Oct 1, 2010

Elegi Menggapai Bahasa




Oleh Marsigit

Bahasa:
Sampai saatnya aku perlu merefleksikan diriku. Silahkan para anggotaku, pertama kenalkanlah dirimu masing-masing, kedua jelaskanlah siapa dirimu. Kemudian bersiaplah menjawab jika ada pertanyaan.

Analog:
Kenalkan aku adalah analog. Pekerjaanku adalah menyelidiki susunan dan arah kesemestaan kenyataan. Tetapi perhatian utama dan pertamaku adalah pada kenyataan yang ada. Aku menjadi alat utama dan pertama bagi kesadaran manusia. Terlebih-lebih bagi para ilmuwan, pemikir dan juga para filsuf. Keberadaanku itu bersifat ontologis tetapi fungsiku bersifat epistemologis. Fungsiku adalah menyatukan bahasa dan pikiran. Artinya, aku berusaha menyatakan pikiran dengan bahasa, tetapi bahasaku ternyata menghasilkan pikiran juga. Kata-kata adalah wakil-wakilku yang paling sederhana, sedangkan pengertian atau konsep merupakan wakil dari pikiranku. Tiadalah kata dan konsep itu dapat dipisahkan. Adapun konsepku yang paling dalam adalah konsepku tentang yang ada, lebih khusus lagi yaitu tentang pengada. Maka keberadaanku itu ditentukan oleh fungsiku menyatakan konsep-konsep pengada .

Bahasa:
Penjelasanmu kelihatannya terlalu mekanistis, kaku, sulit, masih di langit dan belum membumi. Berikan contoh-contoh kongkritnya.

Analog:
Baiklah. Sebelum aku memberi contoh-contoh kongkrit, maka aku sampaikan bahwa teman karibku adalah reduksi dan kelengkapan. Reduksi adalah penyederhanaan atau simplifikasi. Sedangkan kelengkapan adalah usahaku menggapai ilmuku menggunakan bahasaku. Jika aku berpikir tentang konsep “satu”, maka “satu” itu berlaku bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Artinya, pertama aku mungkin berpikir bahwa kepalaku itu hanyalah satu, maka dengan bahasa analog konsep satu itu berlaku bagi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga saya bisa mengatakan satu buku, satu tujuan, satu manfaat, satu batu, satu tumbuhan ...dst.

Bahasa:
Apakah masih ada contoh lain yang mudah dipahami.

Analog:
Jika saya menunjuk sifat dari jatuhnya selembar daun ke tanah, dan kemudian daun itu menutupi tanah. Maka saya bisa mengambil analogi jatuhnya cat ke permukaan dinding sehingga menutupi sifat dinding. Jatuhnya bedhak ke mukaku, sehingga menutupi kulit mukaku. Dst.... Itulah analogi. Jika saya berpikir tentang cangkir sebagai wadahnya air, maka saya bisa berpikir mulut sebagai wadahnya suara, hati sebagai wadahnya doa, kepala sebagai wadahnya pikiran, badan sebagai wadahnya jasmani, laut sebagai wadahnya ikan. Ds...Itulah analogi. Jika aku berpikir subyek, maka bisa aku memikirkan subyek manusia, subyek binatang, subyek tumbuhan, dst.

Bahasa:
Baik terimakasih. Silahkan yang lain.

Univokal:
Kenalkan aku adalah univokal. Aku adalah salah satu dari anggota bahasa. Tugasku adalah menyatakan konsep-konsep yang memiliki arti yang sama bagi segala yang ada dan yang mungki ada. Aku tidak dibatasi oleh wadah, struktur, dan relasi-relasi. Walaupun aku menggunakan kata-kata yang berbeda tetapi maksudku adalah sama.

Bahasa:
Aku belum jelas tentang penjelasanmu itu. Bisakah beri contohnya yang kongkrit.

Univokal:
Untuk menunjuk pengertian “satu” maka aku bisa menggunakan berbagai bahasa misalnya one, siji, setunggal. Maka satu, one, siji, setunggal adalah diriku yaitu bahasa univokal. Maka ide, gagasan, konsep, pengertian adalah univokal. Maka sifat dan karakter adalah univokal.

Bahasa:
Terus apa fungsimu dalam filsafat?

Univokal:
Sebelumnya aku sampaikan bahwa teman akrabku adalah analog. Maka jika aku bermaksud mengatakan subyek. Maka semua yang aku pikir subyek, manusia, atau benda-benta lain merupakan bahasa univokal.

Bahasa:
Penjelasanmu malah bikin bingung?

Univokal:
Jika aku berpikir tentang “tetap”, maka kata-kata ku yang univokal meliputi Permenides, Plato, Plotinus, Duns Scotus, Descartes, ...dst. Jika aku berpikir tentang “berubah” bahasa univokalku meliputi Heraklitos, Aristoteles, David Hume, ...dst.

Bahasa:
Baiklah aku sudah mulai paham. Silahkan yang lain.

Struktur:
Aku adalah struktur bahasa. Aku terdiri dari unsur-unsur permanen yang jumlahnya terbatas. Fungsiku adalah sebagai naskah yang menyatakan kehidupan beserta aspeknya. Ketahuilah bahwa unsur-unsur dalam diriku itu saling berelasi dan bersintesis satu dengan lainnya, sehingga hubungan diantara unsur-unsur sangatlah erat. Jika satu unsur mengalami perubahan maka seluruh dari strukturku akan mengalami perubahan pula.

Bahasa:
Penjelasanmu masih cukup rumit.

Struktur:
Jika satu konsep daru unsurku berubah maka seluruh bahasaku dengan segala maknanya akan mengalami perubahan. Maka dalam diriku itu engkaudapat melihat universalitas baik pada permukaan strukturku maupun pada dalam strukturku.

Bahasa:
Penjelasan tambahanmu malah bikin pusing. Berikan contoh kongkritnya?

Struktur:
Secara harfiah atau di permukaan maka aku menampakan diri dalam kalimat-kalimat. Maka cukup jelaslah struktur kalimat itu pada umumnya, tentu ada subyek dan predikat, dst. Tetapi di dalam strukturku itu terdapat subyek, predikat, obyek, hubungan, model bahkan teori. Lebih dari itu maka di dalam diriku juga terdapat kesadaranku akan dimensi unsur-unsurku. Maka sebenar-benar diriku itu adalah konsepku, sedangkan kalimatku adalah representasiku.

Bahasa:
Wah..wah semakin bingung saja aku. Kemudian, ..apa pula fungsimu dalam filsafat?

Struktur:
Tiadalah semua tulisanku dapat menyatakan semua pikiranku. Pikiranku itu bersifat terbuka, tetapi dia serta merta akan tertangkan menjadi bahasa tertutup ketika telah masuk ke dalam strukturku. Artinya strukturku yang masih dalam pikiranku itu bersifat terbuka, sedangkan strukturku yang sudah aku tulis itu bersifat tertutup.

Bahasa:
Ditanya fungsimu dalam filsafat malah nyeloteh ngalor-ngidul?

Struktur:
Karena tulisanku bersifat tertutup maka tidaklah ada Mengada dan Pengada yang dapat hadir di situ.

Bahasa:
Hai..struktur..hentikanlah celotehanmu itu. Berikan contoh konkritnya.

Struktur:
Jika engkau berpikir tentang struktur panitia, dimana ada ketua dan anggota di situ. Itulah struktur maknamu yang masih di dalam pikiranmu. Maka jika aku tuliskan di atas kertas, berhentilah aku memikirkan struktur kepanitiaan itu, itulah sifat tertutupnya.

Bahasa:
Apakah ada contoh penerapan yang lainnya tentang dirimu di dalam filsafat?

Struktur:
Orang jawa mengenal struktur kehidupan meliputi mikrokosmos (manusia) dan makrokosmos (alam semesta). Maka strukturmu itu bersifat terbuka apakah manusia mengatasi alam, alam mengatasi manusia, artinya manusia menjadi anggotanya alam semesta.

Bahasa:
Baiklah aku sedikit memperoleh gambaran. Sekarang gilran yang lainnya?

Ekuivokal:
Aku adalah ekuivokal. Fungsiku adalah mengungkap penyakit bahasa. Penyakit bahasa adalah bahasa yang membingungkan.

Bahasa:
Berikan contohnya!

Ekuivokal:
Jika engkau gunakan kata “bisa” maka maksudnya adalah racun atau dapat. Jika engkau gunakan kata “kepala” maka maksudnya adalah kepalamu atau kepala kantor. Jika aku menyebut “x” maka dia bisa berarti 5 atau 10.

Bahasa:
Apakah fungsimu dalam filsafat?

Ekuivokal:
Sebelumnya aku sampaikan bahwa teman akrabku adalah plural atau jamak. Maka segala macam pengamatanmu adalah jamak dan tidaklah sama dengan satu dan lainnya. Maka sebenar-benar diriku dalam filsafat adalah ekuivokal dalam pikiranku yang bersifat terbuka. Sedangkan kalimatku atau kata-kataku itu bersifat tertutup.

Bahasa:
Masih berbelit-belit. Bisa beri contoh konkritnya.

Ekuivokal:
Jika aku melihat orang sedang “tidur”, padahal orang lain mengatakan dia bukan tidur tetapi sedang istirahat. Maka tidur dan istirahat itu ekuivokal.

Bahasa:
Kelihatannya jawabanmu ragu-ragu. Yang betul gimana?

Ekuivokal:
Wah ..bagaimana yah sulit mencari contohnya. Ekstrimnya, seorang Witgenstain pernah menggunakan bahasa matematika hanya sebagai permainan. Setiap kata itu di zonderkan dari arti, artinya kata sengaja tidak di beri makna. Maka menurut Witgenstain matematika adalah sekedar permainan bahasa. Maka semua kata-kata yang digunakan bersifat ekuivokal.

Bahasa:
Engkau dituntut harus bisa memberi contoh konkritnya.

Ekuivokal:
Baiklah saya adalah kumpulan kata-kata yang mempunyai arti ganda atau jamak, sehingga sulit dimengerti.

Bahasa:
Ya sudah gitu saja kok repot. Silahkan yang lain.

Lambang:
Kenalkan saya adalah lambang atau simbol. Aku terdiri dari tanda-tanda dan aku bersifat formal. Diriku bisa sebaga tanda, data, pesan atau informasi.

Bahasa:
Bukankah hal yang biasa, apa istimewanya?

Lambang:
Maksudku, aku itu bisa dibedakan dengan yang lainnya. Jika engkau memperhatikan aku sebagai tanda, maka itulah diriku lambang. Sedangkan rumahku sering disebut sebagai semiotik.

Bahasa:
Ya terserah sajalah.

Lambang:
Ntar dulu bahasa. Jika engkau fungsikan aku sebagai pembawa pesan itulah yang aku maksud sebagai tidak hanya diriku. Itulah temanku si semantik.

Bahasa:
Aku tahu itu.

Lambang:
Tetapi jika engkau mengfungsikan diriku sebagi pembawa informasi, maka itulah sifat dirimu yang cenderung pragmatis.

Bahasa:
Lho kok kamu menuduhku pragmatis. Sebentar..mana itu yang telah engkau sebut tadi..silahkan semantik, giliranmu.

Semantik:
Kenalkan aku adalah semantik. Aku adalah ilmu tentang kalimat dan aku berurusan langsung dengan makna kalimat. Aku juga dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tentang makna.

Bahasa:
Kalau begitu tentu engkau mempunyai peran yang besar dalam filsafat?

Semantik:
Hampir setiap kajian filsafat menggunakanku. Aku juga hampir dijuluki sebagai ontologis nya bahasa.

Bahasa:
Terus?

Semantik:
Tetapi aku tidak mau disamakan dengan ontologi. Keberadaanku itu memang bersifat ontologis. Aku fungsiku itulah untuk mengungkan makna secara ontologi.

Bahasa:
Aku agak ragu? Coba teruskan kedudukanmu di dalam filsafat?

Semantik:
Baik. Konsepku dapat dipahami baik memalui koherensi pikiranku, maupun melalui korespondensi dengan pengamatanku. Jadi aku itu dapat bersifat analitik, apriori, sintetik ataupun aposteriori.

Bahasa:
Wah kok malah rumit?

Semantik:
Sederhana saja. Aku selalu mengikuti jalan pikiran kritis. Padahal pikiran kritis itu adalah filsafat. Maka menurut diriku, aku dapat mendefinisikan filsafat itu sebagai semantik.

Bahasa:
Apa engkau tidak terlalu berani?

Semantik:
Setidaknya itulah yang berada dalam pikiranku. Yang masih berada dalam pikiranku sungguh masih bersifat terbuka. Sedangkan jika sudah aku tuliskan maka bersifat tertutup.

Bahasa:
Heran aku, bagaimana sebuah semantik bisa berfilsafat?

Semantik:
Itu karena aku memang mempelajari arti. Padahal sebenar-benar arti bisa engkau jumpai dalam filsafat.

Bahasa:
Baik, aku setuju. Silahkan teruskan uraianmu.

Semantik:
Aku sangat peduli dengan berbagai karakter kata atau kalimat. Mereka yang ucapannya sama tetapi artinya berbeda. Mereka yang punya arti sama tetapi kata-katanya berbeda. Kata-kata yang berlawanan atau lawan kata. Kata-kata yang mempunyai banyak arti. Kata-kata yang berhubungan dengan kata-kata yang lain. Kata-kata yang diturunkan. Kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang dapat diekstensikan maknanya. Kata-kata yang menunjukkan keanggotaan. Kata-kata yang menunjukkan keseluruhan. Metapora atau makna yang tidak disebut menggunakan nama aslinya. Frasa kata atau kumpulan kata yang sudah berbeda artinya dari kata dasarnya. Dst..

Bahasa:
Sudah..sudah..bukankah itu bidangnya orang bahasa. Relevansimu bicara itu apa?

Semantik:
Bukankah aku gunakan sebagian besar dari mereka itu dalam membuat Elegi-elegi?

Bahasa:
Oh..ya..silahkan teruskan penjelasanmu.

Semantik:
Jika engkau memikirkan wanita, maka di situ ada aspek hubungan semantik dengan seorang anak gadis.

Bahasa:
Lho ..mengapa?

Semantik:
Ya keduanya sama-sama wanita.

Bahasa:
Oh begitu, teruskan.

Semantik:
Jika engkau memikirkan Bapak, Ibu, anak, kakak, adik, Presiden, Menteri, ... itulah engkau sedang memandang wajahku.

Bahasa:
Wajahmu?

Semantik:
Itulah aku sebetulnya sedang berbicara tentang manusia.

Bahasa:
Teruskan saja.

Semantik:
Jika aku memikirkan Presiden, maka aku mempunyai “Bekas Presiden” dan “Mantan Presiden”. Maka perubahan dari bekas menjadi mantan, itu juga diriku. Jika aku katakan bahwa “Kertas ini adalah biru” padahal senyatanya adalah putih, itu juga salah satu karyaku. Aku juga sangat tertarik mempelajari makna-makna yang diperolah manusia melalui pengamatan sekitarnya. Tetapi aku juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap konteks atau referensi bagi makna suatu kata atau kalimat.

Bahasa:
Baik-baik..waktunya sudah cukup. Aku capai.

Tautologi:
Sebentar dulu, aku belum diberi kesempatan. Aku adalah tautologi. Jika engkau ingin mencari sesuatu yang bukan kontradiktif, inilah aku makhluknya. Tautologi adalah benar tanpa syarat. Dia benar dengan tidak peduli ruang dan waktunya.

Bahasa:
Contohnya?

Tautologi:
Jika aku katakan “aku atau bukan aku” maka seluruh dunia akan terangkum di dalamnya. Jika aku katakan : ada atau bukan ada” maka juga sudah meliputi seluruhnya. Maka aku menduduki istimewa dalam filsafat. Bahkan aku berani mendefinisikan filsafat sebagai diriku yaitu sebagai tautologi. Berapapun tautologi yang engkau produksi maka engkau akan terhindar dari kontradiksi.

Kontradiksi:
Aku adalah kontradiksi. Kalimat “aku dan bukan aku” maka selamanya dia kontradiksi. Secara semantik maka kalimat kontradiktif itu bernilai salah.

Bahasa:
Baik..baik..saya tahu masih banyak lagi yang ingin tampil, tetapi karena terbatasnya ruang dan waktu maka saya akhiri dulu forum ini. Mudah-mudahan dapat dipahami mengapa dalam berfilsafat kita mengemploy bahasa seperti yang terjadi dalam Elegi-elegi.
Sekian terimakasih..semoga bermanfaat. Amiin.

36 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bahasa adalah alat komunikasi, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri. Saya mengomentari tulisan Prof, itulah bahasa. Saya mengajukan pertanyaan di kelas, itulah bahasa. Seperti apapun jika itu adalah dapat mengkomunikasikan sesuatu pada yang lain itulah bahasa. Maka dapat kita simpulkan bahwa begitu luas dimensi bahasa. Begitu juga dalam berfilsafat, bahasa memiliki peranan penting. Seperti, bahasa dipergunakan dalam menyampaikan elegi-elegi.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Bahasa menjadi media perantara bagi kita untuk memahami segala sesuatu. Bahasa memiliki berbagai macam bentuk, seperti misalnya analog, univokal, struktur, lambang, tanda dan sebagainya. Bahasa akan mempermudah kita dalam memaknai berbagai hal yang kita alami dan persepsi, meskipun bahasa tidak akan sepenuhnya mengungkap apa yang sebenarnya tersirat dari segala sesuatu baik yang ada dan yang mungkin ada, tetapi setidaknya dengan bahasa menjadi bahan bagi kita untuk memikirkan lebih dalam terkait dengan hal apa yang kita ketahui dan pahami.

    ReplyDelete
  3. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bahasa sebagai sarana komunikasi merupakan alat untuk menuangkan pikiran baik secara lisan maupun tertulis. Esensi dari bahasa itu apa yang dikomunikasikan antara penyampai informasi dan penerima informasi dapat dimengerti satu sama lain. Filsafat erat kaitannya dengan pikiran, adapun yang menjadi objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Pemikiran yang masih dalam pikiran perlu dituangkan ke dalam gagasan-gagasan secara lisan dan tertulis untuk menjadi suatu ilmu atau pengetahuan. Oleh karena itu, bahasa memegang peranan sangat penting dalam filsafat.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Bahasa merupakan sarana komunikasi antarmanusia, sehingga manusia mampu mengomunikasikan segala sesuatu. Bahasa juga merupakan filsafat yang tinggi. Berbahasa sebenarnya tidak semudah seperti yang kita pikirkan selama ini. Berbahasa juga ada tata caranya, sopan santunnya, yang disesuaikan dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ketika ada ungkapan “ada dan bukan ada” maka seluruh yang ada di dunia ini menjadi terangkum semua.
    Ketika ada maka ada yang bukan ada yang membersamainya. Karena di dunia ini ada dan ada yang bukan ada.
    Ada masanya kita merasakan rahmatNya yang begitu hebat, ada masanya kita merasa bukan ada rahmatNya yang begitu hebat melainkan cobaanNya yang begitu hebat.
    Padahal yang sebenarnya ada adalah rahmatNya yang begitu hebat untuk makhlukNya.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    mungkin suatu nama dapat merefleksikan sebuah makna, dan tulisan dapat merefleksikan pemikiran yang penulisnya. begitu juga dengan tulisan bapak. disini saya memahami bahwa betapa luas pemikiran bapak, apalgi tentang berfilsafat. keepikan bapak dalam menulis yang memaknai filsafat tanpa harus menyampaikan dalam bahasa yang tinggi makna. luar biasa.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mempelajari filsafat diperlukan pemahaman bahasa. Cabang ilmu bahasa (linguistik) diantaranya fonologi (ilmu mengenai bunyi), morfologi (ilmu mengenai pembentukan kata), sintaksis (ilmu mengenai kalimat), dan semantik (ilmu mengenai makna kalimat). Dalam memahami bahasa terdapat beberapa hal yang perlu dipelajari diantaranya tautologi dan kontradiktif. Tautologi adalah sebuah pernyataan majemuk yang selalu bernilai benar. Sedangkan kontradiksi adalah pernyataan majemuk yang nilainya selalu salah untuk semua kemungkinn kebenaran dari pernyataan-pernyataan komponennya.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif. Dengan bahasa semua yang ada dalam pikiran seseorang dapat disampaikan ke orang lain, bahasa dapt digunakan sebagai alat bertukar pikiran. Semakin tinggi ilmu seseorang maka kosa kata yang dimiliki semakin luas, dan bahasa yang digunakan semakin rumit. Namun setinggi apapun ilmu jangan sombong dengan bahasa, jangan menggunakan bahasa yang rumit untuk menjelaskan sesuatu kepada orang yang kurang paham. Gunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan makna ganda.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D
    Dalam elegi ini disampaikan Bahasa yang digunakan dalam berfilsafat. Analog, yang berfungsi menyatukan Bahasa dan pikiran; univocal, yang menyatakan konsep-konsep yang memiliki arti yang sama bagi segala yang ada dan yang mungkin ada; struktur Bahasa, yang berfungsi sebagai naskah yang menyatakan kehidupan beserta aspeknya; ekuivokal yang berfungsi mengungkap penyakit Bahasa; lambang sebagai tanda, data, pesan atai informasi; semantic, yang merupakan ilmu tentang kalimat, tautology, dan kontradiksi.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D

    Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan. Berkomunikasi seorang terhadap yang lain menggunakan Bahasa. Namun, ada kalanya orang tidak mengerti maksud yang ingin kita sampaikan karena Bahasa yang kita gunakan tidak sesuai. Oleh sebab itu, hendaklah kita memperhatikan Bahasa yang digunakan agar tidak mengakibatkan kesalahpahaman bagi orang lain.

    ReplyDelete
  11. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Dengan bahasa, kita bisa brkomunikasi. apa yang kita fikirkan bisa komunikasikan melalui bahasa. Dan apa yang tidak ada bisa menjadi ada. Menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi jangan sampai menyimpang, hingga menyalahgunakannya . sebaiknya bahasa untuk komunikasi selalu memohon kepada Allah SWT untuk selalu dijaga agar tidak melakukan hal yang menyimpang.

    ReplyDelete
  12. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk memahami sesuatu kita memerlukan bahasa. Dari elegi di atas dijelaskan mengenai istilah-istilah bahasa, yaitu: analog, univokal, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi dan kontradiksi.

    ReplyDelete
  13. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Membaca elegi ini sama halnya dengan memahami bahasa, karena tiap kalimat yang mencoba menjelaskan makna dari elegi ini menggunakan bahasa analogi. Pada hakekatnya adalah bahasa semantik, yang bisa dipahami secara koherensi pikiran dan korespondensi dengan pengamatan. Dimana bahasa ini berfungsi sebagai penyatu antara bahasa dan pikiran serta kesadaran untuk mempelajari bahasa.

    ReplyDelete
  14. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Mengkomunikasika hasil pikiran ke orang lain dengan menggunakan bahasa. Bahasa yang digunakan dalam berfilsafat adalah bahasa analog. Dimana di dalam bahasa tersebut tidak seperti bahasa pada umumnya. Bahasa analog menggunakan kosa kata yang tidak pada umumny. Terdapat makna yang dalam jika dipikirkan sangat mendetail dan untuk mereka yang berilmu tinggi. Semoga kita semua dapat menguasai bahasa analog, seperti Prof.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Bahasa menunjukkan bangsa, sehingga hanya dengan bahasa kita bisa mengetahui akan kedalaman ilmu seseorang. Karena bahasa kita adalah identitas kita. Maka orang yang berilmu tinggi akan berbeda bahasanya dengan orang yang berilmu rendah, orang yang berpendidikan akan berbeda bahasanya dengan orang yang yang berpendidikan rendah, namun hal ini tidak berlaku secara mutlak.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bahasa itu alat untuk saling berinteraksi. Setiap subjek memiliki bahasanya sendiri tergantung dimensinya. Semakin dimensinya tinggi semakin dalam makna yang terkandung di dalamnya. Lebih rincinya, tumbuhan punya bahasanya sendir, binatang pun jug, lebih-lebih manusia mempunyai beragam bahasa. Bahasa manusia itu bersifat terbuka, setiap manusia dapat memaknainya berbeda.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    dalam tulisan ini dapat saya pahami bagaimana dalam nya pemikiran bapak dalam berfilsafat. Banyak mana yang terkandung dari tulisan ini, yang saya sendiri tidak terlalu bisa untuk mengungkapkannya, saya memahaminya, tapi masih kesulitan dalam mengkomunikasikan.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Bahasa merupakan sarana. Bahasa analog menjadi alat bagi kesadaran manusia. Bahasa tersebut menghasilkan pemikiran – pemikiran. Usaha menggapai ilmu menggunakan bahasa memerlukan reduksi. Reduksi merupakan penyederhanaan dan merupakan usaha untuk menggapai ilmu dengan bahasa analog tersebut. Dalam bahasa juga terdapat kontradiktif, maka dari itu penggunaan bahasa tidak serta merta mendatangkan hal baik, itu tergantung dari ruang dan waktu masing – masing serta bagaimana penggunaan bahasa masing – masing orang dalam memahami suatu hal. Bahasa juga digunakan untuk menyampaikan hal – hal yang ingin disampaikan.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Bahasa filsafat mempunyai banyak anggota yang berfungsi untuk mendukung mengungkapkan esensi dari suatu penjelasan. Jadi tidak bisa memahami bahasa filsafat dengan harfiah karena mungkin akan terjadi perbedaan pikiran antara yang menjelaskan dengan yang dijelaskan. Tentunya bahasa dalam filsafat mengungkapkan maknanya secara tersirat, sehingga mungkin bagi orang yang tidak terbiasa dengan bahasa analog akan merasa kesulitan dan perlu membacanya berulang-ulang. Namun, apabila kita sudah mampu memahaminya, maka akan menemukan banyak sekali hikmah di dalamnya.

    ReplyDelete
  20. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Bahasa adalah sesuatu yang sangat penting yang dapat menghubungkan serta menyambung silaturahmi antar sesama. Bahasa yang memiliki banyak komponen tentunya memiliki tingkatan tersendiri. Mulai dari bahasa tubuh, logika, simbol, serta penalaran. Namun tentunya kesemuanya itu meiliki komponen tersendiri dalam mengolahnya. Dalam berbahsa uang perlu diketahui adalah bagaimana orang yang menjadi lawan bicara kita mengeti bahasa yang sedang kita utarakan.

    ReplyDelete
  21. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bahasa merupakan salah satu alat interaksi. Bahasa yang dimaksud disini adalah penggunaan bahasa tubuh, simbol, penalaran, dan lain sebagainya. Semua itu mampu menghantarkan kit auntuk saling memahami maksud orang lain ataupun masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  22. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mempelajari filsafat juga terdapat bahasa. Bahasa dapat befungsi sebagai dasar komunikasi dalam pembelajaran matematika. Dari elegi di atas juga telah dijelaskan mengenai berbagai macam istilah-istilah bahasa:
    1.Analog: membuat sesuatu yang baru berdasarkan contoh yang sudah ada.
    2.Univokal: satuan suara sepanjang bunyi sama yang memiliki arti yang sama pula.
    3.Struktur: bagian-bagian dari suatu kesatuan
    4.Ekuivokal: kumpulan kata-kata yang mempunyai arti ganda atau jamak
    5.Lambang: tanda-tanda yang dipakai untuk menyampaikan pesan di dalam proses komunikasi yang memiliki maksud tertentu.
    6.Semantik: cabang ilmu bahasa yang mengkaji tentang makna suatu kata atau kalimat.
    7.Tautologi: dalam logika matematika kita telah mempelajarinya yang memiliki makna suatu pernyataan majemuk yang bernilai benar untuk setiap kemungkinan.
    8.Kontradiksi : hal-hal yang bersifat bertentangan, berlawanan.

    ReplyDelete
  23. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Bahasa adalah penghubung antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. dengan bahasa manusia yang satu dapat berkomunikasi dengan manusia yang lain. manusia yang satu dapat memahami apa yang dimaksud manusia yang lain dengan bahasa yang dapat dipahami. antar duniapun dapat berkomunikasi dengan bahasa yang dapat dipahami secara internasional yaitu bahasa inggris.

    ReplyDelete
  24. Manusia dalam berinteraksi dan berinteraksi menggunakan bahasa. Kata-kata yang dikeluarkankan melalui mulut atau lisan merupakan pengertian bahasa yang paling umum. Bahasa sebagai bentuk komunikasi tidak hanya berbentuk ucapan atau lisan saja. Sekarang dengan semakin maju teknologi maka ada bahasa pemrograman komputer, bahasa sandi, bahasa tulisan.
    Bahasa-bahasa sangat bermanfaat untuk menjelaskan atau menterjemahkan sifat, karakter, atau pemikiran seseorang. Jika ingin mengetahui sifat sesorang dapat memperhatikan bahasa yang diucapkannya. Sehingga ada yang mengatakan bahwa diriku adalah bahasaku.

    ReplyDelete
  25. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Bahasa juga dapat menjadi cerminan dari seseorang. Kita dapat menilai seseorang dari cara berbicaranya, karena dari cara berbicaranya setidaknya kita paham dan mengerti tentang jalan pikirannya. Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya. Dalam filsafat bahasa menjadi suatu alat yang sangat yang penting dalam menterjemahkan pemikiran-pemikiran para filsuf. Bahasa yang digunakan dalam filsafat adalah bahasa analog, di mana bahasa analog itu sendiri membutuhkan terjemahan atau penafsiran karena mempunyai tingkat yang lebih tinggi untuk memahaminya.

    ReplyDelete
  26. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahasa ialah alat yang digunakan manusia dalam berinteraksi. Uuntuk memahami bahasa pun kita memerlukan bahasa.
    Terdapat istilah baru yang saya temukan pada postingan di atas, yakni ekuivokal. Jika saya kaitkan dengan pendidikan matematika, saya sendiri masih sering menemukan contoh materi atau latihan soal yang dapat menimbulkan arti ganda bagi siswa. Hal ini perlu perhatian lebih, karena terjadinya ekuivokal dapat membuat siswa bingung bahkan miskonsepsi.

    ReplyDelete
  27. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahasa adalah media yang digunakan oleh manusia untuk saling berkomunikasi/berinteraksi dengan manusia yang lain. Didalam kehiduupan nyata agar komunikasi berjalan dengan baik maka bahasa yang digunakan adalah bahasa yang saling dipahami oleh orang yang berkomunikasi. Dalam filsafat juga penuh bahasa, bahkan tingkat bahasa tiap orang didalam filsafat berbeda-beda.

    ReplyDelete
  28. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Bahasa merupakan alat atau media yang digunakan untuk berkomunikasi, berinteraksi, atau berhubungan antar manusia dalam kehidupan sehari-hari. Bahas memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan. Melalui bahasa dapat tersalurkan segala buah pemikiran-pemikiran atau informasi-informasi yang penting antar individu. Dalam tulisan di atas disampaikan juga istilah-istilah mengenai bahasa di antaranya yaitu analog, univokal, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi dan kontradiksi.

    ReplyDelete
  29. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bahasa, menjadi alat komunikasi yang sering digunakan oleh seluruh manusia di dunia. Namun bahasa antara suatu negara dengan negara lain mungkin berbeda. Bahkan bahasa suatu daerah dengan daerah lain di suatu negara mungkin juga berbeda. Bisa kita lihat negara kita, Indonesia. Di Indonesia sendiri memiliki beragam bahasa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Untuk menyamakan persepsi dan komunikasi, maka perlu ada suatu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.

    ReplyDelete
  30. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bahas merupakan sebuah media atau alat untuk berkomunikasi antar sesama manusia. Dalam bahasa, kita dapat menyamakan persepsi terhadap suatu hal. Istilah-istilah yang dibuat dalam bahasa sangat membantu dalam berinteraksi dengan orang lain.

    ReplyDelete
  31. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matemayika A 2014

    Bahasa adalah alat komunikasi antar manusia, dapat berupa lisan dan tulisan. Dalam filsafat bahasa juga memiliki peranan yang sangat penting untuk menuangkan elegi-elegi yang ada. Begitu pula pembagian bahasa pada bermacam bentuk seperti analog,univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, dan kontradiksi. Maka pemikiran-pemikiran pada filsafat akan tertuang dalam bahasa.

    ReplyDelete
  32. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahasa, digunakan untuk menyamakan persepsi dalam komunikasi. Bahasa penting untuk dimiliki karena dalam hidup kita butuh komunikasi, dan dalam komunikasi kita butuh bahasa. Bahasa itu bermacam-macam, dapat berupa tulisan, ucapan/lisan, bahkan gerakan. Dengan bahasa, apapun bentuknya, kita akan dapat saling memahami maksud satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  33. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Bahasa sangat berguna dalam komunikasi. Bahasa sangat penting dalam komunikasi karena dapat mengantarkan pada pemahaman. Namun dengan kesalahan penggunaan bahasa juga bisa menimbulkan kesalah pahaman. Karena itu menggunakan bahasa harus dengan bijak agar dampak yang tidak baik dapat terhindar.

    ReplyDelete
  34. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahasa merupakan sarana penting untuk berkomunikasi dengan sesama bahkan dengan makhluk hidup lainnya. Kita diajarkan bagaimana berbahasa yang baik dari kecil. Bahasa yang baik adalah bisa diterima dan berisi ide, pemikiran, visi dan misi yang baik. Dan yang terpenting dalam cara kita berbahasa adalah berbahasa dengan sang pencipta kita.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Bahasa ini tidak hanya dalam bentuk lisan, namun dapat berupa tulisan dan symbol. Dalam filsafat dikenal bahasa analog yang fungsinya adalah sebagai alat untuk berfilsafat. Mengapa bahasa analog yang digunakan, karena bahasa analog tidak terbatas atau terikat oleh ruang dan waktu. Isi dan keberadaanya bergantung pada esensi si pembaca.

    ReplyDelete
  36. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hal tersebut karena setiap orang yang membaca memiliki tafsiran yang berbeda-beda. Tergantung dari sudut mana orang tersebut akan melihatnya. Adanya bahasa ini sangat mempermudah manusia. Bahasa ini pula mempersatukan setiap manusia.

    ReplyDelete