Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Sama

Oleh Marsigit

Para sama:
Mendengar konferensi para beda, geram rasanya aku ini. Para beda telah mengambil kesimpulan seakan-akan hanyalah mereka yang ada dan yang berhak ada. Dengan kesimpulan para beda tersebut seakan-akan aku dan pengikutku telah habis da finis dan telah hilang tertelan bumi. Padahal tidaklah demikian adanya. Bukankah setiap hari para manusia selalu memanggilku, memerlukanku, dan menggunakanku. Kalau begitu dengan ini aku akan memberi kesempatan kepada pengikutku untuk menyarakan suara hatinya. Silahkan.



Ontologi sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah ontologi sama. Ketahuilah ontologi sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Perasaan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah perasaan sama. Ketahuilah perasaan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan perasaanmu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku rasakan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif. Sedangkan sebenar-benar perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Pikiran sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah pikiran sama. Ketahuilah pikiran sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi pikiran sama yang dipikirkan manusia adalah pikiran sama relatif. Sedangkan sebenar-benar pikiran sama adalah pikiran sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Penampakan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah penampakan sama. Ketahuilah penampakan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berpenampakan sama. Jikalau engkau tampakkan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku tampakkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi penampakkan sama yang dipikirkan manusia adalah penampakkan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar penampakan sama adalah penampakan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Hukum dan aturan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah hukum dan aturan sama. Ketahuilah hukum dan aturan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berhukum dan beraturan sama. Jikalau engkau buat hukum dan aturan dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku dan engkau tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu telah engkau buat hukum dan aturannya. Padahal aku dan engkau tahu hukum dan aturan itu bukanlah untuk diri sendiri. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu yang mempunyai hukum dan aturan yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi hukum dan aturan yang dipikirkan manusia adalah hukum dan aturan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar hukum dan aturan sama adalah hukum dan aturan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Nasib sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah nasib sama. Ketahuilah nasib sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang bernasib sama. Jikalau engkau katakan tentang nasib sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa nasib itu berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa ketentuan nasib dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai nasib yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi nasib sama yang dipikirkan manusia adalah nasib sama relatif. Sedangkan sebenar-benar nasib sama adalah nasib sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Sifat-sifat sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah sifat-sifat sama. Ketahuilah sifat-sifat sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang mempunyai sifat-sifat sama. Jikalau engkau katakan suatu sifat dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa semua sifat-sifat yang ada berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa sifat-sifat sama dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai sifat-sifat yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sifat-sifat sama yang dipikirkan manusia adalah sifat-sifat sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sifat-sifat sama adalah sifat-sifat sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Tanda sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah tanda sama. Ketahuilah tanda sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang tidak dapat menggunakan tanda sama. Jikalau engkau gunakan tanda sama untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan sebagai sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi tanda sama yang dipikirkan manusia adalah tanda sama relatif. Sedangkan sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Para beda protes:
Wahai para sama, janganlah engkau mengacaukan rencanaku. Aku telah proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu di muka bumi ini tidak berbeda. Tetapi mengapa engkau sekarang proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak ada yang sama?

Orang tua berambut putih:
Maaf aku datang tepat setelah pertanyaanmu. Mungkin kita perlu rencanakan pertemuan lanjutan untuk membahas masalah ini.

27 comments:

  1. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia sifatnya terbolak balik hatinya dan naik turun imannya. Hati dan iman seseorang tidaklah sama setiap waktunya, dan itu mempengaruhi perasaan, tindakan dan sikapnya. Manusia juga terikat dengan ruang dan waktu, dimana diri sedetik yang lalu telah berubah menjadi diri yang lain sedetik kemudian. Rumus identitas, yaitu A=A hanyalah milih Allah semata. Hanyalah Allah yang mempunyai sifat kekal yang tidak terpengaruh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  2. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Hati-hati mengatakan 'sama'. Sebab sama yang absolut tidak di dunia ini. Ketika aku mengatakan punya ide yang 'sama' dengan orang lain, tetap perlu diteliti lagi, di mana letak 'sama' nya. Maka komunikasi itu penting, agar tim kerja berjalan dengan baik, pasangan suami istri juga bisa beriringan. Seperti sepasang sepatu, yang selalu berbeda namun serasi.

    ReplyDelete
  3. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa pemikiran terhadadap suatu objek yang sama oleh manusia dengan satu dengan yang lain bisa saja menghasilkan interpretasi yang berbeda. Pada dasarnya perbedaan akan selalu mengisi kehidupan didunia. Kami harus bisa menyadari bahwa perbedaan bukan permasalahan, karena esensi dari hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi oleh karenanya semua yang ada di dunia ini memiliki sifat dan karakter masing-masing. Semoga dalam mengahadapi perbedaan dan persamaan dalam hidup ini, umat manusia mampu merangkai hidup dengan lebih bewarna dan indah serta mampu memberikan ilmu pengetahuan dan karakter yang kuat bagi generasi-generasi penerus bangsa ini. Amin.

    ReplyDelete
  4. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sebenar-benar sama dan setinggi-tingginya sama bagi manusia hanyalah bersifat relative. Ia hanya sama untuk beberapa hal, atau hanya sama dalam alam pikiran. Sementara sama yang bersifat absolut hanyalah milik Tuhan Yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  5. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Bisa dikatakan, bahwa sama yang indentik tidak ada didunia ini, walaupun anak yang kembar yang sama indentik secara fisik tetapi tetap saja ad yang berbeda. Mungkin bisa saja ada yang sama akan tetapi tetaplah mutlak ada yang berbeda. Karena sifat manusia adalah relatif, yang artinya bisa saja berubah, akan tetapi sebenar-benarnya sifat sama atau tanda sama yang absolut (tetap) adalah sifat Tuhan atau milik Tuhan yang tak akan berubah (selalu sama), Jika dalam ilmu matematika, mempunyai tanda sama dengan yang bisa berarti nilai atau hasil nya saja yang sama, akan tetapi tetap saja bisa jadi sebuah proses dalam menemukan hasil tersebut tidaklah sama bagi setiap individual yang mengerjakannya.

    ReplyDelete
  6. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Prinsip sama hanya terjadi didalam pikiran, sedangkan yang terjadi di dunia merupakan prinsip kontradiksi. Jika manusia di dunia menyatakan sama, maka sama yang dinyatakan saat ini tentu berbeda dengan sama setelah saat ini atau sebelum saat ini. Sehingga di dunia ini manusia dalam keadaan tidak mencapai identitas atau bisa disebut sedang berusaha menggapai identitas.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menurut saya tidak ada sesuatu yang diciptakan benar-benar sama, pasti terdapat perbedaan. Karena sifat-sifat yang melekat pada diri kita relatif terhadap ruang dan waktu. Jikalau dikatakan sama itu hanya relatif saja. Sebenar-benar sama absolut adalah milik Tuhan. Semua manusia dihadapan-Nya sama, cinta-Nya kepada makhluk sama, Tuhan tidak membeda-bedakan siapa-siapa yang hendak dicintai, dikasihi, diberi-Nya rezeki, diberi-Nya pertolongan, dsb. Jika ada yang beda, itu adalah kembali lagi pada pikiran manusia yang relatif atau karena keterbatasan manusia mengungkap semua yang ada dan yang mungkin ada. Wallahua’lam.

    ReplyDelete
  8. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Sama itu ada karena ada beda. Di dalam sama terdapat hukum dan aturannya sendiri yang membuat dua hal menjadi sama. Dua hal yang tidak berbeda tentulah menjadi sama. Sama ada karena ada perbedaan dalam aturan dan hukum yang satu.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Segala sesuatu di dunia ini selalu mempunyai lawan. Sama mempunyai lawan dengan beda. Jikalau kita mengatakannya beda, mungkin hal itu terjadi karena kita memandang dari sudut yang berbeda. Sedangkan jikalau kita mengataknnya sebagai sama maka boleh jadi kita memandangnya sebagai sesuatu yang memiliki sifat yang sama, pikiran, nasib, hukum, perasaan, dan karakteristik-karakteristik lainnya tertentu yang mirip. Sama dan beda itu relatif, tergantung bagaimana cara kita memandangnya, jika dari satu sisi menjadi sama tapi jika dari banyak sisi menjadi beda.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang ada di bumi bersifat kontradiktif, sehingga tidak ada yang memiliki sifat benar-benar sama antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan ini lah yang menjadikan dunia menjadi lebih berwarna. Namun, jika kita mau memandang apa yang ada di dunia ini dari perspektif persamaan, sesungguhnya semuanya bisa dipandang sama, yakni sama-sama ciptaan Tuhan. Dengan demikian bukan berarti kita harus memandang jelas perbedaan antar setiap individu yang ada, tanpa memperhatikan sisi kesamaannya. Kita harus memandangnya secara keseluruhan.. Persamaan ini pada dasarnya hanya absolut milik Tuhan sedangkan persamaan bagi makhluk hanyalah mitos.

    ReplyDelete
  11. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Elegi ini menceritakan tentang bagaimana sama dalam pandangan pikiran. Artinya sebenar-benar sama didunia ini adalah relative, bergantung pada pikiran yang memandangnya. Bahkan relative sendiri juga berbeda bagi tiap orang. Sama hanya sebuah gambaran semu pikiran yang tidak nyata kecuali kesaman menurut Tuhan

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Dri elegi ini juga dapat diambil hikmah bahwa segala sesuatu baik yang ada maupun yang mungkin akan memiliki nasib yang berbeda beda. Seperti nasib manusia yang berbeda pula, sudah ditentukan sejak sebelum lahir. Adalah kuasa Tuhan untuk menentukan kesamaan, kita hanya berikhtiar dan berdoa

    ReplyDelete
  13. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini tentulah berbeda-beda. Setiap manusia yang diciptakan tidaklah sama, tentu mempunyai karakteristik yang berbeda-beda pula. Contoh nyatanya sepasang anak yang terlahir kembarpun akan menjadi berbeda. Fisik berbeda, apalagi dengan hati dan sifatnya pasti terdapat perbedaan diantara keduanya. Karena sesungguhnya sama yang absolut itu hanyalah milik Allah SWT.
    Sama adalah kata yang dipakai untuk menyebutkan dua atau lebih obyek yang identik. Namun di dunia ini hal yang kita anggap sama itu walau kecil ada yang beda. Maksudnya sama dalam hal ini tergantung situasi dan kondisi atau terikat ruang dan waktu. Inilah hidup didunia penuh dengan hal sama dan beda. Semua itu agar kita bisa saling belajar satu sama lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilania Eka Andari
      17709251050
      S2 pmat c 207

      Ada yang lebih dibanding yang lain, ada juga yang kurang dibanding yang lainnya. Terkadang apa yang dirasakan oleh manusia dengan satu dengan yang lain pun berbeda.
      Walaupun dengan banyaknya perbedaan, kita masih dapat hidup bersama-sama. Karena hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi. Namun perlu diingat bahwa tidak ada perbedaan kita di hadapan Allah, semua makhluk-Nya memiliki derajat yang sama dan tidak ada yang membedakan antara manusia satu dengan yang lain, kecuali ketakwaan mereka kepada Allah.

      Delete
  14. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi di atas mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bersentuhan dengan dimensi ruang dan waktu itu relatif dan berubah serta berbeda. Allah menciptakan segala sesuatu tidakada yang sama. Jika kita memandang itu sama maka sebenarnya itu berbeda. Seorang yang identik kembar saja berbeda, mulai dari sidik jari, sikap karakter dll

    ReplyDelete
  15. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Sama dan beda merupakan satu pasang sifat yang berlawanan yang Allah titipkan dalam hati dan pikiran kita. Seperti halnya beda, sama pun juga bersifat relatif. Bagi kita kesamaan akan satu hal belum tentu dianggap sama oleh orang lain. Allah menciptakan segala sesuatunya di dunia tidak lah ada yang sama. Kalaupun mirip, tentu tetap memiliki satu titik perbedaan atau ketidak samaan, tergantung ruang dan waktu yang mengikat nya. Kemudian tugas kita sebagai makhluk yang diberi akal pikiran, berusaha untuk sama dengan apa yang menjadi keinginan, kehendak, perintah dalam segala aturan-aturanNya. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  16. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dunia ini dilahirkan dalam wujud yang unik. Manusia kembar identic pun belum tentu memiliki kebiasaan atau sifat yang sama. Pohon-pohon sejenis yang tumbuh di hutan belum tentu memiliki usia yang sama. Maka, setinggi-tinggi tanda sama yang dipikirkan manusia adalah tanda sama yang bersifat relatif. Sedangkan sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama bersifat absolut.

    ReplyDelete
  17. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pada elegi perbincangan para sama ini mnegajarkan kepada kita bahwa tiadalah yang sama di dunia ini yang sebenar-benar sama. Karena Tuhan menciptakan manusia dengan karakteristiknya masing-masing, meskipun dalam karakteristik tesebut tedapat aspek-asek yang sama atau pun mirip-mirip. Sehingga jika terjadi perselisihan antara sesama beda wajar saja. Namun, perlu diperhatikan bahwa keduanya sebenarnya saling membutuhkan serta terikat satu sama lain. Kita mengetahui bagaimana hakekat dari sama apabila kita paham apa sebenarnya beda dan begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  18. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tambahan, Tuhan menciptakan segala seuatunya di dunia ini secara berpasangan. Ada siang, ada malam. Ada laki-laki, ada pula perempuan. Begitu pula dengan adanya “sama”, pasti adanya “beda”. Sifat dari keduanya mungkinlah bertolak belakang, namun bukan untuk di jadikan sebagai ajang pencarian siapa pihak yang lebih unggul, lebih bermakna, lebih berpengaruh, namun harus dijadikan sebagai alat untuk saling melengkapi.

    ReplyDelete
  19. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di dunia ini Allah menciptakan segala sesuatunya berbeda. apa yang terlihat, terdengar, tersentuh, bahkan dirasakan sama menurut indera manusia ternyata masih ada perbedaan. terkadang apa yang dirasakan oleh manusia dengan satu dengan yang lain pun berbeda. sehingga saat ada persamaan pada saat itu juga ada perbedaan dan saat ada perbedaan pada saat itu juga ada persamaan. walaupun dengan banyaknya perbedaan, kita masih dapat hidup bersama-sama. karena esensi dari hidup adalah saling berbagi dan saling melengkapi. maka dari itu, inilah yang disebut hidup yang menghidupkan

    ReplyDelete
  20. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Sama berarti identitas dan segala yang ada dan mungkin ada tidak memiliki sifat sama tersebut. Karena segala yang ada dan mungkin ada di bumi masih terikat oleh ruang dan waktu sehingga pasti mereka memiliki perbedaan. Identitas tidak ada di bumi, identitas hanya ada di langit.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sama bukan berarti tidak beda dalam dunia nyata. Namun sama itu pasti sama jika menurut dunia logika. Karena pada daarnya kesamaan itu yang hakiki jika sesuatu tersebut terbebas dari ruang dan waktu yang ada. Karena jika terbatas dengan ruang dan waktu maka kesamaan itu bagaikan suatu fatamorgana belaka saja.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  22. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam sebuah teori, bumi ini terdiri atom-atom kemudia menyatu menjadi sebuah galaksi, benda dan sejenisnya yang terbentu materi yang bisa dirasakan panca indra. Begitu dengan keadaan manusia. Mereka satu sama lain, tatkala bersatu akan menciptakan sebuah galaksi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dilihat dalam membentuk sebuah rumah, maka dibutuhkan beberapa keahlian, tidak hanya satu. Dan keahliah itu, satu sama lain akan menciptakan aneka ragam bentu, kita bisa lihat konstruksi rumah atau bangunan yang berbeda.

    ReplyDelete
  23. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    Sama adalah kata yang digunakan untuk menyebutkan dua atau lebih obyek yang mirip/identik. Namun di dunia ini,hal yang kita anggap sama itu ada yang beda walaupun sedikit. Maksudnya sama dalam hal ini tergantung situasi dan kondisi serta pandangan seseorang akan hal tersebut.

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Didalam kehidupan, sama disini manusia diciptakan sama oleh yang Maha kuasa, namun dalam dunia filsafat sama itu bergantung pada ruang dan waktu yang digunakan, hal yang dilakuhkan anak-anak dengan umur yang setara akan sama dengan anak-anak lainnya namun berbeda dengan yang dilakukan orang dewasa.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Jika didunia ini ada yang berbeda, pasti ada juga yang sama sebagaimana ada siang ada malam, ada natural ada humaniora Persamaan yang sebenarnya hanyalah milik Allah SWT. Sebenar benarnya sama di pikiran manusia adalah sama yang relatif. Sedangkan sama yang setinggi tingginya adalah sama yang absolut yaitu sama yang merupakan milik dan kekuasaan Allah SWT.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  26. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Kesamaan itu bisa jadi hal yang mungkin ada di dunia ini. Terkadang manusia membuah hal-hal yang dikatakan sama untuk kepentingannya sendiri. Namun bagi ciptaan tuhan mungkin akan ada kesamaaan. Kesamaan tersebut bukanlah kesamaan yang menyeluruh. Misalanya Dua kue itu sama-sama disebut donat, namun ternyata berbeda rasanya dan masih banyak lagi kesmaan yang tidak secara keseluruhan sama di dunia ini. Terimakasih

    ReplyDelete