Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Sama

Oleh Marsigit

Para sama:
Mendengar konferensi para beda, geram rasanya aku ini. Para beda telah mengambil kesimpulan seakan-akan hanyalah mereka yang ada dan yang berhak ada. Dengan kesimpulan para beda tersebut seakan-akan aku dan pengikutku telah habis da finis dan telah hilang tertelan bumi. Padahal tidaklah demikian adanya. Bukankah setiap hari para manusia selalu memanggilku, memerlukanku, dan menggunakanku. Kalau begitu dengan ini aku akan memberi kesempatan kepada pengikutku untuk menyarakan suara hatinya. Silahkan.



Ontologi sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah ontologi sama. Ketahuilah ontologi sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Perasaan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah perasaan sama. Ketahuilah perasaan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan perasaanmu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku rasakan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif. Sedangkan sebenar-benar perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Pikiran sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah pikiran sama. Ketahuilah pikiran sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi pikiran sama yang dipikirkan manusia adalah pikiran sama relatif. Sedangkan sebenar-benar pikiran sama adalah pikiran sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Penampakan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah penampakan sama. Ketahuilah penampakan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berpenampakan sama. Jikalau engkau tampakkan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku tampakkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi penampakkan sama yang dipikirkan manusia adalah penampakkan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar penampakan sama adalah penampakan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Hukum dan aturan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah hukum dan aturan sama. Ketahuilah hukum dan aturan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berhukum dan beraturan sama. Jikalau engkau buat hukum dan aturan dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku dan engkau tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu telah engkau buat hukum dan aturannya. Padahal aku dan engkau tahu hukum dan aturan itu bukanlah untuk diri sendiri. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu yang mempunyai hukum dan aturan yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi hukum dan aturan yang dipikirkan manusia adalah hukum dan aturan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar hukum dan aturan sama adalah hukum dan aturan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Nasib sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah nasib sama. Ketahuilah nasib sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang bernasib sama. Jikalau engkau katakan tentang nasib sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa nasib itu berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa ketentuan nasib dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai nasib yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi nasib sama yang dipikirkan manusia adalah nasib sama relatif. Sedangkan sebenar-benar nasib sama adalah nasib sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Sifat-sifat sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah sifat-sifat sama. Ketahuilah sifat-sifat sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang mempunyai sifat-sifat sama. Jikalau engkau katakan suatu sifat dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa semua sifat-sifat yang ada berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa sifat-sifat sama dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai sifat-sifat yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sifat-sifat sama yang dipikirkan manusia adalah sifat-sifat sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sifat-sifat sama adalah sifat-sifat sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Tanda sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah tanda sama. Ketahuilah tanda sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang tidak dapat menggunakan tanda sama. Jikalau engkau gunakan tanda sama untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan sebagai sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi tanda sama yang dipikirkan manusia adalah tanda sama relatif. Sedangkan sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Para beda protes:
Wahai para sama, janganlah engkau mengacaukan rencanaku. Aku telah proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu di muka bumi ini tidak berbeda. Tetapi mengapa engkau sekarang proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak ada yang sama?

Orang tua berambut putih:
Maaf aku datang tepat setelah pertanyaanmu. Mungkin kita perlu rencanakan pertemuan lanjutan untuk membahas masalah ini.

89 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kehidupan adalah kontradiktif. Dimana terdapat para beda di situ juga lah terdapat para sama. Namun para sama bukanlah para beda, dan sebaliknya. Mengapa demikian? Karena para sama dan para beda adalah kontradiktif. Kontradiktif yang belaku untuk ciptaanNya, tidak untuk Pencipta Alam.

    ReplyDelete
  2. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sama itu relative, atau dengan kata lain sama itu mungkin ada atau mungkin tidak ada. Sama mengadakan keadilan, sehingga karena ada beda maka untuk adilnya harus ada sama, untuk mengadakan keadilan. Tidak ada keadilan yang absolut, kecuali keadilan Tuhan.

    ReplyDelete
  3. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia didunia ini diciptakan dengan akal dan pikiran. Hal tersebut yang menjadikan suatu pemikiran orang satu dengan orang lain berbeda. Terutama terkait dalam elegi ini yaitu sama, sama sama itu relatif menurut pemikirannya masing masing. Karena batas kewajaran seseorang hidup didunia ini berbeda.

    ReplyDelete
  4. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia memiliki keyakinan masing-masing terhadap suatu hal tak terkecuali terhadap "sama". Sama itu relatif bagi semua orang. Sama itu bisa dikatakan sama apabila memenuhi kriteria seperti rata, sejajar, dan sebagainya. Sama itu mengarahkan kita ke sesuatu yang dianggap adil.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam elegi para sama akan mempunyai kesamaan manakala ditinjau dalam ranah pikir. namun antar pikiran tiada yang sama pada hakikat sama, namun dimaknai perbedaan yang tiadalah seberapa yang dianggap kosong. Hal itu dapat dieksistensikan dengan mewujudkan abstraksi ke dalam dunia nyata atau satuan yang disepakati.

    ReplyDelete
  6. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Apa yang terlihat, terdengar, tersentuh, bahkan dirasakan sama menurut indera manusia ternyata masih ada perbedaan. Apa yang saya rasakan dengan mereka pun berbeda. Sehingga saat ada persamaan pada saat itu pula ada perbedaan atau sebaliknya karena sama manusia adalah relatif, walaupun dengan banyaknya perbedaan, kita masih dapat hidup bersama-sama. Karena esensi dari hidup adalah saling melengkapi diatas perbedaan itu. Maka dari itu, inilah yang disebut hidup yang menghidupkan dan sama yang absolut adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi sama diatas dapat disimpulkan bahwa walaupun dikatakan sama namun pada hakekatnya pasti ada beda, karena kita berada dalam ruang dan waktu. Maka selagi masih berada dalam ruang dan waktu yang terbatas, maka yang namanya sama, tidak akan pernah 100% sama. Jadi dapat saya simpulkan bahwa sama itu relatif yakni tergantung dalam situasi, kondisi, ruang dan waktu

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Walaupun mereka menyatakan sama, tetapi sama mereka relative setiap manusia, dan tetap ada yang berbeda. Sama yang benar-benar absolute hanyalah milik Tuhan YME, dan para sama dikatakan sama dapat juga karena mereka sama-sama dari Tuhan YME yang mengasihi semua makhluknya sama sesuai porsinya. Sama juga berarti tidak sama, hal ini tergantung dengan ruang dan waktunya. Karena jika demikian, smeua hal tidak akan sama. aku tidak akan sama dengan aku. Karena kita hidup di dunia dan terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sama juga merupakan suatu hal yang relatif. Segala hal yang mengarah tentang kebenaran mengenai yang sama hanyalah milik Tuhan. Sebagai manusia hanya bisa terus berusaha dan berdoa agar yang dijalani di dunia ini membawa berkah dan bermanfaat bagi orang lain. Manusia diciptakan tidak ada yang sama, namun sederajat dimata Tuhan, yang membedakan hanyalah amal dan kebaikan, maka semoga kita sebagai manusia dapat saling mengasihi dan saling menghargai satu sama lain sebagai makhluk yang sama dihadapan Tuhan walaupun fisiknya berbeda.

    ReplyDelete
  10. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Makna sama itu bersifat relatif. Sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya sama itu relatif. Bergantung dari siapa yang memaknai, karena setiap individu memiki pikiran yang berbeda maka memaknai sesuatu juga pasti akan berbeda tak terkecuali "sama".

    ReplyDelete
  11. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, saya belajar bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini sama – sama berasal dari Tuhan YME. Sehingga walaupun kita semua berbeda tetapi semua yang terjadi terhadap kita itu berasal Tuhan YME. Tuhan memberlakukan sama terhadap makhluk-Nya

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika di dunia ini ada yang berbeda, pasti ada juga yang sama sebagaimana ada siang ada malam, ada natural ada humaniora .Sebenar benarnya sama di pikiran manusia adalah sama yang relatif. Sedangkan sama yang setinggi tingginya adalah sama yang absolut yaitu sama yang merupakan milik dan kekuasaan Allah SWT.

    ReplyDelete
  13. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan kalimat yang menyatakan "setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif." sehingga sama disini bukan berati sama yang sama sekali tetapi tergantung pada konteks yan ada. seperti manusia yang kembar identik pun terlihat sama tetapi mereka sebenarnya memiliki perbedaan.

    ReplyDelete
  14. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Jadi pada satu ruang dan waktu terdapat persamaan dan perbedaan yang relatif, begitukah? Menanti penjelasan lebih lanjut oleh Orang Tua Berambut Putih. apapun yang terjadi di dunia ini kita semua hanya bisa berdoa dan berusaha agar menjadi yang terbaik.

    ReplyDelete
  15. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sama adalah relatif. Semua yang ada dimuka bumi ini secara pasti tidak ada yang sama. Kata mirip bisa kita gunakan selain sama, namun ini hanya mirip bukan sama. Orang yang kembar sekalipun tidak akan sama. Begitupun untuk benda-benda maka dua buah benda juga tidak akan sama. Melainkan untuk sesuatu hal yang dianut seperti agama atau aturan akan sama berlaku untuk segenap orang. Contoh lainnya ketentuan Tuhan juga berlaku sama untuk semua manusia, sedangkan manusianya tidak akan sama.

    ReplyDelete
  16. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kata sama memiliki lawan kata yaitu beda. Namun antara sama dan beda ini kadang berkesinambungan sehingga menciptakan suatu keseimbangan. Apapun yang ada di dunia ini tidaklah ada yang sama karena kemampuan manusia terbatas pada ruang dan waktunya. Orang yang kembar saja tidaklah sama persis dan pasti memiliki suatu perbedaan, misalnya perbedaan dalam sifat atau hal lainnya. Sama yang sesungguhnya adalah sama yang absolut dan abadi, hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    sama merupakan sesuatu yang relatif. jika sesuatu ada yang dianggap sama, maka sesungguhnya hal tersebut tidaklah mutlak sama. karena sesuatu itu pasti tidak sama terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Sama yang absolut hanya milik Allah SWT. Sedangkan di dunia ini tidak akan pernah ada yang sama, semuanya berbeda. Perasaan yang sama yang dimiliki manusia bersifat relatif. Sebagai contoh ketika dua orang menyatakan pendapatnya mengenai lukisan yang sama-sama sedang dipandang dilihat dengan seksama, maka pedapat mengenai lukisan itu berbeda. Padahal melihat dalam ruang dan waktu yang sama tetapi perspektif yang dihasilkan berbeda karena sama memiliki sifat relatif.

    ReplyDelete
  19. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menurut saya elegi ini menunjukkan betapa sulitnya meredam perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan saat ini. Dalam agama islam kita tahu seluruh manusia derajatnya sama di mata Allah. Dalam agama islam pula diajarkan bahwa pada akhirnya pakaian terakhir kita adalah sama, kain kafan, dengan warna yang sama pula, putih. Tidak bercorak polkadot, tidak bergambar hati, tidak bergaris loreng2. POLOS. Mengapa manusia terlalu sibuk mencari perbedaan, sehingga para sama memberontak.

    ReplyDelete
  20. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih kepada Bpak atas Elegi di atas. Dari elegi di atas saya dapat mengambil beberapa poin. Sama dan beda adalah hal yang sunatullah adanya. Kemudian elegi ini lebih membahas mengenai filsafat “SAMA” itu. Diuraikan seribu pangkat seribupun tidak akan cukup untuk menggapai hakihat “SAMA” itu. karena Sang yang Maha Tau adalah Allah SWT. Keabsolutan ontologi, perasaan, pikiran, hukum aturan, nasib, sifat-sifat dan tanda hanya Milik Allah semata.

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sama belum tentu seragam. Jika kita melakukan sesuatu dengan cara yang sama, apakah kita akan mendapatkan hasil yang sama? Tentu tidak. Secara logis itu bisa dipercayai tetapi kita lihat kenyataanya saja. Apakah jika kita melakukan sesuatu dengan cara yang sama akan meberikan hasil yang sama? Cara yang sama belum tentu membawa kepada hasil yang sama pula. Karena sebagai manusi kita mempunyai akal pikiran, sudut pandang berbeda. Manusia mempunyai kemampuan istimewa untuk menghasilkan karya-karya yang bervariasi. Oleh karena itu, hasil karya seseorang dalam suatu bidang tertentu biasanya tidak ada yang seragam. Misalnya saja, pelukis yang melukis obyek yang sama berulang kali. Hasilnya hanya mirip tapi tidak sama. Dari elegi diatas dapat diperhatikan bahwa pelajaran itu sangat penting utuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  22. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi perbincangan para sama menjelaskan bahwa setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relative. Sedangkan sebenar-benarnya perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan. Semua itu relatif tergantung dari sisi mana kita melihat dan menatapnya.

    ReplyDelete
  23. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Menurut “Elegi Perbincangan Para Sama” seperti halnya dengan ‘beda’, ‘sama’ juga bersifat relatif. ‘Sama’ menurutku tentu tidak sama dengan ‘sama’ menurutmu karena hal itu sensitif terhadap ruang dan waktu. Sama dan beda saling melengkapi, sesuatu hal ada yang mungkin ada terdapat sama dan beda. Diriku dan dirimu sama-sama makan nasi, tetapi nasi yang ku makan sedikit dan nasi yang kau makan banyak. Sama yang absolut hanyalah milik dan kuasa Allah SWT.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  24. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Saya mengutip dari kalimat yang terdapat pada setiap elegi para sama yaitu "Sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan". Kita di pandangan Allah SWT itu sama. Kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, semuanya sama tanpa ada terkecuali. Maka Kesamaan itu hanyalah milik Allah SWT. Namun, meskipun tujuan hidup kita sama yaitu mendapatkan ridho-Nya dengan cara menaati perintah dan menjauhi larangannya tetap saja ada perbedaan dalam menggapai itu semua. Mungkin saja ada kesamaan-kesamaan dari manusia yang satu dengan yang lain, namun kesamaan antar kedua manusia itu belum tentu dipandang sama oleh manusia ketiga. Oleh karena itu kesamaan dimata manusia itu bersifat relatif artinya bisa ada, bisa juga tidak ada.

    ReplyDelete
  25. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Sama dalam dimensi ruang dan waktu bagi manusia adalah relatif. Sama di waktu lampau belum tentu sama saat ini dan sama saat ini belum tentu sama di masa yang akan datang. Sama bagi seseorang belum tentu sama bagi yang lainnya. Karena itulah sama yang dapat dijangkau manusia tidak akan sampai ke sama yang absolut, karena dikutip dari artikel di atas, sama yang absolut hanya milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  26. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sama setiap insan adalah relatif sedangkan segala yang absolut adalah milik yang mahakuasa. Namun buah pemikiran yang relatif dalam memadang sesuatu jangan dijadikan masalah karena lumrahnya pemikiran yang satu berbeda dengan yang lainnya tergantung ruang dan waktu. Hal yang dilihat sama, didengar sama, dirasakan sama bisa menimbulkan makna yang berbeda dan itulah kehidupan bagaimana kita bisa saling berdampingan di tengah persamaan dan perbedaan.

    ReplyDelete
  27. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setinggi-tinggi perasaan sama, pikiran sama, penampakan sama, nasib sama, sifat-sifat sama, tanda sama, yang dipikirkan manusia adalah semuanya relatif. Sebenar-benarnya perasaan sama, pikiran sama, penampakan sama, nasib sama, sifat-sifat sama, tanda sama, yang dipikirkan manusia adalah yang absolut yaitu hanya milik dan kuasa Tuhan. Para sama yang dipikirkan oleh manusia itu tidaklah sama antar satu dengan yang lain, itulah yang menyebabkan relatifnya pemikiran satu sama lain. Tetapi tidak ada satupun kuasa Tuhan yang bersifat relatif, karena kebenaran dan kesempurnaan memang hanya miliki Tuhan Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sekali lagi, saya berpendapat bahwa manusia berpikir tidak melampaui batas berpikirnya, semua yang terlihat adalah reduksi dan kerelatifan. Satu yang harus semakin kita imani, bahwasanya "Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan".

    ReplyDelete
  29. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    “Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif, Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan”. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Misalnya si A dan si B. Kemudian ada si P yang mengatakan bahwa si A sama dengan si B, dan si Q juga mengatakan hal yang demikian. Setelah di kroscek pada si P ternyata menurutnya si A dan si B sama tingginya, sedangkan menurut si Q ternyata si A dan si B sama pintarnya. Sehingga sama yang dipikirkan manusia iru relatif, tergantung sudut pandang yang meraka gunakan. Lain halnya dengan sama yang dimiliki Tuhan, yaitu sama yang absolut. Tuhan memandang semua manusia di bumi ini sama, dia tidak menggolong-golongkan manusia dan menciptakan manusia di bumi ini dengan tujuan yang sama. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  30. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Karena kehidupan ini penuh dengan kontradiksi maka tidak heran jika terjadi kontradiksi antara para beda dan para sama. sesungguhnya memang sama itu adalah hal yang relatif, karena sama yang absolut itu hanyalah milik Allah. JIka dua obyek dikatakan sama maka itu adalah sama relatif yang diungkapkan oleh orang yang mengamatinya sesuai dengan ruang dan waktunya saat itu.

    ReplyDelete
  31. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Segala sesuatu dapat dipandang sama dalam pikiran kita. 2 sama dengan 2 hanyalah benar di dalam pikiran kita, namun ketika dituliskan maka pasti aka nada 2 yang pertama dan 2 yang kedua. Meskipun sama tetaplah sama, tetapi sama tidak dapat dipandang sebagai sama. Seperti halnya manusia yang memiliki kesempatan yang sama. Bukan berarti setiap manusia selalu dihadapkan pada hal-hal yang sama, asalah-masalah yang sama, pilihan-pilihan yang sama. Tetapi setiap manusia sama-sama memiliki kesempatan untuk bahagia, sama-sama memiliki kesempatan untuk berusaha dan berikhtiar menentukan nasibnya.

    ReplyDelete
  32. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Matematika A 2017

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengatakan bahwa tidak ada yang benar-benar sama di dunia ini, pasti ada perbedaan walaupun sedikit saja. Ternyata, kalimat inilah yang dimaksud oleh "perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif". Sedangkan Allah, dapat menentukan hal yang sama, seperti Ia memandang semua manusia sama di hadapannya, dan inilah contoh dar kalimat "sedangkan sebenar-benar perasaan sama adalah perasaan absolut, itu hanya milik dan kuasa Tuhan".

    ReplyDelete
  33. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    SAMA jika selama masih dalam pemahaman dan pengertian manusia maka masih bersifat relatif. Karena sama yang absolut itu hanya milik Allah SWT. Manusia sama di mata Allah, tanpa melihat pangkat dan harta duniawi, namun yang membedakannya adalah derajat ketakwaan dan ibadahnya kepada Allah.

    ReplyDelete
  34. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tiadalah sesuatu hal apapun di dunia ini yang sempurna , karena kesempurnaan hanyalah milik Allah swt. Sebagai mahluk ciptaan Allah swt, yang dapat kita lakukan hanyalah sedekat mungkin mendekati kesempurnaan tersebut. maka tiada jualah sesuatu apapun di dunia ini yang sama seutuhnya. jika sesuatu hal tersebut sama di suatu ruang dan waktu, belum tentu hal tersebut juga akan sama di ruang dan waktu yang lain.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  35. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sama tidaknya hal-hal itu relatif dari kacamata mana kita memandangnya, karena jika ada sesuatu yang sama bagi kita, maka mungkin saja hal tersebut tidaklah sama di mata orang lain. maka sama itu relatif, sebenar-benarnya sama yang absolut hanyalah milik Allah swt.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  36. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PMB 2017


    Sama atau tidak tergantung dari sisi sudut pandang masing-masing orang. Namun sama tidak selalu adil menurut setiap pandangan. Karena adil tidak selalu sama. Jikalau semua orang harus dipaksa sama rasanya banyak yang akan hilang dari peradaban dunia ini. Karena setiap sudut pandang akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang memperkaya peradaban.

    ReplyDelete
  37. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Intinya adalah bahwa sama atau beda itu hal yang pasti terjadi di dunia. kedua hal tersebut ada di dunia ini. dan penilaian tentang sama atau beda itu kembali lagi kepada masing-masing persepsi setiap orang.

    ReplyDelete
  38. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Melalui elegi ini saya mendapatkan ilmu baru yakni hal sama adalah hal tersebut sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Akan tetapi, manusia akan mencapai setinggi-tinggi hal yang sama dipandang dari kedalaman dan keluasan kesamaan tersebut akan tetap pada sama relatif. Ini dikarenakan tiadalah manusia tercipta sama. Manusia adalah ciptaan Yang Maha Kuasa dengan identitas yang tidak sama satu sama lain dari awal sampai akhir penciptaan. Sedangkan, sebenar-benar hal adalah hal mutlak, yakni milik dan kuasa Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  39. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pend. Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Sama dan beda yang diperbincangkan dalam artikel ini memiliki sifat yang relatif. Menurut kita sama menurut orang lain beda menurut kita beda menurut orang lain sama. Sama dan beda memiliki arti yang kontradiksi tetapi saling berkaitan erat. Dengan demikian kita harus bisa mengambil pelajaran dan maksa dari kedua kata tersebut. Beda, karena perbedaan maka terjadi keberanekaragaman. Sama, adanya kesamaan atau sikap "saling" membuat kita belajar menerapkan sikap empati kepada orang lain yaitu dengan cara memposisikan kita sama atau andaikan kita menjadi mereka. Sikap saling menghargai, menghormat, toleransi, dan lain sebagainya pasti akan berjalan dengan indah.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi perbincangan para sama menurut pendapat saya tidak akan ada yang mungkin sama. Sama dalam arti sama perasaan, sama pikiran, sama penampilan, sama hukum, sama nasib, sama sifat, dan lain sebagainya. Dua orang anak kembar yang dilahirkan mungkin dapat dikatakan mirip, tetapi mirip bukanlah sama. Kita tidak dapat menduga apa yang ada di dalam hati, pikiran, keduanya. Bahkan meskipun kembar, sifat mereka tidak selalu sama. Namun, pada hakekatnya, kita sebagai manusia tetap sama di hadapan Tuhan. Kaya, miskin, pintar, bodoh, cantik, tampan, jelek, semua memiliki hakekat yang sama dihadapan Tuhan, asalkan kita selalu melakukan hal – hal yang baik dalam hidup.

    ReplyDelete
  41. Jika kita mengatakan A sama dengan A, yang di dunia ini tidak akan pernah ditemukan A sama dengan A. Karena santun terhadap ruang dan waktu, A yang sekarang beda dengan A yang dituliskan tadi. 5 tidak sama dengan 5, karena 5 yang awal lebih dulu dibanding 5 yang akhir, tidak akan pernah ditemukan sifat yang sama, sama dalam arti sama perasaan, sama pikiran, sama penampilan, sama hukum, sama nasib, sama sifat, dan lain seterusnya. Tetapi kita sebagai makhluk Tuhan, sama dihadapannya, yang membedakan adalah amal perbuatan dari kita semuanya.

    ReplyDelete
  42. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Jika mengatakan sama, di dunia ini yang absolut sama hanyalah milik Allah SWT. Walaupun manusia diciptakan berbeda-beda dengan karakter yang berbeda-beda, tapi pasti ada salah satu sifat yang sama. Walaupun hanya sedikit, tapi tetap punya kesamaan. Dan "sama" juga jua memiliki makna yang berbeda beda, tergantung pola fikir dan sudut pandang memangdang "sama".

    ReplyDelete
  43. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Seluruh objek di bumi bersifat plural, artinya beragam dan juga bersifat kontradiktif atrinya berbeda-beda, bahwa tiadalah yang sama di dunia ini. Bahkan dirimu tidak sama dengan dirimu, karena sepersekian dekit saja sebenar-benar diri kita adalah berubah, dari diriku yang tadi menjadi sekarang. Sementara itu, yang sama itu adalah identitas. Identitas adalah sifat langit yang hanya dimiliki oleh Allah SWT. Maka dari itu, dengan sifat yang berbeda-beda ini yang harus dipersamakan adalah prinsip, yakni prinsip Tuhan yang salah satunya adalah saling bertoleransi atas perbedaan.

    ReplyDelete
  44. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini selalu ada hal yang berlawanan. Misalnya pagi dan siang, senang dan sedih, subyek dan obyek, benar dan keliru, sama dan beda, dan masih banyak lagi tidak mampu saya sebutkan semuanya. Ketika kita terlalu fanatik dengan beda atau perbedaan maka sesuatu yang sama akan sering terabaikan. Padahal tak kalah penting untuk memikirkan sama. Misalnya yang sama dari manusia adalah bahwa manusia sama-sama merupakan ciptaan Allah SWT. Sehingga di dalam berpikir, kita hendaknya berusaha menyeimbangkan antara tesis dan anti-tesisnya.

    ReplyDelete
  45. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Di dunia ini tak ada yang benar-benar sama. Sama dan beda itu relatif. Tapi yang sama untuk dunia ini adalah semua berada di bawah kekuasaan Tuhan yang absolut. Yang membuat kita sama adalah kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  46. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang di transfer melalui postingan ini. jadi saya dapat menarik kesimpulan bahwa didalam dunia ini diperlukan keseimbangan untuk menjalaninya. karna didalam dunia ini sendiri terdapat hal yang berlawanan juga hal yang berdampingan jadi kita sebagai manusia yang berpijak didunia maka sebenarbenarnya alat penyimbang itu adalah pikran yang selalu dilandasi dengan spritual.

    ReplyDelete
  47. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Relatif, saya menjadi teringat dengan kata-kata saya sendiri yaitu saat ini saya berada jauh dari orang tua, dan ini ternyata juga merupakan suatu hal yang sifatnya relatif. Namun, saat saya dalam keadaan suasana hati yang tidak enak dan nyaman, saya cenderung lupa akan hal-hal yang sifatnya relatif. Saya semakin menyadari bahwa sadar akan keadaan diri sendiri saat berpikir akan sesuatu itu begitu penting. Terima kasih Prof.

    ReplyDelete
  48. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Perselisihan para sama dan para beda.
    Sama dan beda adalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.
    Sama belum tentu sama. Beda belum tentu beda. Bisa dikatakan sama adalah beda, dan beda adalah sama.
    Di dalam persamaan ada perbedaan. Di dalam perbedaan ada persamaan.
    ,

    ReplyDelete
  49. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi para sama mengajarkan kami bahwa dalam hidup sama merupakan hal yang relative. Sama menurutmu beda menurut mereka. Beda menurut mu ,bisa sama menurut mereka. Terkadang manusia egois dengan berpendapat dengan menyamakan sesuatu ataupun membedakannya. Sesungguhnya sama dan beda yang absolut hanya milik Sang Pencipta yakni Allah SWT dan kemampuan manusia adalah ikhtiar dan berdoa untuk menggapai ridho Nya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  50. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Allah menciptakan segalanya berpasang-pasangan, seperti halnya sama memiliki pasangannya yaitu beda. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu terikat oleh ruang dan waktu, begitupun sama dan beda, keduanya terikat oleh ruang dan waktu pula. Segala ciptaan Allah tidak ada yang sama, hanya mirip saja, seperti bayi yang terlahir kembar mereka sekilas terlihat sama, padahal keduanya memiliki banyak perbedaan. Pada dasarnya manusia diciptakan dengan segala perbedaan, baik sifat, karakter, fisik. Semuanya dapat dikatakan sama jika hal tersebut terdapat dalam pikiran, maka itulah sebenar-benar sama relativ. Sedangkan sama yang absolute adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  51. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Lawan kata persamaan adalah perbedaan. Allah SWT menciptakan persamaan dan perbedaan untuk saling melengkapi. Di dunia ini tidak ada yang sama, bahkan saudara kembar yang identik pun tidaklah sama sifat nya. Bahkan sepatu kiri dan kanan pun berbeda bentuknya, padahal sama-sama sepatu dalam sepasang sepatu. Persamaan diciptakan agar kita belajar saling menghargai. Begitu pula dengan perbedaan diciptakan agar kita belajar saling toleransi :)

    ReplyDelete
  52. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi di atas mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bersentuhan dengan dimensi ruang dan waktu itu relatif dan berubah serta berbeda. Sebenar benarnya tanda sama adalah kebenaran absolut milik Allah SWT. Manusia mempunyai sama hanya pada dimensi pikiran dan itu sama relatif nya bukan absolut. maka lawannya sama alaha beda, Allah menciptakan perbedaan antara manusia itu hanya bersifat relatif juga karena pandangan sama dan beda hanya ada dipikiran manusia, karena yang membedakan manusia dimata Allah adalah tagwanya.

    ReplyDelete
  53. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Membaca kalimat "Tidak ada sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak sama," membuat saya berkesimpulan bahwa segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu adalah sama. Persamaannya terdapat dari apapun yang meliputi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada tersebut. Persamaannya, apapun yang meliputi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di bumi adalah relatif, sedangkan segala sesuatu yang bersifat absolut itu hanyalah Tuhan dan aturan-aturannya.

    ReplyDelete
  54. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Konsep sama dan beda diciptakan berdampingan, sama ada karena ada beda dan beda ada karena ada sama. Sama dan beda merupakan konsep yang saling bertolak belakang, namun saling terikat satu sama lain. Sama dan beda tidak dapat dipisahkan, karena bila dipisahkan maka akan hilang keduanya. Sama dan beda ada karena aktivitas berpikir manusia yang mereduksi, dan mengkategori. Sehingga sesungguhnya sebenar-benarnya sama dan beda adalah ketentuan tuhan. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk meningkatkan ilmu kita dan meningkatkan derajat kita, tidak dipecah karena beda dan tidak lengah karena sama. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  55. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Baiklah, kira-kira begini pertanyaannya, tidakkah perbincangan ini akan membosankan? Konferensi yang mempertemukan para sama, tidakkah akan menjemukan? Apa yang hendak diperbincangkan dari hal-hal yang sama? Apakah inti perbincangan ini adalah saling memamerkan kesamaan? Saya sarankan, para sama bersama para tepat, para beda, dan para keliru, dipertemukan dalam konferensi kebenaran, agar para sama dapat memahami hakikat perbedaan, kesamaan, kekeliruan, ketepatan, dan lebih-lebih kebenaran.

    ReplyDelete
  56. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia sifatnya terbolak balik hatinya dan naik turun imannya. Hati dan iman seseorang tidaklah sama setiap waktunya, dan itu mempengaruhi perasaan, tindakan dan sikapnya. Manusia juga terikat dengan ruang dan waktu, dimana diri sedetik yang lalu telah berubah menjadi diri yang lain sedetik kemudian. Rumus identitas, yaitu A=A hanyalah milih Allah semata. Hanyalah Allah yang mempunyai sifat kekal yang tidak terpengaruh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  57. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Hati-hati mengatakan 'sama'. Sebab sama yang absolut tidak di dunia ini. Ketika aku mengatakan punya ide yang 'sama' dengan orang lain, tetap perlu diteliti lagi, di mana letak 'sama' nya. Maka komunikasi itu penting, agar tim kerja berjalan dengan baik, pasangan suami istri juga bisa beriringan. Seperti sepasang sepatu, yang selalu berbeda namun serasi.

    ReplyDelete
  58. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa pemikiran terhadadap suatu objek yang sama oleh manusia dengan satu dengan yang lain bisa saja menghasilkan interpretasi yang berbeda. Pada dasarnya perbedaan akan selalu mengisi kehidupan didunia. Kami harus bisa menyadari bahwa perbedaan bukan permasalahan, karena esensi dari hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi oleh karenanya semua yang ada di dunia ini memiliki sifat dan karakter masing-masing. Semoga dalam mengahadapi perbedaan dan persamaan dalam hidup ini, umat manusia mampu merangkai hidup dengan lebih bewarna dan indah serta mampu memberikan ilmu pengetahuan dan karakter yang kuat bagi generasi-generasi penerus bangsa ini. Amin.

    ReplyDelete
  59. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sebenar-benar sama dan setinggi-tingginya sama bagi manusia hanyalah bersifat relative. Ia hanya sama untuk beberapa hal, atau hanya sama dalam alam pikiran. Sementara sama yang bersifat absolut hanyalah milik Tuhan Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  60. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Bisa dikatakan, bahwa sama yang indentik tidak ada didunia ini, walaupun anak yang kembar yang sama indentik secara fisik tetapi tetap saja ad yang berbeda. Mungkin bisa saja ada yang sama akan tetapi tetaplah mutlak ada yang berbeda. Karena sifat manusia adalah relatif, yang artinya bisa saja berubah, akan tetapi sebenar-benarnya sifat sama atau tanda sama yang absolut (tetap) adalah sifat Tuhan atau milik Tuhan yang tak akan berubah (selalu sama), Jika dalam ilmu matematika, mempunyai tanda sama dengan yang bisa berarti nilai atau hasil nya saja yang sama, akan tetapi tetap saja bisa jadi sebuah proses dalam menemukan hasil tersebut tidaklah sama bagi setiap individual yang mengerjakannya.

    ReplyDelete
  61. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Prinsip sama hanya terjadi didalam pikiran, sedangkan yang terjadi di dunia merupakan prinsip kontradiksi. Jika manusia di dunia menyatakan sama, maka sama yang dinyatakan saat ini tentu berbeda dengan sama setelah saat ini atau sebelum saat ini. Sehingga di dunia ini manusia dalam keadaan tidak mencapai identitas atau bisa disebut sedang berusaha menggapai identitas.

    ReplyDelete
  62. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menurut saya tidak ada sesuatu yang diciptakan benar-benar sama, pasti terdapat perbedaan. Karena sifat-sifat yang melekat pada diri kita relatif terhadap ruang dan waktu. Jikalau dikatakan sama itu hanya relatif saja. Sebenar-benar sama absolut adalah milik Tuhan. Semua manusia dihadapan-Nya sama, cinta-Nya kepada makhluk sama, Tuhan tidak membeda-bedakan siapa-siapa yang hendak dicintai, dikasihi, diberi-Nya rezeki, diberi-Nya pertolongan, dsb. Jika ada yang beda, itu adalah kembali lagi pada pikiran manusia yang relatif atau karena keterbatasan manusia mengungkap semua yang ada dan yang mungkin ada. Wallahua’lam.

    ReplyDelete
  63. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Sama itu ada karena ada beda. Di dalam sama terdapat hukum dan aturannya sendiri yang membuat dua hal menjadi sama. Dua hal yang tidak berbeda tentulah menjadi sama. Sama ada karena ada perbedaan dalam aturan dan hukum yang satu.

    ReplyDelete
  64. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Segala sesuatu di dunia ini selalu mempunyai lawan. Sama mempunyai lawan dengan beda. Jikalau kita mengatakannya beda, mungkin hal itu terjadi karena kita memandang dari sudut yang berbeda. Sedangkan jikalau kita mengataknnya sebagai sama maka boleh jadi kita memandangnya sebagai sesuatu yang memiliki sifat yang sama, pikiran, nasib, hukum, perasaan, dan karakteristik-karakteristik lainnya tertentu yang mirip. Sama dan beda itu relatif, tergantung bagaimana cara kita memandangnya, jika dari satu sisi menjadi sama tapi jika dari banyak sisi menjadi beda.

    ReplyDelete
  65. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang ada di bumi bersifat kontradiktif, sehingga tidak ada yang memiliki sifat benar-benar sama antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini lah yang menjadikan dunia menjadi lebih berwarna. Namun, jika kita mau memandang apa yang ada di dunia ini dari perspektif persamaan, sesungguhnya semuanya bisa dipandang sama, yakni sama-sama ciptaan Tuhan. Dengan demikian bukan berarti kita harus memandang jelas perbedaan antar setiap individu yang ada, tanpa memperhatikan sisi kesamaannya. Kita harus memandangnya secara keseluruhan.. Persamaan ini pada dasarnya hanya absolut milik Tuhan sedangkan persamaan bagi makhluk hanyalah mitos.

    ReplyDelete
  66. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Elegi ini menceritakan tentang bagaimana sama dalam pandangan pikiran. Artinya sebenar-benar sama didunia ini adalah relative, bergantung pada pikiran yang memandangnya. Bahkan relative sendiri juga berbeda bagi tiap orang. Sama hanya sebuah gambaran semu pikiran yang tidak nyata kecuali kesaman menurut Tuhan

    ReplyDelete
  67. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Dri elegi ini juga dapat diambil hikmah bahwa segala sesuatu baik yang ada maupun yang mungkin akan memiliki nasib yang berbeda beda. Seperti nasib manusia yang berbeda pula, sudah ditentukan sejak sebelum lahir. Adalah kuasa Tuhan untuk menentukan kesamaan, kita hanya berikhtiar dan berdoa

    ReplyDelete
  68. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini tentulah berbeda-beda. Setiap manusia yang diciptakan tidaklah sama, tentu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda pula. Contoh nyatanya sepasang anak yang terlahir kembarpun akan menjadi berbeda. Fisik berbeda, apalagi dengan hati dan sifatnya pasti terdapat perbedaan diantara keduanya. Karena sesungguhnya sama yang absolut itu hanyalah milik Allah SWT.
    Sama adalah kata yang dipakai untuk menyebutkan dua atau lebih obyek yang identik. Namun di dunia ini hal yang kita anggap sama itu walau kecil ada yang beda. Maksudnya sama dalam hal ini tergantung situasi dan kondisi atau terikat ruang dan waktu. Inilah hidup didunia penuh dengan hal sama dan beda. Semua itu agar kita bisa saling belajar satu sama lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilania Eka Andari
      17709251050
      S2 pmat c 207

      Ada yang lebih dibanding yang lain, ada juga yang kurang dibanding yang lainnya. Terkadang apa yang dirasakan oleh manusia dengan satu dengan yang lain pun berbeda.
      Walaupun dengan banyaknya perbedaan, kita masih dapat hidup bersama-sama. Karena hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi. Namun perlu diingat bahwa tidak ada perbedaan kita di hadapan Allah, semua makhluk-Nya memiliki derajat yang sama dan tidak ada yang membedakan antara manusia satu dengan yang lain, kecuali ketakwaan mereka kepada Allah.

      Delete
  69. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi di atas mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bersentuhan dengan dimensi ruang dan waktu itu relatif dan berubah serta berbeda. Allah menciptakan segala sesuatu tidakada yang sama. Jika kita memandang itu sama maka sebenarnya itu berbeda. Seorang yang identik kembar saja berbeda, mulai dari sidik jari, sikap karakter dll

    ReplyDelete
  70. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Sama dan beda merupakan satu pasang sifat yang berlawanan yang Allah titipkan dalam hati dan pikiran kita. Seperti halnya beda, sama pun juga bersifat relatif. Bagi kita kesamaan akan satu hal belum tentu dianggap sama oleh orang lain. Allah menciptakan segala sesuatunya di dunia tidak lah ada yang sama. Kalaupun mirip, tentu tetap memiliki satu titik perbedaan atau ketidak samaan, tergantung ruang dan waktu yang mengikat nya. Kemudian tugas kita sebagai makhluk yang diberi akal pikiran, berusaha untuk sama dengan apa yang menjadi keinginan, kehendak, perintah dalam segala aturan-aturanNya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  71. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dunia ini dilahirkan dalam wujud yang unik. Manusia kembar identic pun belum tentu memiliki kebiasaan atau sifat yang sama. Pohon-pohon sejenis yang tumbuh di hutan belum tentu memiliki usia yang sama. Maka, setinggi-tinggi tanda sama yang dipikirkan manusia adalah tanda sama yang bersifat relatif. Sedangkan sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama bersifat absolut.

    ReplyDelete
  72. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pada elegi perbincangan para sama ini mnegajarkan kepada kita bahwa tiadalah yang sama di dunia ini yang sebenar-benar sama. Karena Tuhan menciptakan manusia dengan karakteristiknya masing-masing, meskipun dalam karakteristik tesebut tedapat aspek-asek yang sama atau pun mirip-mirip. Sehingga jika terjadi perselisihan antara sesama beda wajar saja. Namun, perlu diperhatikan bahwa keduanya sebenarnya saling membutuhkan serta terikat satu sama lain. Kita mengetahui bagaimana hakekat dari sama apabila kita paham apa sebenarnya beda dan begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  73. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tambahan, Tuhan menciptakan segala seuatunya di dunia ini secara berpasangan. Ada siang, ada malam. Ada laki-laki, ada pula perempuan. Begitu pula dengan adanya “sama”, pasti adanya “beda”. Sifat dari keduanya mungkinlah bertolak belakang, namun bukan untuk di jadikan sebagai ajang pencarian siapa pihak yang lebih unggul, lebih bermakna, lebih berpengaruh, namun harus dijadikan sebagai alat untuk saling melengkapi.

    ReplyDelete
  74. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di dunia ini Allah menciptakan segala sesuatunya berbeda. apa yang terlihat, terdengar, tersentuh, bahkan dirasakan sama menurut indera manusia ternyata masih ada perbedaan. terkadang apa yang dirasakan oleh manusia dengan satu dengan yang lain pun berbeda. sehingga saat ada persamaan pada saat itu juga ada perbedaan dan saat ada perbedaan pada saat itu juga ada persamaan. walaupun dengan banyaknya perbedaan, kita masih dapat hidup bersama-sama. karena esensi dari hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi. maka dari itu, inilah yang disebut hidup yang menghidupkan

    ReplyDelete
  75. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Sama berarti identitas dan segala yang ada dan mungkin ada tidak memiliki sifat sama tersebut. Karena segala yang ada dan mungkin ada di bumi masih terikat oleh ruang dan waktu sehingga pasti mereka memiliki perbedaan. Identitas tidak ada di bumi, identitas hanya ada di langit.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  76. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sama bukan berarti tidak beda dalam dunia nyata. Namun sama itu pasti sama jika menurut dunia logika. Karena pada daarnya kesamaan itu yang hakiki jika sesuatu tersebut terbebas dari ruang dan waktu yang ada. Karena jika terbatas dengan ruang dan waktu maka kesamaan itu bagaikan suatu fatamorgana belaka saja.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  77. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam sebuah teori, bumi ini terdiri atom-atom kemudia menyatu menjadi sebuah galaksi, benda dan sejenisnya yang terbentu materi yang bisa dirasakan panca indra. Begitu dengan keadaan manusia. Mereka satu sama lain, tatkala bersatu akan menciptakan sebuah galaksi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dilihat dalam membentuk sebuah rumah, maka dibutuhkan beberapa keahlian, tidak hanya satu. Dan keahliah itu, satu sama lain akan menciptakan aneka ragam bentu, kita bisa lihat konstruksi rumah atau bangunan yang berbeda.

    ReplyDelete
  78. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    Sama adalah kata yang digunakan untuk menyebutkan dua atau lebih obyek yang mirip/identik. Namun di dunia ini,hal yang kita anggap sama itu ada yang beda walaupun sedikit. Maksudnya sama dalam hal ini tergantung situasi dan kondisi serta pandangan seseorang akan hal tersebut.

    ReplyDelete
  79. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Didalam kehidupan, sama disini manusia diciptakan sama oleh yang Maha kuasa, namun dalam dunia filsafat sama itu bergantung pada ruang dan waktu yang digunakan, hal yang dilakuhkan anak-anak dengan umur yang setara akan sama dengan anak-anak lainnya namun berbeda dengan yang dilakukan orang dewasa.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  80. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Jika didunia ini ada yang berbeda, pasti ada juga yang sama sebagaimana ada siang ada malam, ada natural ada humaniora Persamaan yang sebenarnya hanyalah milik Allah SWT. Sebenar benarnya sama di pikiran manusia adalah sama yang relatif. Sedangkan sama yang setinggi tingginya adalah sama yang absolut yaitu sama yang merupakan milik dan kekuasaan Allah SWT.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  81. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Kesamaan itu bisa jadi hal yang mungkin ada di dunia ini. Terkadang manusia membuah hal-hal yang dikatakan sama untuk kepentingannya sendiri. Namun bagi ciptaan tuhan mungkin akan ada kesamaaan. Kesamaan tersebut bukanlah kesamaan yang menyeluruh. Misalanya Dua kue itu sama-sama disebut donat, namun ternyata berbeda rasanya dan masih banyak lagi kesmaan yang tidak secara keseluruhan sama di dunia ini. Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Didalam hidup ini pasti kita pernah sama dalam tertimpa masalah meskipun tetap ada perbedaan dalam menyelesaikan masalah tersebut. Yang dimaksud sama dalam hal ini adalah tergantung kondisi, situasi, dan pandangan mereka menyikapinya. Persamaan yang sebenarnya hanyalah milik Allah SWT. Kekuasaan Allah SWT merupakan sama yang absolut sedangan manusia hanya memiliki sama yang relatif tergantung kondisi dan situasi pada saat itu.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  83. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Hati dan iman seseorang tidaklah sama setiap waktunya, karena Alloh mampu membolak balikkan hati. Oleh sebasebab itu, hati-hati ketika bilang sama hal itu dapat berubah menjadi berbeda suatu saat. Karena sifat manusia adalah relatif, yang artinya bisa saja berubah, akan tetapi sebenar-benarnya sifat sama atau tanda sama yang absolut (tetap) adalah sifat Tuhan atau milik Tuhan yang tak akan berubah .

    ReplyDelete
  84. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Di dunia ini, hal-hal yang kita pandang sama, seperti perasaan, pikiran, penampakan, hukum dan aturan, nasib, sifat-sifat, dan tanda belum tentu juga dianggap secara sama oleh orang lain. Sehingga sama yang kita kenal di dunia ini memanglah sama yang relatif. Sama yang absolut hanya berasal dan selamanya hanya akan dimiliki oleh Tuhan. Jika hal ini kuanggap sama, maka apakah kau juga menganggap hal ini sama? Belum tentu. Tetapi tidak jarang kita memaksakan persepsi kita itu pada orang lain ketika sebenarnya tiap orang memiliki persepsi “sama”nya masing-masing.

    ReplyDelete
  85. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Muncul suatu pertanyaan di benak saya. Lantas bagaimana jika orang-orang di dunia ini sebagian besarnya memiliki pemikiran yang sama? Apakah berarti hal yang diyakini secara sama dalam kelompok mayoritas itu selalu berarti hal yang benar?

    ReplyDelete
  86. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Sejatinya di dunia ini tidaklah ada yang sama, sesuatu yang terlihat sama pun belum tentu sama contohnya perasaan, pikiran, penampakan, hukum dan aturan, nasib, sifat. Sesunggunya apa yang menurut manusia itu sama hanyalah suatu persepsi belaka, karena yang sama secara absolut hanyalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  87. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Berdasarkan elegi tersebut, hal yang saya dapatkan adalah bahwa sebenar-benar manusia itu masih besifat relatif, karena kebenaran yang mutlak dan absolut hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete