Nov 6, 2014

Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya

Ass Wr Wb,



Pada hari ini Kamis, 6 Nopember 2014, pada perkuliahan Filsafat Ilmu untuk program S2 Pendidikan Matematika PM B, di Ruang. 201 A, PK 09.30 sd 11.10 Gedung Lama Pascasarjana UNY, saya mengangkat topik "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya". Kuliah dihadiri 24 mahasiswa.


Di dalam kelas perkuliahan, saya memersilahkan para mahasiswa untuk memikirkan baik secara sendiri maupun bersama untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut berdasar pengetahuan yang telah diperoleh dalam 7 kali perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu; dan juga berdasar referensi yang dapat dicari/diakses baik berupa buku atau sumber lain yang akuntabel/kredibel, yaitu berupa sumber-sumber Primer atau Sekunder. Perlu saya sampaikan bahwa di dala mengacu atau merefer sumber-sumber, usahakanlah agar terhindar dari aspek plagiarisme.

Agar para mahasiswa memeroleh apersepsinya, maka saya sebagai Dosen pengampu memberi pengantar sebagai berikut. Bahwa yang dimaksud sumber-sumber penetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf. Pikiran para Filsuf merentang (time line) dari jaman Yunani Kuno hinga jaman sekarang (Kontemporer). Pikiran-pikiran para Filsuf selanjutnya menghasilkan Aliran-aliran (school) Filsafat. Maka untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan topik di atas, adalah suatu keharusan untuk memelajari berbagai macam Aliran Filsafat.

Selanjutnya hasil kerja para mahasiswa tersebut di atas akan terlihat di dalam Comment-comment dari posting ini.

Agar pengetahuan kita bersifat terbuka dan komprehensif, maka saya memersilahkan para pembaca yang budiman untuk ikut serta memberikan pemikirannya dengan cara juga membuat/melalui Comment-comment.

Selamat mencoba, semoga kita selalu diberi kecerdasan pikir dan hati dalam ke Ridhloan Nya. Amin

Dosen ybs,

Marsigit



42 comments:

  1. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Baik filsafat maupun ilmu adalah satu hal yang terwujud atas dasasr hasil pemikiran secara sadar, proses berfikir adalah bagian dari proses belajar. Berfilsafat atau belajar afalah suatu kegiatab yang berusaha untuk memecahkan masalah yang terdapat dalam.kehidupan manusia. Belajar adalah ketika seseorang mendapatkan ilmu yang kemudian secara tidak sadar merubah tingkah laku seseorang.
    Filsafah itu sendri merupakan induk sebuah pemikiran, induk ilmu yang memiliki objek yanh lebih luas dan sifatnya universal. Filsafah memandang dunia secara keseluruhan. Ilmu yg mmemperoleh gambaran dari bagian bagiannya yang kemudian dapat dipelajari oleh individu.

    ReplyDelete
  2. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Filsafat lahir dalam sifat yang tetap dan konsisten yaitu berupa ilmu-ilmu dasar dan murni. Sehingga pemikiran para filsuf dari zaman Yunani kuno masih relevan dan tetap dipakai hingga saat ini. Pemikiran tersebut tidak terlepas dari proses berfikir. Immanuel Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi, yaitu apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi.

    ReplyDelete
  3. Filsafat mendorong kita untuk senantiasa mengetahui apa yang telah kita ketahui dan menunjukkan apa yang belum kita ketahui. Menurut Aristoteles ada dua pengetahuan, yakni pengetahuan indrawi dan pengetahuan akali. Pengetahuan indrawi merupakan hasil dari keadaan konkrit sebuah benda, sedangkan pengetahuan akali merupakan hasil dari hakekat jenis benda itu sendiri.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  4. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013


    sumber pengetuan alam adalah semua yang ada di alam semesta dan apa yang ada di dalam pikiran, hati manusia. macam pengetahuan ada pengetahuan yang ideal dan realis, pengetahuan yang tetap dan berubah, pengetahuan yang abstrk dan pengetahuna yag kongkrit, pengetahauan yang analitik aprioi dan sistetis postriori, pengethauan koheren dan pengethuan pencocokan. hubungan antra ilmu satu denganyang lainnya dalah saling melelngkapi, yang artiya harus ada sinergi apa yang ada dalm pikian dengan yang ada di alam semesta.

