Sep 20, 2010

Elegi Pemberontakan Para Logos




Mengingat pentingnya Elegi ini maka sengaja saya postingkan kembali:

Oleh Marsigit

Hati:
Aku sedang menyaksikan para logos mulai beraktivitas. Beberapa diantara mereka beraktivitas sesuai batas-batasnya, tetapi aku melihat sebagian diantara mereka mulai melampaui batas-batasnya. Aku ingin mengetahui apa sebetulnya yang terjadi pada logos-logos itu. Wahai para logos, apakah yang terjadi pada dirimu sehingga engkau kelihatan gelisah serta ada diantara engkau malah beraktivitas melampaui batas-batasmu.

Logos1:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dirimu. Maka engkaulah, yaitu engkau hati, sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua relung hatiku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti hatiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos2:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah irrasional. Maka irrasional adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua yang irrasional, walaupun aku tahu bahwa irrasional itu tidak rasional. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang irrasional. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos3:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah ghaib. Maka ghaib adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Ketika aku menginginkan bertemu dengan ghaib maka dia itu tidak mau memunculkan diri. Padahal aku ingin mengetahui semuanya tentang yang ghaib itu.Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti yang ghaib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos4:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah mimpi. Maka engkaulah mimpi itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku ingin mengetahui semua mimpi. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti mimpiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos5:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah awal. Maka awal sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti awal. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos6:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah akhir. Maka akhir itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang akhir. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos7:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya jauh tak hingga. Maka jauh tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang jauh tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos8:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya dekat tak hingga. Maka dekat tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti dekat tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos9:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah diriku . Maka diriku merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang diriku sendiri. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos10:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah noumena . Maka noumena merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang noumena. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.
Logos11:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dibalik penampakan. Maka dibalik penampakan merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang dibalik penampakan. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos 12:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah nasib. Maka nasib merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang nasib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos13:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah arwah. Maka arwah merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang arwah. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Hati:
Cukup...cukup. Wahai para logos. Rupa-rupanya engkau semua telah lancang terhadapku. Engkau telah menyalah gunakan kepercayaanku terhadapmu. Bahkan sebagian darimu telah melakukan hal-hal di luar batas-batasmu. Maka sebenar-benar dirimu semua aku kutuk. Terkutuklah engkau semua. Engkau semua sebenar-benarnya bukanlah logos. Engkau semua adalah mitos-mitos. Ketahuilah bahwa hatiku selalu waspada mengamati gerak-gerikmu. Engkau semua telah menjelma menjadi mitos, dikarenakan kesombonganmu akan gelarmu selama ini sebagai logos. Aku benar-benar menyesal telah memanjakanmu semua. Maka sekali lagi, tidak adalah logos-logos itu di hadapanku. Yang ada di hadapanku semua itu adalah mitos.mitos. Dengarkanlah wahai semua mitos-mitos, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah semua dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera.

Para mitos (jelmaan logos):
Wahaha..haha. Ketahuilah engkau yang mengaku sebagai hatiku. Kuman disebarang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidaklah tampak. Aku juga tidak lagi mempercayaimu. Ketahuilah bahwa engkau juga telah membuktikan di hadapanku, bahwa engkau itu sebenarnya bukanlah hatiku yang sebenarnya. Dengan kemarahanmu itu, maka telah masuklah ke dalam dirimu seekor syaitan. Maka tiadalah dirimu itu, kecuali sebuah hati yang telah berubah menjadi seekor syaitan. Maka dengarkanlah wahai syaitan. “Dengarkanlah wahai syaitan, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah engkau dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera”.
Wahaha..haha. Kenapa engkau kelihatan pucat pasi, padahal kalimatku yang terakhir itu hanya pura-pura. Aku sebetulnya hanya menirukan gayamu saja. Maka munafiklah engkau syaitan. Wahai syaitan, ketahuilah bahwa tidaklah pada tempatnya bahwa syaitan itu bermusuhan dengan mitos-mitos. Menurutku, antara syaitan dengan mitos itu pastilah harus bekerja sama. Maka renungkanlah. Renungkanlah kembali sebelum engkau menyesal dikemudian hari.

Syaitan (jelmaan hati):
Wah ..maafkan wahai para mitos. Aku tidak menyangka kalau telah bertemu dengan sahabat sejatiku. Engkau para mitos itu adalah sahabat sejatiku. Maka tiadalah aku akan bertindak semena-mena terhadap dirimu itu. Sekali lagi maafkanlah.

Akar rumput:
Aku sedang menyaksikan kejadian luar biasa. Ada orang tengah sombongnya berjalan di muka bumi. Setelah aku amati, ternyata dia adalah para mitos dan sahabatnya, syaitan. Ya Tuhan, ampunilah diriku. Ampunilah dosa-dosa orang yang telah berbuat dhalim di muka dunia ini. Tiadalah daya upayaku, kecuali hanyalah diri Mu yang mampu menghancurkan syaitan-syaitan itu.

Syaitan dan mitos:
Oauit...kenapa kakiku ini. Aneh pula kakiku ini. Tidak ada sebab, kenapa kakiku kemasukkan duri. Ak lihat jalannya lurus dan bersih. Oauit...terasa sakit sekali. Wahai mitos, kenapa kaki kita kemasukkan duri dan dari mana duri itu?

Mitos:
Maafkanlah syaitan, aku sekarang bukan menjadi logos lagi. Aku telah engkau kutuk menjadi mitos. Maka aku tidak lagi bisa berpikir kritis. Maka maafkanlah aku. Karena aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku merasa malu sekali mengapa hanya persoalan sepele seperti ini aku tidak bisa memikirkan. Kenapa aku tidak tahu asal usul duri ini. Padahal sebelum engkau kutuk aku telah sesumbar dan menantang dan memberontak terhadap hati bahwa aku ingin menantang semuanya yang ada dan yang mungkin ada sampai batas pikiranku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Aku betul-betul menyesal telah berbuat dholim di muka bumi ini. Maka wahai hatiku maafkanlah diriku.

Hati (setelah syaitan menghilang):
Iba rasa hatiku wahai saudaraku. Wahai engkau logos-logosku. Aku telah menyaksikan engkau telah kembali menghampiriku. Ingin menitikkan air mata rasanya diriku itu melihat engkau semua telah menyadari kesalahan-kesalahanmu. Demikian pula aku. Mohon maafkanlah diriku, karena aku juga telah terbawa emosi sehingga aku sempat dihampiri syaitan. Aku juga menyesal telah mengutukmu. Maka sebetul-betulnya hatiku adalah doaku, sedangkan hatiku itu adalah teman bagi logos-logosku yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Amien.

Orang tua berambut putih:
Aku telah menyaksikan semua kejadianmu itu. Aku ingin katakan bahwa aku tidak bisa berkata. Kalimat kontradiksiku itu merupakan lambang bagi kehadiranku, yaitu bahwa aku hadir walaupun tidak engkau panggil. Maka renungkanlah.

30 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Logos bisa berubah menjadi mitos ketika si logos mulai sombong atas ke”logos”annya itu. Tingginya ilmu seseorang tidak menjamin bahwa dia akan selamat dunia akhirat. Ilmu yang terlalu disanjung-sanjung bahkan sampai menuhankan ilmunya maka dia akan menjadi seburuk-buruknya mitos. Maka berdoalah dan meminta pertolongan kepada Allah subhanahuwata’ala agar kita diberikan ilmu yang bermanfaat dan dapat mengaplikasikannya di kehidupan kita.

    ReplyDelete
  2. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya kesombongan akan menjadi sangat berbahaya ketika kita sedang belajar. Jika mempelajari sesuatu dengan kesombongan maka secara otomatis kita bisa menutup diri dari sesuatu, karena kesombongan juga berhubungan pada berburuk sangka pada sesuatu. Dengan kesombongan kita bisa saja berburuk sangka pada hal yang sebenarnya dapat menambah pengetahuan kita.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kesombongan ini dapat muncul dari diri seseorang yang tidak menggunakan hati nuraninya secara baik-baik. Kesombongan ini dapat menimbulkan beberapa penyakit hati lainnya yang dapat menutupi ilmu yang telah dimiliki. Maka hal yang dapat dilakukan ialah dalam berpikir atau berlogika haruslah ada batasan. Batasannya adalah iman dan taqwa. Terdapat beberapa cara dalam mencegah hal tersebut, antara lain adalah adanya keikhlasan hati dan dalam mencari dan mengamalkan sebuah ilmu harus menggunakan hati yang jernih dengan penuh keihlasan dan semua hal tersebut ditujukan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Elegi Pemberontakan Para Logos mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyelaraskan pikiran dengan hati. Apa yang ada di pikiran kita seyogyanya sesuai dengan apa kata hati kita. Dengan pikiran dan hati nuraninya manusia bisa memilih pilihan manakah yang terbaik bagi hidupnya, bagi masa depannya.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dari elegi di atas saya mendapatkan pelajaran bahwa kita tidak boleh melampaui batas dalam berpikir. Selain berpikir agama kita juga mengajarkan bahwa kita tidak boleh melampaui batas dalam bertingkah laku. Hati harus dilibatkan dalam berpikir karena kita ketahui bahwa hati selalu tahu benar dan salah. Hati tidak bisa dibohongi tetapi ketika pikiran sudah berada diluar batas sering membuat hati menjadi lemah dan ketika itu syaitan dengan mudah menggoda kita untuk percaya pada mitos-mitos yang sulit dipercaya kebenarannya.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi di atas menunjukkan kesombongan dari para logos. Logos akan menguasai hati dan pikiran manusia ketika tidak mempunyai ilmu, ketetapan hati dan pemikiran yang kuat. Logos dapat menggoyahkan semua ilmu bahkan pondasinya jika semua perbuatan yang kita lakukan tidak didasari dengan niat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Logos akan selalu menggoda manusia yang selalu ingin dan terus belajar. Dengan demikian diperlukan hati yang ikhlas dan pemikiran yang kritis agar kita terhindar dari logos.

    ReplyDelete
  7. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini sebenarnya logos berkaitan erat dengan pikiran manusia. Hasil dari olah pikir, bersifat rasional, menyukai tantangan. Tapi ketika pemikiran itu semakin liar tanpa batas, yang terjadi adalah menjadi mitos.
    Maka, di perbatasan sana logos itu mitos dan mitos itu logos, hal itu terjadi jika mereka sama-sama samar dan tak memegang prinsipnya masing-masing. Kemudian pula ada syaitan yang senantiasa menguji hati untuk berbuat dosa. Sehingga di sini pesan yang dapat diambil yaitu bagaimana memegang prinsip itu, memegang ideologi dengan pikiran kita, tapi tidak meninggal hati dalam bertindak, agar tetap berada dalam jalan yang benar. Kemudian untuk tetap memegang idealisme pula memohon pertolongan dari Allah Ta’ala agar dikuatkan.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2

    Sebenar-benar ilmu itu adalah proses yang tidak ada akhir. Ilmu itu tidak ada finalnya. Sudah selayaknya harus dikejar setiap saat. Adalah salah besar bagi orang yang menyombongkan ilmunya, yang sesungguhnya belum berarti apa-apa ilmu itu jika dibandingkan dengan ilmu yang sesungguhnya yang terus berproses. Ilmu saja tidak pernah berhenti, apakah imbang jika kita sebagai pencari ilmu berhenti dan berdiri jumawa. Kesombongan dalam berilmu adalah suatu kesalahan. Oleh karena itu, jangan pernah biarkan "kacau hati" merasuki dirimu. Bagaimana bisa kau obati "kacau pikirmu" sedang obatnya pun sedang kacau(?)

    ReplyDelete
  9. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dari elegi ini kita diingatkan untuk tidak merusak kepercayaan yang telah disematkan kepada kita dan jangan hanya menyadari kesalahan orang lain semata. Di samping itu kita diingatkan agar tidak terlena dengan kekuasaan sehingga tidak menjadi pribadi yang angkuh dan sombong. Sebenar-benar penentu baik buruk seseorang adalah tergantung hati, semoga kita semakin meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga diberikan hati yang bersih.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Elegi ini mengingatkan kita agar tidak berperilaku sombong. Kesombongan akan menutup ilmu- ilmu kita, kesombongan akan menutup kemampuan berpikir kritis, sebagaimana kesombongan mengubah logos menjadi mitos. Maka tidaklah boleh kita sombong akan ilmu yang telah kita miliki. Karena kesombongan hanyalah akan menutup ilmu- ilmu kita. Karena kesombongan hanya akan menutup daya kritis kita. Dan apalah yang dapat kita sombongkan dari ilmu kita yang begitu kecil.

    ReplyDelete
  11. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Sekian banyak sifat yang dimiliki oleh manusia satu diantaranya adalah ingin tahu. Sifat ingin tahu ini akan mendorong manusia untuk bereksplorasi. Namun ketika seseorang melakukan eksplorasi yang terlalu berlebihan hingga melupakan kodratnya sebagai manusia, maka celakalah ia. Karena sungguh, manusia memiliki kemampuan yang terbatas, tidak bisa menggapai seluruh dimensi ruang dan waktu. Karena sesungguhnya hanya Allah SWT Yang Maha Tahu lagi Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  12. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Refleksi dalam blog ini adalah apa yang telah kita peroleh selama ini belum tentu telah sampai pada yng kita targetkan, maksudnya apabila seseorang murid telah mencapai kompetensi yang yang diharapkan gurunya, misalnya telah berada di atas KKM, tapi belum tentu siswa tersebut telah mencapau kompetensi lain dalam pembelajaran tersebut, seperti kompetensi karakter. Padahal kedua kompetensi tersebut sama-sama penting. Hal itu terjadi karena tidak ada yang benar-benar dapat mencapai kesempurnaan, selalu ada celah yang membuat keyakinan tentang kesempurnaan itu terkikis. Oleh karenanya manusia hanya bisa berusaha menjadi penyempurna logosnya masing-masing, agar mitos yang ada dalam pikirannya dapat menjadi bantuan untuk memaksimalkan logosnya.

    ReplyDelete
  13. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini adalah kesombongan dapat membuat kemampuan yang dimiliki tidak ada manfaatnya. Memiliki sikap yang rendah hati akan membantu dalam semua kegiatan dan berujung dengan keikhlasan. Menyadari kekurangan yang dimiliki bukanlah hal yang memalukan, akan tetapi kita memerlukan itu agar selalu mau belajar terhadap apapun dan terhindar dari sifat sombong.

    ReplyDelete
  14. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi Pemberontakan para logos, dalam elegi ini logos adalah pikiran manusia. Pikiran manusia mencakup obyek pikir, hasil olah pikir yang sejatinya bersifat rasional dan luas bahkan terkadang liar. Pemikiran manusia yang liar dan tak mengenal batasan maka akan menjadi sebuah mitos. Sehingga di suatu titik tertentu ada kalanya logos itu akan menjadi mitos, dan mitos itu akan menjadi logos. Hal itu akan terjadi, jika keduanya sama-sama abu-abu dan melawati batasan yang semestinya sehingga melepaskan prinsip yang selama ini mereka pegang. Lepas kendali dari prinsip yang kita pegang, itu salah satunya disebabkan oleh syaitan yang mempengaruhi hati untuk berbuat dosa. Oleh karena itu, dari elegi ini saya belajar bahwa kita harus memegang prinsip kita dan jangan sampai tergoda oleh godaan syaitan yang membuat kita lali dan sombong sehingga berbuat sesuatu yang diluar kendali. Terima kasih.

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Hati adalah hal yang penting bagi seorang manusia. Jika hatinya baik, maka baik jugalah kehidupannya. Hati merupakan cermin. Jika ada sesuatu yang meragukan, maka tanyakanlah kepada hatimu. Sehingga, apa yang ada di dalam fikirkan maka cerminkanlah kepada hati. Jangan sampai fikiran-fikiran kita menjadi mitos hanya karena menuruti nafsu syeitan. Sungguh sebuah kerugian jika fikiran kita telah menjadi mitos. Ikuti kata hati, jauhi nafsu syeitan yang mengajak kepada mitos, lalu memilihlah dengan hati yang kau yakini.

    ReplyDelete
  16. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matemaika B 2017

    Janganlah kita bersikap sombong. Setinggi-tingginya ilmu, jabatan, kesuksessan jika kita sombong, maka sama saja tidak ada artinya. Kesombongan dikarenakan seseorang tidak mampu menahan hati. Penyakit hati sesuatu yang sulit untuk di sembuhkan, namun perlahan bisa kita hindari. Jaga hati, maka sebetul-betulnya hati adalah doa, sedangkan hati itu adalah teman bagi logos-logos yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Semoga kesombongan akan jauh dari diri kita. Aamiin.

    ReplyDelete
  17. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Logos logos yang ditugaskan untuk mematahkan mitos. Manusia termasuk salah satu mahluk hidup yang sempurna, tapi tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan. Ilmu pengetahuan, jabatan hanyalah alat untuk membuat manusia merasa lebih dari yang lainnya. sebagai manusia sebaiknya kita tetap sadar diri dan rendah hati agar tidak mudah diperdaya oleh syaitan.

    ReplyDelete
  18. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Elegi pemberontakan para logos ini merupakan refleksi terhadap pikiran kita. Apa yang kita pikirkan maka sebaiknya berdasarkan hati yang jernih. Karena dengan hati yang jernih maka akan menghasilkan pikiran yag jernih pula. Hati yang keruh merupakan jalan masuknya syaitan. Jika sudah demikian maka sulit untuk memikirkan hal-hal yan baik, karena dipenuhi dengan keakuan dan menjadikan pribadi yang sombong. Oleh karena itu dengan mendekatkan diri kepada Allah serta mengharap pertolongan kepada-Nya semata-mata mengharap ridha dari-Nya semoga dapat menjadikan hati selalu bersih dan terhindar dari penyakit hati.

    ReplyDelete
  19. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    dari tulisan elegi kali ini, saya mendapatkan kesimpulan bahwa hati kita kadang-kadang merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain, lebih paham dari orang lain, apalagi jika terpengaruh oleh bisikan syaitan. maka dari itu sangat penting untuk selalu rendah hati dan tidak merasa lebih tinggi daari orang lain. dan yang paling utama adalah meminta perlindungan Allah dari syaitan.

    ReplyDelete
  20. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Salah satu pesan yang disampaikan melalui elegi ini ialah janganlah bersikap sombong. Ketika para logos menyadari bahwa masing-masing mereka telah mengalahkan banyak mitos, semakin kuat dan berlimpah energi, sesungguhnya saat itulah para logos itu lemah. Begitu pula dengan manusia, ketika manusia tinggi hati dengan kelebihan yang telah diperoleh atau dilakukannya maka saat itulah sesungguhnya mereka bukanlah apa-apa. Sehingga, kunci dalam melakukan segala sesuatu yang kita jalani adalah dengan keikhlasan dan kesungguhan hati. Kandungan pesan selanjutnya ialah bahwa manusia dapat saja khilaf dalam perjalanan hidupnya seperti halnya hati yang khilaf karena salah satu jenis emosi terburuk yakni marah. Kita sebagai manusia tentu tak lepas dari khilaf dan salah, akan tetapi suatu hal yang bijak jika kita sesegera mungkin untuk menyadari, merefleksi dan memohon ampunan kepada Yang Maha Pengampun karena ampunanNya sangat luas.

    ReplyDelete
  21. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Lagi-lagi tulisan ini membuat saya berkaca-kaca ketika membacanya. Implikasi elegi ini dalam kehidupan, manusia yang memiliki kelebihan seringkali ia merasa angkuh, sombong, paling pintar, dan paling benar sendiri. Sifat-sifat itulah yang dapat membuat seseorang terjatuh karena lupa dengan hati untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Berbagai sanksi, hukuman, peringatan dan sebagainya mulai menghampiri. Di saat itulah kita akan merasa sangat sulit. Bahkan hampir setiap hari dipenuhi dengan air mata. Saling menuduh satu sama lain, saling menyalahkan. Hingga pada akhirnya yang tidak kita undang untuk datang, dia datang dengan sendirinya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  22. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dialah Sang Penguasa Hati. Dia yang berhak mutlak dan absolute untuk menguasai hati kita. Tak ada satupun yang bisa mengubahnya jika Ia sudah berkehendak. Kedatangannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyadarkan kita karena Dia masih menyayangi kita dan menginginkan kita agar menjadi insan yang lebih baik lagi. Berbagai petunjuk Ia datangkan. Malaikat-malaikat yang menjelma sebagai manusia mulai Ia dekatkan kepada kita. Tersadar dan mohon ampunan, kemudian memperbaiki diri. Allah akan mengampuni setiap hambaNya yang mau bertaubat dengan sungguh-sungguh. Setelah itu kita beristiqomah melaksanakan perintah dan menjauh laranganNya. Niscaya Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun dan selalu membimbing jika kita mengalai kesulitan dari arah yang tidak kita duga. Wallahualam ... .
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  23. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak,
    Berdasarkan apa yang saya pahami, ketika seseorang berpikir di luar batas-batasnya bahkan sampai meragukan keyakinan dan hatinya maka sebenar-benar semua itu adalah mitos. Kemudian ketika hati seseorang marah maka sebenar-benarnya hati itu telah dinodai oleh syetan. Lalu ketika pikiran telah menjadi mitos dan hati telah terkena hasutan syetan maka semua pikiran kritis yang telah dibangunnya akan roboh begitu saja. Seseorang tak mampu lagi melindungi dirinya dari segala ancaman. Sehingga sebagai seorang manusia, harus mengerti akan batas-batas dalam berpikir, selalu menggunakan hati dan spiritual sebagai landasan dalam berpikir. Selain itu, karena hasutan syetan datang tak permisi maka hendaknya waspada dengan selalu berdoa agar dijauhkan dari hasutan syetan.

    ReplyDelete
  24. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia selalu berpikir dirinya sudah mencapai pengetahuan dan menjadi sombong. Ketika cobaan itu datang dan ia tak bisa menyelesaikanmya sendiri,barulah ia menyadari betapa ia tak mengerti apapun dan hanya dapat bersandar pada Tuhan yang memiliki kuasa mutlak akan hidup manusia.

    ReplyDelete
  25. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Artikel yang sangat menarik. Dari ungkapan ketiga belas logos diatas, saya ingin mengomentari logos kelima, dimana tantangan hidupnya adalah awal. Awal disini menurut saya bermakna sebagai permulaan atau memulai. Dimana saya pribadi sulit sekali rasanya untuk memulai sesuatu yang sebenarnya sudah terdapat gagasan dalam kepala. Padahal sebenarnya ketika sudah memulai sesuatu tersebut tidaklah sulit seperti yang dipikirkan. Saya setuju dengan pernyataan Bapak di kelas yaitu kerjakanlah apa yang kalian pikirkan dan pikirkan lah apa yang kaian kerjakan.

    ReplyDelete
  26. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Artikel yang sangat menarik. Dari ungkapan ketiga belas logos diatas, saya ingin mengomentari logos kelima, dimana tantangan hidupnya adalah awal. Awal disini menurut saya bermakna sebagai permulaan atau memulai. Dimana saya pribadi sulit sekali rasanya untuk memulai sesuatu yang sebenarnya sudah terdapat gagasan dalam kepala. Padahal sebenarnya ketika sudah memulai sesuatu tersebut tidaklah sulit seperti yang dipikirkan. Saya setuju dengan pernyataan Bapak di kelas yaitu kerjakanlah apa yang kalian pikirkan dan pikirkan lah apa yang kaian kerjakan.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ilmu yang kita dapatkan dengan susah payah kita mempelajarinya adalah sebuah anugrah dari Allah SWT, itu artinya kita dipercaya oleh Allah untuk berkesempatan memahami ilmu-ilmu tersebut, untuk itu janganlah lupa selalu bersyukur dan tidak membangga-banggakan atas ilmu yang telah kita pelajari, dan jangan pernah merasa puas atas pencapaian ilmu yang sudah didapat. Jikalau atas pencapaian ilmu-ilmu tersebut kita berlaku sombong, maka ilmu-ilmu tesebut akan menjelma menjadi mitos-mitos yang bisa membuat pikiran kita kacau bahkan tidak berdaya. Akibatnya tidak hanya pikiran saja yang terkena dampaknya, tetapi hati pun terkena dampaknya juga, yaitu mudah dihasut rayuan syaitan. Maka syukurilah jika berhasil menggapai logos, jangan sampai terjebak oleh mitos.

    ReplyDelete
  28. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Asslamualaikum Wr. Wb. Dalam sejarah umat manusia, logos telah memberontak dan meruntuhkan singgasanan mitos dan menguburnnya ke dalam tong sampah sejarah. Logos telah berhasil memenangkan dialektikanya sebagai antitesa dari zaman yang kolot. Pemberontakan logos adalah keniscayaan sejarah.

    ReplyDelete
  29. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Semua berawal dari kesombongan dan kemarahan. Dimana kesombongan logos yang merasa mereka sudah dapat mengalahkan mitos-mitos, padahal kesombongannyalah awal dari mitos-mitosnya. Begitupula dengan hati, dimana sebnarnya hatilah yang dapat memberikan batas-batasan kepada logos ketika logos sudah melampai batas, bukan malah menghindar dan marah. Maka dari situlah dapat dikatakan bahwa hati tersebut sudah kacau, awal dari kekacauan hati adalah berasal godaan syetan. Hati dan logoos adalah dua hal yang harus sejalan, agar logos tidak terjebak dalam mitos maka diperlukan hati yang bersih dari godaan syetan.

    ReplyDelete
  30. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Kita harus berhati-hati dalam berfilsafat, karena logos sangat rentan berubah menjadi mitos. Ketika kita berhenti berpikir itulah mitos, ketika kita puas maka itulah mitos, ketika kita menyerah maka itulah mitos, ketika kita pesimis itulah mitos. Demikian pula apa bila kita sombong, maka itulah mitos, apabila melewati batas maka itulah mitos, apa bila kita rakus maka itulah mitos. Begitu pula hati sangat rentan dengan syetan, sedikit celah dihati akan dengan cepat dihuni oleh setan. Maka kita harus berhati-hati, antara logos dan hati sling menjaga, serta berdoa dan bertobat untuk menghapukan setan dan mitos dalam diri kita. Marilah kita senantiasa berdoa dan minta ampun kepada Allah SWT, semoga kita digolongkan orang yang beruntung. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete