Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Beda

Oleh Marsigit

Logos:
Ternyata urusanku itu tidak habis-habisnya. Satu persoalan dapat aku selesaikan, maka muncul persoalan yang lainnya. Sekarang aku menyaksikan fenomena lagi yang mungkin perlu kontribusiku untuk penyelesaiannya. Aku melihat sedang terjadi kegelisahan luar biasa dari para “BEDA”. Setelah aku cermati ternyata kegelisahan tersebut hampir erjadi di mana-mana. Oleh karena itu aku akan selenggarakan konferensi para beda. Wahai para beda, silahkan engkau presentasi karya-karyamu dalam konferensiku ini.



Ontologi Beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah ontologi beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Dua orang kembar sekalipun, mereka adalah berbeda. Jikalaupun segala sesuatu tidak berbeda, maka bukankah mereka terlahir pada menit yang beda. Jika mereka toh terlahir pada menit yang tidak berbeda, maka begitu lahir mereka juga menempati ruang yang berbeda. Tidaklah mungkin mereka itu diletakkan semuanya di kiri, semuanya di kanan, semuanya di atas, semuanya di bawa. Begitu lahir mereka juga telah diperlakukan dengan berbeda. Mereka disentuh oleh tangan bidan yang berbeda. Tangan bidan itu meyentuh kedua bayi itu secara bergantian, atau jika waktunya sama maka tidaklah mungkin mereka menyentuhnya dengan kedia tangan kirinya secara bersamaan untuk kedua kembar tadi. Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Waktu beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah waktu beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat waktu beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Tiadalah waktu itu tidak berbeda. Waktu itu tidak dapat menempati dan mengulangi waktu sebelumnya. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Ruang beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah ruang beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat ruang beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu ruang yang sama di dunia ini? Jika engkau menunjuk tempat tinggalmu sebagai suatu ruang yang sama, apakah engkau tidak menyadari bahwa ruangmu itu secara bersama-sama melakukan pergerakan relatif terhadap yang lebih besar, yaitu pergerakan bumi dan tata surya ini. Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Bernasib beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah nasib beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat nasib beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu nasib yang sama di dunia ini? Jika engkau dapat menunjuk suatu nasib sebagai suatu nasib yang sama, apakah engkau tidak menyadari bahwa nasibmu itu benar-benar tentang dirimu, padahal engkau tidak dapat menemukan dirimu yang lainnya. Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berpikir beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpikir beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berpikir beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu berpikir yang yang tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berpikir sebagai suatu berpikir yang tidak berbeda, misalnya memikirkan “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua “A” yang dipikirkan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berbicara beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berbicara beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berbicara beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu berbicara yang yang tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berbicara sebagai suatu berbicara yang tidak berbeda, misalnya berbicara tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua pembicaraan tentang “A” yang dibicarakan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berkarya beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berkarya beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berkaryabeda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu berkarya yang yang tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berkarya sebagai suatu berkarya yang tidak berbeda, misalnya berkarya tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berkarya tentang “A” yang berkarya itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berpenampilan beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpenampilan beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berpenampilan beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang berpenampilan tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berpenampilan sebagai suatu berpenampilan yang tidak berbeda, misalnya berpenampilan tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berpenampilan tentang “A” yang berpenampilan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Beraktivitas beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah beraktivitas beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat beraktivitas beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang beraktivitas tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang beraktivitas sebagai suatu beraktivitas yang tidak berbeda, misalnya beraktivitas tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua beraktivitas tentang “A” yang beraktivitas itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berpakaian beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpakaian beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berpakaian beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang berpakaian tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berpakaian sebagai suatu berpakaian yang tidak berbeda, misalnya berpakaian tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berpakaian tentang “A” yang berpakaian itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berperasaan beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpakaian beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berperasaan beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang berperasaan tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berperasaan sebagai suatu berperasaan yang tidak berbeda, misalnya berperasaan tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berperasaan tentang “A” yang berperasaan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Orang tua berambut putih:
Baiklah wahai para beda, aku telah menghayati pemikiranmu semua. Itulah sebenar-benar beda, yaitu tidaklah ada di dunia ini sesuatu yang tidak berbeda. Maka aku ingin menyampaikan pesanku kepada para logos dan para kuasa untuk berhati-hatilah menjaga kuasamu. Para logos mempunyai kuasa untuk mengharapkan semua yang ada dan yang mungin ada sebagai tidak berbeda. Sedangkan para kuasa akan sangat tergoda menggunakan kekuasaannya untuk menjadikan dunia ini tidak berbeda, yaitu tidak berbeda dengan hidupnya dan kekuasaannya. Jika engkau betul-betul melaksanakan harapanmu itu maka serta merta engkau terancam oleh mitos-mitosmu sendiri. Sedangkan jika engkau betul-betul melaksanakan kegiatanmu berusaha membuat tidak beda maka engkau itulah sebenar-benar para mitos itu. Terutama hati-hatilah bagi para guru terhadap para siswa-siswanya. Tiadalah dua siswa di dunia itu yang tidak berbeda. Jika engkau para guru mengharapkan para siswa-siswamu untuk menjadi siswa-siswa yang tidak berbeda maka engkau terancam oleh mitos-mitosmu. Apalagi jika engkau para guru telah melakukan usaha-usaha atau ikhtiar-ikhtiar untuk mengusahakan agar para siswa-siswamu tidak berbeda, maka dengan ini aku proklamasikan bahwa engkau para guru tidak lain tidak bukan adalah mitos-mitos belaka yang siap menerkam dan menelan bulat-bulat para siswa-siswamu sebagai korbannya.

30 comments:

  1. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Di kelas, memang lebih mudah jika guru itu tidak membedakan siswa. Memberi perlakuan yang sama, meminta siswa mengerjakan tugas yang sama, sikap juga diatur sama, semua harus memperhatikan, terpusat pada guru. Dengan demikian guru menjadi penguasa siswanya.
    Namun jika guru melakukan hal itu, dia tidak memberi kesempatan pada siswa untuk berkembang. Semestinya guru menyadari bahwa semua siswa itu pribadi yang unik, yang butuh kesempatan untuk membangun logosnya masing-masing.
    Ibu saya bercerita, dulu saya senang menggambar, sebelum masuk sekolah. Gambar saya macam-macam. Kemudian ketika sekolah, saya ikut ekstrakurikuler melukis. Ternyata yang terjadi pada saya adalah, gambar saya tidak berkembang. Justru saya menjadi pengikut sang guru lukis, karena semua gambar yang dibuat adalah gambar sang guru. Kami para murid diminta mengikuti contohnya.
    Dari pengalaman pribadi ini saya belajar, bahwa guru sungguh penting posisinya, dan sungguh vital. Peran vital guru adalah memberi kesempatan para siswa untuk menjadi berbeda, berkembang dengan keunikan masing-masing.

    ReplyDelete
  2. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Bersikap adil bukan berarti membagi sama rata, tetapi membagi sesuai porsinya. Guru di kelas harus memfasilitasi siswa untuk belajar dengan berbeda sesuai porsinya masing-masing. Guru sains tidak boleh mengharapkan semua siswanya pintar dalam sains seperti dirinya, karena setiap siswa itu memiliki potensinya masing-masing, memiliki kecerdasannya masing-masing. Siswa tidak dapat mengerjakan soal matematika dengan benar, tidak benar jika guru mengganggap siswa itu bodoh atau malas. Tugas guru adalah memfasilitasi pembelajaran, bukan memproduksi murid yang pintar matematika semua, atau pintar dalam sains semua. Sudah sunatullah Allah menciptakan aneka keragaman pada setiap individu, tidak ada individu yang persis sama.

    ReplyDelete
  3. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Menurut saya, perbedaan adalah hal yang lumrah karena setiap pemikiran manusia itu tidak ada yang sama. Perbedaan adalah hal yang lumrah bagi ummat manusia, karena dengan adanya perbedaanlah membuat manusia mengetahui apa arti dari “sama”. Perbedaan juga membuat manusia bisa mengenal satu sama lainnya. Setiap pemikiran manusia pasti berbeda, begitu juga dengan siswa, pasti memiliki tingkat ide dan daya tangkap yang berbeda, karena hal itu lah guru dituntut untuk membuat aktifitas yang beragam pula agar seluruh siswa dapat menemukan konsep yang akan diajarkan.

    ReplyDelete
  4. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Menurut saya, perbedaan adalah hal yang lumrah karena setiap pemikiran manusia itu tidak ada yang sama. Perbedaan adalah hal yang lumrah bagi ummat manusia, karena dengan adanya perbedaanlah membuat manusia mengetahui apa arti dari “sama”. Perbedaan juga membuat manusia bisa mengenal satu sama lainnya. Setiap pemikiran manusia pasti berbeda, begitu juga dengan siswa, pasti memiliki tingkat ide dan daya tangkap yang berbeda, karena hal itu lah guru dituntut untuk membuat aktifitas yang beragam pula agar seluruh siswa dapat menemukan konsep yang akan diajarkan.

    ReplyDelete
  5. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia tidak akan pernah sama. Semuanya diciptakan secara berbeda. Beda fungsi, beda bentuk, beda peran, beda sifat dan beda-beda yang lain. Jangankan antara si A dan si B, antara si A dan si A saja berbeda, setidaknya berbeda ruang dan waktunya. A tidak akan pernah menjadi A lagi, maka ada A dan A’ dan seterusnya. Maka kita perlu merawat takdir beda itu. Jangan mencoba menyamakan para beda. Murid-murid kita lahir dengan kondisi keluarga yang berbeda, kondisi lingkungan yang berbeda, potensi yang berbeda. Maka menyamakan semua murid bukanlah aktivitas yang sesuai dengan fitrah perbedaan. Biarkan murid tumbuh sesuai dengan potensi dan kemampuannya masing-masing, janganlah dipaksa untuk dibuat sama.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa perbedaan merupakan keberagaman yang timbul karena banyaknya pemikiran yang tercipta dari berbagai macam kepala yang jumlahnya sangat banyak yang menjadikannya suatu perbedaan, menjadi sebuah warna tersendiri dalam kehidupan. Kami memahami secara harfiah berbeda berarti tak sama, akan tapi bukan berarti berbeda tak bisa bersama, seharusnya dengan adanya perbedaan tersebut dapat mejadikan sebuah kesatuan yang saling melengkapi satu sama lain, kesatuan yang tercipta karena adanya penambahan pemikiran yang dapat menciptakan sesuatu yang lebih lengkap,mungkin juga lebih beragam. Kami meyakini bahwa bermacam-macam perbedaan dapat menjadikan manusia kaya akan sesuatu yang memiliki arti penting sebagai panutan ataupun tujuan hidup manusia. yang membedakan sebenarnya adalah sudut pandang dan pemikiran yang lambat-laun menjadikan sebuah pertentangan dalam kehidupan. Semoga kami dapat bersikap bijaksana dalam menghadapi segala perbedaan yang ada dan yang mungkin ada dalam menjalani hidup ini. Amin

    ReplyDelete
  7. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Perbedaan merupakan hal yang wajar. Dalam pembelajaran di sekolah, siswa tentu berbeda-beda, baik dari segi potensi akademik maupun potensi non akademik. Guru harus berusaha untuk memfasilitasi belajar siswa dengan karakteristik berbeda-beda. Untuk mencapai hasil yang optimal, guru bisa memberikan perlakuan berbeda (dalam konteks pembelajaran) untuk siswa yang berbeda-beda. Yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai guru terjebak mitos sehingga menyebabkan siswa terjebak mitos juga, sehingga bisa menjadi terjebak mitos berjamaah.

    ReplyDelete
  8. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Perbedaan merupakan hal yang wajar. Dalam pembelajaran di sekolah, siswa tentu berbeda-beda, baik dari segi potensi akademik maupun potensi non akademik. Guru harus berusaha untuk memfasilitasi belajar siswa dengan karakteristik berbeda-beda. Untuk mencapai hasil yang optimal, guru bisa memberikan perlakuan berbeda (dalam konteks pembelajaran) untuk siswa yang berbeda-beda. Yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai guru terjebak mitos sehingga menyebabkan siswa terjebak mitos juga, sehingga bisa menjadi terjebak mitos berjamaah.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Tidak ada yang sama, ruang tidak pernah sama, karena kita, bumi kita senatiasa bergerak, tidak ada waktu yang sama, berarti tidak ada pengulangan. Tidak ada satu detikpun yang sama dengan detik lainya. Bahkan tidak ada yang sama tentang karakteristik manusia, bisa dilihat dari karakteristik fisik, semua berbeda, walaupun mereka adalah orang kembar. Apalagi jika sudah mempertimbangkan sifat dan pemikiran. Tidak ada yang sama. Perbedaan itu pasti ada. Dan hal itu merupakan rahmat, agar kita saling mengenal satu sama lain

    ReplyDelete
  10. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Allah menciptakan manusia satu dan lainnya dengan perbedaan masing-masing agar kita dapat saling mengenal. Hal ini membuat kita memiliki pemikiran yang lebih luas. Perbedaan tidak harus selalu kita jauhi karena tidak semua yang berbebeda itu tidak baik. Di negara kita yang terdiri dari berbagai macam agama, ribuan pulau, ribuan suku, bahasa, adat istiadat dan lainnya, perbedaan mengajarkan kita untuk dapat saling bertoleransi agar dapat hidup dengan damai.

    ReplyDelete
  11. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Perbedaan terkadang dipandang sebagai hal yang aneh dan asing. Perbedaan kadang kurang dihargai. Segal yang sama dianggap sebagai yang baik. Padahal tidak ada hal yang sama persis didunia ini. Perbedaan membuat suatu hal menjadi unik. Keunikan itu memiliki karakteristik sendiri yang indah. Perbedaan seharusnya dihargai, dan dipandang sebagai hal yang wajar. Dalam hal pembelajaran dikelas, seharusnya guru menghargai perbedaan siswa dan memfasilitasi setiap keunikan siswa dengan bijaksana.

    ReplyDelete
  12. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Pada hakikatnya semua yang ada di dunia ini adalah berbeda. Tidak ada dua hal yang tidak berbeda. Sehingga perbedaan memanglah sebuah keniscayaan dalam hidup. Namun banyak kita saksikan, banyak orang yang tidak dapat memahaminya. Telah kita lihat ada banyak orang yang membenci perbedaan, dan pada akhirnya menimbulkan permusuhan dan kerusakan di dunia. Contohnya perbedaan agama, pikiran, ras, suku, dan lain sebagainya. Orang yang tidak dapat menerima perbedaan artinya orang itu tidak benar-benar memahami apa itu hidup. Begitu juga dalam bidang pendidikan, hakikat setiap siswa adalah unik atau berbeda, maka kita tidak bisa memberi perlakuan yang sama kepada semuanya. Menjadi adil bukanlah memberi perlakuan yang sama, namun memberi perlakuan sesuai yang dibutuhkan dan sesuai porsinya masing-masing.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dunia ini sifatnya beragam, sifatnya kontradiksi bukan identitas, maka tiadalah di dunia ini yang sama persis, pasti ada perbedaan. Orang kembar sekalipun, pasti ada perbedaannya. Implikasinya dalam pembelajaran, guru harus paham betul bahwa siswa yang kita hadapi, tidak ada yang sama persis. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan perbedaan karakteristik siswa tersebut dalam mengelola kegiatan pembelajaran. Hal tersebut dilakukan agar setiap siswa dapat memperoleh hak belajarnya sesuai dengan karakteristiknya.

    ReplyDelete
  14. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Perbedaan adalah suatu hal yang wajar terjadi dalm hidup ini. Bahka didalam beda itu sendiri terdapat perbedaan dan juga terdapat kesamaan. Maka sebenar-benar sikap dalam beda saling memamhai, saling terjemah menterjemahkan. Dengan begitu diharapkan tercapai misi masing-masing sebagai manusia dibumi.

    ReplyDelete
  15. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Apabila ditarik dalam pembeljaran di kelas, maka akan banyak sekali kita temukan perbedaan dalam diri siswa yang kita batasi ruang dan waktunya. Mulai dari yang semangat dan tidak semangat, sarapan belum sarapan, paham dan tidak paham. Maka sebagai guru yang menghargai perbedaan harus mampu memfasiltasi mereka semua untuk tetap belajar dengan baik.

    ReplyDelete
  16. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Setiap individu memiliki karakteristik masing-masing. Begitu pula dengan siswa-siswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Karakteristik satu siswa tentulah berbeda dengan karakteristik siswa lainnya. Misalnya dalam pembelajaran ada siswa yang lebih senang jika pembelajaran dilaksanakan di dalam ruang kelas, tetapi ada juga siswa yang lebih senang jika pembelajaran dilakukan di luar kelas. Oleh karena itu sebagai seorang guru jangan sekali-kali menyamakan siswa yang satu dengan siswa yang lain karena pada dasarnya karakteristik mereka adalah berbeda. Guru hendaknya dapat memahami karakteristik setiap siswanya

    ReplyDelete
  17. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Beda adalah sesuatu yang tak sama. Banyak beda yang terjadi didunia. Bahkan diriku pun beda. Diriku yang sejam yang lalu dengan sekarang berbeda. Diriku yang masih bayi dan sekarang beda. Beda terkait ruang dan waktu. Dunia ini penuh dengan perbedaan. Tiap detik dimanapun diriku yang walau tetap diriku selalu beda. Beda tempatnya beda umurnya, beda perasaannya, beda yang dipikirkan dll. Dengan beda hidup menjadi semarak, dengan beda hidup menjadi tidak monoton, dan dengan beda kita bisa saling mengenali.

    ReplyDelete
  18. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Seperti yang kita sudah pahami, bahwa segala yang ada dan yang mungkin ada tidak lah ada yang sama. Bahkan dua manusia yang dianggap kembar identik pun pasti memiliki titik perbedaan. Jangan dua manusia, satu makhluk saja akan berbeda tergantung ruang dan waktu yang mengikatnya. Bayangkan bagaimana Maha Besar Sang Pencipta kita, menjadikan beribu, berjuta, bahkan bermilyar-milyar perbedaan di dunia dan seisinya merupakan kuasanya yang tak terhingga nilainya dan tak terbendung dasyatnya. Jika kita memaksa satu hal untuk sama dengan hal yang lain, maka kita sudah terperangkap dalam mitos. Karena tak ada yang akan sama dan pernah di dunia ini meskipun telah di sama kan ataupun dipaksa sama. Terutama bagi para guru terhadap siswa-siswanya, janganlah cenderung memaksa kemampuan siswa satu sama dengan yang lainnya, karena banyak sekali faktor perbedaan dari diri masing-masing siswa sehingga tidak mungkin bisa mereka berkemampuan sama dan menghasilkan kualitas diri yang sama. Itulah tantangan bagi guru dan bagi kita semua, bagaimana kita mampu menanggapi dan menyikapi segala perbedaan yang ada agar tetap hidup saling berdampingan dan mampu mencapai tujuan dan cita-cita yang diharapkan. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  19. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Perbedaan yang menjadikan hidup ini bermakna. Perbedaan menjadikan adanya saling tolong menolong antar manusia karena perbedaan menandakan bahwa tidak ada yang sempurna. Sesuatu selalu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Perbedaan ada supaya kita bisa saling melengkapi dan belajar caranya menghargai.

    ReplyDelete
  20. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Melanjutkan, misalnya jika semua orang mempunyai bakat yang sama, maka tentunya dunia ini akan kacau karena hanya akan menghasilkan satu jenis produk saja. Tetapi untungnya setiap orang bakatnya berbeda-beda sehingga bisa menutupi satu sama lain. Contohnya, orang-orang yang hobinya bekerja akan membantu para insinyur dalam mengimplementasikan programnya. Seorang yang bakatnya dalam bidang bisnis akan saling membantu dengan orang yang berbakat dalam bidang tekhnik sama-sama dalam membangun usaha. Sehingga dalam hal ini perbedaan dapat menjadi rahmat bagi umat manusia.

    ReplyDelete
  21. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang akan hadir dalam setiap fase kehidupan kita. Di dunia ini penuh dengan sesuatu yang bersifat "beda". Aku pada detik ini pun akan berbeda dengan aku pada beberapa detik kemudian. Perbedaan seharusnya dapat memperkaya kehidupan, seperti bangsa ini, sebenarnya bangsa ini kaya, hanya saja karena tidak dapat memperlakukan perbedaan dengan baik, maka kekayaan itu berkurang.
    Kita harus dapat menyikapi perbedaan dengan baik. Misalnya dalam menghadapi perbedaan siswa, siswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Karakteristik satu siswa tentulah berbeda dengan karakteristik siswa lainnya. Oleh karena itu sebagai seorang guru jtidak boleh menyamakan siswa yang satu dengan siswa yang lain karena pada dasarnya karakteristik mereka adalah berbeda. Guru hendaknya dapat memahami karakteristik setiap siswanya sehingga dapat memfasilitasi siswa dengan optimal.

    ReplyDelete
  22. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Setiap manusia di dunia ini terlahir dengan potensi dan keunikannya masing-masing. Sekalipun secara biologis dinyatakan bahwa secara genetik orangtua diwarisi oleh anaknya, namun anak tetap memiliki sisi keunikan tersendiri, baik secara sosial ataupun bakat. Maka dari itu, penting kiranya bagi guru untuk memahami dan menghargai perbedaan tiap individu, sehingga perlakuan yang diberikan kepada anak dapat berbeda sesuai dengan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  23. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat kita pahami bahwa sejatinya perbedaan itu tidak dapat kita hindari dan tidak bisa paksakan untuk menjadi sama. Perbedaan ada karena manusia ada. Tugas kita bukanlah membuat perbedaan itu sama melainkan membuat kita saling menghargai perbedaan dan tetap membangun kerukunan dan kehamronisan di tengah perbedaan yang ada.

    ReplyDelete
  24. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala yang ada dan mungkin ada di dunia ini bersifat kontradiksi, dan itu berarti dua hal saja pasti memiliki perbedaan. Hal ini perlu dicermati oleh guru, karena selama ini kita selalu menggunkan metode, lks yang satu untuk semua siswa, mengaharapkan nilai yang sama. Padahal siswa sebagai salah satu objek yang ada dan mungkin ada pun tidak terlepas dari sifat kontradiksi. Siswa pasti memiliki karakteristik yang berbeda, maka jika itu yang dilakukan guru maka itu berarti dia terjebak dalam mitos.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  25. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa jika ada yang sama maka ada juga yang berda. Perbedaan yang ada di dunia ii sangatlah bermanfaat. Karena pada dasarnya jika segala yang ada di dunia ini itu sama, maka hal tesebut hanya ada di dalam dunia akal atau logika. Karena sifat identitas itu hanya ada di dalam dunia logika saja. Adanya banyak perbedaan di dunia nyata karena pada dasarnya di dunia nyata itu terbatas akan ruang dan waktu. Sehingga tidak mungkin di dunia nyata itu tak ada perbedaan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  26. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Setiap manusia pasti memiliki pola pikir dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia dilengkapi dengan akal. Dari permasalahan – permasalahan yang sering dihadapinya akan melahirkan satu padanganan tentang bagaimana cara atau solusi untuk menghadapi permasalahan – permasalahan itu. Baik permasalahan yang dihadapi tentang suatu keinginan, ambisi serta cita – cita hingga konsep kehidupan yang dilaliuinya.

    ReplyDelete
  27. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pola pikir itu sendiri dapat timbul dengan sendirinya ketika manusia itu terbentur oleh suatu permasalahan hingga akhirnya ia akan terbentuk karakternya oleh permasalahannya itu sendiri. Karena ketika kita mulai berpikir maka kita sendiri telah dihadapi oleh suatu masalah yang mungkin permasalahannya terlalu abstrak hingga sulit untuk diungkapkan dengan kata.

    ReplyDelete
  28. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    perbedaan itu suatu hal yang diberikan oleh Tuhan yang Kuasa kepada setiap makhluknya, perbedaan itu diciptakan agar antara satu dengan yang lainnya saling melengkapi. karena jika semua sama maka tidak ada suatu keunikkan dari kehidupan ini tidak ada sesuatu yang dapat melengkapi.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  29. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PMB 2017

    Elegi konferensi para beda. Kita hidup di dunia ini tentu dengan banyak sekali perbedaan yang ada di sekeliling kita. Antar sesama manusia antara satu sama lain pasti saling memiliki perbedaan, entah berbeda keyakinan, berbeda sifat atau yang lainya. Ini semua karena kuasa Tuhan yang dapat menjadikan manusia memiliki segala perbedaan yang ada. Jika anda membenci perbedaan, anda sejatinya membenci seluruh manusia. Karena semua manusia diciptakan berbeda

    ReplyDelete
  30. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Manusia yang ada di dunia ini tidak mungkin ada yang benar-benar sama. Di antara kesamaannya pasti ada sesuatu yang berbeda. Walaupun sepasang kembar identik, pasti memiliki perbedaan. Begitupula dengan siswa yang belajar di kelas. Siswa yang belajar di kelas tidak akan mempunyai karakteristik yang sama. Pasti diantara mereka memiliki perbedaan. Entah itu berbeda secara fisik, psikis, kemampuan belajar, cara belajar, kegemaran yang dimiliki dan lainnya. Sehingga sebagai seorang guru, pantang hukumnya jika menyaratakan semua murid yang ada di kelas. Guru yang baik, pasti akan berinovasi untuk dapat memfasilitasi keberagaman siswanya. Terimakasih

    ReplyDelete