Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Sama

Oleh Marsigit

Para sama:
Mendengar konferensi para beda, geram rasanya aku ini. Para beda telah mengambil kesimpulan seakan-akan hanyalah mereka yang ada dan yang berhak ada. Dengan kesimpulan para beda tersebut seakan-akan aku dan pengikutku telah habis da finis dan telah hilang tertelan bumi. Padahal tidaklah demikian adanya. Bukankah setiap hari para manusia selalu memanggilku, memerlukanku, dan menggunakanku. Kalau begitu dengan ini aku akan memberi kesempatan kepada pengikutku untuk menyarakan suara hatinya. Silahkan.



Ontologi sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah ontologi sama. Ketahuilah ontologi sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Perasaan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah perasaan sama. Ketahuilah perasaan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan perasaanmu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku rasakan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif. Sedangkan sebenar-benar perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Pikiran sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah pikiran sama. Ketahuilah pikiran sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi pikiran sama yang dipikirkan manusia adalah pikiran sama relatif. Sedangkan sebenar-benar pikiran sama adalah pikiran sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Penampakan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah penampakan sama. Ketahuilah penampakan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berpenampakan sama. Jikalau engkau tampakkan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku tampakkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi penampakkan sama yang dipikirkan manusia adalah penampakkan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar penampakan sama adalah penampakan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Hukum dan aturan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah hukum dan aturan sama. Ketahuilah hukum dan aturan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berhukum dan beraturan sama. Jikalau engkau buat hukum dan aturan dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku dan engkau tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu telah engkau buat hukum dan aturannya. Padahal aku dan engkau tahu hukum dan aturan itu bukanlah untuk diri sendiri. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu yang mempunyai hukum dan aturan yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi hukum dan aturan yang dipikirkan manusia adalah hukum dan aturan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar hukum dan aturan sama adalah hukum dan aturan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Nasib sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah nasib sama. Ketahuilah nasib sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang bernasib sama. Jikalau engkau katakan tentang nasib sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa nasib itu berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa ketentuan nasib dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai nasib yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi nasib sama yang dipikirkan manusia adalah nasib sama relatif. Sedangkan sebenar-benar nasib sama adalah nasib sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Sifat-sifat sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah sifat-sifat sama. Ketahuilah sifat-sifat sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang mempunyai sifat-sifat sama. Jikalau engkau katakan suatu sifat dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa semua sifat-sifat yang ada berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa sifat-sifat sama dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai sifat-sifat yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sifat-sifat sama yang dipikirkan manusia adalah sifat-sifat sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sifat-sifat sama adalah sifat-sifat sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Tanda sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah tanda sama. Ketahuilah tanda sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang tidak dapat menggunakan tanda sama. Jikalau engkau gunakan tanda sama untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan sebagai sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi tanda sama yang dipikirkan manusia adalah tanda sama relatif. Sedangkan sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Para beda protes:
Wahai para sama, janganlah engkau mengacaukan rencanaku. Aku telah proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu di muka bumi ini tidak berbeda. Tetapi mengapa engkau sekarang proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak ada yang sama?

Orang tua berambut putih:
Maaf aku datang tepat setelah pertanyaanmu. Mungkin kita perlu rencanakan pertemuan lanjutan untuk membahas masalah ini.

11 comments:

  1. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi perbincangan para sama menjelaskan bahwa setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relative. Sedangkan sebenar-benarnya perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan. Semua itu relatif tergantung dari sisi mana kita melihat dan menatapnya.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Menurut “Elegi Perbincangan Para Sama” seperti halnya dengan ‘beda’, ‘sama’ juga bersifat relatif. ‘Sama’ menurutku tentu tidak sama dengan ‘sama’ menurutmu karena hal itu sensitif terhadap ruang dan waktu. Sama dan beda saling melengkapi, sesuatu hal ada yang mungkin ada terdapat sama dan beda. Diriku dan dirimu sama-sama makan nasi, tetapi nasi yang ku makan sedikit dan nasi yang kau makan banyak. Sama yang absolut hanyalah milik dan kuasa Allah SWT.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  3. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Saya mengutip dari kalimat yang terdapat pada setiap elegi para sama yaitu "Sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan". Kita di pandangan Allah SWT itu sama. Kita diciptakan untuk beribadah kepada-Nya, semuanya sama tanpa ada terkecuali. Maka Kesamaan itu hanyalah milik Allah SWT. Namun, meskipun tujuan hidup kita sama yaitu mendapatkan ridho-Nya dengan cara menaati perintah dan menjauhi larangannya tetap saja ada perbedaan dalam menggapai itu semua. Mungkin saja ada kesamaan-kesamaan dari manusia yang satu dengan yang lain, namun kesamaan antar kedua manusia itu belum tentu dipandang sama oleh manusia ketiga. Oleh karena itu kesamaan dimata manusia itu bersifat relatif artinya bisa ada, bisa juga tidak ada.

    ReplyDelete
  4. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Sama dalam dimensi ruang dan waktu bagi manusia adalah relatif. Sama di waktu lampau belum tentu sama saat ini dan sama saat ini belum tentu sama di masa yang akan datang. Sama bagi seseorang belum tentu sama bagi yang lainnya. Karena itulah sama yang dapat dijangkau manusia tidak akan sampai ke sama yang absolut, karena dikutip dari artikel di atas, sama yang absolut hanya milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  5. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sama setiap insan adalah relatif sedangkan segala yang absolut adalah milik yang mahakuasa. Namun buah pemikiran yang relatif dalam memadang sesuatu jangan dijadikan masalah karena lumrahnya pemikiran yang satu berbeda dengan yang lainnya tergantung ruang dan waktu. Hal yang dilihat sama, didengar sama, dirasakan sama bisa menimbulkan makna yang berbeda dan itulah kehidupan bagaimana kita bisa saling berdampingan di tengah persamaan dan perbedaan.

    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setinggi-tinggi perasaan sama, pikiran sama, penampakan sama, nasib sama, sifat-sifat sama, tanda sama, yang dipikirkan manusia adalah semuanya relatif. Sebenar-benarnya perasaan sama, pikiran sama, penampakan sama, nasib sama, sifat-sifat sama, tanda sama, yang dipikirkan manusia adalah yang absolut yaitu hanya milik dan kuasa Tuhan. Para sama yang dipikirkan oleh manusia itu tidaklah sama antar satu dengan yang lain, itulah yang menyebabkan relatifnya pemikiran satu sama lain. Tetapi tidak ada satupun kuasa Tuhan yang bersifat relatif, karena kebenaran dan kesempurnaan memang hanya miliki Tuhan Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sekali lagi, saya berpendapat bahwa manusia berpikir tidak melampaui batas berpikirnya, semua yang terlihat adalah reduksi dan kerelatifan. Satu yang harus semakin kita imani, bahwasanya "Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan".

    ReplyDelete
  8. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    “Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif, Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan”. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Misalnya si A dan si B. Kemudian ada si P yang mengatakan bahwa si A sama dengan si B, dan si Q juga mengatakan hal yang demikian. Setelah di kroscek pada si P ternyata menurutnya si A dan si B sama tingginya, sedangkan menurut si Q ternyata si A dan si B sama pintarnya. Sehingga sama yang dipikirkan manusia iru relatif, tergantung sudut pandang yang meraka gunakan. Lain halnya dengan sama yang dimiliki Tuhan, yaitu sama yang absolut. Tuhan memandang semua manusia di bumi ini sama, dia tidak menggolong-golongkan manusia dan menciptakan manusia di bumi ini dengan tujuan yang sama. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  9. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Karena kehidupan ini penuh dengan kontradiksi maka tidak heran jika terjadi kontradiksi antara para beda dan para sama. sesungguhnya memang sama itu adalah hal yang relatif, karena sama yang absolut itu hanyalah milik Allah. JIka dua obyek dikatakan sama maka itu adalah sama relatif yang diungkapkan oleh orang yang mengamatinya sesuai dengan ruang dan waktunya saat itu.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Segala sesuatu dapat dipandang sama dalam pikiran kita. 2 sama dengan 2 hanyalah benar di dalam pikiran kita, namun ketika dituliskan maka pasti aka nada 2 yang pertama dan 2 yang kedua. Meskipun sama tetaplah sama, tetapi sama tidak dapat dipandang sebagai sama. Seperti halnya manusia yang memiliki kesempatan yang sama. Bukan berarti setiap manusia selalu dihadapkan pada hal-hal yang sama, asalah-masalah yang sama, pilihan-pilihan yang sama. Tetapi setiap manusia sama-sama memiliki kesempatan untuk bahagia, sama-sama memiliki kesempatan untuk berusaha dan berikhtiar menentukan nasibnya.

    ReplyDelete
  11. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Matematika A 2017

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengatakan bahwa tidak ada yang benar-benar sama di dunia ini, pasti ada perbedaan walaupun sedikit saja. Ternyata, kalimat inilah yang dimaksud oleh "perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif". Sedangkan Allah, dapat menentukan hal yang sama, seperti Ia memandang semua manusia sama di hadapannya, dan inilah contoh dar kalimat "sedangkan sebenar-benar perasaan sama adalah perasaan absolut, itu hanya milik dan kuasa Tuhan".

    ReplyDelete