Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Kebenaran

Oleh Marsigit

Kebenaran:
Tidaklah mudah menyampaikan kebenaran. Aku telah menyaksikan para logos bertengkar memperebutkan kebenaran. Tetapi kelihatannya, tidak hanya para logos saja yang memperebutkan kebenaran, para mitos juga tidak kalah seru dalam memperebutkan kebenaran. Sedangkan aku masih menyaksikan bahwa para hati pun ternyata saling memperebutkan kebenaran. Maka aku berketetapan akan memanggil mereka semua untuk menyampaikan pikirannya masing-masing. Wahai para mitos, logos, dan hati, dengan ini aku mengundangmu semua untuk hadir pada acara konferensi kebenaran yang akan segera aku laksanakan. Silahkan masing-masing darimu menyampaikan kebenaranmu masing-masing.



Mitos:
Wahai kebenaran, janganlah engkau berlagak paling benar di hadapanku. Ketahuilah bahwa aku adalah mitos yang ada dan yang mungkin ada. Macam dan jumlahku adalah banyak tak terhingga. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghalangi para logos menemukan kebenaran. Aku tidak ikhlas jika para logos itu menemukan kebenaran yang sebenarnya. Maka aku berusaha agar para logos itu berhenti dalam usahanya itu. Karena jika para logos masih berusaha mencari kebenaran itu maka mereka akan tetap menjadi logos. Aku ingin agar mereka pada akhirnya juga menjadi mitos-mitos sepertiku. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika para logos itu telah menjadi mitos. Sahabatku adalah para fatamorgana.

Logos:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku menyadari bahwa diriku itu banyak dan bermacam-macam. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghindari bertemu dengan mitos. Aku benar-benar takut dengan perilaku mitos. Maka aku selalu berusaha agar aku bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Jika aku berhenti berusaha, maka para mitos telah mengancamku akan memangsaku semua. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika aku tetap berusaha mencari kebenaran.

Hati:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah satu. Di dalam diriku yang satu itulah terdapat banyak. Maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha membersihkan hatiku. Aku benar-benar takut dengan penyakitku. Penyakitku adalah kotoran-kotoranku. Aku selalu berusaha membersihkan kotoran-kotoran atau penyakit hatiku. Tetapi aku menyadari bahwa penyakit hatiku itu sangatlah banyak. Penyakit hatiku itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu penyakit hatiku adalah godaan seekor syaitan. Padahal aku juga tahu bahwa syaitan itu banyak sekali. Syaitan itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Tiadalah daya dan upayaku mengusir para syaitan itu dari hatiku, kecuali atas bantuan tuhanku Allah SWT. Amien. Itulah sebenar-benar benar bagiku, yaitu bagaimana aku atas pertolongan Tuhan ku, aku bisa selalu membersihkan hatiku dari penyakit-penyakit hatiku.

Korespondensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran fakta. Fungsiku adalah menghubungkan pikiran dengan dunia fakta. Aku dikatakan benar jika pikiranku sesuai faktanya. Bagiku dunia itu adalah kenyataan. Dia adalah fakta. Bagiku 2+3 adalah 5. Itu adalah sebenar-benar kebenaran korespondensi karena aku dapat mengambil 2 batu kemudian mengambil 3 lagi batu, kemudian aku menghitung banyaknya perolehan batuku itu. Maka aku menemukan fakta bahwa 2+3 sama dengan 5. Maka kebenaran adalah fakta. Padalah aku tahu fakta itu banyak sekali. Mereka itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan pengelihatannya, pendengarannya, dan panca inderanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Koherensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran koherensi. Aku berdomisili di dalam pikiran manusia. Fungsiku adalah menjaga konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan. Bagiku benar adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Aku tidak harus sesuai dengan faktanya. Bagiku 2+ 3 adalah 5. Itu adalah kebenaran koherensi karena aku dapat membuktikannya. Aku juga dapat dikatak sebagai kebenaran logika atau kebenaran matematika. Maka kebenaran adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Maka aku itu meliputi semua konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan dari yang ada dan yang mungkin ada. Mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan menggunakan akal pikirannya dan logikanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Relatif:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran relatif. Fungsiku adalah melayani individu-individu atau kelompok-kelompok. Maka kebenaran relatif itu dapat berupa kebenaran individu atau kebenaran kelompok. Aku juga boleh engkau katakan sebagai kebenaran subyektif. Kebenaranku tergantung pada individu-individu, kelompok ataupun konteks-konteksnya. Aku tahu bahwa dirimu itu sangatlah banyak. Yang relatif itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran relatif itu tergantung orang, pikirannya, persepsinya, perasaannya, tujuannya, budayanya, kebiasaanya, ..dst.

Absolut:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran absolut. Orang dapat mengatakan aku juga sebagai kebenaran keyakinan. Maka tempat tinggalku adalah dalam hatiku. Kebenaran absolut itu banyaknya adalah satu. Maka kebenaran absolut itu adalah satu untuk semua yang ada dan yang mungkin ada. Kebenaran absolut itulah kebenaran Allah SWT. Aku dapat menggapai kebenaran absolut itu hanya dengan hatiku atas pertolongan Nya.

Manfaat:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran manfaat. Aku tahu bahwa aku kurang dikenal dan aku juga tahu bahwa aku tidaklah populer. Tetapi sebagian orang telah menggunakanku. Aku juga di sebut sebagai kebenaran pragmatis atau utilitarian. Benar bagiku adalah jika membawa manfaat bagiku. Padahal aku tahu bahwa diriku itu sangat banyak. Maka benar begiku adalah manfaat dari yang ada dan yang mungkin ada.

Persepsi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran persepsi. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan persepsiku. Aku melihat hijau maka yang benar adalah hijau. Aku tahu bahwa diriku itu banyak sekali. Persepsiku itu meliputi persepsi tentang yang ada dan yang mungkin ada.

KUASA:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran kuasa. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan kekuasaanku. Jika tidaklah sesuai dengan kuasaku maka sesuatu itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar. Padahal engkau tahu bahwa kuasaku itu bisa tentang yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran kekuasaan jumlahnya ada banyak sekali. Teman-temanku adalah kuasa-kuasa yang lain yang berada dibawah kekuasaanku. Barang siapa tidak sesuai dengan kuasaku maka tidaklah benar dia bagi diriku.

34 comments:

  1. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Dari elegi ini saya menyimpulkan bahwa kebenaran itu tidak bermakna Tuhan,tergantung dari mana kita memandang dan dari mana kita memberikan indicator hal – hal termasuk salah atau benar. Dalam istilah kerenya adalah paham apa yang kita anut. Selain tidak tunggal, kebenaran pun bagi manusia bersifat relatif. Menurut saya,kebenaran itu hanya milik Alloh, kebenaran yang sebenar – benarnya. Manusia hanya berusaha menggapainya. Jika dulu manusia percaya dengan kebenaran bahwa bumi adalah pusat tata surya, dan merupakan kebenaran yang diyakini bertahun – tahun, maka kini pernyataan tersebut menjadi tidak benar.

    ReplyDelete
  2. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Dalam elegi ini disebutkan berbagai ciri-ciri kebenaran dari berbagai sudut pandang. Sebenarnya semua ciri-ciri itu benar, karena sudah sesuai dengan siapa yang mengungkapkan (mitos dan logos). Pada intinya semua pihak akan melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan ciri-ciri benar sesuai dengan tugas dan definisi mereka. Karena jika mereka kehilangan kebenaran itu, mereka akan berubah menjadi apa yang selama ini menjadi lawannya. Sifat-sifat kebenaran seperti disebutkan dalam elegi, yaitu korespondensi, koherensi, reletif, absolut menyatakan pengertian benar menurut sifat mereka masing-masing. Jadi kita dapat memaknai benar dari salah satu sifat tersebut.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kebenaran di dunia ini sifatnya juga relatif. Kebenaran tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Namun penting diketahui bahwa kebenaran yang absolut itu merupakan kebenaran Allah SWT. Kita sebagai umat-Nya wajib untuk meyakini kebenaran yang datang dari Allah tersebut sebagai wujud keimanan kita terhadap Tuhan kita.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    1670925150
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi Konferensi Kebenaran ini menceritakan tentang berbagai sudut pandang tentang kebenaran. Setiap orang memiliki sudut pandang kebenran sendiri-sendiri, benar menurut kita belum tentu benar untuk orang lain. Namun ada kebenaran yang hakiki yaitu kebenaran dari Allah SWT yang tidak dapat ditentang oleh setiap umatnya.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Penilaian tentang suatu kebenaran yang dianggap benar masih tergantung pada ruang dan waktu. Apa yang dianggap benar oleh masyarakat atau bangsa lain, belum tentu dinilai sebagai suatu kebenaran oleh masyarakat atau bangsa lain. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap benar oleh masayarakat atau bangsa dalam suatu zaman, akan berbeda pada zaman berikutnya. Dalam matematika misalnya 2+3 belum tentu benar 5, bisa jadi 1 dalam modulo 4. Sesungguhnya kebenaran yang absolut hanyalah kebenaran yang berasal dari Allah SWT. Allah SWT memberikan manusia hati dan pikiran agar manusia dapat berlaku sesuai dengan kebenaran.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    konferensi kebenaran mendatangkan segala aspek yang mempengaruhi apakah sesuatu itu benar aatu tidaknya. dari artikel ini kita bisa memahami bahwa kebenaran tidaklah mutlak adanya, ada beberapa pengaruh seperti persepsi bagaimana cara kita menanggapi suatu permasalahan.
    kadang suatu yang salah pun akan bernilai benar jika berada pada situasi dan kondisi yang ambigu.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kuasa merupakan bagian dari kebenaran. Akan tetapi sesuatu tidak dapat dikatakan benar jika kuasa tak membenarkan atau kebenaran kuasa.
    Sedangkan kuasa sendiri berkuasa akan sesuatu yang ada dan yang tidak ada. Sehingga kuasa sangatlah banyak.
    Melingkupi sesuatu yang ada ygang bisa dibenarkan ataupun tidak dan sesuatu yang mungkin tidak ada yang dibenarkan ataupun tidak benar.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. fitrahnya semua merasa benar, maka kebenaran itu relatif. Tapi kebenaran juga bersifat absolut. Semua orang pasti merasa benar menurut sudut pandnagnya maisng-masing dan akan menggap orang yang memiliki sudut pandang berbeda sebagai sesuatu yang salah. Dibutuhkan hati dan pikiran yang dewasa untuk mengakui kebenaran yang absolut. Dalam matematika kebenaran bersifat absolut, karena hanya ada ya dan tidak, benar dan salah.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMat D 2015

    Kebenaran bersifat relative dan absolut. Kebenaran dalam pemikiran manusia bersifat relative karena bergantung pada pespektif dan keyakinannya. Tapi, kebenaran tentang TUHAN adalah kebenaran yang absolut. Maka sebagai manusia yang terbatas, perlu untuk selalu mengingat bahwa kebenaran yang absolut hanya milik TUHAN sehingga selalu rendah hati dan bersedia senantiasa memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kebenaran mutlak adalah kebenaran yang hakiki dan sejati, sesuatu yang dapat melihat dan menyatakan keseluruhan realitas secara objektif, apa adanya. Kebenaran mutlak ini harus hanya ada satu saja dan merupakan suatu acuan atau standar bagi apa yang disebut dengan kebenaran relatif. Kebenaran mutlak itu mempunyai sifat universal (berlaku bagi semua orang, tidak ada perkecualian), kekal (lintas ruang dan waktu, tidak berubah-ubah, tidak berganti), integral (tidak ada konflik didalamnya) dan tanpa salah (bermoral tinggi, suci). Bila demikian kebenaran mutlak hanyalah milik sang Pencipta, Tuhan semesta alam. Sedangkan kebenaran relatif adalah kebenara manusia karena ia tidak memenuhi syarat-syaratnya. Manusia bukan kebenaran mutlak karena ia makhluk ciptaan yang terbatas, bersifat subjektif dan dikuasai oleh ruang dan waktu. Bersifat subjektif artinya terhadap objek yang sama manusia mempunyai sudut pandang atau pendapat yang berbeda-beda. Kalau misalnya ada 1000 orang yang dimintai pendapatnya akan sesuatu objek, akan ada 1000 macam pandangan yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kebenaran di dunia ini tidak semua memiliki ketentuan yang pasti. Terdapat kebenaran yang dapat dilihat dari pandangan subjektif dan logis. Hal ini yang membuat kebenaran menjadi relative. Tergantung dari sisi mana kita memandang suatu hal. Namun hanya satu kebenaran absolut yang tak dapat disangkal oleh apa pun, yaitu kebenaran segala firman – firmanNya dan sabda RasulNya.

    ReplyDelete
  12. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebenaran itu mungkin tidak ada atau ada. Sudut pandang yang menetukan. Mungkin suatu ketika manusia memikirkan kebenaran itu ada namun mereka tidak ada membuktikan keberadaaan dari kebenaran itu. Sehingga kebenaran itu mungkin ada atau mungkin tidaka ada.

    ReplyDelete
  13. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebenaran di dunia adalah kebenaran relatif. Manusia bisa memandang itu benar menurut sudat pandang dirinya masing-masing, hal tersebut yang menjadikan kebenaran untuk setiap manusia itu berbeda/relatif. Kebenaran di dunia berkaitan dengan akal dan pikiran tetapi kebenaran yang absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kebenaran itu bisa bermacam-macam tergantung kita melihatnya dari posisi mana. Maka kebenaran sejati tidak akan pernah kita dapatkan di dunia ini, karena dunia ini adalah fana dan terikat oleh ruang dan waktu. Kebenaran yang sesungguhnya berasal dari Sang Pencipta karena Dialah yang tahu betul tentang hakekat yang sesungguhnya. Maka selagi kita di dunia ini kebenaran akan bersifat relatif.

    ReplyDelete
  15. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Dari elegi konferensi kebenaran, saya tidak melihat mereka memperebutkan kebenaran, mereka hanya menyampaikan kebenarannya masing-masing. Mereka memandang kebenaran dengan sudut pandangnya masing-masing, maka mungkin kebenaran satu tidak selalu dianggap benar oleh yang lainnya. Tetapi masing-masing kebenaran tersebut benar karena hanya terbawa oleh sifat pembawa masing-masing kebenaran. Hanya satu yang pasti benar terhadap semuanya, yaitu kebenaran absolute yang dimiliki oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Penilaian tentang suatu kebenaran yaitu tergantung ruang dan waktunya. Apa yang dianggap benar oleh masyarakat belum tetu dianggap benar oleh masyarakat lainnya. Sebaliknya, sesuatu yang dianggap benar oleh masayarakat atau bangsa dalam suatu zaman, akan berbeda pada zaman berikutnya. Sehingga kebenaran menurut manusia itu masih tergantung ruang dan waktunya, karena kebenaran absolut hanya milik Tuhan.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kekuasaan terkadang menutupi kebenaran. Namun, manusia mempunyai pilihan dalam menentukan kebenaran. Pandangan setiap orang mengenai kebenaran juga berbeda – beda. Dalam memaknai kebenaran dapat mengarah kepada yang telah dijelaskan dalam artikel bahwa dapat memaknainya dengan korespondensi, koherensi, relatif ataupun absolut. Tetapi kebenaran yang absolut hanyalah milik Tuhan, dan manusia hanya bisa melakukan kebenaran menurut ruang dan waktunya masing – masing.

    ReplyDelete
  18. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebenaran di dunia ini berifat relatif tergantung dari sudut pandang mana kita melihat kebenaran tersebut. Setiap manusia atau golongan masyarakat teretntu menilai suatu kebenaran akan berbeda dengan manusia atau golongan lain bergntung pada dimensi ruang dan waktu. Kebeneran yang bersifat mutlak hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Yuni Astuti
    14301241035
    Pendidikan Matematika A 2014
    Kebenaran merupakan suatu hal yang relatif bagi setiap orang. Terkadang orang itu menganggap suatu hal itu benar dan baik baginya, namun bagi orang lain hal itu tidaklah benar. Oleh karena itu, hanya Allah SWT lah yang mengetahui segala kebenaran di dunia ini.

    ReplyDelete
  20. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebenaran ada banyak macamnya. Benar bagi manusia itu bersifat subyektif. Karena yang meyakini kebenaran itu adalah individu atau sekelompok orang. Sedangkan kebenaran yang objektif atau absolut hanyalah milik Tuhan YME. Tidak salah kita memiliki kebenaran yang subyektif selagi tidak bertentangan dengan kebenaran yang absolut milik Tuhan YME

    ReplyDelete
  21. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut saya kebenaran dapat dipandang dari berbagai sisi. seperti pada artikel diatas yang membuka mata saya tentang arti kebenaran yang dapat dipandang dari berbagai sisi dan konteks. kebenaran relatif, absolut, korespondensi, koherensi dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  22. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam matematika, sifat kebenaran yang digunakan yaitu korespondensi dan koherensi. Karena matematika itu membutuhkan pembuktian, sehingga melalui sifat –s ifat di atas, matematika dapat dibuktikan dan diterima oleh banyak orang.

    ReplyDelete
  23. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebenaran meliputi semua hal di dunia ini yang ada dan yang mungkin ada. Kebenaran
    bersifat relatif dan tergantung dari sudut mana kita memandang. Kebenaran itu relatif karena benar seseorang belum tentu benar orang lainnya. Kebenaran yang absolut hanyalah kebenaran yang berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, hendaklah kita menambah iman dan taqwa kita kepada Allah SWT supaya kita selalu diberi petunjuk dan hidayah-Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  24. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dunia ini, kebenaran ada banyak jenisnya. Hal tersebut diakibatkan oleh pemikiran manusia tentang kebenaran yang berbeda beda. Seseorang dapat mengatakan benar, tetapi orang lain dapat pula mengatakan bahwa yang diyakini orang pertama adalah salah. Kebenaran yang absolut hanyalah milik Allah SWT

    ReplyDelete
  25. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di dunia ini kebenaran terhadap sesuatu yang ada dan tiada itu berbeda (relatif) sebab sudut pandang seseoran dalam memandang sesuatu itu berbeda. Kdang benar menurutmu tetapi tidak benar menurutnya. Sebaik-baik kebenaran adalah kebenaran-Nya

    ReplyDelete
  26. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hal ini merupakan kebalikan pada elegi sebelumnya, yaitu tentang kekeliruan. Segala sesuatu dipandang berdasarkan ruang dan waktunya. Begitupun suatu kebenaran. Benar yang ada dipikiranku adalah Benar menurut ku dan agamaku. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang lain pasti memiliki definisi benar yang lainnya. Maka dari itu, tetap berhati-hatilah dalam memberikan definisi terhadap sesuatu, karna itu yang akan mempengaruhi pikiranmu dan menjadi perbuatanmu. Karena bisa jadi menurutmu benar tapi tidak untuk Tuhan. Dialah yang Maha Mengetahui.

    ReplyDelete
  27. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Makna benar yang sering diakui oleh setiap orang adalah benar menurut mereka dan belum tentu benar yang mereka anggap benar adalah benar yang sebenar-benarnya. Mengutip dari kalimat jalalludin rumi bahwa “kebenaran adalah sebuah cermin yang dipegang oleh Tuhan lalu jatuh berkeping-keping, manusia mengambil kepingan itu dan mereka berpikir bahwa mereka telah memiliki kebenaran yang sebenarnya”
    Hal itu menunjukan bahwa benar yang sebenar-benarnya hanya dimiliki oleh Tuhan sedangkan benar yang sering dibicarakan oleh manusia adalah kebenaran yang mereka lihat dari penglihatan dan sudut pandang mereka saja.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  28. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Kebenaran menurut kita belum tentu kebenaran menurut orang lain, karena setinggi-tingginya kebenaran menurut manusia adalah relatif. Kebenaran yang sebenar-benarnya hanyalah milik Allah SWT. Akan tetapi kita sebagai manusia jangan pernah menyerah dalam berjalan di jalan yang benar dan dalam ridhoNya.

    ReplyDelete
  29. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Yang dapat saya simpulkan dari artikel di atas, pada intinya kebenaran terbagi menjadi tiga. Kebenaran hati, kebenaran logos, kebenaran mitos. Maka pada suatu permasalahan, saya pribadi lebih mengedepankan kebenaran hati lalu kebenaran logos dan berusaha untuk tidak teracuni oleh mitos. Dan kebenaran absolut adalah sebenar-benarnya kebenaran.

    ReplyDelete
  30. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kebenaran memang sulit untuk disampaikan. Kadang kita egois tidak mau menerima sebuah kebenaran. Padahal, hati sebenarnya tahu bahwa kebenaran itu benar adanya namun pikiran menolak karena keegoisan. Ada orang merasa dirinya selalu benar sehingga tidak mau menerima saran dari orang lain karena menganggap orang lain itu salah. Padahal, benar dan salah menurut sesorang belum tentu benar-benar benar dan salah. Ada kemungkinan yang benar itu salah atau yang salah malah benar. Berbeda dengan kebenaran menurut Tuhan bahwa kebenaran-Nya adalah absolut/mutlak tidak dapat terbantahkan.

    ReplyDelete
  31. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kebenaran lebih bersifat subyektif tergantung dari perspektif masing-masing yang menilai kebenaran itu sendiri, oleh sebab itu mengapa kebenaran yang ada di dunia ini mengandung makna sesuatu yang relatif. Suatu kebenaran secara umum dapat diterima oleh masyarakat, diyakini dan diakui keberadaannya. Kebenaran yang abadi dan sejati adalah kebenaran yang berasal dari Allah SWT maka pencipta alam semesta beserta isinya. Untuk menuju suatu kebenaran seseorang dituntut untuk berfikir secara logis.

    ReplyDelete
  32. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kebenaran memang sulit untuk disampaikan. Kadang kita egois tidak mau menerima sebuah kebenaran. Padahal, hati sebenarnya tahu bahwa kebenaran itu benar adanya namun pikiran menolak karena keegoisan. Ada orang merasa dirinya selalu benar sehingga tidak mau menerima saran dari orang lain karena menganggap orang lain itu salah. Padahal, benar dan salah menurut sesorang belum tentu benar-benar benar dan salah. Ada kemungkinan yang benar itu salah atau yang salah malah benar. Berbeda dengan kebenaran menurut Tuhan bahwa kebenaran-Nya adalah absolut/mutlak tidak dapat terbantahkan.

    ReplyDelete
  33. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebenaran yang ada adalah bersifat relatif. Orang-orang menilai suatu kebenaran secara subjektif tergantung pada pikiran dan kepercayaan mereka masing-masing. Sehingga suatu kebenaran bagi seseorang bellum tentu benar bagi orang lain.

    ReplyDelete
  34. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hidup yang serba ada akan membuat manusia terlena akan semuanya yang ada. Semua serba instan, godaan syaitan dimana-mana untuk menjerumuskan manusia dalam lembah hitam yang kelam. Hati dan pikiran yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan digoda oleh syeitan. Syaitan mempunyai semua yang diinginkan manusia untuk mencapai kesempurnaan hidupnya. Hanya saja bagaimana cara manusia agar tidak tergoda oleh syaitan. Sombong merupakan salah satu penyakit hati yang bisa saja terjadi oleh siapapun. Tidak hanya sombong, masih banyak lagi penyakit hati yang akan hinggap di hati manusia yang tidak ingat kepada Allah. Sebenar-benarnya, hanyalah pertolongan Allah SWT yang dapat menyelamatkan manusia dari godaan syaitan.

    ReplyDelete