Nov 20, 2014

Hasil Observasi dan Refleksi Pembelajaran Matematika pada kegiatan Lesson Study di Kec. Bantul (20 Nopember 2014)

Oleh Marsigit



Berikut saya sampaikan hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika di sebuah smp swasta model di Kabupaten Bantul, yang saya rekam pada hari Kamis, 20 Nopember 2014. Saya, disamping sebagai Koordinator Lesson Study FMIPA untuk sekolah-sekolah di Bantul, tetapi juga sebagai Pendamping Lesson Studi di SMP Kecamatan Bantul. Untuk menjaga privasi, maka saya tidak menyebut nama sekolah, tidak menyebut nama Koordinator MGMP, dan tidak menyebut nama Guru Model; kecuali hanya nama simbolik saja.

Kegiatan Lesson Studi yang saya observasi adalah kegiatan pada fase Do dan See; yaitu fase menyelenggarakan pbm atau open-class, dan kegiatan refleksi. Kebetulah hari ini karena tg 20, maka ada yang unik dari para guru karena mereka semuanya mengenakan Baju Kebaya dan Sorjan (tradisional Jawa).

Sebelum Observasi (pk 09.00 sd 09.50)

Ramah Tamah:
Sebelum observasi ada kegiatan ramah-tamah dan sedikit komunikasi tentang persiapan yang telah dibuat oleh guru Model. Acara ramah tamah dihadiri oleh Kepala Sekolah, Ketua MGMP, Guru Model, dan dosen Pendamping (saya). Jumlah guru yang hadir sebanyak 20 guru SMP Negeri/Swasta dari Kec Bantul. Yang menjadi Guru Model adalah seorang guru muda (yayasan), lulusan LPTK th 2011. Guru Model belum memunyai pengalaman sebelumnya sebagai guru model (ini adalah pertama kali untuk menjadi guru model pada sebuah kegiatan DO Lesson Study).

Hasil wawancara tak langsung (wawancara informal) dengan Guru Model diperoleh bahwa Guru Model mengindikasikan sebagai berikut:

1. Bahwa Guru Model memunyai pengalaman mengajar selama 2 (dua) tahun. Selama mengajar dia
merasa sudah menerapkan metode inovatif, yaitu selalu mengadakan diskusi kelompok bagi siswa dan menggunakan berbagai alat bantu, termasuk komputer.

2. Untuk kali ini Guru Model akan mengajar berdasar Kurikulum 2013, terutama sumber atau buku teksnya. Kurikulum dan Silabus berdasar Kurikulum 2013 sudah tersedia. Tetapi hingga sekarang sekolah belum mendapatkan Buku Teks dari pemerintah. Maka solusinya adalah dengan mengunduh (down load) dari E-book yang berupa file buku Teks pelajaran Matematika berbasis Kurikulum 2013.

3. Setiap siswa sudah memunyai Laptop sehingga cara menggunakan buku adalah dengan menghidupkan Laptop dan membuka file buku.

4. Guru Model bersama-sama tim pada kegiatan PLAN sudah membuat RPP dan LKS

Identitas PBM:

Sekolah                : SMP
Mata Pelajaran      : Matematika
Kelas/Semester     : VII (tujuh)/ I (satu)
Materi Pokok       : Garis dan Sudut
Alokasi Waktu      : 1 pertemuan (2 x 40 menit)
Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Pembelajaran , dan Penilaian terekam dalam dokumen RPP.

Pendamping menemukan secara khusus metode yang tertulis di RPP adalah : "Model Pembelajaran Discovery Learning"; tetapi Sintak pada Langkah-langkah Pembelajaran meliputi : Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Data, Mengasosiasi, dan Mengomunikasi (Metode Saintifik). Sintak juga tidak tercantum di LKS, artinya LKS belum memuat langkah-langkah seperti yang ditulis di RPP.

Kegiatan Do dan Observasi PBM: (pk 09.50 sd pk 11.10)

Berikut beberapa aktivitas yang terekam:


(Photo by Aslan)

Kegiatan SEE (Refleksi) (Pk 11.10 sd 12.30):

Kegiatan SEE atau Refleksi di pimpin oleh Ketua MGMP, didampingi Kepala Sekolah, Guru Model dan Dosen Pendamping.

Acara Pertama : Pembukaan oleh Ketua MGMP

Acara Kedua     : Sambutan Kepala Sekolah

Acara Ketiga    : Refleksi dari Guru Model

Berikut adalah Refleksi yang tercatat oleh Pendamping:
1. Guru Model mengucapka terimakasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan LS
2. Guru mengakui masih banyak kekurangan terutama: a. dalam mengatur waktu, b. lupa tidak menginformasikan tentang tujuan pembelajaran
3. Guru Model menyadari terdapat beberapa siswa yang belum terampil dalam bekerjasama di dalam kelompok
4. Guru model menemukan ada siswa yang belum dapat mengukur besar sudut dengan alat bantu
5. Guru Model mengaku terlalu lama dalam kegiatan Apersepsi
6. Guru Model mengaku dikarenakan waktu yang terbatas, maka presentasi siswa kurang dan sebagian presentasi dilakukan oleh Guru Model

Acara Keempat:
Ketua MGMP memimpin kegiatan diskusi meliputi tanggapan dan saran dari guru observer yang lain dengan semangat bukan untuk menghakimi Guru Model, tetapi untuk mencari solusi bersama meningkatkan kualitas pembelajaran.

1. Guru L: Ada kelompok yang semua anggotanya menghidupkan Laptop sehingga diskusinya kurang efektif, bagaimana solusinya?
Solusi yang muncul: 1. Agar yang menghidupkan Laptop 2 siswa saja, tetapi menggunakan Laptop penting untuk melihat buku electronik sebagai sumber belajar; 2. Perlu penyesuaian tata letak meja dan kursi untuk berdiskusi; 3. Ketua MGMP menyerahkan kepada guru masing-masing untuk menentukan solusinya berdasar konteks dan pengalamannya.

2.  Guru M: Kenapa untuk menemukan sudut-sudut dalam sepihak dan luar berseberangan, guru menyarankan agar siswa menggunakan Busur Derajat. Menurut Guru M, Busur Derajat tidak diperlukan karena sudut-sudut yang ditemukan tidak secara spesifik menunjuk kepada besar sudut. Untuk itu guru M menyarankan agar digunakan alternatif alat bantu/media misalnya menggunakan "mal" sudut yang sudah dipotong-potong.

3. Guru S: Sebetulnya bagaimana menentukan anggota kelompok? Apakah ditentukan sebelum pbm atau pada saat pbm sudah mulai?
Tanggapan Guru W: Penentuan anggota kelompok seyogyanya sejak awal; agar siswa dapat diskemakan sebelum pbm.
Tanggapan Guru I: Saya menemukan ada kecanggungan komunikasi atau komunikasi yang tidak lancar karena di dalam kelompok terdapat perbedaan gender. Apakah tidak sebaiknya, anggota kelompok laki-laki semua atau perempuan semua.
Tanggapan Guru W: Perbedaan gender dalam kelompok tidak masalah; justru jika terdapat berbeda-beda kemampuan dalam kelompok hasilnya akan lebih baik.
Tanggapan Ketua MGMP: Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa anggota kelompok hendaknya heterogen agar dapat saling membelajaran.

4. Ketua MGMP: Bagaimana tentang penggunaan Busur Derajat, kenapa tidak ada alternatif lain?
Jawaban Guru I: Dalam kegiatan PLAN sebetulnya kelompok guru tim model sudah mendiskusikan, tetapi Guru Model sudah membuat RPP dan LKS secara lengkap dan baik, sehingga akhirnya kami pun ingin menyobanya seperti apa?
Tanggapan Ketua MGMP: Itulah pentingnya kegiatan Penelitian, untuk meneliti dengan metode yang bagaima untuk mengajar Garis dan Sudut, khususnya untuk menemukan sudut-sudut dalam sepihak dan sudut luar berseberangan; agar kita dapat memeroleh berbagai alternatif metode pbm.

5. Guru I: Bagaimana memfasilitasi bermacam-macam kemampuan yang ada pada kelompok; karena saya melihat ada anggota kelompok yang pandai tetapi malah dianggap mengganggu oleh anggota yang lain? (untuk pertanyaan ini tidak ada yang menjawabnya)

6. Guru W: Bagaimana tentang jumlah LKS? Apakah setiap anak perlu mendapat LKS masing-masing, atau satu kelompok hanya mendapat dua LKS atau bahkan satu saja?
Jawaban Guru I: Setiap kelompok dapat memeroleh banyak LKS secara fleksibel bergantung kondisinya, bisa 1, 2, 3 atau 4 LKS.

7. Guru W: Bagaimana tentang pencapaian Kurikulum? Jika terlalau banyak memberi kesempatan kepada siswa, maka Kurikulumnya tidak selesai?

8. Ketua MGMP: Bagaimana cara meningkatkan kemamuan Menjelaskan /Menerangkan bagi para siswa; karena sebagian siswa mengalami kesulita ketika disuruh Menerangkan matematika?
Tanggapan Guru I: Siswa diberi kesempatan maju ke depan kelas untuk menerangkan matematika.

Acara kelima:
Ketua MGMP menyilahkan Guru Model untuk menanggapi segala macam pertanyaan dan tanggapan.
Guru Model: sementara cukup dulu, karena perlu mendengarkan tanggapan dari Dosen Pendamping

Acara keenam:

Tanggapan Dosen Pendamping (Marsigit)

Sebelum menanggapi semua persoalan yang muncul termasuk mendeskripsikan apa yang terjadi di kelas, Dosen Pendamping terlebih dulu memberikan pengalaman mengamati sebuah kelas pembelajaran matematika di Inggris beberapa tahun yang lalu, tentang bagaimana seorang guru mampu mengelola kelas untuk melayani kebutuhan siswa untuk belajar matematika.

Kesimpulan dari uraian tersebut adalah agar guru mampu mencari solusi dari semua persoalan tersebut di atas, intinya guru perlu melakukan overhauled atau perubahan persepsi atau perubahan paradigma, yaitu dengan cara memromosikan: Matematika Sekolah, Pembelajaran Konstruktivisme, Matematika yang Plural, Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset atau to teach is to research, dst.

Secara spesifik guru diminta membaca atau membuka posting :

http://powermathematics.blogspot.com/search?q=menentukan+kurikulum

Sebagai referensi atau gambaran, berikut saya cuplikan dari konten di atas, yang menggambarkan apa yang terjadi jauh di sana yaitu disebuah sekolah di tenggara kota London (sekitar 15 tahun yang lalu):

"Saya melanjutkan pertanyaan "Bagaimana mungkin guru bisa melaksanakan berbagai permintaan atau tuntutan siswa dalam pbm matematika?". Serta merta guru meminta saya agar minggu depan datang lagi ke sekolah untuk melihat bagaimana guru mampu melayani berbagai kebutuhan belajar para siswanya. Hasil observasi saya minggu berikutnya, pada Kelas II, adalah sebagai berikut: Pertama, guru secara klasikal menjelaskan tentang kompetensi apa saja yang akan siswa peroleh dalam pbm, kemudian guru memberi petunjuk bagaimana nantinya para siswa bekerja secara kelompok. Kedua, darisejumlah 32 siswa yang ada, kemudian guru membagi kelas menjadi 2 Kelompok Besar, masing-masing terdiri dari 16 siswa. Dari 16 siswa kelompok kedua di bagi menjadi 4 kelompok. Satu dari empat kelompok di split lagi menjadi 2 kelompokmasing-masing berangotakan 2 siswa. Jadi secara keseluruhan terdapat 6 (enam) Kelompok. Kelompok Besar terdiri dari 16 siswa. Tiga Kelompok berangotakan 4 (empat) siswa. Dan Dua Kelompok beranggotakan masing-masing 2 siswa. Ketiga, setelah saya cermati, ternyata yang terjadi adalah Satu kelompok pertama terdiri dari 2 (dua) siswa yang prestasinya the Best. Satu kelompok kedua terdiri dari 2 (dua) siswa yang prestasinya the Lowest. Tiga Kelompok masing-masing terdiri dari 4 (empat) siswa denganprestasi rata-rata. Sedangkan satu Kelompok Besar yang terdiri dari 16 siswa dengan kemampuan campuran. Keempat, di tiap meja pada Kelompok Kecil terdiri dari 4 siswa atau 2 siswa, masing-masing sudah diletakan LKS yang berbeda dengan Warna Kertas yang berbeda. Dan mereka mulai berdiskusi di dalam kelompoknya. Sementara itu Guru bergabung dengan Kelompok Besar (16 siswa) untuk memulai aktivitasnya. Kelima, pada Kelompok Besar (16 siswa) suasana belajar di setting dengan Duduk Melingkar di Lantai, kemudian dituangkan dari dalam Keranjang barbagai macam Bangun Datar Geometri terbuat dari kayu, bermacam-macam Segitiga, Persegi, Persegi Panjang, Lingkaran, Trapesium. Dengan variasi bermacam warna yang kontras. Keenam, ternyata Kompetensi yang ingin dicapai pada masing-masing Kelompok berbeda-beda. Pada Kelompok besar kompetensinya adalah Pengenalan Bangun Geometri. Kelompok the Best kompetensi dan LKS nya berbeda dengan Kelompok the Lowest. Demikian sehingga pada saat yang sama guru menyediakan 5 (lima) macam LKS. Ketujuh, ketika Guru sedang asyik beraktivitas di Kelompok Besar, datanglah seorang siswa dari Kelompok the Best melaporkan bahwa dia telah menyelesaikan LKS nya. Guru kemudian menyuruh untuk melanjutkan berdiskusi dan mengerjakan LKS yang lainnya (lanjutannya) yang khusus diperuntukan untuk Kelompok the Best,dengan warna Kertas yang sama tadi. Kedelapan, Ternyata guru juga menyediakan stok/persediaan  LKS untuk tiap-tiap Kelompok Diskusi.
Pada Kelompok Besar, guru memulai membuat contoh aktivitas dengan kalimat "I spy the Red Small Circle". Artinya "Saya ingin mengambil Lingkaran Kecil berwarna Merah". Kemudian guru mengambilnya, kemudian menunjukkan kepada para siswa, dan menyuruhnya untuk mengamati bangun Lingkaran itu.  Kemudian  Guru melemparkan kembali benda itu ketumpukan di tengah kerumunan. Demikian seterusnya guru menyuruh secara bergantian agar siswa-siswa melakukan kegiatan yang sama, dengan cara siswa yang sudah melakukan kegiatan kemudian menunjuk siswa yang lain secara acak, sampai selesai.
Setelah kembali ke University of London, saya konsultasikan dan tanyakan kepada Pembimbing, mengapa guru bisa melakukan hal demikian, maka jawabnya adalah "Pbm matematika di sini, menganut paradigma : pada waktu yang berbeda, berbeda-beda siswa, mempelajari matematika yang berbeda, dengan kecepatan dan kemampuan yang berbeda, dengan hasil yang boleh berbeda pula". Saya lanjutkan pertanyaan saya "Lalu bagaimana mengorganisasikannya".Jawaban Pembimbing "Itulah pentingnya LKS dan Portfolio". LKS sangat penting untuk melayani kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Sedangkan setiap siswa perlu dilengkapi dengan Dokumen yang disebut Portfolio Siswa atau Record Keeping. Record Keeping Siswa berisi segala Dokumen yang berkaitan dengan Aktivitas dan Prestasi Siswa mengalir dari tahun ke tahun. Setelah kembali ke Indonesia, saya menemukan bahwa Pembelajaran Matematika di Indonesia bersifat "Untuk waktu yang sama, berbeda-beda siswa, dituntut mempelajari matematika yang sama, dengan hasil yang harus sama, yaitu sama dengan yang dipikirkan oleh gurunya"

Referensi di atas mengajarkan kepada kita bahwa untuk dapat melayani kebutuhan siswa dengan aneka perbedaan kemampuan, maka seorang guru matematika perlu melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Menggunakan matematika yang tepat untuk siswa smp yaitu Matematika Sekolah, seperti yang diberikan oleh Ebbutt dan Straker (1995) bahwa hakikat Matematika Sekolah adalah sebagai aktivitas atau kegiatan: a. mencari pola atau hubungan, b. menyelesaikan masalah, c. melakukan investigasi, d. komunikasi.

2. Mendefinisikan "belajar" sebagai "membangun konsep/teori/hidup", yaitu menggunakan pendekatan konstruktivisme, di mana siswa sendirilah yang pada hakikatnya melakukan kegiatan belajar.

3. Mendefinisikan "mengajar" sebagai "melayani kebutuhan siswa untuk belajar matematika". Agar mampu melayani kebutuhan belajar siswa maka guru perlu secara terus menerus melakukan kegiatan riset tentang kegiatan pembelajarannya. Maka pada tahap selanjutnya kita harus menuju atau bisa mendefinisikan bahwa sebenar-benar mengajar adalah kegiatan riset; atau "to teach is to research".

Berdasarkan uraian yang sudah saya buat, maka berikut ini saya akan menanggapi kegiatan Guru Model dan juga pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh guru observer lainnya, dengan semangat bukan untuk menghakimi, tetapi sebagai sarana silaturakhim bidang pendidikan matematika dengan semangat saling asah, sih dan asuh, sebagai berikut:

Secara umum, saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi dan salut kepada Guru Model, yang menjadi guru masih relatif muda tetapi sudah menunjukkan usaha yang keras dan hebat untuk menjadi guru yang inovatif.

Namun saya ingin memberi catatan dan komen agar usaha mencapai guru inovatif dapat diwujudkan sebaik-baiknya, sebagai berikut:

1. RPP sudah cukup bagus; hanya metode saintifik perlu disebutkan secara eksplisit.

2. LKS disamping perlu memuat identitas sekolah, nama mapel, standard kompetensi, indikator pencapaian kompetensi, dst; tetapi juga perlu memuat Informasi tentang bagaimana para siswa bekerja menggunakan LKS dan bekerja di dalam kelompoknya. LKS perlu disusun berdasarkan Sintak atau langkah-langkah sesuai dengan yang disebutkan di RPP (metode saintifik). Fungsi LKS adalah untuk membantu atau melayani kebutuhan belajar matematika agar siswa mampu membangun/menemukan konsep matematika. LKS bukanlah hanya kumpulan soal. Oleh karena itu yng sebenarnya berhak membuat LKS adalah guru itu sendiri.

3. Apersepsi sudah cukup baik yaitu dengan cara mengingatkan para siswa tentang apa yang sudah dipelajari; namun Apersepsi masih dilakukan secara Klasikal dan Teacher centered. Ingat bahwa Apersepsi adalah kesiapan siswa, jadi dia milik siswa, dan tidak hanya seorang siswa tetapi semua siswa. Sehingga Apersepsi hendaknya berlaku untuk semuanya sesuai dengan prinsip "Education is for all". Jadi Apersepsi bukan hanya untuk siswa yang di depan saja. Untuk itu guru perlu mencari alternatif kegiatan untuk Apersepsi misalnya dengan membuat soal kecil yang harus dikerjakan oleh semua siswa tanpa kecuali.

4. Diskusi Kelompok sudah berjalan dengan baik, tetapi secara Akademik masih mempunyai problem mendasar, karena LKS hanya dibuat 1 (satu) macam untk semua siswa; sehingga berpotensi menimbulkan kebosanan bagi mereka yang sudah selesai atau bagi siswa yang relatif pandai (karena mereka harus menunggu yang lain).

5. Metode mengajar guru didominasi dengan Expektasi yang sangat tinggi untuk mengarahkan semua pendapat siswa agar sama dengan satu pendapat guru. Artinya, guru menerapkan paradigma hidup "walaupun", artinya walaupun terdapat banyak siswa, tetapi guru menggunakan matematika yang tunggal. Ke depan, perlu dicoba agar guru perlu memromosikan paradigma "karena", yaitu karena siswanya bermacam-macam, maka siswa dapat memelajari bermacam-macam matematika pula. Matematika yang tunggal adalah matematika yang ada di dalam pikiran/matematika formal/matematika/aksiomatik/matematika yang diandaikan/matematika murni/matematika perguruan tinggi/matematika untuk orang dewasa. Sedangkan Matematika yang tidak tunggal adalah matematika yang banyak/matematika yang konkret/matematika dunia nyata/matematika dalam kehidupan sehari-hari/matematika untuk anak kecil/matematika intuitif/matematika sekolah.

6. Akibat guru memunyai Ekspektasi yang sangat tinggi untuk bermatematika tunggal; maka mangakibatkan munculnya fenomena misalnya guru sangat berusaha keras (semi berteriak-teriak) untuk memeroleh perhatian siswa; guru menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar dan sumber kebenaran (walaupun pernah terjadi guru melakukan kesalahan-artinya ini adalah potensi untuk menjadi tidak konsisten); fenomena yang lain adalah guru mengharapkan jawaban Choir dan jawaban pendek untuk setiap pertanyaannya; fenmena yang lain adalah guru menjadi sangat tergesa-gesa untuk menyelesaikan target kurikulum; guru mengimplementasikan very strong guided teaching; guru merasa tidak memunyai waktu yang cukup untuk memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan presentasi di muka kelas sehingga posisi murid cenderung untuk mengamini pendapat guru.

7. Untuk pertanyaan dan tanggapan guru tentang pembentukan kelompok, banyaknya LKS dan kemampuan memahami matematika, dengan sendirinya terjawab dari kasus yang saya angkat dari pbm di London. Untuk memfasilitasi kebutuhan siswa, maka bentuk dan anggota kelompok dapat beragam; demikian juga konten dari LKS. Seperti yang terjadi di Inggris, dalam satu kelas pembelajaran matematika, terdapat 6 Kelompok Belajar terdiri 2 kelompok beranggotakan 2 siswa, 3 kelompok beranggotakan 4 siswa, dan 1 kelompok besar beranggotakan 16 yang selanjutnya akan bekerja bersama-sama dengan guru. Untuk setiap kelompok disediakan sejumlah LKS berseri LKS1, 2, 3..dst. Jadi guru memunyai stok LKS. Dengan beragam kelompok dan beragam LKS maka tidak akan ada lagi siswa yang pandai (the Quicker) harus menunggu siswa yang lambat (the Slower).

8. Untuk pertanyaan guru tentang bagaimana cara menyelesaikan target Kurikulum padahal waktunya terbatas? Jawaban saya adalah "sebesar-besar dua gunung ilmu yang kita bawa di atas pundak kita untuk kita berikan kepada siswa, maka itu semua akan mubazir, jika siswa lari menjauh atau melarikan diri dari kita; tetapi sedikit saja saya memberikan ilmu kepada siswa, maka akan sangat efektif dan berguna jika siswa berjalan mendekati atau menuju saya, bahkan mereka akan mencari sendiri ilmu yang lebih banyak lagi"

9. Agar guru tidak dihantui dan merasa dikejar-kejar waktu untuk penilaian, maka guru perlu mencari alternatif penilaian atau mengubah paradigma menuju ke Penilaian Authentic dengan Portfolio Siswa dan Keeping Record. Tepatnya terminologi yang menunjang adalah lebih baik Asesmen dari pada sekedar Evaluation.

8. Secara spesifik saya sangat memuji dan menilai tinggi kemampuan para guru untuk melakukan observasi serta mengungkap fenomena pedagogik yang terjadi di kelas, sehingga terjadi dialog saling asah, asih dan asuh yang sangat baik. Mungkin hal ini disebabkan karena sudah berpengalaman melakukan kegiatan Lesson Study beberapa tahun, sementara saya sendiri baru kali ini mendampinginya. Atmosphere ini adalah harta karun yang tak ternilai harganya, dan saya mempunyai ekpektasi bahwa untuk waktu-waktu mendatang, para guru yang terlibat dalam Lesson Study seperti di Kabupaten Bantul ini akan leading atau memimpin guru-guru dari tempat lai dalam hal melakukan inovasi pendidikan. Semoga. Amin.

9. Ketahuilah bahwa guru-guru di Dunia Barat, untuk satu atau dua kali mengajar, mereka kemudian sudah mampu membuat Karya Ilmiah/Makalah/Artikel yang dapat di Seminarkan atau/kemudian dikirim ke jurnal/atau membuat buku, kenapa? Sekali lagi karena mereka menerapkan paradigma "to teach is to research". Maka dalam setiap pembelajaran, dokumentasi segala macam aktivitas menjadi sangat penting misalnya foto dan video atau arsiprsip. 

10. Secara spesifik, saya sangat menghargai peran Ketua MGMP yang telah mampu memotivasi dan menggali problematika pedagogik dan berusaha mengomunikasikan untuk mencari solusinya.

11. Secara khusus, saya juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala Sekolah MTs Muhammadiyah Unggulan Bantul dan segenap guru dan karyawan. Sebagian guru matematika di sekolah tersebut dan juga Guru Modelnya adalah mantan murid-murid saya ketika di S1 Pendidikan Matematika FMIPA UNY.

Demikian, selamat berjuang para guru. Amin

Marsigit
Dosen Pendamping, FMIPA UNY




100 comments:

  1. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    sebenar-benar filsafat adalah refleksi, maka berfilsafat juga akan membuat kita menyadari keberadaan kita didalam ruang dan waktu. seperti di ungkapkan pada elagi diatas bahwa kita harus melkukan refleksi dan observasi terhadap diri kita sendiri dan terhadap kegiatan kita dan tugas kita sebagai seorang guru. observasi dan refleksi itu untuk membuat diri kita menjadi lebih baik lagi. semoga refleksi di atas memberikan tambahan pengetahuan saya yang juga merupakan calon pendidik.

    ReplyDelete
  2. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Salah satu cara kita belajar adalah belajar melalui pengalaman dari orang lain. Disini saya belajar bagaimana menjadi guru seharusnya melalui dialog saling asah, asih dan asuh yang sangat baik. Dengan adanya lesson study yang disertai oleh evaluasi yang baik ini harapannya kita dapat memperbaiki cara mengajar menjadi lebih baik. Namun memang lebih baik jika diskusi didampingi oleh orang yang paham dan berpengalaman, seperti disini di dampingi oleh Prof. Marsigit sehingga terdapat inspirasi dan jawaban yang bisa menambah pengetahuan.

    ReplyDelete
  3. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    dari postingan ini saya dapat memahami pentingnya sebuah persiapan, persiapan tidak dapat hanya diartikan membuat rancangan yang baik (RPP dan LKS ) namun juga harus diuji coba terlebih dahulu, atau diteliti terlebih dahulu, atau dipraktikkan terlebih dahulu sebelum diuji cobakan pada objek yang sesuanguhnya ( siswa sebagai objek perlakuan pembelajaran) karena sering kali apa yang sudah dirancang dengan baik tidak sesuai dengan harapan setelah diterapkan karena faktor- faktor tak terduga di lapangan, seperti kondisi siswa, atau lingkungan sekitar ( internal dan eksternalnya). oleh karena itu, melakukan observasi guna mengetahui karakteristik siswa dan atau kondisi kelas sangat membantu dalam membuat rancangan pembelajaran

    ReplyDelete
  4. soviyana munawaroh syidhi
    13301244020
    pendidikan matematika C 2013

    dari postingan ini saya dapat memahami pentingnya sebuah persiapan, persiapan tidak dapat hanya diartikan membuat rancangan yang baik (RPP dan LKS ) namun juga harus diuji coba terlebih dahulu, atau diteliti terlebih dahulu, atau dipraktikkan terlebih dahulu sebelum diuji cobakan pada objek yang sesuanguhnya ( siswa sebagai objek perlakuan pembelajaran) karena sering kali apa yang sudah dirancang dengan baik tidak sesuai dengan harapan setelah diterapkan karena faktor- faktor tak terduga di lapangan, seperti kondisi siswa, atau lingkungan sekitar ( internal dan eksternalnya). oleh karena itu, melakukan observasi guna mengetahui karakteristik siswa dan atau kondisi kelas sangat membantu dalam membuat rancangan pembelajaran

    ReplyDelete
  5. Nuha fazlussalam
    13301244023
    S1 pend matematika C 2013

    Dari postingan di atas, saya mendapat pencerahan tentang bagaimana cara mengajar sehingga semua siswa yang beraneka ragam sifat, latar belakang dan kemmampuan bisa terfasilitasi secara maksimal. Terimakasih pak

    ReplyDelete
  6. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Metode mengajar guru didominasi dengan Expektasi yang sangat tinggi untuk mengarahkan semua pendapat siswa agar sama dengan satu pendapat guru. Artinya, guru menerapkan paradigma hidup walaupun, artinya walaupun terdapat banyak siswa, tetapi guru menggunakan matematika yang tunggal. Ke depan, perlu dicoba agar guru perlu memromosikan paradigma karena, yaitu karena siswanya bermacam-macam, maka siswa dapat memelajari bermacam-macam matematika pula

    ReplyDelete
  7. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Ekspektasi yang sangat tinggi untuk bermatematika tunggal mangakibatkan munculnya fenomena misalnya guru sangat berusaha keras untuk memeroleh perhatian siswa; guru menganggap dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar dan sumber kebenaran (walaupun pernah terjadi guru melakukan kesalahan-artinya ini adalah potensi untuk menjadi tidak konsisten); fenomena yang lain adalah guru mengharapkan jawaban Choir dan jawaban pendek untuk setiap pertanyaannya. fenmena yang lain adalah guru menjadi sangat tergesa-gesa untuk menyelesaikan target kurikulum, guru mengimplementasikan very strong guided teaching, guru merasa tidak memunyai waktu yang cukup untuk memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan presentasi di muka kelas sehingga posisi murid cenderung untuk mengamini pendapat guru.

    ReplyDelete
  8. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bill Cerbin & Bryan Kopp mengemukakan bahwa Lesson Study memiliki 4 (empat) tujuan utama, yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya, di luar peserta Lesson Study; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Dalam hal ini, Lesson Study tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mendorong terjadinya perubahan dalam praktik pembelajaran di Indonesia menuju ke arah yang jauh lebih efektif.

    ReplyDelete
  9. Mariana Ramelan
    13301241053
    PMI 2013

    Hasil observasi dan refleksi ini dapat kita jadikan sebagai sumber perbaikan dalam pembelajaran. kita dapat memperbaikinya mulai dari pembuatan RPP yang sesuai dengan muatan material dan kharakteristik siswa, alur pembelajaran yang bermakna, hingga evaluasi pembelajarannya.

    ReplyDelete
  10. Mariana Ramelan
    13301241053
    PMI 2013

    Lesson study bertujuan meningkatkan kualitas belajar siswa di kelas, yang melalui langkah-langkah kegiatan meliputi merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mendiskusikan dan merefleksikan. Sedikit demi sedikit, pastinya lesson study dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  11. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  12. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Guru mampu mencari solusi dari semua persoalan tersebut di atas, intinya guru perlu melakukan overhauled atau perubahan persepsi atau perubahan paradigma, yaitu dengan cara memromosikan: Matematika Sekolah, Pembelajaran Konstruktivisme, Matematika yang Plural, Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset

    ReplyDelete
  13. ERFIANA NUR LAILA
    133012444009
    PENDIDIKAN MATEMATIKA C 2013

    dari postingan diatas saya mendapatkan banyak pembelajaran tentang bagaimana mengajar dikelas. bagaimana mengkondisikan siswa dengan berbagai macam sifat dan karakternya. bagaimana mengatur kelas dan media yang tepat digunakan dikelas dengan karakteristik yang banyak.

    ReplyDelete
  14. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Di Indonesia pun saat ini mulai gencar disosialisasikan mengenai Lesson Study untuk dijadikan sebagai sebuah model dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran siswa, bahkan pada beberapa sekolah sudah mulai dipraktikkan. Meski pada awalnya, Lesson Study dikembangkan pada pendidikan dasar, namun saat ini ada kecenderungan untuk diterapkan pula pada pendidikan menengah dan bahkan pendidikan tinggi.

    ReplyDelete
  15. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P. Matematika I 2013

    Dari hasil observasi dan refleksi tentang kegiatan Lesson Study di salah satu SMP Swasta Bantul di atas, kita dapat belajar dari hasil refleksi tersebut. Hal-hal yang dapat dipelajari adalah :
    1. Penyusunan RPP
    Dalam penyusunan RPP harus disesuaikan antara metode pembelajaran yang digunakan dengan sintaks yang terdapat pada RPP. Apabila menggunakan metode saintifik, sebaiknya lebih eksplisit jadi dapat dibedakan mana bagian Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan

    ReplyDelete
  16. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    2. Penyusunan LKS
    Dalam penyusunan LKS juga sebaiknya sesuai dengan sintaks metode pembelajaran yang digunakan. LKS juga sebaiknya memuat langkah pengerjaan, dan LKS yang baik adalah LKS yang membantu siswa menemukan konsep. Sebaiknya Untuk setiap kelompok disediakan sejumlah LKS berseri. Dengan LKS yang beragam maka siswa yang pandai tidak akan merasa bosan karena harus menunggu siswa yang lambat.

    ReplyDelete
  17. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    3. Pentingnya Apersepsi
    Untuk memulai pembelajaran, apersepsi sangat penting. Seperti yang sering Prof. Marsigit katakan bahwa apersepsi itu bukan hanya untuk seorang ataupun sekelompok siswa, jadi usahakan menghindari apersepsi secara klasikal yaitu dengan menunjuk siswa menjawab pertanyaan. Prof. Marsigit selalu mengingatkan pada Mata Kuliah Microteaching bahwa apersepsi sebaiknya yang dapat dikerjakan oleh seluruh siswa karna "Education is for all"

    ReplyDelete
  18. Hakikatnya lesson study merupakan proses pengkajian pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dan refleksi kegitan lesson study pada pembelajaran matematika tersebut dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran yang selama ini telah dilaksanakan harus dikaji dari waktu ke waktu agar dapat lebih meningkat efektivitasnya bagi upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam hal ini refleksi sangat diperlukan oleh guru.

    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  19. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Refleksi penting untuk dilakukan oleh setiap guru usai mengajar dikelas agar paham betul sejauh mana tujuan pembelajaran sudah tercapai (bisa dengan cara cross check setiap kegiatan yang sudah tercantum dalam RPP) sarta untuk mengevaluasi kekurangan/permasalahn yang terjadi selama proses pembelajaran dengan begitu kegiatan refleksi bisa membantu guru untuk meningkatkan mutu kompetensi siswa pada pertemuan selanjutnya.

    ReplyDelete
  20. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Dari hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika pada kegiatan lesson study di atas, membuka pikiran saya bahwa anak itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga perlakuan terhadap mereka juga harus menyesuaikan dengan keadaan mereka. Guru bukan mengcopy pikiran dari guru tersebut ke siswanya namun seharusnya guru memfasilitasi siswanya agar mereka bisa mencetak/membangun pikirannya masing-masing. Sehingga dengan demikian, siswa memperoleh ilmu dengan pengalamannya yang menjadikan ilmu tersebut menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  21. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Dari hasil observasi dan refleksi ini, kita bisa belajar banyak pengalaman tentang bagaimana cara mengelola kelas dengan baik. Harapannya ini menjadi petunjuk agar guru maupun calon guru dapat mengimplementasikan pembelajaran agar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Kegiatan ini sangat membantu semua pihak utamanya bagi mahasiswa calon guru, dengan adanya lesson study mereka akan mendapat pengalaman yang belum tentu mereka dapatkan dalam perkuliahan dan ini nyata kegiatan proses pembelajaran real. mahasiswa mendapat pengalaman sebelum benar-benar real mengajar di sekolah. (a) bagaimana cara menyiapkan perencenaan pembelajaran; (b) cara menyiapkan LKS (bukan kumpulan soal);(c) melakukan apersepsi yang betul;(d) melakukan explorasi yang efektif; (d) bersama-sama melakukan refleksi dengan guru-guru yang berpengalaman. dengan adanya lesson study mahasiswa akan mampu memilah-mila mana yang bisa di kembangkan dan mana yang harus dihindari jika melakukan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  23. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Lesson Study sang at membantu guru model maupun guru-guru di sekolah tersebut. Dengan adanya kegiatan ini yang tentunya ada ahli yang yang berkompeten di bidang nya maka mereka sangat beruntung bisa melakukan refleksi secara bersama-sama sehingga dapat melakukan kritik saran untuk perbaikan proses pembelajaran pada sekolah secara tepat, Dengan adanya kegiatan ini kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diketahui dan oleh ahlinya dalam hal ini Prof. Marsigit membantu mengarahkan hal yang sebenarnya sehingga para guru tidak sesat dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  24. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Prof. Marsigit menginspirasi dan memotivasi dalam hal pembelajaran dan telah memberikan pengalamannya dalam pembelajaran matematika di luar negeri yang benar – benar memberikan materi pada siswa disesuaikan dengan kemampuannya, yaitu guru membuat beberapa LKS kemudian mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuannya. Memang karena pada dasarnya kemampuan siswa berbeda antara satu dengan lainnya. Serta memberikan pengalaman untuk dapat berinovasi dalam pembelajaran, seperti yang telah diceritakan seperti materi pengenalan bentuk geometri di atas.

    ReplyDelete
  25. Fauzul Muna Afani
    13301241010
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terimakasih atas postingan yang bermanfaat ini bapak. Postingan ini memberikan saya ilmu mengenai bagaimana guru bertindak dikelas dan apa saja yang peelu dipersiapkan sebelum masuk untuk mengajar dikelas. Banyak sekali masalah-masalah yang dihadapi dikelas ketika sedang mengajar, bisa saja dari murid, media yang digunakan sampai materi yang disampaikan. Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi K13 yang menuntut guru untuk berpikir lebih kreatif lagi untuk dapat membuat murid-muridnya lebih aktif dan berpikir secara mandiri. Terkadang guru menemui kesulitan ketika harus menyeimbangkan murid yang kemampuannya diatas teman-temannya. Oleh karena itu guru perlu melakukan overhauled atau perubahan persepsi atau perubahan paradigma, yaitu dengan cara memromosikan: Matematika Sekolah, Pembelajaran Konstruktivisme, Matematika yang Plural, Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset atau to teach is to research, dst.

    ReplyDelete
  26. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran sangat penting dilaksanakan. Dalam proses pembelajaran perlu adanya persiapan diantaranya menentukan pendekatan, membuat RPP, LKS, dan mempersiapkan alat peraga/alat bantu yang dibutuhkan. Setelah itu pembelajaran bisa dilaksanakan. kemudian evaluasi perlu dilaksanakan. Dengan evaluasi, guru menjadi tahu apa kekurangan dalam pembelajaran yang telah dilaksanakannya. Sehingga pembelajaran berikutnya bisa dierbaiki dan diharapkan pembelajaran akan semakin baik. Terima kasih

    ReplyDelete
  27. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Evaluasi pembelajaran memang sangat penting dilakukan. Dengan evaluasi guru menjadi tahu kekurangan dalam proses pembelajarannya. sehingga guru dapat memperbaikinya untuk pembelajaran yang semakin baik. terima kasih

    ReplyDelete
  28. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Evaluasi pembelajaran memang sangat penting dilakukan. Dengan evaluasi guru menjadi tahu kekurangan dalam proses pembelajarannya. sehingga guru dapat memperbaikinya untuk pembelajaran yang semakin baik. terima kasih

    ReplyDelete
  29. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Kegiatan lesson study memang memiliki banyak kelebihan. Suasana belajar menjadi lebih hidup, pembelajaran lebih inovatif dan bermakna. Pengetahuan yang dibangun secara bermakna harapannya dapat lebih membekas dalam ingatan siswa dan memberikan asil yang optimal dalam pencapaian hasil belajar.

    ReplyDelete
  30. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Salah hasil refleksi yang dipaparkan pada wacana diatas adalah guru mengakui bahwa masih terdapat kekurangan dalam proses pengajaran karena kesulitan mengatur waktu dan lupa menginfomasikan tujuan pembelajaran. Sebenarnya hal ini dapat dihindari jika dalam setiap kegiatan pengajaran sudah dibuat perencanaan. Perencanaan pembelajaran memainkan peranan penting dalam pelaksanaan pembelajaran, karena dalam perencanaan kita akan merumuskan tentang apa yang diajarkan pada siswa, bagaimana cara menyampaikannya dan seberapa baik siswa dapat menyerap semua bahan ajar ketika siswa telah penyelesaikan proses pembelajaran. Kita dapat mengatur waktu setiap kegiatan yang kita lakukan dalam pengajaran, berapa lama sebagai pembukaan, pemaparan bahan ajar dan mereview hasil belajar. Sehingga tidak hanya siswa yang akan terarah proses belajarnya namun dengan perencanaan yang baik guru juga akan terkontrol dan bisa terarah dalam proses mengajaran kepada siswanya

    ReplyDelete
  31. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Lesson study sebenarnya merupakan suatu kegiatan pengkajian terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Kegiatan ini sangat baik karena guru akan saling belajar dan saling bekerjasama dalam meningkatkan kuliatas proses pembelajarannya melalui peningkatan pemahaman materi, metode, media dan alat bantu pembelajaran serta bagaimana teknik penilaian yang digunakan dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  32. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Pemaparan yang disampaikan Prof.Marsigit dalam wacana diatas membuka wawasan kita tentang bagaimana melayani kebutuhan siswa dengan aneka perbedaan kemampuan, dalam hal ini mengajarkan pelajaran matematika disekolah. Belajar adalah membangun konsep/ teori/ hidup, yaitu menggunakan pendekatan konstruktivisme dimana siswa sendirilah yang pada hakekatnya melakukan kegiatan belajar. Guru tidak begitu saja memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi siswalah yang harus aktif membangun pengetahuan dalam pikiran mereka sendiri. Siswa yang belajar tidak hanya meniru apa yang diajarka atau dibaca, tapi juga dapat menciptakan suatu pengertian yang dibentuk siswa secara aktif, bukan hanya diterima secara pasif dari guru mereka

    ReplyDelete
  33. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Penerapan Lesson Study didasarkan kepada proses, usaha yang berkesinambungan. Proses yang asli dan nyata, bukan tampil karena hanya untuk diamati. Dengan bgeitu tujuan dari leeson study dapat tercapai misalnya, memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar,memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran, meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui pembelajaran kolaboratif. Selain itu perlunya sebauah evaluasai di dalam lesson study agar kedepannya bisa menjadi lebih baik serta dapat meningkatkan sebuah pembelajaran yang bermutu.

    ReplyDelete
  34. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda dengan adanya lesson study ini dapat menjadi solusi dengan beragamnya siswa. Dalam pembelajaran guru dapat mengkondisikan siswa dengan berbagai macam sifat dan karakternya dan mengatur kelas serta dapat menggunakan media yang tepat bagi siswa.

    ReplyDelete
  35. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Belajar itu darimana saja, pengalaman diri sendiri atau dari penglaman orang lain, terimakasih kepada Pak Prof. Marsigit yang telah memposing pengalaman dan refleksi dari Lesson Study. Dari postingan diatas dapat diketahui bahwa mengajar bukanlah hal yang mudah, apalagi belajat matematika. Butuh banyak persiapan yang dilakukan.

    ReplyDelete
  36. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dengan membaca postingan diatas, saya menambah pengetahuan saya mengenai belajar belajar, seperti : Menggunakan matematika yang tepat untuk siswa smp yaitu Matematika Sekolah, seperti yang diberikan oleh Ebbutt dan Straker (1995) bahwa hakikat Matematika Sekolah adalah sebagai aktivitas atau kegiatan: a. mencari pola atau hubungan, b. menyelesaikan masalah, c. melakukan investigasi, d. komunikasi. Kemudian, mendefinisikan "belajar" sebagai "membangun konsep/teori/hidup", yaitu menggunakan pendekatan konstruktivisme, di mana siswa sendirilah yang pada hakikatnya melakukan kegiatan belajar.

    ReplyDelete
  37. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dari tulisan diatas daya menemukan kalimat seperti berikut “Mendefinisikan "mengajar" sebagai "melayani kebutuhan siswa untuk belajar matematika". Agar mampu melayani kebutuhan belajar siswa maka guru perlu secara terus menerus melakukan kegiatan riset tentang kegiatan pembelajarannya. Maka pada tahap selanjutnya kita harus menuju atau bisa mendefinisikan bahwa sebenar-benar mengajar adalah kegiatan riset; atau "to teach is to research".” Hal ini sama seperti yang dikatakan oleh Profesor dari Jepang yang beberapa waktu lalu mengisi Guest Lecture di FMIPA UNY, bahwa research itu penting dan perlu dibiasakan dalam pembelajaran, sehingga kita tahu dan merefleksikan dan memperbaiki cara mengajar kita dikelas. Kurang lebih seperti itu yang dapat saya tangkap dari lecture waktu itu.

    ReplyDelete
  38. Rizqi Nefi Marlufi
    13301241035
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Terima kasih atas ilmu dan pengetahuan baru yang tersaji di postingan diatas, saya yang awalnya masih bingung mengenai bagaimanakan apersepsi yang baik di kelas menjadi tahu bahwa apersepsi adalah kesiapan siswa, jadi dia milik siswa, dan tidak hanya seorang siswa tetapi semua siswa. Sehingga Apersepsi hendaknya berlaku untuk semuanya sesuai dengan prinsip "Education is for all". Jadi Apersepsi bukan hanya untuk siswa yang di depan saja. Untuk itu guru perlu mencari alternatif kegiatan untuk Apersepsi misalnya dengan membuat soal kecil yang harus dikerjakan oleh semua siswa tanpa kecuali.

    ReplyDelete
  39. Dapat dilihat bahwa mengapa hasil belajar siswa dalam kelompok yang jumlah siswanya banyak itu variatif dan cenderung rata-rata dan bahkan menurun jika di bandingkan dengan kelompok dengan jumlah siswa sedikit, ini mungkin kelompok yang jumlah siswa banyak kurang evektif karena siswanya banyak sehingga kurang fokus. Oleh karena kita lihat hampir setiam model pembelajaran membagi siswa dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok berjumlah maksimal 4 orang siswa.

    Muhlis malaka
    16701269003
    S3 PEP A 2016

    ReplyDelete
  40. Ulangsung untuk menjadi profesional memang tidak serta-merta langsung terwujud namun memerlukan pengalaman yang sebenar-benarnya pengalaman kemudian di padukan dengan logika atau fikiran selanjutanya di refleksikan pada ruang dan waktu yang tepat dan seterusnya hingga terjadi suatu proses pembelajaran sesuai dengan harapan dengan memanfaatkan segala kondisi situasi yang ada dengan sebaik-baiknya, semangat para guru karena ini adalah sebenar-benarnya tantangan yang harus dihadapi dengan keikhlasan untuk mewujudkan SDM yang lebih baik.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  41. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13

    menurut saya sebuah apersepsi dilakukan seperlunya saja sehingga peserta didik bisa memaknai apa yang telah dicontohkan oleh guru

    ReplyDelete
  42. Dian Rizki Herawati
    PMA13
    13301241057

    mengenai kekurangan waktu dalam presentasi, seharusnya guru bisa memperkirakan waktu yang efisien untuk siswa melakukan presentasi

    ReplyDelete
  43. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Inti dari pembelajaran Lesson Study ini sebenarnya adalah dengan melakukan kolaboratif pembelajaran dengan cara mengembangkan perangkat pembelajaran dan mengembangkan rencana, revisi dan refleksi rencana dengan cara terus menerus hingga menunjukkan sebuah peningkatan dan juga melakukan sebuah observasi.

    ReplyDelete
  44. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pembelajaran Lesson Study ini pada mulanya berasal dari negeri sakura yaitu Jepang. Di negeri sakura ini para siswa tidak menggunakan cara yang monolog namun juga bukan dengan menggunakan sebuah dialog saja akan tetapi para siswa benar – benar di gembleng supaya dapat belajar dengan seoptimal mungkin dan mendapatkan sebuah pengalaman belajar yang real.

    ReplyDelete
  45. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Lesson Study merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. Manfaat yang yang dapat diambil Lesson Study, diantaranya: (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya, (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya, dan (3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study. Lesson Study dapat dilakukan melalui dua tipe yaitu berbasis sekolah dan berbasis MGMP. Lesson Study dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, yang terdiri dari: (1) perencanaan (plan); (b) pelaksanaan (do); refleksi (check); dan tindak lanjut (act).

    ReplyDelete
  46. Nama : Muhammad Abdul Kholiq Arfani
    NIM : 13301241064
    Kelas : Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode dalam pembelajaran, tetapi merupakan salah satu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran. Lesson Study bukan sebuah proyek sesaat, tetapi merupakan kegiatan terus menerus yang tiada henti dan merupakan sebuah upaya untuk mengaplikasikan prinsip-prinsip dalam Total Quality Management, yakni memperbaiki proses dan hasil pembelajaran siswa secara terus-menerus, berdasarkan data. Lesson Study merupakan kegiatan yang dapat mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning society) yang secara konsisten dan sistematis melakukan perbaikan diri, baik pada tataran individual maupun manajerial. Slamet Mulyana (2007) memberikan rumusan tentang Lesson Study sebagai salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar

    ReplyDelete
  47. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    In Japan, teachers improve their teaching through "lesson study," a process in which teachers jointly plan, observe, analyze, and refine actual classroom lessons called "research lessons". Lesson study is widely credited for the steady improvement of Japanese elementary mathematics and science instruction. Since 1999, lesson study has rapidly emerged in many sites across the United States.

    ReplyDelete
  48. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Lesson study bukanlah metode pembelajaran atau strategi pembelajaran, melainkan dalam lesson study dapat dipilih dan diterapkan berbagai metode/strategi pembelajaran atau materi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, atau masalah pembelajaran yang dihadapi siswa dan pendidik.

    ReplyDelete
  49. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Lesson Study merupakan suatu pendekatan peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif, dengan langkah-langkah pokok merancang pembelajaran untuk mencapai tujuan, melaksanakan pembelajaran, mengamati pelaksanaan pembelajaran tersebut, serta melakukan refleksi untuk mendiskusikan pembelajaran yang dikaji tersebut untuk bahan penyempurnaan dalam rencana pembelajaran berikutnya.

    ReplyDelete
  50. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Ke-empat tahapan lesson study yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan tindak lanjut merupakan tahapan-tahapan yang sangat membantu seorang pendidik untuk mengevaluasi setiap pembelajaran yang dilakukan. Sehingga pembelajaran selanjutnya diharapkan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  51. refleksi merupakan cara dalam umpan balik pada setiap kegiatan pembelajaran agar mendapatkan hasil yang optimal. Menurut saya, informasi yang saya dapat kan di beberapa sekolah mengenai hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika pada kegiatan lesson study adalah dengan adanya observasi dan refleksi pembelajaran ini, memudahkan untuk kita dalam penyusunan RPP yang sesuai dengan metode pembelajaran yang digunakan.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  52. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Sebagai seorang guru, berrefleksi penting adanya. Setelah selesai melakukan suatu pembelajran kita berlu melakukan refleksi baik dari segi pengajaran yang kita lakukan maupun dari respon siswa. Dengan begitukita dapat meningkatkan kualitas pembelajaran kita.

    ReplyDelete
  53. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Posisi murid cenderung untuk mengamini pendapat guru, posisi tersebut merupakan posisi yang sangat berbahaya karena mengakibatkan murid menjadi tidak berkembang, tidak kreatif, dan tidak kritis. Sebagai guru sebaiknya membuka kesempatan pada murid untuk berpendapat meskipun itu salah, biarkan murid menyanggah, jikalau salah barulah kita memberikan pertanyaan acuan sehingga murid menemukan jawaban yang benar dari pendapatnya. Tak perlu menyalahkan atau membenarkan, namun berilah kesempatan. Meski bagi kita itu sederhana, namun bagi murid itu kesempatan emas untuk mengembangkan idenya dalam berpikir.

    ReplyDelete
  54. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Melihat cara pandang dan berpikif peserta didik di zaman seperti ini menuntut kita sebagai calon pendidik untuk lebih bijak dan tegas dalam menyikapinya. Penggunaan perangkat elektronik dalam kegiatan belajar dan mengajar di kelas sangat membantu peserta didik dalam memahami ilmu pengetahuan. Terlebih sekarang teknologi informasi dan komunikasi bukanlah suatu mata pelajaran tersendiri melainkan sudah masuk dan menjadi sub-mata pelajaran lain.

    ReplyDelete
  55. Yosi Giyaningsih
    13301244030
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam tahap perencanaan, para guru yang tergabung dalam Lesson Study berkolaborasi untuk menyusun RPP yang mencerminkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perencanaan diawali dengan kegiatan menganalisis kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, seperti tentang: kompetensi dasar, cara membelajarkan siswa, mensiasati kekurangan fasilitas dan sarana belajar, dan sebagainya, sehingga dapat ketahui berbagai kondisi nyata yang akan digunakan untuk kepentingan pembelajaran. Selanjutnya, secara bersama-sama pula dicarikan solusi untuk memecahkan segala permasalahan ditemukan. Kesimpulan dari hasil analisis kebutuhan dan permasalahan menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPP, sehingga RPP menjadi sebuah perencanaan yang benar-benar sangat matang, yang didalamnya sanggup mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, baik pada tahap awal, tahap inti sampai dengan tahap akhir pembelajaran.

    ReplyDelete
  56. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dewasa ini, sudah sepatutnya guru menyadari perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh setiap siswa dalam mempelajari mata pelajaran apapun terkhusus mata pelajaran matematika. Di sisi lain, ada baiknya agar guru tidak mengerahkan pendapat siswa harus sama dengan pendapat guru. Guru perlu menyadari keberagaman yang dimiliki siswa sehingga guru dapat mengerti keberagaman kemampuan matematis siswa yang dapat terdiri dari matematika tunggal dan matematika yang tidak tunggal.

    ReplyDelete
  57. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dunia ini berstruktur. Karena dunia berstruktur, pendidikan juga berkonteks. Guru harus memfasilitasi bagaimana siswa membangun pengetahuannya. Sebagai guru kita tidak boleh menghendaki agar siswa memiliki pehaman yang sama karena itu menyalahi kodrat. Sebab siswa memiliki dunianya masing-masing yang tentu berbeda dengan dunia guru. Sehingga kegiatan proses belajar mengajar matematika haruslah menganut pradigma: pada waktu yang berbeda, berbeda-beda siswa, mempelajari matematika yang berbeda, dengan kecepatan dan kemampuan yang berbeda, dengan hasil yang boleh berbeda pula. Untuk mengorganisasinya, perlu LKS dan portofolio. LKS sangat penting untuk melayani kebutuhan siswa yang berbeda-beda. Sedangkan portofolio siswa berisi segala Dokumen yang berkaitan dengan Aktivitas dan Prestasi Siswa mengalir dari tahun ke tahun.


    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  58. Puspita Sari
    13301241003
    Pend. Matematika A 2013

    Terima kasih atas postingan bapak, disini saya jadi lebih memahami mengenai bagaimana proses pembalajaran terutama proses refleksi. Karna refleksi sesudah pembelajaran sangat penting, sebagai tempat kita menintopeksi diri kita terhadap apa yang telah kita ajarkan ke siswa kita.

    ReplyDelete
  59. Puspita Sari
    13301241003
    Pend. Matematika A 2013

    Ketika kegiatan PPL saya juga mendapatkan workshop mengenai lesson study dimana kegiatan ini di adakan oleh sekolahan yang bekerjasama dengan dosen UNY. Pembicara workshop lesson study yang saya ikuti dari dosen UNY. Dimana saya mendapatkan penjelasan mengenai bagaimana kegiatan lesson study berlangsung dari Plan (perencanaan), Do (melakukan pembelajaran/ penelitian), dan See( reflesi, diskusi, evaluasi). Sehingga dengan adanya postingan bapak menjadi saya lebih dalam memahami lesson study.

    ReplyDelete
  60. Puspita Sari
    13301241003
    Pend. Matematika A 2013

    Setelah membaca postingan bapak, saya menjadi memiliki referensi bagaimana melakukan lesson study. Pernah saya mengikuti kegiatan yang hampir sama dengan lesson study. Dimana kegiatan yang saya lakukan diawali dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan dosen dan guru mapel, kemudian pelaksanaan pembelajar, refleksi, demontrasi dan tindak lanjut. Yang membuat perbedaan kegiatan lesson study dengan kegiatan saya ikuti yaitu pendidiknya serta penilaian. Jika lesson study yang melaksanaakan pembelajaran yaitu guru model maka kegiatan yang saya ikuti yang melaksanakan pembalajaran yaitu mahasiswa dan guru mapel (kolaborasi mahasiswa dan guru mapel). Sedangkan penilaan pada lesson study yaitu siswa, tetapi kegiatan yang saya ikuti penilaian pada proses dan metode pembelajarannya.

    ReplyDelete
  61. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam melaksanakan suatu pembelajaran sangat penting bagi guru untuk mengadakan rencana pelaksanaan pembelajaran dikarenakan dari rencana yang di buat telah ada estimasi waktu yang diperlukan, strategi hingga model pembelajaran yang akan diterapkan di kelas yang ingin di ajarkan, walaupun pada pelaksanaannya nanti akan terjadi perbedaan dikarenakan kondisi lapangan yang berbeda-beda antara satu kelas dan kelas lain. untuk itu sebagai guru harus mengadakan refleksi terus menerus agar apa yang telah di buatnya tersebut dapat di maksimalkan dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  62. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam melakukan pembelajaran di perlukan observasi dan refleksi. Dimana dalam pelaksanaan observasi itu untuk mengetahui karakteristik siswa yang ada di dalam kelas agar guru dapat mengetahui kemampuan siswa yang akan di ajarkan dan juga strategi apa yang harus dilakukan oleh guru dalam pembelajarannya. refleksi pula menjadi hal yang penting untuk mengetahui sejauh mana strategi tersebut berhasil diterapkan agar terjadi perkembangan proses pembelajaran yang terjadi didalam kelas sehingga dari pertemuan ke pertemuan terus terjadi inovasi dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  63. Kegiatan Lesson study oleh guru-guru SMP di Kecamatan Bantul patut kita acungkan jempol. Artinya kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kemajuan pendidikan di Kecamatan Bantul karena guru-guru sudah membuka diri dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  64. Penerapan lesson study belum diterapkan secara keseluruhan di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia. Apalagi sekolah-sekolah yang terletak di daerah. Guru masih segan jika ada guru lain yang ingin melihat apalagi menilai mereka mengajar. Namun yang terpenting adalah guru memahami terlebih dahulu apa itu lesson study, sehingga guru perlahan-lahan dapat menerima dan mengaplikasikan dalam proses pembelajaran.
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  65. Kegiatan lesson study di Kecamatan Bantul tentunya akan menjadi aspirasi bagi guru-guru di daerah lain. banyak masukan yang dapat diambil dalam kegiatan ini. Harapan kita ini akan menjadi budaya dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia
    Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A

    ReplyDelete
  66. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Dari hasil observasi dan refleksi lesson study di atas, membentuk kelompok sebaiknya dilakukan sebelum PBM dan sebaiknya heterogen, heterogen di sini adalah dari kemampuan siswa yang berbeda-beda sehingga menghindari adanya kelompok yang dominan dalam pembelajaran. Setiap anak sebaiknya mendapatkan LKS agar menghindari siswa yang pasif dalam kelompok. Dengan lesson study, guru dapat meningkatkan proses dan hasil belajar yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  67. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Pada kegiatan lesson study di kecamatan Bantul tersebut kegiatan Guru Model selalu dipantau oleh observer yaitu guru-guru lain serta dosen pendamping. pertanyaan yang diajukan oleh observer dengan semangat bukan untuk menghakimi, tetapi sebagai sarana silaturakhim bidang pendidikan matematika dengan semangat saling asah, asih dan asuh.

    ReplyDelete
  68. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Guru dalam mengajar akan lebih baik karena ada kegiatan refleksi dari guru yang lain, berdasarkan pengamatan pada guru model, akan diketahui kekurangan dalam mengajar, sehingga dapat dilakukan perbaikan pembelajaran untuk yang akan datang. Siswa juga akan selalu diperhatikan oleh guru model dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  69. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Dengan lesson study diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat, siswa menjadi paham, tertarik, dan semangat dalam belajar. Sehingga usaha pemerintah mengadakan lesson study menggunakan biaya yang banyak tidak sia-sia untuk mencerdaskan bangsa. dan kualitas pendidikan Indonesia dapat meningkat.

    ReplyDelete
  70. Firda Listia Dewi
    16701251014
    S2 PEP B 2016

    Saya setuju dengan usaha pemerintah dengan diberikannya bantuan komputer di sekolah-sekolah, sehingga dalam pembelajaran dapat diterapkan metode inovatif, yaitu selalu mengadakan diskusi kelompok bagi siswa dan menggunakan berbagai alat bantu, termasuk komputer. Guru- guru yang akan mengajar berdasar Kurikulum 2013 tetapi sekolah belum mempunyai sumber atau buku teksnya. Maka solusinya adalah dengan mengunduh (down load) dari E-book yang berupa file buku Teks pelajaran Matematika berbasis Kurikulum 2013. Sehingga, proses belajar mengajar tidak akan terganggu dengan alasan tidak mempunyai buku.

    ReplyDelete
  71. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Saya sangat senang dengan penerapan lesson study di Bantul, meskipun masih ada kekurangan, akan tetapi justru itulah awal dari pemahaman mereka mengenai lesson study. Dan refleksi yang dilakukan dapat digunakan untuk menganalisis kekurangan guru tersebut dalam penerapan pembelajarannya. Semoga kegiatan ini tidak hanya dilakukan sekali akan tetapi dapat diagendakan pula di daerah lain. Karena disitulah tempat guru untuk meningkatkan kualitas mengajar mereka dengan inovative Teaching.

    ReplyDelete
  72. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Menanggapi refleksi yang dilakukan oleh Prof. Marsigit yaitu "RPP sudah cukup bagus; hanya metode saintifik perlu disebutkan secara eksplisit". Hal ini mengindikasikan bahwa sangat penting bagi kita untuk menuliskan komponen-komponen metode saintifik dari RPP kita karena ketika guru lain membaca rpp kita dan mau menerapkannya, beliau tidak kebingungan dalam membimbing aktivitas pada metode saintifik.

    ReplyDelete
  73. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Yang menarik dari refleksi Prof adalah "LKS bukanlah hanya kumpulan soal".
    Saya sangat setuju, karena banyak guru yang salah kaprah bahwa LKS itu kumpulan soal yang harus dikerjakan. Sedangkan, sejatinya fungsi LKS untuk membantu konstruksi pengetahuan siswa, sehingga tidak bersifat tunggal dapat dibagi sesuai tingkat kompetensi siswa.

    ReplyDelete
  74. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Apersepsi masih dilakukan secara Klasikal dan Teacher centered.

    Memang hal ini sering terjadi terutama pada guru yang mempunyai pengalaman mengajar selama puluhan tahun dengan menggunakan metode teacher centered. Apersepsi memang untuk mengetahui kesiapan siswa dalam menerima materi baru, bukan untuk sekedar mengetahui tujuan pembelajaran saja. Pengalaman saya adalah dengan memberikan Yes-No question.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Misalkan hari ini siswa akan belajar mengenai bangun datar lingkaran. Guru memberikan hadiah cake donat yang ditaruh didalam kotak dan siswa bisa mengajukan pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan yes atau no. Bisa tentang isinya atau bahkan tanpa sengaja siswa mengajukan tentang sifat dari bangun datar. Metode ini terbukti ampuh untuk meningkatkan antusias belajar siswa.

      Delete
  75. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Diskusi Kelompok sudah berjalan dengan baik, tetapi secara Akademik masih mempunyai problem mendasar, karena LKS hanya dibuat 1 (satu) macam untk semua siswa;

    Sebenarnya hal ini lanjutan dari refleksi LKS sebelumnya, LKS yang bersifat tunggal memanmg memicu keributan waktu diskusi karena merasa tidak bisa mengerjakan. Sehingga perlu LKS berstrata untuk mengakomodasi semua kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  76. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Metode mengajar guru didominasi dengan Expektasi yang sangat tinggi untuk mengarahkan semua pendapat siswa agar sama dengan satu pendapat guru.

    Memang diakui ekspektasi guru terhadap siswa terlampau tinggi terutama dalam hal pembelajaran matematika karena mereka telah menyiapkan skenario pembelajaran demikian rupa agar pembelajaran berjalan dengan baik. Kenyataannya memang tidak sesuai skenario,akan tetapi dari jawaban siswa diluar ekspektasi guru. Guru yang kreatif dapat mengarahkan jawaban yang tak terduga dari siswa kedalam forum dengan pertanyaan lanjutan yang relevan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sehingga guru tidak perlu untuk. berteriak teriak untuk mendapatkan perhatian siswa. Justru hal itu akan membuat siswa lebih ramai. Perlu adanya aturan di awal sebelum dimulai diskusi atau pengarahan apersepsi. Dengan menggunakan prinsip Law of readiness agar siswa benar-benar siap untuk menerima materi pada hari itu.

      Delete
  77. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    "sebesar-besar dua gunung ilmu yang kita bawa di atas pundak kita untuk kita berikan kepada siswa, maka itu semua akan mubazir, jika siswa lari menjauh atau melarikan diri dari kita; tetapi sedikit saja saya memberikan ilmu kepada siswa, maka akan sangat efektif dan berguna jika siswa berjalan mendekati atau menuju saya, bahkan mereka akan mencari sendiri ilmu yang lebih banyak lagi"

    Saya sependapat dengan pendapat Prof. Marsigit diatas. Hal ini menyiratkan bahwa tidak semua materi kita sajikan kepada siswa yang nantinya akan membuat siswa tidak paham dan benci dengan matematika. Biarkan siswa diberikan rasa penasaran dengan pemberian materi yang baik, maka dengan sendirinya siswa akan belajar sendiri dan termotivasi untuk belajar materi yang akan diberikan.

    ReplyDelete
  78. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dalam proses pembelajaran yang dipaparkan di atas terdapat 5 guru yang terlibat diskusi aktif dengan mengajukan pertanyaan untuk mencari solusi agar pembelajaran menjadi lebih baik yakni guru L, M, S, I dan W. Dari paparan diskusi tersebut, saya melihat bahwa semua permasalahan yang muncul terjadi seputar proses pembelajaran, seperti efektifitas kelompok, penggunaan busur derajat dll. Maka, semua hal ini dapat diatasi seiring pengalaman dalam proses belajar mengajar.

    Jawaban yang diutarakan Bapak Prof.Dr. Marsigit, MA juga mencakup keseluruhan. Intinya guru perlu melakukan overhauled atau perubahan persepsi atau perubahan paradigma, yaitu dengan cara memromosikan: Matematika Sekolah, Pembelajaran Konstruktivisme, Matematika yang Plural, Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset atau to teach is to research, dst.

    ReplyDelete
  79. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Pada tulisan di atas, dapat kita lihat bahwa lesson study dapat memberikan feedback yang bagus bagi guru sebagai acuan untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Hal tersbeut dapat diperoleh pada saat tahap refleksi, dimana terjadi diskusi aktif antara observer, guru, dan dosen pamong. Sehingga dari diskusi tersebut akan diperoleh beberapa point yang dapat digunakan untuk memperbaiki permaslahan-permasalahan yang ada pada saat proses pembelajaran yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  80. Risa Tri Oktaviani
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 21013

    Belajar tidak hanya kegiatan transfer ilmu di kelas, namun belajar adalah suatu kegiatan untuk memperluas pengetahuan dan kepemahaman seseorang sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang kurang baik. Beajar tidak hanya dilakukan oleh anak yang terdaftar masuk sekolah saja namun belajar dapat dilakukan oleh semua orang. Sumber belajar tidak hanya dari buku namun dari semua kejadian di alam dapat dijadikan sebagai sumber belajar begitu pula dengan pengalaman hidup bahkan pengalan dari orang lain dapat menjadi sumber belajar orang lainnya.

    ReplyDelete
  81. Risa Tri Oktavianai
    13301241016
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setelah melihat dan membaca postingan di atas terutama pernyataan tentang Refleksi dari Bapak Marsigit telah memberikan banyak pengetahuan bagi saya. Mengingatkan dalam menyusun LKS yang baik seperti apa, cara yang tepat dalam menyampaikan apersepsi, dan masih banyak hal lainnya.

    ReplyDelete
  82. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh.

    Dalam kegiatan tersebut, guru lupa menyampaikan tujuan pembelajaran. Hal ini harusnya menjadi poin penting dalam KBM karena hal tersebut berhubungan dengan waktu dan penjelasan materi yang akan disampaikan. Nilai penting kenapa tujuan pembelajaran harus disampaikan supaya siswa tidak bingung dan bisa fokus belajar sesuai dengan arahan guru.

    Selain itu, menjadi guru juga harus terus belajar melalui kegiatan workshop, seminar, lokakarya dll. Dari kegiatan tersebut guru diharapkan bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang KBM yang inovatif dan efektif sehingga guru bisa menjadi fasilitator dan motivator yang bisa meyampaikan materi dengan baik kepada siswanya sesuai dengan karakteristik siswa, saranaprasana sekolah dan lain lain.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh.

    ReplyDelete
  83. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    PEP B 2016

    Fungsi guru salah satunya adalah sebagai fasilitator bagi siswa saat pembelajaran di kelas. Untuk itu guru perlu melayani kebutuhan siswa dengan aneka perbedaan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Setiap guru pasti sudah berusaha yang terbaik untuk memberikan pengajaran bagi siswanya, akan tetapi terkadang dalam memberikan pengajaran terjadi ketidaksesuaian dengan yang diharapkan. Agar mampu melayani kebutuhan belajar siswa maka guru perlu secara terus-menerus melakukan kegiatan riset tentang kegiatan pembelajarannya. Guru juga perlu menunjukkan usaha yang keras dan hebat untuk menjadi guru yang inovatif agar kegiatan belajar mengajar menjadi menyenangkan dan siswa dapat paham dengan materi yang diberikan.

    ReplyDelete
  84. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Guru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran di kelas. Salah satu bentuk peran guru yaitu dengan penerapkan proses pembelajaran di kelas agar efektif, efisien dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dalam sebutan lain guru adalah fasilitator. Menjadi jembatan yang mengantarkan siswa untuk memahami pelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri, meskipun telah dipersiapkan dengan baik tetapi dalam aplikasinya sering mengalami kekurangan. Seperti yang disebutkan di artikel di atas. Bisa jadi waktu yang diperkirakan tidak sesuai dengan kenyataan seperti siswa terlalu lama mempresentasikan. Ini seringkali terjadi sehingga masih bnyak lagi yang harus diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya. Semoga kita bisa terus memperbaiki dan mengembang pembelajaran matematika di Indonesia seperti di Inggris (negara contoh yang bapak rekomendasikan).

    ReplyDelete
  85. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Dari artikel yang dipaparkan di atas terlihat bahwa persiapan yang dilakukan sebelum kegiatan Lesson Study telah dipersiapkan dnegan matang. Disini juga dipaparkan kriteria guru model yakni guru Model adalah seorang guru muda (yayasan), lulusan LPTK th 2011. Guru Model belum memunyai pengalaman sebelumnya sebagai guru model (ini adalah pertama kali untuk menjadi guru model pada sebuah kegiatan DO Lesson Study). Artikel di atas sudah merincikan kegiatan observasi dengan sangat jelas.

    ReplyDelete
  86. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Perkataan Pa Marsigit: “Belajar adalah membangun atau menkonstruksi, Mengajar adalah kegiatan riset atau to teach is to research”

    Hasil observasi dan refleksi pembelajaran matematika di sebuah smp swasta model di Kabupaten Bantul, yang saya rekam pada hari Kamis, 20 Nopember 2014. Merupakan gambaran real tentang proses teaching seorang guru. Sebagai representatif atas pekerjaan seorang guru.

    ReplyDelete
  87. 16701251032
    PEP S2 B

    Seperti dikatakan bahwa belajar adalah mengkonstruksi, to teach is to research. Penyelenggaraan KBM dan refleksi diupayakan menggali dari pengalaman langsung saat proses KBM dilakukan. Hasil observasi atau pengamatan sebagai upaya melengkapi berbagai kekurangan yang dianggap untuk perlu diperbaiki.

    ReplyDelete
  88. Achmad Rasyidinnur
    16701251032
    PEP S2 B

    Dipahami bahwa, lesson study adalah sebuah upaya pembelaaran yang dilakukan untuk memahami arti pembelajaran yang sesungguhnya. Observasi yang dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan model pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  89. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Kata itu seting saya dengarkan, dan memang benar bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Dari postingan diatas saya mendapatkan berbagai reflesi terhadap lesson study yang telah di lakukan di daerah Bantul. Dengan adanya refksi ini dapat menjadi bahan untuk belajar dan menberpaiki seseuatu yang belu tepat dan mengembangkan apa yang telah menjadi baik di dalan proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  90. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, guru akan menemukan berbagai masalah yang akan terjadi berkaitan dengan siswa dan pembelajaran. Lesson study berfungsi untuk memecahkan masalah dan mencari solusi untuk masalah tersebut. Pada postingan ini disebut-sebut kata “ekspektasi”. Ketika memasuki ruang kelas, guru seharusnya tidak memiliki ekspektasi apa pun terhadap murid. Hal itu tidak diperkenankan dalam pembelajaran, karena secara mental akan memengaruhi proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  91. Dyah Padmi
    13301241031
    Pendidikan Matematika Internaional 2013

    Dengan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap siswa, akan menyebabkan guru berusaha agar siswa memiliki persepsi atau pendapat yang sama dengan guru. Hal ini akan berakibat pada dominasi guru di kelas, yang tentunya akan membatasi ruang gerak siswa dalam mengambil tindakan ataupun berpikir.

    ReplyDelete
  92. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Refleksi yang tercatat oleh pembimbing dalam posstingan diatas salah satunya menyebutkan bahwa guru model mengaku terlalu lama dalam kegiatan apersepsi. Saya merasakan saat mempersiapkan praktik mengajar kemarin, memang benar bahwa tidak membuat aprespsi dan motivasi. Dalam pelaksanaan apersepsi tergantung keadaan siswa di kelas, jika siswa sudah memahami materi sebelumnya kegiatan apersepsi akan berjalan dengan cepat, begitu juga sebaliknya ketika siswa belum memahami materi sebelummnya yang terjadi adalah terlalu lama melaksanakan kegiatan apersepsi.

    ReplyDelete
  93. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Lesson Study merupakan salah satu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan pada prinsip-psrinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar.

    ReplyDelete
  94. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Lesson study dilaksanakan dalam 3 tahapan, yaitu:
    1. perencanaan (plan)
    2. pelaksanaan (do)
    3. refleksi (see)
    Melalui tahap-tahap ini lesson study merupakan kegiatan yang berkelanjutan dalam memperbaiki kualitas. Di dalam kegiatan yang dituliskan di dalam postingan di atas dijelaskan bahwa tahap yang dilaksanakan adalah taham pelaksanaan atau do dan tahap refleksi atau see.

    ReplyDelete
  95. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada tahap perencanaan (plan) dilakukan perancangan pembelajaran yang berpusat pada siswa, agar mereka berpartisipasi aktif. Perencanaan yang baik dilakukan secara berkolaborasi antar guru atau antar beberapa guru dengan bantuan dosen sebagai nara sumber untuk memperkaya ide-ide. Perencanaan diawali dengan menganalisis permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  96. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pedidikan Matematika C 2013

    Langkah ke dua dalam lesson study adalah pelaksanaan pembelajaran (do) untuk menerapkan RPP yang telah dibuat kelompok oleh salah seorang guru yang pada kegiatan persiapan telah disepakati kelompok untuk menjadi ”guru model” di sekolah yang telah disepakati pula. Guru-guru dan dosen anggota kelompok bertindak sebagai pengamat (observer) pembelajaran. Kepala sekolah dan pengawas juga bertindak sebagai pengamat pembelajaran. Jadi pembelajaran dilakukan secara terbuka (open lesson). Pengamat tidak boleh mengintervensi pembelajaran dan tidak mengganggu kelancaran pembelajaran. Pengamat menggunakan lembar observasi yang telah dirancang sebelumnya yang berpusat pada aktivitas siswa, yaitu interaksi siswa-siswa, siswa- bahan ajar, siswa-guru, siswa-lingkungan. Pengamatan dilakukan bukan untuk mengevaluasi guru, tetapi mengevaluasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  97. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pedidikan Matematika C 2013

    Langkah ke tiga dalam lesson study yaitu refleksi pembelajaran (see) yang dilakukan setelah selesai pembelajaran. Kegiatan ini merupakan diskusi yang dipandu oleh kepala sekolah atau orang yang berwenang untuk membahas pembelajaran, misalnya guru inti atau fasilitator dari MGMP. Mula-mula guru model menyampaikan kesan-kesan dari pembelajaran yang dilaksanakannya. Kemudian pengamat diminta menyampaikan komentar, kritik, saran dan lesson learnt dari pembelajaran yang telah berlangsung, terutama yang berhubungan dengan aktivitas siswa belajar.Guru model menerima masukan dari pengamat untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam rancangan pmbelajaran selanjutnya. Berdasarkan masukan pada tahap refleksi pembelajaran ini dirancang pembelajaran berikutnya yang akan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan demikian perbaikan-perbaikan pembelajaran akan berlangsung terus-menerus, dan kualitas pembelajaran senantiasa ditingkatkan termenerus.

    ReplyDelete
  98. Melania Desta Maharani
    13301244018
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manfaat lesson study meliputi meningkatnya pengetahuan guru tentang materi ajar dan pembelajaran, cara mengobservasi aktivitas belajar siswa, menguatnya hubungan kolegialitas antar pengamat baik guru maupun bukan guru, menguatnya hubungan antara pelaksanaan pembelajaran sehari-hari dengan tujuan pembelajaran jangka panjang, meningkatnya motivasi guru untuk selalu berkembang, meningkatnya kualitas RPP termasuk komponen-komponennya dan strategi pembelajaran.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id