Sep 25, 2010

Elegi Pertengkaran Antara Biasa dan Tidak Biasa




Oleh Marsigit

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...mengapa kelihatannya engkau bersikap sinis terhadapku? Bukankah engkau memahami bahwa kebiasaan itu sangat bermanfaat bagi hidupmu?

Tidak Biasa:
Wahai Biasa...ketahuilah bahwa engkau itu hanyalah separoh dari dunia ini?

Biasa:
Lho..kenapa aku hanya separoh dari dunia ini? Lha yang separohnya lagi siapa?

Tidak Biasa:
Yang separohnya lagi dari dunia ini adalah diriku...yaitu Tidak Biasa.

Biasa:
Ahh...ngacau kau itu. Kayak gitu saja dipermasalahkan. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Mbok jangan biasa mempermasalahkan hal-hal yang sepele kayak gitu? Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai Biasa..aku ingin bertanya...sekarang ini...ketika engkau bicara dengan diriku itu...dalam keadaan sehat atau tidak?

Biasa:
Lho...kok kamu bertanya seperti itu? Mbok Jangan Biasa bertanya kayak gitu! Aku Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...sekarang saya ingin tanya kepadamu. Apa bedanya Jangan Biasa dengan Tidak Biasa?

Biasa:
Lho ...kok kamu masih aneh ta? Mbok Jangan Biasa bertanya yang aneh-aneh ta.
Menurutku Jangan Biasa itu ya sama dengan Tidak Biasa.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...apakah engkau Tidak Biasa menjawab pertanyaanku yang aneh-aneh?

Biasa:
Iya..aku Tidak Biasa menjawab pertanyaanmu yang aneh-aneh.

Tidak Biasa:
Apakah kamu sering Tidak Biasa?

Biasa:
Oh...saya selalu Tidak Biasa ...saya sering Tidak Biasa...bahkan seluruh hidupku itu hampir Tidak Biasa. Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Tidak Biasa:
Wahai ...Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir?

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....

Tidak Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Biasa...coba ulangi lagi kalimatmu yang terakhir tetapi gantilah Tidak dengan Bukan ...dan Biasa diganti dengan Diriku.

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Bukan Diriku. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Bukan Diriku. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Bukan Diriku. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Tidak Biasa:
Rasain engkau ....hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
O..ooh...wahai Tidak Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir tadi!

Tidak Biasa:
Hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Tidak Biasa...apakah kamu menyarankan agar kita selalu Biasa? Biasa Jangan itu Biasa atai Tidak Biasa?

Tidak Biasa:
Biasa Jangan adalah Biasa. Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...apakah Tidak Biasa sama dengan Dirimu?

Tidak Biasa:
Ya Tidak Biasa itu sama dengan Diriku.

Biasa:
Ulangilah kalimatmu tetapi gantikah Tidak Biasa dengan Dirimu.

Tidak Biasa:
Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Diriku tidak penting. Kok Tidak Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Biasa:
Wahai Tak Biasa...masalahnya aku Biasa Tak Biasa. Lho kok saya jadi pusing lagi?
Biasa Tak Biasa itu Biasa atau Tak Biasa ya?

Tak Biasa:
Wahai Biasa...masalahnya aku Tak Biasa Biasa. Lho kok saya jadi bingung lagi? Tak Biasa Biasa itu Tak Biasa atau Biasa ya?


Bagawat:
Hai Biasa dan tidak Biasa...hentikanlah pertikaianmu itu. Itulah teladannya jika engkau telah mengabaikan isi. Biasa dan Tidak Biasa itu keduanya adalah wadah. Maka kamu bisa mempermainkan sekehendak dirimu satu dengan yang lain sebagai wadah karena engkau mengabaikan atau tidak mempunyai isi.

Biasa dan Tidak Biasa:
Wahai sang Bagawat...berilah contoh kepada kami...seperti apakah bentukku jika aku sudah mempunyai isi? Dan apa saja yang bisa menjadi isi dari diriku itu?

Bagawat:
Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.

Biasa dan Tidak Biasa:
Oo..ooo...paham aku sekarang. Mengapa manusia dengan mudahnya memanipulasi wadah...karena dia mengabaikan isinya. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu bisa menjadi wadah. Guru, Peneliti, Dosen, Pengawas, Bankir, DPR, Mahasiswa, Siswa, Beasiswa, BUMN, Koperasi, LSM, Menteri, Pejabat, Ketua, ....bahkan Agama...itu semua adalah wadah-wadah. Semoga dengan kasus pertengaran antara Biasa dan Tidak Biasa...ini bisa menjadi pelajaran bagi semua perihal pentingnya isi, agar tidak semena-mena mempermainkan wadah. Amiin.

48 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Elegi ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini bisa menjadi wadah. Wadah merupakan wadah dari isi-isnya. Apabila wadah sudah mengabaikan dan melupakan isinya, maka wadah-wadah tersebut dapat dimanipulasi menjadi berbagai macam bentuk demi kenyamanannya sendiri serta menimbulkan kebingungan antara yang satu dengan yang lainnya, karena ternyata wadah tidak mencerminkan isinya maupun sebaliknya isi tidak mencerminkan wadahnya. Seperti halnya yang diungkapkan dalam elegi ini antara yang biasa dan tidak biasa. Biasa dan tidak biasa apabila hanya dipandang sebagai wadah saja, maka kebingunganpun dan ketidakjelasanpun melandanya, bahwa biasa dapat mengalami tidak biasa, yaitu biasa tidak biasa, dan tidak biasa dapat mengalami biasa, yaitu tidak biasa biasa. Hal tersebut berbeda apabila kita menyertakan isinya yaitu biasa dalam hal-hal kebaikan, dan tidak biasa dalam hal-hal keburukan.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Manusia cenderung akan gampang menyerah, ketika tujuan terlihat begitu jauh.
    Manusia akan terbiasa dengan ketidakbiasaan dan itu adalah hal yang penting.
    Biasa dengan ketidakbiasaan adalah kemampuan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks.
    Dan kemampuan adaptasi adalah seni tertinggi dari survival.

    ReplyDelete
  3. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Apapun wadahnya biasa atau tidak biasa yang penting isinya. Dikatakan sebenar-benar isi adalah yang sesuai dengan wadahnya. Maka sebaik-baik wadah adalah yang mencerminkan isinya.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Hidup dengan segala kontradiksinya merupakan bagian dari dunia. Biasa hanyalah separoh dunia, sedangkan untuk melengkapinya diperlukan kontradiksinya agar menjadi satu dunia. Jadi kelengkapan dunia ditentukan oleh kontradiksinya.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Setelah membaca elegi ini saya dapat mengetahui hakikat biasa dan tidak biasa. Biasa dan tidak biasa merupakan dua hal yang berlawanan. Tetapi kedua hal tersebut sebenarnya saling melengkapi karena terjadi secara bersamaan dalam kehidupan. Dengan adanya biasa dan tidak biasa, maka dunia ini menjadi lengkap.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tidak Biasa adalah berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat. Tidak biasa merupakan hal yangseharusnya tidak biasa dilakukan manusia.
    Tidak biasa ini kenapa tidak dikatakan tidak saja tetapitidak biasa. Karena dapat diartikan bahwasannya manusia tidak biasa melakukan bukan berarti tidak pernah melakukan tetpi hanya tidak terbiasa melakukan tetapi pernah melakukan.
    Karena pada hakikatnya manusia hanya berusaha untuk tidak terbiasa dengan yang tidak biasa ini.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    menurut saya hal yang membedakan antara biasa dan tidak biasa yaitu berada pada sudut pandang kita melihat suatu perkara itu. dan bagaimana cara kita memandang nya juga tergantung pada lingkungan kita. bisa dikatakan bahwa semuanya tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  8. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Biasa dan tidak biasa merupakan wadah. Isi dari biasa adalah segala perbuatan baik, seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dst. Sedangkan isi dari tidak biasa adalah perbuatan buruk, seperti berbohong, berdusta, korupsi, memfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dst. Kita sebagai manusia hendaknya senantiasa membiasakan diri melakukan hal-hal baik, dan menjauhi perbuatan buruk.

    ReplyDelete
  9. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada elegi ini menarik untuk kita baca, dimana terjadi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa. Dalam pertengkaran tersebut timbul kebermaknaan dimana begawat meluruskan pertengkaran itu yang memberikan makna bahwa sesungguhnya biasa dan tidak biasa itu merupakan wadah. Dimana isinya adalah pikiran kita, yaitu biasa merupakan wadah dari melakukan hal yang dalam konteks kebaikan dan tidak biasa merupakan wadah dari melakukan hal dalam konteks keburukan atau tidak baik. Dari penjelasan inilah semoga kita dapat mengambil himkah mana wadah yang seharusnya kita ambil di setiap menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari elegi diatas saya merefleksikan bahwa biasakan melakukan hal-hal kebaikan, dan jangan biasakan hal-hal yang buruk. Kebiasaan yang baik akan melahirkan kebaikan dan kebiasaan buruk akan melahirkan keburukan. Maka dari itu biasakan hal baik dan hindari hal buruk. Semua profesi memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan tindakan kebaikan itu.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Biasa tidak biasa itu tergantung isinya. Jika terbiasa melakukan sesuatu yang buruk maka hancurlah orang itu. jika terbiasa melakukan sesuatu yang baik, maka manusia dapat menjadi lebih baik. Maka, biasakan melakukan hal yang baik. Dan tidak biasakan melakukan hal yang buruk.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Elegi mengenai wadah dan isi ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam mencari ilmu dan mengisi wadah kita. Ada wadah yang besar tapi isinya sedikit, ada wadah yang kecil tetapi ingin diisi dengan sesuatu yang besar sehingga tidak dapat menampungnya. Maka, dalam berusaha meningkatkan wadah dan isi, lakukan dengan perlahan, niscaya pasti berhasil.

    ReplyDelete
  13. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi di atas, mengingatkan kita untuk pandai-pandai memilih mana yang harus kita lakukan dan mana yang harus tidak kita lakukan. Seperti contoh di atas biasakanlah melakukan hal-hal kebaikan dan jangan biasakan diri kita melakukan hal-hal yang tidak baik (berbohong, mencuri, dll).

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kita sebagai manusia yang memilki wadah dan isi sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Biasa yang merupakan isi positif seperti melakukan baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, dst. Kita sebaiknya sebagai manusia mengejar biasa, bukan kontradiksinya yaitu tidak biasa. Dengan biasa, kita akan mendapatkan isi bagi diri kita yang bermakna.

    ReplyDelete
  15. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Biasa dan tak biasa adalah kontradiksi. Mereka tidak akan saling beririsan. Jika diumpamakan wadah dan isi, maka wadah dari biasa adalah segala perilaku positif yang merupakan hal – hal kebajikan, dan wadah dari tak biasa adalah segala perilaku negative yang hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Didalam kehidupan antara biasa dan tidak biasa sering kita jumpai, ketika biasa maka hal ini akan mudah bagi kita untuk menjalankannya, namun ketika itu tidak biasa maka akan terjadi kontradiksi dalam diri kita yang menyebabkan ketidaknyamanan. Namun pada hakikatnya terjadinya kontradiksi dalam diri kita menandakan bertambahnya ilmu kita. Karena ketika tidak terjadi kontradiksi maka itu sebenarnya hal yang biasa dan apabila terjadi kontradiksi maka ketahuilah bahwa itu tidak biasa bagi kita.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    biasa dan tidak biasa dari elegi ini adalah wadah. biasa yang mungkin di pandangan secara umum, dan tidak biasa segala sesuatu yang unik. namun bisa saja kebalikannya. tak biasa adalah segala sesuatu yang kita temui bersama kontradiksi, dan biasa adalah hal yang mudah pada segala sesuatu yang kita temui. karna sebenar-benarnya biasa dan tidak biasa tergantuk pada isinya yaitu pikiran kita, dan tergantung ruang dan waktunya mau di arahkan kemana.

    ReplyDelete
  18. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Biasa dan tidak biasa adalah suatu hal yang cukup menarik, mengambil sudut pandang yang sama dalam kebaikan menjadi biasa dalam kebaikan, dan tak biasa dalam menjalankan kemungkaran. Biasa dan tak biasa hanya sebuah wadah tergantung isinya nanti dapat berisikan yang sama namun memiliki perbedaan makna, berisikan hal yang bertolak belakan dapat membuat hal yang bermakna sama. Bcara wadah da nisi, hal tersebut hanya bentuk lain dari yang ada dan yang mungkin ada atau yang mungkin tidak ada.

    ReplyDelete
  19. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Obyek filsafat meliputi ada dan yang mungkin ada, hakekatnya adalah sebuah wadah. Manusia hanyalah sebuah wadah, jika isinya adalah pikiran dan hati diabaikan, ia tidak beda dengan makhluk-makhluk yang lain. Pikiran dan hati itu juga wadah, maka kita harus mengisinya dengan cara selalu berpikir yang dilandasi dengan hati yang bersih agar menjadi pribadi yang bermakna, sehingga tidak mudah dimanipulasi atau memanipulasi dan dipermainkan atau mempermainkan. Dengan demikian, kita bisa belajar mengenai pentingnya memandang sesuatu sebagai satu kesatuan antara wadah dan isi. Wadah saja tanpa isi atau isi saja tanpa wadah sama-sama mengurangi makna dari sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Wadah merupakan tempat, dan yang ada di dalamnya adalah isinya. Wadah akan berfungsi jika ada isinya, dan isi akan benar – benar ada jika dimasukkan ke dalam wadah. Menurut saya, kedua hal tersebut saling membutuhkan. Bentuk dari isi tergantung dari wadahnya, maka menurut saya sebagai manusia hendaknya berperilaku yang baik dan mengarahkan hati kita kepada hal – hal yang baik agar benar – benar baik adanya dari wadah dan isinya dan bukan hanya salah satunya. Sebagai guru, siswa, dosen, atau pun pekerja yang lainnya mempunyai kepribadian yang berbeda – beda dan apa yang ada dalam hatinya juga berbeda – beda. Maka wadah dan isi dari setiap manusia tergantung dari ruang dan waktunya masing – masing.

    ReplyDelete
  21. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pentingnya mengetahui dan menjaga isi dari masing-masing wadah untuk menempatkan sesuai dengan wadahnya. Setiap yang ada dan yang mungkin ada mempunyai sifat isi yang berbeda dari masing-masing yang lainnya. Kewajiban perlu dilakukan sesuai dari apa yang sudah menjadi wadahnya. Setiap wadah menjaga isinya itu merupakan hal yang biasa, akan tetapi ketika isi harus menjaga wadahnya merupakan hal yang tidak biasa. Isi merupakan cerminan dari sebuah wadah, mengapa bukan wadah yang mencerminkan isinya? Karena hal ini merupakan hal yang tidak biasa.

    ReplyDelete
  22. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang bisa saya dapatkan dari elegi di atas adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya, melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan menghindari melakukan hal yang dilarang untuk dilakukan. Begitu pula ketika kita sudah bertaqwa kepada Tuhan YME, kita harus menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya

    ReplyDelete
  23. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pertengkaran antara biasa dengan tidak biasa mengingatkan kita untuk senantiasa membiasakan hal-hal kebaikan, seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dan lain sebagainya. Elegi di atas dapat dijadikan sebagai wahana intropeksi kita. Kita hendaknya selalu berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita jalani. Misalnya kita menjadi seorang guru, maka jadilah guru yang bertanggung jawab dan profesional, di mana tidak menjadikan profesi hanyalah sebagai jabatan saja melainkan harus memaknai dan menjalankannya dengan penuh ikhlas sebagai bentuk ibadah kita kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  24. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah saatnya kita bergerak dan berkarya dengan penuh tanggung jawab. Kita sebagai kaum intelektual dapat berkontribusi khususnya dalam dunia pendidikan. Seperti halnya Guru, Peneliti, Dosen, Pengawas, Bankir, DPR, Mahasiswa, Siswa tidak hanya sebuah gelar saja, melainkan perlu dimakanai dan menjadi motivasi kita untuk memenuhi kewajiban kita terhadap gelar tersebut. Biasakan diri kita untuk selalu bertanggung jawab dan tumbuhkan benih niat beribadah dalam setiap langkah kita.

    ReplyDelete
  25. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Yang menggangap biasa dan tidak biasa adalah kita sendiri. sehingga pandai pandai dalam berpendapat akan sebuah hal biasa dan tidak biasa. karena sejatinya pendapat mengenai yang biasa dan tidak biasa adalah tidak sama antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.

    ReplyDelete
  26. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Wadah dan isi sudah dipahami secara menyeluruh. Wadah menampung isi, sedangkan isi mengisi wadah. Prinsip ini mendasari keadaan di mana semua bisa memiliki manfaat dan kegunaan bagi yang lain jika kita mengetahui keadaan dan ketetapannya.Jika ditinjau lebih dalam lagi sesuatu yang belum menjadi rutinitas atau bahkan belum pernah kita lakukan maka hal ini akan menjadi tidak biasa namun jika telah dilakukan atau sudah menjadi rutinitas makan akan jadi biasa. Pepatah mengatakan “ala bisa karena biasa” sesuatu yang telah menjadi biasa akan menjadi kebiasaan. Oleh karena itu dalam kehidupan ini kita bisa menjadi hal-hal yang tidak biasa menjadi biasa sehingga kita menuju ke kehidupan yang lebih bermakna dan lebih mulia.

    ReplyDelete
  27. Ajeng Puspitasari/ 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi di atas memberikan sebuah pelajaran bahwa biasa dan tidak bisa adalah wadah. Kita dapat mengisi 'biasa' dengan hal-hal yang baik, misalnya belajar, beramal, beribadah, dst. Dan kita dapat mengisi 'tidak biasa' dengan hal-hal yang kurang baik, misalnya malas, suka telat, suka menyepelekan sesuatu, dst. Dengan mebiasakan hal-hal tersebut sesuai porsinya, maka kita akan mampu menjadi orang yang lebih baik.

    ReplyDelete
  28. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    membedakan biasa dan tidak biasa merupakan refleksi dari sebuah kebiasaan kita. Maka peran lingkungan dan komunikasi kita dengan sekitar menjadi patokan kita dalam mendefinisikan sesuatu hal itu biasa dan tidak biasa.

    ReplyDelete
  29. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini biasa dan tidak biasa adalah wadah. Wadah tergantung pada isi, isi bergantung pada wadah. Biasa bisa berarti biasa melakukan kebaikan misalnya, biasa solat 5 waktu, biasa berpuasa, biasa berbuat jujur dan lain-lain jika di ambil dari isi yang positif. namun jika biasa diambil dari isi yang negatif bisa bea=rarti biasa berbohong, bisa mencuri danlain sebagainya. Sama halnya dengan tidak biasa, bisa berarti positif jika isinya positif misalnya tidak biasa berbohong, tidak biasa marah, tidak biasa menyindir dan lain lain.

    ReplyDelete
  30. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berdasarkan tulisan di atas, yang saya peroleh adalah seharusnya kita memenuhi wadah dengan isi-isi yang baik. Seperti yang telah disampaikan di atas, sesuatu yang biasa dapat diartikan dengan perbuatan yang baik, seperti beribadah, menolong sesama, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  31. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Selain mengisi wadah dengan yang biasa, kita juga bisa mengisinya dengan yang tidak biasa. Namun tidak biasa yang positif seperti contohnya tidak biasa menghina orang lain, tidak biasa membicarakan keburukan orang lain, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  32. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Suatu hal di dunia adalah wadah yang memiliki masing-masing isinya. Isi tersebut pasti memiliki manfaat yang bisa diambil. Contohnya adalah wadah biasa yang memiliki isi yang jujur, disiplin, komitmen, dan hal-hal lain yang baik. Sementara wadah tidak biasa memiliki isi yang berbohong, malas, korupsi, dan hal-hal buruk lainnya. Setiap wadah tidak boleh mengabaikan isinya. Kita harus tahu di mana isi yang tepat dari sebuah wadah, tidak dapat ditukar. Oleh karena itu, dalam melakukan sesuatu, kita harus bisa memilih dan memilah.

    ReplyDelete
  33. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Biasa dan tidak biasa adalah dua hal yang berlawanan. Biasa adalah kegiatan yang bisa kita lakukan di kehidupan sehari-hari, sedangkan tidak biasa adalah kegiatan yang seharusnya tidak kita lakukan, misalkan berbohong, mencuri, memaki, dll. Namun kita perlu waspada, hal kecil yang dianggap tidak biasa bisa berubah menjadi biasa jika kita selalu menjalankannya.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas adalah bahwa biasa dan tidak biasa itu merupakan wadah. Isi dari “biasa” adalah melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, dan seterusnya. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri melakukan hal-hal tersebut. Isi dari “tidak biasa” adalah berbohong, berdusta, korupsi, dan seterusnya. Oleh karena itu, kita harus mentidakbiasakan diri melakukan hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  35. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Adanya biasa dan tidak biasa di dunia ini memang suatu yang tidak dapat dipungkiri lagi. Biasa dan tidak biasa merupakan sebuah wadah. Biasa merupakan wadah yang berisi hal yang baik baik seperti jujur, ikhlas, disiplin, kerja keras dan lain-lain. Sedangkan tidak biasa merupakan wadah yang berisi hal-hal yang buruk seperti berbohong, mencuri, malas dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  36. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam “Pertengkaran Biasa dan Tidak Biasa” tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sesungguhnya biasa dan tidak biasa itu merupakan wadah. Wadah yang isinya adalah tingkah laku kita. Biasa merupakan wadah dari melakukan hal yang dalam konteks kebaikan seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, dan beribadah. Sedangkan, tidak biasa merupakan wadah dari melakukan hal dalam konteks keburukan atau tidak baik seperti berbohong, berdusta, korupsi, memfitnah, sombong, berbuat dosa, dan maksiat. Dari penjelasan inilah semoga kita dapat biasa melakukan hal-hal baik dan tidak biasa melakukan hal-hal tidak baik atau buruk. Aamiin.

    ReplyDelete
  37. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    sebagai yang tidak biasa memang ada yang menggangapnya luar biasa atau berbeda. orang yang dapat menggangapnya luar biasa adalah orang yang selalu memiliki pandangan dan pikiran positif. sedangkan orang yang selalu mengkritisi dan menggangap bebeda adalah orang yang memiliki pemikiran pendek dan kurang menyeluruh.

    ReplyDelete
  38. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi tersebut dijelaskan tentang pentingnya isi dari sebuah wadah, maka kita harus lebih mementingkan wadah atau manfaat dari sesuatu objek dari pada wadahnya saja. Dalam memaknai wadah da nisi yang disini digambarkan dengan profesi dan sisi sebagai manfaat atau gunanya bagi orang lain,
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  39. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    erima kasih Bapak Marsigit, elegi diatas mengajarkan saya bahwasanya biasa dan tidak biasa itu adalah wadah. Sebagaimana wadah itu menjadi satu kesatuan dengan isi. Maka wadah yang baik itu dipengaruhi oleh isi yang baik. "Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, .... Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, .... Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut."

    ReplyDelete
  40. Elli Susilawati
    16709251073
    Kebanyakan dari kita sudah tidak memperdulikan lagi wadah dan isi. Hal-hal yang tak biasa menjadi biasa karena dibiasakan begitu pula sebaliknya hal yang biasa karena tidak dibiasakan menjadi tidak biasa. sehingga yang terjadi, tidak biasa menjadi terlihat benar dan biasa menjadi terlihat salah. idealnya kita harus membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa

    ReplyDelete
  41. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya setiap lembaga dan jabatan adalah suatu wadah, yang isinya biasa dan tidak biasa seperti pembicaraan dialog diatas. Dalam lembaga atau jabatan apakah kita bisa melakukan kebiasan dari biasa dan menjauhi tidak biasa itu? Jika kita bisa melakukannya kita akan terlahir sebagai pribadi yang amanah bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

    ReplyDelete
  42. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya biasa dan tidak biasanya sesuatu itu kembali lagi tergantung pada pola pikir. Bagaimana seseorang memandang sesuatu hal. Hal yang tidak biasa bisa jadi biasa bagi orang yang menjadikannya suatu kebiasaan, berlaku pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  43. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Jika terjadi pertentangan biasa dan tidak biasa maka lebih-lebih lagi antara biasa 1 dan biasa 2. Bagaimana seorang memandang objek akan memberikan pengaruh yang besar. Pengetahuan seorang terhadap isi menjadi jaminan keselamatan dari hanya sekedar memandang wadahnya. Namun isi yang bagus biasanya diwadahi dengan suatu yang bagus pula. Pikiran yang bagus menghasilkan tutur kata dan perilaku yang bagus.

    ReplyDelete
  44. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan artikel ini disebutkan bahwa isi dari biasa itu ialah melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dst. Dan isi dari tidak biasa adalah berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dst. Oleh karena itu, harusnya kita biasakan diri untuk melakukan hal-hal positif dan tidak mebiasakan diri untuk melakukan hal-hal negatif.

    ReplyDelete
  45. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Biasa adalah hal-hal yang sering dilakukan, sementara tidak biasa adalah hal-hal yang hampir tidak pernah dilakukan. Sebagai manusia yang beriman hendaknya kita dapat membiasakan diri dengan hal baik dan positif sesuai yang diperintahkan oleh Allah. Karena suatu amalan atau pekerjaan yang baik, dapat juga berdampak baik pada manusia. Biasakanlah diri kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan tersebut dan menjauhkan diri dari segala macam keburukan dan godaan negatif yang ada.

    ReplyDelete
  46. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Biasa dan tidak biasa adalah wadah. Maka kita bisa mempermainkan sekehendak kita untuk mengisinya dengan apa saja. Sebaik-baiknya isi biasa adalah hal yang baik seperti beribadah kepada Allah SWT, berdo’a, disiplin, menolong, dan kegiatan baiklannya. Sedangkan tidak biasa isilah dengan kegiatan yang buruk. Seperti tidak terbiasa mencuri, berbohong, dan kegiatan buruk lainnya. Kita bisa memilih akan memilih yang mana. Namun pilihan terbaik adalah yang baik bukan yang buruk.

    ReplyDelete
  47. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini mengajarkan kita bahwa biasa dan tidak biasa saling melegkapi. Biasa dan tidak biasa mengenai objek dalam kehidupan antara yang ada da yang mungkin ada dalam batasan ruang dan waktu, objek merupakan wadahnya. Manusia sering memanipulasi wadah menjadi bermacam-macam sesuai dengan keinginan dan kehendaknya. Wadah tidak dapat menjadi isi dan isi juga tidak dapat menjadi wadah dikarenakan situasi apapun. Semua yang bersifat memaksa tidak akan baik akhirnya. Sesuatu yang kita anggap biasa bisa jadi itu tidak biasa bagi orang lain karena semua bergantung pada wadah dan isinya.

    ReplyDelete
  48. Sesuatu dapat diterjemahkan dan menterjemahkan. Biasa dan tidak biasa dapat diterjemahkan sebagai wadah, sedangkan isi dari biasa adalah perbuatan baik sedangkan isi tidak biasa adalah perbuatan yang tidak baik.
    Biasa dan tidak biasa juga dapat dipahami sebagai perilaku yang berulang-ulang dan sesekali. Jika perilaku tersebut diulang-ulang maka menjadi biasa tetapi jika perilaku itu terjadi sesekali maka dapat dikatakan tidak bisa. Seperti jika siswa ditanya “2 + 2” maka jawabannya adalah “4” dan itu adalah hal yang biasa sedangkan jika orang yang telah belajar ditanya “2 + 2” kemudian jawabannya “belum tentu 4” berarti dia telah memberikan jawaban yang tidak biasa.

    ReplyDelete