Mar 10, 2013

Mathematics and Language 5



@ David: My very short response that I am interested with your succinctly description of Ernest works. Further, I will say that I am witnessing the pure mathematicians are endangering the younger learner of mathematics. The instantly outcome: possibly YES; but the long-term architecturing creativities: clearly NO.

24 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Yang saya tangkap dari artikel ini adalah bahwa adanya sharing antara Prof. Marsigit dengan David mengenai matematika murni dan pendidikan matematika. David mengatakan bahwa dia memisahkan matematika murni dan pendidikan matematika namun tidak sepenuhnya. Dan Prof Marsigit sangat setuju dengan pernyataan tersebut karena telah menyaksikan bahwa matematikawan murni membahayakan pelajar muda matematika. Langsung hasil: mungkin YES; tapi kreativitas architecturing jangka panjang: jelas NO.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Pendidikan matematika mempersiapkan seseorang untuk menjadi pendidik profesional (guru) dalam bidang matematika. Selain itu, dalam pendidikan matematika juga mempelajari ilmu kependidikan dan strategi pembelajaran yang dipakai dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Matematika murni dan pendidikan matematika memiliki akar yang sama yaitu matematika. Keduanya sama-sama mempelajari ilmu matematika. Namun keduanya juga memiliki perbedaan sesuai dengan fungsinya. Jika matematika murni ilmunya lebih mutlak, berbeda dengan pendidikan matematika yang memiliki 2 komponen pengalaman dan logika atau disebut sintetik a posteriori. Dalam pendidikan matematika keduanya harus saling berhubungan dan seimbang sehingga mengahasilkan bahan ajar yang dapat digunakan untuk mendidik siswa dengan baik.

    ReplyDelete
  3. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Matematika murni dan pendidikan matematika itu jelas berbeda. Matematika dikatakan murni jika masih dalam pikiran. Tetapi jika sudah dikomunikasikan, maka matematika itu tidak murni lagi tetapi kontradiktif. Itulah pendidikan matematika. Harus dapat dikomunikasikan dengan bahasa yang mudah agar tidak membuat bingung orang yang belajar matematika.

    ReplyDelete
  4. Siti Mufidah
    13301241036
    Pendidikan Matematika A 2013

    Matematika dibedakan menjadi dua golongan yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Matematika murni adalah matematika yang lebih menggunkan logika dan berpikir absrak.Pendidikan matematika adalah pembelajaran matematika melalui pendidikan dan materi yang dipelajari tidak mendalam matematika murni.Bidang matematika murni dan pendidikan matematika sangat berkaitan walaupun terdapat beberapa materi yang berbeda.Secara keseluruhan mempelajari tentang matematika, tetapi secara detail terdapat perbedaan.

    ReplyDelete
  5. 16709251005
    PMat A / S2

    Memang ada pemisahan antara matematika dan pendidikan matematika, antara matematikawan dengan guru matematika. Dalam menjelaskan pendidikan matematika, seorang guru tidak bisa layakya matematikawan yang memasukkan matematika murni dalam pengajarannya. Hal ini dikarenakan pendidikan matematika yang merupakan aktivitas bukanlah pendefinisian, aksioma, dst. Meskipun matematika murni tidak bisa dijelaskan dalam pendidikan matematika, namun tetap perlu dikuasai guru sebagai bekal pengetahuan tentang konsep yang akan dikomunikasikan kepada siswa.

    ReplyDelete
  6. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Finally, as I have been trained both as a mathematician and as a mathematics educator in two separate programs (and different countries, different decades, etc.), I can be a one-man experiment to see if pure mathematics helps mathematics education. Outcome: yes.

    Marsigit Dr MA :

    @ David: My very short response that I am interested with your succinctly description of Ernest works. Further, I will say that I am witnessing the pure mathematicians are endangering the younger learner of mathematics. The instantly outcome: possibly YES; but the long-term architecturing creativities: clearly NO.

    dalam dialog ini dapat diambil kesimpulan bahwa ahli matematik memang membantu pengajar matematika dalam mengembangkan kemampuan siswa, namun jika tugas pendidik matematika diserahkan kepada ahli matematika dalam waktu yang lama, maka tidak akan didapatkan hasil yang diharapkan.

    ReplyDelete
  7. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Of course, pure mathematics and mathematics education are really different thing, like I said before. But pure mathematics and mathematics education are still bounded each other. And I still confuse with Mr. David's opinion. He said that Mr. Marsigit should not talk about mathematics when Mr. Marsigit really means mathematics education. Why not? Isn't mathematics education part of mathematics? Aren't they related each other? But yes, pure mathematics and mathematics education should be separated each other like in the university, right? Communication between pure mathematics and mathematics education is really important thing in learning world. Teacher are given freedom to choose their method to teach their students, but let students are more active is best method. Once again, Pure mathematics and mathematics education are different, but they are related each other. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  8. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    Obviously, pure and educational mathematics are different but they both need methods of delivery. the pure mathematicians are not prepared to be teachers but like working in the industrial and technological domains whereas mathematics education is just to preapare teachers of tomorrow, so the educational mathematicians are taught mathematics concepts along with the corresponding methodology to shape students in the direction of mathematics. i our schools we do not need pure mathematicians as teachers but mathematical educators.

    ReplyDelete
  9. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Pembahasan di atas mengenai matematika murni dan pendidikan matematika. Dimana keduanya saling berhubungan tetapi ada perbedaann secara signifikan yang perlu di telaah. Pendidikan matematika di sekolah yang notabenenya diajarkan oleh guru sangat berbeda dengan matematika murni yang diajarkan oleh ahli mamematika murni. Jika pendidikan matematika diajarkan oleh matematikawan murni ini sangat berbahaya bagi pelajar karena konsep dan cara mengajarnya berbeda. Jadi penempatan pengajarnya harus disesuaikan dengan konteks dan keperluan.

    ReplyDelete
  10. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Mungkin tidak jauh berbeda dengan permasalahan yang dibahas pada mathematics and language 4 tentang pemisahan antara matematika dan pendidikan matematika. Dari awal saya setuju dengan pemisahan tersebut. Karena walaupun antara matematika dan pendidikan matematika keduanya mempelajarai sesuatu yang sama yaitu matematika. Akan tetapi lingkup mereka berbeda karena apabila kita mempelajari matematika maka kita mempelajari tentang seluk beluk matematika dan pembuktian rumus tentang matematika itu sendiri. Akan tetapi apabila kita mempelajari tentang pendidikan matematika maka kita selain belajar tentang seluk beluk matematika, kita juga harus mempelajari ilmu bagaimana mengajarkan matematika kepada siswa yang tepat agar ilmu yang disampaikan dapat dimengerti oleh siswa.

    ReplyDelete
  11. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Pola berpikir setiap jenjang usia berbeda-beda. Dalam matematika sekolah yaitu SD dan SMP, siswa masih berpikir konkrit. Maka, pembelajaran matematika hendaknya disesuaikan dengan pola berpikir anak dengan menyajikan permasalahan matematika yang dekat dengan kehidupannya.

    Memaksakan pembelajaran matematika murni kepada siswa SD dan SMP tentu akan membahayakan kinerja otak anak itu sendiri. Hendaknya, dalam jenjang SD atau SMP, siswa lebih difokuskan kepada penguatan akidah dan pembentukan kepribadian yang shalih.

    Pemikiran yang benar (akidah islam) dan pembentukan kepribadian yang shalih yang diajarkan ketika masih belia, maka akan tertancap kuat hingga dewasa nanti.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  12. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    pure mathematics and mathematics education, are they different? we can give another example like physics, physics education and physics engginering. chemistry, chemistry education and chemical engineering, and soon. mathematics education is tehe mathematics that studied in the school, leart by the student in the school, learnt by the younger. so the student (in the collage`) who tace major in mathematics education should know and understndig psyicolgy og the student whne leraning mathematics and know the mathematics tha can be received by the youger leraner in line with his age phsicologically. i cant said that math education is subset of pure math, because pure math is only math, adult math, axiomaticmath, not learning about psyicology, about teaching methid, about teaching media, i tink pure math and math edu is intersect each other. be proud of being pure math and be proud of being math edu. each has goodness.

    ReplyDelete
  13. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam makalahnya Sukiyo menuliskan bahwa, pembelajaran matematika yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak sepenuhnya sama dengan matematika sebagai ilmu. Menurut Soedjadi (2000:37) hal ini dikarenakan adanya perbedaan dalam beberapa hal yaitu: 1) penyajiannya yang disesuaikan dengan perkembangan intelektual perseta didik; 2) menggunakan pola pikir deduktif namun dalam proses pembelajaran dapat digunakan pola pikir induktif; 3) keterbatasan semestanya yang lebih dipersempit dari aspek matematika yang kompleks dan selanjutnya semakin diperluas seiring dengan peningkatan perkembangan perseta didik; 4) tingkat keabstrakannya yang lebih dikurangi dan selanjutnya sifat abstraknya semakin banyak seiring dengan peningkatan perkembangan perseta didik. Oleh karena itu pada pembelajaran matematika di sekolah anak didik memerlukan tahapan belajar sesuai dengan perkembangan jiwa dan kognitifnya. Potensi yang ada pada diri anak pun berkembang dari tingkat rendah ke tingkat tinggi, dari sederhana ke kompleks. Karakteristik pembelajaran matematika tidak dapat begitu saja diterapkan tanpa menyesuaikan dengan perkembangan anak didik.
    Menurut Piaget (Hudojo,1990:35-37) perkembangan intelektual anak dapat dibagi dalam empat periode, yaitu : 1) Periode sensori motorik pada usia 0-2 tahun; 2) Periode pra-operasional pada usia 2-7 tahun ; 3) Periode operasi konkrit pada usia 7-11/12 tahun; 4) Periode operasi formal pada usia 11 atau 12 tahun ke atas. Berdasarkan pembagian periode perkembangan intelektual anak oleh piaget, siswa SMP berada pada periode operasi konkrit dan mulai memasuki periode operasi formal. Periode operasi konkrit merupakan permulaan berpikir rasional dan siswa memiliki operasi-operasi logis yang dapat diterapkan pada masalah konkrit. Kemampuan siswa operasi konkrit berbeda dengan siswa operasi formal. Siswa pada periode konkrit dan formal keduanya sudah dapat menyelesaikan masalah klasifikasi, namun pada periode konkrit siswa belum mampu menyelesaikan masalah klasifikasi tanpa adanya data konkrit. Anak-anak pada periode formal sudah dapat memberikan alasan dengan menggunakan lebih banyak simbul atau gagasan dalam cara berpikirnya. Anak sudah dapat mengoperasikan argumen-argumen tanpa berkaitan dengan benda-benda empirik. Anak mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik dan kompleks dari pada anak yang masih berada dalam periode operasi konkrit.

    ReplyDelete
  14. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Pada dialog singkat di atas, saya menangkap intisarinya bahwa sebagian penganut matematika murni masih meninggikan egonya tentang matematika itu sendiri. Matematikawan murni membahayakan pelajar muda matematika. Tapi jika untuk membangun kreatifitas matematika, maka matematika murni itu dibutuhkan. Sehingga kesimpulannya adalah masing-masing matematika baik murni maupun sekolah memiliki kekurangan dan kelebihan tergantung pada konteksnnya.

    ReplyDelete
  15. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Pada matematika sekolah sifat materinya masih elementer tetapi merupakan konsel esensial sebagai dasar untuk prasyarat konsep yang lebih tinggi, banyak aplikasi dalam kehidupan di masyarakat, dan pada umumnya dalam mempelajari konsep-konsep tersebut bisa dipahami melalui pendekatan induktif. Konsep yang dipelajari bisa didekati dengan menggunakan pengalaman siswa atau benda-benda konkret yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan matematika Perguruan Tinggi adalah matematika yang mempelajari konsep-konsep lanjutan (advanced) dari konsep-konsep matematika sekolah. Bisa merupakan Matematika Terapan bisa pula Matematika Murni (pure mathematic) sebagai suatu disiplin ilmu.

    ReplyDelete
  16. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Sifat matematika dan sifat pendidikan matematika berbeda. Ernest (1998), dikutip dalam Burton (2002), menyatakan bahwa ada perbedaan antara kelas matematika dan karya penelitian yang hebat matematika dalam kaitannya dengan (a) apakah pengetahuan diciptakan atau pengetahuan yang ada dipelajari, (b) yang memilih masalah untuk dikerjakan, (c) frame waktu yang lebih dari masalah yang bekerja pada dan (d) tujuan pembelajaran (untuk prestasi pribadi atau untuk menambah pengetahuan umum). Dari sudut pandang konstruktivis, seperti diambil dalam makalah ini dan diadopsi oleh Burton (2002), pembelajaran secara inheren kreatif karena menghasilkan konstruksi pengetahuan yang baru dalam konteks pelajar bersangkutan. Dalam kelas khas, bagaimanapun, masalah matematika yang dipilih oleh guru dan dipecahkan dalam hitungan menit, sedangkan matematika memiliki otonomi yang cukup tentang masalah di mana mereka bekerja, biasanya berjuang dengan masalah untuk waktu yang lama, dan melakukannya dengan maksud untuk penerbitan hasil matematika baru.

    ReplyDelete
  17. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam artikel ini menyebutkan bahwa matematika dibedakan menjadi dua kelompok yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Matematika murni adalah matematika yang lebih menggunkan logika dan berpikir abstrak. Ini biasanya untuk orang dewasa. Sedangkan pendidikan matematika adalah pembelajaran matematika yang bisanya diajarkan di sekolah. Dan ini biasanya untuk anak usia sekolah.

    ReplyDelete
  18. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs Pendidikan Matematika B 2016

    Matematikawan murni merupakan matematika yang lebih mengutamakan hasil dalam pembelajarannya sedangkan matematika sekolah adalah matematika yang memberikan perkembangan kreativitas secara berkelanjutan. dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa matematika murni membahayakan pelajar muda matematika. karena ketika pelajar muda dewasa maka dianggapan mereka matematika itu hanya menginginkan jawaban konkret bukan kemampuan keterampilan dalam kehidupan sehari hari, sehinga efeknya mereka akan menjauhi matematika.

    ReplyDelete
  19. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Intinya menurut pemahaman saya adalah, memang matematika murni juga membantu pendidikan matematika terkait isi, materi dan lain sebagainya. Namun untuk siswa terlebih yang masih anak-anak yang masih perlu diperkenalkan tentang konsep matematika, mereka akan sulit mencernanya. Saya menempatkan diri sebagai siswa SD yang pada saat itu saya harus membenci matematika karena tekanan dari guru dan sulitnya mencerna pelajaran saat itu. Saya pernah mencoba untuk membangun pemahaman siswa melalui program mathematics fair di sekolah. Mereka saya berikan tugas project dengan melakukan invention terkait materi yang saya berikan, merak saya minta untuk membuat alat peraga matematika. Mereka siswa kelas 1 SMP. Jika hanya melihat tulisan saya ini, saya mungkin dikira mengada-ada, membual, atau terkesan memaksa siswa. Namun hasilnya tidak demikian, mereka paha akan konsep dari alat peraga yang mereka tampilkan di program pameran yang saya laksanakan. Bahkan mereka antusias menunggu math fair berikutnya. Maka dari itu ada baiknya jika siswa tidak hanya dicekoki dengan rumus-rumus dan strategi pmecahan masalah. NAmun siswa akan lebih tertarik dengan matematika jika kita membiarkan mereka mencari dan membangun sendiri pemikiran matematikanya. Tugas gurulah sebagai patron bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  20. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Dalam diskusi tersebut Prof. Dr. Marsigit, MA. menyatakan bahwa matematika murni membahayakan siswa sekolah dalam belajar matematika. Siswa yang dihadapkan pada matematika murni akan kesulitan dalam memahaminya. Mungkin dalam jangka pendek, matematika murni dapat diterima oleh siswa. Namun dalam proses belajar jangka panjangnya, matematika murni tidak akan dapat meningkatkan kemampuan siswa. Maka seorang guru tidak bisa berperan selayaknya matematikawan yang menggunakan matematika murni di dalam pembelajarannya. Matematika yang lebih sesuai untuk siswa adalah aktivitas penemuan, bukan dimulai dari definisi, aksioma, teorema, dan lain-lain. Dari aktivitas penemuan tersebut nantinya siswa akan sampai pada matematika murni.

    ReplyDelete
  21. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Perbedaan yang sangat terlihat dari matematika murni dan matematika dalam pendidikan yaitu terletak pada seberapa luas materi pembelajaran yang diberikan, artinya keluasan materi dari keduanya sangat berbeda, kemudian sejauh mana ilmu matematika yang dikaji dan pelajari. Matematika murni mengkaji ilmu matematika secara mendalam, sedangkan matematika dalam pendidikan mengkaji ilmu matematika yang tujuannya untuk memberikan pemahaman matematika pada siswa. Jika pada tingkatan anak yang masih pelajar, sangatlah tidak baik jika diberikan matematika murni, karena anak belum paham konsepnya.

    ReplyDelete
  22. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pengajaran matematika terbagi atas matematika murni dan matematika pendidikan. 2 hal ini memiliki pola pengajaran yang berbeda, matematika itu murni itu terdapat dalam pikiran yang bersifat abstrak, sedangkan matematika pendidikan itu berdasar dari pengalaman.

    ReplyDelete
  23. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh
    ¬Matematika murni dan pendidikan matematika memiliki akar yang sama yaitu matematika. Keduanya sama-sama mempelajari ilmu matematika. Namun memiliki fungsi berbeda.Matematika dikatakan murni apabila masih dalam pikiran. Tetapi apabila sudah dikomunikasikan, maka matematika tidak murni lagi tetapi kontradiktif. Itulah pendidikan matematika.


    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete

  24. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Saya tidak bermaksud untuk membedakan antara matematika murni dan pendidikan matematika. Matematika murni mencakup studi logika matematika dan pendidikan matematika tidak sedetail seperti apa yang dipelajari pada matematika murni. Akan tetapi keduanya memiliki kesamaan dalam mempelajari matematika. Pendidikan matematika lebih condong dalam mempelajari bagaimana matematika terkait dengan sekolah yang diperuntukkan untuk siswa.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id