Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Beda

Oleh Marsigit

Logos:
Ternyata urusanku itu tidak habis-habisnya. Satu persoalan dapat aku selesaikan, maka muncul persoalan yang lainnya. Sekarang aku menyaksikan fenomena lagi yang mungkin perlu kontribusiku untuk penyelesaiannya. Aku melihat sedang terjadi kegelisahan luar biasa dari para “BEDA”. Setelah aku cermati ternyata kegelisahan tersebut hampir erjadi di mana-mana. Oleh karena itu aku akan selenggarakan konferensi para beda. Wahai para beda, silahkan engkau presentasi karya-karyamu dalam konferensiku ini.



Ontologi Beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah ontologi beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Dua orang kembar sekalipun, mereka adalah berbeda. Jikalaupun segala sesuatu tidak berbeda, maka bukankah mereka terlahir pada menit yang beda. Jika mereka toh terlahir pada menit yang tidak berbeda, maka begitu lahir mereka juga menempati ruang yang berbeda. Tidaklah mungkin mereka itu diletakkan semuanya di kiri, semuanya di kanan, semuanya di atas, semuanya di bawa. Begitu lahir mereka juga telah diperlakukan dengan berbeda. Mereka disentuh oleh tangan bidan yang berbeda. Tangan bidan itu meyentuh kedua bayi itu secara bergantian, atau jika waktunya sama maka tidaklah mungkin mereka menyentuhnya dengan kedia tangan kirinya secara bersamaan untuk kedua kembar tadi. Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Waktu beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah waktu beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat waktu beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Tiadalah waktu itu tidak berbeda. Waktu itu tidak dapat menempati dan mengulangi waktu sebelumnya. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Ruang beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah ruang beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat ruang beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu ruang yang sama di dunia ini? Jika engkau menunjuk tempat tinggalmu sebagai suatu ruang yang sama, apakah engkau tidak menyadari bahwa ruangmu itu secara bersama-sama melakukan pergerakan relatif terhadap yang lebih besar, yaitu pergerakan bumi dan tata surya ini. Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Bernasib beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah nasib beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat nasib beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu nasib yang sama di dunia ini? Jika engkau dapat menunjuk suatu nasib sebagai suatu nasib yang sama, apakah engkau tidak menyadari bahwa nasibmu itu benar-benar tentang dirimu, padahal engkau tidak dapat menemukan dirimu yang lainnya. Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berpikir beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpikir beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berpikir beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu berpikir yang yang tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berpikir sebagai suatu berpikir yang tidak berbeda, misalnya memikirkan “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua “A” yang dipikirkan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berbicara beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berbicara beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berbicara beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuati itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu berbicara yang yang tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berbicara sebagai suatu berbicara yang tidak berbeda, misalnya berbicara tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua pembicaraan tentang “A” yang dibicarakan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berkarya beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berkarya beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berkaryabeda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada suatu berkarya yang yang tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berkarya sebagai suatu berkarya yang tidak berbeda, misalnya berkarya tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berkarya tentang “A” yang berkarya itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berpenampilan beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpenampilan beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berpenampilan beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang berpenampilan tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berpenampilan sebagai suatu berpenampilan yang tidak berbeda, misalnya berpenampilan tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berpenampilan tentang “A” yang berpenampilan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Beraktivitas beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah beraktivitas beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat beraktivitas beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang beraktivitas tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang beraktivitas sebagai suatu beraktivitas yang tidak berbeda, misalnya beraktivitas tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua beraktivitas tentang “A” yang beraktivitas itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berpakaian beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpakaian beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berpakaian beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang berpakaian tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berpakaian sebagai suatu berpakaian yang tidak berbeda, misalnya berpakaian tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berpakaian tentang “A” yang berpakaian itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Berperasaan beda:
Wahai logos, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepadaku untuk menyampaikan pikiran-pikiranku. Kenalkan, aku adalah berpakaian beda. Ketahuilah bahwa aku adalah hakekat berperasaan beda. Perbedaanku itu bersifat dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya. Tetapi banyak orang tidak menyadarinya bahkan mereka tidak mau tahu atau sengaja tidak mau tahu tentang diriku. Selama ini aku merasa telah di dholimi oleh banyak manusia. Orang-orang yang paling banyak mendholimi diriku justeru adalah orang-orang yang mempunyai kekusaaan, yaitu kekuasaan dalam arti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka pada kesempatan ini aku ingin protes kepadamu. Tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Coba carikan dan tunjukkan kepadaku jika engkau mampu, apakah ada dua orang berperasaan tidak beda di dunia ini? Jika engkau menunjuk dua orang berperasaan sebagai suatu berperasaan yang tidak berbeda, misalnya berperasaan tentang “A”, dapatkah engkau membuktikannya bahwa kedua berperasaan tentang “A” yang berperasaan itu tidaklah berbeda? Ini adalah hanya satu dari contoh yang aku berikan. Jadi sekali lagi, tiadakan sesuatu di dunia ini itu tidak berbeda. Ketahuilah aku mempunyai banyak anggotaku. Aku akan mempersilahkan para anggotaku untuk menghadap kepadamu semua, untuk melakukan protesnya masing-masing.

Orang tua berambut putih:
Baiklah wahai para beda, aku telah menghayati pemikiranmu semua. Itulah sebenar-benar beda, yaitu tidaklah ada di dunia ini sesuatu yang tidak berbeda. Maka aku ingin menyampaikan pesanku kepada para logos dan para kuasa untuk berhati-hatilah menjaga kuasamu. Para logos mempunyai kuasa untuk mengharapkan semua yang ada dan yang mungin ada sebagai tidak berbeda. Sedangkan para kuasa akan sangat tergoda menggunakan kekuasaannya untuk menjadikan dunia ini tidak berbeda, yaitu tidak berbeda dengan hidupnya dan kekuasaannya. Jika engkau betul-betul melaksanakan harapanmu itu maka serta merta engkau terancam oleh mitos-mitosmu sendiri. Sedangkan jika engkau betul-betul melaksanakan kegiatanmu berusaha membuat tidak beda maka engkau itulah sebenar-benar para mitos itu. Terutama hati-hatilah bagi para guru terhadap para siswa-siswanya. Tiadalah dua siswa di dunia itu yang tidak berbeda. Jika engkau para guru mengharapkan para siswa-siswamu untuk menjadi siswa-siswa yang tidak berbeda maka engkau terancam oleh mitos-mitosmu. Apalagi jika engkau para guru telah melakukan usaha-usaha atau ikhtiar-ikhtiar untuk mengusahakan agar para siswa-siswamu tidak berbeda, maka dengan ini aku proklamasikan bahwa engkau para guru tidak lain tidak bukan adalah mitos-mitos belaka yang siap menerkam dan menelan bulat-bulat para siswa-siswamu sebagai korbannya.

40 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D 16

    Inilah jawaban dari artikel sebelumnya yang berjudul “Elegi Perbincangan Para Sama”. Yang dapat saya simpulkan, tidak ada sesuatu di dunia ini yang tidak berbeda. Semua menempati ruang dan waktunya masing-masing. Amat disayangkan ada guru yang memberikan apresiasi kepada murid yang “sama”, namun mengucilkan murid yang “beda”. Padahal sejatinya murid-murid itu semuanya berbeda.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Perbedaan adalah nikmat yang Allah berikan kepada kita hamba-Nya. Semua manusia diciptakan berbeda satu sama lain. Inilah yang membuat setiap manusia itu unik. Karena yang satu sangat berbeda dengan yang lain. Baik perbedaan fisik, tingkah laku, kecerdasan dan lain sebagainya. Tampil beda itu berani...

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Perbedaan merupakan keberagaman yang timbul karena terdapat banyaknya suatu pemikiran yang tercipta yang dapat menjadikannya suatu perbedaan. Perbedaan bukanlah hal yang dapat menciptakan suatu perpecahan atau perselisihan di antara hal satu dengan hal lainnya. Perbedaan bukanlah sesuatu hal yang buruk, sebaiknya adanya perbedaan dapat menyatukan semua. Adanya perbedaam menjadi sebuah warna tersendiri dalam kehidupan karena berbeda berarti tak sama. Tapi bukan berarti berbeda tak bisa bersama, justru adanya perbedaan dapat mejadikan sebuah kesatuan yang saling melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sama adalah relatif. Semua yang ada dimuka bumi ini secara pasti tidak ada yang sama. Kata mirip bisa kita gunakan selain sama, namun ini hanya mirip bukan sama. Orang yang kembar sekalipun tidak akan sama. Begitupun untuk benda-benda maka dua buah benda juga tidak akan sama. Melainkan untuk sesuatu hal yang dianut seperti agama atau aturan akan sama berlaku untuk segenap orang. Contoh lainnya ketentuan Tuhan juga berlaku sama untuk semua manusia, sedangkan manusianya tidak akan sama.

    ReplyDelete
  5. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Allah swt menciptakan alam semesta ini dengan beraneka ragam sifat, maka karena itulah alam semesta ini begitu indah. Perbedaan yang ada bukan untuk menjadikan segala sesuatu bertentangan, namun perbedaan itu ada untuk manciptakan kedamaian. Beda bukan berarti tidak boleh bersama, beda juga bukan berarti tidak bisa bersatu. karena bahkan, orang yang kembar identik akan memiliki beda.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Di dunia ini semua yang ada dan yang mungkin ada ujudnya berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Bahkan yang dinamakan kembar identik pun pasti punya perbedaan tidak ada yang sama satupun. Nah ini tantangan untuk guru bahwa setiap siswanya mempunyai karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Mereka pintar dalam satu bidang yang sama sekalipun tetap mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Maka guru harus mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan karakteristik siswanya.

    ReplyDelete
  7. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Keadaan manusia yang terlahir berbeda setiap individu bahkan untuk kembar identik sekalipun tidak memiliki sidik jari yang sama, adalah takdir Allah SWT. Perbedaan yang ada tidak untuk memunculkan kesombongan pada diri masing-masing, tidak pula untuk menimbulkan kerugian. Dalam hal mendidik siswa, guru yang menganggap semua siswa adalah sama, ya, memang sama kedudukannya di mata guru. Namun yang berbeda adalah kemampuan serta sifat setiap siswa. Lantas apakah para beda menjadikan perbedaan tersebut untuk menimbulkan keributan sehingga muncul kasta-kasta? Bukan. Para beda sesungguhnya harus bersyukur, keberadaan mereka masih diakui. Misal, nama setiap siswa berbeda. Bahkan satu nama bisa berbeda huruf. Rizki. Rizky. Riski. Rizkie. Masih terdapat perbedaan yang positif dan tidak merugikan sesama, maka wahai para beda, duduk tenanglah dan nikmatilah dunia.

    ReplyDelete
  8. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas Ilmu yang Bapak berikan. Elegi di atas menceritakan tentang filsafat “BEDA”. Bahwa beda ini dapat di definisikan yang berbeda-beda menurut para filsufpun akan berbeda apalagi kita. Bahwa beda ini separuh dunia, sedangkan separuh yang lain yaitu adalah sama. Dua hal ini sangatlah sunatullah adanya. Allah menciptakan beda ada didunia ini agar kita bisa belajar bagaimana menerima, berdampingan dan saling menghormati. Sedangjan jenis-jenis beda itu bisa berupa perbedaan waktu, ruang, nasip, pikiran, bicara, karya, penampilan, aktivitas pakaian, perasaan, dll seperti yang telah disampaikan dalam elegi.Dari Beda ini kita bisa bersyukur pada Allah swt.

    ReplyDelete
  9. Tambahan poin yang saya dapatkan lagi yaitu, ketika orang tua berambut putih mengatakan beda ini jika konteksnya adalah siswa. Kita sebagai pendidik tentunya haruslah memahami dengan mendalam perbedaan yang ada pada siswa, bahwa setiap siswa itu unik, berbeda. Sehingga kita sebagai guru haruslah pandai0pandai dalam membuat metode, media pembelajaran yang memfasilitasi siswa-siswa tersebut. Sehingga hal yang utama yang penting bagi guru adalah memahami hakikat perbedaan yang ada pada siswa, perbedaan pada siswa ini bisa menjadi potensi jika dikelola dengan benar. Langkah kedua yaitu dituangkan dalam implementasi pembelajaran. Semoga kita bisa menjadi para pendidik yang tidak biasa-biasa saja dengan cara mengajarkan hal-hal yang bermakna dan memanfaatkan perbedaan siswa ini.

    ReplyDelete
  10. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)


    Terimaksih banyak pak atas nasehat-nasehat yang disampaikan pada postingan ini. Terimakasih juga sudah menjelaskan bahwa perbedaan itu terdapat dimanapun dan bisa terjadi dengan siapapun. Sewajarnya kita dapat menghargai perbedaan pada setiap orang. Menurut saya perbedaan tidak selamanya berdampak negatif. Setidaknya ada pelajaran yang dapat diambil dari suatu perbedaan, misalnya saja pelajaran agar kita semaakin menjadi pribadi yang sabar, menghargai dan menghormati atas perbedaan tersebut. Karena belajar itu tidak selalu dari hal yang positif, namun dari sesuatu yang negatif dapat kita jadikan pelajaran dengan catatan kita dapat mereduksi sesuatu yang tidak baik agar tidak diterapkan dalam kehidupan kita.

    Saya sebagai calon pendidik insyaAllah akan mengingat kalimat ini "Terutama hati-hatilah bagi para guru terhadap para siswa-siswanya. Tiadalah dua siswa di dunia itu yang tidak berbeda.". Tiadala dua siswa di dunia itu yang tidak berbeda, menghargai setiap perbedaan yang terdapat pada siswa akan memudahkan kita untuk menemukan cara yang terbaik dalam menyampaikan ilmu untuk bekal hidup siswa kita nantinya. Semoga nanti saya menjadi pendidik yang selalu menghargai perbedaan baik perbedaan dari teman sejawat, perbedaan dengan atasan, maupun perbedaan antar siswa. Aamiin.

    ReplyDelete
  11. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan elegi konferensi para beda bahwa tiadalah di dunia ini segala sesuatu itu tidak berbeda. Dua orang kembar sekalipun, mereka adalah berbeda. Di dunia ini terdapat waktu yang berbeda, tempat yang berbeda, bernasib beda, berpikir beda, berkarya beda, berpenampilan beda, beraktivitas beda, berpakaian beda, berperasaan beda, dll.
    Sebagai seorang guru kita mengajar beberapa peserta didik dengan karakteristik yang berbeda-beda pula. Janganlah menyamakan mereka dan memaksa mereka untuk mempunyai pemikiran yang sama dengan kita.
    Negara Indonesia pun terdiri dari beberapa pulau, suku, dan agama yang berbeda. Namun dengan adanya perbedaan tersebut membuat suatu keindahan dan keberagaman kebudayaan sehingga dapat meningkatkan solidaritas antar sesama dan menjaga kerukunan. Ya seperti Bhineka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  12. Nama :Mariana Ramelan
    NIM :17709251056
    Kelas :S2 PMC 2017

    Berani Berbeda itu baik. Perbedaan membuat segalanya lebih berwarna dan terlihat sempurna. Perbedaan ada karena segala hal yang ada di dunia ini terikat oleh ruang dan waktu. Tetapi berbeda juga bisa dipandang sama jika kita meningkatkan dimensi berpikir kita dengan hermeneutik.

    Misalkan saja tumbuhan dan air itu berbeda karena tumbuhan adalah makhluk hidup sedangkan air adalah benda mati. Tetapi bila kita tingkatkan dimensi berpikir kita maka tumbuhan dan air sama-sama ciptaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Selain itu, tidak ada hal yang tak berbeda di dunia ini. tetapi janganlah menganggap perbedaaan sebagai sesuatu yang menimbulkan perpecahan. Pelangi itu akan terlihat indah dan serasi ketika warna-warnanya bisa bersatu padu membentuk gugusan warna yang indah, itu karena setiap warna berbeda. Bayangkan ketika semua warna sama, maka dunia ini akan terlihat monoton. Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah.

    ReplyDelete
  14. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Satu hal yang paling disorot pada artikel ini adalah tidaklah ada di dunia ini sesuatu yang tidak berbeda. Kita harus berusaha memahami perbedaan individu. Jangan sampai kita memaksakan kehendak di tengah perbedaan. Oleh karena itu kita baik sebagai pendidik ataupun yang lainnya harus peka terhadap perbedaan baik perbedaan dari aspek biologis, intelektual, maupun psikologis. Kita harus bersikap dan bertindak dengan mempertimbangkan segala perbedaan yang ada.

    ReplyDelete
  15. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Berbeda itu unik. Terkadang berbeda adalah sesuatu yang membuat kita standout dibandingkan yang lain. Tidak selamanya berbeda memiliki konotasi negatif. Sebagai calon pendidik, kita tidak harus selalu menuntut siswa kita untuk sama, karena terkadang berbeda itu juga baik. Perbedaan itulah nantinya yang akan membuat mereka lebih berkembang.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Ontologis beda, waktu beda, ruang beda, nasib beda, beraktivitas beda, dan lainnya, dan seterusnya. Di dunia ini tidak ada yang sama, apalagi yang benar-benar sama. Sudah secara kodrati bahwa manusia ada di dunia ini dengan ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda. Konsep ini juga harus diamini pada pendidikan, bahwasannya pendidik harus sadar bahwa peserta didik adalah khas, berbeda satu sama lain. Maka guru yang berupaya menseragamkan muridnya adalah dia sedang menutup kesempatan murid-muridnya.

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Perbedaan itu indah. Kehidupan di dunia ini dipenuhi oleh perbedaan, walaupun secara kasat mata kita lihat sesuatu itu sama persis namun sesungguhnya ada perbedaan. Adanya perbedaan tersebut jangan kita jadikan sama, karena bisa jadi akan membawa ancaman. Contohnya saja, ketika seorang guru memperlakukan semua siswanya dengan perlakuan yang sama, maka potensi yang dimiliki siswa tersebut tidak dapat tereksplor dengan maksimal. Sejatinya setiap siswa itu berbeda, sehingga perlakuan yang diberikanpun harus berbeda pula. Oleh karena itu, saya akan mengingat nasihat dari bapak yaitu “Terutama hati-hatilah bagi para guru terhadap para siswa-siswanya. Tiadalah dua siswa di dunia itu yang tidak berbeda.” Terima Kasih.

    ReplyDelete
  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Jika dibawa dalam konteks dunia pendidikan, seperti yang pernah saya pelajari pada perkuliahan ilmu pendidika. Dijelaskan bahwa siswa itu unik, Ya, siswa itu unik karena mereka akan selalu berbeda, dari segi apapun. Maka terkadang masing-masing individu memerlukan pendekatan khusus yang berbeda. Sayangnya, sistem pendidikan saat ini menganggap seolah mereka sama, bisa jadi karena tuntutan waktu atau pelaksana pendidikan yang termakan mitos. Siswa diberi standar untuk mencapai kemampuan yang sama. Padahal hakekatnya belajar mereka akan mencapai kemampuan yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia terlahir uni. Maka tidak aka nada manusia yang sama persis dalam segala hal. Bahkan dua orang yang terlahir kembar identic secara fisik pasti memiliki perbedaan sifaf. Karena itulah penting bagi seorang guru memhamai perbedaan yang dimiliki oleh para siswanya karena dalam satu kelas pastilah masing-masing siswa memiliki perbedaan baik dalam bentuk fisik, kemampuan awal, potensi, dan cara belajar yang dimiliki. Maka tugas seorang guru adalah berusaha maksimal untuk memfasilitasi siswa dengan berbagai keunikannya masing-masing untuk membangun pengetahuannya dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  20. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sesungguhnya perbedaan itu adalah salah satu kuasa yang besar dari Allah SWT. Setiap unsur yang ada di alam semesta pasti berbeda. Dapatkah kita menghitung semua isi dari alam semesta? tentu tidak. Isi dari alam semesta tak terhingga banyaknya dan itu semua tidak ada yang sama (unik). Begitu juga dengan karakter manusia, sering orang-orang berkata "boleh rambut sama hitam, tetapi isi hati siapa yang tahu". Oleh karena itu, kita harus saling menghargai perbedaan yang setiap saat kita temui, berusaha menjadikan perbedaan itu sebagai peluang kebaikan, dan menjadikan perbedaan itu sebagai guru sabar di dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Manusia adalah sama yang berbeda. Sama di mata Allah, namun akhlak dan ketakwaannya lah yang membedakan antar satu dan lainnya. Sama halnya dengan siswa. Guru tidak akan bisa memandang bahwa siswa-siswanya sama. Karena setiap siswa memiliki karakter dan kemampuan maing-masing. Guru tidak sepatutnya memaksakan sesuatu hal kepada siswa yang sulit mencerna dengan cepat. Jadi disinilah tugas guru, untuk melakukan inovasi dan dibutuhkan kreatifitasnya dalam melakukan pendekatan maupun cara mengajar yang bisa menarik minat siswa. Sehingga walaupun perbedaan sesama siswa tersebut akan selalu tetap ada, namun setidakna dapat berkurang.

    ReplyDelete
  22. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    sebenar-benarnya di dunia ini tidak ada dua hal yang tidak memiliki perbedaan, tidak ada 2 hal di dunia ini yang sama dengan sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Yang Maha Kuasa. maka sebagai manusia kita haruslah dapat memahami dan menghargai perbedaan-perbedaan tersebut agar kita dapat lebih bijak menghadapi dunia yang penuh dengan perbedaan ini.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    setiap manusia bahkan kembar yang paling mirip sekalipun pastilah berbeda lain dari pada yang lainnya, ketika kita dapat memahami perbedaan tersebut maka kita sebagai pendidik dapat memahami bahwa siswa pun juga memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang tidak dapat kita paksakan untuk memberikan perlakuan yang sama kepada semua siswa yang padahal berbeda-beda karakteristiknya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PMB 2017

    Kita hidup di dunia ini tentu dengan banyak sekali perbedaan yang ada di sekeliling kita. Antar sesama manusia antara satu sama lain pasti saling memiliki perbedaan, entah berbeda keyakinan, berbeda sifat atau yang lainya. Ini semua karena kuasa Tuhan yang dapat menjadikan manusia memiliki segala perbedaan yang ada. Jika anda membenci perbedaan, anda sejatinya membenci seluruh manusia. Karena semua manusia diciptakan berbeda.

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Saya sangat setuju dengan yang dinyatakan oleh orang tua berambut putih bahwa seorang guru harus berhati-hati agar tidak berusaha ata berharap bahwa murid-muridnya menjadi tidak berbeda, karena hal itu tidaklah mungkin. dan jika terus dipaksakan, akan merugikan murid itu sendiri.

    ReplyDelete
  26. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Perbedaan itu bukan untuk dipermasalahkan tapi justru untuk disyukuri. Bayangkan saja apabila di dunia ini tidak ada yang berbeda. Aktivitas sama, perasaan sama, berpikir sama, ontologi sama, dan lain sebagainya semua serba sama. Tentu semuanya akan seragam. Lalu apa yang menarik? Perbedaan membuat semuanya jadi lebih indah. Kita beda dengan orang lain tentu sudah menjadi sebagian dari takdir Illahi, namun demikian kita masih bisa berusaha agar takdir kita lebih baik. Sebagai calon pendidik, kita harus menghargai adanya perbedaan yang dimiliki oleh peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya. Tanpa kita sadari perbedaan itulah yang membuat suatu proses pembelajaran menjadi hidup dan lebih bermakna.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Manusia itu sifat dan berstruktur, maka tentu saja manusia satu dengan yang lain itu berbeda satu dengan yang lain. Karena sifat ketemu sifat, maka tentu banyak pandangan, banyak perselisihan, karena memang kodrat manusia itu demikian. Maka jangan menuntut semua orang itu sama, memiliki pandangan yang sama, memiliki pemahaman yang sama, karena itu bertentangan dengan kodrat manusia. Alangkah lebih baiknya jika setiap manusia itu saling mengerti sifat satu dengan yang lainnya. Maka akan tercipta situasi yang kondusif, saling menghargai dan saling mengingatkan, bukan berselisih paham.

    ReplyDelete
  28. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Perbedaan adalah ketetapan Tuhan yang telah diberikannya di dunia ini. Perbedaan ini meliputi semua aspek kehidupan yang ada. Manusia sepatutnya memandang perbedaan yang Tuhan berikan dengan baik dalam mengimplementasikan segala prilakunya. Manusia adalah mahluk sosial yang akan selalu bersama dengan manusia lainnya, tentu akan menemui perbedaan satu sama lain. Sepatutnya perbedaan tersebut disikapi dengan sifat yang terkontrol jika menyangkut ego atau kepentingan kita. Begitu pula halnya dengan para guru dan atau calon guru yang akan menemui beragam sifat dan karakter siswanya. Guru dan calon guru harus mampu memposisikan diri untuk membaca, memahami dan mengontrol perbedaan yang dimunculkan oleh siswanya. Guru dan calon guru hendaknya berusaha berlaku adil dan tidak memihak ketika berhadapan dengan perbedaan siswa, baik perbedaan kecerdasan, latar belakang, fisik dan lain-lain. Guru dan calon guru juga hendaknya tidak memandang bahwa semua siswa yang dihadapinya sama sehingga diperlakukan dengan sama pula. Ini akan menyebabkan pertentangan dalam diri siswa yang menerima perlakuan sama dari gurunya padahal mereka memiliki kebutuhannya berbeda.
    Elegi ini juga mengajarkan kita bahwa betapa kuasanya Sang Pencipta. Dia mampu memenuhi semua kebutuhan perbedaan yang ada, padahal tak berhingga yang ada dan yang mungkin ada semua tercipta dalam keadaan sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya beda. Bagaimana dengan kita? Tentu semampu-mampunya kita memenuhi hak perbedaan tersebut tiadalah ada artinya jika dibandingkan dengan-Nya.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya. Pada postingan kali ini memberi tahu kepada saya bahwa manusia didunia ini tidak ada yang sama. Setiap manusia pasti memiliki perbedaan, walaupun hanya seujung rambut. Orang kembar sekalipun, pasti ada perbedaan. Dari sini mengajarkan kepada saya bahwa nantinya, ketika kita terjun di dunia pendidikan, pasti kita bertemu dengan beragam karakter anak. Dan kita harus belajar untuk menyatukan dari berbagai karakter ini menjadi satu, sehingga nantinya kita dapat memahami secara keseluruhan anak. Selain itu di sini kita diajarkan bahwa jangan kita memaksa seseorang untuk sama seperti orang lain, karena memang hakekatnya manusia diciptakan berbeda-beda. Inilah kuasa Allah.

    ReplyDelete
  30. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Sektika saya teringat bagaimana cara orangtua saya mendidik dan membedakan kaka dan adik. Saya adik tapi saya diprilakukan seperti kaka orang orangtua saya. Dan kaka saya diprilakukan seperti adik oleh orangtua saya, walaupun menurut urutan kelahiran kaka saya jelas lebih dahulu, namun karakteristik kaka saya kurang mencerminkan sebagai kaka dikarenakan sebab sebab dan sebab.
    Hakikatnya semua manusia berbeda dari sisi manapun, hanya bagaimana kita mampu untuk mencoba memposisikan disisi mereka.

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini berbeda, karena sebenar-benar dunia ini adalah plural. Bahkan aku pun berbeda dengan diriku sendiri. Ternyata kata berbeda mengandung makna yang luar biasa. Apabila seorang penguasa mengabaikan perbedaan maka akan berdampak buruk pada setiap obyek yang dikuasai. Bacaan tersebut juga mengingatkan kepada guru untuk senantiasa menyadari dan memahami perbedaan. Setiap siswa berbeda-beda. Mereka memiliki keunikan dan cara belajar masing-masing. Dengan mempelajari tentang hakekat beda maka semoga para guru dapat melaksanakan pembelajaran berdasarkan perbedaan karakteristik siswanya sehingga pembelajaran akan mampu memfasilitasi semua siswa.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Perbincangan pemberontakan itu telah berkembang menjadi konferensi. Betapa perbedaan dapat membuat segalanya menjadi runyam. Nah, baik seperti ini. Dibuat konferensi agar semua mengemukakan pikiran,lalu diambil keputusan. Agar yang beda saling memahami bukan saling menghantami.

    ReplyDelete
  33. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan melalui postingan Elegi Konferensi Para Beda ini.
    Didalam postingan ini saya dapat mengambil pelajaran bahwasannya tidak aakan ada sesuatu yang sama di dunia ini. tidak ada ruang yang sama tidak ada waktu yang sama dan tidak ada pula manusia yang sama di dunia ini. maka dari itu cintai perbedaan yang ada dan hormati serta hargai apapun yang berbeda dari kita.

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof atas ilmu yang sudah diberikan. Saya mencermati isi yang tersirat dalam ulasan di atas bahwa hakekat mendidik adalah membangun kemampuan dan karakter yang berbeda satu sama lain. Potensi yang dimiliki satu dengan yang lain juga berbeda. Terbesit tanya dalam benak ini, apa dampak yang akan dialami oleh siswa saat dibentuk oleh pendidik yang menyamaratakan kemampuannya?

    ReplyDelete
  35. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Fenomena yang terjadi dalam pendidikan adalah tidak menganggap beda karakteristik peserta didik. Menganggap perbedaan merupakan keburukan sehingga membuat kebijakan-kebijakan untuk menghilangkan perbedaan. Sejatinya perbedaan yang ada dan yang mungkin ada hanya perlu diatur agar beda-beda tidak malah membuat kerusuhan. Bukan dengan cara menghilangkan beda.

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Percakapan antara para beda dan orang tua berambut putih mencerminkan bahwa pada hakikatnya di dalam beda ada dan mungkin ada beda karena beda adalah rahmatal lil ‘alamin. Segala sesuatu di dunia tidak lepas dengan apa yang dinamakan beda karena dengan beda dapat menghasilkan sesuatu yang baik sontoh karena perbedaan / gesekan lantai dan sepatu seseorang maka sepatu itu data di gunakan, gesekan ban motor dan aspal jalan maka motor tersebut dapat di naiki dll. Maka dari itu perbedaan bukan akhir segalanya masih banyak yang perlu dikaji dan dipandang penting dari sebuah perbedaan. Dalam hal pendidikan , pastinya guru menghadapi siswa yang beragam karakternya, oleh karena itu, disinilah tantangan guru bagaimana beliaumemberikan fasilitas kepada semua siswa untuk menyukupi kebutuhannya. Terima Kasih

    ReplyDelete
  37. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya suka dengan slogan “Harmony in Diversity”. Suatu keharmonisan justru dapat terbentuk dari perbedaan-perbedaan. Perbedaan pendapat, perbedaan keyakinan, perbedaan metode, perbedaan prinsip, perbedaan suku, perbedaan cara pandang, itulah sebenarnya yang memperkaya suatu ilmu pengetahuan. Dalam agama, perbedaan itu merupakan “sunatullah”. Perbedaan-perbedaan seperti pro dan kontra, setuju dan tidak setuju, patuh dan protes, mendukung dan interuspi, merupakan tanda bahwa seseorang berfikir. Pikiran dan hati manusia berbeda-beda. Manusia bebas pula menggunakan pikiran dan hatinya untuk memutuskan tindakannya, selama tidak menyerobot kebebasan orang lain. Maka dari itu, kalau guru memaksakan siswanya untuk “sama” (seperti sama-sama bernilai bagus, sama-sama pandai), maka guru telah melakukan hal yang sia-sia. Dalam satu kelas pasti ada siswa yang pandai dan kurang pandai, rajin dan malas, nilai tinggi dan nilai rendah, patuh dan membangkang, aktif dan pasif, dan sederet perbedaan-perbedaan lainnya. Perbedaan itulah yang seharusnya mengharmoniskan kelas. Ketika satu kelas, ada siswa yang pandai dan kurang pandai, justru ini peluang guru untuk pandai-pandai membuat kelompok-kelompok kecil dengan kemampuan siswa yang heterogen didalamnya. Siswa yang pandai bisa saling mengajari dengan siswa yang kurang pandai. Sehingga metode diskusi kelompok bisa berjalan secara harmonis.

    ReplyDelete
  38. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Membaca kalimat "Tiadalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak berbeda," membuat saya berkesimpulan bahwa segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu adalah berbeda. Berbeda karena apapun yang meliputi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di bumi adalah relatif, senantiasa memiliki wujud yang berbeda dan berubah-ubah terhadap ruang dan waktu. Hal ini dapat dilihat dari bentuk bumi sendiri yang senantiasa berotasi dan terus menerus bergerak. Jika bumi terhenti, maka terhentilah kehidupan manusia. Saya yang berada digaris lintang x dan bujur y, pastilah berbeda dengan saya yang berada di garis lintang p dan bujur q karena waktu di bujur y berbeda dengan waktu di bujur q, ruangnya pun pasti berbeda sehingga akibatnya saya berbeda tergantung ruang dan waktunya. Sedangkan segala sesuatu yang bersifat absolut tidak berubah-ubah itu hanyalah Tuhan dan aturan-aturannya karena Tuhan tidak terikat (dimensi) ruang dan waktu seperti manusia.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B
    Di dunia ini sangat banyak sekali perbedaan. Bahkan tak ada satupun yang tidak beda. Berbeda itu indah bukan? Letak keindahan dari beda adalah pada saat bisa disinkronkan. Dengan beda juga bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Dengan begitu beda indah bukan?. Beda memang indah, bisa menghiasi kehidupan ini. Dari beda kita bisa belajar banyak hal, mulai dari menerima, memahami, menghargai, menghormati, menemukan hal baru, dan yang lainnya. Adanya beda bukan menjadi penghambat suatu tujuan tertentu, justru dengan beda bisa saling melengkapi dan berjalan bersama dalam mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  40. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Perbedaan merupakan anugerah yang luarbiasa, dengan perbedaan manusia bisa saling membantu dan menjadi lebih baik. Tetapi manusia kurang bersyukur akan beda, banyak peperangan dimasa lalu bahkan sampai sekarang dikarenakan perbedaan. Seorang siswa dengan siswa yang alinnya tentu saja berbeda, namun terkadang guru masih menyamakannya, dan beusaha untuk menyamakan, maka itu adalah sebenar-benarnya guru mitos. Bukan hanya menyamakan, guru juga membandingkan siswa satu dengan yang lainnya, yang sudah jelas-jelas berbeda. Mungkin tujuan guru adalah untuk memotivasi, tetapi sesungguhnya itu adalah keliru. Memotivasi sisa adalah untuk mengoptimalisasi bukan untuk menyamakan. Semoga kita selalu dilindungi Allah SWT agar taerhindar dari menyamakan dan perselisihan dari perbedaan. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete