Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Reduksi

Oleh Marsigit

Obyek pikir:
Wahai reduksi, siapakah diriku itu? Apakah keadaanku itu memenuhi kelengkapan? Mengapa banyak orang memikirkan diriku beraneka ragam?



Reduksi:
Aku saat ini memikirkanmu sebagai lengkap. Tetapi aku dapat tidak memeikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu.

Kubus:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku kubus belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai kubus, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai kubus yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memeikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bola:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bola belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bola, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bola yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Guru matematika:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku guru matematika belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?


Reduksi:
Wahai guru matematika, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai guru matematika yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai guru matematika dan pembelajaran matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mendidik dan hubunganmu dengan subyek didik dan pendidikan matematika. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Mahasiswa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku mahasiswa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai mahasiswa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai mahasiswa yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai mahasiswa maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi belajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai mahasiswa dan dunia mahasiswamu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bilangan:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bilangan belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bilangan, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bilangan yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai nilai saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Dosen:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku dosen belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai dosen, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai dosen yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai pendidik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mengajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai dosen dan dunia dosenmu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Diskusi:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku diskusi belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai diskusi, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai diskusi yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdiskusi yang baik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi diskusi yang baik. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Berdoa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku berdoa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai berdoa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai doa yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdoa yang baik maka aku hanya memikirkan tentang Tuhan. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Semua obyek pikir bertanya kepada reduksi:
Wahai reduksi, kenapa jawabanmu engkau ulang-ulang saja? Siapakah sebenarnya dirimu itu?

Orang tua berambut putih:
Wahai semua obyek pikir, sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Ketahuilah bahwa reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Itulah reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Dia ibarat pisau tajam bersisi dua. Tiadalah orang dapat meninggalkannya, tetapi jika salah menggunakannya maka bisa berbahaya pula. Ketahuilah bahwa tiada mudah mengalaminya bagi sifat-sifat yang terpaksa dihilangkan.

8 comments:

  1. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Reduksi berarti penyederhaan. Penyederhanaan dari hal – hal yang banyak sekali sifatnya. Penyederhaan berarti meringankan kerja otak. Misalnya ketika belajar segitiga, kita tidak memikirkan dari apa bahannya, warnanya, baunya dll. Reduksi juga bermanfaat untuk fokus. Kita bisa menghilangkan hal – hal yang tidak perlu dipikirkan dan mempertahankan hal – hal yang perlu difikirkan sehingga lebih fokus. Dalam berdoa pun, tidak perlu berfikir macam – macam seperti apakah doaku ini terlalu mahal, terlalu sulit, mustahil, sepele, terlalu banyak dll. Maka reduksi dalam doa juga akan bermanfaat untuk lebih khusyuk lagi dalam berdoa.

    ReplyDelete
  2. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Obyek fikir adalah sesuatu yang dipikirkan. Dalam pikiran kita, tentunya kita akan fokus pada sudut pandang dari sesuatu tersebut. atau bisa jadi pengetahuan kita mempunyai batasan, sehingga apa yang kita pikirkan tentang sesuatu tersebut menjadi terbatas. Padahal, sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tak hingga banyak sifatnya. Sehingga kita melakukan penyederhanaan sesuatu tersebut. penyederhanaan itu lah yang sering disebut dengan reduksi. Reduksi bertujuan untuk memfokuskan pikiran. Misalnya kita sedang memikirkan penelitian. Sebagai mahasiswa pendidikan matematika, maka yang ada dalam otak kita adalah penelitian pendidikan yang di dalam nya mungkin menyangkut siswa, pembelajaran, sekolah, dan lain-lain. seperti itulah mungkin proses reduksi yang terjadi dalam pikiran mengenai objek pikir. Pada akhirnya, setiap kita berpikir pasti telah mereduksi dari objek pikir, karena sifat dan jenis obyek pikir yang beragam dan tak terhingga.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Reduksi merupakan metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu saja yang sesuai dengan kebutuhan. Reduksi juga merupakan penyerderhanaan dalam berpikir. Namun, reduksi ini juga ibarat pisau tajam bersisi dua yang kadang bisa menjadi berbahaya bila salah menggunakannya. Karena kita tidak memandang sesuatu secara holistik.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dengan adanya metode reuksi maka kan lebih mudah menyederhanakan polampikir yang dirasa terbelit-belit. Reduksi masih memiliki kekurangan diantaranya beberapa orang tidak dapat memilah reduksi mana yang harud direduksi dana mana yag harus tetap ada. Jika terjadi kesalahan dalam mereduksi maka hasil dari memahami juga akan salah.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini reduksi bisa saja merupakan sifat atau metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu pada suatu objek yang sesuai dengan konteks ruang dan waktu. Akan ada banyak hal yang nantinya tidak sesuai dan justru akan membingungkan semuanya jika kita dipaksa berpikir tanpa reduksi. Tetapi dalam beberapa situasi tertentu, manusia hanya mendefinisikan beberapa saja sifat obyek pikir walaupun sebenarnya dia dapat mendefinisikan lebih dari itu. Itulah reduksi manusia akan obyek pikirnya. Itulah sebabnya reduksi merupakan pilihan sekaligus keterbatasan pikiran manusia. Akan tetapi dalam melakukan pilihan untuk mereduksi, manusia haruslah sopan terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dikatakan bahwasanya reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan. maka ibarat pisau yang tajam bersisi dua maka reduksi harus lah konstan. karena penyederhanaan itu berada pada titik stabil. dia tidak boleh digunakan oleh orang yang salah. namun hanya sedikit orang yang mampu untuk memahaminya.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menggapai reduksi merupakan metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya.
    Hal ini menjadi sulit jika akan menghilangkan bagian yang merupakan halyang dianggap penting akan tetapi harus dihilangkan.
    Sehingga harus sangat mempertimbangkan hal-hal penting dalam menggapai reduksi.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Dari elegi ini saya mencoba merefleksi bahwa matematika memiliki objek kajian yang sangat banyak dengan sifat-sifat yang tentu sangat banyak pula. Metode berfikir reduksi dapat menyederhanakan banyak sifat-sifat dari objek matematika sehingga memudahkan untuk memahami dan mengingat objek matematika itu. Sifat-sifat objek matematika itu tidak dihilangkan akan tetapi disederhanakan agar mudah untuk memikirkannnya dan tidak berbelit-belit. Menurut saya, akan lebih baik jika siswa belajar dengan metode ini, sebab metode ini akan memudahkan siswa utnuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete