Sep 20, 2010

Elegi Pemberontakan Para Logos




Mengingat pentingnya Elegi ini maka sengaja saya postingkan kembali:

Oleh Marsigit

Hati:
Aku sedang menyaksikan para logos mulai beraktivitas. Beberapa diantara mereka beraktivitas sesuai batas-batasnya, tetapi aku melihat sebagian diantara mereka mulai melampaui batas-batasnya. Aku ingin mengetahui apa sebetulnya yang terjadi pada logos-logos itu. Wahai para logos, apakah yang terjadi pada dirimu sehingga engkau kelihatan gelisah serta ada diantara engkau malah beraktivitas melampaui batas-batasmu.

Logos1:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dirimu. Maka engkaulah, yaitu engkau hati, sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua relung hatiku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti hatiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos2:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah irrasional. Maka irrasional adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua yang irrasional, walaupun aku tahu bahwa irrasional itu tidak rasional. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang irrasional. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos3:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah ghaib. Maka ghaib adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Ketika aku menginginkan bertemu dengan ghaib maka dia itu tidak mau memunculkan diri. Padahal aku ingin mengetahui semuanya tentang yang ghaib itu.Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti yang ghaib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos4:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah mimpi. Maka engkaulah mimpi itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku ingin mengetahui semua mimpi. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti mimpiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos5:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah awal. Maka awal sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti awal. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos6:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah akhir. Maka akhir itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang akhir. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos7:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya jauh tak hingga. Maka jauh tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang jauh tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos8:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya dekat tak hingga. Maka dekat tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti dekat tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos9:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah diriku . Maka diriku merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang diriku sendiri. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos10:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah noumena . Maka noumena merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang noumena. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.
Logos11:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dibalik penampakan. Maka dibalik penampakan merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang dibalik penampakan. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos 12:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah nasib. Maka nasib merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang nasib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos13:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah arwah. Maka arwah merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang arwah. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Hati:
Cukup...cukup. Wahai para logos. Rupa-rupanya engkau semua telah lancang terhadapku. Engkau telah menyalah gunakan kepercayaanku terhadapmu. Bahkan sebagian darimu telah melakukan hal-hal di luar batas-batasmu. Maka sebenar-benar dirimu semua aku kutuk. Terkutuklah engkau semua. Engkau semua sebenar-benarnya bukanlah logos. Engkau semua adalah mitos-mitos. Ketahuilah bahwa hatiku selalu waspada mengamati gerak-gerikmu. Engkau semua telah menjelma menjadi mitos, dikarenakan kesombonganmu akan gelarmu selama ini sebagai logos. Aku benar-benar menyesal telah memanjakanmu semua. Maka sekali lagi, tidak adalah logos-logos itu di hadapanku. Yang ada di hadapanku semua itu adalah mitos.mitos. Dengarkanlah wahai semua mitos-mitos, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah semua dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera.

Para mitos (jelmaan logos):
Wahaha..haha. Ketahuilah engkau yang mengaku sebagai hatiku. Kuman disebarang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidaklah tampak. Aku juga tidak lagi mempercayaimu. Ketahuilah bahwa engkau juga telah membuktikan di hadapanku, bahwa engkau itu sebenarnya bukanlah hatiku yang sebenarnya. Dengan kemarahanmu itu, maka telah masuklah ke dalam dirimu seekor syaitan. Maka tiadalah dirimu itu, kecuali sebuah hati yang telah berubah menjadi seekor syaitan. Maka dengarkanlah wahai syaitan. “Dengarkanlah wahai syaitan, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah engkau dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera”.
Wahaha..haha. Kenapa engkau kelihatan pucat pasi, padahal kalimatku yang terakhir itu hanya pura-pura. Aku sebetulnya hanya menirukan gayamu saja. Maka munafiklah engkau syaitan. Wahai syaitan, ketahuilah bahwa tidaklah pada tempatnya bahwa syaitan itu bermusuhan dengan mitos-mitos. Menurutku, antara syaitan dengan mitos itu pastilah harus bekerja sama. Maka renungkanlah. Renungkanlah kembali sebelum engkau menyesal dikemudian hari.

Syaitan (jelmaan hati):
Wah ..maafkan wahai para mitos. Aku tidak menyangka kalau telah bertemu dengan sahabat sejatiku. Engkau para mitos itu adalah sahabat sejatiku. Maka tiadalah aku akan bertindak semena-mena terhadap dirimu itu. Sekali lagi maafkanlah.

Akar rumput:
Aku sedang menyaksikan kejadian luar biasa. Ada orang tengah sombongnya berjalan di muka bumi. Setelah aku amati, ternyata dia adalah para mitos dan sahabatnya, syaitan. Ya Tuhan, ampunilah diriku. Ampunilah dosa-dosa orang yang telah berbuat dhalim di muka dunia ini. Tiadalah daya upayaku, kecuali hanyalah diri Mu yang mampu menghancurkan syaitan-syaitan itu.

Syaitan dan mitos:
Oauit...kenapa kakiku ini. Aneh pula kakiku ini. Tidak ada sebab, kenapa kakiku kemasukkan duri. Ak lihat jalannya lurus dan bersih. Oauit...terasa sakit sekali. Wahai mitos, kenapa kaki kita kemasukkan duri dan dari mana duri itu?

Mitos:
Maafkanlah syaitan, aku sekarang bukan menjadi logos lagi. Aku telah engkau kutuk menjadi mitos. Maka aku tidak lagi bisa berpikir kritis. Maka maafkanlah aku. Karena aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku merasa malu sekali mengapa hanya persoalan sepele seperti ini aku tidak bisa memikirkan. Kenapa aku tidak tahu asal usul duri ini. Padahal sebelum engkau kutuk aku telah sesumbar dan menantang dan memberontak terhadap hati bahwa aku ingin menantang semuanya yang ada dan yang mungkin ada sampai batas pikiranku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Aku betul-betul menyesal telah berbuat dholim di muka bumi ini. Maka wahai hatiku maafkanlah diriku.

Hati (setelah syaitan menghilang):
Iba rasa hatiku wahai saudaraku. Wahai engkau logos-logosku. Aku telah menyaksikan engkau telah kembali menghampiriku. Ingin menitikkan air mata rasanya diriku itu melihat engkau semua telah menyadari kesalahan-kesalahanmu. Demikian pula aku. Mohon maafkanlah diriku, karena aku juga telah terbawa emosi sehingga aku sempat dihampiri syaitan. Aku juga menyesal telah mengutukmu. Maka sebetul-betulnya hatiku adalah doaku, sedangkan hatiku itu adalah teman bagi logos-logosku yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Amien.

Orang tua berambut putih:
Aku telah menyaksikan semua kejadianmu itu. Aku ingin katakan bahwa aku tidak bisa berkata. Kalimat kontradiksiku itu merupakan lambang bagi kehadiranku, yaitu bahwa aku hadir walaupun tidak engkau panggil. Maka renungkanlah.

73 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Berpikir (berlogika) haruslah ada batasan. Batasannya adalah iman dan takwa (keyakinan). Karena ada hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan tapi kita rasakan dan kita yakini dalam hati. Hal-hal yang bersifat perasaan, dan ghaib bukanlah hal yang bisa kita pikirkan. Tapi kita rasakan dan kita percayai keberadaannya.

    ReplyDelete
  2. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    logos mempunyai kemerdekaan untuk berpikir kritis dan berkembang sesuai kebaikan dan mannfaatnya. namun terkadang ada logos yang melampaui batas sehingga dia lupa hakekat dari dirinya sendiri. karena lupa tersebut, secara tidak sadar dia telah menjadi mitos. jika logos diumpamakan sebagai logika / rasional, maka penyeimbangnya adalah hati. jika logos telah melenceng dari tugas dia yang sebenarnya, maka tugas hati untuk meluruskannya kembali. namun hati juga dapat diganggu oleh syaitan. sehingga dia tidak lagi melaksanakan tugasnya untuk meluruskan logos, namun malah menjadi teman karib mitos. karena semua inilah, maka logos dan hati harus sama-sama waspada, saling instropeksi dan menetapkan iman serta meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa untuk selalu dituntun pada jalan yang benar dan tidak melenceng dari tugas-tugas aslinya.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    sebelum melakukan sesuatu, setiap manusia selalu memikirnkannya terlebih dahu. dalam berpikir ini, maka tidak lupa hati ikut dalam mengatur apa yang sedang kita pikirkan. agar semata-mata pikiran kita tidak melenceng ke arah yang salah

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Antara logos dan hati tidak akan selamanya bisa sejalan, terkadang akan terjadi kontradiksi. Logos mempunyai batas sehingga dia sekali-kali tidak akn pernah mencapai hati. Sehingga sebaiknya untuk mengambil suatu keputusan tidak hanya mengandalkan logos, namun perlu juga pertimabangan hati. Dengan adanya kesepakatan antara logos dan hati yang jernih maka akan mendapatkan keputusan yang mendekati sempurna.

    ReplyDelete
  5. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seluas-luasnya manusaia berpikir kritis janganlah sekali-sekali menyenggol batasnmu, karena ada hal-hal yang tidak dapat dipikirkan tanpa didampingi dengan sang Illahi. Sekali engkau meninggalkannya maka kau akan bertemu dengan syetan yang menyesatkanmu pada jurang yang amat dalam yang dihuni para mitos. Jadi lindungi hati dengan terus berpegang dan berdoa pada sang Illahi.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Dari kejadian besar di atas saya menangkap pesan yaitu Pikiran kritis manusia memang selalu menuntut ingin tahu tentang semuanya, tetapi kadang tidak terjangkau oleh akal itu sendiri. Jika pikiran sudah mencapai batasnya dan hati tidak sabar dengan itu, maka dapat dikuasai setan dengan mudah dan membolak-balikkan akal manusia dengan bisikan-bisikannya. Supaya itu tidak terjadi, jika pikiran sudah mencapai batasnya kembalikan semua kepada Yang Memiliki Semua Ilmu supaya tidak terjadi kesombongan pikiran dan kelengahan hati.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Terkadang perjuangan seseorang tidak dihargai oleh orang lain. Hal tersebut sepertinya hanya akan membutuhkan upaya besar hati dari orang yang tidak dihargai, namun terkadang juga merasa tidak terima dan melakukan pemberontakan terhadap diri sendiri karena adanya rasa kecewa. Seperti yang diungkapkan oleh Logos 1 bahwa hati merupakan sebenar – benar tantanganku. Ada hal – hal yang memang dalam hidup ini terkadang menguji kesabaran, kekuatan, dan kebaikan hati kita. Sejauh mana mau mengampuni dan bersabar itulah pencapaian dari logos1 atau hati masing – masing.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Logos merupakan jelmaan ilmu yang kita miliki. ilmu yang kita miliki memang tidak seberapa. kita masih harus banyak belajar dan belajar. belajar tidak hanya di sekolah tetapi juga bisa dimana saja. melalui apapun siapapun kita dapat belajar.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Manusia sering kali termakan oleh kesombongan dengan sedikit ilmu yang telah dimilikinya. Pengetahuan yang manusia miliki sebenarnya masih sangat sedikit dan tidak akan dapat melampaui pengetahuan sang Pencipta. Ada juga beberapa manusia yang selalu merasa tidak puas dan termakan oleh rasa ingin tahu sehingga mengabaikan hati nuraninya. Akibat dari kesombongan manusia itulah yang menjadikan logos-logos bergerak melampaui batas-batasnya. Logos seharusnya berhenti di depan spiritual. Kesombongan logos akan mengubah ilmu pengetahuan menjadi bahan eksperimen yang disalahgunakan.

    ReplyDelete
  10. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Logos bisa berubah menjadi mitos ketika si logos mulai sombong atas ke”logos”annya itu. Tingginya ilmu seseorang tidak menjamin bahwa dia akan selamat dunia akhirat. Ilmu yang terlalu disanjung-sanjung bahkan sampai menuhankan ilmunya maka dia akan menjadi seburuk-buruknya mitos. Maka berdoalah dan meminta pertolongan kepada Allah subhanahuwata’ala agar kita diberikan ilmu yang bermanfaat dan dapat mengaplikasikannya di kehidupan kita.

    ReplyDelete
  11. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya kesombongan akan menjadi sangat berbahaya ketika kita sedang belajar. Jika mempelajari sesuatu dengan kesombongan maka secara otomatis kita bisa menutup diri dari sesuatu, karena kesombongan juga berhubungan pada berburuk sangka pada sesuatu. Dengan kesombongan kita bisa saja berburuk sangka pada hal yang sebenarnya dapat menambah pengetahuan kita.

    ReplyDelete
  12. Muh Ferry Irwansyah
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kesombongan ini dapat muncul dari diri seseorang yang tidak menggunakan hati nuraninya secara baik-baik. Kesombongan ini dapat menimbulkan beberapa penyakit hati lainnya yang dapat menutupi ilmu yang telah dimiliki. Maka hal yang dapat dilakukan ialah dalam berpikir atau berlogika haruslah ada batasan. Batasannya adalah iman dan taqwa. Terdapat beberapa cara dalam mencegah hal tersebut, antara lain adalah adanya keikhlasan hati dan dalam mencari dan mengamalkan sebuah ilmu harus menggunakan hati yang jernih dengan penuh keihlasan dan semua hal tersebut ditujukan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Elegi Pemberontakan Para Logos mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyelaraskan pikiran dengan hati. Apa yang ada di pikiran kita seyogyanya sesuai dengan apa kata hati kita. Dengan pikiran dan hati nuraninya manusia bisa memilih pilihan manakah yang terbaik bagi hidupnya, bagi masa depannya.

    ReplyDelete
  14. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dari elegi di atas saya mendapatkan pelajaran bahwa kita tidak boleh melampaui batas dalam berpikir. Selain berpikir agama kita juga mengajarkan bahwa kita tidak boleh melampaui batas dalam bertingkah laku. Hati harus dilibatkan dalam berpikir karena kita ketahui bahwa hati selalu tahu benar dan salah. Hati tidak bisa dibohongi tetapi ketika pikiran sudah berada diluar batas sering membuat hati menjadi lemah dan ketika itu syaitan dengan mudah menggoda kita untuk percaya pada mitos-mitos yang sulit dipercaya kebenarannya.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi di atas menunjukkan kesombongan dari para logos. Logos akan menguasai hati dan pikiran manusia ketika tidak mempunyai ilmu, ketetapan hati dan pemikiran yang kuat. Logos dapat menggoyahkan semua ilmu bahkan pondasinya jika semua perbuatan yang kita lakukan tidak didasari dengan niat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Logos akan selalu menggoda manusia yang selalu ingin dan terus belajar. Dengan demikian diperlukan hati yang ikhlas dan pemikiran yang kritis agar kita terhindar dari logos.

    ReplyDelete
  16. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini sebenarnya logos berkaitan erat dengan pikiran manusia. Hasil dari olah pikir, bersifat rasional, menyukai tantangan. Tapi ketika pemikiran itu semakin liar tanpa batas, yang terjadi adalah menjadi mitos.
    Maka, di perbatasan sana logos itu mitos dan mitos itu logos, hal itu terjadi jika mereka sama-sama samar dan tak memegang prinsipnya masing-masing. Kemudian pula ada syaitan yang senantiasa menguji hati untuk berbuat dosa. Sehingga di sini pesan yang dapat diambil yaitu bagaimana memegang prinsip itu, memegang ideologi dengan pikiran kita, tapi tidak meninggal hati dalam bertindak, agar tetap berada dalam jalan yang benar. Kemudian untuk tetap memegang idealisme pula memohon pertolongan dari Allah Ta’ala agar dikuatkan.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2

    Sebenar-benar ilmu itu adalah proses yang tidak ada akhir. Ilmu itu tidak ada finalnya. Sudah selayaknya harus dikejar setiap saat. Adalah salah besar bagi orang yang menyombongkan ilmunya, yang sesungguhnya belum berarti apa-apa ilmu itu jika dibandingkan dengan ilmu yang sesungguhnya yang terus berproses. Ilmu saja tidak pernah berhenti, apakah imbang jika kita sebagai pencari ilmu berhenti dan berdiri jumawa. Kesombongan dalam berilmu adalah suatu kesalahan. Oleh karena itu, jangan pernah biarkan "kacau hati" merasuki dirimu. Bagaimana bisa kau obati "kacau pikirmu" sedang obatnya pun sedang kacau(?)

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dari elegi ini kita diingatkan untuk tidak merusak kepercayaan yang telah disematkan kepada kita dan jangan hanya menyadari kesalahan orang lain semata. Di samping itu kita diingatkan agar tidak terlena dengan kekuasaan sehingga tidak menjadi pribadi yang angkuh dan sombong. Sebenar-benar penentu baik buruk seseorang adalah tergantung hati, semoga kita semakin meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga diberikan hati yang bersih.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Elegi ini mengingatkan kita agar tidak berperilaku sombong. Kesombongan akan menutup ilmu- ilmu kita, kesombongan akan menutup kemampuan berpikir kritis, sebagaimana kesombongan mengubah logos menjadi mitos. Maka tidaklah boleh kita sombong akan ilmu yang telah kita miliki. Karena kesombongan hanyalah akan menutup ilmu- ilmu kita. Karena kesombongan hanya akan menutup daya kritis kita. Dan apalah yang dapat kita sombongkan dari ilmu kita yang begitu kecil.

    ReplyDelete
  20. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Sekian banyak sifat yang dimiliki oleh manusia satu diantaranya adalah ingin tahu. Sifat ingin tahu ini akan mendorong manusia untuk bereksplorasi. Namun ketika seseorang melakukan eksplorasi yang terlalu berlebihan hingga melupakan kodratnya sebagai manusia, maka celakalah ia. Karena sungguh, manusia memiliki kemampuan yang terbatas, tidak bisa menggapai seluruh dimensi ruang dan waktu. Karena sesungguhnya hanya Allah SWT Yang Maha Tahu lagi Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  21. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Refleksi dalam blog ini adalah apa yang telah kita peroleh selama ini belum tentu telah sampai pada yng kita targetkan, maksudnya apabila seseorang murid telah mencapai kompetensi yang yang diharapkan gurunya, misalnya telah berada di atas KKM, tapi belum tentu siswa tersebut telah mencapau kompetensi lain dalam pembelajaran tersebut, seperti kompetensi karakter. Padahal kedua kompetensi tersebut sama-sama penting. Hal itu terjadi karena tidak ada yang benar-benar dapat mencapai kesempurnaan, selalu ada celah yang membuat keyakinan tentang kesempurnaan itu terkikis. Oleh karenanya manusia hanya bisa berusaha menjadi penyempurna logosnya masing-masing, agar mitos yang ada dalam pikirannya dapat menjadi bantuan untuk memaksimalkan logosnya.

    ReplyDelete
  22. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah kesombongan dapat membuat kemampuan yang dimiliki tidak ada manfaatnya. Memiliki sikap yang rendah hati akan membantu dalam semua kegiatan dan berujung dengan keikhlasan. Menyadari kekurangan yang dimiliki bukanlah hal yang memalukan, akan tetapi kita memerlukan itu agar selalu mau belajar terhadap apapun dan terhindar dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  23. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Pemberontakan para logos, dalam elegi ini logos adalah pikiran manusia. Pikiran manusia mencakup obyek pikir, hasil olah pikir yang sejatinya bersifat rasional dan luas bahkan terkadang liar. Pemikiran manusia yang liar dan tak mengenal batasan maka akan menjadi sebuah mitos. Sehingga di suatu titik tertentu ada kalanya logos itu akan menjadi mitos, dan mitos itu akan menjadi logos. Hal itu akan terjadi, jika keduanya sama-sama abu-abu dan melawati batasan yang semestinya sehingga melepaskan prinsip yang selama ini mereka pegang. Lepas kendali dari prinsip yang kita pegang, itu salah satunya disebabkan oleh syaitan yang mempengaruhi hati untuk berbuat dosa. Oleh karena itu, dari elegi ini saya belajar bahwa kita harus memegang prinsip kita dan jangan sampai tergoda oleh godaan syaitan yang membuat kita lali dan sombong sehingga berbuat sesuatu yang diluar kendali. Terima kasih.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Hati adalah hal yang penting bagi seorang manusia. Jika hatinya baik, maka baik jugalah kehidupannya. Hati merupakan cermin. Jika ada sesuatu yang meragukan, maka tanyakanlah kepada hatimu. Sehingga, apa yang ada di dalam fikirkan maka cerminkanlah kepada hati. Jangan sampai fikiran-fikiran kita menjadi mitos hanya karena menuruti nafsu syeitan. Sungguh sebuah kerugian jika fikiran kita telah menjadi mitos. Ikuti kata hati, jauhi nafsu syeitan yang mengajak kepada mitos, lalu memilihlah dengan hati yang kau yakini.

    ReplyDelete
  25. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matemaika B 2017

    Janganlah kita bersikap sombong. Setinggi-tingginya ilmu, jabatan, kesuksessan jika kita sombong, maka sama saja tidak ada artinya. Kesombongan dikarenakan seseorang tidak mampu menahan hati. Penyakit hati sesuatu yang sulit untuk di sembuhkan, namun perlahan bisa kita hindari. Jaga hati, maka sebetul-betulnya hati adalah doa, sedangkan hati itu adalah teman bagi logos-logos yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Semoga kesombongan akan jauh dari diri kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  26. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Logos logos yang ditugaskan untuk mematahkan mitos. Manusia termasuk salah satu mahluk hidup yang sempurna, tapi tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan. Ilmu pengetahuan, jabatan hanyalah alat untuk membuat manusia merasa lebih dari yang lainnya. sebagai manusia sebaiknya kita tetap sadar diri dan rendah hati agar tidak mudah diperdaya oleh syaitan.

    ReplyDelete
  27. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Elegi pemberontakan para logos ini merupakan refleksi terhadap pikiran kita. Apa yang kita pikirkan maka sebaiknya berdasarkan hati yang jernih. Karena dengan hati yang jernih maka akan menghasilkan pikiran yag jernih pula. Hati yang keruh merupakan jalan masuknya syaitan. Jika sudah demikian maka sulit untuk memikirkan hal-hal yan baik, karena dipenuhi dengan keakuan dan menjadikan pribadi yang sombong. Oleh karena itu dengan mendekatkan diri kepada Allah serta mengharap pertolongan kepada-Nya semata-mata mengharap ridha dari-Nya semoga dapat menjadikan hati selalu bersih dan terhindar dari penyakit hati.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    dari tulisan elegi kali ini, saya mendapatkan kesimpulan bahwa hati kita kadang-kadang merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain, lebih paham dari orang lain, apalagi jika terpengaruh oleh bisikan syaitan. maka dari itu sangat penting untuk selalu rendah hati dan tidak merasa lebih tinggi daari orang lain. dan yang paling utama adalah meminta perlindungan Allah dari syaitan.

    ReplyDelete
  29. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Salah satu pesan yang disampaikan melalui elegi ini ialah janganlah bersikap sombong. Ketika para logos menyadari bahwa masing-masing mereka telah mengalahkan banyak mitos, semakin kuat dan berlimpah energi, sesungguhnya saat itulah para logos itu lemah. Begitu pula dengan manusia, ketika manusia tinggi hati dengan kelebihan yang telah diperoleh atau dilakukannya maka saat itulah sesungguhnya mereka bukanlah apa-apa. Sehingga, kunci dalam melakukan segala sesuatu yang kita jalani adalah dengan keikhlasan dan kesungguhan hati. Kandungan pesan selanjutnya ialah bahwa manusia dapat saja khilaf dalam perjalanan hidupnya seperti halnya hati yang khilaf karena salah satu jenis emosi terburuk yakni marah. Kita sebagai manusia tentu tak lepas dari khilaf dan salah, akan tetapi suatu hal yang bijak jika kita sesegera mungkin untuk menyadari, merefleksi dan memohon ampunan kepada Yang Maha Pengampun karena ampunanNya sangat luas.

    ReplyDelete
  30. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Lagi-lagi tulisan ini membuat saya berkaca-kaca ketika membacanya. Implikasi elegi ini dalam kehidupan, manusia yang memiliki kelebihan seringkali ia merasa angkuh, sombong, paling pintar, dan paling benar sendiri. Sifat-sifat itulah yang dapat membuat seseorang terjatuh karena lupa dengan hati untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Berbagai sanksi, hukuman, peringatan dan sebagainya mulai menghampiri. Di saat itulah kita akan merasa sangat sulit. Bahkan hampir setiap hari dipenuhi dengan air mata. Saling menuduh satu sama lain, saling menyalahkan. Hingga pada akhirnya yang tidak kita undang untuk datang, dia datang dengan sendirinya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  31. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dialah Sang Penguasa Hati. Dia yang berhak mutlak dan absolute untuk menguasai hati kita. Tak ada satupun yang bisa mengubahnya jika Ia sudah berkehendak. Kedatangannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyadarkan kita karena Dia masih menyayangi kita dan menginginkan kita agar menjadi insan yang lebih baik lagi. Berbagai petunjuk Ia datangkan. Malaikat-malaikat yang menjelma sebagai manusia mulai Ia dekatkan kepada kita. Tersadar dan mohon ampunan, kemudian memperbaiki diri. Allah akan mengampuni setiap hambaNya yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh. Setelah itu kita beristiqomah melaksanakan perintah dan menjauh laranganNya. Niscaya Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun dan selalu membimbing jika kita mengalai kesulitan dari arah yang tidak kita duga. Wallahualam ... .
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak,
    Berdasarkan apa yang saya pahami, ketika seseorang berpikir di luar batas-batasnya bahkan sampai meragukan keyakinan dan hatinya maka sebenar-benar semua itu adalah mitos. Kemudian ketika hati seseorang marah maka sebenar-benarnya hati itu telah dinodai oleh syetan. Lalu ketika pikiran telah menjadi mitos dan hati telah terkena hasutan syetan maka semua pikiran kritis yang telah dibangunnya akan roboh begitu saja. Seseorang tak mampu lagi melindungi dirinya dari segala ancaman. Sehingga sebagai seorang manusia, harus mengerti akan batas-batas dalam berpikir, selalu menggunakan hati dan spiritual sebagai landasan dalam berpikir. Selain itu, karena hasutan syetan datang tak permisi maka hendaknya waspada dengan selalu berdoa agar dijauhkan dari hasutan syetan.

    ReplyDelete
  33. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia selalu berpikir dirinya sudah mencapai pengetahuan dan menjadi sombong. Ketika cobaan itu datang dan ia tak bisa menyelesaikanmya sendiri,barulah ia menyadari betapa ia tak mengerti apapun dan hanya dapat bersandar pada Tuhan yang memiliki kuasa mutlak akan hidup manusia.

    ReplyDelete
  34. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Artikel yang sangat menarik. Dari ungkapan ketiga belas logos diatas, saya ingin mengomentari logos kelima, dimana tantangan hidupnya adalah awal. Awal disini menurut saya bermakna sebagai permulaan atau memulai. Dimana saya pribadi sulit sekali rasanya untuk memulai sesuatu yang sebenarnya sudah terdapat gagasan dalam kepala. Padahal sebenarnya ketika sudah memulai sesuatu tersebut tidaklah sulit seperti yang dipikirkan. Saya setuju dengan pernyataan Bapak di kelas yaitu kerjakanlah apa yang kalian pikirkan dan pikirkan lah apa yang kaian kerjakan.

    ReplyDelete
  35. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Artikel yang sangat menarik. Dari ungkapan ketiga belas logos diatas, saya ingin mengomentari logos kelima, dimana tantangan hidupnya adalah awal. Awal disini menurut saya bermakna sebagai permulaan atau memulai. Dimana saya pribadi sulit sekali rasanya untuk memulai sesuatu yang sebenarnya sudah terdapat gagasan dalam kepala. Padahal sebenarnya ketika sudah memulai sesuatu tersebut tidaklah sulit seperti yang dipikirkan. Saya setuju dengan pernyataan Bapak di kelas yaitu kerjakanlah apa yang kalian pikirkan dan pikirkan lah apa yang kaian kerjakan.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ilmu yang kita dapatkan dengan susah payah kita mempelajarinya adalah sebuah anugrah dari Allah SWT, itu artinya kita dipercaya oleh Allah untuk berkesempatan memahami ilmu-ilmu tersebut, untuk itu janganlah lupa selalu bersyukur dan tidak membangga-banggakan atas ilmu yang telah kita pelajari, dan jangan pernah merasa puas atas pencapaian ilmu yang sudah didapat. Jikalau atas pencapaian ilmu-ilmu tersebut kita berlaku sombong, maka ilmu-ilmu tesebut akan menjelma menjadi mitos-mitos yang bisa membuat pikiran kita kacau bahkan tidak berdaya. Akibatnya tidak hanya pikiran saja yang terkena dampaknya, tetapi hati pun terkena dampaknya juga, yaitu mudah dihasut rayuan syaitan. Maka syukurilah jika berhasil menggapai logos, jangan sampai terjebak oleh mitos.

    ReplyDelete
  37. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Asslamualaikum Wr. Wb. Dalam sejarah umat manusia, logos telah memberontak dan meruntuhkan singgasanan mitos dan menguburnnya ke dalam tong sampah sejarah. Logos telah berhasil memenangkan dialektikanya sebagai antitesa dari zaman yang kolot. Pemberontakan logos adalah keniscayaan sejarah.

    ReplyDelete
  38. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Semua berawal dari kesombongan dan kemarahan. Dimana kesombongan logos yang merasa mereka sudah dapat mengalahkan mitos-mitos, padahal kesombongannyalah awal dari mitos-mitosnya. Begitupula dengan hati, dimana sebnarnya hatilah yang dapat memberikan batas-batasan kepada logos ketika logos sudah melampai batas, bukan malah menghindar dan marah. Maka dari situlah dapat dikatakan bahwa hati tersebut sudah kacau, awal dari kekacauan hati adalah berasal godaan syetan. Hati dan logoos adalah dua hal yang harus sejalan, agar logos tidak terjebak dalam mitos maka diperlukan hati yang bersih dari godaan syetan.

    ReplyDelete
  39. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Kita harus berhati-hati dalam berfilsafat, karena logos sangat rentan berubah menjadi mitos. Ketika kita berhenti berpikir itulah mitos, ketika kita puas maka itulah mitos, ketika kita menyerah maka itulah mitos, ketika kita pesimis itulah mitos. Demikian pula apa bila kita sombong, maka itulah mitos, apabila melewati batas maka itulah mitos, apa bila kita rakus maka itulah mitos. Begitu pula hati sangat rentan dengan syetan, sedikit celah dihati akan dengan cepat dihuni oleh setan. Maka kita harus berhati-hati, antara logos dan hati sling menjaga, serta berdoa dan bertobat untuk menghapukan setan dan mitos dalam diri kita. Marilah kita senantiasa berdoa dan minta ampun kepada Allah SWT, semoga kita digolongkan orang yang beruntung. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Hati merupakan sebuah organ yang sangat luar biasa perannya dalam kehidupan setiap insan. Ketika organ tersebut baik, maka baik juga setiap pikiran maupun perbuatan dari insan tersebut. Pepatah mengatakan dalamnya lautan dapat diukur tetapi dalamnya hati tiada tahu, itu merupakan sebuah kiasan bahawa hati memiliki sebuah kekuatan yang luar biasa. Nalar otak kita tidak mampu menembus nalar hati kita. Karena sejatinya dimensi berpikir otak kita tidak mampu menjangkau dimensi hati kita merasa, begitu pula sebaliknya. Mari kita selalu menjadi hamba yang bersyukur kepada-Nya.

    ReplyDelete
  41. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Tinggi hati adalah sifat yang berbahaya. Dari elegi diatas yang dapat saya pahami adalah dalam memahami sesuatu, kita harus bisa menjaga hati dari godaan syaitan yang bermacam-macam bentuknya. Godaan syaitan tersebut mungkin tidak terlihat telah merasuk ke dalam hati kita melalui rasa sombong, maupun rasa dengki. Termasuk sombong, apabila kita berhenti bersyukur akan nikmat Tuhan. Termasuk sombong apabila kita tidak menggunakan anugrah yang Tuhan berikan, dalam hal ini adalah kemampuan untuk berpikir kritis. Sifat sombong membuat pikiran menjadi lebih tumpul dan berhenti, karena seseorang yang sombong menganggap bahwa dia lebih dari orang lain, lebih pintar, lebih baik, dsb sehingga tidak membutuhkan sumbangsih (pikiran) dan konfirmasi dari orang lain. Semoga kita senantiasa terbebas dari sifat sombong, sekecil apapun kesombongan dalam hati kita.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2


    Sifat sombong dapat mengubah hal yang tadinya baik menjadi buruk. Sehingga cara yang paling ampuh untuk menjadi baik lagi adalah bertaubat dari kesombongan dan meninggalkannya.

    ReplyDelete
  43. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi yang berbentuk Dialog antara hati dan para logos ini, kami menyadari bahwa apabila kami keterlaluan sehingga melampaui batas maka dikhawatirkan akan muncul kesombongan dalam diri kami. Kesombongan tersebut akan membuat kami tidak lagi berpikir dengan menggunakan akal sehat, tidak akan menggunakan kemampuan berpikir kritis, dan logis. Bahkan dengan tumbuhnya kesombongan di dalam diri, hati kami pun bisa tertutup dengan masukan-masukan yang bertentangan dengan apa yang sebenarnya kami yakini kebenarannya, walaupun sebenarnya kebenaran yang kami terima dan yakini tersebut mungkin saja salah. Kami menyadari bahwa seseungguhnya kesombongan itu hanya akan menyebabkan kami berpikir irrasional dalam mempertahankan keyakinan kami tersebut. Kami hanya akan mencari pembenaran, bukan kebenaran itu sendiri. Sampai pada akhirnya kami jatuh dan terporosok karena kesombongan kami sendiri. Semoga kami dapat terhindar dari sifat-sifat sombong. Amin.

    ReplyDelete
  44. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Melalui elegi pemberontakan para logos, saya tersadar kembali bahwa seringkali Allah menyelamatkan kita melalui rasa sakit atau musibah-musibah kecil. Syaitan dan mitos yang tertusuk duri menyadarkan diri mereka kembali menjadi Hati dan Logos. Sesungguhnya rasa sakit meskipun karena tertusuk duri, akan menghapus dosa dan kesalahan

    ReplyDelete
  45. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dari elegi diatas dapat diambil beberapa pelajaran hidup. Bahwa setinggi-tingginya ilmu seseorang pasti ada yang lebih tinggi ilmunya. Sehebat-hebatnya seseorang pasti ada yang lebih hebat. Selihai-lihainya seseorang pasti ada yang lebih lihai. Jadi tidak ada ruang disini untuk menyombongkan ketinggia ilmunya, kehebatannya, kelihaiaannya. Karena diatas itu semua ada yang maha segala-galanya yaitu Allah. Sehingga manusia tidak boleh menyombongkan dirinya karena merupakan perbuatan syetan dan akan menjerumuskannya kedalam kegelapan.

    ReplyDelete
  46. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Adanya sebuah ilmu tidaklah semata-mata hadir tanpa adanya pemikiran. Yang mana pemikiran itu bisa muncul dari hati, mitos, dan syaitan. Harus menjadi perhatian bahwa pemikiran yang kita munculkan hendaknya tidak melebihi batas. Kembali harus kita sadari meski ilmu yang kita cari tidak ada batasnya, namun ketika hal tersebut sudah bertententangan dengan hati kita, hentikanlah dan kembalikan semuanya hanya kepada Yang Maha Mengetahui. Sampai akhirnya kita harus berwaspada dalam berfikir, janganlah sampai syaitan menghampiri kita dalam menuntut ilmu, karena ilmu itu bisa hadir kapanpun dan dimanapun otomatis kita juga harus berwaspada terhadap syaitan yang terus menggoda. Berdoalah dan mohonlah ampun atas segala kesalahan –kesalahan kita dalam hidup dan mengembalikan semuanya kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  47. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Batas antara mitos dan logos itu tipis sekali. Logos bisa berubah menjadi mitos ketika telah ada angkuh di dalamnya, angkuh untuk memikirkan segala hal. Padahal pkiran kita memiliki batas. Ada pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak bisa kita jawab, yang hanya Allah yang Maha tahu yang dapat menjawabnya. Hati juga bisa menjadi syaitan saat ada amarah di dalamnya. Jadi hati haruslah dijaga kesuciannya, dijaga dari amarah agar mampu memberikan yang terbaik, logos dijaga dari keangkuhan agar bisa memberikan ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat

    ReplyDelete
  48. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  49. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Hati di dalam diaog di atas mencerminkan hati atau perasaan manusia, sedangkan logos mencerminkan logika atau pemikiran manusia. Logika atau pemikiran manusia ini tidak ada batasnya, namun sebanyak-banyak ilmu yang ada di pikiran kita sesungguhnya itu masih sangat kecil dan sedikit apabila dibandingkan dengan ilmunya sang maha pencipta, yaitu Allah SWT. Kesombongan akan memiliki ilmu yang tinggi menyebabkan manusia melampaui batas dan berperilau yang merugikan diri sendiri.

    Salah satunya sombong karena telah merasa pandai dalam ilmu tertentu sehingga merendahkan orang lain serta enggan belaar lebih karena merasa telah cukup ilmu yang ia miliki. Hal tersebut dapat menyebabkan perilau yang tida disukai oleh orang lain dan dapat menghancurkan diri sendiri karena menghambat perkembangan kehidupan kita khususnya perkembangan kemampuan berpikir atau pikiran kita. semoga kita selalu dihindarkan dari perilau terlalu mengagung-agungkan logika atau pikiran. Sehingga muncul sifat sombong dalam hati kita.

    ReplyDelete
  50. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Cara menggapai logos adalah dengan senantiasa berpikir kritis tentang pengetahuan yang kita miliki. Akan tetapi, manusia perlu menyadari bahwa berpikirpun memiliki batasannya. Maka ketika manusia berada pada batas akalnya, pada saat itulah hati menjadi bagian penting dalam memimpin pikiran agar selalu dalam batas-batasnya. Oleh karena itu, tidak cukup pikiran yang kritis, tetapi hati juga harus ikhlas dalam menerima yang ada dan yang mungkin ada. Dengan berbekal iman dan taqwa, hati senantiasa ikhlas dan pikiran senantiasa kritis dan refleksif, sehingga manusia pun terhindar dari setan dan para mitos.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Logika akan hilang jika seseorang sudah emosi. Oleh karena itu, pada setiap persoalan hendaklah diselesaikan dengan logika. Logika adalah ilmu. Namun, terlalu mengagungkan logika atau ilmu juga tidak bagus, karena dapat menumbuhkan kesombongan. Kesombongan akan membawa kita terjebak dalam mitos, merasa memiliki ilmu yang tinggi dan merasa sudah cukup. Oleh sebab itu, ilmu saja tidak cukup, ilmu juga harus dilandasi dengan iman dan taqwa, sehingga kita mampu mengendalikan ilmu kita dan menggunakannya untuk kebaikan.

    ReplyDelete
  52. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih Prof. Marsigit atas elegi di atas. Dari postingan di atas, saya menyadari bahwa jika kita bersikap keterlaluan hingga melampaui batas maka dikhawatirkan akan muncul kesombongan, keangkuhan, tinggi hati muncul dalam diri kita. Kesombongan tersebut akan membuat kita menjadi tidak mampu berpikir dengan akal sehat, tidak mampu berpikir kritis, dan logis. Bahkan hati kita bisa tertutup dengan segala masukan dan kebenaran yang ada di depan mata. Sehingga, alangkah baiknya kita berhati-hati dalam menggunakan akakl dan pikiran kita, apakah kita betul-betul telah mampu menggapai logos dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih atau belum. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  53. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia adalah makhluk Allah yang dikaruniai hati dan akal. Dengan hati, kita belajar merasakan apa yang orang lain rasakan. Dengan akal kita belajar untuk mempelajari kemampuan akademis dan kemampuan lainnya. Kalau kita dikaruniai akal yang pintar, maka kita akan mudah dalam menyerap ilmu, namun jangan menjadikan kita sombong sehingga tidak bisa melihat kebenaran. Dalam belajar atau bekerja kita butuh hati dan akal dalam bekerja agar seimbang dan agar dapat melaksanakan dengan baik dalam hati maupun pikiran. Dengan ilmu kita dapau menggapaian apa yang menjadi kiinginan kita, dilandasi dengan hati yang bersih maka jalan yang akan kita pilih untuk menggapai tujuan akan lebih berkah. Hati dan akal harus diseimbangkan dan harus pula selalu dilandasi dengan iman yang kuat sehingga logos bisa terus bekerja dengan baik.

    ReplyDelete
  54. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017
    Memahami elegi pemberontakan para logos ini mengingatkan kita supaya menjaga diri kita agar tidak dihinggapi sifat sombong. Dari elegi ini kita melihat bahwa para logos yang dihinggapi dengan kesombongan akhirnya berubah menjadi mitos. Seteah menjadi mitos, ilmu-ilmu yang dahuu dikuasainya pun menjadi hilang. Elegi ini sangat cocok disampaikan kepada para mahasiswa, para penuntut ilmu, jangan sampai statusnya sebagai penuntut ilmu membuat ia sudah merasa tahu, membuat ia merasa telah menguasai semua ilmu dan berlaku sombong atas ilmu yang ia miliki.

    ReplyDelete
  55. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Elegi memberikan pengertian bahwa logos pun memberontak, karena merasa kering. Sebenar-benar manusia jika hatinya ikhlas berdoa. Ketika berdoa maka sebenar-benar hati adalah merasakan meminta, karena tiada yang mampu memberikan ilmu apapun kecuali Allah Swt. Maka seorang manusia benar-benar telah memiliki ilmu jika tidak berlaku sombong.

    ReplyDelete
  56. Selalu ada kontradiksi dalam hati kita, terutama ketika kita sedang menghadapi banyak masalah. Dalam situasi ini, terlalu sulit untuk berpikir jernih seperti logos, yaitu dengan hati, terutama jika hati kita sudah dipengaruhi oleh mitos dan setan. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang memiliki iman, kita tidak lupa untuk berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT agar hati kita selalu terjaga, terutama di saat menghadapi masalah.

    ReplyDelete
  57. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Setelah membaca elegi ini, saya dapat menyimpulkan bahwa seseorang yang memiliki kedudukan dan ilmu yang tinggi pun juga dapat dipengaruhi oleh syetan. Syetan akan dengan mudah mempengaruhi kita ketika kita sedang merasa lemah. Amarah yang muncul itu dikarenakan ada syetan di dalam diri kita. Oleh karena itu, kita harus selalu menyadari kesalahan kita dan banyak-banyak berdoa agar terhindar dari pengaruh syetan yang dapat merusak akhlak kita.

    ReplyDelete
  58. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebaiknya dalam menuntut ilmu yang paling utama adalah adanya rasa ikhlas, ikhtiar dan berdoa. Untuk masalah yang pada ujung-ujungnya kita tidak mengerti apa-apa bukanlah menjadi persoalan karena ketika kita mempunyai wawasan yang luas, kita akan sadar bahwa antara satu hal dengan hal yang lainnya itu dapat saling berkontradiksi namun mempunyai nilai kebenaran yang sama. Sehingga pada akhirnya muncullah ungkapan bahwa pada akhirnya aku tidak mengerti apa-apa. Dalam hal ini yang penting adalah para logos sudah berikhtiar secara maksimal untuk dapat meningkatkan keilmuannya. Mengenai hasil akhirnya maka kita serahkan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  59. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Mitos adalah musuh bagi orang yang berilmu. Akan tetapi ketika orang berilmu itu sudah terkena oleh emosi atau dengan kata lain kesombongan, maka ia pun akan menjadi mitos. Ia tidak akan mampu menggunakan ilmu, hati serta daya berpikir kritisnya. Semua yang ia miliki menjadi tidak ada gunanya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  60. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Berdasarkan elegi ini saya berpendapat bahwa kesombongan muncul dalam diri kita, ketika kita merasa cukup ilmu. Kesombongan mematikan hati dan juga membuat kita mudah puas akan ketercapaian pengetahuan kita. Perlunya kesinambungan antara pikiran dan hati dalam belajar agar tidak mudah merasa puas. Perlunya mengkontrol hati dan pikiran agar terus belajar dan terus merasa kurang ilmu harus ditanamkan dalam diri masing-masing.

    ReplyDelete
  61. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Do’a merupakan gambaran dari apa yang ada di dalam hati seseorang. Oleh karenanya, ketika berdoa diusahakan untuk melakukannya secara ikhlas lahir dan bathin karena jika kita berdoa dengan ketidak ikhlasan pada hati kita, lantas apa yang akan kita peroleh, pasti tidak akan diterima. Oleh karenanya jangan pernah mengatakan doa kita terkabul, karena sering kali doa yang kita curahkan dibalas dengan sesuatu yang lebih inah dari doa kita.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  62. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam diri manusia, hati dan pikiran sangat berhubungan.. Adakalanya hati mengendalikan pikiran.. namun adakalanya pula pikiranlah yang mengendalikan hati atau perasaan. Ketika kita melihat sepotong makanan di depan kita maka kita akan bernafsu untuk memakannya. pada saat itulah pikiran bekerja mengendalikan hati kita.. begitu pula ketika kita berandai-andai tentang cita-cita yang membuat kita termotivasi untuk meraihnya..
    Namun pada saat kita merasa tertekan, marah, atau jatuh cinta, maka kita sering melakukan hal-hal yang diluar batas kewajaran dan akal sehat.. pada saat itulah hati mengendalikan pikiran kita.

    ReplyDelete
  63. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Setiap tindakan yang kita lakukan di dunia ini kadang berawal dari pikiran, kadang berawal dari hati. Namun, masalah utama yang sering kita hadapi di kehidupan ini adalah pada saat hati dan pikiran kita tidak sejalan. Seperti yang saya alami dalam beberapa bulan ini. Hati dan perasaan mendorong saya untuk bergerak ke arah kanan.. Namun di lain sisi, akal sehat dan pikiran saya secara lantang berteriak kepadaku untuk bergerak ke arah kiri, sebab bergerak ke arah kanan tidaklah mungkin. Pertentangan ini menyiksasaya di perbatasan jalan tanpa bisa bergerak sedikitpun.. Terpaku ditengah kebimbangan dan pertarungan antara perasaan dan akal sehat. Hingga pada suatu malam saya mendapatkan secercah inspirasi dan nasihat.. Setelah saya pikir sejenak, saya baru menyadari bahwa inspirasi tersebut adalah jawaban dari kebimbanganku selama ini.

    ReplyDelete
  64. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari elegi pemebrontakan para logos ini menggambarkan keserakahan yang ada pada diri logos yang sejatinya bertentangan dengan diri logos itu sendiri. yang pada akhirnya menyemakan diri logos seperti mitos, namun pada akhirnya penjelmaan logos menjadi mitos kembali lagi menjadi logos

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  65. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb. Meskipun kisah pemberontakan ini hanya metafora dari dialektika ilmu pengetahuan dalam kehidupan nyata, tetapi saya sangat suka dengan istilah pemberontakan, apalagi yang berkaitan dengan pengungkapan kebenaran yang tersembunyi di balik kebohongan. Pemberontakan para logos adalah simbolisasi sains sebagai antiteas terhadap mitos yang telah dipercayai selama berabad-abad sebagai sumber kebenaran. Pemberontakan para logos adalah simbol revolusi ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  66. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Elegi pemberontakan para Logos, logos yang ditugaskan untuk mematahkan mitos. Manusia termasuk salah satu mahluk hidup yang sempurna, tapi tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan. Ilmu pengetahuan, jabatan hanyalah alat untuk membuat manusia merasa lebih dari yang lainnya. sebagai manusia sebaiknya kita tetap sadar diri dan rendah hati agar tidak mudah diperdaya oleh syaitan.

    ReplyDelete
  67. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam elegi pemberontakan para logos ini, dituliskan bahwa logos telah menyalah gunakan kepercayaan hati kepadanya dan telah melakukan hal-hal diluar batas karena itulah logos merupakan hasil jelmaan para mitos. Jika kita kaitkan dengan kehidupan sehari-hari, ibaratkan seseorang yang memiliki kekuasan tinggi, namun ia lupa bahwa diatas kekuasaannya terdapat bagian-bagian untuk ia berikan terhadap oranglain lain. Tetapi kenyataannya dalam kekuasan itu ia merasa sombong dan berhak atas segalanya. Maka tidak salah jika cobaan yang diberikan kepadanya lebih berat, meskipun demikian orang itu tidak sadar bahwa ia telah berubah menjadi mitos-mitos.

    ReplyDelete
  68. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rani PuspitaMay 5, 2018 at 7:13 PM
      Puspitarani
      15301244008
      S1 Pendidikan Matematika A 2015

      Terima kasih Bapak atas Elegi Pemberontakan Para Logos yang telah Bapak share kepada kami. Elegi ini sangatlah bermanfaat untuk dibaca, walaupun perlu berkali-kali membacanya agar mengerti maksud dari Elegi tersebut. Elegi ini menceritakan bahwa logos telah menyalahgunakan kepercayaan hatinya dan telah melakukan hal-hal diluar batas, hal-hal diluar batasnya ini menggambarkan keserakahan yang ada pada diri logos yang sejatinya bertentangan dengan diri logos itu sendiri. yang pada akhirnya menyemakan diri logos seperti mitos, namun pada akhirnya penjelmaan logos menjadi mitos kembali lagi menjadi logos.

      Delete
  69. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    Pendidikan Matematika A 2015/S1
    15301241046
    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Kadang kita begitu terlena dengan apa yang telah kita raih. Kita justru menjadi sombong dan merasa paling hebat. Padahal dengan kesomongan tersebut kita tak lagi bisa berpikir kritis. Untuk menyadarkan kita Allah berikan sedikit cobaan agar kembali sadar dan rendah hati, bahwa di atas langit masih ada langit. Dalam artikel tersebut dianalogikan dengan hati dan logos tertusuk akar rumput sehingga tersadar kembali 

    ReplyDelete
  70. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015
    Dalam berpikir terkadang kita terlena karena kesombongan terhadap apa yang kita punya. Seharusnya dalam berpikir kita harus memiliki batasan, yaitu keimanan dan keyakinan kita masing-masing.

    ReplyDelete
  71. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi ini mengingatkan saya pada kesombongan-kesombongan manusia. Manusia terkadang merasa diri paling benar sehingga merasa layak untuk berbangga diri. Padahal sesungguhnya tindakan-tindakan itu adalah mitos dan kebanggaan yang manusia itu rasakan pun merupakan mitos karena hanya ia yang mempercayai kebenaran hal yang dilakukannya. Tanpa disadari manusia, sebenarnnya saat berada dalam kesombongan itu, manusia berada di dalam godaan setan. Menyadarkan dan menjauhkan diri dari kesombongan hanya bisa dilakukan ketika Tuhan menolong, sehingga kita harus senantiasa meminta pertolongan Tuhan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari.

    ReplyDelete
  72. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam berpikir harus ada batasan batasannya yaitu iman dan taqwa kepada Allah SWT. Karena tidak semua hal dapat kita pikirkan. Dan saat kita berpikir haruslah selalu mengingat-Nya agar pikiran kita tidak diganggu oleh syaitan yang akan menjerumuskan kita.

    ReplyDelete