Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Sama

Oleh Marsigit

Para sama:
Mendengar konferensi para beda, geram rasanya aku ini. Para beda telah mengambil kesimpulan seakan-akan hanyalah mereka yang ada dan yang berhak ada. Dengan kesimpulan para beda tersebut seakan-akan aku dan pengikutku telah habis da finis dan telah hilang tertelan bumi. Padahal tidaklah demikian adanya. Bukankah setiap hari para manusia selalu memanggilku, memerlukanku, dan menggunakanku. Kalau begitu dengan ini aku akan memberi kesempatan kepada pengikutku untuk menyarakan suara hatinya. Silahkan.



Ontologi sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah ontologi sama. Ketahuilah ontologi sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Perasaan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah perasaan sama. Ketahuilah perasaan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan perasaanmu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku rasakan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif. Sedangkan sebenar-benar perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Pikiran sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah pikiran sama. Ketahuilah pikiran sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi pikiran sama yang dipikirkan manusia adalah pikiran sama relatif. Sedangkan sebenar-benar pikiran sama adalah pikiran sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Penampakan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah penampakan sama. Ketahuilah penampakan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berpenampakan sama. Jikalau engkau tampakkan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku tampakkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi penampakkan sama yang dipikirkan manusia adalah penampakkan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar penampakan sama adalah penampakan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Hukum dan aturan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah hukum dan aturan sama. Ketahuilah hukum dan aturan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berhukum dan beraturan sama. Jikalau engkau buat hukum dan aturan dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku dan engkau tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu telah engkau buat hukum dan aturannya. Padahal aku dan engkau tahu hukum dan aturan itu bukanlah untuk diri sendiri. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu yang mempunyai hukum dan aturan yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi hukum dan aturan yang dipikirkan manusia adalah hukum dan aturan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar hukum dan aturan sama adalah hukum dan aturan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Nasib sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah nasib sama. Ketahuilah nasib sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang bernasib sama. Jikalau engkau katakan tentang nasib sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa nasib itu berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa ketentuan nasib dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai nasib yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi nasib sama yang dipikirkan manusia adalah nasib sama relatif. Sedangkan sebenar-benar nasib sama adalah nasib sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Sifat-sifat sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah sifat-sifat sama. Ketahuilah sifat-sifat sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang mempunyai sifat-sifat sama. Jikalau engkau katakan suatu sifat dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa semua sifat-sifat yang ada berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa sifat-sifat sama dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai sifat-sifat yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sifat-sifat sama yang dipikirkan manusia adalah sifat-sifat sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sifat-sifat sama adalah sifat-sifat sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Tanda sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah tanda sama. Ketahuilah tanda sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang tidak dapat menggunakan tanda sama. Jikalau engkau gunakan tanda sama untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan sebagai sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi tanda sama yang dipikirkan manusia adalah tanda sama relatif. Sedangkan sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Para beda protes:
Wahai para sama, janganlah engkau mengacaukan rencanaku. Aku telah proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu di muka bumi ini tidak berbeda. Tetapi mengapa engkau sekarang proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak ada yang sama?

Orang tua berambut putih:
Maaf aku datang tepat setelah pertanyaanmu. Mungkin kita perlu rencanakan pertemuan lanjutan untuk membahas masalah ini.

