Oct 1, 2010

Elegi Menggapai Bahasa




Oleh Marsigit

Bahasa:
Sampai saatnya aku perlu merefleksikan diriku. Silahkan para anggotaku, pertama kenalkanlah dirimu masing-masing, kedua jelaskanlah siapa dirimu. Kemudian bersiaplah menjawab jika ada pertanyaan.

Analog:
Kenalkan aku adalah analog. Pekerjaanku adalah menyelidiki susunan dan arah kesemestaan kenyataan. Tetapi perhatian utama dan pertamaku adalah pada kenyataan yang ada. Aku menjadi alat utama dan pertama bagi kesadaran manusia. Terlebih-lebih bagi para ilmuwan, pemikir dan juga para filsuf. Keberadaanku itu bersifat ontologis tetapi fungsiku bersifat epistemologis. Fungsiku adalah menyatukan bahasa dan pikiran. Artinya, aku berusaha menyatakan pikiran dengan bahasa, tetapi bahasaku ternyata menghasilkan pikiran juga. Kata-kata adalah wakil-wakilku yang paling sederhana, sedangkan pengertian atau konsep merupakan wakil dari pikiranku. Tiadalah kata dan konsep itu dapat dipisahkan. Adapun konsepku yang paling dalam adalah konsepku tentang yang ada, lebih khusus lagi yaitu tentang pengada. Maka keberadaanku itu ditentukan oleh fungsiku menyatakan konsep-konsep pengada .

Bahasa:
Penjelasanmu kelihatannya terlalu mekanistis, kaku, sulit, masih di langit dan belum membumi. Berikan contoh-contoh kongkritnya.

Analog:
Baiklah. Sebelum aku memberi contoh-contoh kongkrit, maka aku sampaikan bahwa teman karibku adalah reduksi dan kelengkapan. Reduksi adalah penyederhanaan atau simplifikasi. Sedangkan kelengkapan adalah usahaku menggapai ilmuku menggunakan bahasaku. Jika aku berpikir tentang konsep “satu”, maka “satu” itu berlaku bagi semua yang ada dan yang mungkin ada. Artinya, pertama aku mungkin berpikir bahwa kepalaku itu hanyalah satu, maka dengan bahasa analog konsep satu itu berlaku bagi semuanya yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga saya bisa mengatakan satu buku, satu tujuan, satu manfaat, satu batu, satu tumbuhan ...dst.

Bahasa:
Apakah masih ada contoh lain yang mudah dipahami.

Analog:
Jika saya menunjuk sifat dari jatuhnya selembar daun ke tanah, dan kemudian daun itu menutupi tanah. Maka saya bisa mengambil analogi jatuhnya cat ke permukaan dinding sehingga menutupi sifat dinding. Jatuhnya bedhak ke mukaku, sehingga menutupi kulit mukaku. Dst.... Itulah analogi. Jika saya berpikir tentang cangkir sebagai wadahnya air, maka saya bisa berpikir mulut sebagai wadahnya suara, hati sebagai wadahnya doa, kepala sebagai wadahnya pikiran, badan sebagai wadahnya jasmani, laut sebagai wadahnya ikan. Ds...Itulah analogi. Jika aku berpikir subyek, maka bisa aku memikirkan subyek manusia, subyek binatang, subyek tumbuhan, dst.

Bahasa:
Baik terimakasih. Silahkan yang lain.

Univokal:
Kenalkan aku adalah univokal. Aku adalah salah satu dari anggota bahasa. Tugasku adalah menyatakan konsep-konsep yang memiliki arti yang sama bagi segala yang ada dan yang mungki ada. Aku tidak dibatasi oleh wadah, struktur, dan relasi-relasi. Walaupun aku menggunakan kata-kata yang berbeda tetapi maksudku adalah sama.

Bahasa:
Aku belum jelas tentang penjelasanmu itu. Bisakah beri contohnya yang kongkrit.

Univokal:
Untuk menunjuk pengertian “satu” maka aku bisa menggunakan berbagai bahasa misalnya one, siji, setunggal. Maka satu, one, siji, setunggal adalah diriku yaitu bahasa univokal. Maka ide, gagasan, konsep, pengertian adalah univokal. Maka sifat dan karakter adalah univokal.

Bahasa:
Terus apa fungsimu dalam filsafat?

Univokal:
Sebelumnya aku sampaikan bahwa teman akrabku adalah analog. Maka jika aku bermaksud mengatakan subyek. Maka semua yang aku pikir subyek, manusia, atau benda-benta lain merupakan bahasa univokal.

Bahasa:
Penjelasanmu malah bikin bingung?

Univokal:
Jika aku berpikir tentang “tetap”, maka kata-kata ku yang univokal meliputi Permenides, Plato, Plotinus, Duns Scotus, Descartes, ...dst. Jika aku berpikir tentang “berubah” bahasa univokalku meliputi Heraklitos, Aristoteles, David Hume, ...dst.

Bahasa:
Baiklah aku sudah mulai paham. Silahkan yang lain.

Struktur:
Aku adalah struktur bahasa. Aku terdiri dari unsur-unsur permanen yang jumlahnya terbatas. Fungsiku adalah sebagai naskah yang menyatakan kehidupan beserta aspeknya. Ketahuilah bahwa unsur-unsur dalam diriku itu saling berelasi dan bersintesis satu dengan lainnya, sehingga hubungan diantara unsur-unsur sangatlah erat. Jika satu unsur mengalami perubahan maka seluruh dari strukturku akan mengalami perubahan pula.

Bahasa:
Penjelasanmu masih cukup rumit.

Struktur:
Jika satu konsep daru unsurku berubah maka seluruh bahasaku dengan segala maknanya akan mengalami perubahan. Maka dalam diriku itu engkaudapat melihat universalitas baik pada permukaan strukturku maupun pada dalam strukturku.

Bahasa:
Penjelasan tambahanmu malah bikin pusing. Berikan contoh kongkritnya?

Struktur:
Secara harfiah atau di permukaan maka aku menampakan diri dalam kalimat-kalimat. Maka cukup jelaslah struktur kalimat itu pada umumnya, tentu ada subyek dan predikat, dst. Tetapi di dalam strukturku itu terdapat subyek, predikat, obyek, hubungan, model bahkan teori. Lebih dari itu maka di dalam diriku juga terdapat kesadaranku akan dimensi unsur-unsurku. Maka sebenar-benar diriku itu adalah konsepku, sedangkan kalimatku adalah representasiku.

Bahasa:
Wah..wah semakin bingung saja aku. Kemudian, ..apa pula fungsimu dalam filsafat?

Struktur:
Tiadalah semua tulisanku dapat menyatakan semua pikiranku. Pikiranku itu bersifat terbuka, tetapi dia serta merta akan tertangkan menjadi bahasa tertutup ketika telah masuk ke dalam strukturku. Artinya strukturku yang masih dalam pikiranku itu bersifat terbuka, sedangkan strukturku yang sudah aku tulis itu bersifat tertutup.

Bahasa:
Ditanya fungsimu dalam filsafat malah nyeloteh ngalor-ngidul?

Struktur:
Karena tulisanku bersifat tertutup maka tidaklah ada Mengada dan Pengada yang dapat hadir di situ.

Bahasa:
Hai..struktur..hentikanlah celotehanmu itu. Berikan contoh konkritnya.

Struktur:
Jika engkau berpikir tentang struktur panitia, dimana ada ketua dan anggota di situ. Itulah struktur maknamu yang masih di dalam pikiranmu. Maka jika aku tuliskan di atas kertas, berhentilah aku memikirkan struktur kepanitiaan itu, itulah sifat tertutupnya.

Bahasa:
Apakah ada contoh penerapan yang lainnya tentang dirimu di dalam filsafat?

Struktur:
Orang jawa mengenal struktur kehidupan meliputi mikrokosmos (manusia) dan makrokosmos (alam semesta). Maka strukturmu itu bersifat terbuka apakah manusia mengatasi alam, alam mengatasi manusia, artinya manusia menjadi anggotanya alam semesta.

Bahasa:
Baiklah aku sedikit memperoleh gambaran. Sekarang gilran yang lainnya?

Ekuivokal:
Aku adalah ekuivokal. Fungsiku adalah mengungkap penyakit bahasa. Penyakit bahasa adalah bahasa yang membingungkan.

Bahasa:
Berikan contohnya!

Ekuivokal:
Jika engkau gunakan kata “bisa” maka maksudnya adalah racun atau dapat. Jika engkau gunakan kata “kepala” maka maksudnya adalah kepalamu atau kepala kantor. Jika aku menyebut “x” maka dia bisa berarti 5 atau 10.

Bahasa:
Apakah fungsimu dalam filsafat?

Ekuivokal:
Sebelumnya aku sampaikan bahwa teman akrabku adalah plural atau jamak. Maka segala macam pengamatanmu adalah jamak dan tidaklah sama dengan satu dan lainnya. Maka sebenar-benar diriku dalam filsafat adalah ekuivokal dalam pikiranku yang bersifat terbuka. Sedangkan kalimatku atau kata-kataku itu bersifat tertutup.

Bahasa:
Masih berbelit-belit. Bisa beri contoh konkritnya.

Ekuivokal:
Jika aku melihat orang sedang “tidur”, padahal orang lain mengatakan dia bukan tidur tetapi sedang istirahat. Maka tidur dan istirahat itu ekuivokal.

Bahasa:
Kelihatannya jawabanmu ragu-ragu. Yang betul gimana?

Ekuivokal:
Wah ..bagaimana yah sulit mencari contohnya. Ekstrimnya, seorang Witgenstain pernah menggunakan bahasa matematika hanya sebagai permainan. Setiap kata itu di zonderkan dari arti, artinya kata sengaja tidak di beri makna. Maka menurut Witgenstain matematika adalah sekedar permainan bahasa. Maka semua kata-kata yang digunakan bersifat ekuivokal.

Bahasa:
Engkau dituntut harus bisa memberi contoh konkritnya.

Ekuivokal:
Baiklah saya adalah kumpulan kata-kata yang mempunyai arti ganda atau jamak, sehingga sulit dimengerti.

Bahasa:
Ya sudah gitu saja kok repot. Silahkan yang lain.

Lambang:
Kenalkan saya adalah lambang atau simbol. Aku terdiri dari tanda-tanda dan aku bersifat formal. Diriku bisa sebaga tanda, data, pesan atau informasi.

Bahasa:
Bukankah hal yang biasa, apa istimewanya?

Lambang:
Maksudku, aku itu bisa dibedakan dengan yang lainnya. Jika engkau memperhatikan aku sebagai tanda, maka itulah diriku lambang. Sedangkan rumahku sering disebut sebagai semiotik.

Bahasa:
Ya terserah sajalah.

Lambang:
Ntar dulu bahasa. Jika engkau fungsikan aku sebagai pembawa pesan itulah yang aku maksud sebagai tidak hanya diriku. Itulah temanku si semantik.

Bahasa:
Aku tahu itu.

Lambang:
Tetapi jika engkau mengfungsikan diriku sebagi pembawa informasi, maka itulah sifat dirimu yang cenderung pragmatis.

Bahasa:
Lho kok kamu menuduhku pragmatis. Sebentar..mana itu yang telah engkau sebut tadi..silahkan semantik, giliranmu.

Semantik:
Kenalkan aku adalah semantik. Aku adalah ilmu tentang kalimat dan aku berurusan langsung dengan makna kalimat. Aku juga dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tentang makna.

Bahasa:
Kalau begitu tentu engkau mempunyai peran yang besar dalam filsafat?

Semantik:
Hampir setiap kajian filsafat menggunakanku. Aku juga hampir dijuluki sebagai ontologis nya bahasa.

Bahasa:
Terus?

Semantik:
Tetapi aku tidak mau disamakan dengan ontologi. Keberadaanku itu memang bersifat ontologis. Aku fungsiku itulah untuk mengungkan makna secara ontologi.

Bahasa:
Aku agak ragu? Coba teruskan kedudukanmu di dalam filsafat?

Semantik:
Baik. Konsepku dapat dipahami baik memalui koherensi pikiranku, maupun melalui korespondensi dengan pengamatanku. Jadi aku itu dapat bersifat analitik, apriori, sintetik ataupun aposteriori.

Bahasa:
Wah kok malah rumit?

Semantik:
Sederhana saja. Aku selalu mengikuti jalan pikiran kritis. Padahal pikiran kritis itu adalah filsafat. Maka menurut diriku, aku dapat mendefinisikan filsafat itu sebagai semantik.

Bahasa:
Apa engkau tidak terlalu berani?

Semantik:
Setidaknya itulah yang berada dalam pikiranku. Yang masih berada dalam pikiranku sungguh masih bersifat terbuka. Sedangkan jika sudah aku tuliskan maka bersifat tertutup.

Bahasa:
Heran aku, bagaimana sebuah semantik bisa berfilsafat?

Semantik:
Itu karena aku memang mempelajari arti. Padahal sebenar-benar arti bisa engkau jumpai dalam filsafat.

Bahasa:
Baik, aku setuju. Silahkan teruskan uraianmu.

Semantik:
Aku sangat peduli dengan berbagai karakter kata atau kalimat. Mereka yang ucapannya sama tetapi artinya berbeda. Mereka yang punya arti sama tetapi kata-katanya berbeda. Kata-kata yang berlawanan atau lawan kata. Kata-kata yang mempunyai banyak arti. Kata-kata yang berhubungan dengan kata-kata yang lain. Kata-kata yang diturunkan. Kata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang dapat diekstensikan maknanya. Kata-kata yang menunjukkan keanggotaan. Kata-kata yang menunjukkan keseluruhan. Metapora atau makna yang tidak disebut menggunakan nama aslinya. Frasa kata atau kumpulan kata yang sudah berbeda artinya dari kata dasarnya. Dst..

Bahasa:
Sudah..sudah..bukankah itu bidangnya orang bahasa. Relevansimu bicara itu apa?

Semantik:
Bukankah aku gunakan sebagian besar dari mereka itu dalam membuat Elegi-elegi?

Bahasa:
Oh..ya..silahkan teruskan penjelasanmu.

Semantik:
Jika engkau memikirkan wanita, maka di situ ada aspek hubungan semantik dengan seorang anak gadis.

Bahasa:
Lho ..mengapa?

Semantik:
Ya keduanya sama-sama wanita.

Bahasa:
Oh begitu, teruskan.

Semantik:
Jika engkau memikirkan Bapak, Ibu, anak, kakak, adik, Presiden, Menteri, ... itulah engkau sedang memandang wajahku.

Bahasa:
Wajahmu?

Semantik:
Itulah aku sebetulnya sedang berbicara tentang manusia.

Bahasa:
Teruskan saja.

Semantik:
Jika aku memikirkan Presiden, maka aku mempunyai “Bekas Presiden” dan “Mantan Presiden”. Maka perubahan dari bekas menjadi mantan, itu juga diriku. Jika aku katakan bahwa “Kertas ini adalah biru” padahal senyatanya adalah putih, itu juga salah satu karyaku. Aku juga sangat tertarik mempelajari makna-makna yang diperolah manusia melalui pengamatan sekitarnya. Tetapi aku juga menaruh perhatian yang tinggi terhadap konteks atau referensi bagi makna suatu kata atau kalimat.

Bahasa:
Baik-baik..waktunya sudah cukup. Aku capai.

Tautologi:
Sebentar dulu, aku belum diberi kesempatan. Aku adalah tautologi. Jika engkau ingin mencari sesuatu yang bukan kontradiktif, inilah aku makhluknya. Tautologi adalah benar tanpa syarat. Dia benar dengan tidak peduli ruang dan waktunya.

Bahasa:
Contohnya?

Tautologi:
Jika aku katakan “aku atau bukan aku” maka seluruh dunia akan terangkum di dalamnya. Jika aku katakan : ada atau bukan ada” maka juga sudah meliputi seluruhnya. Maka aku menduduki istimewa dalam filsafat. Bahkan aku berani mendefinisikan filsafat sebagai diriku yaitu sebagai tautologi. Berapapun tautologi yang engkau produksi maka engkau akan terhindar dari kontradiksi.

Kontradiksi:
Aku adalah kontradiksi. Kalimat “aku dan bukan aku” maka selamanya dia kontradiksi. Secara semantik maka kalimat kontradiktif itu bernilai salah.

Bahasa:
Baik..baik..saya tahu masih banyak lagi yang ingin tampil, tetapi karena terbatasnya ruang dan waktu maka saya akhiri dulu forum ini. Mudah-mudahan dapat dipahami mengapa dalam berfilsafat kita mengemploy bahasa seperti yang terjadi dalam Elegi-elegi.
Sekian terimakasih..semoga bermanfaat. Amiin.

35 comments:

  1. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahasa, digunakan untuk menyamakan persepsi dalam komunikasi. Bahasa penting untuk dimiliki karena dalam hidup kita butuh komunikasi, dan dalam komunikasi kita butuh bahasa. Bahasa itu bermacam-macam, dapat berupa tulisan, ucapan/lisan, bahkan gerakan. Dengan bahasa, apapun bentuknya, kita akan dapat saling memahami maksud satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  2. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Bahasa sangat berguna dalam komunikasi. Bahasa sangat penting dalam komunikasi karena dapat mengantarkan pada pemahaman. Namun dengan kesalahan penggunaan bahasa juga bisa menimbulkan kesalah pahaman. Karena itu menggunakan bahasa harus dengan bijak agar dampak yang tidak baik dapat terhindar.

    ReplyDelete
  3. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bahasa merupakan sarana penting untuk berkomunikasi dengan sesama bahkan dengan makhluk hidup lainnya. Kita diajarkan bagaimana berbahasa yang baik dari kecil. Bahasa yang baik adalah bisa diterima dan berisi ide, pemikiran, visi dan misi yang baik. Dan yang terpenting dalam cara kita berbahasa adalah berbahasa dengan sang pencipta kita.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi. Bahasa ini tidak hanya dalam bentuk lisan, namun dapat berupa tulisan dan symbol. Dalam filsafat dikenal bahasa analog yang fungsinya adalah sebagai alat untuk berfilsafat. Mengapa bahasa analog yang digunakan, karena bahasa analog tidak terbatas atau terikat oleh ruang dan waktu. Isi dan keberadaanya bergantung pada esensi si pembaca.

    ReplyDelete
  5. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hal tersebut karena setiap orang yang membaca memiliki tafsiran yang berbeda-beda. Tergantung dari sudut mana orang tersebut akan melihatnya. Adanya bahasa ini sangat mempermudah manusia. Bahasa ini pula mempersatukan setiap manusia.

    ReplyDelete
  6. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam berfilsafat bahasa berperan sangat penting. Bahasa merupakan sebuah alat komunikasi yang berfungsi untuk menyatakan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran kita. Berdasarkan karakteristik bahasa yang berbeda itu sehingga memiliki keterkaitan antara analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi. Dalam menggunakan bahasa yang ada dalam pikiran kita, seharusnya kita mempertimbangkan ruang dan waktu. Jenis bahasa tertentu mungkin cocok dalam ruang dan waktu tertentu, tetapi bisa tidak cocok di dalam ruang dan waktu yang lain.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A

    Bahasa adalah salah satu sarana untuk memudahkan kita dalam mengungkapkan ide, pendapat, gagasan dan lain sebagainya. Bahasa memiliki berbagai macam unsur, seperti univocal, ekuivokal, struktur, lambang, semantic, tautology, kontradiksi. Dalam berfilsafat pun bahasa sangat penting adanya. Untuk melatih kemampuan berfilsafat maka seseorang harus memperkaya bacaan dan wawasannya sehingga dapat menguraikan penjelasan tentang segala suatu apapun dengan bahasa yang ia miliki.

    ReplyDelete
  8. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Bahasa merupakan alat komunikasi, bahasa merupakan sarana untuk mengungapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik bentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. melalui bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. selain itu bahasa juga digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.

    ReplyDelete
  9. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam filsafat bahkan segala bidang. Bahasa merupakan alat komunikasi yang berfungsi untuk mengungkapkan pendapat atau ide-ide yang ada dalam pikiran kita. Banyak unsur yang perlu dierhatikan dalam menggunakan bahasa, siantaranya analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, kontradiksi, dan masih banyak yang lainnya. Dalam menggunakan bahasa, sebaiknya kita juga harus memperhatikan ruang dan waktu. Bahasa tertentu mungkin cocok dalam ruang dan waktu tertentu, akan tetapi bisa jadi tidak cocok dalam ruang dan waktu yang lain. Dengan membaca tulisan ini, semoga kita dapat lebih baik menggunakan bahasa ke dalam dimensi ruang dan waktu yang tepat.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  10. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Bahasa dapat mempersatukan segala perbedaan yang ada, karena melalui bahasa lah kita dapat saling berkomunikasi menyampaikan pendapat yang berbeda satu dengan yang lainnya. Ilmu yang mempelajari tentang ke bahasaan ini disebut linguistik. Bahasa mencakup univoval, ekuivokal, struktur, lambang, semantik, tautology, maupun kontradiksi seperti pada Elegi Menggapai Bahasa di atas. Bahasa merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia. Sekelompok manusia atau bangsa yang hidup pada waktu tertentu tidak akan berkembang baik jika tidak terdapat bahasa. Oleh Karena itu, setiap manusia akan senantiasa melakukan relasi yang erat dengan bahasa.

    ReplyDelete
  11. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 Pedidikan Matematika A 2017

    Bahasa adalah alat komunikasi yang utama. Tanpa adanya bahasa, kita tidak dapat berhubungan satu sama lain dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Berdasarkan postingan di atas, bagian-bagian bahasa antara lain ada analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, kontradiksi, dan lain-lain. Ada beberapa dari kita yang tidak dapat menggunakan suaranya karena suatu keterbatasan, tetapi Allah Maha Adil. Bahasa tidak hanya melalui suara (vokal) saja. Bahasa juga dapat berupa tulisan, lambang, dan isyarat. Dengan begitu, semua manusia dapat berbahasa dengan caranya.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Bahasa adalah hal penting dalam kehidupan manusia. Bahasa memiliki banyak unsur. Semua unsur-unsur tersebut tidak dapat dihilangkan salah satunya. Analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, kontradiksi, dan lain-lain adalah bahasa. Tidak ada yang lebih menonjol di antara kawan-kawanya, semuanya bersinergi membentuk bahasa yang digunakan oleh manusia.

    ReplyDelete
  13. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B

    Bahasa yang digunakan orang saat berkomunikasi tergantung ada pemikirannya. Kalimat yang dikeluarkan pada saat seseorag berkomunikasi tersebut merupakan hasil representasi dari pemikirannya. Refleksinya dalam pembelajaran matematika adalah seorang guru harus dapat mengkomunikasikan representasi pemikirannya kepada siswa dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa, menggunakan kalimat sederhana dan mudah dipahami akan membuat siswa lebih paham dari pada menggunakan bahasa yang sulit untuk dipahami apalagi tujuannya hanya untuk memperlihatkan kedudukan guru yang memiliki pengetahuan lebih banyak dari siswanya. Bukankah bahasa untuk dimengerti? Apabila bahasa sulit untuk dipahami maka ilmu yang akan diberikan belum tentu utuh dipahami siswa seperti yang diharapkan gurunya, bahkan akan menjadi multitafsir yang akan menjerumuskan siswanya.

    ReplyDelete
  14. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam "Elegi Menggapai Bahasa" bahwa bahasa dan filsafat erat kaitannya. Bahasa sendiri merupakan alat atau sarana komunikasi sehingga kita dapat mengerti akan maksud dari perkataan orang lain. Sehingga bahasa dijadikan sebagai kunci pokok dalam memahami sesuatu. Di dalam filsafat juga menggunakan bahasa analog yang sering dikenal dengan elegi. Dari elegi di atas telah dijelaskan mengenai berbagai macam istilah-istilah, diantaranya ialah analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, dan kontradiksi.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  15. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Bahasa membantu kita untuk dapat menuangkan berbagai pemikiran kita. Bahasa membantu kita untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa membantu kita untuk berinteraksi dengan lingkungan kita. Bahasa membantu kita untuk mengungkapkan keindahan melalui sastra. Bahasa membantu kita untuk dapat belajar dan mengajarkan. Bahasa bukan sekedar tulisan, tetapi juga bisa berupa simbol, isyarat.

    ReplyDelete
  16. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seseorang bisa berfilsafat dengan menguasai bahasa, baik itu analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, kontradiksi, maupun yang lainnya. Setiap anggota bahasa memiliki perannya masing-masing dalam berfilsafat. Bahasa yang digunakan dalam berfilsafat memiliki tingkat lebih tinggi dibandingkan bahasa sehari-hari, oleh karena itu bahasa yang disampaikan dituntut lebih jelas agar mudah dipahami. Begitu pula dalam kehidupan, semakin kita menguasai bahasa semakin pula kita mudah memahami dan mudah memberikan pemahaman kepada orang lain.

    ReplyDelete
  17. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Satu diantara fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa merupakan kunci utama dalam memahami sesuatu. Bahasa memudahkan kita dalam mengungkapkan berbagai ide, pendapat dan lain sebagainya. Bahasa dan filsafat sangat erat kaitannya karena dalam mempelajari filsafat juga terdapat bahasa. Seperti yang tertera pada elegi menggapai bahasa, bagian-bagian bahasa diantaranya adalah analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, tautologi, kontradiksi, dan lain-lain. Memikirkan bahasa dalam ilmu filsafat merupakan memikirkan suatu hal yang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete
  18. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dalam kehidupan tentunya orang akan berkomunikasi lewat bahasa. Bahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.Bukan hanya dalam kehidupan, dalam berfilsafatpun seseorang harus menguasai bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berfilsafat bahasa yang digunakan harus lebih jelas agar mudah dipahami. Semakin kita menguasai bahasa semakin pula kita mudah memahami dan mudah memberikan pemahaman kepada orang lain. Adapun anggota bahasa yang harus kita ketahui yaitu analog, univokal, struktur, ekuivokal, lambang, semantik, dan kontradiksi.

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Bahasa merupakan cerminan dari pikiran dan tingkah laku seseorang. Dengan bahasa, seseorang dapat berkomunikasi. Dari bahasa yang digunakan, diri seseorang dapat diidentifikasikan berbagai macam hal. Seperti, kebiasaan, pola pikir, lingkungan, dll.
    Begitu banyaknya anggota dari bahasa, dan semuanya memiliki ciri dan keunikan masing-masing. Tetapi semuanya tidak saling menggunggulkan diri, karena semuanya sama-sama mengagumkan dengan keindahannya masing-masing. Kegunaan dari setiap anggota bahasa itu sendiri ditentukan dari fungsi dan kebutuhan penggunanya.

    ReplyDelete
  20. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Dari perkuliahan minggu ini saya belajar bahwa sebenar-benarnya filsafat yang terjadi sekarang adalah filsafat bahasa. Bahasa memang penting karena sedikit perbedaan bahasa membawa dampak besar bagi kehidupan manusia. Berbahasa sesuai denngan ruang dan waktu karena sebenear-benarnya dirimu yang baru akan mulai berbicara telah berbeda dengan dirimu yang mulai mengeluarkan kata-kata.

    ReplyDelete
  21. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Bahasa ibarat jendela rumah. Dengan bahasa kita membuka pikiran dan hati kita. Dengan bahasa membuat atmosfir kehidupan kita seirama. Ya, saya setuju bahwa bahasa bersifat ontologis dan epistemologis. Bahasa mengungkap keberadaan kita. Bahkan, bahasa pula yang membuat kita saling menghargai di tengah-tengah perbedaan. Semasa sekolah menengah, saya pernah belajar bahasa selain Indonesia dan Inggris, yaitu Jerman dan Mandarin. Dan saya menyesal ketika mendapat kesempatan tersebut saya tidak beajar dengan sungguh-sungguh. Sekarang, di bangku kuliah saya menyadari bahwa bahasa tersebut penting untuk dipelajari, khususnya untuk membuka wawasan. Saya bercita-cita ingin sekali kuliah di luar negeri, semoga saya diberi kesempatan dan keikhlasan kembali untuk mempelajarinya.

    ReplyDelete
  22. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Bahasa adalah tutur kata, bagaimana seseorang mengekspresikan apa yang ada dalam pemikirannya. pemilihan bahasa yang tepat akan memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain, terkadang bahasa juga dijadikan sebagai alat untuk mempersatukan sebuah pemikiran perbedaan, ataupun melalui bahasa yang tidak jelas bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Dalam menggunakan bahasa, sebaiknya kita menggunakan perasaan agar orang yang kita ajak berkomunikasi bisa lebih memahami makna bahasa yang kita gunakan.

    ReplyDelete
  23. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Kunci dari komunikasi adalah bahasa. Bahasamu adalah dirimu. maka jika kamu sedang berusaha menyampaikan pesan kepada orang lain maka itulah bahasamu. gayamu berbicara, gayamu membuat simbol, gayamu menyampaikan pikiranmu. itulah bahasamu. bahasa menjadi penting dalam komunikasi karena hakikat berkomunikasi adalah menyampaikan pesan dari komunikator kepada komunikan. pesan yang disampaikan tidak lain tdak bukan adalah bahasa itu sendiri.

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  25. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Bahasa, jika diartikan begitu banyak makna yang dapat menyertainya. Bahasa dapat berfungsi sebagai alat untuk berinteraksi dengan sesama makhluk hidup. Menurut saya, bahasa ada yang bersifat pasif dan aktif. Jika bahasa tersebut terucap secara lisan maka akan bersifat aktif. Lain halnya dengan bahasa yang bersifat pasif seperti bahasa isyarat. Seseorang hidup dengan bahasanya masing-masing, tentunya setiap wilayah memiliki ciri khas tersendiri. Bahasa juga dapat dijadikan sebagai identitas seseorang.

    ReplyDelete
  26. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi memahami bahasa. Bahasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Karena, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk mengungkapkan sebuah ide. Sebenarnya bahasa merupakan cerminan dari seorang individu, hal itu karena bahasa merupakan hasil olah pikir manusia. Jika kita ingin melihat bagaimana kepribradian dari sesorang maka kita dapat melihat dari bahsanya. Terimakasih

    ReplyDelete
  27. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Terimakasih untuk penjelasan mengenai bahasa-bahasa yang digunakan dalam penulisan elegi-elegi ini. Saya belum sepenuhnya paham, namun semoga dengan lebih banyak membaca nantinya saya akan dapat lebih memahami. Bahasa adalah kebiasaan, semoga setelah terbiasa membacanya, saya dapat menggapai bahasa itu.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    sesungguhnya bahasa itu memainkan peranan penting dalam berkomunikasi. salah penggunaan bahasa bisa saja menjadi hal yang lucu, tetapi juga bisa menjadi hal yang berbahaya. maka alangkah bijak jika kita bisa menggunakan bahasa sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  29. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Dialog antara bahasa dan segala unsur-unsurnya tersebut merupakan hal yang sajian yang empuk bagi kami untuk belajar bahwa bahasa merupakan unsur dalam kehidupan yang perannya memang sangat penting dan tak bisa tergantikan, tanpa bahasa manusia tak kan dapat berkomunikasi, tanpa bahasa manusia akan terbelakang karena tertinggal arus informasi.
    Berdasarkan para peran pada dialog diatas ada analog, univocal, struktur, ekuivocal, lambing, semantic, tautology dan kontradiksi menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda dan tidak setiap manusia belum tentu dapat memahami gaya-gaya tersebut. Refleksi dari hal tersebut bahwa kami harus belajar belajar dan belajar agar dapat memahami ilmu pengetahuan yang di sampaikan dengan berbagai macam gaya bahasa. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  30. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel kali ini. Pelajaran yang dapat saya petik adalah bahasa merupakan salah aspek dan cara berinteraksi guna menjadi pelengkap perilaku dan karakteristik kita. Saya setuju bahwa bahasa bersifat ontologis dan epistemologis. Bahasa mengungkap keberadaan kita. Saya juga baru tahu ternyata banyak sekali macam bahasa dengan sega;a keunikannya. Tidak untuk saling menjatuhkan atau mengunggulkan karena semuanya benar dan berlaku jika ditempatkan sesuai ruang dan waktunya. Saya selalu teringat dengan perkataan bapak, bahwa dirku adalah bahasaku, sehingga alangkah besar peran bahasa untuk menunjukkan identitas dan jati diri kita di mata dunia, maka berbahasa lah yang baik dan benar karena itulah salah satu yang akan mencerminkan hakikat kepribadian diri kita seperti apa, wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  31. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Setiap waktu, setiap detik tak mungin manusia yang hidup dapat dipisahkan dari bahasa. Membaca elegi ini saya belajar tentang segala sesuatu dalam bahasa dan ternyata masih banyak lagi hal-hal yang bisa dipelajari tentang bahasa, bahasa itu memiliki banyak unsur, pada setiap unsurnya memiliki fungsinya masing-masing. Dengan bahasa kita dapat belajar. Dalam belajar filsafat bahasa merupakan hal yang penting, dengan bahasa manusia dapat berinteraksi dengan manusia lain. Dengan bahasa manusia dapat berinteraksi dan mengenal hal yang ada dan yang mungkin ada. Bahasa adalah keindahan, bahasa adalah sarana komunikasi, bahasa adalah alat untuk belajar, bahasa adalah ciri khas seseorang, dan tak terhingga fungsi bahasa dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Bahasa adalah media komunikasi yang tercipta melalui tranformasi kebudayaan yang sangat panjang. Bahasa adalah manifestasi dari hakikat manusia sebagai makhluk sosial. Bahasa memudahkan kita dalam berkomunikasi dan komunikasi adalah salah-satu syarat penting dalam proses sosialisasi. Menurut saya, menggapai bahasa harus dengan melalui ketekunan dan pembiasaan yang intens. Menggapai bahasa hanya dapat dilakukan dalam proses interaksi sosial (tidak dapat dilakukan dengan sendiri).

    ReplyDelete
  34. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Peran bahasa dalam filsafat sangatlah penting. Menyampaikan sesuatu yang ada di pikiran menjadi susunan kata-kata atau kalimat yang akan diucapkan atau dituliskan tentu membutuhkan kemampuan bahasa yang baik. Bahasa analog sering digunakan dalam bersilfat, karena dalam filsafat sangat membutuhkan suatu penjelasan. Dengan bahasa analog, sesuatu dapat dijelaskan secara lebih luas baik dengan perumpamaan atau membandingkan dengan yang lain.

    ReplyDelete
  35. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Didalam kehidupan bahasa memegang peran penting, karena bahasa digunakan sebagai alat komunikasi agar dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya. Dalam berfilsafat, bahasa adalah peran yang penting, karena berfilsafat tidak lah menggunakan bahasa komunikasi sehari-hari, yang digunakan salah satunya bahasa analog. Didalam elegi menggapi bahasa ini, menyebutkan berbagai macma tipe bahasa seperti analog, univokal, ekuivokal, semantik, tautologi, dll. tentunya bahas-bahasa tersebut dapat digunakan sesuai dengan runang dan waktunya.

    ReplyDelete