Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Banyak

Oleh Marsigit
(Khusus untuk perbincangan filsafat, dan bukan untuk referensi langsung ke pembelajaran matematika)

Para banyak:
Wahai orang tua berambut putih, sebentar dulu...janganlah tergesa pergi... Aku para banyak masih ingin menyampaikan pemikiranku kepadamu. Selama ini tiadalah orang itu peduli terhadapku dan terhadap para anggotaku. Tetapi aku selalu tertimpakan oleh pemikiran, sikap dan perbuatan mereka. Kalau yang lain juga sudah menyampaikan pemikiran melalui berbagai forum misalnya konferensi, seminar,perbincangan, dst, maka kami juga ingin melakukan hal yang sama.



Orang tua berambut putih:
Oh engkau para banyak. Aku minta maaf belum bisa memberimu kesempatan untuk menyampaikan pemikiranmu dan para anggotamu. Sebetulnya aku untuk sementara akan off dulu, untuk memberikan kesempatan para subyek dan para obyek merenungkan pemikirannya. Tetapi ternyata engkau telah mendatangiku. Baiklah, silahkan.

Satu:
Kenalkan, aku adalah satu. Satu adalah anggota dari para banyak. Tiadalah banyak itu tanpa pernah dimulai dari diriku. Satu itu bukanlah satu. Oleh karena satu itu bukan satu, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan satu. Padahal engkau tahu bahwa satu itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan satu di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan satu buku, satu pensil, satu guru, satu siswa, satu lautan, satu bicara, satu pikiran, satu pendapat, satu tingkat, satu dimensi, satu dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar satu, yaitu bahwa satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Dua:
Kenalkan, aku adalah dua. Dua adalah anggota dari para banyak. Dua itu bukanlah dua. Oleh karena dua itu bukan dua, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan dua. Padahal engkau tahu bahwa dua itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan dua di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan dua buku, dua, pensil, dua guru, dua siswa, dua lautan, dua bicara, dua pikiran, dua pendapat, dua tingkat, dua dimensi, dua dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa dua itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar dua, yaitu bahwa dua adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Tiga:
Kenalkan, aku adalah tiga. Tiga adalah anggota dari para banyak. Tiga itu bukanlah tiga. Oleh karena tiga itu bukan tiga, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan tiga. Padahal engkau tahu bahwa tiga itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan tiga di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan tiga buku, tiga pensil, tiga guru, tiga siswa, tiga lautan, tiga bicara, tiga pikiran, tiga pendapat, tiga tingkat, tiga dimensi, tiga dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa tiga itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar tiga, yaitu bahwa tiga adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Empat:
Kenalkan, aku adalah empat. Empat adalah anggota dari para banyak. Empat itu bukanlah empat. Oleh karena empat itu bukan empat, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan empat. Padahal engkau tahu bahwa empat itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan empat di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan empat buku, empat pensil, empat guru, empat siswa, empat lautan, empat bicara, empat pikiran, empat pendapat, empat tingkat, empat dimensi, empat dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa empat itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar empat, yaitu bahwa empat adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Lima:
Kenalkan, aku adalah lima. Lima adalah anggota dari para banyak. Lima itu bukanlah lima. Oleh karena lima itu bukan lima, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan lima. Padahal engkau tahu bahwa lima itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan lima di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan lima buku, lima pensil, lima guru, lima siswa, lima lautan, lima bicara, lima pikiran, lima pendapat, lima tingkat, lima dimensi, lima dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa lima itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar lima, yaitu bahwa lima adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Banyak:
Kenalkan, aku adalah banyak. Banyak adalah anggota dari para banyak. Banyak itu bukanlah banyak. Oleh karena banyak itu bukan banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan banyak. Padahal engkau tahu bahwa banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan banyak buku, banyak pensil, banyak guru, banyak siswa, banyak lautan, banyak bicara, banyak pikiran, banyak pendapat, banyak tingkat, banyak dimensi, banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa banyak itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar banyak, yaitu bahwa banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Para banyak:
Kenalkan, aku adalah para banyak. Para banyak adalah anggota dari para banyak. Para banyak itu bukanlah para banyak. Oleh karena para banyak itu bukan para banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan para banyak. Padahal engkau tahu bahwa para banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan para banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan para banyak buku, para banyak pensil, para banyak guru, para banyak siswa, para banyak lautan, para banyak bicara, para banyak pikiran, para banyak pendapat, para banyak tingkat, para banyak dimensi, para banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa para banyak itu ada para banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar para banyak, yaitu bahwa para banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Orang tua berambut putih:
Lantas, apa masalahmu jika engkau semua telah menyampailkan pemikiranmu?

Para banyak:
Yang menjadi masalah adalah sulitnya manusia memahami tentang satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, tiga bukanlah tiga, empat bukanlah empat, lima bukanlah lima, dan banyak bukanlah banyak, serta para banyak bukanlah para banyak.

Orang tua berambut putih:
Apa pentingnya memahami hal yang demikian itu?

Para banyak:
Jika mereka belum memahami para banyak maka mereka akan mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang bicara, mengalami kesulitan untuk memahami subyek yang menjadi obyek, mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang menjadi subyek, mengalami kesulitan untuk memahami kuasa yang dikuasai, mengalami kesulitan untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami tetap yang berubah, mengalami kesulitan untuk memahami berubah yang tetap, mengalami kesulitan untuk memahami benar yang salah, mengalami kesulitan untuk memahami salah yang benar, mengalami kesulitan untuk memahami baik yang buruk, mengalami kesulitan untuk memahami buruk yang baik, mengalami kesulitan untuk memahami awal yang tidak berawal, mengalami kesulitan untuk memahami akhir yang tidak berakhir, mengalami kesulitan untuk memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, mengalami kesulitan untuk memahami reduksi menuju kelengkapan, mengalami kesulitan untuk memahami kelengkapan yang tereduksi, mengalami kesulitan untuk memahami hidup yang mati, mengalami kesulitan untuk memahami mati yang hidup, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di syurga, mengalami kesulitan untuk memahami syurga di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di neraka, mengalami kesulitan untuk memahami neraka di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami logosnya mitos, mengalami kesulitan untuk memahami mitosnya logos, mengalami kesulitan untuk memahami pikiran di hati, mengalami kesulitan untuk memahami hati di pikiran, mengalami kesulitan untuk memahami guru sebagai siswa, mengalami kesulitan untuk memahami siswa sebagai guru, mengalami kesulitan untuk memahami hakekat dibalik penampakan, mengalami kesulitan untuk memahami elegi-elegi, mengalami kesulitan untuk memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, mengalami kesulitan untuk memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami fatamorgana, mengalami kesulitan untuk mengenali para mitos, dan mengalami kesulitan untuk mengenali musuh-musuh hati.

Orang tua berambut putih:
Wahai para banyak. Sungguh mulia hatimu itu. Sungguh agung pemikiranmu itu. Semoga pemikiran-pemikiranmu itu dapat dibaca oleh para logos, sehingga para logos itu bisa selalu mengatasi para mitos-mitosnya. Mudah-mudahan uraianmu ini juga bisa menjadi jawaban dan solusi bagi yang masih kesulitan memahami elegi-elegi. Dan semoga apa yang telah engkau sampaikan dapat mencerdaskan kita semua dan menambah iman dan taqwa kita kepa Allah SWT. Amien.

41 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    PMat D

    Jelaslah jika hanya "satu" maka satu itu memang banyak. Tetapi bagaimana jika dipersempit lagi ruang dan waktunya sehingga satu itu adalah satu. Contoh: berapakah pensil yang ada di tangan kanan saya saat ini (sambil menunjukkan pensil yang digenggam di tangan kanan pembicara). Apakah bisa seperti itu?

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Banyak itu lebih dari satu. Namun banyak juga relatif. Ada yang mengatakan kalau banyak itu mencapai jumlah ratusan, ribuan, jutaan dan lain sebagainya. Tentang suatu pemilihan berdasarkan voting maka pilihan dengan suara terbanyaklah yang menjadi pilihan sebenarnya. Kemudian dalam memberikan masukan bagi siapapun termasuk pada pemerintahan maka kita harus memiliki banyak pendukung dan banyak suara yang memang baik sebgai saran bagi mereka.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Banyak indentik dengan lebih dari satu dan dimulai dari satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya sampai akhirnya banyak dan para banyak. Seperti halnya dalam memandang sesuatu hendaknya kita tidak memandang dari satu sisi saja melainkan mencoba memandang dari beberapa sisi. Kalau kita menilai sesuatu benda dari satu sisi, maka kita tidak mampu untuk menyimpulkannya. Namun kebanyakan orang pasti akan melihat atau memandang dari satu sisi lalu menyimpulkan. Sebaiknya kenali dulu baru kita dapat memandang dan menyimpulkannya.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Banyak itu lebih dari satu. Sementara satu merupakan anggota dari para banyak. Orang dapat menyatakan banyak berasal dari satu, dua, tiga dan seterusnya. Banyak digunakan untuk menyatakan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Banyak tidaklah tunggal. Yang tunggal hanyalah Allah SWT. Banyak bisa jadi menggambarkan kekuasaan, kekayaan, pengetahuan, keinginan dan lain sebagainya yang identik dengan ambisi seseorang.

    ReplyDelete
  5. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Satu, dua, tiga,..., banyak, dan para banyak bisa dianalogikan sebagai suatu tim atau kesatuan. Setiap anggota tim memiliki nama dan peran masing-masing, merasa sangat penting bagi kemajuan tim nya. Tidak mungkin ada dua jika tidak melewati 1, tidak mungkin menjadi 3 jika tidak 2 sebelumnya, dan seterusnya. Setiap anggota diakui keberadaannya, namun terkadang tidak selalu disebutkan. sebagai suatu kesatuan, yang paling menonjol pasti sering disebut. Namun jika terjadi kesalahan, pihak kecil pun akan kena batunya. Mengapa?? Karena ia bagian dari tim. Tidaklah salah jika satu, dua, tiga meminta pengakuan keberadaan mereka karena tidak akan ada PARA BANYAK jika tidak ada mereka.

    ReplyDelete
  6. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang diberikan oleh Bapak. Dari elegi di atas saya dapat memahami bahwa apa yang terlihat atau ada itu sejatinya tidak hanya apa yang terlihat dan ada saja, ada banyak hal yang tersimpan dibalik itu. sehingga disini sangatlah memiliki pandangan yang luas akan suatu hal, jangan terkotak atau terbatasi oleh hal tunggal itu, karena ada banyak yang lain yang tersimpan dari hal tersebut.

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika (PM A)

    Sesuatu yang kita lihat belum tentu berarti seperti apa yang kita lihat sebenarnya. Seperti kata peribahasa “don’t judge the book by the cover”. Janganlah kita menilai sesuatu dari tampak luarnya saja. Elegi para banyak yang ditulis Prof. di atas semakin menambah pengetahuan bagi saya untuk tidak melihat, menilai, bahkan menafsirkan sesuatu hal dari hanya satu perspektif saja. Melainkan melihat nya dari berbagai sisi juga.

    ReplyDelete
  8. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Setiap individu memiliki cara pandang masing-masing tentang dunia diluar dirinya. Cara pandang inilah yang kemudian membentuk pola pikir. Meski demikian, kita sering lupa tentang proses bagaimana kita dapat sampai pada pola pikir demikian. Kita bahkan lupa bahwa dalam banyak hal pendapat kita tentang sesuatu, lebih dipengaruhi pada pola pikir kita yang merupakan hasil proses dari cara pandang. Oleh karena itu, dalam menghadapi berbagai masalah di kehidupan sehari-hari, kita hendaknya berpikir apakah pikiran kita itu sama dengan permasalahannya atau itu hanya sebatas prasangka saja. Manusia satu dengan yang lainnya memiliki cara pandang yang belum tentu sama atau belum tentu seperti yang kita harapkan. Itu semua tergantung ruang dan waktunya masing - masing. Jadi suatu permasalahan yang sama akan menjadi berbeda bila sudut pandangnya berbeda.

    ReplyDelete
  9. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Arti banyak adalah besar jumlahnya. Banyak lebih diartikan pada sisi kuantitas suatu benda yang dapat dihitung maupun yang tidak dapat dihitung menggunakan satuan tertentu. Banyak adalah lebih dari satu, akan tetapi satu yang kita ketahui bukanlah satu. Satu itu bisa berarti yang lainnya tergantung ruang dan waktunya. Satu bukanlah sebuah gambar dituliskan dengan garis tegak lurus. Satu itudapat berkenaan dengan segala yang ada dan mingkin ada. Satu dapat diletakkan didepan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Sebenar-benarnya satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi Perbincangan Para Banyak” bahwa banyak itu tak terhingga. Namun banyaknya banyak pun juga terbatas. Aku mempunyai dua roti, maka roti itu banyaknya dua. Namun dua tidak sama dengan dua. Dua pertama akan beda dengan dua yang kedua, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh ruang dan waktu.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  11. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Postingan "Elegi Perbincangan para Banyak" menceritakan pada pembaca bahwa "banyak" disini bukan pada sesuatu yang dapat dibilang namun lebih dari itu. Misalnya kita menggunakan "lima" seperti yang bapak tulis dipostingan ini "aku dapat mengatakan lima buku, lima pensil, lima guru, lima siswa, lima lautan, lima bicara, lima pikiran, lima pendapat, lima tingkat, lima dimensi, lima dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa lima itu ada banyak tak terhingga" artinya lima disini bukanlah sesuatu yang hanya dapat dibilang yang terbatas, namun lebih dari itu.

    ReplyDelete
  12. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Satu itu ada banyak tak terhingga. Dua adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak. Diantara satu dan dua, masih banyak anggota para banyak yang lainnya. Seperti yang pernah dituliskan John Green dalam The Fault in Our Stars, “some infinities are bigger than other infinities”.

    ReplyDelete
  13. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dari elegegi perbincangan para banyak ini kita dapat mengambil pelajaran agar kita harus memiliki pengetahuan tentang suatu hal secara luas agar kita terhindar dari segala kesulitan dan mitos yang dapat mempengaruhi pemikiran kita. Selain itu, dalam menghadapi suatu permasalahan diperlukan kejernihan dalam berpikir dan bertindak, tidak boleh asal bertindak tanpa dilandasi oleh pikiran yang jernih dan melihat situasi.

    ReplyDelete
  14. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Satu, dua, tiga, empat, kebanyakan diartikan sebagai satu, dua, tiga, empat yaitu bilangan yang terbatas. Namun jika kita melihatnya dari sudut pandang ruang dan waktu yang berbeda maka satu, dua, dst dapat berarti berarti tak terhingga. Misalnya satu buku, satu pensil, satu bumi dst. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita memahami apa yang terjadi di dunia ini janganlah melihat dari satu sudut pandang saja. Lihatlah dari berbagai sudut pandang, agar kita lebih memahami dan bijaksana menyikapi berbagai fenomena yang ada di dunia ini. Terima Kasih

    ReplyDelete
  15. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Mohon ijin, melalui postingan ini saya menyadari bahwa manusia sangat sulit menggapai logos, karena selalu terkejar-kejar oleh mitos. Manusia terkadang hanya memikirkan yang ada dan melupakan yang mungkin ada. Manusia seringkali berfikir absolut (satu adalah satu, dua adalah dua), padahal yang benar-benar kebenaran absolut adalah ketetapan Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Filsafat itu mengkaji suatu hal dengan intensif dan ekstensif, maka dia pun juga menkaji banyak dengan sangat intensif. Bahwa ternyata satu itupun adalah banyak karena satu bukan hanya satu, tetapi satu adalah banyak hal. Dari satu saja kita sudah dapat menemukan hal yang sebelumnya tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  17. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut elegi di atas, banyak adalah sesuatu yang dapat dibilang dan mungkin juga tidak dapat dibilang. Satu yang kita pikir selama ini untuk melambangkan hal yang sedikit, ternyata bukanlah satu seperti apa yang kita pikirkan. Satu merupakan bagian dari banyak. Satu bukanlah satu. Satu itu banyak tak terhingga. Maksudnya, ketika ketika mengatakan ini adalah satu roti. Ternyata, kita dapat menggunakan satu untuk hal yang lain seperti satu meja, satu buku, satu kata, satu rumah, satu mobil, dan satu-satu yang lainnya yang tak tehingga banyaknya. Dan juga, ketika kita makan satu roti tersebut, maka satu itu tidak akan hilang, satu itu akan tetap ada dan digunakan untuk yang tak terhingga lainnya. Maka satu itu adalah bagian dari banyak dan tak terhingga banyaknya.

    ReplyDelete
  18. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Banyak hal yang terlihat tidak hanya seperti yang terlihat, yang terdengar tidak hanya seperti yang terdengar, yang ada tidak hanya yang ada. Jika kita melihat meja hanya pada permukaanya kita bisa mengatakan meja itu bersih, tetapi belum tentu jika kita melihat dari bawah. Sebagaimana satu itu tidak hanya satu. Ada satu meja, satu kursi, satu bunga, san satu-satu yang lain, maka satu bukanlah satu. Sebagaimana dalam memahami ilmu- ilmu lain termasuk membaca elegi- elegi ini, kita harus membuka pemikiran kita seluas- luasnya, membuka pemiliran kita agar semakin kritis dan melihat tidak hanya dari yang terlihat.

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Dari elegi perbincangan para banyak di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa untuk memandang sesuatu tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Seperti contoh-contoh yang sudah Bapak sebutkan di atas, misalnya “satu”, satu tidak hanya satu yang hanya di pikiran kita saja sebagai jumlah yang paling sedikit diantara yang lain. Padahal satu ini, satu itu, dan satu yang lainnya jika digabungkan maka akan memperoleh banyak. Untuk itu diperlukan ilmu pengetahuan yang luas untuk menerjemahkan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Karena pada dasarnya manusia diciptakan untuk selalu berpikir dan membaca situasi yang ada, agar memperoleh logos dan menghindari mitos.

    ReplyDelete
  20. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Segala sesuatu yang ada dan mungkin ada di dunia ini dapat ditentukan bergantung pada ruang dan waktunya. dalam konteks apakah kita berbicara pada saat tersebut, hal tersebut dapat membuat satu hal memiliki tak terhingga makna karena ada tak terhingga ruang dan waktu. relatifitas tersebutlah yang sering membuat kita sulit untuk memahami sesuatu. tetapi hal tersebutlah yang dapat membantu kita untuk memahami segala sesuatunya dengan lebih baik.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam memahami sesuatu, hal yang harus kita perhatikan adalah ruang dan waktunya. dalam ruang dan waktu apakah kita ingin memahami sesuatunya itu? karena ketika kita memaknai sesuatu dengan ruang dan waktu yang salah, maka salahlah makna tersebut. dengan tak terhingga banyaknya jumlah ruang dan waktu yang ada dan yang mungkin ada, maka ada tak terhingga banyaknya jugalah makna tentang suatu hal tersebut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Kuantitas yang selama ini identik dengan angka, dapat menjadi jumlahan yang tak terhingga. Maksudnya sebenar-benarnya banyak adalah satu dari sekian banyak para anggota, dan banyak ittu banyaknya tak terhingga. Contohny banyak pikiran, banyak pikiran, banyak bicara, banyak tidur, dll. Hal tersebut tentu akan sulit untuk diterima bagi para logos yang tidak mau mengubah mitosnya, atau bagi seseorang yang sudah berpikir sangat kaku, tidak mau diintervensi oleh pemikiran lain. Refleksinya dalam pembelajaran adalah apabila seorang guru menyampaikan pelajaran jangan menjadi guru yang kaki yang tidak mau menerima jawaban lain dari teori yang disampaikan karena walaupun jawabannya satu, tapi satu itu masih dapat ditafsirkan dengan banyaknya tak hingga, harusnya kita mengakomodir dan memfailitasi pendapat siswa tersebut.

    ReplyDelete
  23. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Memang terkadang semua orang meminta untuk dipahami tanpa melihat kondisi orang yangmemahami. seolah-olah hanya kepentingganya sendiri yang harus diutamakan. tanpa melihat kepentingan orang banyak maupun orang lain.

    ReplyDelete
  24. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Pada postingan kali ini inti dari tulisan bapak yang saya tangkap adalah bahwa kita akan mengalami kesulitan tehadap hal-hal ada dan mungkin ada, serta segala hal yang ada di dunia ini jika kita belum memahami hal tersebut.

    ReplyDelete
  25. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menyampaikan kepada kita bahwa segala sesuatu memiliki makna dan kegunaan masing-masing di dunia ini. Manusia sebagai subjek yang ada di dunia harus mampu memahami makna dan kegunaan segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Melalui pemahaman tersebut manusia mampu melihat akan selalu adanya kontradiksi dalam kehidupan dunia ini. Sehingga, manusia menyadari bahwa dia berada dari yang tidak ada sampai kepada yang ada.

    ReplyDelete
  26. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi ini menceritakan bahwa sesuatu yang kita ketahui banyak, faktanya lebih banyak dari itu. Yang kita ketahui masihlah hanya sebagian kecil dari banyak yang belum kita ketahui, dalam bidang apapun. Contoh yang bapak tuliskan, "dua" bukan berarti "dua", dua bisa berarti dua buku, dua, pensil, dua guru, dua siswa, dua lautan, dua bicara, dua pikiran, dua pendapat, dua tingkat, dua dimensi, dua dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat kita simpulkan bahwa "dua" ada banyak tak terhingga. Dan "dua" hanya satu diantara banyak.

    ReplyDelete
  27. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013


    Semoga selalu SemangArt untuk rasa tahu dan terus belajar
    Karena untuk memahami membutuhkan perspektif yang berbeda2

    ReplyDelete
  28. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Membaca,belajar,dan terus berusaha berpikir untuk dapat mengerti tentang segala yang ada dan yang mungkin ada. Ternyata satu bukanlah satu karena satu ternyata dapat dimaknai dengan banyak sekali bahkan tak terhingga. Dua bukanlah dua karena dua dapat dijumpai dimana saja dan tak terhingga banyaknya. Tiga bukanlah tiga, empat bukanlah empat, dan bahkan lima bukanlah lima. Semua itu baru saya sadari. Bahkan ternyata banyak bukanlah banyak karena banyak adalah satu dari anggota banyak itu sendiri.

    ReplyDelete
  29. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Jujur saja, saya kesulitan memahami elegi ini. Mungkin karena saya belum memahami para banyak. Semoga melalui refleksi lanjutan mengenai para banyak saya dapat lebih memahaminya.

    ReplyDelete
  30. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    semakin banyak membaca semakin kita banyak tahu. semakin kita banyak kita tahu maka perspektif akan suatu hal juga berbeda. satu bisa menjadi banyak jika kita memandangnya dalam hal lain. keep studying and get more knowledge.

    ReplyDelete
  31. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang begitu mengesankan. Saya ingin sekali memahami dari para banyak itu sendiri. Dalam hidup sendiri begitu banyak lingkupnya. Apakah yang banyak itu adalah bayangan-bayangan atau bagian-bagian dari yang banyak yang termasuk bayangan-bayangan? Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan.

    ReplyDelete
  32. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Bilangan satu apabila berada dalam pikiran itu hanya ada satu bilangan satu. Bilangan dua, tiga, empat, dst. apabila berada dalam pikiran juga hanya ada satu bilangan dua, hanya ada satu bilangan tiga, dst. Namun apabila bilangan satu, dua, tiga, dst. melekat pada dimensi ruang dan waktu, maka bilangan tersebut bisa menjadi bermacam-macam. Misal satu buku, satu kursi, dua buku, dua kursi, tiga buku, tiga kursi, dst.

    Banyak dan para banyak apabila berada di dalam pikiran hanya ada satu banyak dan satu para banyak. Apabila banyak dan para banyak melekat di dalam dimensi ruang dan waktu maka bisa terdapat berbagai macam banyak dan berbagai macam para banyak.

    ReplyDelete
  33. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi perbincangan para banyak dapat dikategorikan sebagai kuantitas. Banyak berawal dari satu, dua, tiga, empat, lima, dan seterusnya yang semakin lama jumlahnya semakin bertambah. Banyak ternyata bukan hanya sekedar menunjukkan kuantitas tetapi juga menunjukkan bahwa suatu objek, masalah, ide, pemikiran, situasi, dan keadaan yang sama, akan dapat menjadi berbeda jika ada banyak sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu, jika kita menghadapi suatu objek, masalah, pemikiran, situasi, dan keadaan yang mungkin sulit untuk dipecahkan, janganlah berpikiran sempit, karena ada banyak cara, banyak jalan keluar yang bisa kita temukan dan lakukan sebagai penyelesaian.

    ReplyDelete
  34. Elegi perbincangan para banyak juga membicarakan terkait pendidikan dalam segala bentuk, mulai dari pembelajaran, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, yang mencakup siswa, guru, lingkungan, masalah dalam mengajar dan ide untuk memunculkan suatu pembelajaran yang baik. banyak yang harus diperhatikan dalam mengajar. Sehingga tidak mudah sebagai seorang pendidik yang mengajarkan ilmu kepada siswa ataupun mahasiswa. Banyak sekali yang perlu diperhatikan. Masalah yang banyak timbul dalam pembelajaran harus di cari solusi dari pemecahan masalah tersebut. Sehingga tidak berlarut-larut dan masalah dalam pembelajaran tersebut dapat terselesaikan. Dan pembelajaran dapat bejalan dengan baik.

    ReplyDelete
  35. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih bapak, melalui elegi para banyak ini kami belajar bahwa segala sesuatu dapat dimaknai berdasarkan konteksnya. Seperti satu bukan satu, satu berkenaan dengan ada dan yang mungkin ada, hal ini mengisyaratkan bahwa banyak makna dibalik cover satu, pula mengisyaratkan bahwa masih banyak ilmu yang dapat digali dari hal yang dianggap sudah absolut. Satu, dua dan tiga merupakan salah satu contohnya dan ternyata masih banyak makna dibalik kata satu, dua dan tiga. Oleh karenanya, kami harus terus belajar, belajar, belajar membaca dan menggali terus menggali. Terima kasih.

    ReplyDelete
  36. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Banyak adalah satu kata yang menyatakan tidak terbatas. Untuk menekankan ketakterhinggaan kata ‘banyak’ digunakan istilah ‘para banyak’. Kata ‘banyak’ bersifat relatif, misal saya punya uang 100 juta, maka saya mengatakan uang saya banyak. Tetapi uang 100 juta menjadi tidak ‘banyak’ bagi Sandiaga Uno atau bagi SBY. Bilangan dua mungkin termasuk bilangan yang dianggap tidak ‘banyak’. Dua handphone, dua tas, dua buku, dua pensil, dua televisi, dua permen, semuanya hanya dua dan tidak ‘banyak’. Tetapi dua bisa berarti banyak,, seperti dalam kalimat “Siang itu, ia makan dua porsi nasi padang”.. Dua porsi disini sudah bermakna ‘banyak’ karena melebihi porsi makan nasi padang pada umumnya.

    ReplyDelete
  37. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Mencoba memahami elegi ini rasanya sulit sekali, berulang kali dibaca tetapi saya masih juga belum paham. Tetapi saya sedikit menangkap beberapa hal yang jika tidak salah yaitu, satu adalah satu jika satu itu sesuatu yang mungkin ada. Dan jika satu bukanlah satu, karena satu yang sebelah kiri bisa dikatakan satu mobil dan satu yang sebelah kiri dapat dikatakan satu motor. Begitupun banyak, banyak bukanlah banyak, para banyak juga bukanlah para banyak. Maksud dari itu semua supaya kita mudah untuk memahami salah yang benar dan benar yang salah, mudah juga mengenali musuh-musuh hati.

    ReplyDelete
  38. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Berbicara tentang 'banyak' maka kita berbicara tentang kuantitas atau jumlah. Saya masih belum mendapatkan poin dari artikel ini. Maaf sebelumnya, saya ingin bertanya kepada Bapak Prof. Marsigit, pertama : mengapa kita harus memahami 'para banyak' terlebih dahulu sebelum mengalami kesulitan-kesulitan untuk memahami yang lainnya? Apakah hubungan diantaranya? Pertanyaan kedua: mengapa satu itu disebut banyak bukankah satu itu adalah tunggal?
    Terima kasih sebelumnya.

    ReplyDelete
  39. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Hidup ini mengajarkan kita banyak pengalaman dan ilmu yang kurang lebih membentuk karakter kita. Semakin banyak pengalaman dan ilmu, maka cara kita memandang sesuatu juga berbeda. Lebih lebar dan tidak sempit dan tidak dari satu sisi saja. Lebih terbuka dan lebih bijak. Arti banyak sendiri dalam melihat suatu pendapat memang sangat komplek namun dengan banyak itu kita lebih bisa menilain dan memahami serta memutuskan dengan lebih bijaksana.

    ReplyDelete
  40. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari elegi diatas saya semakin mengerti bahwa saya tidak mengerti akan banyak, sedikt yang saya mengerti dari banyak, banyak yang saya tidak pahami dari sedikit. Saya baru sadar akan adanya konsep banyak, dan para banyak. Banyak dan para banyak menjadi petunjuk memahami segala yang ada dan mungkin ada, banyak hal yang sebenarnya tidak dapat saya pikirkan. Saya terjebak pada mitos-mitos yang tidak saya sadari dan sombong akan ilmu yang sedikit dari banyak. Semoga saya selalu dapat diberikan petunjuk hidayah untuk memerbaiki diri, semoga salah satunya dari belajar filsafat dengan membaca blog ini. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  41. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Setelah membaca elegi diatas, terbesit sebuah pertanyaan di benak saya, jika satu adalah bagian dari para banyak, dua adalah bagian dari para banyak, tiga adalah bagian dari para banyak, empat adalah bagian dari para banyak, banyak adalah bagian dari para banyak, dan para banyak adalah bagian dari para banyak..

    Apakah kosong adalah bagian dari para banyak?

    Kita tahu bahwa tidak akan ada satu jika tidak ada kosong. Kosong dapat berupa sesuatu yang belum ada dipikiranku. Dari kosong dapat timbul satu. Satu adalah sesuatu yang awalnya belum ada pada kosong, akan tetapi menjadi ada saat kosong menjadi satu. Jadi, apakah kosong adalah bagian dari para banyak?

    ReplyDelete