Mar 16, 2013

News Update: Koalisi Pendidikan Menolak Kurikulum 2013

Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan

Petisi oleh  
Jakarta Selatan, Indonesia 

Teman-teman,
Koalisi Pendidikan, Praktisi Pendidikan, Federasi Serikat Guru Indonesia, Orang Tua Murid, dan ICW menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.
Kami menolak perubahan kurikulum dengan alasan:
1. Tidak ada alasan dan latar belakang yang jelas mengapa kurikulum harus diubah.
2. Perubahan kurikulum dilakukan secara reaktif, tanpa ada visi yang jelas mengenai pendidikan.
3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.
4. Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.
5. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.
6. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku.

Terkait hal tersebut, maka kami memberikan rekomendasi, yaitu:
1. Menolak perubahan kurikulum, dan mengajak masyarakat untuk bergerak menolak karena perubahan kurikulum tidak di dasari oleh paradigma yang jelas, mengenai pendidikan itu sendiri.
2. Orientasi pendidkan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pada selera kebutuhan pasar.
3. Menyadari hal ini, Kami berharap pemeritah lebih fokus pada:
peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980)1. Program-program peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan, termasuk UKG tidak memiliki dampak peningkatan kualitas pendidikan.
4. Perubahan kurikulum harus didasarkan pada riset yang jelas dan seluruh stekhoder terkait, serta bukan sekadar uji publik tetapi harus dilakukan melalui uji coba.
Melalui petisi ini, Kami ingin mengajak teman-teman untuk menyuarakan penolakan teman-teman terhadap perubahan kurikulum pendidikan yang akan dilakukan oleh Kemendikbud secara bersama-sama.

5 Desember 2012

57 comments:

  1. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Sampai saat ini pun masih banyak pro dan kontra mengenai kurikulum 2013 yang berbasis saintifik. Menurut saya pribadi, saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang sangat bagus, dengan mengedepankan student center, mengutamakan berbagai inovasi pembelajaran serta mengutamakan interaksi antara guru dan peserta didik. Menurut pandangan filsafat, saintifik adalah pendekatan hasil pemikiran auguste comte dan tokoh filsuf yang mengedepankan segala hal berbasis sains. Tokoh barat yang tidak mengindahkan adanya spiritualisme dalam kehidupan. Indonesia negara yang mengutamakn spiritualisme di atas segalanya, mungkin bisa mengombinasi menjadi saintifik-spiritualisme dan saintifik-pancasila. Seharusnya kurikulum tetap KTSP hanya saja dilakukan kombinasi dengan berbasis saintifik. Tugas guru untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, yang penting kebutuhan belajar siswa terpenuhi. Menurut saya, kegalauan para guru terkait penggunaan 5 M sebaiknya tidak sampai terdengar oleh siswa. Jika memang telah terlanjur tersebar, sebarkan pula keoptimisan dalam menghadapi tantang Kurikulum 2013. Semoga guru-guru Indonesia dapat meningkatkan kualitasnya dengan kurikulum apapun.

    ReplyDelete
  2. Bayu Adhiwibowo
    16709251014 / S2 Pend. Matematika
    Perubahan kurikulum adalah sebuah hal yang wajar dalam sebuah negar ayang berkembang. Karena masih berusaha untuk mengembangkan negara tersebut. Akan tetapi perubahan kurikulum itu juga melihat dari keadaan yang ada dilapangan. Yang penting dan esensi dalam pendidikan di Indonesia adalah perubahan cara berpikir dari pendidik juga. Pola pikir pendidik di Indonesia harusnya diharapkan untuk maju kedepan dan mengembangkan pribadi siswa.

    ReplyDelete
  3. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, menurut pendapat saya sampai saat ini pun masih banyak pro dan kontra mengenai kurikulum 2013. Namun bagi saya, apabila kurikulum 2013 ini dapat dipersiapkan dan dilkasanakan dengan baik insyaallah hasilnya akan sangat baik. hanya saja yang terjadi adalah perubahan kurikulum yang mendadak membuat sebagian orang yang belum kompeten melaksanakan kurikulum ini menjadi kelabakan dalam mengajar, tak tahu bagaimana seharusnya K13 diaplikasikan dalam kelas. Tugas guru untuk memfasilitasi siswa masih belum sepenuhnya dapat terlaksana. Karena banyak guru yang masih mengeluhkan ketidaksiapan dalam melaksanakan K13 ini. Semoga guru-guru Indonesia dapat meningkatkan kualitasnya dengan kurikulum apapun.

    ReplyDelete
  4. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Saya setuju dengan usaha menolak petisi ini. Karena menurut pengamatan saya, perubahan kurikulum yang terjadi, tidak didasarkan kepada alasan yang dapat diterima secara rasional.

    Dalam kondisi sekarang, pendidikan di indonesia menganut asas kapitalis-sekuler. Sistem kapitalis yang menginginkan agar pendidikan di Indonesia berasakan materi. Sehingga, wajar jika tujuan pendidikan yang seharusnya membentuk karakter baik, berakidah yang baik, dan menguasai iptek, kini telah berubah paradigmanya menjadi seseorang yang sukses hanya dalam karir. Perubahan kurikulum tersebut juga terkesan seperti memenuhi “permintaan pasar”, dimana ketika kebutuhan pasar menginginkan SDM tertentu yang sesuai dengan kualifikasi pasar, maka negeri-negeri termasuk indonesia juga menyesuaikan dengan keadaan pasar dunia saat itu.

    Hal ini berbahaya, karena mengabaikan fitrah manusia yang seharusnya siswa menuntut ilmu untuk kebahagiaan di dunia dan di akhirat dan memenuhi kewajiban sebagai seorang hamba menjadi hanya didasarkan kebutuhan ekonomi semata serta kurang optimalnya minat dan bakat siswa disebabkan kurikulum yang ada kurang memfasilitasi mereka. Jika hal ini dibiarkan, maka akan menjadi “Bom Waktu” bagi negeri indonesia sendiri.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  5. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Petisi tersebut mengenai penolakan terhadap keberlakuan kurikulum 2013. Tidak heran di Negara berkembang salah satunya Indonesia sering bergonta-ganti kurikulum. Hal ini dikarenakan Indonesia masih mengalami kebingungan, masih disorientasi terhadap cita-cita pendidikan seperti apa yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia sendiri. Apakah ingin menjadikan Indonesia sebagai industrial trainer, technological pragmatice, old humanist, progressive, atau public educator. Harusnya di usia Indonesia yang sudah lebih setengah abad ini, yakni 71 tahun dan bisa dikatakan dengan umur segitu yang sudah cukup banyak pengalaman yang dapat dipetik, harusnya sudah mampu menentukan identitasnya, sudah mampu menentukan arah pendidikannya.

    ReplyDelete
  6. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Perubahan kurikulum yang telah dilaksanakan tahun 2013 lalu memang tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru, sehingga bukan hanya siswa yang menjadi korban kelinci percobaan perubahan kurikulum, tetapi para guru pun belum siap untuk mengimplementasikannya, karena pemerintah pun belum melakukan sosialisasi secara merata kepada seluruh guru yang ada di tanah air, dan buku-buku yang disediakan pun masih sangat terbatas, sehingga masih sangat banyak sekolah-sekolah yang belum mendapatkan buku kurikulum 2013 di sekolahnya, sehingga menambah kesulitan dalam menerapkan kurikulum baru tersebut di sekolah, bahkan hingga saat ini pun masih belum semua sekolah di Indonesia menerapkan kurikulum 2013 tersebut. Jadi apa yang ingin dilakukan pemerintah sebenarnya belum dipersiapkan secara matang, namun sudah dilaksanakan, sehingga hasilnya pun tidak menunjukkan keberhasilan.

    ReplyDelete
  7. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Pembelajaran berbasis saintifik sampai saat ini masih mengalami pro & kontrak. Hal ini dapat dilihat pada penerapan Kurikulum 2013 yang segala sesuatu harus berdasarkan saintifik. Hasil dari pemikiran Auguste Comte ini mau dijalankan di Indonesia dengan mengutamakan sains di atas segalanya dan mengesampingkan unsur yang lain. Ini sangat tidak relevan dengan budaya bangsa Indonesia yang plural, sehingga dalam menerapkannya diperlukan pengkajian terlebih dahulu baru diterapkan. Dengan adanya penolakan perubahan kurikulum oleh para guru menunjukkan bahwa kurikulm 2013 belum semestinya di terapkan karena hanya akan menguntungkan pihak-pihak tertentu saja.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Pada saat kurikulum 2013 baru dicanangkan, banyak pihak yang menolak dengan adanya kurikulum baru ini. Dikarenakan berbagai faktor yang seperti Bapak sebutkan di atas. Namun pada akhirnya pemerintah tetap menjalankan kurikulum ini, dan terus berusaha memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru secara merata di seluruh daerah. Sekarang ini K13 telah hampir diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Namun masih ada sekolah yang menerapkan KTSP. Semoga kedepannya pelaksanaan K13 semakin baik, sehingga dapat menunjukkan manfaat yang baesar bagi kemajuan mutu pendidikan Indonesia.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tolak Perubahan Pendidikan", Saat ini, pendidikan Indonesia sudah menggunakan kurikulum 2013. Maaf sebelumnya pak, dalam tulisa tersebut hanya disebutkan beberapa kelemahan atau kekurang dengan penerapan kurikulum 2013, tetapi untuk kelebihan dan keunggulan dari penerapan kurikulum 2013 belum disebutkan.Pihak Kemdikbud yang meluncurkan kurikulum baru yaitu kurikulum 2013 tentu sudah mempertimbangkan kelebihan dan manfaat dengan penerapan kurikulum 2013.Kita hanya berharap penerapan kirulum 2013 ini dapat membawa manfaat yang besaar dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  10. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    perubahan kurikulum KTSP menjadi kurikulum 2013 yang sangat kontroversional karena dianggap tidak berdaar awalnya mendatangkan pertentangan yang sangat luas di seluruh indonesia. walaupun demikian kurikulum 2013 tetap saja dijalankan, danharapan kita semua perubahan kurikulum ini memang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  11. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    perubahan kurikulum, saya rasa memang terlalu cepat, kurang latar belakang permaaslaahan sehingga mengahsruskan kurikulum dirubah, sepertinya bangsa indonsesia cuma disogok dengan berita berita baik tentang saintifik, padahal saintifik itu hanya pendekatan, cara, manaatnya bisa dirasakan ketika semua itu bsa terlaksanan secara nyata dan maksimal.
    sama seperti rajin belajar, rajin beajar itu cuma nama, yang penting pelaksanannya benar - benar bisa dilasanakn an bisa memberikan manfaat yang besar. dan siswa yang belajar, memabca buku, brekplosari itu namanya sdauh rajin belajar, banyak cara untuk ajin belajara, dan juga banyak cara untuk saintifik.

    ReplyDelete
  12. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Ha! it is really difficulty to say that any educational system is successful when there are still speculations among the users of it. according to my owmn experience, the fruitless curriculum is the result of corruption because people who collect data to start the project of designing the curriculum are given the opportunity to do that activity with the objective of making money not for promoting education in a country. many reasons like, lack of reference, methods and unapplicable teaching material can be the root-cause to reject the curriculum.

    ReplyDelete
  13. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Kurikulum 2013 yang baru-baru saja dilaksanakan menimbulkan beberapa polemik ada yang pro maupun kontra. Begitulah ketika kurikulum 2013 yang seharusnya menjadi instrumen untuk melahirkan generasi masa depan yang unggul dan hebat, telah tereduksi oleh beberapa kalangan. Banyaknya intervensi yang terkait membuat salah satu faktor polemik tersebut. Mungkin harus ada beberapa perubahan dan penyempurnakan seluruh komponen dan perangkat kurikulum 2013, karena hingga saat ini kurikulum 2013 belum berjalan dengan maksimal.

    ReplyDelete
  14. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Pro kontra kurikulum 2013 sampai saat ini masih bermunculan. Karena memang masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Permasalahan yang dibiarkan berjalan terus tentu akan mengganggu berlangsungnya pembelajaran baik bagi guru maupun siswa. Sehingga penting bagi aktivis pendidikan di Indonesia untuk membantu memperbaiki kekurangan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  15. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Pro kontra kurikulum 2013 sampai saat ini masih terjadi. Karena masih banyak yang perlu diperbaiki. Permasalahan yang dibiarkan berjalan terus tentu akan mengganggu berlangsungnya pembelajaran baik bagi guru maupun siswa. Sehingga penting bagi aktivis pendidikan di Indonesia untuk membantu memperbaiki kekurangan pendidikan di Indonesia. Bukan hanya menolak saja tapi juga haru bertindak.

    ReplyDelete
  16. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    Perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Hal ini juga disebabkan pertukaran menteri pendidikan yang di atur politik tanpa memikirkan masyarakat.

    ReplyDelete
  17. 16701251016
    PEP B S2
    Setiap apapun menghendaki akan perubahan, perubahan yang dimaksud adalah untuk memperbaiki keadaan, bukan memperburuk keadaan. Perubahan kurikulum dimaksudkan adalah untuk memperbaiki sistem pendidikan. Namun beberapa orang melihat dari sudut pandang berbeda, ada yang yakin bahwa perubahan akan membawa kearah yang lebih baik yang tentunya dengan dasar sendiri. Adapaun yang melihat bahwa perubahan kurikulum ini tidak akan menuai hasil dan malah justru sebaliknya. Begitulah dunia dalan memahami konteks dualistik, maka dunia akan sempurna dengan adanya pro-kontra, tesis dan antitesisnya. Yang terpenting adalah penyesuaian diri, bagaimana caranya agar senantiasa menyelaraskan keadaan dengan kasus kasus yang ada

    ReplyDelete
  18. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    banyak sekali spekulasi politis terkait implementasi K13. Beberapa kritik tidak bisa langsung dibenarkan maupun disalahkan. Banyak yang berpendapat bahwa K13 terlalu prematur pada pelaksanaannya. Hal ini mungkin benar jika kita berkaca pada kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. KTSP sendiri mengalami proses pengembangan yang sangat panjang. Dimulai dari th 2003, embrio KTSP diimplementasikan sebagai KBK th 2004. Sosialisasi dan ujicoba terbatas pada beberapa sekolah pilot dilakukan hingga 3 tahun diperlukan untuk menyempurnakan KBK tersebut menjadi kurikulum yang kita kenal sebagai KTSP. Jika saja pemerintah memiliki program yang jelas mengenai K13 dan tersosialisasi dengan baik. Maka anggapan bahwa penerapan K13 yang terlalu terburu-buru tidak akan muncul.

    ReplyDelete
  19. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    Pendekatan berbasis empiris dan mengedepankan student centered sebenarnya sudah menjadi fokus utama pada KBK maupun KTSP. Anggapan bahwa K13 merupakan kurikulum pertama yang mengedepankan dua hal tersebut adalah salah. Ide menarik yang diangkat K13 sebenarnya ada pada integrasi antara kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang dibuat eksplisit pada K13. Bukan berarti lada KTSP tidak mengedepankan ketiga ranah tersebut, hanya saja pada KTSP, ranah tersebut masih implisit. Operasionalisasi ketiga ranah tersebut menyisakan masalah praktis yang sangat rumit. Pada kenyataannya, guru akan sangat mengalami kesulitan dalam menilai segala aspek tersebut untuk tiap siswa. Namun, pada dasarnya, memang seharusnya seorang guru harus benar-benar memahami anak didiknya sehingga guru mampu memberikan pendidikan yang tepat bagi siswanya disamping pengajaran yg diberikan. Masalah teknis yang ada akan menghilang seiring dengan pengembangan K13 yang lebih jelas.

    ReplyDelete
  20. Yurizka Melia Sari
    16701261003
    PPs PEP A 2016

    "Program-program peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan, termasuk UKG tidak memiliki dampak peningkatan kualitas pendidikan"

    Pernyataan di atas memang tidak dapat dipungkiri kebenarannya. Kenyataannya, pemerintah sudah cukup banyak menghabiskan anggaran negara untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas tenaga pengajar melalui sertifikasi guru, PLPG, dan PPG. UKG merupakan salah satu sarana pemerintah dalam mengetahui apakah program yang sudah dijalankan bisa dikatakan berhasil. Kenyataannya, hasil UKG memang tidak berbohong. Jumlah guru yang tidak lulus pada UKG sangat mrncengangkan. Melihat tunjangan profesi yang diberikan pemerintah kepada guru yang tidak sedikit, sangat disayangkan jika ternyata sumber daya itu tidak dimanfaatkan guru untuk meningkatkan kualitas profesional dalam pendidikan dan pengajaran seperti yang diharapkan pemerintah. Pemerintah sendiri sebenarnya sudah memiliki program-program yang tepat dalam memperbaiki kinerja guru-guru tersebut, terutama bagi guru yang gagal pada UKG. Bagi guru-guru tersebut, diwajibkan mengikuti kegiatan remidy melalui tatap muka dan juga daring (melalui gurupebelajar). Namun kembali lagi, banyak guru yang merasa terbebani dalam hal peningkatan kualitas profesional dan memilih untuk tidak berusaha sama sekali, walaupun masih ada juga yang semangat untuk belajar. Mental guru yang seperti inilah yang sangat berbahaya bagi pendidikan di Indonesia. Sehingga, pelatihan-pelatihan yang ada seharusnya juga dapat mengubah mental guru yang lebih memilih pasrah menjadi bersemangad untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Walaupun tidak mudah dalam mengubah karakter dari guru yang lebih memilih diam, sedikit demi sedikit mental tersebut akan bisa menjadi lebih baik dari pada tidak sama sekali.

    ReplyDelete
  21. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Petisi di atas dibuat pada tahun 2012, sebelum kurikulum 2013 resmi dilaksanakan. Kekhawatiran para guru, pakar pedagogik, dan stakeholder pun akhirnya terjadi. Banyak sekali masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam mengimplementasikan kurikukum 2013 ini. Hingga pada akhir tahun 2016 ini saja masih terdapat masalah-masalah yang dihadapi oleh guru. Hal ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua terkhusus bagi pembuat kebijakan agar masalah yang seperti ini tidak terulang lagi kedepannya.

    ReplyDelete
  22. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Pada awal penerapan kurikulum 2013 muncul berbagai konflik. Menurut saya adalah betul apa yang disampaikan pada petisi di atas. Bahwa yang menjadi korban adalah guru dan siswa. Untuk mengimplementasikan kurikulum 2013, guru hanya diberikan pelatihan selama tiga hari, yang mana secara logika implementasi kurikulum 2013 tidak akan maksimal dan optimal oleh guru. Bahkan sampai sekarang masih banyak konflik dan permasalahan terkait kurikulum 2013. Maka untuk para pejabat publik, terutama yang berkecimpung dalam bidang pendidikan, hendaknya mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum membuat kebijakan baru. Terutama mempertimbangkan yang berada di lapangan secara langsung, yaitu guru dan siswa.

    ReplyDelete
  23. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Pro dan kontra akan suatu kebijakan sudah menjadi kewajaran yang umum. Begitupula dalam perubahan kurikulum. Kritikan akan kebijakan tersebut menjadi hal yang sangat lumrah terjadi. Hal ini disebakan karena banyak pihak yang merasa belum siap namun berkewajiban untuk menjalankan kurikulum 2013. Saya yakin kurikulum 2013 ini mengandung banyak hal positif dan manfaat bagi guru maupun siswa. Hanya saja penerapannya yang terkesan tergesa-gesa justru akan merugikan banyak pihak. Selain karena buku pegangan yang belum sempurna, kesulitan lain yaitu banyaknya guru yang belum memahami metode kurikulum 2013. Belum lagi sekarang ini, belum sempat Kurikulum 2013 diterapkan secara optimal sudah dihentikan dan dimunculkan wacana penggunaan kurikulum baru.

    ReplyDelete
  24. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Kurikulum 2013 yang saat ini sudah diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia memang masih memiliki pro dan kontra. Kurikulum 2013 terkesan tergesa-gesa dalam penerapannya karena di nilai sebenarnya belum begitu selesai persiapannya dan belum di uji secara matang. Maka dalam penerapannta masing sering muncul permasalahan, mulai dari masalah yang sepele hingga masalah yang rumit. Seharusnya sebelum diterapkan perlu dikaji yang mendalam apakah sudah layak untuk dipakai atau perlu dibenahi dalam beberapa bagian.

    ReplyDelete
  25. Jahidatu Lis Silmi I'la Alhaq
    16701251022
    S2 PEP B 2016

    Kurikulum 2013 yang saat ini sudah diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia memang masih memiliki pro dan kontra. Kurikulum 2013 terkesan tergesa-gesa dalam penerapannya karena di nilai sebenarnya belum begitu selesai persiapannya dan belum di uji secara matang. Maka dalam penerapannta masing sering muncul permasalahan, mulai dari masalah yang sepele hingga masalah yang rumit. Seharusnya sebelum diterapkan perlu dikaji yang mendalam apakah sudah layak untuk dipakai atau perlu dibenahi dalam beberapa bagian.

    ReplyDelete
  26. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Kurikulum adalah salah satu hal yang mendasari keberhasilan pencapaian pendidikan Indonesia sehingga benar-benar berpengaruh dampak positif dan negatif. Dalam kurikulum 2013 pemerintah telah menetapkan sejak 2013 bahkan merevisinya tidak hanya sekali. Ini menjadi satu hal yang perlu digaris bawahi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Harapannya semoga kurikulum di 2013 dapat menjadikan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  27. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Perubahan kurikulum memang masih menjadi pro dan kontra yang tak tertengahkan seperti halnya masalah UN. Kurikulum 2013 yang sudah 3 tahun diterapkan di Indonesia. Namun, belum semua sekolah mengalami kurikulum 2013. Beberapa sisanya masih menggunakan kurikulum KTSP. Dalam tulisan Bapak tertulis beberapa kelemahan kurikulum 2013. Bebrapa menolak dengan adanya kurikulum 2013 karena beberapa alasan. Setidaknya, perubahan kurikulum dilakukan untuk memperbaiki agar disesuaikan dengan perkembangan tuntutuan zaman.

    ReplyDelete
  28. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Kurikulum 2013 memiliki beberapa kelemahan tetapi juga memiliki banyak kelebihan. Merubah pembelajaran menjadi terpusat pada siswa dan menjadikan siswa yang pasif menjadi aktif. Dalam kurikulum 2013 pun yang meliputi 5M, saya rasa memiliki banyak manfaat. Siswa dapat pula menemukan konsep melalui pengamatan sesuatu kemudian mengomunikasikan dengan bantuan guru. Ini menjadi hal yang baik saya kira. Perubahan kurikulum yang dirancang oleh kementrian pendidikan pasti memiliki tujuan yang baik.

    ReplyDelete
  29. Miftahir Rizqa
    16701261027
    S3 PEP Kelas A
    perubahan kurikulum belum memuat alasan yang tepat. tepatnya di Indonesia, gonta ganti kurikulum bukan membuat perubahan tetapi membuat para pelakunya bingung, dan tidak jelas tujuan nya apa. walaupun pada dasarnya perubahan itu karena menuju perubahan, namun belum kenyataannya.

    ReplyDelete
  30. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    Kurikulum 2013 merupakan kurikulum sekarang, yang merupakan bagian dari perubahan kurikulum dari masa ke masa. tentunya tujuan dari kurikulum 2013 itu baik, namun kenyataannya belum tentu baik. kenyataanya guru-guru di daerah itu jauh berbeda dengan guru-guru di kota, baik pengalaman maupun ilmu mereka. kenyataannya diperoleh guru-guru belum siap menjalankan kurikulum 2013, hal ini terlihat pada tahun 2015 guru-guru di daerah belum melaksanakan penilaian autentik kurikulum 2013. data diperoleh berdasarkan penelitian saya tahun 2015 mengenai pelaksanaan kurikulum 2013 tahun 2015

    ReplyDelete
  31. Miftahir Rizqa
    16701261027
    PEP Kelas A
    mengenai perubahan kurikulum 2013, saya cuma menyarankan kepada pemerintah untuk melihat kesiapan pelaku kurikulum 2013. tentunya berbagai persiapan harus dilaksanakan dulu sebelum kurikulum 2013 diterapkan. yang ada bukan perubahan melainkan permasalahan banyak timbul, sehingga guru semakin tidak nyaman dalam pelaksanaan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  32. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Kurikulum 2013 pada esensinya adalah bagus, tujuannya membangun Sumber daya manusia yang lebih berkualitas melalui pendidikan formal. Namun masih perlu adanya revisi dari hal hal yang masih belum sesuai dengan karakteristik siswa di negara Indonesia yang tentunya berbeda beda dan tersebar tidak merata. Kurikulum pembelajaran seharusnya tidak membebani siswa dengan mengharuskan siswa memahami materi yang luar biasa banyak sekali dengan waktu yang sangat singkat serta metode aturan aturan yang lainnya. Maka dari itu apalah arti pembelajaran tersebut, hanya akan menjadi angin lalu, kurang bermaknam yang orientasinya hanya memenuhi nilai.

    ReplyDelete
  33. Rhomiy handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Konflik peredebatan tentang implementasi kurikulum 2013 masih terjadi sampai sekarang ini, menurut pendapat saya sendiri saya merasa kurikulum 2013 belum siap untuk di terapkan didunia pendidikan indonesia salah satu alasan saya adalah tidak meratanya kualitas guru diindonesia. peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980) harus dilakukan. pada dasarnya kurikulum 2013 sangat baik karena berlandaskan 4C, namun sebelum di implementasikan ada baiknya perbaiki dulu kualitas gurunya. jika guru sudah berkualias maka kurikulum apa pun yang diterapkan akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas.

    ReplyDelete
  34. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Petisi tolak perubahan kurikulum pendidikan ini menegaskan bahwasanya kurikulum 2013 memang belum siap dicanangkan. Adanya penolakan timbul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyatan. Ini menjadi “warning” bagi pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk lebih berhati-hati ke depan dalam mencanangkan kebijakan. Terlebih kebijakan pendidikan, yang berlaku nasional.

    ReplyDelete
  35. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Tidak hanya petisi berisi penolakan kurikulum 2013, dalam artikel di atas juga dibarengi dengan rekomendasi. Apik sekali rekomendasi yang ditawarkan. Terutama pada poin nomor empat, “Perubahan kurikulum harus didasarkan pada riset yang jelas dan seluruh stekhoder terkait, serta bukan sekadar uji publik tetapi harus dilakukan melalui uji coba”.
    Rekomendasi ini jelas menuntu kita semua untuk lebih “peka” terhadap permasalahan kebijakan dengan melakukan riset dan memberi solusi demi tercapainya tujuan pendidikan yang lebih baik. Aamiin.

    ReplyDelete
  36. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Perubahan kurikulum perlu dilakukan untuk menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan ruang dan waktunya. Namun, Kurikulum 2013 yang mulai diterapkan pada beberapa sekolah 3 tahun terakhir masih menjadi pro dan kontra di dalam dunia pendidikan. Dalam beberapa hal Kurikulum 2013 memiliki keunggulan, tetapi terdapat hal-hal khusus yang perlu dikaji lebih mendalam. Salah satu hal yang menjadi penyebab penolakan dari berbagai pihak adalah penerapannya yang terkesan terburu-buru dan dipaksakan. Pada awal implementasinya, Kurikulum 2013 masih perlu dievalusi agar lebih matang dalam implementasinya. Sampai saat ini pun, pelaksanaan Kurikulum 2013 masih perlu direview dan dikaji seberapa jauh keberhasilan Kurikulum tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan.

    ReplyDelete
  37. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Tema postingan Prof. Marsigit tentang koaalisi menolak Kurikullum 2013 sangat menarik untuk dibahas. Apa sebenarnya yang menjadi masalah dengan kurikulum 2013? Menurut saya jika dilihat dari maksud dan tujuan penerapan kurikulum 2013 maka kurikulum ini dimaksudkan untuk memdorong peserta didik mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun permasalahannya adalah tidak siapnya guru-guru dalam menghadapi perubahan ini. Sehingga sebagus apapun kurikulum tersebut jika gurunya belum siap maka itu tidaklah baik.

    ReplyDelete
  38. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Adanya rekomendasi terkait penolakan terhadap kurikulum 2013 tentang peningkatan kualitas guru, saya sangat setuju. Masih banyak guru-guru didaerah yang jarang sekali mendapat pelatihan. Pelatihan guru bukan sekedar penataran seperti sekarang ini, output yang didapat hanya membuat laporan yang sebenarnya sudah banyak, namun ketika diminta untuk mempraktekannya belum tentu bisa. Pelatihan guru haruslah komprehensif. SEtelah mendapat materi dari pelatihan, guru harus menjalankan praktek dan bila memungkinkan dimagangkan pada sekolah-sekolah yang menjadi pilot project.

    ReplyDelete
  39. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Pro dan kontra tentang kurikulum 2013 terjadi, salah satu penyebabnya adalah kurangnya sosialisasi kepada guru-guru sebagai orang yang terlibat langsung dalam pelasaksanaan project besar ini. Akibatnya guru-guru merasa kebingungan dalam implementasinya. Mungkin bagi sekolah di perkotaan perubahan kurikulum kemungkinan tidak menjadi masalah, namun bagi yang bertugas didaerah ataupun perbatasan maka perubahan ini pastilah membutuhkan waktu adaptasi yang cukup lama.

    ReplyDelete
  40. Fitri Wulandari
    16701261018
    S3 PEP A UNY

    Setiap melakukan perubahan pastilah bertujuan untuk menuju yang lebih baik. Namun alangkah baiknya jika perubahan tersebut sebelum diterapkan terlebih dahulu melalui proses riset dan evaluasi, diteliti secara detail serta dilakukan sosialisasi sehingga baik dari pihak guru maupun siswa tidak merasa terbebani dan tidak banyak menimbulkan pro dan kontra.

    ReplyDelete
  41. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dari hanya sekedar issue sampai pada penerapan dan pelaksanaan, dan bahkan sampai detik ini, saya masih kontra dengan kurikulum 2013. Saya merasakannya sebagai guru. Berkali-kali pelatihan diberikan namun pembahasan hanya berpusat dan berputar pada rapor dan penilaian. Belum lagi RPP dan perangkat lain harus secara "strictly' diterapkan. Mneggemborkan slogan pendidikan karakter namun sekana membunuh karakter guru. Metode saintifik yang juga secara strictly harus diterapkan membuat saya dan teman-teman guru yang merasa miskin akan inovasi. Yang lebih parah adalah guru terkesan hanya dibuat fokus pada perangkat pembelajaran, namun tidak memikirkan bagaimana mendidik siswa dengan kurikulum baru itu.

    ReplyDelete
  42. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Meskipun perubahan kurikulum ini sudah cukup lama, tapi sampai sekarang masih menjadi topik yang cukup hangat untuk diperbicarakan. Perubahan kurikulum 2006 atau KTSP ke kurikulum 2013 pasti menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat baik masyarakat yang berkecimpung di dunia pendidikan maupun masyarakat pada umumnya.Pada kurikulum 2013 menuntut peserta didik untuk berfikir lebih ekstra.Berdasarkan pengalaman saya setelah menjalani program PPL di suatu sekolah negeri SMA.Terlihat bahwa peserta didik merasa sangat terbebani dengan berubahan kurikulum tersebut.Karena, dengan adanya perubahan tersebut selain peserta didik perlu beradaptasi dengan kurikulum yang baru, mereka juga dituntut untuk berfikir ekstra. Selain itu belum adanya sosialisasi yang merata mengenai kurikulum 2013. Sehingga banyak sekolah yang merasa masih asing dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut mengenai kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  43. Saya pribadi sangat keberatan dengan adanya pergantian kurikulum. Apalagi perubahan besar-besaran pada sistematika kurikulum sangat terasa sekali dimulai dari penyusunan perangkat pembelajaran sampai pada tahap evaluasi pembelajaran. Ini berarti guru dipaksa untuk beradaptasi kembali dg kurikulum baru. Padahal kurikulum sebelumnya sudah mulai dikuasai dalam penerapannya. Hal ini menjadikan guru kebingungan karena harus mempelajari kembali. Terlebih lagi alasan pergantian kurikulum yang terkesan diada-adakan. Jika memang prestasi siswa masih dirasa kurang selama berjalannya KTSP, lebih baik kiranya dikaji terlebih dahulu apa kemdalanya. Mungkin saja faktor guru yang perlu diberikan pelatihan lebih lagi. Faktanya pada pelaksanaan KTSP masih banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan yang seharusnya. Perubahan kurikulum justru makin memperparah kondisi yang ada. Guru harus memulai dari 0 kembali. Tentu ini akan berimbas kepada siswa yang seolah menjadi kelinci percobaan K13.
    Abidin
    16709251002
    S2 Pmat A 2016

    ReplyDelete
  44. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Indonesia seperti belum memiliki identitas pendidikan mau dibawa ke arah mana. Pergantian kurikulum ini terlihat bagaimana Indonesia terburu-buru untuk menjadikan segala sesuatunya saintifik. Tanpa penelitian apapun yang terbaik untuk pendidikan di sekolah, tetapi langsung saintifik yang terbaik untuk era pendidikan Indonesia saat ini. Karena keterburuannya, jadi tidak efektif pembelajaran yang guru lakukan. Sebagai negara yang berkembang, sudah seharusnya sumber daya manusianya yang ditingkatkan, sehingga jangan kurikulum yang diubah, tetapi peningkatan kualitas guru-guru dan masih banyak lagi yang harus dipenuhi.

    ReplyDelete
  45. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam tahap melakukan perubahan kurikulm yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan terutama Menteri Pendidikan perlu adanya penjelasan yang jelas kepada para ahli dan pada khalayak ramai, kenapa harus ada perubahan kurikulum. Karena apabila tidak dilakukan seperti itu maka akan terjadi kesimpang siuran sumber informasi sehingga timbul efek negatifnya, dan yang menjadi korban tidak lain dan tidak bukan adalah guru dan siswa yang menjadi generasi penerus bangsa saat ini.

    ReplyDelete
  46. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hal apapun jika masih seumur jagung juga tidak akan dapat kita nilai apakah baik atau tidak. Belum tahu banyak tentang kelebihan dan kekurangannya. Apalagi menyangkut suatu keilmuan dan suatu metode. Yang tepat adalah kita serahkan semua keputusan kepada para begawat itu. Karena mereka adalah ujung tombak dari perubahan suatu negara. Kita sebagai cantraka bolehlah berpendapat sepatah dua patah kata.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  47. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Hal apapun jika masih seumur jagung juga tidak akan dapat kita nilai apakah baik atau tidak. Belum tahu banyak tentang kelebihan dan kekurangannya. Apalagi menyangkut suatu keilmuan dan suatu metode. Yang tepat adalah kita serahkan semua keputusan kepada para begawat itu. Karena mereka adalah ujung tombak dari perubahan suatu negara. Kita sebagai cantraka bolehlah berpendapat sepatah dua patah kata.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  48. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Perubahan kurikulum dari Kurikulum KTSP ke Kuriulum 2013 yang terkesan terburu-buru dan tidak memiliki latar belakang yang jelas. Perubahan kurikulum seperti menjadi suatu proyek bagi orang-orang yang berkepentingan mendulang keuntungan, bukan dalam rangka perbaikan sistem pendidikan di negara kita.

    ReplyDelete
  49. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    Perubahan akan selalu terjadi dalam kehidupan. Termasuk dalam kurikulum. Sekarang kita memakai kurikulum 2013 tentu ada pro dan kontranya. Maka ke depan mari sama sama memperbaki keadaan, dengan terus belajar dan berbenah sehingga kurikulum dapat menaungi dan mengayomi guru dan siswa siswa.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete
  50. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Latar belakang filosofis dalam Kurikulum 2013 tidak sesuai dengan landasan filosofis masyarakat negara ini. Kurikulum 2013 menganut aliran filsafat positivistik Auguste Compte, yang menganggap bahwa agama tidak dapat digunakan untuk membangun peradaban. Di sisi lain, negara timur, termasuk Indonesia meletakkan aspek spiritual pada posisi terluar/teratas dalam prinsip hidup masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. LINA
      16701261022
      PEP-A/2016

      Mungkin inilah yang menyebabkan kegagalan pendidikan karakter yang selama ini dicoba ditanamkan dalam sistem pendidikan di negara ini. Banyaknya siswa yang pandai, tapi tidak memiliki karakter yang baik adalah disebabkan ketidaksiapan masyarakat maupun pemerintah dalam menerapkan K-13.

      Delete
  51. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Perubahan terhadap sistem pendidikan hendaknya benar-benar direncanakan dengan matang. Perubahan dilakukan dengan tujuan untuk menyempurnakan atau memperbaiki sistem yang sudah ada, bukan mengganti dan merombak secara total, karena akan berdampak sistemik. Ada banyak pertimbangan yang harus dipilih digunakan mengingat kesalahan pengambilan keputusan akan berakibat kepada pihak luas yang tidak bisa diperbaiki dengan mmudah.

    ReplyDelete
  52. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Berbicara mengenai kurikulum pendidikan yang diterapkan di Indonesia memang terkesan rumit. Banyak pro dan kontra yang terjadi atas perubahan kurikulum dari KTSP menjadi K13. Kita memang tidak boleh memandang sebuah perubahan kebijakan hanya dari salah satu sudut pandang saja. Kita harus memandang sebuah perubahan dari berbagai sudut pandang.

    ReplyDelete
  53. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Menurut saya, tentang adanya perubahan kurikulum tersebut, kita kembalikan kepada masing-masing pendidik dalam hal ini guru yang berperan sebagai subjek pendidikan. Guru harusnya bisa mengambil manfaat dan celah/ cara yang dapat digunakan sebagai acuan untuk memajukan kehidupan anak bangsa melalui pendidikan terlepas dari adanya perubahan kurikulum. Memang perubahan kurikulum akan memberikan dampak yang kompleks, namun ketika kita bisa mengambil sisi posiifnya, maka semua akan baik-baik dan malah bisa lebih baik.

    ReplyDelete
  54. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program yang diberikan oleh pemerintah kepada lembaga pendidikan untuk mencapai kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik. Saat ini masih terjadi masalah antara menerima dan menolak adanya kurikulum 2013. Masih banyak guru yang mengeluhkan perubahan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) menjadi kurikulum 2013. Akan tetapi saat ini rata-rata di semua daerah sudah banyak yang menerapkan kurikulum 2013 meskipun masih terdapat beberapa sekolah yang menerapkan ktsp.

    ReplyDelete
  55. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Seperti yang sudah dijelaskan dalam elegi ini, perubahan kurikulum 2013 yang terjadi ini tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terksesan sangat buru-buru. Walaupun mungkin pemerintah menghendaki adanya perubahan kurikulum ini untuk menyepurnakan kurikulum yang ada, tetapi perubahan ini terkesan seperti mengganti semua kurikulum dan membuat bingung guru serta siswa yang diajarnya. Perubahan ini masih terdapat revisi-revisi lagi sehingga masih dilakukan perubahan lagi. Hal ini menjadikan pelaksana kegiatan belajar mengajar yaitu guru dan siswa menjadi kurang persiapan dalam menerapkan kurikulum.

    ReplyDelete
  56. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013 ini banyak menimbulkan penolakan dari beberapa pihak, terutama guru dan siswa karena dijadikan bahan percobaan untuk menerapkan kurikulum tersebut, Akan tetapi, sebenarnya kalau dilihat dari sisi positi maka kurikulum ini juga menguntungkan mereka karena menerapkan pendekatan saintifik yang dapat menjadikan siswa yang pasif menjadi aktif dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran akan cepat dilaksanakan di kelas dan mudah mengorganisir siswa.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id