Mar 20, 2013

Mathematics and Language 8






Wow - this exchange is very heavy! My comments are on a very simple level: I am very good in math, I use it a lot, but when I look at the index of a first- or second- year algebra text I have no idea what the terms mean in the chapter headings; I can do it all once I read the problem, but the categorization is beyond me. If I were a kid learning this stuff I would be really put off - there is too much totally unnecessary vocabulary. 

Hi, Irene, good that you are bringing the thread back to its original idea. I think that everyone agrees that the vocabulary puts kids off. There are two big problems, however: (a) nowadays almost everything else in mathematics courses, not just the vocab, puts kids off. (b) Which vocab should one get rid of? After all, certain vocab will be necessary for some of the kids who have contact later on with mathematics, so we can't replace everything. Any suggestions? 

Irene's concerns is one of the communication problem in horizontal mathematics. This proves the claim of Realistic st that there should be Horizontal and Vertical Mathematics. And also give the account of School Mathematics that one of the nature of school mathematics is Communication; and thus the talk about the relationship between Mathematics and language is relevant. Whilst Vertical Mathematics is the business of Pure Mathematicians, and advance or adult learner. For the outsiders or the younger learner of mathematics concrete mathematics will be more realistic. Whilst what Marty's did by his model of communication is a very highly and sophisticated approach of using technology to offer the schema of a very specific communication with the specific aims and specific results. This further a proof that communication has its various dimensional contextually, culturally, psychologically and philosophically. Therefore I do not see that Marty's Models are able to give solution to Irene's problems. Again I wish to remain to whom it may concern that we need to approach our younger generation with mathematics of their world.

26 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Salah satu masalah dalam matematika horizontal adalah komunikasi. Ini membuktikan klaim Realistis st bahwa harus ada Matematika Horizontal dan Vertikal. Tujuan dari matematika salah satunya adalah Komunikasi dan dengan demikian pembicaraan tentang hubungan antara Matematika dan bahasa relevan. Sementara Matematika Vertikal adalah urusan Matematika murni, yaitu matematikanya orang dewasa. Bagi orang luar atau pelajar muda matematika beton matematika akan lebih realistis. Sementara Marty melakukan pendekatan yang sangat tinggi dan canggih dengan menggunakan teknologi untuk menawarkan skema komunikasi yang sangat spesifik dengan tujuan tertentu dan hasil tertentu. Ini bukti bahwa komunikasi memiliki berbagai dimensi kontekstual, budaya, psikologis dan filosofis.

    ReplyDelete
  2. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Penggunaan bahasa yang relavan dalam matematika diperlukan agar dapat membangun komunikasi yang baik antara guru & siswa. Perlu perubahan paradigma agar matematika yang dianggap sulit oleh sebagian siswa menjadi pelajaran yang menyenangkan. Matematika orang dewasa dan matematika untuk anak itu berbeda. Untuk orang dewasa itu matematika murni. Sedangkan untuk anak itu kontradiktif. Oleh karena itu, dalam mengkomunikasikan matematika terhadap siswa harus menggunakan bahasa anak dalam menyampaikan konsep matematika yang abstrak.

    ReplyDelete
  3. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dan dalam pembelajaran matematika, ada proses interaksi antara guru, peserta didik, materi dan lingkungan yang dapat mengembangkan ide, kreativitas dan penataan nalar peserta didik dalam membangun konsep-konsep atau prinsip-prinsip matematika melalui belajar matematika secara bertahap dan kontinyu. Dan hal ini tentu membutuhkan komunikasi yang baik, dalam matematika horizontal maupun vertical. Trefers (1991: 32) menyatakan bahwa matematisasi horizontal merupakan pemodelan situasi masalah dengan menggunakan bahasa matematika yang sudah dia miliki, atau dengan kata lain matematisasi horizontal bergerak pada dunia nyata ke dunia simbol. Sedangkan matematisasi vertikal adalah membangun dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam dunia simbol.

    ReplyDelete
  4. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam elegi sebelumnya dijelaskan bahwa matematika adalah bahasa. Komunikasi matematika sangat penting karena informasi atau pesan disampaikan melalui bahasa matematika. Bahasa matematika dapat kita pahami, jika mengerti dan paham bahasa yanng digunakan tersebut. Komunikasi matematika disesuaikan dengan lawan bicara atau orang dengan tingkatan tertentu. Di pembelajaran terdapat dua jenis komunikasi yaitu komunikasi horisintal dan komunikasi vertikal.

    ReplyDelete
  5. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    dapat dilihat disini bahwa Irene masih bersikeras bahwa matematika yang menggunkaan simbol simbol realistik akan membuat anak tidak senang karena teralu banyak kata, sedangkan menurut bpak marsigit penggunaan simbol-simbol realistik sangat entng bagi anak sebeum memasuki matematika formal.

    ReplyDelete
  6. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Salah satu sifat dalam matematika adalah komunikasi. Dari pendapat banyak orang dan juga David Reid, yakni “vocabulary puts kids off”, maka sangat penting pemilihan dan penggunaan kata kepada anak-anak terlebih dalam penyamapain pembelajaran. Jadi untuk menyampaikan matematika agar dapat dimengerti anak adalah dengan menggunakan kata-kata ringan dari bahasa yang biasa digunakan.

    ReplyDelete
  7. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    bahsa tidak terlepas dengan simbol atai vocab/istilah dalam matematika, tapi selain itu matematika tidak lepas dari pemahaman, matematika sekolah adalah matematika realis, matematika yang penuh dengna kontradiksinya, dilihat dari segi perkembangan kemapuan anak, matematika sekolah berkembang dari realita ikonik hingga simbolisasi, dengan demikian jika siswa memahami 3 hal tersbut, maka masalh simbo atau istilah menurut saya tidak akan menjadi maslaah karea itu hanya smbol dan istilah, tidak memiliki peran yang terlalu berart i matematika, jika dipahami bahwa simbl dan istiah siswa bisa membuatnya sendiri, yag penting adalah esensi dan sfat yang aa pada simbol dan istilah tersebut

    ReplyDelete
  8. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Sifat matematika sekolah adalah komunikasi dan dengan demikian pembicaraan tentang hubungan antara matematika dan bahasa relevan. Matematika yang selalu menggunakan simbol-simbol perlu dimaknai dengan suatu bahasa agar dapat dimengerti. Penggunaan bahsa juga di sesuaikan dengan kondisi da tipe anak di sekolah sehingga anak dapat paham dengan mudah.

    ReplyDelete
  9. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    I think that adult and children have different ability to receive material. If we teach children about mathematics, then we should use different language. we should use language that will be understood by childrean. Becuase, if we use same language with adult language to teach children, then they will be difficult to understand. Teaching children is more difficult than teaching adult. We should select words or sentences to teach children. Tips from me, Children are more interesting with realistic example and an experiment. Adult and children have different vocab. So, the best way to teach is communication. Communication is really important thing. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  10. MARTIN/RWANDA
    PPS 2016PEP B
    The problems of Irene in mathematics are universal for all younger mathematicians. for algebra there is no need to have such dispute or worries about the language but sometimes, because of the language used by the writer of a mathematician book, many readers cannot understand the real context of the content. mathematicians should be clear in order to make mathematics realistic. as said by Prof Marsigit, she has problems of communication. all the books that seem to be helpful should be writen in English as international language to help the whole world.

    ReplyDelete
  11. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Banyaknya kosakata yang digunakan dalam matematika menjadi salah satu masalah yang dihadapi siswa ketika belajar matematika. Padahal penggunaan kosakata sangat penting dalam matematika. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik dari guru agar banyaknya kosakata dalam matematika, tidak menjadi kesulitan siswa.

    ReplyDelete
  12. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Yang menjadi PR guru matematika saat ini adalah bagaimana menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan untuk anak-anak.

    Pada tahap berpikir anak-anak, masih dalam tahap berpikir konkrit. Dalam tahap berpikir konkrit, anak masih memerlukan media untuk memvisualisasi sebuah konsep. Pembelajaran matematika pada anak seharusnya guru memberikan ilustrasi permasalahan matematika ke dalam permasalahan yang mereka alami. Sehingga, anak sadar bahwa matematika memiliki kedudukan yang penting untuk dipelajari dan juga paham akan keutamaan dalam belajar matematika.

    Dengan mengaitkan fakta ke dalam permasalahan matematika, maka tugas guru disini adalah memberikan solusi yang benar yang sesuai dengan metode penyelesaian permasalahan matematika serta solusi yang diberikan juga tidak dilepaskan dari peran akidah islam. Sehingga, dengan proses pembelajaran matematika, selain dapat menyelesaikan permasalahan matematika, hal ini juga dapat dijadikan sebagai penguatan akidah dalam diri siswa.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  13. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    The horizontal and vertical mathematization has proven to explain the different level of language that can be understood or not. The model of-model for thinking may subjects on why Irene may solve the mathematics without even recognising the formal terms of algebra. Still in horizontal mathematization, irene may be able to develop the model of the algebraic problem. Then, improving the model into, a bit formal, which is not necessarily becone formal yet, She use the model for thinking the mathematical solution on the problem.

    ReplyDelete
  14. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Another elaboration on how the model of-model for describe the Irene problem is proposed by Gravemeijer.
    The activities in mathematics may be distinguished in four acts.
    1) situational activity, in this level the mathematical interpretations and solutions depend on the situational setting
    (2) referential activity, where we develop a models-of that refers to activity in the setting described in
    instructional activities
    (3) general activity, in which models-for is developed from the previously model-of that refer to a formal mathematical
    relations
    (4) formal level, where the mathematical reasoning is no longer dependent on the support of
    models-for.

    ReplyDelete
  15. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Matematika terbagi menjadi dua yaitu secara horizontal dan vertikal. Matematika horizontal merupakan matematikanya sekolah dimana komunikasi menjadi sangat berperan di dalamnya. Komunikasi memiliki berbagai dimensi kontekstual, budaya, psikologis dan filosofis. Model yang ditawarkan oleh Marty terlalu tinggi untuk matematika sekolah sehingga tidak cocok untuk diterapkan pada peserta didik sekolah dasar dan menengah.

    ReplyDelete
  16. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Pernyataan di atas menjelaskan bahwa matematisasi horizontal menyangkut proses transformasi masalah nyata/sehari-hari ke dalam bentuk simbol. Sedangkan matematisasi vertikal merupakan proses yang terjadi dalam lingkup simbol matematika itu sendiri. Contoh matematisasi horizontal adalah pengidentifikasian, perumusan dan pemvisualisasian masalah dengan cara-cara yang berbeda oleh siswa. Sedangkan contoh matematisasi vertikal adalah presentasi hubungan-hubungan dalam rumus, menghaluskan dan menyesuaikan model matematika, penggunaan model-model yang berbeda, perumusan model matematika dan penggeneralisasian.
    Mengacu kepada dua jenis kegiatan matematisasi di atas de Lange (1987: 101) mengidentifikasi empat pendekatan yang dipakai dalam mengajarkan matematika, yaitu pendekatan mekanistik, empiristik, strukturalistik dan realistik.

    ReplyDelete
  17. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Terkait dengan aktivitas matematisasi dalam belajar matematika, Freudenthal (dalam Panhuizen, 1996: 11) menyebutkan dua jenis matematisasi yaitu matematisasi horisontal dan vertikal dengan penjelasan seperti berikut ini
    Horizontal mathematization involves going from the world of life into the world of symbol, while vertical mathematization means moving within the world of symbol.
    Pernyataan di atas menjelaskan bahwa matematisasi horisontal menyangkut proses transformasi masalah nyata/ sehari-hari ke dalam bentuk simbol. Sedangkan matematisasi vertikal merupakan proses yang terjadi dalam lingkup simbol matematika itu sendiri. Contoh matematisasi horisontal adalah pengidentifikasian, perumusan dan pemvisualisasian masalah dengan cara-cara yang berbeda oleh siswa. Sedangkan contoh matematisasi vertikal adalah presentasi hubungan-hubungan dalam rumus, menghaluskan dan menyesuaikan model matematika, penggunaan model-model yang berbeda, perumusan model matematika dan penggeneralisasian.

    ReplyDelete
  18. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Matematika adalah bahasa, bukan hanya sarana alat pemikiran matematika atau alat untuk menemukan pola, tapi matematika serta sebagai wahana komunikasi antara siswa dan komunikasi antara guru dan siswa. Komunikasi dalam matematika dan pembelajaran matematika menjadi sesuatu yang dibutuhkan seperti yang diungkapkan oleh Lindquist (1996), jika kita setuju bahwa matematika adalah bahasa dan bahasa sebagai pembahasan yang terbaik di masyarakat, maka mudah untuk memahami bahwa komunikasi adalah esensi dan mengajar, belajar, dan mengassess matematika. Komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dalam matematika dan matematika pendidikan. Komunikasi adalah cara untuk berbagi ide dan memperjelas pemahaman. Melalui komunikasi ide dapat tercermin, ditingkatkan, dibahas dan dikembangkan. Proses komunikasi juga membantu membangun makna dan ide-ide mempermanenkan dan proses komunikasi juga dapat mempublikasikan ide-ide.

    ReplyDelete
  19. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    berdasarkan artikel diatas dijelaskan bahwa matematika sekolah bersifat komunikasi, namun masalah komunikasi bisa dikatakan sebagai masalah matematika horizontal pada saat sekarang ini. agar dapat menyelesaikan masalah tersebut perlu suatu cara, salah satunya adalah dengan melakukan pendekatan yang tinggi dan canggih yaitu teknologi untuk menawarkan skema komunikasi yang sangat spesifik dengan tujuan tertentu dan hasil tertentu sehingga efeknya adalah generasi muda kita memahami matematika dari dunia mudanya. bukan karena keterpaksaan atau kesalahan.

    ReplyDelete
  20. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Matematika dapat dibedakan menjadi verikal dan horizontal. Matematika vertikal adalah untuk matematika murni, para matematikawan, atau untuk perguruan tingg. Sedangkan matematika yang sesuai untuk siswa adalah matematika horizontal. Salah satu hakekat matematika menurut matematika sekolah adalah matematika sebagai alat komunikasi. Untuk siswa sekolah, matematika yang bersifat konkret atau dikomunikasikan secara konkret lebih realistik bagi siswa. Komunikasi yang digunakan adalah beragam dan kontekstua, sesuai dengan budaya, psikologi, dan filosifinya. Maka kita perlu menggunakan pendekatan pembelajaran matematika pada siswa dengan menggunakan dunianya.

    ReplyDelete
  21. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Permasalahan yang dimaksud Ms. Irene terkait vocab dan simbol-simbol yang kelihatan sangat rumit. Bahkan untuk sekelas orang dewasa (asumsi Ms. Irene dewaasa) merasa bahwa buku yang ia baca terlalu rumit dan belum cocok dikonsumsi oleh anak-anak. Nah, inilah yang kemudian dimaksud Prof Masigit dengan school mathematics dengan pure mathematics. Bahwa terdapat perbedaan jelas dari sisi bahasa dan simbol-simbol yang digunakan oleh matematika vertikal dan matematika horizontal. Kerumitan simbol-simbol dan bahasa yang digunakan hanya cocok dengan orang-orang pure mathematics karena mereka memang menggelutinya. Sama halnya dengan kerumitan sistem yang dikembangkan oleh Mr. Marty. Kerumitan itu hanya untuk kerumitan kaumnya saja, semnetara kaum yang belum paham sepenuhnya dengan model sistem dan komputer, akan merasa sulit dipahami oleh kaum awam.

    ReplyDelete
  22. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Terdapat dua macam komunikasi dalam pembelajaran matematika yaitu matematika horizontal dan matematika vertical. Dalam matematika sekolah kita menggunakan matematika horizontal sedangkan dalam matematika sekolah menggunakan matematika vertikal. Sehingga dalam penggunaan bahasa dalam pembelajaran matematika di sekolah guru harus menyesuaikannya. Guru memberikan penjelasan dengan mengarahkan kearah realistik, dimana ini satu dari empat pendekatan pada matematika yang termasuk pada matematika vertikal. Dalam pembelajaran dari tahap informal, kemudian siswa diajak untuk melihat pada dunia nyata yang di representasikan ke dalam dunia simbol. Dari yang konkrit ke abstrak.

    ReplyDelete
  23. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    komunikasi menjadi suatu hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan proses belajar mengajar, terkhusus dalam pembelajaran matematika yang telah kita ketahui bersama terdapat persepsi yang telah menyebar bahwa matematika itu sulit. Dari permasalahan persepsi itu maka guru perlu merubah paradigma siswa tersebut agar terjadi proses pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  24. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Komunikasi adalah bagian penting dalam proses transfer knowledge matematika. Melalui komunikasi ide dapat tercermin, ditingkatkan, dibahas dan dikembangkan. Matematika adalah bahasa dan bahwa komunikasi adalah esensi dari mengajar, belajar, dan mengakses matematika.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  25. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Interaksi memang diperlukan ketika seorang guru mengajar di kelas. Interaksi antara guru dan siswa juga diperlukan untuk membangun konsep dan untuk mengetahui pemahaman yang dimiliki siswa. Dengan adanya bahasa yang relevan, interaksi yang akan muncul dan terjadi antara guru dan siswa juga akan menghasilkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga pula.

    ReplyDelete
  26. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Matematika terbagi menjadi dua yaitu ada matematika horizontal dan matematika vertikal. Matematika horizontal adalah apa yang terjadi di dalam kelas, yaitu bagaimana guru mengkomunikasikan matematika tersebut kepada siswa atau siswa kepada siswa lainnya. Karena itu maka kemampuan komunikasi sangatlah penting, agar orang lain mamppu memahami apa yang kita sampaikan. Sedangkan untuk matematika vertikal merupakan penggunaan matematika murni dalam kehidupan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id