Nov 8, 2014

Peta 4- Pendidikan Dunia _ Dibuat oleh Marsigit dari Paul Ernest



Ass Wr Wb, jika ingin mengetahui bentuk, posisi atau keadaan Pendidikan di Indonesia dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Dunia, kita dapat menggunakan Peta/Bagan atau Tabel berikut (bagian ke 4).


Catatan: Tiga kolom sebelah kiri meliputi: Industrial trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis, penerapan Pendidikan bersifat Tradisional/Conventional, dan menerapkan sistem Evaluasi bersifat Exernal (UN/UNAS/EBTA/EBTANAS), dan dengan demikian lebih menyukai sistem sentralisasi. Sedangkan dua kolom sebelah kanan menerapkan pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa Authentic Assesment meliputi Portfolio, penilaian proses dan sikap; sementara memandang masyarakat sebagai Pluralitas (heterogonomous) dan menghargai nilai-nilai budaya lokal/etnik, dan demikian lebih menyukai bersistem Desentralisasi.Di Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan Politik, itulah sebabnya kita belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan, itulah sebabnya setiap kebijakan pendidikan berskala nasional selalu kurang mempunyai justifikasi yang kuat, bersifat parsial, temporer/sementara/jangka pendek; sehingga menjadikannya bersifat Tumpul ketika berjuang di tataran Dunia.

50 comments:

  1. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Tersentil dengan kalimat,"Di Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan Politik", iya di atas kepentingan politik, dan faktanya perumusan kurikulum dan sistem penilaian di Indonesia sendiri dilakukan oleh pihak-pihak non akademisi, sehingga lebih seringnya kebijakan yang diambil kurang teraplikasikan dalam pendidikan di Indonesia dan malah menjadi perdebatan yang tak kunjung usai.

    ReplyDelete
  2. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    Dunia pendidikan apabila dicampuri persoalan politik hanya akan menjadikan kerumitan dan ketidak-seimbangan pada sistem pendidikan. Dapat dilihat pada dunia pendidikan di Indonesia yang bersifat parsial, temporer, dan tidak memiliki justifikasi yang kuat. Menurut saya, pendidikan sistem sentralisasi dan desentralisasi harus memiliki porsi yang seimbang dan sesuai dengan situasi maupun kondisi. Sehingga kebijakan pendidikan berskala nasional dapat diterapkan di daerah sesuai dengan identitas pendidikan Indonesia, yaitu pendidikan Demokrasi.

    ReplyDelete
  3. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    beginilah kenyataannya keadaan pendidikan indonesia saat ini, masih dalam ranah tiga kolom sebelah kiri seperti yang di ungkapkan dalam tabel diatas yang meliputi: Industrial trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis, penerapan Pendidikan bersifat Tradisional/Conventional, dan menerapkan sistem Evaluasi bersifat Exernal (UN/UNAS/EBTA/EBTANAS), dan dengan demikian lebih menyukai sistem sentralisasi. karena pendidikan di indonesia dan peraturan pendidikan indonesia masih mengikuti selera siapa yang memimpin, bukan mementingkan kebutuhan rakyatnya. sehingga setiap pergantian pemimpin selalu berganti sistem pendidikan indonesia, sehingga kita sulit untuk menentukan jatidiri pendidikan bangsa kita. sehingga kita sulit untuk bersaing dengan dunia luar. semoga kedepannya pendidikan di indonesia bisa jauh lebih baik lagi dari keadaan sekarang. Amiin.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Tak dapat dipungkiri bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata ideal karena ketidakmampuan Indonesia bersaing dalam pendidikan dunia khususnya ASEAN, ini disebabkan karena pengambilan kebijakan-kebijakan dalam pendidikan masih sangat kental muatan politis sehingga tidak memiliki justifikasi yang kuat dan bersifat kontemporer. Ini bisa dilihat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sistem pendidikan Indonesia telah menerapkan beberapa kurikulum yaitu ; KBK,KTSP,K-13, dan terakhir rencananya akan diterapkan kurikulum Nasional. Ketidakkonsistenan penggunaan kurikulum ini membuat para penyelenggara pendidikan terombang-ambing dan menyebabkan Negara kita tidak memiliki identitas yang jelas dalam dunia pendidikan yang takutnya akan berdampak pada Indonesia yang akan semakin tertinggal dengan Negara lain karena sumber daya manusianya yang tidak punya daya saing.

    ReplyDelete
  6. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Berdasarkan pendapat Paul Ernest, pendidikan dunia ini dikelompokan menjadi lima kelompok yaitu industrial trainer, pragmatism, old humanism, progressive educator, dan public educator. Dari pemetaan tentang pendidikan tersebut, ternyata pendidikan dapat dipetakan menjadi beberapa bagian yaitu politics, mathematics dan moral value.

    ReplyDelete
  7. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika C 2013

    dari postingan diatas, terlihatlah kontradiksi yang ada pada pendidikan di indonesia, adanya ketidak cocokan yang ada pada kbijakan di indonesia, disisnlah saah satu peran saya/kita sebagai calon pendidik yang bisa menyesuiakan dengan kabijakan yang ada agar segala proses pembelajaran/pendidikan yang ada di indonesia itu bisa sesuai dengan individu peserta didik, tidak memusatkan satu standar untuk bermiliar-miliar sifat individu yang ada di satu kelas, yang ada di satu kota, yang ada di satu negara, yang ada di satu dunia, bagaiman kita sebagai pendidik bisa mefasilitasi kemampuan yang ada pada di peserta didik sehingga apa yang dimilikinya bisa maksimal digunakan dan dimanfaatkan untuk menciptakan manfaat. terimaksih pak

    ReplyDelete
  8. Harsiti Indrawati
    13301241021
    P.Mat A 2013

    Menurut saya memang masih terdapat kegonjang-ganjingan terhadap prinsip dari pendidikan di indonesia. Perubahan – perubahan yang sering terjadi terkait tentang sistem pendidikan juga terkadang menambah kebingungan guru di lapangan. Hal ini dikarenakan mungkin saja Indonesia belum memiliki tujuan yang sama terkait dengan pendidikan. Hal ini juga yang menjadi penyebab mudahnya pendidikan kita terpengaruh dengan berbagai macam situasi yang ada.

    ReplyDelete
  9. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P. Matematika I 2013

    Sistem pendidikan Indonesia memang dipengaruhi oleh politik, bahkan si pembuat kebijakan pun terkadang tidak berasal dari ranah pendidikan. Perubahan-perubahan sistem dari sentralisasi dan desentralisasi mengakibatkan ketidakjelasan dan negara kita tidak mempunyai identitas yang jelas apabila masuk ke dunia luar akan sulit bersaing.

    ReplyDelete
  10. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    setiap pergantian pemimpin selalu berganti sistem pendidikan indonesia, sehingga kita sulit untuk menentukan jatidiri pendidikan bangsa kita. sehingga kita sulit untuk bersaing dengan dunia luar.Ketidakkonsistenan penggunaan kurikulum ini membuat para penyelenggara pendidikan terombang-ambing dan menyebabkan Negara kita tidak memiliki identitas yang jelas dalam dunia pendidikan yang takutnya akan berdampak pada Indonesia yang akan semakin tertinggal dengan Negara lain karena sumber daya manusianya yang tidak punya daya saing.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Muhamad arfan septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Dunia pendidikan apabila dicampuri persoalan politik hanya akan menjadikan kerumitan dan ketidak-seimbangan pada sistem pendidikan faktanya perumusan kurikulum dan sistem penilaian di Indonesia sendiri dilakukan oleh pihak-pihak non akademisi, sehingga lebih seringnya kebijakan yang diambil kurang teraplikasikan dalam pendidikan di Indonesia dan malah menjadi perdebatan yang tak kunjung usai

    ReplyDelete
  13. Andhita Wicaksono Nugroho
    13301241065
    Pendidikan Matematika C 2013

    Terima kasih Pak, postingan ini sangat bermanfaat bagi saya dalam mencari ilmu

    ReplyDelete
  14. Teduh Sukma Wijaya
    13301241073
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pendidikan dunia ini dikelompokan menjadi lima kelompok yaitu industrial trainer, pragmatism, old humanism, progressive educator, dan public educator.

    ReplyDelete
  15. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dan pembelajaran matematika yang ideal adalah pada public educator, dimana siswa akan menjadi bebas berekspresi, guru menganut paham demokrasi, dan jiwa sosial siswa menjadi semakin berkembang.

    ReplyDelete
  16. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    Pendidikan Matematika A / S2

    Industrial trainer, technological pragmatis, dan old Humanis, menerapkan pendidikan yang bersifat tradisional/conventional, dan menerapkan sistem evaluasi bersifat exernal (UN/UNAS/EBTA/EBTANAS), dan dengan demikian lebih menyukai sistem sentralisasi. Sementara progressive, dan public educator menerapkan pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa authentic assesment meliputi portofolio, penilaian proses dan sikap; sementara memandang masyarakat sebagai pluralitas (heterogonomous) dan menghargai nilai-nilai budaya lokal/etnik, dan demikian lebih menyukai bersistem desentralisasi. Sangat jelas di sini bahwa pendidikan di Indonesia masih belum jelas, masih belum memiliki identitasnya untuk mencapai cita-cita pendidikan bangsa yang mana. Karena faktanya kita sekarang menerapkan K13 yang mengusung penilaian autentik namun tetap bersifat konvensional dalam system evaluasi berupa UN.

    ReplyDelete
  17. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Semoga bangsa kita bisa mewujudkan pendidikan berlandaskan demokrasi Pancasila yang menganut: Filsafat Pancasila; ideologi Pancasila; Politik Pancasila; Moral Pancasila; Sosial Bhineka-Tunggal Ika; Budaya/Karakter Jati Diri Indonesia; Hakikat ilmu Saintifi-Spiritualisme; Epistemologi Pendidikan berlandasakan Pancasila; Kurikulum Hermenitika Hidup berlandaskan Pancasila; Tujuan Pendidikan Memperoleh hidup selamat, sejahtera seutuhnya lahir batin serta dunia akhirat; Teori Mengajar Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri denagn tawakkal; Teori Belajar Membangun ilmu tumaninah,istiqomah dan tawakkal; Peran guru Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri denagn tawakkal; Kedudukan Siswa Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa dan Tut Wuri denagn tawakkal; Teori Evaluasi Refleksi Hidup; Sumber/Alat Belajar Alam Semesta Ciptaan Tuhan. Amin

    ReplyDelete
  18. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    “Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan Politik, itulah sebabnya kita belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan, itulah sebabnya setiap kebijakan pendidikan berskala nasional selalu kurang mempunyai justifikasi yang kuat, bersifat parsial, temporer/sementara/jangka pendek; sehingga menjadikannya bersifat Tumpul ketika berjuang di tataran Dunia”.

    Benar apa yang dikatakan pada kalimat tersebut, bahwa memang pendidikan indonesia belum memiliki arah dan tujuan yang jelas. Pendidikan Indonesia terpaku kepada pola pendidikan barat di mana barat sekarang mengadopsi ideologi kapitalisme.Sehingga, memaksa indonesia untuk ikut dalam percaturan politik dan pendidikan yang berideologi kapitalis yang sekarang dianut oleh barat.

    Selama indonesia tidak mngubah ideologi kapitalisnya, maka selama itu pula indonesia akan terus “membebek” pola pendidikan barat.

    Maka, solusinya adalah menerapkan ideologi tandingan kapitalisme, dalam hal ini bukanlah sosialisme. Tetapi, ideologi yang shahih yaitu ideologi islam.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Sumber yang digunakan dalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia dapat dikatakan bervariasi, tidak hanya berpusat pada guru, namun orientasi pembelajaran sudah berpusat pada siswa dimana penggunaan alat peraga ataupun fasilitas lainnya yang berhubungan dengan lingkungan pendidikan mampu mengeksplorasi kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika. Sumber untuk mencipta, mengekspresikan, dan membuat ide-ide matematika dibutuhkan untuk menghubungkan matematika dengan pengalaman siswa.

    ReplyDelete
  20. Fajar Yanuar
    13301244021
    Pend. Matematika C 2013

    Sistem penilaian pendidikan di Indonesia menggunakan portofolio, tetapi masih menggunakan UAN juga. Hal ini menimbulkan kontradiksi antara penilaian proses dan hasil. Penilaian proses seakan-akan dianaktirikan karena fokus pada pencapaian hasil UAN. Hal ini membuat adanya dorongan untuk melakukan penyelewengan dengan hanya berfokus pada hasil. Sehingga mengakibatkan banyak oknum yang melakukan kecurangan saat pembelajaran dengan cara mengajar yang hanya menyelesaikan soal UAN tanpa memperhatikan tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  21. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Industrial trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis, menerapan Pendidikan bersifat Tradisional/Conventional, dan menerapkan sistem Evaluasi bersifat Exernal (UN/UNAS/EBTA/EBTANAS), dan dengan demikian lebih menyukai sistem sentralisasi. hal ini masih berlaku karena sepertinya memudahkan untuk koordinasi. Hal ini sebetulnya negara kita belum siap karena sistem UN secara nasional berarti tidak melihat karakteristik anak bangsa kita sangatlah variatif, yang kemudian disama ratakan. Namun pada saat-saat tertentu masih diperlukan ketika ada hal yang perlu dibicarakan. Tergantung tujuan yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  22. Retno Widyaningrum
    16701261004
    PEP A 2016
    Menerapkan pembelajaran inovatif dengan sistem penilaian berupa Authentic Assesment meliputi Portfolio, penilaian proses dan sikap; sementara memandang masyarakat sebagai Pluralitas (heterogonomous) dan menghargai nilai-nilai budaya lokal/etnik, dan demikian lebih menyukai bersistem Desentralisasi. Karena memang Indonesia itu adalah sejuta pulau, dengan banyaknya pulau berarti budaya juga sangat variatif. oleh sebab itu layak kalau sistem Desentralisasi. Sehingga warga papua tidak disamakan dengan Jakarta.

    ReplyDelete
  23. MUTIARA KUSUMAWATI
    16701251007
    PEP S2 B

    Pendidikan memang tidak bisa lepas dari kondisi politik negri ini. Adanya ketentuan UN yang selama ini sudah berjalan akhirnya beberapa tahun terakhir sudah tidak lagi diberlakukan. Berubah-ubahnya kebijakan pemerintah ini, membuat pihak yang terkait terutama guru dan siswa mengalami kebingungan. Sebaiknya, ketentuan terkait kebijakan pendidikan tidak berdasarkan pada kepentingan politik tertentu agar benar-benar tetap berorientasi pada perbaikan dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  24. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dengan memahami peta-4 ini kita mengetahui tentang sumber pendidikan, evaluasi dan perbedaan terkait posisi Pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    13301241053
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saat ini Indonesia mengembangkan kurikulum 2013, evaluasi yang dilakukan tidak hanya dari segi pengetahuan namun juga dari segi sikap dan keterampilan

    ReplyDelete
  26. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pendidikan memang tidak lepas dari evaluasi. Dengan evaluasi, kita bisa tahu kejauh mana pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan. Adapun tujuan dari evaluasi juga untuk mengetahui siswa lulus atau tidak dalam suatu materi atau jenjang tertentu. Terima kasih

    ReplyDelete
  27. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Di Indonesia, UN masih menjadi polemik. Ada golongan yang mendukung adanya UN, tetapi sebagian lain juga menolak. UN merupakan salah satu evaluasi yang menentukan kelulusan siswa dalam jenjang tertentu. Terima kasih

    ReplyDelete
  28. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam kurikulum 2013 terdapat berbagai macam penilaian/evaluasi. Diantaranya penilaian sikap, keterampilan dan pengetahuan. Dalam proses pembelajaran 3 aspek tadi dinilai dari masing-masing siswa. Terima kasih

    ReplyDelete
  29. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya sepakat bahwasanya kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, terjadi tarik-ulur antara dua kutup sentralisasi-desentralisasi di atas kepentingan politik. Itulah sebabnya kita belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan, itulah sebabnya setiap kebijakan pendidikan berskala nasional selalu kurang mempunyai justifikasi yang kuat, bersifat parsial, temporer/sementara/jangka pendek; sehingga menjadikannya bersifat tumpul ketika berjuang di tataran dunia.

    Setelah melihat peta pendidikan dunia 1, 2, 3 dan 4 yang saya pahami adalah telah seiring berjalannya waktu, pendidikan di dunia terus mengalami perkembangan dan perbaikan. Pentingya pendidikan bagi manusia, menuntut selalu adanya perbaikan yang dilkan mulau dari sistem, variasi, metode dan tentunya kenaikan standar kualitas.

    ReplyDelete
  30. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Dalam mengembangkan pendidikan yang lebih maju memang dibutuhkan sebuah proses dan waktu yang lama. Keterlibatan antara pemerintah, diknas, sekolah, guru maupun siswa menjadi faktor utamanya dalam menjalankan pendidikan. Perlunya kekonsitenan dalam menerapakan sistem pendidikan juga menjadi rancangan dalam perkembangan pendidkan itu sendiri. Dikarenakan sistem pendidikan Indonesia yang masih belum terarah dan belum memiliki tujuan yang sama terkait dengan pendidikan. Inilah yang menjadi penghambat di dalam pendidikan Di Indonesia. Maka dari itu perlu adanya kekonsistenan, kesinambungan dan keseimbangan dalam melaksanakan sistem pendidikan.

    ReplyDelete
  31. Pendidikan di Indonesia yang bersistem sentralisasi memiliki konsekuensi yaitu posisi dan peran siswa cenderung dijadikan sebagai objek agar memiliki peluang untuk mengembangkan kreatifitas dan minatnya sesuai dengan talenta yang dimilikinya dan juga dengan pendidikan yang bersifat sentralisasi ini membuat kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas. Peserta didik hanya dijadikan seperti bahan percobaan, para pendidik hanya menerima keputusan dari yang berwenang seperti kurikulum yang seragam tanpa melihat tingkat relevansinya baik kehidupan anak ataupun lingkungannya. Dengan demikian sebagai dampak sistem pendidikan yang sentralistik, maka upaya mewujudkan pendidikan yang dapat melahirkan sosok manusia yang memiliki kebebasan berpikir, mampu memecahkan masalah secara mandiri, bekerja dan hidup dalam kelompok kreatif penuh inisiatif dan impati , memiliki keterampilan interpersonal yang memadai sebagai bekal masyarakat menjadi sangat sulit untuk diwujudkan. Sedangkan sistem pendidikan yang desentralisasi mampu memenuhi tujuan politis, yaitu melaksanakan demokratisasi dalam pengelolaan pendidikan, mampu membangun partisipasi masyarakat sehingga melahirkan pendidikan yang relevan, karena pendidikan benar-benar dari oleh dan untuk masyarakat dan juga mampu menyelenggarakan pendidikan secara menfasilitasi proses belajar mengajar yang kondusif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas belajar siswa. Dalam sistem ini pemerintah bukan lagi sebagai “pengendali” tetapi sebagai “fasilitator”. Jadi menurut saya , sistem pendidikan tidak perlu selalu dicampuri oleh politik yang akan membuat pendidikan kacau , sebaiknya Indonesia menganut sistem pendidikan yang desentralisasi yang akan membantu proses belajar dan mengajar yang dapat menfasilitasi siswa ataupun pendidik , sehingga siswa dapat bersaing di tataran dunia.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  32. Dwi Adityas Rarasati
    13301241015
    PMI 2013
    Pengelolaan pendidikan yang baik akan menghasilkan Indonesia yang baru.Desentralisasi pendidikan merupakan suatu keharusan jika kita ingin cepat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Melalui pendidkan yang demokratis akan melahirkan masyarakat yang kritis dan bertanggung jawab.
    Masyarakat yang demokratis akan mampu menciptakan masyarakat madani yaitu masyarakat yang berbudaya tinggi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang mana sangat menghargai hak-hak asasi manusia.
    Desntralisasi pendidikan perlu dijaga dari kemungkinan –kemungkinan terjadi hal-hal negatif seperti desentralisasi kebablasan, misalnya penyerahan tanggung jawab pendidikan kepada daerah for the sake of autonomy.

    ReplyDelete
  33. Fitri WUlandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Dari peta/bagan pendidikan diatas, kita mengenal ada 5 jenis pendidikan yang diterapkan pada dunia pendidikan yaitu: Industrial Trainer, Technological Pragmatist, Old Humanist, Progressive Educator, dan Public Educator. Kelimanya merupakan urutan dari jenis mendidik, dimulai dari Industrial Trainer yang bertipe teacher centre sampai pada Public Educator yang bertipe student centre. Menurut saya kelimanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semuanya dapat dipakai dalam suatu pembelajaran, hanya bagaimana kita memanage kembali pemakaiannya.

    ReplyDelete
  34. Fitri WUlandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Tidak ada suatu sistem pendidikan yang tetap dan statis, Sistem pendidikan selalu dipengaruhi oleh kecenderungan-kecenderungan dan kekuatan-kekuatan sosial, budaya, spiritual, ekonomi, dan politik. Desentralisasi pendidikan bukan bermaksud untuk mengurangi wewenang atau intervensi pejabat atau pusat tapi lebih kepada berwawasan keunggulan, hal ini juga dapat memberdayakan peranan masyarakat dalam menangani persoalan pendidikan dilapangan

    ReplyDelete
  35. Fitri WUlandari
    16701261018
    S3 PEP Kelas A

    Dengan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu luas, maka kita dituntut untuk memiliki daya saing yang tinggi, baik bagi diri sebagai individu, sebagai masyarakat, bahkan sebagai bangsa. Keberadaan dan eksistensi kita akan selalu duakui jika kita selalu dan terus-menerus memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan. Banyak faktor yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing kta tersebut, antara lain intelengia, informasi, kreativitas dan inovasi

    ReplyDelete
  36. Arif Dwihantoro
    13301244012
    P.Mat C 13

    pendidikan di indonesia tetap membutuhkan pendidikan formal dan pendidikan informal dalam pelaksanaanya. karena menurut saya keduanya saling mendukung dalam proses mengembangkan potensi peserta didik

    ReplyDelete
  37. Rofiah Yusuf
    13301241039
    Pend. Mat I 2013

    Sistem pendidikan di Indonesia yang sering mengalami perubahan mengakibatkan keadaan pendidikan di Indonesia belum bisa dikatakan stabil. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan kurikulum pendidikan yang diganti beberapa kali sehingga membuat semua komponen pendidikan termasuk sekolah, siswa, dan guru melakukan penyesuaian yang berulang-ulang dengan kurikulum yang diterapkan.

    ReplyDelete
  38. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Pendidikan di indonesia tidak pernah lepas dari pengaruh politik. Hal ini berakibat pada kebijakan sistem pendidikan yang berlaku disesuaikan oleh kebutuhan si penguasa. Sehingga setiap adanya perubahan kepemerintahan, kebijakan pendidikan juga ikut berubah. Hal ini tentu membingungkan dan mempersulit para pelaku pembelajaran (guru dan siswa).

    ReplyDelete
  39. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Miris, di Indonesia selalu terjadi tarik-ulur antara dua kutub sentralisasi-desentralisasi diatas kepentingan politik yang menyebabkan Indonesia belum mempunyai identitas yang jelas dalam hal pendidikan. Menjadi renungan untuk jajaran petinggi, bersihkan oknum-oknum yang menjadi dalangnya permasalahan tersebut, jangan jadikan para pendidik dan anak didik sebagai korban dari kejamnya tarik-ulur kedua kutub diatas kepentingan politik.

    ReplyDelete
  40. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Indonesia yang menganut paham demokrasi akan cocok jika menerapkan pendidikan berdasarkan public educator yang mengajarkan untuk bersikap sosial melalui pendidikan. Kemudian tes kelulusan menggunakan portofolio dengan mengetes pemahaman siswa, yang dinilai tidak hanya hasilnya, tetapi langkahnya. Jika kenaikan kelas menggunakan tes, maka guru tidak tahu bagaimana pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan. Sehingga yang paling mengetahui perkembangan siswa adalah gurunya sendiri, bukan sekedar melalui tes kemudian dinyatakan naik kelas atau tidak.

    ReplyDelete
  41. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Indonesia belum memiliki identitas dalam dunia pendidikan, karena setiap kebijakan dalam dunia pendidikan terkadang mementingkan urusan politik. Sehingga kebijakan pendidikan yang berskala nasional justru malah hanya berlaku untuk beberapa daerah saja, atau malah hanya menguntungkan beberapa oknum. Hal tersebut berakibat kepada sedikit kacaunya sistem pendidikan di Indonesia yang berpengaruh pula dalam proses di lapangan, bagaimana cara untuk menghadapi siswa.

    ReplyDelete
  42. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Pendidikan di indonesia yang masih sering menjadi jualan politik dalam pilkada menyebabkan sistem pendidikan bersifat desentralisasi. Sehingga pemerintah daerah sering menetapkan aturan sendiri dalam standar pendidikan di daerahnya. Seperti contohnya sistem pendidikan di daerah saya yakni kabupaten Bone dimana sistem pendidikan menjadi bahan jualan politik. Hingga akhirnya ketika calon itu terpilih sebagai bupati maka akan membuat kebijakan sendiri yang berbeda dengan daerah lainnya yakni sistem pendidikan tanpa tinggal kelas. Karena kebijakan itu maka para siswa akan semakin malas datang ke sekolah karena ujung-ujungnya nanti juga akan naik kelas. Pendidikan yang dijadikan bahan jualan politik akan menjadi rusak karena kebijakan pemerintah daerah itu sendiri.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  43. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Hubungan antara evaluation dan industrial trainer yakni eksternal test. Sistem evaluasi dalam industri biasanya dilakukan oleh penguji eksternal. Misalnya saja pada saat ujian kompetensi di SMK, tim asessornya dari perusahaan Toyota dan bukan dari sekolah langsung. Namun dalam hal itu ada baiknya juga, yakni bila cara praktek kita bagus, maka kemungkinan besar setelah lulus nanti bisa langsung direkrut oleh tim Toyota langsung. Dalam hal ini terjadi kerja sama antara pihak dinas pendidikan dengan pihak swasta khususnya dalam bidang kejuruan.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  44. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Hubungan antara resources dengan old humanis yakni visual teaching aid for motivation. Jadi dalam hal ini guru mempraktekkan langsung atau guru mengajarkannya langsung dengan mempraktekkannya di depan siswa. Sehingga dalam hal ini keterampilan guru dalam mempraktekkan sangatlah urgen karena cara mempraktekkannya itulah yang nanti akan menjadi patokan siswa dalam mempraktekkan teori yang telah dipelajari. Oleh karena itu peningkatan kompetensi guru dalam hal ini mutlak harus dilakukan, karena nantinya sang guru tersebut akan menjadi contoh bagi siswa-siswanya.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  45. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Pendidikan yang dibawa kedalam ranah politik menyebabkan sistem pendidikan antara propinsi yang satu dengan yang lainnya menjadi bersifat parsial. Namun dalam hal ini sebagai penentu kelulusan tetap menggunakan sistem sentralisasi, sehingga dalam hal ini menyebabkan kesenjangan antara propinsi yang satu dengan propinsi yang lainnya. Misalnya saja, penentuan kelulusan dengan UN tentunya soalnya sama antara sekolah yang ada di Jakarta dengan sekolah yang ada di kabupaten Puncak Jaya. Menurut pemahaman saya hal itu merupakan suatu ketidakadilan, sarana dan prasara serta SDM pengajar di daerah tersebut belum lah sebagus di Jakarta sehingga hal ini masih menjadi permasalahan yang cukup menyulitkan bagi pemerintah, disatu sisi pemerintah ingin lulusannya mempunyai standar yang sama, namun disisi yang lain SDM dan infrastruktur pulau jawa dan papua sangatlah berbeda.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  46. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Hubungan antara diversity dengan old humanism adalah competence based curriculum. Dalam hal ini kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa adalah kompetensi yang telah dirancang oleh kurikulum. Jadi ketika kita membicarakan mata pelajaran yang belum lulus bukan berarti seluruh materi pelajaran tersebut yang tidak dilulusi oleh siswa tetapi bisa saja hanya kompetensi dasar tertentu saja yang tidak dilulusi oleh siswa, sehingga imbasnya ketika siswa melakukan remedial, maka siswa tersebut tidaklah mengulangi seluruh materi dalam satu mata pelajaran, namun hanya terbatas pada KD yang tidak dilulusinya saja. Dalam hal ini tentunya mengandung efek positif dan negatifnya masing-masing.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  47. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Ketidak-konsistensian pemerintah Indonesia dalam menerapkan kebijakan pendidikan menyebabkan sistem pendidikan Indonesia belum memiliki identitas yang jelas. Penerapan kebijakan-kebijakan yang sejatinya masih ujicoba dan belum memiliki bukti empiris yang kuat terhadap hasilnya menghantui pendidikan kita. Sehingga hasil dari pendidikan kita sekarang bisa dikatakan sebagai hasil eksperimen pemerintah. Itulah mengapa sekarang degradasi moral dan disorientasi mewarnai pendidikan di indonesia. Sebab tidak adanya falsafah atau landasan kuat yang menjadi pedoman dalam dunia pendidikan. Semua praktisi masih mencari-cari bentuk yang paling tepat dengan berkaca dari pendidikan di luar sana.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  48. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam sebuah pendidikan haruslah para penyelenggara murni menyelenggarakan pendidikan ini secara total tanpa adanya unsur-unsur lain apalagi politik. Ketika pendidikan telah di politisasi maka ranah pendidikan tidak akan berjalan dengan baik karena dalam politisasi itu yang terlibat adalah oknum-oknum yang memiliki kepentingan, dan dari pendidikan ia dapat memutar balikkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

    ReplyDelete
  49. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Mengenai penilaian ini saya setuju apabila penilaian siswa tidak hanya dilihat dengan hasil tes tertulis saja namun juga dilihat dari tes kepribadiannya. Seperti filsafat yang memandang berbagai struktur kehidupan. Sebagai pengajar, kita juga jadi tahu bahwa banyak murid berbakat dan bisa menunjukkan potensi yang lain selain pelajaran. Jika hanya dengan tea tertulis, mana kita tahu murid kita passionnya di bidang apa jika kita tidak bertanya atau murid tidak mengatakannya pada kita. Dunia ini terdiri dari beragam ruang, ada ruang pelajaran akademik, sastra, olahraga, dan sebagainya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  50. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Pada peta 4 tentang pendidikan dunia, Identitas pendidikan di Indonesia masih kurang jelas posisinya di mana karena sifatnya yang masih sementara dan masih dalam tahap perubahan dari pendidikan konvensional ke arah inovasi pendidikan. Dimana terlihat Indonesia masih pada posisi 3 tabel sebelah kiri yang menjelaskan dalam posisi Industrial Trainer, Technological Pragmatis, dan Old Humanis tentang resources, evaluation, diversity nya.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id