Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Banyak

Oleh Marsigit
(Khusus untuk perbincangan filsafat, dan bukan untuk referensi langsung ke pembelajaran matematika)

Para banyak:
Wahai orang tua berambut putih, sebentar dulu...janganlah tergesa pergi... Aku para banyak masih ingin menyampaikan pemikiranku kepadamu. Selama ini tiadalah orang itu peduli terhadapku dan terhadap para anggotaku. Tetapi aku selalu tertimpakan oleh pemikiran, sikap dan perbuatan mereka. Kalau yang lain juga sudah menyampaikan pemikiran melalui berbagai forum misalnya konferensi, seminar,perbincangan, dst, maka kami juga ingin melakukan hal yang sama.



Orang tua berambut putih:
Oh engkau para banyak. Aku minta maaf belum bisa memberimu kesempatan untuk menyampaikan pemikiranmu dan para anggotamu. Sebetulnya aku untuk sementara akan off dulu, untuk memberikan kesempatan para subyek dan para obyek merenungkan pemikirannya. Tetapi ternyata engkau telah mendatangiku. Baiklah, silahkan.

Satu:
Kenalkan, aku adalah satu. Satu adalah anggota dari para banyak. Tiadalah banyak itu tanpa pernah dimulai dari diriku. Satu itu bukanlah satu. Oleh karena satu itu bukan satu, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan satu. Padahal engkau tahu bahwa satu itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan satu di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan satu buku, satu pensil, satu guru, satu siswa, satu lautan, satu bicara, satu pikiran, satu pendapat, satu tingkat, satu dimensi, satu dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar satu, yaitu bahwa satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Dua:
Kenalkan, aku adalah dua. Dua adalah anggota dari para banyak. Dua itu bukanlah dua. Oleh karena dua itu bukan dua, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan dua. Padahal engkau tahu bahwa dua itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan dua di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan dua buku, dua, pensil, dua guru, dua siswa, dua lautan, dua bicara, dua pikiran, dua pendapat, dua tingkat, dua dimensi, dua dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa dua itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar dua, yaitu bahwa dua adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Tiga:
Kenalkan, aku adalah tiga. Tiga adalah anggota dari para banyak. Tiga itu bukanlah tiga. Oleh karena tiga itu bukan tiga, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan tiga. Padahal engkau tahu bahwa tiga itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan tiga di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan tiga buku, tiga pensil, tiga guru, tiga siswa, tiga lautan, tiga bicara, tiga pikiran, tiga pendapat, tiga tingkat, tiga dimensi, tiga dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa tiga itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar tiga, yaitu bahwa tiga adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Empat:
Kenalkan, aku adalah empat. Empat adalah anggota dari para banyak. Empat itu bukanlah empat. Oleh karena empat itu bukan empat, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan empat. Padahal engkau tahu bahwa empat itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan empat di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan empat buku, empat pensil, empat guru, empat siswa, empat lautan, empat bicara, empat pikiran, empat pendapat, empat tingkat, empat dimensi, empat dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa empat itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar empat, yaitu bahwa empat adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Lima:
Kenalkan, aku adalah lima. Lima adalah anggota dari para banyak. Lima itu bukanlah lima. Oleh karena lima itu bukan lima, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan lima. Padahal engkau tahu bahwa lima itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan lima di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan lima buku, lima pensil, lima guru, lima siswa, lima lautan, lima bicara, lima pikiran, lima pendapat, lima tingkat, lima dimensi, lima dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa lima itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar lima, yaitu bahwa lima adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Banyak:
Kenalkan, aku adalah banyak. Banyak adalah anggota dari para banyak. Banyak itu bukanlah banyak. Oleh karena banyak itu bukan banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan banyak. Padahal engkau tahu bahwa banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan banyak buku, banyak pensil, banyak guru, banyak siswa, banyak lautan, banyak bicara, banyak pikiran, banyak pendapat, banyak tingkat, banyak dimensi, banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa banyak itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar banyak, yaitu bahwa banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Para banyak:
Kenalkan, aku adalah para banyak. Para banyak adalah anggota dari para banyak. Para banyak itu bukanlah para banyak. Oleh karena para banyak itu bukan para banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan para banyak. Padahal engkau tahu bahwa para banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan para banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan para banyak buku, para banyak pensil, para banyak guru, para banyak siswa, para banyak lautan, para banyak bicara, para banyak pikiran, para banyak pendapat, para banyak tingkat, para banyak dimensi, para banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa para banyak itu ada para banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar para banyak, yaitu bahwa para banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Orang tua berambut putih:
Lantas, apa masalahmu jika engkau semua telah menyampailkan pemikiranmu?

Para banyak:
Yang menjadi masalah adalah sulitnya manusia memahami tentang satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, tiga bukanlah tiga, empat bukanlah empat, lima bukanlah lima, dan banyak bukanlah banyak, serta para banyak bukanlah para banyak.

Orang tua berambut putih:
Apa pentingnya memahami hal yang demikian itu?

Para banyak:
Jika mereka belum memahami para banyak maka mereka akan mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang bicara, mengalami kesulitan untuk memahami subyek yang menjadi obyek, mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang menjadi subyek, mengalami kesulitan untuk memahami kuasa yang dikuasai, mengalami kesulitan untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami tetap yang berubah, mengalami kesulitan untuk memahami berubah yang tetap, mengalami kesulitan untuk memahami benar yang salah, mengalami kesulitan untuk memahami salah yang benar, mengalami kesulitan untuk memahami baik yang buruk, mengalami kesulitan untuk memahami buruk yang baik, mengalami kesulitan untuk memahami awal yang tidak berawal, mengalami kesulitan untuk memahami akhir yang tidak berakhir, mengalami kesulitan untuk memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, mengalami kesulitan untuk memahami reduksi menuju kelengkapan, mengalami kesulitan untuk memahami kelengkapan yang tereduksi, mengalami kesulitan untuk memahami hidup yang mati, mengalami kesulitan untuk memahami mati yang hidup, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di syurga, mengalami kesulitan untuk memahami syurga di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di neraka, mengalami kesulitan untuk memahami neraka di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami logosnya mitos, mengalami kesulitan untuk memahami mitosnya logos, mengalami kesulitan untuk memahami pikiran di hati, mengalami kesulitan untuk memahami hati di pikiran, mengalami kesulitan untuk memahami guru sebagai siswa, mengalami kesulitan untuk memahami siswa sebagai guru, mengalami kesulitan untuk memahami hakekat dibalik penampakan, mengalami kesulitan untuk memahami elegi-elegi, mengalami kesulitan untuk memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, mengalami kesulitan untuk memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami fatamorgana, mengalami kesulitan untuk mengenali para mitos, dan mengalami kesulitan untuk mengenali musuh-musuh hati.

Orang tua berambut putih:
Wahai para banyak. Sungguh mulia hatimu itu. Sungguh agung pemikiranmu itu. Semoga pemikiran-pemikiranmu itu dapat dibaca oleh para logos, sehingga para logos itu bisa selalu mengatasi para mitos-mitosnya. Mudah-mudahan uraianmu ini juga bisa menjadi jawaban dan solusi bagi yang masih kesulitan memahami elegi-elegi. Dan semoga apa yang telah engkau sampaikan dapat mencerdaskan kita semua dan menambah iman dan taqwa kita kepa Allah SWT. Amien.

36 comments:

  1. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tiadalah banyak itu dimulai dari diriku (satu)
    aku menjadi satu karena ada banyak, aku menjadi banyak atau para banyak karena ada beberapa satu yang satu itu sendiri bukanlah satu.
    “satu”,”dua”,”banyak,”para banyak” tergantung pada batasan perbedaan yang ada.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Elegi perbincangan para banyak menurut pendapat saya dapat dikategorikan sebagai kuantitas. Banyak berawal dari satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya yang semakin lama jumlahnya semakin bertambah.. Banyak itu menunjukkan bahwa tidak sedikit. Banyak berarti jamak atau tidak tunggal. Dalam kehidupan ini yang tunggal adalah Allah, sedangkan yang banyak adalah makhluk ciptaan Allah. Contoh banyak adalah manusia. Manusia dianugerahi Allah akal dan pikiran, sehingga antara yang satu dengan yang lainnya dapat memiliki perbedaan pemikiran dan dapat memunculkan banyak gambaran serta pandangan menurut dimensi ruang dan waktunya masing-masing. Banyak ternyata bukan hanya sekedar menunjukkan kuantitas tetapi juga menunjukkan bahwa suatu objek, masalah, ide, pemikiran, situasi, dan keadaan yang sama, akan dapat menjadi berbeda jika ada banyak sudut pandang yang berbeda. Sehingga, dengan adanya banyak pemikiran hendaknya kita sebagai manusia senantiasa saling menghormati, menghargai, dan terus berpikir kritis untuk menggapai logos dan mendapat petunjuk kebenaran dari Allah.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    ketika kita belajar filsafat, tentulah kita akan bisa memahami segala sesuatu dengan penuh pertimbangan, sebagai contoh satu adalah bukan satu, karena ada satu buku, satu pensil, dst sampai tak hingga
    ketika memaknai segala sesuatu tentu tergantug dari subjek dan objek yang kita pandang

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut menunjukkan bahwa “Banyak” adalah sesuatu yang bersifat relatif. “banyak” yang dimaksud setiap orang dapat berbeda-beda. Setinggi-tinggi banyak yang dipikirkan manusia itu adalah banyak relatif . Artinya “banyak” itu “tidak ada”.

    ReplyDelete
  5. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.d 2016

    Sesuai dengan pendapat akhir yang diberikan oleh orang tua berambut putih, bahwa pemikiran para banyak adalah pemikiran yang agung, maka pemikiran ini harus diungkapkan. Manusia harus memahami bahwa satu bukanlah satu, dua bukanlah dua dan seterusnya. Saya menangkap informasi yang hendak disampaikan para beda adalah sebenar-benarnya sesuatu adalah bukan sesuatu. Maksudnya, sesuatu tersebut tidak bisa diartikan tunggal sesuatu itu sendiri. Ada banyak unsur lain yang membangun sesuatu itu. Kita harus menyadari hal tersebut. sehingga kita dapat memahami apa yang telah diungkapkan para banyak pada dialog terakhirnya, yaitu diantaranya adalah memahami benar yang salah dan memahami salah yang benar.

    ReplyDelete
  6. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai dan berbuat akan suatu hal. Dengan kata lain, cara pandang kita belum tentu sama dengan cara pandang orang lain dan belum tentu juga seperti yang kita harapkan. Kita harus lebih membuka hati dan pikiran kita untuk memahami hal-hal secara menyeluruh. Selain itu, kita juga harus memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda agar kita bisa memahami hakekat dari hal tersebut.

    ReplyDelete
  7. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari elegi ini saya memperoleh pemahaman dalam hal kuantitas, kata banyak itu berawal dari satu ,dua,tiga,empat,lima dan seterusnya. Namun dari tiap anggota banyak dapat diuraikan atau digunakan di berbagai situasi. Sehingga akan semakin banyak situasi dari semua anggota banyak. Dalam banyak masih ada banyak lagi dan seterusnya sampai banyak pula. Di elegi ini kita juga bisa mengambil reminder atau pengingat dari Prof Marsigit yang mempunyai banyak pemikiran bahwa dalam berfilsafat kita harus banyak membaca dan komen elegi-elegi beliau. Ketika satu kali belum mengerti maka dilanjutkn dua kali dan seterusnya.

    ReplyDelete
  8. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    definisi dari para banyak sangat memungkinkan untuk menjadi tak hingga banyaknya. karena sebanyak apapun angka yang ada akan selalu bisa didefinisikan terhadap sifat dan urutannya. maka dalam memahami elegi ini kita harus menyadari bahwa bisa saja anggota dari para banyak ini bisa mewakilakan siapa kita sebenarnya. dan tentu kita sendiri juga dapat terdefinisikan dengan karakteristik diri kita.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Banyak selalu dimulai dari satu yang sedikit. Banyak tidak akan ada tanpa ada satu. Banyak itu tentang pemahaman, bukan tentang hitungan. Bagi anak kecil yang biasa mendapat permen satu, dia akan bilang bahwa dua ermen itu banyak, tapi tidak untuk anak kecil yang biasa mendapat permen tiga, ia akan mengatakan dua itu sedikit. Banyak itu tentang mengharhagai, banyak itu relatif bergantung pada orang yang menyatakannya.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D 2015

    Dimensi banyak tidak hanya dilihat dari kuantitas, namun juga secara kualitas. Segala sesuatu di dunia ini memiliki banyak definisi, salah satu tidak satu, dua adalah bukan dua, dan seterusnya. Jika kita mau berpikir makna, itu memiliki makna dan Tuhan YME ingin menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan YME adalah satu-satunya dengan banyak kekuatan. Dalam elegi ini tersirat bahwa pengetahuan manusia dalam memahami makna itu tidak sempurna. Banyak tersirat namun tidak direalisasikan. Manusia hanya menyadari satu definisi sebelumnya, yang disebut mitos, namun definisi lain sering dilupakan atau tidak dipahami.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ketika banyak dimulai dari satu maka satu bisa jadi dimulai dari banyak ketika kita memberi batasan terhadap satu atau banyak itu sendiri.
    semua bisa menjadi banyak atau menjadi satu tergantung sudut pandang, ruang dan kontesknya.

    ReplyDelete
  12. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Para banyak itu bukanlah para banyak, banyak itu bukanlah banyak, satu itu bukanlah satu, dua itu bukanlah dua dst. Semua itu tergantung dari sudut pandang subjek dan objeknya. Sehingga, bagi mereka yang belum mengerti atau belum paham tentang para banyak, akan mengalami kesulitan dalam memahami hal-hal yang semuanya tergantung pada sudut pandang subjek dan objeknya.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Sebaik – baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Kebermanfaatan tersebut juga dinilai dari berbagai macam pemikiran di luar sana. Oleh karena itu kita hars berlapang dada menerima kritikan dan saran yang nantinya dapat membuat diri ini menjadi lebih baik untuk ke depannya dan menjadi lebih berguna untuk orang lain.

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak itu relative, atau dengan kata lain banyak itu mungkin ada atau mungkin tidak ada. Ada yang mengatakn banyak itu lebih dari sat, tidak tunggal. Namun delam aspek kuantitatif banyaak itu masih berhingga, lebih dari bilangan yang sekarang kita tahu itu masih ada banyak bilangan yang belum kita tahu. Jadi banyak itu ada dan mungkin tidak ada.

    ReplyDelete
  15. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Belajar filsafat juga termasuk dalam banyak. Karena dalam berfilsafat kita harus banyak membaca dan memahami makna yang terkandung dalam elegi-elegi. Ketika satu kali belum mengerti maka dilanjutkan dua kali dan seterusnya untuk memahaminya. Banyak berawal dari sedikit, misalnya 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya, hal ini dalam hal kuantitas. Namun dari tiap anggota banyak dapat diuraikan atau digunakan pada banyak situasi. Sehingga akan semakin banyak situasi dari semua anggota banyak, dalam banyak masih ada banyak lagi dan seterusnya sampai banyak itu tak terhingga banyaknya.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Para banyak bermula dari satu, tiadalah akan terjadi para banyak sebelum dimulai dari satu, sehingga masing-masing satu itu kalau berkumpul maka akan menjadi para banyak. Maka janganlah merendahkan seseorang, karena kekuatan yang besar dimulai dari kekuatan yang kecil. Sehingga para banyak tidak bisa dipisahkan dari satu, dua, tiga,... banyak dan akhirnya menjadi para banyak.

    ReplyDelete
  17. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Setiap anggota para banyak mempunyai jumlah atau diri tak terhingga dan akan selalu berkembang. Jadi semua anggota para banyak juga dapat dikatakan berjumlah sama karena semua tak terhingga dan akan selalu berkembang. Masalah yang diutarakan para banyak kepada orang tua berjenggot putih memang benar, kebanyakan manusia menganggap anggota para banyak hanyalah untuk menemani objek yang ditunjuknya atau dipikirkannya. Hal itu dilakukan manusia untuk mempermudah pikirannya berkonsentrasi yaitu dengan mereduksi anggota para banyak menjadi satu dimensi. Tetapi sesungguhnya semua yang ada dan yang mungkin ada adalah kompleks dan berkaitan satui dengan yang lainnya, karena ditentukan oleh satu-satunya kekuasaan absolute, Allah Yang Maha Agung.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Banyak berarti lebih dari satu, dan tidak sedikit. Pengetahuan manusia agar semakin bertambah banyak maka hendaknya mau terus belajar. Untuk mencapai logos dibutuhkan pengetahuan yang banyak, maka lebih baik jika terus memperbanyak pengetahuan agar meminimalisir kesulitan. Terdapat hal – hal yang mengarah kepada banyak di dunia ini. Semoga kita semua dapat semakin bijaksana dalam menentukan banyak dan menyikapi adanya banyak di dunia ini yang menghadapkan kita kepada pilihan yang sulit dalam mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  19. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Definisi banyak bersifat relatif tergantung subjek yang menilai. Banyak menurut A belum tentu banyak menurut B tergantung sudut pandang melihat banyak dari mana. Banyak dimulai satu, dua,tiga dan seterusnya hingga mamiliki anggota banyak bahkan hingga banyak memiliki anggota labih banyak.

    ReplyDelete
  20. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hal yang banyak pasti dimulai dai yang sedikit. seperti pepatah yang menyatakan bahwa sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. mungkin itu seperti ini, jadi banyak pasti dimulai dari yang sedikit, dan yang sedikit juga pasti nanti akan menjadi banyak.

    ReplyDelete
  21. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Banyak artinya tidak tunggal. Allah SWT menciptakan manusia begitu banyak dengan kelebihan dari makhluk makhluk lain yaitu akal dan pikiran . Dengan adanya akal dan pikiran menjadikan ide, pemikiran setiap manusia itu berbeda-beda. Banyaknya pemikiran hendaknya kita sebagai manusia senantiasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

    ReplyDelete
  22. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan “Elegi Perbincangan Para Banyak”, dijelaskan bahwa banyak itu tak terhingga. Namun banyaknya banyak pun juga terbatas. Misalnya, jika kita mempunyai dua roti, maka roti itu banyaknya dua. Namun dua tidak sama dengan dua. Dua pertama akan beda dengan dua yang kedua, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh ruang dan waktu, tergantung bagaimana konteks yang dibicarakan.

    ReplyDelete
  23. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Banyak itu relatif tergantung dari sudut pandang yang memandang. Banyak dimulai dari satu, dua, tiga dan seterusnya bahkan sampai tak hingga.

    ReplyDelete
  24. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Definisi “banyak” oleh setiap orang adalah berbeda-beda. Hal tersebut tergantung oleh banyak faktor, salah satunya pengalaman yang ia peroleh. Di masa lampau, seseorang telah mendefinisikan banyak adalah dengan jumlah terntu, selanjutnya di masa selanjutnya, orang tersebut menemukan bahwa terdapat hal yang lebih banyak daripada banyak yang telah ia ketahui selama ini.

    ReplyDelete
  25. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut juga mengajarkan kita agar terus berusaha untuk menuntut ilmu. Hal tersebut dimaksudkan agar ilmu-ilmu yang kita peroleh sebelumnya dapat berkembang di masa mendatang sesuai perkembangan jaman yang ada.

    ReplyDelete
  26. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sekali lagi, segala sesuatu dipandang berdasarkan ruang dan waktunya. Begitupun banyak. Banyak yang ada dipikiranku adalah banyaknya lebih dari dua. Tidak bisa dipungkiri, setiap orang lain pasti memiliki definisi banyak yang lainnya. Maka dari itu, tetap berhati-hatilah dalam memberikan definisi terhadap sesuatu, karna itu yang akan mempengaruhi pikiranmu dan menjadi perbuatanmu.

    ReplyDelete
  27. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Banyak itu relatif, definisi banyak dari masing-masing orang tentu berbeda. Mungkin ada orang yang mengatakan banyak itu lebih dari satu,lebih dari dua, lebih dari tiga, namun orang lain mungkin bisa berkata berbeda. Jadi banyak itu relatif, banyak itu antara mungkin ada dan mungkin tidak ada.

    ReplyDelete
  28. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika elegi ini dikaitkan dalam pembelajaran, maka sangat mungkin untuk terciptanya kegiatan belajar mengajar yang lebih kondusif. Pertama, disaat saya bertindak sebagai siswa. Saya mengharapkan bahwa guru saya memahami bahwa terdapat banyak sekali permasalahan yang kami hadapi, banyak sekali rumus-rumus yang berbeda-beda yang kami kurang tahu kapan rumus tersebut dipakai dan tidak dipakai. Banyak pula dari sekian guru kami yang menghendaki setiap tugas yang beliau berikan kepada kami harus diselesaikan secara sempurna tanpa mempertimbangkan kemajemukan kemampuan yang kami punyai, yang mana antara saya dengan yang lainnya adalah berbeda.

    ReplyDelete
  29. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kedua, disaat kelak saya sudah bertindak sebagai guru. Jelas setelah membaca elegi ini, saya sedikitnya tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi guru yang paham akan terdapatnya para banyak. Hal ini dikarenakan bahwa sebelumnya saya sudah memposisikan diri sebagai siswa. Meskipun kedepannya pasti juga akan terdapat para banyak yang lain yang belum dimengerti oleh siswa. Akan tetapi jika kondisi baru tersebut tidak hanya dipandang dari satu sisi saja, melainkan harus dipandang dari sudut yang berbeda, maka jelas akan membantu dalam menyelesaikan permalasahan yang ada.

    ReplyDelete
  30. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi ini banyak itu sendiri dapat bersifat relatif tergantung subjek dan objeknya. Satu dapat dikatakan banyak bisa juga dikatan satu, begitu pula dengan dua ataupun tiga dan seterusnya dapat dikatakan banyak ataupun tidak tergantung dengan subjek dan objeknya.

    ReplyDelete
  31. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam elegi tersebut disebutkan bahwa satu, dua, tiga, empat, lima dan bahkan banyak adalah bagian dari para banyak. Pernyataan tersebut menjadi bahan refleksi bagi saya pribadi dalam melihat sesuatu hal, bahwa sebanyak-banyaknya hal yang saya lihat dan saya temui adalah sebagian kecil dari dunia ini, sehingga saya hendaknya rendah hati dan bersikap selalu bersyukur dengan apa yang saya punya. Juga memahami tentang bagian dari semesta yang akan saya hadapi lainnya, seperti misalnya kematian, kesedihan, kesakitan, semua itu adalah bagian dari semesta.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  32. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pendidika Matematika A 2014

    Satu belum tentu satu,dua belum tentu dua dan begitupun seterusnya. Yang saya ambil dari elegi ini adalah banyak hal atau pelajaran yang bisa diambil dari satu persoalan jika membuka pandangan lebih luas serta mempelajari lebih dalam,maka dari satu saya akan menemukan para banyak.

    ReplyDelete
  33. Elli Susilawati
    16709251073
    PMat D

    Jelaslah jika hanya "satu" maka satu itu memang banyak. Tetapi bagaimana jika dipersempit lagi ruang dan waktunya sehingga satu itu adalah satu. Contoh: berapakah pensil yang ada di tangan kanan saya saat ini (sambil menunjukkan pensil yang digenggam di tangan kanan pembicara). Apakah bisa seperti itu?

    ReplyDelete
  34. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Banyak itu lebih dari satu. Namun banyak juga relatif. Ada yang mengatakan kalau banyak itu mencapai jumlah ratusan, ribuan, jutaan dan lain sebagainya. Tentang suatu pemilihan berdasarkan voting maka pilihan dengan suara terbanyaklah yang menjadi pilihan sebenarnya. Kemudian dalam memberikan masukan bagi siapapun termasuk pada pemerintahan maka kita harus memiliki banyak pendukung dan banyak suara yang memang baik sebgai saran bagi mereka.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Banyak indentik dengan lebih dari satu dan dimulai dari satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya sampai akhirnya banyak dan para banyak. Seperti halnya dalam memandang sesuatu hendaknya kita tidak memandang dari satu sisi saja melainkan mencoba memandang dari beberapa sisi. Kalau kita menilai sesuatu benda dari satu sisi, maka kita tidak mampu untuk menyimpulkannya. Namun kebanyakan orang pasti akan melihat atau memandang dari satu sisi lalu menyimpulkan. Sebaiknya kenali dulu baru kita dapat memandang dan menyimpulkannya.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Banyak itu lebih dari satu. Sementara satu merupakan anggota dari para banyak. Orang dapat menyatakan banyak berasal dari satu, dua, tiga dan seterusnya. Banyak digunakan untuk menyatakan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Banyak tidaklah tunggal. Yang tunggal hanyalah Allah SWT. Banyak bisa jadi menggambarkan kekuasaan, kekayaan, pengetahuan, keinginan dan lain sebagainya yang identik dengan ambisi seseorang.

    ReplyDelete