Nov 20, 2014

Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan




Di buat oleh Marsigit (2014)
Saya berusaha membandingkan Filsafat dan Idealogi Pendidikan berdimensi makro dan mikro praktik pendidikan untuk beberapa kelompok masyarakat. Silahkan diberi tanggapan berdasar analisis pembaca masing-masing.






Pendidikan
Kapitalisme

Pendidikan
Saintisisme

Pendidikan
Sosialisme
 
Pendidikan
Spiritualisme

Pendidikan
Demokrasi
Pendidikan Kontemporer
Indonesia
(Praktek dan Fakta di lapangan)
Filsafat
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Absolutisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Esensialisme
Realisme
Esistensialisme
Ideologi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Sosialisme
Komunisme
Komunis

Fundamen-talisme
Demokrasi
Kapitalisme
Liberalisme
Pragmatisme
Utilitarianisme
Materialisme
Politik
Demokrasi-Kapital (Korporasi)
Investasi
Pasar Bebas
Kapital

Investasi

Pasar bebas
Sosialis
Komunis
Proteksi-hegemoni
Demok-Negara
Konservatif
Demokrasi

Nasionalisme
Demokrasi-
Transaksional

Egosentris-Pasar Bebas
Moral
Relatif
Hedonisme
Relatif
Hedonisme
Egosentris
Deontologi
Absolut
Spiritual
Moral
Deontologi
Krisis Multidimensi
Sosial
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Alienasi
Multikultur
Global-sistemik-networking
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Dealienasi
Monokultur
Egaliter
Elitisme
Alienasi

Multikultur

Primordial
Kolusi
Nepotisme
Korupsi
Local-intrinsic-networking
Budaya/
Karakter
Pos Modern
Kontemporer
Pos Modern
Kontemporer
Modern
Klasik
Tradisional
Klasik
Modern
Pos Modern
Pos Modern
Konpemporer
Ilmu
Disiplin
Disiplin
Disiplin
Absolut
Kreatif
Interaktif
Aktivitas sosial
Disiplin-Egosentris
Epistemo-
logi
Pendidikan
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Pendidikan Utk Semua

Fenomenologi
Pendidikan Laskar

Indoktrinasi
Kurikulum
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Negara
Sbg Instrumen
Sebagai Kebutuhan
Instrumen Egosentris
Tujuan
Pendidikan
Investasi

Status quo
Investasi

Relatif Absolut
Hegemoni 

Egosentris

Status quo
Mono-dualis

Status quo
Pembebasan

Kebutuhan

Reformasi
Investasi 

Egosentris

Status quo
Teori Menga-jar
Berbasis Riset
Behaviorisme
Knowle-Based
Investigasi
Behaviorisme Knowle-Based
Transfer of knowledge
Behaviorisme
Ekspositori

Behaviorisme
Konstruktivis
Interaktif
Trans of know.
Ekspositori
Behaviorisme
Teori Belajar
Modeling
Motivasi-Eksternal
Eksplorasi
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-Eksternal
Modeling
Motivasi-spiritual
Otonomi
Motivasi-intern
Konstruktivis
Modeling
Motivasi-eksternal
Peran 
Guru
Think Tank
Pengambang-terkendali
ThinkTank

Pelaksana
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Model
Pelaksana-terkendali
Fasilitator

Pengembang
Think Tank
Pelaksana-terkendali
Kedudu-
kan Siswa
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Empty Vessel
Aktor Belajar
Empty Vessel
Teori Evaluasi
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasional
Eksternal

Ujian Nasioal
Evaluasi-Intrinsik
Penilaian-Berbasis Kelas
PortoFolio
Otentik-Asesm
Egosentris-
Eksternal

Ujian Nasional
Sumber/Alat Belajar
ICT
ICT
Media/Alat Peraga
Tradisional
Kreativitas Guru
Paket Pemerintah

56 comments:

  1. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Melihat Peta Filsafat dan Ideologi dari beberapa tempat, saya melihat banyak kemiripan dari pendidikan kapital dan saintisme. Selain itu pendidikan sosialisme juga hampir mirip dengan pendidikan kapital dan saintisme walaupun hanya sebagian. Disisi lai, pendidikan spiritualisme berbeda dengan yang lainnya. Sedangkan Indonesai yang konon menggunakan pendidikan demokrasi, ternyata fakta di lapangan Indonesia lebih banyak kemiripan dengan pendidikan kapital dan saintisme. Salah satu hal yang terlihat sekarang adalah kurikulum yang diberlakukan di Indonesia adalah Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  2. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Berdasarkan Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan, Indonesia paling ideal menerapkan Pendidikan Demokrasi. Namun, kondisi di lapangan masih belum sesuai dengan berbagai indikator Pendidikan Demokrasi. Hal ini disebabkan karena tidak konsistennya penerapan kurikulum. Kurikulum selalu berganti dengan yang baru tanpa melakukan perbaikan-perbaikan untuk menuju Pendidikan Demokrasi.

    ReplyDelete
  3. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    S1 pendidikan matematika C 2013

    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan terlihat bahwa pendidikan demokrasi paling sesuai untuk diterapkan di berbagai aspek. pendidikan demokrasi juga terlihat sesuai dengan hakikat dari pendekatan saintifik yang diterapkan pada kurikulum 2013, yaitu siswa sebagai subjek pembelajaan, guru dituntut untuk kreatif, guru hanya sebagai fasilitator bagi siswa, dll. Namun memang dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan, guru dibingungkan oleh sistem pendidikan yang dibuat pemerintah dan akhirnya siswa juga dirugikan. oleh karena itu perlu berbagai perbaikan dari segala aspek

    ReplyDelete
  4. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    S1 pendidikan matematika C 2013

    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan terlihat bahwa pendidikan demokrasi paling sesuai untuk diterapkan di berbagai aspek. pendidikan demokrasi juga terlihat sesuai dengan hakikat dari pendekatan saintifik yang diterapkan pada kurikulum 2013, yaitu siswa sebagai subjek pembelajaan, guru dituntut untuk kreatif, guru hanya sebagai fasilitator bagi siswa, dll. Namun memang dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan, guru dibingungkan oleh sistem pendidikan yang dibuat pemerintah dan akhirnya siswa juga dirugikan. oleh karena itu perlu berbagai perbaikan dari segala aspek

    ReplyDelete
  5. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Praktek pendidikan demokrasi dalam peta filsafat dan ideologi oleh Prof. Marsigit pernah dilakukan di awal 2000an dengan pendidikan untuk semua, semua untuk pendidikan, peran guru sebagai fasilitator, adapun siswa sebagai aktor dengan mengedepankan teori evaluasi dengan Penilaian-Berbasis Kelas, PortoFolio, Otentik-Asessmen.
    Pendidikan demokrasi tentunya masih relevan dengan keadaan sekarang ini, mengkolaborasikan sumber belajar dengan menggunakan pembelajaran berbasis ICT dan kreatifitas guru, tidak hanya bertumpu pada berkreatifitas guru saja akan tetapi murid juga diharapkan ada peran aktifnya dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  6. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan Peta Filsafat dan Ideologi Pendidikan, Indonesia paling ideal menerapkan Pendidikan Demokrasi. Namun, kondisi di lapangan masih belum sesuai dengan berbagai indikator Pendidikan Demokrasi.pendidikan demokrasi juga terlihat sesuai dengan hakikat dari pendekatan saintifik yang diterapkan pada kurikulum 2013, yaitu siswa sebagai subjek pembelajaan, guru dituntut untuk kreatif, guru hanya sebagai fasilitator bagi siswa.

    ReplyDelete
  7. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Salah satu hal yang terlihat sekarang adalah kurikulum yang diberlakukan di Indonesia adalah Kurikulum 2013. Namun memang dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan, guru dibingungkan oleh sistem pendidikan yang dibuat pemerintah dan akhirnya siswa juga dirugikan. oleh karena itu perlu berbagai perbaikan dari segala aspek

    ReplyDelete
  8. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    Pendidikan matematika C 2013

    Dari postingan diatas saya jadi mengetahui ideologi dari berbagai macam pendidikan dari mulai politik, sisswa, hingga teknik evaluasi. Dan juga bisa membandingkan dengna pendidkkan yang ada di indonesia.

    ReplyDelete
  9. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  10. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Indonesia paling ideal menerapkan Pendidikan Demokrasi. Namun, kondisi di lapangan masih belum sesuai dengan berbagai indikator Pendidikan Demokrasi.pendidikan demokrasi juga terlihat sesuai dengan hakikat dari pendekatan saintifik yang diterapkan pada kurikulum 2013

    ReplyDelete
  11. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berdasarkan peta tersebut terlihat bahwa pendidikan kapitalisme hampir sama dengan pendidikan saintisisme, dari 15 karakteristik hanya sedikit berbeda pada bagian politik, epistemologi pendidikan, tujuan pendidikan dan teori mengajar. Pendidikan sosialisme pun juga memiliki kesamaan di beberapa karakteristik k dengan pendidikan kapitalisme. Sementara pendidikan kontemporer indonesia (praktek dan fakta di lapangan) juga memiliki kesamaan di beberapa karakteristik dengan pendidikan kapitalisme dan sedikit berbeda (ada beberapa kemiripada bagian politik, moral, ilmu, kurikulum, tujuan, teori mengajar, dan sumber belajar. Sedangkan pendidikan spiritualisme dan pendidikan demokrasi memiliki sedikit sekali kesamaan ataupun kemiripan dengan yang lain. Menurut saya, gabungan dari pendidikan spiritualisme dan pendidikan demokrasi cocok untuk pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  12. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berdasarkan gambar tentang filsafat dan ideologi pendidikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa filfasat memiliki ilmu yang tetap/ absolut bagaimana pun konten pendidikan yang terjadi, mulai dari pendidikan kapitalisme hingga pendidikan kontemporer yang terjadi di Indonesia. Sedangkan ideologi pendidikan bersifat berubah atau fleksibel menyesuaikan konten pendidikan yang terjadi. Sehingga ideologi yang terjadi pada saat pendidikan kapitalisme akan berbeda ideologi saat pendidikan kontemporer di masa demokrasinya Indonesia.

