Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Reduksi

Oleh Marsigit

Obyek pikir:
Wahai reduksi, siapakah diriku itu? Apakah keadaanku itu memenuhi kelengkapan? Mengapa banyak orang memikirkan diriku beraneka ragam?



Reduksi:
Aku saat ini memikirkanmu sebagai lengkap. Tetapi aku dapat tidak memeikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu.

Kubus:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku kubus belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai kubus, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai kubus yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memeikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bola:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bola belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bola, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bola yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Guru matematika:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku guru matematika belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?


Reduksi:
Wahai guru matematika, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai guru matematika yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai guru matematika dan pembelajaran matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mendidik dan hubunganmu dengan subyek didik dan pendidikan matematika. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Mahasiswa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku mahasiswa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai mahasiswa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai mahasiswa yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai mahasiswa maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi belajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai mahasiswa dan dunia mahasiswamu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bilangan:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bilangan belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bilangan, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bilangan yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai nilai saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Dosen:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku dosen belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai dosen, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai dosen yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai pendidik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mengajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai dosen dan dunia dosenmu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Diskusi:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku diskusi belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai diskusi, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai diskusi yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdiskusi yang baik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi diskusi yang baik. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Berdoa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku berdoa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai berdoa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai doa yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdoa yang baik maka aku hanya memikirkan tentang Tuhan. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Semua obyek pikir bertanya kepada reduksi:
Wahai reduksi, kenapa jawabanmu engkau ulang-ulang saja? Siapakah sebenarnya dirimu itu?

Orang tua berambut putih:
Wahai semua obyek pikir, sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Ketahuilah bahwa reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Itulah reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Dia ibarat pisau tajam bersisi dua. Tiadalah orang dapat meninggalkannya, tetapi jika salah menggunakannya maka bisa berbahaya pula. Ketahuilah bahwa tiada mudah mengalaminya bagi sifat-sifat yang terpaksa dihilangkan.

32 comments:

  1. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Reduksi berarti penyederhaan. Penyederhanaan dari hal – hal yang banyak sekali sifatnya. Penyederhaan berarti meringankan kerja otak. Misalnya ketika belajar segitiga, kita tidak memikirkan dari apa bahannya, warnanya, baunya dll. Reduksi juga bermanfaat untuk fokus. Kita bisa menghilangkan hal – hal yang tidak perlu dipikirkan dan mempertahankan hal – hal yang perlu difikirkan sehingga lebih fokus. Dalam berdoa pun, tidak perlu berfikir macam – macam seperti apakah doaku ini terlalu mahal, terlalu sulit, mustahil, sepele, terlalu banyak dll. Maka reduksi dalam doa juga akan bermanfaat untuk lebih khusyuk lagi dalam berdoa.

    ReplyDelete
  2. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Obyek fikir adalah sesuatu yang dipikirkan. Dalam pikiran kita, tentunya kita akan fokus pada sudut pandang dari sesuatu tersebut. atau bisa jadi pengetahuan kita mempunyai batasan, sehingga apa yang kita pikirkan tentang sesuatu tersebut menjadi terbatas. Padahal, sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tak hingga banyak sifatnya. Sehingga kita melakukan penyederhanaan sesuatu tersebut. penyederhanaan itu lah yang sering disebut dengan reduksi. Reduksi bertujuan untuk memfokuskan pikiran. Misalnya kita sedang memikirkan penelitian. Sebagai mahasiswa pendidikan matematika, maka yang ada dalam otak kita adalah penelitian pendidikan yang di dalam nya mungkin menyangkut siswa, pembelajaran, sekolah, dan lain-lain. seperti itulah mungkin proses reduksi yang terjadi dalam pikiran mengenai objek pikir. Pada akhirnya, setiap kita berpikir pasti telah mereduksi dari objek pikir, karena sifat dan jenis obyek pikir yang beragam dan tak terhingga.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Reduksi merupakan metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu saja yang sesuai dengan kebutuhan. Reduksi juga merupakan penyerderhanaan dalam berpikir. Namun, reduksi ini juga ibarat pisau tajam bersisi dua yang kadang bisa menjadi berbahaya bila salah menggunakannya. Karena kita tidak memandang sesuatu secara holistik.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dengan adanya metode reuksi maka kan lebih mudah menyederhanakan polampikir yang dirasa terbelit-belit. Reduksi masih memiliki kekurangan diantaranya beberapa orang tidak dapat memilah reduksi mana yang harud direduksi dana mana yag harus tetap ada. Jika terjadi kesalahan dalam mereduksi maka hasil dari memahami juga akan salah.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini reduksi bisa saja merupakan sifat atau metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu pada suatu objek yang sesuai dengan konteks ruang dan waktu. Akan ada banyak hal yang nantinya tidak sesuai dan justru akan membingungkan semuanya jika kita dipaksa berpikir tanpa reduksi. Tetapi dalam beberapa situasi tertentu, manusia hanya mendefinisikan beberapa saja sifat obyek pikir walaupun sebenarnya dia dapat mendefinisikan lebih dari itu. Itulah reduksi manusia akan obyek pikirnya. Itulah sebabnya reduksi merupakan pilihan sekaligus keterbatasan pikiran manusia. Akan tetapi dalam melakukan pilihan untuk mereduksi, manusia haruslah sopan terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dikatakan bahwasanya reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan. maka ibarat pisau yang tajam bersisi dua maka reduksi harus lah konstan. karena penyederhanaan itu berada pada titik stabil. dia tidak boleh digunakan oleh orang yang salah. namun hanya sedikit orang yang mampu untuk memahaminya.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menggapai reduksi merupakan metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya.
    Hal ini menjadi sulit jika akan menghilangkan bagian yang merupakan halyang dianggap penting akan tetapi harus dihilangkan.
    Sehingga harus sangat mempertimbangkan hal-hal penting dalam menggapai reduksi.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Dari elegi ini saya mencoba merefleksi bahwa matematika memiliki objek kajian yang sangat banyak dengan sifat-sifat yang tentu sangat banyak pula. Metode berfikir reduksi dapat menyederhanakan banyak sifat-sifat dari objek matematika sehingga memudahkan untuk memahami dan mengingat objek matematika itu. Sifat-sifat objek matematika itu tidak dihilangkan akan tetapi disederhanakan agar mudah untuk memikirkannnya dan tidak berbelit-belit. Menurut saya, akan lebih baik jika siswa belajar dengan metode ini, sebab metode ini akan memudahkan siswa utnuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D 2015

    Segala sesuatu yang mungkin ada dan yang ada bersifat kompleks. benda pikir memiliki sifat yang sangat banyak di dalamnya. Manusia yang terbatas hanya bisa memahami sebagian kecilnya saja. Tapi sebagian kecil itu sudah cukup untuk mewakili bagian yang tak terbatas untuk dipahami. Itulah mengapa reduksi itu ada, agar manusia dapat menggunakan sifat – sifat tertentu untuk suatu generalisasi sehingga bersifat subyektif, berbentuk teori dan berdasarkan tradisi agar dipahami.

    ReplyDelete
  10. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam elegi menggapai reduksi ini, saya mengetahui bahwa setiap orang pasti mereduksi pikirannya, karena metode berpikir ini dapat mengambil beberapa hal yang sesuai. Namun sebagai manusia juga sebaiknya berhati-hati dalam mereduksi pikiran, karena sebaiknya yang dihilangkan adalah pikiran-pikiran tidak baik.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Reduksi ialah pemotongan bagian tertentu pada suatu objek yang mana akan digunakan untuk keperluan. Dengan mereduksi dapat mengeliminasikan hal yang tidak perlu. Hal ini bertujuan untuk menyederhanakan untuk bagian yang dikira tidak berkepentingan.

    ReplyDelete
  12. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pikiran manusia terbatas dan yang dipikirkan terkait yang ada dan yang mungkin ada. Dengan reduksi kita akan mudah menjelaskan sesuatu. Namun reduksi janganlah sembarang reduksi karena bisa jadi justru kita menghilangkan makna asli dari suatu objek.

    ReplyDelete
  13. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menusia sebagai individu memiliki dimensinya sendiri, yang lebih muda mempunyai pengalamaan yang sedikit dari yang lebih tua. Sehingga dimensinya pun lebih rendah. Sehingga ilmu dalam dirinya masih tereduksi oleh ruang dan wakru agar sesuai dengan dimensinya. Jika individu menggapai dimensiyang lebih tinggi maka dirinya telah mendobrak reduksi-reduksi yang membatasi dirinya menuju pengetahuan yang lengkap.

    ReplyDelete
  14. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi diatas menceritakan bagaimana kita mempelajari sesuatu itu tidak pernah lengkap. Sering dalam mempelajarai ilmu kita hanya mengambil yang ada saja, padahal sesuatu itu terdiri dari yang ada dan mungkin ada. Kita sering mereduksi sesuatu sehingga ilmu yang kita peroleh tidak akan pernah mencapai kesempurnaan. Dikarenakan keterbatasan pikiran kitalah sehingga kita tidak pernah mengetahui hakikat sesuatu dengan sempurna.

    ReplyDelete
  15. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Reduksi mempermudah manusia untuk lebih konsentrasi terhadap apa yang ingin dipikirkannya dengan menghilangkan sifat-sifat obyek pikir yang kurang dibutuhkan pada saat tersebut. Tetapi manusia dapat terjebak dengan reduksi yang berlebihan dan melewatkan sifat yang sebenarnya sedang dibutuhkannya. Jadi perlu kehati-hatian dalam menggunakan reduksi dengan menyeimbangkan pikiran dengan memikirkan yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Reduksi merupakan metode berpikir yang erat kaitannya dengan abstaksi. Reduksi sejalan dengan penyederhanaan. Tidak semua hal yang dipikirkan dapat direduksi, artinya bahwa yang dialami dan yang muncul dipikiran tidak selalu bisa disederhanakan. Manusia hanya dapat berpikir dengan terbatas, sesuai dengan ruang dan waktunya. Oleh karena itu jika terlampau berpikir dengan reduksi maka akan terjebak dalam pikiran itu karena seperti yang disebutkan bahwa dia ibarat pisau yang tajam bersisi dua.

    ReplyDelete
  17. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Reduksi merupakan salah satu metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Dalam menggunakan metode berpikir reduksi haruslah berhati-hati karena reduksi memiliki sifat bagaikan pisau tajam bersisi dua dilain pihak jika benar menggunakan maka akan membantu namun jika salah digunakan maka akan merusak bagi yang menggunakan.

    ReplyDelete
  18. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Reduksi merupakan suatu cara yang digunakan untuk menyederhanakan suatu pola pikir yang berbelit-belit. Penyederhaan dilakukan dengan cara menghilangkan sifat-sifat atau hal-hal yang tidak diperlukan. Dengan cara ini, akan mempermudah dalam memahami suatu pemikiran yang bersifat abstrak. Namun, apabila terjadi kesalahan dalam menghilangkan hal-hal yang tidak diperlukan akan mengakibatkan suatu kegagalan paham.

    ReplyDelete
  19. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam matematika tentu banyak bagiannya, bisa dilihat dalam berbagai sudut pandang. Namun ketika akan memelajari salah satu bagian khususnya maka kita akan terfokus pada apa yang akan kita pelajari. Karena kemampuan manusia yang terbatas, maka konsep reduksi ini yang diperlukan. Hanya memikirkan apa yang diperlukan saja.

    ReplyDelete
  20. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Reduksi merupakan metode berpikir, bagaimana seseorang memikirkan suatu hal dalam sudut pandang tertentu, hanya fokus pada apa yang diperlukan, hal – hal diluar itu tidak diperhatikan. Metode berpikir ini bisa berbahaya jika salah mengambil sudut pandang, atau fokus pemikirannya. Sehingga harus berhati – hati.

    ReplyDelete
  21. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari “Elegi Menggapai Reduksi” ini, dikarenakan ketidaksempurnaan dan kemampuan yang dimiliki manusia yang terbatas maka manusia akan selalu melakukan sebuah reduksi terhadap pengetahuannya. Reduksi adalah metode berpikir, dimana ia akan memikirkan sebagian kecil atau mengambil bagian tertentu dari sifat-sifat yang meliputi ada dan yang mungkin ada. Reduksi ini akan sejalan dengan penyederhanaan dan abstraksi.

    ReplyDelete
  22. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi menggapai reduksi ini mencerminkan bagaimana seseorang mempelajari sebuah pengetahuan baru. Orang tersebut hanya mempelajari pengetahuan baru sebagian saja, tidak menyeluruh. Hal ini tentu akan menimbulkan kesalahan dalam memahami ilmu baru. Perlu adanya kerja keras lagi agar seseorang mampu mempelajari sebuah pengetahuan baru secara menyeluruh.

    ReplyDelete
  23. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebenar-benar reduksi adalah metode bepikir yang sejalan dengan penyederhanaan dan abstraksi. Dimana kita dalam menyerap informasi tidak semua kita serap akan tetapi yang sesuai dengan pengetahuan yang ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  24. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Reduksi dalam elegi ini adalah reduksi yang merupakan pola pikir. Reduksi berarti menyederhanakan apa yang dirasa berbelit-belit menjadi lebih sederhana disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini sagat baik untuk diterapkan dalam pembelajaran khususnya pada siswa dengan tingkat kognitif nya yang masih rendah. Akan tetapi menjadi masalah jika siswa tidak mengetahui batasan mana yang harus diambil sederhananya mana yang tidak.

    ReplyDelete
  25. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Reduksi yang dimaksud dalam tulisan tersebut adalah tidak berkurang tetapi reduksi yang berarti bagian sedikit dari secara keseluruhan objek pikir, yaitu ketika suatu objek pikir itu dipikirkan namun tidak secara keseluruhan, sehingga dalam pikiran tersebut bagian dari objek menjadi tereduksi.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  26. Desinta Armiani
    14301241041
    Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi menggapai reduksi ini adalah cara berfikir sederhana ketika seseorang mempelajari sebuah pengetahuan. Dalam pelajaran baru tersebut, orang tersebut hanya mengambil informasi sebagian yang dianggap penting ataupun informasi yang sesuai dengan pola fikirnya.

    ReplyDelete
  27. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cara berpikir yang sering kita gunakan mungkin saja adalah reduksi. Kita cenderung menyederhanakan pemikiran dan merujuk hanya pada tujuan yang kita inginkan. Kita tidak berpikir dengan melihat secara keseluruhan. Hal ini bisa tidak ada masalah untuk beberapa permasalahan namun ada kemungkinan menjadi masalah pada beberapa permasalahan yang lain. Karena kita bisa saja salah persepsi ketika tidak mengetahui dan memehami sesuatu secara keseluruhan. Misalkan ketika kita membaca penjelasan ayat Allah SWT tentang poligami diperbolehkan namun tidak membaca kelanjutan ayat yang menyebutkan syaratnya, maka hal ini bisa saja akan menimbulkan kesalahpahaman. Maka berhati-hatilah dengan reduksi ini.

    ReplyDelete
  28. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam melakukan penyederhanaan dibutuhkan suatu pemikirian jernih dan logis sebagai tindakan mengkaji secara benar agar tidak keliru dalam penyederhanaan tersebut. Hal tersebut karena kita ketahui bahwa dalam melakukan suatu penyederhanaan itu tidaklah mudah, karena terkadang hal yang disederhanakan juga merupakan hal yang penting.

    ReplyDelete
  29. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dengan adanya penyerdehanaan yang tepat, maka diharapkan suatu hal akan dapat terselesaikan dengan cepat dan tidak mengurangi makna hal tersebut. Jadi reduksi merupakan suatu metode berpikir untuk menyederhanakan suatu obyek yang dipikirkan agar lebih fokus kepada hal yang sesuai dengan pikiran subyek.

    ReplyDelete
  30. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    reduksi sebagai sesuatu yang sederhana memang berkaitan dengan hal yang biasa-biasa saja. Tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Karena pada hakikatnya sederhana itu terletak di tempat yang stabil antara yang atas dan yang bawah. Maka sederhana bisa juga dikatakan adil.

    ReplyDelete
  31. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cara berpikir yang sering kita gunakan mungkin saja adalah reduksi. Kita cenderung menyederhanakan pemikiran dan merujuk hanya pada tujuan yang kita inginkan. Kita tidak berpikir dengan melihat secara keseluruhan. Hal ini bisa tidak ada masalah untuk beberapa permasalahan namun ada kemungkinan menjadi masalah pada beberapa permasalahan yang lain. Karena kita bisa saja salah persepsi ketika tidak mengetahui dan memehami sesuatu secara keseluruhan. Misalkan ketika kita membaca penjelasan ayat Allah SWT tentang poligami diperbolehkan namun tidak membaca kelanjutan ayat yang menyebutkan syaratnya, maka hal ini bisa saja akan menimbulkan kesalahpahaman. Maka berhati-hatilah dengan reduksi ini.

    ReplyDelete
  32. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Reduksi merupakan metode berpikir atau biasa yang disebut dengan penyederhaan. Objek pikir seseorang dari yang ada dan yang mungkin ada bergantung pada cara pikir dan sudut pandang yang akan kita gunakan. Kadang kita berpikir untuk hal-hal yang kita butuhkan saja tanpa ingin mengetahui yang lainnya yang ada pada objek tertentu. Reduksi juga sering digunakan ketika kita melakukan kesalahan. Dengan reduksi kita akan belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan.

    ReplyDelete