Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Tetap

Oleh Marsigit

Logos:
Aku sedang melihat gejolak. Apa gerangan? Oh rupa-rupanya mereka sudah berkerumun ingin menemuiku. Kalau tidak salah, walaupun banyak dan bermacam-macam, aku bisa mengenalinya. Mereka adalah para TETAP. Wahai para tetap, aku bisa menduga bahwa kedatanganmu kemari itu pasti karena ulah para BERUBAH. Aku memang telah menulis obrolan filsafat dimana hidup subur dan makmur para berubah itu. Maka silahkan aku perkenankan engkau menyampaikan keluhanmu masing-masing kepadaku.



Perubahan:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah perubahan. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa tiadalah sesuatu di dunia ini tidak berubah? Maka perubahan itu adalah pasti adanya. Sekali berubah tetap berubah, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa perubahan itu bersifat tetap. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap perubahan, setelah aku ucapkan di depanmu.

Ada:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah ada. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah ada. Maka sekali ada tetap ada, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap ada. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ada, setelah aku ucapkan di depanmu.

Tidak ada:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah tidak ada. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah tidak ada. Maka sekali tidak ada maka tetap tidak ada, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap tidak ada. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap tidak ada, setelah aku ucapkan di depanmu.

Sifat:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah sifat. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah sifat. Maka sekali sifat tetap sifat, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap sifat. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap sifat, setelah aku ucapkan di depanmu.

Ikhtiar:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah ikhtiar. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah ikhtiar. Maka sekali ikhtiar tetap ikhtiar, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap ikhtiar. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap ikhtiar, setelah aku ucapkan di depanmu.

Takdir:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah takdir. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah takdir. Maka sekali takdir tetap takdir, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap takdir. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap takdir, setelah aku ucapkan di depanmu.

Permulaan:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah permulaan. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah permulaan. Maka sekali permulaan tetap permulaan, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap permulaan. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap permulaan, setelah aku ucapkan di depanmu.

Akhir:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah akhir. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah akhir. Maka sekali akhir tetap akhir, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap akhir. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap akhir, setelah aku ucapkan di depanmu.

Kualitatif:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah kualitatif. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah kualitatif. Maka sekali kualitatif tetap kualitatif, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap kualitatif. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap kualitatif, setelah aku ucapkan di depanmu.

Kuantitatif:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah kuantitatif. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah kuantitatif. Maka sekali kuantitatif tetap kuantitatif, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap kuantitatif. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap kuantitatif, setelah aku ucapkan di depanmu.

Wadah:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah wadah. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah wadah. Maka sekali wadah tetap wadah, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap wadah. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap wadah, setelah aku ucapkan di depanmu.

Isi:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah isi. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah isi. Maka sekali isi tetap isi, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap isi. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap isi, setelah aku ucapkan di depanmu.

Prinsip:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah prinsip. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah prinsip. Maka sekali prinsip tetap prinsip, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap prinsip. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap prinsip, setelah aku ucapkan di depanmu.

Tetap:
Wahai logos, kenalkanlah diriku adalah tetap. Aku mewakili teman-temanku semua. Pada gilirannya mereka juga akan menyampaikan sendiri permasalahan mereka kepadamu. Ketahuilah bahwa selama ini aku merasa diabaikan. Bukankah engkau tahu bahwa engkau tidak pernah bisa mengatakan tidak untukku. Aku adalah tetap. Maka sekali tetap tetap tetap, walaupun aku mengalami perubahan. Itulah ketetapanku, bahwa aku bersifat tetap. Yaitu tetap tetap. Maka sebenar-benar diriku adalah tetap tetap, setelah aku ucapkan di depanmu.

Logos:
Sudah...sudah..... wahai para tetap. Maafkanlah diriku kalau selama ini engkau anggap diriku telah mengabaikanmu. Ketahuilah bahwa aku tidak bermaksud mengabaikanmu. Aku menyadari bahwa terdapat dirimu bermilyar-milyar jumlahnya. Seperti juga ilmu, dunia, ada, tidak ada, ...dst, maka aku dapat letakkan TETAP itu pada sembarang sifat-sifatku dan juga sifat-sifatmu yang banyaknya bermilyar-milyar juga. Aku tahu bahwa adil tetaplah adil, tidak adil tetaplah tidak adil, hidup tetaplah hidup, mati tetaplah mati, subyek tetaplah subyek, obyek tetaplah obyek, ...walaupun aku tahu mereka semua tetap berubah. Maka aku juga tahu bahwa berubah juga tetap berubah walaupun aku tahu mereka tetap berubah. Maka sebenar-benar tetap adalah tetap absolut, yaitu dzat yang maha Agung, itulah Tuhan YME, beserta ketetapan Nya.

Para tetap:
Tetapi mengapa engkau terkesan mengabaikanku semua dan enggan menghampiriku?

Orang tua berambut putih:
Ketahuilah wahai para tetap. Sebetul-betulnya tidaklah mudah untuk mengetahui dan memahamimu semua. Diperlukan syarat-syarat agar logos itu mampu menjelaskanmu kepada para logos yang lain. Maka untuk memahami tetap sebenarnya diperlukan pemahaman tentang berubah. Ketahuilah bahwa dirimu itu merupakan tempat persembunyia bagi para mitos-mitos. Jika tidak hati-hati maka mitos-mitosmu itu akan melahap semua logos-logos. Itulah sebabnya tidaklah sembarang logos mampu bergaul denganmu. Wahai para tetap, ketahuilah bahwa logos itu juga berada di antara dirimu. yaitu bahwa sekali logos tetap logos. Maka logos itu juga bersifat tetap, walau terdapat perubahan pada dirinya. Hanya logos-logos yang kuat dan tangguhlah yang mampu bergaul denganmu dan menjelaskanmu. Itulah sebabnya mengapa logos terkesan mengabaikanmu, karena dia sebetulnya terancam oleh mitos-mitosmu. Sedangkan sekarang engkau dipersilahkan untuk mengutarakan pendapatmu serta mengenalkan dirimu semua, itu pertanda bahwa silogos itu sudah cukup tangguh bagimu.

29 comments:

  1. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Beruntung saya membaca elegi ini setelah membaca elegi-elegi lain, dan sampai pada kesadaran bahwa menggapai logos artinya senantiasa bersama antara ada-mengada-pengada. Jika ini terhenti, mandeg, maka logos menjadi mitos. Sama halnya dengan menggapai tetap ini. Dalam tetap, banyak tersembunyi mitos-mitos. Saya pribadi terkadang tergoda untuk menetapkan diri pada suatu hal. Ini menjadi hambatan untuk maju. Maka perlulah pribadi menjadi terbuka, senantiasa belajar, dan memegang bahwa perubahan itu bersifat tetap. Tetap berubah berarti dinamis, senantiasa mengembangkan diri, menggapai logos.

    ReplyDelete
  2. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Ternyata perubahan pun memiliki sifat tetap, yaitu tetap berubah. Tetap adalah tempat bersembunyi para mitos karena setiap diri menetap dan tidak beranjak untuk terus berusaha menggapai logos, maka mitos akan muncul. Namun ternyata logos pun bersifat tetap, yakni sekali logos tetaplah logos meskipun terdapat berubahan pada diri logos. Tetap yang tetap adalah ketetapan milik Allah, Tuhan semesta alam.

    ReplyDelete
  3. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang tetap. Satu-satunya yang tetap adalah perubahan. Semua hal di dunia ini berubah. Hanya satu yang tetap yaitu perubahan itu sendiri. Satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Maka benarlah jika dikatakan bahwa orang yang tetap, tidak bergerak, ia terancam akan dilibas oleh mitos. Ia yang tetap, akan ketinggalan jaman, ia yang tetap, tidak akan laku. Ia yang tetap, akan ditinggalkan. Hal ini dipahami betul dalam dunia industry, sehingga inovasi-inovasi berkembang begitu cepat. Ia tidak ingin dilibas oleh mitos. Jika ia dilibas oleh mitos, ia akan ditinggalkan pelanggan, ia tidak akan laku, dan ujungnya ia akan bangkrut.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami segala yang ada dan yang mungkinada di dunia ini tidak ada yang kekal. Satu-satunya yang mempunyai sifat tetap dan kekal hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Penguasa ruang dan waktu, tidak lain dan tidak bukan Allah SWT. Segala ketetapan dan kehendak-Nya bersifat tetap/absolut/mutlak. Tidak ada satu orang pun yang akan mampu mengubahnya sekalipun dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya. Dengan demikian karena tidak ada yang abadi, kami menyadari bahwa kami harus berusaha sebaik mungkin dan selalu berubah menuju yang lebih baik sesuai dengan dimensi atau ruang dan waktu yang ada pada diri kami saat ini.

    ReplyDelete
  5. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Semuanya bisa berubah, bahkan tetappun bisa berubah yaitu tetap berubah. Yang selalu tetap hanyalah Allah SWT. Dunia ini selalu mengalami perubahan dari masa kemasa. Kita harus tanggap terhadap segala macam perubahan, karena jika tidak maka kita akan terjebak mitos. Berubah menuju yang lebih baik tentunya. Secara kodrati manusia berusaha menggapai tetap namun hakikatnya manusia sedang menggapai tetap walaupun tidak akan bisa tetap sebenar-benarnya dikarenakan adanya prinsip kontradiksi di dunia ini.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi ini memperbincangkan sesuatu yang tetap berubah. “Ketahuilah bahwa dirimu itu merupakan tempat persembunyia bagi para mitos-mitos. Jika tidak hati-hati maka mitos-mitosmu itu akan melahap semua logos-logos.” Dalam bahasa yang lebih mudah mungkin dapat dianalogikan dengan air yang menggenang akan semakin keruh. Hidup adalah berilmu dan mencari ilmu, mereka tetap namun tetap dalam kebaikan mencari ilmu karena kita tidak mengartikan tetap sebagai diam atau tidak melakukan apapun.

    ReplyDelete
  7. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Allah memiliki ketetapan – ketetapan yang berlaku untuk semua makhluknya. Walau segala sesuatu itu berubah, itu semua sudah masuk dalam ketetapannya. Tidak ada bisa berubah tanpa seijin Allah. Tidak ada yang bersifat tetap kecuali memang Allah yang sudah menetapkannya. Tugas manusia adalah menggapai dan berusaha, tetapi keputusan final tetaplah pada Allah.

    ReplyDelete
  8. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam postingan ini saya dapat merefleksikan bahwa segala yang ada di dunia ini dapat mengalami perubahan atau tidak tetap. Contohnya saja yang paling tampak adalah kemajuan teknolgi yang semakin canggih. Siapa yang mengira sekarang jarak tidak menjadi masalah untuk beromunikasi. Setiap orang mampu berkomunikasi dengan orang lain walaupun berbeda negara ataupun bahasa. Apabila ilmuan penemu teknologi tersbeut dahulu berpikir tetap dan tidak meyakini adanya perubahan, maka tentu saja dia akan berikir tetap bahwa hanya menggunakan surat yang dikirim merpati saja dia dapat berkomunikasi dengan orang lain. Namun ilmuan tersebut tidak berpikir demikian, dia mau berpikir tidak tetap untuk membuat teknologi komunikasi.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Ada tetap karena ada berubah. Ada ketetapan karena ada perubahan. Tidak selamanya perubahan itu bagus, dan tidak selamanya tetap itu bagus. Perubahan diperlukan jika menuju hal yang lebih baik. Jika perubahan menuju hal lebih jelek maka tetap akan lebih baik

    ReplyDelete
  10. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dalam hidup ada hal yang tetap, ada pula yang berubah. Dalam diri manusia sendiri ada yang tetap, ada pula yang berubah. Yang berubah misalnya umur , tinggi dan berat badan, pikiran , kedewasaan, pengalaman, ilmu dan seterusnya. Yang tetap adalah perubahan itu sendiri. Artinya selama di dunia manusia akan terus dan tetap mengalami perubahan. Sebenar-benar tetap hanyalah milik Allah.

    ReplyDelete
  11. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Tetap sebenarnya milik Allah SWT dan segala sesuatu yang bersentuhan dengan dimensi ruang dan waktu itu berubah maka dengan berlandaskan iman dan takwa kita harus pintar pintar menyikapi segala hal yang berubah di dalam hidup kita sehingga pesan dan makna akan lebih masuk dalam hati kita. Karena dunia ini dalah fana tidak kekal abadi. Sehingga sesuatu yang masih berhubungan dengan kehidupan adalah berubah dan berkembang. Disadari atau tidak bahwa dalam setiap waktu itu manusia selalau berubah dan berkembang serta berproses sesuai dengan apa yang menjadi tujuan hidup dalam perencanaannya. Untuk diketahui bahwa yang tetap dan pasti akan terjadi adalah kematian. Serta hukum Allah yang bersifat tetap. Karena dalam kehidupannya ini jika kita ingin tetap maka pada itu juga kita harus berubah.

    ReplyDelete
  12. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Kontradiksi antara tesis dan anti-tesis menjadi landasan dalam menggapai tetap. Sesuatu dikatakan tetapjika sebelumnya dia mengalami berubah. Artinya sebenar-benar sesuatu telah menggapai tetap, maka ada proses, usaha yang berubah-ubah menrut ruang dan waktunya.Logos pun masih dalam proses menggapai tetap, karena masih sering berubah menurut ruang dan waktu

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Dalam usaha menggapai tetap, maka terdapat berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Kriteria yang ketat memberikan peluang kecil bagi lolos untuk menggapai tetap. Lebih gampangnya, kita sendiri, tetap jika dimaksudkan sebagai kondisi nyaman, maka kita tidak akan pernah menncapainya, karena dalam kenyamanan masih ada rasa sakit yang datang tibat tiba.

    ReplyDelete
  14. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sehebat-hebatnya manusia tidaklah mampu untuk mengetahui dan memahami segala yang ada di dunia dan seisinya ini. Diperlukan logos untuk dapat memahainya dan logos manusia itu terbatas. Disamping keterbatasan logos yang dimiliki oleh manusia, pada diri manusia juga terdapat mitos-mitos yang mana mitos tersebut dapat melalap logos apabila tidak berhati-hati. Hanya logos yang tangguhlah yang tidak dapat dilalap oleh mitos

    ReplyDelete
  15. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Yang Absolut dan Tetap tentu saja Sang Pencipta. Ketika Sifat tetap turun ke dunia tentu saja akan lain. Tetap itu terletak pada objek itu sendiri. Sebagai contoh diriku ini walau bertambah tua, bertambah hitam, atau menjadi botak tetaplah itu diriku dan tak mungkin menjadi dirimu. Diriku tetap diriku walau sifat-sifat fisikku berubah. Tetap itu pada objeknya dan tidak terikat ruang dan waktu. Namun tetap juga harus diwaspadai mengingat jika tetap itu adalah pola pikir kita atau dalam bahasa lainnya telah berhenti maka itu akan menjadi mitos. Tetap yang seperti inilah yang harus dihindari.

    ReplyDelete
  16. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Dari elegi di atas, saya memahami bahwa segala yang ada dan yang mungkin ada memiliki sifat tetap. Bahkan perubahan pun juga bersifat tetap yakni tetap berubah. Semua yang bersifat tetap bukanlah murni tetap, karena menurut saya di dunia ini tidak ada yang tetap. Bayangkan saja, jika saya tetap seperti ini, berhenti berpikir, maka tidak akan pernah sampai saya menggapai logos, dan akan termakan oleh mitos. Jika saya tetap belajar, tetap belajar, tetap membaca elegi bapak, tetap membuka pikiran, maka ketetapan itu yang akan membawa saya menggapai logos. Jadi hermeneutika tetap dapat bermakna menjadi ratusan bahkan jutaan arti yang beragam sesuai ruang dan waktu yang mengikatnya. Namun, sebagai orang yang beriman tentu kita selalu tahu dan percaya bahwa ketetapan yang absolut adalah ketetapan Allah swt, Tuhan Seluruh Alam. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  17. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Semua unsur didunia ini harus saling menghargai, mengetahui sifat masing-masing, supaya tahu bahwa tidak ada yang berdiri sendiri. Setiap unsur saling membutuhkan, menguatkan, dan saling memberikan makna. Begitupun dengan “tetap”. Tetap akan bermakna karena adanya berubah. Apabila salah satu dari unsur tersebut tidak ada, maka belum tentu akan ada yang lainnya.

    ReplyDelete
  18. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebagai tambahan, tetap merupakan bagian dari berubah, begitu pula sebaliknya. Setiap sesuatu bersifat tetap namun sesuatu itu berubah menurut ruang dan waktu. Diriku adalah tetap diriku meski telah berubah seiring waktu. Negara Indonesia tetap Indonesia meski telah berpindah dari zaman penjajahan ke zaman kemerdekaan. Telah ada perubahan zaman, namun Indonesia masih tetap Indonesia. Sesuatu yang tetap sifat-sifatnya ada dalam pikiran sesuai dengan paham idealis.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Segala sesuatu di dunia ini tidak ada satupun yang bersifat tetap. Yang mempunyai sifat tetap itu hanyalah Sang Penguasa ruang dan waktu yaitu Allah SWT. Semua ketetapan-Nya bersifat tetap. Bahwa kelahiran, rizki, dan kematian yang sudah ditetapkan-Nya itulah sebenar-benarnya contoh yang tetap.
    Yang tetap adalah perubahan yang harus dilakukan waktu ke waktu menuju keadaan yang lebih baik. Maka dari itu, perubahan juga bersifat tetap, tetap berubah. Perubahan harus tetap dilakukan guna mencapai pengetahuan untuk menuju kebaikan dan kebenaran.

    ReplyDelete
  20. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Selama kita masih terikat oleh ruang dan waktu, maka kita akan terus mengalami perubahan. Maka dari itu ketetapan yang ada di bumi mengalami perubahan. Ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia untuk berusaha konsisten, walaupun tidak sepenuhnya tetap. Karena ketetapan mutlak hanyalah milik Tuhan.

    ReplyDelete
  21. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari legi diatas pelajaran yang dapat kita ambil adalah tidak satupun hal didunia ini yang bersifta tetap. Segala bisa berubah sesuai ruang dan waktunya. Satu-satunya hal yang tidak berubah adalah Allah SWT sang pencipta alam semesta. Maka harus dipahami bahwa tiadalah yang abadi di dunia ini. Semuanya akan berubah/tiada pada waktu nya.

    ReplyDelete
  22. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Tetap artinya tidak mengalami perubahan. Semua yang ada di dunia selalu mengalami perubahan, tidak ada yang tetap kecuali hanya Allah SWT. Tidak ada manusia yang akan tetap sama selama berpuluh-puluh tahun, tapi Allah SWT akan tetap sama dari awal hingga akhir zaman, tetap satu, tetap kuasa,…
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  23. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ketika ada kata tetao, maka ada juga yang namya berubah. Dengan mengetahui apa itu berubah yang sesungguhnya akan membantu seseorang memahami hakikat dari ketetapan sesuatu. Menggapai sebuah ketetapan dalam hidup itu tidak mudah karena ketetapan itu memang membutuhkan banyak sekali proses untuk menjadi tetap yang memang sesuai dengan hakikatnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  24. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Tatkala membaca secara runtut mengenai artikel ini penulis dapat pahami, bahwa seseorang menjadi ada –di sini dicontohkan sebagai sosok pengajar, maka kita harus ada unsur pendukung lainnya. Tatkala kita telah melakukan sebuah kecurangan, maka ada pada diri kita harus tersisihkan. Dengan kata lain, tindakan yang harus kita kerjakan dalam “mengada” dalam diri kita harus bersifat jujur. Jujur dalam segahal hal, tatkala ini bisa berjalan maka plagiat atau pemalsuan dalam bentuk apapun.

    ReplyDelete
  25. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    Sesuatu yang tepat itu merupakan sesuatu yang mungkin ada jika terjadi sesuai dengan perkiraan yang kita inginkan. Bagi orang lain, ketepatan apa yang ada bagi kita itu merupakan sesuatu yang mungkin ada bagi mereka.menggapai sesuatu dengan tepat akan memuaskan keinginan yang di impikan.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dari elegi menggapai tetap, yang menjadi pemikiran saya yaitu untuk menggapai suatu ketetapan hati, ketetapan pemikiran, dan ketetapan akhlak itu semua dimulai dari suatu perubahan yang menjadikannya tetap pada titik puncak dirinya merasa paling tinggi karena suatu ketetapan tidak mampu dicapai tanpa suatu perubahan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    untuk mengetahui sejatinya sesuatu ketetapan, kita hanya berusaha mendekati tetap, karena kalau kita tidak cermat dan waspada, ketika kita menemukan sesuatu baru dan yakin itu suatu ketetapan, maka kita terjebak dalam mitos kita, kita terbujuk rayu dengan kesombongan karena mungkin nanti juga muncul ide lain yang mungkin bisa membantah kita.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dari elegi menggapai tetap, memang banyak unsur yang akan diperoleh dalam mencapai sebuah ketetapan. Tidak hanya unsur yang berkaitan, unsur yang bertolak belakang pun terkadang ikut serta dalam sebuah perjalanan menggapai ketetapan. Namun tergantung keyakinan dan kekuatan niat yang ada dalam diri setiap manusia dalam mencapai ketetapan tersebut.

    ReplyDelete
  29. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Dalam kehidupan ini ada begitu banya arti tetap. Tetap dapat diartikan sebagai ibadah yang tetap konsisten, tetap konsisten melakukan kebaikan, tetap konsisten menuntut ilmu dan tetap yang lainnya. Mempertahankan tetap itu bukanlah hal yang mudah. Misalnya tetap konsisten dalam kebaikan. Itu bukanlah hal yang mudah, karena banyak sekali godaan yang ada dalam kehidupan ini. Di dunia ini pasti tidak ada satupun orang yang mampu tetap konsisten dalam kepaikan. Hal itu karena manusia itu penuh keterbatasan, sehingga pasti pernah walaupun hanya setitik melakukan keburukan. Oleh karena itu tetap yang kekal hanyalah ketetapan milik Allah semata. Terimaksih

    ReplyDelete