Sep 22, 2010

Elegi Merasionalkan Takdir

Oleh Marsigit



Titik 1:
Jika aku direntang ke arah tertentu maka aku bisa menjadi garis. Itulah masa depanku. Yaitu bahwa sebuah garis itu ternyata bisa menjadi masa depanku.

Titik 2:
Jika aku direntang ke semua arah pada bidang datar maka aku bisa menjadi lingkaran. Itulah masa depanku. Yaitu ternyata bahwa lingkaran bisa menjadi masa depanku. Tetapi bidang datar juga bisa menjadi masa depanku yang lain.

Titik 3:
Jika aku direntang ke semua arah pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku. Tetapi segenap ruang dimenasi tiga juga bisa menjadi masa depanku;atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Garis 1:
Jika aku direntang menuju suatu titik, maka aku bisa menjadi titik. Maka titik juga bisa menjadi masa depanku.

Garis 2:
Jika aku diputar atau digeser pada bidang datar maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Garis 3:
Jika aku diputar atau digeser pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang dimensi tiga. Maka Ruang dimensi tiga bisa menjadi masa depanku; atau dengan kata lain Alam Semesta bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran1:
Jika aku direntang menuju suatu titik maka aku bisa menjadi sebuah titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 2:
Jika aku direntang tak terhingga menjauh dari titik pusatku maka aku bisa menjadi bidang datar. Maka Bidang Datar juga bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 3:
Jika aku dirotasikan menurut diametermu maka sku bisa menjadi bola. Maka bola bisa menjadi masa depanku.

Lingkaran 4:
Jika aku ditransformasikan pada dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Bola 1:
Jika aku ditransformasikan ke bidang datar tertentu maka aku menjadi bidang datar. Maka bidang datar bisa menjadi masa depanku.

Bola 2:
Jika aku ditransformasikan ke garis tertentu maka aku bisa menjadi garis. Maka garis bisa menjadi masa depanku.

Bola 3:
Jika aku ditrnsformasikan ke titik tertentu maka aku menjadi titik. Maka titik bisa menjadi masa depanku.

Kubus 1:
Bidang ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 2:
Garis ternyata bisa menjadi masa depanku.

Kubus 3:
Titik ternyata bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 1:
Jika aku ditransformasikan menuju suatu titik maka aku bisa menjadi suatu titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Semua Benda 2:
Jika aku ditransformasikan di ruang dimensi tiga maka aku bisa menjadi ruang semesta. Maka ruang semesta bisa menjadi masa depanku.

Alam Semesta:
Jika aku ditrasformasikan ke titik tertentu maka aku bisa menjadi titik. Maka sebuah titik bisa menjadi masa depanku.

Manusia 1:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun berlatih terbang, mungkin anak turunku suatu ketika bisa terbang seperti burung. Maka bisa terbang seperti burung mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 2:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun mengurangi konsumsi makanan, mengurangi konsumsi udara, mengurangi asupan gizi...dst maka suatu ketika anak turunku mungkin akan menjadi kecil sebesar kelereng. Menjadi kecil sebesar kelereng mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 3:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri memakan daging saja, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi makhluk kanibal. Maka makhluk kanibal mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 4:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri berjalan merangkak, maka suatu ketika anak turunku mungkin menjadi melata. Maka melata mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 5:
Jika aku beserta anak turunku sampai tak berhingga banyaknya selama bermilyar-milyar tahun membiasakan diri melakukan latihan body building, maka suatu ketika anak turunku mungkin bisa menjadi sebesar raksasa. Maka manusia sebesar raksasa mungkin bisa menjadi masa depanku.

Manusia 6:
Jika aku biasakan berbuat amal baik, maka syurga bisa menjadi masa depanku. Kalau begitu jika manusia terbiasa berbuat dosa maka neraka bisa menjadi masa depannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat apakah makna dari semua yang mereka katakan itu?

Bagawat:
Mereka berusaha merasionalkan takdir. Wallohua’lam bisawab.

30 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Allah SWT menciptakan manusia di dunia ini dengan segala hal yang melekat pada dirinya, khususnya takdir. Takdir seorang manusia telah ditentukan oleh Allah SWT bahkan sebelum manusia itu lahir. Takdir tidak dapat diubah. Manusia mungkin berfikir telah mengubah takdir karena manusia tersebut bertindak sok tahu padahal apa yang terjadi padanya sudah takdir Allah SWT. Oleh karena itu, hendaklah manusia pasrah dengan takdirnya di dunia ini. Karena takdir merupakan rahasia Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Takdir itu sesuatu yang tidak kita ketahui. Takdir ialah rahasia ilahi. Tugas seorang manusia adalah berusaha membiasakan diri melakukan hal- hal yang selaras dengan takdir yang diinginkannya. Sebagaimana pepatah apa yang kita petik adalah apa yang kita tanam. Usaha- usaha yang kita lakukan saat ini akan kita petik hasilnya dimasa depan. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mengubahnya sendiri. Maka takdir kita memang tidak kita ketahui tetapi bisa kita usahakan. Usaha- usaha yang kita lakukan haruslah diiringi dengan do'a kepada Allah SWT. Maka setelah usaha dan do'a tinggalah manusia berserah diri kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Areani Eka Putri
    12301249003
    Pend. Matematika Sub'12

    takdir setiap orang berbeda-beda, segala takdir sudah diatur oleh Tuhan. Tuhan sudah menyediakan segala sesuatunya didalam kehidupan kita sehingga kita bisa hidup sesuai dengan kehendak Tuhan namun ada juga yang hidup di luar kehendak Tuhan sehingga masa depannya pun menjadi buruk. untuk itu dalam menjalankan kehidupan tetap terus berserah dan berharap kepada Tuhan saja sehingga apa yang sudah Tuhan rencanakan dalam kehidupan kita yang baik adanya dapat tercapai. terimakasih.

    ReplyDelete
  5. SUPIANTO
    16701261001
    S3 PEP KELAS A 2016

    Andaikanhidup ini diibaratkan sebuah perjalanan panjang yang melewati rel kereta api, maka sepanjang rel kereta api itu kita akan melewati berbagai hal, sawah, sungai, gunung, perkampungan, kota, jalan raya, dsb...
    sepanjang perjalanan itu kita bebas untuk melihat peemandangan yang kita lewati dari berbagai sisi. kita bebas untuk melihat ke sisi jalan raya meskipun di saat yang sama kita juga melewati persawahan. pemandanga-pemandangan itu ibarat takdir. kita bebas memilih untuk melihat dan menjalani takdir (pemandangan) manapun yang inginkita jalani. yang jelas semuayang akan kita lewati sepanjang rel kehidupan ini semuanya sudah ditentukan, kita hanya tinggal memilihbagian mana saja yang ingin kita pilih untuk kita jalani. di titik ini takdir kemudian menajadi rasional.

    ReplyDelete
  6. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kita sebagai manusia hanya bisa berandai-andai dan memikirkan masa depan kita bagaimana, tetapi ingatlah terkadang andai yang kita pikirkan itu akan berbeda dengan sesungguhnya, karena pada saat kita berandai itu kita hanya memikirkan kita melakukan itu saja padahal ada hal lain yang kita lakukan selain andai yang kita pikirkan itu. Terkadang kita mencoba untuk menghindar dari sesuatu, setelah kita menghindar dengan cara apapun tetapi malah bertemu dengan sesuatu itu, inilah yang menurut saya takdir.

    ReplyDelete
  7. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sebenar-benarnya hidup adalah fatal dan vital, Apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang ditentukan pada apa yang dilakukan sekarang, takdir berada dalam wilayah Tuhan(fatal) sedangkan nasib berada di diri kita masing-masing (vital). Sehingga untuk mengusahakan nasib baik di masa depan kita harus berusaha dengan semaksimal mungkin tetapi perkara berhasil atau tidak biarlah kiranya Tuhan yang menentukan, karena Tuhan yang jauh lebih mengetahui tentang apa yang kita butuhkan dan yang terbaik buat kita.

    ReplyDelete
  8. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Takdir merupakan hal penting yang harus dipercayai oleh setiap muslim. Karena sesesungguhnya takdir kita telah ditentukan oleh Allah jauh sebelum kita diciptakan oleh Allah. Jadi mempercayai takdir dengan sepenuh hati merupakan cerminan keimanan seseorang. Semakin tinggi iman seseorang semakin yakinlah bahwa segala yang diberikan Allah kepadanya merupakan ketentuan yang telah ditentukan. Memahami takdir harus secara benar, karena kesalahan memahami takdir akan melahirkan pemahaman dan sikap yang salah pula dalam menempuh kehidupan.

    ReplyDelete
  9. Nurul Imtikhanah
    13301244002
    Pendidikan Matematika C 2013

    Takdir setiap manusia tidak ada yang mengetahui bahkan yang menjalani kehidupan itu sendiri tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Segala kemungkinan dapat terjadi. Contohnya seperti titik garis lingkran dan bola terdapat banyak kemungkinan apa yang akan terjadi kedepannya. Sebagai manusia hanya bisa berusaha terbaik agar mendapat takdir yang terbaik pula.

    ReplyDelete
  10. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Berbicara mengenai masa depan, tentunya tergantung pada diri sendiri akan menjadi apa kelak dan tergantung bagaimana cara kita meraihnya. Selain usaha, tentu juga dengan berdoa. Karena masa depan merupakan bagian dari takdir. Namun, takdir dapat dirubah sebelum benar terjadi dengan usaha untuk merubahnya.

    ReplyDelete
  11. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Berdasarkan elegi di atas, terdapat kata ‘mungkin’, jadi seseorang memperkirakan apa yang akan dia dapatkan jika ia melakukan sesuatu hal. Pada manusia 6 dikatakan jika biasakan berbuat baik maka akan mendapatkan surga dan sebaliknya. Hal ini merupakan sudah janji Tuhan. Namun apakah pantas kita berpikiran seperti itu, akankah lebih baik kita berbuat baik bukan untuk mengharapkan surganya semata tetapi ‘mengharapkan’ pemilik surga itu. Mengharpakna ridho-Nya, mengharapkan dekat dengan-Nya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  12. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi di atas menggabarkan bagaimana takdir manusia terbentang dalam ruang dan waktu. Takdir itu bisa dirasionalakan kedalam dimensi-dimensi. Dimensi itu sendiri ada 1Dimensi, 2Dimensi dan 3Dimensi. Jadi ketika berada pada 1D, kita hanya akan bisa merasionalkan tadir hanya pada lintas dimensi itu saja karena titik tidak akan bisa menyentuh takdir yang berada pada lintas garis maka agar bisa merasional takdir lebih atas lagi maka kita harus berevolusi kedalam 2D agar bisa merasionalkan takdir titik.Namun merasionalkan takdir tidak berhenti disini karena takdir di 2D sudah tentu tidak akan bisa menyentuh hal-hal yang ada dalam 3D. Maka kita dalam merasionalkan takdir yang lebih atas lagi haruslah berada pada 3D dimana ada ruang dan waktu, di lintas 3D ini kita bisa merasionalkan takdir mulai dari titik,garis,bagun datar serta bangun ruang dan merasionalkan takdir mentok sampai pada 3D karena untuk menuju jenjang diatasnya yakni 4 Dimensi manusia sudak tidak bisa lagi karena keterbasan manusia dalam berfikir karena di 4D sudah bukan lagi ranahnya manusia melainkan ranahnya para malaikat serta ciptaan Allah SWT lainnya yang ditakdirkan berada diluar ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT wajib mengimani takdir dan ketentuan dari Allah sebagai wujud ketakwaan kepada-Nya. Allah telah menentukan takdir kepada kita. Ada takdir yang tidak bisa diubah dan ada pula takdir yang bisa diubah. Kita sebagai manusia biasa hendaknya selalu berdoa dan berikhitar sebaik mungkin, selebihnya kita harus serahkan kepada Allah SWT dan ikhlas menerima seluruh ketentuan-Nya.

    ReplyDelete
  14. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Takdir adalah ketetapan Allah. Segala sesuatu yang menjadi ketetapan Allah merupakan sesuatu yang irasional. Hal tersebut berada diluar batas kemampuan pikiran kita. Upaya untuk merasionalkan takdir merupakan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Kita tidak akan tahu takdir yang akan terjadi pada diri kita di masa yang akan datang. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa untuk dapat mengubah takdir. Namun, pada akhirnya Allah yang akan menentukan takdir yang sesuai untuk diri kita. Maka sehebat apapun usaha kita untuk menerima takdir seperti yang kita inginkan, apabila Allah tidak meridhoi, hal itu tidak akan pernah terjadi. Allah telah memilihkan takdir terbaik bagi umat. Oleh karenanya yang dapat dilakukan manusia adalah dengan berusaha menjalani hidup sebaik-baiknya dan senantiasa mensyukuri setiap ketetapan-Nya.

    ReplyDelete
  15. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    TAkdir adalah hal yang mutlak lagi kontinum sesuai sifatnya dalam ruang dan waktu. Namun pada dasarnya setiap takdir itu bisa bergerak sesuai jalan yang ditempuh oleh yang menghadapi takdir. Sebagaiman disebutkan diatas bahwa hasil manipulasi yang diberikan pada objek gemoteri tersebut akan menghasilkan bentuk baru yang berakar hanya pada satu titik kecil. Dengan kata lain, bahwa takdirpun bisa dimanipulasi agar menjadi dan memenuhi bentuk baru dari seorang hamba. NAmunhal yang pasti pula adalah ketika telah mancapai suatu takdir maka haruslah hamba itu bertawkkal dan mengambil pelajaran dari takdir yang telah dimanipulasi, oleh entah dari kehendak dirinya sendiri atau hal-hal diluar dirinya temasuk kehendak Pemegan Takdir.

    ReplyDelete
  16. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Takdir adalah segala sesuatu yang masih menjadi rahasia, baik atau buruknya hal kita pikirkan, hal yang kita perbuat saat ini adalah sebuah proses untuk meraih masa Itu. Seseorang boleh merasionalkan apa yang ia lakukan saat ini tapi ia tidak dapat merasionalkan masa depan karena masa depan atau Takdir adalah irrasional.

    ReplyDelete
  17. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Takdir itu ditentukannya adalah dari usaha kita dari sekarang, ada pepatah lama yang mangatakan apa yang dia tanam maka itulah yang dia tuai, yang dia tuai tersebut itulah yang akan menjadi takdirnya nanti.saya juga ingin mengutip salah satu local genious dari bapak mario teguh yang pernah mengatakan bahwa, kesuksesan anda masa depan adalah ditentukan oleh hubungan anda dimasa kini. Oleh karena itu mulai dari sekarang marilah kita menanam hal yang baik-baik dalam hidup kita agar nantinya akan tumbuh dan menuai hal yang baik pula sebagai takdir kita. Amin ya robbal alamin.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  18. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Terkait takdir, saya berusaha untuk selalu optimis tawakkal menyerahkan keputusan akhir kepada Allah, husnuz zhan bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik buat kita, sabar kalau gagal dan syukur kalau sukses, akan memberikan semangat hidup yang tahan banting dalam menjalani kehidupan ini. Wa Allaahu A’lam.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  19. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Takdir adalah ketentuan Allah yang menjadi rahasiaNya dan tidak dapat ditolak oleh manusia. Allah berfirman dalam Q.S Al-Hadid:22 bahwa “Tidaklah terjadi suatu peristiwa di muka bumi ini dan pada diri kamu sekalian, melainkan sudah ada dalam catatan sebelum Kami membeberkannya. Sesungguhnya hal itu bagi Tuhan perkara mudah.” seperti yang kita ketahui bahwa takdir terdiri dari takdir yang dapat dirubah dan takdir yang tidak dapat dirubah, dalam hal ini manusia hanya bisa berusaha untuk merubah takdir yang dapat dirubah saja, dengan berusaha, berdoa, dan berikhtiar. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Ra’du: 11 “Sungguh Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sanggup mengubah apa yang ada pada dirinya.” Jadi, dalam melakukan segala sesuatu jangan takut terlebih dahulu, namun kita harus yakin akan usaha yang kita lakukan pasti akan diberi kemudahan dalam mencapai suatu tujuan dan keputusan Allah swt merupakan keputusan yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  20. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tuhan YME menciptakan manusia di dunia dengan segala hal yang melekat pada dirinya. Takdir kita sebagai manusia hanya Tuhan yang tahu. Ada takdir yang sudah ditetapkan dan tidak dapat di ubah, tetapi ada juga takdir yang dapat diusahakan. Sebagai manusia kita hanya perlu berikhtiar dan berdoa, sedangkan hasilnya serahkan kepada Tuhan YME. Sesungguhnya Tuhan YME tahu apa yang terbaik untuk hambanya.

    ReplyDelete
  21. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Berbicara mengenai takdir, di dalam filsafat takdir dapat dimaknai sebagai sesuatu yang sudah terjadi, karena pikiran manusia. Jika dinaikkan ke ranah spiritual, takdir itu bukan hanya sesuatu yang sudah terjadi, tetapi juga sesuatu yang akan terjadi. Namun jika kalimatnya dibalik, bahwa yang terjadi pasti adalah takdir, maka yang belum terjadi masih bisa diikhtiarkan. Dengan berikhtiar maka bisa jadi nasib seseorang akan menjadi lebih baik, seperti firman Allah jika Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersebut berusaha merubah takdirnya sendiri. Dengan demikian sebagai hambaNya kita wajib berikhtiar dan selalu berdoa.

    ReplyDelete
  22. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Takdir yang diberikan Tuhan pada manusia sepemahaman saya bersifat cair dan dinamis. Manusia diberikan sebagian otoritas untuk menuliskan sendiri takdirnya, yaitu dengan jalan ikhtiar. Hal itu agar manusia tidak hanya pasrah berdiam diri menanti takdir apa yang akan dia jalani esok hari. Sebaik-baiknya manusia adalah dia selalu berikhtiar berproses menuju Tuhan. Tentu manusia juga harus berprasangka baik pada Tuhan dan menyadari bahwa apapun yang terjadi pada dirinya adalah takdir terbaik baginya.

    ReplyDelete
  23. Annisa Eprila Fauziah
    16709251040
    PPs P.Mat B 2016

    Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat, maupun waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi di alam raya ini ada takdirnya, termasuk manusia. Selalu berikhtiar dan berdoa agar hidup menjadi lebih baik dan Allah akan membukakan pintu kemudahan untuk segala urusan-urusan manusia, baik di dunia maupun akhirat.

    ReplyDelete
  24. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Takdir merupakan suatu ketetapan yang di buat oleh Allah swt. Setiap orang mempunyai takdir yang berbeda, manusia dituntut untuk mempercayai apa yang menjadi suatu ketetapan yang sudah di buat oleh Allah, manusia di berikan akal oleh Allah agar ia bisa merasionalkan dan menerima suatu ketetapan yang telah di buat oleh Allah sebagai bentuk keimanannya kepada Allah. Dalam ayat Al-Quran mengatakan yang artinya allah tidak akan merubah nasib atau takdir seseorang kecuali orang tersebut mau merubah nasibnya sendiri, jadi maksud dari ayat tersebut adalah nasib atau takdir seseorang memang sudah di tentukan oleh Allah akan tetapi manusia dibolehkan untuk merubah nasibnya menjadi lebih baik dengan berdoa, berusaha dan berikhtiar. Dan jika apa yang telah direncanakan oleh seseorang dan sekeras apapun ia berusaha, berdoa, dan berikhtiar tetapi tidak sesuai dengan rencana maka yakinlah bahwa Allah merencanakan sesuatu hal yang lain untuk hamba-Nya dan pasti itu merupakan hal yang terbaik.

    ReplyDelete
  25. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Takdir bukanlah suatu yang harus dirasionalkan, bukan juga sesuatu yang dapat kita atur sesuka hati. Takdir juga bukan sesuatu yang pantas disesali, ini merupakan suatu perjalanan yang telah Alloh siapkan dengan segenap pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik dalam perjalanannya. Manusia bisa saja memikirkan takdir, menerka, merencanakan, akan tetapi pada akhirnya Alloh yang memilihkan dan itu adalah sebaik-baik jalan untuk dijalani.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Sebenarnya alam semesta ini tergantung kita memandangnya. Mau dibilang kecil memang kecil. Mau dibilang besar memang besar. Tidak ada juga yang dapat memprediksi masa depan. Kecuali hanya bisa berandai-andai. Jika kita sampai bisa mengetahui masa depan sekalipun, itu datangnya dari syaithan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete

  28. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Manusia hanya bia berencana dan berandai-andai merasionalkan takdir. Akan tetapi belum tentu yang dirasionalkan itu sesuai dengan yang diharapkan. Terkdang berbeda dari rencana dan keinginan. Sebagaimanapun rencana manusia hanyalah, Allah lah yang menentukan. Takdir sudah ditetapkan oleh Allah dan hanya Allah yang mengetahuinya.

    ReplyDelete
  29. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Yang paling penting sebagai manusia adalah untuk memperbanyak upaya dan berdoa kepada Allah. Allah akan memberikan kemudahan dan menjauhkan dari godaan. Doa akan mempengaruhi apa yang telah ditetapkan Allah SWT. Akan tetapi perubahan dikarenakan doa itu juga terjadi karena Allah sudah tetapkan. Jadi, jika jika sudah menjadi takdir Allah, terjadilah akan menghadapinya.

    ReplyDelete
  30. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016


    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita konstruk dari sekarang. Kita mempunyai banyak impian, rencana dan harapan harapan yang akan diraih. Tapi nyatanya, masa depan itu rahasia Allah. Kadang berbeda bahkan bertolak belakang dengan apa yang kita rencanakan. Karena manusia hanya bisa berencana sedang Allah yang menentukan. Takdir manusia sudah ditentukan. Tugas manusia belajar sebaik mungkin mengharap ridho Allah apapun yang terjadi, maju dan hadapi.

    Terimakasih.
    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id