Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Banyak

Oleh Marsigit
(Khusus untuk perbincangan filsafat, dan bukan untuk referensi langsung ke pembelajaran matematika)

Para banyak:
Wahai orang tua berambut putih, sebentar dulu...janganlah tergesa pergi... Aku para banyak masih ingin menyampaikan pemikiranku kepadamu. Selama ini tiadalah orang itu peduli terhadapku dan terhadap para anggotaku. Tetapi aku selalu tertimpakan oleh pemikiran, sikap dan perbuatan mereka. Kalau yang lain juga sudah menyampaikan pemikiran melalui berbagai forum misalnya konferensi, seminar,perbincangan, dst, maka kami juga ingin melakukan hal yang sama.



Orang tua berambut putih:
Oh engkau para banyak. Aku minta maaf belum bisa memberimu kesempatan untuk menyampaikan pemikiranmu dan para anggotamu. Sebetulnya aku untuk sementara akan off dulu, untuk memberikan kesempatan para subyek dan para obyek merenungkan pemikirannya. Tetapi ternyata engkau telah mendatangiku. Baiklah, silahkan.

Satu:
Kenalkan, aku adalah satu. Satu adalah anggota dari para banyak. Tiadalah banyak itu tanpa pernah dimulai dari diriku. Satu itu bukanlah satu. Oleh karena satu itu bukan satu, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan satu. Padahal engkau tahu bahwa satu itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan satu di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan satu buku, satu pensil, satu guru, satu siswa, satu lautan, satu bicara, satu pikiran, satu pendapat, satu tingkat, satu dimensi, satu dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar satu, yaitu bahwa satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Dua:
Kenalkan, aku adalah dua. Dua adalah anggota dari para banyak. Dua itu bukanlah dua. Oleh karena dua itu bukan dua, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan dua. Padahal engkau tahu bahwa dua itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan dua di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan dua buku, dua, pensil, dua guru, dua siswa, dua lautan, dua bicara, dua pikiran, dua pendapat, dua tingkat, dua dimensi, dua dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa dua itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar dua, yaitu bahwa dua adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Tiga:
Kenalkan, aku adalah tiga. Tiga adalah anggota dari para banyak. Tiga itu bukanlah tiga. Oleh karena tiga itu bukan tiga, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan tiga. Padahal engkau tahu bahwa tiga itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan tiga di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan tiga buku, tiga pensil, tiga guru, tiga siswa, tiga lautan, tiga bicara, tiga pikiran, tiga pendapat, tiga tingkat, tiga dimensi, tiga dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa tiga itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar tiga, yaitu bahwa tiga adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Empat:
Kenalkan, aku adalah empat. Empat adalah anggota dari para banyak. Empat itu bukanlah empat. Oleh karena empat itu bukan empat, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan empat. Padahal engkau tahu bahwa empat itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan empat di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan empat buku, empat pensil, empat guru, empat siswa, empat lautan, empat bicara, empat pikiran, empat pendapat, empat tingkat, empat dimensi, empat dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa empat itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar empat, yaitu bahwa empat adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Lima:
Kenalkan, aku adalah lima. Lima adalah anggota dari para banyak. Lima itu bukanlah lima. Oleh karena lima itu bukan lima, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan lima. Padahal engkau tahu bahwa lima itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan lima di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan lima buku, lima pensil, lima guru, lima siswa, lima lautan, lima bicara, lima pikiran, lima pendapat, lima tingkat, lima dimensi, lima dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa lima itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar lima, yaitu bahwa lima adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Banyak:
Kenalkan, aku adalah banyak. Banyak adalah anggota dari para banyak. Banyak itu bukanlah banyak. Oleh karena banyak itu bukan banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan banyak. Padahal engkau tahu bahwa banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan banyak buku, banyak pensil, banyak guru, banyak siswa, banyak lautan, banyak bicara, banyak pikiran, banyak pendapat, banyak tingkat, banyak dimensi, banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa banyak itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar banyak, yaitu bahwa banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Para banyak:
Kenalkan, aku adalah para banyak. Para banyak adalah anggota dari para banyak. Para banyak itu bukanlah para banyak. Oleh karena para banyak itu bukan para banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan para banyak. Padahal engkau tahu bahwa para banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan para banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan para banyak buku, para banyak pensil, para banyak guru, para banyak siswa, para banyak lautan, para banyak bicara, para banyak pikiran, para banyak pendapat, para banyak tingkat, para banyak dimensi, para banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa para banyak itu ada para banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar para banyak, yaitu bahwa para banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Orang tua berambut putih:
Lantas, apa masalahmu jika engkau semua telah menyampailkan pemikiranmu?

Para banyak:
Yang menjadi masalah adalah sulitnya manusia memahami tentang satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, tiga bukanlah tiga, empat bukanlah empat, lima bukanlah lima, dan banyak bukanlah banyak, serta para banyak bukanlah para banyak.

Orang tua berambut putih:
Apa pentingnya memahami hal yang demikian itu?

Para banyak:
Jika mereka belum memahami para banyak maka mereka akan mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang bicara, mengalami kesulitan untuk memahami subyek yang menjadi obyek, mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang menjadi subyek, mengalami kesulitan untuk memahami kuasa yang dikuasai, mengalami kesulitan untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami tetap yang berubah, mengalami kesulitan untuk memahami berubah yang tetap, mengalami kesulitan untuk memahami benar yang salah, mengalami kesulitan untuk memahami salah yang benar, mengalami kesulitan untuk memahami baik yang buruk, mengalami kesulitan untuk memahami buruk yang baik, mengalami kesulitan untuk memahami awal yang tidak berawal, mengalami kesulitan untuk memahami akhir yang tidak berakhir, mengalami kesulitan untuk memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, mengalami kesulitan untuk memahami reduksi menuju kelengkapan, mengalami kesulitan untuk memahami kelengkapan yang tereduksi, mengalami kesulitan untuk memahami hidup yang mati, mengalami kesulitan untuk memahami mati yang hidup, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di syurga, mengalami kesulitan untuk memahami syurga di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di neraka, mengalami kesulitan untuk memahami neraka di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami logosnya mitos, mengalami kesulitan untuk memahami mitosnya logos, mengalami kesulitan untuk memahami pikiran di hati, mengalami kesulitan untuk memahami hati di pikiran, mengalami kesulitan untuk memahami guru sebagai siswa, mengalami kesulitan untuk memahami siswa sebagai guru, mengalami kesulitan untuk memahami hakekat dibalik penampakan, mengalami kesulitan untuk memahami elegi-elegi, mengalami kesulitan untuk memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, mengalami kesulitan untuk memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami fatamorgana, mengalami kesulitan untuk mengenali para mitos, dan mengalami kesulitan untuk mengenali musuh-musuh hati.

Orang tua berambut putih:
Wahai para banyak. Sungguh mulia hatimu itu. Sungguh agung pemikiranmu itu. Semoga pemikiran-pemikiranmu itu dapat dibaca oleh para logos, sehingga para logos itu bisa selalu mengatasi para mitos-mitosnya. Mudah-mudahan uraianmu ini juga bisa menjadi jawaban dan solusi bagi yang masih kesulitan memahami elegi-elegi. Dan semoga apa yang telah engkau sampaikan dapat mencerdaskan kita semua dan menambah iman dan taqwa kita kepa Allah SWT. Amien.

78 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Banyak berarti lebih dari satu, dan tidak sedikit. Pengetahuan manusia agar semakin bertambah banyak maka hendaknya mau terus belajar. Untuk mencapai logos dibutuhkan pengetahuan yang banyak, maka lebih baik jika terus memperbanyak pengetahuan agar meminimalisir kesulitan. Terdapat hal – hal yang mengarah kepada banyak di dunia ini. Semoga kita semua dapat semakin bijaksana dalam menentukan banyak dan menyikapi adanya banyak di dunia ini yang menghadapkan kita kepada pilihan yang sulit dalam mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  2. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Definisi banyak bersifat relatif tergantung subjek yang menilai. Banyak menurut A belum tentu banyak menurut B tergantung sudut pandang melihat banyak dari mana. Banyak dimulai satu, dua,tiga dan seterusnya hingga mamiliki anggota banyak bahkan hingga banyak memiliki anggota labih banyak.

    ReplyDelete
  3. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hal yang banyak pasti dimulai dai yang sedikit. seperti pepatah yang menyatakan bahwa sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. mungkin itu seperti ini, jadi banyak pasti dimulai dari yang sedikit, dan yang sedikit juga pasti nanti akan menjadi banyak.

    ReplyDelete
  4. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Banyak artinya tidak tunggal. Allah SWT menciptakan manusia begitu banyak dengan kelebihan dari makhluk makhluk lain yaitu akal dan pikiran . Dengan adanya akal dan pikiran menjadikan ide, pemikiran setiap manusia itu berbeda-beda. Banyaknya pemikiran hendaknya kita sebagai manusia senantiasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

    ReplyDelete
  5. Elli Susilawati
    16709251073
    PMat D

    Jelaslah jika hanya "satu" maka satu itu memang banyak. Tetapi bagaimana jika dipersempit lagi ruang dan waktunya sehingga satu itu adalah satu. Contoh: berapakah pensil yang ada di tangan kanan saya saat ini (sambil menunjukkan pensil yang digenggam di tangan kanan pembicara). Apakah bisa seperti itu?

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Banyak itu lebih dari satu. Namun banyak juga relatif. Ada yang mengatakan kalau banyak itu mencapai jumlah ratusan, ribuan, jutaan dan lain sebagainya. Tentang suatu pemilihan berdasarkan voting maka pilihan dengan suara terbanyaklah yang menjadi pilihan sebenarnya. Kemudian dalam memberikan masukan bagi siapapun termasuk pada pemerintahan maka kita harus memiliki banyak pendukung dan banyak suara yang memang baik sebgai saran bagi mereka.

    ReplyDelete
  7. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Banyak indentik dengan lebih dari satu dan dimulai dari satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya sampai akhirnya banyak dan para banyak. Seperti halnya dalam memandang sesuatu hendaknya kita tidak memandang dari satu sisi saja melainkan mencoba memandang dari beberapa sisi. Kalau kita menilai sesuatu benda dari satu sisi, maka kita tidak mampu untuk menyimpulkannya. Namun kebanyakan orang pasti akan melihat atau memandang dari satu sisi lalu menyimpulkan. Sebaiknya kenali dulu baru kita dapat memandang dan menyimpulkannya.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Banyak itu lebih dari satu. Sementara satu merupakan anggota dari para banyak. Orang dapat menyatakan banyak berasal dari satu, dua, tiga dan seterusnya. Banyak digunakan untuk menyatakan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Banyak tidaklah tunggal. Yang tunggal hanyalah Allah SWT. Banyak bisa jadi menggambarkan kekuasaan, kekayaan, pengetahuan, keinginan dan lain sebagainya yang identik dengan ambisi seseorang.

    ReplyDelete
  9. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Satu, dua, tiga,..., banyak, dan para banyak bisa dianalogikan sebagai suatu tim atau kesatuan. Setiap anggota tim memiliki nama dan peran masing-masing, merasa sangat penting bagi kemajuan tim nya. Tidak mungkin ada dua jika tidak melewati 1, tidak mungkin menjadi 3 jika tidak 2 sebelumnya, dan seterusnya. Setiap anggota diakui keberadaannya, namun terkadang tidak selalu disebutkan. sebagai suatu kesatuan, yang paling menonjol pasti sering disebut. Namun jika terjadi kesalahan, pihak kecil pun akan kena batunya. Mengapa?? Karena ia bagian dari tim. Tidaklah salah jika satu, dua, tiga meminta pengakuan keberadaan mereka karena tidak akan ada PARA BANYAK jika tidak ada mereka.

    ReplyDelete
  10. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang diberikan oleh Bapak. Dari elegi di atas saya dapat memahami bahwa apa yang terlihat atau ada itu sejatinya tidak hanya apa yang terlihat dan ada saja, ada banyak hal yang tersimpan dibalik itu. sehingga disini sangatlah memiliki pandangan yang luas akan suatu hal, jangan terkotak atau terbatasi oleh hal tunggal itu, karena ada banyak yang lain yang tersimpan dari hal tersebut.

    ReplyDelete
  11. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika (PM A)

    Sesuatu yang kita lihat belum tentu berarti seperti apa yang kita lihat sebenarnya. Seperti kata peribahasa “don’t judge the book by the cover”. Janganlah kita menilai sesuatu dari tampak luarnya saja. Elegi para banyak yang ditulis Prof. di atas semakin menambah pengetahuan bagi saya untuk tidak melihat, menilai, bahkan menafsirkan sesuatu hal dari hanya satu perspektif saja. Melainkan melihat nya dari berbagai sisi juga.

    ReplyDelete
  12. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Setiap individu memiliki cara pandang masing-masing tentang dunia diluar dirinya. Cara pandang inilah yang kemudian membentuk pola pikir. Meski demikian, kita sering lupa tentang proses bagaimana kita dapat sampai pada pola pikir demikian. Kita bahkan lupa bahwa dalam banyak hal pendapat kita tentang sesuatu, lebih dipengaruhi pada pola pikir kita yang merupakan hasil proses dari cara pandang. Oleh karena itu, dalam menghadapi berbagai masalah di kehidupan sehari-hari, kita hendaknya berpikir apakah pikiran kita itu sama dengan permasalahannya atau itu hanya sebatas prasangka saja. Manusia satu dengan yang lainnya memiliki cara pandang yang belum tentu sama atau belum tentu seperti yang kita harapkan. Itu semua tergantung ruang dan waktunya masing - masing. Jadi suatu permasalahan yang sama akan menjadi berbeda bila sudut pandangnya berbeda.

    ReplyDelete
  13. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Arti banyak adalah besar jumlahnya. Banyak lebih diartikan pada sisi kuantitas suatu benda yang dapat dihitung maupun yang tidak dapat dihitung menggunakan satuan tertentu. Banyak adalah lebih dari satu, akan tetapi satu yang kita ketahui bukanlah satu. Satu itu bisa berarti yang lainnya tergantung ruang dan waktunya. Satu bukanlah sebuah gambar dituliskan dengan garis tegak lurus. Satu itudapat berkenaan dengan segala yang ada dan mingkin ada. Satu dapat diletakkan didepan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Sebenar-benarnya satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

    ReplyDelete
  14. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi Perbincangan Para Banyak” bahwa banyak itu tak terhingga. Namun banyaknya banyak pun juga terbatas. Aku mempunyai dua roti, maka roti itu banyaknya dua. Namun dua tidak sama dengan dua. Dua pertama akan beda dengan dua yang kedua, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh ruang dan waktu.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  15. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Postingan "Elegi Perbincangan para Banyak" menceritakan pada pembaca bahwa "banyak" disini bukan pada sesuatu yang dapat dibilang namun lebih dari itu. Misalnya kita menggunakan "lima" seperti yang bapak tulis dipostingan ini "aku dapat mengatakan lima buku, lima pensil, lima guru, lima siswa, lima lautan, lima bicara, lima pikiran, lima pendapat, lima tingkat, lima dimensi, lima dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa lima itu ada banyak tak terhingga" artinya lima disini bukanlah sesuatu yang hanya dapat dibilang yang terbatas, namun lebih dari itu.

    ReplyDelete
  16. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Satu itu ada banyak tak terhingga. Dua adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak. Diantara satu dan dua, masih banyak anggota para banyak yang lainnya. Seperti yang pernah dituliskan John Green dalam The Fault in Our Stars, “some infinities are bigger than other infinities”.

    ReplyDelete
  17. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dari elegegi perbincangan para banyak ini kita dapat mengambil pelajaran agar kita harus memiliki pengetahuan tentang suatu hal secara luas agar kita terhindar dari segala kesulitan dan mitos yang dapat mempengaruhi pemikiran kita. Selain itu, dalam menghadapi suatu permasalahan diperlukan kejernihan dalam berpikir dan bertindak, tidak boleh asal bertindak tanpa dilandasi oleh pikiran yang jernih dan melihat situasi.

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Satu, dua, tiga, empat, kebanyakan diartikan sebagai satu, dua, tiga, empat yaitu bilangan yang terbatas. Namun jika kita melihatnya dari sudut pandang ruang dan waktu yang berbeda maka satu, dua, dst dapat berarti berarti tak terhingga. Misalnya satu buku, satu pensil, satu bumi dst. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita memahami apa yang terjadi di dunia ini janganlah melihat dari satu sudut pandang saja. Lihatlah dari berbagai sudut pandang, agar kita lebih memahami dan bijaksana menyikapi berbagai fenomena yang ada di dunia ini. Terima Kasih

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mohon ijin, melalui postingan ini saya menyadari bahwa manusia sangat sulit menggapai logos, karena selalu terkejar-kejar oleh mitos. Manusia terkadang hanya memikirkan yang ada dan melupakan yang mungkin ada. Manusia seringkali berfikir absolut (satu adalah satu, dua adalah dua), padahal yang benar-benar kebenaran absolut adalah ketetapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Filsafat itu mengkaji suatu hal dengan intensif dan ekstensif, maka dia pun juga menkaji banyak dengan sangat intensif. Bahwa ternyata satu itupun adalah banyak karena satu bukan hanya satu, tetapi satu adalah banyak hal. Dari satu saja kita sudah dapat menemukan hal yang sebelumnya tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  21. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut elegi di atas, banyak adalah sesuatu yang dapat dibilang dan mungkin juga tidak dapat dibilang. Satu yang kita pikir selama ini untuk melambangkan hal yang sedikit, ternyata bukanlah satu seperti apa yang kita pikirkan. Satu merupakan bagian dari banyak. Satu bukanlah satu. Satu itu banyak tak terhingga. Maksudnya, ketika ketika mengatakan ini adalah satu roti. Ternyata, kita dapat menggunakan satu untuk hal yang lain seperti satu meja, satu buku, satu kata, satu rumah, satu mobil, dan satu-satu yang lainnya yang tak tehingga banyaknya. Dan juga, ketika kita makan satu roti tersebut, maka satu itu tidak akan hilang, satu itu akan tetap ada dan digunakan untuk yang tak terhingga lainnya. Maka satu itu adalah bagian dari banyak dan tak terhingga banyaknya.

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Banyak hal yang terlihat tidak hanya seperti yang terlihat, yang terdengar tidak hanya seperti yang terdengar, yang ada tidak hanya yang ada. Jika kita melihat meja hanya pada permukaanya kita bisa mengatakan meja itu bersih, tetapi belum tentu jika kita melihat dari bawah. Sebagaimana satu itu tidak hanya satu. Ada satu meja, satu kursi, satu bunga, san satu-satu yang lain, maka satu bukanlah satu. Sebagaimana dalam memahami ilmu- ilmu lain termasuk membaca elegi- elegi ini, kita harus membuka pemikiran kita seluas- luasnya, membuka pemiliran kita agar semakin kritis dan melihat tidak hanya dari yang terlihat.

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi perbincangan para banyak di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa untuk memandang sesuatu tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Seperti contoh-contoh yang sudah Bapak sebutkan di atas, misalnya “satu”, satu tidak hanya satu yang hanya di pikiran kita saja sebagai jumlah yang paling sedikit diantara yang lain. Padahal satu ini, satu itu, dan satu yang lainnya jika digabungkan maka akan memperoleh banyak. Untuk itu diperlukan ilmu pengetahuan yang luas untuk menerjemahkan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Karena pada dasarnya manusia diciptakan untuk selalu berpikir dan membaca situasi yang ada, agar memperoleh logos dan menghindari mitos.

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Segala sesuatu yang ada dan mungkin ada di dunia ini dapat ditentukan bergantung pada ruang dan waktunya. dalam konteks apakah kita berbicara pada saat tersebut, hal tersebut dapat membuat satu hal memiliki tak terhingga makna karena ada tak terhingga ruang dan waktu. relatifitas tersebutlah yang sering membuat kita sulit untuk memahami sesuatu. tetapi hal tersebutlah yang dapat membantu kita untuk memahami segala sesuatunya dengan lebih baik.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam memahami sesuatu, hal yang harus kita perhatikan adalah ruang dan waktunya. dalam ruang dan waktu apakah kita ingin memahami sesuatunya itu? karena ketika kita memaknai sesuatu dengan ruang dan waktu yang salah, maka salahlah makna tersebut. dengan tak terhingga banyaknya jumlah ruang dan waktu yang ada dan yang mungkin ada, maka ada tak terhingga banyaknya jugalah makna tentang suatu hal tersebut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  26. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Kuantitas yang selama ini identik dengan angka, dapat menjadi jumlahan yang tak terhingga. Maksudnya sebenar-benarnya banyak adalah satu dari sekian banyak para anggota, dan banyak ittu banyaknya tak terhingga. Contohny banyak pikiran, banyak pikiran, banyak bicara, banyak tidur, dll. Hal tersebut tentu akan sulit untuk diterima bagi para logos yang tidak mau mengubah mitosnya, atau bagi seseorang yang sudah berpikir sangat kaku, tidak mau diintervensi oleh pemikiran lain. Refleksinya dalam pembelajaran adalah apabila seorang guru menyampaikan pelajaran jangan menjadi guru yang kaki yang tidak mau menerima jawaban lain dari teori yang disampaikan karena walaupun jawabannya satu, tapi satu itu masih dapat ditafsirkan dengan banyaknya tak hingga, harusnya kita mengakomodir dan memfailitasi pendapat siswa tersebut.

    ReplyDelete
  27. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Memang terkadang semua orang meminta untuk dipahami tanpa melihat kondisi orang yangmemahami. seolah-olah hanya kepentingganya sendiri yang harus diutamakan. tanpa melihat kepentingan orang banyak maupun orang lain.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Pada postingan kali ini inti dari tulisan bapak yang saya tangkap adalah bahwa kita akan mengalami kesulitan tehadap hal-hal ada dan mungkin ada, serta segala hal yang ada di dunia ini jika kita belum memahami hal tersebut.

    ReplyDelete
  29. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menyampaikan kepada kita bahwa segala sesuatu memiliki makna dan kegunaan masing-masing di dunia ini. Manusia sebagai subjek yang ada di dunia harus mampu memahami makna dan kegunaan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Melalui pemahaman tersebut manusia mampu melihat akan selalu adanya kontradiksi dalam kehidupan dunia ini. Sehingga, manusia menyadari bahwa dia berada dari yang tidak ada sampai kepada yang ada.

    ReplyDelete
  30. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi ini menceritakan bahwa sesuatu yang kita ketahui banyak, faktanya lebih banyak dari itu. Yang kita ketahui masihlah hanya sebagian kecil dari banyak yang belum kita ketahui, dalam bidang apapun. Contoh yang bapak tuliskan, "dua" bukan berarti "dua", dua bisa berarti dua buku, dua, pensil, dua guru, dua siswa, dua lautan, dua bicara, dua pikiran, dua pendapat, dua tingkat, dua dimensi, dua dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat kita simpulkan bahwa "dua" ada banyak tak terhingga. Dan "dua" hanya satu diantara banyak.

    ReplyDelete
  31. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013


    Semoga selalu SemangArt untuk rasa tahu dan terus belajar
    Karena untuk memahami membutuhkan perspektif yang berbeda2

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Membaca,belajar,dan terus berusaha berpikir untuk dapat mengerti tentang segala yang ada dan yang mungkin ada. Ternyata satu bukanlah satu karena satu ternyata dapat dimaknai dengan banyak sekali bahkan tak terhingga. Dua bukanlah dua karena dua dapat dijumpai dimana saja dan tak terhingga banyaknya. Tiga bukanlah tiga, empat bukanlah empat, dan bahkan lima bukanlah lima. Semua itu baru saya sadari. Bahkan ternyata banyak bukanlah banyak karena banyak adalah satu dari anggota banyak itu sendiri.

    ReplyDelete
  33. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Jujur saja, saya kesulitan memahami elegi ini. Mungkin karena saya belum memahami para banyak. Semoga melalui refleksi lanjutan mengenai para banyak saya dapat lebih memahaminya.

    ReplyDelete
  34. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    semakin banyak membaca semakin kita banyak tahu. semakin kita banyak kita tahu maka perspektif akan suatu hal juga berbeda. satu bisa menjadi banyak jika kita memandangnya dalam hal lain. keep studying and get more knowledge.

    ReplyDelete
  35. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang begitu mengesankan. Saya ingin sekali memahami dari para banyak itu sendiri. Dalam hidup sendiri begitu banyak lingkupnya. Apakah yang banyak itu adalah bayangan-bayangan atau bagian-bagian dari yang banyak yang termasuk bayangan-bayangan? Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan.

    ReplyDelete
  36. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Bilangan satu apabila berada dalam pikiran itu hanya ada satu bilangan satu. Bilangan dua, tiga, empat, dst. apabila berada dalam pikiran juga hanya ada satu bilangan dua, hanya ada satu bilangan tiga, dst. Namun apabila bilangan satu, dua, tiga, dst. melekat pada dimensi ruang dan waktu, maka bilangan tersebut bisa menjadi bermacam-macam. Misal satu buku, satu kursi, dua buku, dua kursi, tiga buku, tiga kursi, dst.

    Banyak dan para banyak apabila berada di dalam pikiran hanya ada satu banyak dan satu para banyak. Apabila banyak dan para banyak melekat di dalam dimensi ruang dan waktu maka bisa terdapat berbagai macam banyak dan berbagai macam para banyak.

    ReplyDelete
  37. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi perbincangan para banyak dapat dikategorikan sebagai kuantitas. Banyak berawal dari satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya yang semakin lama jumlahnya semakin bertambah. Banyak ternyata bukan hanya sekedar menunjukkan kuantitas tetapi juga menunjukkan bahwa suatu objek, masalah, ide, pemikiran, situasi, dan keadaan yang sama, akan dapat menjadi berbeda jika ada banyak sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, jika kita menghadapi suatu objek, masalah, pemikiran, situasi, dan keadaan yang mungkin sulit untuk dipecahkan, janganlah berpikiran sempit, karena ada banyak cara, banyak jalan keluar yang bisa kita temukan dan lakukan sebagai penyelesaian.

    ReplyDelete
  38. Elegi perbincangan para banyak juga membicarakan terkait pendidikan dalam segala bentuk, mulai dari pembelajaran, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, yang mencakup siswa, guru, lingkungan, masalah dalam mengajar dan ide untuk memunculkan suatu pembelajaran yang baik. banyak yang harus diperhatikan dalam mengajar. Sehingga tidak mudah sebagai seorang pendidik yang mengajarkan ilmu kepada siswa ataupun mahasiswa. Banyak sekali yang perlu diperhatikan. Masalah yang banyak timbul dalam pembelajaran harus di cari solusi dari pemecahan masalah tersebut. Sehingga tidak berlarut-larut dan masalah dalam pembelajaran tersebut dapat terselesaikan. Dan pembelajaran dapat bejalan dengan baik.

    ReplyDelete
  39. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih bapak, melalui elegi para banyak ini kami belajar bahwa segala sesuatu dapat dimaknai berdasarkan konteksnya. Seperti satu bukan satu, satu berkenaan dengan ada dan yang mungkin ada, hal ini mengisyaratkan bahwa banyak makna dibalik cover satu, pula mengisyaratkan bahwa masih banyak ilmu yang dapat digali dari hal yang dianggap sudah absolut. Satu, dua dan tiga merupakan salah satu contohnya dan ternyata masih banyak makna dibalik kata satu, dua dan tiga. Oleh karenanya, kami harus terus belajar, belajar, belajar membaca dan menggali terus menggali. Terima kasih.

    ReplyDelete
  40. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Banyak adalah satu kata yang menyatakan tidak terbatas. Untuk menekankan ketakterhinggaan kata ‘banyak’ digunakan istilah ‘para banyak’. Kata ‘banyak’ bersifat relatif, misal saya punya uang 100 juta, maka saya mengatakan uang saya banyak. Tetapi uang 100 juta menjadi tidak ‘banyak’ bagi Sandiaga Uno atau bagi SBY. Bilangan dua mungkin termasuk bilangan yang dianggap tidak ‘banyak’. Dua handphone, dua tas, dua buku, dua pensil, dua televisi, dua permen, semuanya hanya dua dan tidak ‘banyak’. Tetapi dua bisa berarti banyak,, seperti dalam kalimat “Siang itu, ia makan dua porsi nasi padang”.. Dua porsi disini sudah bermakna ‘banyak’ karena melebihi porsi makan nasi padang pada umumnya.

    ReplyDelete
  41. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Mencoba memahami elegi ini rasanya sulit sekali, berulang kali dibaca tetapi saya masih juga belum paham. Tetapi saya sedikit menangkap beberapa hal yang jika tidak salah yaitu, satu adalah satu jika satu itu sesuatu yang mungkin ada. Dan jika satu bukanlah satu, karena satu yang sebelah kiri bisa dikatakan satu mobil dan satu yang sebelah kiri dapat dikatakan satu motor. Begitupun banyak, banyak bukanlah banyak, para banyak juga bukanlah para banyak. Maksud dari itu semua supaya kita mudah untuk memahami salah yang benar dan benar yang salah, mudah juga mengenali musuh-musuh hati.

    ReplyDelete
  42. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Berbicara tentang 'banyak' maka kita berbicara tentang kuantitas atau jumlah. Saya masih belum mendapatkan poin dari artikel ini. Maaf sebelumnya, saya ingin bertanya kepada Bapak Prof. Marsigit, pertama : mengapa kita harus memahami 'para banyak' terlebih dahulu sebelum mengalami kesulitan-kesulitan untuk memahami yang lainnya? Apakah hubungan diantaranya? Pertanyaan kedua: mengapa satu itu disebut banyak bukankah satu itu adalah tunggal?
    Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  43. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Hidup ini mengajarkan kita banyak pengalaman dan ilmu yang kurang lebih membentuk karakter kita. Semakin banyak pengalaman dan ilmu, maka cara kita memandang sesuatu juga berbeda. Lebih lebar dan tidak sempit dan tidak dari satu sisi saja. Lebih terbuka dan lebih bijak. Arti banyak sendiri dalam melihat suatu pendapat memang sangat komplek namun dengan banyak itu kita lebih bisa menilain dan memahami serta memutuskan dengan lebih bijaksana.

    ReplyDelete
  44. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari elegi diatas saya semakin mengerti bahwa saya tidak mengerti akan banyak, sedikt yang saya mengerti dari banyak, banyak yang saya tidak pahami dari sedikit. Saya baru sadar akan adanya konsep banyak, dan para banyak. Banyak dan para banyak menjadi petunjuk memahami segala yang ada dan mungkin ada, banyak hal yang sebenarnya tidak dapat saya pikirkan. Saya terjebak pada mitos-mitos yang tidak saya sadari dan sombong akan ilmu yang sedikit dari banyak. Semoga saya selalu dapat diberikan petunjuk hidayah untuk memerbaiki diri, semoga salah satunya dari belajar filsafat dengan membaca blog ini. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  45. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Setelah membaca elegi diatas, terbesit sebuah pertanyaan di benak saya, jika satu adalah bagian dari para banyak, dua adalah bagian dari para banyak, tiga adalah bagian dari para banyak, empat adalah bagian dari para banyak, banyak adalah bagian dari para banyak, dan para banyak adalah bagian dari para banyak..

    Apakah kosong adalah bagian dari para banyak?

    Kita tahu bahwa tidak akan ada satu jika tidak ada kosong. Kosong dapat berupa sesuatu yang belum ada dipikiranku. Dari kosong dapat timbul satu. Satu adalah sesuatu yang awalnya belum ada pada kosong, akan tetapi menjadi ada saat kosong menjadi satu. Jadi, apakah kosong adalah bagian dari para banyak?

    ReplyDelete
  46. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Para banyak tidak berarti para mayoritas. Para banyak bisa saja perkumpulan para sama, para tepat, para keliru, dan para beda. Para banyak tidak berarti suatu kesatuan. Tidak berarti pula suatu keharmonisan atau suatu keteraturan. Mungkin peretmuan para sama, para tepat, para keliru, dan para beda dalam konferensi kebenaran dapat dikatakan sebagai para banyak.

    ReplyDelete
  47. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut apa yang saya pahami dari elegi perbincangan para banyak yaitu satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, dan seterusnya karena satu, dua, tiga, banyak dan para banyak terikat oleh ruang dan waktu. Satu liter bensin saat ini satu jam kemudian dapat menjadi satu gelas bensin karena menguap. Sesungguhnya yang mempunyai identitas tetap hanyalah Allah yang Maha kekal.

    ReplyDelete
  48. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Elegi yang indah. Satu bukanlah satu, satu bisa dijabarkan sedemikian banyak. Demikian pula banyak, dapat direduksi pula menjadi satu. Demikian pula sebagai mahasiswa, sebagai orang yang bekerja, ada sedemikian banyak tugas yang dikerjakan, namun itu juga satu, satu konsekuensi dari pilihan kita untuk belajar, untuk bekerja. Aku yang satu ini pun punya banyak peran, sebagai karyawan, sebagai ibu, istri, anak, rekan kerja, kakak, dan berbagai peran lain. Engkau dapat bertemu denganku di berbagai tempat dengan peran sosial yang berbeda, namun aku ini satu juga.

    ReplyDelete
  49. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa ada hal yang terlihat tunggal namun sebenarnya itu adalah jamak. Seperti halnya diri kami sendiri yang merupakan seorang manusia, tentu saja hanya satu dan tunggal. Akan tetapi setelah direnungkan lebih jauh ternyata diri kami sendiri ini ada di banyak dan berbagai dimensi, diri kami sebagai makluk sosial, banyak dengan pemikiran yang ada. Semoga kami dapat bersikap bijakasana yaitu mampu menempatkan diri pada dimensi-dimensi yang ada di dunia ini dengan tepat. Amin

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Elegi inisangat dalam maknanya. Elegi yang bisa menjadi pintu gerbang untuk memahami elegi lain. Bahwa satu tidak mesti bernilai satu. Ia bisa bernilai banyak. Didalam satu bisa jadi ada dua, ada tiga dan seterusnya. Misalnya aku adalah seorang laki-laki, tapi aku tidak hanya laki-laki, aku juga seorang mahasiswa, aku juga seorang anak, aku juga seorang adik, aku juga seorang hamba Tuhan. Begitu juga dengan dua, tiga, empat dan seterusnya.

    ReplyDelete
  51. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam filsafat berlaku prinsip kontradiksi yaitu aku tidak sama dengan aku, karena aku yang pertama terletak di depan aku yang kedua,aku yang kedua diucapkan sepersekian detik setelah aku yang pertama, aku yang kedua diucapkan terakhir dan setelah aku yang pertama diucapakan, dst. Artinya di dunia itu tidak ada yang sama absolut, karena pasti berbeda, dan perbedaan itu bisa tak hingga banyaknya.

    ReplyDelete
  52. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Dari elegi yang telah dituliskan, saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa banyak itu bukan diukur dari penilaian angka nya atau nilai kuantitasnya saja, akan tetapi banyak yang maknanya disesuaikan dengan ruang dan waktu yang ada. Dengan ruang lingkup yang banyak, maka nilai keabsahan yang berlaku dapat dinilai kebenarannya, akan tetapi tidak jarang pula bahwa yang banyak itu tidak menutup kemungkinan dari nilai salah. Sehingga agar terhindarnya dari nilai salah itu sendiri, perlu dihadirkan orang-orang banyak dengan kualitas yang tinggi(para ahli) untuk membuktikan sebuah nilai benar atau tidaknya. Belum tentu pula yang tetap, benar dan banyak itu tidak mengalami yang namanya perubahan.

    ReplyDelete
  53. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Yang dapat saya pahami dari elegi perbincangan para banyak adalah bahwa ada banyak hal di dunia ini. Bahkan satu pun bisa mewakili banyak hal. Oleh karena itu, hikmah yang dapat diambil dalam hidup adalah kita tidak boleh mudah putus asa ketika permasalahan yang kita hadapi tak kunjung terpecahkan karena masih ada banyak solusi atau cara untuk menyelesaikannya. Kita tidak akan pernah bisa mengungkap yang banyak itu, tetapi kita yakin bahwa Tuhan menciptakan yang banyak itu untuk memudahkan hidup kita. Jika gagal dalam bidang A, kita masih bisa berhasil dalam bidang B, jika gagal dalam bidang B kita masih bisa berhasil dalam bidang C, dst. Sehingga berpikir dan memahami tentang banyak ini juga dapat membuat kita berpikir luas dalam hidup, tidak mudah menyerah karena ada banyak kemungkinan yang belum terjadi.

    ReplyDelete
  54. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ketika kita belajar filsafat, tentulah kita akan bisa memahami segala sesuatu dengan penuh pertimbangan, sebagai contoh satu adalah bukan satu, karena ada satu buku, satu pensil, dst sampai tak hingga. Ketika memaknai segala sesuatu tentu tergantung dari subjek dan objek yang kita pandang. Ada pemikiran yang bersifat subyektif da nada pemikiran obyektif. Subjektif adalah lebih kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau selera orang. Sedangkan objektif sikap yang lebih pasti, bisa diyakini keabsahannya, tapi bisa juga melibatkan perkiraan dan asumsi. Dengan didukung dengan fakta/data. Sikap objektif adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi seseorang untuk berpandangan terhadap suatu masalah

    ReplyDelete
  55. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Banyak selalu dimulai dari satu yang sedikit. Banyak tidak akan ada tanpa ada satu. Banyak itu tentang pemahaman, bukan tentang hitungan. Bagi anak kecil yang biasa mendapat permen satu, dia akan bilang bahwa dua ermen itu banyak, tapi tidak untuk anak kecil yang biasa mendapat permen tiga, ia akan mengatakan dua itu sedikit. Banyak itu tentang mengharhagai, banyak itu relatif bergantung pada orang yang menyatakannya.

    ReplyDelete
  56. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Sebenarnya semua hal yang ada dan yang mungkin ada terikat pada ruang dan waktu. Maka sesuatu bisa menjadi bukan dirinya sendiri karena faktor ruang dan waktu. Maka jika terikat ruang dan waktu aku tidak bisa berkata bahwa aku adalah aku, karena aku yang kusebutkan pertama kali berbeda dengan aku yang aku sebutkan satu per sekian detik setelahnya.

    ReplyDelete
  57. Muhammad Kamaluddin
    17709251027
    PMB PPs 2017

    Jika kita melihat lebih dalam, segala yang ada di dunia itu tidak ada yang tunggal. Bahkan diri kita pun yang secara fisik mungkin kita dapat mengatakan satu, namun dibalik itu sesungguhnya diri kita tidak tunggal tergantung ruang dan waktunya. Diri kita adalah hamba Allah, diri kita adalah warga negara Indonesia, diri kita adalah mahasiswa, guru, dosen, dsb. Bahkan diri kita tidak sama dengan diri kita, diri kita berubah - ubah dari waktu ke waktu, tempat ketempat. Maka sebenar-benar yang ada di dunia ini adalah banyak.

    ReplyDelete
  58. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kemuncculan banyak berasal dari kemunculan sesuatu yang sedikit, banyak tanpa dimulai dari satu tiadalah banyak. Satu dapat menjadi banyak karenan terdiri dari beberapa satu, yang mana satu tersebut tidak lagi disebut satu, tetapi disebut dengan dua, tiga, sampai para banyak.

    ReplyDelete
  59. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari awal mula dan akhir banyak, maka satu juga dapat dikatakan banyak, dan banyak dapat dikatakan satu. Hal ini karena kata satu dan banyak berdimensi ruang dan waktu, memiliki sudut pandang tertentu. Oleh karena dapat dipahami bahwa sebenar-benar banyak tidak melupakan sdikit, dan sebaliknya

    ReplyDelete
  60. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Hidup ini mengajarkan kita banyak pengalaman dan ilmu yang kurang lebih membentuk karakter kita. Semakin banyak pengalaman dan ilmu, maka cara kita memandang sesuatu juga berbeda. Lebih lebar dan tidak sempit dan tidak dari satu sisi saja. Lebih terbuka dan lebih bijak. Terimakasih “banyak”. Pengalaman dan ilmu yang semakin banyak dan semakin kompleks akan menajdikan kita sebagai manusia yangbijak dalam menyelesaikan masalah yang ada. Pengalaman dan pengetahuan yang beragam membuat manusia lebih terbuka akan pendapat atau suatu kritikan dari orang lain yang akan menambah pengalaman dan ilmunya. sedikit itu relatif dan dalam kehidupan manusia yang dianggap tunggal atau sedikit sebenarnya jika di telusuri lagi adalah sesuatu yang banyak.

    ReplyDelete
  61. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Dilihat dari pernyataan yang diutarakan para banyak, mengartikan bahwa dirinyalah yang membuat kita sulit untuk memahami dan mengerti akan satu hal yang ada dan yang mungkin ada. Banyak lah yang membuat kita tidak hanya satu, bahkan diriku pun juga banyak. Diriku yang tadi, diriku yang sekarang, diriku yang mahasiswa, diriku yang anak kos, diriku yang anak dari kedua orang tua saya, diriku yang berasal dari solo, diriku yang sekarang tinggal di yogyakarta, diriku yang besok, diriku yang nanti, diriku yang sebagai hamba Allah, diriku yang alumni UMS, dan masih banyak lagi diriku sampai tak terhingga jumlahnya. Memanfaatkan adanya si "banyak" akan lebih berfaidah dengan jika kita lebih banyak ikhlas dan banyak bersyukur. Karena itulah yang menjadikan kita hidup penuh keridhoan dan keberkahan dari Allah. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  62. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Satu itu bukanlah satu. Ada satu bunga, satu tangkai, satu buku, satu pensil, dan satu-satu yang lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga. Dan sebenar-benar satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak, maka sesungguhnya kita tidak akan pernah mengeluh dengan pemberian dari Allah SWT, tetapi kita akan selalu bersyukur meski yang kita miliki itu adalah satu. Karena sebenar-benar satu itu ialah banyak karunia yang Allah berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  63. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Banyak merupakan butir-butir dari sebuah komponen yang bernama ilmu. Jika kita tidak memahami banyak butir-butir konsep maka kita tidak dapat mempelajari ilmu. Banyak memiliki komponen yang tak terhingga sehingga sudah semestinya kita berusaha untuk menggapai banyak. Namun, yang perlu kita ketahui bahwa banyak itu memiliki tujuan tunggal, jika banyak semut ingin mencari makanan manis, banyak bata ingin mengokohkan bangunan, banyak sinyal ingin berkomunikasi. Untuk manusia, banyak adalah ciptaan Tuhan.

    ReplyDelete
  64. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sesuatu selalu menjadi bagian dari sesuatu yang lainnya. Baik itu menjadi bagian dari ada atau yang mungkin ada. Semuanya saling melengkapi, saling menguatkan. Tuhan menciptakan sesuatunya tidak terbatas supaya manusia tidak pernah berhenti dan tidak pernah puas dalam menggapai kebaikan, serta tidak pernah berhenti mencari ilmu karena banyaknya ilmu masih ada lebih banyaknya ilmu, dan masih ada lebih lebih banyaknya ilmu yang lain.

    ReplyDelete
  65. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Setiap manusia akan berharap keberadaannya dapat diterima dan diketahui oleh orang lain, termasuk kemampuan – kemampuan yang dimilikinya. Manusia ada disebabkan seberapa banyak manfaat yang dapat diambil orang lain dari manusia tersebut dalam mejalani kehidupannya. Namun, setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda – beda. Sehingga keberadaan seorang manusia dapat berbeda dari pandangan manusia satu dengan yang lainnya.
    Suatu permasalahan yang sama juga apabila dipandang oleh orang yang berbeda dan dari sudut pandang yang berbeda pula, maka permasalahan tersebut akan menjadi berbeda pula.
    Maka dari itu, untuk menghadapi suatu permasalahan diperlukan kejernihan dalam berpikir dan bertindak, tidak boleh asal bertindak.

    ReplyDelete
  66. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala objek yang bersifat banyak itu hanya terjadi di dunia, karena di dunia semua objek bersifat kontradiksi. Sedangkan yang tunggal, yang identitas terjadi di pikiran. Adanya banyak membuat kita menyadari bahwa manusia tidak sempurna karena masih tidak akan mampu menyebutkan semua yang banyak itu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  67. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pelajaran yang dapat kita petik dari elegi diatas adalah kita ada disebabkan seberapa banyak manfaat yang dapat diambil orang lain dari kita dalam mejalani kehidupannya. Tetapi karena manusia memiliki pandangan yang berbeda dalam menilia, berbuat, maka belum tentu sama dengan cara pandang kita dan belum tentu seperti yang kita harapkan tergantung ruang dan waktunya masing - masing. Beginilah gambaran dunia banyak yang mampu mendadikan dirinya logos, tetapi kadang lebih banyak yang menjadi mitos, inilah yang mesti dibenahi bersama oleh para logos .

    ReplyDelete
  68. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenarnya, dalam banyak terdapat sedikit, begitu juga dengan sedikit itu ada banyak. Karen pada dasarnya banyak itu bersifat subyektif sehingga banyak itu sifatnya relatif. Kerelatifan disini berdasarkan kebutuhan dari seseorang maupun sifat ikhlas dan bersyukur dalam menerima dari seseorang tersebut.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  69. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sehubungan dengan itu tidak mungkin ada titik-titik yang menyusun ruang, tanpa sekelumit waktu yang dapat menimbulkan gagasan kejadian-kejadian murni (pure events) sehingga dapatlah dikatakan bahwa ruang – waktu merupakan keadaan yang nyata yang paling dalam dan merupakan tempat persemaian bagi apa saja yang ada di alam ini.

    ReplyDelete
  70. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ruang dan waktu merupakan sesuatu yang menjadi sumber bagi adanya segala sesuatu, sedangkan kejadian-kejadian yang murni merupakan penyusun terdalam dari apa saja yang bereksistensi. Apabila kejadian-kejadian murni tersebut membentuk suatu pola tertentu, maka munculah kualitas-kualitas fisik tertentu, misalnya sebuah elektron dengan ciri-cirinya. Jadi materi merupakan sesuatu yang pertama-tama muncul dari ruang – waktu.

    ReplyDelete
  71. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    ada banyak hal di dunia ini. Bahkan satu pun bisa mewakili banyak hal. Adanya banyak membuat kita menyadari bahwa manusia tidak sempurna karena masih tidak akan mampu menyebutkan semua yang banyak itu. Oleh karena itu, hikmah yang dapat diambil dalam hidup adalah kita pasti bisa menyelesaikan semua permasalahan dikarenakan ada banyak solusi atau banyak cara untuk menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  72. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dari elegi diatas menurut pemikiran saya kesemuanya itu saling berkaitan antara satu,dua,tiga,empat dan seterusnya. Oleh karena itu tidak ada satu dan hanya satu yang menjadi satu diantara yang lain, itu disebabkan antara satu titik dengan titik temu lainnnya saling berkaitan menjadi satu kesatuan dan para banyak itu juga tidak bisa menyebut dirinya yang lebih unggul karena menjadi wadah dari satu,dua,tiga,dan empat karena para banyak juga terbentuk karena adanya bagian-bagian terkecil tersebut.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  73. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi diatas bahwa dalam suatu permasalahan yang sama terkadang akan menjadi berbeda bila sudut pandangnya berbeda. Di dunia ini sesungguhnya selalu terikat ruang dan waktu, jika kita membicarakan dua hal atau lebih berada pada level material makan tidak akan ada yang sama, Namun jika kita membicarakan dua atau lebihj objek pada level normatif. makan akan ditemukan banyak sekali kesamaan dari objek-objek tersebut. Karena pemikiran tidak terikat ruang dan waktu.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  74. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Bayak itu memiliki sifat relatif dan selalu berbeda. Sehingga banyak menurut diriku, belum tentu banyak benurtu t dirimu. Biasanya banyak digunakan sebagai satuan dalam menghitung suatu obyek. Misalnya saat ujian nilain 70 itu banyak, menurut pandangan siswa yang mendapat nilai 40. Dan nilai 70 itu sedikit menurut padangan siswa yang mendapat nilai 90. Terimakasih

    ReplyDelete
  75. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi yang dijelaskan di atas, yang saya tangkap adalah setiap permasalahan yang datang akan menjadi berbeda dalam menyelesaikannya apabila orang yang menimpa masalahnya berbeda. Sehingga banyak yang dimaksud di atas relatif berbeda. Banyak menurutku belum tentu banyak untuk dirimu. sebagai salah satu contoh anak SD diberi uang jajan 5 ribu. Menurutnya 5 ribu banyak, tapi belum tentu untuk anak SMP. Anak SMP menurutnya banyak apabila mendapat uang jajan 10 ribu. Jadi banyak yang dimaksud disini tergantung ruang dan waktu.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  76. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sebenarnya elegi ini menarik, tetapi butuh membaca dua tiga kali untuk mencapai pikiran dari tulisan ini jika hanya kita baca sekali tentu saja masih agak bingung dengan apa yang dimaksud Prof dalam tulisannya ini. Dari tulisan ini saya mendapatkan ilmu bahwa yang terlihat tunggal belum pasti tunggal, sesuatu yang tunggal dapat berarti jamak. Seperti satu, satu bukanlah 1, satu bukanlah satu, tetapi satu itu dapat untuk mengatakan satu buku, satu pensil, satu bunga, dan satu lainya. Maka satu itu tak hingga, maka itulah yang sebenar-benarnya satu.

    ReplyDelete
  77. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi yang telah dituliskan, saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa banyak itu bukan diukur dari penilaian angka nya akan tetapi disesuaikan dengan ruang dan waktu yang ada. satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, dan seterusnya karena satu, dua, tiga, banyak dan para banyak terikat oleh ruang dan waktu. Ruang dan waktu merupakan sesuatu yang menjadi sumber bagi adanya segala sesuatu . Jadi materi merupakan sesuatu yang pertama-tama muncul dari ruang – waktu.

    ReplyDelete
  78. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Berdasarkan elegi tersebut, saya belajar bahwa satu bukanlah satu, satu dapat dijabarkan banyak. Begitu juga banyak bukanlah banyak, banyak juga dapat direduksi menjadi satu. Apa yang terlihat belum tentu sama dengan apa yang terjadi atau dirasakan.

    ReplyDelete