    ReplyDelete
  13. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari peta di atas, dapat disimpulkan bahwa antara filsafat dan ideologi memiliki struktur yang berbeda. Filsafat memiliki struktur yang tetap walaupun berdimensi ruang dan waktu. Terlebih untuk aspek politik, sosial, moral dan lainnya bersifat fleksibel mengikuti lingkup cakupan pembahasan.

    ReplyDelete
  14. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Peta filsafat dan ideologi pendidikan yang dibuat oleh Prof. Marsigit di atas sangat membantu kita untuk memahami dan mengetahui di mana posisi ideologi pendidikan kita saat ini.

    ReplyDelete
  15. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari kesemua peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas, kesemuanya itu memiliki kelebihan dan kekurangan dan jika dipilih mana yang bagus untuk diterapkan di pendidikan Indonesia maka jawaban saya tidak ada karena kesemuanya itu berpotensi menjadi mangsa dari narasi besar kontemporer atau power now. Saya justru lebih tertarik dengan ideologi pendidikan demokrasi Pancasila yang di usulkan Prof. Marsigit pada kajiannya terkait artikel ‘narasi besar ideologi dan politik Pendidikan dunia’ dimana beliau mengusulkan pendidikan bangsa Indonesia ini kembali kepada landasan Pancasila yakini pendidikan demokrasi Pancasila dimana menganut: Filsafat Pancasila; ideologi Pancasila; Politik Pancasila; Moral Pancasila; Sosial Bhineka-Tunggal Ika; Budaya/Karakter Jati Diri Indonesia; Hakikat ilmu Saintifi-Spiritualisme; Epistemologi Pendidikan berlandasakan Pancasila; Kurikulum Hermenitika Hidup berlandaskan Pancasila; Tujuan Pendidikan Memperoleh hidup selamat, sejahtera seutuhnya lahir batin serta dunia akhirat; Teori Mengajar Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri denagn tawakkal; Teori Belajar Membangun ilmu tumaninah,istiqomah dan tawakkal; Peran guru Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri denagn tawakkal; Kedudukan Siswa Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri denagn tawakkal; Teori Evaluasi Refleksi Hidup; Sumber/Alat Belajar Alam Semesta Ciptaan Tuhan.

    ReplyDelete
  16. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Bangsa Indonesia tidak sehat jika ditinjau dari segi pendidikannya. Hal tersebut dapat dilihat dari segi ideologinya, dimana pendidikan di Indonesia terpengaruh dengan ideologi Kapitalisme, Liberalisme, Pragmatisme, Utilitarianisme, dan Materialisme. Ideologi tersebut tidak lepas dari struktur dunia sekarang dimana power now menjadi puncak pada struktur tersebut. Sehingga Indonesia mengalami disorientasi. Selain hal yang telah disebutkan di atas, hal lain juga yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia adalah dari segi politik.

    ReplyDelete
  17. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari bagan tabel di atas, dapat kita simpulkan bahwa masing-masing ideologi memiliki tujuan pendidikan yang berbeda-beda. Tentu hal ini dipengaruhi oleh cara pandang ideologi tersebut. Dari sekian banyak sistem pendidikan yang dikemukakan, pasti akan menemui kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hal ini wajar karena bagaimanapun pendidikan tersebut didesain oleh manusia yang memiliki kemampuan yang terbatas. Namun, disini harapannya tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik yaitu dapat menciptakan generasi yang bertakwa, berakhlak mulia dan beilmu pengetahuan. Tentunya metodenya pun harus sesuai dengan apa yang menjadi tujuannya.
    Semoga pendidikan indoneisia kedepannya dapat lebih baik dengan menerapkan kurikulum yang benar dan sesuai dengan naluri dan fitrah manusia.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  18. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Dalam peta filsafat dan ideologi pendidikan saya cenderung cocok dengan PENDIDIKAN DEMOKRASI melihat petanya paling bisa mengikuti hati nurani bangsa Indonesia seandainya menggunakan hal tersebut dan benar-benar diterapkan maka akan sangat sesuai dengan budaya dan jiwa bangsa Indonesia yang sangat berbeda dengan bangsa lain dan sudah menyatu dengan semua kehidupan keseharian di Indonesia. Untuk mengembangkannya tentu lebih mudah dan lebih sesuai. Apabila Prof Marsigit bisa menawarkan ke pemerintah tentu pemerintah kita tidak seperti sekarang ini yang selalu berganti-ganti kurikulum karena masih berkaca ke pendidikan di luar sana. Indahnya pendidikan demokrasi yang asli kita miliki sendiri.

    ReplyDelete
  19. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Terima kasih Prof. Marsigit untuk postingan tentang peta filsafat dan ideology pendidikan, memberikan pencerahan kepada saya tentang beragam ideology pendidikan.

    ReplyDelete
  20. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Masalah ideologi dalam pendidikan, adalah masalah yang rumit, karena hal ini menyangkut system nilai atau pola gagasan yang menjadi keyakinan seseorang atau kelompok. Ideology pendidikan ini juga merupakan kelanjutan dari ideologi politik disuatu wilayah, sehingga bisa dikatakan ideologi pendidikan lahir dari induknya yaitu ideologi politik. Ketika suatu Negara menganut politik kapitalisme, maka ideology pendidikannya juga pendidikan kapitalisme. Indonesia sebagai Negara demokrasi, maka ideology yang cocok adalah demokrasi. Pendidikan demokrasi pada hakekatnya adalah membimbing peserta didik untuk dewasa dalam berdemokrasi dengan cara mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi. Harus ada tuntutan kepada sekolah untuk mentrasfer pengajaran yang bersifat akademis kedalam realitas hidup yang lebih luas yang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi.

    ReplyDelete
  21. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terimakasih kepada Pak Prof. Marsigit yang telah memposting tentang peta filsafat dan ideologi pendidikan. Dengan peta atau tabel diatas dapat terlihat sekali plot-plot filsafat dan ideologi yang cukup rumit, ilmu tersebut sangat bermanfaat bagi saya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  22. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016



    Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan di atas, dapat diidentifikasi karakteristik pendidikan di Indonesia. Secara filosofis, landasan praktek pendidikan di Indonesia sama dengan model pendidikan pada umumnya; pendidikan kapitalisme, saintisme, sosialisme, dan demokrasi. Secara ideologis, politis, dan budaya/karakter, model pendidikan di Indonesia serupa dengan pendidikan kapitalisme dan saintisme. Selain itu terjadi krisis multidimensi dalam moral dan sosial pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  23. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016


    Dari peta filsafat dan ideologi pendidikan di Indonesia, dapat diketahui bahwa model pendidikan di negara ini belum memiliki karakternya yang khas. Dari karakteristik yang ada menunjukkan bahwa pendidikan di negara ini menyerupai pendidikan kapitalisme dan saintisme, yang notabene berasal dari barat yang menerapkan prinsip hidup berbeda. Sebagai negara yang meletakkan spiritualitas pada posisi paling atas, karakteristik pendidikan yang ada selama ini ternyata tidak sejalan dengan prinsip hidup bangsa. Oleh karena itu terjadi disorientasi dalam segala aspek, termasuk pendidikan. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya krisis multidimensi pada negara ini.

    ReplyDelete
  24. LINA
    16701261022
    PPs PEP-A/2016



    Dengan merunut peta filsafat dan ideologi pendidikan di negara ini, kita bisa menganalisis ke'gagal'an pendidikan yang telah terjadi. Kegagalan utamanya terjadi pada tataran sistem, sehingga perlu pembenahan sistem untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Perlu mendefinisikan kembali model pendidikan yang sesuai dengan karakteristik khas Indonesia. Dalam eleginya, Prof. Marsigit menawarkan model pendidikan Ki Hajar Dewantara, yaitu "ing ngarsa sung tuladha," "ing madya mangun karsa," "tu wuri handayani." Prinsip-prinsip ini perlu diturunkan dalam tataran praktis menjadi suatu kebijakan pendidikan yang jelas, dan bukan hal yang mudah untuk melaksanakannya.

    ReplyDelete
  25. Nurul Purnaningsih
    13301241045
    Pendidikan Matematika Inter 2013

    Menurut saya memang yang lebih tepat untuk diterapkan jika dilihat dari perbandingan beberapa ideologi pendidikan di atas adalah pendidikan yang demokratis. Banyak hal positif yang terkandung dalam pendidikan demokratis, dan jika itu yang diterapkan (dalam kenyataan), maka saya yakin bahwa pendidikan di Indonesia akan lebih baik lagi. Karena seperti yang telah dijelaskan dalam peta tersebut bahwa faktanya masih banyak hal-hal negatif dalam pendidikan kontemporer Indonesia seperti masih adanya korupsi, kolusi, nepotisme, dominan dari kapitalisme dan materialisme, serta adanya peran guru sebagai pelaksana utama pendidikan dimana siswa hanya sebagai mesin vessel yang harus diisi dan tidak dibiarkan berkembang dan memaksimalkan potensinya.

