Sep 20, 2010

Elegi Pemberontakan Para Logos




Mengingat pentingnya Elegi ini maka sengaja saya postingkan kembali:

Oleh Marsigit

Hati:
Aku sedang menyaksikan para logos mulai beraktivitas. Beberapa diantara mereka beraktivitas sesuai batas-batasnya, tetapi aku melihat sebagian diantara mereka mulai melampaui batas-batasnya. Aku ingin mengetahui apa sebetulnya yang terjadi pada logos-logos itu. Wahai para logos, apakah yang terjadi pada dirimu sehingga engkau kelihatan gelisah serta ada diantara engkau malah beraktivitas melampaui batas-batasmu.

Logos1:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dirimu. Maka engkaulah, yaitu engkau hati, sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua relung hatiku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti hatiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos2:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah irrasional. Maka irrasional adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku merasa tertantang untuk mengetahui semua yang irrasional, walaupun aku tahu bahwa irrasional itu tidak rasional. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang irrasional. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos3:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah ghaib. Maka ghaib adalah sebenar-benar merupakan tantanganku. Ketika aku menginginkan bertemu dengan ghaib maka dia itu tidak mau memunculkan diri. Padahal aku ingin mengetahui semuanya tentang yang ghaib itu.Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti yang ghaib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos4:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah mimpi. Maka engkaulah mimpi itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Aku ingin mengetahui semua mimpi. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti mimpiku. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos5:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah awal. Maka awal sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti awal. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos6:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah akhir. Maka akhir itulah sebenar-benar merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang akhir. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos7:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya jauh tak hingga. Maka jauh tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang jauh tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos8:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya dekat tak hingga. Maka dekat tak hingga merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti dekat tak hingga. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos9:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah diriku . Maka diriku merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang diriku sendiri. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos10:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah noumena . Maka noumena merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang noumena. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.
Logos11:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah dibalik penampakan. Maka dibalik penampakan merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang dibalik penampakan. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos 12:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah nasib. Maka nasib merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang nasib. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Logos13:
Wahai hati, ketahuilah bahwa aku telah banyak berjuang. Perjuanganku itu tidak main-main. Aku telah berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos. Setelah aku berhasil mengalahkan banyak mitos-mitos, maka aku merasa energiku semakin kuat. Aku bahkan merasakan bahwa energiku itu melimpah. Tetapi aku masih mempunyai tantangan. Sedangkan tantanganku sebenarnya adalah arwah. Maka arwah merupakan tantanganku. Kenapa selama ini engkau membuat mitos bahwa aku itu tidak bisa mengerti tentang arwah. Itulah mengapa aku memberontak terhadapmu.

Hati:
Cukup...cukup. Wahai para logos. Rupa-rupanya engkau semua telah lancang terhadapku. Engkau telah menyalah gunakan kepercayaanku terhadapmu. Bahkan sebagian darimu telah melakukan hal-hal di luar batas-batasmu. Maka sebenar-benar dirimu semua aku kutuk. Terkutuklah engkau semua. Engkau semua sebenar-benarnya bukanlah logos. Engkau semua adalah mitos-mitos. Ketahuilah bahwa hatiku selalu waspada mengamati gerak-gerikmu. Engkau semua telah menjelma menjadi mitos, dikarenakan kesombonganmu akan gelarmu selama ini sebagai logos. Aku benar-benar menyesal telah memanjakanmu semua. Maka sekali lagi, tidak adalah logos-logos itu di hadapanku. Yang ada di hadapanku semua itu adalah mitos.mitos. Dengarkanlah wahai semua mitos-mitos, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah semua dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera.

Para mitos (jelmaan logos):
Wahaha..haha. Ketahuilah engkau yang mengaku sebagai hatiku. Kuman disebarang lautan tampak, sedangkan gajah di pelupuk mata tidaklah tampak. Aku juga tidak lagi mempercayaimu. Ketahuilah bahwa engkau juga telah membuktikan di hadapanku, bahwa engkau itu sebenarnya bukanlah hatiku yang sebenarnya. Dengan kemarahanmu itu, maka telah masuklah ke dalam dirimu seekor syaitan. Maka tiadalah dirimu itu, kecuali sebuah hati yang telah berubah menjadi seekor syaitan. Maka dengarkanlah wahai syaitan. “Dengarkanlah wahai syaitan, lihatlah diriku. Aku sekarang ini sedang marah besar terhadapmu semua. Dan sekaranglah saatnya aku harus mengambil sikap tegas terhadapmu. Maka enyahlah engkau dari hadapanku. Aku tidak sudi bergaul dan berkomunikasi denganmu. Enyahlah...enyahlah segera”.
Wahaha..haha. Kenapa engkau kelihatan pucat pasi, padahal kalimatku yang terakhir itu hanya pura-pura. Aku sebetulnya hanya menirukan gayamu saja. Maka munafiklah engkau syaitan. Wahai syaitan, ketahuilah bahwa tidaklah pada tempatnya bahwa syaitan itu bermusuhan dengan mitos-mitos. Menurutku, antara syaitan dengan mitos itu pastilah harus bekerja sama. Maka renungkanlah. Renungkanlah kembali sebelum engkau menyesal dikemudian hari.

Syaitan (jelmaan hati):
Wah ..maafkan wahai para mitos. Aku tidak menyangka kalau telah bertemu dengan sahabat sejatiku. Engkau para mitos itu adalah sahabat sejatiku. Maka tiadalah aku akan bertindak semena-mena terhadap dirimu itu. Sekali lagi maafkanlah.

Akar rumput:
Aku sedang menyaksikan kejadian luar biasa. Ada orang tengah sombongnya berjalan di muka bumi. Setelah aku amati, ternyata dia adalah para mitos dan sahabatnya, syaitan. Ya Tuhan, ampunilah diriku. Ampunilah dosa-dosa orang yang telah berbuat dhalim di muka dunia ini. Tiadalah daya upayaku, kecuali hanyalah diri Mu yang mampu menghancurkan syaitan-syaitan itu.

Syaitan dan mitos:
Oauit...kenapa kakiku ini. Aneh pula kakiku ini. Tidak ada sebab, kenapa kakiku kemasukkan duri. Ak lihat jalannya lurus dan bersih. Oauit...terasa sakit sekali. Wahai mitos, kenapa kaki kita kemasukkan duri dan dari mana duri itu?

Mitos:
Maafkanlah syaitan, aku sekarang bukan menjadi logos lagi. Aku telah engkau kutuk menjadi mitos. Maka aku tidak lagi bisa berpikir kritis. Maka maafkanlah aku. Karena aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu. Aku merasa malu sekali mengapa hanya persoalan sepele seperti ini aku tidak bisa memikirkan. Kenapa aku tidak tahu asal usul duri ini. Padahal sebelum engkau kutuk aku telah sesumbar dan menantang dan memberontak terhadap hati bahwa aku ingin menantang semuanya yang ada dan yang mungkin ada sampai batas pikiranku. Sekali lagi maafkan aku. Aku tidak akan mengulangi perbuatanku lagi. Aku betul-betul menyesal telah berbuat dholim di muka bumi ini. Maka wahai hatiku maafkanlah diriku.

Hati (setelah syaitan menghilang):
Iba rasa hatiku wahai saudaraku. Wahai engkau logos-logosku. Aku telah menyaksikan engkau telah kembali menghampiriku. Ingin menitikkan air mata rasanya diriku itu melihat engkau semua telah menyadari kesalahan-kesalahanmu. Demikian pula aku. Mohon maafkanlah diriku, karena aku juga telah terbawa emosi sehingga aku sempat dihampiri syaitan. Aku juga menyesal telah mengutukmu. Maka sebetul-betulnya hatiku adalah doaku, sedangkan hatiku itu adalah teman bagi logos-logosku yang mengetahui batas-batasnya. Marilah kita kembali menetapkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan YME, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Semoga Tuhan mengabulkan semua doa-doa kami. Amien.

