Sep 22, 2010

Elegi Seorang Hamba Menggapai Harmoni




Oleh: Marsigit

Hamba menggapai harmoni meninggalkan gunung menuju ke kota

Hamba menggapai harmoni:
Kini saatnya aku menuruni gunungku. Aku mendapat amanah agar aku segera menuju ke kota. Bayanganku begitu indahnya kota itu. Lain dan sangat kontras dengan keadaanku di gunung ini. Konon berbagai macam kebutuhan ada di kota. Mulai dari sembako, pakaian, dan alat-alat modern ada di kota. Bahkan aku dengar jika aku sudah sampai di kota maka aku bisa bekerja apa saja, membuat pekerjaan apa saja. Lebih dari itu, tetapi yang ini agak mengkhawatirkanku, katanya di kota nanti aku bisa berpikir apa saja dan berbuat apa saja? Begitukah? Tetapi baiklah, karena apapun yang akan terjadi aku harus tetap menuju ke kota.

Hamba menggapai harmoni bertemu dengan satpam kota

Satpam kota:
Wahai seseorang asing, darimanakah engkau dan mau kemanakah engkau itu?

Hamba menggapai harmoni:
Aku orang gunung. Aku ingin ke kota. Bolehkah aku bertanya? Di manakah kota itu dan dimana pula jalan menuju ke sana? Aku ingin ke sana karena aku ingin menjadi orang kota.

Satpam kota:
Wahai orang gunung. Tidak sembarang orang bisa masuk kota. Aalagi engkau ini orang gunung. Maka engkau harus memenuhi persyaratan. Ini persyaratannya ada 10 butir. Jika engkau bisa memenuhi persyaratanku ini maka engkau aku ijinkan masuk kota.

Hamba menggapai harmoni:
Baiklah. Kebetulan aku telah mempersiapkan semua persyaratan itu. Maka terimalah persyaratan ini.

Satpam kota:
Baik. Kalau begitu silahkan lewat.

Hamba menggapai harmoni:
Terimakasih. Tetapi sebelum aku masuk kota, aku ingin bertanya dulu kepadamu. Benarkah di kota itu, terdapat apapun yang aku inginkan.

Satpam kota:
Ha..ha..ha. Pertanyaanmu sungguh lucu. Ya jelaslah. Di kota sebesar ini apa sih yang tidak ada. Semua yang engkau inginkan ada di sini. Aku juga bisa menginginkan segalanya di sini. Tetapi aku tidak bisa. Karena aku hanyalah seorang satpam. Maka aku hanya dapat melihat orang-orang silih berganti ke sana ke mari ke situ ke sini, untuk memuaskan hidupnya di sini. Sedangkan aku hanya terpaksa puas melihatnya saja. Maka kalau aku boleh tahu. Sebetulnya engkau ke kota ingin cari apa?

Hamba menggapai harmoni:
Aku tidak ingin mencari yang macam-macam. Aku hanya ingin mencari harmoni.

Satpam kota:
Ha..lucu juga kedengarannya. Apa itu harmoni? Apakah itu nama gedung bioskop? atau nama seseorang?

Hamba menggapai harmoni:
Harmoni itu jiwa, pikiran, hati, ibadah, badan, perasaan, baju, rumah, tidur, jalan, kebun, sungai, teman, alat, perkataan, program, buku, makan pagi, restoran, sekolah, universitas, pegawai, guru, dosen, ...

Satpam kota:
Sudah..sudah.. Ah sial benar aku ini. Pagi-pagi sudah jumpa orang gila. Ditanya ke tota ingin cari apa, jawabannya ngelantur tak karuan. Sudah sana masuk kota. Aku tidak mau lagi bicara dengan engkau.

Hamba menggapai harmoni:
Terimakasih satpam kota. Ketahuilalah. Bahwa masih banyak kata yang belum sempat aku ucapkan. Salah satunya adalah tentang satpam kota. Ketahuilah bahwa harmoni juga ada pada dirimu. Dirimu itulah harmoni. Maka sebenar-benar dirimu itu adalah harmoni.

Hamba menggapai harmoni diterima sebagai mahasiswa dan mengikuti perkulihan

Dosen:
Saudara mahasiwa yang berbahagia. Prinsip hidup kontemporer adalah menjaga keseimbangan, yaitu keseimbangan semua unsur-unsurnya. Tiadalah satu unsur berlebih-lebihan, dan tiada pula unsur-unsur berkekurangan. Di samping itu keseimbangan juga meliputi hubungan antar unsur-unsurnya. Padahal kita tahu bahwa tiadalah unsur-unsur di dunia ini tidak saling berhubungan. Maka keseimbangan unsur-unsur beserta hubungannya itulah yang disebut harmoni.

Mahasiswa 1:
Bagaimanakah caranya agar kita memperoleh harmoni.

Dosen:
Diperlukan pemahaman yang mendasar bagi seseorang untuk memperolah harmoni. Harmoni itu sendiri harus mempunyai landasan yang kuat dan kokoh. Satu-satunya landasan yang dapat di andalkan adalah iman dan taqwa kepada Tuhan YME. Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup untuk beribadah. Segala aktivitas untuk beribadah. Segala ilmu untuk beribadah. Segala keterampilan untuk beribadah. Dan segala pengalaman untuk beribadah.

Mahasiswa 2:
Ilmu yang bagaimanakah yang bermanfaat untuk memperoleh harmoni.

Dosen:
Untuk memperoleh harmoni maka pikiran anda harus terbebas dari segalam macam residu yang mengkotori pikiranmu itu. Pikiran murni yang belum terkontaminasi itulah dapat diibaratkan sebagai orang gunung. Jadi untuk memperoleh ilmu harmoni, hendaklah saudara-saudara mahasiswa menjadi orang gunung, kemudian turun ke kota.

Mahasiswa 3:
Apakah sebetulnya yang disebut sebagai pikiran murni?

Dosen:
Pikiran murni adalah berpikir kritis. Jikalau seseorang pikirannya masih bersih maka dia akan mampu berpikir kritis.

Mahasiswa 4:
Apakah yang disebut pikiran bersih?

Dosen:
Pikiran bersih adalah pikiran yang merdeka, yaitu pikirannya orang-orang yang masih merdeka untuk mengutarakan pikirannya. Dengan berpikir merdeka itulah dia akan berpikir kritis.

Mahasiswa 5:
Apakah yang disebut berpikir kritis?

Dosen:
Berpikir kritis adalah mengetahui kekurangan dan kelebihan diri orang yang berpikir. Jadi berpikir kritis tidak lain tidak bukan adalah batas pikiran.

Mahasiswa 6:
Aakah yang disebut batas pikiran?

Dosen:
Batas pikiran adalah jika engkau tahu kapan engkau berpikir dan kapan engkau tidak berpikir?

Mahasiswa 7:
Kapan aku tidak berpikir?

Dosen:
Engkau tidak berpikir jikalau engkau sedang tidur atau sedang berdoa.

Mahasiswa 8:
Mengapa aku berdoa dikatakan tidak berpikir?

Dosen:
Jika ketika engkau berdoa, engkau masih pikir-pikir, itu pertanda doa mu belum khusuk.

Mahasiswa 9:
Kapan doaku dikatakan khusuk?

Dosen:
Tiadalah manusia mengetahuinya, kecuali semata-mata hanya karunia Nya lah bahwa doa mu diterima atau tidak.

Hamba menggapai harmoni:
Menurut engkau wahai dosenku, apakah wajahku ini seperti orang gunung atau seperti orang kota?

Dosen:
Orang gunung itulah pikiran murnimu. Orang gunung itulah pikiran kritismu. Maka orang gunung itulah ilmumu.

Hamba menggapai harmoni:
Apakah saya kira-kira dapat menggapai harmoni?

Dosen:
Harmoni tidaklah diam di suatu tempat. Harmoni itu bergerak pada porosnya dan berjalan pada lintasannya. Maka untuk menggapai harmoni itu, tidak ada cara lain engkau juga harus berputar pada porosmu dan bergerak pada lintasanmu. Demikian juga berlaku bagi yang lainnya.

Mahasiswa 10:
Apa yang dimaksud dengan berputar pada porosnya dan bergerak pada lintasannya.

Dosen:
Itulah sebenar-benar kodrat. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Maka hati, jiwa dan hidupmu harus berputar pada poros iman dan taqwa mu agar engkau selalu mendapat rakhmat dan hidayah Nya. Itulah habluminallah. Sedangkan hati, jiwa dan hidupmu harus berikhtiar menghampiri sesama yang lain dalam pergaulanmua untuk memperkokoh tali ibadah mu dan ibadah mereka. Itulah habluminanash. Maka barang siapa tinggi putaran pada porosnya maka semakin stabil pulalah hidupnya. Dan barang siapa kuat gerakan pada lintasannya maka semakin mendapat banyak pula perolehannya di dunia. Itulah sifat black-hole. Putaran sangat tinggi sehingga seakan diam. Benda yang tidak tampak padahal kemampuannya luar biasa. Itulah sunatullah. Tuhan telah memberikan contoh-contohnya semata demi kebaikan manusia.

Hamba menggapai harmoni:
Aku merasa lega, karena aku merasa telah memperoleh titik terang bagaimana aku bisa menggapai harmoni. Terimakasih dosen. Bolehkah aku mengutarakan refleksiku tentang harmoni?

Dosen:
Boleh. Silahkan.

Hamba menggapai harmoni:
Nikmat terasa hidup ini. Aku melihat dan merasakan harmoni. Aku melihat harmoni di sekitarku. Mereka bekerja sesuai tugas masing-masing dan mereka saling menjaga harmoni. Mereka berkata-kata harmoni. Tugas-tugasnya adalah harmoni. Kantornya adalah harmoni. Perintahnya adalah harmoni. Gedungnya adalah harmoni. Jurusannya adalah harmoni. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah aku telah menemukan universitas harmoni. Tempat parkirnya harmoni. Komunikasinya harmoni. Taman dan jalannya harmoni. Jika yang kulihat adalah harmoni maka pikiranku adalah harmoni. Maka pikiranku dan kiran mereka adalah harmoni. Bahasanya dan bahasaku adalah harmoni. Kasih sayangnya adalah harmoni. Pimpinanya adalah harmoni. Petugasnya adalah harmoni. Dosennya adalah harmoni. Dosennya adalah harmoni. Ilmunya adalah harmoni. Maka aku temukan bahwa hidupku adalah harmoni dan hidup mereka adalah harmoni. Maka aku temukan bahwa dunia adalah harmoni. Maka aku berpikir dan apakah aku boleh berpikir bahwa surga itu adalah harmoni. Jika demikian maka aku berpikir dan apakah aku boleh berpikir bahwa berarti neraka itu adalah disharmoni. Maka surga itulah ada di dalam diri orang-orang harmoni dan neraka itulah ada dalam diri orang-orang disharmoni.


Hamba menggapai harmoni:
Dosen, aku ingin bertanya benarkah klaimku tadi. Memang bisakah saya memproduksi kata disharmoni. Lalu bagaimana contohnya disharmoni itu?

Dosen:
Pertanyaan yang baik. Benar pula apa yang engkau pikirkan. Disharmoni adalah lawan harmoni. Disharomi adalah berlebihan. Disharmoni adalah tidak cocok hubungan. Disharmoni adalah tidak sesuai suasana. Disharmoni adalah tidak sesuai peruntukan. Disharmoni adalah tidak sesuai tugasnya. Disharmoni adalah tidak sesuai fungsinya. Disharmoni adalah mendominasi. Disharmoni adalah tidak adil. Disharmoni adalah tidak jujur. Disharmoni adalah tidak selaras.

Hamba menggapai harmoni:
Maaf aku agak bingung. Bisakah engkau memberikan contoh yang konkrit?

Dosen:
Jika dikelas ini engkau selalu dan ingin selalu menonjol tanpa menghiraukan teman-temanmu, itulah disharmoni. Jika engkau menyampaikan pendapat jauh dari kenyataan itulah disharmoni. Jika engkau berkata aneh, itulah disharmoni. Jikalau sekonyong-konyong engkau bicara dalam Bahasa Inggris padahal konteksnya Bahasa Indonesia, itulah disharmoni. Jikalau engkau menasehati secara berlebihan itulah disharmoni. Jikalau engkau bersifat pamer, itulah disharmoni. Jikalau engkau diam, padahal mestinya engkau harus bicara, itulah disharmoni. Jikalau dalam daftar hanya namamu yang muncul itulah disharmoni. Jikalau engkau menuntut bukan hakmu itulah disharmoni. Jikalau engkau bicara vulgar itulah disharmoni. Jika engkau hanya andalkan pikiranmu saja, itulah disharmoni. Jikalau engkau menasehati tidak tepat waktu itulah disharmoni. Jikalau engkau merasa selalu bisa, itulah disharmoni. Jikalau engkau merasa mempunyai peran yang besar, itulah disharmoni. Jikalau engkau memaksakan kehendakmu, itulah disharmoni. Jikalau engkau mengambil jalan pintas, itulah disharmoni. Jikalah engkau terlalu sibuk, itulah disharmoni. Jikalau engkau terlalu banyak pekerjaan, itulah disharmoni. Jikalau engkau tidak menjawab pertanyaan, itulah disharmoni. Jikalau engkau tidak menjawab sms itulah disharmoni. Jikalau engkau bertengkar, itulah disharmoni. Maka sebenar-benar harmoni adalah surga bagimu. Dan sebenar-benar disharmoni adalah neraka bagimu.

Hamba menggapai harmoni:
Kalau begitu siapakah aku ini. Apakah aku ini orang gunung atau aku ini orang kota?

Dosen:
Sebenar-benar dirimu adalah diriku juga. Dirimu, diriku dan diri anda semua para mahasiswaku, sebenar-benar engkau semua adalah hamba menggapai harmoni.

Ada seorang mahasiswa mengejar dosen masih bertanya:
Ini masih berkaitan dengan yang saya tanyakan di kelas. Apakah ketika manusia dekat dengan rasa pesimis, malas, malu, takut dan hal-hal lain yang menghambat kemajuan dirinya, bisa dikatakan bahwa manusia dalam kondisi disharmonis?

Dosen:
Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Jangankan untuk urusan dunia; untuk urusan akhirat saja bisa terganggu gara-gara badan jatuh sakit. Keadaan sakit bisa menimpa pada bagian manapun dari diri kita. Pikiran kita bisa sakit. Hati kita bisa sakit. Tindakan kita bisa sakit. Bahasa kita bisa sakt. Pergaulan kita bisa sakit. Hidup kita bisa sakit. Doa-doa kita bisa tidak sehat. Ketahuilah bahwa itu semua bisa merupakan penyebab disharmoni. Jika kita liat lebih jauh maka rasa pesimis itu juga sakit. Malas itu juga penyakit. Takut tak beralasan itu juga sakit.
Bahkan bahasa plesetan adalah bahasanya orang-orang yang sakit. Masyarakat yang gemar plesetan bisa ditengarai ada yang kurang sehat.Bahasanya orang-orang tertindas adalah bahasa orang-orang sakit. Maka kenalilah sebab-sebab disharmoni. Itulah sebenar-benar menterjemahkan hidup. Agar bisa berupaya menggapai harmoni.

33 comments:

  1. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Harmoni itu menjaga keseimbangan unsur-unsur beserta hubungannya. Iman dan taqwa kepada Allah SWT merupakan landasan harmoni. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya, sehingga terjadi keseimbangan antara urusan duniawi maupun urusan akhirat.
    Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup untuk beribadah. Segala sesuatu untuk beribadah. Sebagai seorang pelajar maka harus menjaga harmoni ini dengan belajar yang diiringi dengan berdoa, jangan bermalas-malasan. Kita harus mampu berpikir kritis untuk mengutarakan pikiran kita.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Menyeimbangkan segalaa unsur yang ada dalam kehidupan merupakan salah satu ikhtiar kita terhadap Allah SWT. Sesuatu yang berlebihan tentulah tidak baik. Misalnya ketika kita makan dalam porsi yang tidak sesuai ukuran kita, apa yang akan kita dapatkan setelahnya? Tentu saja perut kita akan terasa sesak dan sakit. Seperti halnya dalam hidup ini, segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik untuk dikerjakan. Dalam Al qur’an pun Allah SWT telah berfirman “.... Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al A’raf: 31).
    Dari Elegi Seorang Hamba Menggapai Harmoni ini, dapat saya ambil pelajaran bahwa pentingnya menyeimbangkan serta menghubungkan segala unsur dalam kehidupan dapat mewujudkan suatu harmoni dalam kehidupan. Akan tetapi, harmoni itu sendiri harus mempunyai landasan yang kuat dan kokoh. Sedangkan satu-satunya landasan yang dapat di andalkan adalah iman dan taqwa kepada Allah SWT. Semoga apa yang kita kerjakan hanyalah semata-mata karena Allah SWT, bukan karena tujuan atau alasan yang lainnya sehingga kita dapat menyeimbangkan antara habluminallah dan habluminanash.

    ReplyDelete
  3. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Harmoni adalah keselarasan. Bahwa semua yang ada di dunia ini berjalan sesuai harmoni masing-masing. Jika satu saja diantaranya berjalan tidak sesuai maka akan terjadi kerusakan. Begitu pula dalam elegi ini yang mengartikan harmoni sebagai suatu keadaan sehat dan disharmoni sebagai suatu keadaan sakit. Sebagai contoh jantung yang memompa darah ke sleuruh tubuh, jika jnaung mengalami kesalahan, mungkin terjadi sesuatu yang menyebabkan aliran darah tidak lancar maka akan timbul sebuah penyakit. Untuk itu perlu adanya keselarasan dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  4. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Harmoni adalah keseimbangan, kesesuaian. Harmoni itu mengakibatkan bijaksana terhadap hidup. Sedangkan dalam elegi disampaikan bahwa Harmoni itu jiwa, pikiran, hati, ibadah, badan, perasaan, baju, rumah, tidur, jalan, kebun, sungai, teman, alat, perkataan, program, buku, makan pagi, restoran, sekolah, universitas, pegawai, guru, dosen. Artinya keseimbangan antara unsur yang berkaitan. menjaga keseimbangan, yaitu keseimbangan semua unsur-unsurnya. Tiadalah satu unsur berlebih-lebihan, dan tiada pula unsur-unsur berkekurangan. Di samping itu keseimbangan juga meliputi hubungan antar unsur-unsurnya. Padahal kita tahu bahwa tiadalah unsur-unsur di dunia ini tidak saling berhubungan. Maka keseimbangan unsur-unsur beserta hubungannya itulah yang disebut harmoni.

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Selalu tertarik untuk mengulangi membaca. Bukan karena tertarik saja, melainkan karena pikiran ini tak lekas-lekas paham. Ahh bukankah ilmu itu harus dikejar, mungkin ini jalanku mencapai harmoni.

    "Itulah sebenar-benar kodrat. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Maka hati, jiwa dan hidupmu harus berputar pada poros iman dan taqwa mu agar engkau selalu mendapat rakhmat dan hidayah Nya. Itulah habluminallah. Sedangkan hati, jiwa dan hidupmu harus berikhtiar menghampiri sesama yang lain dalam pergaulanmua untuk memperkokoh tali ibadah mu dan ibadah mereka. Itulah habluminanash."

    Sangat setuju dengan statement di atas. Berusaha dan seimbang. Manusi harus selalu beriktiar dalam hidupnya. Seimbang, dalam menghampiri Tuhannya dan dalam menghampiri sesamanya. Bukankah terlihat begitu harmoni? Bahkan saya pun belum begitu paham apa itu harmoni. Lantas, kenapa sudah berani berkomentar dan menyimpulkan? Apakah ini disharmoni? Sekali lagi, saya percaya bahwa ini adalah bagian dari ikhtiar dalam menggapai harmoni. Kelihatan kontradiktif ya? Bukankah hidup memang begitu adanya?

    ReplyDelete
  6. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pasca)

    Harmoni terdapat di mana-mana, harmoni terdapat dalam diri kita sendiri, orang lain, jiwa pikiran, hati, ibadah badan, perasaan, pegawai, guru, dosen.Untuk mencapai harmoni tersebut seseorang harus berpikir jernih yang belum terkontaminasi dengan residu yang mengotori pikiran yang mungkin mendapat intervensi dari orang lain. Agar daoat mencapai harmoni seseorang harus dapat berpikir kritis dengan menggunakan pikiran yang merdeka untuk mengutarakan pemikirannya tetapi harus mengetahui kekurangan dan kelebihan dar hasil pemikirannya tersebut agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan. Salah satu cara menggapai harmoni yang jernih adalah dengan emiliki jiwa dan raga yang sehat karena apabila kita dalam keadan sakit akan mengalami kesulitan dalam berpikir jernih.

    ReplyDelete
  7. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb
    Menurut sepemahaman saya, tulisan in menceritakan seorang anak desa atau pedalaman yang ingin memperbaiki hidupnya agar dapat menggapai kehidupan yang lebih harmoni, menggapai cita-cita hidup yang lebih baik. Hingga akhirnya ia diterima di bangku perkuliahan karena berkat kegigihan usaha dan doanya. Akan tetapi, ia juga tidak boleh terlena dengan keberhasilannya yang telah dapat masuk bangku kuliah. Cita-citanya untuk menggapai kehidupan yang harmoni bisa kandas apabila ia tidak memiliki poros atau pondasi yang kuat (iman dan taqwa) dan mengabaikan hal-hal yang dapat mengakibatkan disharmoni atau dengan kata lain kehilangan harmoninya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  8. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Harmoni dalam hidup merupakan dambaan setiap manusia. Hidup yang harmoni satu dengan yang lain saya pikir akan membuat hidup ini tenang, jika hidup tenang maka dapat melakukan segala hal dengan baik. Karena memang tidak ada yang mengganggu pikiran maupun hati. Bapak pernah menyampaikan bahwa ketenangan itu berasal jika manusia itu dekat dengan Allah SWT. Maka sepantasnya merefleksi diri jika telah merasa tidak tenang dalam menjalani kegiatan kita, sudah sejauh mana kita dari Allah SWT.

    Jika ada harmoni maka terdapat antitesisnya yaitu disharmoni. Dan, semoga kita semua terhindar dari disharmoni ini meskipun mungkin perlu. Karena jika disharmoni ini terus menerus terdapat dalam diri, maka mungkin saja harmoni akan sulit untuk menghampiri hidup ini. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya.

    ReplyDelete
  9. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dari elegi ini saya menangkap bahwa harmoni adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Sesuai. Tidak kurang, tidak berlebihan. Tidak sedikit, tidak terlalu banyak. Harmoni hanya dapat kita raih jika hati dan pikiran kita jauh dari kesombongan, iri, dengki, ingin diperhatikan, ingin menonjol, atau ingin bersembunyi. Namun tidak semudah itu pula kita meraih keharmonisan. Bahkan pada saat hidup kita bahagia, masih diragukan apakah harmonis telah menghampiri kita. Apalagi jika hidup kita masih diliputi keresahan. Elegi ini menggambarkan bahwa pikiran dan raga kita layaknya orang gunung dan kota. Kita bisa saja hidup dalam hiruk pikuk, namun pada saat berpikir, kita harus mampu mengesampingkan segala faktor-faktor bias dalam hidup.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Harmoni adalah kesesuaian. Maka sebenar-benar harmoni dalam hidup ini adalah kesesuaian perbuatan kita dengan perintah Allah SWT. Oleh karenanyalah harmoni dapat dicapai jikalau langkah yang kita lalui diliputi dengan iman taqwa sehingga memperoleh ridho dan rahmat Nya. Oleh karenanyalah harmoni dapat dicapai jikalau hati ini bersih, dengan niat yang jernih. Oleh karenanyalah jika hati ini diliputi benci, dengki, iri, serta penyakit hati lainnya maka kita tidak akan menggapai harmoni dan justru menggapai disharmoni.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam menggapai sesuatu hal yang kita inginkan dalam hidup kita harus berusaha dan berikhtiar. Seluruh individu di dunia ini adalah hamba yang ingin menggapai harmoni. Harmoni yang dimaksud dalam elegi ini adalah keseimbangan hidup yang dihasilkan apabila kita hidup berlandaskan niat ikhlas untuk beribadah. Dan sebenar-benarnya harmoni menurutku adalah saat kita selalu bersyukur dan dengan rasa syukur itu kita menemukan bahagia.

    ReplyDelete
  12. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Alangkah baiknya apabila segala sesuatu itu pas. Celana yang kebesaran atau kekecilan pasti tidak nyaman dan tidak baik dipandang. Segala sesuatunya harus disesuaikan agar tidak timpang. Kedisharmonian bisa disebabkan oleh sakit di hati atau sakit di pikiran. Untuk menghindarinya kita semua patut untuk terus berikhtiar kepada Allah SWT. Kita semua tentu mengharapkan agar hidup kita harmoni. Dalam menggapai harmoni ini harus berlandaskan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Seorang hamba menggapai harmoni, dari elegi ini saya belajar bahwa sesuatu yang berlebihan itu bukanlah hal yang baik sehingga kita harus seimbang dalam urusan dunia dan akhirat. Menyeimbangan unsur-unsur dan hubungan unsur-unsur kehidupan adalah langkah untuk mengapai harmoni kehidupan. Untuk menggapainya diperlukan landasan yang kuat, landasan yang dapat kita gunakan adalah iman dan taqwa. Sehingga jika kita dapat menyeimbangkan antara ikhtiar dan doa maka kita dapat menggapai harmoni kehidupan. Terima Kasih

    ReplyDelete
  14. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dalam hidup ada harmoni dan disharmoni. Harmoni itu sesungguhnya diri kita. Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup, aktivitas, ilmu, keterampilan, dan segala pengalaman semata-mata untuk beribadah. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Maka hati, jiwa dan hidup kita harus istiqomah agar selalu mendapat rakhmat dan hidayah Nya.
    Untuk menggapai harmoni maka hindari disharmoni. Disharmoni adalah sesuatu yang berlebihan tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Sesuatu yang sifatnya sombong, sesuatu yang niatnya tidak baik disebut disharmoni. Semoga kita dapat membuang sifat buruk kita , dan mendekatkan diri kepada Nya agar kita menggapai harmoni

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Setiap ciptaan-Nya yang ada di dunia ini bersifat harmoni, seimbang. Begitu juga seharusnya hidup yang kita jalani. Hidup yang harmoni menyeimbangkan hubungan hablumninallah dan habluminannas, menyeimbangakan dunia dan akhirat, serta menyeimbangan doa dan usaha. Hidup yang harmoni akan mengantarkan pada kedamaian, kenyamanan, ketenangan, dan kebahagiaan. Sebaliknya, hidup yang disharmoni akan mengantarkan pada kegelisahan, keraguan, kekhawatiran, dan kesedihan. Hidup yang disharmoni tidak dapat menyeimbangkan antara hablumninallah dan habluminannas, dunia dan akhirat, serta doa dan usaha. Semuanya berat sebelah mengikuti nafsunya. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berusaha menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT agar dapat menggapai hidup yang harmoni. Dan salah satu pesan yang saya dapat dari elegi ini, gapailah ilmu dengan hati dan fikiran yang bersih, karena hati dan fikiran yang bersih akan melapangkan ilmu masuk ke dalam diri.

    ReplyDelete
  16. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    PEP S2 B

    Awalnya saya merefleksikan harmoni sebagai sesuatu yang sulit untuk diraih. Seakan-akan harmoni adalah kesempurnaan yang tak dapat terjadi. Siapa yang menyangka melalui elegi ini saya menemukan kesederhanaan dalam harmoni. Sesuatu yang tak berlebihan sudah cukup menggambarkan harmoni. Harmoni adalah keindahan yang tak harus sempurna, hanya perlu disyukuri.

    ReplyDelete
  17. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Harmoni adalah keselarasan atau keserasian. Setiap individu pasti berkeinginan untuk menggapai harmoni. Harmoni yang dimaksud dalam elegi di atas bahwa harmoni itu jiwa, pikiran, hati, ibadah, badan, perasaan, baju, rumah, tidur, jalan, kebun, sungai, teman, alat, perkataan, program, buku, makan pagi, restoran, sekolah, universitas, pegawai, guru, dosen,… Hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah harmoni sesuai dengan ruang dan waktunya. Untuk menggapai harmoni tersebut diperlukan adanya landasan yang kuat yaitu iman dan takwa agar berjalan sesuai dengan ketetapan dan ketentuan Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ternyata selama ini saya telah menggapai disharmoni. Saya telah mengalami sakit yang mungkin ada, tetapi sekarang sakitnya itu menjadi ada. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah rasa pesimis, malu, takut, dan yang sangat jelas sekali adalah malas.
    Izinkan saya bertanya wahai Dosen (Pak Marsigit), bagaimana cara untuk mengobati sakit disharmoni ini? Saya tidak ingin doa, hati, pikiran, dan hidup saya menjadi sakit juga. Saya ingin menggapai hamoni juga. Karena sebenar-benar harmoni adalah surga bagiku, dan sebenar-benar disharmoni adalah neraka bagiku.

    ReplyDelete
  19. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Harmoni, sebuah keadaan yang dalam benak sangat menyenangkan, keadaan yang membahagiakan, dimana kita hidup sesuai dengan kodratnya masing-masing, mengerti satu sama lain,penuh tenggang rasa, tanpa harus sikut-menyikut ataupun menyusahkan orang lain. Itulah tugas kita sebagai seorang manusia, tanpa mengorbakan usaha atapun ihktiar yag telah kita lakukan. Sebaiknya kita tidak perlu memaksakan pendapat agar seua orang setuju dengan apa yang enjadi keinginan kita. Agar kita bisa menjaga ritme kehidupan, dengan mengesampingkan ego dan keinginan diri sendiri.

    ReplyDelete
  20. Anisa Safitri
    17701251038
    PPS PEP B 2017


    Harmoni adalah kondisi dimana semua unsur berjalan sinergis atau teratur. Harmoni adalah kondisi ideal yang setiap manusia inginkan. Baik dalam keluarga, pekerjaan, sekolah kuliah dan lain sebagainya. Bahkan dalam lingkungan kenegeraan dan dunia harmoni menjadi salah satu impian dan usaha yang terus diperjuangkan. Kontradiksi dari harmoni adalah disharmoni. Kita harus sadar bahwa setiap orang itu berbeda, ruang dan waktu itu berubah maka kita harus ikhlas dalam melakukan segala sesuatu agar bisa mencapai keharmonisan. Inilah PR kita semua. Semoga kita bisa menyeimbangkan tubuh dan jiwa agar bisa menciptakan keharmonisan bersama. penciptaan kondisi harmonis dan disharmonis merupakan kondisi yang dialami dalam kehidupan ini, harmonis kondisi yang berimbang dalam segala hal, penciptaan harmonis dan definisi harmonis yang berbeda satu dengan yang lain juga merupakan harmonis dalam kondisi yang memberikan definisi, begitupula dengan disharmonis, seseorang yang mengatakan hidupnya disharmonis dengan alasan tertentu belum tentu menjadi keadaan disharmonis untuk orang yang lainnya. nikmati hidup dengan senantisa bersyukur kepada Allah SWT dan melakukan sebaik mungkin apa yang menjadi tugasnya.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    dari tulisan pada elegi menggapai harmoni ini, saya mengetahui banyak hal yagn ternyata termasuk ke dalam kategori disharmoni, dan ternyata juga banyak hal-hal yang tidak saya sadari yang membuat saya termasuk tidak harmoni. namun ada beberapa hal yang sedikit menggelitik pikiran saya akan hal-hal yang bersifat disharmoni seperti yang disebutkan di atas. salah satunya adalah tidak membalas sms. bagaimana jika itu adalah sms dari operator yang menawarkan promosi, apakan dengan tidak membalas sms tersebut membuat kita menjadi disharmoni? atau mungkin hal tersebut tidak termasuk kedalam konteks yang dibahas? hal tersebut masih sedikit membingungkan bagi saya. namun terima kasih banyak kepada Pak Marsigit, karena tulisan ini memberikan pemahaman baru bagi saya.

    ReplyDelete
  23. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Kata pertama yang saya ucapkan adalah saya sangat bersyukur telah membaca ulasan ini. Terimakasih Prof. Marsigit telah berbagi ulasan ini sekaligus ini menjadi pengingat saya dalam bertindak dan berpikir serta beribadah. Saya sejatinya selalu terperangkap dalam kondisi disharmoni. Permohonan ampun dari Sang Maha Kuasa bagi saya sangat saya butuhkan setiap waktu. Satu tekad saya adalah mencoba untuk terus dapat hidup dalam kondisi yang harmoni. Ini ulasan yang begitu berarti bagi saya. Filsafat itu sendiri pusatnya ada pada diri untuk yang mikro. Oleh karenanya, saya ingin memperbaiki secara perlahan agar filsafat yang saya bangun dalam diri menjadi kokoh.

    ReplyDelete
  24. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Alangkah indahnya jika hidup selalu berada dalam keharmonian. Itulah makna hidup sesungguhnya. Begitupun masa depan, pilihlah sesuai yang kita sukai dan mampu menjalankannya dengan ikhlas dan dan hanya mengharapkan ridho Allah. Namun, terkadang ada ruang dan waktu yang seakan menolak untuk berada dalam keharmonian. Apakah itu bisa disebut dengan disharmoni?
    Terima kasih sebelumnya kepada Bapak Marsigit yang telah menulis artikel yang bisa dijadikan muhasabah diri.

    ReplyDelete
  25. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Dalam kehidupan ini, menggapai harmoni adalah cita-cita, yang benar-benar memerlukan perjuangan untuk menggapainya. Sebab pada kenyataannya, berbagai kontradiksi, paradox, semakin mempersulit terjadinya harmoni. Yang terkecil, dalam keluarga pun seringkali tidak mudah untuk saling menyesuaikan diri satu dengan yang lain. Jika tidak dapat berkomunikasi dengan baik, muncullah konflik-konflik. Perlu kerendahan hati, niat yang tulus dan keikhlasan untuk dapat menggapai harmoni.

    ReplyDelete
  26. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Artikel diatas sungguh menyajikan bahasan yang menarik tentang perjalanan hamba yang mencari harmoni dalam hidupnya. Pelajaran yang dapat diambil dalam artikel diatas bahwa keharmonian dalam hidup tidak begitu saja di dapat dengan jalan pintas ataupun magic, semua butuh perjuangan dan pencarian, bukannya berdian diri dirumah tanpa melakukan apa-apa. Padaartikel diatas bahwa hamba menngapai harmoni berusaha berpindah tempat untuk mencari harmoni lewat kuliah, hal ini mengingatkan kami pada kata-kata mutiara yang di nukil dari perkataan Imam Syafi’I “ Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampong halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  27. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Pada elegi seorang hamba menggapai harmoni ini berdasarkan pemahaman saya adalah tentang keseimbangan dan kesesuaian. Yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini adalah harmoni. Sesuatu yang seimbang merupakan hal yang hendaknya digapai. Dalam menggapai harmoni diperlukan pemikiran yang kritis dan hati yang ikhlas karena harmoni tidak hanya tentang pikiran tetapi juga tentang hati. Agar tercipta harmoni maka bertindak sesuai ruang dan waktunya. Disebalik harmoni ternyata ada pula disharmoni. Dalam menggapai harmoni maka harus belajar pula tentang disharmoni sehingga dapat menghindarinya. Sehingga untuk menggapai harmoni ikhtiar dan doa yang selalu diperlukan.

    ReplyDelete
  28. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas postingan di atas. Bagi saya harmoni adalah penyamaan rasa, aksi, gagasan dan minat, kondisi dimana semua unsur berjalan sinergis atau teratur, dan bersesuaian tanpa ada hambatan dan masalah yang timbul. Benar sekali yang dikatakan di atas, bahwa menggapai harmoni haruslah mempunyai landasan yang kuat dan kokoh. Satu-satunya landasan yang dapat di andalkan adalah iman dan taqwa kepada Allah dimana kita berniat jika hidup itu untuk beribadah adalah salah satu bentuk menggapai keharmonian. Namun saya baru sadar, menggapainya tidak semudah membalikkan tangan. Banyak pengaruh dan faktor yang datang sebagai pengganggu dan perusak niat keharmonian ini sehingga terasa lebih banyak menggapai disharmoni dari pada harmoni, astaghirullahal'adzim. Sehingga selalulah kita untuk meminta pertolongan dan perlindungan di setiap langkah ikhtiar kita menggapai keselarasan dalam hidup, keseimbangan urusan dunia dan akhirat. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  29. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setelah membaca uraian mengenai elegi di atas, saya menyadari bahwa hidup saya penuh dengan ke-disharmonis-an. Namun saya selalu berusaha untuk menggapai harmonis, walaupun serasa sulit menggapainya. Saya sangat tertarik dengan pernyataan bahwa hidup harmonis itu digapai dengan tidak diam, melainkan seperti bumi yang berputar pada porosnya (rotasi) dan mengelilingi lintasan (revolusi). Berputar pada porosnya adalah beraktivitas yang melibatkan poros hati, yang berupa iman dan taqwa. Berputar pada porosnya inilah yang disebut Hablumminallah. Sholat, puasa, mengaji adalah aktivitas-aktivitas yang memperkuat poros hati, iman, dan taqwa kita. Sedangkan berputar mengelilingi lintasan adalah bagaimana aktivitas kita di dunia dalam berhubungan dengan orang lain, kerabat, relasi, yang semua itu termasuk Habluminannash. Sehingga untuk menggapai suatu harmonis harus melibatkan habluminannash dan habluminallah. Contohnya dalam mencari rejeki, jika hanya mementingkan dunia saja, maka bisa saja seseorang melakukan korupsi, berbohong, mencuri untuk mendapat uang sebanyak-banyaknya. Disini poros atau habluminallah menjadi control agar rejeki yang kita dapatkan adalah rejeki yang halal dan menjadi berkah.

    ReplyDelete
  30. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Manusia adalah hamba Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan menciptakan hamba hanya untuk satu tujuan yaitu beribadah kepada-Nya. Hal itu Tuhan lakukan semata-mata untuk kebaikan bagi hambaNya. Manusialah yang akan beruntung bila beribadah kepadaNya, dan sedikitpun Tuhan tidak mendapatkan keuntungan atau kerugian bila hambaNya beribadah atau pun kufur bahkan membangkang kepadaNya. Tujuan Tuhan meminta manusia untuk beribadah adalah untuk menggapai harmoni. Harmoni tersebut dapat dicapai dengan beribadah. Ibadah dalam hal ini bukanlah semata-mata sebagai ritual agama yang dilakukan hamba, akan tetapi semua hal yang dilakukan oleh manusia tanpa terkecuali dengan landasan hanya untuk Tuhan, hanya karena Tuhan, dan hanya demi Tuhan. Harmoni dilakukan untuk keseimbangan yang dilakukan manusia dalam kehidupannya dan untuk membekalinya di kehidupan setelah meninggalkan dunia ini.

    ReplyDelete
  31. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Seorang hamba yang mencoba untuk menggapai harmoni menunjukkan bahwa hamba tersebut sebelumnya berada dalam kondisi yang tidak beraturan (tidak harmoni). Dalam konteks agama, dapat dipastikan bahwa hamba tersebut memilih untuk lepas dari hukum-hukum Tuhan yang mengatur kehidupan. Namun karena si hamba merasa bahwa apa yang idlakukannya telah melewati batas, sehingga ia berusaha untuk mencapai kembali apa yang telah diperintahkan oleh Tuhan-nya yaitu keharmonisan hidup dalam mematuhi segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

    ReplyDelete
  32. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Kita dapat melakukan dan berpikir apappun, asalkan apa yang kita kerjakan dan kita pikirkan tidak keluar dari porosnya, yaitu iman dan Taqwa kita kepada Allah SWT. Dimana iman dan Taqwa kita kepada Allah lah yang menjadi landasan kita untuk memperoleh harmoni, yaitu apa yang setiap kita kerjakan adalah untuk ibadah. Seperti yang dituliskan dalam elegi ini "Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup untuk beribadah. Segala aktivitas untuk beribadah. Segala ilmu untuk beribadah. Segala keterampilan untuk beribadah. Dan segala pengalaman untuk beribadah". Jika saya menarik kalimat tersebut kedalam kehidupan saya maka bisa katakan saya masih jauh dari seseorang untuk memperoleh harmoni. Dimana kesibukan yang dilakukan masih jauh sekali untuk dikatakan beribadah kepada Allah SWT. Sebuah teguran keras bagi saya, karena apa yang saya kerjakan adalah hal-hal yang membuat saya dekat akan neraka. Semoga kedepan nya saya dapat memperbaiki setiap niat apa yang hendak saya kerjakan, yaitu untuk selalu beribadah kepada Allah SWT, sehingga saya dapat memperoleh harmoni, dan itulah yang dapat mendekatkan saya kesurgaNya.

    ReplyDelete
  33. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Harmoni adalah keserasian, kesesuaian, kecocokan, kedamaian, segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Sesungguhnya manusia itu mencari keharmonian, tetapi manusia rentan tersesat. Maka sebenar-benarnya menggapai harmoni itu harus dari Allah SWT. Karena tiada mungkin suatu harmoni tiu kita dapatkan sendiri.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete