Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Kenyataan




Oleh Marsigit

Kenyataan:
Aku agak sulit menentukan kapan aku memulainya. Tetapi yang jelas aku merasakan bahwa sekarang aku sedang bergerak maju secara linear. Aku menyadari bahwa gerakan maju linearku mungkin bersifat relatif. Tetapi aku akan berusaha mengikuti saja kemana gerak langkah kakiku.
Sekarang aku sedang merasakan perlu untuk memancarkan dayaku agar dapat diketahui oleh mereka. Aku menyadari bahwa mereka ternyata masih memerlukanku. Walaupun aku sebenarnya juga merasa sedikit berdosa kepada mereka, atas ujianku yang telah aku berikan kepada mereka. Maka sebagian pintu dan jendela tentunya tidaklah aku menguncinya. Jika aka kehendak dari beberapa mereka maka tentunya tiadalah sia-sia setiap usaha mereka untuk mengetahuiku. Aku melihat para tamuku sudah berdatangan dan mereka sudah duduk di lobi menunggu kedatanganku. Mereka adalah monisme, pluralisme dan dualisme. Aku tahu bahwa mereka hanyalah ingin meminta kesaksianku atas kenyataannya. Silahkan saudara-saudaraku, tidak saya pilih, silahkan saja siapa yang akan bicara duluan.

Monistis:
Plotinos: “Jika mereka menggunakan akal pikirannya, seharusnya mereka mengetahuinya bahwa segala sesuatu itu tidaklah terlepas dari kuasa dan pengamatan Tuhan. Ketahuilah bahwa roh Tuhan itu ada di mana-mana, dia melimpah kepada apapun”. Sankara: ”Saya setuju dengan pendapatmu. Menurutku bahkan segala sesuatu bersifat spiritual oleh karena itu semua yang ada dan yang mungkin ada bersifat sakral. Itu semua dibawah kendali sang Brahman. Maka hanya Sang Brahmanlah yang abadi sedangkan manusia beserta dunia yang lainnya hanyalah bersifat sementara, palsu, dan bodoh”. Ibnu Arabi : “ Sesunggunya manusia beserta alam dan sesisinya itu tidak lain tidak bukan adalah kesatuan substansial dengan Allah SWT, sedangkan yang membedakannya adalah taraf dan ukuran kesempurnaan yang berkurang”. Hegel : “Maaf, bagiku kenyataan adalah Roh Mutlak yang memikirkan Diri dalam proses dialektik. Materi dan ide merupakan unsur dialektis. Sedangkan dialektika diantara keduanya akan menghasilkan sintesis ke puncah yang tertinggi yaitu Ilahi”. Schopenhauer : “Bagiku, kenyataan itu bersumber dari kemauan atau hasrat untuk mengada. Maka kemauan atau kehendak itu bersifat rohani dan akan mencari bentuk-bentuknya pada berbagi dimensi kenyataan yang ada”.

Pluralistis:
Leibniz: “Bagiku kenyataan tersusun dari unsur terkecil yang disebut sebagai monad. Apapun kenyataan itu, maka dia terdiri dari monad-monad. Maka sebuah monad akan mencerminkan keseluruhan kenyataan yang ada”. Demokritus: “Bagiku kenyataan itu tersusun dari unsur terkecil yang disebut atom. Atom itu tidak berwarna, tidak berbau, dan mempunyai dayanya sendiri. Bahkan rohani pun menurutku terdiri dari atom-atom”. Feurbach: “Bagiku kenyataan adalah alam. Manusia itu merupakan bagian dari alam. Maka rohani ada di dalam badan”. Marx: “Bagiku hanya ada satu kenyataan yaitu materi itu sendiri. Materi itu bersifat berdikari dan abadi. Maka yang disebut rohani menurutku adalah sebuah materi yang bercahaya”.

Dualisme:
Plato:”Kenyataan yang sebenarnya bagiku adalah ide. Ide itulah juga kenyataan rohani yang bersifat tunggal, teratur, jelas dan abadi. Maka dunia inderawi hanyalah bayangan dari ide. Kenyataan sesungguhnya itulah ide. Jika ide telah masuk ke materi maka sifatnya akan menjadi banyak ndan tak sempurna”. Vardhamana: “Bagiku kenyataan adalah jiwa. Maka saya mengetahui ada kenyataan yang berjiwa dan ada yang tak berjiwa”. Al Ghazali: “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”. Descartes:”Bagiku ada 2 (dua) macam kenyataan yaitu res cogita dan res extensi. Cogita itu adalah pikiran manusia. Sedangkan extensi adalah jasmaninya. Tuhan adalah rohani”.

Kenyataan:
Kenyataannya aku telah menyaksikan para monisme, pluralisme dan dualisme menyampaikan pemikirannya. Aku tahu apa yang mereka ungkapkan hanyalah sebagian kecil dari pemikirannya tentang kenyataan yang ada. Sedangkan aku tahu masih banyak yang lainnya beserta para pengikutnya. Maka yang ada dan yang mungkin ada juga mempunyai hak untuk memikirkannya. Marilah kita renungkan. Amiin.

Referensi:
Anton Bakker, 1992, Ontologi Metafisika Umum: Filsafat Pengada dan Dasar-Dasar Kenyataan, Yogyakarta: Pustaka Filsafat

47 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Setiap orang memiliki banyak pendapat yang berbeda tentang realitas. Dalam artikel di atas, monoisme, pluralisme, dan dualisme juga memiliki pendapat yang berbeda tentang realitas. Dan menurut saya, kenyataannya adalah takdir Tuhan. Tuhan Maha Mengetahui perilaku kita, bahasa kita, kehidupan kita, dll. Jadi, Tuhan juga mengetahui apa cara terbaik bagi kita yang sesuai dengan perilaku kita. Tuhanlah yang menentukan hidup kita. Suatu kenyataan itu dapat berupa kenyataan yang sesuai dengan keinginan kita, tetapi juga dapat berupa kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Walaupun kenyataan itu sesuai maupun tidak sesuai dengan keinginan kita, sebaiknya kita tetap berbaik sangka bahwa di balik kenyataan yang ada pasti ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Sehingga, kita harus tetap bersyukur terhadap kenyataan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Melalui rasa syukur itu, Allah akan menambahkan nikmat yang diberikan kepada kita.

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Kerap, mimpi kita terbenam dan terhempas karena kenyataan. Pernah juga harapan tidak sesuai kenyataan. Hal yang paling baik adalah bagaimana kita bisa menerima kenyataan tersebut agar hati dan jiwa kita tidak takut dan tidak patah. Manusia boleh berencana, namun, Tuhanlah yang menentukan. Kadang kenyataan yang diberikan oleh Alloh sesuatu dengan perencaanaan kita, dan kadang juga tidak. Hal terbaik adalah selalu bersyukur dan bersabar dengan segala hal yang menimpa kita.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kenyataan merupakan segala sesuatu yang nyata terbukti telah terjadi pada diri kita dan segala sesuatu yang kita hadapi saat ini serta yang telah kita alami. Kenyataan adalah hal yang mutlak. Sayangnya, banyak manusia yang cenderung menolak kenyataan. Padahal kita hendaknya menyerahkan segala sesuatu kepada Allah dan senantiasa mensyukuri apa yang telah Allah takdirkan kepada kita.

    ReplyDelete
  4. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sangat setuju dengan pernyataan Imam Al ghazali yaitu bahwa Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Tiada yang nyata selainnya. Semua makhluk hanyalah bayangan atau hasil proyeksi dari Allah SWT. Semuanya semu dan Fana. Bagaikan nyala api. api berwarna dan tampak nyata, namun sumber api yng senyatanya malah tak tampak karena nyala api sebagai hal yang tak nyata menutupinya. Begitu pula makhluk yang fana nampak ada dan indah menutupi keindahan yang nyata. Karena Allah tak cukup hanya dengan penampakan.

    ReplyDelete
  5. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Segala ide, pikiran, atom dan yang berasal dari manusia termasuk makhluk dan itu tak nyata. Benar yang disampaikan AL arabi bahwa kita berasal dari satu kesatuan substansial dzat Allah SWT, hanya berbeda secara kualitas karena mengalami penurunan kesempurnaan setelah diturunkan pada dimensi yang rendah. Namun semua itu sudah adil. Kita dapat kembali ke asal kita walaupun sulit untuk sempurna menyatu lagi dengan Allah SWT. Semeua berdasarkan kewenangan Allah untuk menetapkan makhluk yang dikasihi yang bisa kembali kepada Allah daam keadaan sempurna.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dapat dikatakan bahwa kenyataannya kita harus siap menghadapi kenyataan yang ada, yaitu semua yang bisa kita lihat dan kita rasakan dengan indera yang kita punya, mencakup semua yang sudah dan sedang terjadi. Dipandang dari segi spriritual, kenyataan merupakan takdir yang harus diterima oleh manusia dari Tuhan-Nya. Tidak ada yang mampu melawan takdir kecuali yang memberi takdir berkehendak untuk merubahnya. Setiap manusia pasti mempunyai harapan, tetapi tidak akan pernah bisa menjaminnya menjadi sebuah kenyataan. Oleh karena itu, sebenar-benar yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha untuk mewujudkan harapan kita menjadi sebuah kenyataan dengan senantiasa selalu diiringi doa yang bersandar dan berlindung total di bawah kuasa-Nya, satu-satunya yang dapat menjadikan harapan kita menjadi sebuah kenyataan atau tidak.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam kehidupan kenyataan selalu tidak akan sama dengan ekspektasi yang kita harapkan. maka kenyataan itu selalu memiliki dua sisi yang berlawanan.
    pemikiran manusia dalam menggapai kenyataan tergantung pada dari aspek mana dia melihat kenyataan itu. pemikiran manusia yang terbatas tentu tidak bisa mereduksi pemikiran yang mengada-ada tapi berlogika.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setiap manusia berusaha untuk menggapai kenyataan. Kenyataan yang merupakan nyatanya suatu kehidupan.
    Nyata yang menurut setiap manusia adalah berbeda. Setiap manusia berusaha menggapainya dengan caranya sendiri.
    Setiap usaha yang dilakukan menjadi hal yang unik karena berbeda satu sama yang lain.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari elegi ini saya merefleksi bahwa kenyataan berjalan linier, dia akan terus ada. Kenyataan kadang tidak sejalan dengan apa yang diimpikan manusia. Takdir Tuhan menentukan kenyataan yang terjadi dalam hidup manusia, tapi manusia masih dapat merubah takdirnya jika ia mau berusaha. Setiap kenyataan yang tejadi dalam hidup pasti ada hikmah dibaliknya.sebagai manusia hendaknya senantiasa bersyukur, bersabar, dan mengambil hikmah dari setiap kejadian (kenyataan) yang terjadi dalam hidup.

    ReplyDelete
  10. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Kenyataan adalah sesuatu yang harus dihadapi. Seperti ini lah hebatnya filsafat, mampu memaknai sesuatu dari berbagai sudut pandang secara mendalam dan bersifat umum. seperti yang diungkapkan Al-Ghozali dalam prinsip dualisme bahwa, ‘kenyataan adalah kuasa Allah’. Kenyataan adalah sesuatu yang terjadi dan harus dihadapi dan semuanya itu merupakan bagian dari kuasa Allah. Jadi kita sebagai hamba Allah yang beriman, hendaknya menerima dan menghadapi kenyataan tersebut dengan ikhlas dan lapang dada. Walaupun pasti kita mempunyai pemikiran ‘seharusnya tidak demikan’ atau ‘mengapa jadi seperti ini?’ dst, namun sebagai hamba Allah, kita hanyalah bisa menerima dan menghadapi kenyataan tersebut dengan ikhlas dan lapang dada, sambil terus berusaha memperbaiki kenyataan.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS Pend. Matematika D 2015

    Kita seringkali memahami pengertian kenyataan sama dengan dunia sebagaimana yang tampak di hadapan kita. Tetapi ada kalanya kenyataan memiliki arti yang berbeda. Pengertian kenyataan dalam elegi ini tidak ada kaitannya dengan apa yang menjadi hasil pengamatan atau pemikiran kita tetapi lebih mengena dengan apa yang kita rencanakan berdasarkan sifat khas manuisa. Pengertian kenyataan yang seperti ini menunjukkan pengertian kenyataan secara mutlak dan apriori yaitu pengertian kenyataan yang merujuk sebagaimana terjadi dalam kehidupan sehari-hari, berhubungan dengan benda, peristiwa, dan pribadi.

    ReplyDelete
  12. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kadang, kita mendapatkan kondisi atau kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Maksud hati ingin mendapatkan A, kita malah mendapatkan B padahal hal ini tidak sesuai dengan keinginan kita. Lalu kebanyakan kita mengeluh. Padahal, Allah telah berfirman dalam ayat Al Quran yang cukup populer ini.
    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216)
    Semoga kita termasuk orang yang mau menerima kesulitan menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas dan sabar meskipun bukan sesuatu yang kita inginkan, karena dengan demikian kemudahan akan kita dapatkan setelahnya. Amiiin...

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kenyataan ialah yang telah terjadi di muka bumi ini. Kenyataan adalah suatu fakta. Kenyataan adalah suatu yang sedang terjadi atau yang telah terjadi. Kenyataan adalah dimensi material. Kenyataan adalah jiwa. Kenyataan adalah kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa. Kenyataan adalah subjek dan objek.

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kenyataan yang disampaikan menurut monisme, pluralisme, dan dualisme memang sangat menarik. Kenyataan memanglah kenyataan, yang sudah selayaknya terjadi seijin Tuhan YME. Kenyataan yang terjadi pun sesuai dengan proses yang kita jalani, karena hasil dalam kenyataan tidak pernah mengingkari proses. Apalagi proses yang dilalui tidak baik, pasti kita akan mendapat kenyataan yang sebanding lurus pula.

    ReplyDelete
  15. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    "Kenyataan" memiliki banyak definisi, yaitu sebanyak orang yang memikirkannya. Menurut saya kenyataan merupakan pengalaman yang sudah terjadi dalam ruang dan waktu. Berdasarkan elegi di atas bahwa monisme, pluralisme dan dualisme hanyalah sebagian kecil dari pemikirannya tentang kenyataan yang ada.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berkata tentang “Kenyataan atau realitas” adalah pengalaman-pangalaman yang telah terjadi. Dalam hal ini dapat dfikaitkan dengan takdir. Seperti takdir tuhan. Ada yang dapat dirubah ada juga yang tidak data dirubah. Mungkin kenyataan dapat dirubah tergantung usaha, Usaha mendobrak kenyataan, mungkin ada atau tidak ada untuk kenyataanmu dalam suratan takdir tuhan.

    ReplyDelete
  17. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ilmu itu sangat luas, karena begitu luasnya tak satupun manusia yang bisa mengetahu sesuatu itu dengan pasti karena yang bisa mengetahui dengan pasti hanyalah Sang Pencipta. Manusia hanya bisa menduga-duga dengan kebenaran yang bervariasi tergantung melihatnya dari sudutu mana. Dengan demikian sudah selayaknya manusia tidak boleh sombong karena merasa ilmunya sudah banyak. Karena pada hakikatnya ilmu manusia tidak ubahnya seperti jarum yang dimasukkan kelautan kemudian diangkat, maka air yang menetes dari jarum itulah ilmunya manusia sementara ilmunya Allah diibaratkan lautan yang luas.

    ReplyDelete
  18. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini memberikan pelajaran bahwa kenyataan merupakan suatu hal yang sedang terjadi ataupun yang sudah terjadi dan kita sebagai manusia senantiasa bersikap slalu bersyukur, tabah dan berserah diri kepada Allah SWT. Karena realitanya “kenyataan” bagi manusia itu ada yang positif dan negatif, walapun sesungguhnya kenyataan yang negatif itu merupakan kenyataan menurut Allah SWT baik bagi diri kita. Sekali lagi ingatlah untuk bersikap slalu bersyukur apa yang diberikan Allah SWT bagi kita.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pendapat saya, kenyataan adalah keadaan sekarang yang disadari dan dirasakan oleh manusia yang menjalaninya. Kenyataan tersebut sudah ditentukan oleh Tuhan yang sebelumya sudah diikhtiarkan oleh manusia. Selanjutnya manusia hanya bisa mengevaluasi, introspeksi, dan memperbaiki ikhtiar di masa selanjutnya. Sesungguhnya kenyataan tersebut hanya bergantung pada Allah SWT yang mengendalikan semua bahkan memutuskan apa yang akan terjadi dengan setiap molekul, baik di tubuh makhluk maupun di alam bebas.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kenyataan merupakan suatu hal yang ahrus dihadapi manusia. Terkadang ada yang mengatakan bahwa jangan lari dari kenyataan. Saya rasa muncul ungkapan demikian karena ada orang yang tidak bisa menerima kenyataan dalam hidupnya dan berusaha menghindar karena kenyataan yang dialami tidak selamanya baik, tetapi bahkan kenyataan buruk. Maka tentang adanya monisme, pluralisme dan dualisme dapat memperkaya makna kenyataan yang dialami bahwa semuanya itu juga berkaitan dengan pikiran dan ruang serta waktu dari tiap orang. Maka setiap orang mempunyai cara yang berbeda – beda dalam memandang kenyataan.

    ReplyDelete
  21. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Kenyataan kadang tidak dapat diterima oleh orang, karena mungkin bagi sebagian orang akan terasa tidak sesuai dengan harapan dan doa mereka, sehingga mereka memilih untuk menghindari kenyataan dan hidup dalam dunia harapan dan impian.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  22. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Bagi orang-orang yang sudah terlalu sering menderita karena kenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya, mungkin dia akan lebih mudah memahami makna kenyataan dan harapan. Baginya tidak penting seperti apa harapan dan impian-impiannya dia hanya fokus pada kenyataan yang ada dihadapannya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  23. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Untuk dapat menerima kenyataan seseorang harus mampu mengerti posisinya dalam dunia semesta. Kenyataan yang dia lihat bisa menjadi berbeda dari harapannya dan bisa juga sesuai dengan harapannya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  24. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Kenyataan yang dilihat dengan berbagai definisi akan membuat sudut pandang setiap orang berbeda. Perbedaan ini akan membuat besar pengharapan mereka pada kenyataan juga berbeda, begitu juga dengan besar penerimaan mereka terhadap kenyataan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  25. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kenyataan merupakan suatu hal terjadi di kehidupan yang dijalani setiap manusia. Menurut saya, kenyataan itu bisa berupa suatu peristiwa yang telah dilakukan pada masa lalu. Bisa juga suatu peristiwa yang sedang dilakukan pada saat ini. Terkadang kenyataan itu sangat menyakitkan, namun setiap manusia harus siap menerima dan menghadapi setiap kenyataan yang berkaitan dengannya.

    ReplyDelete
  26. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Kenyataan itu sendiri sering berkaitan dengan harapan setiap manusia. Harapan manusia selalu mengarah kepada hal yang baik-baik yaitu sesuatu yang ingin dilakukan, dimiliki, maupun yang ingin diraih. Namun, pada nyatanya kenyataan yang terjadi malah sebaliknya. Oleh karena itu, manusia harus lah selalu berikhtiar dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar hal yang tidak diinginkan tidak menjadi kenyataan.

    ReplyDelete
  27. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pernyataan dari Al Ghazali: “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”. Saya sangat setuju dengan pernyataan Al Ghazali karena sejatinya kenyataan adalah kuasa Allah. Manusia hanya dapat berihtiar untuk mendapatkan kenyataan yang telah ditentukan oleh Allah. Namun kadang sebagian orang menilai kenyataan sebagai sesuatu yang negatif tak kala kenyataan tersebut tidak sesuai dengan harapan. Seharusnya kita sebagai manusia bisa menerima kenyataan yang ada karena itulah kenyataan dari Allah yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  28. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya lebih memahami tentang pendapat Al Ghazali, dimana kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Semua yang terjadi di dunia, kenyataan yang terjadi dalam diri manusia adalah sudah ketentuan Tuhan YME. Selain itu saya juga memahami bahwa “Jika aka kehendak dari beberapa mereka maka tentunya tiadalah sia-sia setiap usaha mereka untuk mengetahuiku”. Sehingga jangan pernah putus asa, selalu berusaha.

    ReplyDelete
  29. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Semua yang ada dan yang tiada berada pada genggaman Sang Pencipta. Begitu pula dengan kenyataan berada di bawah campur tangan Tuhan Semesta Alam. Setiap kenyataan yang terjadi didunia ini telah ditetapkan oleh Tuhan. Karena kita telah yakin dan percaya terhadap semua ketentuan-ketentuan-Nya yang tertuang dalam kitab suci, sebuah kenyataan tidak perlu dibuktikan terlabih dahulu. Percaya atau tidak percaya terhadap kenyataan, sesuatu yang telah ditentukan oleh Tuhan pasti akan terjadi dan sudah pernah terjadi.

    ReplyDelete
  30. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Banyak hal dalam menanggapi kenyataan. Artikel di atas menceritakan tentang monisme, pluralisme dan dualisme yang sedang menyampaikan pemikirannya.itu merupakan sebagian kecil pemikiran tentang kenyataan. kenyataan memang harus diterima walaupun terkadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. kenyataan seringkali berbeda dengan harapan kita, tetapi ketahuilah bahwa itu yang terbaik.

    ReplyDelete
  31. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2
    Berfikir tentang kenyataan tidak lepas dari upaya memahami segala yang ada dan yang mungkin ada dari sudut multidimensi untuk dapat memahami hakekat kenyataan yang paling luas dan yang paling dalam. Para filusuf mencoba memahami dan mendeskripsikan kenyataan menurut olah pikir mereka. Beberapa filusuf yang diceritakan dalam elegi ini mengungkapkan hakekat kenyataan dari tiga pandangan yaitu: monistis, pluralistis, dan dualism. Dari pendapat monistis berpandangan bahwa kenyataan tidak telepas dari kuasa dan pengamatan Tuhan. Pluralistis berpendapat bahwa kenyataan bersifat plural karena segala sesuatu tersusun dari banyak unsur-unsur kecil. Dan dualism berpendapat bahwa berpendapat bahwa segala sesuatu memiliki dua macam kenyataan yaitu res cogita (pikiran manusia) dan res extensi (jasmani manusia).

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    "Kenyataan" mempunyai banyak definisi, sebanyak orang yang memikirkannya. Menurut saya kenyataan merupakan pengalaman yang sudah terjadi dalam ruang dan waktu. Berdasarkan elegi di atas monisme, pluralisme dan dualisme hanyalah sebagian kecil dari pemikiran tentang kenyataan yang ada. Yang ada dan yang mungkin ada juga mempunyai hak untuk memikirkannya.

    ReplyDelete
  33. Salma Maulida Karima
    14301241021
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi di atas, kenyataan memiliki banyak definisi, menurut monisme, pluralisme dan dualisme. Namun, menurut saya kenyataan adalah bagian dari takdir Allah SWT. Dimana sama dengan pernyataan dari Al Ghazali di atas, “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”

    ReplyDelete
  34. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi menggapai kenyataan tersebut, definisi kenyataan berbeda-beda menurut siapa yang mengatakannya. Elegi tersebut pun belum menampung semua definisi-definisi kenyataan yang ada di dunia ini. Namun saya sepakat dengan perkataan Al Ghazali bahwa kenyataan adalah kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  35. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi ini deijelaskan mengenai kenyataan dipandang dalam Monistis, Pluralistis dan Dualisme. Pandangan kenyataan dari 3 paham tersebut berbeda-beda dimana pada monistis kenyataan dipandang sebagai suatu kemauan atau hasrat mengadakan. Sedangkan Pluralistis memandangnya sebagai suatu unit terkecil yang disebut monad. Dan dualisme memandangnya sebagai suatu ide.

    ReplyDelete
  36. Nurrita SAbrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi ini makna dari kenyataan sendiri tidak terbatas dari para Monistis, Pluralistis dan Dualisme. Lagi-lagi seperti postingan artikel di awal mengenai filsafat merupakan “dirimu sendiri” jadi kita dapat menafsirkan kenyataan versi kita sendiri.

    ReplyDelete
  37. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti inilah filsafat. Ilmu yang berusaha menjcari sebab sedalam-dalamnya berdasarkan pandangan tentang diri sendiri. Kenyataan adalah sesuatu yang tampak. Sebaik-baik dan sedalam-dalam filsafat mengartikan kenyataan, tetap kembali lagi ke langit.Tiada yang nyata selain Dia. Bahkan yang ada dan yang mungkin ada ini hanyalah proyeksi dari apa yang nyata dariNya. Tetaplah berhatiahti dalam mendefinisikan sesuatu, dan kembali padaNya.

    ReplyDelete
  38. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi tersebut, kenyataan mengatakan pernyataan yang sudah dibahas pada elegi sebelumnya, yaitu ” Aku agak sulit menentukan kapan aku memulainya”
    Sejalan dengan elegi menggapai awal, yang disana dijelaskan bahwa awal adalah kontradiksi, makan awal itu bermakna relative terhadap subjek yang memaknainya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  39. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend matematika A 2014

    Kenyataan adalah apa yang harus diterima ataupun apa yang harus dijalani. Kembali kepada sudut pandang masing-masing individu atas kenyataan, saya tertarik pada kalimat "segala sesuatu itu tidaklah terlepas dari kuasa dan pengamatan Tuhan".

    ReplyDelete
  40. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend matematika A 2014

    Dalam elegi ini terbagi dalam 3 paham yang berbeda. Monistis kenyataan itu adalah roh mutlak, meliputi kemauan serta hasrat mengadakan, namun semuanya tidal luput oleh pengamatan Tuhan. Pluralistis kenyataan Feurbach: “Bagiku kenyataan adalah alam. Manusia itu merupakan bagian dari alam. Maka rohani ada di dalam badan”. Dualisme kenyataan Al Ghazali: “Kenyataan adalah kuasa Allah SWT. Dunia dan manusia hanyalah ciptaan Nya. Dunia dan manusia diciptakan, dimusnahkan dan diciptakan kembali semata-mata oleh Allah SWT”.

    ReplyDelete
  41. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend matematika A 2014

    Pada dasarnya kenyataan ditafsirkan berbeda-beda dan sangat banyak pendapat tentang tafsir kenyataan itu sendiri. Saya menafsirkan kenyataan adalah satu hal yang harus saya jalani dengan baik, menuju yang baik, serta baik pula di dalam proses pelaksanaanya. Serta tidak lupa memohon ridho kepada Allah SWT agar selalu berada di jalan yang diridhoiNya.

    ReplyDelete
  42. Elli Susilawati
    16709251073

    Kenyataan memang kdang tidak sesuai dengan pengharapan. Kenyataan merupakan suatu hal yang tidak mungkin bisa dirubah lagi. Semua telah terekam jelas oleh ruang dan waktu. Dan kenyataan yang ada merupakan takdir yang telah ditapakan

    ReplyDelete
  43. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Nyata artinya pernah terjadi dan dengan akal kita dapat memikirkan bahwa hal itu mungkin terjadi. Dalam hal ini diperlukan suatu bukti supaya bisa disebut sebagai kenyataan. Ketika orang lain sudah melihat sendiri suatu kejadian maka ia tidak bisa lagi menyangkal bahwa itu hanya fiktif atau bukan kenyataan. Seperti contoh pada elegi Bapak Monistis, Pluralistis, dan dualisme menyampaikan pemikirannya sudah menjadi kenyataan karena kita sudah menyaksikan atau melihat sampaian pemikiran mereka pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  44. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kenyataan tidaklah dapat dipungkiri di dalam kehidupan ini, karena mau tidak mau kenyataan itu pasti akan terjadi entah kapan waktunya terkadang tidaklah dapat untuk diprediksi dan diketahui, tapi yakinlah bahwa kenyataan itu pasti akan terjadi. Kenyataan merupakan hal yang konkret, bukan abstrak sebagaimana halnya harapan. Kenyataan itu suatu fungsi yang tidak berada pada ranah kuasa manusia, tetapi ada campur tangan Allah SWT di dalamnya untuk menentukan apa yang terjadi pada hidup manusia.

    ReplyDelete
  45. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam kehidupan kita, kenyataan yang terjadi kadang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan sebelumnya, bahwa hal tersebut erat kaitannya dengan kehendak Allah. Oleh karena itu dengan kita mendekatkan diri kepada Allah maka Allah akan senantiasa mengabulkan sesuai dengan harapan kita agar menjadi nyata.

    ReplyDelete
  46. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kenyataan merupakan sesuatu yang sudah terjadi. Dalam hal ini diperlukan suatu bukti supaya bisa disebut sebagai kenyataan. Ketika orang lain sudah melihat sendiri suatu kejadian maka ia tidak bisa lagi menyangkal bahwa itu hanya fiktif atau bukan kenyataan. Seperti contoh pada elegi Bapak Monistis, Pluralistis, dan dualisme menyampaikan pemikirannya sudah menjadi kenyataan karena kita sudah menyaksikan atau melihat sampaian pemikiran mereka pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  47. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Menurut Plato, kenyataan terdiri dari ide. Ide merupakan kenyataan rohani yang bersifat tunggal, teratur, jelas dan abadi. Sedangkan indrawi hanya bayangan ide. Kenyataan yang ada juga merupakan hasil jerih payah usaha yang sungguh-sungguh dan do’a sebagai umat Allah SWT. Terkadang kenyataan yang kita inginkan tidak sesuai dengan yang ada tetapi jika kita ada niatan untuk berusaha yang sebaik-baiknya InsyaAllah, Allah akan memberikan kemudahan untuk kita semua. Aamiin.

    ReplyDelete