Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Banyak

Oleh Marsigit
(Khusus untuk perbincangan filsafat, dan bukan untuk referensi langsung ke pembelajaran matematika)

Para banyak:
Wahai orang tua berambut putih, sebentar dulu...janganlah tergesa pergi... Aku para banyak masih ingin menyampaikan pemikiranku kepadamu. Selama ini tiadalah orang itu peduli terhadapku dan terhadap para anggotaku. Tetapi aku selalu tertimpakan oleh pemikiran, sikap dan perbuatan mereka. Kalau yang lain juga sudah menyampaikan pemikiran melalui berbagai forum misalnya konferensi, seminar,perbincangan, dst, maka kami juga ingin melakukan hal yang sama.



Orang tua berambut putih:
Oh engkau para banyak. Aku minta maaf belum bisa memberimu kesempatan untuk menyampaikan pemikiranmu dan para anggotamu. Sebetulnya aku untuk sementara akan off dulu, untuk memberikan kesempatan para subyek dan para obyek merenungkan pemikirannya. Tetapi ternyata engkau telah mendatangiku. Baiklah, silahkan.

Satu:
Kenalkan, aku adalah satu. Satu adalah anggota dari para banyak. Tiadalah banyak itu tanpa pernah dimulai dari diriku. Satu itu bukanlah satu. Oleh karena satu itu bukan satu, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan satu. Padahal engkau tahu bahwa satu itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan satu di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan satu buku, satu pensil, satu guru, satu siswa, satu lautan, satu bicara, satu pikiran, satu pendapat, satu tingkat, satu dimensi, satu dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar satu, yaitu bahwa satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Dua:
Kenalkan, aku adalah dua. Dua adalah anggota dari para banyak. Dua itu bukanlah dua. Oleh karena dua itu bukan dua, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan dua. Padahal engkau tahu bahwa dua itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan dua di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan dua buku, dua, pensil, dua guru, dua siswa, dua lautan, dua bicara, dua pikiran, dua pendapat, dua tingkat, dua dimensi, dua dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa dua itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar dua, yaitu bahwa dua adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Tiga:
Kenalkan, aku adalah tiga. Tiga adalah anggota dari para banyak. Tiga itu bukanlah tiga. Oleh karena tiga itu bukan tiga, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan tiga. Padahal engkau tahu bahwa tiga itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan tiga di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan tiga buku, tiga pensil, tiga guru, tiga siswa, tiga lautan, tiga bicara, tiga pikiran, tiga pendapat, tiga tingkat, tiga dimensi, tiga dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa tiga itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar tiga, yaitu bahwa tiga adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Empat:
Kenalkan, aku adalah empat. Empat adalah anggota dari para banyak. Empat itu bukanlah empat. Oleh karena empat itu bukan empat, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan empat. Padahal engkau tahu bahwa empat itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan empat di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan empat buku, empat pensil, empat guru, empat siswa, empat lautan, empat bicara, empat pikiran, empat pendapat, empat tingkat, empat dimensi, empat dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa empat itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar empat, yaitu bahwa empat adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Lima:
Kenalkan, aku adalah lima. Lima adalah anggota dari para banyak. Lima itu bukanlah lima. Oleh karena lima itu bukan lima, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan lima. Padahal engkau tahu bahwa lima itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan lima di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan lima buku, lima pensil, lima guru, lima siswa, lima lautan, lima bicara, lima pikiran, lima pendapat, lima tingkat, lima dimensi, lima dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa lima itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar lima, yaitu bahwa lima adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Banyak:
Kenalkan, aku adalah banyak. Banyak adalah anggota dari para banyak. Banyak itu bukanlah banyak. Oleh karena banyak itu bukan banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan banyak. Padahal engkau tahu bahwa banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan banyak buku, banyak pensil, banyak guru, banyak siswa, banyak lautan, banyak bicara, banyak pikiran, banyak pendapat, banyak tingkat, banyak dimensi, banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa banyak itu ada banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar banyak, yaitu bahwa banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Para banyak:
Kenalkan, aku adalah para banyak. Para banyak adalah anggota dari para banyak. Para banyak itu bukanlah para banyak. Oleh karena para banyak itu bukan para banyak, maka aku dapat berusaha menggunakan pikiranku untuk memikirkan para banyak. Padahal engkau tahu bahwa para banyak itu dapat berkenaan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu aku dapat meletakkan para banyak di depan setiap yang ada dan yang mungkin ada. Misalnya aku dapat mengatakan para banyak buku, para banyak pensil, para banyak guru, para banyak siswa, para banyak lautan, para banyak bicara, para banyak pikiran, para banyak pendapat, para banyak tingkat, para banyak dimensi, para banyak dunia, ...dst. Dari contoh-contoh itu maka dapat aku katakan bahwa para banyak itu ada para banyak tak terhingga. Itulah sebenar-benar para banyak, yaitu bahwa para banyak adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak.

Orang tua berambut putih:
Lantas, apa masalahmu jika engkau semua telah menyampailkan pemikiranmu?

Para banyak:
Yang menjadi masalah adalah sulitnya manusia memahami tentang satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, tiga bukanlah tiga, empat bukanlah empat, lima bukanlah lima, dan banyak bukanlah banyak, serta para banyak bukanlah para banyak.

Orang tua berambut putih:
Apa pentingnya memahami hal yang demikian itu?

Para banyak:
Jika mereka belum memahami para banyak maka mereka akan mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang bicara, mengalami kesulitan untuk memahami subyek yang menjadi obyek, mengalami kesulitan untuk memahami obyek yang menjadi subyek, mengalami kesulitan untuk memahami kuasa yang dikuasai, mengalami kesulitan untuk memahami yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami tetap yang berubah, mengalami kesulitan untuk memahami berubah yang tetap, mengalami kesulitan untuk memahami benar yang salah, mengalami kesulitan untuk memahami salah yang benar, mengalami kesulitan untuk memahami baik yang buruk, mengalami kesulitan untuk memahami buruk yang baik, mengalami kesulitan untuk memahami awal yang tidak berawal, mengalami kesulitan untuk memahami akhir yang tidak berakhir, mengalami kesulitan untuk memahami pertanyaan yang bukan pertanyaan, mengalami kesulitan untuk memahami reduksi menuju kelengkapan, mengalami kesulitan untuk memahami kelengkapan yang tereduksi, mengalami kesulitan untuk memahami hidup yang mati, mengalami kesulitan untuk memahami mati yang hidup, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di syurga, mengalami kesulitan untuk memahami syurga di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami dunia di neraka, mengalami kesulitan untuk memahami neraka di dunia, mengalami kesulitan untuk memahami logosnya mitos, mengalami kesulitan untuk memahami mitosnya logos, mengalami kesulitan untuk memahami pikiran di hati, mengalami kesulitan untuk memahami hati di pikiran, mengalami kesulitan untuk memahami guru sebagai siswa, mengalami kesulitan untuk memahami siswa sebagai guru, mengalami kesulitan untuk memahami hakekat dibalik penampakan, mengalami kesulitan untuk memahami elegi-elegi, mengalami kesulitan untuk memahami merterjemahkan dan diterjemahkan, mengalami kesulitan untuk memahami memperbincangkan segala yang ada dan yang mungkin ada, mengalami kesulitan untuk memahami fatamorgana, mengalami kesulitan untuk mengenali para mitos, dan mengalami kesulitan untuk mengenali musuh-musuh hati.

Orang tua berambut putih:
Wahai para banyak. Sungguh mulia hatimu itu. Sungguh agung pemikiranmu itu. Semoga pemikiran-pemikiranmu itu dapat dibaca oleh para logos, sehingga para logos itu bisa selalu mengatasi para mitos-mitosnya. Mudah-mudahan uraianmu ini juga bisa menjadi jawaban dan solusi bagi yang masih kesulitan memahami elegi-elegi. Dan semoga apa yang telah engkau sampaikan dapat mencerdaskan kita semua dan menambah iman dan taqwa kita kepa Allah SWT. Amien.

28 comments:

  1. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut apa yang saya pahami dari elegi perbincangan para banyak yaitu satu bukanlah satu, dua bukanlah dua, dan seterusnya karena satu, dua, tiga, banyak dan para banyak terikat oleh ruang dan waktu. Satu liter bensin saat ini satu jam kemudian dapat menjadi satu gelas bensin karena menguap. Sesungguhnya yang mempunyai identitas tetap hanyalah Allah yang Maha kekal.

    ReplyDelete
  2. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Elegi yang indah. Satu bukanlah satu, satu bisa dijabarkan sedemikian banyak. Demikian pula banyak, dapat direduksi pula menjadi satu. Demikian pula sebagai mahasiswa, sebagai orang yang bekerja, ada sedemikian banyak tugas yang dikerjakan, namun itu juga satu, satu konsekuensi dari pilihan kita untuk belajar, untuk bekerja. Aku yang satu ini pun punya banyak peran, sebagai karyawan, sebagai ibu, istri, anak, rekan kerja, kakak, dan berbagai peran lain. Engkau dapat bertemu denganku di berbagai tempat dengan peran sosial yang berbeda, namun aku ini satu juga.

    ReplyDelete
  3. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa ada hal yang terlihat tunggal namun sebenarnya itu adalah jamak. Seperti halnya diri kami sendiri yang merupakan seorang manusia, tentu saja hanya satu dan tunggal. Akan tetapi setelah direnungkan lebih jauh ternyata diri kami sendiri ini ada di banyak dan berbagai dimensi, diri kami sebagai makluk sosial, banyak dengan pemikiran yang ada. Semoga kami dapat bersikap bijakasana yaitu mampu menempatkan diri pada dimensi-dimensi yang ada di dunia ini dengan tepat. Amin

    ReplyDelete
  4. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Elegi inisangat dalam maknanya. Elegi yang bisa menjadi pintu gerbang untuk memahami elegi lain. Bahwa satu tidak mesti bernilai satu. Ia bisa bernilai banyak. Didalam satu bisa jadi ada dua, ada tiga dan seterusnya. Misalnya aku adalah seorang laki-laki, tapi aku tidak hanya laki-laki, aku juga seorang mahasiswa, aku juga seorang anak, aku juga seorang adik, aku juga seorang hamba Tuhan. Begitu juga dengan dua, tiga, empat dan seterusnya.

    ReplyDelete
  5. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam filsafat berlaku prinsip kontradiksi yaitu aku tidak sama dengan aku, karena aku yang pertama terletak di depan aku yang kedua,aku yang kedua diucapkan sepersekian detik setelah aku yang pertama, aku yang kedua diucapkan terakhir dan setelah aku yang pertama diucapakan, dst. Artinya di dunia itu tidak ada yang sama absolut, karena pasti berbeda, dan perbedaan itu bisa tak hingga banyaknya.

    ReplyDelete
  6. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Dari elegi yang telah dituliskan, saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa banyak itu bukan diukur dari penilaian angka nya atau nilai kuantitasnya saja, akan tetapi banyak yang maknanya disesuaikan dengan ruang dan waktu yang ada. Dengan ruang lingkup yang banyak, maka nilai keabsahan yang berlaku dapat dinilai kebenarannya, akan tetapi tidak jarang pula bahwa yang banyak itu tidak menutup kemungkinan dari nilai salah. Sehingga agar terhindarnya dari nilai salah itu sendiri, perlu dihadirkan orang-orang banyak dengan kualitas yang tinggi(para ahli) untuk membuktikan sebuah nilai benar atau tidaknya. Belum tentu pula yang tetap, benar dan banyak itu tidak mengalami yang namanya perubahan.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Yang dapat saya pahami dari elegi perbincangan para banyak adalah bahwa ada banyak hal di dunia ini. Bahkan satu pun bisa mewakili banyak hal. Oleh karena itu, hikmah yang dapat diambil dalam hidup adalah kita tidak boleh mudah putus asa ketika permasalahan yang kita hadapi tak kunjung terpecahkan karena masih ada banyak solusi atau cara untuk menyelesaikannya. Kita tidak akan pernah bisa mengungkap yang banyak itu, tetapi kita yakin bahwa Tuhan menciptakan yang banyak itu untuk memudahkan hidup kita. Jika gagal dalam bidang A, kita masih bisa berhasil dalam bidang B, jika gagal dalam bidang B kita masih bisa berhasil dalam bidang C, dst. Sehingga berpikir dan memahami tentang banyak ini juga dapat membuat kita berpikir luas dalam hidup, tidak mudah menyerah karena ada banyak kemungkinan yang belum terjadi.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Ketika kita belajar filsafat, tentulah kita akan bisa memahami segala sesuatu dengan penuh pertimbangan, sebagai contoh satu adalah bukan satu, karena ada satu buku, satu pensil, dst sampai tak hingga. Ketika memaknai segala sesuatu tentu tergantung dari subjek dan objek yang kita pandang. Ada pemikiran yang bersifat subyektif da nada pemikiran obyektif. Subjektif adalah lebih kepada keadaan dimana seseorang berpikiran relatif, hasil dari menduga duga, berdasarkan perasaan atau selera orang. Sedangkan objektif sikap yang lebih pasti, bisa diyakini keabsahannya, tapi bisa juga melibatkan perkiraan dan asumsi. Dengan didukung dengan fakta/data. Sikap objektif adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi seseorang untuk berpandangan terhadap suatu masalah

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Banyak selalu dimulai dari satu yang sedikit. Banyak tidak akan ada tanpa ada satu. Banyak itu tentang pemahaman, bukan tentang hitungan. Bagi anak kecil yang biasa mendapat permen satu, dia akan bilang bahwa dua ermen itu banyak, tapi tidak untuk anak kecil yang biasa mendapat permen tiga, ia akan mengatakan dua itu sedikit. Banyak itu tentang mengharhagai, banyak itu relatif bergantung pada orang yang menyatakannya.

    ReplyDelete
  10. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Sebenarnya semua hal yang ada dan yang mungkin ada terikat pada ruang dan waktu. Maka sesuatu bisa menjadi bukan dirinya sendiri karena faktor ruang dan waktu. Maka jika terikat ruang dan waktu aku tidak bisa berkata bahwa aku adalah aku, karena aku yang kusebutkan pertama kali berbeda dengan aku yang aku sebutkan satu per sekian detik setelahnya.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Kamaluddin
    17709251027
    PMB PPs 2017

    Jika kita melihat lebih dalam, segala yang ada di dunia itu tidak ada yang tunggal. Bahkan diri kita pun yang secara fisik mungkin kita dapat mengatakan satu, namun dibalik itu sesungguhnya diri kita tidak tunggal tergantung ruang dan waktunya. Diri kita adalah hamba Allah, diri kita adalah warga negara Indonesia, diri kita adalah mahasiswa, guru, dosen, dsb. Bahkan diri kita tidak sama dengan diri kita, diri kita berubah - ubah dari waktu ke waktu, tempat ketempat. Maka sebenar-benar yang ada di dunia ini adalah banyak.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kemuncculan banyak berasal dari kemunculan sesuatu yang sedikit, banyak tanpa dimulai dari satu tiadalah banyak. Satu dapat menjadi banyak karenan terdiri dari beberapa satu, yang mana satu tersebut tidak lagi disebut satu, tetapi disebut dengan dua, tiga, sampai para banyak.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Dari awal mula dan akhir banyak, maka satu juga dapat dikatakan banyak, dan banyak dapat dikatakan satu. Hal ini karena kata satu dan banyak berdimensi ruang dan waktu, memiliki sudut pandang tertentu. Oleh karena dapat dipahami bahwa sebenar-benar banyak tidak melupakan sdikit, dan sebaliknya

    ReplyDelete
  14. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Hidup ini mengajarkan kita banyak pengalaman dan ilmu yang kurang lebih membentuk karakter kita. Semakin banyak pengalaman dan ilmu, maka cara kita memandang sesuatu juga berbeda. Lebih lebar dan tidak sempit dan tidak dari satu sisi saja. Lebih terbuka dan lebih bijak. Terimakasih “banyak”. Pengalaman dan ilmu yang semakin banyak dan semakin kompleks akan menajdikan kita sebagai manusia yangbijak dalam menyelesaikan masalah yang ada. Pengalaman dan pengetahuan yang beragam membuat manusia lebih terbuka akan pendapat atau suatu kritikan dari orang lain yang akan menambah pengalaman dan ilmunya. sedikit itu relatif dan dalam kehidupan manusia yang dianggap tunggal atau sedikit sebenarnya jika di telusuri lagi adalah sesuatu yang banyak.

    ReplyDelete
  15. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Dilihat dari pernyataan yang diutarakan para banyak, mengartikan bahwa dirinyalah yang membuat kita sulit untuk memahami dan mengerti akan satu hal yang ada dan yang mungkin ada. Banyak lah yang membuat kita tidak hanya satu, bahkan diriku pun juga banyak. Diriku yang tadi, diriku yang sekarang, diriku yang mahasiswa, diriku yang anak kos, diriku yang anak dari kedua orang tua saya, diriku yang berasal dari solo, diriku yang sekarang tinggal di yogyakarta, diriku yang besok, diriku yang nanti, diriku yang sebagai hamba Allah, diriku yang alumni UMS, dan masih banyak lagi diriku sampai tak terhingga jumlahnya. Memanfaatkan adanya si "banyak" akan lebih berfaidah dengan jika kita lebih banyak ikhlas dan banyak bersyukur. Karena itulah yang menjadikan kita hidup penuh keridhoan dan keberkahan dari Allah. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  16. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Satu itu bukanlah satu. Ada satu bunga, satu tangkai, satu buku, satu pensil, dan satu-satu yang lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa satu itu ada banyak tak terhingga. Dan sebenar-benar satu adalah satu dari sekian banyak anggota para banyak, maka sesungguhnya kita tidak akan pernah mengeluh dengan pemberian dari Allah SWT, tetapi kita akan selalu bersyukur meski yang kita miliki itu adalah satu. Karena sebenar-benar satu itu ialah banyak karunia yang Allah berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  17. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Banyak merupakan butir-butir dari sebuah komponen yang bernama ilmu. Jika kita tidak memahami banyak butir-butir konsep maka kita tidak dapat mempelajari ilmu. Banyak memiliki komponen yang tak terhingga sehingga sudah semestinya kita berusaha untuk menggapai banyak. Namun, yang perlu kita ketahui bahwa banyak itu memiliki tujuan tunggal, jika banyak semut ingin mencari makanan manis, banyak bata ingin mengokohkan bangunan, banyak sinyal ingin berkomunikasi. Untuk manusia, banyak adalah ciptaan Tuhan.

    ReplyDelete
  18. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sesuatu selalu menjadi bagian dari sesuatu yang lainnya. Baik itu menjadi bagian dari ada atau yang mungkin ada. Semuanya saling melengkapi, saling menguatkan. Tuhan menciptakan sesuatunya tidak terbatas supaya manusia tidak pernah berhenti dan tidak pernah puas dalam menggapai kebaikan, serta tidak pernah berhenti mencari ilmu karena banyaknya ilmu masih ada lebih banyaknya ilmu, dan masih ada lebih lebih banyaknya ilmu yang lain.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Setiap manusia akan berharap keberadaannya dapat diterima dan diketahui oleh orang lain, termasuk kemampuan – kemampuan yang dimilikinya. Manusia ada disebabkan seberapa banyak manfaat yang dapat diambil orang lain dari manusia tersebut dalam mejalani kehidupannya. Namun, setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda – beda. Sehingga keberadaan seorang manusia dapat berbeda dari pandangan manusia satu dengan yang lainnya.
    Suatu permasalahan yang sama juga apabila dipandang oleh orang yang berbeda dan dari sudut pandang yang berbeda pula, maka permasalahan tersebut akan menjadi berbeda pula.
    Maka dari itu, untuk menghadapi suatu permasalahan diperlukan kejernihan dalam berpikir dan bertindak, tidak boleh asal bertindak.

    ReplyDelete
  20. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Segala objek yang bersifat banyak itu hanya terjadi di dunia, karena di dunia semua objek bersifat kontradiksi. Sedangkan yang tunggal, yang identitas terjadi di pikiran. Adanya banyak membuat kita menyadari bahwa manusia tidak sempurna karena masih tidak akan mampu menyebutkan semua yang banyak itu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pelajaran yang dapat kita petik dari elegi diatas adalah kita ada disebabkan seberapa banyak manfaat yang dapat diambil orang lain dari kita dalam mejalani kehidupannya. Tetapi karena manusia memiliki pandangan yang berbeda dalam menilia, berbuat, maka belum tentu sama dengan cara pandang kita dan belum tentu seperti yang kita harapkan tergantung ruang dan waktunya masing - masing. Beginilah gambaran dunia banyak yang mampu mendadikan dirinya logos, tetapi kadang lebih banyak yang menjadi mitos, inilah yang mesti dibenahi bersama oleh para logos .

    ReplyDelete
  22. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenarnya, dalam banyak terdapat sedikit, begitu juga dengan sedikit itu ada banyak. Karen pada dasarnya banyak itu bersifat subyektif sehingga banyak itu sifatnya relatif. Kerelatifan disini berdasarkan kebutuhan dari seseorang maupun sifat ikhlas dan bersyukur dalam menerima dari seseorang tersebut.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sehubungan dengan itu tidak mungkin ada titik-titik yang menyusun ruang, tanpa sekelumit waktu yang dapat menimbulkan gagasan kejadian-kejadian murni (pure events) sehingga dapatlah dikatakan bahwa ruang – waktu merupakan keadaan yang nyata yang paling dalam dan merupakan tempat persemaian bagi apa saja yang ada di alam ini.

    ReplyDelete
  24. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Ruang dan waktu merupakan sesuatu yang menjadi sumber bagi adanya segala sesuatu, sedangkan kejadian-kejadian yang murni merupakan penyusun terdalam dari apa saja yang bereksistensi. Apabila kejadian-kejadian murni tersebut membentuk suatu pola tertentu, maka munculah kualitas-kualitas fisik tertentu, misalnya sebuah elektron dengan ciri-cirinya. Jadi materi merupakan sesuatu yang pertama-tama muncul dari ruang – waktu.

    ReplyDelete
  25. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    ada banyak hal di dunia ini. Bahkan satu pun bisa mewakili banyak hal. Adanya banyak membuat kita menyadari bahwa manusia tidak sempurna karena masih tidak akan mampu menyebutkan semua yang banyak itu. Oleh karena itu, hikmah yang dapat diambil dalam hidup adalah kita pasti bisa menyelesaikan semua permasalahan dikarenakan ada banyak solusi atau banyak cara untuk menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dari elegi diatas menurut pemikiran saya kesemuanya itu saling berkaitan antara satu,dua,tiga,empat dan seterusnya. Oleh karena itu tidak ada satu dan hanya satu yang menjadi satu diantara yang lain, itu disebabkan antara satu titik dengan titik temu lainnnya saling berkaitan menjadi satu kesatuan dan para banyak itu juga tidak bisa menyebut dirinya yang lebih unggul karena menjadi wadah dari satu,dua,tiga,dan empat karena para banyak juga terbentuk karena adanya bagian-bagian terkecil tersebut.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dari elegi diatas bahwa dalam suatu permasalahan yang sama terkadang akan menjadi berbeda bila sudut pandangnya berbeda. Di dunia ini sesungguhnya selalu terikat ruang dan waktu, jika kita membicarakan dua hal atau lebih berada pada level material makan tidak akan ada yang sama, Namun jika kita membicarakan dua atau lebihj objek pada level normatif. makan akan ditemukan banyak sekali kesamaan dari objek-objek tersebut. Karena pemikiran tidak terikat ruang dan waktu.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Bayak itu memiliki sifat relatif dan selalu berbeda. Sehingga banyak menurut diriku, belum tentu banyak benurtu t dirimu. Biasanya banyak digunakan sebagai satuan dalam menghitung suatu obyek. Misalnya saat ujian nilain 70 itu banyak, menurut pandangan siswa yang mendapat nilai 40. Dan nilai 70 itu sedikit menurut padangan siswa yang mendapat nilai 90. Terimakasih

    ReplyDelete