Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Keliru

Oleh Marsigit

Keliru:
Aku sedang berada dipersimpangan jalan. Aku dalam keadaan ragu-ragu antara harus berbicara atau diam saja. Tetapi aku melihat bahwa para anggotaku ternyata sama seperti saya. Mereka juga tampak mulai gelisah. Ternyata aku mengetahui sebabnya. Sebabnya adalah adanya konferensi yang baru saja diselenggarakan oleh para benar. Konferensi para benar telah mengusikku dan mengusik semua pengikutku, para keliru. Baiklah kalau begitu aku juga ingin mengadakan konferensi para keliru agar para anggotaku bisa mempresentasikan pemikirannya. Wahai para keliru, aku akan segera mengadakan konferensi. Maka dengan ini aku mengundang engkau semua untuk hadir. Silahkan aku memberi kesempatan kepada dirimu semua untuk menyampaikan pemikiranmu.



Kekeliruan generalisasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari enggotamu. Aku adalah kekeliruan generalisasi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan generalisasi. Ketika aku bertemu dengan beberapa orang Indonesia dan ternyata mereka melakukan korupsi, maka aku mengambil generalisasi bahwa semua orang indonesia melakukan korupsi. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Itulah sebenar-benar aku, yaitu kekeliruan generalisasi. Maka kekeliruan generalisasi merupakan tempat persembunyianku. Aku akan selalu menggoda manusia baik mereka menyadari atau tidak, untuk melakukan kesalahan generalisasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan spesifikasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan spesifikasi. Banyak orang melakukan kekeliruan spesifikasi baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ketika aku mengatakan bahwa negara telah makmur, belum tentu si Suto atau si Noyo telah makmur. Ketika aku katakan bahwa organisasi telah maju, belum tentu anggota-anggotanya juga telah maju. Ketika aku katakan kelas kuliah ini telah sukses, belum tentu si Udin di dalamnya juga telah sukses. Itulah sebenar-benar kekeliruan spesifikasi, yaitu kekeliruan dimana oarng sengaja atau tidak sengaja keliru menganbil spesifikasi. Itulah temapt persembunyianku. Maka aku selalu berusaha untuk menggoda manusia agar mereka selalu melakukan kekeliruan spesifikasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan arti karena sama bunyi :
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan arti karena sama bunyi . Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan ku. Ketika aku bunyikan pengertian yang berbeda dengan hal-hal yang sama maka sebagian dari mereka mengalami kekeliruan. Mereka ternyata salah paham terhadap hal-hal yang aku bunyikan sama. Misal ketika aku berkata “bisa”, maka sebagian orang berpikir bahwa yang aku maksud adalah racun, padahal aku berkehendak mengatakan dapat. Maka “bisa” merupakan salah satu tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Diriku adalah kekeliruan sama bunyi. Aku akan selalu menggoda manusia agar mereka selalu mengalami kekeliruan. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan karena lupa:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan karena lupa. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan karena lupa, atau sengaja melupakan sesuatu hal. Ketika aku tidak dapat menelponmu, itu karena aku lupa nomor HP mu. Maka lupa adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu lupa. Itulah permohonanku.

Kekeliruan logika:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan logika. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan logika, atau sengaja melakukan kekeliruan logika. Aku sebetulnya masihlah bermacam-macam bentukku. Kekeliruan logika itu meliputi kekeliruan deduksi, kekeliruan indukasi, kekeliruan mengurutkan, kekeliruan menjumlah, kekeliruan mengurangi, kekeliruan mengalikan, kekeliruan membagi, kekeliruan menghitung, kekeliruan menyimpulkan, kekeliruan memilih, kekeliruan mengambil keputusan dan kekeliruan matematika. Maka kekeliruan logika adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan logika. Itulah permohonanku.

Kekeliruan persepsi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan persepsi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan persepsi baik disengaja atau tidak. Ketika aku mengiyakan isi surat perjanjian ini, padahal terdapat kesalahan tanggal, bulan dan tahun, maka itu karena aku salah melihat. Ketahuilah bahwa diriku itu bermacam-macam. Kekeliruan persepsi itu meliputi kekeliruan melihat, kekeliruan mendengar, dan kekeliruan mempersepsi dengan panca indera. Maka kekeliruan persepsi adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan persepsi. Itulah permohonanku.

Kekeliruan komitmen:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan komitmen. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan komitmen baik disengaja atau tidak. Ketika aku telah berjanji kemudian aku mengingkarinya, maka itulah kekeliruan komitmen. Ketika aku berkomitmen kemudian aku tidak dapat memenuhi komitmenku maka itulah kekeliruan komitmen. Maka kekeliruan komitmen adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan komitmen. Itulah permohonanku.

Kekeliruan tindakan:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan tindakan. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan tindakan baik disengaja atau tidak. Segala macam tindakan tak terpuji adalah kekeliruan tindakan. Ketahuilah bahwa tidak bertindak juga belum tentu bukan kekeliruan tindakan. Salah menunjuk adalah juga kekeliruan tindakan. Kekeliruan menulis, kekeliruan menyebut, dst adalah kekeliruan tindakan. Maka kekeliruan tindakan adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan tindakan. Itulah permohonanku.

Kekeliruan niat:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan niat. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan niat baik disengaja atau tidak. Semua niat buruk adalah kekeliruan niat. Kekeliruan doa adalah juga kekeliruan niat. Kekeliruan misi, visi atau tujuan adalah kekeliruan niat. Maka kekeliruan niat adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan niat. Itulah permohonanku.

Kekeliruan metode:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan metode. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan metode baik disengaja atau tidak. Diriku itu bermacam-macam misal kekeliruan metode langsung, tidak langsung, kuantitatif, kualitatif, menyelesaikan persoalan, dst. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan metode. Itulah permohonanku.

Kekeliruan individu:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan individu. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan individu baik disengaja atau tidak. Kekeliruan individu adalah kekeliruan diriku sendiri, dan tidak melibatkan orang lain. Maka kekeliruan individu adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan individu. Itulah permohonanku.

Kekeliruan kolektif:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan kolektif. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan kolektif baik disengaja atau tidak. Kekeliruan kolektif adalah kekeliruan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Maka kekeliruan kolektif adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Kekeliruan sistemik:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan sistemik. Banyak kekeliruan sistemik terjadi baik disengaja atau tidak. Kekeliruan sistemik adalah kekeliruan yang dilakukan secara kelembagaan atau oleh institusi atau oleh negara. Membiarkan korupsi meraja lela adalah kekeliruan sistemik. Merambah hutan adalah kekeliruan sistemik. Tidak menyantuni rakyat miskin adalah kekeliruan sistemik. Maka kekeliruan sistemik adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda sistem-sistem atau institusi agar selalu melakukan kekeliruan sistemik. Itulah permohonanku.

Kekeliruan umum:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan umum. Banyak orang-orang mengalami mengalami kekeliruan umum baik disengaja atau tidak. Kekeliruan umum adalah kekeliruan yang umum terjadi. Kekeliruan umum sering juga disebut sebagai salah kaprah. Para koruptor, penjahat, pembunuh berdarah dingin ditayangkan di TV untuk diwawancara adalah kekeliruan umum, sehingga justeru mereka itu seakan menjadi pahlawan atau selebritis. Maka kekeliruan umum adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Hati dan logos bersama-sama protes dan membuat perjanjian:
Wahai para keliru, baiklah aku telah mendengarkan presentasimu semua. Adalah hakmu untuk bicara untuk menunjukkan bahwa engkau itu memang benar-benar ada. Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien.

