Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Tepat

Oleh Marsigit

Para tepat:
Aku merasa dimana-mana terdapat perbedaan tentang tepat. Diantara para anggotaku sudah mulai transparan menampilkan egonya masing-masing, sehingga terjadi keresahan. Tidaklah salah bila sekali waktu aku juga ingin mengundang para anggotaku itu untuk secara transparan pula menyampaikan visi dan misinya tentang tepat. Silahkan.



Tepat waktu:
Aku adalah tepat waktu. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat waktu jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat waktu keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan waktu yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat waktu itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat waktu yang dipikirkan manusia itu adalah tepat waktu relatif. Maka sebenar-benar tepat waktu adalah tepat waktu absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat ruang:
Aku adalah tepat ruang. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat ruang jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat ruang keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan ruang yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat ruang itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi ruang yang dipikirkan manusia itu adalah tepat ruang relatif. Maka sebenar-benar tepat ruang adalah tepat ruang absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat logos:
Aku adalah tepat logos. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat logos jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat logos keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan logos yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat logos itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat logos yang dipikirkan manusia itu adalah tepat logos relatif. Maka sebenar-benar tepat logos adalah tepat logos absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat hati:
Aku adalah tepat hati. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat hati jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat hati keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan hati yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat hati itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat hati yang dipikirkan manusia itu adalah tepat hati relatif. Maka sebenar-benar tepat hati adalah tepat hati absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat tindakan:
Aku adalah tepat tindakan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat tindakan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat tindakan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan tindakan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat tindakan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat tindakan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat tindakan relatif. Maka sebenar-benar tepat tindakan adalah tepat tindakan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat kesimpulan:
Aku adalah tepat kesimpulan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat kesimpulan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat kesimpulan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan kesimpulan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat kesimpulan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat kesimpulan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat kesimpulan relatif. Maka sebenar-benar tepat kesimpulan adalah tepat kesimpulan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat subyek:
Aku adalah tepat subyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat subyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat subyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan subyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat subyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat subyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat subyek relatif. Maka sebenar-benar tepat subyek adalah tepat subyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat obyek:
Aku adalah tepat obyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat obyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat obyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan obyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat obyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat obyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat obyek relatif. Maka sebenar-benar tepat obyek adalah tepat obyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sifat:
Aku adalah tepat sifat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sifat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sifat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sifat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sifat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sifat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sifat relatif. Maka sebenar-benar tepat sifat adalah tepat sifat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat metode:
Aku adalah tepat metode. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat metode jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat metode keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan metode yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat metode itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat metode yang dipikirkan manusia itu adalah tepat metode relatif. Maka sebenar-benar tepat metode adalah tepat metode absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sasaran:
Aku adalah tepat sasaran. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sasaran jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sasaran keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sasaran yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sasaran itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sasaran yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sasaran relatif. Maka sebenar-benar tepat sasaran adalah tepat sasaran absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat program:
Aku adalah tepat program. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat program jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat program keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan program yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat program itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat program yang dipikirkan manusia itu adalah tepat program relatif. Maka sebenar-benar tepat program adalah tepat program absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat bicara:
Aku adalah tepat bicara. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat bicara jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat bicara keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan bicara yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat bicara itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat bicara yang dipikirkan manusia itu adalah tepat bicara relatif. Maka sebenar-benar tepat bicara adalah tepat bicara absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat mendengar:
Aku adalah tepat mendengar. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat mendengar jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat mendengar keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan mendengar yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat mendengar itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat mendengar yang dipikirkan manusia itu adalah tepat mendengar relatif. Maka sebenar-benar tepat mendengar adalah tepat mendengar absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat melihat:
Aku adalah tepat melihat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat melihat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat melihat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan melihat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat melihat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat melihat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat melihat relatif. Maka sebenar-benar tepat melihat adalah tepat melihat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat menulis:
Aku adalah tepat menulis. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat menulis jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat menulis keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan menulis yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat menulis itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat menulis yang dipikirkan manusia itu adalah tepat menulis relatif. Maka sebenar-benar tepat menulis adalah tepat menulis absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat perintah:
Aku adalah tepat perintah. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat perintah jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat perintah keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan perintah yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat perintah itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat perintah yang dipikirkan manusia itu adalah tepat perintah relatif. Maka sebenar-benar tepat perintah adalah tepat perintah absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat memilih:
Aku adalah tepat memilih. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan memilih yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat memilih itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat memilih yang dipikirkan manusia itu adalah tepat memilih relatif. Maka sebenar-benar tepat memilih adalah tepat memilih absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

42 comments:

  1. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A


    sebagai manusia kita harus dapat menempatkan diri dan memposisikan diri secara tepat sesuai kondisi yang ada dan yang sedang terjadi agar kita tidak salah dalam bertindak dan tidak gegabah dalam melakukan sesuatu. kebanyakan orang menyebutkan jika manusia sudah dapat memposisikan dirinya secara tepat maka ia sudah dikatakan dewasa.

    ReplyDelete
  2. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps 16

    Sebesar apapun usaha manusia untuk mencapai ketepatan, tetap tidak tepat yang absolut. Tepat yang absolut hanya dimiliki Allah Subhanahuwata'ala. Dan semua ketetapan-Nya tetap akan terjadi.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sama halnya dengan sama bahwa tepat juga relatif. Tepat menurut si A maka belum tentu tepat menurut B. Namun, suatu yang baik tentu merupakan pilihan yang tepat sedangkan yang buruk bukan pilihan yang tepat. Jika masih ada yang baik kenapa memilih yang kurang baik. Ini juga merupakan langkah yang tetap, yaitu tepat dalam memilih dan menentukan langkah.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tepat merupakan kesesuaian antara suatu hal dengan hal lain yang keduanya memiliki kecocokan atas suatu kebenaran. Tepat diartikan sebagai suatu hal cocok dan tidak terdapat selisih, benar (pada sasaran, tujuan, maksud, dsb), tidak kurang dan tidak lebih serta persis. Namun, ketepatan sendiri bersifat relatif terhadap subyek yang berpendapat atas tepat itu sendiri dan tergantung pada ruang dan waktunya. Tepat yang satu dengan tepat yang kedua akan berbeda makna karena keduanya tidak akan bisa sama. Tepat absolut yaitu tepat yang hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tepat itu relatif, karena sesuatu itu dikatakan tepat jika sesuatu tersebut memiliki sifat sesuai dengan keberadaannya. Sehingga, tepat bagi seseorang belum tentu tepat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Bukan hal mudah untuk dapat mencapai tepat waktu, tepat ruang, tepat hati, tepat tindakan, tepat kesimpulan, tepat subjek, tepat objek, tepat sifat, tepat metode, tepat sasaran, tepat program dan lainnya bukan hal mudah. Karena untuk mencapai ketepatan dibutuhkan latihan, kerja keras, dan berdo’a. Tepat merupakan tujuan yang akan dicapai semua manusia, tetapi tidak mudah untuk dapat menduduki ketepatan, seorang pemanah dan penembak pun tidak akan tepat pas disasaran jika tidak banyak latihan menembak dan memanah serta harus banyak berdo’a kepada Allah SWT yang akan memberikan ketepatan kepada setap makhluknya.

    ReplyDelete
  7. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Beberapa media atau surat kabar kerap menggunakan slogan TEPAT, AKURAT, TERPERCAYA. Jika berbicara mengenai para tepat, sesungguhnya sulit menyatukan pendapat mengenai makna TEPAT itu sendiri. Contoh sederhananya saja, tepat waktu bagi A mungkin tidak sama dengan B karena arloji B terlambat 10 menit. Maka disaat B datang dan merasa tepat waktu, A menganggap B tidak tepat waktu. Tepat sifat, tepat bicara, semuanya bergantung pada persepsi masing-masing. Bahkan kegiatan ibadah yang sudah diatur di dalam Al-Quran, hanya Allah yang mengetahui tepat atau tidaknya ibadah yang kita lakukan. Wahai para tepat, manusia dengan egonya masing-masing akan terus mempermainkan perasaanmu.

    ReplyDelete
  8. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi diatas berbicara mengenai “TEPAT”. Kata Tepat itu dapat diuraikan dengan macam-macam jenisnya, tergantung siapa yang mendefinisikannya, atau tergantung siapa yang memfilosofikannya. Dalam Elegi ini bapak juga menyampaikan bahwa kita mengetahui bagaimana untuk memiliki pandangan atau pengetahuan yang luas mengenai suatu hal dan tak boleh terkotak oleh kata itu sendiri. Tetapi lagi dan yang paling utama yaitu Ketepatan yang Hakiki absolut adalah Milik Allah SWT. Semoga kita dapat menentukan tepat itu sendiri sesuai dengan ketetapan yang telah Allah SWT berikan kepada kita melalui Al-qur’an.

    ReplyDelete
  9. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas A

    Kata TEPAT jika selama masih dalam pemahaman dan pengertian manusia maka masih bersifat relative. Karena ketepatan yang absolut itu hanya milik Allah SWT. Sebagai manusia, tugas kita adalah berusaha dan berdoa. Selalu berusaha tepat dalam konteks ruang dan waktu (dengan berlandaskan Al-Qur’an), dan selalu berdoa serta bertawakal kepada Allah.

    ReplyDelete
  10. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Berbicara masalah ‘TEPAT’ erat kaitannya dengan berbagai hal yang pas, dalam artian pas tidak kurang maupun tidak lebih. Apabila waktu, ruang, logos, hati, tindakan, kesimpulan, subyek, obyek, sifat, metode, sasaran, program, bicara, dan sebagainya seperti elegi yyang Prof. utarakan di atas, maka ketepatan tersebut hanyalah relatif. Tepat yang benar-benar absolut hanyalah milik Allah SWT. Sebagai hambaNya kita hanya berhak untuk berencana akan ketetapan tersebut dan yang berhak menentukan hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  11. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017


    Dalam kehidupan tepat adalah sesuatu yang relatif. Karena tepat menurut kita belum tentu tepat menurut mereka. Semua tergantung ruang dan waktu dan juga tergantung objek yang dituju. Hari ini bisa menjadi tepat tetapi bisa jadi hari besok menjadi tidak tepat. Karena yang sebenar benarnya tepat adalah milik Alah SWT. Allah jauh lebih mengetahui apa yang tepat untuk diri kita. Yang tepat menurut kita belum tentu tepat menurut Allah. Tetapi kita mampu berusaha untuk melakukan hal agar selalu diberikan tepat menurut Allah.

    ReplyDelete
  12. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Ketepatan manusia itu bersifat relatif itu artinya ketepatan itu bisa benar atau bisa juga tidak benar. Setiap manusia mempunyai pendapat yang berbeda yang mungkin tepat atau tidak tepat. Sehingga dengan perbedaan-perbedaan itu, hendaklah kita khususnya saya dapat menghargai pendapat dari orang lain. Jika ingin mengetahui pendapat tersebut benar atau tidak benar bisa melakukan suatu pembuktian dengan tetap bersikap menghargai apapun pendapat tersebut.

    ReplyDelete
  13. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Tepat itu relatif teradap ruang dan waktu. Tepat itu relatif, karena manusia mendefinisikannya berbeda-beda. Tepatmenurut diri sendiri tidak berarti tepat menurut orang lain. Tepat disuatu tempat belum tentu tepat di tempat lain. Tepat untuk hari ini belumtentu tepat untuk hari esok, dan seterusnya, karena sebenar-benarnya tepat adalah absolut dan tepat absolut hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam “elegi perbincangan para tepat” di atas, bahwa tepat itu bersifat relatif. Tepat untuk diri kita belum tentu tepat untuk orang lain. Tepat yang absolut hanyalah milik dan kuasa Allah SWT. Allah SWT sudah tetapkan sesuatu kepada kita yang tepat untuk diri kita. Meskipun terkadang kita merasa tidak tepat ketika dihadapkan dengan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah SWT tersebut. Maka yang dapat kita lakukan adalah bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT segala sesuatu yang tepat untuk kita.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  15. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Tergantung ruang dan waktunya, tepat relatif bagi manusia
    Entah apapun subjek dan objeknya, tepat relatif bagi manusia
    Pemikiran tepat satu manusia dengan manusia yang lainnya tidak akan selalu sama
    Apapun tepat yang dirasakan bagi manusia tidak akan menjangkau ketetapan absolut
    Tepat yang absolut hanya milik dan kuasa Tuhan

    ReplyDelete
  16. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Setiap individu mendefenisikan tepat secara beragam dan perbedaan pendefenisian tersebut adalah hal yang wajar karena defenisi tetap itu relatif. Namun perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi masalah. Kita harus mampu menghargai pendapat orang lain sehingga kita tetap dapat hidup secara damai di tengah perbedaan pandangan.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Segala yang ada di dunia ini meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Manusia sendiri adalah makhluk berpikir yang memiliki batas pikir. Yang ada dalam diri manusia sebenar-benarnya adalah reduksi dan relatif. Oleh karena itu, mari kita perkuat iman kita, bahwa benar memang setinggi-tinggi tepat memilih yang dipikirkan manusia itu adalah tepat memilih relatif. Maka sebenar-benar tepat adalah tepat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Tepat yang dipikirkan manusia itu bersifat relatif. Misalnya tepat dalam memilih. Si A merasa pilihannya “tepat” dan membuatnya hidup hidup bahagia, namu beberapa tahun kemudian si A merasa pilihannya yang dulu “tepat”, menjadi sebuah penyesalan karena kini hidupnya tidak sebahagia dulu. Sehingga ketepatan yang ada dipikiran manusia itu, tergantung pada ruang dan waktu. Laih halnya dengan ketepatan pilihan Allah. Pilihan Allah untuk hambaNya selalu tepat, karena Allah lebih tahu pilihan yang tepat bagi manusia dibandingkan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, tepat yang dimiliki Tuhan itu absolut. Terimakasih

    ReplyDelete
  19. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Tepat menurut elegi di atas adalah sesuatu yang relatif. Tepat memiliki banyak kategori dan keseluruhannya adalh bersifat relatif. Suatu ketepatan yang bersifat absolut adalah hanya milik Allah. Karena segala yang yang ada dan yang mungkin ada dalam kacamata filsafat adalah sesuai ruang dan waktu yang bersifat relatif, karena sebenar-benarnya absolut itu hanya milik Allah.

    ReplyDelete
  20. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sesuatu dikatakan tepat jika sesuai dengan ruang dan waktu, sesuai dengan situasi dan kondisi. Karena itulah tepat itu realtif. Maka segala hal dapat dikatakan tepat jika kita sesuai dengan ruang dan waktu, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Tindakan serta ucapan kita akan tepat jika kita mampu menyesuaikan dengan ruang dan waktu. Karena itu penting untuk memahami ruang dan waktu, memahami situasi dan kondisi. Karena sebenar- benar tepat bagi manusia bersifat relative dan sebenar- benar tepat yang absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Tepat dalam pandangan manusia adalah hal yang relatif. Apa yang dianggap tepat oleh manusia yang satu belum tentu tepat bagi manusia yang lain. Contohnya seperti tepat tindakan. Menurut manusia yang satu, tindakannya sudah tepat, tetapi menurut manusia lain hal itu kurang tepat. Contoh lain seperti tepat melihat, manusia merasa dia sudah tepat melihat sesuatu, misalnya melihat raut wajah orang lain, dan berpikir bahwa raut wajah itu sedang bahagia. Padahal kenyataannya orang tersebut sedang bersedih tapi ia mampu menutupinya. Inilah yang dimaksud oleh postingan di atas bahwa tepat manusia itu relatif. Berbeda dengan tepat dari Allah. Allah dapat dengan tepat mengetahui isi hati hambanya. Allah dapat dengan tepat menentukan waktu kejadian tertentu tanpa maju dan mundur sedetikpun. Maka benarlah, tepat itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  22. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tiadalah sesuatu hal apapun di dunia ini yang sempurna dan absolut , karena kesempurnaan dan keabsolutan hanyalah milik Allah swt. Setinggi - tingginya manusia hanyalah dapat mencapai yang relatif. Sebagai mahluk ciptaan Allah swt, yang dapat kita lakukan hanyalah sedekat mungkin mendekati kesempurnaan dan keabsolutan tersebut. maka tiada jualah sesuatu apapun di dunia ini yang tepat absolut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tepat tidaknya hal-hal itu relatif dari ruang dan waktu mana dan dari kacamata mana kita memandangnya, karena jika ada sesuatu yang tepat jika dilihat dari sudut pandang kita, maka mungkin saja hal tersebut tidaklah tepat di mata orang lain. maka setinggi - tingginya tepat itu tetap relatif, sebenar-benarnya tepat yang absolut hanyalah milik Allah swt.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PMB 2017

    Tepat, banyak kata untuk mendefinisikan kata tersebut, dan penggunaannya de berbagai kalimat pun bisa mempengaruhi arti dari kalimat tersebut. mungkin sebaiknya manusia juga bisa seperti itu, menyesuaikan kondisi diana dia berada. sesuai dengan apa yang ada di sekitarnya. tanpa harus merasa spesial atau lebih daripada yang lainnya.

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Kesamaan dari semua para tepat ini adalah bahwa mereka mengakui bahwa sebenar-benar tepat adalah milik dan kuasa Tuhan. hal-hal yang ada dan yang mungkin ada hanyalah bisa berusaha untuk menjadi tepat.

    ReplyDelete
  26. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Berbicara soal tepat, lagi-lagi tak bisa lepas dari kata "relatif". Ya, tepat itu cocok, pas, sesuai, tidak lebih tidak kurang dan lain sebagainya. Namun tepat keberadaannya adalah ada dan yang mungkin ada. Tepat memiliki arti yang sangat luas sehingga banyaknya juga tak terhingga. Kembali lagi pada hakikatnya tepat yang dimiliki oleh manusia bersifat relatif. Tepat menurut kita belum tentu tepat menurut orang lain begitu juga sebaliknya tepat menurut kita belum tentu epat menurut kita. Dengan demikian, sebenar-benarnya tepat adalah tepat absolut yang hanyal milik Allah dan hanya kekuasaan-Nya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Hal yang tepat adalah ketika keberadaan hal tersebut sesuai dengan sifat-sifat keberadaannya. Sehingga ciri penting hal dikatakan tepat adalah kesesuaian. Hal yang dimaksud disini ialah sesuatu yang ada di pikiran dan atau di luar pikiran manusia. Akan tetapi, tepat dalam pandangan manusia yang satu akan berbeda dengan tepat dengan pandangan manusia yang lain. Tepat yang adalah tepat milik Tuhan Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  28. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya. Berdasarkan elegi perbincangan para tepat, segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifatnya. Dan tepat juga sesuai dengan ruang dan waktu, tepat di A belum tentu tepat di B. Maka Tepat akan memiliki banyak sudut pandang dari berbagai manusia. Sehingga pendapatnya mengenai tepat akan berbeda-beda.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sering kali kita mendengar orang-orang berdiskusi dan saling mempertahankan argumennya, mengenai sesuatu yang dianggapnya tepat. Tentu saja, mereka tidak salah dengan pendapat mereka mengenai apa dan yang mana yang paling tepat, karena perbedaan itu adalah hal yang lazim. Dari Elegi Perbincangan Para Tepat ini, saya dapat belajar dan secara sederhana menyimpulkan bahwa tepat itu bersifat relatif untuk manusia. Tepat tergantung pada ruang dan waktu. Selain itu, tepat juga didasarkan pada persepsi dan pikiran masing - masing individu. Inilah yang menyebabkan tepat untuk si A belum tentu tepat untuk si B. Sementara itu sebenar - benar tepat atau tepat yang bersifat mutlak adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Segala sesuatu yang ada didunia tidak ada yang "tepat" karena berbeda ruang dan waktu dan bersifat kontradiksi. Tinggal bagaimana manusia memahami dengan perspektif yang berbeda dalam pemahaman tersebut

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kata tepat dapat diiringi dengan berbagai macam yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan, tepat subyek, dan masih banyak lagi tidak mampu saya sebutkan semuanya. Ketidakmampuan saya juga ada ketika menyebutkan semua sifat-sifat dari yang ada dan yang mungkin ada. Keterbatasan manusia tersebut menyebabkan setinggi-tinggi tepat menurut manusia masih bersifat relatif. Karena sebenar-benar ketepatan yang absolut adalah Kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tepat menurut manusia hanyalah relatif. Tepat yang absolut hanya milik Tuhan semata. Tepat yang absolut menjadi kuasa Tuhan yang telah mengatur segalanya dalam ruang dan waktu. Terkadang apa yang tepat menurut manusia tak setepat milik Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa melampaui kuasa manusia.

    ReplyDelete
  33. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    segala sesuatu bisa bersifat relatif dan sesuai dengan ruang dan waktu. namun segala sesuatu yang absolut ialah hanya milik Tuhan yang Maha Kuasa

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof, ulasan yang menarik.
    Saya mencermati ulasan di atas bahwa tepat pada segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia kesemuanya bersifat relatif. Hal ini dikarenakan adanya kesesuaian pada ruang dan waktu yang selalu menyertainya. Saya semakin yakin bahwa hanya Tuhan yang memiliki kedudukan yang tertinggi dan memiliki sifat yang absolut. Hal ini tentunya terkait dengan aspek spiritual. Inilah sifat Tuhan yang tidak dapat terbantahkan. Jika manusia mencoba untuk membantah kedudukan tersebut maka Tuhan akan secara langsung memberikan sebab dan akibat-Nya pada manusia itu sendiri. Tuhan Maha Kuasa akan segala sesuatu.

    ReplyDelete
  35. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Memahami para tepat
    Abstraksinya tepat adalah sesuai
    Idealnya tepat adalah kuasa Tuhan
    Absolutnya tepat adalah kuasa Tuhan
    Metafisiknya tepat adalah sesuai
    Isinya tepat adalah yang ada dan yang mungkin ada
    Wadahnya tepat adalah yang ada dan yang mungkin ada

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Tepat itu sangat banyak sekali anggotanya, contohnya tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan, tepat kesimpulan, tepat subyek, tepat objek, tepat sifat, tepat metode, tepat sasaran, tepat program, tepat bicara, tepat mendengar, tepat melihat, tepat perintah, tepat memilih, dan mungkin masih banyak lagi anggota tepat yang lain. Menurut saya, semua anggota tepat yang ada di fikiran manusia adalah relatif, sesuai dengan keberadaannya, dan sebenar-benarnya tepat yang absolut hanyalah milik dan kuasa dari Tuhan.

    ReplyDelete
  37. 72. Elegi Para Tepat
    Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    “TEPAT”, merupakan kata yang selalu dicari dalam sebuah tindakan, seperti yang dicontohkan diatas yakni kata tepat dapat mengiringi segala aspek dalam kehidupan ini, tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan dan tepat subyek dan masih banyak lagi hingga berpangkat-pangkat aspek yang dapat dipasangkan dan dimaknai dengan kata tepat. Tepat merupakan tujuan agar segala tindakan sesuai dengan ruang dan waktu pula sesuai dengan sifat sehingga mendatangkan manfaat. Oleh karena itu, kita perlu berfikir dalam bertindak agar segala sesuatu dapat tepat. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  38. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Uraian di atas menyatakan bahwa kata “tepat” itu relatif. Misal ada peraturan menyebutkan: Undangan pukul 08.00. Harap hadir “tepat” waktu. Sebenarnya bila kalimat aturan tersebut dibedah, banyak hal yang bisa dikoreksi. Pukul 08.00 artinya jarum pendek menunjuk angka 8, jarum panjang menit dan detik menunjuk angka 12. Itulah yang disebut “tepat” waktu. Bila datang pukul 07.45 , 07.50 , 08.05, tentu dikategorikan tidak tepat waktu. Maka kalimat aturan tersebut sebaiknya diubah menjadi: “Harap hadir sebelum pukul 08.00” atau “Harap hadir maksimal 15 menit sebelum acara dimulai.” Kalau menurut saya, tepat itu mengarah pada ketunggalan sasaran, seperti anak panah yang tepat mengenai sasaran. Namun pada praktiknya “tepat” yang absolut itu tidak ada. “Tepat” itu konteksnya bermacam-macam dan manusia mempunyai penafsiran beragam tentangnya.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ukuran tepat bagi manusia kadang diukur dengan nilai keberhasilan dari tepat tersebut. Sebelum menentukan tepat manusia dihadapkan pada pilihan, jika pilihannya tersebut berakibat kebaikan/keberuntungan pada manusia maka itu lah sebenar-benar tepat relatif menurut manusia. Tetapi berbeda dengan tepat absolut menurut kuasa Tuhan. Tepat menurut kuasa Tuhan bukan hanya sesuai dengan rencana kita saja atau bisa dikatakan segala kemungkinan baik itu sesuatu yang terbaik untuk kita ataupun tidak baik menurut kita. Meskipun itu tidak baik menurut kita, tetapi itulah yang tepat atas kuasa Tuhan. Tuhan lebih mengetahui tepat yang sebenar-benar tepat untuk hambanya.

    ReplyDelete
  40. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Tepat dalam bahasa artinya benar atau lurus atau pas. Dalam kehidupan tepat merupakan suatu hal yang baik, misalnya tepat waktu menunjukkan bahwa orang tersebut disiplin akan waktunya, tepat sasaran menunjukkan bahwa orang tersebut sudah mahir, dan tepat-tepat yang lainnya. Benar bahwa tepat bagi manusia adalah relatif yaitu tergantung pada ruang dan waktu seta tujuannya. Bahwa sebenar-benarnya tepat yaitu tepat yang absolut adalah Kuasa Allah SWT yang menciptakan makhluknya tepat dengan kodratnya masing-masing.

    ReplyDelete
  41. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Setelah membaca elegi diatas saya dapat menarik kesimpulan bahwa segala sesuatu yang menurut manusia tepat, belum tentu tepat yang setepat-tepatnya. Tepat oleh manusia adalah relatif, relatif terhadap ruang dan waktu. Relativitas tersebut akan berubah-ubah sesuaai subjek dan objek nya serta tergantung kondisi yang sedang terjadi. Karena tepat manusia bersifat relatif, maka sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang senantiasa berserah diri kepada Dzat absolut yang sudah pasti tepat dalam segala hal.

    ReplyDelete
  42. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Tepat itu bermacam-macam banyak tak hingga, namun ketepaatan absolut hanya milik tuhan YME. Sesungguhnya manusia selalu ingin dan berusaha untuk tepat. Maka manusia seharusnya mengikuti agama dan ketentuan tuhan. Tepat belum tentu menyenangkan, maka dari itu dibutuhkan keikhlasan dalam menjalani hidup ini. Semoga kita selalu ikhlas dan berada di dalam lindungan Allah SWT. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete