Nov 7, 2014

Bagaimana Konsep Membangun Hidup Menurut Kacamata Filsafat

Ass Wr Wb.


Pada hari ini Jumat, 7 Nopember 2014, pada kuliah Filsafat Ilmu S2 Pendidikan Matematika Kelas PM D di R 100 B Pasca Lama pk 10.00 sd 11.40, yang di hadiri oleh 22 mahasiswa, saya mengajukan pertanyaan kepada para mahsiswa : "Bagimana Konsep Membangun Hidup Menurut Filsafat?".


Para mahasiswa diberi waktu beberapa saat untuk menuliskan jawabannya dan menyampaikan di forum klasikal yang kemudian saya berusaha untuk mengkompilekannya dan menayangkan ke posting ini.

Menurut hemat saya konsep hidup adalah konsep yang mendasar, berstruktur, berdimensi, bersifat intensif dan ekstensif, berkaitan dengan masalah pribadi, sosial, ketatanegaraan, adat, suku, tata kemasyarakatan, ideologi, politik, hingga ke tataran spiritualitas atau keyakinan. Oleh karena itu konsep hidup dapat dipandang dari berbagai sudut, tergantung dari mana kita berkehendak memandangnya. Dikarenakan pada kesempatan ini kita sedang dalam melakukan telaah Filsafat Ilmu yang beberapa aspeknya juga terkait dengan konsep hidup, maka perlu juga kita mencoba menelaah bagaimana pandangan filsafat mengenai konsep hidup itu.

Mengingat uraian yang telah saya berikan tersebt di atas, maka saya sebagai Dosen di sini, tidak bermaksud mengintervensi konsep-konsep yang teah terbangun oleh para mahasiswa berdasar pengalaman hidupnya; melainkanjustru ingin memberikan peluang agar kita semua dapat mengetahui pandangan yang satu dengan yang lainnya.

Jawaban atau uraian mahasiswa yang dikarenakan secara teknis memang tidak mengacu kepada suatu referensi tertentu, melainkan hanyalah merupakan refleksi spontan, maka hal yang demikian saya sebut sebagai jawaban yang bersifat hypothetical analyses. Jawaban hypothetical analyses mendasarkan pada intuisi dan penetahuan yang terbangun berdasarkan pengalaman. Tentulah jawaban demikian akan bersifat subjektif, dan kurang berkualitas ditinjau dari sisi ilmiahnya. Oleh karena itu, tahap selanjutnya jika ingin meningkatkan kualitas jawabannya, maka di kolom Comment, para mahasiswa masih mempunyai kesempatan untuk merefleksikan jawabannya berdasar referensi-referensi yang ada. Sebenar-benar referensi konsep filsafat adalah pikiran para filsuf; maka silahkan menggunakan/merefer pikiran para filsuf untuk membuat Comment-comment.

Berikut adalah jawaban-jawaban mahasiswa:

"Membangun hidup adalah berpikir untuk mengadakan yang mungkin ada dengan cara berinteraksi untuk memeroleh kebermaknaan hidup; membangun hidup dapat dilakukan dengan bertindak dan berpikir dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan, dengan bertindak hidup menjadi tidak kosong, dengan berpikir hidup menjadi tidak buta; membangun hidup dapat dilakukan dengan cara silaturkahim, di mana sebenar-benar silaturakhim adalah kketika sesama manusia dapat saling memahami dan memberikan kebaikan kepada orang lain; membangun hidup perlu dilakukan dengan semangat dan ikhlas, serta berusaha memunculkan gagasan-gagasan baru dalam setiap tindakan kehidupan untuk memeroleh hidup yang lebih hidup; dalam membangun hidup harus ada sinergi antara apa yang dipikirkan dengan hati karena hati merupakan aspek spiritualitasnya, karena sesungguh-sungguhhidup adalah untuk beribadah kapada Allah SWT agar apa yang kita ikhtiarkan mendapat ridhlonya; membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu, kemudian dipraktekan dan dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, sehingga sebenar-benar yang membangun hidup adalah kebermanfaatan bagi orang banyak; hidup seharusnya dibangun dengan berpikir yang diimplementasikan dengan ikhtiar dan doa, dan semua komponen atau aspek kehidupan seyogyanya berlangsung secara selaras dan harmonis; membangun hidup dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil dimana kemudian dikembangkan menjadi hal yang lebih luas yang meliputi sifat-siat yang ada dan yang mungkin ada, sehingga akan memeroleh saling keterkaitan antara unsur-unsurnya; membangun hidup juga dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan misalnya formal dan normatif; untuk membangun hidup kita memerlukan pengetahuan untuk apa dan kemana hidup itu dan dengan kesadaran di dalam ruang dan waktunya; membangun hidup dalam filsafat dapat dilakukan dengan cara membangunpikiran yaitu mengidentifikasi tesis, anti-tesis dan melakukan sintesis sehingga kita mampu mengonstruksi pengetahuan sekaligus hidup itu sendiri; membangun hidup dalam filsafat adalah usaha untuk memahami makna dari fenomena dan noumena melalui pikiran kita; hidup seharusnya hidup yaitu adanya perkembangan dari waktu ke waktu ditandai dengan adanya perubahan sikap dan pikiran agar kita saling mengisi, melengkapi dan menerima; membangun hidup perlu dilakukan dengan cara menggunakan dan menyukuri apa yang telah dimilikinya dengan sikap tidak berlebihan dalam ucapan dan tindakan, serta berusaha berpikir dan bertindak dengan baik dan bermanfaat bagi orang lain;membangun hidup adalah menempatkan aspek hidup dalam ruang dan waktu yang tepat dengan cara menggunakan hati yang bersih dan pikiran yang jernih agar dapat terhindar dari segala keburukan dan dapat memeroleh segala kebaikan; membangun hidup perlu dilakukan dengan cara melakukan refleksi yaitu melihat ke dalam pikiran kita tentang apa yang ada dan yang mungkin ada di dalam dan menuju spiritualitas; kunci dalam membangun hidup adalah keikhlasan dan bersyukur atas segala nikmat dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memeroleh kehidupan yang lebih baik; dalam membangun hidup kita perlu secara terus menerus mengembangkan potensi untuk bekal mengarungi samodra kehidupan yang sangat luas; membangun hidup juga merupakan usaha menyinergikan tesis dan anti-tesis untuk menggapai harmoni dengan cara selalu berikhtiar secara ikhlas; membangun hidup juga dapat dimaknai sebagai mengonsep, menjalankan, dan mengusahakan keadilan dalam setiap partisi kehidupan sebagai sebuah sintesis dari proses penyiptaan dan penghambaan; yang perlu diingat adalah bahwa di dalam kehidupan terdapat permasalahan-permasalahan yang silih berganti sehingga dapat digambarkan sebagai struktur berdimensi dari sifat-sifat ber dua kutup yang saling berhermenitika; dan yang terakhir bahwa dalam setiap hidup itu haruslah ada pengharapan sehingga akan memeperkokoh usaha untuk melakukan ikhtiar yang sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Tuhan YME."

Saya mengapresiasi dan mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada kita semua sehingga pada kesempatan yang baik ini telah mampu memroduksi notion-notion perihal aspek kehidupan ditinjau dari kacamata filsafat. Mohon maaf karena terbatasnya ruang dan waktu sehingga saya tidak mampu menyebutkan nama mahasiswa kontributor satu persatu.

Khusus untuk mahasiswa yang terlibat dan berkontribusi dalam pemikiran di atas, masih dapat memberikan tanggapan atau komen dengan cara meningkatkan kualitas notionnya dengan lebih merefer atau merujuk pada pikiran para filsuf khususnya Sumber Primer atau Sekunder.

Demikian saya berharap kontribusi dari para pembaca yang budiman untuk menambah atau memerbaiki atau mengritisi dari karya-karya mahasiswa tersebut di atas.

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Amin

Wss. Wr Wb

Dosen ybs

Marsigit


71 comments:

  1. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam membangun hidup yang bermakna setiap individu membutuhkan perpaduan yang komprehensif antara niat, pikiran, dan perbuatan. Selain ketika hal tersebut, dibutuhkan juga aspek spiritual, jangan sampai apa yang diusahakan justru menyimpang bahkan dilarang oleh Allah SWT. Sebab, meskipun kita terlihat sukses dmaterial, namun tidak sesuai dengan ketentuan dan ,menyimpang dari jalan yang benar maka sebenar-benarnya kesuksesan itu adalahg tidak berarti atau kosong.

    ReplyDelete
  2. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Setelah membaca sedikit pendapat dari aristoteles mengenai aristoteles dan hidup yang bermutu, meurut saya dalam hidup ini manusia hidup untuk mencapai tujuan yang utama yaitu kebahagiaan, dan dalam mencapai kebahagiaan tersebut manusia mencapai nya dengan ada nya tujuan-tujuan sekunder dalam kehidupan ini. Sehingga segala bentuk sosialisasi, kerja keras dan interaksi antara berbagai macam hal adalah jalan ataupun langkah dalam menuju tujuan utama hidup manusia.

    ReplyDelete
  3. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Hidup untuk makan, hidup untuk beribadah, hidup untuk mati, semua itu terserah pada individu masing-masing dalam membangun hidup. Pendapat Socrates, manusia memiliki tujuan hidup yaitu mencapai kebahagiaan atau eudaimonian (jiwa yang baik). Ketika manusia mencari pengetahuan yang baik, maka akan melakukan hal yang baik pula. Untuk mencapai kebahagiaan, manusia punya caranya tersendiri. Pola kehidupan yang baik itu juga penting. Dalam kehidupan, ada jeda yang bermakna, yaitu ketika Allah SWT memberikan waktu lima waktunya untuk terus mengingatnya, dan doa yang kontinu akan terus mengalir dalam jiwa seseorang. Karena nasib ditentukan oleh ruang dan waktunya, maka harus memanfaatkannya sebaik mungkin sebelum diambilnya ruang dan waktu kita. Mencapai kebahagiaan yang hakiki hanya bisa diraih dengan kesadaran kita terhadap spiritual atau keyakinan atas aturan hidup yang diberikan-Nya. Ikhitiar yang maksimal dibarengi dengan doa dan terus bersyukur, maka kebahagiaan menjadi kebutuhan jiwa.

    ReplyDelete
  4. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Konsep membangun hidup sangatlah luas dan sesuai dengan ruang dan waktunya, seperti yang di sampaikan Prof.Marsigit di atas dan saya sangat setuju dengan penjelasan di atas. dan mengingat konsep membangun hidup maka saya mengambil pendapat dari salah satu tokoh yaitu "Kalau Anda lunak pada diri sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda. Namun, kalau Anda keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap Anda. (Douglas MacArthur), dari pendapat beliau bahwa membangun hidup itu kita harus berusaha semaksimalmungkin kareena apabila kita bermalas diri dan bersifat lunak terhadap hidup maka kehidupan itu yang akan bersifat keras kepada kita, dan begitu juga untuk membangaun hidup kita harus memiliki pemikiran yang jernih seperti yang di sampaikan oleh Immanuel Kant, Immanuel Kant mengatakan jika engkau ingin mengetahui Dunia maka tengoklah ke dalam pikiranmu sendiri, karena sebenar-benar Dunia itu persis sama dengan apa yang engkau pikirkan. maka berpikirlah yang positif dan sesuai dengan ruang dan waktunya, dan memperbanyak bersyukur terhadap Allah SWT. Tuhan YME. semoga sedikit penjelasan saya bermanfaat.

    ReplyDelete
  5. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menurut saya konsep membangun hidup adalah dengan menempatkan segala sesuatu sesuai ruang dan waktunya. Jangan mengikuti hati saja, atau pikiran saja. Tetapi gunakanlah keduanya. Lakukan apapun menggunakan hati dan pikiran yang ikhlas sesuai ruang dan waktu.
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  6. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Konsep hidup manusia adalah untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan bisa diperoleh dengan usaha, yaitu dengan melakukan kebaikan-kebaikan. Menurut plato, kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang bijak, berani, mawas diri, dan adil. Sehingga kehidupan manusia menjadi lebih baik dan bermanfaat untuk sesamanya.

    ReplyDelete
  7. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Untuk mencapai hidup secara lebih baik manusia perlu untuk dibentuk atau diarahkan. Pembentukan manusia itu dapat melalui pendidikan atau ilmu yang mempengaruhi pengetahuan tentang diri dan dunianya, melalui kehidupan sosial atau polis, dan melalui agama. Konsep kehidupan ini tentunya tidak terlepas dari filsafat. Salah satunya filsafat ilmu. Filsafat ilmu memberikan perspektif yang berbeda dalam kehidupan yakni hidup yang lebih bijaksana dan lebih kritis.

    ReplyDelete
  8. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Tugas filsafat pengetahuan adalah menunjukkan bagaimana “pengetahuan tentang sesuatu sebagaimana adanya”. Will Duran dalam bukunya The story of Philosophy mengibaratkan bahwa filsafat seperti pasukan marinir yang merebut pantai untuk pendaratan pasukan infanteri. Pasukan infanteri inilah sebagai pengetahuan yang di antaranya ilmu. Filsafat yang memenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Semua ilmu baik ilmu alam maupun ilmu sosial bertolak dari pengembangannya sebagai filsafat.

    ReplyDelete
  9. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Pemahaman terhadap manusia juga tidak terlepas dari aktivitas kehidupannya. Untuk memahami ini, manusia harus dilihat dari sudut manusia itu sendiri. Manusia memiliki kehidupan spiritual-intelektual yang terkadang membuat manusia tidak tergantung pada benda-benda yang ada di sekelilingnya. Dengan kehidupan spiritual ini mampu menggantikan peranan benda-benda atau oleh Lorenz Bagus disebutkan mampu menembus inti yang paling dalam dari benda-benda, menembusi eksistensi sebagai eksistensi dan pada akhirnya menembusi dasar terakhir dari eksistensi yang terbatas sehingga menghasilkan eksistensi absolute (mutlak). Dengan demikian manusia bergerak malampui seluruh batas-batas menuju ke arah yang tidak terbatas sehingga manusia diposisikan sebagai makhluk tertinggi dari segala makhluk hidup di dunia.

    ReplyDelete
  10. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Manusia adalah makhluk yang bebas dan terikat. Suatu paradoks. Kepastian tentang kebebasan diperoleh dengan mengintensifkan kehadiran pada diri sendiri. Manusia secara spontan pun tahu tentang kebebasan karena ia hadir pada dirinya sendiri yang bertindak. Manusia bebas untuk memilih sekaligus secara kodrati terdorong untuk menuju diri yang sejati. “Jadilah diri yang sejati”. Inilah seruan yang mengikat tiap manusia secara etis. Seruan itu bersifat paradoksal. Seruan dihayati sebagai suatu keharusan, namun harus dilaksanakan secara bebas

    ReplyDelete
  11. Afifah Nur Indah Sari
    13301244006
    Pendidikan Matematika Internasional 2013

    Manusia dalam konsep kehidupannya, mengembangkan pengetahuan tidak lepas dari kemampuan menalar. Manusia satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan. Namun pengetahuan ini terbatas hanya untuk kelangsungan hidupnya (survival). Manusia mengembangkan pengetahuan bukan hanya sekadar untuk kelangsungan hidup, tetapi dengan memikirkan hal-hal baru manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna pada kehidupan, dengan kata lain semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang lebih tinggi dari sekadar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dan mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi

    ReplyDelete
  12. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika C 2013

    dari postingan diatas, banayk sekali meberikan masukan terhadap pandangan, cara dalam membangun hidup yang lebih baik dan lebih baik lagi. adapun aspek-aspek yang saya dapti dalam membangun hidup adalah tsis anti tesi sintesis, formal dan normatif, ada dan mungin ada, ruang dan waktu, terjemah dan diterjemahkan, dst yang berkaitan dengan sifat obejk filsafat. semuanay itu saling bersinergi dengan baik sehingga kehidupan yang dijalani akan baik dan bermakna. terimakasih pak

    ReplyDelete
  13. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bicara tentang konsep membangun hidup, dapat diartikan bicara tentang keberadaan manusia di dunia. Banyak tugas manusia di dunia. Untuk memenuhi tugas tersebut, diperlukan ilmu pengetahuan. Sehingga untuk membangun hidup, kita mulai dari membangun ilmu pengetahuan dengan belajar dan terus belajar.

    ReplyDelete
  14. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu, kemudian dipraktekan dan dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, sehingga sebenar-benar yang membangun hidup adalah kebermanfaatan bagi orang banyak, hidup seharusnya dibangun dengan berpikir yang diimplementasikan dengan ikhtiar dan doa, dan semua komponen atau aspek kehidupan seyogyanya berlangsung secara selaras dan harmonis; membangun hidup dapat dilakukan dari hal-hal yang kecil dimana kemudian dikembangkan menjadi hal yang lebih luas yang meliputi sifat-siat yang ada dan yang mungkin ada, sehingga akan memeroleh saling keterkaitan antara unsur-unsurnya

    ReplyDelete
  15. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    membangun hidup perlu dilakukan dengan cara melakukan refleksi yaitu melihat ke dalam pikiran kita tentang apa yang ada dan yang mungkin ada di dalam dan menuju spiritualitas, kunci dalam membangun hidup adalah keikhlasan dan bersyukur atas segala nikmat dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memeroleh kehidupan yang lebih baiK, dalam membangun hidup kita perlu secara terus menerus mengembangkan potensi untuk bekal mengarungi samodra kehidupan yang sangat luas.

    ReplyDelete
  16. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Membangun hidup adalah berpikir untuk mengadakan yang mungkin ada dengan cara berinteraksi untuk memeroleh kebermaknaan hidup; membangun hidup dapat dilakukan dengan bertindak dan berpikir dengan cara menerjemahkan dan diterjemahkan, dengan bertindak hidup menjadi tidak kosong, dengan berpikir hidup menjadi tidak buta

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam membangun hidup yang bermakna setiap individu membutuhkan perpaduan yang komprehensif antara niat, pikiran, dan perbuatan. Selanjutnya perpaduan ketiganya juga harus melibatkan aspek spiritual, jangan sampai apa yang diusahakan justru menyimpang dari aturan Tuhan. Pasalnya, sekalipun kita terlihat sukses dari segi material, jika tidak pada jalan dan aturan Tuhan, kesuksesan itu adalah kosong.

    ReplyDelete
  18. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat timbul karena kodrat manusia. Manusia mengerti bahwa hidupnya tergantung dari pengetahuannya. Pengetahuan itu digunakan untuk menyempurnakan kehidupannya. Karena konsekuensi dari pandangan filsafat itu sangat penting dan menentukan sikap orang terhadap dirinya sendri, terhadap orang lain, dunia, dan tuhannya. Tingkah laku manusia berlainan sekali dengan tingkah laku hewan, manusia adalah merdeka, ia dapat mengerti, menciptakan kebudayaan, ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  19. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Filsafat itu berhubungan erat dengan sikap orang dan pandangan hidup manusia, justru karena filsafat mempersoalkan dan menanyakan sebab – sebab yang terakhir dari semua yang ada dan mungkin ada. Apabila filsafat dijadikan suatu ajaran hidup maka ini berarti bahwa orang mengharapkan filsafat itu sebagai dasar – dasar ilmiah yang dibutuhkannya untuk hidup. Filsafat diharapkan memberikan petunjuk – petunjuk tentang bagaimana kita harus hidup untuk menjadi manusia sempurna, baik, susila dan bahagia.

    ReplyDelete
  20. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Dari pendapat-pendapat di atas mengenai filsafat membangun hidup, saya belajar bahwa membangun hidup dalam kacamata filsafat dapat dilakukan dengan cara membangun pikiran yaitu dapat dengan cara mengidentifikasi tesis dan anti-tesis lalu melakukan sintesis sehingga dapat mengonstruksi pengetahuan. Selain itu, membangun hidup juga bisa dengan cara memahami makna dari fenomena dan noumena melalui pikiran kita sendiri.

    ReplyDelete
  21. Membangun hidup berarti memperbaiki sikap. Ibarat sebuah bangunan maka pondasi bangunan itu adalah sikap. Semakin tinggi bangunan tersebut semakin dalam pondasi yang di buat agar dapat berdiri kokoh. Sikap adalah pelopor dari diri kita yang sesungguhnya. Akarnya berada di dalam batin tetapi buahnya diluar. Sikap adalah pandangan luar berdasarkan pengalaman masa lalu. Sikap adalah hal yang menarik orang lain kepada diri kita atau mengusir mereka.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  22. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Sebenar-benar hidup adalah interaksi antara tambah dan berkurang, bisa mendefinisikan filsafat meliputi yang ada dan mungkin yang ada. Sebenar-benar kacau dalam pikiran itu awal daripada ilmu, kacau dalam hati merupakaan godaan setan. Ketika kita mau berfilsafat niatkan dengan do’a selalu dalam keadaan berdo’a.

    ReplyDelete
  23. Defy Kusumaningrum
    13301241022
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setiap individu memiliki arah sendiri dalam membangun kehidupan mereka. Individu membangun arah kehidupannya sesuai dengan pola pikir dan hati mereka. Tapi, meskipun langkah yang dilakukan berbeda, mereka memiliki tujuan sama, yaitu mencapai kebahagiaan hidup. Bagi kita umat beragama, tentu bukan hanya sekedar kebahagiaan yang menjadi tujuan hidup, tetapi kebahagiaan yang diridhoi oleh penciptanya.

    ReplyDelete
  24. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Membangun hidup hendaknya didasarkan dengan berfikir kritis, jeli, memiliki pendirian/tidak mudah terprovokasi, mampu mengadakan penilaian apakah pemikiran tersebut baik atau tida, apakah pemikiran tersebut menguntungkan atau tidak dan memberikan makna lebih dalam kehidupan kita atau tidak.

    ReplyDelete
  25. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Konsep membangun hidup itu adalah dengan menyelaraskan antara hati dan pikiran. Seimbang antara dunia dan akhirat. Manusia tidak bisa hanya mengutamakan dunia. Karena dunia itu begitu kompleks permasalahannya. Politik, Hukum, Sosial, Ekonomi, dan lain sebaginya, semua itu perlu diimbangi dengan ilmu akhirat sehingga bisa berjalan pada koridor yang baik dan benar. Sebagai seorang muslim maka landasan hidup untuk membangun kehidupan yang baik dan benar adalah berdasar AL-Qur'an dan Hadis.Hidup manusia itu tidak hanya tentang dunia tetapi juga tentang kehidupan yang akan datang (akhirat).

    ReplyDelete
  26. Praneswari Kusuma Dewi
    13301241033
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hidup manusia itu adalah interaksi antara dirinya dengan Sang Pencipta Kehidupan, dirinya dengan sesama, dan dirinya dengan semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam filsafat hidup itu adalah interaksi antara yang ada dan yang mungkin ada, yang tetap dengan yang berubah, yang kesemuanya haruslah pada koridor yang baik dan benar sesuai ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  27. Puspita Sari
    13301241003
    Pend.Matematika A 2013

    Hidup adalah anugrah yang Allah berikan kepada kita. Kenikmatan yang tak pernah ada bandingnya yaitu hidup. Mengisi hidup dengan ilmu yang bermanfaat baik ilmu dunia dan ilmu akhirat merupakan rasa kita menikmati dan mensykuri hidup yang Allah berikan. Hidup bukan hanya mencari ilmu tetapi hidup bersosialisasilah dapat menambah nikmat kita.

    ReplyDelete
  28. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Membangun hidup adalah berusaha untuk mengada yang ada dan yang mungkin ada dengan berpikir positif untuk mendapatkan tujuan hidup. dengan ritual ikhlas selalu mendampingi kita dalam membangun kehidupan.

    ReplyDelete
  29. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Membangun hidup menurut filsafat maka mengadakan yang mungkin ada untuk menjadi ada agar hidup ini menjadi bermakna. Membangun hidup dimulai dengan berpikir yang ada dan yang mungkin ada secara idealis dan mencoba merealisasikan dalam kehidupan. Yang ada dan yang mungkin ada diluar pikiran maka sifatnya akan berubah, dan tidak idealis seperti di dalam pikiran. Setelah membangun hidup pada diri sendiri, maka perlulah membangun hidup sosial dengan orang lain yaitu melalui bersilaturahmi. Seutama-utama membangun hidup adalah dengan semangat dan ikhlas dan adanya sinergi antara apa yang dipikirkan dan hati yang merupakan aspek spiritualitas, karena sesungguhnya hidup adalah beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Konsep membangun hidup dalam kacamata filsafat adalah memanfaatkan segala potensi yang dimiliki manusia, baik berupa pikiran, hati dan perasaan, untuk menghasilkan kebaikan, untuk membangun yang ada dan yang mungkin ada. Hidup yang kita bangun dengan segala potensi yang ada dalam diri kita selanjutnya harus direfleksikan, harus dipikirkan secara filsafati untuk bisa menemukan kebenaran sejati, untuk bisa membedakan yang baik dan yang tidak baik. Dengan demikian, merefleksikan hidup yang kita jalani merupakan upaya untuk membangun hidup kita menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  31. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu. Artinya, penguasaan kita terhadap ilmu sangat diperlukan dalam hidup yang hanya sekali ini. Kebahagiaan dunia diraih dengan ilmu dan kebagahiaan akhirat juga diraih dengan ilmu. Ilmu dan pengetahuan tidak hanya diperoleh dengan belajar di sekolah tetapi juga dapat diperoleh dari pengalaman hidup. Berawal dari hal kecil kita harus berlatih menyelesaikan permasalahan hidup yang kita hadapi. Ketika kita sudah semakin banyak ditempa permasalahan dan bisa kita selesaikan maka insyaallah kita pun dapat menyelesaikan permasalahan yang lebih besar

    ReplyDelete
  32. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Jika tak mau merasakan pahitnya kebodohan, maka kuatlah menahan pedihnya proses belajar. Tentu setiap orang ingin sampai di puncak kesuksesan seperti yang telah diraih oleh sebagian orang. Namun, tak jarang pula dari kita yang mau sampai ke titik tersebut tanpa mau melalui proses, tak mau bersusah payah dahulu. Padahal kesuksesan bukanlah hal yang bisa diraih secara instan. Olehnya itu, hendaknya setiap waktu yang terus bergulir, senantiasa kita gunakan untuk belajar, kita gunakan untuk terus memperbaiki diri. Tidak ada lift untuk menuju kesuksesan. Untuk mencapai kesuksesan, tapakilah satu demi satu anak tangga yang ada.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  33. ANDI SRI MARDIYANTI SYAM
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah
    Assalamu Alaikum Wr. Wb.,

    Konsep membangun hidup erat kaitannya dengan bagaimana kita membangun sebuah kebiasaan. Kebiasaan sangat menentukan nasib seseorang. Sudah terbukti, begitu banyak orang yang sukses karena mau berkomitmen untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasan negatif dan membiasakan diri mengerjakan hal-hal positif. Dan kebiasaan tersebut dibangun mulai dari hal-hal kecil.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  34. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Membangun hidup juga merupakan sintesis dari penciptaan dan penghambaan. Sehingga, terwujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan, dan berusaha untuk menggapai ridho-Nya dengan berusaha melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  35. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Konsep membangun hidup dengan kaidah filsafat yaitu mencari hakikat kebenaran sesuatu, dengan pola pikir dalam logika, etika, sikap, silaturahmi, berhermenutika. Oleh karena itu, dengan berfilsafat, seseorang akan lebih menjadi manusia, karena terus melakukan perenungan akan menganalisa hakikat jasmani dan hakikat rohani manusia dalam kehidupan di dunia agar bertindak bijaksana. Dengan berfilsafat seseorang dapat memaknai makna hakikat hidup manusia, baik dalam lingkup pribadi maupun sosial. Jadi dengan berfilsafat ialah berusaha menemukan kebenaran tentang segala sesuatu dengan menggunakan pemikiran secara serius dengan begitu kita akan bisa membangun konsep hidup dengan benar dan baik.

    ReplyDelete
  36. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Hidup adalah sesuatu yang dianggap penting, benar, berharga, dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang. Makna hidup terkandung dan tersembunyi dalam setiap situasi yang dihadapi manusia, ia mengarahkan manusia untuk mengambil peranan dalam hidup bersama dengan manusia lain. Jika seseorang berhasil dalam menemukan makna hidupnya akan menimbulkan penghayatan bahagia (happiness) sebagai efek sampingnya (Bastaman, 1996)

    ReplyDelete
  37. Menurut Prof. Dr. Marsigit,MA, bahwa sebenar-benarnya filsafat adalah refleksi hidup manusia itu sendiri, dan Sebenar-benarnya hidup adalah filsafat itu sendiri. Bertolak dari dua hal tersebut maka dalam membangun hidup, manusia harus menggunakan semua yang ada dan yang mungkin ada, termasuk fikiran, hati dan akal budi.Oleh karena itu refleksi adalah bagian dari membangun hidup.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  38. Sebenar-benarnya filsafat adalah refleksi hidup manusia itu sendiri. ini menunjukan bahwa dengaan berefleksi manusia menggali makna terdalam dari peristiwa hidup yang dialaminya. dengan berefleksi manusia berkesempatan untuk menguji kesadaran diri sehingga memungkinkan manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk.

    Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    ReplyDelete
  39. Menurut saya membangun hidup merupakan hal yang penting untuk manusia agar dapat mencapai hidup yang lebih baik dan bermakna dengan cara bertindak dan berfikir apa arti hidup sebenarnya,juga perlu mengembangkan potensi diri secara terus menerus untuk bekal menghadapi masa depan yang akan dijalani. Dalam membangun hidup yang bermakna setiap individu membutuhkan perpaduan yang komprehensif antara niat, pikiran, dan perbuatan. Selanjutnya perpaduan ketiganya juga harus melibatkan aspek spiritual, jangan sampai apa yang diusahakan justru menyimpang dari aturan Tuhan. Pasalnya, sekalipun kita terlihat sukses dari segi material, jika tidak pada jalan dan aturan Tuhan, kesuksesan itu adalah kosong.


    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  40. SHALEH
    S3 PEP A 2016
    16701261010

    Hidup adalah sebuah "permainan" dan "senda gurau". Hidup adalah bermain peran dan bercanda ria. Sebaik-baik bermain peran adalah sesuai dengan skenario sang sutradara, dan sebaik-baik bercanda ria adalah dalam batas sopan dan santun. Maka sebenar-benar hidup adalah bayang-bayang spritual dan bayang-bayang norma dunia.

    ReplyDelete
  41. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013

    Hidup itu mudah. Mudah dirasakan. Mudah diubah. Mudah dipelajari. Mudah segalanya. Tinggal bagaimana manusia berpikir bahwa hidup itu mudah. Manusia tahu bahwa ada yang mencipta, mengatur. Tapi manusia suka lupa tentang itu, maka mereka jadi tidak mudah menjalani hidup. Padahal hidup itu mudah.

    ReplyDelete
  42. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Dunia terbangun dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu apa yang kita pikirkan dan tidak dapat dipikirkan itulah dunia. Apa yang ada di sekitar kita dan di luar lingkungan kita itulah dunia.

    ReplyDelete
  43. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Dunia dapat berupa komponen sintesis dari anti-tesis dan tesis yang terkandung di dalamnya. Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini menempati ruang dan waktunya masing-masing. Setiap unsur di dunia ini telah diciptakan secara seimbang.

    ReplyDelete
  44. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Dunia beradab jika manusia mampu membangun kehidupannya dengan baik dan benar. Untuk membangun hidup yang baik dan benar, manusia harus mampu menggunakan semua yang ada dan yang mungkin ada, termasuk pikiran–akal budi dan hati–nurani.

    ReplyDelete
  45. Membangun hidup adalah tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan hidup yaitu kebahagian baik secara material maupun spiritual. Oleh karena itu manusia melakukan usaha-usaha untuk memperoleh makna hidup agar bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri sebagai makhluk individu tetapi juga sebagai makhluk sosial dengan menyelaraskan hati dan pikirkan dengan filsafat ada dan yang mungkinan ada serta mewujudkannya dalam bentuk tindakan.

    Triwid Syafarotun Najah
    16701261011
    PEP S3 (A) 2016

    ReplyDelete
  46. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Menurut Bapak Marsigit sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri. Seperti halnya konsep hidup seseorang. Konsep hidup tergantung pada diri individu masing-masing. Setiap individu memiliki keleluasan untuk menentukan prioritas dalam konsep hidupnya masing-masing. Konsep hidup merupakan dasar dan tujuan hidup. Terima kasih

    ReplyDelete
  47. Diah Ayu Indraningtias
    13301240149
    Pendidikan Matematika A 2013

    Jawaban hypothetical analyses mendasarkan pada intuisi dan penetahuan yang terbangun berdasarkan pengalaman. Tentulah jawaban demikian akan bersifat subjektif, dan kurang berkualitas ditinjau dari sisi ilmiahnya. Jawaban hypothetical analyses adalah benar karena "kebenaran diriku adalah subjektif".

    ReplyDelete
  48. Diah Ayu Indraningtias
    13301240149
    Pendidikan Matematika A 2013

    Membangun hidup adalah berpikir untuk mengadakan yang mungkin ada dengan cara berinteraksi untuk memeroleh kebermaknaan hidup. Sebenar-benar kebermaknaan hidup adalah bermanfaat.

    ReplyDelete
  49. Diah Ayu Indraningtias
    13301240149
    Pendidikan Matematika A 2013

    Membangun hidup dapat dilakukan dengan cara silaturkahim, di mana sebenar-benar silaturakhim adalah ketika sesama manusia dapat saling memahami dan memberikan kebaikan kepada orang lain. Hidup kita tidak hanya untuk diri sendiri karena di dalam diri ini ada hak yang dimiliki orang lain. Salah satu hak itu adalah membantu sesama ketika mereka membutuhkan pertolongan.

    ReplyDelete
  50. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    "dalam membangun hidup harus ada sinergi antara apa yang dipikirkan dengan hati karena hati merupakan aspek spiritualitasnya, karena sesungguh-sungguhhidup adalah untuk beribadah kapada Allah SWT agar apa yang kita ikhtiarkan mendapat ridhlonya"
    konsep keselarasan antara pikiran, hati, dan tindakan. Kita dapat berpikir tentang apapun. tapi sejauh-jauh kita berpikir akan ada hati yang menjadi pengemudi/pengendalinya sehingga arah kemana pikiran itu melaju adalah dilihat dari tindakan. Normalnya seperti itu.^^

    ReplyDelete
  51. Diah Ayu Indraningtias
    13301241049
    Pendidikan Matematika A 2013

    "membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu, kemudian dipraktekan dan dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, sehingga sebenar-benar yang membangun hidup adalah kebermanfaatan bagi orang banyak"

    saya sependapat, membangun hidup adalah kebermanfaatan bagi orang banyak. akan tetapi saya belum bisa memahami makna pengetahuan dan ilmu dipadukan dengan nilai-nilai spiritual. jika yang dimaksudkan disini adalah ilmu/pengetahuan yang didapat adalah untuk memantapkan hati kita bahwa pedoman hidup Al Qur'an adalah benar, maka saya sependapat. Namun jika yang dimaksud adalah ilmu dan nilai spiritual jadi satu maka saya kurang sependapat karena nilai spiritual tidak smuanya dapat dijelaskan dengan ilmu, perlu keyakinan akan adanya Allah dan iman.

    ReplyDelete
  52. Diah Ayu Indraningtias
    13301240149
    Pendidikan Matematika A 2013

    "hidup seharusnya dibangun dengan berpikir yang diimplementasikan dengan ikhtiar dan doa, dan semua komponen atau aspek kehidupan seyogyanya berlangsung secara selaras dan harmonis"
    Aspek-aspek kehidupan akan selaras dan harmonis jika ada kebersamaan. Arti kebersamaan yang saya maksud adalah hidup bersama dan saling melengkapi. Belajar tidak selalu dari pengalaman pribadi namun juga bisa melalui pengalaman orang lain. Oleh karena itu belajar berkomunikasi, bersosialisasi, berfilsafat itu sangatlah penting.^^

    ReplyDelete
  53. menurut saya,Dalam membangun hidup yang bermakna setiap individu membutuhkan perpaduan yang seimbang antara niat, pikiran, dan perbuatan. Selanjutnya perpaduan ketiganya juga harus melibatkan aspek spiritual, jangan sampai apa yang diusahakan justru menyimpang dari aturan Tuhan

    ReplyDelete
  54. Dian Rizki H
    13301241057
    PMA 13

    Dalam membangun hidup yang bermakna setiap individu membutuhkan perpaduan yang seimbang antara niat, pikiran, dan perbuatan. Selanjutnya perpaduan ketiganya juga harus melibatkan aspek spiritual, jangan sampai apa yang diusahakan justru menyimpang dari aturan Tuhan

    ReplyDelete
  55. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  56. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Dari postingan Prof. Marsigit tentang konsep membangun hidup menurut kacamata filsafat, banyak sekali memberikan inspirasi dan membuka pandangan saya terhadap makna sebuah kehidupan. Dalam membangun hidup, kita membutuhkan perpaduan yang serasi antara niat, pikiran dan perbuatan. Kombinasi ketiganya juga harus melibatkan aspek spiritual sehingga dalam memaknai hidup kita tidak hanya mencari kesuksesan duniawi tapi juga kebahagiaan dan kepuasaan rohani.

    ReplyDelete
  57. Soviyana Munawaroh Syidhi
    13301244020
    Pendidikan Matematika C 2013

    saya sependapat dengan pernyataan bahwa "membangun hidup memerlukan modal pengetahuan dan ilmu, kemudian dipraktekan dan dipadukan dengan nilai-nilai spiritual, sehingga sebenar-benar yang membangun hidup adalah kebermanfaatan bagi orang banyak". menurut pandangan saya hidup di dunia itu merupakan persiapan untuk kehidupan yang susungguhnya, yaitu di akhirat nanti. Sehingga, setiap perbuatan, ucapan dan perilaku yang kita lakukan haruslah sesuai dan selalu melibatkan aspek spiritual di dalamnya. saya juga sependapat dengan pernyataan bahwa hidup itu merupakan apa ada dalam pikiran mu, jika kau memandang hidup secara buruk maka buruklah kehidupan mu, dan sebaliknya (Immanuel Kant).

    ReplyDelete
  58. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Saya mengambil salah satu kunci membangun hidup dari postingan diatas yaitu keikhlasan dan bersyukur atas segala nikmat dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Terkadang kesibukan dan tekanan kehidupan sering membuat kita lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah kita terima, atas semua nikmat yang diberikan Allah SWT, dan kita terus saja mengeluh karena tidak pernah merasa puas. Namun sebenarnya, bila kita banyak bersyukur akan membuat hati menjadi lebih tentram, mejadikan hidup ini sangat menyenangkan. Sebab bersyukur pada hakekatnya adalah kita mengingat segala kebaikan yang telah diberikan Allah SWT. Orang yang paling bahagia adalah orang yang pandai bersyukur

    ReplyDelete
  59. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Untuk dapat membangun hidup dengan baik dan benar, maka manusia harus beradap, menggunakan segala kemampuannya termasuk akal dan pikirannya serta hati dan nuraninya. Filsafat akan menuntun manusia untuk berpikir dan berefkesi secara mendalam untuk menemukan hakekat sesuatu. Filsafat juga membantu manusia untuk sadar bahwa kita mempunyai keterbatasan, dengan menelusuri ruang-ruang dalam jiwa, kita akan menemukan makna hidup dan mendorong kita untuk terus hidup

    ReplyDelete
  60. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Membangun hidup bukan hanya sekedar bertahan untuk hidup, namun sejauh mana kita dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan kita. Sehingga dalam membangun hidup, kita perlu ilmu pengetahuan untuk menerjemahkan dan diterjemahkan. Karena pada hakekatnya, membangun hidup adalah proses menerjemhakan dan diterjemahkan. Kita menerjemahkan pengalaman orang lain sehingga dari pengalaman itu kita bisa belajar, bisa meniru, dan menggali apa yang sudah baik, dan menghindari apa saja yang berdampak buruk.

    ReplyDelete
  61. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Saya ingin menutip pernyataan dari Rene Descarthes yakni Corgito ergo sum, yakni, aku berpikir maka aku ada. Maka dalam hal ini untuk membuktikan bahwa kita masih eksis di dunia ini adalah dengan cara berpikir. Mengapa dengan cara berpikir, maka ketika kita berpikir tentunya ada sesuatu hal yang kita pikirkan, dari hal yang kita pikirkan tersebut maka kita butuh suatu implementasi atas pemikiran kita. Ketika kita mengimplementasikan pikiran kita tentunya akan ada karya yang keluar. Karya tersebut tentunya akan membuktikan eksistensi kita di dalam ruang dan waktu ini. Sehingga dalam hal ini bagaimana cara untuk membangun hidup, yaitu dengan cara berpikir. Berpikir untuk menghasilkan sesuatu karya yang dapat membuktikan bahwa kita masih eksis di dunia ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  62. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Komen saya yang kedua mengenai bagaimana konsep membangun hidup adalah dengan cita-cita. Cita-cita membuat hidup kita terarah pada satu titik tumpu yang ingin kita tuju. Sehingga hal apapun yang dapat membawa kita pada titik tuju tersebut, tentunya kita akan berusaha untuk membangunnya dan membuka jalan agar kita bisa sampai kepada titik tuju tersebut. Maka dalam hal ini secara tidak sadar kita sedang berusaha untuk membangun dunia kita sendiri, dunia yang penuh dengan segala hal mengenai cita-cita yang ingin kita capai.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  63. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam seminar-seminar ESQ sering kita mendengarkan motivasi yang berasal dari sebuah hadist, yakni jika engkau meminta dunia, pasti Allah akan beri duniamu, namun jika engkau meminta akhirat, maka Allah akan memberimu dua sekaligus yakni dunia dan akhirat. Apa makna dibalik konsep membangun hidup, membangun hidup bukanlah hanya membangun materi saja, namun membangun juga akhirat. Bagaimana cara kita untuk membangun kehidupan akhirat, yakni ada didunia ini. Ketika kita ingin membangun akhirat, maka tentunya menjalankan semua perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. Salah satu contoh membangun hidup untuk akhirat yakni ketika ingin bersedekah maka kita tentunya butuh dana, bila kita butuh dana maka kita akan bekerja untuk mendapatkan dana itu, kerjanya yang bagaimana yakni kerja yang jujur, masa ingin bersedekah dengan hasil korupsi, ketika kita jujur maka orang akan percaya kepada kita, ketika orang sudah percaya maka inshaAllah urusan bisnis atau urusan apapun itu akan lancar. Nah dalam hal ini dapat kita lihat bahwa konsep membangun hidup dimana akhirat menjadi landasannya, maka kita bisa mendapatkan dua hal sekaligus yakni kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Maka konsep membangun hidup dalam spiritualitas yaitu bangunlah akhiratmu di dunia ini.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  64. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Konsep membangun hidup menurut kacamata filsafat merupakan hal yang mendasar, berstruktur, berdimensi, berhirarki, terkait masalah pribadi, sosial, ketatanegaraan, adat, suku, budaya, tata kemasyarakatan, ideologi, politik, hingga ke tataran spiritualitas atau keyakinan. Berangkat dari hal ini, konsep dan tujuan dari pembangunan kehidupan bergantung dari sudut pandang pelaku kehidupan itu, dalam hal ini manusia itu sendiri. Sudut pandang seseorang akan turut menentukan konsep hidup yang dibangunnya. Sehingga akan turut menentukan cara seseorang menjalani kehidupannya.

    ReplyDelete
  65. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Membangun berarti usaha untuk bangkit, karena bangkit maka arahnya ke arah yang positif. Untuk membangkitkan sesuatu yang positif dimulai dari diri sendiri. Sehingga membangun hidup itu membangun diri yang bersumber dari diri sendiri.

    ReplyDelete
  66. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Dunia beradab jika manusia mampu membangun kehidupannya dengan baik dan benar. Untuk membangun hidup yang baik dan benar, manusia harus mampu menggunakan semua yang ada dan yang mungkin ada, termasuk pikiran – akal budi dan hati – nurani. Hidup yang tidak direfleksikan, tidak layak untuk dihidupi. Oleh karenanya, berefleksi adalah bagian dari membangun hidup. Dengan berefleksi manusia menggali makna terdalam dari peristiwa hidup yang dialaminya dengan terang akal budi dan hati nurani. Lewat refleksi manusia memiliki kesempatan untuk menguji kesadaran diri dan meneliti gerakan bathin untuk membedakan roh baik dan roh jahat – memungkinkan manusia untuk memilih mana yang baik dan benar. Refleksi membentuk sikap hidup.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  67. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    konsep membangun hidup itu sangatlah luas seperti apa yang telah dipaparkan oleh Prof. Marsigit, dalam kacamata filsafat, hidup dapat berarti bergerak, dalam artian apabila kita mereduksinya berarti bergerak dari satu posisi ke posisi lain, dan apabila kita berpikir secara Intensif dan Ekstensif dapat pula pergerakan pola pikir kita, pergerakan pengalaman kita, pergerakan ilmu kita, dst. sehingga apabila dalam membangun hidup kita dibuthkan semua hal itu agar kita dapat benar-benar dikatakan hidup.

    ReplyDelete
  68. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam membangun hidup yang bermakna setiap individu membutuhkan perpaduan yang komprehensif antara niat, pikiran, dan perbuatan. Selanjutnya perpaduan ketiganya juga harus melibatkan aspek spiritual, jangan sampai apa yang diusahakan justru menyimpang dari aturan Tuhan. Pasalnya, sekalipun kita terlihat sukses dari segi material, jika tidak pada jalan dan aturan Tuhan, kesuksesan itu adalah kosong.

    ReplyDelete
  69. Febri Harina Alwi
    13301244003
    Pendidikan Matematika C 2013

    Membangun hidup menurut bagi saya yaitu membangun dalam menuju kehidupan yang lebih baik dan positif. Dalam pelaksanaannya sama dengan bagimana kita bertakwa kepada Allah SWT. Hal ini di mulai dari diri sendiri dengan berpikir positif, memikirkan apa yang akan kita lakukan dan bergerak untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Prinsip yang sering dipegang yaitu berikhtiar, berdoa dan tawakal.

    ReplyDelete
  70. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Membangun hidup dimulai dari kesadaran kita, kita sadar bahwa hidup itu penting. Membangun hidup juga dibutuhkan ikhtiar dan tidak mudah menyerah ketika mengalami permasalahan dalam hidup, mencoba untuk mengatasi, menemukan solusi di dalam setiap permasalahan, dan tidak lupa mengambil hikmah atau pelajaran dari permasalahan yang ada. Dengan mengambil hikmah atau pelajaran adalah sebagai refleksi untuk membangun kehidupan kita menjadi lebih baik.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  71. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    “sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. Itulah sebenar-benar hidup, harmoni dan keseimbangan atas setiap unsur dari kehdiupan. Oleh karena itu, kita tidak perlu berlebihan dalam hidup. Cukup lah kita hidup dalam keseimbangan. Di samping keseimbangan tersebut, ada hubungan antar unsur-unsurnya, karena semua unsur-unsur di dunia ini adalah berhubungan. Ketika kita hendak menggapai hidup harmoni, maka diperlukan landasan yang kuat, yaitu iman dan taqwa kepada Allah SWT. Kita niatkan hidup kita untuk beribah. Segala yang dilakukan kita niatkan untuk beribadah. Ketika semua aktivitas kita niatkan untuk ibadah pada Allah, maka wajib bagi kita melakukannya secara maksimal, tak ada alasan untuk melakukan yang biasa biasa saja, harus lah yang terbaik dan istimewa. Seluruh usaha dikerahkan untuk mendapatkan ‘prestasi’ terbaik dari-Nya. Jika kita tak bersungguh-sungguh melakukannya, maka sejatinya secara tak sadar kita telah mengabaikan esensi dari ibadah itu sendiri. Jika kita telah mampu meniatkan segala aktivitas kita sebagai ibadah, maka disitu lah kita dengan mudah menggapai hidup yang menenangkan jiwa. Wallahua’lam...

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id