47 comments:

  1. Seftika Anggraini
    18709251016
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Dalam elegi ini disebutkan bahwa keliru merupakan hal yang tidak baik dan tidak benar. Manusia selalu berusaha untuk melawan kekeliruan. Namun demikian, kadang keliru itu memang sengaja dihadirkan oleh Allah untuk kebaikan kita. Misalnya, kekeliruan karena lupa jadwal tiket pesawat akhirnya ketinggalan pesawat. Namun itu menjadi kehendak Allah untuk kita tetap berada di dunia karena jika kita tetap ikut dalam pesawat tersebut, kita akan menjadi korban kecelakaan pesawat. Untuk itu, selain berusaha untuk menjauhi kekeliruan, tidak lupa juga selalu ikhlas menerima apa yang terjadi karena Allah selalu membuatkan rencana terbaiknya untuk kita.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Keliru adalah keadaan yang tidak benar. Tidak manusia yang menginginkan kekeliruan. Tetapi ada manusia yang tetap melaksanakan kekeliruan walaupun dia sebenarnya sudah tahu kebenaran. Hal itu karena hati mereka belmu jernih, masih terjebak oleh godaan-godaan syetan. Maka dari itu gunaka hati dan pikiran yang jernih untuk menggapai kebenaran dan menghindarkan dari kekeliruan.

    ReplyDelete
  3. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Sifat keliru itu tidak baik. Manusia itu tidak sepenuhnya sempurna, masih ada hal-hal yang lain yang terkadang membuat kita harus keliru dalam melakukan sesuatu. Keliru yang negatif ketika kita tahu kalau itu salah namun kita tetap melakukannya, keliru yang positif adalah keliru yang tidak sengaja dan memang bukan atas dasar niat kita untuk melakukannya. Dekatkan diri dan perbanyak doa agar selalu terhindari dari sifat keliru yang negatif.

    ReplyDelete
  4. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Kekeliruan terjadi oleh berbagai faktor penyebab oleh karena itu adanya kekeliruan juga tidak bisa dihindarkan. Berusahalah untuk selalu mencari kebenaran dan jangan putus asa dan menyerah saat bertemu dengan kekeliruan. Seperti pesan pada elegi di atas ; kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kita, aamiin.

    ReplyDelete
  5. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Kekeliruan seseorang terjadi karena kurangnya pengetahuan. Kurangnya usaha untuk mendapatkan sebuah ketetapan yang benar. Kekeliruan pasti selalu ada dalam diri manusia, tapi sudah sepatutnya kekeliruan dijadikan penopang untuk menjadi yang lebih baik. Agar kita semua terhindar dari kekeliruan, marilah kita bersama-sama menjaga hati kita dari segala sesuatu yang mungkin mengotori dan menjaga logos kita agar tidak dikuasai oleh mitos. Caranya adalah kita selalu berusaha menemukan kebenaran dan menghindari kekeliruan dan yang terpenting kita selalu berdoa untuk pengampunan dan mencari perlindungan kepada Allah.

    ReplyDelete
  6. SUHERMI
    18709251007
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA A

    Kekeliruan adalah hal yang lumrah terjadi. Namun jika sering terjadi akan menimbulkan akibat yang burung. Kekeliruan yang paling ringan, adalah kekeliruan karena lupa. Tidak ada yang dapat disalahkan ketika kita keliru karena lupa, karena untuk lupa itu sendiri juga bukan karena keinginan kita. Dan keliru dalam niat merupakan keliru yang sangat fatal, karena niat itu sendiri mengandung arti melakukan dengan sungguh-sungguh. Ketika kita menyadari bahwa kita keliru dalam niat, sebaiknya di hentikan dan diperbaiki. Untuk itu perlu bagi kita untuk tetap menjaga kesadaran untuk tidak keliru.

    ReplyDelete
  7. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat pagi Prof.
    Para keliru dapat hadir kapan dan dimana saja. Kita juga bisa merasakan secara langsung apa yang dirasakan oleh para keliru. Artinya para keliru ada disekitar kita. Kenapa begitu? Para keliru muncul ketika apa yang kita lakukan tidaklah sesuai dengan seharusnya. Artinya ada yang salah dengan diri kita. Hal ini berarti apa yang dipikirkan dan mungkin ada dalam pikiran tidaklah sejalan dengan apa yang dilakukan. Ikhlas dalam berpikir dan bertindak dapat menjadi solusi dalam memecahkan masalah ini. Pada akhirnya, bersyukur dan senantiasa berdoa kepada Tuhan akan membersihkan pikiran dan hati kita sehingga kita mampu mengatasi para keliru yang mungkin hadir dalam diri kita. Terima kasih.

    ReplyDelete
  8. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait Elegi Konferensi Para Keliru bahwa dikatakan keliru jika Suatu kesesatan logis, pernalaran yang tidak mengikuti atau melanggar aturan-aturan penyimpulan, Suatu argumen yang tidak terarah dalam arti bahwa argumen itu tidak tepat, tetapi dapat meyakinkan orang-orang mengenai ketepatannya, argumen cacat (tidak betul, tidak tepat, keliru, salah. Namun, pada artikel ini dituliskan terdapat sejumlah poin penting yakni Kekeliruan generalisasi, Kekeliruan spesifikasi, Kekeliruan arti karena sama bunyi, Kekeliruan karena lupa, Kekeliruan logika, Kekeliruan persepsi, Kekeliruan komitmen, Kekeliruan tindakan, Kekeliruan niat, Kekeliruan metode, Kekeliruan individu, Kekeliruan kolektif, Kekeliruan sistemik, Kekeliruan umum, Hati dan logos bersama-sama protes dan membuat perjanjian.

    ReplyDelete
  9. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Selanjutnya, Kekeliruan generalisasi merupakan bukan kesalahan dan bukan kebenaran yang bersifat deduktif dan bukan induktif menyebabkan dampak yang cukup besar dan banyak atau dirasakan oleh banyak orang. selanjutnya Kekeliruan spesifikasi bersifat induktif yang keliru dalam menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, selanjutnya Kekeliruan arti karena sama bunyi bermaksud bahwa keseimbangan visual dalam diri manusia tidak cukup obyektif dalam memperbaharui informasi yang autentik sehingga terdapat kesalahan yang juga belum tentu benar atau salah. Selanjutnya Kekeliruan karena lupa bermaksud bahwa mungkin bukan hal yang asing atau tabudikalangan masyarakat, lupa sering kali terjadi pada semua orang, baikyang kecil, remaja, dewasa, hingga yang tua, yang miskin dan yangkaya pun tak luput dari lupa, ya memang itulah kodrat manusia adalahtempatnya salah dan lupa sehingga dikatakan keliru karena lupa sebab lupa ialah ketidakmampuan mengenal atau mengingat sesuatu yang pernahdipelajari atau dialami sehingga akan sulit membedakan antara benar atau salah. selanjutnya Kekeliruan logika bahwa Logika juga tidak membuktikan sesuatu yang baru. Jika ada bukti, bukti itu didapat melalui eksperimen dan observasi, tidak hanya dengan berpikir. Jadi, mengingat apa yang terbukti, kita dapat menyimpulkan lebih banyak tentang apa artinya itu, tapi jika ada sesuatu yang benar-benar tidak terbukti, logika tidak menghasilkan lebih atau kurang, Fakta baru terus bertentangan dengan fakta yang ada, terutama mengingat bias ini. Semakin banyak kita temukan, maka ini akan membuat kita salah. Fakta seringkali bersifat sementara. Seiring dunia berubah, segalanya berubah. Realitas dalam keadaan konstan fluks. Ini bukan untuk mengatakan semuanya berubah. Tapi banyak dari apa yang kita amati, namun, kita cenderung menganggapnya akan tetap sama.

    ReplyDelete
  10. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Selanjutnya, Kekeliruan persepsi yang merupakan kekeliruan dalam tindakan menyusun, mengenali, dan menafsirkan informasi sensoris guna memberikan gambaran dan pemahaman tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua sinyal dalam sistem saraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ pengindra. Selanjutnya Kekeliruan komitmen bahwa suatu keadaan dimana seseorang membuat perjanjian (keterikatan), baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain yang tercermin dalam tindakan/ perilaku tertentu yang dilakukan secara sukarela maupun terpaksa. selanjutnya Kekeliruan tindakan bahwa tidak dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibedakan, sehingga kekeliruan tindakan bisa benar atau salah dalam berbagai konteks. Selanjutnya Kekeliruan niat bahwa semua amalan baik atau buruk maka pasti diiringi dengan niat.

