Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Tepat

Oleh Marsigit

Para tepat:
Aku merasa dimana-mana terdapat perbedaan tentang tepat. Diantara para anggotaku sudah mulai transparan menampilkan egonya masing-masing, sehingga terjadi keresahan. Tidaklah salah bila sekali waktu aku juga ingin mengundang para anggotaku itu untuk secara transparan pula menyampaikan visi dan misinya tentang tepat. Silahkan.



Tepat waktu:
Aku adalah tepat waktu. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat waktu jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat waktu keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan waktu yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat waktu itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat waktu yang dipikirkan manusia itu adalah tepat waktu relatif. Maka sebenar-benar tepat waktu adalah tepat waktu absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat ruang:
Aku adalah tepat ruang. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat ruang jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat ruang keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan ruang yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat ruang itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi ruang yang dipikirkan manusia itu adalah tepat ruang relatif. Maka sebenar-benar tepat ruang adalah tepat ruang absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat logos:
Aku adalah tepat logos. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat logos jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat logos keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan logos yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat logos itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat logos yang dipikirkan manusia itu adalah tepat logos relatif. Maka sebenar-benar tepat logos adalah tepat logos absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat hati:
Aku adalah tepat hati. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat hati jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat hati keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan hati yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat hati itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat hati yang dipikirkan manusia itu adalah tepat hati relatif. Maka sebenar-benar tepat hati adalah tepat hati absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat tindakan:
Aku adalah tepat tindakan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat tindakan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat tindakan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan tindakan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat tindakan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat tindakan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat tindakan relatif. Maka sebenar-benar tepat tindakan adalah tepat tindakan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat kesimpulan:
Aku adalah tepat kesimpulan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat kesimpulan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat kesimpulan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan kesimpulan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat kesimpulan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat kesimpulan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat kesimpulan relatif. Maka sebenar-benar tepat kesimpulan adalah tepat kesimpulan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat subyek:
Aku adalah tepat subyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat subyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat subyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan subyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat subyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat subyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat subyek relatif. Maka sebenar-benar tepat subyek adalah tepat subyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat obyek:
Aku adalah tepat obyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat obyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat obyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan obyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat obyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat obyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat obyek relatif. Maka sebenar-benar tepat obyek adalah tepat obyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sifat:
Aku adalah tepat sifat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sifat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sifat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sifat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sifat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sifat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sifat relatif. Maka sebenar-benar tepat sifat adalah tepat sifat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat metode:
Aku adalah tepat metode. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat metode jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat metode keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan metode yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat metode itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat metode yang dipikirkan manusia itu adalah tepat metode relatif. Maka sebenar-benar tepat metode adalah tepat metode absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sasaran:
Aku adalah tepat sasaran. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sasaran jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sasaran keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sasaran yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sasaran itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sasaran yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sasaran relatif. Maka sebenar-benar tepat sasaran adalah tepat sasaran absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat program:
Aku adalah tepat program. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat program jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat program keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan program yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat program itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat program yang dipikirkan manusia itu adalah tepat program relatif. Maka sebenar-benar tepat program adalah tepat program absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat bicara:
Aku adalah tepat bicara. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat bicara jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat bicara keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan bicara yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat bicara itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat bicara yang dipikirkan manusia itu adalah tepat bicara relatif. Maka sebenar-benar tepat bicara adalah tepat bicara absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat mendengar:
Aku adalah tepat mendengar. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat mendengar jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat mendengar keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan mendengar yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat mendengar itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat mendengar yang dipikirkan manusia itu adalah tepat mendengar relatif. Maka sebenar-benar tepat mendengar adalah tepat mendengar absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat melihat:
Aku adalah tepat melihat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat melihat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat melihat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan melihat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat melihat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat melihat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat melihat relatif. Maka sebenar-benar tepat melihat adalah tepat melihat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat menulis:
Aku adalah tepat menulis. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat menulis jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat menulis keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan menulis yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat menulis itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat menulis yang dipikirkan manusia itu adalah tepat menulis relatif. Maka sebenar-benar tepat menulis adalah tepat menulis absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat perintah:
Aku adalah tepat perintah. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat perintah jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat perintah keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan perintah yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat perintah itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat perintah yang dipikirkan manusia itu adalah tepat perintah relatif. Maka sebenar-benar tepat perintah adalah tepat perintah absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat memilih:
Aku adalah tepat memilih. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan memilih yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat memilih itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat memilih yang dipikirkan manusia itu adalah tepat memilih relatif. Maka sebenar-benar tepat memilih adalah tepat memilih absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

35 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dalam elegi di atas, segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya. Tepat itu bersifat relatif. Sesuatu dikatakan tepat jika sesuai dengan apa yang ditentukan pada subyeknya, dan pandangan itu pun hanya sebatas relatif terhadap dimensi yang ada.Tepat untuk kita belum tentu tepat untuk orang lain. Tepat yang sebenar – benarnya adalah milik Allah. Meskipun terkadang kita merasa tidak tepat ketika dihadapkan sengan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah, pdahal yang Allah tetapkan kepada kita merupakan sesuatu yang tepat untuk diri kita.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    tepat belum tentu tepat.
    belum tentu tepat adalah tidak tepat
    pada dasarnya, segala sesuatu bersifat kontradiksi, selalu ada yang berlawanan, tetapi perlawanan itu termasuk anugrah Alloh

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut menunjukkan bahwa “tepat” adalah sesuatu yang bersifat relatif. “Tepat” yang dimaksud setiap orang dapat berbeda-beda. Setinggi-tinggi tepat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat relatif . Artinya “tepat” itu “tidak ada”.

    ReplyDelete
  4. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016

    Tepat jika diartikan secara kasat mata adalah pas, jitu, sesuai sasaran. Tepat. Tik. Namun jika ditinjau lebih dalam lagi, maka tepat tidak dapat diartikan sesederhana itu. Kata tepat berhubungan dengan banyak pihak. misalnya tepat waktu. Maka yang berhubungan dengan tepat waktu adalah orang yang akan melakukan kegiatan berkenaan dengan waktu tersebut, situasi, kondisi, tempat, dan satuan waktu dan alat penunjuk waktu yang digunakan. Sebaliknya, jika yang dibicarakan tepat kondisi, maka yang berhubungan dengan tepat kondisi adalah orang yang berperan dalam kondisi tersebut, situasi, waktu, tempat, dan lingkungan yang bersangkutan. Seperti itu lah semua pihak saling berhubungan satu sama lain. maka dari itu, tidak ada yang dapat dikatan benar-benar tepat. Karena tepat bisa ditinjau dari banyak sudut pandang. Yang mempunyai tepat yang absolut adalah Allah (kuasa dan kehendak-Nya).

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Ketepatan itu bersifat relatif, dan itu hanya ada di pikiran masing-masing individu. Karena setiap manusia mempunyai pemikiran dan perasaan yang berbeda sehingga apa yang dilihat dan dirasakannya akan ada berbeda-beda pula. Tepat yang bersifat absolut adalah milik Allah SWT. Allah jauh lebih mengetahui apa yang tepat untuk diri kita dibanding dengan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elegi ini saya memeproleh pemahaman bahwa 'tepat' dalam kehidupan di dunia itu sifatnya relatif. Semua tergantung ruang dan waktu. Sehingga bisa saja terjadi hari ini tepat namun hari esok justru menjadi tidak tepat. tepat itu bermacam-macam jenis di dunia ini. Namun kesemuanya itu tetaplah relatif. Terkadang kita merasa bahwa apa yang diberikan Allah SWT saat ini tidaklah tepat bagi kita, namun bagi Allah SWT itulah yang tepat untuk kita karena Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang belum kita ketahui. Allah SWT selalu memberikan yang terbaik bagi makhluk-Nya.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    para tepat menyatakan bahwa mereka telah melakukan tugas mereka sesuai dengan kadarnya. setinggi-tingginya ketepatan itu adalah relatif. maka hal itu akan bersifat abstrak. yang mana akan susah untuk diukur lebih tepat. tingkatan tertinggi dalam tepat hanyalah milik Sang Pencita.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi “Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya.”
    Banyak sekalipilihan yang ada ketika kita hendak memilih sesuatu.
    Akan tetapi tepat memilih adalah ketika dapat memilih sesaui dengan ruang dan waktu.
    Dan tepat memilih secara absolut hanya milikNya.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari elegi diatas saya merefleksikan bahwa tepat itu sesuai dengan objeknya. Apakah itu tepat ruang, tepat waktu, tepat sasaran dan lainnya. Tepat tidak bisa di paksakan pada objek yang lain yang tidak sesuai dengannya. Tepat itu bersifat relatif.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D

    Makna dari elegi ini adalah semua karunia ciptaan TUHAN dan umat-Nya yang benar. Manusia memiliki kewajiban untuk selalu bersyukur atas semua berkat yang diberikan oleh Tuhan. Manusia juga bertanggung jawab untuk menjalankan semua mandat yang diberikan oleh TUHAN dengan baik. ada kekuatan manusia yang melebihi kekuasaan Allah. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita harus selalu rendah hati di hadapan TUHAN dan saling membantu di antara manusia.

    ReplyDelete
  11. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Tepat untukku bisa saja tak tepat untukmu, karena memang tepat itu relatif. Relatif seperti sama, karena sama absolut hanya milik Tuhan, begitu dengan tepat absolut, tepat absolut pun hanya milik Tuhan. Karena memang Tuhan yang menjadi dasar dan atas kita dalam melakukan semua hal.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Tepat dalam suatu waktu belum tentu dapat tepat di waktu lainnya. Tepat di suatu tempat belum tentu dapat tepat di temat lain. Maka dapat dikatakan tepat bersifat relative. Tepat tak terikat oleh ruang dan waktu serta subjek dan objek di dalamnya. Oleh karena itu memposisikan diri di waktu dan tempat yang tepat untuk subjek dan objek yang tepat pula.

    ReplyDelete
  13. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tepat itu relatif, sehingga keberadaannya mungkin ada atau mungkin tidak ada sesuai dengan ruang dan waktunya. Keberadaannya bergantung dengan ruang dan waktunya sehingga ada tepat tempat dan tepat waktu. Keberadaannya mungkin relative tergantung subjeknya, sehingga ada tepat subjek. Sehingga keberadaan tepat mengadakan beda.

    ReplyDelete
  14. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pengertian tepat itu bagi setiap orang pasti berbeda-beda sesuai keyakinannya masing-masing. Bahkan definisi tepat itu sendiri tidak ada yang benar-benar tepat.

    ReplyDelete
  15. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi perbincangan para tepat ini mengajarkan bahwa tepat itu sangat lah relatif. Tepat untuk diri kita belum tentu tepat untuk orang lain, dan sebaliknya. Tetapi ketika Tuhan berkehendak, kita sebagai manusia merasakan ketidak tepatan apa yang diberikan Tuhan kepada kita, padahal sesungguhnya Tuhan berkehendak itu adalah ketepatan untuk kita sebagai makhluk-Nya, pilihan yang terbaik untuk diberikan kepada kita.

    ReplyDelete
  16. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Banyak, sama dan tepat dalam kehidupan di dunia ini semuanya bersifat relatif, Semua tergantung ruang dan waktu. Sehingga bisa saja terjadi hari ini tepat namun di kemudian harinya menjadi tidak tepat. Tepat relatif terhadap siapa saja yang memikirkannya. Hanya tepat Sang Pencipta lah yang Absolut. Mari kita berusaha tepat terhadap ruang dan waktu, walaupun tepat kita adalah tepat yang relatif.

    ReplyDelete
  17. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pengertian tentang tepat bermacam-macam, tergantung kita melihat tepat itu dari segi mana. Maka tak ada satupun para ahli yang bisa mendefenisikan secara tepat apa sebenarnya tepat itu. Karena sesungguhnya yang tepat tentang segala-galanya hanyalah milik Allah, kita selaku manusia hanya bisa menduga-duga.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Manusia hanya mempunyai pikiran dan kesempatan terbatas, dan itu juga berbeda setiap manusia, maka segala yang ada dan yang mungkin ada yang dilakukan maupun dirasakan manusia bersifat relative, termasuk ketepatan. Tepat yang satu tidak sama dengan tepat yang lainnya karena sudut pandangnya juga berbeda. Yang memiliki sudut pandang setiap makhluk, setiap sudut, setiap waktu, setiap ruang, dan yang ada dan yang mungkin ada hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga tepat absolute hanyalah milik-Nya.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Tepat itu merupakan suatu hal yang relatif. Banyak pilihan dalam hidup ini untuk mencapai kata tepat. Pilihan itu berupa pilihan yang tak hingga banyaknya. Maka segala yang tepat hanyalah milik Tuhan. Manusia dapat mengatakan bahwa yang ia pilih atau ia jalani merupakan hal yang tepat, tetapi mungkin bagi Tuhan hal tersebut belum tentu tepat, bahkan menurut orang lain akan berbeda pula dengan yang dikatakan tepat. Jadi tepat akan menjadi hal yang berbeda – beda bagi setiap orang. Tergantung dari ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  20. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Makna tepat itu bersifat relatif tergantung subjeknya. Setiap orang mendefinisikan tepat berbeda-beda sesuai dengan pengetahuannya dan pemikirannya sehingga tepat itu banyak tak berhingga. Sesuatu yang bersifatabsolut itu hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, saya belajar bahwa segala sesuatu itu bisa dikatakan tepat oleh manusia. Namun, sifat tepatnya masih relatif. Tergantung dari manusia tersebut. Karena sebenar-benarnya tepat itu tepat absolut, yang merupakan milik dari Tuhan YME.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Tepatlah dalam memposisikan diri. karena semua dapat dikatakan tepat tetapi juga refalatif pada kondisi yang ada. manusia dapat mendefinisikan tepat berbda beda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. tetapi sesungguhnya ketepatan yang absolut adalah milik Tuhan YME.

    ReplyDelete
  23. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam “elegi perbincangan para tepat” di atas, dijelaskan bahwa tepat itu bersifat relatif. Tepat untuk diri kita belum tentu tepat untuk orang lain. Tepat yang absolut hanyalah milik dan kuasa Allah SWT. Allah SWT sudah menetapkan sesuatu kepada kita yang tepat untuk diri kita. Meskipun terkadang kita merasa tidak tepat ketika dihadapkan dengan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah SWT tersebut. Oleh karena itu, yang dapat kita lakukan adalah bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT dan meyakini bahwa itulah segala sesuatu yang tepat bagi kita.

    ReplyDelete
  24. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tepat bersifat relatif darimana sudut pandang yang memandangnya. Oleh karena itu kita harus saling menghargai pandangan orang lain.

    ReplyDelete
  25. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketepatan merupakan suatu hal yang relatif, tergantung bagaimana seseorang memaknainya. Relatif disini berarti tergantung subjek yang menilai. Tetapi, ketepatan yang absoulut hanyalah milik Allah SWT

    ReplyDelete
  26. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi ini selalu menkankan bahwa "Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya" yang artinya tepat disini bersifat relatif tergantung dari sudt pandang mana orang melihatnya dan pandangan orang terhadap sesuatu hal itu selalu berbeda. Ketepatan yang benar-benar tepat hanya milik Allah SWT. Sebab Dia lah yang Maha Mengetahui segalanya

    ReplyDelete
  27. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Segala sesuatu dipandang berdasarkan ruang dan waktunya. Begitupun tepat. Tepat yang ada dipikiranku adalah tepat dalam memilih kebenaran. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang lain pasti memiliki definisi tepat yang lainnya. Maka dari itu, tetap berhati-hatilah dalam memberikan definisi terhadap sesuatu, karna itu yang akan mempengaruhi pikiranmu dan menjadi perbuatanmu.

    ReplyDelete
  28. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Tepat dapat berarti banyak hal, seperti yang terdapat elegi-elegi sebelumnya tentang sama dan para banyak, bahwa tepat juga dapat diartikan secara relative tergantung dari sudut pandangnya. Tepat juga memiliki definisi yang berbeda-beda sesuai dengan dimensi ruang dan waktu dimana tepat itu sedang didefinisikan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  29. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Tepat adalah relatif, pemikiran individu pada satu sasaran yang tercapai baik waktu,tempat,kinerja dll. Akan tetapi tepat yang absolut hanya milik Allah SWT. Allah maha mengetahui melebihi yang hambanya ketahui.

    ReplyDelete
  30. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A


    sebagai manusia kita harus dapat menempatkan diri dan memposisikan diri secara tepat sesuai kondisi yang ada dan yang sedang terjadi agar kita tidak salah dalam bertindak dan tidak gegabah dalam melakukan sesuatu. kebanyakan orang menyebutkan jika manusia sudah dapat memposisikan dirinya secara tepat maka ia sudah dikatakan dewasa.

    ReplyDelete
  31. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps 16

    Sebesar apapun usaha manusia untuk mencapai ketepatan, tetap tidak tepat yang absolut. Tepat yang absolut hanya dimiliki Allah Subhanahuwata'ala. Dan semua ketetapan-Nya tetap akan terjadi.

    ReplyDelete
  32. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sama halnya dengan sama bahwa tepat juga relatif. Tepat menurut si A maka belum tentu tepat menurut B. Namun, suatu yang baik tentu merupakan pilihan yang tepat sedangkan yang buruk bukan pilihan yang tepat. Jika masih ada yang baik kenapa memilih yang kurang baik. Ini juga merupakan langkah yang tetap, yaitu tepat dalam memilih dan menentukan langkah.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tepat merupakan kesesuaian antara suatu hal dengan hal lain yang keduanya memiliki kecocokan atas suatu kebenaran. Tepat diartikan sebagai suatu hal cocok dan tidak terdapat selisih, benar (pada sasaran, tujuan, maksud, dsb), tidak kurang dan tidak lebih serta persis. Namun, ketepatan sendiri bersifat relatif terhadap subyek yang berpendapat atas tepat itu sendiri dan tergantung pada ruang dan waktunya. Tepat yang satu dengan tepat yang kedua akan berbeda makna karena keduanya tidak akan bisa sama. Tepat absolut yaitu tepat yang hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  34. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tepat itu relatif, karena sesuatu itu dikatakan tepat jika sesuatu tersebut memiliki sifat sesuai dengan keberadaannya. Sehingga, tepat bagi seseorang belum tentu tepat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  35. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Bukan hal mudah untuk dapat mencapai tepat waktu, tepat ruang, tepat hati, tepat tindakan, tepat kesimpulan, tepat subjek, tepat objek, tepat sifat, tepat metode, tepat sasaran, tepat program dan lainnya bukan hal mudah. Karena untuk mencapai ketepatan dibutuhkan latihan, kerja keras, dan berdo’a. Tepat merupakan tujuan yang akan dicapai semua manusia, tetapi tidak mudah untuk dapat menduduki ketepatan, seorang pemanah dan penembak pun tidak akan tepat pas disasaran jika tidak banyak latihan menembak dan memanah serta harus banyak berdo’a kepada Allah SWT yang akan memberikan ketepatan kepada setap makhluknya.

    ReplyDelete