Sep 22, 2010

Elegi Seorang Hamba Menggapai Harmoni




Oleh: Marsigit

Hamba menggapai harmoni meninggalkan gunung menuju ke kota

Hamba menggapai harmoni:
Kini saatnya aku menuruni gunungku. Aku mendapat amanah agar aku segera menuju ke kota. Bayanganku begitu indahnya kota itu. Lain dan sangat kontras dengan keadaanku di gunung ini. Konon berbagai macam kebutuhan ada di kota. Mulai dari sembako, pakaian, dan alat-alat modern ada di kota. Bahkan aku dengar jika aku sudah sampai di kota maka aku bisa bekerja apa saja, membuat pekerjaan apa saja. Lebih dari itu, tetapi yang ini agak mengkhawatirkanku, katanya di kota nanti aku bisa berpikir apa saja dan berbuat apa saja? Begitukah? Tetapi baiklah, karena apapun yang akan terjadi aku harus tetap menuju ke kota.

Hamba menggapai harmoni bertemu dengan satpam kota

Satpam kota:
Wahai seseorang asing, darimanakah engkau dan mau kemanakah engkau itu?

Hamba menggapai harmoni:
Aku orang gunung. Aku ingin ke kota. Bolehkah aku bertanya? Di manakah kota itu dan dimana pula jalan menuju ke sana? Aku ingin ke sana karena aku ingin menjadi orang kota.

Satpam kota:
Wahai orang gunung. Tidak sembarang orang bisa masuk kota. Aalagi engkau ini orang gunung. Maka engkau harus memenuhi persyaratan. Ini persyaratannya ada 10 butir. Jika engkau bisa memenuhi persyaratanku ini maka engkau aku ijinkan masuk kota.

Hamba menggapai harmoni:
Baiklah. Kebetulan aku telah mempersiapkan semua persyaratan itu. Maka terimalah persyaratan ini.

Satpam kota:
Baik. Kalau begitu silahkan lewat.

Hamba menggapai harmoni:
Terimakasih. Tetapi sebelum aku masuk kota, aku ingin bertanya dulu kepadamu. Benarkah di kota itu, terdapat apapun yang aku inginkan.

Satpam kota:
Ha..ha..ha. Pertanyaanmu sungguh lucu. Ya jelaslah. Di kota sebesar ini apa sih yang tidak ada. Semua yang engkau inginkan ada di sini. Aku juga bisa menginginkan segalanya di sini. Tetapi aku tidak bisa. Karena aku hanyalah seorang satpam. Maka aku hanya dapat melihat orang-orang silih berganti ke sana ke mari ke situ ke sini, untuk memuaskan hidupnya di sini. Sedangkan aku hanya terpaksa puas melihatnya saja. Maka kalau aku boleh tahu. Sebetulnya engkau ke kota ingin cari apa?

Hamba menggapai harmoni:
Aku tidak ingin mencari yang macam-macam. Aku hanya ingin mencari harmoni.

Satpam kota:
Ha..lucu juga kedengarannya. Apa itu harmoni? Apakah itu nama gedung bioskop? atau nama seseorang?

Hamba menggapai harmoni:
Harmoni itu jiwa, pikiran, hati, ibadah, badan, perasaan, baju, rumah, tidur, jalan, kebun, sungai, teman, alat, perkataan, program, buku, makan pagi, restoran, sekolah, universitas, pegawai, guru, dosen, ...

Satpam kota:
Sudah..sudah.. Ah sial benar aku ini. Pagi-pagi sudah jumpa orang gila. Ditanya ke tota ingin cari apa, jawabannya ngelantur tak karuan. Sudah sana masuk kota. Aku tidak mau lagi bicara dengan engkau.

Hamba menggapai harmoni:
Terimakasih satpam kota. Ketahuilalah. Bahwa masih banyak kata yang belum sempat aku ucapkan. Salah satunya adalah tentang satpam kota. Ketahuilah bahwa harmoni juga ada pada dirimu. Dirimu itulah harmoni. Maka sebenar-benar dirimu itu adalah harmoni.

Hamba menggapai harmoni diterima sebagai mahasiswa dan mengikuti perkulihan

Dosen:
Saudara mahasiwa yang berbahagia. Prinsip hidup kontemporer adalah menjaga keseimbangan, yaitu keseimbangan semua unsur-unsurnya. Tiadalah satu unsur berlebih-lebihan, dan tiada pula unsur-unsur berkekurangan. Di samping itu keseimbangan juga meliputi hubungan antar unsur-unsurnya. Padahal kita tahu bahwa tiadalah unsur-unsur di dunia ini tidak saling berhubungan. Maka keseimbangan unsur-unsur beserta hubungannya itulah yang disebut harmoni.

Mahasiswa 1:
Bagaimanakah caranya agar kita memperoleh harmoni.

Dosen:
Diperlukan pemahaman yang mendasar bagi seseorang untuk memperolah harmoni. Harmoni itu sendiri harus mempunyai landasan yang kuat dan kokoh. Satu-satunya landasan yang dapat di andalkan adalah iman dan taqwa kepada Tuhan YME. Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup untuk beribadah. Segala aktivitas untuk beribadah. Segala ilmu untuk beribadah. Segala keterampilan untuk beribadah. Dan segala pengalaman untuk beribadah.

Mahasiswa 2:
Ilmu yang bagaimanakah yang bermanfaat untuk memperoleh harmoni.

Dosen:
Untuk memperoleh harmoni maka pikiran anda harus terbebas dari segalam macam residu yang mengkotori pikiranmu itu. Pikiran murni yang belum terkontaminasi itulah dapat diibaratkan sebagai orang gunung. Jadi untuk memperoleh ilmu harmoni, hendaklah saudara-saudara mahasiswa menjadi orang gunung, kemudian turun ke kota.

Mahasiswa 3:
Apakah sebetulnya yang disebut sebagai pikiran murni?

Dosen:
Pikiran murni adalah berpikir kritis. Jikalau seseorang pikirannya masih bersih maka dia akan mampu berpikir kritis.

Mahasiswa 4:
Apakah yang disebut pikiran bersih?

Dosen:
Pikiran bersih adalah pikiran yang merdeka, yaitu pikirannya orang-orang yang masih merdeka untuk mengutarakan pikirannya. Dengan berpikir merdeka itulah dia akan berpikir kritis.

Mahasiswa 5:
Apakah yang disebut berpikir kritis?

Dosen:
Berpikir kritis adalah mengetahui kekurangan dan kelebihan diri orang yang berpikir. Jadi berpikir kritis tidak lain tidak bukan adalah batas pikiran.

Mahasiswa 6:
Aakah yang disebut batas pikiran?

Dosen:
Batas pikiran adalah jika engkau tahu kapan engkau berpikir dan kapan engkau tidak berpikir?

Mahasiswa 7:
Kapan aku tidak berpikir?

Dosen:
Engkau tidak berpikir jikalau engkau sedang tidur atau sedang berdoa.

Mahasiswa 8:
Mengapa aku berdoa dikatakan tidak berpikir?

Dosen:
Jika ketika engkau berdoa, engkau masih pikir-pikir, itu pertanda doa mu belum khusuk.

Mahasiswa 9:
Kapan doaku dikatakan khusuk?

Dosen:
Tiadalah manusia mengetahuinya, kecuali semata-mata hanya karunia Nya lah bahwa doa mu diterima atau tidak.

Hamba menggapai harmoni:
Menurut engkau wahai dosenku, apakah wajahku ini seperti orang gunung atau seperti orang kota?

Dosen:
Orang gunung itulah pikiran murnimu. Orang gunung itulah pikiran kritismu. Maka orang gunung itulah ilmumu.

Hamba menggapai harmoni:
Apakah saya kira-kira dapat menggapai harmoni?

Dosen:
Harmoni tidaklah diam di suatu tempat. Harmoni itu bergerak pada porosnya dan berjalan pada lintasannya. Maka untuk menggapai harmoni itu, tidak ada cara lain engkau juga harus berputar pada porosmu dan bergerak pada lintasanmu. Demikian juga berlaku bagi yang lainnya.

Mahasiswa 10:
Apa yang dimaksud dengan berputar pada porosnya dan bergerak pada lintasannya.

Dosen:
Itulah sebenar-benar kodrat. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Maka hati, jiwa dan hidupmu harus berputar pada poros iman dan taqwa mu agar engkau selalu mendapat rakhmat dan hidayah Nya. Itulah habluminallah. Sedangkan hati, jiwa dan hidupmu harus berikhtiar menghampiri sesama yang lain dalam pergaulanmua untuk memperkokoh tali ibadah mu dan ibadah mereka. Itulah habluminanash. Maka barang siapa tinggi putaran pada porosnya maka semakin stabil pulalah hidupnya. Dan barang siapa kuat gerakan pada lintasannya maka semakin mendapat banyak pula perolehannya di dunia. Itulah sifat black-hole. Putaran sangat tinggi sehingga seakan diam. Benda yang tidak tampak padahal kemampuannya luar biasa. Itulah sunatullah. Tuhan telah memberikan contoh-contohnya semata demi kebaikan manusia.

Hamba menggapai harmoni:
Aku merasa lega, karena aku merasa telah memperoleh titik terang bagaimana aku bisa menggapai harmoni. Terimakasih dosen. Bolehkah aku mengutarakan refleksiku tentang harmoni?

Dosen:
Boleh. Silahkan.

Hamba menggapai harmoni:
Nikmat terasa hidup ini. Aku melihat dan merasakan harmoni. Aku melihat harmoni di sekitarku. Mereka bekerja sesuai tugas masing-masing dan mereka saling menjaga harmoni. Mereka berkata-kata harmoni. Tugas-tugasnya adalah harmoni. Kantornya adalah harmoni. Perintahnya adalah harmoni. Gedungnya adalah harmoni. Jurusannya adalah harmoni. Maka sebenar-benar yang terjadi adalah aku telah menemukan universitas harmoni. Tempat parkirnya harmoni. Komunikasinya harmoni. Taman dan jalannya harmoni. Jika yang kulihat adalah harmoni maka pikiranku adalah harmoni. Maka pikiranku dan kiran mereka adalah harmoni. Bahasanya dan bahasaku adalah harmoni. Kasih sayangnya adalah harmoni. Pimpinanya adalah harmoni. Petugasnya adalah harmoni. Dosennya adalah harmoni. Dosennya adalah harmoni. Ilmunya adalah harmoni. Maka aku temukan bahwa hidupku adalah harmoni dan hidup mereka adalah harmoni. Maka aku temukan bahwa dunia adalah harmoni. Maka aku berpikir dan apakah aku boleh berpikir bahwa surga itu adalah harmoni. Jika demikian maka aku berpikir dan apakah aku boleh berpikir bahwa berarti neraka itu adalah disharmoni. Maka surga itulah ada di dalam diri orang-orang harmoni dan neraka itulah ada dalam diri orang-orang disharmoni.


Hamba menggapai harmoni:
Dosen, aku ingin bertanya benarkah klaimku tadi. Memang bisakah saya memproduksi kata disharmoni. Lalu bagaimana contohnya disharmoni itu?

Dosen:
Pertanyaan yang baik. Benar pula apa yang engkau pikirkan. Disharmoni adalah lawan harmoni. Disharomi adalah berlebihan. Disharmoni adalah tidak cocok hubungan. Disharmoni adalah tidak sesuai suasana. Disharmoni adalah tidak sesuai peruntukan. Disharmoni adalah tidak sesuai tugasnya. Disharmoni adalah tidak sesuai fungsinya. Disharmoni adalah mendominasi. Disharmoni adalah tidak adil. Disharmoni adalah tidak jujur. Disharmoni adalah tidak selaras.

Hamba menggapai harmoni:
Maaf aku agak bingung. Bisakah engkau memberikan contoh yang konkrit?

Dosen:
Jika dikelas ini engkau selalu dan ingin selalu menonjol tanpa menghiraukan teman-temanmu, itulah disharmoni. Jika engkau menyampaikan pendapat jauh dari kenyataan itulah disharmoni. Jika engkau berkata aneh, itulah disharmoni. Jikalau sekonyong-konyong engkau bicara dalam Bahasa Inggris padahal konteksnya Bahasa Indonesia, itulah disharmoni. Jikalau engkau menasehati secara berlebihan itulah disharmoni. Jikalau engkau bersifat pamer, itulah disharmoni. Jikalau engkau diam, padahal mestinya engkau harus bicara, itulah disharmoni. Jikalau dalam daftar hanya namamu yang muncul itulah disharmoni. Jikalau engkau menuntut bukan hakmu itulah disharmoni. Jikalau engkau bicara vulgar itulah disharmoni. Jika engkau hanya andalkan pikiranmu saja, itulah disharmoni. Jikalau engkau menasehati tidak tepat waktu itulah disharmoni. Jikalau engkau merasa selalu bisa, itulah disharmoni. Jikalau engkau merasa mempunyai peran yang besar, itulah disharmoni. Jikalau engkau memaksakan kehendakmu, itulah disharmoni. Jikalau engkau mengambil jalan pintas, itulah disharmoni. Jikalah engkau terlalu sibuk, itulah disharmoni. Jikalau engkau terlalu banyak pekerjaan, itulah disharmoni. Jikalau engkau tidak menjawab pertanyaan, itulah disharmoni. Jikalau engkau tidak menjawab sms itulah disharmoni. Jikalau engkau bertengkar, itulah disharmoni. Maka sebenar-benar harmoni adalah surga bagimu. Dan sebenar-benar disharmoni adalah neraka bagimu.

Hamba menggapai harmoni:
Kalau begitu siapakah aku ini. Apakah aku ini orang gunung atau aku ini orang kota?

Dosen:
Sebenar-benar dirimu adalah diriku juga. Dirimu, diriku dan diri anda semua para mahasiswaku, sebenar-benar engkau semua adalah hamba menggapai harmoni.

Ada seorang mahasiswa mengejar dosen masih bertanya:
Ini masih berkaitan dengan yang saya tanyakan di kelas. Apakah ketika manusia dekat dengan rasa pesimis, malas, malu, takut dan hal-hal lain yang menghambat kemajuan dirinya, bisa dikatakan bahwa manusia dalam kondisi disharmonis?

Dosen:
Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Jangankan untuk urusan dunia; untuk urusan akhirat saja bisa terganggu gara-gara badan jatuh sakit. Keadaan sakit bisa menimpa pada bagian manapun dari diri kita. Pikiran kita bisa sakit. Hati kita bisa sakit. Tindakan kita bisa sakit. Bahasa kita bisa sakt. Pergaulan kita bisa sakit. Hidup kita bisa sakit. Doa-doa kita bisa tidak sehat. Ketahuilah bahwa itu semua bisa merupakan penyebab disharmoni. Jika kita liat lebih jauh maka rasa pesimis itu juga sakit. Malas itu juga penyakit. Takut tak beralasan itu juga sakit.
Bahkan bahasa plesetan adalah bahasanya orang-orang yang sakit. Masyarakat yang gemar plesetan bisa ditengarai ada yang kurang sehat.Bahasanya orang-orang tertindas adalah bahasa orang-orang sakit. Maka kenalilah sebab-sebab disharmoni. Itulah sebenar-benar menterjemahkan hidup. Agar bisa berupaya menggapai harmoni.

27 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Harmoni itu ada di dalam dirimu. Harmoni meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu tujuan manusia hidup di dunia ini adalah menggapai harmoni dengan jenis harmoni yang berbeda-beda tergantung si manusianya. Harmoni didapatkan dengan hati dan pikiran yang jernih. Disharmoni didapatkan ketika hati dan pikiran ini sakit, sakit meliputi angkuh, benci, dengki, gengsi, dan hal-hal negatif lainnya. Maka untuk mensterilkan hati ini hendaklah terus berdoa secara kontinu kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Harmoni adalah kesesuaian. Kesesuaian segala sesuatu dengan perintah Allah SWT. Oleh karenanyalah harmoni dapat dicapai jikalau langkah yang kita lalui diliputi dengan iman taqwa sehingga memperoleh ridho dan rahmat Nya. Oleh karenanyalah harmoni dapat dicapai jikalau hati ini bersih, dengan niat yang jernih. Oleh karenanyalah jika hati ini diliputi benci, dengki, iri, serta penyakit hati lainnya maka kita tidak akan menggapai harmoni dan justru menggapai disharmoni.

    ReplyDelete
  3. Areani Eka Putri
    12301249003
    Pend.Matematika Sub'12

    harmoni merupakan hal yang selaras dan sama. sama-sama untuk maju, sama-sama untuk berjuang, saling mendorong menuju hal yang positif adalah contoh hal yang harmoni. disharmoni adalah hal yang bertentaang dengan harmoni, mau maju sendiri, egois, iri hati adalah contoh dari disharmoni. hendaknya terus memelihara hidup yang harmni dengan mengandalkan Tuhan sehingga kehidupan harmoni yang dimiliki.

    ReplyDelete
  4. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Modal utama memperoleh harmoni adalah niat hidup untuk beribadah. Selain karena keadaan sakit niat hidup yang tidak untuk beribadah kepada Allah akan membuat hidup menjadi disharmoni tidak sesuai dengan semestinya menjadikan seseorang menjadi tidak adil, tidak jujur, tidak selaras, mendominasi dan semua yang tidak sesuai dengan semestinya. Yang harus dilakukan adalah kembali luruskan niat, luruskan hati untuk beribadah kepada Allah, untuk selalu melakukan kebaikan.

    ReplyDelete
  5. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Harmoni adalah suatu keadaan di dalam sebuah sistem dimana hubungan semua unsur-unsurnya berada pada keadaaan seimbang. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup dengan bergantung pada dirinya sendiri karena manusia akan senantiasa membutuhkan orang lain, lingkungan dan hal-hal lainnya agar bisa bertahan hidup.Karena itu perlunya keselarasan antara yang satu dengan yang lain agar hidup manusia berjalan seimbang,yaitu dengan mampu membangun hubungan yang seimbang dengan sesama manusia, lingkungan bahkan seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Memang untuk mencapai harmoni tidaklah mudah,sehingga diperlukan niat yang kuat yang dilandasi dengan dengan hati dan pikiran yang jernih.
    Semoga kita semua senantiasa diberikan kemampuan untuk mencapai harmoni dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Harmoni merupakan keselarasan, keseimbangan dalam diri dan pikiran. Setiap orang pasti ingin mempunyai hidup yang harmoni dan selaras apa yang diinginkannya. Berpikir merupakan mencari tahu kelebihan dan kekurangan pada diri yang perlu adanya ilmu pengetahuan dan ikhtiar dalam menjalaninya. Harmoni yang paling utama adalah dalam hal beribadah, karena merupakan faktor utama dalam menggapai keselarasan dan keseimbangan hidup ini. Jika hidup tidak harmoni maka kita akan mudah goyah di dalamnya dan tidak bisa menyeimbangkan kehidupan kita.

    ReplyDelete
  7. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Harmoni bisa dikatakan seimbang. Cara untuk dapat menggapai harmoni yaitu dengan menjaga keseimbangan, yaitu keseimbangan semua unsur – unsurnya yang saling berhubungan. Diperlukan pemahaman yang mendasar bagi seseorang untuk memperolah harmoni. Harmoni itu sendiri harus mempunyai landasan yang kuat dan kokoh. Landasan tersebut yaitu iman dan taqwa kepada Tuhan YME. Memperoleh harmoni dengan pikiran murni yaitu dengan berpikir kritis. Berpikir kritis adalah mengetahui kekurangan dan kelebihan diri orang yang berpikir atau dapat dikatakan sebagai batas pikiran. Berpikir kritis berlandaskan dari pikiran bersih. Pikiran bersih adalah pikiran yang merdeka, yaitu pikirannya orang – orang yang masih merdeka untuk mengutarakan pikirannya.

    ReplyDelete
  8. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tuhan menciptakan dunia beserta isinya. Salah satunya adalah manusia. Manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya. Hati, pikiran dan jiwa dalam diri yang berdasar dari iman dan taqwa pada Tuhan Yang Maha Esa agar hidup mendapat rahmat. Yang dilakukan adalah berusaha dan berikhtiar, selebihnya Tuhan lah yang berkehendak atas apa yang telah kita usahakan. Hasil yang kita peroleh merupakan seberapa besar usaha yang kita tempuh. Namun, jika hasil yang kita dapatkan tidak sesuai dengan harapan, maka jangan salahkan apapun. Mungkin saja, ada sesuatu yang tidak semestinya, atau merupakan ujian, atau bahkan berkah dan rahmat. Hendaknya kita selalu mengambil hikmah dalam setiap kejadian dan tidak pernah kecewa terhadap Tuhan akan apa yang telah terjadi. Karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Tuhan pun selalu menjaga. Hubungan yang terjalin yang paling puncak adalah hubungan terhadap Tuhan, kemudian hubungan terhadap sesama. Hati, jiwa dan pikiran juga berikhtiar dan berusaha menghampiri sesama yang lain dalam pergaulan untuk memperkokoh tali ibadah.

    ReplyDelete
  9. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Disharmoni, tidak harmoni, keadaan yang tidak dapat menggapai harmoni. Salah satu penyebab disharmoni adalah keadaan sakit. Sakit dalam jiwa, hati, raga dan pikiran. Jika mengalami sakit raga memang benar ia sedang mengalami sakit, jika seperti itu maka akan mempengaruhi keadaan jiwa, hati dan pikirannya. Atau bahkan sebaliknya. Hal tersebut saling berhubungan satu dengan lainnya. Jika sudah merasa akan sakit atau sedang sakit, maka hendak mengobatinya. Menurut saya, tempat pertama yang ditujua adalah Allah. Karena salah satu sifat dari Allah adalah Assyifa, yang artinya penawar, penyembuh. Maka, hendak mendekat pada Allah, maka Allah akan menunjukkan. Semoga kita selalu terhindar dari penyakit – penyakit yang menyebabkan disharmoni.

    ReplyDelete
  10. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Untuk menggapai harmoni dalam kehidupan kita harulah memiliki hati yang bersih, ikhlas, selalu menjaganya dari godaan setan. Selain itu selalu mengunakan pikiran kita untuk memandang segala sesuatu dengan kritis. Anti tesis dari harmoni adalah disharmoni. Dosharmoni disebabkan oleh godaan setan, seperti rasa malas, takut, malu, dan penyakit hati lainnya. Disharmoni dalam hidup tentunya akan menghambat diri kita. Semoga kita dijauhi dari disharmoni pikiran dan hati.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  11. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Setiap sifat yang ada pada dunianya itu merentang memiliki kewajaran, punya area yang dikatakan sehat/tidak sehat, juling kiri/kanan, ada deviasi maupun normality. Dan hidup yang sehat atau harmoni itu adalah sesuai dengan kurva normal ( ada yang rata-rata, istimewa lebih/kurang dll) Karena kodratnya manusia itu sebagai ciptaan Allah SWT tidak akan pernah lepas dari kontradiksi sehingga bisa dikatakan manusia hidup dalam dalam kontradiksi yang siklik terus berputar layaknya roda putar, yang perlu dilakukan manusia dalam menggapai harmoni tiada lain tiada bukan terus berada pada zona lingkaran selalu menjaga keseimbangan dalam hidupnya agar tidak keluar dari lingkaran tersebut yang bisa dikatakan keluar menyimpang dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  12. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Harmoni adalah keseimbangan. Dalam menjalani hidup, dibutuhkan keseimbangan antara yang satu dengan yang lainnya agar hidup kita seimbang dengan lingkungan kita dan seimbang pula antara urusan dunia dan akhirat. Landasan harmoni adalah iman dan taqwa terhadap Allah SWT. Segala perbuatan kita hendaknya kita niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016
    Harmoni itu adalah warna. Siapakah yang tidak menginginkan harmoni. Harmoni itu adalah indah. Siapakah yang tidak menginginkan harmoni. Sebaik-baik harmoni adalah jika ia bisa menghasilkan sesuatu yang indah. Sendiri tidaklah bisa menghasilkan harmoni. Harmoni sedalam-dalamnya adalah banyak. Namun ketika banyak sudah berbuah ego maka ia akan menghasilkan disharmonisasi.

    ReplyDelete
  14. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Keseimbangan setiap unsur dalam kehidupan menjadi hal yang diidamkan oleh siapapun. Tak ada unsur berlebihan dan tak ada pula unsur berkekurangan. Kita tidak perlu berlebihan dalam hidup, cukup lah kita hidup dalam keseimbangan. Di samping keseimbangan tersebut, ada hubungan antar unsur-unsurnya, karena semua unsur-unsur di dunia ini adalah berhubungan. Maka keseimbangan unsur-unsur beserta hubungannya kita sebut harmoni. Harmoni dalam hidup adalah ketika kita mampu menyeimbangkan antara ikhtiar dan doa. Manusia wajib berusaha dan berdoa, meski Allah lah yang akan menetapkan segalanya. Namun, apa yang tidak mungkin bagi Allah. Semua tentu akan mungkin bagi Allah. Yang wajib kita imani bahwasannya adalah kekuatan doa yang ikhlas itu pasti. Nah, kita tidak tahu doa mana yang Allah kabulkan. Maka selagi kita mampu, berikhtiarlah, lalu bertawakallah sembari berdoa. Wallahu a’lam..

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Harmoni merupakan keselarasan, keseimbangan dalam diri dan pikiran. Kehidupan harmoni adalah idaman setiap orang, dan hal itu memerlukan niat, ilmu, keterampilan, dan pengalaman untuk beribadah. Kebahagiaan sebagai harmoni diri dapat dicapai dengan tiga cara, yakni dengan mengatur semua hasrat dan keinginan di dalam diri, kontemplasi terhadap alam semesta untuk memahaminya, dan dengan memperbanyak situasi kenikmatan-kenikmatan kecil di dalam aktivitas sehari-hari. Idealnya ketiga cara itu harus dilakukan secara bersamaan. Untuk mendekati keadaan yang harmoni tidaklah mudah, dan diperlukan landasan (dasar) yang kuat yaitu iman dan taqwa kepada Allah. Satu-satunya jalan yang bisa mendekatkan kita pada keadaan harmoni adalah memperbarui segala niat dalam menjalankan peran kita untuk kepentingan ibadah kepada Allah SWT. Untuk itu diperlukan hati dan pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  16. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Disharmoni dapat diartikan sebagai suatu ketidakselarasan. Keadaan dimana tidak sesuai dengan ideal yang seharusnya, walaupun ideal antara satu orang dengan orang lainnya pun berbeda-beda. Salah satu keadaan yang dapat memungkinkan terjadinya disharmoni boleh jadi ketika terbersit rasa lebih baik lebih pantas dan lebih lebih lainnya daripada apa yang orang lain dapat lakukan. Sudah sepantasnya kita menundukkan hati dan pikiran agar selalu dapat merendahkan hati dan pikiran agar dapat selalu belajar menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Artikel yang sangat menarik. Untuk menggapai harmoni sebenarnya dapat dimana saja, bisa digunung maupun dikota, yang menjadi kunci dari harmoni adalah bagaimana kita bisa menyelaraskan apa yang kita miliki dan apa yang kita butuhkan dan bagaimana untuk mewujudkannya. Jadi misalnya apa yang kita miliki adalah (a) dan apa yang kita butuhkan adalah (b), maka agar dapat harmoni (b) tidak boleh lebih besar dari (a). Ketika kebutuhan lebih besar dari apa yang dimiliki maka akan terjadi suatu keguncangan , dalam ilmu ekonomi disebut juga inflasi. Inflasi tersebut terjadi karena kebutuhan lebih besar dari pada stock yang dimiliki. Peribahasanya yakni lebih besar pasak dari pada tiang. Sehingga inflasi merupakan suatu disharmonis dalam hidup ini. Jadi agar hidup kita harmoni maka kita harus pandai memilah, mana yang jadi kebutuhan dan mana yang hanya menjadi suatu keinginan semata. Oleh karena itu dalam agama kita sering mendengar ungkapan “Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tetapi Allah memberi apa yang kita butuhkan”.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  18. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Hal yang disharmoni tentunya berakibat negatif atas jalannya hidup kita. Hal yang bersifat disharmoni ada yang datangnya dari Allah dan ada yang datangnya dari diri kita sendiri. Contohnya yang datang dari Allah SWT adalah sakit. Segala penyakit itu datangnya dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Jadi untuk menyembuhkannya perlu ikhtiar dan memohon kepada Allah untuk menyembuhkannya. Sedangkan disharmoni yang datang dari diri kita sendiri adalah rasa malas. Rasa malas merupakan penyakit yang kita bikin-bikin sendiri. Sehingga dalam hal ini membuang rasa malas datangnya dari niat kita sendiri untuk segera bangkit dari rasa malas itu.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk menggapai harmoni salah satunya adalah dengan berpikir, berpikir yang bagaimana, yakni berpikir yang jernih. Berpikir yang jernih membutuhkan kebersihan hati. Sehingga membersihkan hati dari segala macam penyakit-penyakit hati men jadi hal yang pertama kali dilakukan. Hilangkan sikap riya, iri, dengki, suuzhon yang berlebihan sesama manusia. Banyak-banyaklah berpikir positif dan berdzikir, karena dengan berdzikir adalah salah satu media untuk menghilangkan penyakit hati. Oleh karena itu mari kita bersihkan hati kita agar kita dapat berpikir dengan jerbih sehingga rahmat Tuhan Insha Allah akan sampai kepada kita. Amin ya Robbal alamin.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  20. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Harmoni merupakan hubungan unsur-unsur yang seimbang. Dapat dikatakan bahwa harmoni merupakan suatu kondisi yang ideal. Tentu sesuai dengan kodrat-Nya, kita tidak akan pernah bisa benar-benar mencapai kondisi ideal. Meski begitu kita harus berikhtiar untuk menggapai keadaan harmoni. Harmoni digapai dengan meniatkan segala sesuatu yang kita lakukan hanya untuk ibadah pada Allah SWT. Di samping itu juga menjalin pergaulan dengan sesama agar mencapai keharmonian sesama manusia. Harmoni hanya dapat digapai dengan hati yang bersih, pikiran yang bersih, dan pikiran yang kritis. Pikiran yang kotor hanya akan membawa pada kondisi disharmoni, yaitu ketidaksesuaian. Dan kondisi ini hanya akan membawa kerugian.

    ReplyDelete
  21. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Bicara mengenai harmoni menurut sepemahaman saya adalah kesesuaian antara ruang dan waktu. Sehingga dengan kesesuaian tersebut tidak terjadi benturan-benturan dengan unsur-unsur yang lain. Setiap manusia menginginkan keadaan harmoni, tapi itu tidak mudah dilakukan mengingat sangat banyak unsur-unsur yang ada di dunia yang menuntut kesesuaian ruang waktunya. Dengan demikian yang dapat dilakukan adalah meminimalisir benturan-benturan tersebut dengan jalan hermeneutika dan kompromi-kompromi.

    ReplyDelete
  22. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Harmoni adalah unsur-unsur yang saling berkesinambungan, harmoni hanya akan digapai oleh orang yang memiliki iman dan ketaqwaan kepada Allah. Harmoni berjalan sesuai dengan ruang dan waktunya, untuk itu jika ingin memperolehnya manusia harus berjalan sesuai dengan ruang dan waktunya. Melalui hati dan berpikir kritis, yaitu mengetahui apa yang kurang dengan memperbaikinya, maka pikiran akan menjadi jernih.

    ReplyDelete
  23. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Dari elegi di atas dapat diperoleh bahwa kehidupan yang bahagia adalah kehidupan yang harmoni. Harmoni merupakan keseimbangan unsur-unsur kehidupan beserta hubungannya. Seseorang dalam menggapai harmoninya, harus memiliki landasan yang kuat. Salah satunya yaitu Iman dan Taqwanya kepada Allah swt. Modal utama untuk memperoleh harmoni adalah segala aktivitas yang seseorang lakukan di kehidupannya yaitu memiliki niat untuk beribadah.

    ReplyDelete
  24. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Harmoni adalah kondisi dimana hati, pikiran dan tindakan kita selaras dengan ruang dan waktu. Juga kondisi dimana kita ada pada poros keimanan dan ketaqwaan agar kita mendapat rahmat dan hidayah dari Alloh. Itulah habluminalloh. Selain itu, sebab manusia ditakdirkan untuk berusaha dan berikhtiar dalam hidupnya maka hati, jiwa dan hidup harus berikhtiar menghampiri sesama yang lain dalam pergaulan untuk memperkokoh tali ibadah kita dan ibadah mereka. Itulah habluminanash.

    ReplyDelete
  25. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Harmoni adalah keseimbangan menjalani hidup. Cara untuk menemukan keseimbangan itu adalah dengan mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Selain itu, menjalin hubungan baik sesama makhluk Tuhan YME juga merupakan bentuk menemukan keseimbangan. Agar hidup kita selalu seimbang, kita harus menjaga lingkungan kita selalu positif sehingga tidak ada yang mempengaruhi untuk menjadi disharmonis.

    ReplyDelete
  26. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Orang yang naik gunung, suatu saat perlu turun gunung juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terlebih, apabila sudah mencapai puncak gunung yang tinggi, turun gunung merupakan hal yang wajib dilakukan dengan alasan maslahat bagi orang banyak. Agar memperoleh kehidupan yang harmoni. Agar dapat berpikir kritis dengan ilmu yang masih kuku itu. Harmoni adalah jika langkah kaki sama dengan langkah hati.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh

    Harmoni adalah kondisi dimana semua unsur berjalan sinergis. Harmoni adalah kondisi ideal yang setiap manusia inginkan. Baik dalam keluarga, pekerjaan, sekolah kuliah dan lain sebagainya. Bahkan dalam lingkungan kenegeraan dan dunia harmoni menjadi salah satu impian dan usaha yang terus diperjuangkan. Kontradiksi dari harmoni adalah disharmoni. Kita harus sadar bahwa setiap orang itu berbeda, ruang dan waktu itu berubah maka kita harus ikhlas dalam melakukan segala sesuatu agar bisa mencapai keharmonisan. Inilah PR kita semua. Semoga kita bisa menyeimbangkan tubuh dan jiwa agar bisa menciptakan keharmonisan bersama.



    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id