Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Kenyataan




Oleh Marsigit

Kenyataan:
Aku agak sulit menentukan kapan aku memulainya. Tetapi yang jelas aku merasakan bahwa sekarang aku sedang bergerak maju secara linear. Aku menyadari bahwa gerakan maju linearku mungkin bersifat relatif. Tetapi aku akan berusaha mengikuti saja kemana gerak langkah kakiku.
Sekarang aku sedang merasakan perlu untuk memancarkan dayaku agar dapat diketahui oleh mereka. Aku menyadari bahwa mereka ternyata masih memerlukanku. Walaupun aku sebenarnya juga merasa sedikit berdosa kepada mereka, atas ujianku yang telah aku berikan kepada mereka. Maka sebagian pintu dan jendela tentunya tidaklah aku menguncinya. Jika aka kehendak dari beberapa mereka maka tentunya tiadalah sia-sia setiap usaha mereka untuk mengetahuiku. Aku melihat para tamuku sudah berdatangan dan mereka sudah duduk di lobi menunggu kedatanganku. Mereka adalah monisme, pluralisme dan dualisme. Aku tahu bahwa mereka hanyalah ingin meminta kesaksianku atas kenyataannya. Silahkan saudara-saudaraku, tidak saya pilih, silahkan saja siapa yang akan bicara duluan.

Monistis:
Plotinos: “Jika mereka menggunakan akal pikirannya, seharusnya mereka mengetahuinya bahwa segala sesuatu itu tidaklah terlepas dari kuasa dan pengamatan Tuhan. Ketahuilah bahwa roh Tuhan itu ada di mana-mana, dia melimpah kepada apapun”. Sankara: ”Saya setuju dengan pendapatmu. Menurutku bahkan segala sesuatu bersifat spiritual oleh karena itu semua yang ada dan yang mungkin ada bersifat sakral. Itu semua dibawah kendali sang Brahman. Maka hanya Sang Brahmanlah yang abadi sedangkan manusia beserta dunia yang lainnya hanyalah bersifat sementara, palsu, dan bodoh”. Ibnu Arabi : “ Sesunggunya manusia beserta alam dan sesisinya itu tidak lain tidak bukan adalah kesatuan substansial dengan Allah SWT, sedangkan yang membedakannya adalah taraf dan ukuran kesempurnaan yang berkurang”. Hegel : “Maaf, bagiku kenyataan adalah Roh Mutlak yang memikirkan Diri dalam proses dialektik. Materi dan ide merupakan unsur dialektis. Sedangkan dialektika diantara keduanya akan menghasilkan sintesis ke puncah yang tertinggi yaitu Ilahi”. Schopenhauer : “Bagiku, kenyataan itu bersumber dari kemauan atau hasrat untuk mengada. Maka kemauan atau kehendak itu bersifat rohani dan akan mencari bentuk-bentuknya pada berbagi dimensi kenyataan yang ada”.

Pluralistis:
Leibniz: “Bagiku kenyataan tersusun dari unsur terkecil yang disebut sebagai monad. Apapun kenyataan itu, maka dia terdiri dari monad-monad. Maka sebuah monad akan mencerminkan keseluruhan kenyataan yang ada”. Demokritus: “Bagiku kenyataan itu tersusun dari unsur terkecil yang disebut atom. Atom itu tidak berwarna, tidak berbau, dan mempunyai dayanya sendiri. Bahkan rohani pun menurutku terdiri dari atom-atom”. Feurbach: “Bagiku kenyataan adalah alam. Manusia itu merupakan bagian dari alam. Maka rohani ada di dalam badan”. Marx: “Bagiku hanya ada satu kenyataan yaitu materi itu sendiri. Materi itu bersifat berdikari dan abadi. Maka yang disebut rohani menurutku adalah sebuah materi yang bercahaya”.

Dualisme:
Plato:”Kenyataan yang sebenarnya bagiku adalah ide. Ide itulah juga kenyataan rohani yang bersifat tunggal, teratur, jelas dan abadi. Maka dunia inderawi hanyalah bayangan dari ide. Kenyataan sesungguhnya itulah ide. Jika ide telah masuk ke materi maka sifatnya akan menjadi banyak ndan tak sempurna”. Vardhamana: “Bagiku kenyataan adalah jiwa. Maka saya mengetahui ada kenyataan yang berjiwa dan ada yang tak berjiwa”. Al Ghazali: “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”. Descartes:”Bagiku ada 2 (dua) macam kenyataan yaitu res cogita dan res extensi. Cogita itu adalah pikiran manusia. Sedangkan extensi adalah jasmaninya. Tuhan adalah rohani”.

Kenyataan:
Kenyataannya aku telah menyaksikan para monisme, pluralisme dan dualisme menyampaikan pemikirannya. Aku tahu apa yang mereka ungkapkan hanyalah sebagian kecil dari pemikirannya tentang kenyataan yang ada. Sedangkan aku tahu masih banyak yang lainnya beserta para pengikutnya. Maka yang ada dan yang mungkin ada juga mempunyai hak untuk memikirkannya. Marilah kita renungkan. Amiin.

Referensi:
Anton Bakker, 1992, Ontologi Metafisika Umum: Filsafat Pengada dan Dasar-Dasar Kenyataan, Yogyakarta: Pustaka Filsafat

15 comments:

  1. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Setiap individu memiliki pandangan masing-masing dalam menilai sesuatu. Monisme, pluralisme dan dualisme adalah sebagian kecil dari pandangan individu. Kebenaran kenyataan menurut satu orang berbeda dengan yang lainnya karena kebenaran kenyataan tidak bersifat tetap (korespodensi). Dan itulah yang merupakan sebenar-benarnya kenyataan mereka.

    ReplyDelete
  2. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Kenyataan yang ada pada saat ini memang dapat dipandang dari berbagai sisi. Masing-masing individu bisa menafsirkannya secara berbeda pula. Monisme, pluralisme, dan dualisme merupakan beberapa cara pandang seseorang untuk melihat suatu hal. Tidak hanya itu saja, masih banyak cara pandang lain yang dapat digunakan. Dan setiap orang berhak untuk memikirkannya. Ujung daripada kepercayaan terhadap kenyataan itu sendiri adalah seperti apa yang Prof tuliskan di atas menurut Al Ghazali: “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Kenyataan itu mempunyai banyak definisi dan pengertiannya, yaitu sebanyak orang yang memikirkannya. Menurut saya kenyataan merupakan pengalaman yang sudah terjadi dalam ruang dan waktu. Berdasarkan elegi di atas bahwa monisme, pluralisme dan dualisme hanyalah sebagian kecil dari pemikirannya tentang kenyataan yang ada. Maka yang ada dan yang mungkin ada juga mempunyai hak untuk memikirkannya.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kenyataan adalah hal yang benar-benar ada, nyata adanya dan terbukti adanya. Secara rasional kita sebagai manusia harus menyadari bahwa apa yang kita hadapi dan kita jalani yang ada didepan mata kita adalah kenyataan hidup kita. Orang yang tidak bisa menerima kenyataan dalam hidupnya berarti dia tidak menyadari keberadaan Tuhan akan hidupnya. Dia tidak menyadari bahwa Tuhan menganugerahi segalanya untuk dirinya. Dia cenderung “menutup mata” ketika dia mendapatkan kenyataan yang tidak sesuai harapannya karena takut untuk menghadapinya. Begitu pula sebaliknya dia hanya akan merasakan dan menikmati kenyataan yang sesuai harapannya dan tidak ingin melewati semua yang telah ditakdirkan kepadanya.

    ReplyDelete
  5. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Kehidupan di dunia ini adalah suatu yang kenyataan dimana sifat dalam dunia itu meliputi yang monistis, Pluralis, Dualisme. Monistis yaitu bahwa segala sesuatu itu tidaklah terlepas dari kuasa dan pengamatan Allah Ta’ala. Bahwa di dunia itu juga sifatnya plural. Pluralis menyatakan bahwa kebenaranya sesuai dengan sudut pandang orang yang satu dengan yang lain itu berbeda, bersifat relatif. Dualisme menyatakan bahwa kenyataan ada bibagi menjadi dua kenyataan, yaitu pikiran manusia dan jasmani. Tetapi ketiga ini hanya sebagian kecil saya dari kenyataan yang ada.

    ReplyDelete
  6. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Kenyataan itu meliputi yang bisa ditangkap oleh panca indera yang kita miliki. Sehingga kenyataan adalah ketika dapat dirasakan atau pada saat itu. Dulu itu masa lalu, sekarang adalah kenyataan, besok itu harapan. Saat ini adalah kenyataan dan manusia pasti ingin besok itu harapannya dapat menjadi kenyataan. Untuk mewujudkan harapan menjadi kenyataan dapat melalui ikhtiar dan doa. Karena kadang apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Maka dalam melakukan segala sesuatu harus dilandasi dengan keikhlasan juga.

    ReplyDelete
  7. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Kenyataan dalam hidup manusia adalah apa yang sedang kita alami disini dan saat ini. Allah SWT menghadirkan kenyataan dalam hidup kita dari kita lahir sampai kita mati, maka janganlah kita pernah lari dari kenyataan hidup. Buka mati, hati dan pikiran agar kita dapat menjalankan kenyataan hidup secara ikhlas. Seperti yang telah disampaikan oleh Al Ghazali, yaitu “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”.

    ReplyDelete
  8. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pemikiran kenyataan menurut para pengikut monisme, dualisme, dan pluralisme adalah pilihan masing-masing orang dengan cara berpikir yang berbeda-beda. Tetapi satu hal yang pasti, semuanya mengakui adanya kenyataan. Begitu juga dengan orangorang dengan paham lain seperti idealisme, materialisme, dan lainnya. Kenyataan patut berbangga hati karena setiap orang ingin mengetahui keberadaannya, mengetahui hakikatnya, dan menunggu kedatangannya.

    ReplyDelete
  9. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam mendefinisikan kenyataan, tak terlepas dari adanya monisme, dualisme dan pluralisme. monoisme menjelaskan kenyataan lebih terkait pada ketuhanan atau kerohanian sedangkan pluralisme lebih kepada fakta-fakta sains duniawi. sedangkan dualisme lebih kepada ide-ide itu sendiri.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  10. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Setiap hal yang ada di dunia ini memiliki berbagai macam definisi yang berbeda-beda tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya, dalam ruang apa dan waktu apa kita mengartikannya, seperti dalam artikel ini mendefinisikan kenyataan dalam monoisme, dualisme, dan pluralisme.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Filsafat berkaitan dengan mempertanyakan hakikat. Filsafat adalah sebenar-benar dirimu. Semua yang ada di dunia ini adalah filsafat. Filsafat adalah pendapat para filsuf. Hakikat "kenyataan" tentu tidak hanya satu, bergantung dari sudut mana kita akan mencari tahu.

    ReplyDelete
  12. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Filsafat adalah ilmu olah pikir, maka setiap individu mempunyai hak untuk membangun filsafatnya masing-masing dan memaknai suatu hal dengna olah pikirnya sendiri. Elegi di atas menggambarkan tentang bahwa kata kenyataanpun memiliki berbagai macam definisi sesuai dengan pikiran masing-masing para ahli.

    ReplyDelete
  13. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kebenaran kenyataan bersifat relatif, sehingga setiap individu memiliki perbedaan dalam memahami sebuah kebenaran kenyataan. Monistis, pluralistis, dan dualisme hanyalah beberapa pemikiran mengenai kebenaran kenyataan. Namun, diantara banyaknya pemikiran mengenai kenyataan semuanya akan bermuara pada kebenaran kenyataan yang absolut yaitu milik Allah. Seperti pemikiran yang diungkapkan oleh Al Ghazali: “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”. Terima Kasih

    ReplyDelete
  14. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Pandangan seseorang terhadap kenyataan akan berbeda dengan orang lain, diantaranya Monistis, pluralistis, dan dualisme. Kenyataan absolut adalah berasal dari Allah. dalam hidup ini sejak kita lahir, hingga sekarang adalah kenyatan-kenyatan yang telah kita lalui. Dan hari esok adalah kenyataan yang sudah tercatat di lauhul mahfudz, namun belum turun kepada kita. Dengan mengharap semata-mata ridho dari-Nya maka berikhtiar dan berdoa serta ikhlas adalah kunci agar apa yang sudah ditakdirkan Allah tersebut, dapat kita terima sebagai kenyataan-kenyataan yang berikutnya

    ReplyDelete
  15. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap orang pastilah memiliki definisi yang beragam tentang kenyataan. Kenyataan dapat dipandang dari berbagai sudut sehingga dapat pula di definisikan dengan beragam. Kenyataan itu adalah segala sesuatu yang ada dalam pikiran kita. Maka kenyataan itu bisa menjadi ada dan mungkin ada. Sebagaimana dongeng bagi bagi anak- anak dapat menjadi nyata jika ada dalam pikiran mereka. Sebagaimana matematika itu nyata karena ada dalam pikiran kita. Tetapi kenyataan juga bisa menjadi lebih dari apa yang ada dalam pikiran kita. Sebagai umat beragama kenyataan dapat dipandang sebagai takdir Allah SWT baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka tugas kita sebagai manusia adalah berusaha yang terbaik untuk agar kenyataan yang terjadi sesuai dengan harapan kita.

    ReplyDelete