43 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Jadi pada satu ruang dan waktu terdapat persamaan dan perbedaan yang relatif, begitukah? Menanti penjelasan lebih lanjut oleh Orang Tua Berambut Putih. apapun yang terjadi di dunia ini kita semua hanya bisa berdoa dan berusaha agar menjadi yang terbaik.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sama adalah relatif. Semua yang ada dimuka bumi ini secara pasti tidak ada yang sama. Kata mirip bisa kita gunakan selain sama, namun ini hanya mirip bukan sama. Orang yang kembar sekalipun tidak akan sama. Begitupun untuk benda-benda maka dua buah benda juga tidak akan sama. Melainkan untuk sesuatu hal yang dianut seperti agama atau aturan akan sama berlaku untuk segenap orang. Contoh lainnya ketentuan Tuhan juga berlaku sama untuk semua manusia, sedangkan manusianya tidak akan sama.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kata sama memiliki lawan kata yaitu beda. Namun antara sama dan beda ini kadang berkesinambungan sehingga menciptakan suatu keseimbangan. Apapun yang ada di dunia ini tidaklah ada yang sama karena kemampuan manusia terbatas pada ruang dan waktunya. Orang yang kembar saja tidaklah sama persis dan pasti memiliki suatu perbedaan, misalnya perbedaan dalam sifat atau hal lainnya. Sama yang sesungguhnya adalah sama yang absolut dan abadi, hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    sama merupakan sesuatu yang relatif. jika sesuatu ada yang dianggap sama, maka sesungguhnya hal tersebut tidaklah mutlak sama. karena sesuatu itu pasti tidak sama terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Sama yang absolut hanya milik Allah SWT. Sedangkan di dunia ini tidak akan pernah ada yang sama, semuanya berbeda. Perasaan yang sama yang dimiliki manusia bersifat relatif. Sebagai contoh ketika dua orang menyatakan pendapatnya mengenai lukisan yang sama-sama sedang dipandang dilihat dengan seksama, maka pedapat mengenai lukisan itu berbeda. Padahal melihat dalam ruang dan waktu yang sama tetapi perspektif yang dihasilkan berbeda karena sama memiliki sifat relatif.

    ReplyDelete
  6. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menurut saya elegi ini menunjukkan betapa sulitnya meredam perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan saat ini. Dalam agama islam kita tahu seluruh manusia derajatnya sama di mata Allah. Dalam agama islam pula diajarkan bahwa pada akhirnya pakaian terakhir kita adalah sama, kain kafan, dengan warna yang sama pula, putih. Tidak bercorak polkadot, tidak bergambar hati, tidak bergaris loreng2. POLOS. Mengapa manusia terlalu sibuk mencari perbedaan, sehingga para sama memberontak.

    ReplyDelete
  7. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih kepada Bpak atas Elegi di atas. Dari elegi di atas saya dapat mengambil beberapa poin. Sama dan beda adalah hal yang sunatullah adanya. Kemudian elegi ini lebih membahas mengenai filsafat “SAMA” itu. Diuraikan seribu pangkat seribupun tidak akan cukup untuk menggapai hakihat “SAMA” itu. karena Sang yang Maha Tau adalah Allah SWT. Keabsolutan ontologi, perasaan, pikiran, hukum aturan, nasib, sifat-sifat dan tanda hanya Milik Allah semata.

    ReplyDelete
  8. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sama belum tentu seragam. Jika kita melakukan sesuatu dengan cara yang sama, apakah kita akan mendapatkan hasil yang sama? Tentu tidak. Secara logis itu bisa dipercayai tetapi kita lihat kenyataanya saja. Apakah jika kita melakukan sesuatu dengan cara yang sama akan meberikan hasil yang sama? Cara yang sama belum tentu membawa kepada hasil yang sama pula. Karena sebagai manusi kita mempunyai akal pikiran, sudut pandang berbeda. Manusia mempunyai kemampuan istimewa untuk menghasilkan karya-karya yang bervariasi. Oleh karena itu, hasil karya seseorang dalam suatu bidang tertentu biasanya tidak ada yang seragam. Misalnya saja, pelukis yang melukis obyek yang sama berulang kali. Hasilnya hanya mirip tapi tidak sama. Dari elegi diatas dapat diperhatikan bahwa pelajaran itu sangat penting utuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  9. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi perbincangan para sama menjelaskan bahwa setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relative. Sedangkan sebenar-benarnya perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan. Semua itu relatif tergantung dari sisi mana kita melihat dan menatapnya.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Menurut “Elegi Perbincangan Para Sama” seperti halnya dengan ‘beda’, ‘sama’ juga bersifat relatif. ‘Sama’ menurutku tentu tidak sama dengan ‘sama’ menurutmu karena hal itu sensitif terhadap ruang dan waktu. Sama dan beda saling melengkapi, sesuatu hal ada yang mungkin ada terdapat sama dan beda. Diriku dan dirimu sama-sama makan nasi, tetapi nasi yang ku makan sedikit dan nasi yang kau makan banyak. Sama yang absolut hanyalah milik dan kuasa Allah SWT.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  11. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Saya mengutip dari kalimat yang terdapat pada setiap elegi para sama yaitu "Sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan". Kita di pandangan Allah SWT itu sama. Kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, semuanya sama tanpa ada terkecuali. Maka Kesamaan itu hanyalah milik Allah SWT. Namun, meskipun tujuan hidup kita sama yaitu mendapatkan ridho-Nya dengan cara menaati perintah dan menjauhi larangannya tetap saja ada perbedaan dalam menggapai itu semua. Mungkin saja ada kesamaan-kesamaan dari manusia yang satu dengan yang lain, namun kesamaan antar kedua manusia itu belum tentu dipandang sama oleh manusia ketiga. Oleh karena itu kesamaan dimata manusia itu bersifat relatif artinya bisa ada, bisa juga tidak ada.

    ReplyDelete
  12. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Sama dalam dimensi ruang dan waktu bagi manusia adalah relatif. Sama di waktu lampau belum tentu sama saat ini dan sama saat ini belum tentu sama di masa yang akan datang. Sama bagi seseorang belum tentu sama bagi yang lainnya. Karena itulah sama yang dapat dijangkau manusia tidak akan sampai ke sama yang absolut, karena dikutip dari artikel di atas, sama yang absolut hanya milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  13. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sama setiap insan adalah relatif sedangkan segala yang absolut adalah milik yang mahakuasa. Namun buah pemikiran yang relatif dalam memadang sesuatu jangan dijadikan masalah karena lumrahnya pemikiran yang satu berbeda dengan yang lainnya tergantung ruang dan waktu. Hal yang dilihat sama, didengar sama, dirasakan sama bisa menimbulkan makna yang berbeda dan itulah kehidupan bagaimana kita bisa saling berdampingan di tengah persamaan dan perbedaan.

    ReplyDelete
  14. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setinggi-tinggi perasaan sama, pikiran sama, penampakan sama, nasib sama, sifat-sifat sama, tanda sama, yang dipikirkan manusia adalah semuanya relatif. Sebenar-benarnya perasaan sama, pikiran sama, penampakan sama, nasib sama, sifat-sifat sama, tanda sama, yang dipikirkan manusia adalah yang absolut yaitu hanya milik dan kuasa Tuhan. Para sama yang dipikirkan oleh manusia itu tidaklah sama antar satu dengan yang lain, itulah yang menyebabkan relatifnya pemikiran satu sama lain. Tetapi tidak ada satupun kuasa Tuhan yang bersifat relatif, karena kebenaran dan kesempurnaan memang hanya miliki Tuhan Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sekali lagi, saya berpendapat bahwa manusia berpikir tidak melampaui batas berpikirnya, semua yang terlihat adalah reduksi dan kerelatifan. Satu yang harus semakin kita imani, bahwasanya "Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan".

    ReplyDelete
  16. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    “Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif, Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan”. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Misalnya si A dan si B. Kemudian ada si P yang mengatakan bahwa si A sama dengan si B, dan si Q juga mengatakan hal yang demikian. Setelah di kroscek pada si P ternyata menurutnya si A dan si B sama tingginya, sedangkan menurut si Q ternyata si A dan si B sama pintarnya. Sehingga sama yang dipikirkan manusia iru relatif, tergantung sudut pandang yang meraka gunakan. Lain halnya dengan sama yang dimiliki Tuhan, yaitu sama yang absolut. Tuhan memandang semua manusia di bumi ini sama, dia tidak menggolong-golongkan manusia dan menciptakan manusia di bumi ini dengan tujuan yang sama. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  17. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Karena kehidupan ini penuh dengan kontradiksi maka tidak heran jika terjadi kontradiksi antara para beda dan para sama. sesungguhnya memang sama itu adalah hal yang relatif, karena sama yang absolut itu hanyalah milik Allah. JIka dua obyek dikatakan sama maka itu adalah sama relatif yang diungkapkan oleh orang yang mengamatinya sesuai dengan ruang dan waktunya saat itu.

    ReplyDelete
  18. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Segala sesuatu dapat dipandang sama dalam pikiran kita. 2 sama dengan 2 hanyalah benar di dalam pikiran kita, namun ketika dituliskan maka pasti aka nada 2 yang pertama dan 2 yang kedua. Meskipun sama tetaplah sama, tetapi sama tidak dapat dipandang sebagai sama. Seperti halnya manusia yang memiliki kesempatan yang sama. Bukan berarti setiap manusia selalu dihadapkan pada hal-hal yang sama, asalah-masalah yang sama, pilihan-pilihan yang sama. Tetapi setiap manusia sama-sama memiliki kesempatan untuk bahagia, sama-sama memiliki kesempatan untuk berusaha dan berikhtiar menentukan nasibnya.

    ReplyDelete
  19. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Matematika A 2017

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengatakan bahwa tidak ada yang benar-benar sama di dunia ini, pasti ada perbedaan walaupun sedikit saja. Ternyata, kalimat inilah yang dimaksud oleh "perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif". Sedangkan Allah, dapat menentukan hal yang sama, seperti Ia memandang semua manusia sama di hadapannya, dan inilah contoh dar kalimat "sedangkan sebenar-benar perasaan sama adalah perasaan absolut, itu hanya milik dan kuasa Tuhan".

    ReplyDelete
  20. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    SAMA jika selama masih dalam pemahaman dan pengertian manusia maka masih bersifat relatif. Karena sama yang absolut itu hanya milik Allah SWT. Manusia sama di mata Allah, tanpa melihat pangkat dan harta duniawi, namun yang membedakannya adalah derajat ketakwaan dan ibadahnya kepada Allah.

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tiadalah sesuatu hal apapun di dunia ini yang sempurna , karena kesempurnaan hanyalah milik Allah swt. Sebagai mahluk ciptaan Allah swt, yang dapat kita lakukan hanyalah sedekat mungkin mendekati kesempurnaan tersebut. maka tiada jualah sesuatu apapun di dunia ini yang sama seutuhnya. jika sesuatu hal tersebut sama di suatu ruang dan waktu, belum tentu hal tersebut juga akan sama di ruang dan waktu yang lain.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  22. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sama tidaknya hal-hal itu relatif dari kacamata mana kita memandangnya, karena jika ada sesuatu yang sama bagi kita, maka mungkin saja hal tersebut tidaklah sama di mata orang lain. maka sama itu relatif, sebenar-benarnya sama yang absolut hanyalah milik Allah swt.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  23. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PMB 2017


    Sama atau tidak tergantung dari sisi sudut pandang masing-masing orang. Namun sama tidak selalu adil menurut setiap pandangan. Karena adil tidak selalu sama. Jikalau semua orang harus dipaksa sama rasanya banyak yang akan hilang dari peradaban dunia ini. Karena setiap sudut pandang akan melahirkan pemikiran-pemikiran yang memperkaya peradaban.

    ReplyDelete
  24. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Intinya adalah bahwa sama atau beda itu hal yang pasti terjadi di dunia. kedua hal tersebut ada di dunia ini. dan penilaian tentang sama atau beda itu kembali lagi kepada masing-masing persepsi setiap orang.

    ReplyDelete
  25. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Melalui elegi ini saya mendapatkan ilmu baru yakni hal sama adalah hal tersebut sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Akan tetapi, manusia akan mencapai setinggi-tinggi hal yang sama dipandang dari kedalaman dan keluasan kesamaan tersebut akan tetap pada sama relatif. Ini dikarenakan tiadalah manusia tercipta sama. Manusia adalah ciptaan Yang Maha Kuasa dengan identitas yang tidak sama satu sama lain dari awal sampai akhir penciptaan. Sedangkan, sebenar-benar hal adalah hal mutlak, yakni milik dan kuasa Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  26. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pend. Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Sama dan beda yang diperbincangkan dalam artikel ini memiliki sifat yang relatif. Menurut kita sama menurut orang lain beda menurut kita beda menurut orang lain sama. Sama dan beda memiliki arti yang kontradiksi tetapi saling berkaitan erat. Dengan demikian kita harus bisa mengambil pelajaran dan maksa dari kedua kata tersebut. Beda, karena perbedaan maka terjadi keberanekaragaman. Sama, adanya kesamaan atau sikap "saling" membuat kita belajar menerapkan sikap empati kepada orang lain yaitu dengan cara memposisikan kita sama atau andaikan kita menjadi mereka. Sikap saling menghargai, menghormat, toleransi, dan lain sebagainya pasti akan berjalan dengan indah.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Elegi perbincangan para sama menurut pendapat saya tidak akan ada yang mungkin sama. Sama dalam arti sama perasaan, sama pikiran, sama penampilan, sama hukum, sama nasib, sama sifat, dan lain sebagainya. Dua orang anak kembar yang dilahirkan mungkin dapat dikatakan mirip, tetapi mirip bukanlah sama. Kita tidak dapat menduga apa yang ada di dalam hati, pikiran, keduanya. Bahkan meskipun kembar, sifat mereka tidak selalu sama. Namun, pada hakekatnya, kita sebagai manusia tetap sama di hadapan Tuhan. Kaya, miskin, pintar, bodoh, cantik, tampan, jelek, semua memiliki hakekat yang sama dihadapan Tuhan, asalkan kita selalu melakukan hal – hal yang baik dalam hidup.

    ReplyDelete
  28. Jika kita mengatakan A sama dengan A, yang di dunia ini tidak akan pernah ditemukan A sama dengan A. Karena santun terhadap ruang dan waktu, A yang sekarang beda dengan A yang dituliskan tadi. 5 tidak sama dengan 5, karena 5 yang awal lebih dulu dibanding 5 yang akhir, tidak akan pernah ditemukan sifat yang sama, sama dalam arti sama perasaan, sama pikiran, sama penampilan, sama hukum, sama nasib, sama sifat, dan lain seterusnya. Tetapi kita sebagai makhluk Tuhan, sama dihadapannya, yang membedakan adalah amal perbuatan dari kita semuanya.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Jika mengatakan sama, di dunia ini yang absolut sama hanyalah milik Allah SWT. Walaupun manusia diciptakan berbeda-beda dengan karakter yang berbeda-beda, tapi pasti ada salah satu sifat yang sama. Walaupun hanya sedikit, tapi tetap punya kesamaan. Dan "sama" juga jua memiliki makna yang berbeda beda, tergantung pola fikir dan sudut pandang memangdang "sama".

    ReplyDelete
  30. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Seluruh objek di bumi bersifat plural, artinya beragam dan juga bersifat kontradiktif atrinya berbeda-beda, bahwa tiadalah yang sama di dunia ini. Bahkan dirimu tidak sama dengan dirimu, karena sepersekian dekit saja sebenar-benar diri kita adalah berubah, dari diriku yang tadi menjadi sekarang. Sementara itu, yang sama itu adalah identitas. Identitas adalah sifat langit yang hanya dimiliki oleh Allah SWT. Maka dari itu, dengan sifat yang berbeda-beda ini yang harus dipersamakan adalah prinsip, yakni prinsip Tuhan yang salah satunya adalah saling bertoleransi atas perbedaan.

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini selalu ada hal yang berlawanan. Misalnya pagi dan siang, senang dan sedih, subyek dan obyek, benar dan keliru, sama dan beda, dan masih banyak lagi tidak mampu saya sebutkan semuanya. Ketika kita terlalu fanatik dengan beda atau perbedaan maka sesuatu yang sama akan sering terabaikan. Padahal tak kalah penting untuk memikirkan sama. Misalnya yang sama dari manusia adalah bahwa manusia sama-sama merupakan ciptaan Allah SWT. Sehingga di dalam berpikir, kita hendaknya berusaha menyeimbangkan antara tesis dan anti-tesisnya.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Di dunia ini tak ada yang benar-benar sama. Sama dan beda itu relatif. Tapi yang sama untuk dunia ini adalah semua berada di bawah kekuasaan Tuhan yang absolut. Yang membuat kita sama adalah kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  33. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang di transfer melalui postingan ini. jadi saya dapat menarik kesimpulan bahwa didalam dunia ini diperlukan keseimbangan untuk menjalaninya. karna didalam dunia ini sendiri terdapat hal yang berlawanan juga hal yang berdampingan jadi kita sebagai manusia yang berpijak didunia maka sebenarbenarnya alat penyimbang itu adalah pikran yang selalu dilandasi dengan spritual.

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Relatif, saya menjadi teringat dengan kata-kata saya sendiri yaitu saat ini saya berada jauh dari orang tua, dan ini ternyata juga merupakan suatu hal yang sifatnya relatif. Namun, saat saya dalam keadaan suasana hati yang tidak enak dan nyaman, saya cenderung lupa akan hal-hal yang sifatnya relatif. Saya semakin menyadari bahwa sadar akan keadaan diri sendiri saat berpikir akan sesuatu itu begitu penting. Terima kasih Prof.

    ReplyDelete
  35. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Perselisihan para sama dan para beda.
    Sama dan beda adalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.
    Sama belum tentu sama. Beda belum tentu beda. Bisa dikatakan sama adalah beda, dan beda adalah sama.
    Di dalam persamaan ada perbedaan. Di dalam perbedaan ada persamaan.
    ,

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi para sama mengajarkan kami bahwa dalam hidup sama merupakan hal yang relative. Sama menurutmu beda menurut mereka. Beda menurut mu ,bisa sama menurut mereka. Terkadang manusia egois dengan berpendapat dengan menyamakan sesuatu ataupun membedakannya. Sesungguhnya sama dan beda yang absolut hanya milik Sang Pencipta yakni Allah SWT dan kemampuan manusia adalah ikhtiar dan berdoa untuk menggapai ridho Nya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  37. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Allah menciptakan segalanya berpasang-pasangan, seperti halnya sama memiliki pasangannya yaitu beda. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu terikat oleh ruang dan waktu, begitupun sama dan beda, keduanya terikat oleh ruang dan waktu pula. Segala ciptaan Allah tidak ada yang sama, hanya mirip saja, seperti bayi yang terlahir kembar mereka sekilas terlihat sama, padahal keduanya memiliki banyak perbedaan. Pada dasarnya manusia diciptakan dengan segala perbedaan, baik sifat, karakter, fisik. Semuanya dapat dikatakan sama jika hal tersebut terdapat dalam pikiran, maka itulah sebenar-benar sama relativ. Sedangkan sama yang absolute adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  38. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Lawan kata persamaan adalah perbedaan. Allah SWT menciptakan persamaan dan perbedaan untuk saling melengkapi. Di dunia ini tidak ada yang sama, bahkan saudara kembar yang identik pun tidaklah sama sifat nya. Bahkan sepatu kiri dan kanan pun berbeda bentuknya, padahal sama-sama sepatu dalam sepasang sepatu. Persamaan diciptakan agar kita belajar saling menghargai. Begitu pula dengan perbedaan diciptakan agar kita belajar saling toleransi :)

    ReplyDelete
  39. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi di atas mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bersentuhan dengan dimensi ruang dan waktu itu relatif dan berubah serta berbeda. Sebenar benarnya tanda sama adalah kebenaran absolut milik Allah SWT. Manusia mempunyai sama hanya pada dimensi pikiran dan itu sama relatif nya bukan absolut. maka lawannya sama alaha beda, Allah menciptakan perbedaan antara manusia itu hanya bersifat relatif juga karena pandangan sama dan beda hanya ada dipikiran manusia, karena yang membedakan manusia dimata Allah adalah tagwanya.

    ReplyDelete
  40. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Membaca kalimat "Tidak ada sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak sama," membuat saya berkesimpulan bahwa segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu adalah sama. Persamaannya terdapat dari apapun yang meliputi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada tersebut. Persamaannya, apapun yang meliputi segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di bumi adalah relatif, sedangkan segala sesuatu yang bersifat absolut itu hanyalah Tuhan dan aturan-aturannya.

    ReplyDelete
  41. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  42. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Konsep sama dan beda diciptakan berdampingan, sama ada karena ada beda dan beda ada karena ada sama. Sama dan beda merupakan konsep yang saling bertolak belakang, namun saling terikat satu sama lain. Sama dan beda tidak dapat dipisahkan, karena bila dipisahkan maka akan hilang keduanya. Sama dan beda ada karena aktivitas berpikir manusia yang mereduksi, dan mengkategori. Sehingga sesungguhnya sebenar-benarnya sama dan beda adalah ketentuan tuhan. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk meningkatkan ilmu kita dan meningkatkan derajat kita, tidak dipecah karena beda dan tidak lengah karena sama. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  43. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Baiklah, kira-kira begini pertanyaannya, tidakkah perbincangan ini akan membosankan? Konferensi yang mempertemukan para sama, tidakkah akan menjemukan? Apa yang hendak diperbincangkan dari hal-hal yang sama? Apakah inti perbincangan ini adalah saling memamerkan kesamaan? Saya sarankan, para sama bersama para tepat, para beda, dan para keliru, dipertemukan dalam konferensi kebenaran, agar para sama dapat memahami hakikat perbedaan, kesamaan, kekeliruan, ketepatan, dan lebih-lebih kebenaran.

    ReplyDelete