Orang tua berambut putih:
Aku telah menyaksikan semua kejadianmu itu. Aku ingin katakan bahwa aku tidak bisa berkata. Kalimat kontradiksiku itu merupakan lambang bagi kehadiranku, yaitu bahwa aku hadir walaupun tidak engkau panggil. Maka renungkanlah.

36 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Memahami kisah elegi ini saya mendapatkan pelajaran bahwa kesombongan dapar mempengaruhi hati dan pikiran kita. Hati yang sombong dapat dengan mudah terpengaruh oleh syaitan. Pikiran yang sombong akan dengan mudah berubah menjadi mitos-mitos. Oleh karena itu, kita harus menjauhi sifat sombong yang dapat dengan mudah mempengaruhi dan mengubah hati dan pikiran kita. Semoga setelah memahami elegi ini kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Logos menjelaskan alasan pokok mengapa suatu hal adalah apa adanya, prinsip dan metode yang digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala dalam suatu disiplin tertentu, aspek-aspek di dalam suatu benda dan fenomena yang membuat benda maupun fenomena itu dapat kita mengerti. Oleh karenanya, logos memiliki batasan bahwa mereka hanya dapat mengkaji sesuatu hal apabila hal tersebut dapat dipahaminya secara rasional. Dalam elegi ini, logos secara eksplisit menyebutkan beberapa batasan-batasan yang seharusnya tidak mereka lampaui karena memang itu bukan jangkauan dari logos.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Logos tidak dapat memahami mimpi. Dalam tidur sering muncul mimpi, padahal realitasnya orang yang sedang tidur berada di bawah alam sadar, bahkan tidur sama dengan mati sebentar, sedangkan mati sama dengan tidur yang panjang. Lalu, mengapa orang yang berada di alam bawah sadar dapat bermimpi? Apakah mimpi itu realitas atau khayalan? Karena tidak ada perbedaan signifikan antara kenyataan yang ada dalam mimpi dan kenyataan ketika kita terjaga, karena gambarannya sama. Ketika seseorang bermimpi bertemu dengan kakeknya, kemudian dia benar-benar bertemu dengan kakeknya. Apakah yang benar itu ketika tidur atau terjaga, tidaklah jelas karena hasilnya tidak ada bedanya. Apabila seseorang bermimpi dikejar-kejar setan, ada yang dalam mimpinya benar-benar ketakutan, tidurnya terlihat gelisah dan berteriak-teriak histeris. Ketika terbangun dari tidurnya, napasnya tersengal-sengal seperti baru dikejar anjing galak. Jika ditanya, apa yang terjadi? Dia akan menjawab aku bermimpi di kejar setan. Jika mimpi buruk cukup menyiksa orang yang sedang tidur, apalagi jika orang yang tidur panjang (mati), setiap hari bermimpi dikejar dosa yang menjadi penyebab ia disiksa. Setiap hari mimpi menyeramkan menghantuinya, maka setiap hari ia akan tersiksa di alam barzah. Dari contoh-contoh tersebut bukan berarti logos tidak mengetahui apa itu mimpi, tetapi logos tidak mampu memahami hubungan antara mimpi dan realitas yang sesungguhnya, sehingga jawaban-jawaban atas rahasia mimpi membutuhkan perenungan yang mendalam dan seolah-olah tidak dapat dijelaskan secara rasional.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Menggapai logos bukan sesuatu hal yang mudah karena pasti ada yang diperdebatkan. Sebenar-benar logos ketika adanya pemberontakan dari logos itu sendiri. Oleh karena itu terus berpikir untuk menggapai logos tetapi jangan lupa sandarkan hati dan pikiranmu pada Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Ada hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan tapi kita rasakan dan kita yakini dalam hati, seperti perkara ghaib dan hal-hal yang bersifat perasaan. Bila kita memaksakan berpikir diluar jangkauan maka hati atau iman kita rawan terkena godaan setan. Jadi dalam hidup ada sesuatu yang harus kita yakini dan ada sesuatu yang kita harus berpikir dahulu agar kita tidak tersesat dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    logos merupakan jelmaan dari ilmu yang kita miliki. maka gunakanlah berimbangan dengan hati. agar apa yang telah diperjuangkan oleh para logos menjadi sesuatu yang bermanfaat. hati yang bersih tanpa godaan syeitan tentu bisa membawa kepada kebenaran yang sebenarnya. bukan pada kebenaran yang semu semata.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kemampuan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah berupa akal yang dapat digunakan untuk berpikir.
    Dengan akal ini manusia dapat memperoleh banyak ilmu yang ingin didapatkan.
    Akan teatpi sering kali manusia menjadi sombong dan lalai ketika dia sudah merasa lebih akan kemmapuan berpikirnya.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari membaca elegi diatasa saya menrefleksi bahwa jangan menyombongkan apa yang telah kita raih. Para logos pada elegi menyampaikan apa-apa saja yang telah mereka raih selama ini kepada hati, seolah berlomba-lomba siapa yang paling hebat. Dari situ diambil pelajaran agar senantiasa menjauhi bisikan syetan agar tidak menjadi manusia yang sombong, gunakan hati dan pikiran untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Tetapkanlah hatimu menjadi pemimpin bagi pikiranmu. Jika seseorang sombong dengan keadaan dirinya, maka yang ada padanya bukan logos, melainkan mitos dan hatinya sudah dirasuki setan. Seseorang yang selalu berdoa dan berserah pada TUHAN pasti akan dimampukan oleh TUHAN untuk menjaga hatinya sehingga apa yang dipunyai dipakaiinya untuk sesuatu yang baik.

    ReplyDelete
  10. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Hati dan pikiran tak selamanya selalu berjalan beriringan. Adakalanya mereka berlawanan arah. Perlawanan arah tersebut titik tengahnya adalah kesombongan. Kesombong yang berakhir pada malapetaka yang tak seharusnya terjadi. Apa yang dapat akan disombongkan oleh manusia? Kita tidak memiliki segalanya, kecuali tabungan yang kita penuhi di saat di dunia ini. Tabungan tersebut ialah amal ibadah ikhlas yang kita lakukan semasa hidup.

    ReplyDelete
  11. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Batas antara mitos dan logos itu tipis sekali. Logos bisa berubah menjadi mitos ketika telah ada angkuh di dalamnya, angkuh untuk memikirkan segala hal. Padahal pkiran kita memiliki batas. Ada pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak bisa kita jawab, yang hanya Allah yang Maha tahu yang dapat menjawabnya. Hati juga bisa menjadi syaitan saat ada amarah di dalamnya. Jadi hati haruslah dijaga kesuciannya, dijaga dari amarah agar mampu memberikan yang terbaik, logos dijaga dari keangkuhan agar bisa memberikan ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Berpikir (berlogika) haruslah ada batasan. Batasannya adalah iman dan takwa (keyakinan). Karena ada hal-hal yang seharusnya tidak kita pikirkan tapi kita rasakan dan kita yakini dalam hati. Hal-hal yang bersifat perasaan, dan ghaib bukanlah hal yang bisa kita pikirkan. Tapi kita rasakan dan kita percayai keberadaannya.

    ReplyDelete
  13. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    logos mempunyai kemerdekaan untuk berpikir kritis dan berkembang sesuai kebaikan dan mannfaatnya. namun terkadang ada logos yang melampaui batas sehingga dia lupa hakekat dari dirinya sendiri. karena lupa tersebut, secara tidak sadar dia telah menjadi mitos. jika logos diumpamakan sebagai logika / rasional, maka penyeimbangnya adalah hati. jika logos telah melenceng dari tugas dia yang sebenarnya, maka tugas hati untuk meluruskannya kembali. namun hati juga dapat diganggu oleh syaitan. sehingga dia tidak lagi melaksanakan tugasnya untuk meluruskan logos, namun malah menjadi teman karib mitos. karena semua inilah, maka logos dan hati harus sama-sama waspada, saling instropeksi dan menetapkan iman serta meminta perlindungan dari Yang Maha Kuasa untuk selalu dituntun pada jalan yang benar dan tidak melenceng dari tugas-tugas aslinya.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    sebelum melakukan sesuatu, setiap manusia selalu memikirnkannya terlebih dahu. dalam berpikir ini, maka tidak lupa hati ikut dalam mengatur apa yang sedang kita pikirkan. agar semata-mata pikiran kita tidak melenceng ke arah yang salah

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Antara logos dan hati tidak akan selamanya bisa sejalan, terkadang akan terjadi kontradiksi. Logos mempunyai batas sehingga dia sekali-kali tidak akn pernah mencapai hati. Sehingga sebaiknya untuk mengambil suatu keputusan tidak hanya mengandalkan logos, namun perlu juga pertimabangan hati. Dengan adanya kesepakatan antara logos dan hati yang jernih maka akan mendapatkan keputusan yang mendekati sempurna.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seluas-luasnya manusaia berpikir kritis janganlah sekali-sekali menyenggol batasnmu, karena ada hal-hal yang tidak dapat dipikirkan tanpa didampingi dengan sang Illahi. Sekali engkau meninggalkannya maka kau akan bertemu dengan syetan yang menyesatkanmu pada jurang yang amat dalam yang dihuni para mitos. Jadi lindungi hati dengan terus berpegang dan berdoa pada sang Illahi.

    ReplyDelete
  17. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Dari kejadian besar di atas saya menangkap pesan yaitu Pikiran kritis manusia memang selalu menuntut ingin tahu tentang semuanya, tetapi kadang tidak terjangkau oleh akal itu sendiri. Jika pikiran sudah mencapai batasnya dan hati tidak sabar dengan itu, maka dapat dikuasai setan dengan mudah dan membolak-balikkan akal manusia dengan bisikan-bisikannya. Supaya itu tidak terjadi, jika pikiran sudah mencapai batasnya kembalikan semua kepada Yang Memiliki Semua Ilmu supaya tidak terjadi kesombongan pikiran dan kelengahan hati.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Terkadang perjuangan seseorang tidak dihargai oleh orang lain. Hal tersebut sepertinya hanya akan membutuhkan upaya besar hati dari orang yang tidak dihargai, namun terkadang juga merasa tidak terima dan melakukan pemberontakan terhadap diri sendiri karena adanya rasa kecewa. Seperti yang diungkapkan oleh Logos 1 bahwa hati merupakan sebenar – benar tantanganku. Ada hal – hal yang memang dalam hidup ini terkadang menguji kesabaran, kekuatan, dan kebaikan hati kita. Sejauh mana mau mengampuni dan bersabar itulah pencapaian dari logos1 atau hati masing – masing.

    ReplyDelete
  19. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Logos merupakan jelmaan ilmu yang kita miliki. ilmu yang kita miliki memang tidak seberapa. kita masih harus banyak belajar dan belajar. belajar tidak hanya di sekolah tetapi juga bisa dimana saja. melalui apapun siapapun kita dapat belajar.

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Manusia sering kali termakan oleh kesombongan dengan sedikit ilmu yang telah dimilikinya. Pengetahuan yang manusia miliki sebenarnya masih sangat sedikit dan tidak akan dapat melampaui pengetahuan sang Pencipta. Ada juga beberapa manusia yang selalu merasa tidak puas dan termakan oleh rasa ingin tahu sehingga mengabaikan hati nuraninya. Akibat dari kesombongan manusia itulah yang menjadikan logos-logos bergerak melampaui batas-batasnya. Logos seharusnya berhenti di depan spiritual. Kesombongan logos akan mengubah ilmu pengetahuan menjadi bahan eksperimen yang disalahgunakan.

    ReplyDelete
  21. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Sesungguhnya logos adalah ilmu yang selama ini dicari-cari oleh semua orang. Semakin banyak ilmu yabg diperoleh seseorang, maka akan semakin banyak pula keingintahuan yang lebih terhadap ilmu itu. Sehingga terkadang seseorang nekat melawan batasan-batasannya. Sebaiknya dalam meraih ilmu, pikiran dan hati kita itu selaras agar ilmu yang kita peroleh itu berkah.

    ReplyDelete
  22. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hati dan pikiran manusia tidak selamanya akan berjalan beriringan. Hal itulah yang membuat seseorang menjadi pribadi yang sombong. Seseorang yang sombong dengan segala sesuatu yang dimilikinya sama halnya dengan melakukan kebaikan yang sia-sia. Pasalnya segala sesuatu yang diberikan Allah SWT untuk kita bukan untuk disombongkan, melainkan dibelajarkan dengan saling membantu satu sama lain yang kurang beruntung dari kita. Oleh karena itu mulailah menginstropeksi diri menjadi pribadi yang tak sia-sia.

    ReplyDelete
  23. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Manusia juga merupakan makhluk sempurna yang diberi tugas sebagai khalifah di bumi. Manusia diberi anugerah yang besar, yaitu berupa akal pikiran yang sangat bermanfaat dalam kehidupannya. Namun tak jarang kita temui orang-orang yang terlena dengan segala kelebihan yang ia miliki, baik berupa harta, ilmu, jabatan, dan lain sebagainya. Kepuasan yang mereka miliki menjerumuskan dirinya pada lembah kesombongan yang menuntun mereka menjadi sahabat syaitan. Na’udzubillah... Godaan terbesar seseorang yang berilmu yaitu merasa dia orang yang mampu menguasai semua dengan kepintarannya. Ia tak sadar bahwa ia juga memiliki titik kelemahan (tak ada manusia yang terlahir sempurna). Bahkan ilmu-ilmu yang dimiliki terkadang diselimuti oleh mitos-mitos. Oleh karena itu, sebagai insan yang diberi amanah baik berupa ilmu, kesehatan, kekayaan, hendaknya mampu mengemban amanah tersebut dengan baik, yaitu dengan melakukan segala sesuatu dengan hati yang bersih.

    ReplyDelete
  24. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang dapat saya ambil elegi di atas adalah bahwa terkadang dalam hati terdapat kontradiksi. Agar hati dapat berpikir kritis dan menghasilkan perbuatan baik, kita perlu menetapkan iman dan taqwa kita kepada Allah kembali, dengan senantiasa selalu berdoa dan mohon ampun atas segala dosa-dosa kita. Tak lupa kita juga harus selalu melakukan instropeksi diri agar menyadari kesalahan-kesalahan kita.

    ReplyDelete
  25. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sungguh tidaklah pantas jika kita bertindak sombong, seakan-akan semua yang kita lakukan itu benar, dan meremehkan orang lain. Saat kita melakukan sesuatu yang melampaui batas, hendaklah kita merefleksi diri, siapa tau kita telah menuruti perkataan syaitan yang saat itu sedang merasuki hati kita. Jadi dari pemberontakan para logos yang ada pada elegi ini, jangan sampai kita angkuh dan melampaui batas. Tetap berada pada batasan mu yang telah menjadi ketenttuanNya

    ReplyDelete
  26. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi pemberontakan para logos mengajarkan bahwa kita tidak boleh sombong. Ilmu yang kita punya tidak seberapa dan tidak mampu mengetahui tentang awal, akhir, takdir, dll. Hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Dan kita harus selalu waspada dan hati-hati dengan godaan hati yang sering merupakan godaan syaithon.

    ReplyDelete
  27. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Logos dalam elegi pemberontakan para logos di atas dapat dimaknai sebagai ilmu. Ilmu tersebut yang oleh manusia dicari-cari. Namun terkadang saat manusia sudah mempunyai ilmu, ia merasa sombong seakan-akan ia sudah memiliki seluruh ilmu yang ada di dunia. Kesombongan tersebut menjerumuskan kita kepada syaiton. Alangkah baiknya kita tetap rendah hati sebanyak apapun ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  28. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    sesungguhnya yang ghaib itu sebenarnya ada. tetapi memang sebagai manusia yang biasa tidak dapat melihat hal yang ghaib. hal ghaib disekitar kita adalah memang sesungguhnya ada.
    dari elegi diatas juga mengajarkan kita untuk tidak sombong, karena kita hanyalah kecil dan tidak seberapa.

    ReplyDelete
  29. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Pada bagian pembuka dari elegi tersebut hati berkata bahwa banyak logo yang beraktifitas sesuai dan tidak sesuai bidangnya. Hal itu menunjukan bahwa pada dasarnya sebuah logo tidak bisa hanya beraktifitas dalam satu ruang lingkup saja tanpa adanya campur tangan dari logos-logos lain.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  30. Desinta Armiani 14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Logos pemberontak di dalam hati, terkadang hati merasakan hal-hal yang tidak perlu dirasakan, contohnya seperti hal yang menyimpang dari kebaikan. Sedangkan pola fikir harus bersinergi dengan hati. Waspada adalah ketika hati tak lagi baik lalu mempengaruhi pola berfikir kita. Oleh karna itu kita sebagai makhluk ciptaanNya harus senantiasa berdoa serta memohon perlindunganNya agar hati kita diteguhkan dalam kebaikan serta diteguhkan di atas agamanya.

    ReplyDelete
  31. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Logos bisa berubah menjadi mitos ketika si logos mulai sombong atas ke”logos”annya itu. Tingginya ilmu seseorang tidak menjamin bahwa dia akan selamat dunia akhirat. Ilmu yang terlalu disanjung-sanjung bahkan sampai menuhankan ilmunya maka dia akan menjadi seburuk-buruknya mitos. Maka berdoalah dan meminta pertolongan kepada Allah subhanahuwata’ala agar kita diberikan ilmu yang bermanfaat dan dapat mengaplikasikannya di kehidupan kita.

    ReplyDelete
  32. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Menurut saya kesombongan akan menjadi sangat berbahaya ketika kita sedang belajar. Jika mempelajari sesuatu dengan kesombongan maka secara otomatis kita bisa menutup diri dari sesuatu, karena kesombongan juga berhubungan pada berburuk sangka pada sesuatu. Dengan kesombongan kita bisa saja berburuk sangka pada hal yang sebenarnya dapat menambah pengetahuan kita.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251054
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kesombongan ini dapat muncul dari diri seseorang yang tidak menggunakan hati nuraninya secara baik-baik. Kesombongan ini dapat menimbulkan beberapa penyakit hati lainnya yang dapat menutupi ilmu yang telah dimiliki. Maka hal yang dapat dilakukan ialah dalam berpikir atau berlogika haruslah ada batasan. Batasannya adalah iman dan taqwa. Terdapat beberapa cara dalam mencegah hal tersebut, antara lain adalah adanya keikhlasan hati dan dalam mencari dan mengamalkan sebuah ilmu harus menggunakan hati yang jernih dengan penuh keihlasan dan semua hal tersebut ditujukan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Elegi Pemberontakan Para Logos mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyelaraskan pikiran dengan hati. Apa yang ada di pikiran kita seyogyanya sesuai dengan apa kata hati kita. Dengan pikiran dan hati nuraninya manusia bisa memilih pilihan manakah yang terbaik bagi hidupnya, bagi masa depannya.

    ReplyDelete
  35. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dari elegi di atas saya mendapatkan pelajaran bahwa kita tidak boleh melampaui batas dalam berpikir. Selain berpikir agama kita juga mengajarkan bahwa kita tidak boleh melampaui batas dalam bertingkah laku. Hati harus dilibatkan dalam berpikir karena kita ketahui bahwa hati selalu tahu benar dan salah. Hati tidak bisa dibohongi tetapi ketika pikiran sudah berada diluar batas sering membuat hati menjadi lemah dan ketika itu syaitan dengan mudah menggoda kita untuk percaya pada mitos-mitos yang sulit dipercaya kebenarannya.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi di atas menunjukkan kesombongan dari para logos. Logos akan menguasai hati dan pikiran manusia ketika tidak mempunyai ilmu, ketetapan hati dan pemikiran yang kuat. Logos dapat menggoyahkan semua ilmu bahkan pondasinya jika semua perbuatan yang kita lakukan tidak didasari dengan niat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh. Logos akan selalu menggoda manusia yang selalu ingin dan terus belajar. Dengan demikian diperlukan hati yang ikhlas dan pemikiran yang kritis agar kita terhindar dari logos.

    ReplyDelete