Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Kategori

Oleh Marsigit
(Diolah dari pemikiran Immanuel Kant)

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?



Kategori1:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku mampu menampung semuanya. Aku adalah satu. Semua ada di dalamku. Tetapi ada orang yang memanggilku sebagai universal.

Kategori2:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah bagian-bagian. Aku juga kelompok-kelompok. Aku pandai berserikat. Tetapi ada orang yang memanggilku sebagai partikular.

Kategori3:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah bagian-bagian. Aku adalah banyak. Aku bersifat mandiri. Tetapi ada orang yang memanggilku sebagai singular.

Pengetahuan:
Wahai kategori 1, 2, dan 3. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama universal, partikular dan singular. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai kuantitas.

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?

Kategori4:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah semua yang bersifat positif. Aku menjelaskan kenyataan-kenyataan. Aku adalah kalimat atau pernyataan-pernyataan. Au terdiri dari subyek dan predikat. Tetapi ada orang memanggilku sebagai afirmatif.

Kategori5:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah semua yang bersifat mengingkar. Aku menjelaskan kenyataan-kenyataan. Aku adalah kalimat atau pernyataan-pernyataan. Aku terdiri dari subyek dan predikat. Tetapi ada orang memanggilku sebagai negatif.

Kategori6:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah semua yang bersifat tak terbatas. Tetapi fungsiku adalah untuk membatasi. Tetapi ada orang memanggilku sebagai infinit.

Pengetahuan:
Wahai kategori 4, 5, dan 6. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama afirmatif, negasi dan infinit. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai kualitatif.

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?

Kategori7:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tugasku adalah membedakan satu hal dengan hal yang lain. Tetapi ada orang memanggilku sebagai kategori.

Kategori8:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah sebab akibat. Jika ada sebab aku selalu mdencari akibat. Jika ada akibat aku selalu mencari sebab. Tetapi ada orang memanggilku sebagai hipotetik.

Kategori9:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang aktif dan pasif. Aku adalah interaksi antara aktif dan pasif. Tetapi ada orang memanggilku sebagai komunitas

Pengetahuan:
Wahai kategori 7, 8, dan 9. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama kategori, hipotetik dan komunitas. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai hubungan.

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?

Kategori10:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang mungkin dan yang tak mungkin. Aku bersifat problematik. Aku selalu berusaha mencari kepastian relatif. Tetapi ada orang memanggilku sebagai probabilitas.

Kategori11:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang ada dan yang tak ada. Tetapi ada orang memanggilku sebagai asetorik.

Kategori12:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang persyaratan-persyaratan. Aku dimulai dengan kesepakatan. Mencarai syarat-syarat terjadinya sesuatu itulah pekerjaanku. Pekerjaanku hanyalah berdasarkan konsistensi. Tetapi ada orang memanggilku sebagai apodiktik. Ada orang awam memanggilku sebagai matematika. Ya boleh saja.

Pengetahuan:
Wahai kategori 10, 11, dan 12. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama probabilitas, asetorik dan apodiktik. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai modalitas.

Orang tua berambut putih:
Wahai pengetahuan. Sudah jelaslah engkau itu. Bahwa pengetahuanmu, di dalam pikiranmu itu terdiri dari kategori-kategori. Dikarenakan di dalam pikiranmu sudah ada kategori-kategori itulah maka engkau dapat memperoleh pengetahuanmu. Ketahui bahwa secara umum kategori itu meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Masing-masing kategori memuat tiga aspek. Jadi ketahuilah bahwa di dalam pikiranmu itu terdapat duabelas kategori, yang memungkinkan engkau dapat membangun pengetahuanmu. Itulah teori yang dibuat oleh Immanuel Kant.

16 comments:

  1. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya memahami bahwa benar elegi ini sebenarnya membahasakan ke bahasa bumi apa-apa yang disampaikan para filsuf yang ada dilangit, termasuk Salah satu filsuf yaitu Immanuel kant. Immanuel kant menyatakan bahwa Pengetahuan itu terdiri dari berbagai kategori, ada 12 kategori.k ategori tersebut meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Masing-masing kategori memuat tiga aspek. Lalu, pentingnya kategori yaitu untuk membangun pengetahuan. Sebagai seorang manusia saya menyadari bahwa Pengetahuan akan didapat jika seseorang ikhlas dalam pikir dan hati. Manusia hanya bisa menggapai pengetahuan. Diaman asejatinya pengetahuan adalah milik Allah Ta’ala.

    ReplyDelete
  2. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pengetahuan tidak hadir dengan sendirinya namun dibangun dai kategori-kategori. Antara kategori satu dan kategori lainnya saling berkaitan dan bekerjasama dalam menghasilkan pengetahuan. Sedemikian hebatnya Tuhan merancang otak manusia sehingga mampu mengkategorikan pengetahuan yang tidak terbatas ini.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    • Berdasarkan “Elegi Menggapai Kategori” bahwa pengetahuan di dalam pikiran itu terdiri dari kategori-kategori. Menurut Immanuel Kant, kategori itu meliputi empat hal yaitu:
    1. kuantitas, yang meliputi universal, partikular dan singular
    2. kualitas, yang meliputi afirmatif, negasi dan infinit
    3. hubungan, yang meliputi kategori, hipotetik dan komunitas
    4. dan modalitas yang meliputi probabilitas, asetorik dan apodiktik.
    Sehingga setiap manusia dalam pikirannya itu terdapat 12 kategori, yang memungkinkan mereka dapat membangun pengetahuan.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menurut Immanuel Kant, kategori-kategori yang secara khusus bersifat asasi adalah kategori-kategori yang menunjukkan kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas. Masing-masing mengandung didalamnya tiga bentuk kategori. Kuantitas mengandung kategori universal, particular dan singular.kualitas mengandung kategori afirmatif, negasi, dan infinit. Hubungan mengandung didalamnya kategori-kategori hipotekik dan komunitas. Modalitas mengandung didalamnya kategori probabilitas, asetorik, dan apodiktik. Kategori kategori ini mewujudkan struktur-struktur yang dipakai untuk menjadi wadah pengamatan-pengamatan kita. Kategori itu menggolong-golongkan atau mengklasifikasikan pengamatan serta menyusunnya hingga menjadi sesuatu dunia gagasan yang teratur.

    ReplyDelete
  5. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Tujuan kategori-kategori itu dibuat salah satunya bertujuan agar kita dapat membangun ilmu pengetahuan. Penggolongan-penggolongan itu telah dijelaskan oleh beberapa tokoh, salah satunya adalah emanuel kant yang membagi kategori menjadi 4 kelas, yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Kuantitas meliputi aspek universal, khusus, dan tunggal, kualitas meliputi afirmatif, negatif, dan tak terbatas, Hubungan meliputi kategori, hipotesis, dan masyarakat, yang terakhir modalitas meliputi probabilitas, setorik, dan apodiktis.

    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Terimakasih Pak atas penjelasan di atas. Saya menyimpulkan bahwa Imanuel Kant mengungkapkan bahwa terdapat empat kategori dalam pikiran dalam upayanya untuk membangun pengetahuan, dimana masing-masing kategori memuat tiga aspek, yaitu:
    1. Kuantitas terdiri dari universal, partikular, singular
    2. Kualitas terdiri dari afirmatif, negatif, infinit
    3. Modalitas terdiri dari probabilitas, asetorik, apodiktik
    4. Hubungan terdiri dari kategori, hipotetik, komunitas

    ReplyDelete
  7. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Dari 12 kategori menurut Immanuel Kant, kesemuanya berhubungan satu sama lain dalam membantu manusia untuk membangun pengetahuannya. Tiadalah akan lengkap apabila berkurang satu. Namun dalam membangun sebuah pengetahuan, hendak lah kita pikirkan secara bijak baik bijak secara hati maupun bijak secara pikiran.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Dari postingan di atas, saya memahami bahwa pengetahuan manusia terdiri atas 12 kategori (menurut Imanuel Kant). Sudah disebutkan juga bahwa secara umum kategori itu meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Masing-masing kategori memuat tiga aspek. Maka untuk membangun pengetahuan, manusia harus mencapai tujuan masing-masing kategori.
    Hal ini memperlihatkan bahwa di dunian ini, di dalam diri manusia sekalipun tidak ada yang bisa berdiri sendiri-sendiri, semuanya tersusun secara sistematis.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Layaknya sebuah universitas yang mengatur seluruh jurusan ke dalam fakultas-fakultas, Immanuel Kant juga memahami bahwa pengetahuan memiliki 'fakultas' sehingga seluruh pengetahuan akan dikategorikan menurut kriteria masing-masing. Adanya kategori memudahkan kita untuk mengembangkan dan menggunakan pengetahuan yang ada sesuai dengan tujuan yang tentunya berbeda-beda pula. Kuantitas, kualitas, relasi, dan modalitas adalah garis besar kategori yang menurut Kant telah terorganisir di pikiran setiap manusia sehingga selurh pngalaman dan ilmu yang masuk akan disintesa dan dikategorikan ke dalam fakultas-fakultas tersebut.

    ReplyDelete
  11. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Immanuel Kant mengatakan bahwa sejak lahir manusia memiliki 12 aspek yang dibagi ke dalam 4 kategori, kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. semua pemikiran kita yang ada dan yang mungkin ada, secara sistematis dan tanpa sadar akan kita masukkan ke dalam kategori-kategori tersebut sehingga akan lebih cepat bagi otak kita untuk mere-call pengetahuan yang telah ada di kemudian harinya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  12. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia memiliki kemampuan berfikir yang sangat luar biasa, dengan sendirinya otak kita dapat mengkategorikan pengetahuan-pengetahuan baru yang kita terima setiap harinya ke dalam 4 kategori yang masing-masing terdiri dari 4 aspek. kemampuan tersebut seharusnya dapat kita syukuri dan jadikan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berfikir kita.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  13. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Berdasarkan elegi menggapai kategori, Menurut Immanuel Kant pengetahuan terdiri dari kategori-kategori, dimana disetiap kategori tersebut memuat tiga aspek. Kategori tersebut yaitu Kuantitas ( universal, partikular dan singular), Kualitas (afirmatif, negasi dan infinit), Hubungan (kategori, hipotetik, dan komunitas) serta modalitas (probabilitas, asetorik dan apodiktik). Melalui dua belas kategori yang ada didalam pikiran kita, kita dapat membangun sebuah pengetahuan. Inilah, bukti kesempurnaan Allah yang menciptakan pikiran kita dengan kategori-kategori yang terdapat didalamnya, sehingga kita mampu mengkategorikan dan memproses ransangan dari luar sehingga tercipta sebuah gagasan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  14. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Elegi di atas menggambarkan pemikiran Imannuel Kant tentang bagaimana seseorang menggapai ilmu pengetahuan baru. DIa membuat 12 kategori, kemudia masing-masing 3 kategori membuat kategori lagi sehingga terbentuklah 4 pokok hal yang dapat membangun pengetahuan seorang individu. Ini merupakan salah satu teori dari sekian banyak teori yang pernah dibuat oleh beberapa ahli.

    ReplyDelete
  15. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan elegi di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa kategori menurut Immanuel Kant meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Kemudian masing-masing kategori terdiri dari tiga aspek sehingga terdapat 12 kategori, seperti berikut:
    1.kuantitas meliputi universal, partikular dan singular
    2.kualitas meliputi afirmatif, negasi dan infinit
    3.hubungan meliputi kategori, hipotetik dan komunitas
    4.modalitas meliputi probabilitas, asetorik dan apodiktik
    Semua kategori tersebut memudahkan dalam mengkategorikan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada di dunia. Dan pada akhirnya menjadi pondasi membentuk pengetahuan.

    ReplyDelete
  16. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kategori meliputi empat hal dan masing-masing terdiri dari tiga aspek yakni kuantitas (universal, parikular, singular), kualitas (afirmatif, negasi, infinit), hubungan (kategori, hipotetik, komunitas), dan modalitas (probabilitas, asetorik, dan apodiktik). Dalam kehidupan sehari-hari, kategori sangat diperlukan. Kategori mengelompokan sesuatu sesuai dengan sifat-sifatnya. Dengan kategori, proses pencarian dan mempelajari sesuatu akan lebih mudah.

    ReplyDelete