Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Tepat

Oleh Marsigit

Para tepat:
Aku merasa dimana-mana terdapat perbedaan tentang tepat. Diantara para anggotaku sudah mulai transparan menampilkan egonya masing-masing, sehingga terjadi keresahan. Tidaklah salah bila sekali waktu aku juga ingin mengundang para anggotaku itu untuk secara transparan pula menyampaikan visi dan misinya tentang tepat. Silahkan.



Tepat waktu:
Aku adalah tepat waktu. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat waktu jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat waktu keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan waktu yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat waktu itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat waktu yang dipikirkan manusia itu adalah tepat waktu relatif. Maka sebenar-benar tepat waktu adalah tepat waktu absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat ruang:
Aku adalah tepat ruang. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat ruang jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat ruang keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan ruang yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat ruang itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi ruang yang dipikirkan manusia itu adalah tepat ruang relatif. Maka sebenar-benar tepat ruang adalah tepat ruang absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat logos:
Aku adalah tepat logos. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat logos jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat logos keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan logos yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat logos itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat logos yang dipikirkan manusia itu adalah tepat logos relatif. Maka sebenar-benar tepat logos adalah tepat logos absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat hati:
Aku adalah tepat hati. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat hati jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat hati keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan hati yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat hati itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat hati yang dipikirkan manusia itu adalah tepat hati relatif. Maka sebenar-benar tepat hati adalah tepat hati absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat tindakan:
Aku adalah tepat tindakan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat tindakan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat tindakan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan tindakan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat tindakan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat tindakan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat tindakan relatif. Maka sebenar-benar tepat tindakan adalah tepat tindakan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat kesimpulan:
Aku adalah tepat kesimpulan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat kesimpulan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat kesimpulan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan kesimpulan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat kesimpulan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat kesimpulan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat kesimpulan relatif. Maka sebenar-benar tepat kesimpulan adalah tepat kesimpulan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat subyek:
Aku adalah tepat subyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat subyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat subyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan subyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat subyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat subyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat subyek relatif. Maka sebenar-benar tepat subyek adalah tepat subyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat obyek:
Aku adalah tepat obyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat obyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat obyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan obyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat obyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat obyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat obyek relatif. Maka sebenar-benar tepat obyek adalah tepat obyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sifat:
Aku adalah tepat sifat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sifat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sifat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sifat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sifat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sifat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sifat relatif. Maka sebenar-benar tepat sifat adalah tepat sifat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat metode:
Aku adalah tepat metode. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat metode jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat metode keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan metode yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat metode itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat metode yang dipikirkan manusia itu adalah tepat metode relatif. Maka sebenar-benar tepat metode adalah tepat metode absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sasaran:
Aku adalah tepat sasaran. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sasaran jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sasaran keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sasaran yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sasaran itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sasaran yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sasaran relatif. Maka sebenar-benar tepat sasaran adalah tepat sasaran absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat program:
Aku adalah tepat program. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat program jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat program keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan program yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat program itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat program yang dipikirkan manusia itu adalah tepat program relatif. Maka sebenar-benar tepat program adalah tepat program absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat bicara:
Aku adalah tepat bicara. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat bicara jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat bicara keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan bicara yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat bicara itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat bicara yang dipikirkan manusia itu adalah tepat bicara relatif. Maka sebenar-benar tepat bicara adalah tepat bicara absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat mendengar:
Aku adalah tepat mendengar. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat mendengar jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat mendengar keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan mendengar yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat mendengar itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat mendengar yang dipikirkan manusia itu adalah tepat mendengar relatif. Maka sebenar-benar tepat mendengar adalah tepat mendengar absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat melihat:
Aku adalah tepat melihat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat melihat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat melihat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan melihat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat melihat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat melihat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat melihat relatif. Maka sebenar-benar tepat melihat adalah tepat melihat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat menulis:
Aku adalah tepat menulis. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat menulis jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat menulis keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan menulis yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat menulis itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat menulis yang dipikirkan manusia itu adalah tepat menulis relatif. Maka sebenar-benar tepat menulis adalah tepat menulis absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat perintah:
Aku adalah tepat perintah. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat perintah jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat perintah keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan perintah yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat perintah itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat perintah yang dipikirkan manusia itu adalah tepat perintah relatif. Maka sebenar-benar tepat perintah adalah tepat perintah absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat memilih:
Aku adalah tepat memilih. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan memilih yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat memilih itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat memilih yang dipikirkan manusia itu adalah tepat memilih relatif. Maka sebenar-benar tepat memilih adalah tepat memilih absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

79 comments:

  1. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Makna tepat itu bersifat relatif tergantung subjeknya. Setiap orang mendefinisikan tepat berbeda-beda sesuai dengan pengetahuannya dan pemikirannya sehingga tepat itu banyak tak berhingga. Sesuatu yang bersifatabsolut itu hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, saya belajar bahwa segala sesuatu itu bisa dikatakan tepat oleh manusia. Namun, sifat tepatnya masih relatif. Tergantung dari manusia tersebut. Karena sebenar-benarnya tepat itu tepat absolut, yang merupakan milik dari Tuhan YME.

    ReplyDelete
  3. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Tepatlah dalam memposisikan diri. karena semua dapat dikatakan tepat tetapi juga refalatif pada kondisi yang ada. manusia dapat mendefinisikan tepat berbda beda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. tetapi sesungguhnya ketepatan yang absolut adalah milik Tuhan YME.

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A


    sebagai manusia kita harus dapat menempatkan diri dan memposisikan diri secara tepat sesuai kondisi yang ada dan yang sedang terjadi agar kita tidak salah dalam bertindak dan tidak gegabah dalam melakukan sesuatu. kebanyakan orang menyebutkan jika manusia sudah dapat memposisikan dirinya secara tepat maka ia sudah dikatakan dewasa.

    ReplyDelete
  5. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps 16

    Sebesar apapun usaha manusia untuk mencapai ketepatan, tetap tidak tepat yang absolut. Tepat yang absolut hanya dimiliki Allah Subhanahuwata'ala. Dan semua ketetapan-Nya tetap akan terjadi.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sama halnya dengan sama bahwa tepat juga relatif. Tepat menurut si A maka belum tentu tepat menurut B. Namun, suatu yang baik tentu merupakan pilihan yang tepat sedangkan yang buruk bukan pilihan yang tepat. Jika masih ada yang baik kenapa memilih yang kurang baik. Ini juga merupakan langkah yang tetap, yaitu tepat dalam memilih dan menentukan langkah.

    ReplyDelete
  7. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tepat merupakan kesesuaian antara suatu hal dengan hal lain yang keduanya memiliki kecocokan atas suatu kebenaran. Tepat diartikan sebagai suatu hal cocok dan tidak terdapat selisih, benar (pada sasaran, tujuan, maksud, dsb), tidak kurang dan tidak lebih serta persis. Namun, ketepatan sendiri bersifat relatif terhadap subyek yang berpendapat atas tepat itu sendiri dan tergantung pada ruang dan waktunya. Tepat yang satu dengan tepat yang kedua akan berbeda makna karena keduanya tidak akan bisa sama. Tepat absolut yaitu tepat yang hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tepat itu relatif, karena sesuatu itu dikatakan tepat jika sesuatu tersebut memiliki sifat sesuai dengan keberadaannya. Sehingga, tepat bagi seseorang belum tentu tepat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Bukan hal mudah untuk dapat mencapai tepat waktu, tepat ruang, tepat hati, tepat tindakan, tepat kesimpulan, tepat subjek, tepat objek, tepat sifat, tepat metode, tepat sasaran, tepat program dan lainnya bukan hal mudah. Karena untuk mencapai ketepatan dibutuhkan latihan, kerja keras, dan berdo’a. Tepat merupakan tujuan yang akan dicapai semua manusia, tetapi tidak mudah untuk dapat menduduki ketepatan, seorang pemanah dan penembak pun tidak akan tepat pas disasaran jika tidak banyak latihan menembak dan memanah serta harus banyak berdo’a kepada Allah SWT yang akan memberikan ketepatan kepada setap makhluknya.

    ReplyDelete
  10. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Beberapa media atau surat kabar kerap menggunakan slogan TEPAT, AKURAT, TERPERCAYA. Jika berbicara mengenai para tepat, sesungguhnya sulit menyatukan pendapat mengenai makna TEPAT itu sendiri. Contoh sederhananya saja, tepat waktu bagi A mungkin tidak sama dengan B karena arloji B terlambat 10 menit. Maka disaat B datang dan merasa tepat waktu, A menganggap B tidak tepat waktu. Tepat sifat, tepat bicara, semuanya bergantung pada persepsi masing-masing. Bahkan kegiatan ibadah yang sudah diatur di dalam Al-Quran, hanya Allah yang mengetahui tepat atau tidaknya ibadah yang kita lakukan. Wahai para tepat, manusia dengan egonya masing-masing akan terus mempermainkan perasaanmu.

    ReplyDelete
  11. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi diatas berbicara mengenai “TEPAT”. Kata Tepat itu dapat diuraikan dengan macam-macam jenisnya, tergantung siapa yang mendefinisikannya, atau tergantung siapa yang memfilosofikannya. Dalam Elegi ini bapak juga menyampaikan bahwa kita mengetahui bagaimana untuk memiliki pandangan atau pengetahuan yang luas mengenai suatu hal dan tak boleh terkotak oleh kata itu sendiri. Tetapi lagi dan yang paling utama yaitu Ketepatan yang Hakiki absolut adalah Milik Allah SWT. Semoga kita dapat menentukan tepat itu sendiri sesuai dengan ketetapan yang telah Allah SWT berikan kepada kita melalui Al-qur’an.

    ReplyDelete
  12. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas A

    Kata TEPAT jika selama masih dalam pemahaman dan pengertian manusia maka masih bersifat relative. Karena ketepatan yang absolut itu hanya milik Allah SWT. Sebagai manusia, tugas kita adalah berusaha dan berdoa. Selalu berusaha tepat dalam konteks ruang dan waktu (dengan berlandaskan Al-Qur’an), dan selalu berdoa serta bertawakal kepada Allah.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Berbicara masalah ‘TEPAT’ erat kaitannya dengan berbagai hal yang pas, dalam artian pas tidak kurang maupun tidak lebih. Apabila waktu, ruang, logos, hati, tindakan, kesimpulan, subyek, obyek, sifat, metode, sasaran, program, bicara, dan sebagainya seperti elegi yyang Prof. utarakan di atas, maka ketepatan tersebut hanyalah relatif. Tepat yang benar-benar absolut hanyalah milik Allah SWT. Sebagai hambaNya kita hanya berhak untuk berencana akan ketetapan tersebut dan yang berhak menentukan hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017


    Dalam kehidupan tepat adalah sesuatu yang relatif. Karena tepat menurut kita belum tentu tepat menurut mereka. Semua tergantung ruang dan waktu dan juga tergantung objek yang dituju. Hari ini bisa menjadi tepat tetapi bisa jadi hari besok menjadi tidak tepat. Karena yang sebenar benarnya tepat adalah milik Alah SWT. Allah jauh lebih mengetahui apa yang tepat untuk diri kita. Yang tepat menurut kita belum tentu tepat menurut Allah. Tetapi kita mampu berusaha untuk melakukan hal agar selalu diberikan tepat menurut Allah.

    ReplyDelete
  15. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Ketepatan manusia itu bersifat relatif itu artinya ketepatan itu bisa benar atau bisa juga tidak benar. Setiap manusia mempunyai pendapat yang berbeda yang mungkin tepat atau tidak tepat. Sehingga dengan perbedaan-perbedaan itu, hendaklah kita khususnya saya dapat menghargai pendapat dari orang lain. Jika ingin mengetahui pendapat tersebut benar atau tidak benar bisa melakukan suatu pembuktian dengan tetap bersikap menghargai apapun pendapat tersebut.

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Tepat itu relatif teradap ruang dan waktu. Tepat itu relatif, karena manusia mendefinisikannya berbeda-beda. Tepatmenurut diri sendiri tidak berarti tepat menurut orang lain. Tepat disuatu tempat belum tentu tepat di tempat lain. Tepat untuk hari ini belumtentu tepat untuk hari esok, dan seterusnya, karena sebenar-benarnya tepat adalah absolut dan tepat absolut hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam “elegi perbincangan para tepat” di atas, bahwa tepat itu bersifat relatif. Tepat untuk diri kita belum tentu tepat untuk orang lain. Tepat yang absolut hanyalah milik dan kuasa Allah SWT. Allah SWT sudah tetapkan sesuatu kepada kita yang tepat untuk diri kita. Meskipun terkadang kita merasa tidak tepat ketika dihadapkan dengan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah SWT tersebut. Maka yang dapat kita lakukan adalah bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT segala sesuatu yang tepat untuk kita.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  18. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Tergantung ruang dan waktunya, tepat relatif bagi manusia
    Entah apapun subjek dan objeknya, tepat relatif bagi manusia
    Pemikiran tepat satu manusia dengan manusia yang lainnya tidak akan selalu sama
    Apapun tepat yang dirasakan bagi manusia tidak akan menjangkau ketetapan absolut
    Tepat yang absolut hanya milik dan kuasa Tuhan

    ReplyDelete
  19. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Setiap individu mendefenisikan tepat secara beragam dan perbedaan pendefenisian tersebut adalah hal yang wajar karena defenisi tetap itu relatif. Namun perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi masalah. Kita harus mampu menghargai pendapat orang lain sehingga kita tetap dapat hidup secara damai di tengah perbedaan pandangan.

    ReplyDelete
  20. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Segala yang ada di dunia ini meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Manusia sendiri adalah makhluk berpikir yang memiliki batas pikir. Yang ada dalam diri manusia sebenar-benarnya adalah reduksi dan relatif. Oleh karena itu, mari kita perkuat iman kita, bahwa benar memang setinggi-tinggi tepat memilih yang dipikirkan manusia itu adalah tepat memilih relatif. Maka sebenar-benar tepat adalah tepat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  21. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Tepat yang dipikirkan manusia itu bersifat relatif. Misalnya tepat dalam memilih. Si A merasa pilihannya “tepat” dan membuatnya hidup hidup bahagia, namu beberapa tahun kemudian si A merasa pilihannya yang dulu “tepat”, menjadi sebuah penyesalan karena kini hidupnya tidak sebahagia dulu. Sehingga ketepatan yang ada dipikiran manusia itu, tergantung pada ruang dan waktu. Laih halnya dengan ketepatan pilihan Allah. Pilihan Allah untuk hambaNya selalu tepat, karena Allah lebih tahu pilihan yang tepat bagi manusia dibandingkan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, tepat yang dimiliki Tuhan itu absolut. Terimakasih

    ReplyDelete
  22. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Tepat menurut elegi di atas adalah sesuatu yang relatif. Tepat memiliki banyak kategori dan keseluruhannya adalh bersifat relatif. Suatu ketepatan yang bersifat absolut adalah hanya milik Allah. Karena segala yang yang ada dan yang mungkin ada dalam kacamata filsafat adalah sesuai ruang dan waktu yang bersifat relatif, karena sebenar-benarnya absolut itu hanya milik Allah.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sesuatu dikatakan tepat jika sesuai dengan ruang dan waktu, sesuai dengan situasi dan kondisi. Karena itulah tepat itu realtif. Maka segala hal dapat dikatakan tepat jika kita sesuai dengan ruang dan waktu, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Tindakan serta ucapan kita akan tepat jika kita mampu menyesuaikan dengan ruang dan waktu. Karena itu penting untuk memahami ruang dan waktu, memahami situasi dan kondisi. Karena sebenar- benar tepat bagi manusia bersifat relative dan sebenar- benar tepat yang absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Tepat dalam pandangan manusia adalah hal yang relatif. Apa yang dianggap tepat oleh manusia yang satu belum tentu tepat bagi manusia yang lain. Contohnya seperti tepat tindakan. Menurut manusia yang satu, tindakannya sudah tepat, tetapi menurut manusia lain hal itu kurang tepat. Contoh lain seperti tepat melihat, manusia merasa dia sudah tepat melihat sesuatu, misalnya melihat raut wajah orang lain, dan berpikir bahwa raut wajah itu sedang bahagia. Padahal kenyataannya orang tersebut sedang bersedih tapi ia mampu menutupinya. Inilah yang dimaksud oleh postingan di atas bahwa tepat manusia itu relatif. Berbeda dengan tepat dari Allah. Allah dapat dengan tepat mengetahui isi hati hambanya. Allah dapat dengan tepat menentukan waktu kejadian tertentu tanpa maju dan mundur sedetikpun. Maka benarlah, tepat itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  25. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tiadalah sesuatu hal apapun di dunia ini yang sempurna dan absolut , karena kesempurnaan dan keabsolutan hanyalah milik Allah swt. Setinggi - tingginya manusia hanyalah dapat mencapai yang relatif. Sebagai mahluk ciptaan Allah swt, yang dapat kita lakukan hanyalah sedekat mungkin mendekati kesempurnaan dan keabsolutan tersebut. maka tiada jualah sesuatu apapun di dunia ini yang tepat absolut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tepat tidaknya hal-hal itu relatif dari ruang dan waktu mana dan dari kacamata mana kita memandangnya, karena jika ada sesuatu yang tepat jika dilihat dari sudut pandang kita, maka mungkin saja hal tersebut tidaklah tepat di mata orang lain. maka setinggi - tingginya tepat itu tetap relatif, sebenar-benarnya tepat yang absolut hanyalah milik Allah swt.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PMB 2017

    Tepat, banyak kata untuk mendefinisikan kata tersebut, dan penggunaannya de berbagai kalimat pun bisa mempengaruhi arti dari kalimat tersebut. mungkin sebaiknya manusia juga bisa seperti itu, menyesuaikan kondisi diana dia berada. sesuai dengan apa yang ada di sekitarnya. tanpa harus merasa spesial atau lebih daripada yang lainnya.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Kesamaan dari semua para tepat ini adalah bahwa mereka mengakui bahwa sebenar-benar tepat adalah milik dan kuasa Tuhan. hal-hal yang ada dan yang mungkin ada hanyalah bisa berusaha untuk menjadi tepat.

    ReplyDelete
  29. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Berbicara soal tepat, lagi-lagi tak bisa lepas dari kata "relatif". Ya, tepat itu cocok, pas, sesuai, tidak lebih tidak kurang dan lain sebagainya. Namun tepat keberadaannya adalah ada dan yang mungkin ada. Tepat memiliki arti yang sangat luas sehingga banyaknya juga tak terhingga. Kembali lagi pada hakikatnya tepat yang dimiliki oleh manusia bersifat relatif. Tepat menurut kita belum tentu tepat menurut orang lain begitu juga sebaliknya tepat menurut kita belum tentu epat menurut kita. Dengan demikian, sebenar-benarnya tepat adalah tepat absolut yang hanyal milik Allah dan hanya kekuasaan-Nya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  30. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Hal yang tepat adalah ketika keberadaan hal tersebut sesuai dengan sifat-sifat keberadaannya. Sehingga ciri penting hal dikatakan tepat adalah kesesuaian. Hal yang dimaksud disini ialah sesuatu yang ada di pikiran dan atau di luar pikiran manusia. Akan tetapi, tepat dalam pandangan manusia yang satu akan berbeda dengan tepat dengan pandangan manusia yang lain. Tepat yang adalah tepat milik Tuhan Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  31. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya. Berdasarkan elegi perbincangan para tepat, segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifatnya. Dan tepat juga sesuai dengan ruang dan waktu, tepat di A belum tentu tepat di B. Maka Tepat akan memiliki banyak sudut pandang dari berbagai manusia. Sehingga pendapatnya mengenai tepat akan berbeda-beda.

    ReplyDelete
  32. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sering kali kita mendengar orang-orang berdiskusi dan saling mempertahankan argumennya, mengenai sesuatu yang dianggapnya tepat. Tentu saja, mereka tidak salah dengan pendapat mereka mengenai apa dan yang mana yang paling tepat, karena perbedaan itu adalah hal yang lazim. Dari Elegi Perbincangan Para Tepat ini, saya dapat belajar dan secara sederhana menyimpulkan bahwa tepat itu bersifat relatif untuk manusia. Tepat tergantung pada ruang dan waktu. Selain itu, tepat juga didasarkan pada persepsi dan pikiran masing - masing individu. Inilah yang menyebabkan tepat untuk si A belum tentu tepat untuk si B. Sementara itu sebenar - benar tepat atau tepat yang bersifat mutlak adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Segala sesuatu yang ada didunia tidak ada yang "tepat" karena berbeda ruang dan waktu dan bersifat kontradiksi. Tinggal bagaimana manusia memahami dengan perspektif yang berbeda dalam pemahaman tersebut

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kata tepat dapat diiringi dengan berbagai macam yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan, tepat subyek, dan masih banyak lagi tidak mampu saya sebutkan semuanya. Ketidakmampuan saya juga ada ketika menyebutkan semua sifat-sifat dari yang ada dan yang mungkin ada. Keterbatasan manusia tersebut menyebabkan setinggi-tinggi tepat menurut manusia masih bersifat relatif. Karena sebenar-benar ketepatan yang absolut adalah Kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tepat menurut manusia hanyalah relatif. Tepat yang absolut hanya milik Tuhan semata. Tepat yang absolut menjadi kuasa Tuhan yang telah mengatur segalanya dalam ruang dan waktu. Terkadang apa yang tepat menurut manusia tak setepat milik Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa melampaui kuasa manusia.

    ReplyDelete
  36. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    segala sesuatu bisa bersifat relatif dan sesuai dengan ruang dan waktu. namun segala sesuatu yang absolut ialah hanya milik Tuhan yang Maha Kuasa

    ReplyDelete
  37. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof, ulasan yang menarik.
    Saya mencermati ulasan di atas bahwa tepat pada segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia kesemuanya bersifat relatif. Hal ini dikarenakan adanya kesesuaian pada ruang dan waktu yang selalu menyertainya. Saya semakin yakin bahwa hanya Tuhan yang memiliki kedudukan yang tertinggi dan memiliki sifat yang absolut. Hal ini tentunya terkait dengan aspek spiritual. Inilah sifat Tuhan yang tidak dapat terbantahkan. Jika manusia mencoba untuk membantah kedudukan tersebut maka Tuhan akan secara langsung memberikan sebab dan akibat-Nya pada manusia itu sendiri. Tuhan Maha Kuasa akan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  38. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Memahami para tepat
    Abstraksinya tepat adalah sesuai
    Idealnya tepat adalah kuasa Tuhan
    Absolutnya tepat adalah kuasa Tuhan
    Metafisiknya tepat adalah sesuai
    Isinya tepat adalah yang ada dan yang mungkin ada
    Wadahnya tepat adalah yang ada dan yang mungkin ada

    ReplyDelete
  39. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Tepat itu sangat banyak sekali anggotanya, contohnya tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan, tepat kesimpulan, tepat subyek, tepat objek, tepat sifat, tepat metode, tepat sasaran, tepat program, tepat bicara, tepat mendengar, tepat melihat, tepat perintah, tepat memilih, dan mungkin masih banyak lagi anggota tepat yang lain. Menurut saya, semua anggota tepat yang ada di fikiran manusia adalah relatif, sesuai dengan keberadaannya, dan sebenar-benarnya tepat yang absolut hanyalah milik dan kuasa dari Tuhan.

    ReplyDelete
  40. 72. Elegi Para Tepat
    Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    “TEPAT”, merupakan kata yang selalu dicari dalam sebuah tindakan, seperti yang dicontohkan diatas yakni kata tepat dapat mengiringi segala aspek dalam kehidupan ini, tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan dan tepat subyek dan masih banyak lagi hingga berpangkat-pangkat aspek yang dapat dipasangkan dan dimaknai dengan kata tepat. Tepat merupakan tujuan agar segala tindakan sesuai dengan ruang dan waktu pula sesuai dengan sifat sehingga mendatangkan manfaat. Oleh karena itu, kita perlu berfikir dalam bertindak agar segala sesuatu dapat tepat. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  41. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Uraian di atas menyatakan bahwa kata “tepat” itu relatif. Misal ada peraturan menyebutkan: Undangan pukul 08.00. Harap hadir “tepat” waktu. Sebenarnya bila kalimat aturan tersebut dibedah, banyak hal yang bisa dikoreksi. Pukul 08.00 artinya jarum pendek menunjuk angka 8, jarum panjang menit dan detik menunjuk angka 12. Itulah yang disebut “tepat” waktu. Bila datang pukul 07.45 , 07.50 , 08.05, tentu dikategorikan tidak tepat waktu. Maka kalimat aturan tersebut sebaiknya diubah menjadi: “Harap hadir sebelum pukul 08.00” atau “Harap hadir maksimal 15 menit sebelum acara dimulai.” Kalau menurut saya, tepat itu mengarah pada ketunggalan sasaran, seperti anak panah yang tepat mengenai sasaran. Namun pada praktiknya “tepat” yang absolut itu tidak ada. “Tepat” itu konteksnya bermacam-macam dan manusia mempunyai penafsiran beragam tentangnya.

    ReplyDelete
  42. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ukuran tepat bagi manusia kadang diukur dengan nilai keberhasilan dari tepat tersebut. Sebelum menentukan tepat manusia dihadapkan pada pilihan, jika pilihannya tersebut berakibat kebaikan/keberuntungan pada manusia maka itu lah sebenar-benar tepat relatif menurut manusia. Tetapi berbeda dengan tepat absolut menurut kuasa Tuhan. Tepat menurut kuasa Tuhan bukan hanya sesuai dengan rencana kita saja atau bisa dikatakan segala kemungkinan baik itu sesuatu yang terbaik untuk kita ataupun tidak baik menurut kita. Meskipun itu tidak baik menurut kita, tetapi itulah yang tepat atas kuasa Tuhan. Tuhan lebih mengetahui tepat yang sebenar-benar tepat untuk hambanya.

    ReplyDelete
  43. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Tepat dalam bahasa artinya benar atau lurus atau pas. Dalam kehidupan tepat merupakan suatu hal yang baik, misalnya tepat waktu menunjukkan bahwa orang tersebut disiplin akan waktunya, tepat sasaran menunjukkan bahwa orang tersebut sudah mahir, dan tepat-tepat yang lainnya. Benar bahwa tepat bagi manusia adalah relatif yaitu tergantung pada ruang dan waktu seta tujuannya. Bahwa sebenar-benarnya tepat yaitu tepat yang absolut adalah Kuasa Allah SWT yang menciptakan makhluknya tepat dengan kodratnya masing-masing.

    ReplyDelete
  44. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Setelah membaca elegi diatas saya dapat menarik kesimpulan bahwa segala sesuatu yang menurut manusia tepat, belum tentu tepat yang setepat-tepatnya. Tepat oleh manusia adalah relatif, relatif terhadap ruang dan waktu. Relativitas tersebut akan berubah-ubah sesuaai subjek dan objek nya serta tergantung kondisi yang sedang terjadi. Karena tepat manusia bersifat relatif, maka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang senantiasa berserah diri kepada Dzat absolut yang sudah pasti tepat dalam segala hal.

    ReplyDelete
  45. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Tepat itu bermacam-macam banyak tak hingga, namun ketepaatan absolut hanya milik tuhan YME. Sesungguhnya manusia selalu ingin dan berusaha untuk tepat. Maka manusia seharusnya mengikuti agama dan ketentuan tuhan. Tepat belum tentu menyenangkan, maka dari itu dibutuhkan keikhlasan dalam menjalani hidup ini. Semoga kita selalu ikhlas dan berada di dalam lindungan Allah SWT. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete

  46. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Satu pertanyaan muncul dari elegi perbincangan ini, kira-kira dalam perbincangan itu, siapa yang paling tepat di antara para tepat? Sulit juga. Saya menyarankan para tepat bersama para beda dan para keliru digabungkan saja dalam konferensi kebenaran. Itu akan lebih seru.

    ReplyDelete
  47. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Seringkali diri memilih suatu hal yang menurut nurani adalah benar, namun orang lain menilai kurang benar, setengah benar, tidak benar. Seringkali diri melihat suatu hal berwarna merah, namun orang lain berpendapat merah muda, merah hati, merah darah. Tepat memilih, melihat, mendengar, metode dan lain sebagainya yang dimiliki manusia memang bersifat relatif. Hanya tepat milik Allah lah yang bersifat absolut, mutlak. Manusia hanya dapat terus berusaha menggapai tepat.

    ReplyDelete
  48. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Mencapai tepat itu sulit, karena kadang kita tepat di berada disebuah tempat yang ‘tepat’ dan dengan ‘tepat’ waktu pula, akan tetapi di tempat dan waktu yang berlainan kita tidak tepat, maka tepat itu haruslah bersesuaian dengan ruang dan waktunya. Tepat dapat berarti benar dan pasti. Tepat haruslah digandeng dengan kata setelahnya, agar bersesuaian tujuan yang akan diungkapkan. Tak ada manusia yang berada di posisi yang selalu tepat (absolut), pasti akan ada waktu dan tempat manusia berada di waktu dan tempat yang tidak tepat, karena manusia bersifat relatif. Jika di dalam sebuah kelas, pasti ada seorang, dua orang atau lebih siswa yang tepat benarnya akan jawaban dari permasalahan matematika yang diberikan, tetapi bisa saja suatu saat nanti siswa-siswa tersebut melakukan kesalahan atau kekeliruan terhadap jawaban yang diberikan.

    ReplyDelete
  49. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Menggapai tepat ini selamanya tetap akan tepat relatif bagi manusia. Semua tergantung ruang dan waktunya. Apa yang saat ini tepat, belum tentu tepat pada waktu dan ruang yang lain. Maka dalam mengajar pun tidak bisa kita mengklain bahwa metode yang kita lakukan adalah metode yang paling tepat. Itu hanyalah tepat relatif, sementara saja. Maka kita guru perlulah senantiasa terbuka terhadap segala perubahan, perkembangan ilmu.

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Tepat bagi manusia adalah bersifat relative. Setidaknya ia relative terhadap ruang dan waktunya. Tepat untuk saat ini belum tentu tepat di masa depan. Tepat di posisi ini belum tentu tepat di posisi yang lain. Maka sebenar-benar tepat adalah tepat sesuai dengan ruang dan waktunya. Sedangkan tepat absolut hanyalah milik Allah. Pencipta Ruang dan Waktu, Yang Menguasai segalanya

    ReplyDelete
  51. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami istilah atau kata “tepat” merupakan kata yang sangat relatif terhadap ruang dan waktu. Bisa jadi sekarang 'tidak' di sini tapi “iya” disana, mungkin 'iya' sekarang tapi kemarin “tidak, dst. Satu-satunya yang bersifat tetap secara hakekat dan absolut adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kami menyadari bahwa istilah tepat dan ketepatan yang dimiliki manusia hanyalah bersifat relatif

    ReplyDelete
  52. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Tepat bagi seseorang adalah tepat yang relatif. Karena didunia inimerupakan kontradiksi, misalnya ada janji bertemu dengan seseorang dan harus tepat waktu maka sesungguhnya seseorang tidak bisa datang tepat waktu karena pasti berselisih sepersekian detik atau tidak akan tepat sama dengan waktu janjian tersebut. Maka menurut prof saat perkuliahan filsafat, bahwa waktu itu selalu berjalan, sehingga tepat waktu itu relatif.

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Tepat bagi seseorang adalah tepat yang relatif. Karena didunia inimerupakan kontradiksi, misalnya ada janji bertemu dengan seseorang dan harus tepat waktu maka sesungguhnya seseorang tidak bisa datang tepat waktu karena pasti berselisih sepersekian detik atau tidak akan tepat sama dengan waktu janjian tersebut. Maka menurut prof saat perkuliahan filsafat, bahwa waktu itu selalu berjalan, sehingga tepat waktu itu relatif.

    ReplyDelete
  54. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Tepat bagi seseorang adalah tepat yang relatif. Karena didunia inimerupakan kontradiksi, misalnya ada janji bertemu dengan seseorang dan harus tepat waktu maka sesungguhnya seseorang tidak bisa datang tepat waktu karena pasti berselisih sepersekian detik atau tidak akan tepat sama dengan waktu janjian tersebut. Maka menurut prof saat perkuliahan filsafat, bahwa waktu itu selalu berjalan, sehingga tepat waktu itu relatif.

    ReplyDelete
  55. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Apa yang dipikirkan manusia itu relatif terhadap ruang dan waktu. Salah satunya yaitu pemikirannya tentang tepat. Misalkan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu tentang bagaimana yang dianggap tepat metode. Pada saat guru A mengatakan metode Z adalah metode yang tepat, pada saat itu juga mungkin ada guru B yang mengatakan metode X adalah metode yang tepat. Atau misalnya tepat waktu. Di suatu tempat seseorang yang punya janji pukul 09.00, kemudian ia datang pukul 09.00 maka orang tersebut dikatakan tepat waktu. Namun, di belahan bumi lainnya, ada seseorang yang punya janji pukul 10.00, maka pukul 10.00 itulah tepat waktu baginya. Begitu pula dengan tepat-tepat yang lain. Sehingga apa yang orang pikirkan tentang tepat itu bersifat relatif. Satu-satunya ketepatan yang absolut adalah ketepatan milik Tuhan. Apa yang direncanakan-Nya untuk terjadi pada suatu waktu pastilah terjadi. Wallahua’lam.

    ReplyDelete
  56. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Setiap tesis pasti punya anti tesisnya, Anti tesis dari anti tesis adalah tesis itu sendiri. Setiap bilangan memiliki inversnya dan invers dari invers adalah bilangan itu sendiri. Tepat belum tentu tepat. Belum tentu tepat adalah tidak tepat. Pada dasarnya, segala sesuatu bersifat kontradiksi, selalu ada yang berlawanan, tetapi perlawanan itu termasuk anugrah Allah

    ReplyDelete
  57. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari elegi diatas saya merefleksikan bahwa tepat itu sesuai dengan objeknya. Apakah itu tepat ruang, tepat waktu, tepat sasaran dan lainnya. Tepat tidak bisa di paksakan pada objek yang lain yang tidak sesuai dengannya. Tepat itu bersifat relatif.

    ReplyDelete
  58. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Segala yang ada dan yang mungkin ada dikatakan tepat bila sesuai dengan ruang dan waktunya, sesuai dengan tujuan dan peruntukannya. Ketepatan di dunia ini bersifat relatif. Suatu hal dikatakan tepat bila sesuai dengan apa yang telah ditentukan pada subyeknya, dan pandangan itu pun sesungguhnya juga relatif terhadap dimensi yang ada. Apa yang kita anggap tepat belum tentu dianggap tepat untuk orang lain. Tepat yang sebenar – benarnya tepat hanyalah milik Allah. Meskipun terkadang kita merasa tidak tepat ketika dihadapkan sengan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah, namun sesungguhnya apa yang Allah tetapkan untuk kita merupakan sesuatu yang tepat untuk diri kita.

    ReplyDelete
  59. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Dari elegi ini kita mendapatkan pelaajran bahwa segala Sesutu baik yang ada dan yang mungkin ada adalah tepat perintah jika keberadaannya sesuai sifat perintah keberadaannya. Beberapa perintah terkadang tidak tepat perintah sesuai konteksnya. Hanya perintah Tuhan yang menjadi sebenar-benar tepat perintah.

    ReplyDelete
  60. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Dari elegi ini kita mendapatkan pelaajran bahwa segala Sesuatu baik yang ada dan yang mungkin ada adalah tepat memilih jika keberadaannya sesuai sifat memilih keberadaannya. Banyak terjadi ketika memilih terkadang tidak tepat memilih sesuai konteksnya, ruang dan waktunya.Hanya hak absolut Tuhan yang menjadi sebenar-benar tepat memilih

    ReplyDelete
  61. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Dari elegi diatas, kita mengerti bahwa tepat itu beragam dan bersifat relatif. Hal ini tepat bagi saya belum tentu tepat bagi orang lain. Tepat juga terikat oleh ruang dan waktu sehingga hermeneutika tepat menjadi multitafsir dan banyak makna tergantung bagaimana kata tepat itu digunakan dan dipakai. Namun, jelas yang dapat dikatakan tepat dengan setepat-tepatnya, ketepatan yang hakiki dan absolut hanyalah Ketepatan milik Allah swt, karena tidak ada makhluknya yang mempunyai ketepatan dalam berperilaku, bertindak, bertuturkata, berkarakter, bersifat, dan berdaya guna. Semua ketepatan kita hanya Allah yang Tahu dan Hanya Dia yang Maha Mengatur segalanya agar menjadi tepat. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  62. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Tepat tidak selamanya sesuai, tepat tidak selmanya benar, tepat tidak selamanya sesuai ruang dan waktu. Manusia belum tentu tepat berada di bumi, ada kemungkinan planet lain di luar bumi yang lebih tepat menjadi tempat tinggal manusia. Sehingga, tepat bagi manusia merupakan relatif yang sifatnya tetap itu tidak tetap di dunia, manusia hanya bisa mengukur ketepatan berdasarkan ruang dan waktu, belum tentu untuk dimensi-dimensi lain.

    ReplyDelete
  63. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    “Tepat” itu relatif. Tepat menurut kita, belum tentu tepat menurut orang lain. Hal tersebut terjadi karena pikiran manusia yang berbeda-beda. Karena manusia selalu melihat dari sudut pandangnya masing-masing. Tidak mudah juga untuk bisa menjadi orang yang tepat hati, tepat tindakan, tepat ruang, tepat waktu, dan meraih tepat-tepat yang lainnya. Hal tersebut dikarenakan manusia memang memiliki segala macam keterbatasan. Ketepatan yang mutlak hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  64. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ketetapan adalah mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Esa karena sesungguhnya ketetapan itu tidak bisa dirubah. Jika Tuhan sudah berkehendak tetap maka apa yang ada di dunia ini menjadi tepat, tepat dimata tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  65. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Tepat itu bersifat relatif, dan itu hanya ada di pikiran masing-masing individu. Tepat tergantung pada ruang dan waktu. Bisa saja hari ini tepat namun hari esok justru menjadi tidak tepat. Tepat relatif terhadap siapa yang memikirkan tepat, atau tepat juga tergantung objek yang dikenai tepat.
    Tepat yang bersifat absolut adalah milik Allah SWT. Segala sesuatu yang telah Allah tetapkan kepada kita merupakan sesuatu yang tepat untuk diri kita. Allah jauh lebih mengetahui apa yang tepat untuk diri kita.

    ReplyDelete
  66. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Tepat merupakan komposisi ideal, tidak ada kurang dan tidak ada lebih. Sementara itu, segala hal di dunia ini memiliki sifat yang relatif. Seperti contoh manusia, kekonsistenan manusia cenderung memiliki perubahan sesuai ruang dan waktu. Sementara itu waktu terus mengalami perubahan. Maka dari itu, tiadalah yang paling tepat di dunia ini selain kebesaran Tuhan.

    ReplyDelete
  67. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas bahwa adan bermacam-macam “tepat”. Tepat dalam kehidupan di dunia sangat bersifat relatif semua tergantung dari ruang dan waktunya. epat dalam melakukan sesuatu memiliki arti sopan terhadap ruang dan waktu, begitupula sebaliknya sopan terhadap ruang dan waktu akan membuat kita tepat dalam melakukan sesuatu. Tepat dalam memilih saat melakukan sesuatu baik itu pilihan metode, subyek, obyek, sifat dan lain akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Tepat yang obsolut hanyalah milik Allah SWT, kita hanya berusaha dan berdoa menjadi lebih tepat terhadap waktu dan tepat terhadap yang lainnya

    ReplyDelete
  68. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Karena manusia terikat oleh ruang dan waktu maka tepat pun akan sesuai dengan bagaimana pandangan manusia itu. Tepat pun menjadi berdasarkan subjektivitas manusia. Sehingga yang sebenar-benar tepat hanya milik Allah SWT.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  69. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenar-benarnya sesuatu yang tepat adalah jika sesuatu tersebut sesuai dengan keinginan yang kita impikan. Impian merupakan sesuatu yang ada namun mungkin ada bagi orang lain. sehingga sesuatu yang tepat itu merupakan sesuatu yang mungkin ada jika terjadi sesuai dengan perkiraan yang kita inginkan. Bagi orang lain, ketepatan apa yang ada bagi kita itu merupakan sesuatu yang mungkin ada bagi mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  70. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam menggapai sesuatu, maka diperlukan sebuah ruang dan waktu. sedangkan menurut ajaran Einstein, ruang dan waktu bersifat relatif. Ruang tergantung pada pengamatnya. Ruang merupakan semacam hubungan antara benda-benda yang diukur dengan cara-cara tertentu. Dengan demikian apabila pengukurannya dilakukan dengan cara yang berbeda, maka hasilnyapun akan berbeda. Waktu juga bersifat relatif karena hasil pengukuran terhadap hubungan-hubungan yang menyangkut waktu tergantung pada pengertian keserampakan (simultaneity); karena apabila sesuatu terjadi, misalnya ledakan, maka kuatnya bunyi ledakan akan berbeda di berbagai tempat.

    ReplyDelete
  71. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    tepat merupakan sesuatu yang sudah sesuai dengan apa yang di inginkan atau impikan. sehingga sesuatu yang tepat itu merupakan sesuatu yang mungkin terjadi jika sesuai dengan perkiraan yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  72. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Tepat itu sifatnya relatif mengapa? karena tepatnya menurut seorang yang satu dengan yang lainnya berbeda. tepat menurut manusia belum tentu menjadi tepatnya Allah Yang Maha Kuasa. dalam Filsafat sesuatu dikatakan tepat jika sesuai dengan ruang dan waktu. tepat dalam waktu seorang yang sudah bekerja berbeda dengan tepat waktunya anak sekolah, begitupun tepat ruang, tepat logos dan sebagainya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  73. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PMB 2017

    Elegi perbincangan para tepat, banyak kata untuk mendefinisikan kata tepat tersebut, dan penggunaannya dalam berbagai kalimat pun bisa mempengaruhi arti dari kalimat tersebut. mungkin sebaiknya manusia juga bisa seperti itu, menyesuaikan kondisi diana dia berada. sesuai dengan apa yang ada di sekitarnya. tanpa harus merasa spesial atau lebih daripada yang lainnya.

    ReplyDelete
  74. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Tepat dalam kehidupan ini bersifat relatif. Tepat itu tergantung dengan ruang dan waktu. Sehingga ada berbagai maca tepat dalam kehidupan ini. Bisa tepat memilih, tepat melihat, tepat berbicara, tepat bertindak dan yang lainnya. Tepat menurut diriku belum tentu tepat menurut diriku. Misalnya saya memilih untuk melanjutkan studi S2 setelah lulus dari S1 adalah pilihan tepat menurut diriku dengan berbagai pertimbangan. Namun menurut dirimu melanjutkan studi S2 bukanlah hal yang tepat, karene hal yang tepat itu adalah bekerja setelah lulus kuliah S1 dengan berbagai pertimbangan. Terimakasih

    ReplyDelete
  75. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  76. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi perbincamham para tepat, tepat dalam kehidupan ini relatif. Tergantung ruang dan waktu. Tepat bagi manusia belum tentu tepat bagi Allah SWT. Tepat untuk diriku belum tentu tepat untuk dirimu. Berarti tepat ada berbagai macam yaitu tepat bertindak,tepat bicara, tepat memilih dan masih banyak lagi. Sebagi salah satu contoh saya memilih kuliah di Universitas Negeri Surabaya. Menurut saya Universitas Negeri Surabaya tepat untuk saya berkuliah tetapi belum tentu bagi Allah SWT. Bagi Allah SWT, saya lebih tepat kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Sehingga tepat itu bersifat relatif tergantung dengan ruang dan waktu, serta kondisi dan situasi.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  77. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Tepat, kita sering mendengar kata ini, tapi seringkali kita hanya memaknainya sebagai satu makna. Setelah saya membaca tulisan Prof diatas, saya berfikir memang benar adanya paratepat. Paratepat ini memiliki visi misi dan ego masing-masing. Dan kita sebagai manusia hanya dapat mengartikan tepat itu secara relatif, semisal tepat waktu ini berarti waktu yang sesuai dengan keberadaannya, namun lagi-lagi keberadaan ini juga banyaknya tak hingga, sehingga makna kata *tepat* itu tidak dapat dipandang satu sisi, yang dimata kita mungkin kurang tepat tapi tidak menutup kemungkinan dimata orang lain emnjadi paling tepat, oleh karena itulah tepat yang absolut hanya milik Allah semata.

    ReplyDelete
  78. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    "Ah, aku datang tepat waktu!," "Tindakanku sudah tepat," "Pembicaraanku ini tepat."
    Begitu yang sering kali kita utarakan bagi diri kita sendiri. Tidak hanya dalam beberapa kesempatan, tetapi kita sering menganggap bahwa kita adalah orang yang tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan, dll. Yakinkah itu suatu ketepatan? Atau hanya secara kebetulan saja kita berada pada ketepatan yang memang sudah dikehendaki Tuhan?
    Tepat menurutku belum tentu tepat menurutmu dan tepat menurutmu belum tentu tepat untukku, tetapi tepat menurut Tuhan, bukankah merupakan hal yang paling tepat untuk semua orang?

    ReplyDelete
  79. Aji Pangestu
    15301241009
    S1- Pendidikan Matematika I 2015

    Tepat menurut saya belum tentu tepat menurut orang lain. Hal ini dikarenakan ketepatan pada diri manusia itu relatif, dan ketepatan yang absolut hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete