Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Kebenaran

Oleh Marsigit

Kebenaran:
Tidaklah mudah menyampaikan kebenaran. Aku telah menyaksikan para logos bertengkar memperebutkan kebenaran. Tetapi kelihatannya, tidak hanya para logos saja yang memperebutkan kebenaran, para mitos juga tidak kalah seru dalam memperebutkan kebenaran. Sedangkan aku masih menyaksikan bahwa para hati pun ternyata saling memperebutkan kebenaran. Maka aku berketetapan akan memanggil mereka semua untuk menyampaikan pikirannya masing-masing. Wahai para mitos, logos, dan hati, dengan ini aku mengundangmu semua untuk hadir pada acara konferensi kebenaran yang akan segera aku laksanakan. Silahkan masing-masing darimu menyampaikan kebenaranmu masing-masing.



Mitos:
Wahai kebenaran, janganlah engkau berlagak paling benar di hadapanku. Ketahuilah bahwa aku adalah mitos yang ada dan yang mungkin ada. Macam dan jumlahku adalah banyak tak terhingga. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghalangi para logos menemukan kebenaran. Aku tidak ikhlas jika para logos itu menemukan kebenaran yang sebenarnya. Maka aku berusaha agar para logos itu berhenti dalam usahanya itu. Karena jika para logos masih berusaha mencari kebenaran itu maka mereka akan tetap menjadi logos. Aku ingin agar mereka pada akhirnya juga menjadi mitos-mitos sepertiku. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika para logos itu telah menjadi mitos. Sahabatku adalah para fatamorgana.

Logos:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku menyadari bahwa diriku itu banyak dan bermacam-macam. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghindari bertemu dengan mitos. Aku benar-benar takut dengan perilaku mitos. Maka aku selalu berusaha agar aku bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Jika aku berhenti berusaha, maka para mitos telah mengancamku akan memangsaku semua. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika aku tetap berusaha mencari kebenaran.

Hati:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah satu. Di dalam diriku yang satu itulah terdapat banyak. Maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha membersihkan hatiku. Aku benar-benar takut dengan penyakitku. Penyakitku adalah kotoran-kotoranku. Aku selalu berusaha membersihkan kotoran-kotoran atau penyakit hatiku. Tetapi aku menyadari bahwa penyakit hatiku itu sangatlah banyak. Penyakit hatiku itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu penyakit hatiku adalah godaan seekor syaitan. Padahal aku juga tahu bahwa syaitan itu banyak sekali. Syaitan itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Tiadalah daya dan upayaku mengusir para syaitan itu dari hatiku, kecuali atas bantuan tuhanku Allah SWT. Amien. Itulah sebenar-benar benar bagiku, yaitu bagaimana aku atas pertolongan Tuhan ku, aku bisa selalu membersihkan hatiku dari penyakit-penyakit hatiku.

Korespondensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran fakta. Fungsiku adalah menghubungkan pikiran dengan dunia fakta. Aku dikatakan benar jika pikiranku sesuai faktanya. Bagiku dunia itu adalah kenyataan. Dia adalah fakta. Bagiku 2+3 adalah 5. Itu adalah sebenar-benar kebenaran korespondensi karena aku dapat mengambil 2 batu kemudian mengambil 3 lagi batu, kemudian aku menghitung banyaknya perolehan batuku itu. Maka aku menemukan fakta bahwa 2+3 sama dengan 5. Maka kebenaran adalah fakta. Padalah aku tahu fakta itu banyak sekali. Mereka itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan pengelihatannya, pendengarannya, dan panca inderanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Koherensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran koherensi. Aku berdomisili di dalam pikiran manusia. Fungsiku adalah menjaga konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan. Bagiku benar adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Aku tidak harus sesuai dengan faktanya. Bagiku 2+ 3 adalah 5. Itu adalah kebenaran koherensi karena aku dapat membuktikannya. Aku juga dapat dikatak sebagai kebenaran logika atau kebenaran matematika. Maka kebenaran adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Maka aku itu meliputi semua konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan dari yang ada dan yang mungkin ada. Mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan menggunakan akal pikirannya dan logikanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Relatif:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran relatif. Fungsiku adalah melayani individu-individu atau kelompok-kelompok. Maka kebenaran relatif itu dapat berupa kebenaran individu atau kebenaran kelompok. Aku juga boleh engkau katakan sebagai kebenaran subyektif. Kebenaranku tergantung pada individu-individu, kelompok ataupun konteks-konteksnya. Aku tahu bahwa dirimu itu sangatlah banyak. Yang relatif itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran relatif itu tergantung orang, pikirannya, persepsinya, perasaannya, tujuannya, budayanya, kebiasaanya, ..dst.

Absolut:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran absolut. Orang dapat mengatakan aku juga sebagai kebenaran keyakinan. Maka tempat tinggalku adalah dalam hatiku. Kebenaran absolut itu banyaknya adalah satu. Maka kebenaran absolut itu adalah satu untuk semua yang ada dan yang mungkin ada. Kebenaran absolut itulah kebenaran Allah SWT. Aku dapat menggapai kebenaran absolut itu hanya dengan hatiku atas pertolongan Nya.

Manfaat:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran manfaat. Aku tahu bahwa aku kurang dikenal dan aku juga tahu bahwa aku tidaklah populer. Tetapi sebagian orang telah menggunakanku. Aku juga di sebut sebagai kebenaran pragmatis atau utilitarian. Benar bagiku adalah jika membawa manfaat bagiku. Padahal aku tahu bahwa diriku itu sangat banyak. Maka benar begiku adalah manfaat dari yang ada dan yang mungkin ada.

Persepsi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran persepsi. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan persepsiku. Aku melihat hijau maka yang benar adalah hijau. Aku tahu bahwa diriku itu banyak sekali. Persepsiku itu meliputi persepsi tentang yang ada dan yang mungkin ada.

KUASA:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran kuasa. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan kekuasaanku. Jika tidaklah sesuai dengan kuasaku maka sesuatu itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar. Padahal engkau tahu bahwa kuasaku itu bisa tentang yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran kekuasaan jumlahnya ada banyak sekali. Teman-temanku adalah kuasa-kuasa yang lain yang berada dibawah kekuasaanku. Barang siapa tidak sesuai dengan kuasaku maka tidaklah benar dia bagi diriku.

50 comments:

  1. Seftika Anggraini
    18709251016
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Kebenaran itu ada banyak dan kebenaran dapat melekat pada apa saja. Kebenaran itu sifatnya relatif karena benar atau tidak sesuatu hal bergantung dari orang yang memberi penilaian, sudut pandang yang member penilaian, pengalaman, dan pengetahuan pemberi penilain. Kebenaran mutlak tidak akan pernah dapat dicapai manusia karena kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT. Manusia hanya dapat berusaha meraihnya.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Kebenaran pada manusia bersifat relatif, tergantung pada sudut pandang subjeknya. Sehingga apa benar pada kesalahan juga bisa terjadi. Oleh karena manusia hanya bisa menggapai kebenaran yang sesungguhnya. Kebenaran yang absolut hanyalah milk Sang maha benar Alloh SWT.

    ReplyDelete
  3. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Kebenaran itu sifatnya relatif. Manusia tidak mempunyai hal untuk selalu mengatakan dirinya benar, merasa dirinya paling benar dan bisa melakukan segalanya. Kebenaran yang bisa digapai oleh manusia hanyalah semata-mata untuk Allah dan karena Allah, benar kalau ia telah menjalankan perintahnya tanpa merasa sombong dan berkuasa, karena kebenaran sesunguhnya hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kebenaran memiliki banyak versi dan memang tidaklah mudah untuk menyampaikan apa itu sebenarnya kebenaran. Bagi logos kebenaran adalah ketika ia tetap berusaha mencari kebenaran sehingga ia selalu terhindar dari mitos. Sebaliknya bagi mitos, kebenaran adalah ketika mitos mampu mempengaruhi logos agar berubah menjadi mitos. Untuk itulah selalu berusahalah untuk memperoleh kebenaran yang sebenar-benarnya. Kebenaran yang absolut adalah kebenaran Allah S.W.T..

    ReplyDelete
  5. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Kebenaran merupakan kesesuaian antara pengetahuan dan pendapat dari seseorang yang tidak ditolak orang lain dan tidak bertentangan dengan diri sendiri. Sifat kebenaran yang paling sering kita hadapi yaitu relatif. Dalam berfikir, benar bagi orang lain belum tentu benar bagi kita, maka sesuatu itu belum dapat dikatakan benar. Namun hati akan selalu mengatakan hal yang benar walaupun bertentangan fikiran. Mungkin, kebenaran bagi manusia adalah yang tersirat di hati, dan kebenaran yang absolut hanyalah milik Allah SWT. Semoga hati kita senantiasa di tuntun kepada hal-hal yang benar.

    ReplyDelete
  6. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Kebenaran itu bersifat relatif. Tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Kebenaran itu relatif karena benar untukku belum tentu benar untukmu. Kebenaran meliputi semua hal yang ada dan mungkin ada, sebenar-benar kebenaran itu sesuai dengan ruang dan waktu. Sesungguhnya kebenaran yang absolut hanyalah kebenaran yang berasal dari Allah SWT. Hatimu dan ragamu yang mengikuti ajaran Allah SWT adalah kebenaran. Kebenaran hatimu membawamu kepada kebenaran sesuai pengetahuan dan kepercayaanmu. Jika sesuatu itu tidak benar, maka kau sedang berjalan diatas mitos-mitos.

    ReplyDelete
  7. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi Prof.
    Para logos, para mitos, para hati, dan lain sebagai memiliki pandangan masing-masing mengenai kebenaran. Hal ini terjadi sesuai dengan ruang dan waktu mereka. Tidak dapat dipungkiri terdapat perbedaan pandangan kebenaran antara para logos, para mitos, para hati, dan lain sebagainya. Perbedaan inilah yang dapat memunculkan kekeliruan yang pada akhirnya menghasilkan pertikaian. Kebenaran kuasa lah yang mampu menjadi penengah dalam hal ini. Kebenaran kuasa hanyalah milik Tuhan. Kebenaran kuasa hadir ketika kita tidak mampu mewujudkan kebenaran yang sesuai dengan ruang dan waktu yang ada. Oleh sebab itu, berserahlah pada-Nya karena sebesar-besarnya kebenaran yang engkau miliki, sungguh besarlah kebenaran kuasa Tuhan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  8. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik Elegi Konferensi Kebenaran bahwa sejumlah poin penting meliputi Kebenaran, Mitos, Logos, Hati, Korespondensi, Koherensi, Relatif, Absolut, Manfaat, Persepsi, dan kuasa yang saling memperebutkan kebenaran atas dirinya, namun dilain sisi hubungan diantara mereka masing-masing saling terkoneksi dan tertangkap oleh ruang dan waktu, sehingga untuk membedakan pembenaran dari semuanya cukup dengan peran keyakinan dan kepercayaan yang sejatinyya belum tentu benar atau salah. Namun semua poin tersebut erat kaitanya dengan manusia, bahwa Manusia merupakan makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkanhidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosia, yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya, Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya, Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati, Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas, Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jaha, Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial, kecuali poin absolut yang haanya bisa menjadi milik Tuhan.

    ReplyDelete
  9. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Jika kita berbicara tentang dunia, saya setuju bahwa kebenaran itu bersifat relative. Kebenaran itu bergantung pada konteksnya. Oleh karena itu, manusia tidak boleh menghakimi orang lain. Tidak boleh menyalah-nyalahkan pihak lain dan menganggap diri sendiri paling benar. Karena pada dasarnya kebenaran yang sejati, yang bersifat absolut hanyalah kebenaran dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006

    Kebenaran relatif adalah kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas terhadap kebenaran mutlak tersebut. Hanya ada satu kebenaran mutlak, yang bersifat objektif, yang dikelilingi oleh banyak kebenaran relatif yang bersifat subyektif, bagaikan matahari yang dikelilingi planet-planet. Makin dekat kebenaran relatif itu kepada kebenaran mutlak maka ia makin benar. Jadi yang relatif harus mendekati yang absolut, subyektivitas harus mengejar obyektivitas, untuk memperkecil kesenjangan di antara keduanya.

    ReplyDelete
  11. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Kebenaran mutlak adanya, lantas kesalahan apakah bisa berubah menjadi kebenaran sehingga tidak ada “kesalahan”? bila menghilangkan kesalahan akan tidak mungkin karena kesalahan merupakan kebenaran yang tertunda, maksudnya kebenaran yang belum menjadi jodohnya hingga akan terus mencoba menjadi benar dan meninggalkan kesalahan. Di atas kebenaran masih ada kebenaran yang lebih benar dan lebih lebih benar lagi hingga sulit untuk menemukan kesalahan di dalamnya. Tetapi jangan berbangga diri dulu karena sudah benar, belum tentu benar di mata sendiri tetapi malah menjadi salah di mata lain.

    ReplyDelete
  12. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Jangan semena-mena dengan segala hal berbau benar, karena membenarkan segala hal itu adalah sebenar-benarnya menarik diri dari kebenaran. Boleh benar tetapi tetap memenuhi syarat yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap perbuatan maupun ucapan. Bila kebenaran diperoleh dari hasil yang tidak berfaedah maka kebenaran itu akan sia-sia belaka, malah akan dianggap buruk di mata orang yang mengetahui kebenarannya. Istilah lainnya seperti merebut hak orang lain, merebut rejeki orang lain, hal itu sungguh sangat tidak terpuji sekali dilakukan oleh manusia.

    ReplyDelete
  13. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Benar, salah, tepat, melenceng menjadi faktor terhadap keberlangsungan kegiatan manusia di dunia. Sehingga, diperlukan klarifikasi dari orang lain atau dari ddalam hati dan pikiran, karena mereka lah yang menjadi faktor dasar mengapa bisa menghasilkan suatu kebenaran akan suatu hal. Jangan menjadikan kebenaran patokan untuk stuck di situ saja, perlu juga dikembangkan kebenaran itu untuk menemui kebenaran yang lain, perlu juga kesalahan agar bisa mengetahui kebenaran yang tersembunyi.

    ReplyDelete
  14. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Dari elegi ini saya memahami bahwa kebenaran dari manusia itu memiliki banyak sifat atau plural. Semua tergantung dari sumber kebenarannya. kebenaran koresponden bersifat induktif karena bersumber dari fakta-fakta dilapangan lalu disimpulkan. Kebenaran koherensi bersifat deduktif yaitu kebenaran yang bersumber pada definisi dan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Kebenaran manfaat bersifat praktis karena bersumber dari pandangan terhadap hal apakah itu bermanfaat atau tidak untuk dilakukan,dst. Demikianlah pluralisme kebenaran dari manusia karena pada hakikatnya tidak ada seorang manusia pun yang bisa memberikan kebenaran absolut mereka hanya bisa berusaha menggapai kebenaran absolut itu. Kebenaran absolut datangnya hanya dari Allah SWT melalui wahyu dan ajaran agamaNya dalam Alqur'an. Untuk menggapai kebenaran ini manusia harus menggunakan hati yang BERSIH karena hati yang kotor itulah hati yang bersifat plural. Hati yang bersifat plural, tidak akan mampu menggapai kebenaran tunggal dariNya.

    ReplyDelete
  15. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Berdasarkan apa yang saya peroleh dari bacaan lainnya, kebenaran-kebenaran diatas bisa dikelompokkan kedalam 3 bagian yaitu kebenaran ilmiah, kebenaran non-ilmiah, dan kebenaran filsafat.
    1. Kebenaran ilmiah yaitu kebenaran yang diperoleh dari pengujian fakta-fakta empiris maupun dari penalaran logika yang termasuk dalam kebenaran ini adalah koherensi dan koresponden.
    2. Kebenaran Non-ilmiah ialah kebenaran yang diperoleh tidak bersumber dari pengujian seperti pada kebenaran ilmiah. Contoh kebenaran ini ialah kebenaran intuisi manusia yang diperoleh secara langsung tanpa perlu menggunakan penalaran logika dan pembuktian empiris. kebenaran dari Allah juga termasuk dalam bagian ini karena tidak membutuhkan pengujian dan penalaran logika dalam menerima kebenaran ini cukup dengan keyakinan manusia, inilah kebenaran tunggal dan absolut.
    3. Kebenaran filsafat yaitu kebenaran yang bersumber dari pemikiran yang dalam dan luas untuk melihat hakikat kebenaran dari sesuatu baik kebenaran dalam logika atau pikir itu sendiri, maupun kebenaran pada etika (perilaku) dan kebenaran metafisika (hakikat kenyataan).

    ReplyDelete
  16. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Setiap manusia memiliki kebenarannya masing-masing yang menimbulkan pertentangan kebenaran. Kebenaran yang dipertentangkan sesungguhnya adalah karena adanya sudut pandang/persepsi yang berbeda dari setiap manusia. Kebenaran manusia bersifat relatif. Hanya kebenaran Allah lah yang bersifat absolut. Maka niatkan semua karena Allah dalam segala hal untuk menggapai kebenaran yang sesungguhnya. Karena tiada sebenar-benarnya kebenaan kecuali kebenaran Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Benar itu nyata, nyata kebenarannya. Kebenaran itu ada dan yang mungkin ada. Kita mampu membenarkan dan dibenarkan karena ada faktanya. Karena kebenaran memiliki sifat yang relatif, Kebenaran juga memberikan kesempatan kepada siapa saja. Namun kebenaran yang Haqiqi hanyalah kebenaran Milik-Nya yaitu Allah SWT Yang Maha Benar.

    ReplyDelete
  18. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Kebenaran merupakan bentuk tingkatan martabat manusia, dimana manusia ingin selalu mencapai kebenaran. Kebenaran dapat diperoleh melalui inderawi yaitu memanfaatkan alat indera untuk mencapai kebenaran. Selanjutnya kebenaran ilmiah yaitu mencapai kebenaran melalui pengalaman-pengalaman. Setelah itu, kebenaran filosofis yaitu kebenaran melalui berpikir dan merenung secara mendalam. Dan terakhir kebenaran religius yaitu kebenaran mutalk bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  19. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Kebenaran, mitos dan hati adalah 3 hal yang berkaitan erat. Kebenaran yang murni akan akan selalu dikenang di hati sedangkan kebenaran yang dikarang akan menjadi mitos. Hati akan membenci mitos karena hati suci dan murni sedangkan mitos berisikan kepalsuan
    Jadi mari lah berbuat kebenaran dengan tulus dan ikhlas dan yang hakiki agar selalu terhindar dari mitos.

    ReplyDelete
  20. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Kebenaran adalah suatu yang saling diperebutkan oleh banyak orang, mencari kebenaran dari satu sudut pandang ke sudut pandang lain. Padahal sesungguhnya kebenaran tersebut dapat dipandang dari masing-masing sudut, tidak ada yang mutlak salah dan tidak ada yang mutlak benar. Inilah mengapa ada pribahasa yang banyak didengungkan, “sejelek-jeleknya manusia pasti ada baiknya”. Oleh karena itu sebagai manusia harus memiliki kebijakan dalam memandang suatu kebenaran, benar menurut kita belum tentu benar menurut yang lain, salah menurut kita belum tentu salah menurut orang lain. Disinilah manusia harus mau menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  21. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018 (PM B 2018)

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Pada elegi diatas, dapat dilihat bahwa baik mitos, logos, hati, korespondensi, koherensi, relatif, absolut, manfaat, persepsi, hingga kuasa memiliki pandangan tentang kebenaran baginya masing-masing. Hal ini dikarenakan persepsi seseorang tentunya akan berbeda-beda dalam mendeskripsikan bagaimana itu kebenaran. Semuanya akan mencari benarnya sendiri tanpa memandang bagaimana kebenaran itu secara umum
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  22. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Relatif ternyata tidak hanya disematkan pada paras saja apakah tampan atau tidak, apakah cantik atau tidak bergantung dari sudut pandang sang pendetermin, sifat apakah yang akan dijatuhkan bergantung dari pandangannya terhadap orang tersebut. Begitu pula dengan kebenaran, dalam elegi tersebut dijelaskan bahwa kebenaran dapat dilihat dari berbagai macam sudut pandang, mulai dari kebenaran yang bersifat mitos, logos, hati hingga kebenaran menurut persepsi dan Kuasa. Oleh karenanya dapat saya pahami bahwa kebenaran itu bersifat relatif. Tidak berlaku benar selamanya, kebenarannya itu berlaku relatif tergantung ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  23. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Kebenaran yang ada di dunia memiliki berbagai versi sesuai dengan yang melihat, fungsi , bentuknya. Kebenaran yang diagung-agungkan oleh manusia terkadang hanya menjadi pembenaran. Kebenaran yang disesuaikan oleh ruang dan waktu. Sementara, kebenaran yang sifatnya abadi dan kekal adalah kebenaran yang dimiliki oleh Sang Pencipta. Sehingga dalam tulisan ini, adalah benar ketika beberapa versi kebenaran mencoba mendefinisikan kebenaran berdasarkan keinginan manusia.

    ReplyDelete
  24. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Para penganut kesalahan akan menimbulkan keributan bila dipertemukan dalam satu pertemuan dengan para penganut kebenaran. Dua penganut mempunyai pemikiran masinhg-masing yang berlogika dan mempuyai contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga benar salah harus melakukan koreksi terhadap diri mereka apakah benar benar ada yang salah atau memang sudah benar. Semua kembali kepada para penganut hati terdalam agar masing-masing penganut menyadari mereka masih mempunyai hati, sehingga diketahui benar yang paling benar berasal dari hati.

    ReplyDelete
  25. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Seperti yang telah dikatan, bahwa tidaklah mudah menyampaikan kebenaran. Namun, para pepatah menyebutkan bahwa katakan kebenaran walaupun hal tersebut menyakitkan sekalipun. Kebenaran memang terjadang menyakitkan, karena yang tidak selamanya yang menyenangkan adalah kebenaran, justru malah yang menyenangkan tersebut terkadang justru tidak benar. Ada berbagai macam versi kebanaran, bergantung dari bagaimana sudut pandang melihatnya. Seperti angka 6, dua orang yang memandang angka 6 secara berlawanan arah akan menghasilkan kebenaran yang berbeda. Orang yang satu akan mengatakan 6, namun orang yang dihadapannya mungkin akan mengatakan itu 9. Lastas, siapakah yang benar, 6 atau 9. Baik 6 atau 9 memiliki nilai kebenaran yang sama-sama berlaku benar berdasarkan sudut pandang yang melihatnya. Seperti sebuah kelompok yang menganggap sebuah hukum tertentu merupakan sebuah kebenaran, namun bagi kelompok lain yang tidak mengakui kebenaran hukum tersebut tentu akan berbeda pendapat. Oleh karenanya kebenaran terkadang tidaklah berlaku sama bagi setiap orang atau kelompok. Kebenaran tersebut adalah kebenaran yang berlaku berdasarkan sudut pandang sang penglihatnya. Dan kebenaran tersebut disebut dengan kebenaran relatif.

    ReplyDelete
  26. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Selain Relatif, Korespondensi dan koherensi adalah dua dari sekian nilai kebanaran. Kebanaran berdasarkan fakta yang terjadi dan semua orang mengakui fakta tersebut, seperti matahari itu terbit dari timur dan tenggelam diselatan atau bahwa bumi itu bulat bukan datar adalah sebuah kebenaran yang berdasarkan dengan fakta. Kebenaran tersebut disebut dengan korespondensi. Berbeda dengan koherensi, koherensi adalah kebenaran yang lebih kepada menjaga kesepakan atau komitmen yang telah dibuat. Benar menurut koherensi adalah jika tetap berpegang teguhpada komitmen yang telah disepakati, jika melanggar maka tidaklah bernilai kebanaran pula. Daging babi adalah haram dimakan, merupakan pernyataan yang bernilai benar bagi umat Islam namun sekaligus bernilai salah bagi umat selain umat Islam. Maka Daging babi adalah haram dimakan adalah koherensi bagi umat Islam, namun juga sekaligus bernilai relatif, karena umat selain umat muslim tidak memepercayai dan menyepakatinya.

    ReplyDelete
  27. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Selain berdasarkan sudut pandangnya, ukuran kebenaran juga dapat diukur berdasarkan nilai fungsinya. Sebuah keadaan dikatakan benar jika hal tersebut memberikan sebuah manfaat bagi sang pelakunya. Dikatakan bermanfaat apabila membawa sebuah perubahan kearah yang lebih positif. Maka apabila sebuah kegiatan atau keputusan yang menghasilkan sesuatu yang justru mengarah kepada keadaan yang tidak membuahkan hasil atau malah justru kearah yang lebih negatif disebut tidak bermanfaat atau bukan kebenaran. Nilai kebenaran ditinjau dari kebermanfaatan nya jauh lebih mudah diukur dari pada koherensi dan relatif. Contohnya saja sebuah makanan, jika makanan tersebut membuat sang pemakan menjadi sakit perus misalnya, semua orang mengakui kebenarannya bahwa makanan tersebut tidaklah bermanfaat bagi tubuh, dan hal tersebut merupakan sebuah kebenaran. Berbeda dengan koherensi dan relatif, jalan-jalan yang berlebihan dianggap tidak baik atau tidak benar bagi sebagian orang karena tidak memberikan manfaat yang berarti. Namun, bagi yang menyukai jalan-jalan dan berfoto ria menganggap hal tersebut memiliki nilai manfaat, karena dari hasil jalan-jalan tersebut akan menghasilkan sebuah foto. Maka dapat disimpulkan bahwa, jalan-jalan yang berlebihan akan bernilai manfaat bagi yang tidak terlalu menyukai sekaligus bernilai relatif dan koherensi bagi orang yang menyukai foto dan jalan-jalan.

    ReplyDelete
  28. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Sebuah kekuasaan juga dapat menimbulkan nilai kebenaran yang berbeda-beda. Kebenaran berdasarkan kuasa sedikit mirip dengan kebenaran ditinjau dari nilai kebermanfaatannya. Pemilik kuasa yang satu memiliki nilai kebenaran yang berbeda dengan pemilik kuasa yang lain. Contohnya saja kebijakan yang terjadi di Indonesia, pada masa sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Istana Negara tidak boleh dikunjungi oleh masyarakan yang tidak memiliki kepentingan tertentu. Namun, setelah masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Istana Negara dengan tingkat keamanan dan aturan tertentu menjadi tempat yang boleh dikunjungi oleh masyarakat luar yang tidak memiliki kepentingan didalamnya. Hal tersebut membuktikan bahwa, kekuasan dapat menumbulkan nilai kebenaran yang berbeda-beda. Selain kuasa, persepsi juga dapat digunakan sebagai pembeda nilai kebenaran. Hal tersebut berkaitan dengan kodrat manusia yang diciptakan berbeda. Berbeda dalam segala hal dan sudut pandang. Maka tak heran jika persepsi tiap orang akan berbeda-beda. Dan perbedaan persepsi tersebutlah yang menyebabkan nilai kebenaran akan berbeda pula bergantung dari penganut persepsi tersebut.

    ReplyDelete
  29. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Persepsi, kuasa, manfaat, koheresi korespondensi dan relatif adalah pengukur nilai kebenaran yang hanya berlaku bagi bumi atau bagi manusia saja. Namun, ada satu nilai kebenaran yang sebenar-benar kebenaran yaitu kebenaran Allah SWT yang merupakan sebuah keyakinan yang nilai kebenarannya Absolut. Dikatakan absolut karena kebenaram tersebut atau keyakinan tersebut hanya dapat diraih atas pertolongan dan izin dari Sang Kebenaran itu sendiri yaitu Allah SWT. Jika ukuran kebenaran-kebenaran lain seperti persepsi, kuasa, manfaat, koherensi korespondensi dan relatif memiliki nilai kebenaran yang berbeda-beda, maka kebenaran absolut hanya memiliki satu nilai kebenaran abadi yang tak dapat dipungkiri namun hanya dapat dirasakan oleh hati adalah kebenaran ALLAH SWT.

    ReplyDelete
  30. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Kebenaran dari sudut pandang manusia bersifat relative, karena kebenaran memiliki arti masing masing dari setiap individu. Kebenaran yang sebenar-benarnya hanyalah kebenaran absolut milik Allah. Sesuatu hal yang ada memiliki nilai kebenaran jika hal tersebut memberikan manfaat dan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Salah satu tanda dari sebuah kebenaran adalah adanya keikhlasan dalam segala tindakan

    ReplyDelete
  31. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Memang tidak mudah menyampaikan kebenaran. Yang terlihat benar namun sebenarnya tak benar dipuja-puja, yang diinjak-injak namun sebenarnya benar justru dihiraukan. Begitulah hidup. Ada saja cobaan yang menyertai hidupmu. Hal itu semata mengajarkanmu akan pentingnya sebuah kesabaran. Lambat laun kebenaran akan terkyak sendiri. Hanya soal waktu. Biarlah orang lain memandang rendah atas dirimu, karena Allah tau siapa yang diantara kamu yang benar dan pura-pura benar. Orang yang jahat bersenang-senang di depan, orang yang tidaklah salah dengan kesabarannya akan menuai emasnya pada akhirnya. Bersabarlah. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  32. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Gunakanlah kebenaran untuk hal yang benar. Jangan kau gunakan kebenaran untuk menguasai. Jangan kau gunakan kebenaran untuk mengelabuhi. Jangan kau gunakan kebenaran untuk mencari mangsa. Bukan masalah bagaimana orang-orang percaya dengan kebenaranmu tapi seberapa benar kebenaran yang kamu ungkapkan. Benar bagimu belum tentu benar bagi orang lain. Pentingnya memikirkan mana yang benar dan mana yang bukan benar. Benarlah untuk sebenar-benarnya, bukan benar-benaran. Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  33. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Jangan takut untuk bertindak salah karena salah menjadi pelajaran untuk menjadi benar di kegiatan selanjutnya. Bila dari awal sudah mendapat kebenaran dari khalayak, tantangan yang diperoleh dan dilakukan akan kurang karena dianggap sudah merasa benar dan tidak perlu koreksi lagi. Padahal awal mula menjadi benar biasanya membutuhkan koreksi yang bisa saja memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil sehingga menjadi benar yang melalui kesalahan. Bila tidak ingin disalahkan, maka lebih baik kembali pada pikiran diri sendiri untuk memilih menjadi yang tidak suka disalahakn atau menjadi yang suka disalahkan untuk menjadi pribadi yang baik dalam menerima segala kritikan dan akhirnya kebenaran yang dibuat bisa diakui.

    ReplyDelete
  34. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, Wr. Wb.
    Sebuah kebenaran itu menjadi dasar untuk tindakan atau cara pikir kita. Kita mengandalkan kebenaran untuk mengarahkan memahami dimana pengetahuan yang benar. Kebenaran adalah benar-benar dalam kebenaran, tidak ada yang salah. Kebenaran dibutuhkan dalam aspek kehidupan.

    ReplyDelete
  35. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, Wr. Wb.
    Dalam keidupan sehari-hari maka selalu berbuatlah dalam kebenaran. Dalam berpikir maka pikirkanlah hal-hal dengan benar. Dalam beribadah maka lakukanlah ibadah sesuai aturan yang benar. Dalam berbicara maka jadikan kebenaran dan fakta sebagai pathokan ukurnya. Sedangkan kebenaran mutlak adalah milik Allah S.W.T. Untuk itu marilah selalu memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  36. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Kebenaran itu relatif, kebenaran tiap individu maupun kebenaran tiap kelompok itu berbeda-beda. Persepsi kebenaran tiap orang juga berbeda-beda, tidak sama. Kemudian kebenaran yang absolut adalah kebenaran milik Tuhan. Untuk menggapai kebenaran yang absolut tentunya dengan berdoa dan memohon pertolonganNya.

    ReplyDelete
  37. Wilis Putri Hapsari
    19701251017
    S2 PEP 2019

    Kebenaran hadir melalui banyak motif dan berbagai daya upaya akusisi. Hanyalah dimensi ruang dan dimensi waktu, sang dwimensi yang mampu mengungkap mana yang benar dan kelihatannya benar. Kebenaran bisa saja tak perlu meratap, karena keberadaannya telah dijamin oleh Sang pembuat hidup.

    ReplyDelete
  38. Tiara Wahyu Anggraini
    19709251065
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Hati selalu mengatakan yang benar walaupun bertentangan dengan pikiran. Kadang apa yang kita pikirkan belum tentu baik menurut hati. Namun, ada juga sesuatu yang kita pikir itu tidak baik tapi menurut hati itu terbaik untuk kita. Ada lagi hati dan pikiran kita sejalan dengan apa yang kita lakukan. Oleh sebab itu, kebenaran bersifat relatif. Mungkin, kebenaran bagi manusia yaitu yang tersirat di dalam hati, dan kebenaran yang absolut hanyalah milik Allah SWT. Karena semata-mata kebenaran adalah milik Allah SWT, sedangkan khilaf dan kesalahan selalu mengikuti manusia.

    ReplyDelete
  39. Aulia Nur Arivina
    18709251051
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Tolok ukur kebenaran dalam dunia manusia berbeda-beda tergantung pada cara pandang masing-masing. Kita sebagai makhluk Tuhan tidak memiliki kebenaran yang mutlak. Kebenaran yang sesungguhnya hanya milik Allah SWT. Untuk itu kita sebagai manusia harus melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  40. Zuari Anzar
    19701251006
    S2 PEP A 2019

    Kebenaran meliputi semua hal yang ada dan mungkin ada, sebenar-benar kebenaran itu sesuai dengan ruang dan waktu. Sesuatu yang kita anggap benar, belum tentu dinilai benar oleh orang lain. Begitupun sebaliknya sesuatu yang orang lain anggap kebenaran belum tentu kita anggap sebagai kebenaran. Oleh sebab itu kebenaran bersifat relatif tergantung dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  41. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  42. Hajra Yansa
    19701251012
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Pengontrol pikiran adalah hati. Di masyarakat dikatakan benar jika hal tersebut mengikuti norma yang berlaku. dikatakan benar jika sesuai dengan fakta, yang dapat di indera (dilihat, disentuh dan didengar). Dikatakan benar, pun saat kebenaran atas landasan suara mayor atau banyaknya kelompok yang mengatakan benar. Itulah kebenaran subyektif. Beberapa sifat kebenaran yang telah disebutkan banyak dipegang dalam tatanan bermasyarakat. Karena setiap manusia memiliki persepsi dan pola berpikir yang berbeda maka kebenaran itu sifatnya relatif. Tidaklah heran jika banyak manusia yang saling memperdebatkan kebenaran. Padahal sebaik-baiknya kebenaran adalah kesesuaian antara pikiran dan hati.

    ReplyDelete
  43. Mira Amalia Yudhanti
    19701251014
    S2 PEP A 2019

    Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan objektif. Sesuatu dikatakan benar jika sudah sesuai dengan logika dan fakta. Dimana logika merupakan kemampuan berfikir yang masuk akal dan sesuai dengan hati nurani. Logika digunakan untuk memilah sesuatu yang baik dan buruk. Sedangkan fakta merupakan sesuatu yang ditangkap oleh indera manusia yang keadaannya nyata dan terbukti sesuai kebenarannya. Dua hal tersebut memang kadang bertentangan, oleh karena itu terkadang perlu adanya klarifikasi dari beberapa sumber yang terpercaya.

    ReplyDelete
  44. Indra Kusuma Wijayanti
    18709251046
    Pendidikan Matematika S2 C
    Dalam menghadapi kebenaran dalam kehidupan, Kita harus menundukkan hati, akal pikiran, kuasa, ego untuk menanyakan apa itu kebenaran yang sejati. Kebenaran itu melingkupi segala hal yang ada dan mungkin ada, sebenar-benar kebenaran itu ketika bisa sesuai dengan ruang dan waktu. Kebenaran dapat diartikan sebagai apa yang secara umum dapat diterima oleh masyarakat, diyakini dan diakui keberadaannya, itupun tidak bersifat mutlak. Karena kebenaran yang mutlak hanyalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  45. Rochyati
    19709251074
    S2 P. Mat D 2019

    Apa yang menurut kita benar belum tentu benar menurut orang lain, pun sebaliknya. Ketika itu bukan sesuatu yang pasti, tidak perlu saling menyalahkan bila parameter benar kita tidak sama karena memang hanya Tuhan yang Maha Benar.

    ReplyDelete
  46. Puspitarani
    19709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Kebenaran terdiri dari dua macam, ada yang bersifat absolut dan relatif. Kebenaran yang bersifat absolut hanya milik Allah SWT, karena sebenarnya benar hanyalah milik Allah semata. Sedangkan kebenaran yang bersifat relatif itu yang dimiliki manusia. Manusia selalu berpandangan bahwa dirinyalah yang paling benar, namun belum tentu bagi orang lain itu benar, apalagi menurut Allah SWT.

    ReplyDelete
  47. Ardhya Handayani
    19701251015
    S2 PEP 2019 A

    Hal yang dapat saya pahami dari elegi ini adalah bagaimana kebenaran dunia (manusia) memiliki nilai yang relative. Sifat relative ini tergantung pada sudutpandang seseorang. misalnya saja kebenaran pada utiliarism akan dilihat dari kegunaannya/ manfaatnya, atau dalam kapitalisme adakan dilihat dari segi modalnya. Sedangkan jika dicari kebenaran absolut (yang benar sebenarbenarnya) adlaah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  48. Dhamar Widya Safitri
    19701251009
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum.
    Manusia selalu berusaha meneemukan kebenaran dengan berbagai cara. Namun, sesungguhnya kebenaran hanya datang dari Allah karena semua yang ada adalah datang (ciptaan) dari Allah.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  49. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A

    Kebenaran bagi manusia selalu terikat oleh ruang dan waktu, dikontrol oleh hati dan dituntun oleh pikiran. Maka, bagi manusia kebenaran selalu relatif. Sementara, bagi Tuhan, kebenaran adalah sebenar-benarnya benar, tidak terikat oleh ruang dan waktu. Maka, bagi Tuhan kebenaran adalah mutlak.

    ReplyDelete
  50. Rifki Rinaldo
    19709251070
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Berdasarkan elegi diatas saya menyimpulkan bahwa konferensi Kebenaran ,maka saya dapat mengambil kesimpulan bahwa kebenaran itu banyak macamnya. Misalnya ada kebenaran mitos, kebenaran logos, kebenaran relatif, kebenaran koherensi dan masih banyak lagi kebenaran-kebenaran yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Dan karena keterbatasan manusia maka manusia tidak akan mampu menggapai kebenaran yang sesungguhnya, sehingga manusia hanya mampu untuk berusaha menggapainya. Dan hanya ada satu kebenaran yang paling tinggi yaitu kebenaran absolut yaitu kebenaran yang dimiliki Tuhan.

    ReplyDelete