Sep 25, 2010

Elegi Pertengkaran Antara Biasa dan Tidak Biasa




Oleh Marsigit

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...mengapa kelihatannya engkau bersikap sinis terhadapku? Bukankah engkau memahami bahwa kebiasaan itu sangat bermanfaat bagi hidupmu?

Tidak Biasa:
Wahai Biasa...ketahuilah bahwa engkau itu hanyalah separoh dari dunia ini?

Biasa:
Lho..kenapa aku hanya separoh dari dunia ini? Lha yang separohnya lagi siapa?

Tidak Biasa:
Yang separohnya lagi dari dunia ini adalah diriku...yaitu Tidak Biasa.

Biasa:
Ahh...ngacau kau itu. Kayak gitu saja dipermasalahkan. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Mbok jangan biasa mempermasalahkan hal-hal yang sepele kayak gitu? Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai Biasa..aku ingin bertanya...sekarang ini...ketika engkau bicara dengan diriku itu...dalam keadaan sehat atau tidak?

Biasa:
Lho...kok kamu bertanya seperti itu? Mbok Jangan Biasa bertanya kayak gitu! Aku Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...sekarang saya ingin tanya kepadamu. Apa bedanya Jangan Biasa dengan Tidak Biasa?

Biasa:
Lho ...kok kamu masih aneh ta? Mbok Jangan Biasa bertanya yang aneh-aneh ta.
Menurutku Jangan Biasa itu ya sama dengan Tidak Biasa.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...apakah engkau Tidak Biasa menjawab pertanyaanku yang aneh-aneh?

Biasa:
Iya..aku Tidak Biasa menjawab pertanyaanmu yang aneh-aneh.

Tidak Biasa:
Apakah kamu sering Tidak Biasa?

Biasa:
Oh...saya selalu Tidak Biasa ...saya sering Tidak Biasa...bahkan seluruh hidupku itu hampir Tidak Biasa. Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Tidak Biasa:
Wahai ...Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir?

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....

Tidak Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Biasa...coba ulangi lagi kalimatmu yang terakhir tetapi gantilah Tidak dengan Bukan ...dan Biasa diganti dengan Diriku.

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Bukan Diriku. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Bukan Diriku. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Bukan Diriku. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Tidak Biasa:
Rasain engkau ....hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
O..ooh...wahai Tidak Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir tadi!

Tidak Biasa:
Hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Tidak Biasa...apakah kamu menyarankan agar kita selalu Biasa? Biasa Jangan itu Biasa atai Tidak Biasa?

Tidak Biasa:
Biasa Jangan adalah Biasa. Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...apakah Tidak Biasa sama dengan Dirimu?

Tidak Biasa:
Ya Tidak Biasa itu sama dengan Diriku.

Biasa:
Ulangilah kalimatmu tetapi gantikah Tidak Biasa dengan Dirimu.

Tidak Biasa:
Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Diriku tidak penting. Kok Tidak Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Biasa:
Wahai Tak Biasa...masalahnya aku Biasa Tak Biasa. Lho kok saya jadi pusing lagi?
Biasa Tak Biasa itu Biasa atau Tak Biasa ya?

Tak Biasa:
Wahai Biasa...masalahnya aku Tak Biasa Biasa. Lho kok saya jadi bingung lagi? Tak Biasa Biasa itu Tak Biasa atau Biasa ya?


Bagawat:
Hai Biasa dan tidak Biasa...hentikanlah pertikaianmu itu. Itulah teladannya jika engkau telah mengabaikan isi. Biasa dan Tidak Biasa itu keduanya adalah wadah. Maka kamu bisa mempermainkan sekehendak dirimu satu dengan yang lain sebagai wadah karena engkau mengabaikan atau tidak mempunyai isi.

Biasa dan Tidak Biasa:
Wahai sang Bagawat...berilah contoh kepada kami...seperti apakah bentukku jika aku sudah mempunyai isi? Dan apa saja yang bisa menjadi isi dari diriku itu?

Bagawat:
Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.

Biasa dan Tidak Biasa:
Oo..ooo...paham aku sekarang. Mengapa manusia dengan mudahnya memanipulasi wadah...karena dia mengabaikan isinya. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu bisa menjadi wadah. Guru, Peneliti, Dosen, Pengawas, Bankir, DPR, Mahasiswa, Siswa, Beasiswa, BUMN, Koperasi, LSM, Menteri, Pejabat, Ketua, ....bahkan Agama...itu semua adalah wadah-wadah. Semoga dengan kasus pertengaran antara Biasa dan Tidak Biasa...ini bisa menjadi pelajaran bagi semua perihal pentingnya isi, agar tidak semena-mena mempermainkan wadah. Amiin.

42 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Kebanyakan dari kita sudah tidak memperdulikan lagi wadah dan isi. Hal-hal yang tak biasa menjadi biasa karena dibiasakan begitu pula sebaliknya hal yang biasa karena tidak dibiasakan menjadi tidak biasa. sehingga yang terjadi, tidak biasa menjadi terlihat benar dan biasa menjadi terlihat salah. idealnya kita harus membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa

    ReplyDelete
  2. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya setiap lembaga dan jabatan adalah suatu wadah, yang isinya biasa dan tidak biasa seperti pembicaraan dialog diatas. Dalam lembaga atau jabatan apakah kita bisa melakukan kebiasan dari biasa dan menjauhi tidak biasa itu? Jika kita bisa melakukannya kita akan terlahir sebagai pribadi yang amanah bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitarnya.

    ReplyDelete
  3. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya biasa dan tidak biasanya sesuatu itu kembali lagi tergantung pada pola pikir. Bagaimana seseorang memandang sesuatu hal. Hal yang tidak biasa bisa jadi biasa bagi orang yang menjadikannya suatu kebiasaan, berlaku pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  4. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Jika terjadi pertentangan biasa dan tidak biasa maka lebih-lebih lagi antara biasa 1 dan biasa 2. Bagaimana seorang memandang objek akan memberikan pengaruh yang besar. Pengetahuan seorang terhadap isi menjadi jaminan keselamatan dari hanya sekedar memandang wadahnya. Namun isi yang bagus biasanya diwadahi dengan suatu yang bagus pula. Pikiran yang bagus menghasilkan tutur kata dan perilaku yang bagus.

    ReplyDelete
  5. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan artikel ini disebutkan bahwa isi dari biasa itu ialah melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dst. Dan isi dari tidak biasa adalah berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dst. Oleh karena itu, harusnya kita biasakan diri untuk melakukan hal-hal positif dan tidak mebiasakan diri untuk melakukan hal-hal negatif.

    ReplyDelete
  6. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Biasa adalah hal-hal yang sering dilakukan, sementara tidak biasa adalah hal-hal yang hampir tidak pernah dilakukan. Sebagai manusia yang beriman hendaknya kita dapat membiasakan diri dengan hal baik dan positif sesuai yang diperintahkan oleh Allah. Karena suatu amalan atau pekerjaan yang baik, dapat juga berdampak baik pada manusia. Biasakanlah diri kita untuk melakukan kebaikan-kebaikan tersebut dan menjauhkan diri dari segala macam keburukan dan godaan negatif yang ada.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Biasa dan tidak biasa adalah wadah. Maka kita bisa mempermainkan sekehendak kita untuk mengisinya dengan apa saja. Sebaik-baiknya isi biasa adalah hal yang baik seperti beribadah kepada Allah SWT, berdo’a, disiplin, menolong, dan kegiatan baiklannya. Sedangkan tidak biasa isilah dengan kegiatan yang buruk. Seperti tidak terbiasa mencuri, berbohong, dan kegiatan buruk lainnya. Kita bisa memilih akan memilih yang mana. Namun pilihan terbaik adalah yang baik bukan yang buruk.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Elegi ini mengajarkan kita bahwa biasa dan tidak biasa saling melegkapi. Biasa dan tidak biasa mengenai objek dalam kehidupan antara yang ada da yang mungkin ada dalam batasan ruang dan waktu, objek merupakan wadahnya. Manusia sering memanipulasi wadah menjadi bermacam-macam sesuai dengan keinginan dan kehendaknya. Wadah tidak dapat menjadi isi dan isi juga tidak dapat menjadi wadah dikarenakan situasi apapun. Semua yang bersifat memaksa tidak akan baik akhirnya. Sesuatu yang kita anggap biasa bisa jadi itu tidak biasa bagi orang lain karena semua bergantung pada wadah dan isinya.

    ReplyDelete
  9. Sesuatu dapat diterjemahkan dan menterjemahkan. Biasa dan tidak biasa dapat diterjemahkan sebagai wadah, sedangkan isi dari biasa adalah perbuatan baik sedangkan isi tidak biasa adalah perbuatan yang tidak baik.
    Biasa dan tidak biasa juga dapat dipahami sebagai perilaku yang berulang-ulang dan sesekali. Jika perilaku tersebut diulang-ulang maka menjadi biasa tetapi jika perilaku itu terjadi sesekali maka dapat dikatakan tidak bisa. Seperti jika siswa ditanya “2 + 2” maka jawabannya adalah “4” dan itu adalah hal yang biasa sedangkan jika orang yang telah belajar ditanya “2 + 2” kemudian jawabannya “belum tentu 4” berarti dia telah memberikan jawaban yang tidak biasa.

    ReplyDelete
  10. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Biasa adalah hal yang sering kita lakukan, sedangkan tidak biasa adalah hal yang jarang atau bahkan tidak kita lakukan. Biasa melakukan maka akan menghadirkan kebiasaan, kebiasaan adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan dengan bentuk yang sama, secara sadar dengan tujuan yang jelas dan dianggap baik dan benar. sesungguhnya biasa dan tidak biasa itu merupakan wadah. Dimana isinya adalah pikiran kita, yaitu biasa merupakan wadah dari melakukan hal yang dalam konteks kebaikan dan tidak biasa merupakan wadah dari melakukan hal dalam konteks keburukan atau tidak baik.

    ReplyDelete
  11. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Elegi di atas dapat dijadikan sebagai wahana intropeksi untuk diri kita. Pertengkaran antara biasa dengan tidak biasa mengingatkan kita untuk senantiasa membiasakan hal-hal kebaikan, seperti beribadah, berdoa, jujur, disiplin, tanggung jawab, konsisten, dan lainnya. Kita hendaknya selalu berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita jalani. Kemudian kita harus tidak biasakan diri kita untuk melakukan hal-hal keburukan, seperti sombong, berbohong, maksiat, dan sebagainya. Oleh karena itu, berdasarkan artikel diatas kita harus memahami dan menyadari dari biasa maupun tidak biasa agar kita dapat senantiasa melakukan kegiatan yang baik.

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari “Elegi Pertengkaran Antara Biasa dan Tidak Biasa” bahwa Biasa dan Tidak Biasa itu dianggap wadah. Dan semua yang ada dan yang mungkin ada itu bisa menjadi wadah. Isi dari Biasa antara lain melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, dst. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah: berbohong, berdusta, korupsi, dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.

    Dalam dunia pendidikan, guru menjadi wadah, maka isi itu penting untuk menjaga nama baik guru itu sendiri. Biasakanlah menjadi guru yang menyenangkan, dapat menanamkan konsep kepada siswa, tidak menutupi sifat pada siswa, dst.
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Tempat atau wadah merupakan sesuatu yang digunakan untuk meletakkan, menaruh, maupun menyimpan. Biasa dan tidak biasa merupakan hal yang tidak terpisah dari kehidupan ini. Berdasarkan elegi yang Prof. Tuliskan di atas, dapat saya ambil pelajaran yaitu sebagai analoginya, biasa dan tidak biasa merupakan wadah atau tempat. Isi daripada biasa dan tidak biasa tersebut dapat berupa berbagaimacam tingkah laku. Biasa dapat berisikan hal-hal yang baik-baik. Misalnya perilaku terpuji, beribadah kepada Allah SWT, dan memiliki kepribadian yang baik. Sedangkan isi dari tidak biasa adalah perilaku tercela yang sebaiknya tidak kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun mengisi wadah yang tidak biasa lebih mudah dilakukan, daripada mengisi wadah yang biasa, sebisa mungkin untuk menghindari perilaku tidak biasa tersebut. Sebagai pendidik alangkah baiknya kita bisa memberikan contoh untuk membiasakan berperilaku terpuji, karena kita dilihat sebagai teladan bagi anak didik kita. Semoga kita selalu berada dalam kebiasaan-kebiasaan yang baik dan tidak membiasakan hal-hal yang buruk. Aamiin..

    ReplyDelete
  14. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Setiap wadah sejatinya sama, yang bisa menjadikan beda adalah isi dari wadah tersebut. Sesuatu bisa berharga karena isinya yang berharga, begitu pula sebaliknya, sesuatu bisa menjadi kurang berharga karena kurang berharga isinya. Salah satu contoh analogi yang dapat digunakan yaitu: setiap manusia sama di hadapan Allah. Yang membedakan adalah ketakwaannya. Manusia diilai baik jika akhlaknya baik. MAnusia dinilai buruk karena akhlaknya yang buruk. Akhlak adlah cerminan perilaku manusia setiap harinya. Hal ini adlaah hasil pembiasaan dan kebiasaan yang dilakukan. Jika dia biasa melakukan kebaikan maka baik pula akhlaknya. Namun jika dia selalu berbuat yang kurang baik maka buruk pula akhlaknya.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ketika kita bicara tentang biasa maka kita baru bicara separuh dunia, masih ada separuhnya lagi yaitu tidak biasa. Dan sebenarnya kita tidak dapat berpisah dengan dua hal ini. Karena diri kita sendiri adalah penuh dengan kontradiksi. Dan diperbatasan sana biasa itu juga tidak bisasa begitu sebaliknya. Dan sebaik-baiknya, hidup yaitu menyeimbangkan antara biasa dan tidak biasa. Biasa dan tidak biasa ini juga ada kaitannya dengan wadah dan isi. Dikatakan wadah jika ia hanya nama saja. Sedangkan isi yaitu esensi dari hal itu. sehingga banyak dilapangan orang-orang hanya mengutamakan wadah tanpa melihat isi. Padahal keduanya itu penting dan harus seimbang

    ReplyDelete
  16. Nama : Wisniarti
    NIM : 1770921037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Bapak Marsigit pernah mengatakan bahwa hidup ini harus adil. Begitupun yang terjadi dengan biasa dan tidak biasa yang digunakan sesuai dengan ruang dan waktunya serta sesuai dengan yang seharusnya. " Biasa dan Tidak Biasa itu keduanya adalah wadah. Maka kamu bisa mempermainkan sekehendak dirimu satu dengan yang lain sebagai wadah karena engkau mengabaikan atau tidak mempunyai isi". Karena kita sudah diberi wadah, maka kitalah yang bijak mengisi kedua wadah tersebut. Hendaknya wadah tersebut diisi sesuai dengan sewajar dan sebijaknya.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Memutar waktu, saya dibawa lamunan pada "Elegi hamba menggapai wadah dan isi".
    "Wadahmu akan selalu hadir ketika engkau wujudkan isimu. Maka sebenar-benar wadah tidak lain tidak bukan adalah isi. Maka tersesatlah wahai para siswa yang hanya mengejar wadah tetapi tidak mau mengisinya. Tetapi benar-benar merugilah jika para siswa hanya mengejar isi tetapi tidak mau mengenal wadahnya"

    "Serendah-rendahnya kualitas wadah dan isi kita di dunia adalah jika kita mempunyai wadah dan isi yang setinggi-tingginya namun menggunakannya untuk perbuatan-perbuatan tidak baik dan merugikan banyak orang".
    Komentar saya pada postingan "Elegi menggapai wadah dan isi" kurang lebih seperti ini: Tugas pertama kita adalah memposisikan diri bagaimana "wadah" akan berada. Setelah itu menggiring "isi" menjadi isi yang baik bagi wadah kita. Kita adalah makhluk sosial di bumi (wadah), maka hidup bersosial dengan membantu sesama adalah cara untuk mengisi wadah tersebut.

    Komentar saya saat ini: Saya akan melanjutkan komentar sebelumnya. Saya setuju dengan statement ini, "Mengapa manusia dengan mudahnya memanipulasi wadah...karena dia mengabaikan isinya". Sering kali manusia bangga dengan "wadah"-"wadah" yang berusaha mereka tampilkan. Yang penting gimana kelihatannya aja. Akan tetapi isinya? Sungguh hanya Tuhan yang mengetahui. Lantas pertanyaan saya kepada bapak Marsigit, sebenarnya di posisi mana saat ini saya berada? isi yang seperti apa yang seharusnya ada pada diri saya? apakah saya wadah? apakah saya isi?

    ReplyDelete
  18. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B


    Dalam wadah terdappat isnya, dalam pembelajaran wadah dapat berupa seseorang yang dijadikan teladan. Sedangkan isi dapat berupa melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, komitmen, dan beribadah. Isi dan wadah saling melegkapi sehingga tidak bisa dipisahkan. Dalam wadah tidak boleh diisi dengan isi yang tidak biasa seperti berbohong, berdusta, korupsi, memfitnah, berbuat dosa dan maksiat. Sehingga isi dalam wadah bisa terjadi kontradiksi oleh karena itulah kita membutuhkan wadah yang dapat memberi teladan bagi diri kita.

    ReplyDelete
  19. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    S2 Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Awalnya saya sudah hampir frustasi karena kurang mengerti maksud dari pertengkaran antara biasa dan tidak biasa. Akan tetapi, ketika Begawat mulai berbicara saya kemudian tersenyum. Ternyata selama ini kebanyakan dari kita masih kurang tepat dalam menempatkan isi ke dalam wadahnya. Sekehendak hati kita asal menempatkan isi bukan ke tempatnya, sehingga kekacauan semakin merebak kemana-mana tanpa bisa dikontrol lagi. Hal yang keliru yaitu membiasakan kebiasaan yang tidak baik dan tidak biasa membiasakan diri dengan sesuatu yang baik. Mulai sekarang kita harus cerdas menempatkan isi sesuai dengan wadahnya. Membiasakan kebiasaan yang baik dan tidak membiasakan kebiasaan yang buruk. Semoga kita semua diberi kemudahan dalam menjalankannya dan bisa lebih konsisten. Aamiin.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  20. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pertengkaran biasa dan tidak biasa sebenarnya sering terjadi di dalam diri manusia. Keduanya sering dijadikan pembenaran atas perilaku kita yang salah, atau sebaliknya. Misalnya pada saat kita melakukan sesuatu yang kita yakini salah, namun akhirnya kita bergumam "Ah.. ini biasa kok bagi orang.." Padahal kita paham betul bahwa itu hal yang tidak biasa. Wadah adalah suatu tempat yang ada fungsinya. Apabila kita mengabaikan isi sesuai fungsinya, maka akan terjadi ketidakpadanan.

    ReplyDelete
  21. Nur Dwi laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Biasa dan tidak biasa adalah wadah yang berubah bergantung dengan ruang dan waktu. Jujur bagi seorang yang biasa berbohong adalah hal yang tidak biasa. Berbohong bagi orang yang biasa jujur adalah hal yang tidak biasa. Juju dapat menjadi isi bagi wadah biasa orang- orang yang biasa jujur, dan menjadi isi bagi wadah tidak biasa orang- orang yang biasa berbohong. Maka sebenar- benar tugas manusia di dunia ini adalah mengisi wadah biasa dengan hal- hal baik, dan mengisi wadah tidak biasa dengan hal- hal buruk. Semoga kita senantiasa dimudahkan dalam membiasakan hal-hal baik dalam hidup kita. Amin.

    ReplyDelete
  22. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Semua hal di dunia ini lahir bersama kontradiksinya. Jika ada biasa maka ada tidak biasa. Kita harus ingat bahwa kita adalah wadah terhadap diri (peran, status) kita sendiri dan wadah kita harus diisi dengan hal-hal yang biasa dan tidak biasa. Biasa beribadah, biasa amanah, biasa jujur, biasa tepat waktu, dan biasa dengan kebaikan lainnya serta tidak biasa berbohong, tidak biasa terlambat, dan tidak biasa dengan keburukan lainnya.

    ReplyDelete
  23. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Ada biasa dan ada tidak biasa. Tergantung maksud dan tujuannya. Dalam elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa, keduanya diibaratkan sebagai wadah. Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Kualitas biasa dan tidak biasa bergantung kepada isinya, maka dari itu biasakanlah diri kita untuk melakukan hal-hal yang baik dan teruslah berdoa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kehidupan di dunia ini berisi kontradiksi. Bila ada baik maka ada buruk, ada benar maka ada salah, dst. Begitupula ada biasa maka ada tidak biasa. Oleh karena itu saya setuju jika biasa hanyalah separuh dari dunia dan separuhnya lagi adalah tidak biasa. Jika dilihat dari wadah dan isinya, maka biasa dan tidak biasa merupakan wadah. Isi dari biasa adalah melakukan kegiatan yang baik dan isi dari tidak biasa adalah melakukan kegiatan yang buruk. Dari elegi menggapai wadah dan isi bahwa “Wadahmu akan selalu hadir ketika engkau wujudkan isimu”, sehingga kita harus dapat bijaksana untuk mewujudkan isi dari sebuah wadah. Hendaknya kita biasa untuk melakukan kebaikan, dan tidak biasa untuk melakukan keburukan. Terima Kasih

    ReplyDelete
  25. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Melakukan sesuatu yang biasa dan yang tidak biasa sebenarnya harus kita imbangi. Jangan selalu membiasakan sesuatu, dan jangan selalu tidak membiasakan sesuatu. Semua harus sesuai dengan ruang dan waktu. Misal dalam melakukan kegiatan yang baik, seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka kita harus membiasakan melakukan hal-hal tersebut. Sedangkan berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Jangan kita Biasakan melakukan hal-hal tersebut. Dalam artian jadikan itu menjadi sesuatu yang tidak biasa dilakukan dalam kehidupan. Jadi biasa dan tidak biasa harus tepat digunakan sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  26. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menjadi tidak biasa terkadang perlu dilakukan asalkan menjadi tidak biasa yang membawa kebaikan. Tidak biasa yang membawa kebaikan misalnya di saat orang-orang di sekitar kita melakukan hal-hal yang negatif, maka jadilah kita sebagai yang tidak biasa yakni melakukan hal-hal yang positif. Biasa dan tidak biasa juga sebenarnya adalah dua hal yang memiliki kedudukan yang sama. Misalnya "Biasalah untuk selalu beribadah, tidak biasalah untuk selalu malas beribadah", keduanya memiliki makna yang sama. Dengan demikian saya dapat mengatakan bahwa biasa dan tidak biasa masing-masing mempunyai tesis dan anti tesisnya. Pesan yang dapat kita ambil ialah, biasakanlah hal yang baik dan tidak biasakanlah hal-hal yang tidak baik. Jadilah sebaik-baik potensi dimanapun ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  27. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa ini merupakan sarana untuk refleksi diri kita. Biasa dan tidak biasa dijadikan sebagai wadah, dan isinya adalah segala sesuatu yang dapat diisi ke dalamnya. Jadi tergantung diri pribadi masing-masing untuk menempatkan sesuatu apapun ke dalamnya, karena apa yang kita tempatkan maka itulah yang akan kita peroleh, seperti kata pepatah “siapa yang menanam maka ia yang kan menuai”. Untuk mengisi “biasa” maka isilah dengan segala sesuatu atau perbuatan yang baik-baik, karena terbiasa dalam segala sesuatu yang baik maka akan mendapatkan kebaikan pula, seperti biasa menabung, biasa menolong orang lain, biasa ramah, dll. Sedangkan wadah “tidak biasa” isilah dengan hal-hal yang tidak baik atau perbuatan yang tidak harus kita lakukan, agar kita terjauh dari keburukan atau hal yang tidak baik tersebut. Seperti tidak biasa berbohong, tidak biasa mencuri, tidak biasa marah, dll.

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B


    Karena biasa dan tidak biasa adalah wadah. Dan sang empunya wadah bisa mempermainkan wadahna sendiri. Baik jika mengisi wadah biasa, baik juga jika mengabaikan isi wadah tidak biasa. Untuk selalu dapat mengisi wadah biasa kita harus bisa menggapai pondasi, menggapai logos, dan tidak lepas dari doa. Dengan penggapaian itu semua, kita juga bisa mengabaikan isi dari wadah tidak biasa. Semoga pelajaran yang kita ambil dari pertengkaran biasa dan tidak biasa memberikan banyak manfaat untuk kita semua. Amin.

    ReplyDelete
  29. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Pertengkaran antara biasa dan tidak biasa ini memperlihatkan kita bagaimana isi ataupun wadah saling terkait satu sama lain. Wadah menyesuaikan isi, tapi kita juga tidak bisa menghilangkan arti wadah dan hanya melihat isis. Wadah adalah suatutempat dimana kita bisa mencurahkan isi, sedangan isi tidak akan berdiri tanpa adanya wadah.

    ReplyDelete
  30. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B


    Assalamu'alaikum wr wb
    Perdebatan antara biasa dan tidak biasa seperti cerita di atas sangan menarik sekali. Saya setuju sekali, ketika kita melakukan hal yang tidak biasa seperti berbohong, memfitnah, dan lain-lain atau diluar dari jalur norma agama hati menjadi resah dan tidak tenang. Karena hal tersebut tidak biasa dilakukan. Hakikatnya manusia diciptakan dengan wadah yang sama yaitu pikiran dan hati, namun terkadang isinya yang berubah akibat ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  31. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Mungkin ini hal yang agak berbeda, tetapi pertengkaran antara wadah dan isi ini banyak terjadi. Mengenai wadah, jika saya menyebutnya sebagai penampilan, maka banyak orang seringkali ingin menunjukkan penampilan yang baik. jabatan juga menjadi wadah, seolah yang punya jabatan itu lalu hebat dan berkuasa. Sementara isinya, apa yang menjadi idealismenya, pikirannya, belum tentu jernih dan mengarah pada kebaikan, yang hakiki. Ini seperti pikiran dan hati yang sama sama kacau, tidak jernih. Trimakasih untuk mengingatkan tentang wadah dan isi ini.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Biasa ada karena tidak biasa. Tidak biasa pun ada karena biasa. Mereka ada karena saling ada. Namun dalam refleksi diri saya ini saya masih bingung menghubungkannya dengan wadah dan isi. Apakah wadah itu biasa lalu isi itu tidak biasa? Ataukah wadah itu tidak biaaa lalu isi itu biasa?
    Wah, inilah bahan pertanyaan saya di perkukiahan minggu depan.

    ReplyDelete
  33. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B


    Assalamu'alalikum wr.wb

    elegi di atas menggambarkan situasi yang sering terjadi di sekitar kita ataupun diri kita sendiri. kadang kala kita menghadapi seseorang yang merasa dirinnya paling benar. tetapi kadang kala kita juga bersikap seperti itu tanpa kita sadari, yang disebut dengan ego. mungkin sebenar-benar biasa adalah tidak biasa, dan sebenar-benar tidak biasa adalah biasa.

    ReplyDelete
  34. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Pertengakaran antara biasa dan tidak biasa mencerminkan salah satu sisi kehidupan manusia yakni membenarkan apa yang dilakukan dan tidak sadar bahwa dirinya memiliki kekurangan dan mungkin saja melakukan kesalahan yang dilakukan temannya. Adanya begawat sebagai penengah untuk menyadarkan mereka berdua. Sebenarnya menganai percakapan lebih lanjut bahwa biasa dan tidak biasa merupakan wadah dan isi , kami kurang memahami bapak namun, yang mungkin kami ambil pelajaran bahwa keduanya yakni biasa dan tidak biasa tidak hanya dilihat dari kata biasa dan tidak biasa namun lebih mendalam mengenai maknanya dalam kehidupan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  35. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof, ulasannya sangat menarik. Wadah dan isi, saya menjadi teringat pertemuan minggu lalu di kelas saat membaca ulasan ini. Bagi saya, di manapun wadah yang saya tempati saat ini diharapkan dapat memberikan isi yang bermanfaat dalam kehidupan yang saya jalani. Meski saya berada pada wadah yang kecil namun saat dapat mengisi dengan air-air yang jernih maka wadah tersebut akan memberikan warna tersendiri bagi diri saya. Sebaliknya, saat saya berada dalam wadah yang besar sekalipun meski di dalamnya terdapat air yang keruh pastinya akan menyulitkan saya untuk beradaptasi di dalamnya. Bahkan lama-kelamaan saya akan punah. Menurut saya, bijaksana saat memilih wadah itu sangat penting. Saya hanya dapat berharap kepada Tuhan semoga diberi sikap bijaksana dalam memilih wadah dan mengisinya dengan hal-hal yang bersifat positif serta dapat bermanfaat di dunia dan di akhirat. Aamiin ya robb.

    ReplyDelete
  36. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Dua hal yang saling bertentangan tidak selalu dikatakan yang satu baik dan yang satu buruk. Semua itu adalah tentang kesesuaian. Kesesuaian antara wadah dan isi. Pada elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa ini menginformasikan bahwa biasa dan tidak biasa adalah wadah. Dan kedua wadah itu memiliki isi yang berbeda. ketika isinya tidak sesuai dengan wadah maka akan menimbulkan kekacauan. Hal yang dianggap biasa, isinya adalah hal-hal yang positif dan sesuai dengan aturan yang ada sedangkan hal yang dianggap tidak biasa, seharusnya adalah hal-hal yang bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai yang berlaku. Apabila keduanya tidak sesuai atau isinya dipertukarkan maka akan terjadi kekacauan. Pelajaran yang saya dipetik pada elegi pertengkaran antara biasa dan tidak biasa adalah agar kita dapat menyesuaikan antara wadah dan isi dan menghindari dari berbagai manipulasi wadah dan isi.

    ReplyDelete
  37. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih prof. Marsigit atas postingan di atas. Jadi sesuatu yang biasa akan menjadi tidak biasa jika tidak dibiasakan, dan juga sebaliknya bahwa sesuatu yang tidak biasa jika dibiasakan akan menjadi kebiasaa. Hendaklah kita mampu membedakan apa yang harus dibiasakan dan apa yang harus tidak dibiasakan. Sehingga sebenarnya semuanya hanyalah tentang kesesuaian dan keselarasan. Wadah yang kita anggap biasa, haruslah berisi segala y=hal yang positif sehingga itu sesuai pula dengan ruang dan waktunya. Sebaliknya, wadah yang kita anggap Tidak biasa otomatis adalah segala sesuatu yang negatif yang memang tidak pantas dan tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Jika tertukar saja isinya pasti akan ada gap, masalah, kekacauan, pertengkaran, ketidak cocokan, keanehan, ketidakwajaran, dan lain sebagainya. Sehingga disini saya belajar bahwa wadah dan isi yang sesuai adalah sepasang yang tidak dapat ditukar-tukar dan kita wajib mampu untuk bersikap bijak dalam mengisi wadah ataupun mewadahi suatu isi agar selaras dan sesuai dengan ruang dan waktunya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  38. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Uraian di atas menjelaskan tentang perseteruan antara biasa dan tidak biasa. Sesuatu yang kadang menurut kita biasa, tetapi tidak biasa untuk orang lain. Begitu juga sebaliknya, sesuatu yang tidak biasa untuk kita, mungkin menjadi biasa untuk orang lain. Seharusnya korupsi adalah hal yang “tidak biasa” dilakukan oleh para pejabat elite, tetapi seolah kini menjadi suatu hal yang “biasa” dipraktikkan oleh para pejabat tersebut. Malah saat ini yang terjadi sebaliknya, pejabat yang jujur dan tidak korupsi adalah menjadi hal yang “tidak biasa”. Siswa mencontek seharusnya menjadi hal yang “sangat tidak biasa” dilakukan, tetapi kini kebiasaan mencontek menjadi hal yang “biasa”, justru siswa yang jujur dianggap sebagai siswa yang “tidak biasa”. Mahasiswa yang melakukan plagiat dianggap sudah “biasa”, sementara yang benar-benar berkarya dan berinovasi secara orisinil dianggap “tidak biasa”. Kondisi “biasa” dan “tidak biasa” itulah yang seharusnya dirombak. Seperti yang diungkap dalam uraian di atas bahwa isi dari Biasa yaitu dengan melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, beribadah, ...dan seterusnya. Maka “Biasa”kanlah untuk melakukan hal tersebut. Sementara isi dari Tidak Biasa yaitu: berbohong, korupsi, mengfitnah, sombong, dan seterusnya. Maka “Tidak Biasalah” melakukan hal-hal tersebut. Jadi parameter “biasa” dan “tidak biasa” adalah yang baik dilakukan dan yang tidak baik dilakukan, bukan karena kebanyakan orang melakukannya.

    ReplyDelete
  39. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Biasa dan tidak biasa adalah dua hal yang kontradiksi. Itulah hakekatnya bumi ini yaitu kontradiksi. Manusia akan mengalami biasa dan tidak biasa dalam kehidupan. Akan tetapi, manusia seyogyanya melakukan biasa untuk hal yang baik dan melakukan tidak biasa untuk hal yang tidak baik. Hal ini dapat dilakukan jika manusia memandang biasa dan tidak biasa sebagai wadah namun tetap memperhatikan bahwa wadah tetap membutuhkan isi yang tepat. Jika hal ini dibawa pada profesi seperti pada kalimat akhir elegi ini. Seyogyanya manusia tidak memandang bahwa profesi satu lebih baik dari pada profesi lainnya hanya karena profesi tersebut miliknya. Sebaiknya manusia memandang bahwa profesi itu adalah wadah yang masing-masing sudah memiliki isi yang sesuai. Manusia hanya perlu memperhatinkan untuk menjalankan wadah tersebut sesuai dengan isi yang semestinya.

    ReplyDelete
  40. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Suatu hal yang biasa sering disebut sebagai suatu hal yang mainstream, sedangkan suatu hal yang tidak biasa sering disebut sebagai suatu hal yang anti mainstream. Dua-duanya adalh dua kutub yang saling berseberangan karena berdiri di atas kepentingan masing-masing. Yang biasa terkadang distigma sebagai suatu hal yang tidak kreatif sedangkan yang tidak biasa dipuja sebagi suatu hal yang inovatif. Namun yang biasa maupun yang tidak biasa adalah bagian dari dialektika di mana keduanya bukanlah suatu hal yang ajek (mutlak). Seharusnya pertengkaran itu tidak terjadi, sebab secara dialektik, yang biasa bisa menjadi luar biasa dan yang tidak biasa bisa menjadi biasa-biasa saja.

    ReplyDelete
  41. Dewi Saputr
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Biasa dan tidak biasa adalah wadah. Dimana setiap wadah pasti mempunyai isi. Isi dari wadah biasa adalah hal-hal positif yang harus kita biasakan dalam melakukannya dan isi dari wadah tidak biasa adalah hal-hal yang negatif yang harus kita tidak biasakan dalam melakukannya. Wadah harusalah disesuaikan dengan isinya agar tidak timbul kekacauan dalam diri seseorang.

    ReplyDelete
  42. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Biasa maupun tidak biasa hanyalah wadah, dalam wadah tersebut dapat manusia tentukan isinya. Untuk setiap yang baik-baik hendaknya di masukkan kedalam kebiasaan kita. Sedangkan yang tidak baik hendaknya dimasukkan kedalam ketidak biasaan kita. Sehingga kita kan lebih baik lagi dari hari kehari. Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah SWT membiasakan yang baik dan meninggalkan yang buruk. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete