Sep 25, 2010

Elegi Pertengkaran Antara Biasa dan Tidak Biasa




Oleh Marsigit

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...mengapa kelihatannya engkau bersikap sinis terhadapku? Bukankah engkau memahami bahwa kebiasaan itu sangat bermanfaat bagi hidupmu?

Tidak Biasa:
Wahai Biasa...ketahuilah bahwa engkau itu hanyalah separoh dari dunia ini?

Biasa:
Lho..kenapa aku hanya separoh dari dunia ini? Lha yang separohnya lagi siapa?

Tidak Biasa:
Yang separohnya lagi dari dunia ini adalah diriku...yaitu Tidak Biasa.

Biasa:
Ahh...ngacau kau itu. Kayak gitu saja dipermasalahkan. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Mbok jangan biasa mempermasalahkan hal-hal yang sepele kayak gitu? Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Aku Tidak Biasa dengan hal-hal seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai Biasa..aku ingin bertanya...sekarang ini...ketika engkau bicara dengan diriku itu...dalam keadaan sehat atau tidak?

Biasa:
Lho...kok kamu bertanya seperti itu? Mbok Jangan Biasa bertanya kayak gitu! Aku Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Apa katamu yang terakhir? Coba ulangi?

Biasa:
Mbok Jangan Biasa mempermasalahkan hal-hal sepele. Tidak Biasa menerima pertanyaan seperti itu.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...sekarang saya ingin tanya kepadamu. Apa bedanya Jangan Biasa dengan Tidak Biasa?

Biasa:
Lho ...kok kamu masih aneh ta? Mbok Jangan Biasa bertanya yang aneh-aneh ta.
Menurutku Jangan Biasa itu ya sama dengan Tidak Biasa.

Tidak Biasa:
Wahai..Biasa...apakah engkau Tidak Biasa menjawab pertanyaanku yang aneh-aneh?

Biasa:
Iya..aku Tidak Biasa menjawab pertanyaanmu yang aneh-aneh.

Tidak Biasa:
Apakah kamu sering Tidak Biasa?

Biasa:
Oh...saya selalu Tidak Biasa ...saya sering Tidak Biasa...bahkan seluruh hidupku itu hampir Tidak Biasa. Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Tidak Biasa:
Wahai ...Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir?

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Tidak Biasa. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Tidak Biasa. . Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Tidak Biasa. Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....

Tidak Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Biasa...coba ulangi lagi kalimatmu yang terakhir tetapi gantilah Tidak dengan Bukan ...dan Biasa diganti dengan Diriku.

Biasa:
Maka aku dapat katakan bahwa dunia itu adalah Bukan Diriku. Maka yang terpenting bagi diriku adalah Bukan Diriku. Bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Bukan Diriku. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja....Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Tidak Biasa:
Rasain engkau ....hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
O..ooh...wahai Tidak Biasa...coba ulangi kalimatmu yang terakhir tadi!

Tidak Biasa:
Hidup sekali di dunia mbok Biasa jangan ngawur, Biasa jangan tak peduli, Biasa jangan menang sendiri, Biasa jangan menyepelekan orang lain, dan Biasa jangan tidak siap menerima hal-hal yang aneh.

Biasa:
Wahhh...wah...bicara dengan orang mabuk memang repot. Gimana ya cara menyadarkannya. Wahai Tidak Biasa...apakah kamu menyarankan agar kita selalu Biasa? Biasa Jangan itu Biasa atai Tidak Biasa?

Tidak Biasa:
Biasa Jangan adalah Biasa. Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Tidak Biasa itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja.

Biasa:
Wahai Tidak Biasa...apakah Tidak Biasa sama dengan Dirimu?

Tidak Biasa:
Ya Tidak Biasa itu sama dengan Diriku.

Biasa:
Ulangilah kalimatmu tetapi gantikah Tidak Biasa dengan Dirimu.

Tidak Biasa:
Jadi bagiku di dunia ini yang ada hanyalah Biasa. Diriku itu tidak penting, tak berguna bahkan kalau perlu di tiadakan saja. Lhooo..gimana ini? Kok kesimpulannya menjadi Diriku tidak penting. Kok Tidak Biasa...itu tidak penting. Kok kesimpulannya...Diriku menjadi tidak penting. Oh...pusing aku.

Biasa:
Wahai Tak Biasa...masalahnya aku Biasa Tak Biasa. Lho kok saya jadi pusing lagi?
Biasa Tak Biasa itu Biasa atau Tak Biasa ya?

Tak Biasa:
Wahai Biasa...masalahnya aku Tak Biasa Biasa. Lho kok saya jadi bingung lagi? Tak Biasa Biasa itu Tak Biasa atau Biasa ya?


Bagawat:
Hai Biasa dan tidak Biasa...hentikanlah pertikaianmu itu. Itulah teladannya jika engkau telah mengabaikan isi. Biasa dan Tidak Biasa itu keduanya adalah wadah. Maka kamu bisa mempermainkan sekehendak dirimu satu dengan yang lain sebagai wadah karena engkau mengabaikan atau tidak mempunyai isi.

Biasa dan Tidak Biasa:
Wahai sang Bagawat...berilah contoh kepada kami...seperti apakah bentukku jika aku sudah mempunyai isi? Dan apa saja yang bisa menjadi isi dari diriku itu?

Bagawat:
Isi dari Biasa itu adalah: melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah : berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.

Biasa dan Tidak Biasa:
Oo..ooo...paham aku sekarang. Mengapa manusia dengan mudahnya memanipulasi wadah...karena dia mengabaikan isinya. Padahal semua yang ada dan yang mungkin ada itu bisa menjadi wadah. Guru, Peneliti, Dosen, Pengawas, Bankir, DPR, Mahasiswa, Siswa, Beasiswa, BUMN, Koperasi, LSM, Menteri, Pejabat, Ketua, ....bahkan Agama...itu semua adalah wadah-wadah. Semoga dengan kasus pertengaran antara Biasa dan Tidak Biasa...ini bisa menjadi pelajaran bagi semua perihal pentingnya isi, agar tidak semena-mena mempermainkan wadah. Amiin.

24 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Biasa dan tidak biasa di dunia ini berjalan beriringan. Yang satu adalah kontradiksi bagi yang lainnya. Biasa dan tidak biasanya sesuatu ditentukan oleh penganutnya. Seperti di Indonesia, melakukan hubungan di luar nikah itu tidak biasa atau malah tabu tetapi di dunia Barat itu sudah biasa. Di beberapa wilayah, penyuka sesama jenis itu biasa, di Indonesia itu sangat tidak biasa. Tetapi ada juga hal-hal yang dahulunya tidak biasa kemudian menjadi biasa karena telah dilakukan oleh banyak orang sehingga menjadi biasa. Contoh seperti korupsi, itu sudah biasa di seluruh lapisan masyarakat, padahal dahulu korupsi itu sangat tidak biasa.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Yang biasa itu terkadang menjadi tidak biasa. Yang tidak biasa itu terkadang menjadi biasa. Biasa dan tidak biasa adalah wadah yang berubah bergantung dengan ruang dan waktu. Jujur bagi seorang yang biasa berbohong adalah hal yang tidak biasa. Berbohong bagi orang yang biasa jujur adalah hal yang tidak biasa. Juju dapat menjadi isi bagi wadah biasa orang- orang yang biasa jujur, dan menjadi isi bagi wadah tidak biasa orang- orang yang biasa berbohong. Maka sebenar- benar tugas manusia di dunia ini adalah mengisi wadah biasa dengan hal- hal baik, dan mengisi wadah tidak biasa dengan hal- hal buruk. Maka sebenar- benar tugas manusia di dunia ini adalah senantiasa memohon petunjuk kepada Allah SWT adar dibimbing untuk mengisi wadah biasa dengan hal- hal yang baik.

    ReplyDelete
  3. Areani Eka Putri
    12301249003
    Pend. Matematika sub'12

    dalam kehidupan ini ada hal yng biasa kita lakan tapi tidak biasa dilakukan oleh orang lain, ada yang tidak biasa kita lakukan tapi biasa bagi orang lain. biasa dan tidak biasa adalah wadah dan itu bisa tergatung dari diri kita yang melakukannya tergantung oleh ruang dan waktu. ketika kita biasa bangun pagi tetapi bagi sebagian orang tidak biasa bangun pagi maka dari situ kita tahu bahwa hal tersebut dilakukan agaimana diri kita masing-masing menyikapinya dan melakukannya. hendaknya hal yang positif menjadi hal yang biasa dilakukan dan hal yang ngatif menjadi yang tidak biasa dilakukan.

    ReplyDelete
  4. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Biasa dan tidak biasa merupakan wadah. Isi dari wadah biasa itu adalah melakukan kegiatan yang baik, sedangkan isi dari wadah tidak biasa itu adalah kegiatan yang tidak baik. Isi itu sangatlah penting agar kita tidak semena-mena mempermainkan wadah, ketika kita memasukan isi ke wadah yang salah akan berakibat ke wadah yang lain. Ketika kita memasukan sesuatu yang tidak baik itu ke wadah biasa kita akan menganggap kegiatan yang tidak baik itu sebagai hal yang biasa dan tanpa malu kita melakukannya sehingga berakibat kita tidak akan suka dengan sesuatu yang baik karena itu akan otomatis masuk ke wadah tidak biasa dalam diri kita. Sehingga kita harus selalu meminta petunjuk kepada Allah SWT dan memohon ridhanya agar selalu memperhatikan isi dan tidak memasukan isi pada wadah yang salah.

    ReplyDelete
  5. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Biasa dan tidak biasa merupakan dua sisi berlainan yang pasti sering kita alami dalam kehidupan di dunia. Sesuatu hal yang tidak biasa jika dilakukan terus menerus maka akan menjadi biasa. Begitu juga sebaliknya sesuatu yang sudah biasa namun lama tidak dilakukan akan menjadi tidak biasa.Biasa dan tak biasa merupakan wadah yang memiliki isi, dalam elegi di atas disebutkan isi dari biasa adalah hal yang baik seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, ...dst dan isi dari tidak biasa adalah berbohong, berdusta, korupsi, mengfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, ...dst. Sehingga kita harus bijaksana memilih dan menentukan apa yang akan kita lakukan maka biasakanlah melakukan hal-hal yang baik dan tidak biasalah dalam melakukan hal-hal yang jahat

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Biasa dan tidak biasa pasti terjadi di kehidupan kita. Hal-hal yang tidak biasa kadang juga membayangi hal-hal yang biasa agar mereka juga menjadi biasa. Hal-hal biasa yang baik kita sering lakukan akan berdampak baik juga terhadap kita begitu juga sebaliknya. Sangat beruntung kalau kita menjalankan hal yang biasa yang baik dan meninggalkan hal yang tidak biasa yang tidak baik. Jadi apapun yang kita lakukan maka harus di sesuaikan dengan wadah dan isinya.

    ReplyDelete
  7. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kita sering menggunakan kata – kata “biasa” atau “tidak biasa”. Dan bahkan saya biasa suka dengan yang tidak biasa. Atau bisa dikatakan antimainstream. Namun, dalam semua hal dilihat dari isi dalam wadahnya, agar tidak terjadi kekeliruan terhadap apa yang dimaksud. Isi dari “biasa” itu adalah melakukan kegiatan yang baik, seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dll. Sedangkan isi dari “tidak biasa” adalah kegiatan yang buruk, seperti berbohong, berdusta, korupsi, memfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dll. Bahkan, hal yang tidak biasa kita lakukan (dalam hal ini adalah perbuatan yang tidak baik) dapat kita tinggalkan. Dengan demikian, semoga kita selalu biasa dengan hal – hal yang baik.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Setiap tesis pasti ada anti-tesisnya. Biasa dan tidak biasa. Setiap wadah mempunya isi, isi yang bisa dan tidak biasa. Wadah misalnya pemerintahan. Memiliki isi berupa para pemimpin-pemimpin yang biasa maupun yang tidak biasa. Pemimpin yang biasa adalah pemimpin yang tidak main-main dengan kekuasaan yang dimilikinya. Menjaga amanah dari rakyat. Itulah sebenar-benar pemimpin. Sedangkan pemimpin yang tidak biasa, akan bermain kotor dengan kekuasaanya, contohnya pemimpin korupsi yang marak di Indonesia.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Wadah itu diri kita dimana agar wadah kita merefleksikan sebenar-benarnya wadah yaitu harus di Isi seperti apa yang dipaprkan di elegi di atas dengan kegiatan yang baik agar wadah dari diri kita sendir bisa menjadi suri tauldan bagi orang lain dalam mengisi wadanya. Amin

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Biasa dan tidak biasa merupakan wadah. Isi dari biasa adalah segala perbuatan baik, seperti beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dst. Sedangkan isi dari tidak biasa adalah perbuatan buruk, seperti berbohong, berdusta, korupsi, memfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dst. Kita sebagai manusia hendaknya senantiasa membiasakan diri melakukan hal-hal baik, dan menjauhi perbuatan buruk.

    ReplyDelete
  11. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Tdak biasa menurut pemahamanku adalah sikap yang anti mainstream. Meskipun biasa dan tidak biasa hanyalah wadah yang menurut begawat hanya berisi kebaikan dan keburukan, namun isinya tidak melulu harus seperti yang dikatakan oleh begawat. Contoh, engkau membiasakan diri untuk bersedekah dengan memeberikan uang pada pengemis, tapi ada orang lain yang tidak biasa bersedakah dengan memberikan uang pada pengemis. Ya orang itu melakukan hal yang anti-mainstream atau tidak biasa dengan memberikannya kapak untuk pengemis itu bekerja dan tidak lagi mengemis. Ya itulah sedekahnya dengan tidak biasa memberikan uang pada pada pengemis. Maka pikirkanlah wahai begawat bahwa isi tidak melalu harus yang baik-baik atau yang buruk-buruk untuk diisikan kepada biasa dan tidak biasa. Menurut begawat yang lain semua harus bergantung pada ruang dan waktunya. Karena yang baik menurutmu belum tentu itu betul-betul baik dan yang buruk itu belum tentu betul-betul buruk.

    ReplyDelete
  12. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    biasa dan tidak biasa tidak dapat dipisahkan dari diri kita sebagai manusia. Biasa adalah suatu hal yang pernah dan selalu dilakukan baik itu unsur positif dan unsur negatif, karena manusia didunia ini yang tidak lupu dari unsur negatif tersebut. Akan tetapi ketika kita berbicara mengenai unsur negatif maka kita perlukan tidak biasa untuk mereduksi itu bahkan bila perlu menghapusnya. sehingga kita akan terbiasa untuk berpositif dan tidak biasa untuk bernegatif.

    ReplyDelete
  13. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Antara biasa dan tidak biasa bagaikan dua sisi mata koin, mereka saling berkontradiksi satu sama lain. Jadi antara biasa dan tidak biasa perbedaannya terletak pada isinya. Untuk hal yang biasa maka kebanyakan berisi mengenai amal ibadah, sedangkan hal yang tidak biasa isinya berupa pelanggaran aturan-aturan yang bertentangan dengan amal ibadah. Jadi dalam hal ini kita harus memahami isi dalam bertindak apakah yang kita lakukan itu isinya merupakan hal yang biasa atau hal yang tidak biasa. Hal yang tidak biasa tentunya akan menimbulkan efek negatif.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  14. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Hal yang tidak biasa kemungkinan akan menimbulkan efek yang negatif. Namun ada pengecualian akan hal itu, ada hal yang tidak biasa namun malah memberikan pencerahan bagi kehidupan umat manusia. Misalnya saja sudah menjadi kebiasaan di abad kegelapan bahwa bumi itu berbentuk datar, namun hal yang tidak biasa justru dilakuakan oleh Galileo, bahwa bumi itu bulat. Namun lagi-lagi hal yang tidak biasa yang dilakukan oleh Galileo menyebabkan ia masuk ke penjara. Beberpa tahun selanjutnya barulah terbukti bahwa hal yang tidak biasa yang dikemukakan oleh Galileo adalah benar adanya. Oleh karena itu ada kalanya hal yang tidak biasa justru membawa pencerahan bagi kehidupan umat manusia.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Elegi di atas dapat menjadi bahan intropeksi kita. Kita hendaknya selalu berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap apa yang kita jalani. kita sebagai manusia hendaknya merasa biasa melakukan hal-hal yang baik dan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.. Kita juga harus merasa tidak biasa untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Dengan tidak biasa melakukan hal-hal yang tidak baik, maka ketika kita melakukannya, hati kita akan dengan tegas menolaknya. Semoga kita menjadi orang yang terbiasa dalam berbuat baik dan takwa kepada Allah, aamiin.

    ReplyDelete
  16. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Biasa itu adalah melakukan amal kebaikan. Sedangkan isi dari Tidak Biasa adalah melakukan amal keburukan yang menjadi kebiasaan syaitan. Manusia dengan mudahnya memanipulasi wadah karena dia mengabaikan isinya. Ada atau tidaknya wadahku sebagai hamba itu tergantung bagaimana mengisi wadah itu karena sebenar-benar wadah adalah isi. Wadah yang mempunyai kualitas tinggi adalah wadah yang memberikan manfaat bagi yang lain dan serendah-rendah kualitas wadah adalah jika kita sebagai hamba tidak mampu mengisi wadah itu.

    ReplyDelete
  17. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Biasa dan tidak biasa adalah potensi yang dimiliki oleh setiap manusia. Biasa dan tidak biasa hanyalah wadah bagi manusia untuk mengisinya. Apakah dalam wadah tersebut diisi dengan kebaikan atau keburukan, tinggal manusia sendiri terserah memasukannya pada wadah yang biasa ataukah wadah yang tidak biasa. Dengan demikian antara manusia satu dengan manusia yang lain tentu tidaklah sama dalam memandang dan mengisi wadah tersebut. Dan itulah nanti yang akan kita pertanggung jawabkan kelak.

    ReplyDelete
  18. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Dari elegi di atas diperoleh bahwa biasa merupakan suatu kata yang sering muncul ketika seseorang melakukan suatu hal yang berulang kali terjadi, tidak biasa merupakan suatu hal yang jarang atau tidak pernah seseorang lakukan, ketidakbiasaan jika dilakukan berulang kali akan menjadi suatu hal yang biasa. Misalkan hal-hal biasa dilakukan seperti solat, jujur, disiplin dan sebagainya. Sedangkan berbohong, memfitnah merupakan suatu hal yang tidak biasa seseorang lakukan, namun ketika ia sering melakukan hal tersebut maka ia akan menjadi terbiasa. Jadi sebagai manusia yang telah di berikan akal dan pikiran oleh Allah SWT kita harus bisa memilih mana yang harus kita biasakan dengan sesuatu hal yang tidak seharusnya dilakukan atau dibiasakan.

    ReplyDelete
  19. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Dunia separuh berisi biasa dan separuh lagi berisi tidak biasa. Biasa dan tidak biasa sejatinya adalah wadah dan kita harus memikirkan apa isi dari keduanya. Biasa disini seyogyanya merujuk pada biasa yang baik, yakni biasa membaca, iasa beribadah, biasa mengikuti aturan, biasa belajar dan seterusnya. Sedangkan tidak biasa seharusnya merujuk pada sesuatu yang tidak baik seperti tidak biasa terlambat, tidak biasa mencontek, tidak biasa berlaku jahat an seterusnya. Jika demikian, maka biasa dan tidak biasa akan membentuk struktur dunia yang baik bagi kita.

    ReplyDelete
  20. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Yang tidak biasa akan menjadi biasa jika kita tidak hati-hati. Sesuatu yang berkonotasi tidak biasa, biasanya adalah tidak baik. Kalimat ini sebetulnya sudah kontradiksi juga. Jadi sebenar-benar hidup adalah kontradiksi-kontradiksi. Biasa dan tak biasa itu wadahnya.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  21. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi di atas, biasa dan tidak biasa adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. kita mengenal tidak biasa karena ada biasa dan begitupun sebaliknya. Maka tidak ada satu pun dari dua hal tersebut yang dapat dikesampingkan. Gunakanlah keduanya untuk memperbaiki diri. Gunakan biasa untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat dan gunakan tidak biasa untuk hal-hal yang buruk dan tidak bermanfaat.

    ReplyDelete
  22. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh.
    Elegi diatas mengajarkan kita untuk berhati hati dalam menyesuaikan wadah dan isi. Kita harus paham dimana kita berada serta hak dan kewajiban yang harus kita lakukan. Kita harus terbiasa melakukan hal kebaikan dan menghindari ketidakbiasaan (keburukan).


    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  23. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Biasa dan Tidak Biasa itu adalah wadah. Isi dari Biasa itu yaitu melakukan kegiatan yang baik, beramal, berdoa, jujur, disiplin, konsisten, komitmen, beribadah, dan sebagainya. Maka Biasakanlah melakukan hal-hal tersebut. Sedang isi dari Tidak Biasa adalah berbohong, berdusta, korupsi, memfitnah, sombong, berbuat dosa, maksiat, dan sebagainya. Maka Tidak Biasalah melakukan hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  24. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari elegi di atas, yang dapat saya pelajari adalah memang seharusnya sebagai manusia kita tidak boleh mengabaikan wadah yang telah memberikan tempat untuk isi. Tak ada tempat untuk isi jika wadah pun tak ada. Sehingga, biasa dan tidak biasa memang sudah begitu adanya

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id