Sep 22, 2010

Elegi Seorang Hamba Menggapai Harmoni




Oleh: Marsigit

Hamba menggapai harmoni meninggalkan gunung menuju ke kota

Hamba menggapai harmoni:
Kini saatnya aku menuruni gunungku. Aku mendapat amanah agar aku segera menuju ke kota. Bayanganku begitu indahnya kota itu. Lain dan sangat kontras dengan keadaanku di gunung ini. Konon berbagai macam kebutuhan ada di kota. Mulai dari sembako, pakaian, dan alat-alat modern ada di kota. Bahkan aku dengar jika aku sudah sampai di kota maka aku bisa bekerja apa saja, membuat pekerjaan apa saja. Lebih dari itu, tetapi yang ini agak mengkhawatirkanku, katanya di kota nanti aku bisa berpikir apa saja dan berbuat apa saja? Begitukah? Tetapi baiklah, karena apapun yang akan terjadi aku harus tetap menuju ke kota.

Hamba menggapai harmoni bertemu dengan satpam kota

Satpam kota:
Wahai seseorang asing, darimanakah engkau dan mau kemanakah engkau itu?

Hamba menggapai harmoni:
Aku orang gunung. Aku ingin ke kota. Bolehkah aku bertanya? Di manakah kota itu dan dimana pula jalan menuju ke sana? Aku ingin ke sana karena aku ingin menjadi orang kota.

Satpam kota:
Wahai orang gunung. Tidak sembarang orang bisa masuk kota. Aalagi engkau ini orang gunung. Maka engkau harus memenuhi persyaratan. Ini persyaratannya ada 10 butir. Jika engkau bisa memenuhi persyaratanku ini maka engkau aku ijinkan masuk kota.

Hamba menggapai harmoni:
Baiklah. Kebetulan aku telah mempersiapkan semua persyaratan itu. Maka terimalah persyaratan ini.

Satpam kota:
Baik. Kalau begitu silahkan lewat.

Hamba menggapai harmoni:
Terimakasih. Tetapi sebelum aku masuk kota, aku ingin bertanya dulu kepadamu. Benarkah di kota itu, terdapat apapun yang aku inginkan.

Satpam kota:
Ha..ha..ha. Pertanyaanmu sungguh lucu. Ya jelaslah. Di kota sebesar ini apa sih yang tidak ada. Semua yang engkau inginkan ada di sini. Aku juga bisa menginginkan segalanya di sini. Tetapi aku tidak bisa. Karena aku hanyalah seorang satpam. Maka aku hanya dapat melihat orang-orang silih berganti ke sana ke mari ke situ ke sini, untuk memuaskan hidupnya di sini. Sedangkan aku hanya terpaksa puas melihatnya saja. Maka kalau aku boleh tahu. Sebetulnya engkau ke kota ingin cari apa?

Hamba menggapai harmoni:
Aku tidak ingin mencari yang macam-macam. Aku hanya ingin mencari harmoni.

Satpam kota:
Ha..lucu juga kedengarannya. Apa itu harmoni? Apakah itu nama gedung bioskop? atau nama seseorang?

Hamba menggapai harmoni:
Harmoni itu jiwa, pikiran, hati, ibadah, badan, perasaan, baju, rumah, tidur, jalan, kebun, sungai, teman, alat, perkataan, program, buku, makan pagi, restoran, sekolah, universitas, pegawai, guru, dosen, ...

Satpam kota:
Sudah..sudah.. Ah sial benar aku ini. Pagi-pagi sudah jumpa orang gila. Ditanya ke tota ingin cari apa, jawabannya ngelantur tak karuan. Sudah sana masuk kota. Aku tidak mau lagi bicara dengan engkau.

Hamba menggapai harmoni:
Terimakasih satpam kota. Ketahuilalah. Bahwa masih banyak kata yang belum sempat aku ucapkan. Salah satunya adalah tentang satpam kota. Ketahuilah bahwa harmoni juga ada pada dirimu. Dirimu itulah harmoni. Maka sebenar-benar dirimu itu adalah harmoni.

Hamba menggapai harmoni diterima sebagai mahasiswa dan mengikuti perkulihan

Dosen:
Saudara mahasiwa yang berbahagia. Prinsip hidup kontemporer adalah menjaga keseimbangan, yaitu keseimbangan semua unsur-unsurnya. Tiadalah satu unsur berlebih-lebihan, dan tiada pula unsur-unsur berkekurangan. Di samping itu keseimbangan juga meliputi hubungan antar unsur-unsurnya. Padahal kita tahu bahwa tiadalah unsur-unsur di dunia ini tidak saling berhubungan. Maka keseimbangan unsur-unsur beserta hubungannya itulah yang disebut harmoni.

Mahasiswa 1:
Bagaimanakah caranya agar kita memperoleh harmoni.

Dosen:
Diperlukan pemahaman yang mendasar bagi seseorang untuk memperolah harmoni. Harmoni itu sendiri harus mempunyai landasan yang kuat dan kokoh. Satu-satunya landasan yang dapat di andalkan adalah iman dan taqwa kepada Tuhan YME. Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup untuk beribadah. Segala aktivitas untuk beribadah. Segala ilmu untuk beribadah. Segala keterampilan untuk beribadah. Dan segala pengalaman untuk beribadah.

Mahasiswa 2:
Ilmu yang bagaimanakah yang bermanfaat untuk memperoleh harmoni.

Dosen:
Untuk memperoleh harmoni maka pikiran anda harus terbebas dari segalam macam residu yang mengkotori pikiranmu itu. Pikiran murni yang belum terkontaminasi itulah dapat diibaratkan sebagai orang gunung. Jadi untuk memperoleh ilmu harmoni, hendaklah saudara-saudara mahasiswa menjadi orang gunung, kemudian turun ke kota.

Mahasiswa 3:
Apakah sebetulnya yang disebut sebagai pikiran murni?

Dosen:
Pikiran murni adalah berpikir kritis. Jikalau seseorang pikirannya masih bersih maka dia akan mampu berpikir kritis.

Mahasiswa 4:
Apakah yang disebut pikiran bersih?

Dosen:
Pikiran bersih adalah pikiran yang merdeka, yaitu pikirannya orang-orang yang masih merdeka untuk mengutarakan pikirannya. Dengan berpikir merdeka itulah dia akan berpikir kritis.

Mahasiswa 5:
Apakah yang disebut berpikir kritis?

Dosen:
Berpikir kritis adalah mengetahui kekurangan dan kelebihan diri orang yang berpikir. Jadi berpikir kritis tidak lain tidak bukan adalah batas pikiran.

Mahasiswa 6:
Aakah yang disebut batas pikiran?

Dosen:
Batas pikiran adalah jika engkau tahu kapan engkau berpikir dan kapan engkau tidak berpikir?

Mahasiswa 7:
Kapan aku tidak berpikir?

Dosen:
Engkau tidak berpikir jikalau engkau sedang tidur atau sedang berdoa.

Mahasiswa 8:
Mengapa aku berdoa dikatakan tidak berpikir?

Dosen:
Jika ketika engkau berdoa, engkau masih pikir-pikir, itu pertanda doa mu belum khusuk.

Mahasiswa 9:
Kapan doaku dikatakan khusuk?

Dosen:
Tiadalah manusia mengetahuinya, kecuali semata-mata hanya karunia Nya lah bahwa doa mu diterima atau tidak.

Hamba menggapai harmoni:
Menurut engkau wahai dosenku, apakah wajahku ini seperti orang gunung atau seperti orang kota?

Dosen:
Orang gunung itulah pikiran murnimu. Orang gunung itulah pikiran kritismu. Maka orang gunung itulah ilmumu.

Hamba menggapai harmoni:
Apakah saya kira-kira dapat menggapai harmoni?

Dosen:
Harmoni tidaklah diam di suatu tempat. Harmoni itu bergerak pada porosnya dan berjalan pada lintasannya. Maka untuk menggapai harmoni itu, tidak ada cara lain engkau juga harus berputar pada porosmu dan bergerak pada lintasanmu. Demikian juga berlaku bagi yang lainnya.

Mahasiswa 10:
Apa yang dimaksud dengan berputar pada porosnya dan bergerak pada lintasannya.

Dosen:
Itulah sebenar-benar kodrat. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Maka hati, jiwa dan hidupmu harus berputar pada poros iman dan taqwa mu agar engkau selalu mendapat rakhmat dan hidayah Nya. Itulah habluminallah. Sedangkan hati, jiwa dan hidupmu harus berikhtiar menghampiri sesama yang lain dalam pergaulanmua untuk memperkokoh tali ibadah mu dan ibadah mereka. Itulah habluminanash. Maka barang siapa tinggi putaran pada porosnya maka semakin stabil pulalah hidupnya. Dan barang siapa kuat gerakan pada lintasannya maka semakin mendapat banyak pula perolehannya di dunia. Itulah sifat black-hole. Putaran sangat tinggi sehingga seakan diam. Benda yang tidak tampak padahal kemampuannya luar biasa. Itulah sunatullah. Tuhan telah memberikan contoh-contohnya semata demi kebaikan manusia.

Hamba menggapai harmoni:
Aku merasa lega, karena aku merasa telah memperoleh titik terang bagaimana aku bisa menggapai harmoni. Terimakasih dosen. Bolehkah aku mengutarakan refleksiku tentang harmoni?

Dosen:
Boleh. Silahkan.

Hamba menggapai harmoni:
Nikmat terasa hidup ini. Aku melihat dan merasakan harmoni. Aku melihat harmoni di sekitarku. Mereka bekerja sesuai tugas masing-masing dan mereka saling menjaga harmoni. Mereka berkata-kata harmoni. Tugas-tugasnya adalah harmoni. Kantornya adalah harmoni. Perintahnya adalah harmoni. Gedungnya adalah harmoni. Jurusannya adalah harmoni. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah aku telah menemukan universitas harmoni. Tempat parkirnya harmoni. Komunikasinya harmoni. Taman dan jalannya harmoni. Jika yang kulihat adalah harmoni maka pikiranku adalah harmoni. Maka pikiranku dan kiran mereka adalah harmoni. Bahasanya dan bahasaku adalah harmoni. Kasih sayangnya adalah harmoni. Pimpinanya adalah harmoni. Petugasnya adalah harmoni. Dosennya adalah harmoni. Dosennya adalah harmoni. Ilmunya adalah harmoni. Maka aku temukan bahwa hidupku adalah harmoni dan hidup mereka adalah harmoni. Maka aku temukan bahwa dunia adalah harmoni. Maka aku berpikir dan apakah aku boleh berpikir bahwa surga itu adalah harmoni. Jika demikian maka aku berpikir dan apakah aku boleh berpikir bahwa berarti neraka itu adalah disharmoni. Maka surga itulah ada di dalam diri orang-orang harmoni dan neraka itulah ada dalam diri orang-orang disharmoni.


Hamba menggapai harmoni:
Dosen, aku ingin bertanya benarkah klaimku tadi. Memang bisakah saya memproduksi kata disharmoni. Lalu bagaimana contohnya disharmoni itu?

Dosen:
Pertanyaan yang baik. Benar pula apa yang engkau pikirkan. Disharmoni adalah lawan harmoni. Disharomi adalah berlebihan. Disharmoni adalah tidak cocok hubungan. Disharmoni adalah tidak sesuai suasana. Disharmoni adalah tidak sesuai peruntukan. Disharmoni adalah tidak sesuai tugasnya. Disharmoni adalah tidak sesuai fungsinya. Disharmoni adalah mendominasi. Disharmoni adalah tidak adil. Disharmoni adalah tidak jujur. Disharmoni adalah tidak selaras.

Hamba menggapai harmoni:
Maaf aku agak bingung. Bisakah engkau memberikan contoh yang konkrit?

Dosen:
Jika dikelas ini engkau selalu dan ingin selalu menonjol tanpa menghiraukan teman-temanmu, itulah disharmoni. Jika engkau menyampaikan pendapat jauh dari kenyataan itulah disharmoni. Jika engkau berkata aneh, itulah disharmoni. Jikalau sekonyong-konyong engkau bicara dalam Bahasa Inggris padahal konteksnya Bahasa Indonesia, itulah disharmoni. Jikalau engkau menasehati secara berlebihan itulah disharmoni. Jikalau engkau bersifat pamer, itulah disharmoni. Jikalau engkau diam, padahal mestinya engkau harus bicara, itulah disharmoni. Jikalau dalam daftar hanya namamu yang muncul itulah disharmoni. Jikalau engkau menuntut bukan hakmu itulah disharmoni. Jikalau engkau bicara vulgar itulah disharmoni. Jika engkau hanya andalkan pikiranmu saja, itulah disharmoni. Jikalau engkau menasehati tidak tepat waktu itulah disharmoni. Jikalau engkau merasa selalu bisa, itulah disharmoni. Jikalau engkau merasa mempunyai peran yang besar, itulah disharmoni. Jikalau engkau memaksakan kehendakmu, itulah disharmoni. Jikalau engkau mengambil jalan pintas, itulah disharmoni. Jikalah engkau terlalu sibuk, itulah disharmoni. Jikalau engkau terlalu banyak pekerjaan, itulah disharmoni. Jikalau engkau tidak menjawab pertanyaan, itulah disharmoni. Jikalau engkau tidak menjawab sms itulah disharmoni. Jikalau engkau bertengkar, itulah disharmoni. Maka sebenar-benar harmoni adalah surga bagimu. Dan sebenar-benar disharmoni adalah neraka bagimu.

Hamba menggapai harmoni:
Kalau begitu siapakah aku ini. Apakah aku ini orang gunung atau aku ini orang kota?

Dosen:
Sebenar-benar dirimu adalah diriku juga. Dirimu, diriku dan diri anda semua para mahasiswaku, sebenar-benar engkau semua adalah hamba menggapai harmoni.

Ada seorang mahasiswa mengejar dosen masih bertanya:
Ini masih berkaitan dengan yang saya tanyakan di kelas. Apakah ketika manusia dekat dengan rasa pesimis, malas, malu, takut dan hal-hal lain yang menghambat kemajuan dirinya, bisa dikatakan bahwa manusia dalam kondisi disharmonis?

Dosen:
Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Jangankan untuk urusan dunia; untuk urusan akhirat saja bisa terganggu gara-gara badan jatuh sakit. Keadaan sakit bisa menimpa pada bagian manapun dari diri kita. Pikiran kita bisa sakit. Hati kita bisa sakit. Tindakan kita bisa sakit. Bahasa kita bisa sakt. Pergaulan kita bisa sakit. Hidup kita bisa sakit. Doa-doa kita bisa tidak sehat. Ketahuilah bahwa itu semua bisa merupakan penyebab disharmoni. Jika kita liat lebih jauh maka rasa pesimis itu juga sakit. Malas itu juga penyakit. Takut tak beralasan itu juga sakit.
Bahkan bahasa plesetan adalah bahasanya orang-orang yang sakit. Masyarakat yang gemar plesetan bisa ditengarai ada yang kurang sehat.Bahasanya orang-orang tertindas adalah bahasa orang-orang sakit. Maka kenalilah sebab-sebab disharmoni. Itulah sebenar-benar menterjemahkan hidup. Agar bisa berupaya menggapai harmoni.

22 comments:

  1. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dunia adalah harmoni. Alam semesta raya pun berharmoni. Maka sudah seharusnya manusia tidak merusak harmoni dengan berperilaku disharmoni. Dalam elegi ini saya menemukan bahwa berlaku berlebih-lebihan adalah disharmoni. Berlaku tidak adil adalah disharmoni. Tidak melaksanakan tugas adalah disharmoni. Pun dalam elegi ini saya menemukan bahwa sakit adalah salah satu penyebab disharmoni. Ternyata tidak hanya tubuh yang sakit, pikiran dan hati dapat sakit. Bahkan ibadah kita, bahasa kita, tindakan kita pun dapat sakit. Sesungguhnya Tuhan telah menciptakan harmoni dalam diri, dalam lingkungan, dalam kehidupan maka tugas kita adalah berupaya menggapai harmoni dan janganlah merusak harmoni yang ada dengan berdisharmoni.

    ReplyDelete
  2. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Harmoni adalah keadaan seimbang antara urusan dunia kita dan urusan akhirat kita. ia tidaklah berat sebelah, ia tidak condong pada akhirat saja, tidak pula condong pada dunia saja, melainkan diantara keduanya adalah seimbang. Dalam urusan dunia, kita harus senantiasa bergerak, menyebar ke seluruh penjuru bumi, berikhtiar, berusaha, seolah-olah kita hidup selamanya. Sedangkan dalam urusan akhirat, kita berputar pada poros iman dan taqwa. Kita tidak boleh terpeleset dari porosiman dan taqwa, setiap aktivitas kita harus dibingkai dalam keimanan dan ketaqwaan, seolah-olah kita akan mati besok.

    ReplyDelete
  3. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Harmoni dan disharmoni saling bertolak belakang. Saat ini bangsa ini sedang dilanda isu disharmoni terutama mengenai suku, ras, dan agama. Sehingga kita sering menghadapi keadaan harmini, namun diwaktu lain keadaan menjadi disharmini, begitu seterusnya bisa berubah-berubah keadaannya. Untuk menggapai harmoni pada bangsa ini, maka kita bisa mulai mengharmonikan diri kita sendiri, kemudian orang terdekat kita ajak berharmoni, kemudian masyarakat sekitar, maka dengan semangat optimis maka bangsa kita akan menjadi harmonis.

    ReplyDelete
  4. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Harmoni dapat diartikan sebagai kata seimbang dan selaras. Dalam berkehidupan haruslah selalu seimbang, sehingga tidak ada efek yang terjadi di kemudian hari. Banyak dilihat untuk saat ini, banyak orang yang tidak harmonis waktu antara waktu pekerjaan dengan waktu untuk keluarga, tidak harmonis antara pekerjaan dengan istirahat, tidak harmonis antara bermain dengan belajar, dan lainnya. Akibatnya banyak hal yang ditimbulkan dari ketidakharmonisan itu sendiri. Ketidakharmonisan itu juga dikenal dengan disharmonis, Maka alangkah baiknya kita sebagai manusia mampu membedakan dan membagi sesuatu hal dengan harmonis sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Harmoni tercipta karena adanya keseimbangan unsur-unsur dan hubungannya. Misalnya manusia dengan kewajiban dan haknya. Jika manusia sudah melaksanakan kewajibannya maka ia akan mendapat haknya. Ini bisa dikatakan harmoni. Namun, jika manusia hanya menuntut hak saja tanpa melakukan kewajiban-kewajibannya maka ini sudah menunjukkan adanya disharmoni.
    Harmoni itu sendiri harus mempunyai landasan yang kuat dan kokoh. Satu-satunya landasan yang dapat di andalkan adalah iman dan taqwa kepada Tuhan YME. Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup untuk beribadah. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia atas dasar ibadah kepada-Nya maka kehidupan ini akan harmonis. Wallahua’lam.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina. Sama dengan elegy ini, saya menangkap bahwa dalam mencari ilmu kita kadang perlu untuk keluar dari daerah asal kita. Mencari pengalaman – pengalaman, dan juga keluar dari zona nyaman. Namun perlu juga di ingat bahwa mungkin ada hal – hal baru yang akan kita temui, dan mungkin tidak sesuai dnegan norma social, moral dan agama yang kita anut. Oleh karena itu perkuatlah benteng keimanan agar kita bisa selalu

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. harmoni ialah keseimbangan unsur-unsur dunia dengan landasan iman dan takwa, dengan niatan bahwa segala yang dilakukan meruapakan ibadah. Untuk mencapai harmoni diperlukan pikiran yang jernih yng kritis yang masih belum terkontaminasi pikiran-pikiran buruk yang masih bebas mengutarakan pendapat. Tidak perlu susah-susah untuk mencapai harmoni, di lingkungan sekitar terdapat banyak hal yang harmoni, yang seimbang, yang indah dan menentramkan.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Harmoni adalah keadaan dimana kehidupan berjalan secara selaran dalam berbagai hal. Untuk menggapai harmoni, kita terlebih dahulu harus paham, apa sebenarnya tujuan hidup ini. Setelah itu, meniatkan diri untuk mencapai tujuan hidup tersebut. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut dibutuhkan keikhlasan hati dan pikir, karena dengan didasari keikhlasan kita akan mampu menjalani hidup dengan tentram hingga akhirnya menimbukna sebuah keharmonian. Selain itu, dalam menjalani kehidupan kita hendaknya juga mengisinya dengan spiritualitas yang baik,.

    ReplyDelete
  9. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Harmoni adalah kondisi dimana semua unsur berjalan sinergis. Hidup ini dalah harmoni. Dunia juga harmoni, segala sesuatu yang hidup akan mempunyai harmoninya masing-masing. Harmoni adalah kondisi ideal yang setiap manusia inginkan. Baik dalam keluarga, pekerjaan, sekolah kuliah dan lain sebagainya. Bahkan dalam lingkungan kenegeraan dan dunia harmoni menjadi salah satu impian dan usaha yang terus diperjuangkan. Hidup akan berhamoni sesuai dengan iramanya jika kita dapat menempatkan nya sesuai dengan pada nada yang ada, tidak terlalu cepat maupun lampat tetapi pas pada masanya sehingga harmoni ini akan menjadi hal yang menenangkan. Kontradiksi dari harmoni adalah disharmoni. Kita harus sadar bahwa setiap orang itu berbeda, ruang dan waktu itu berubah maka kita harus ikhlas dalam melakukan segala sesuatu agar bisa mencapai keharmonisan. Inilah PR kita semua. Semoga kita bisa menyeimbangkan tubuh dan jiwa agar bisa menciptakan keharmonisan bersama. Mencapai harmoni bukan lah hal yang mudah untuk dilalkukan, harmoni berarti dapat menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat, antara usaha dan doa dalam mencapai suatu tujuan.

    ReplyDelete
  10. Harmoni adalah keselarasan seluruh objek dari yang ada dan yang mungkin ada. Haarmoni tergapai ketika pikiran, hati, tindakan sehat. Artinya jika pikiran manusia sehat, maka akan mampu melakukan hal-hal positif, segala sesuatu dipikir dengan positif. Ketika pikiran jernih, hati selalu condong kepada hal positif, kemudian tindakan yang dimanfestasikan anggota tubuh menjalankan. Untuk itu selalu ikhlas dan ikhtiar dalam segala keadaan

    ReplyDelete
  11. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Harmoni didefinisikan sebagai keseimbangan. Hidup ini membutuhkan harmoni. Dalam kehidupan sehari-hari senantiasa memerlukan orang lain. Oleh karena itu dibutuhkan keselarasan antara yang satu dengan yang lainnya agar hidup kita seimbang dengan lingkungan kita dan seimbang pula antara urusan dunia dan juga akhirat. Itulah yang dimaksud dengan harmoni. Untuk mencapainya memang tidaklah mudah. Selalu ada tantangan dan cobaan yang harus dilewati oleh manusia. Jika kita berhasil menghadapi cobaan tersebut tentulah kita akan memperoleh kehidupan yang tenteram. Semua itu tidak lepas dari kekuasaan Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harmoni merupakan suatu kondisi yang ideal. Setiap sistem dalam kehidupan ini terus berusaha mencapai keadaan yang harmoni. Tetapi sampai kapan pun keadaan itu tidak akan pernah bisa dicapai. Oleh karena itu, yang ada hanyalah sistem itu berusaha menuju pada keadaan harmoni. Untuk mendekati keadaan yang harmoni tidaklah mudah, dan diperlukan landasan (dasar) yang kuat yaitu iman dan taqwa kepada Allah SWT. Satu-satunya jalan yang bisa mendekatkan kita pada keadaan harmoni adalah memperbarui segala niat dalam menjalankan peran kita untuk kepentingan ibadah kepada Allah SWT. Untuk itu diperlukan hati dan pikiran yang jernih. Semoga kita semua senantiasa berada di bawah lindungan dan bimbingan-Nya dalam usaha mencapai harmoni hidup ini.

      Delete
  12. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Untuk mendekati keadaan yang harmoni tidaklah mudah, dan diperlukan landasan (dasar) yang kuat yaitu iman dan taqwa kepada Tuhan YME. Satu-satunya jalan yang bisa mendekatkan kita pada keadaan harmoni adalah memperbarui segala niat dalam menjalankan peran kita untuk kepentingan ibadah kepada Allah SWT. Untuk itu diperlukan hati dan pikiran yang jernih. Semoga kita semua senantiasa berada di bawah lindungan dan bimbingan-Nya dalam usaha mencapai harmoni hidup ini. Amiiin....

    ReplyDelete
  13. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Harmoni dalam menjalani kehidupan ini dapat beratti adanya keseimbangan. Seimbang antara hubungan kita dengan Tuhan, hubungan dengan diri sendiri, dan hubungan kita dengan lingkungan sekitar. Hiduplah dengan berusaha yang terbaik, mensyukuri segala nikmat yang diberikan, dan bertawakal terhadap segala ketentuan Allah.

    ReplyDelete
  14. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Keharmonian manusia tergambar ketika antara dua elemen alam diri manusia yaitu pikiran dan hati itu salaing bersinergi satu sama lain memberikan hal yang positif sehingga perilaku yang diberikan juga akan memberikan hal yang positif juga.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  15. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Harmoni adalah ketika kita mampu berpikir dengan jernih. Pikiran jernih dapat diperoleh oleh manusia jika semua kegiatan berpikirnya diawali dengan nita yang ikhlas. Karena jika tidak diawali dengan niat yang ikhlas maka pikiran pun akan terkontaminasi oleh niat yng jelek tersebut.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  16. Assalamualaikum, wr.wb.
    Semua diciptakan oleh Tuhan berpasang-pasangan. Sehingga jika ada harmoni maka ada pula disharmoni. Disharmoni adalah segala macam perasaan sakit, baik itu sakit fisik, maupun sakit batin misalnya amarah.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  17. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam artikel ini saya ada beberapa hal yang membuat aku tidak sepakat dengan artikel ini. pertama dengan keharmonisaan. Harmoni menurut saya adalah sebuah tindakan saling melengkapi satu sama lain. Ketika ada dosen, maka ada mahasiswa. Di katakan mahasiswa, maka harus ada sebuah kekritisan di dalamnya. Tindakan saling melengkapi satu sama lain. Kemudian disharmoni, pendapat tentang orang yang berlebihan akan mengakibatkan disharmoni berpendapat. Tetapi lebih saya pahami, disharmoni merupakan orang yang menghilangkan salah satu tindakan. Tidak bisa dikatakan dosen tatkala tidak ada dosen, dan tidak ada mahasiswa tatkala tidak kritis.

    ReplyDelete
  18. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    setelah membaca elegi seorang hamba menggapai harmoni diatasa saya mulai memahami bahwa sebagian dari tingkah saya merupakan disharmoni. mungkin itu tidak hanya dirasakan oleh saya namun bagi sebagian mahasiswa lainnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  19. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    dari elegi diatas saya mulai mememahami untuk hidup secara harmoni. sehingga yang saya lakukan kesemuanya itu kembali pada ruang dan waktu yang tepat. Segalanya akan harmonis jika ruang dan waktunya sesuai. Menyesuaikan ruang dan waktu itulah yang sulit dilakukan sehingga banyak terjadi disharmoni
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  20. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017
    Assalamu'alaikum wr wb.

    Harmoni merupakan sebuah hal yang telah menggapai rasa keseimbangan, seimbang dalam hal yang baik sehingga menimbulkan rasa keindahan. Harmoni adalah rasa kebahagian akibat dari rasa saling menerima pendapat dan saling terbuka. Harmoni juga berkesesuaian antara ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  21. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Harmoni adalah seimbang atau selaras. Harmoni dapat tercipta dari keselarasan antara pikiran dan hati. Harmoni juga dapat tercipta dari keselarasan antara ruang dan waktu. Dalam pembelajaran matematika, harmoni tercipta jika adanya keselarasan antara matematika formal (simbol,abstrak) dengan metematika pengalaman (empiris, kontekstual, realistik). Dalam spiritualitas, harmoni tercipta ketika kita mampu menyeimbangkan atau menyelaraskan antara kepentingan dunia dan akherat.

    ReplyDelete