manusia di dunia ini adalah mengisi wadah biasa dengan hal- hal baik, dan mengisi wadah tidak biasa dengan hal- hal buruk. Semoga kita senantiasa dimudahkan dalam membiasakan hal-hal baik dalam hidup kita. Amin.

    ReplyDelete
  36. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Semua hal di dunia ini lahir bersama kontradiksinya. Jika ada biasa maka ada tidak biasa. Kita harus ingat bahwa kita adalah wadah terhadap diri (peran, status) kita sendiri dan wadah kita harus diisi dengan hal-hal yang biasa dan tidak biasa. Biasa beribadah, biasa amanah, biasa jujur, biasa tepat waktu, dan biasa dengan kebaikan lainnya serta tidak biasa berbohong, tidak biasa terlambat, dan tidak biasa dengan keburukan lainnya.

    ReplyDelete
  37. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Ada biasa dan ada tidak biasa. Tergantung maksud dan tujuannya. Dalam elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa, keduanya diibaratkan sebagai wadah. Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Kualitas biasa dan tidak biasa bergantung kepada isinya, maka dari itu biasakanlah diri kita untuk melakukan hal-hal yang baik dan teruslah berdoa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  38. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kehidupan di dunia ini berisi kontradiksi. Bila ada baik maka ada buruk, ada benar maka ada salah, dst. Begitupula ada biasa maka ada tidak biasa. Oleh karena itu saya setuju jika biasa hanyalah separuh dari dunia dan separuhnya lagi adalah tidak biasa. Jika dilihat dari wadah dan isinya, maka biasa dan tidak biasa merupakan wadah. Isi dari biasa adalah melakukan kegiatan yang baik dan isi dari tidak biasa adalah melakukan kegiatan yang buruk. Dari elegi menggapai wadah dan isi bahwa “Wadahmu akan selalu hadir ketika engkau wujudkan isimu”, sehingga kita harus dapat bijaksana untuk mewujudkan isi dari sebuah wadah. Hendaknya kita biasa untuk melakukan kebaikan, dan tidak biasa untuk melakukan keburukan. Terima Kasih

    ReplyDelete
  39. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Melakukan sesuatu yang biasa dan yang tidak biasa sebenarnya harus kita imbangi. Jangan selalu membiasakan sesuatu, dan jangan selalu tidak membiasakan sesuatu. Semua harus sesuai dengan ruang dan waktu. Misal dalam melakukan kegiatan yang baik, seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka kita harus membiasakan melakukan hal-hal tersebut. Sedangkan berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Jangan kita Biasakan melakukan hal-hal tersebut. Dalam artian jadikan itu menjadi sesuatu yang tidak biasa dilakukan dalam kehidupan. Jadi biasa dan tidak biasa harus tepat digunakan sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  40. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menjadi tidak biasa terkadang perlu dilakukan asalkan menjadi tidak biasa yang membawa kebaikan. Tidak biasa yang membawa kebaikan misalnya di saat orang-orang di sekitar kita melakukan hal-hal yang negatif, maka jadilah kita sebagai yang tidak biasa yakni melakukan hal-hal yang positif. Biasa dan tidak biasa juga sebenarnya adalah dua hal yang memiliki kedudukan yang sama. Misalnya "Biasalah untuk selalu beribadah, tidak biasalah untuk selalu malas beribadah", keduanya memiliki makna yang sama. Dengan demikian saya dapat mengatakan bahwa biasa dan tidak biasa masing-masing mempunyai tesis dan anti tesisnya. Pesan yang dapat kita ambil ialah, biasakanlah hal yang baik dan tidak biasakanlah hal-hal yang tidak baik. Jadilah sebaik-baik potensi dimanapun ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  41. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa ini merupakan sarana untuk refleksi diri kita. Biasa dan tidak biasa dijadikan sebagai wadah, dan isinya adalah segala sesuatu yang dapat diisi ke dalamnya. Jadi tergantung diri pribadi masing-masing untuk menempatkan sesuatu apapun ke dalamnya, karena apa yang kita tempatkan maka itulah yang akan kita peroleh, seperti kata pepatah “siapa yang menanam maka ia yang kan menuai”. Untuk mengisi “biasa” maka isilah dengan segala sesuatu atau perbuatan yang baik-baik, karena terbiasa dalam segala sesuatu yang baik maka akan mendapatkan kebaikan pula, seperti biasa menabung, biasa menolong orang lain, biasa ramah, dll. Sedangkan wadah “tidak biasa” isilah dengan hal-hal yang tidak baik atau perbuatan yang tidak harus kita lakukan, agar kita terjauh dari keburukan atau hal yang tidak baik tersebut. Seperti tidak biasa berbohong, tidak biasa mencuri, tidak biasa marah, dll.

    ReplyDelete
  42. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B


    Karena biasa dan tidak biasa adalah wadah. Dan sang empunya wadah bisa mempermainkan wadahna sendiri. Baik jika mengisi wadah biasa, baik juga jika mengabaikan isi wadah tidak biasa. Untuk selalu dapat mengisi wadah biasa kita harus bisa menggapai pondasi, menggapai logos, dan tidak lepas dari doa. Dengan penggapaian itu semua, kita juga bisa mengabaikan isi dari wadah tidak biasa. Semoga pelajaran yang kita ambil dari pertengkaran biasa dan tidak biasa memberikan banyak manfaat untuk kita semua. Amin.

    ReplyDelete
  43. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Pertengkaran antara biasa dan tidak biasa ini memperlihatkan kita bagaimana isi ataupun wadah saling terkait satu sama lain. Wadah menyesuaikan isi, tapi kita juga tidak bisa menghilangkan arti wadah dan hanya melihat isis. Wadah adalah suatutempat dimana kita bisa mencurahkan isi, sedangan isi tidak akan berdiri tanpa adanya wadah.

    ReplyDelete
  44. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B


    Assalamu'alaikum wr wb
    Perdebatan antara biasa dan tidak biasa seperti cerita di atas sangan menarik sekali. Saya setuju sekali, ketika kita melakukan hal yang tidak biasa seperti berbohong, memfitnah, dan lain-lain atau diluar dari jalur norma agama hati menjadi resah dan tidak tenang. Karena hal tersebut tidak biasa dilakukan. Hakikatnya manusia diciptakan dengan wadah yang sama yaitu pikiran dan hati, namun terkadang isinya yang berubah akibat ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  45. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Mungkin ini hal yang agak berbeda, tetapi pertengkaran antara wadah dan isi ini banyak terjadi. Mengenai wadah, jika saya menyebutnya sebagai penampilan, maka banyak orang seringkali ingin menunjukkan penampilan yang baik. jabatan juga menjadi wadah, seolah yang punya jabatan itu lalu hebat dan berkuasa. Sementara isinya, apa yang menjadi idealismenya, pikirannya, belum tentu jernih dan mengarah pada kebaikan, yang hakiki. Ini seperti pikiran dan hati yang sama sama kacau, tidak jernih. Trimakasih untuk mengingatkan tentang wadah dan isi ini.

    ReplyDelete
  46. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Biasa ada karena tidak biasa. Tidak biasa pun ada karena biasa. Mereka ada karena saling ada. Namun dalam refleksi diri saya ini saya masih bingung menghubungkannya dengan wadah dan isi. Apakah wadah itu biasa lalu isi itu tidak biasa? Ataukah wadah itu tidak biaaa lalu isi itu biasa?
    Wah, inilah bahan pertanyaan saya di perkukiahan minggu depan.

    ReplyDelete
  47. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B


    Assalamu'alalikum wr.wb

    elegi di atas menggambarkan situasi yang sering terjadi di sekitar kita ataupun diri kita sendiri. kadang kala kita menghadapi seseorang yang merasa dirinnya paling benar. tetapi kadang kala kita juga bersikap seperti itu tanpa kita sadari, yang disebut dengan ego. mungkin sebenar-benar biasa adalah tidak biasa, dan sebenar-benar tidak biasa adalah biasa.

    ReplyDelete
  48. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Pertengakaran antara biasa dan tidak biasa mencerminkan salah satu sisi kehidupan manusia yakni membenarkan apa yang dilakukan dan tidak sadar bahwa dirinya memiliki kekurangan dan mungkin saja melakukan kesalahan yang dilakukan temannya. Adanya begawat sebagai penengah untuk menyadarkan mereka berdua. Sebenarnya menganai percakapan lebih lanjut bahwa biasa dan tidak biasa merupakan wadah dan isi , kami kurang memahami bapak namun, yang mungkin kami ambil pelajaran bahwa keduanya yakni biasa dan tidak biasa tidak hanya dilihat dari kata biasa dan tidak biasa namun lebih mendalam mengenai maknanya dalam kehidupan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  49. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof, ulasannya sangat menarik. Wadah dan isi, saya menjadi teringat pertemuan minggu lalu di kelas saat membaca ulasan ini. Bagi saya, di manapun wadah yang saya tempati saat ini diharapkan dapat memberikan isi yang bermanfaat dalam kehidupan yang saya jalani. Meski saya berada pada wadah yang kecil namun saat dapat mengisi dengan air-air yang jernih maka wadah tersebut akan memberikan warna tersendiri bagi diri saya. Sebaliknya, saat saya berada dalam wadah yang besar sekalipun meski di dalamnya terdapat air yang keruh pastinya akan menyulitkan saya untuk beradaptasi di dalamnya. Bahkan lama-kelamaan saya akan punah. Menurut saya, bijaksana saat memilih wadah itu sangat penting. Saya hanya dapat berharap kepada Tuhan semoga diberi sikap bijaksana dalam memilih wadah dan mengisinya dengan hal-hal yang bersifat positif serta dapat bermanfaat di dunia dan di akhirat. Aamiin ya robb.

    ReplyDelete
  50. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dua hal yang saling bertentangan tidak selalu dikatakan yang satu baik dan yang satu buruk. Semua itu adalah tentang kesesuaian. Kesesuaian antara wadah dan isi. Pada elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa ini menginformasikan bahwa biasa dan tidak biasa adalah wadah. Dan kedua wadah itu memiliki isi yang berbeda. ketika isinya tidak sesuai dengan wadah maka akan menimbulkan kekacauan. Hal yang dianggap biasa, isinya adalah hal-hal yang positif dan sesuai dengan aturan yang ada sedangkan hal yang dianggap tidak biasa, seharusnya adalah hal-hal yang bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai yang berlaku. Apabila keduanya tidak sesuai atau isinya dipertukarkan maka akan terjadi kekacauan. Pelajaran yang saya dipetik pada elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa adalah agar kita dapat menyesuaikan antara wadah dan isi dan menghindari dari berbagai manipulasi wadah dan isi.

    ReplyDelete
  51. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih prof. Marsigit atas postingan di atas. Jadi sesuatu yang biasa akan menjadi tidak biasa jika tidak dibiasakan, dan juga sebaliknya bahwa sesuatu yang tidak biasa jika dibiasakan akan menjadi kebiasaa. Hendaklah kita mampu membedakan apa yang harus dibiasakan dan apa yang harus tidak dibiasakan. Sehingga sebenarnya semuanya hanyalah tentang kesesuaian dan keselarasan. Wadah yang kita anggap biasa, haruslah berisi segala y=hal yang positif sehingga itu sesuai pula dengan ruang dan waktunya. Sebaliknya, wadah yang kita anggap Tidak biasa otomatis adalah segala sesuatu yang negatif yang memang tidak pantas dan tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Jika tertukar saja isinya pasti akan ada gap, masalah, kekacauan, pertengkaran, ketidak cocokan, keanehan, ketidakwajaran, dan lain sebagainya. Sehingga disini saya belajar bahwa wadah dan isi yang sesuai adalah sepasang yang tidak dapat ditukar-tukar dan kita wajib mampu untuk bersikap bijak dalam mengisi wadah ataupun mewadahi suatu isi agar selaras dan sesuai dengan ruang dan waktunya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  52. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Uraian di atas menjelaskan tentang perseteruan antara biasa dan tidak biasa. Sesuatu yang kadang menurut kita biasa, tetapi tidak biasa untuk orang lain. Begitu juga sebaliknya, sesuatu yang tidak biasa untuk kita, mungkin menjadi biasa untuk orang lain. Seharusnya korupsi adalah hal yang “tidak biasa” dilakukan oleh para pejabat elite, tetapi seolah kini menjadi suatu hal yang “biasa” dipraktikkan oleh para pejabat tersebut. Malah saat ini yang terjadi sebaliknya, pejabat yang jujur dan tidak korupsi adalah menjadi hal yang “tidak biasa”. Siswa mencontek seharusnya menjadi hal yang “sangat tidak biasa” dilakukan, tetapi kini kebiasaan mencontek menjadi hal yang “biasa”, justru siswa yang jujur dianggap sebagai siswa yang “tidak biasa”. Mahasiswa yang melakukan plagiat dianggap sudah “biasa”, sementara yang benar-benar berkarya dan berinovasi secara orisinil dianggap “tidak biasa”. Kondisi “biasa” dan “tidak biasa” itulah yang seharusnya dirombak. Seperti yang diungkap dalam uraian di atas bahwa isi dari Biasa yaitu dengan melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, beribadah, ...dan seterusnya. Maka “Biasa”kanlah untuk melakukan hal tersebut. Sementara isi dari Tidak Biasa yaitu: berbohong, korupsi, mengfitnah, sombong, dan seterusnya. Maka “Tidak Biasalah” melakukan hal-hal tersebut. Jadi parameter “biasa” dan “tidak biasa” adalah yang baik dilakukan dan yang tidak baik dilakukan, bukan karena kebanyakan orang melakukannya.

    ReplyDelete
  53. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Biasa dan tidak biasa adalah dua hal yang kontradiksi. Itulah hakekatnya bumi ini yaitu kontradiksi. Manusia akan mengalami biasa dan tidak biasa dalam kehidupan. Akan tetapi, manusia seyogyanya melakukan biasa untuk hal yang baik dan melakukan tidak biasa untuk hal yang tidak baik. Hal ini dapat dilakukan jika manusia memandang biasa dan tidak biasa sebagai wadah namun tetap memperhatikan bahwa wadah tetap membutuhkan isi yang tepat. Jika hal ini dibawa pada profesi seperti pada kalimat akhir elegi ini. Seyogyanya manusia tidak memandang bahwa profesi satu lebih baik dari pada profesi lainnya hanya karena profesi tersebut miliknya. Sebaiknya manusia memandang bahwa profesi itu adalah wadah yang masing-masing sudah memiliki isi yang sesuai. Manusia hanya perlu memperhatinkan untuk menjalankan wadah tersebut sesuai dengan isi yang semestinya.

    ReplyDelete
  54. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Suatu hal yang biasa sering disebut sebagai suatu hal yang mainstream, sedangkan suatu hal yang tidak biasa sering disebut sebagai suatu hal yang anti mainstream. Dua-duanya adalh dua kutub yang saling berseberangan karena berdiri di atas kepentingan masing-masing. Yang biasa terkadang distigma sebagai suatu hal yang tidak kreatif sedangkan yang tidak biasa dipuja sebagi suatu hal yang inovatif. Namun yang biasa maupun yang tidak biasa adalah bagian dari dialektika di mana keduanya bukanlah suatu hal yang ajek (mutlak). Seharusnya pertengkaran itu tidak terjadi, sebab secara dialektik, yang biasa bisa menjadi luar biasa dan yang tidak biasa bisa menjadi biasa-biasa saja.

    ReplyDelete
  55. Dewi Saputr
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Biasa dan tidak biasa adalah wadah. Dimana setiap wadah pasti mempunyai isi. Isi dari wadah biasa adalah hal-hal positif yang harus kita biasakan dalam melakukannya dan isi dari wadah tidak biasa adalah hal-hal yang negatif yang harus kita tidak biasakan dalam melakukannya. Wadah harusalah disesuaikan dengan isinya agar tidak timbul kekacauan dalam diri seseorang.

    ReplyDelete
  56. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Biasa maupun tidak biasa hanyalah wadah, dalam wadah tersebut dapat manusia tentukan isinya. Untuk setiap yang baik-baik hendaknya di masukkan kedalam kebiasaan kita. Sedangkan yang tidak baik hendaknya dimasukkan kedalam ketidak biasaan kita. Sehingga kita kan lebih baik lagi dari hari kehari. Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah SWT membiasakan yang baik dan meninggalkan yang buruk. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  57. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Berbicara antara Biasa dan tidak biasa itu kembali lagi pada pandangan kita masing-masing. suatu hal yang tak biasa kita lakukan namun sekarang sering kita lakukan akan menjadi biasa, namun sesuatu hal yang biasa kita lakukan kemudian kita tinggalkan akan menjadi tidak biasa. sama hal nya dalam belajar matematika, ketika kita tidak biasa menyukai atau belajar matematika namun setiap hari kita berlatih matematika maka akan menjadi suatu hal yang biasa bermatematika.

    Jangan menjadi orang yang BIASA-BIASA saja,tapi jadilah orang yang TIDAK BIASA...

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Apabila wadah mengabaikan isinya maka akan terjadi pertikaian atau ketidakharmonisan yang sering disebut dengan disharmoni. Maka sebagai mahasiswa, kita tidak boleh mengabaikan tugas kita untuk senantiasa belajar dan terus belajar. Sehingga kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  59. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Elegi yang sangat menarik. Selama ini kita terjebak dalam menilai sesuatu hanya dengan melihat wadahnya saja. misalnya semua dewan adalah koruptor, semua mahasiswa adalah orang yang suka tawuran, dan yang lainnya. Hanya melihat wadah dan mengabaikan isi membuat pikiran kita tidak termanipulasi, karena tidak semua anggota dewan adalah koruptor, tidak semua mahasiswa adalah suka tawuran. Maka penting untuk selalu menyandingkan wadah dengan isinya.

    ReplyDelete
  60. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Melakukan kebiasaan dan tidak kebasaan itu tergantung ruang dan waktunya. Contohnya dalam hal dermawan itu maka harus dijadikan kebiasaan. Contoh lain adalah berbohong mka jangan dijadikan kebiasaan. Jadi hidup itu antara biasa dan tidak biasa. Kemudian hal yang terjadi saat ini dan menjadi kebiasaan kita adalah menerima kemudian menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya, hal ini jangan dijadikan kebiasaan karena akan mengganggu kerukunan antar anak bangsa.

    ReplyDelete
  61. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa di atas, Begawat mengatakan bahwa biasa dan tidak biasa adalah wadah. Isi dari biasa adalah hal-hal kebaikan, sementara isi tidak biasa seharusnya adalah hal-hal ketidakbaikan. Membaca elegi tersebut membuat saya teringat nasihat lama yang mengatakan untuk membiasakan hal-hal yang benar, bukan membenarkan hal-hal yang biasa.

    ReplyDelete
  62. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Seperti yang dikatakan di elegi tersebut, biasa dan tidak biasa hanyalah sebuah wadah, tetapi isi lah yang sangat penting. Lakukan hal yang baik dengan menjadi kebiasaan sehari-hari, dan mulailah mentidakbiasakan perbuatan yang tidak baik. Sehingga buatlah kegiatan belajar dan sopan menjadi kebiasaan, maka malas dan tidak sopan menjadi hal yang tidak biasa. Biasa dan Tidak Biasa adalah dua hal yang penting dan selalu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  63. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Biasa dan Tidak Biasa itu adalah wadah. Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dsb. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dsb. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.
    Sebagaimana mahasiswa. Mahasiswa itu wadah, isinya adalah belajar, mengerjakan tugas, berorganisasi, dsb. Guru itu wadah, isinya adalah memfasilitasi murid-murid dalam belajar, membuat LKS, mengembangkan metode-metode belajar yang fleksibel, dsb.

    ReplyDelete
  64. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Setelah membaca elegi ini saya dapat mengetahui hakikat biasa dan tidak biasa. Biasa dan tidak biasa merupakan dua hal yang berlawanan. Tetapi kedua hal tersebut sebenarnya saling melengkapi karena terjadi secara bersamaan dalam kehidupan. Dengan adanya biasa dan tidak biasa, maka dunia ini menjadi lengkap.

    ReplyDelete
  65. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari elegi diatas saya merefleksikan bahwa biasakan melakukan hal-hal kebaikan, dan jangan biasakan hal-hal yang buruk. Kebiasaan yang baik akan melahirkan kebaikan dan kebiasaan buruk akan melahirkan keburukan. Maka dari itu biasakan hal baik dan hindari hal buruk. Semua profesi memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan tindakan kebaikan itu.

    ReplyDelete
  66. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setiap hal pasti memiliki isi atau esensi atau bisa disebut hakikat. Isi membutuhkan wadah. Setiap wadah memiliki isi. Idealnya wadah merupakan wujud dari isinya. Namun, pada realitanya kadang wadah tidak mencerminkan isinya. Itulah sebabnya kita tidak boleh menilai segala sesuatu hanya dari wadahnya saja. Untuk dapat memandang sesuatu tidak hanya dari wadahnya tentu dibutuhkan ilmu dan pengalaman. Maka dari itu, menuntut ilmu adalah sesuatu yang sangat penting dalam hidup.

    ReplyDelete
  67. Anisa Safitri
    177012510038
    PEP B

    Elegi diatas mengajarkan kita untuk berhati hati dalam menyesuaikan wadah dan isi. Kita harus paham dimana kita berada serta hak dan kewajiban yang harus kita lakukan. Kita harus terbiasa melakukan hal kebaikan dan menghindari ketidakbiasaan (keburukan). Untuk memandang suatu kebenaran berarti kita harus berilmu dan berwawasan serta berpengetahuan agar dapat terhindar dari hal yang tidak biasa dalam hidup. Karena sesuatu yang tidak sesuai dengan yang sewajarnya makan akan menjadi hal yang tidak biasa. Kita sebagai umat beragama harus punya dasar agar terhindar dari hal yang tidak biasa yang bersifat negatif. Benteng diri dan mohon perlindungan agar dapat berjalan sesuai dengan aturan hidup dan aturan akhirat.

    ReplyDelete
  68. Biasa memiliki konotasi Sesutu yang baik, melakukan kegiatan yang konsisten dalam kebaikan. Sebagai makhluk, seorang hamba, sudah seharusnya kita biasa melakukan suatu kebiasaan. Karena dengan melakukan biasa, maka seorang hamba akan menjadi lebih baik. Ikhtiar dan doa menjadi senjata bagi seorang hamba untuk membiasakan biasa

    ReplyDelete
  69. Tidak biasa berarti anti tesis dari biasa, kontradiksi, meliputi ketidakbaikan, berbohong, sombong, maksiat. Tidak biasa seharusnya tidak biasa dilakukan oleh seorang hamba. Tidak biasa bukan berarti tidak pernah melakukan, sekali lagi manusia hanya data berikhtiar saja untuk tidak biasa melakukan hal yang tidak biasa ini.

    ReplyDelete
  70. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Biasa dan tidak biasa adalah dua hal yang sering kita hadapi dalam hidup. Biasa karena kita sering melakukannya, dan menjadi tidak biasa jika kita tidak sering melakukan. Biasa untuk berbuat baik adalah hal yang kita harapkan dan tidak biasa adalah hal yang harus kita hindari dalam hidup ini. Semoga kita menjadi orang yang terbiasa dalam berbuat baik dan takwa kepada Sang Khalik.
    Menurut pemahaman saya dalam memaknai dari pertengkaran elegi tersebut setelah begawat memberikan contoh bahwa sesungguhnya biasa dan tidak biasa itu merupakan wadah adalah dimana isinya adalah pikiran kita, yaitu biasa merupakan wadah dari melakukan hal yang dalam konteks kebaikan dan tidak biasa merupakan wadah dari melakukan hal dalam konteks keburukan atau tidak baik.

    ReplyDelete
  71. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Biasa dan tidak biasa dating silih berganti. Semuanya tergantung ruang dan waktu. Sama halnya dalam belajar. Sesuatu yang baru tentulah masing asing bagi kita. Namun jika kita mengkaji dan mempelajarinya terus –menerus lama-lama kita tak akan asing dan justru akrab dengan hal yang kita pelajari.

    ReplyDelete
  72. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Antara biasa dan tidak biasa bagaikan dua sisi mata koin. Mereka saling berkontradiksi satu sama lain. Jadi antara biasa dan tidak biasa perbedaannya terletak pada isinya. Untuk hal yang biasa maka kebanyakan berisi mengenai amal ibadah, sedangkan hal yang tidak biasa isinya berupa pelanggaran aturan-aturan yang bertentangan dengan amal ibadah. Jadi dalam hal ini kita harus memahami isi dalam bertindak apakah yang kita lakukan itu isinya merupakan hal yang biasa atau hal yang tidak biasa. Hal yang tidak biasa tentunya akan menimbulkan efek negatif.

    ReplyDelete
  73. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Seperti yang telah saya kemukakan pada komen saya sebelumnya bahwa hal yang tidak biasa kemungkinan akan menimbulkan efek yang negatif. Namun ada pengecualian akan hal itu, ada hal yang tidak biasa namun malah memberikan pencerahan bagi kehidupan umat manusia. Misalnya saja sudah menjadi kebiasaan di abad kegelapan menganggap bahwa bumi itu berbentuk datar. Namun hal yang tidak biasa justru dilakukan oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi itu bulat. Namun lagi-lagi hal yang tidak biasa yang dilakukan oleh Galileo menyebabkan ia masuk ke penjara. Beberapa tahun selanjutnya barulah terbukti bahwa hal yang tidak biasa yang dikemukakan oleh Galileo adalah benar adanya. Oleh karena itu ada kalanya hal yang tidak biasa justru membawa pencerahan bagi kehidupan umat manusia.

    ReplyDelete
  74. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Hal yang dilakukan secara biasa itu tidak akan memberikan dampak yang sangat besar bagi setiap individu di dunia ini. Namun, hal yang tidak biasa itulah yang akan memberikan pengaruh besar atas apa yang kita lakukan terhadap dunia kita serta lingkungan kita semua. Oleh karenanya jangan pernah takut untuk melakukan hal yang tidak biasa.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  75. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Biasa terjadi ketika suatu fenomena sudah menjadi hal yang sudah tidak terpisahkan lagi dari kehidupan sehari-hari. Dan tidak biasa berarti adalah lawannya. Biasa dan tidak biasa jika didunia akan berbeda-beda tergantung pada subjek dan objeknya. Sehingga belum tentu semua yang biasa itu baik dan belum tentu semua yang tidak biasa itu buruk. Semuanya kembali kepada isinya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  76. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala objek yang ada dan mungkin ada di dunia ini memiliki komponen dasar wadah dan isi. Sebuah wadah akan bergantung pada isinya. Manusia adalah sebagai wadah, maka isinya adalah sikap atau karakternya. Manusia akan terlihat baik jika ia memiliki isi yang baik pula. Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  77. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Saya pernah membaca salah satu artikel, bahwa kehidupan ini adalah sebuah ilusi. Terkadangan apa yang terlihat dan kenyataan itu berbeda. Contoh sangat sederhana, kita masukan pensil dalam gelas yang berisi air, maka yang nampak adalah pensil yang tidak lurus. Hal ini memperlihatkan, kita hanya mengandalkan sebuah penglihat semata, maka kita akan mudah termanipulasi apa kenyataan yang ada.

    ReplyDelete
  78. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Untuk mendapatkan kenyataan yang baik, maka kita harus memperlihatkan apa yang dilakukan oleh Begawan “Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah.” Dengan tindakan ini, maka kita akan lihat bahwa kenyataan yang ada itu seperti apa.

    ReplyDelete
  79. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki wadah sendiri dalam hidupnya. setiap wadah memiliki isi dan isi tersebut kadang tidak sesuai dengan wadah yang ditampilkannya. manusia seharusnya bisa menampilkan wadah sesuai dengan isinya. apabila isinya baik seharusnya wadahnya pun baik. wadah mencerminkan isi.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  80. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menurut saya biasa dan tidak biasanya sesuatu itu kembali lagi tergantung pada pola pikir. Bagaimana seseorang memandang sesuatu hal. Hal yang tidak biasa bisa jadi biasa bagi orang yang menjadikannya suatu kebiasaan, berlaku pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  81. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Apapun yang kita lakukan hendaknya adalah yang berbau kebaikan. Seperti halnya profesi yang kita miliki. Kita harus bisa membuat profesi kita sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan cara melakukannya secara ikhlas karena Allah semata. Dari artikel di atas disebutkan bahwa isi dari biasa itu adalah melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dst.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  82. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kehidupan manusia merentang hal-hal yang tidak biasa hingga biasa. Keduanya adalah wadah. Kedudukan biasa dan tidak biasa tergantung akan isinya karena setiap isi harus menyesuaikan wadahnya. Sama hal nya dalam bidang pendidikan, keberhasilan pembealajaran dapat tercapai jika segala obyek pendidikan disesuai dengan wadahnya.
    Jika wadahnya adalah guru maka isinya adalah kepribadian dan sosial yang baik, pengetahuan yang luas, dan hal-hal lainnya yang mencerminkan kedudukan guru semestinya.

    ReplyDelete
  83. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pada awal membaca elegi ini saya sempat kesulitan memahami arti dari serangkaian kata, tetapi setelah saya baca lagi ternyata elegi ini memiliki banyak nilai dan tentunya pengetahuan baru bagi saya. Sesuai yang disampaikan oleh begawat bahwa biasa itu adalah melaukan kegiatan baik, beramal, berdoa, jujur, dll dan tidak biasa itu adalah berbohong, berdusta, korupsi, dll. Maka dari sini kita sebagai manusia harus membiasakan diri untuk berbuat baik dan tidak membiasakan diri berbuat buruk.

    ReplyDelete
  84. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terima kasih Bapak atas Elegi berjudul Elegi Pertengkaran antara Biasa dan Tidak Biasa yang telah Bapak share kepada kami. Elegi ini sangatlah bermanfaat untuk dibaca, dan menambah ilmu pengetahuan kita mengenai sesuatu yang biasa dan tidak biasa.Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.Dari beberapa cuplikan yang dapat saya ambil adalah biasa itu sesuatu wadah ke perbuatan baik kita, seperti jujur, konsisten dan lain sebagainya. Sedangkan tidak biasa adalah sesuatu perbuatan atau tingkah laku yang mewadahi perbuatan tidak baik, seperti korupsi, mencuri dan lainnya.

    ReplyDelete
  85. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dunia ini mempunyai dua isi yaitu separuhnya berisi yang biasa dan separuh sisanya adalah tidak biasa. Isi dari Biasa itu adalah melakukan kegiatan yang baik, sedangkan isi dari Tidak Biasa adalah melakukan kegiatan yang buruk. Maka Biasakanlah untuk selalu melakukan hal-hal/kegiatan baik, seperti beramal, beribadah, jujur, disiplin, berdoa, dan lain-lain. Dan Tidak Biasalah melakukan hal-hal/kegiatan buruk, seperti berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dan masih banyak yang lainnya.

    ReplyDelete
  86. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Seperti yang dikatakan begawat, Biasa dan Tidak Biasa itu keduanya adalah wadah. Maka kamu bisa mempermainkan sekehendak dirimu satu dengan yang lain sebagai wadah karena engkau mengabaikan atau tidak mempunyai isi. Isi dari wadah biasa seharusnya hal-hal positif seperti, biasa jujur, biasa membantu orang lain, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah dan lain-lain. Maka isi dari wadah tidak biasa seharusnya hal-hal negatif seperti tidak biasa berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  87. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Hal biasa dan hal tidak biasa menurut saya adalah hal yang relatif. Yang dikategorikan biasa menurut saya adalah hal-hal yang sebagian besar orang lakukan, meskipun sebenarnya bukan berarti hal biasa menjadi hal yang benar. Namun sering kali masyarakat memandang bahwa hal yang biasa adalah hal benar. Dari elegi ini timbul suatu refleksi bagi saya, yaitu apakah selama ini saya sudah bisa membedakan mana hal yang benar dan hal yang biasa? Ataukah selama ini saya terhanyut arus dalam keyakinan bahwa hal yang benar adalah hal yang biasa dilakukan?

    ReplyDelete
  88. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan matematika I 2015
    Biasa dan tidak biasa dapat artikan sebagai wadah, sedangkan isi dari biasa adalah perbuatan baik sedangkan isi tidak biasa adalah perbuatan yang tidak baik.

    ReplyDelete