Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Kebenaran

Oleh Marsigit

Kebenaran:
Tidaklah mudah menyampaikan kebenaran. Aku telah menyaksikan para logos bertengkar memperebutkan kebenaran. Tetapi kelihatannya, tidak hanya para logos saja yang memperebutkan kebenaran, para mitos juga tidak kalah seru dalam memperebutkan kebenaran. Sedangkan aku masih menyaksikan bahwa para hati pun ternyata saling memperebutkan kebenaran. Maka aku berketetapan akan memanggil mereka semua untuk menyampaikan pikirannya masing-masing. Wahai para mitos, logos, dan hati, dengan ini aku mengundangmu semua untuk hadir pada acara konferensi kebenaran yang akan segera aku laksanakan. Silahkan masing-masing darimu menyampaikan kebenaranmu masing-masing.



Mitos:
Wahai kebenaran, janganlah engkau berlagak paling benar di hadapanku. Ketahuilah bahwa aku adalah mitos yang ada dan yang mungkin ada. Macam dan jumlahku adalah banyak tak terhingga. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghalangi para logos menemukan kebenaran. Aku tidak ikhlas jika para logos itu menemukan kebenaran yang sebenarnya. Maka aku berusaha agar para logos itu berhenti dalam usahanya itu. Karena jika para logos masih berusaha mencari kebenaran itu maka mereka akan tetap menjadi logos. Aku ingin agar mereka pada akhirnya juga menjadi mitos-mitos sepertiku. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika para logos itu telah menjadi mitos. Sahabatku adalah para fatamorgana.

Logos:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku menyadari bahwa diriku itu banyak dan bermacam-macam. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghindari bertemu dengan mitos. Aku benar-benar takut dengan perilaku mitos. Maka aku selalu berusaha agar aku bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Jika aku berhenti berusaha, maka para mitos telah mengancamku akan memangsaku semua. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika aku tetap berusaha mencari kebenaran.

Hati:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah satu. Di dalam diriku yang satu itulah terdapat banyak. Maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha membersihkan hatiku. Aku benar-benar takut dengan penyakitku. Penyakitku adalah kotoran-kotoranku. Aku selalu berusaha membersihkan kotoran-kotoran atau penyakit hatiku. Tetapi aku menyadari bahwa penyakit hatiku itu sangatlah banyak. Penyakit hatiku itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu penyakit hatiku adalah godaan seekor syaitan. Padahal aku juga tahu bahwa syaitan itu banyak sekali. Syaitan itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Tiadalah daya dan upayaku mengusir para syaitan itu dari hatiku, kecuali atas bantuan tuhanku Allah SWT. Amien. Itulah sebenar-benar benar bagiku, yaitu bagaimana aku atas pertolongan Tuhan ku, aku bisa selalu membersihkan hatiku dari penyakit-penyakit hatiku.

Korespondensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran fakta. Fungsiku adalah menghubungkan pikiran dengan dunia fakta. Aku dikatakan benar jika pikiranku sesuai faktanya. Bagiku dunia itu adalah kenyataan. Dia adalah fakta. Bagiku 2+3 adalah 5. Itu adalah sebenar-benar kebenaran korespondensi karena aku dapat mengambil 2 batu kemudian mengambil 3 lagi batu, kemudian aku menghitung banyaknya perolehan batuku itu. Maka aku menemukan fakta bahwa 2+3 sama dengan 5. Maka kebenaran adalah fakta. Padalah aku tahu fakta itu banyak sekali. Mereka itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan pengelihatannya, pendengarannya, dan panca inderanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Koherensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran koherensi. Aku berdomisili di dalam pikiran manusia. Fungsiku adalah menjaga konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan. Bagiku benar adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Aku tidak harus sesuai dengan faktanya. Bagiku 2+ 3 adalah 5. Itu adalah kebenaran koherensi karena aku dapat membuktikannya. Aku juga dapat dikatak sebagai kebenaran logika atau kebenaran matematika. Maka kebenaran adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Maka aku itu meliputi semua konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan dari yang ada dan yang mungkin ada. Mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan menggunakan akal pikirannya dan logikanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Relatif:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran relatif. Fungsiku adalah melayani individu-individu atau kelompok-kelompok. Maka kebenaran relatif itu dapat berupa kebenaran individu atau kebenaran kelompok. Aku juga boleh engkau katakan sebagai kebenaran subyektif. Kebenaranku tergantung pada individu-individu, kelompok ataupun konteks-konteksnya. Aku tahu bahwa dirimu itu sangatlah banyak. Yang relatif itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran relatif itu tergantung orang, pikirannya, persepsinya, perasaannya, tujuannya, budayanya, kebiasaanya, ..dst.

Absolut:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran absolut. Orang dapat mengatakan aku juga sebagai kebenaran keyakinan. Maka tempat tinggalku adalah dalam hatiku. Kebenaran absolut itu banyaknya adalah satu. Maka kebenaran absolut itu adalah satu untuk semua yang ada dan yang mungkin ada. Kebenaran absolut itulah kebenaran Allah SWT. Aku dapat menggapai kebenaran absolut itu hanya dengan hatiku atas pertolongan Nya.

Manfaat:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran manfaat. Aku tahu bahwa aku kurang dikenal dan aku juga tahu bahwa aku tidaklah populer. Tetapi sebagian orang telah menggunakanku. Aku juga di sebut sebagai kebenaran pragmatis atau utilitarian. Benar bagiku adalah jika membawa manfaat bagiku. Padahal aku tahu bahwa diriku itu sangat banyak. Maka benar begiku adalah manfaat dari yang ada dan yang mungkin ada.

Persepsi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran persepsi. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan persepsiku. Aku melihat hijau maka yang benar adalah hijau. Aku tahu bahwa diriku itu banyak sekali. Persepsiku itu meliputi persepsi tentang yang ada dan yang mungkin ada.

KUASA:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran kuasa. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan kekuasaanku. Jika tidaklah sesuai dengan kuasaku maka sesuatu itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar. Padahal engkau tahu bahwa kuasaku itu bisa tentang yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran kekuasaan jumlahnya ada banyak sekali. Teman-temanku adalah kuasa-kuasa yang lain yang berada dibawah kekuasaanku. Barang siapa tidak sesuai dengan kuasaku maka tidaklah benar dia bagi diriku.

90 comments:

  1. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebenaran di dunia ini berifat relatif tergantung dari sudut pandang mana kita melihat kebenaran tersebut. Setiap manusia atau golongan masyarakat teretntu menilai suatu kebenaran akan berbeda dengan manusia atau golongan lain bergntung pada dimensi ruang dan waktu. Kebeneran yang bersifat mutlak hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Yuni Astuti
    14301241035
    Pendidikan Matematika A 2014
    Kebenaran merupakan suatu hal yang relatif bagi setiap orang. Terkadang orang itu menganggap suatu hal itu benar dan baik baginya, namun bagi orang lain hal itu tidaklah benar. Oleh karena itu, hanya Allah SWT lah yang mengetahui segala kebenaran di dunia ini.

    ReplyDelete
  3. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebenaran ada banyak macamnya. Benar bagi manusia itu bersifat subyektif. Karena yang meyakini kebenaran itu adalah individu atau sekelompok orang. Sedangkan kebenaran yang objektif atau absolut hanyalah milik Tuhan YME. Tidak salah kita memiliki kebenaran yang subyektif selagi tidak bertentangan dengan kebenaran yang absolut milik Tuhan YME

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut saya kebenaran dapat dipandang dari berbagai sisi. seperti pada artikel diatas yang membuka mata saya tentang arti kebenaran yang dapat dipandang dari berbagai sisi dan konteks. kebenaran relatif, absolut, korespondensi, koherensi dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  5. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam matematika, sifat kebenaran yang digunakan yaitu korespondensi dan koherensi. Karena matematika itu membutuhkan pembuktian, sehingga melalui sifat –s ifat di atas, matematika dapat dibuktikan dan diterima oleh banyak orang.

    ReplyDelete
  6. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Yang dapat saya simpulkan dari artikel di atas, pada intinya kebenaran terbagi menjadi tiga. Kebenaran hati, kebenaran logos, kebenaran mitos. Maka pada suatu permasalahan, saya pribadi lebih mengedepankan kebenaran hati lalu kebenaran logos dan berusaha untuk tidak teracuni oleh mitos. Dan kebenaran absolut adalah sebenar-benarnya kebenaran.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kebenaran memang sulit untuk disampaikan. Kadang kita egois tidak mau menerima sebuah kebenaran. Padahal, hati sebenarnya tahu bahwa kebenaran itu benar adanya namun pikiran menolak karena keegoisan. Ada orang merasa dirinya selalu benar sehingga tidak mau menerima saran dari orang lain karena menganggap orang lain itu salah. Padahal, benar dan salah menurut sesorang belum tentu benar-benar benar dan salah. Ada kemungkinan yang benar itu salah atau yang salah malah benar. Berbeda dengan kebenaran menurut Tuhan bahwa kebenaran-Nya adalah absolut/mutlak tidak dapat terbantahkan.

    ReplyDelete
  8. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kebenaran lebih bersifat subyektif tergantung dari perspektif masing-masing yang menilai kebenaran itu sendiri, oleh sebab itu mengapa kebenaran yang ada di dunia ini mengandung makna sesuatu yang relatif. Suatu kebenaran secara umum dapat diterima oleh masyarakat, diyakini dan diakui keberadaannya. Kebenaran yang abadi dan sejati adalah kebenaran yang berasal dari Allah SWT maka pencipta alam semesta beserta isinya. Untuk menuju suatu kebenaran seseorang dituntut untuk berfikir secara logis.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kebenaran memang sulit untuk disampaikan. Kadang kita egois tidak mau menerima sebuah kebenaran. Padahal, hati sebenarnya tahu bahwa kebenaran itu benar adanya namun pikiran menolak karena keegoisan. Ada orang merasa dirinya selalu benar sehingga tidak mau menerima saran dari orang lain karena menganggap orang lain itu salah. Padahal, benar dan salah menurut sesorang belum tentu benar-benar benar dan salah. Ada kemungkinan yang benar itu salah atau yang salah malah benar. Berbeda dengan kebenaran menurut Tuhan bahwa kebenaran-Nya adalah absolut/mutlak tidak dapat terbantahkan.

    ReplyDelete
  10. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebenaran yang ada adalah bersifat relatif. Orang-orang menilai suatu kebenaran secara subjektif tergantung pada pikiran dan kepercayaan mereka masing-masing. Sehingga suatu kebenaran bagi seseorang bellum tentu benar bagi orang lain.

    ReplyDelete
  11. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Hidup yang serba ada akan membuat manusia terlena akan semuanya yang ada. Semua serba instan, godaan syaitan dimana-mana untuk menjerumuskan manusia dalam lembah hitam yang kelam. Hati dan pikiran yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah akan digoda oleh syeitan. Syaitan mempunyai semua yang diinginkan manusia untuk mencapai kesempurnaan hidupnya. Hanya saja bagaimana cara manusia agar tidak tergoda oleh syaitan. Sombong merupakan salah satu penyakit hati yang bisa saja terjadi oleh siapapun. Tidak hanya sombong, masih banyak lagi penyakit hati yang akan hinggap di hati manusia yang tidak ingat kepada Allah. Sebenar-benarnya, hanyalah pertolongan Allah SWT yang dapat menyelamatkan manusia dari godaan syaitan.

    ReplyDelete
  12. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Para peserta konferensi kali ini sungguh sangat berprinsip. Suara hati dari persepsi adalah yang paling menarik perhatian. Sayangnya, memang banyak terjadi seperti ini. Jika menurut saya benar, maka benar. Karena saya tidak tahu bagaimana yang sebenar-benarnya benar di mata Allah. Terbayang posisi seorang hakim dalam memutuskan suatu perkara dalam persidangan.. Maka hukum sekalipun tidak memiliki kebenaran absolut. Sungguh kebenaran yang absolut hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi ini mengajarkan saya banyak tentang kebenaran. Kebenaran itu adalah separuh dunia. Namun hakikatnya kebenaran adalah yang harus mendominasi. Kebenaran itu sendiri menurut manusia berbeda-beda atau bersifat relatif, namun kebenaran yang absolut yang milik Allah Ta’ala. Tetapi kita dapat setidaknya mengetahui dan memperjuangkan kebenaran seperti apa yang Alah beri kepada kita melalui Al-qur’an. Sehingga, ketikapun banyak orang mencela akan hal yang kita lakukan, kita hanya perlu menghormatinya saja, dan tetap memperjuangkan apa yang telah Allah beri pada kita.

    ReplyDelete
  14. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Kebenaran dapat dilihat melalui panca indera yang manusia miliki. Kebenaran pun bersifat relatif, tergantung bagaimana cara pandang seseorang mengartikan kebenaran itu. Pandangan orang terhadap suatu hal pastilah berbeda-beda. Karena setiap orang diberikan anugrah berupa akal dan pikiran yang berbeda-beda pula. Kebenaran juga brsifat absolut, yaitu kebenaran yang hanya berasal dari Allah SWT. Sehingga apa yang kita anggap benar, belum tentu benar di mata orang lain, bahkan di mata Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Nama :Mariana Ramelan
    NIM :17709251056
    Kelas :S2 PMC 2017

    Kebenaran itu melingkupi segala hal yang ada dan mungkin ada, sebenar-benar kebenaran itu ketika bisa sesuai dengan ruang dan waktu. Kebenaran dapat diartikan sebagai apa yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat, diyakini dan diakui keberadaannya, itupun tidak bersifat mutlak. Karena kebenaran yang mutlak hanyalah milik Allah SWT, dan kepadanyalah semua kebenaran itu akan kembali.

    ReplyDelete
  16. Dalam menghadapi kebenaran dalam kehidupan, Kita harus menundukkan hati, akal pikiran, kuasa, ego untuk menanyakan apa itu kebenaran yang sejati. Ketika kita bertanya pada hati mengenai kebenaran bisa jadi hati kita sudah kotor dinodai banyak dosa, maka kita pun tak bisa menemukan kebenaran. Ketika kita bertanya pada hati mengenai kebenaran bisa jadi pikiran kita sudah dikotori pula oleh nafsu duniawi. Pada siapa kita menanyakan kebenaran, pada ilmu pengetahuan, pada mitos,ataukah pada penguasa?
    semua itu belum tentu benar, banyak-banyaklah kita beristighfar agar kita masih tetap melihat kebenaran dalam hati kita yang dikuasai hawa nafsu dan di tengah pikiran kotor kita.

    ReplyDelete
  17. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)


    Elegi Konferensi Kebenaran memberikan pesan tersirat bahwasahnya kebenaran itu datang dari berbagai sisi. Kita manusia harus selalu berusaha untuk membuktikan kebenaran. Karena tanpa dibuktikan maka kebenaran itu bisa menjadi hanya sebuah mitos, "Karena jika para logos masih berusaha mencari kebenaran itu maka mereka akan tetap menjadi logos". Arti dari kutipan tersebut yang saya pahami adalah, apabila kita terus belajar, maka ilmu yang kita pelajari akan semakin bertambah dan semakin mendalam. ILmu yang akan kita sampaikan itu dapat dibuktikan kebenarannya, tidak hanya sekedar menjadi mitos.

    Kebenaran berasal dari banyak sisi, seperti hati, korespondensi, manfaatnya, persepsi kita, dan lain-lain. Kebenara-kebenaran tersebut masih perlu dibuktikan. Cara membuktikannya adalah dengan selalu belajar, belajar, dan terus belajar. Belajar bisa dilakukan dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Dengan begitu maka kebenaran-kebenaran itu memang benar adanya. Namun, kebenaran yang tetap yang tidak perlu pembuktian itu adalah kebenaran yang berasal dari Allah SWT yang harus diyakini baik hati, persepsi, maupun logika.

    ReplyDelete
  18. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Manusia selalu berusaha menemukan kebenaran. Beberapa cara yang ditempuh untuk memperoleh kebenaran antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman empiris. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia membuahkan prinsip-prinsip yang lewat penalaran rasional, kejadian-kejadian yang berlaku di alam itu dapat dimengerti. Dari sini mucullah teori-teori kebenaran yang membahas tentang kebenaran tiada habisnya. Karena kebenaran sendiri bersifat falsibilitas yang artinya mengalami degradasi karena adanya teori yang baru. Sementara kebenaran yang mutlak adalah kebenaran yang dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Kebenaran meliputi semua hal di dunia ini yang ada dan yang mungkin ada. Kebenaran bersifat relatif dan tergantung dari sudut mana kita memandang. Kebenaran itu relatif karena benar untukku belum tentu benar untukmu. Sesungguhnya kebenaran yang absolut hanyalah kebenaran yang berasal dari Allah SWT. Maka hendaklah kita menambah iman dan taqwa kita kepada Allah SWT supaya kita selalu diberi petunjuk dan hidayah-Nya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kebenaran tidak hanya bisa dinilai dari benar atau salahnya saja namun juga dapat dipandang dari berbagai sifatnya baik itu korespondensi, koherensi, relatif, absolut, dan sebagainya. Kebenaran adalah hal yang harus selalu dicari dan dipertahankan. Logos tanpa kebenaran akan berakhir menjadi mitos. Mitos dapat memudahkan godaan syaitan terhadap hati, jika hal demikian terjadi maka manusia tertarik mencari kebenaran. Untuk itu kita harus terus beribadah dan belajar sebagai upaya membuktikan kebenaran dan mempunyai hati yang bersih serta terhindar dari mitos.

    ReplyDelete
  21. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Kebenaran dapat berasal dari berbagai hal. Sebagai makhluk yang dianugerahkan sedikit ilmu dari Allah SWT, sewajarnya manusia tidak berhenti untuk terus belajar dan terus mencari kebenaran dari berbagai sisi. Namun dalam pencariannya, kita harus senantiasa menyertakan logis, hati serta terus berdoa kepada Allah SWT agar selalu diberi petunjuk.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kebenaran yang mutlak di dunia nyata itu tidak ada karena kebenaran yang mutlak itu hanya kebenaran Tuhan. Selain itu maka relatif, karena dibuat oleh manusia. Karena manusia itu sifat, maka kebenaran itu relatif, setiap orang memiliki sifat yang berbeda. Hanya saja pada taraf itu, dapat diterima oleh manusia lain, karena merupakan kesepakatan bersama. Sehingga jika ingin membuktikan suatu kebenaran, yang paling tinggi derajatnya adalah kebenaran

    ReplyDelete
  23. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Menurut pendapat pribadi sebenarnya tidak ada yang benar-benar benar di dunia ini. Karena sebenar-benar kebenaran datangnya dari zat Yang Maha Benar (Tuhan). Lalu kebenaran seperti apakah yang sebenarnya ada dan mungkin ada di dunia ini? Yaitu kebenaran yang sifatnya relatif. Kebenaran tersebut berada dalam posisi dan tempat yang berubah sesuai dengan subjek dan objek yang dilaluinya. Kebenaran dapat seutuhnya menjadi kebenaran karena energi positif dari manusia. Energi positif manusia bergantung pada akal pikiran dan hati yang senantiasa dicharge spriritualnya.

    ReplyDelete
  24. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kebenaran dalam kehidupan manusia bukanlah kebenaran satu (kategorinya). Sudah dijelaskan pada psotingan ini mengenai beberapa kebenara, ada kebenaran manfaat, kebenaran mutlak, kebenaran persepsi, dan yang lainnya. Sesungguhnya kebenaran yang benar-benar benar (absolut) hanyalah kebenaran Allah SWT.

    Dari postingan ini, saya berkomentar bahwa semua kebenaran berupaya dalam menggapai logos. Tetapi tidak semua "kebenaran" benar-benar membawa manusia kepada logos. Itu artinya, sudah pasti bahwa terdapat "kebenaran" yang membawa kita kepada mitos-mitos.

    ReplyDelete
  25. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Benar di dunia itu apabila sesuai dengan ruang dan waktu. Ada kalanya sesuatu itu benar dan adakalanya sesuatu itu salah. Suatu ilmu pengetahuan bisa jadi saat ini diakui kebenarannya tetapi esok menjadi suatu kesalahan ketika ditemukan ilmu baru. Seorang siswa yang menjawab ujian bisa jadi merasa saat ini menjawab benar tetapi setelah belajar kembali merasa bahwa jawabannya kemarin adalah salah. Suatu peraturan bisa jadi saat ini benar tetapi ketika kekuasaan berganti peraturan menjadi tidak benar lagi. Maka sebenar-benar kebenaran hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba mengomentari kebenaran logos. Kebenaran menurut logos “Bagiku benar adalah jika aku tetap berusaha mencari kebenaran”. Menurut saya untuk mencapai sebuah kebenaran, tidak bisa didapat jika kita hanya berdiam diri. Contohnya saja, ketika kita memiliki sebuah prediksi bahwa air rendaman beras dapat mengencangkan kulit. Prediksi tersebut akan selamanya menjadi sebuah prediksi dan tidak akan menemukan kebenaranya jika kita hanya berdiam diri saja. Nah untuk menemukan kebenarannya kita harus mencarinya terlebih dahulu, dengan cara bereksperimen. Proses dan usaha mencari kebenaran itu “benar”. Terima Kasih

    ReplyDelete
  27. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Kebenaran itu memiliki banyak sifat, seperti yang telah disebutkan ada elegi di atas. Kebenaran bukan sesuatu yang absolut, karena di aterikat oleh ruang dan waktu. Maka belajar filsafat membantu kita untuk menemukan suatu kebenaran yang sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  28. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Segala sesuatu dikatakan benar jika memiliki pembenaran atas itu. Untuk mencapai kebenaran maka diperlukan ilmu pengetahuan yang berdasarkan logika dan spiritual. Segala sesuatu dapat dipandang benar oleh semua orang karena kebenaran itu relatif, yang berasal dari penilaian seseorang atau kelompok tertentu. Dalam pencarian kebenaran janganlah sampai kepada mitos, karena mitos hanyalah sebatas fatamorgana. Maka untuk mencapai kebenaran sesungguhnya adalah dengan hati yang ikhlas dan atas ridho dari-Nya. Namun setinggi-tinggi kebenaran yang dapat dicapai oleh manusia, kebenaran absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  29. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Seseorang dapat menemukan kebenaran dengan ilmu dan pengalaman yang dimilikinya. Kebenaran itu adalah hal yang relatif jika dalam pandangan manusia. Seorang manusia dapat memandang sesuatu sebagai kebenaran, tetapi dalam ruang dan waktu yang sama, seseorang yang lain juga dapat memandang sesuatu itu bukan sebagai kebenaran, tergantung perspektifnya. Jika kebenaran dalam pandangan manusia adalah sesuatu yang relatif, maka kebenaran dari Allah SWT itulah kebenaran yang absolut. Semua yang datang dari Allah SWT itu kebenaran. Oleh karena itu, kita sebagai manusia hendaknya bersikap kritis terhadap kebenaran yang datang dari manusia, namun percaya penuh dengan kebenaran yang datang dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Kebenaran jumlahnya banyak sekali karena semua orang berhak menyampaikan kebenarannya sesuai keyakinan masing-masing. Keyakinan dapat berupa mitos, logos. Hati, korespondensi, koherensi, relatif, absolut, manfaat, persepsi dan kuasa. Refleksi dari elegi ini adalah bahwa cara pandang seseorang mengenai kebenaran harus dihormati. Apabila kita telah menyampaikan suatu kebenaran tetapi kebenaran tersebut diragukan oleh orang lain alangkah baiknya kita kembalikan pada diri kita sendiri bagaimana kebenaran tersebut apabila dipandang oleh keyakinan kita tersebut. Oleh karena cara pandang kebenaran berbeda-beda, dan betapa sulitnya menyamakan persepsi antara banyak orang, maka kebenar tersebut akan dapat meyakinkan apabila kebenran tersebut dapat dibuktikan, dengan harapan agar kebenaran yang disampaikan tersebut dapat diterima dan diyakini oleh orang lain.

    ReplyDelete
  31. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pend. Matematika Kelas C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Kebenaran itu bersifat relatif. Antara yang satu dengan yang lain dapat memiliki pendapat yang berbeda tentang kebenaran. Namun yang menarik perhatian dari elegi konferensi ebenaran di atas justru kebenaran manfaat. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

    خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

    “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
    Sayangnya kebenaran manfaat masih sering diabaikan. padahal dengan kebenaran manfaat itu bisa memberi ketenangan baik di dunia maupun di akirat.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  32. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pend. Matematika Kelas C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Semua yang ada di muka bumi ini tidak ada yang memiliki kebenaran mutlak atau absolut. Hanya Sang Pemilik Hidup lah satu-satunya yang memiliki kebenaran absolut. Kita boleh saja menilai sesuatu itu benar dengan alasan atau pendapat yang kita anggap itu suatu kebenaran. Akan tetapi kita juga harus ingat, orang lain juga memiliki hak untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu yang kita anggap benar. Sah-sah saja jika orang lain menganggap apa yang kita nilai benar dinilai salah oleh orang lain. Itulah prinsip menghargai dalam hidup. Menghargai kebenaran yang bersifat relatif. Kehidupan akan lebih harmonis apabila dalam hidup kita bisa saling menghargai antar sesama.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  33. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Kebenaran terkadang bisa berbeda tergantung dari mana kita melihatnya, misal saat kita menggunakan salah satu sisi akan hanya terlihat benar. namun ketika kita menggunakan sisi yang lain bisa jadi kebenaran itu menjadi kurang benar. Padahal sebagai manusia kita sealu mencari kebenaran. Jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, maka ia akan terdorong untuk melaksanakan kebenaran tersebut.

    ReplyDelete
  34. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasih atas postingannya pak. Dari postingan ini, yang dapat saya simpulkan yaitu bahwa kebenaran itu relatif. Banyak sudut pandang yang dapat kita lihat dari kebenaran. Namun Kebenaran yang absolut hanya milik Allah SWT. Misal menurut mitos, kebenaran adalah jika logos akan menjadi mitos. Sedangkan menurut Logos, kebenaran adalah ketika logos tetap mencari kebenaran. Perbedaan sudut pandang ini yang membuat pendapat tentang kebenaran itu relatif.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Kebenaran bisa berasal dari manapun, dari berbagai sudut pandang
    tapi pada akhirnya kebenaran tertinggi berasal dari kebenaran kuasa
    itulah sebenar-benarnya kebenaran

    ReplyDelete
  36. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Berdasarkan elegi ini kebenaran memiliki beberapa karakteristik. Jika ditinjau dari keberlangsungan pencarian kebenaran, maka kebenaran dilihat dari dua sisi yakni mitos dan logos. Mitos ialah sesuatu yang sudah jelas dan tidak dicari kembali kebenarannya. Sedangkan logos ialah sesuatu yang tetap berkesinambungan pencarian kebenarannya. Jika ditinjau dari sifat-sifatnya, maka kebenaran dilihat dari korespondensi, koherensi, relatif, absolut, manfaat, persepsi dan kuasa. Kebenaran ini sendiri asalnya dari hati.
    Manusia sepatutnya merefleksi diri berkaitan dengan kebenaran. Hati adalah sumber kebenaran itu berada, sudah sepatutnya untuk dijaga dari penyakitnya. Senantiasa berdo’a kepada Tuhan adalah jalan untuk menjaganya. Manusia harus menempatkan segala bentuk kebenaran pada tempatnya. Misalnya, kita mengambil contoh dalam dalam ilmu Matematika. Teorema limit adalah salah satu mitos dalam Matematika karena telah jelas dan terdefinisi dalam bentuk teorema. Akan tetapi, kita bisa mengembangkan penggunaan mitos–teorema limit- ini dalam penerapannya di bidang pengembangan program teknologi informatika misalnya, sehingga kita tetap menemukan logos yang ada melalui penggunaan teorema limit tersebut dalam bidang teknologi informatika. Pemanfaatan koherensi dan korespondensi dengan fakta yang ada adalah jalan untuk mendapatkannya.

    ReplyDelete
  37. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Kebenaran bisa dikatakan kebenaran jika sesuai dengan ruang dan waktu. Karena kebenaran itu sendiri tidak bisa dikatakan kebenaran jika berada di ruang dan waktu yang keliru

    ReplyDelete
  38. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Prof
    Kebenaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Kebenaran menurut mitos, logos, hati, korespondensi, koherensi, relatif, absolut, manfaat, persepsi, kuasa semuanya berbeda-beda tergantung kepentingan masing-masing. Antara kebenaran yang satu dengan kebenaran yang lain pun dapat bertentangan. Jadi apabila sesuatu dianggap benar menurut seseorang maka belum tentu benar pula menurut orang lain. Sesuatu yang benar pun belum tentu baik untuk semua. Karena sebenar-benar kebenaran absolut adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  39. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia seringkali menganggap dirinya paling benar. Padahal sebenarnya yang benar menurut manusia belum tentu benar menurut Tuhan. Kebenaran menurut manusia belum ditempatkan dalam kuasa Tuhan yang telah sesuai dengan ruang dan waktu. Hanya Tuhan yang memiliki kebenaran yang absolut karena Tuhanlah yang punya kuasa atas manusia.

    ReplyDelete
  40. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Saya baru paham mengapa suatu kebenaran bisa jadi kebenaran pada satu pihak namun pada pihak yang lain dia termasuk ketidakbenaran. ternyata salah satu sifat kebenaran ialah relatif. dan semua kebenaran adalah benar jika sesuai dengan ruang dan waktunya. pun begitu dengan pendapat-pendapat orang lain. pada Elegi Konferensi Para Beda diajarkan bahwa kita harus menghargai pendapat orang lain karena memang tidak ada yang sama didunia ini. termasuk juga sudut pandang masing-masing manusia tentang kebenaran. dan sebenar-benarnya kebenaran (absolut) hanya milik Allah SWT

    ReplyDelete
  41. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Kebenaran sangan sulit diungkapkan. Kebenaran juga banyak sekali diperebutkan. Semuanya memiliki kebenarannya masing-masing yang ada dan yang mungkin ada. Kebenaran yang bersifat mutlak hanyalah kebenaran yang dimiliki oleh Allah SWT. Sedangkan pikiran, hati, logos, mitos, dan seterusnya, tidak dapat selamanya mendapatkan kebenaran, karena semua itu berkemungkinan melakukan kesalahan. Kebenaran yang dapat dinalar oleh manusia adalah kebenaran yang bersifat relatif, yaitu tergantung orang, pikirannya, persepsinya, perasaannya, tujuannya, budayanya, kebiasaanya, dst. Artinya kebenarannya tersebut bergantung pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  42. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof, ulasan yang sangat bermanfaat. Seseorang hanya dapat mencapai kebenaran yang bersifat relatif. Kebenaran relatif berada pada kesesuaian ruang dan waktunya. Sungguh sia-sialah sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang saat tidak sesuai dengan kebenaran yang bersifat absolut.

    ReplyDelete
  43. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Konferensi kebenaran menunjukkan dimana kebenaran mimiliki berbagai macam sifat.yakni logos, hati, kuasa dan lainnya. Namun, sebenar-benar kebenaran merupakan kuasa Allah SWT taka da kebenaran yang absolut kecuali milik tuhan, manusia berusaha untuk menggapai segala langkah untuk menuju kebenaran yang di tetapkan Tuhan. Mencari kebenaran membrikan tantang bagi para logos untuk menghadapi mitos, dan dan dalam hal spiritual kita tidak boleh memasukkan mitos karena sejatinya dalam spiritual ada hal-hal yang sudah menjadi ketetapan dari Tuhan tanpa harus diketahui sebab musababnya oleh manusia. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  44. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Kali ini saya merangkum mengenai seklumit sifat-sifat kebenaran berdasarkan artikel diatas:
    1.Korespondensi, yang berarti keterhubungan antara pikiran dan fakta.
    2.Koherensi, yang berarti adanya konsistensi atau komitmen.
    3.Kebenaran relatif, yaitu kebenaran yang subjektif, tergantung pada individu, kelompok, atau konteksnya.
    4.Absolut, merupakan kebenaran tunggal berdasarkan keyakinan hati, yaitu Kuasa Tuhan.
    5.Manfaat, segala sesuatu disebut kebenaran jika membawa manfaat. Kebenaran ini disebut kebenaran pragmatis atau utilitarian.
    6.Persepsi
    7.Kuasa
    Sebenarnya masih banyak sifat-sifat yang menggambarkan suatu kebenaran. Jadi kebenaran itu harus memuat banyak sifat. Tidak bisa dipahami secara parsial dengan mengambil salah satu sifat saja. Misal hanya mengambil kebenaran relatif. Benar juga bahwa kebenaran relatif merupakan suatu kebenaran, tetapi merupakan kebenaran subjektif berdasarkan individu. Bisa saja saya melakukan korupsi, karena “menurut saya” korupsi itu merupakan kebenaran. Bisa saja saya “menipu orang”, karena menurut saya menipu orang itu merupakan suatu kebenaran. Begitulah kalau hanya meyakini prinsip atau sifat kebenaran relatif. Kebenaran yang sesungguhnya yaitu kebenaran absolut (kuasa Tuhan). Kebenaran absolut sudah pasti bersifat korespondensi, koherensi, dan manfaat.

    ReplyDelete
  45. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa kebenaran itu bersifat relatif. Mengapa relatif? Karena masih mengandung subjektivitasnya. Artinya adalah, benar bagi saya belum tentu benar bagi kamu. Jika menggunakan ilmu matematika dan logika salah dan salah bisa menjadi benar. Namun, sebagai muslim kita harus meyakini kebenaran yang bersifat mutlak atau absolut atau hak yaitu kebenaran yang datang dari Allah Swt.

    ReplyDelete
  46. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Mencari kebenaran perlu usaha untuk menelisik lebih dalam, kebenaran sebagai sifat yang mana. Sebab kebenaran itu dapat dipandang melalui beragam sifatnya. Mitos, logos, hati, hingga kuasa, punya definisinya sendiri mengenai kebenaran.
    Bagi saya, elegi konferensi kebenaran ini menunjukkan bahwa kebenaran itu meliputi pula segala yang ada dan yang mungkin ada. Maka saya tidak bisa juga melakukan klaim bahwa saya adalah yang paling benar, suatu teori adalah yang paling benar. Semua tergantung konteks ruang dan waktu di mana dia dilihat.
    Semakin belajar filsafat saya semakin belajar pula untuk tidak dengan mudah berprasangka ataupun menilai orang hanya dari apa yang dapat dilihat.
    Trimakasih, saya punya kesempatan belajar dari elegi-elegi ini.

    ReplyDelete
  47. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Jujur, sebenarnya saya masih bertanya-tanya mengenai apa itu kebenaran. Sesuatu disebut benar, jika tidak salah. Sedangkan salah atau benar itu tergantung dari mana kita melihat, dari siapa kita berpegangan, dan untuk apa kita mempelajarinya. Lalu, apa itu kebenaran jika benar itu tergantung dari mana kita melihat, dari siapa kita berpegangan dan untuk apa kita mempelajarinya? Menurut saya, kebenaran adalah suatu konsep yang abstrak yang digunakan manusia untuk menunjukkan sesuatu yang seperti bapak tulis diatas, menunjukkan sesuatu yang bersifat koheren, koresponden serta sesuai persepsi dan tujuan orang yang mencari kebenaran tersebut. Sehingga tidak ada kebenaran yang benar-benar kebenaran kecuali kebenaran yang absolut, yaitu kebenaran Tuhan.

    ReplyDelete
  48. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari elegi diatas saya jadi mengetahui bahwa kebenaran itu tiada batasnya, seribu kali seribu pangkat seribu kebenaran. Kebenaran memiliki banyak sifat, diantaranya yang telah disebutkan dalam elegi diatas. Kebenaran itu bersifat relatif tergantung dari ruang dan waktu. Walaupun kebenaran itu relatif tapi juga ada kebenaran absolut, yaitu kuasa tuhan. Kebenaran matematika adalah koherensi, kebenaran fakta adalah korespondensi, kebenaran kuasa adalah menguasai, kebenaran manfaat adalah bermanfaat, kebenaran persepsi adalah kebenaran individu, kebenaran hati adalah kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, kebenaran mitos adalah hilangnya para logos, dan kebenaran para logos adalah lolos dari mitos. Semoga kita dapat selalu menegakkan kebenaran. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  49. Muh Wildanul Firdaus
    17709251046
    PPs P.Mat C

    Kebenaran meliputi yang ada dan mungkin ada. Suatu hal dianggap benar belum tentu benar di tempat lain. Oleh karenanya kebenaran itu bertingkat-tingkat. Sebenar-benar kebenaran adalah kebenaran yang bersumber dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Konferensi kebenaran tentunya akan sangat menarik karena akan menampilkan banyak peserta yang membawa kebenaran dari perspektifnya masing-masing. Konferensi ini akan menjadi benturan antar kebenaran. Peretmuan-pertemuan kebenaran yang saling menegasikan. Mereka membawa subjektifitas masing-masing dengan analisa yang mereka anggap objektif. Saya berharap pada sesi terakhir dari konferensi, kebenaran Mutlak (hukum-hukum Allah) menjadi penengah di antara kebenaran-kebenaran nisbi itu.

    ReplyDelete
  51. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari elegi ini dapat disimpulkan bahwa nilai kebenaran bersifat relatif. Artinya nilai kebenaran suatu hal tergantung pada sudut pandang, waktu, dan ruangnya. Kebenaran dapat dimaknai sebagai yang bermanfaat, sebagai yang sejalan, sebagai yang tinggi, sebagai yang banyak, dan lain sebaginya. Kebenaran menurut sudut pandang orang sesuai dengan persepsinya masing - masing. Maka suatu hal dapat dikatan benar menurut si A namun bisa bernilai salah bagi si C. Kebenaran absolut atau sebenar - benarnya kebenaran adalah milik Allah SWT. Oleh sebab itu tidak sepantasnya kita dengan mudah mengatakan seseorang salah hanya karena berbeda pandangan.

    ReplyDelete
  52. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam elegi ini saya menemukan berbagai sifat kebenaran, musuh kebenaran, dan kunci kebenaran. Korespondensi, koherensi, manfaat, relatif, absolut, kuasa, persepsi adalah sifat-sifat kebenaran. Kunci kebenaran adalah logos dan hati yang bersih. Sedangkan musuh kebenaran adalah mitos dan hati yang kotor. Mitos akan menghalangi diri dari logos, sedangkan logos yang terhalangi akan menjadikan diri berhenti mencari kebenaran hakiki. Hati yang kotor akan mengundang godaan syaitan sehingga diri menjadi buta dan tuli akan kebenaran sejati.

    ReplyDelete
  53. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Mitos, logos, korepondensi, koherensi, relative, absolut, manfaat, persepsi memiliki definisi, makna mengenai kebenaran masing-masing. makna definisi dari masing-masing Mitos, logos, korepondensi, koherensi, relative, absolut, manfaat, persepsi ini dibangun sesuai dengan peran, tugas, tanggung jawab dari masing-masing Mitos, logos, korepondensi, koherensi, relative, absolut, manfaat, persepsi. Kebenaran versi mitos tentu berbeda dengan kebenaran versi logos, karena logos dan mitos memiliki perannya masing-masing. namun diatas itu semua, kebenaran dibingkai dengan kuasa Tuhan. Bila sesuai dengan kuasa Tuhan, maka itu disebut kebenaran. Bila tidak sesuai dengan kuasa Tuhan, maka tidak bisa dikatakan sebagai kebenaran.

    ReplyDelete
  54. Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami kebenaran merupakan salah satu nilai utama di dalam kehidupan manusia. Sebagai nilai-nilai yang menjadi fungsi rohani manusia. Hal ini berarti bahwa sifat manusiawi atau martabat kemanusiaan selalu berusaha “memeluk” suatu kebenaran. Sejatinya manusia selalu mencari kebenaran, jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksankan kebenaran itu. Sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenaran, tanpa melaksanakan akan mengakibatkan munculnya konflik kebenaran, manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik psikologis. Karena di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi akan kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang dimana selalu ditunjukkan oleh kebanaran. Semoga kami bisa menemukan dan melaksanakan apa yang disebut dengan kebenaran tersebut.

    ReplyDelete
  55. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Yang dapat saya simpulkan dari elegi diatas, bahwa kebenaran itu ada yang absolut dan ada yang relatif. Kebenaran absolut hanya dimiliki Allah SWT. Sedangkan kebenaran menurut manusia itu relatif tergantung sudut pandang dalam memandangnya. Dengan kebenaran yang bersifat relatif ini, tentu manusia akan mengklaim bahwa dirinya benar dan yang paling benar. Karena adanya kebenaran masing-masing orang yang bersifat relatif ini, maka di suatu negara dibuatlah hukum yang membatasi mana yang benar dan mana yang salah sehingga terciptalah harmoni di masyarakat.

    ReplyDelete
  56. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Semua elemen yang menjadi subyek di atas berbicara tentang kebenaran dan kesemuanya mengaku bahwa mereka adalah salah satu dari sekian banyak sifat kebenaran. Saya setuju dengan elegi ini karena kebenaran juga terkategori. Sesuatu dikatakan benar jika memang hal tersebut sesuai dengan kategori dalam golongannya. Misalnya, kita sebagai umat beragama tidak bisa mencampuradukkan nilai kebenaran antara agam yang satu dengan yang lainnya meskipun sesuatu itu sama-sama dikatakan benar. Mungkin demikian, mohon koreksi.

    ReplyDelete
  57. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dari elegi ini saya menyimpulkan bahwa kebenaran itu tidak bermakna Tuhan,tergantung dari mana kita memandang dan dari mana kita memberikan indicator hal – hal termasuk salah atau benar. Dalam istilah kerenya adalah paham apa yang kita anut. Selain tidak tunggal, kebenaran pun bagi manusia bersifat relatif. Menurut saya,kebenaran itu hanya milik Allah, kebenaran yang sebenar – benarnya. Manusia hanya berusaha menggapainya. Jika dulu manusia percaya dengan kebenaran bahwa bumi adalah pusat tata surya, dan merupakan kebenaran yang diyakini bertahun – tahun, maka kini pernyataan tersebut menjadi tidak benar.

    ReplyDelete
  58. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. fitrahnya semua merasa benar, maka kebenaran itu relatif. Tapi kebenaran juga bersifat absolut. Semua orang pasti merasa benar menurut sudut pandnagnya maisng-masing dan akan menggap orang yang memiliki sudut pandang berbeda sebagai sesuatu yang salah. Dibutuhkan hati dan pikiran yang dewasa untuk mengakui kebenaran yang absolut. Dalam matematika kebenaran bersifat absolut, karena hanya ada ya dan tidak, benar dan salah.

    ReplyDelete
  59. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Menyampaikan kebenaran memang tidak mudah. Apalagi kebenaran tentang suatu hal yang sebagian orang mungkin tidak menginginkannya, misalnya kebenaran akan kegagalan. Tapi di sisi lain kebenaran pada dasarnya adalah fakta yang bisa disebut juga dengan fenomena. Dengan kebenaran, semua jelas dan tidak ada yang disembunyikan sesuai dengan fakta dan fenomena yang ada.

    ReplyDelete
  60. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Berbicara mengenai kebenararan, sesungguhnya kita tengah berbicara mengenai sesuatu yang relatif. Pasalnya benar relatif menurut manusia, serta ruang dan waktunya. Kita dapat mengatakan sesuatu itu benar melalui berbagai cara. Benar secara korespondensi artinya benar karena sesuai dengan kenyataan, sesuai dengan fakta. Benar secara koherensi artinya konsistensi dari apa yang kita ketahui yang tersusun secara logis. Kebenaran hendaknya kita dapatkan melalui ilmu. Kebenaran di dunia ini mungkin relatif karena tentu ada bahkan banyak perbedaan sebagai akibat dari sifat dunia yang memang relatif. Kebenaran absolut hanyalah milik Allah Swt.

    ReplyDelete
  61. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Kebenaran adalah persepsi yang telah terbukti benar, dibuktikan dengan berbagai variasi cara dan metode dlam pembuktiannya. Persepsi didapat dari pengalaman pengalaman hidup. Semakin banyak pengalaman hidup, maka semakin bijak pula dalam menentukan suatu kebenaran.

    ReplyDelete
  62. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Kebenaran juga ditentukan oleh sebuah Kuasa. Kuasa yang benar akan memberikan pernyatan kebenaran, sedangkan kuasa yang salah, akan memberi klaim kesalahan. Kuasa sendiri artinya tidak hanya satu, meliputi yang ada dan yang mungkin ada, bahkan yang tidak ada. Sehingga kuasa memberikan porsi yag besar pula untuk membenarkan atau tidak membenarkan.

    ReplyDelete
  63. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Kebenaran itu bersifat relatif. Tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Satu orang dengan orang lainnya tentulah memiliki pandangan yang bermacam-macam mengenai kebenaran. Namun penting diketahui bahwasannya kebenaran yang absolut itu merupakan kebenaran Allah SWT. Kita sebagai umat-Nya wajib untuk meyakini kebenaran yang datang dari Allah tersebut sebagai wujud keimanan kita terhadap Tuhan kita. Walaupun kondisi saat ini masih banyak manusia yang tidak mengakui kebenaran yang absolut tersebut. Semoga kita semua senantiasa mendapat petunjuk yang benar.

    ReplyDelete
  64. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Kebenaran yang saya pikirkan dengan yang orang lain pikirkan merupakan kebenaran yang relatif. Setiap manusia pasti selalu mencari kebenaran di dalam hidupnya. Kebenaran itu relatif, tergantung siapa yang menilai dan melihat kebenaran tersebut dari sudut pandang mana. Jadi kebenaran dan kesalahan itu saling membutuhkan satu sama lain. Tidak akan pernah ada kebenaran tanpa adanya kesalahan, begitupun sebaliknya

    ReplyDelete
  65. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Dari elegi di atas, saya memahami bahwa mitos, logos, korepondensi, koherensi, relative, absolut, manfaat, persepsi memiliki penerjemahan dan makna yang berbeda-beda mengenai kebenaran. Hermeneutika kebenaran menjadi beragam tergantung siapa yang berbicara, siapa yang melihat, siapa yang menilai, tergantung pula dengan ruang dan waktu yang mengikatnya. Kebenaran yang hakiki menurut saya adalah ketika kebenaran yang dilakukan sesuai spiritual dan keyakinan kita, itulah sebenar-benar kebenaran versi logos dan hati. Sehingga apa yang kita anggap sebagai benar itu merupakan hal yang Tuhan sukai dan sungguh-sunnguh benar sesuai perintah dan keinginanNya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  66. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Kebenaran yang paling berbahaya adalah kebenaran kuasa. Kebenaran kuasa inilah yang dapat menjerumuskan kebenaran-kebenaran lain menjadi mitos karena yang dianggap benar adalah yang sesuai dengan kuasanya. Karena itulah sebenar-benar ujian adalah kekuasaan. Dengan kekuasaan yang dimiliki sesorang dapat membenarkan segala hal demi kepentingannya. Padahal sebenar-benar yang maha kuasa adalah milik Allah SWT, dan Allah SWT pula sebenar-benar kebenaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  67. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Sejatinya kebenaran berasal dari zat Yang Maha Benar (Tuhan). Kemudian kebenaran tersebut berada dalam posisi dan tempat yang berubah sesuai dengan subjek maupun objek yang dilaluinya. Kebenaran bisa menjadi dirinya yang seutuhnya (benar) karena energi positif oleh manusia atau malah tertutupi oleh energi negatif manusia sehingga bukan menjadi dirinya yang seutuhnya (tidak benar).Energi positif ataupun energi negatif manusia sendiri bergantung pada akal pikiran dan hati yang diisi dengan spiritualnya. Jika spiritualnya baik maka energi yang dikeluarkan positif namun sebaliknya jika spiritualnya tidak baik maka energi yang dikeluarkannya negatif.

    ReplyDelete
  68. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Suatu kebenaran dari yang ada dan mungkin ada menurut manusia sangat relatif. Tergantung ruang dan waktu. Ilmu pengetahuan yang diyakini benar pada saat ini, belum tentu masih dianggap benar pada masa yang akan datang, karena semakin berkembangnya pengetahuan.

    ReplyDelete
  69. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tambahan, suatu kebiasaan atau adat istiadat akan diyakini sebagai sesuatu yang benar di daerah A, belum tentu di anggap benar di daerah B. Hal ini dikarenakan perbedaan tempat, kebiasaa, dan adat. Namun, ada satu kebenaran yang bersifat mutlak yaitu kebenaran milik Allah SWT. Kebenaran yang tertuang dalam Al-Quran yang menjadi panduan manusia untuk menjalani kehidupannya secara benar.

    ReplyDelete
  70. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Semua mungkin sudah beranggapan bahwa dirinya telah mencapai kebenarn. Namun, kebenaran itu masih relatif, hanya benar menurut ruang dan waktu masing-masing. Satu orang dengan orang lainnya tentulah memiliki pandangan yang bermacam-macam mengenai kebenaran.
    Kebenaran yang mutlak hanya milik Allah SWT. Kita sebagai makhluk-Nya harus meyakini hal tersebut sebagai wujud keimanan kita terhadap-Nya.

    ReplyDelete
  71. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kebenaran dapat dilihat oleh dua sisi, jika kita memandang kebenaran yang ada di bumi, amak dapat dikatakan kebenaran sebagai sesuatu yang relatif. Namun, jika kita memandang kebenaran yang ada di langit, maka kebenaran itu bersifat tetap. Maka dari itu, dalam memendang kebenaran di bumi kita selalu memiliki perspektif yang berbeda antar umat manusia.

    ReplyDelete
  72. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahami bahwa di dunia ini ada berbagai macam kebenaran. Kebenaran ini disesuaikan dengan ruang dan ruang dan waktunya. Dan kebenaran meliputi semua hal yang adan dan mungkin ada. Dimana kebenaran mitos menghalangi kebenaran logos, kebenaran hati tergantung dari kebersihan hati, kebenaran korespondensi diketahui dengan penglihatan, pendengaran dan panca inderanya, kebenaran koherensi ada pada akal pikiran dan logika, kebenaran manfaat adalah manfaat yang ada dan mungkin ada, kebenaran persepsi adalah tentang persepsi yang ada dan mungkin ada, serta kebenaran kuasa merupakan kuasa-kuasa yang dibawah kekuasaanNYA, sesungguhnya kebenaran bersifat relatif tergantung dari ruang dan waktu, Sehingga kebenaran Absolut hanya milik Allah yang maha Benar.

    ReplyDelete
  73. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui elegi ini kita diberi gambaran bawha segala yang ada dan mungkin ada memiliki kebenaran. Bahkan sebuah mitos, yang selalu dianggap tidak baik pun memiliki kebenarannya sendiri. Sehingga kebenaran itu tergantung pun tergantung pada objek yang dibicarakan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  74. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kebenaran yang mtlak hanya kebenaran yang bersifat absolut dimana kuasa Tuhan sudah ikit campur. Sehingga jika dari pernyataan saya di atas, saya lebih dominan pada kebenaran itu tidak bersifat mutlak bagi para makhluk yang ada di dunia ini. Karena pada dasarnya kebenaran itu bersifat subyektif dimana masing-masing individu memiliki persepsi masing-masing mengenai kebenaran.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  75. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Bahwa kebenaran itu tidak tunggal. Kebenaran cukuplah milik kita sendiri ato kelompok kita sendiri. standar kebenaran dari setiap orang tidak sama. Banyak macam kebenaran; seperti kebenaran etika. Etika obyektif dapat diartikan bahwa untuk menilai kebaikan dan keburukan berdasarkan tujuan atau hasil yang akan dicapai berdasarkan akibat yang di timbulkan dari suatu tindakan, bukan tindakannya; kebenaran hakiki. Metafisika secara umum didefinisikan yaitu Ilmu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yangberhubungan dengan ketuhanan atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dan diraba secara fisik / terpisah dari alam material.

    ReplyDelete
  76. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    assalamualaikum
    Kebenaran hanya dimiliki Allah SWT. Sedangkan kebenaran menurut manusia itu relatif tergantung sudut pandang seseorang.

    ReplyDelete
  77. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dari elegi diatas menurut saya semua mempunyai hak untuk merasa dirinya paling benar , dan pada dasarnya penilaian kebenaran itu relatif menurut sudut pandang orang yang berbeda karena sejatinya kebenaran paling mutlak adalah milik Allah yang Kuasa.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  78. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam kehidupan apa yang kita lakukan atau kerjakan benar belum tentu menurut oarang lain benar, begitupun sebaliknya. Kebenaran sulit di tentukan. Seseorang mencari alasan agar diperoleh kata 'benar'. Dan apakah kata benar tersebut bersifat kebenaran ataukah pembenaran? Sejatinya kebenaran absolut adalah kebenaran Allah SWT.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  79. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dari elegi menggapai kebenaran bisa dilihat, kebenaran terkadang bisa berbeda tergantung dari mana kita melihatnya, misal saat kita menggunakan salah satu sisi akan hanya terlihat benar. namun ketika kita menggunakan sisi yang lain bisa jadi kebenaran itu menjadi kurang benar. Padahal sebagai manusia kita sealu mencari kebenaran. Jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, maka ia akan terdorong untuk melaksanakan kebenaran tersebut

    ReplyDelete
  80. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam kehidupan kita tidak lepas dari mitos dan logos. Perjalanan hidup kita sesungguhnya adalah mengejar logos namun dalam perjalanan kita akan menemukan mitos yang tak terhitung banyaknya. Mitos-mitos selalu akan mempengaruhi pemikiran dan hati kita sehingga kita memandangnya sebagai suatu kebenaran. Maka diperlukan hati yang jernih, pikiran yang kritis serta petunjuk dari-Nya dalam mengenali mitos.

    ReplyDelete
  81. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kebenaran dalam persepsi manusia itu bersifat relatif. Hal itu karena, kebenaran versi manusia itu tergantung oleh ruang dan waktu. Sesuatu yang benar menurut si A belum tentu benar menurut si B. Misalnya saja siswa A salah menjawab pertanyaan guru menurut guru dan siswa yang lainnya. Namun dalam persepsi siswa A yang tidak mengikuti pelajaran saat menerangkan mengenai pertanyaan tersebut, jawabnya adalah yang benar. Sehingga tidak ada kebenaran mutlak dalam kehidupan ini. Kebenaran yang sifatnya mutlak hanyalah kebenaran milik Allah swt. Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari kekeliruan yang terjadi dalam kehidupan manusia, pasti manusia juga mengalami kebenaran. Kebenaran yang terjadi disini tergantung dengan ruang dan waktu. Kebenaran menurut kita terkadang bisa berbeda menurut orang lain. Semua itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Padahal disini manusia selalu ingin mencari kebenaran. Tetapi kebenaran bagi manusia tidak mutlak. Kebenaran yang dilakukan manusia pasti ada kekeliruannya. Sehingga kebenaran yang mutlak hanya milik Allah SWT dan tidak ada selain Allah SWT.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  83. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berbicara mengenai kebenaran, kebenaran manusia ini juga bersifat relatif, bergantung dari sudut pandang, dan siapa yang memandang. Berbeda dengan kebenaran Allah yang bersifat absolut. Menanggapi tulisan Prof Marsigit mengenai elegi kebenaran yang disampaikan oleh hati, “penyakitku adalah kotoran-kotoranku”, yaaa ini benar adanya. Penyakit hati adalah penyakit yang susah untuk disembuhkan, sekalipun kita selalu berusaha membersihkan kotoran-kotoran tersebut. Penyakit ini tidak akan hilang kecuali atas izin Allah SWT.

    ReplyDelete
  84. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sesuatu yang kita anggap “benar” sering kali merupakan sesuatu yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Padahal kebenaran yang kita kenal belum tentu merupakan kebenaran yang sesungguhnya. Mungkin kita masih sulit untuk membedakan mana kebenaran yang sesungguhnya dan mana kebenaran yang berasal dari diri kita. Jika dilihat kembali, kebenaran yang sesungguhnya sudah jelas asalnya dari Tuhan Yang Maha Esa. Hanya saja mungkin memang kita yang selama ini belum bersedia membuka diri untuk mendengar suara Tuhan. Kita terlalu sibuk untuk meyakini kebenaran menurut pikiran kita, sampai-sampai lupa pada pemilik kebenaran absolut itu. Elegi ini mengingatkan kita kembali bahwa kebenaran absolut untuk yang ada dan yang akan ada hanya berasal dari Tuhan.

    ReplyDelete
  85. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Dari elegi ini, membuat saya paham mengenai kebenaran. Kebenaran itu sesuai dengan sudut pandang. Kebenaran di mata manusia itu subjektif. Kebenaran menurut satu orang dengan orang yang lain itu dapat berbeda. Kebenaran menurut manusia itu dapat dilihat dari kebenaran fakta, kebenaran berdasar manfaat, kebenaran berdasar fakta, dan lain sebagainya yang mana kebenaran itu hanya sebagai penilaian subjektif sesorang. Sedangkan kebanaran yang absolut hanya ada di tangan Allah SWT.

    ReplyDelete
  86. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Kebenaran terdiri dari dua macam, ada yang bersifat absolut dan relatif. Kebenaran yang bersifat absolut hanya milik Allah SWT, karena sebenarnya benar hanyalah milik Allah semata. Sedangkan kebenaran yang bersifat relatif itu yang dimiliki manusia. Manusia selalu berpandangan bahwa dirinyalah yang paling benar, namun belum tentu bagi orang lain itu benar, apalagi menurut Allah SWT.

    ReplyDelete
  87. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi ini kita belajar bahwa kebenaran yang ada dalam diri manusia bersifat subjektif, sedangkan kebenaran yang mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete