Mar 10, 2013

Mathematics and Language 4



@ David:

There are many logical implications for separating mathematics and mathematics education: 1. It will be only the utterances of pure mathematicians about pure mathematics, 2. That mathematics educationist have their separate room for their utterances about both education and mathematics, 3. There will be a kind of demarcation that the pure mathematicians should not talk about primary and secondary education. and also 4. That mathematics education in university should be differentiated with that of primary and secondary schools.

From my above description, I agree with your notion for separating mathematics and mathematics education in the case of pure mathematics room and mathematics education in university. However, I do not agree if it means also for primary and secondary mathematics education room; because, for primary and secondary education, there should be a different nature of mathematics.

Agree or not agree, in my perception, at all level of education (primary, secondary and university) there are existing the ontology of constructivism. Even, for advance mathematicians, they should construct the world of mathematics in each of their math research. At the dimensions of constructivism, it is impossible to separate between your mind and your objects of mind; albeit, it is impossible to separate between your mind and your mathematics. Epistemologicaly, I wish to say that mathematics is ultimately you your self; mathematics is ultimately the students themselves.

David, if you expose your style of teaching, why you seemed not interested to expose the style of learning. For me, the last is more challenging. Again I still found your forcing to use pure mathematics criteria to judge School Mathematics; and I still did not find your interest in School Mathematics. I do not agree with the separation of mathematics and mathematics education if they want to speak about education. However, I agree to expel pure mathematics from primary and secondary teaching; it means that the expelling mathematics will be mathematics is for mathematics, mathematics is an art, mathematics is a King, mathematics is beautiful, mathematics is bla...bla...bla...up to the utterances of pure mathematicians. However, I wish to suggest to pure mathematician for not forcing their self-ego perceptions to the world of young learner. Let the young learners have their efforts to construct/build and get their own perceptions of mathematics.

I do not agree with your argument that because mathematics is partly uses methods which are no longer intuitive, nor which can be made to be so, to make an account and legalize pure mathematicians to organize primary and secondary math curriculum. I agree that in secondary education there should get away from the pure subjective approach; I perceive that is is as the transition stage of learning. It needs much more consideration both from educationist and from mathematicians.

Again I find your immanent "orthodoxy" approach i.e. by INTRODUCING the concepts; you still hard perceive the students as an object of teaching.

I do not agree with your introducing "logic" as a concept; rather I agree to facilitate them to learn it as a way of thinking (method), attitude and activities.

Again, I wish to claim that teaching learning of primary and secondary mathematics is not as simple as pure mathematics think. This is totally not about grounding down every single pure mathematics concepts into the lower level of mathematics education; rather this is about students' constructing of their mathematics.

If I and they have talked much in the same level of ontology and we still have many differences perception; I then have a question about their motivation. I wish to claim that motif is the ground below the truth.

28 comments:

  1. Devi Anggriyani
    16701251023
    S2 PEP B 2016

    Berdasarkan elegi di atas, merupakan reaksi dari elegi sebelumnya yaitu tentang argumen dari David. Prof Marsigit tidak setuju dengan pernyataan bahwa sebagian matematika menggunakan metode yang tidak lagi intuitif, atau yang dapat dibuat menjadi begitu untuk membuat account dan melegalkan matematikawan murni untuk mengatur kurikulum matematika dasar dan menengah.

    Setuju bahwa dalam pendidikan menengah seharusnya menjauh dari pendekatan subjektif murni; Saya merasa bahwa pendidikan menengah merupakan sebagai tahap transisi dari pembelajaran. Perlu banyak pertimbangan lebih baik dari pendidik dan dari matematika.

    Lagi dan lagi bahwa belajar-mengajar matematika dasar dan menengah tidak sesederhana matematika murni. Ini benar-benar bukan tentang grounding turun, ini adalah tentang membangun siswa matematika.

    ReplyDelete
  2. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Saya setuju bahwa matematika dibagi menjadi matematika murni dan matematika pendidikan, dimana matematika murni mempelajari konsep dan teori matematikan saja sedangkan matematika pendidikan, tidak hanya mempelajari konsep dan teori matematika, tetapi juga harus menguasai ilmu mengajar (pedagogik). Akan tetapi matematika dan pendidikan matematika tidak dipisahkan untuk ruang matematika dasar dan pendidikan menengah, karena untuk pendidikan dasar dan menengah, harus ada sifat yang berbeda dari matematika. Guru fungsinya untuk memfasilitasi siswa dalam belajar sebagai cara berpikir (metode), sikap, dan kegiatan, agar siswa dapat menggunakan intuisi mereka sendiri dalam menggali pengetahuan.

    ReplyDelete
  3. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Matematika murni dan pendidikan matematika. Inilah yang dijelaskan pada artikel ini. Keduanya harus digunakan sesuai dengan dimensi ruang & waktu. Karena matematika untuk orang dewasa dan anak itu berbeda. Pendidik harus mampu untuk mengkomunikasikan setiap konsep yang ada dengan model bahasa yang berbeda, sehingga siswa dapat memahami sesuai dengan tingkat pendidikan mereka agar intuisi siswa dapat digunakan untuk mengkonstruksi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  4. Fevi Rahmawati Suwanto
    16709251005
    PMat A / S2

    Masih terjadi perbedaan persepsi antara metematika murni dan matematika pendidikan. Ada yang ingin menerapkan matematika murni dalam pendidikan matematika. Sebenarnya ini tidak bisa dan bahkan menjadi lebih sulit bagi pembelajar. Pada tahap matematika sekolah sebenarnya kita baru memperkenalkan matematika kepada anak, jadi bila kita ajarkan secara murni, tentu anak akan menjadi bingung. Sebaiknya biarkan pelajar muda memiliki upaya mereka untuk membangun dan mendapatkan persepsi matematikanya sendiri, guru hanyalah sebagai fasilitator yang baik.

    ReplyDelete
  5. Fatya Azizah
    16709251039
    Pendidikan Matematika B PPS UNY 2016

    Again, I wish to claim that teaching learning of primary and secondary mathematics is not as simple as pure mathematics think. This is totally not about grounding down every single pure mathematics concepts into the lower level of mathematics education; rather this is about students' constructing of their mathematics.
    disini bapak marsigit menekankan kembali bahwa kegiatan belajar mengajar tidak semudah yang dipikirkan oleh pelaku matematika murni. ini bukan mengenai menurunkan level matematika murni sampai ke level matematika yang lebih rendah, tetapi tentag bagaimana mengkonstruk pengetahuan siswa mengenai matematika.

    ReplyDelete
  6. Kumala Kusuma Putri
    13301241020
    Pendidikan Matematika I 2013

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    If we talk about mathematics and matematics education, of course, they are different thing. Pure mathematics and mathematics education have different in their concept. Just like mathematics in primary school and secondary school. Aren't they different? The most important thing is teaching learning of primary and secondary mathematics is not as simple as pure mathematics think. Pure mathematics is different with mathematics education. Many people said that pure mathematics is more complicated than mathematics education. Many people also said that mathematics education is more complicated than pure mathematics. Who is true? I don't know and I don't care. But, in my opinion, pure mathematics and mathematics education is in the same level. But, in education world, mathematics education is more useful than pure mathematics. I think that is enough. Thank you.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  7. MARTIN/RWANDA
    PPS2016PEP B
    I thorough support that one cannot start immediately in a topic in primary school with this synthesis, especially in primary school (and you seem to concentrate on primary education), as one needs to first appeal to their intuition. But even in primary school one can, little by little, impress upon the students that, whereas their intuitions are a useful starting point, and whereas one can develop this intuition quite a ways, one cannot always rely on intuition to take you where you want to go. Mathematics partly uses intuition, but also partly uses methods which are no longer intuitive, nor which can be made to be so.

    ReplyDelete
  8. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Perbedaan matematika murni dan pendidikan matematika jangan dikaitkan dengan dunia pendidikan, karena keduanya berperan dalam meningkatkan kebutuhan berpikir serta menggunakan logika sehingga mendapat ilmu yang nantinya akan bermanfaat bagi siapapun. Karena matematika adalah untuk matematika, matematika adalah seni, matematika adalah raja, matematika adalah indah. Orang yang belajar matematika merasa mereka telah mempelajari seni yang terkandung di dalam matematika tersebut dan akan merasakan keindahan jika sungguh-sungguh dalam mempelajarinya.

    ReplyDelete
  9. Erni Anitasari
    16709251007
    S2 Pend. Matematika Kelas A

    Memang alangkah baiknya apabila antara matematika dan pendidikan matematika dipisahkan. Karena pada dasarnya hal keduanya adalah sesuatu yang membahas tentang masalah yang berbeda walaupun masih dalam satu topik yaitu matematika. Dalam dunia perkuliahan juga dipisahkan antara matematika dan pendidikan matematika, begitupun di UNY. Adanya jurusan matematika murni dan pendidikan matematika jelas menunjukkan bahwa keduanya berbeda. Pendidikan matematika adalah mempelajari tentang matematika yang ada kaitanyya dalam menfasilitasi kebutuhan siswa dalam mengajar, mempelajari tentang metode mengajar siswa, mempelajarai kurikulum yang digunakan dalam mengajar, mempelajari perkembangan seorang siswa agar dapat menentukan cara yang tepat dalam mengajar, dll. Sedangkan matematika murni adalah mempelajari tentang asal muasal rumus suatu materi matematika itu dapat seperti itu, sehingga pada matematika murni adalah mempelajari sebab rumus matematika pada suatu materi dapat seperti itu dengan cara membuktikan kebenaran rumus tersebut.

    ReplyDelete
  10. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    Saya setuju jika matematika murni dipisahkan dalam pendidikan matematika, karena pembelajar muda tentunya masih belum dapat berfikir abstrak. Sehingga, akan berbahaya jika matematika murni diajarkan di jenjang sekolah SD dan SMP.

    Menurut saya, dalam mempelajari matematika hendaknya tidak hanya dibahas matematika saja tetapi juga bagaimana agar memotivasi siswa untuk menyampaikan pengetahuannya.
    Hakikat pengetahuan dalam islam selain mempelajari juga harapannya dapat menyampaikannya kepada orang lain. Kaum muslim yang telah mendapatkan pengetahuan, hendaknya mengomunikasikan dan menyampaikan pengetahuan tersebut agar pengetahuan yang didapat dapat bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat.

    Oleh karena itu, hendaknya dalam pembelajaran matematika juga dimotivasi dan diajarkan bagaimana cara menyampaikan pengetahuan yang didapat kepada orang lain.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  11. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    i agree that pure mathematics is different with mathematics education. mathematics should not talk about primari and secondary of mathematics school, becouse they dont know aabout psikology of education, conitive level of sty=tudent such as jean piaget cognitivs level. mathematics education in primary, secondary ad in university is different. becous the different of cognitif level, in primary student can unerstand object in form of icon, picture. im secondary student try to cahnge icon and picture become variable, and their thinking can acieve abstact objek. and in university. student of mathematic of educatuin learn to combine pure mathematics, matheatics school, psyicology of education, and implement in school by learning first in micro teaching class.

    ReplyDelete
  12. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Yang saya pahami dari percakapan ini titik pointnya adalah mengenai gaya belajar siswa dari pernyataan David Reid, “Here, Prof. Ernest's main conclusion is that student's learning styles will depend on their respective social backgrounds, and that one must take this into consideration.”
    Menurut Rita Dunn dalam (Sugihartono, 2007) pelopor di bidang gaya belajar yang lain telah menemukan banyak variabel yang mempengaruhi Gaya belajar siswa, dianatranya: fisik, emosional, sosiologis, dan lingkungan. Sebagian orang dapat belajar dengan baik dalam cahaya yang terang, sedangkan yang lain baru dapat belajar jika pencahayaan suram. Ada sebagian orang paling baik menyelesaikan tugas belajarnya dengan berkelompok, sedangkan yang lain lebih memilih belajar sendiri karena dirasa lebih efektif. Sebagian orang memilih belajar dengan latar belakang iringan musik, sementara yang lain tidak dapat belajar kecuali jika dalam suasana sepi. Ada orang yang memilih lingkungan kerjanya teratur dengan rapi, tetapi yang lain selalu menggelar segala sesuatunya agar semuanya dapat terlihat.
    Nasution (2003:115) menyatakan bahwa, berbagai macam metode mengajar telah banyak diterapkan dan diujicobakan kepada Siswa untuk memperoleh hasil yang efektif dalam proses pembelajaran. Pada kenyataannya tidak ada satu metode mengajar yang lebih baik daripada metode mengajar yang lain. Jika berbagai metode mengajar telah ditetapkan dan tidak menunjukkan hasil yang diharapkan, maka alternatif lain yang dapat dilakukan oleh guru secara individual dalam proses pembelajaran yaitu atas dasar pemahaman terhadap gaya belajar Siswa.

    ReplyDelete
  13. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    Dari dialog di atas, Ada banyak implikasi logis untuk memisahkan matematika dan pendidikan matematika: 1. Akan hanya ada istilah-istilah dari matematika murni tentang matematika murni itu sendiri, 2. Pendidik matematika memiliki ruang yang terpisah untuk istilah mereka tentang pendidikan dan matematika, 3. Akan ada semacam demarkasi dimana matematika murni tidak seharusnya berbicara mengenai pendidikan dasar dan menengah 4. Pendidikan matematika di universitas harus dibedakan dengan yang sekolah dasar dan menengah.

    ReplyDelete
  14. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Tujuan Matematika sekolah yaitu
    1. Siswa memahami pengertian-pengertian matematika, memiliki keterampilan untuk menerapkan pengertin tersebut baik dalam matematika sendiri mata pelajaran lainny, maupun dalam kehidupan sehari-hari menyadari dan menghargai pentingnya matematika dan meresapi konsep, struktur dan pola dalam matmatika.
    2. Siswa memiliki pemahaman tentang hubungan antara bagian-bagian matematika, memiliki kemampuan menganalisa dan menarik kesimpulan, serta memiliki sikap dan kebiasaan berfikir logis, kritis dan sistematis, bekerja cermat, tekun, dan bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  15. Erlinda Rahma Dewi
    16709251006
    S2 PPs Pendidikan Matematika A 2016

    Knoll, Ernest dan Morgan (2004) menggambarkan kontras antara aktivitas matematika murni dan kegiatan matematika sekolah sebagai "tajam" dan bekerja dari asumsi bahwa ini tidak boleh terjadi. Dalam menggambarkan penelitian matematika, mereka menarik perhatian kreativitas dan penggunaan strategi seperti mencari contoh dan kontra-contoh, kasus dan kendala, pola dan sistem aturan, penggunaan pembenaran dan bukti dan framing masalah. Ini semua adalah hal yang bisa dan bisa dibilang harus menjadi bagian dari matematika sekolah. Lihat Beswick (2011) untuk argumen rinci untuk kesetaraan keyakinan dan pengetahuan. Kesamaan antara fitur dari praktek matematika dan matematika sekolah termasuk gagasan bahwa kedua konteks merupakan praktek masyarakat di mana identitas dan agen dari peserta berkaitan dengan kemampuan mereka untuk terlibat dalam penyelidikan matematika, dan di mana kerja kolaboratif adalah norma.

    ReplyDelete
  16. Septi Puji Rahayu
    13301241028
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam artikel ini menyebutkan bahwa matematika dibedakan menjadi dua kelompok yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Namun memang sebaiknya 2 hal ini dipisahkan karena terdapat beberapa perbedaan.

    ReplyDelete
  17. Rhomiy Handican
    16709251031
    PPs PEndidikan Matematika B 2016

    Menjadi seorang guru memilii tantangan dan halangan yang sangat besar dan luar biasa. Belajar mengajar matematika dasar dan menengah tidak sesederhana mengajar dalam pola pikir matematika murni. karena mengajar matematika ditingkat sekolah bukan sekedar menurunkan konsep matematika murni ke tingkat yang lebih rendah untuk dapat diterima tetapi matematika sekolah bertujuan untuk membangun siswa untuk memiliki keterampilan matematika.

    ReplyDelete
  18. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dalam hal ini saya masih cenderung untuk mengajarkan siswa konsep logika bukan dengan memberi mereka notasi formal tentang logika, seperti A dan B, A atau B, Jika A Maka B. Naun yang saya pahmi dari pernyataan Mr. Reid tentang konsep logika adalah mengajarkan siswa bernalar secara kontekstual. Hal itu tidak bisa kita batasi hanya dari sisi metode pembelajaran saja, karena dengan membatasi guru dengan label "ortodox" dalam memahamkan siswa, itu juga menutup jalan guru untuk berinovasi dalam pembelajaran. Karena konsep ortodoks mereka dengan konsep ortodoks kita bisa saja berbeda.

    ReplyDelete
  19. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Matematika murni berbeda dengan matematika sekolah. Membangun pengetahuan matematika pada siswa sekolah tidaklah mudah. Matematika murni tidak dapat diberikan pada siswa sekolah dasar dan menengah. Kita harus menjauhkan matematika di sekolah dari subjektivitas matematika murni. Matematika untuk sekolah perlu memperhatikan aspek pedagodik dan didaktik. Kita harus membiarkan siswa berusaha mengkonstruk dan mendapatkan persepsinya sendiri tentang matematika. Siswa dapat melakukan proses berpikir, bersikap, dan beraktivitas dalam matematika dengan menggunakan intuisinya. Guru berperan sebagai fasilitator siswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan tersebut.

    ReplyDelete
  20. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    Matematika murni dan matematika dalam pendidikan tentunya harus di pisahkan. Karena menemukan kebenaran matematika mengenai konsep, ide, simbol dan lainnya untuk matematika murni dan matematika dalam pendidikan sangatlah berbeda. Disini matematika pendidikan lebih menekankan pada pemahaman konsepnya, dari konkrit ke abstrak dan tugas guru yang sudah menguasai materi secara abstrak memikirkan cara dari abstraksi menjadi konkrit untuk diberikan pemahaman kepada siswa. perbedaan yang sangat besar karena matematika murni tidak melalui langkah tersebut. Mereka bisa mengerjakan matematika tanpa harus mengajarkan. Sehingga jika para matematika murni turun ke pendidikan, akan kebingungan bagaimana suatu konsep tersebut disampaikan secara jelas.

    ReplyDelete
  21. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    dalam pembelajaran matematika terbagi atas 2 yaitu matematika murni dan matematika pendidikan. Dalam penyampaian dua hal ini kita perlu mengetahui ruang dan waktunya agar ketika dalam proses pengajaran tidak salah. Matematika murni adalah pengajaran matematika yang mendalami matematika itu secara detail dan terdapat abstraksi disitu, sedangkan matematika pendidikan dalam pengajarannya diambil dari pengalaman yang ada dari para siswa sehingga proses penyelesaian permasalahan itu dilakukan dengan pola pikir matematika.

    ReplyDelete
  22. Bismillah
    Ratih Kartika
    16701251005
    PPS PEP B 2016

    Assalamualaikumwarahmatulahiwabarrakatuh¬
    Tentu terdapat perbedaan antara matematika murni dan sekolah. Dari sisi materi dan metode belajarnya. Matematika sekolah memperhatikan aspek pedagogic, psikologis anak anak. Sedang matematika murni tidak akan berbicara pedagogic, pendidikan guru dan lain lain.

    Wassalamualaikumwarahmatulahiwabarakatuh

    ReplyDelete

  23. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Dalam satu kelas, siswa memiliki berbagai macam karakter. Masing-masing siswa memiliki gaya belajar yang berbeda. Dilatarbelakangi oleh keluarga, lingkungan sekitar, dan budaya. Hal ini menjadi benang merah yang perlu diperhatikan guru bahwa guru tidak bisa memaksakan gaya belajar siswa agar sama dengan yang lainnya. Guru memiliki kebebasan untuk mengajar di dalam kelas yang berbeda-beda dengan mempehatikan keanekaragaman siswa tersebut

    ReplyDelete
  24. Mifta Tyas Laksita Sari
    Pend. Matematika A 2013
    13301241005

    Perbedaan antara matematika murni dengan pendidikan matematika adalah dalam hal yang kita pelajari.
    Pure matematika atau matematika murni mempelajari logika matematika sementara pendidikan matematika mempelajari cara berpikir (metode), sikap dan kegiatan untuk pendidikan dasar dan menengah.

    ReplyDelete
  25. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Matematika berawal dari intuisi-intuisi pikiran manusia. Untuk mempelajari matematika memang dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang berdasar pada pemikiran logis. Matematika dibedakan menjadi dua yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Matematika murni pada umumnya menguraikan tentang logika matematika. Sedangkan pendidikan matematika lebih menekankan pada metode berpikir untuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  26. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    Dialog di atas menjelaskan mengenai perbedaan antara matematika murni dan matematika untuk pendidikan. Dua hal tersebut adalah berbeda. Matematika murni hanyalah untuk matematikawan murni, sedangkan matematika pendidikan merupakan materi matematika yang perlu diajarkan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu guru harus mampu membedakan antara matematika murni dan matematika untuk siswa sekolah.

    ReplyDelete
  27. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Matematika murni dan matematika pendidikan harus diterapkan sesuai dengan situasi dan kondisinya. Matematika pendidikan mempelajari ilmu matematika yang tidak sekompleks matematika murni. Dalam matematika pendidikan lebih mempersiapkan seorang pendidik supaya mampu menjelaskan ilmu matematika pada siswa dengan baik dan sema siswa dapat menerima dan memahaminya dengan mudah. Tetapi, pendidik juga harus tahu kondisi siswanya.

    ReplyDelete
  28. Diah Nuraini Kartikasari
    13301241006
    Pend. Matematika A 2013

    Walaupun sama-sama belajar matematika, tetapi antara matematika murni dan matematika pendidikan mempunyai perbedaan. Dalam mempelajarinya pun harus dipisah karena konsentrasinya berbeda. Seperti pada jurusan matematika juga ada dua prodi yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Untuk pendidikan matematika mempelajari cara berpikir siswa dalam memahami matematika.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id