Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Reduksi

Oleh Marsigit

Obyek pikir:
Wahai reduksi, siapakah diriku itu? Apakah keadaanku itu memenuhi kelengkapan? Mengapa banyak orang memikirkan diriku beraneka ragam?



Reduksi:
Aku saat ini memikirkanmu sebagai lengkap. Tetapi aku dapat tidak memeikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu.

Kubus:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku kubus belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai kubus, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai kubus yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memeikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bola:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bola belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bola, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bola yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Guru matematika:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku guru matematika belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?


Reduksi:
Wahai guru matematika, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai guru matematika yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai guru matematika dan pembelajaran matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mendidik dan hubunganmu dengan subyek didik dan pendidikan matematika. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Mahasiswa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku mahasiswa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai mahasiswa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai mahasiswa yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai mahasiswa maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi belajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai mahasiswa dan dunia mahasiswamu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bilangan:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bilangan belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bilangan, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bilangan yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai nilai saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Dosen:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku dosen belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai dosen, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai dosen yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai pendidik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mengajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai dosen dan dunia dosenmu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Diskusi:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku diskusi belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai diskusi, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai diskusi yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdiskusi yang baik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi diskusi yang baik. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Berdoa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku berdoa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai berdoa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai doa yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdoa yang baik maka aku hanya memikirkan tentang Tuhan. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Semua obyek pikir bertanya kepada reduksi:
Wahai reduksi, kenapa jawabanmu engkau ulang-ulang saja? Siapakah sebenarnya dirimu itu?

Orang tua berambut putih:
Wahai semua obyek pikir, sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Ketahuilah bahwa reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Itulah reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Dia ibarat pisau tajam bersisi dua. Tiadalah orang dapat meninggalkannya, tetapi jika salah menggunakannya maka bisa berbahaya pula. Ketahuilah bahwa tiada mudah mengalaminya bagi sifat-sifat yang terpaksa dihilangkan.

27 comments:

  1. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya merasa perlu mengucapkan terima kasih kepada reduksi ini, karena berkat reduksi saya telah dapat belajar dan memahami dengan lebih mudah. Saya berterimakasih kepada Pak Marsigit yang membantu para mahasiswa belajar filsafat dengan melakukan reduksi juga. Dengan jalan itu kami dapat sedikit demi sedikit menggapai pengetahuan kami. Jika hendak mendalami lebih lengkap, tentulah perlu lebih banyak membaca, sampai pemikiran para filsuf juga.
    Ketika merasakan sedikit membaca Imanuel Kant di kelas, saya jadi menyadari, sungguh perlulah kami dibantu oleh metode reduksi ini agar mampu menggapai sedikit mengenai pemikiran Imanuel Kant.Wah... dan ini ternyata diimbangi dengan hal-hal yang bersifat spiritualitas juga, supaya kami dapat belajar, ikhlas dalam pikir namun juga ikhlas dalam hati. Berefleksi senantiasa itu perlu, agar hidup ini seimbang.

    ReplyDelete
  2. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut kamus besar bahasa Indonesia, reduksi artinya pengurangan atau pemotongan. Melalui elegi menggapai reduksi ini, saya belajar bahwa mereduksi atau mengurangi sifat suatu hal adalah perlu dan penting untuk menilai sesuatu tersebut berdasarkan kriteria tertentu. Seperti nasihat orang tua berambut putih, reduksi seperti pisau bermata dua. Apabila dapat menggunakan metode berpikir reduksi dengan benar maka diri akan mendapat manfaatnya, namun apabila sebaliknya maka diri juga lah yang akan terkena bahaya dan imbasnya.

    ReplyDelete
  3. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Reduksi membantu kita memecahkan sebuah persoalan dengan mudah, karena kita hanya mengambil informasi yang berkaitan saja. tanpa adanya reduksi kita akan kesulitan memecahkan suatu persoalan, karena kita menggunakan semua informasi, semua pengalaman, semua ilmu untuk memecahkan sebuah persoalan. Padahal ada sebagian dari informasi, pengalaman, ilmu yang tidak berkaitan dengan persoalan tersebut. sehingga adanya informasi, pengalaman, ilmu yang tidak berkaitan ini hanya akan menambah kerumitan dalam berfikir.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami adalah reduksi dapat diartikan sebagai suatu proses pengurangan melalui proses penyaringan dan penyederhanaan. Kami menyadari bahwa baik secara sadar maupun tidak sadar semua yang ada di dunia ini mengalami reduksi, sehingga ketika kami melihat apa yang ada disekeliling kami maka proses reduksi akan terus berjalan di lingkungan disekitar kami. Kami juga menyadari dan memahami bahwa dalam proses reduksi kami tidak boleh meninggalkan esensi yang ada, sehingga makna dari yang ada tersebut tidak berubah dan berkurang.

    ReplyDelete
  5. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam kehidupan sehari-hari kita, reduksi sering dijumpai dalam berbagai hal. Reduksi atau penyederhanaan ini memudahkan kita dalam beraktifitas di dunia. Artinya sifat sifat hasil dari reduksi merupakan yang urgent kita perlukan. Misalkan tidak ada reduksi maka repot sekali kehidupan kita. Namun harus hati-hati dalam menyederhanakan suatu hal, karena jka salah maka akan membahayakan kita. Misalnya dalam sholat, jika kita berusaha mereduksi rukun shalat maka itu tidak dibenarkan, karena memang aturan sholat sudah demikian.

    ReplyDelete
  6. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam kehidupan sehari-hari kita, reduksi sering dijumpai dalam berbagai hal. Reduksi atau penyederhanaan ini memudahkan kita dalam beraktifitas di dunia. Artinya sifat sifat hasil dari reduksi merupakan yang urgent kita perlukan. Misalkan tidak ada reduksi maka repot sekali kehidupan kita. Namun harus hati-hati dalam menyederhanakan suatu hal, karena jka salah maka akan membahayakan kita. Misalnya dalam sholat, jika kita berusaha mereduksi rukun shalat maka itu tidak dibenarkan, karena memang aturan sholat sudah demikian.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Disadari atau tidak, setiap manusia selalu menggunakan metode berpikir reduksi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan manusia. Manusia tidak akan pernah mampu mengungkap semua yang ada dan yang mungkin ada. Ia menilai apa yang mampu dipikirkannya saja, dimana pikirannya itu terbatas, sehingga terbataslah pula pengetahuan dan penilaiannya itu. Sekalipun manusia itu sangat mengenal manusia lainnya, maka dia tidak akan mampu mengungkap semua sifat-sifatnya, sehingga yang terjadi adalah reduksi atau penyederhanaan sifat saja, yaitu ia hanya mampu menyebutkan sebagiannya saja. Jangankan mengungkap semua sifat orang lain, mengungkap semua sifat-sifat dirinya saja ia tak akan mampu. Satu-satunya yang melihat segala sesuatu secara lengkap dan tidak pernah mereduksi adalah Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga hikmah yang dapat diambil adalah bahwa kita tak perlu terlalu risau akan penilaian orang lain terhadap kita tetapi risaulah tentang bagaimana kita dihadapan Allah karena Ia Maha Tahu apa-apa yang tampak dan tak tampak, yang menilai segala sesuatu dengan lengkap, satu-satunya yang memiliki kelengkapan.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Reduksi berarti penyederhaan. Penyederhanaan dari hal – hal yang banyak sekali sifatnya. Penyederhaan berarti meringankan kerja otak. Misalnya ketika belajar segitiga, kita tidak memikirkan dari apa bahannya, warnanya, baunya dll. Reduksi juga bermanfaat untuk fokus. Kita bisa menghilangkan hal – hal yang tidak perlu dipikirkan dan mempertahankan hal – hal yang perlu difikirkan sehingga lebih fokus. Dalam berdoa pun, tidak perlu berfikir macam – macam seperti apakah doaku ini terlalu mahal, terlalu sulit, mustahil, sepele, terlalu banyak dll. Maka reduksi dalam doa juga akan bermanfaat untuk lebih khusyuk lagi dalam berdoa.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Dari elegi ini saya mencoba merefleksi bahwa matematika memiliki objek kajian yang sangat banyak dengan sifat-sifat yang tentu sangat banyak pula. Metode berfikir reduksi dapat menyederhanakan banyak sifat-sifat dari objek matematika sehingga memudahkan untuk memahami dan mengingat objek matematika itu. Sifat-sifat objek matematika itu tidak dihilangkan akan tetapi disederhanakan agar mudah untuk memikirkannnya dan tidak berbelit-belit. Menurut saya, akan lebih baik jika siswa belajar dengan metode ini, sebab metode ini akan memudahkan siswa utnuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  10. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Objek filsafat itu yang ada dan yang mungkin ada. Jikalau harus menyebutkan, bermilyar pangkat bermilyar maka kamu tidak akan mampu untuk menyebutkannya. Sifat itu berstruktur dan juga berdimensi. Manusia bersifat terbatas, tidak sempurna yang tidak mampu memikirkan semua sifat tetapi hanya mampu memikirkan sebagian sifat saja. Dari sebagian sifat itu maka dipakailah unsur reduksi untuk tujuan tertentu yaitu untuk membangun dunia pengetahuan. Kita sendiri mempunyai sifat yang tetap dan yang mungkin ada mempunyai sifat berubah selama perjalanan hidup ini.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Reduksi sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan manusia, sehingga kemampuan mereduksi itu menjadi penting. Manusia di dunia ini memiliki kesempurnaan yang terbatas, artinya tidak mungkin dapat melihat atau memikirkan atau menyebutkan segala sesuatu secara lengkap, pasti ada yang tidak terlihat, terpikirkan, atau tersebutkan. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak mereduksi hal yang seharusnya tidak direduksi, misalnya melihat seorang siswa dari sisi kognitifnya saja sehingga sisi afektif dan psikomotornya terabaikan.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Kehidupan manusia sangat kompleks, ada hubungan vetikal dan horizontal. Untuk itu perlu dilakukan reduksi menurut ruang dan waktunya. Reduksi juga dapat dikatan prioritas, dalam menggapai reduksi manusia harus dapat melakukan olah piker untuk menentukan mana yang prioritas dan mana yang tidak. Sehingga kehidupan benar-benar sesuai jalannya.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Ketika kita tarik capaian reduksi dalam pembelajaran, maka kita akan membelajrkan materimateri esensial dalam matematika yang menunjang kehidupan siswa sebagai pengada. Jadi reduksi adalah meng intensifkan diri pada hal yang penting sehingga focus dan energy bisa terjaga dengan baik.Dengan begitu hasil yang didapatlebih sesuai ekspektasi.

    ReplyDelete
  14. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Reduksi didefinisikan sebagai menyederhanakan gejala, data, dsb yg kompleks sehingga menjadi tidak kompleks. Reduksi sering dipandang sebagai kebalikan dari menyeluruh. Reduksionisme mengandung anggapan bahwa sistem yang kompleks itu dapat dijelaskan dengan cara melakukan pengurangan ke bagian fundamental saja, sehingga banyak hal-hal yang dihilangkan atau dianggap tidak ada.

    ReplyDelete
  15. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Dari elegi di atas, saya dapat mengambil pelajaran bahwa reduksi membantu kita memecahkan sebuah persoalan dengan menyederhanakannya sehingga dapat terselesaikan dengan mudah, karena kita hanya mengambil informasi yang berkaitan saja. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, reduksi artinya pengurangan atau pemotongan. Dengan reduksi saya telah dapat belajar dan memahami segala yang ada dan yang mungkin ada menjadi lebih mudah. Saya juga ingin berterimakasih kepada prof. Marsigit yang telah melakaukan reduksi juga dalam penyampaian mata kuliah filsafat melalui elegi-elegi yang wajib di baca dari blog bapak. sehingga kami sangat terbantu dalam belajar memahami filsafat yang bagi kami ilmu ini sungguh sulit dimengerti dan seperti tak masuk akal. Dengan jalan elegi ini kami dapat sedikit demi sedikit menggapai pengetahuan kami, membangun filsafat diri dengan belajar bagaimana pemikiran para tokoh filsuf. Wallahu;'alam bishowab.

    ReplyDelete
  16. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Reduksi merupakan metode berpikir. Reduksi dapat diartikan sebagai penyederhaanan. Reduksi dapat pula diartikan sebagai abstraksi. Metode berpikir reduksi ini hampir setiap saat kita melakukannya dengan menyederhanakan apa yang kita perhatikan dan kita ambil objek pentingnya saja dan menghilangkan semua sifat-sifat dari suatu hal tersebut. Reduksi ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat tetapi juga dapat menjadi sesuatu yang menyesatkan. Karena itualah kita harus bijaksana dalam menggunakan reduksi.

    ReplyDelete
  17. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Reduksi adalah metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Tentu saja hal ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Setiap metode berpikir, baik dan buruknya tergantung dari si penggunanya itu sendiri. Tergantung apakah penggunanya menempatkannya dalam waktu dan tempat yang tepat atau tidak. Apabila salah dalam penempatan, akan sangat berbahaya karena memandang sesuatu hanya dari satu sisi saja. Maka dari itu, kita hendaknya belajar bertindak, berpikir, berkata-kata sesuai dengan tempatnya, kegunaannya, dan situasinya.

    ReplyDelete
  18. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pikiran merupakan hasil dari reduksi. Segal hal yang kita pikirkan baik yang ada dan mungkin ada tidak terlepas dari proses reduksi. Metode berpikir reduksi merupakan salah satu cara untuk memahami keterbatasan pemikiran manusia. Seperti halnya konsep Ilmu Sosial yang direduksi menjadi ideologi, politik, realasi humanis dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  19. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahami bahwa reduksi haruslah sesuai dengan ruang dan waktunya. Akan ada banyak hal yang nantinya tidak sesuai dan justru akan membingungkan semuanya jika kita dipaksa berpikir tanpa reduksi. Dengan reduksi hidup ini menjadi simpel dan dengan reduksi pula kita akan mudah menjelaskan sesuatu. Namun reduksi janganlah sembarang reduksi...karena bisa jadi justru kita menghilangkan makna asli dari suatu objek.

    ReplyDelete
  20. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Ilmu yang kita peroleh merupakan hasil reduksi atau hasil abstraksi atau hasil memilih informasi yang diperlukan dan mengabaikan yang lain. Matematika pun merupakan hasil reduksi dari apa yang ada di Bumi. Hasil mereduksi sifat-sifat objek matematika yang jumlahnya tidak terbatas itu, sehingga mampu dibayangkan oleh pikiran.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  21. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Reduksi merupaka cara yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang kompleks. Reduksi lebih pada memilah apa saja yang berhubungan dengan suatu masalah lalu digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut. ketika melakukan reduksi, seseorang akan fokus pada butir-butir yang memang akan membantu menyelesaikan masalah yang kompleks.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  22. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam kamus bebas bahasa Indonesia (KBBI), makna dari reduksi adalah pengurangan, pemotongan (harga dan sebagainya). Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Reduksi atau penyederhanaan ini memudahkan kita dalam beraktifitas di dunia. Artinya sifat sifat hasil dari reduksi merupakan yang urgent kita perlukan. Misalkan tidak ada reduksi maka repot sekali kehidupan kita.

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dalam elegi menggapai reduksi ini menjelaskan bahwa reduksi sangat berperan penting dalam segala segi kehidupan, karena dengannya segala sesuatu mengetahui hal mana yang dapat digunakan dann yang tidak dapat digunakan. namun sejatinya tidaklah mudah dalam mereduksi sifat-sifat yang sudah tertanam sejak lama.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Reduksi merupakan metode berpikir. Sudah jadi kodrat manusia bahwa manusia tidak bisa memikirkan semua apa yang ada dan yang mungkin ada. Hanya Sang Pencipta yang Maha segalanya. Manusia dalam berpikir tidak akan bisa memikirkan kesemua sifat dari obyek pikirnya. Manusia hanya bisa berpikir sampai batas pikirannya saja. Tetapi dalam beberapa situasi tertentu, manusia hanya mendefinisikan beberapa saja sifat obyek pikir walaupun sebenarnya dia dapat mendefinisikan lebih dari itu.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi menggapai reduksi, dalam tulisan diatas telah dijelaskan reduksi dari berbagai pehamanan sudut pandang. Namun reduksi adalah metode berpikir. Tidak semua hal bisa kita pikirkan, maka memurut saya lebih baik kita berpikir sesuai dengan kemampuan kita. Dalam hal pembelajaran kita bisa mereduksi tentang apa yang sebaiknya dipikikan oleh siswa, sehingga tujuan peeblajarn lebih mengarah dan jelas.

    ReplyDelete
  26. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Manusia merupakan mahluk ciptaan Allah yang paling sempurna diantara mahluk Allah yang lainnya. Hal itu karena, manusia dibekali akal untuk berpikir. Sehingga manusia itu memiliki kemampuan untuk berpikir. Namun kemampuan manusia dalam berpikir itu sangatlah terbatas. Keterbatasan tersebut yang membuat manusia melakukan reduksi. Reduksi ini dilakukan agar manusia dapat fokus dengan apa yang sedang dikerjakan. Sehingga Reduksi yang dilakukan manusia, sudah seharusnya sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Terimakasih

    ReplyDelete
  27. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Elegi menggapai reduksi menurut pendapat saya adalah keberadaan objek berpikir yang dapat berada di dalam maupun di luar pikiran kita. Jika objek pikir ada di dalam pikiran kita maka kita dapat dengan mudah menjelaskan kepada orang lain tentang apa yang kita pikirkan. Namun, terkadangan kita tidak mampu menjelaskan semua apa yang ada di dalam pikiran kita menggunakan bahasa, oleh karena itu terkadang kita membuat penyederhanaan terhadap penjelasan objek yang kita pikirkan kepada orang lain.

    ReplyDelete