Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Reduksi

Oleh Marsigit

Obyek pikir:
Wahai reduksi, siapakah diriku itu? Apakah keadaanku itu memenuhi kelengkapan? Mengapa banyak orang memikirkan diriku beraneka ragam?



Reduksi:
Aku saat ini memikirkanmu sebagai lengkap. Tetapi aku dapat tidak memeikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu.

Kubus:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku kubus belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai kubus, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai kubus yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memeikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bola:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bola belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bola, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bola yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Guru matematika:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku guru matematika belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?


Reduksi:
Wahai guru matematika, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai guru matematika yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai guru matematika dan pembelajaran matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mendidik dan hubunganmu dengan subyek didik dan pendidikan matematika. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Mahasiswa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku mahasiswa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai mahasiswa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai mahasiswa yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai mahasiswa maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi belajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai mahasiswa dan dunia mahasiswamu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bilangan:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bilangan belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bilangan, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bilangan yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai nilai saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Dosen:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku dosen belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai dosen, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai dosen yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai pendidik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mengajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai dosen dan dunia dosenmu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Diskusi:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku diskusi belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai diskusi, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai diskusi yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdiskusi yang baik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi diskusi yang baik. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Berdoa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku berdoa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai berdoa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai doa yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdoa yang baik maka aku hanya memikirkan tentang Tuhan. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Semua obyek pikir bertanya kepada reduksi:
Wahai reduksi, kenapa jawabanmu engkau ulang-ulang saja? Siapakah sebenarnya dirimu itu?

Orang tua berambut putih:
Wahai semua obyek pikir, sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Ketahuilah bahwa reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Itulah reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Dia ibarat pisau tajam bersisi dua. Tiadalah orang dapat meninggalkannya, tetapi jika salah menggunakannya maka bisa berbahaya pula. Ketahuilah bahwa tiada mudah mengalaminya bagi sifat-sifat yang terpaksa dihilangkan.

39 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cara berpikir yang sering kita gunakan mungkin saja adalah reduksi. Kita cenderung menyederhanakan pemikiran dan merujuk hanya pada tujuan yang kita inginkan. Kita tidak berpikir dengan melihat secara keseluruhan. Hal ini bisa tidak ada masalah untuk beberapa permasalahan namun ada kemungkinan menjadi masalah pada beberapa permasalahan yang lain. Karena kita bisa saja salah persepsi ketika tidak mengetahui dan memehami sesuatu secara keseluruhan. Misalkan ketika kita membaca penjelasan ayat Allah SWT tentang poligami diperbolehkan namun tidak membaca kelanjutan ayat yang menyebutkan syaratnya, maka hal ini bisa saja akan menimbulkan kesalahpahaman. Maka berhati-hatilah dengan reduksi ini.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam melakukan penyederhanaan dibutuhkan suatu pemikirian jernih dan logis sebagai tindakan mengkaji secara benar agar tidak keliru dalam penyederhanaan tersebut. Hal tersebut karena kita ketahui bahwa dalam melakukan suatu penyederhanaan itu tidaklah mudah, karena terkadang hal yang disederhanakan juga merupakan hal yang penting.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dengan adanya penyerdehanaan yang tepat, maka diharapkan suatu hal akan dapat terselesaikan dengan cepat dan tidak mengurangi makna hal tersebut. Jadi reduksi merupakan suatu metode berpikir untuk menyederhanakan suatu obyek yang dipikirkan agar lebih fokus kepada hal yang sesuai dengan pikiran subyek.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    reduksi sebagai sesuatu yang sederhana memang berkaitan dengan hal yang biasa-biasa saja. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Karena pada hakikatnya sederhana itu terletak di tempat yang stabil antara yang atas dan yang bawah. Maka sederhana bisa juga dikatakan adil.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cara berpikir yang sering kita gunakan mungkin saja adalah reduksi. Kita cenderung menyederhanakan pemikiran dan merujuk hanya pada tujuan yang kita inginkan. Kita tidak berpikir dengan melihat secara keseluruhan. Hal ini bisa tidak ada masalah untuk beberapa permasalahan namun ada kemungkinan menjadi masalah pada beberapa permasalahan yang lain. Karena kita bisa saja salah persepsi ketika tidak mengetahui dan memehami sesuatu secara keseluruhan. Misalkan ketika kita membaca penjelasan ayat Allah SWT tentang poligami diperbolehkan namun tidak membaca kelanjutan ayat yang menyebutkan syaratnya, maka hal ini bisa saja akan menimbulkan kesalahpahaman. Maka berhati-hatilah dengan reduksi ini.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Reduksi merupakan metode berpikir atau biasa yang disebut dengan penyederhaan. Objek pikir seseorang dari yang ada dan yang mungkin ada bergantung pada cara pikir dan sudut pandang yang akan kita gunakan. Kadang kita berpikir untuk hal-hal yang kita butuhkan saja tanpa ingin mengetahui yang lainnya yang ada pada objek tertentu. Reduksi juga sering digunakan ketika kita melakukan kesalahan. Dengan reduksi kita akan belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan.

    ReplyDelete
  7. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi diatas, menurut hemat saya, Reduksi adalah olah pikir. Reduksi itu bisa berupa penyederhanaan. Seperti dalam banyak contoh yang bapak sampaikan. Salah satu contoh yaitu jika kubus itu memiliki banyak sifatnya, maka disederhanakan atau direduksi, sehingga sifatnya hanya bentuk dan ukuran saja. Dan sifat-sifat yang lain ada yang dihilangkan. Tetapi menurut saya seharusnya reduksi tidaklah menghilangkan sifat dominan yang ada.

    ReplyDelete
  8. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Pelajaran yang perlu dipahami dari Elegi Menggapai Reduksi yaitu,
    1. reduksi adalah metode berpikir
    2. reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan,
    3. reduksi juga sejalan dengan abstraksi,
    4. reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya.
    "Reduksi ibarat pisau tajam bersisi dua. Tiadalah orang dapat meninggalkannya, tetapi jika salah menggunakannya maka bisa berbahaya pula". Dengan kata lain reduksi dibutuhkan oleh semua manusia. Namun, sebaiknya digunakan dengan bijak dan sesuai dengan apa yang harus dan tidak untuk direduksi.

    Menurut saya reduksi itu bukan menghilangkan bagian dari sesuatu yang terdefinisi, akan tetapi mengutamakan bagian yang sedang dibutuhkan tanpa melupakan bagian-bagian yang lainnya. Misalnya seperti kubus yang dibicarakan oleh bapak. Kubus memiliki sifat-sifat, kubus dapat dihitung, kubus dapat dibuat dalam bentuk padatan, kubus dapat dibuat dalam bentuk jaring-jaring, dll. Pada saat kita mengajarkan pada siswa SD, mungkin yang diperlu dijelaskan mengenai sifat-sifatnya dan yang diperlihatkan hanya bentuk jaring-jaringnya saja. Artinya kita bukan menghilangkan bagian yang lain dari kubus, namun menempatkan pemanfaatnya sesuai kebutuhan saat ini.

    ReplyDelete
  9. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Reduksi adalah metode berpikir tentang semua yang ada dan yang mungkin ada. Reduksi dapat dilakukan dengan cara memikirkan sebagian kecil saja dari objek yang dipikirkan, yaitu mengenai semua yang ada dan yang mungkin ada. Reduksi adalah berpikir tentang bagaimana mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan keperluan berpikir. Dengan reduksi juga membantu kita untuk mengingat sesuatu hal dengan lebih mudah dan sederhana. Karena reduksi sejalan dengan abstraksi maka kita hendaknya harus berhati hati dalam melakukan reduksi.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari “Elegi Menggapai Reduksi” ini, dikarenakan ketidaksempurnaan dan kemampuan yang dimiliki manusia yang terbatas maka manusia akan selalu melakukan sebuah reduksi tentang pengetahuanya. Reduksi adalah metode berpikir, dimana ia akan memikirkan sebagian kecil atau mengambil bagian tertentu dari sifat-sifat yang meliputi ada dan yang mungkin ada. Reduksi ini akan sejalan dengan penyederhanaan dan abstraksi.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam metode berpikir, seseorang melakukan reduksi/penyerdehanaan terhadap obyek pikir sesuai dengan tujuan dan konteks dari pemikiran tersebut. Individu satu memiliki pemikiran yang bebeda tentang satu obyek pikir yang sama tergantung dari konteks berpikir masing-masing dan itulah bentuk pengetahuannya terhadap obyek pikir tersebut.

    ReplyDelete
  12. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Ketika melakukan suatu reduksi berarti kita melakukan penyederhanaan. Reduksi yang dilakukan tergantung pada konteks yang dituju dan sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Reduksi harus dilakukan secara bijak karena ketika kita salah mereduksi maka dapat mengakibatkan kekeliruan dan salah persepsi.

    ReplyDelete
  13. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Adanya reduksi menunjukkan bahwa suatu sifat bisa saja hilang namun masih bisa diakui keberadaannya. Namun jika reduksi atau penyederhanaan dilakukan tidak pada tempatnya atau salah menghilangkan sifat, keberadaannya akan diragukan. Dalam mereduksi, harus dipahami bahwa ada sifat/unsur yang harus ada di dalam sesuatu yang membuat dirinya eksis.

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Reduksi adalah metode berpikir di mana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukannya. Dari statement ini saya berpendapat bahwa reduksi berkaitan erat dengan ruag dan waktu. Sebelumnya saya mengetahui bahwa segala sesuatu itu bermakna yang ada dan yang mungkin ada. Dan reduksi mengambil tempat pada batas pemikiran manusia, lebih sederhana, sesuai dengan apa yang akan dilihat dan dikaji. Maka setuju sangat dengan statement ini, "Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku."

    ReplyDelete
  15. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tentu sulit jika kita memikirkan sesuatu hal seutuhnya. jika kita harus memikirkan segala sesuatunya dengan lengkap dan utuh maka tidak akan mampulah kita sebagai manusia biasa. maka kita harus dapat mereduksi beberapa sifat yang tidak berkaitan dengan ruang dan waktu yang kita butuhkan. misalnya jika kita memikirkan siswa, di dalam kelas kita harus mereduksi sifat cantik, tampan, kaya, miskin, dll yang ada pada siswa. kita harus terfokus pada sifat-sifat yang berkaitan dan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar yang kita lakukan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  16. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ketika kita mereduksi sifat-sifat yang dimiliki sesuatu hal, berhati-hatilah karena reduksi itu merupakan pisau bermata dua, jika kita dengan tepat mereduksi sifat-sifat tersebut maka akan menguntungkan kita, jika kita salah dalam mereduksi, maka kita akan terjebak dalam mitos-mitos.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Manusia memiliki kemampuan berpikir yang terbatas. Oleh karena itu, manusia dikaruniai salah satu metode berpikir yang dapat membantu keterbatasan manusia, yaitu reduksi. Dengan reduksi manusia mampu menyederhanakan sifat-sifat sesuai dengan sudut pandang yang diinginkan. Contohnya seperti kubus, saat membahas kubus dalam sudut pandang matematika maka sifat-sifat kubus yang muncul hanya sebatas bentuk dan ukurannya saja. Sehingga kita harus mereduksi pikiran kita mengenai sifat kubus yang indah, mahal,, dll saat membahsnya dalam konteks matematika. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Karena manusia memiliki sifat dasar yang tidak merasa puas dengan apa yang dimiliki, maka timbullah rasa telah didholimi seperti yang dirasakan oleh obyek-obyek pikir di atas. Padahal ternyata apa yang mereka usahakan untuk menjadi lengkap itu justru malah merupakan kelemahan mereka. Sesungguhnya Allah tahu mana yang terbaik untuk kita, maka selalu berpikir positif adalah suatu kebutuhan agar hidup kita semakin harmoni.

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Manusia memiliki kemampuan berpikir dengan metode reduksi, yaitu mengambil sebagian yang ada untuk peruntukan berpikirnya. Artinya apa yang dibutuhkannya maka itulah yang dipikirkannya. Bukan berarti apa yang tidak diambil meniadakan keberadaannya sebagian yang lainnya. Oleh karena itu reduksi harus dilakukan dengan hati-hati, karena menghilangkan sesuatu jika tidak pada situasi dan kondisi yang tepat maka akan merusak efisiensinya.

    ReplyDelete
  20. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Prior knowledge saya selama ini mengenai reduksi adalah pengurangan. Dari postingan diatas, saya dapat pandangan baru bahwa sebenarnya reduksi itu bukanlah pengurangan melainkan mengutamakan sifat-sifat tertentu dibandingkan dengan sifat-sifat yang lain sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Seperti dalam pembelajaran matematika, sifat suatu kubus itu banyak sekali meliputi yang ada dan mungkin ada, karena sedang belajar matematika, maka yang dipikirkan hanya kubus sebagai bentuk dan ukurannya saja, sifat-sifat yang lainnya disimpan terlebih dahulu untuk digunakan dalam ruang dan waktu yang lainnya. Menurut saya, reduksi ini juga berkaitan dengan kemampuan manusia yang terbatas, tidaklah mampu seorang manusia memikirkan semua sifat-sifat yang ada dan mungkin ada dalam satu waktu, ia hanya dapa menggunakan sifat-sifat yang utama saja dalam satu waktu tertentu, karena kesempurnaan yang hakiki hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Reduksi ialah mengambil apa yang kita butuhkan atau bagian tertentu dari sesuatu dan menghilangkan bagian lainnya. Adakalanya reduksi kita butuhkan, salah satunya dalam pembelajaran. Reduksi dapat kita gunakan misalnya untuk mempelajari tentang balok pada matematika, maka kita hanya mempelajari sifat-sifat balok yang terkait dengan matematika dan menghilangkan sifat lainnya. Tetapi kita juga harus berhati-hati dengan reduksi. Jangan sampai kita menggunakan reduksi untuk menilai orang lain dengan hanya melihat sifat-fifat yang tampak padanya dan yang kita ketahui tanpa mengetahui sifat-sifatnya yang lain.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Reduksi adalah metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Karena hanya sebagian saja maka tidak sepenuhnya dapat mengenal dan dapat memahami sesuatu yang telah direduksi. Refleksinya dari elegi ini adalah ketika seseorang pelajar hanya memahami sebagian matri, teori atau sifat dari pelajaran matematika, maka akan ada kemungkinan siswa tersebut akan mengalami kesulitan dalam memahami materi yang lebih lanjut. Oleh karena itu tidak ada salahnya bagi seorang guru untuk memastikan semua siswanya memahami keseluruhan materi agar siswa tersebut dapat dengan mudah melanjutkan dan memahami materi yang akan dipelajari. Jangan terburu-buru untuk menyelesaikan materi tetapi hal tersebut akan berdampak kepada konsep siswa. Tetapi dengan kesabaran dan ketelatenan, sebagai fasilitattor guru dapat menjadi orang pertama yang memahami keadaan siswanya;

    ReplyDelete
  23. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Manusia sebagai makhluk Tuhan yang identik dengan ketidak sempurnaan hanya bisa memikirkan segala sesuatu sebagian saja, tidak biss menyebutkan lengkap, itulah sebabnya manusia berpikir reduksi, yaitu berpikir dengan melihat peruntukkannya. Karena ketika manusia berpikir lengkap maka sesungguhnya tidak akan bisa selesai untuk menjelaskan salah satu dari objek pikir saja. Sehingga kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan tak tidak sombong dengan apa yang kita miliki sekarang.

    ReplyDelete
  24. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Dala tulisan diatas telah dijelaskan reduksi dari berbagai pehamanan sudut pandang. Namun reduksi adalah metode berpikir. Tidak semua hal bisa kita pikirkan, maka memurut saya lebih baik kita berpikir sesuai dengan kemampuan kita. Dalam hal pembelajaran kita bisa mereduksi tentang apa yang sebaiknya dipikikan oleh siswa, sehingga tujuan peeblajarn lebih mengarah dan jelas.

    ReplyDelete
  25. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pada elegi kali ini yang berjudul elegi menggapai reduksi, saya dapat menyimpulkan bahwa kita tidak boleh tergesah-gesah, segala hal harus difikirkan dahulu. Misal kita ingin menggunakan apa yang ada di dalam fikiran kita, maka harus kita sesuaikan dengan keadaan. Dalam artian lain, gunakan sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya. Misal saya punya dua pasang alas kaki, yang pertama adalah sepatu olahraga, yang satunya adalah heels. Ketika saya ingin joging, maka saya harus berfikir dahulu, dari kedua alas kaki tadi yang tidak perlu saya gunakan ketika joging. Disinilah upaya menggapai reduksi. Kita dapat mereduksikan sesuatu sehingga tepat guna. Maka dari contoh tadi, alas kaki yang saya gunakan adalah sepatu olahraga, dengan saya mereduksi sepatu heels. Disini salah satu contoh penggunaan sesuatu sesuai dengan ruang dan waktu, dengan mereduksi sesuatu agar sesuai.

    ReplyDelete
  26. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  27. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 PEnd.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Reduksi sangat diperlukan dalam beberapa hal atau mungkin banyak hal. reduksi ataupun pola pikir, diperlukan untuk lebih bisa mendalami suatu obyek pikir, dengan lebih terfokus pada sifat-sifat yang lebih utama untuk di pelajari

    ReplyDelete
  28. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Menurut elegi ini, reduksi ialah metode berpikir, reduksi ialah penyederhanaan, reduksi ialah proses abstraksi. Reduksi sebagai metode berpikir dalam arti memilah dalam mengambil bagian obyek pikir sesuai tujuan berpikir. Reduksi sebagai penyederhanaan dalam arti pendekatan untuk memahami hal yang komplit lebih mendasar atau lebih sederhana. Reduksi sebagai proses abstraksi dalam arti menyibak segala komponen penyusun sesuatu hal untuk memperoleh intisari hal tersebut.
    Menurut elegi ini, penggunaan reduksi dalam berpikir ibarat pisau tajam bersisi dua. Reduksi ini tidak dapat ditinggalkan karena kompleksnya alam semesta untuk dipikirkan semuanya dalam satu waktu kita berpikir. Akan tetapi, sebaliknya jika kita hanya mereduksi dalam proses berpikir dan melupakan bahwa sesuatu hal itu tetap berada dalam kompleksitasnya, maka kita akan bersifat memihak atau condong ke sebagian hal saja karena memandang sesuatu hanya sepihak atau sebagian saja dari dirinya.

    ReplyDelete
  29. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Metode berfikir atau reduksi setiap orang berbeda-beda, hal tersebut dapat dilihat dari penggapaian logosnya. Karena reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan dan abstraksi, maka reduksi memilah pikiran yang diambil hanya beberapa saja yaitu pikiran yang baik, sedangkan yang buruknya dihilangkan atau diabstraksi. Dengan adanya reduksi, seseorang dapat memilah metode berpikirnya, meskipun tidak bisa menghilangkan yang buruk, setidaknya tidak salah dalam menggunakan metode berpikir. Semoga Allah selalu memudahkan pikiran dan tindakan kita. Amin.

    ReplyDelete
  30. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak, saya belajar tentang reduksi.
    Di dalam kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari reduksi. Ternyata sesuatu yang dianggap berbahaya dapat bermanfaat apabila kita bisa menempatkan/menggunakan sesuai ruang dan waktunya. Misalnya saja reduksi, reduksi bisa membantu kita untuk berpikir secara fokus. Membayangkan apabila tidak ada reduksi, maka kita pun tidak akan pernah mampu berdoa secara khusyuk kepada Allah SWT. Jadi dalam elegi menggapai reduksi ini, menurut pemahaman saya adalah berusaha menggunakan reduksi sesuai ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  31. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Reduksi merupakan penyadaran diri bahwa manusia mempunyai pikiran yang terbatas. Tak semua hal dapat dipikirkan oleh manusia, maka adalah metode reduksi. Reduksi dilakukan agar manusia dapat fokus berpikir sesuai tujuan. Tetapi, penghilangan salah satu sifat obyek yang dilakukan dapat berbahaya. Oleh karena itu, dalam reduksi manusia harus mampu memilih dengan hati-hati sifat yang ingin direduksi dari obyek tersebut. Untuk memilih sifat yang dihilangkan harus melalui abstraksi.

    ReplyDelete
  32. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang disampaikan melalui Elegi Menggapai Reduksi ini
    reduksi. awal nya saya pikir mereduksi itu mengurangi yang hanya terdapat pada pelajaran-pelajran eksak. tetapi setelah membaca elegi ini pikiran saya jadi berubah. benar lah pak perubahan itu memang nyata. pikiran saya jadi tahu bahwasannya istilah reduksi itu juga sangat relate ke kehidupan sehari-hari. reduksi adalah suatu metode berfikir seseorang yang digunakan harus sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  33. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Reduksi berarti penyederhanaan. Reduksi itu berarti mengambil informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita saja. Reduksi berguna untuk memfokuskan perhatian sesuai dengan konteks yang dibicarakan. Misal dalam suatu pembelajaram, Guru menunjukkan suatu kaleng susu dan memerintahkan siswa untuk mencari volumenya. Maka reduksi dari sifat-sifat kaleng susu itu perlu dilakukan oleh siswa. Dalam menghitung volume, siswa hanya membutuhkan jari-jari kaleng dan tinggi kaleng tersebut. Siswa tidak perlu mengetahui mengenai harga kaleng, merk susunya, bahan pembuat kaleng, dimana kaleng dibeli, atau warna kaleng. Sifat-sifat kaleng yang begitu banyak, hanya akan diperhatikan pada tinggi kaleng dan jari-jari kaleng. Siswa cukup fokus pada jari-jari dan tinggi kaleng (tabung), sehingga bisa didapatkan volume tabung sesuai yang diperintahkan oleh guru.

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang sangat menarik. Terima kasih Prof sebelumnya untuk ilmu yang sudah diberikan. Saya merasa bahwa saya sendiri juga sulit untuk berpikir secara sederhana. Bahkan terkadang hal-hal yang kecil namun saya memikirkannya dengan begitu kompleks. Sungguh ini sangat kontradiksi di dalamnya. Namun, tidak menyerah untuk menggapai cara berpikir yang sederhana. Saat ini yang dapat saya lakukan adalah mencoba untuk menjelaskan hal-hal yang sulit dengan bahasa-bahasa yang sederhana. Hal ini akan memudahkan orang lain mengerti apa yang saya pikirkan. Sekali lagi saya berterima kasih kepada Bapak.

    ReplyDelete
  35. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Artikel ini membuat saya paham akan berfikir reduksi. Seperti yang dikatakan orang tua berambut putih "Ketahuilah bahwa reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi". Pernyataan tersebut membuat saya menuju pada pelajaran matematika SD dan SMP. Siswa SD yang memasuki jenjang SMP merupakan masa transisi dimana anak berfikir dari kongkret ke abstrak. Nah, disinilah merupakan tantangan guru sebagai fasilitator siswa dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  36. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Reduksi diperlukan untuk mempermudah proses berpikir manusia. Proses reduksi manusia tergantung tujuan manusia tersebut dalam berpikir. Ibarat sebuah sistem pada komputer, reduksi adalah algoritma yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan yang diberikan. Dalam bereduksi mungkin manusia melakukan kekeliruan, sehingga disinilah peran pengetahuan. Pengetahuan seeorang mempengaruhi proses reduksi orang tersebut. Seperti pada komputer, algoritma yang digunakan untuk memcahkan masalah mempengaruhi hasil dari pemecahan masalah. Maka, tergantung kebijaksanaan masing-masing individu dalam mereduksi suatu hal.

    ReplyDelete
  37. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Objek dalam fikiran selalu mengalami reduksi, ini karena fikiran tidak mampu menangkap, mencerna dan mengingat semua sifat dari objek yang nyata. Mereduksi bukan sembarang menghilangkan sifat-sifat objek, tetapi memilih dan memilah sifat yang dinilai baik, dan merepresentasikan objek tersebut. Mereduksi adalah salah satu metode dalam berfikir, tergantung bagaimana menggunakannya. Tidaklah mudah dalam menghilangkan suatu sifat, maka kita harus sebijak mungkin. Semoga tuhan selalu menunjukkan jalan bagi kita. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Muh WIldanul Firdaus
    17709251047
    PPs P.Mat C

    Metode berpikir reduksi merupakan penyederhanaan atau penyempitan dari suatu yang ada dan yang mungkin ada. Metode berfikir reduksi perlu dilakukan agar bisa fokus untuk tujuan tertentu. Metode reduksi ini mewajibkan untuk melupakan atau menghilangkan sifat-sifat yang tidak sejalan dengan tujuan. Sifat-sifat tersebut tidak benar-benar dilupakan atau dihilangkan, melainkan disimpan dalam epoche. Maka untuk berlaku profesional kita harus mampu melakukan reduksi.

    ReplyDelete
  39. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Setiap obyek pikir memiliki sifat yang banyaknya tak terhingga, bahkan dalam filsafat seribu pangkat seribu pangkat satu milyar belum dapat menggambarkan setiap obyek tersebut. Akan tetapi, dalam penggunaanya tdidak mungkin sifat yang begitu banyak tersbut kita ikutkan semua dalam suatu pembahasan karena akan pemborosan waktu dan yang pasti sangat tidak efektif. Untuk mengefektifkan fungsi suatu obyek pikir, kita dapat mereduksi sifat-sifat yang tidak diperlukan pada obyek pikir tersebut. Dengan demikian kita akan bisa lebih fokus dengan sifat pada obyek pikir yang sedang kita kehendaki karena reduksi sama artinya dengan abstraksi atau penyederhanaan. Seperti yang teah kita tahu bahwa kesederhanaan akan membuat semuanya menjadi lebih mudah.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete