Nov 7, 2014

Mengungkap Fenomena Belajar Mengajar Matematika melalui Filsafat (Disertai Penjelasan Singkat Dosen Pengampu untuk menjawabnya)

Ass Wr Wb.


Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PMP2TK di R 106 A diganti R 100 A Pasca Lama pk 15.40 sd 17.10, yang di hadiri oleh 16 mahasiswa, saya meminta mahasiswa untuk mengidentifikasi fenomena-fenomena apa saja, dalam kelas pembelajaran matematika yang dapat dijelaskan melalui/dengan filsafat.



Sebagai pengantar saya ingin sampaikan bahwa mengungkap secara filsafati segala fenomena yang ada dan yang mungkin ada dalam proses belajar mengajar matematika di kelas, adalah semata-mata dari dan untuk kepentingan orang dewasa, dalam hal ini, Guru. Tidaklah pada tempatnya andaikata kita berkehendak mengajak berkomunikasi secara filsafati kepada anak-anak atau siswa, kecuali dalam kondisi yang memungkinkan. Tujuan dari telaah filsafat ini adalah untuk meningkatkan sensitivitas orang dewasa (guru) agar lebih santun terhadap yang ada dan yang mungkin ada dalam proses belajar mengajar matematika.

Berikut hasil identifikasinya, beserta Petunjuk yang saya berikan untuk menjawab dari beberapa pertanyaan:

1.Bagaimana menjelaskan secara filsafat tentang diagonal ruang suatu Balok?

Petunjuk Dosen:

Saya kurang sreg dengan istilah "guru menjelaskan", tetapi lebih cocok dengan istilah "siswa memelajari". Diagonal ruang suatu bangun geometri (Balok) adalah satu dari sekian banyak sifat yang ada dari bangun tersebut. Secara filsafat, saya mendefinisikan "belajar" sebagai segala usaha untuk "mengadakan" dari beberapa sifat "yang mungkin ada". Jadi usaha siswa belajar untuk memahami konsep "diagonal ruang"dapat dipandang sebagai mengadakan segala sifat diagonal ruang yang mungkin ada. Seperti halnya untuk mengetahui siat-sifat yang lainnya, maka secara filsafat cara memahami konsep diagonal ruang dapat dilakukan dengan metode hermenitika yaitu terjemah dan diterjemahkan, yang di dalamnya terkandung kegiatan interaksi atau saling bersilaturakhim, baik antar guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun siswa dengan objek belajar yaitu Balok. Bagi siswa yang relatif muda usia (siswa SD) belajar akan lebih bermakna jika mampu menumbuhkembangkan intuisinya; berarti diperlukan objek belajar yang lebih konkrit. Demikian, penjelasan saya, semoga dapat menjadi pembuka bagi usaha menjawab pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Selamat menjawab.

2. Bagaimana penjelasan filsafat tentang nilai Phi yang merupakan perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya?

Petunjuk Dosen:
Bahwa Phi adalah perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya, dapat dipandang sebagai definisi yang merupakan kesepakatan awal atau dibuat sebagai pengertian awal. Sedangkan penemuannya Phi diterangkan dalam sejarahnya; dan pembuktiannya dapat digunakan benda konkrit.

3. Bagaimana penjelasan filsafat mengenai berbagai macam konsep himpunan, misalnya Himpunan Semesta, Himpunan Kosong, Relasi Himpunan dan Operasi Himpunan?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafat konsep Himpunan dapat dipandang sebagai Penggolongan atau Pembeda atau Kategori. Sebenar-benar Ilmu adalah jika memuat Kategori. Dan sebenar-benar orang berilmu jika dia mampu mem Beda kan.

4. Bagaimana penjelasan filsafat mengenai konsep bilangan berpangkat negatif?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafat konsep Bilangan Berpangkat Negatif termasuk ke dalam Pengertian Formal; dia hanya ada di dalam pikiran dan tidak ditemukan di luar pikiran (anak-anak). Itulah sebabnya akan sulit bagai anak kecil untuk memelajarinya.

5.  Bagaimana penjelasan filsafat tentang rumus Luas permukaan Bola?

 Petunjuk Dosen:

Secara filsafat, sebuah Rumus Matematika dapat dianggap sebagai Forma atau Bentuk atau Wadah.

6. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kesulitan belajar?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafat, Kesulitan dapat dimaknai kendala seseorang dalam usahanya Menembus Ruang dan waktu.

7. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kegiatan pemecahan masalah?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafat, kegiatan Pemecahan Masalah dapat dipandang sebagai Vitalitas atau ikhtiar.

8. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep menemukan sendiri?

Petunjuk Dosen:
Menemukan sendiri, mengandung pengertian Membangun yang kemudian sesuai dengan paradigma Constructivisme.

9. Bagaimana penjelasan filsafat tentang adanya konsep berbagai macam bilangan, hubungan antar bilangan, dan operasi bilangan? Secara khusus bagaimana penjelasan filsafat tentang Deret dan Barisan Bilangan?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafat, konsep Bilangan hanya dapat dipahami dalam Intuisi Ruang dan Waktu. Di dalam Pikiran, Bilangan bermakna karena Nilainya. Barisan atau Deret Bilangan dapat dianggap sebagai Petunjuk untuk memeroleh Keadaan di masa Depan, jadi dia sesuai dengan Aliran Filsafat Teleologi. 

10. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kesamaan, persamaan, ketidaksamaa, dan pertidaksamaan?

Petunjuk Dosen:
Dalam filsafat, konsep Kesamaan setara dengan Sifat Identitas, yaitu tercapainya keadaan A = A; sedangkan konsep ketidaksamaan setara dengan Sifat Kontradiksi yaitu Predikat yang tidak akan mampu menyamai Subjeknya.

11. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep berbagai macam operasi bilangan?

Petunjuk Dosen:
Segala bilangan yang ada di dalam pikiran bersifat Tunggal, Unik, Absolut, Sempurna, Ideal. Sedangkan bilangan-bilangan yang ada di luar pikiran bersifat sebaliknya.

12. Bagaimana penjelasan filsafat tentang adanya relasi dan fungsi matematika? Secara khusus bagaimana penjelasan filsafat tentang Limit Fungsi?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafati, Konsep Limit Fungsi berkaitan dengan ketakhinggaan, di mana dalam ketakhinggaan manusia menemukan ketidaksempurnaannya.

13. Bagaimana penjelasan filsafat tentang bentuk, ukuran, dan macam-macam bangun-bangun geometri?

Petunjuk Dosen:
Segala bentuk, ukuran, dan macam-macam bangun-bangun geometri hanya dapat dipahami di dalam Intuisi Ruang dan Waktu

14. Bagaimana penjelasan filsafat tentang adanya berbagai macam Pola atau keteraturan dalam matematika?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafat, Pola dapat diartikan sebagai Aturan/Ketentuan/atau Hukum, dan oleh karenanya Pola dapat digunakan sebagai Awal dari kegiatan berpikir. Suatu kegiatan Berpikir dimana mempunyai "awal" atau "starting point" disebutlah sebagai Aliran Foundationalisme. 

15. Bagaimana penjelasan filsafat tentang materi Logika dalam matematika?

Petunjuk Dosen:
Logika mempunyai kedudukan yang dominan dan sangat penting dalam filsafat, mulai dari jaman Aristoteles hingga tokoh Logicism (filsafat Logika) yaitu Sir Bertrand Russel. Namun Logika tidaklah sama dengan Logicism. Secara khusus, dalam bukunya " The Critics of Pure Reason", Immanuel Kant banyak sekali menguraikan tentang Logika dan logika. Logicism adalah suatu aliran filsafat matematika yang berusaha membawa semua matematika ke dalam alur pikir logika.

16. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep Peluang/Probabilitas dan Statistika?

Petunjuk Dosen:
Secara filsafat, Peluang atau Probabilitas dapat dipandang sebagai "yang mungkin ada". Untuk mewujudkannya dilakukan dengan metode Hermenitika. Dikarenakan keterbatasannya, maka sebenar-benar manusia tidaklah mampu mengadakan semua yang mungkin ada. Sedangkan yang ada pun hanya bersifat sempurna jika dia ada di dalam pikiran, diandaikan, atau kalau sudah sampai di akhirat.


17.Bagaimana penjelasan filsafat tentang pembuktian Rumus Matematika: induksi dan deduksi?

 Petunjuk Dosen:

Membuktikan Rumus Matematika adalah ranah orang dewasa (SMA ke atas) dalam lingkup Matematika Formal/Matematika Aksiomatik. Membuktikan Matematika untuk dunia anak-anak (SD) harus diberi pengertian lain yaitu segala aktivitas memahami matematika dengan aktivitasnya berinteraksi dengan benda-benda konkrit. 
 
18. Bagaimana penjelasan filsafat tentang penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari?

Petunjuk Dosen:
Penggunaan Matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah ranahnya orang dewasa; jadi jangan membebani generasi muda (anak-anak) untuk berpikir sampai tahap demikian. Menggunakan matematika adalah urusan dan kerja orang dewasa (matematikawan dan praktisi matematika).Kemudian (setelah diingatkan oleh Ivone Marlinda) saya masih menemukan bahwa ternyata Anak Kecil dalam ruang dan waktu yang terbatas juga dapat menggunakan matematika; saya ulangi dalam ruang dan waktu yang terbatas. Walaupun dalam ruang dan waktu yang terbatas, ternyata juga banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh Anak Kecil menggunakan matematikanya misalnya: menghitung, mengukur, mengira-ira, belanja,..dst. Pernyataan saya di awal dikarenakan saya menekankan pada usaha mencegah orang dewasa berbuat semena-mena dengan menerapkan matematika formal dan menggunakan matematika tanpa mengetahui konsepnya.Hanya di sini saya akan membedakan antara "kemampuan menerapkan matematika" dan "matematika terapan". Untuk yang pertama, "kemampuan menarapkan matematika" dapat dipandang dari sisi kemampuan berpikir secara umum, seperti yang dikemukakan oleh Bloom, yaitu kemampuan berpikir sejak dari : Mengingat, Memahami, MENERAPKAN, Analisis, Sintesis,dan Evaluasi. Berarti setiap kegiatan berpikir terdapat aspek Menerapkan pemahamannya sebagai suatu kriteria tahapan berpikir. Demikian itulah yang terjadi jika siswa/anak kecil berpikir termasuk berpikir matematika; ini pulalah yang menurut saya yang dipersoalkan oleh Sdri Ivone Marlinda. Sedangkan yang kedua "matematika terapan" atau menerapkan matematika dalam kepentingan matematika bermanfaat bagi ilmu-ilmu lain itulah yang saya maksud sebagai domainnya orang dewasa. Demikianlah semoga bermanfaat.

19. Bagaimana penjelasan filsafat tentang Definisi, Postulat dan Theorema dalam Matematika?

Petunjuk Dosen:
Definisi, Postulat dan Theorema termasuk ranah Matematika Formal/Matematika Aksiomatik, dimana Matematika demikian didefinisikan sebagai ilmu yang bersifat deduktif, yang berlandaskan atau dimulai dengan mendefinisikan konsep-konsep, selanjutnya dibentuklah Teorema-teorema, Aksioma atau Dalil-dalil yang pada akhirnya diperoleh suatu Struktur Matematika yang di dalamnya tidak boleh terdapat kkontradiksi. Pendiri Matematika Formal adalah Hilbert.

20. Bagaimana penjelasan filsafat tentang adanya Simbol-simbolmatematika?

Petunjuk Dosen:
Secara khusus, terdapat apa yang disebut sebagai Filsafat Simbol

Selanjutnya dipersilahkan para pembaca yang budiman untuk mencoba menjelaskan satu atau lebih dari fenomena-fenomena yang telah didaftar tersebut di atas, dengan cara membuat Comment.

Demikianlah semoga bermanfaat. Amin.

Dosen ybs

Marsigit




87 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Saya setuju dengan petunjuk bapak dan pertanyaan tentang "18. Bagaimana penjelasan filsafat tentang penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari?" bahwa matematika haruslah diterapkan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu. Kita janganlah merasa superior dan bersikap tidak adil kepada anak kecil yang sedang mengalami proses belajar matematika dan menerapkan matematika dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  3. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    17.Bagaimana penjelasan filsafat tentang pembuktian Rumus Matematika: induksi dan deduksi?
    Membuktikan rumus matematika membutuhkan waktu dan juga kemampuan dari ranah orang dewasa (paling tidak SMA) dan dalam lingkup yang formal, sehingga untuk siswa SD dan SMP pembuktian rumus matematika yang dapat dilakukan dengan memberikan petunjuk-petunjuk ataupun dapat berupa contoh-contoh konkrit yang ada di dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  4. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    7. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kegiatan pemecahan masalah?
    Menurut saya, pemecahan masalah merupakan kegiatan yang dinilai mulai dari proses hingga diperolehnya solusi atau hasil pemecahan masalah tersebut. Tentu dalam memecahkan masalah harus sesuai dengan pola aturan, norma, maupun agama. Sehingga sesuai dalam filsafat, bahwa kegiatan pemecahan masalah dapat dipandang sebagai vitalitas atau ikhtiar.

    ReplyDelete
  5. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016


    1.Bagaimana menjelaskan secara filsafat tentang diagonal ruang suatu Balok.

    Menurut pendapat Prof. Marsigit bahwa siswa mempelajari diagonal balok dengan proses hermenitika dan siswa sebenarnya dimulai dari membangun intuisi nya. Menurut saya pendekatan yang bisa mempertajam intuisi siswa dan proses hermenitikanya adalah pendekatan matematika realistik. Karena terdapat proses matematisasi baik horizontal maupun vertikal. Dimana siswa melakukan proses hermenitika melalui kegiatan menguraikan masalah-masalah kontekstual dengan simbol dan bahasa sendiri kemudian mempelajari atau menyelesaikan masalah yg diberikan. Dalam hal ini, siswa mengaitkan masalah nyata dengan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa atau hal-hal yang masih dapat dibayangkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  6. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016


    8. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep menemukan sendiri?

    Berdasarkan elegi Prof. Marsigit bahwa konsep yang ditemukan sendiri oleh siswa bisa diraih melalui paradigm constructivism. Konstruksi itu sendiri bersifat membangun sedangkan konstruktivisme adalah suatu upaya untuk membangun tata kehidupan. Salah satu teori yang berhubungan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan kognitif piaget. Dalam teori ini dibahas tentang tahapan perkembangan mental atau intelektual seorang anak yang menunjukkan kesiapan dia untuk belajar yang dilengkapi dengan tahapan tertentu dalam membangun pengetahuan nya. Misal pada tahap awal perkembangan yaitu sensori motor, anak membangun pengetahuannya melalui gerakan atau perbuatan. Selain itu, Piaget juga menjelaskan bahwa proses konstruktivisme juga melalui tahapan asimilasi dan akomodasi. Sehingga, ketika guru memberikan kegiatan yang dapat membangun pengetahuan siswa hendaknya memperhatikan proses asimilasi dan akomodasi sesuai dengan perkembangan kognitifnya.

    ReplyDelete
  7. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    17.Bagaimana penjelasan filsafat tentang pembuktian Rumus Matematika: induksi dan deduksi?

    Saya sependapat dengan Prof. Marsigit bahwa pembuktian rumus matematika sudah merupakan ranah kognitif siswa SMA keatas dimana mereka sudah diperkenalkan dengan matematika formal dan aksiomatik. Sehingga mereka menggunakan penalaran deduktif untuk membuktikan kebenaran dari rumus yang telah dipakai selama ini. Berbeda dengan anak-anak SD, mereka tidak bisa dipaksakan untuk membuktikan rumus luas persegi adalah sisi kali sisi. Hal ini akan menimbulkan mismatch condition pada diri siswa. Sehingga, untuk anak SD harus didekati melalui pemberian contoh-contoh dunia nyata yang dikaitkan dengan konsep matematika. Contoh-contoh yang diberikan akan membuahkan eksperimen yang menimbulkan kegiatan trial and error. Sehingga, dari kegiatan itulah mereka dapat membuktikan kebenaran melalui penalaran induktif.

    ReplyDelete
  8. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    8. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep menemukan sendiri?

    Membangun pengetahuan yang dimiliki dengan mengkonstruksikan pemahaman yang baru berdasarkan dari pemahaman terdahulu. Fokusnya adalah dalam filsafat, kita bisa menemukan diri kita sendiri dengan penjelasan sesuai dengan pemahaman sendiri. Dimana dalam membangun filsafatnya masing-masing, setiap orang tidak mungkin sama. Karena pengalaman belajar filsafat yang lebih terbuka, sehingga dapat dikatakan, belajar filsafat tiap orang merupakan interpretasi pribadi.

    ReplyDelete
  9. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Fenomena yang terjadi dalam proser belajar mengajar matematika merupakan kumpulan dari kasus-kasus yang ada di kehidupan kita sehari-hari dimanapun tempatnya. saya akan menanggapi mengenai Bagaimana penjelasan filsafat tentang adanya Simbol-simbolmatematika?
    simbol-simbol matematika sebenarnya merupakan suatu yang penting dan di sepakati oleh matematikawan untuk membatasi sifat-sifat yang di miliki oleh matematika tersebut, makna dari simbol tersebut, simbol merupakan sebagai alat komunikasi dalam matematika, simbol memberikan kemudahan dalam menyelesaikan dan menyampaikan maksud dari penjelasan tentang matematika. simbol juga sebagai penyatu persepsi dari begitu banyak pandangan mengenai matematika.

    ReplyDelete
  10. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Dalam pembelajaran matematika agar dapat memahami konsep matematika sepenuhnya, siswa diharapkan untuk mengembangkan konsepnya sendiri dan tentunya mengacu pada konsep yang sudah ada. Berdasarkan pertanyaan no. 4 tentang pertanyaan negative, secara filsafat konsep bilangan berpangkat negatif termasuk yang hanya ada di dalam pikiran dan tidak ditemukan di luar pikiran (anak-anak). Itulah sebabnya akan sulit bagai anak kecil untuk memelajarinya. Pada siswa SD kita tidak bisa mengajarkan secara langsung tentang pangkat yang berniali negative, karena yang mereka pikirkan hanya yang bersifat nyata, bukan bersifat abstrak. Jika kita memberikan pangkat negative secara langsung maka siswa akan kebingungan, itu merupakan diluar pikiran mereka. Oleh karena itu perlunya konsep dasar terlebih dahulu sebelum berlanjut ke konsep yang lebih tinggi. Dari konsep dasar yang di kuasai siswa, siswa bisa mengembangkannya sendiri dan menjadi sebuah filsafatnya sendiri karena pikirannya tentang konsep tersebut merupakan filsafatnya sendiri.

    ReplyDelete
  11. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Berdasarkan petunjuk yang Bapak berikan untuk menjawab pertanyaan no 6 yaitu “Kesulitan dapat dimaknai kendala seseorang dalam usahanya Menembus Ruang dan waktu.” Saya mencoba mengembangkannya menurut sepemahaman saya. Selama kita masih hidup di dunia kita pasti terikat dengan ruang dan waktu. Segala sesuatu, atau apapun termasuk dalam hal belajar harus sesuai dengan ruang dan waktu. Sama seperti menembus ruang dan waktu, belajar juga ada tata caranya. Kesulitan dalam belajar yang hadapi dikarenakan seseorang belum mengetahui tata cara belajar yang baik dan benar.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  12. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep peluang dan statistika?, saya setuju bahwa peluang dapat dipandang sebagai yang ‘mungkin ada’ atau sebuah peristiwa yang belum terjadi yang diramalkan akan terjadi, tetapi tidak ada kepastian dimana peristiwa itu akan benar-benar terjadi (ada) karena sebenar-benarnya manusia tidaklah mampu untuk mengadakan segala yang mungkin ada.

    ReplyDelete

  13. 6. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kesulitan belajar?

    Petunjuk Dosen:
    Secara filsafat, Kesulitan dapat dimaknai kendala seseorang dalam usahanya Menembus Ruang dan waktu.
    Filsafat adalah tentang ruang dan waktu. Sehingga kesulitan dalam filsafat pun juga dikaitkan dengan ruang dan waktu. Kehidupan ini adalah tentang berada dalam ruang dan waktu yang tepat. Kesulitan pun terjadi karena belum berhasilnya usaha untuk mencapai ruang dan waktu yang dituju.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  14. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat matematika pada dasarnya adalah pemikiran reflektif terhadap matematika. Matematika menjadi ilmu pokok soal yang dipertimbangkan secara cermat dan penuh perhatian.

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    dai portingan tersebut, banyak sekali kaitan kegiatan pbm matematika demga filsafat. ada beberapa pesan yang dapati dari postingan diaats adalah, saya sebagai calon pendidik matematika har bisa meneyesuiaikan proses, metode, materi matematika yang akan diajarkan kepada siswa sehingga kita tidak menyiksany dengan kesulitan belajar matematika. bagaimana kitaharus membuat kegiatan pbm yang menyenangkan buat siswa sehingga siswa ktif dalam belajar. terima kasih pak

    ReplyDelete
  16. Harsiti Indrawati
    13301241021
    Pend.Matematika A 2013

    Filsafat membangun hidup dapat diartikan sebagai refleksi manusia. Karena filsafat adalah olah pikir. Sehingga berfilsafat dapat diartikan sebagai proses berpikir secara mendalam. Dalam membangun hidup, filsafat dapat diartikan sebagai proses berpikir mendalam untuk mendapatkan makna yang lebih dalam lagi tentang kheidupan.  

    ReplyDelete
  17. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Logika mempunyai kedudukan yang dominan dan sangat penting dalam filsafat, mulai dari jaman Aristoteles hingga tokoh Logicism yaitu Sir Bertrand Russel. Namun Logika tidaklah sama dengan Logicism. Immanuel Kant banyak sekali menguraikan tentang Logika dan logika. Logicism adalah suatu aliran filsafat matematika yang berusaha membawa semua matematika ke dalam alur pikir logika.

    ReplyDelete
  18. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dalam membangun hidup, filsafat dapat diartikan sebagai proses berpikir mendalam untuk mendapatkan makna yang lebih dalam lagi tentang kheidupan.Dalam teori ini dibahas tentang tahapan perkembangan mental atau intelektual seorang anak yang menunjukkan kesiapan dia untuk belajar yang dilengkapi dengan tahapan tertentu dalam membangun pengetahuan nya. Misal pada tahap awal perkembangan yaitu sensori motor, anak membangun pengetahuannya melalui gerakan atau perbuatan. Selain itu, Piaget juga menjelaskan bahwa proses konstruktivisme juga melalui tahapan asimilasi dan akomodasi. Sehingga, ketika guru memberikan kegiatan yang dapat membangun pengetahuan siswa hendaknya memperhatikan proses asimilasi dan akomodasi sesuai dengan perkembangan kognitifnya.

    ReplyDelete
  19. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Menanggapi jawaban pertanyaan pertaman mengenai bagaimana menjelaskna secara fisafat tentang diagonal ruang suatu balok. Yang saya ketahui dari jawaban tersebut adalah dalam membelajarkan materi tersebut dapat menggunkan metode hermenetika bahwa dalam pembelajarannya harus ada interasi antara satu sama lain. Selain itu, untuk pembelajran siswa SD akan lebih mendukung atau memudahkan siswa jika dalam pembelajaran diagonal ruang balok dengan memberikan alat peraga yang sesuai dengan materi yang diberikan.

    ReplyDelete
  20. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Menanggapi pertanyaan nomor 18 mungkin penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari tidaklahbegitu dipahami oleh orang-orang, karena dalam pembelajranmatematika menurut saya disana merupakan salah satu cara melatih pola pikir manusia, di mana setelah memahami metamtika kita jadi lebih mudah untuk menduga, berhati-hati dalam mengambil ide, mempunyai pola pikir yang teratur. Jadi bukan semata-mata kita belajar matematika untuk mencari penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, namun kita juga harus memahami sebagai upaya untuk melatih pola pikir kita. Itu menurut saya, jika ada yang keliru mohon dibenarkan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  21. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Berdasarkan pertanyaan no. 4 tentang pertanyaan negative, secara filsafat konsep bilangan berpangkat negatif termasuk yang hanya ada di dalam pikiran dan tidak ditemukan di luar pikiran (anak-anak). Itulah sebabnya akan sulit bagai anak kecil untuk memelajarinya. Pada siswa SD kita tidak bisa mengajarkan secara langsung tentang pangkat yang berniali negative, karena yang mereka pikirkan hanya yang bersifat nyata, bukan bersifat abstrak.

    ReplyDelete
  22. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Suatu filsafat matematika dapatlah dilukiskan sebagai suatu sudut pandangan yang dari situ pelbagai bagian dan kepingan matematika dapat disusun dan dipersatukan berdasarkan beberapa asas dasar.

    ReplyDelete
  23. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Banyak hal dalam matematika dapat dijelaskan secara filsafat. Saya ingin menanggapi beberapa poin di atas tentang penjelasan filsafat untuk :
    1. Pertanyaan no 3 tentang macam himpunan
    Pada filsafat ternyata konsep Himpunan dapat dipandang sebagai Penggolongan atau Pembeda atau Kategori. Siswa paham mengenai berbagai macam himpunan apabila mereka sudah dapat membedakan macam-macam himpunan, syarat menjadi anggota dari himpunan tersebut,dll

    ReplyDelete
  24. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P. Matematika I 2013

    2. Pertanyaan no 6 tentang kesulitan belajar
    Filsafat menjelaskan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa merupakan sebuah kendala yang dihadapi saat menembus ruang dan waktu. Ini berarti belajar itu merupakan proses dalam menembus ruang dan waktu, yang sebelumnya tidak tahu jadi tahu, yang tadinya tidak bisa jadi bisa

    ReplyDelete
  25. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P. Matematika I 2013

    3. Pertanyaan no 10 tentang konsep kesamaan dan ketidaksamaan
    Di filsafat dapat dijelaskan bahwa kesamaan didasari oleh sifat identitas A=A, sedangkan untuk pertidaksamaan didasari sifat kontradiksi. Hal ini harus ditekankan pada siswa apabila akan belajar mengenai materi persamaan dan pertidaksamaan, karena kesamaan dan ketidaksamaan adalah dasar untuk belajar materi tersebut.

    ReplyDelete
  26. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    7. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kegiatan pemecahan masalah?

    Petunjuk Dosen:
    Secara filsafat, kegiatan Pemecahan Masalah dapat dipandang sebagai Vitalitas atau ikhtiar.
    Kegiatan pemecahan masalah menurut petunjuk dosen dipandang sebagai vitalitas atau ikhtiar. Vitalitas merupakan kemampuan bertahan hidup, jadi jika seseorang sedang melakukan kegiatan pemecahan masalah maka bisa jadi orang tersebut sedang berusaha mempunyai kemampuan bertahan hidup atau menyelesaikan masalah yang dihadapi. Untuk mencapai penyelesaian masalah, orang harus mau berusaha.

    ReplyDelete
  27. Mengenai pertanyaan Bagaimana penjelasan filsafat tentang adanya Simbol-simbol matematika? Menurut saya, Bahasa matematika itu merupakan bahasa simbol. Simbol tidak akan bermakna apapun sebelum simbol tersebut diberi arti. Oleh karena itu, ditetapkanlah arti dari setiap simbol matematika berdasarkan persetujuan bersama. Hal ini sebagai gambaran atas realitas dan pemikiran. Seseorang boleh saja memilih simbol-simbol yang ada, kemudian menafsirkan sesuai subjektivitasnya sendiri. Dalam menafsirkan sesuatu pasti akan terjadi perbedaan pada subjektivitas orang sesuai dengan cara yang berbeda dalam kondisi yang berbeda pula. Oleh karena itu dalam memahami simbol-simbol tersebut harus melalui interpretasi
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  28. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    7. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kegiatan pemecahan masalah?

    Petunjuk Dosen:
    Secara filsafat, kegiatan Pemecahan Masalah dapat dipandang sebagai Vitalitas atau ikhtiar.

    Benar apa yang dikatakan oleh bapak, bahwa dalam menemukan persoalan matematika, maka ada tugas kita untuk mencari pemecahan masalah tersebut. Maka kegiatan pemecahan masalah tersebut merupakan ikhtiar atau area yang kita kuasai dimana kita mencoba melakukan berbagai hal guna mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  29. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Untuk aktivitas memahami matematika dengan aktivitasnya berinteraksi dengan benda-benda konkrit antara anak kecil dengan anak dewasa.
    Pembelajaran antara anak dewasa dengan anak kecil harus dibedakan dimana nak kecil perlu dilatih untuk mengenali bayangan, tunjukkan penyebab dari bayangan itu secara intiutif agar anak kecil menemukan bayangan dalam melaksanakan kewajibannya masing-masing, sedangkan pembelajaran untuk anak dewasa tidak perlu lagi dengan banyak memberi contoh.

    ReplyDelete
  30. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Belajar filsafat yakni proses mengadakan sesuatu yang ada dan mungkin ada, matematika adalah ilmu yang paling suci diantara ilmu umum lainnya karena di dalamnya terdapat beragam pengetahuan terkait penerapannya dari apa yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari bahkan terkait kehidupan di akhirat kelak seperti apa yang dijabarkan dalam tanya jawab diatas perihal fenomena belajar mengajar matematika sehingga bisa dikatakan matematika adalah jalan untuk belajar filsfat dan hermenitika adalah metode dalam memahami matematika prihal memahami keterkaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari.

    ReplyDelete
  31. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    saya setuju dengan pernyataan bahwa "siswa mempelajari" lebih baik untuk digunakan dari pada "guru menjelaskan" karena belajar saat ini tidak harus menunggu dari penjelasan yang disampaikan oleh guru, siswa dapat memperoleh pengetahuannya atau melakukan proses belajarnya dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Peran guru adalah memfasilitasi pesertadidik untuk memperoleh pengetahuannya, atau meluruskan konsep yang mereka dapatkan dari proses belajar sendiri.

    ReplyDelete
  32. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    filsafat membicarakan mengenai yang ada dan yang mungkin ada, dan itu berlaku untuk segala aspek kehidupan termasuk dalam kegiatan belajar dan mengajar. Tugas guru adalah membantu siswa untuk memunculkan yang ada dan yang mungkin ada itu. Anak SD belum bisa membayangkan bangun ruang itu seperti apa karena bentuk- bentuk tersebut belum ada dalam pikiran mereka sehingga dibutuhkan model atau contoh konkrit dari benda- benda Geometri untuk anak SD, dan perlakuan seperti itu tentu berbeda untuk setiap tingkatan, siswa SMP bisa membayangkan dengan cara digambar atau dalam bentuk dua dimensi, dan anak SMA sudah dapat membayangkan dalam pikiran mereka saja karena benda- benda tersbut ada dalam pikiran mereka

    ReplyDelete
  33. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    2. Bagaimana penjelasan filsafat tentang nilai Phi yang merupakan perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya?

    Berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh Pak Marsigit, bahwa filsafat dapat memandang nilai Phi dari berbagai aspek atau sisi yang harus dibedakan penjelasannya karena sudah berbedah ranah, seperti Phi dilihat dari penemuannya yang masuk dalam ranah sejarah matematika, definisi Phi, dan pembuktian dari nilai Phi yang dapat dijelaskan dalam ranah lain.

    ReplyDelete
  34. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    6. Bagaimana pandangan filsafat mengenai kesulitan belajar

    Saya teringat dengan penjelasan yang pernah Pak Marsigit sampaikan di kelas kami sebelumnya bahwa filsafat itu adalah ruang dan waktu, dan dalam filsafat tidak ada yang salah yang ada hanyalah kurang sesuai dengan ruang dan waktu, jadi sesuai dengan petunjuk dari Pak Marsigit bahwa kesulitan belajar itu merupakan kendala seseorang dalam menembus ruang dan waktu. lagi pula pikiran juga sangat berpengerahu dalam menyesuaikan ruang dan waktu, jika kita berpikir bahwa belajar itu sulit maka kesulitanlah yang akan kita hadapi, tapi jika kita berpikir bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan maka kenikmatanlah yang akan kita rasakan.

    ReplyDelete
  35. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    7. bagaimana pandangan filsafat mengenai pemecahan masalah ?

    berdasarkan petunjuk Pak Marsigit bahwa filsafat memandang pemecahan masalah sebagai ikhtiar. Menghadapi suatu masalah itu harus di ikhtiarkan atau diusahakan penyelesaiannya. sebuah takdir akan terjadi pun jika kita mengikhtiarkannya sehingga keduanya saling berinteraksi dan bertemu. dalam hal ini hemernitika atau silaturakhim dapat digunakan, silaturakhim atau interaksi dengan permasalahan yang kemudian diikhtiarkan penyelesaiannya akan memperoleh hasil penyelesaian

    ReplyDelete
  36. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Bagaimana penjelasan filsafat tentang penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari?
    Filsafat adalah ranahnya orang dewasa. Sehingga anak-anak masih belum bisa berpikir sampai ke tahap yang demikian. Matematika ada dua yaitu matematika terapan dan menerapkan matematika dalam kehidupan. Perbedaannya adalah matematika terapan untuk mengembangkan matematika pada bidang ilmu lain, dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa. Sedangkan menerapkan matematika dalam kehidupan juga bisa dilakukan oleh anak-anak.

    ReplyDelete
  37. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Para guru Matematika hendaknya menyadari dan memahami Matematika secara filsafati untuk dapat mengajarkan Matematika dengan baik kepada para muridnya. Para guru harus benar-benar mempertimbangkana siapa yang akan dia ajar. Dengan demikian, bisa memilih materi, maupun metode mengajar yang sesuai dengan kondisi para muridnya, sehingga tidak menjadikan Matematika sebagai pelajaran yang ditakuti karena ketidaksesuaian metode maupun materi dengan intuisi para muridnya. Hal ini tidak hanya berlaku bagi guru Matematika saja.

    ReplyDelete
  38. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Konsep “menemukan sendiri” yang dalam filsafat bahasanya adalah konstruktivisme merupakan pendekatan yang baik dalam matematika. Dalam hal ini siswa difasilitasi untuk dapat menyusun atau membangun pemahamannya sendiri. Dengan demikian, diharapkan pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi lebih bermakna. Dengan kata lain guru tidak “mengajarkan” secara instan tetapi membimbing siswa dalam “mempelajari” pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  39. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Filsafat matematika pada dasarnya adalah pemikiran reflektif terhadap matematika. Matematika menjadi ilmu pokok soal yang dipertimbangkan secara cermat dan penuh perhatian. Pemikiran filsafati juga bersifat reflektif dalam arti menengok sendiri untuk memahami bekerjannya budi itu sendiri.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Menanggapi petunjuk no 13,
    bahwasannya Segala bentuk, ukuran, dan macam-macam bangun-bangun geometri hanya dapat dipahami di dalam Intuisi Ruang dan Waktu. Benar sekali pak, dalam memahami bangun-bangun geometri kita membutuhkan imaginasi yang tinggi. seperti halnya pada pembelajaran dimensi 3 untuk SMA. jika siswa mampu memahaminya dalam intuisi ruang dan waktu siswa mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  41. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Bagaimana penjelasan filsafat tentang materi Logika dalam matematika?
    filsafat matematika pada dasarnya adalah pemikiran relatif terhadap matematika. Matematika menjadi suatu pokok soal yang dipertimbangkan secara cermat dan dengan penuh perhatian. Dengan filsafat kita akan mengetahui hakekat matematika secara dominan karena di dalam matematikaka terdapat logika, dimana aktivitas budi manusia yang diarahkan sesuai dengan kaidah-kaidah logika. Logika merupakan ilmu yang mengkaji prinsip-prinsip penalaran yang benar dan penarikan kesimpulan yang sah.

    ReplyDelete
  42. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pemahaman siswa terdapat 4 tahap yaitu konkrit, semikonkrit, semi abstrak, dan abstrak. Siswa dalam hal ini siswa SD dalam belajar yang lebih bermakna memang dengan benda konkrit. Karena tahap pemahamannya baru sampai pada konkrit. Saya sangat setuju dengan petunjuk dosen no 1.

    ReplyDelete
  43. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menanggapi pertanyaan nomor 2. Semua hal dalam matematika pasti memiliki definisi. Akan tetapi pembelajaran matematika tak semata-mata hanya menjelaskan definisi. Guru harus memberikan pembelajaran dengan tahap-tahap pemahaman siswa yaitu konkrit, semi konkrit, semi abstrak, dan abstrak. Siswa juga perlu menemukan sendiri suatu rumus agar pembelajaran lebih bermakna.

    ReplyDelete
  44. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Untuk siswa dapat menemukan sendiri konsep dari apa yang dipelajari dalam pembelajaran matematika adalah dengan memberikan mereka kesempatan untuk membangun sendiri pengetahuannya dan menerapkan metode-metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang mendukung tahap menemukan konsep bagi siswa. Sebagai orang dewasa, guru harus paham betul terhadap apa yang akan disampaikan, sehingga ketika siswa merasa kesulitan dalam menemukan dan memahami konsep pembelajaran tersebut, guru dapat menjadi fasilitator yang baik dan profesional.

    ReplyDelete
  45. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam dunia pendidikan matematika, filsafat juga termasuk ke dalam hal yang mungkin ada. Karena semua hal ada filsafatnya, sehingga ketika di dalam kelas terjadi suatu fenomena yang tidak seperti biasanya, baik fenomensa sederhana maupun fenomena yang sifatnya kompleks, maka guru harus mampu menanggapinya sebagai sesuatu yang wajar dan bisa ditangani. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari siswanya adalah merupakan suatu bentuk pola pikirnya dan anggapannya terhadap hal-hal yang membuatnya ingin tahu, begitu pula ketika di dalam kelas ada siswa yang mencontek atau mengantuk, sebenarnya ada makna di balik fenomena itu semua. Sehingga sebagai seorang guru, kita harus mampu menyelesaiakan dan menanggapi fenomena yang demikian dengan dewasa.

    ReplyDelete
  46. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Pembelajaran matematika memang sedikit sulit diterapkan saat di bangku sekolah dasar. Karena ini merupakan hal baru bagi mereka. Maka media pembelajaran sangat penting untuk siswa yang belum bisa menkontruksi objek matematika. Dengan adanya media, guru diharapkan bisa memaksimalkan pemahaman siswa berkaitan dengan objek matematika.

    ReplyDelete
  47. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Saya menangkap bahwa menjadi seorang guru haruslah dapat berpikir inovatif dan kreatif dalam pengembangan metode pembelajaran. Guru harus peka dan bisa menentukan apakah metode yang tepat sesuai dengan permasalahan dan kondisi yang dihadapinya. terimakasih.

    ReplyDelete
  48. 6. Bagaimana penjelasan filsafat tentang kesulitan belajar?

    Secara filsafat, Kesulitan dapat dimaknai kendala seseorang dalam usahanya Menembus Ruang dan waktu.
    Jadi seorang mahasiswa sebagai pembelajar harus mampu mengatasi kendala dalam usaha menembus ruang dan waktu untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, semetara pendidik harus mengembangkan metode yang kreatif dan inovatif guna membantu mengatasi kendala menembus ruang dan waktu tersebut.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  49. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    8. Bagaimana penjelasan filsafat tentang konsep menemukan sendiri?

    Petunjuk Dosen:
    Menemukan sendiri, mengandung pengertian Membangun yang kemudian sesuai dengan paradigma Constructivisme.

    menemukan sendiri dapat diartika sebagai membangun, jika dikaitkan dengan pengetahuan dan pembelajaran proses menemukan sendiri itu merupakan hal yang sangat penting. Biasanya suatu pengetahuan atau ilmu akan melekat pada benak peserta didik jika mereka dapat menemukan sendiri atau membangun sendiri pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  50. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Seorang guru harus percaya bahwa siswa dapat menemukan dan mengkonstruksi konsep matematika pada benaknya, tak melulu disuguhi secara gamblang materi yang disampaikan. Untuk setiap materi yang diberikan juga disesuaikan pada usia siswa yang ia ajar. Pembelajaran yang bermakna bagi siswa SD yaitu dengan menggunakan benda konkret sehingga mereka bisa mengembangkan intuisinya. Penyelesaian masalah matematika dalam sudut pandang filsafat adalah sebagai ikhtiar atau usaha. Dalam kehidupan sehari – hari pun juga diharuskan berusaha untuk dapat memcahkan permasalahan. Dalam menghadapi kesulitan akan mengukur seberapa besar usaha yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah.

    ReplyDelete
  51. Soviyana Munawaroh Syidhi
    pendidikan matematika C 2013
    13301244020

    18. Bagaimana penjelasan filsafat tentang penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari?
    berdasarkan petunjuk dosen dari pertanyaan tersebut diatas saya sependapat, dan berdasarkan yang saya pahami dari penjelasan petunjuk dosen tersebut bahwa penerapan matematika dalam kehidupan sehari- hari harus terlebih dahulu dikelompokkan atau dibedakan berdasarkan dimensi ruang dan waktunya. penerapan matematika dalam kehidupan sehari- hari yang dilakukan oleh siswa atau anak kecil pastilah berbeda dengan penerapan matematika oleh orang dewasa atau ahli. penerapan matematika untuk anak kecil lebih dalam hal membantu melakukan perhitungan atau pengukuran dalam konteks kehidupan sehari- hari dalam lingkup yang sederhana, sedangkan penerapan matematika oleh orang dewasa/ ahli lebih ke pemanfaatan matematika itu sendiri sebagai dasar mengembangkan suatu ilmu atau melakukan suatu penemuan.

    ReplyDelete
  52. Soviyana Munawaroh Syidhi
    pendidikan matematika C 2013
    13301244020

    18. Bagaimana penjelasan filsafat tentang penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari?
    berdasarkan petunjuk dosen dari pertanyaan tersebut diatas saya sependapat, dan berdasarkan yang saya pahami dari penjelasan petunjuk dosen tersebut bahwa penerapan matematika dalam kehidupan sehari- hari harus terlebih dahulu dikelompokkan atau dibedakan berdasarkan dimensi ruang dan waktunya. penerapan matematika dalam kehidupan sehari- hari yang dilakukan oleh siswa atau anak kecil pastilah berbeda dengan penerapan matematika oleh orang dewasa atau ahli. penerapan matematika untuk anak kecil lebih dalam hal membantu melakukan perhitungan atau pengukuran dalam konteks kehidupan sehari- hari dalam lingkup yang sederhana, sedangkan penerapan matematika oleh orang dewasa/ ahli lebih ke pemanfaatan matematika itu sendiri sebagai dasar mengembangkan suatu ilmu atau melakukan suatu penemuan.

    ReplyDelete
  53. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mengenai diagonal ruang pada balok, seorang guru bisa membuat seuatu alat peraga berupa balok, sehingga siswa bisa langsung melihat dan mengimplementasikan dari diagonal balok tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dalam memfasilitasi siswa kita bisa menggunakan pendekatan contextual teaching and learning (CTL). Dimana siswa bisa mengkonstruksi sendiri pemikirannya mengenai diagonal ruang pada balok tersebut.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  54. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mengenai nilai phi, dimana nilai phi tidak dapat terlepas dari rumus yang ada pada lingkaran, entah itu untuk menghitung luas daerah lingkaran, menghitung keliling lingkaran, dan sebagainya. Sehingga secara filsafat nilai phi merupakan predikat (sifat) dari suatu lingkaran karena nilai phi merupakan salah satu unsur bila ingin menjawab suatu permasalahan yang dikaitkan dengan lingkaran.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  55. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mengenai konsep himpunan. Himpunan merupakan kumpulan dimana anggota yang terkoleksi mempunyai karakteristik yang terdefinisikan. Mengapa saya menggunakan kata terkoleksi, karena himpunan tidaklah harus berisi anggota, ada pula himpunan kosong dimana himpunan tersebut tidak memiliki anggota sebagaimana karakteristik yang telah didefinisikan sebelumnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  56. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mengenai konsep bilangan berpangkat negatif. Bilangan berpangkat negatif hanya merupakan penulisan bentuk saja karena a-n dapat ditulis sebagai 1/an. Hal tersebut biasanya dipelajari siswa pada materi eksponen. Jadi sebaiknya bilangan berpangkat negatif jangan diajarkan terlebih dahulu pada jenjang sekolah dasar yang masih berbasis tematik

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  57. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mengenai rumus luas permukaan bola, dimana bola merupakan bangun ruang yang sangat unik dikarenakan tidak memiliki rusuk didalamnya sehingga dalam penghitungannya tidak ditemui panjang dan juga lebar tetapi menggunakan apotema.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  58. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mengenai kegiatan pemecahan masalah sebagai vitalitas berpikir. Untuk melakukan kegiatan pemecahan masalah, maka sangatlah dibutuhkan yang namanya HOT’s, yakni High Order Thinking occurs, yang berarti kemampuan berpikir tingkat tinggi. Maksud dari berpikir tingkat tinggi adalah kemampuan siswa untuk merelasikan antara satu rumus dengan rumus lainnya untuk membuat satu pemecahan masalah. Siswa dituntut mampu mengkombinasikan segala sumberdaya daya ada untuk memecahkan suatu permasalahan

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  59. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Masih mengenai kegiatan pemecahan masalah. Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa maka seorang guru bisa menggunakan pendekatan Problem Solving dalam membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Problem solving bisa dikombinasikan juga dengan pendekatan open enden, dimana soal yang diberikan oleh guru tidak memberikan pemecahan jawaban yang bersifat tunggal, sehingga lebih merangsang daya kreatifitas siswa.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  60. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Proses belajar mengajar matematika merupakan suatu proses belajar mengajar yang melibatkan guru dan siswa dimana perubahan tingkah laku siswa dapat diarahkan pada pemahaman konsep matematika yang mengantarkan siswa berfikir secara logis dan matematis.

    ReplyDelete
  61. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari struktur yang abstrak dan pola hubungan yang ada di dalamnya. Ini berarti bahwa belajar matematika pada hakekatnya adalah belajar konsep, struktur konsep dan mencari hubungan antar konsep dan strukturnya.

    ReplyDelete
  62. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Belajar matematika dengan menggunakan filsafat adalah belajar yang bermain dengan logika untuk menemukan sebuah kebenaran. Dalam menemukan jawaban kebenaran pembelajaran matematika tidak terlepas dari metode ilmiah (deduktif dan Induktif), hal ini sejalan dengan peran filsafat ilmu yang mengedepankan suatu rangkaian yang saling berkaitan untuk mencari jawaban.

    ReplyDelete
  63. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Waw ternyata setiap bagian dalam matematika mempunyai filsafatnya sendiri-sendiri, lalu bagaimana menjelaskan secara filsafat tentang aritmatika sosial?

    ReplyDelete
  64. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dari ulasan di atas, saya tertarik untuk membahas mengenai ulasan tentang penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Disini dijelaskan bahwa penggunaan matematika sebenarnya merupakan ranah orang dewasa, bukan ranah generasi muda (anak-anak). Sehingga tidak boleh dipaksakan anak-anak untuk berfikir sampai tahap sejauh ini. Karena menggunakan matematika adalah urusan orang dewasa (matematikawan). Dimana setiap kegiatan berpikir terdapat aspek menerapkan sebagai suatu kriteria tahapan berpikir. Menerapkan matematika dalam kepentingan matematika bermanfaat bagi ilmu-ilmu lain sehingga iniah yang dimaksud sebagai ranah orang dewasa.

    ReplyDelete
  65. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Saya ingin mencoba mengungkapkan fenomena nomor 15 tentang materi logika dalam matematika menurut filsafat. Logisisme adalah doktrin bahwa Matematika dapat direduksi ke Logis. Russel menyatakan matematika dan logika merupakan bidang yang sama karena seluruh konsep dan dalil matematika dapat diturunkan dari logika. Beliau menyatakan keduanya berkembang dalam zaman modern. Logika telah menjadi bersifat matematis dan matematika menjadi bersifat lebih logis. Kedua hal tersebut adalah satu, bahwa logika merupakan masa muda dari matematika dan matematika merupakan masa dewasa dari logika.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  66. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pertanyaan no. 6 mengenai "Bagaimana penjelasan filsafat tentang kesulitan belajar?" sesuai dengan petunjuk dosen bahwa Secara filsafat, Kesulitan dapat dimaknai kendala seseorang dalam usahanya Menembus Ruang dan waktu. Sehingga untuk mengatasi kesulitan itu maka kita perlu sadar akan ruang dan waktu dalam pembelajaran tersebut, sehingga apabila kita telah mengetahui hal itu maka segala sesuatu yang kita pelajari dapat kita posisikan pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  67. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pertanyaan no 7. mengenai "Bagaimana penjelasan filsafat tentang kegiatan pemecahan masalah?" sesuai dengan petunjuk dosen bahwa Secara filsafat, kegiatan Pemecahan Masalah dapat dipandang sebagai Vitalitas atau ikhtiar. Sehingga dalam tahapa menyelesaikan suatu permasalahan yang ada terkadang kita tidak dapat memecahkannya karena dalam diri manusia selalu mempunyai batas terhadap sesuatu yang ada dan yang mungkin ada sehingga dalam tahap akhir dari perjalanan untuk memecahkan masalah adalah dengan ikhtiar kepada ALLAH SWT, dengan memohon bantuan kepada ALLAH lah segala permasalahan yang terjadi dalam hidup Insya ALLAH dapat terpecahkan.

    ReplyDelete
  68. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Banyak cara yang terkadang tidak dapat kita pahami ketika filsafat memandang beberapa hal yang ada di sekitar kita. Sangat menarik untuk dipelajari bahwa semua bersifat divergen. Hal ini untuk menunjukan keseimbangan dalam hidup.

    ReplyDelete
  69. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Bagaimana penjelasan filsafat tentang kegiatan pemecahan masalah? Kegiatan pemecahan masalah itu bisa dipandang sebagai vitalitas atau ikhtiar, dimana ikhtiar untuk menemukan solusi dari masalah yang ada. Latihan adalah salah satu faktor yang menyebabkan seseorang dapat menyelesaikan masalah dengan cepat, sering latihan yaitu mengulang-ngulang materi atau latihan soal akan mempermudah dalam usaha menyelesaikan masalah. Latihan juga sebagai suatu usaha untuk mempermudah pembangunan skema awal ketika kita dihadapkann dengan permasalahan pada pengetetahuan baru.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  70. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Beberapa point penting yang dapat digunakan guru khususnya guru matematika dari artikel di atas adalah tentang pemahaman guru untuk memahami dari sisi siswa. Fenomena belajar adalah bukan “guru menjelaskan” tapi “siswa memahami”. Maka yang harus dipahami guru adalah membuat agar siswa paham. Matematika yang berisi berbagai pola atau keteraturan tentu menuntut siswa pada dasarnya memahami pola tersebut. Oleh krenanya pola dapat digunakan guru sebagai starting point dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  71. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Selain itu, saya tertarik memberikan komentar pada fenomena bilangan berpangkat negatif yang dipaparkan di atas. Selama ini, kita sadar bahwa berpangkat negatif agaknya sulit dinalar siswa dibandingkan berpangkat positif. Ternyata dari kacamata filsafat, hal ini disebabkan karena bilangan berpangkat negatif termasuk ke dalam pengertian formal yang hanya ada di dalam pikiran dan tidak ditemukan di luar pikiran anak-anak. Menyadari hal ini, sebagai guru kita harus mampu mengelola pembalajaran lebih kreatif agar mampu dinalar siswa.

    ReplyDelete
  72. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Perbedaan antara guru menjelaskan dan siswa mempelajari adalah sebagai berikut. ketika guru menjelasklan maka seolah siswa hanya menerima dan menerima. Akan tetapi ketika siswa mempelajari maka dia mengaktifkan kemampuan otaknya untuk berpikir sehingga intuisinya pun aktif dan berkembang. Oleh karena itu perlu jeda waktu sejenak untuk guru menunggu jawaban dari siswa. Tidak perlu terburu-buru menyampaikan jawaban kepada siswa. hal ini agar siswa berkesempatan untuk melatih intuisinya.

    ReplyDelete
  73. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Phi adalah perbandingan keliling lingkaran dengan diameternya, dapat dipandang sebagai definisi yang merupakan kesepakatan awal atau dibuat sebagai pengertian awal. Siswa dapat memahami konsep phi dengan aktivitas pembukian. misal menyediakan benda-benda konkrit yang berbentuk lingkaran. kemudian praktik menghitung perbandingan keliling dan diameter setiap benda sehingga mereka menemukan bilangan yang sama yang kemudian disimpulkan itulah nilai phi.

    ReplyDelete
  74. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  75. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Secara filsafat konsep Himpunan dapat dipandang sebagai Penggolongan atau Pembeda atau Kategori. Sebenar-benar Ilmu adalah jika memuat Kategori. Di dalam belajar matematika, salah satu cara guru dapat mengetahui tingkat kepahaman siswa adalah dengan bertanya contoh dan noncontoh. Ketika siswa mampu menentukan contoh dan noncontoh dari suatu "pokok" bahasan maka sebenarnya dia mengungkapkan pemahaman yang ada di dalam pikirannya dengan baik.

    ReplyDelete
  76. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Secara filsafat konsep Bilangan Berpangkat Negatif termasuk ke dalam Pengertian Formal; Bilangan berpangkat negatif memang belum diajarkan pada anak keci, misal siswa SD secara langsung. akan tetapi konsepnya dapat dikenalkan pada anak kecil. contohnya adalah perbandingan usia.
    "Usia ayah 30 tahun, 3 kali usia adik. Nahhhh usia adik bisa dikatakan satu per tiga/sepertiga usia ayah."
    Sepertiga-->3 pangkat negatif 1.

    ReplyDelete
  77. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Secara filsafat, sebuah Rumus Matematika dapat dianggap sebagai Forma atau Bentuk atau Wadah.
    Contoh rumus matematika dianggap sebagai bentuk adalah pola bilangan. ketika kita diberi suatu barisan bilangan 2,4,6,8,10,12,... Pasti kita bisa meneruskannya karna kita melihat polanya. Dari pola tersebut kita dapat menentukan bilangan yang selanjutnya yaitu 14, karena beda bilangannya adalah 2. dapat kita tuliskan bentuk/ rumusnya adalah 2n.

    ReplyDelete
  78. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Secara filsafat, kegiatan Pemecahan Masalah dapat dipandang sebagai Vitalitas atau ikhtiar. jadi ketika kita dihadapkan pada suatu masalah dan berusaha untu memecahkannya/mencari solusinya maka sebenarnya kita sedang berfilsafat.

    ReplyDelete
  79. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menemukan sendiri, mengandung pengertian Membangun yang kemudian sesuai dengan paradigma Constructivisme. Ketika siswa menerima ilmu/pengetahuan yang baru maka sebenarnya ia mengkorelasikan atau menghubungkan pengetahuan baru tersebut dengan pengetahuan yang sudah tertanam di benak mereka. mereka mencoba mencari persamaan dan perbedaan antara pengetahuan baru dan lama.

    ReplyDelete
  80. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Secara filsafati, Konsep Limit Fungsi berkaitan dengan ketakhinggaan, di mana dalam ketakhinggaan manusia menemukan ketidaksempurnaannya. Hal ini karena pemikiran rasional manusia itu terbatas. Sehingga perlu adanya keyakinan dan keimanan untuk memahami ketdakhinggaan tersebut.

    ReplyDelete
  81. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Secara filsafat, Pola dapat diartikan sebagai Aturan/Ketentuan/atau Hukum, dan oleh karenanya Pola dapat digunakan sebagai Awal dari kegiatan berpikir. Pola ada 2 macam yaitu pola yang sengaja dibuat oleh manusia dan pola yang ditemukan oleh manusia. 2,4,6,8,10,... merupakan pola barisan aritmatika yang dibuat oleh manusia. pola ini digunakan untuk menunjukkan suatu barisan dengan beda=2. Sedangkan pola bilangan yang ditemukan oleh manusia adalah pola bilangan fibonacci yang ada di alam sekitar.

    ReplyDelete
  82. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Konsep bentuk logis adalah Inti dari logika adalah suatu konsep bentuk yang logis. Konsep itu menyatakan bahwa validitas ditentukan oleh bentuk argumen yang logis, bukan isi. Logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara premis-premis dan kesimpulan yang dapat diambil.

    ReplyDelete
  83. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Secara filsafat, Peluang atau Probabilitas dapat dipandang sebagai "yang mungkin ada". Manusia tidaklah mampu mengadakan semua yang mungkin ada. Oleh karena itu peluang digunakan untuk memperkirakan benefit atau kerugian yang akan terjadi. Berpijak dari situ, diharapkan diri kita mampu menentukan langkah apa yang akan diambil

    ReplyDelete
  84. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Membuktikan Rumus Matematika adalah ranah orang dewasa (SMA ke atas) dalam lingkup Matematika Formal/Matematika Aksiomatik. Membuktikan Matematika untuk dunia anak-anak (SD) harus diberi pengertian lain yaitu segala aktivitas memahami matematika dengan aktivitasnya berinteraksi dengan benda-benda konkrit. Hal ini karena belajar matematika anak SD adalah suatu aktivitas. Sehingga mereka akan membentuk pemahaman melalui pengalaman-pengalaman baru di dalam benaknya. Belajar Matematika dengan senang adalah tujuannya.

    ReplyDelete
  85. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Saya sependapat bahwa "matematika terapan" adalah ranahnya orang dewasa. Sedangkan penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan oleh anak kecil hingga orang tua. Satu hal sederhana misalnya: ketika ibu membayar sayuran A,B,C, dan D disuatu warung, itu sudah merupakan penerapan matematika.

    ReplyDelete
  86. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Budiono Herusatoto membedakan pengertian antara isyarat, tanda, dan simbol. Pertama, isyarat adalah sesuatu hal atau keadaan yang diberitahukan oleh subjek kepada objek. Kedua, tanda ialah suatu hal atau keadaan yang menerangkan objek kepada subjek. Tanda selalu menunjukkan kepada sesuatu yang riil (benda), kejadian atau tindakan. Ketiga, simbol atau lambang ialah suatu hal atau keadaan yang memimpin pemahaman subjek kepada objek. Contoh simbol dalam matematika adalah x bar untuk rata-rata.

    ReplyDelete
  87. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kesimpulan yang dapat saya ambil dari materi kali ini adalah ilmu itu menembus ruang dan waktu. Sedangkan penaerapan ilmu tersebut terbatas ruang dan waktu. Adapun kesulitan yang dihadapi dalam prosesnya adalah suatu ikhtiar untuk dapat menembus ruang dan waktu.

    Terimakasih atas ilmu yang Pak Marsigit bagikan

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id