    ReplyDelete
  26. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Pemetaan filsafat salah satu yang digunakan pengembangan pendidikan. Seperti pendidkan kontemporer yang hadir seiring dengan adanya budaya karakter. Budaya karakter yang dilandasi dengan spiritual memberikan penyaringan sikap yang tidak sesuai.

    ReplyDelete
  27. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam pendidikan terdapat berbagai ideologi, mulai dari ideologi pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisisme, pendidikan sosialisme, pendidikan spiritualisme, pendidikan demokrasi, dan pendidikan kontemporer Indonesia. Dari beberapa ideologi pendidikan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda mulai dari filsafat, moral, sosial karakter, dll.Terima kasih

    ReplyDelete
  28. Sumber belajar dan media berkembang sesuai dengan teknologi di era yang berkembang tanpa batas. Keilmuan tampak menjadi aspek yang lemah. Perkembangan ideologi tersebut bukan lagi berkiprah di bidang teoretis saja. Poin penting dalam pengembangan (filsafat---sumber belajar-media). Secara teoretis tiap materi akan disampaikan dengan cara terbaik, namun belum tentu dengan tata kelolanya. Belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk mengubah perilaku dan karakter anak (semaksimal mungkin). Dengan demikian, hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perubahan perilaku yang relatif permanen pada diri orang yang belajar.

    Memet Sudaryanto,
    16701261005
    PPs PEP-A/2016

    ReplyDelete
  29. Dalam konsep Ki Hadjar Dewantara , lembaga pendidikan (LPTK) merupakan institusi sosial yang sangat menentukan kemajuan dan peradaban bangsa, hal tersebut berdasar dari bagan yang Prof. Igit tampilkan di atas. konsep filsafat sampai dengan sumber belajar memerlukan praktik dan teoretis yang kuat demi mewujudkan alur pendidikan yang seimbang. Sulit dibayangkan, bangsa primitif menjadi beradab dan bisa bersaing dengan bangsa lain jika tidak tanpa melalui pendidikan yang bermutu. Pendidikan memerlukan upaaya nyata untuk mengembangkan dan menguatkan kembali tiap elemen yang bisa berkembang lebih pesat (kekacauan yang tidak disadari, merupakan ketidaktahuan, yakni: (1) posisi peserta didik menjadi subyek dari perubahan untuk mengeluarkan bakat dari dirinya serta isolasi peradaban dan pragmatisme intelektual. (2) memosisikan kerangka konsep melalui pendidikan yang etis beretika dan memegang kultur Indonesia pada porsi yang lebih sehingga proses enkulturasi pendidikan bisa menemukan kembali wajah pendidikan kita yang berkebudayan Indonesia.

    Memet Sudaryanto,
    16701261005
    PPs PEP-A/2016

    ReplyDelete
  30. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Sudah saatnya pendidikan masa kini lebih mendorong siswa untuk lebih aktif. Selama ini guru sebagai pusat informasi dalam kegiatan belajar. Siswa cenderung pasif dan suasana belajar menjadi membosankan. Dengan proses pembelajaran yang lebih baik semoga hasil yang dicapai dalam pembelajaran juga lebih baik…

    ReplyDelete
  31. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Filsafat di dalam pendidikan Indonesia dapat mempengaruhi beberapa aspek yang di dalamnya mengandung beberapa ideologi. Penerapan pendidikan tergantung dari ideologi, sekarang Indonesia mungkin cocok jika menggunakan pendidikan yang demokrasi. Karena Indonesia adalah demokrasi maka bagaiamana jika demokrasi itu bisa diterapkan di dalam pendidikan. Memang tidak akan langsung terlihat hasilnya tetapi bagaiamana melihat pelaksaannya di sekolah.

    ReplyDelete
  32. Berdasarkan peta filsafat dan ideologi pendidikan terlihat bahwa pendidikan demokrasi paling sesuai untuk di terapkan di berbagai aspek. Pendidikan demokrasi sesuai dengan hakikat dari pendekatan sainfik yang di terapkan pada kurikulum 2013 yang mana siswa sebagai subjek pembelajaran, guru di tuntut untuk kreatif dan sebagai fasilator siswa.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  33. Setelah saya membaca pendidikan yang digambarkan oleh prof. Masigit, MA di atas, khususnya peta pendidikan keindonesia dimalai filsafat, idiologi, politik, moral, sosial, budaya/karakter mencerminkan model pendidikan demiokrasi dan pendidikan spiritualisme, namun masih cenderung dipengaruhi oleh model pendidikan kapitalis, saintisisme dan sosialis yang tentunya terkadang bertentang budaya ketumaran kita. Oleh karena itu Model dan sistem pendidikan kita perlu direstrukturisasi kembali disesuaikan dengan budaya ketimuran kita.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  34. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Absolutisme merupakan kata yang menrangkan bahwa segala jenis pengetahuan yang telah diakui secara universal merupakan suatu hal yang tidak dapat ditentang kebenarannya. Hal ini menjdai seperti pola kesepakatan yang digunakan sebagai definisi yang digunakan pada wilayah tertentu, bisa saja dalam lingkup satu negara atau bahkan dalam skala internasional. Contohnya saja mengenai pengukuran , di mana dalam dunia pendidikan ini terdapat satuan ukuran internasional yang digunakan secara menyeluruh oleh seluruh negara di dunia ini. Jika dianalogikan ke dalam kehidupan kita, maka absolutism ini merupakan sifat yang dimiliki oleh satu-satunya Dzat di alam raya ini, yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Terima kasih kepada Prof. Marsigit telah memberikan peta tentang filsafat dan ideologi pendidikan. Sedikit terbantu untuk menggambarkan tentang kedua hal tersebut. Tentunya saya masih perlu banyak belajar agar dapat memahami apa saja yang disebutkan di atas.

    ReplyDelete
  36. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Hal yang saya soroti dalam peta tersebut adalah pendidikan demokrasi yang sangat sesuai dengan karakter dan ideologi bangsa Indonesia yaitu demokrasi. Namun, dalam fakta pelaksanaannya pendidikan di Indonesia, dalam beberapa aspek, dan jika dibandingkan dengan pendidikan lainnya, Indonesia terpengaruh oleh pendidikan negara lain yang pada hasilnya justru tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, justru menimbulkan berbagai permasalahan. Sudah seharusnya, pendidikan di Indonesia dibenahi agar berjalan sesuai jalur ideologinya yaitu pendidikan demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  37. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Bagi negara yang menganut sistem demokrasi termasuk Indonesia, pendidikan demokrasi merupakan hal yang penting untuk dilaksanakan sejak dini secara terencana, sistematis, dan berkesinambungan. Hal ini agar demokrasi yang berkembang tidak disalahgunakan atau menjurus kepada anarki.

    ReplyDelete
  38. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    pendidikan demokrasi merupakan tuntutan untuk terwujudnya masyarakat madani. Oleh karena itu prinsip-prinsip demokrasi seperti kebebasan politik, kebebasan intelektual dan kebebasan untuk berbeda pendapat merupakan prinsip yang harus dilaksanakan pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

    ReplyDelete
  39. Cinta Adi Kusumadewi
    13301241056
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pendidikan bangsa Indonesia ini kembali kepada landasan Pancasila yakini pendidikan demokrasi Pancasila dimana menganut Filsafat Pancasila,ideologi Pancasila, Politik Pancasila, Moral Pancasila, Sosial Bhineka-Tunggal Ika, Budaya/Karakter Jati Diri Indonesia, Hakikat ilmu Saintifi-Spiritualisme, Epistemologi Pendidikan berlandasakan Pancasila,Kurikulum Hermenitika Hidup berlandaskan Pancasila.

    ReplyDelete
  40. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Mimpi wong cilik akan pendidikan murah-berkualitas bisa terjadi seandainya sekolah-universitas berkelas di Indonesia memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mereka dengan biaya semurah-murahnya. Masih banyak ketakutan orang tua tidak dapat membiayai pendidikan anaknya hingga jenjang Pendidikan Tinggi (biasa) apalagi yang berkelas. Masih banyak warga miskin yang baru dapat berpikir dan bekerja hanya untuk sesuap nasi apalagi memikirkan biaya pendidikan anaknya. Sementara kapitalisme pendidikan mulai menampakkan dominasinya. Untuk ini pemerintah harus dengan lantang memeranginya dengan memberikan subsidi yang cukup kepada sekolah hingga Perguruan Tinggi (termasuk swasta) yang berkualitas sehingga tidak memasang tarif mahal, selain harus terus meningkatkan tingkat perekonomiannya.

    ReplyDelete
  41. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Sistem BLU dan PTN-BH pada perguruan tinggi pemerintah menambah kekhawatiran rakyat kecil dan semakin mempersempit kesempatan mereka untuk merubah nasibnya melalui pendidikan.

    ReplyDelete
  42. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Pancasila adalah cita-cita bangsa sebagai yang tetap dan menjadi bayang-bayang pendidikan Nasional. Ia patut diperjuangkan bersama untuk memerangi ideologi kapitalisme, liberalisme, utilitarianisme, materialisme dalam pendidikan Nasional.

    ReplyDelete
  43. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Pola-pola politik transaksional mulai menyusup dalam ruang-ruang publik, termasuk dunia pendidikan, hal ini perlu diwaspadai. Demokrasi ini dikuasai oleh adanya transaksi “ada uang ada barang”, atau kalau di dunia pelayanan publik ada “uang ada pelayanan”. Agar hal ini tidak menggejala, maka diperlukan kesadaran dari stakeholder pendidikan agar bersikap intoleran terhadap praktek-praktek politik tidak terpuji ini.

    ReplyDelete
  44. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Krisis Multidimensi di berbagai bidang kehidupan dapat kita saksikan setiap saat pada media massa baik cetak maupun elektronika. Hampir setiap hari publik disuguhi dengan berita-berita penyimpangan baik di bidang politik, hukum, ekonomi, pemerintahan dan lain sebagainya. Di bidang politik, telah terjadi penyimpangan-penyimpangan atau demoralisasi politik yang ditandai dengan berbagai kasus korupsi, skandal moral dan politik uang yang melibatkan para elit di negeri ini.
    Kasus-kasus demoralisari yang telah terjadi dan bahkan mengakar pada berbagai bidang, jenjang dan wilayah di negeri ini dengan melibatkan para pejabat publik sontak telah menimbulkan kegelisahan dan keprihatinan yang begitu mendalam. Sebagai makhluq yang cerdas, tentu kita bertanya-tanya apakah yang salah dengan bangsa ini sehingga tumbuh subur jiwa-jiwa korup yang hanya mengejar kepentingan sesaat, memikirkan diri sendiri dan kelompoknya? Menjawab pertanyaan ini tentu kita harus melihat bagaimana proses kepribadian individu itu terbentuk. Sistem pendidikan moral bangsa ini menjadi sasaran yang harus dipertanyakan, adakah selama ini sistem pendidikan moral bangsa ini hanya dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang menyimpang?

    ReplyDelete
  45. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Masih segar di ingatan publik tentang kasus keterlibatan para aparat penegak hukum, kepolisian dan hakim dalam berbagai kasus skandal korupsi, seperti: korupsi perpajakan oleh pegawai Ditjend Pajak Gayus Tambunan dan Juga kasus simulator SIM yang berujung “perseteruan” POLRI-KPK yang populer dengan Cicak Vs Buaya. Di bidang ekonomi/perbankan, kita tidak akan pernah lupa dengan kasus skandal Bank Century yang pernah menjadi tema theatrical paling menyebalkan di panggung politik senayan dan masih tetap menjadi benang kusut. Belum lagi berbagai kasus yang menyeret para elit baru-baru ini seperti, kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputy Senior BI, Kasus hambalang kasus yang tak kunjung selesai dan kasus-kasus lain yang tak kalah heboh. Berbagai gambaran sosial bangsa ini menjadi pekerjaan rumah bagi pendidikan nasional dan menuntut untuk segera menata ulang peta filsafat dan ideologi pendidikan.

    ReplyDelete
  46. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Sejujurnya saya kurang setuju ujian nasional sebagai teori evaluasi yang diterapkan di Indonesia. Karena menurut saya kemampuan setiap daerah itu berbeda-beda. Seharusnya ujian diadakan tiap daerah dan yang membuat soal itu daerah itu sendiri sesuai kemampuan sumber daya manusia tiap daerah.

    ReplyDelete
  47. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap dari ideologi pendidikan yang kita bandingkan pasti memiliki kelebihan dan kelemahan masing - masing. Kita sebagai calon pendidik diharapkan dapat kritis dan aktif menanggapi berbagai pilihan yang tersedia di lapangan. Akan tetapi pilihan yang diambil haruslah pilihan yang benar - benar baik menurut kita dan menurut sebagian besar orang lain di luar kita.

    ReplyDelete
  48. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dari postingan ini mengenai peta filsafat dan ideologi pendidikan, saya menjadi sedikit lebih mengetahui mengenai hubungan antara filsafat dengan ideologi pendidikan yang diterapkan oleh berbagai negara khususnya di Indonesia berdasarkan teori dan praktek yang ada di lapangan.

    ReplyDelete
  49. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Sesuai dengan ideologi bangsa yang dianut Indonesia, boleh jadi pendidikan demokrasi merupakan ideologi pendidikan Indonesia. Sebab ideologi yang dianut Indonesia pun berlandaskan demokrasi dengan kurikulum dilihat sebagai kebutuhan. Selain itu terlihat bahwa dalam pendidikan demokrasi, guru berperan sebagai fasilitator dan pengembang yang merupakan sesuatu yang mengarah pada keidealan bagi pendidik Indonesia saat ini.

    ReplyDelete
  50. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Peran Guru dalam Pendidikan Spiritual sangatlah urgen. Dimana guru disini sebagai model pelaksana dan terkendali. Artinya didalam hal ini seorang guru masih menjadi unsur yang dominan terhadap kegiatan belajar mengajar dikelas dimana siswa masih menjadi empty vessel alias tong kosong yang harus diisi oleh pengetahuan spiritual. Tidak tersejadinya komunikasi dua arah ini, pada satu sisi membuat siswa akan terkekang kreativitasnya, namun disisi lain untuk mengajarkan agama (spiritual) maka memang pikiran siswa tidak boleh dibiarkan mengembara sesukanya. Misalnya saja dalam menafsirkan Al-Quran, maka siswa haruslah tetap dibimbing dan tidak diperbolehkan untuk menafsirkannya secara liar, karena bila salah dalam menafsirkan maka maksud dari kandungan ayat yang ditafsirkan tersebut akan lari dari makna yang sesungguhnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  51. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Disisi lain bila siswa diibaratkan sebagai empty vessel maka pengetahuan yang diterima siswa hanyalah terbatas pada apa yang diajarkan oleh guru itu saja. Dalam pembelajaran spiritual ini guru harus bisa mempersiapkan siswa untuk dapat menjalankan ibadahnya secara benar sesuai dengan apa yang diajarkan di dalam syari’at. Sumber belajarnya juga masih tradisional, yakni guru masih sebagai aktor utama dalam kegiatan belajar dan mengajar.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  52. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Kegiatan pembelajaran spiritual di Indonesia harus tetap bertumpu pada kitab suci masing-masing agama. Mengapa harus berumpu pada kitab suci pada masing-masing agama? Karena menurut info yang saya baca pribadi disalah satu artikel menyebutkan bahwa, diluar negeri khususnya di negeri barat dan juga negeri utara, orang yang tidak beragama pun tetap mempunyai spiritual, misalnya saja ketika mereka melakukan yoga, meditasi, dan mendekatkan diri ke alam, maka bagi mereka yang tidak beragama maka itulah spiritual mereka. Mereka menganggap kegiatan-kegiatan tersebut sebagain usaha untuk membebaskan batasan-batasan duniawi sebagai pencarian kesucian dan sebagai eksplorasi jiwa manusia. Sehingga dalam hal ini pendidikan berbasis spiritual di Indonesia perlu ditambah sedikit namanya, yakni Pendidikan berbasis spiritual yang dilandasai oleh keimanan dan ketaqwaan, agar makna spiritual disini menjadi jelas, yakni spiritual yang berbasis kepada agama.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  53. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Menurut saya, ideologi yang paling baik di antara ke enam ideologi tersebut dalah pendidikan demokrasi. Ada tiga hal utama yang membuat saya berpendapat sepertiiu. Yang pertama mengenai tujuan pendidikan demokrasi yaitu pembebasan, kebutuhan dan reformasi. Saya sangat setuju bahwa dalam ideologi pendidikan demokrasi tujuan pendidikan sebagai pembebasan dari ketidaktahuan dan ketidakbenaran (Plato), kebutuhan akan pengetahuan dan perubahan, serta reformasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kemudian hal kedua yaitu peran guru, dimana pada ideologi ini guru diposisikan sebagai fasilitator sekaligus pengembang dalam proses belajar mengajar. Dan yang ketiga yaitu kedudukan siswa, dimana pada ideologi ini siswa tidak dianggap sebagai wadah kosong, tetapi sebagai aktor belajar, yang perlu mendalami pemahamannya tentang perannya serta materi belajar, dan menunjukkan diri dalam proses belajar.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  54. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Dari peta tersebut kita bisa melihat bagaimana hubungan Filsafat dan ideologi pendidikan. Kita pahami bahwa pendidikan demokrasi merupakan ideologi yang paling baik. Karena pendidikan demokrasi menganggap bahwa siswa mempunyai pengetahuan bukan seperti tong yang kosong tidak memiliki pengetahuan apa-apa.

    ReplyDelete
  55. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam penerapan pendidikan di Indonesia masih sangat banyak dipengaruhi oleh pendidikan kapitalisme yang tercermin dari dunia-dunia barat, padahal idealnya yang terjadi di Indonesia adalah sistem demokrasi pancasila yang berlandaskan asas-asas pancasila dalam sistem pendidikannya yang tercermin dari kehidupan masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

    ReplyDelete
  56. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dari tabel di atas terlihat sistem pendidikan yang terus berubah, mulai dari pendidikan kapitalisme, pendidikan saintisme, pendidikan spritualisme, pendidikan demokrasi, dan pendidikan kontemporer. Perbedaan antara Pendidikan Demokrasi dan Pendidikan Kontemporer Indonesia, dilihat dari tujuan pendidikan, pendidikan demokrasi bertujuan untuk pembebasan, kebutuhan, dan reformasi pendidikan sedangkan pendidikan kontemporer Indonesia bertujuan sebagai investasi, egosentris, dan status quo. Dalam pendidikan demokrasi peran guru sebagai fasilitator dan pengembang dalam pembelajaran, peran siswa sebagai aktor belajar atau subyek belajar, dan alat/sumber belajar dibuat oleh guru dengan kreativitasnya. Dalam pendidikan kontemporer, peran guru sebagai think tank yaitu guru sebagai figure yang dominan salam hal pengetahuan, sebagai pelaksana terkendali yang mengatur seluruh kegiatan mengajar yang kondusif, kedudukan siswa dipandang sebagai empty vassel yaitu wadah yang kosong, dan alat/sumber belajarnya sudah disediakan oleh pemerintah.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id