    ReplyDelete
  5. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Filsafah adalah merupakan induk sebuah pemikiran, induk ilmu yang memiliki objek yang lebih luas dan sifatnya umum. Filsafah memandang dunia secara keseluruhan. Ilmu yg mmemperoleh gambaran dari bagian bagiannya yang kemudian dapat dipelajari oleh setiap individu.

    ReplyDelete
  6. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Immanuel Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi, yaitu apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi.Immanuel Kant berpendapat bahwa kondisi tertentu dalam pikiran manusia ikut menentukan konsepsi, yaitu apa yang kita lihat dianggap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu yang disebut bentuk intuisi.

    ReplyDelete
  7. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Immanuel Kant mengatakan jika engkau ingin mengetahui Dunia maka tengoklah ke dalam pikiranmu sendiri, karena sebenar-benar Dunia itu persis sama dengan apa yang engkau pikirkan. hal ini se jalan dengan sumber-sumber pengetahuan yang dasarnya dari para filsuf, bahwa pengetahuan itu persis seperti apa yang ada di pikiran kita karena apa yang kita pikirkan itulah pengetahuan kita yang diyakini oleh diri kita sendiri kebenarannya.
    Pada dasarnya ada 2 cara yang pokok bagi manusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar, yakni dengan mendasarkan diri kepada rasio (rasionalisme) dan mendasarkan diri kepada pengalaman/fakta/empiri (empirisme). Seorang filsuf yang dikenal RENE DESCRATES (1596-1650), pernah mengatakan : "De omnibus dubitandum !" (Segala sesuatu itu harus diragukan). Namun segala yang ada dalam hidup ini, biasanya dimulai dengan meragukan sesuatu, dan setelah itu barulah menemukan kebanaran, dan Kebenaran adalah pernyataan tanpa ragu. sehingga kebenran yang Absolut adalah Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  8. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut Immanuel Kant sumber-sumber pengetahuan adalah rasio dan juga pengalaman. Rasio atau rasionalitas lebih menekankan kepada pemikiran rasional dengan bukti-bukti sehingga tidak boleh mudah percaya sesuatu. Sumber lain adalah secara pengalaman (empiris). Pengalaman ini dapat diperoleh ketika siswa melakukan benyak kegiatan dan eksperimen. Sumber belajar dari pengalaman ini akan lebih mudah diserap dan membuat siswa lebih aktif.

    ReplyDelete
  9. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Manusia adalah makhluk pencari kebenaran. Upaya pencarian kebenaran ini terlihat jelas sepanjang sejarah filsafat dan pengetahuan. Pencarian kebenaran itu terkadang justru mengantarkan pada keraguan akan kemampuan manusia untuk meraih kebenaran itu.Dalam pembahasan filsafat kita akan temukan kaitan antara pikiran dengan kata. Adapun definisi tidak selalu jelas begitu saja. Definisi yang berkaitan dengan bilangan menimbulkan rasa kepastian makna, misalnya 2+3=5. Kebenaran logika dan matematika yang bersifat khusus, taat azas atau konsisten/ koheren antara pernyataan yang satu dengan yang lain, dan antara pernyataan dengan konvensi merupakan dalil yang di terima oleh ilmuan.
    Pernyataan tentang fakta dapat “benar” dan dapat “salah”. Misalnya : “es menutupi kutub utara” (benar), dan “gempa tsunami tidak menimbulkan banyak korban di aceh” (salah). Kebenaran empiris dapat dibuktikan benar salahnya melalui pembuktian ulang. Jika observasi yang dilakukan terhadap korban aceh menimbulkan korban yang luar biasa, maka berarti pernyataan diatas dibuktikan salah (difalsifikasi). Akan tetapi jika observasi langsung menunjukan tsunami hanya memakan korban yang sedikit, maka pernyataan saya dibuktikan benar (diverivikasi).

    ReplyDelete
  10. YUNDA VICTORINA TOBONDO
    16709251015
    P.MAT A 2016

    Seperti yang dikatakan pada perkuliahan, bahwa filsafat merupakan ilmu olah pikir dan pengetahuan lahir dari hasil berpikir, maka pengetahuan merupakan hasil dari berfilsafat yang dilakukan oleh para filusuf-filusuf dunia. Oleh karenanya, kita dapat merujuk pemikiran-pemikiran dari para filusuf untuk dijadikan sebagai sumber pengetahuan kita. Bagi perkembangan ilmu pengetahuan, kita dapat melihat pandangan dari Immanuel Kant yang dapat dijadikan landasan kita alam mengembangkan pengetahuan yang ada pada saat ini.

    ReplyDelete
  11. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Sumber-sumber pengetahuan berbeda-beda menurut alirannya. Immanuel Kant memandang rasionalisme dan empirisme senantiasa berat sebelah dalam menilai akal dan pengalaman sebagai sumber pengetahuan. Menurut Rasionalisme rasio merupakan sumber pengenalan atau pengetahuan. Sedangkan empirisme menjadikan pengalaman sumber pengetahuan.

    ReplyDelete
  12. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Segala macam pengetahuan adalah sumbernya, segala sesuatu yang tetap dan berubah. Dalam kehidupan ini (dalam kenyataan) selalu berubah hukumnya yang tetap hidup hanya dalam pikiran, hati dan kuasa Tuhan. Tetap maupun tidak tetap ada berstruktur, karena berstruktur maka ada tetap yang absolut dan relatif. Semua kenyataan, yang berubah itu adalah bayangan dari yang tetap.

    ReplyDelete

  13. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Ilmu pengetahuan mendasarkan pada akal fikiran lewat pengalaman dan indra, dan filsafat mendasarkan pada otoritas akal murni secara bebas dalam penyelidikan terhadap kenyataan dan pengalaman terutama dikaitkan dengan kehidupan manusia maka ilmu filsafat juga harus berdialog dengan ilmu-ilmu lain karena ilmu-ilmu (selain filsafat) dapat membantu manusia dalam membangun kerangka berfikir.

    ReplyDelete
  14. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Ilmu pengetahuan dibentuk dari logika dan pengalaman. dasar dari ilmu terdapat dalam wahyu kemudian manusia dengan potensi akal dan nalurinya, berusaha untuk membuktikan kebenaran apa yang ada dalam wahyu.

    Sehingga, berkembangnya pengetahuan seiring dengan perkembangan kaum intelektual dalam mempelajari dan mendalami wahyu Allah tersebut.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  15. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Salah satu tokoh yang turut menyumbang pikirannya dalam filsafat adalah Immanuel Kant. Proyek Kant salah satunya adalah The Critique of Pure Reason. Topik utama dalam proyek tersebut tentang kemungkinan metafisika yang dipahami dengan cara tertentu. Metafisika menurut Immanuel Kant menyangkut pengetahuan a priori atau pengetahuan yang tidak tergantung pada pengalaman.
    Sumber : http://plato.stanford.edu/entries/kant/

    ReplyDelete
  16. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pada awalnya, segala jenis teori, teorema, sifat, berbagai definisi dan pengertian juga adalah dari pemikiran seorang ilmuwan atau sastrawan atau orang-orang yang berkompeten akan hal itu. Dan pemikirannya diakui dunia. Simbol +, - pun ada penemunya. Pengetahuan yang kita tulis di buku-buku cetak pada dasarnya adalah sesuatu yang telah kita sepakati bersama.
    Aliran-aliran filsafat seperti idealisme, materialisme, eksistensialisme, monoisme, dualisme dan pluralisme secara umum menurut saya adalah untuk memperbaiki struktur kehidupan, menata hati dan juga bisa membuat lebih bijak.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  17. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A 2016
    Sebenar-benar orang belajar filsafat adalah belajar tentang ilmu, Filsafat sering juga dapat diartikan sebagai “berpikir reflektif dan kritis” (reflective and critical thinking). Namun, Randall dan Buchler (via Sadulloh, 2007:17) memberikan kritik terhadap pengertian tersebut, dengan mengemukakan bahwa definisi tersebut tidak memuaskan, karena beberapa alasan, eat: 1) tidakmenunjukkan karakteristik yang berbeda antara berpikir filsafati dengan fungsifungsi kebudayaan dan sejarah, 2) para ilmuwan juga berpikir reflektif dan kritis, padahal antara sains dan filsafat berbeda, 3) ahli hukum, ahli ekonomi juga ibu rumah tangga sewaktu-waktu berpikir reflektif dan kritis, padahal mereka bukan filsuf atau ilmuwan.

    ReplyDelete
  18. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Berdasarkan elegi yang disampaikan, disebutkan bahwa Sumber-sumber pengetahuan secara filsafati adalah pikiran para filsuf, demikian juga dengan ilmu. Ilmu adalah sesuai dengan apa yang dipikirkan para filsuf. Oleh karena itu objek pengetahuan dan parameter kebenaran suatu pengetahuan juga sangat tergantung pada aliran filsafat yang ada di belakangnya. Semua bersifat relatif. Bagaimana dengan kitab suci Alquran yang diyakini oleh umat Islam sebagai sumber ilmu pengetahuan juga? Banyak kejadian maupun fenomena alam yang terjadi saat ini ternyata sudah disebutkan dalam Alquran yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu?

    ReplyDelete
  19. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Jika kita membahas filsafat maka sumber-sumber pengetahuannya berasal dari pikiran para filsuf. Mereka tak pernah menganggap dirinya sebagai filsuf tapi tulisan-tulisan merekalah yang membuat orang lain memanggil mereka filsuf. Ilmu filsafat ialah ilmu yang sesuai dengan pikiran para filsuf. Maka dengan mempelajari pikiran para filsuf itulah kita belajar filsafat. Pikiran para filsuf itu bermulai dari Zaman Yunani kuno sampai sekarang yang menghasilkan aliran-aliran filsafat. Maka tiadalah kita bisa menjawab "Sumber-sumber Pengetahuan, Macam Pengetahuan, Pembenaran Pengetahuan dan Hubungan Pengetahuan yang satu dengan lainnya" jika kita belum mempelajari aliran-aliran para filsuf.

    ReplyDelete
  20. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    “Bahwa yang dimaksud sumber-sumber pengetahuan secara filsafati adalah pikiran para Filsuf. Dan yang dimaksud ilmu adalah juga sesuai apa yang dipikirkan para Filsuf. Dan yang dimaksud justifikasi serta macam-macam ilmu adalah juga pikiran para Filsuf. Maka tiadalah sebenar-benar dapat dikatakan belajar Filsafat, jika tidak berdasar pikiran para Filsuf.”
    Yang masih membuat saya bertanya-tanya meski sudah bertanya adalah siapa filsuf. Maka, kembali lagi ke pernyataan socrates bahwa puncak berpikir pada akhirnya adalah tidak mampu mengerti apapun.

    ReplyDelete
  21. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafah itu sendiri merupakan induk sebuah pemikiran,sedangkan induk ilmu yang memiliki objek yang lebih luas dan sifatnya universal. Dapat juga dikatakan bahwa induk ilmunya diperoleh dari pengetahuan/ sumber pengetahuan. Pemikiran atau pengetahuan bisa diperoleh dari pemikiran rasionalisme maupun empirisme yang mewakili pemikiran rasio (logika) dan pemikiran empirisme (yang ada di luar pikiran).

    ReplyDelete
  22. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Seorang filsuf, Immanuel Kant menyatukan pemikiran rasionalisme dan empirisme sebagai sumber pengetahuan. Oleh karena Rasionalisme memandang rasio merupakan sumber pengenalan atau pengetahuan. Sedangkan empirisme menjadikan pengalaman sumber pengetahuan, maka keduanya beerkombinasi menyatukan secara koheren senantiasa berjalan beriringan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sebaik baiknya hidup adalah interaksi pemikiran antara rasionalisme dan empirisme.

    ReplyDelete
  23. Assalamualaikum wr. wb.

    Di kalangan filosof dan saintis Muslim, berkembang sebuah pemikiran bahwa sumber utama ilmu pengetahuan adalah wahyu. Bagi umat Islam, hal itu termanifestasi dalam bentuk al-Quran dan sunnah. Sumber al Qur’an ini bukan hanya mendampingi sumber pengetahuan lain, misalnya sumber empiris yang faktual/induktif dan rasional/deduktif. Al- Qur’an bahkan dapat dianggap pemegang otoritas lahirnya ilmu. Kenapa demikian? Sebab dalam perspektif Islam, alam yang menjadi sumber empiris pengetahuan moderen, adalah wahyu Tuhan juga. Ia adalah simbol terendah dari Tuhan yang Maha Tinggi dan sekaligus Maha Qudus.

    Dwi Margo Yuwono
    16701261028
    S3 PEP Kelas A

    ReplyDelete
  24. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Perkembangan Filsafat dari mulai Yunani Kuno (Pra Socrates, Sophisme), Masa keemasan Yunani (Socrates, Plato, Aristoteles), filsafat abad pertengahan (Masa Patristik, masa scholastik), filsafat modern (renaissance), Abad ke-17 (rasionalisme, empirisme), Aufklarung (pencerahan) yaitu G Barkeley, David Hume, Immanuel Kant, sampai pada Filsafat Kontemporer (idealisme jerman, positivisme, materialisme, pragmatisme, fenomenologi, eksistensialisme) merupakan jawaban atas sumber-sumber pengetahuan, macam pengetahuan, pembenaran pengetahuan, dan hubungan pengetahuan yang satu dengan lainnya. Misal jika kita lihat pada masa yunani kuno, Pythagoras mengemukakan bahwa segala sesuatu terdiri bilangan-bilangan, struktur dasar kenyatan ialah ritme, ia dikenal dalam ilmu pasti matematika dengan dalilnya ‘pythagoras’.

    ReplyDelete
  25. Dalam hidup kita harus berfilsafat karena filsafat merupakan induk dari ilmu pengetahuan,sebuah filsafat dapat mengupas suatu permasalahan secara mendalam. Filsafat menurut Anton Bakker, Achmad Charris, Zubair bahwa filsafat merupakan explisitas tentang hakikat realitas yang ada dalam kehidupan manusia, yakni hakikat manusia itu sendiri, hakikat semesta, bahkan hakikat Tuhan baik menurut struktural maupun menurut segi normatif. Maka dengan itu semua jenis pengetahun harus memiliki dasar filsafat dalam pijakannya ,karena sifat manusia ingin hasil yang benar dari semua jenis pengetahuan .


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  26. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Aristoteles (381 SM-322 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.

    ReplyDelete
  27. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Menurut pandangan Immanuel Kant, filsafat adalah ilmu pengetauan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Dan dalam ilmu filsafat dikaji empat hal pokok yaitu apakah yang dapat manusia kerjakan (metafisika), apa yang seharusnya diketahui manusia (etika), agama yang mengukur sampai dimana harapan manusia (agama) dan apakah yang dinamakan manusia itu (antropologi). Ia menunjukan jalan terbuka dalam membangun suatu proses subjektif dan objektif pengetahuan, sehingga pengetahuan tidak menjadi berat sebelah

    ReplyDelete
  28. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A


    Ilmu tidak sekedar pengetahuan, tapi merangkum sekumpulan pengetahuan dengan teori-teori yang telah disepakati dan diuji dengan seperangkat metode. Dipandang dari sudut filsafat ilmu itu terbentuk karena manusia terus berpikir tentang pengetahuan yang dimilikinya. Keduanya memiliki kesamaan yaitu memberikan pengertian mengenai hubungan yang ada antara kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab akibatnya

    ReplyDelete
  29. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ilmu pengetahuan sangat luas. Banyak sekali aliran-aliran yang terbentuk. Menurut Immanuel Kant sendiri tentang filsafat adalah ilmu (pengetahuan), yang merupakan dasar dari semua pengetahuan dalam meliput isu-isu epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab pertanyaan tentang apa yang dapat kita ketahui.

    ReplyDelete
  30. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah kedua hal yang berbeda, pengetahuan juauh lebih luas dari ilmu pengetahuan karena pengetahuan mencakup segala sesuatu yang diketahui manusia tanpa perlu berarti dibakukan secara sistematis.

    ReplyDelete
  31. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Meski pengetahuan dan ilmu pengetahuan adalah hal yang berbeda namun memiliki hubungan yang erat. Suatu pengetahuan akan menjadi sebuah ilmu apabila telah diuji secara empiris dan disusun secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah.

    ReplyDelete
  32. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Salah satu sumber pengetahuan menurut para filsuf adalah empirisme. Empirisme berasal dari bahasa Yunani empeirikos yang berarti pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya, dimana pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman inderawi. Selain itu, empirisme ialah paham filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar ialah yang logis dan ada bukti empiris. Dalam pemahaman ini, kebenaran dapat dilihat dari bukti-bukti, fakta-fakta dan pengalaman.

    ReplyDelete
  33. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Saya setuju dengan pendapat mbak Riska bahwa filsafat memandang dunia secara keseluruhan. Menurut saya filsafat itu luas, bisa mencakup apa saja dalam elemen kehidupan kita. Untuk bisa mencakup keluasan filsafat itulah kita harus terbiasa mempelajari filsafat salah satunya dengan rajin membaca postingan-postingan bapak Marsigit mengenai filsafat.

    ReplyDelete
  34. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam menyusun suatu tulisan yang berlandaskan ilmu pengetahuan itu mempunyai landasan teori yang diperoleh dari para pengemuka teori tersebut baik itu didapatkan secara langsung dari buku yang dituliskannya ataupun dari artikel-artikel ilmiah yang dapat berupa skripsi, tesis, disertasi, ataupun jurnal-jurnal yang mengemukakan teori yang dikemukakan. sehingga dari sumber pengetahuan yang dikemukakan para ahli ini kita dapat mempelajari hal-hal yang sangat banyak dan menjadikannya referensi-referensi dalam keilmuan kita.

    ReplyDelete
  35. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berdasarkan pemikiran para filsuf, terdapat banyak sekali sumber pengetahuan. Namun ada 4 aliran yang menjadi inti dari sumber-sumber pengetahuan, yaitu: 1) Rasionalisme dengan salah satu tokohnya Rene Descartes, yang menganggap bahwa pengetahuan diperoleh dari akal. 2) Empirisme dengan salah satu tokohnya David Hume, yang mengganggap bahwa pengetahuan diperoleh dari pengalaman. 3) Intuisionisme dengan tokohnya Henri Bergson, yang menganggap bahwa pengetahuan diperoleh dari intuisi. 4) Transendentalisme dengan tokohnya Immanuel Kant yang menganggap bahwa pengetahuan tidak berasal semata-mata dari pengalaman atau pengamatan, melainkan melampauinya (wahyu).

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  36. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Munculnya sumber pengetahuan berasal dari hasil pikiran-pikiran filsuf yang secara luas dan mendalam digunakan untuk memecahkan masalah.Selain itu, sumber pengetahuan diperoleh dari pengalaman, baik indrawi maupun introspektif, sebagai sumber informasi pengetahuan kita tentang dunia ini dan pembenarannya. Sebagaimana diketahui, indra adalah satu-satunya pintu gerbang bagi pemerolehan informasi dari luar diri kita. Di samping itu, intuitif terasa paling dekat dengan pengertian umum tentang pertanggungjawaban klaim kebenaran pengetahuan.

    ReplyDelete
  37. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Belajar itu ketika kita mencari pengetahuan dari banyak sumber, dimana kita belajar untuk bisa mengaitkan antara sumber pengetahuan satu ke sumber pengetahuan yang lainnya. Karena pengetahuan tidak cukup dilihat dari satu sisi saja. Begitu juga ketika belajar filsafat, tidak bisa hanya melihat satu sumber saja. belajar filsafat adaah belajar tentang pikiran para filsuf.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  38. Pengetahuan berasal dari pemikiran para filsuf. Mencari pengetahuan berarti membaca pemikiran para filsuf. Jadi suatu pengetahuan dapat dikatakan menjadi pengetahuan jika sesuai dengan pemikiran para filsuf.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  39. Memahami filsafat harus membaca pemikiran para filsuf. Pemikiran para filsuf bisa di dapat dari berbagai sumber yang ada. maka dikatakan belajar filsafat jika kita sudah membaca pemikiran para filsuf. Tentunya Referensi ini dicarikan kepada sumber aslinya.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  40. Ilmu pada dasarnya adalah pengetahuan tentang sesuatu hal atau fenomena, baik yang menyangkut alam atau sosial (kehidupan masyarakat), yang diperoleh manusia melalui proses berfikir. Itu artinya bahwa setiap ilmu merupakan pengetahuan tentang sesuatu yang menjadi objek kajian dari ilmu terkait.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  41. Filsafat sebagai Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat berarti rendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui apa yang telah kita ketahui seakan tak terbatas.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  42. Kebenaran adalah adanya korespondensi, koheren dan konsistensi antara subjek dan objek secara pragmatis, jadi ada dua kebenaran yang ingin dicapai yaitu mutlak dan relatif. Dikatakan relatif karena kebenaran ini merupakan hasil pemikiran manusia dalam teori pengetahuan dan pengetahuan itu sendiri bukanlah sesuatu yang sudah selesai dipikirkan, tetapi sesuatu hal yang tidak pernah mutlak sebab ia masih selalu membuka diri untuk pemikiran kembali atau tinjauan ulang.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id