    ReplyDelete


  11. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Selanjutnya Kekeliruan metode bahwa prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu. Kemudian ada satu istilah lain yang erat kaitannya dengan dua istilah ini, yakni tekhnik yaitu cara yang spesifik dalam memecahkan masalah tertentu yang ditemukan dalam melaksanakan prosedur, sehingga keliru metode adalah kesalahan cara atau prosedur yang belum tentu salah atau benar. Selnjutnya Kekeliruan individu bahwa kesatuan yang terbatas sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan, sehingga keliru individu hanya bagian dari minoritas yang bisa bernilai benar atau salah, selanjutna Kekeliruan kolektif bahwa semua hal yang dikerjakan secara bersama-sama, sehingga keliru kolektif adalah nampak sebagai bagian dari mayoritas yang bisa berdampak besar untuk kebanyakan terhadap diligmatis antara benar atau salah. Selanjutnya Kekeliruan sistemik suatu bentuk usaha untuk menguraikan serta merumuskan sesuatu hal dalam konteks hubungan yang logis serta teratur sehingga membentuk sistem secara menyeluruh, utuh dan terpadu yang mampu menjelaskan berbagai rangkaian sebab akibat yang terkait suatu objek tertentu.selanjutnya Kekeliruan umum bahwa paragraf atau gagasan atau pernyataaan yang memberikan penjelasan tentang objek yang tengah diamati secara rinci dan detil.

    ReplyDelete
  12. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Tak ada manusia yang sempurna. Manusia memang tempatnya salah dan lupa. Oleh karena itu wajar-wajar saja jika dalam menjalani kehidupan, manusia terkadang mengalami kekeliruan. Keliru identic dengan hal buruk. Untuk itu, wajib hukumnya bagi manusia untuk berusaha menghindarkan diri dari kekeliruan. Caranya adalah dengan senantiasa belajar dan senantiasa berdoa. Gunakan piriran yang jernih dan hati yang bersih sebagai komando dalam menjalani kehidupan. Sehingga kita tidak terjerumus pada lubang kekeliruan.

    ReplyDelete
  13. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006

    Manusia tidak akan bisa terhindar dari yang namanya keliru, karena sifat manusia yang tidak sempurna tempatnya salah dan khilaf bernaung sehingga manusia hanya dapat belajar menghindari sifat keliru dengan meminta pertolongan Tuhan (berdoa).

    ReplyDelete
  14. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Berhati-hati dengan wujud keliru karena dia meliputi banyak hal yang bisa dirasuki tanpa tahu bahwa dia memang penyebabnya menjadi keliru. Kekeliruan berujung pada kesalahpahaman yang berujung pula pada kefatalan akan suatu hal. Fatal di sini bisa-bisa menjadi retaknya hubungan antar diriku dan dirimu, tetapi maafkan keliru karena memang keliru bisa disebabkan karena ketidaksengajaan, teledor, ceroboh, atau memang sudah menjadi ciri khas untuk selalu keliru. Bagaimanapun jangan sampai keliru merasuki ke dalam hati, hati organ vital yang bisa menyebabkan masalah menjadi semakin runyam. Tetap waspai keliru dan terima dia bila sudah mulai berkurang kelirunya, tetap dukung dia hingga menjadi keliru yang benar.

    ReplyDelete
  15. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Salah yang berarti tidak benar dan bisa berarti keliru melakukan sesuatu, mengucapkan sesuatu dll. Hal itu mempengaruhi mobilitas diri ini untuk lebih berhati-hati lagi dalam bertindak, bisa saja kekeliruan itu malah membuat diri ini menjadi trauma karena efek yang pernah didapat setelah melakukan kekeliruan. Atau bisa efek yang menyenangkan bagi para pelaku kekeliruan misalnya keliru memilih jalan tetapi faedahnya jalan yang salah diambil itu merupakan jalur aman dan jalur cepat untuk sampai di tujuan. Sehingga, tetap berpikir positif apapun kekeliruan yang dilakukan. Bisa jadi itu merupakan hal yang seharusnya dilakukan manusia jika tidak dipengaruhi oleh faktor luar.

    ReplyDelete
  16. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Disini saya memahami bahwa tidak hanya kebenaran yang sifatnya plural tetapi kekeliruan manusia pun demikian. Manusia dalam kesempurnaannya tetap tidak bisa terlepas dari kekeliruan, itulah mengapa manusia sempurna dalam ketidaksempurnaan, begitupun sebaliknya. Manusia bahkan bisa menemui kekeliruan dalam prosesnya mencari kebenaran. Kekeliruan itu bisa multirupa, kekeliruan bisa berupa KELIRU itu sendiri, TIDAK TEPAT, SALAH, dst sesuai dengan konteksnya. Kekeliruan yang disengaja itulah kekeliruan yang SALAH Karena SADAR kalau itu keliru tapi tetap saja melakukannya. Misal tahu kalau korupsi itu salah namun tetap saja dilakukanya. kekeliruan yang tidak disengaja itulah rupa kekeliruan yang memang KELIRU dan TIDAK TEPAT karena murni melakukan kekeliruan TANPA SADAR atau BELUM SADAR. Misal siswa yang keliru menyelesaikan soal pemfaktoran. Itu wajar jika mereka BELUM paham sepenuhnya tentang materi pemfaktoran atau masih baru dengan materi pemfaktoran sehingga masih memberikan jawaban yang TIDAK TEPAT. Contoh lain ialah orang Jawa yang tersinggung dengan cara bicara Orang Makassar yang bernada keras. Itu merupakan kekeliruan yang KELIRU bagi si orang Makassar karena tidak SADAR bahwa logat bicaranya kasar bagi orang Jawa. Itu juga bisa menjadi kekeliruan yang TIDAK TEPAT bagi si Orang Jawa jika tersinggung karena BELUM SADAR bahwa bicara bernada keras merupakan logat asli Makassar.

    ReplyDelete
  17. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Allah memiliki kebenaran absolut, tetapi Allah sama sekali tidak memiliki sifat kekeliruan karena kekeliruan itu hanyalah milik manusia. Kekeliruan itu memang sudah menjadi fitrahnya manusia, namun Tuhan begitu adil karena disamping memberikan fitrah KELIRU, Dia juga memberikan manusia hati dan pikiran untuk dipergunakannya agar terhindar dari kekeliruan itu. Maka manusia yang mengikhtiarkan hati dan pikirnya dalam mencari kebenaran itulah manusia yang akan jauh dari kekeliruan. Sementara manusia yang tidak mengikhtiarkan hati dan pikirnya itulah manusia yang merugi, manusia yang menjelma jadi patung kekeliruan, manusia penikmat kekeliruan yang hakiki, dan manusia yang terjebak dalam lingkaran kekeliruan syaitan.

    ReplyDelete
  18. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Bersyukurlah karena Allah Maha Pemaaf terhadap hambaNya yang mau bertaubat. Namun manusia harus senantiasa berusaha menghindari kekeliruan yang mungkin terjadi. Manusia harus menggunakan pikiran dan hatinya agar terhindar dari kekeliruan dan mampu menggapai kebenaran. Salah satu upaya agar terhindar dari kekeliruan adalah dengan belajar, menuntut ilmu. Karena sebenar-benar manusia adalah berpikir. Belajar tidak hanya di bangku sekolah dan kuliah. Belajar dapat dimana saja, dengan siapa saja, dan melalui apa saja. Maka mohonlah kepada Allah agar terhindar dari kekeliruan dan diberi petunjuk dalam menggapai kebenaran.

    ReplyDelete
  19. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Keliru, hal yang sering dihindari namun juga tetap terjadi. Keliru dapat terjadi oleh siapa saja, dimana saja, kapan saja dan dengan berbagai cara. Keliru juga dapat terjadi karena sengaja dan tidak sengaja. Keliru yang sengaja merupakan keliruan yang tidak benar adanya dan dilarang tentunya. Keliru yang tidak sengaja bisa saja karena ketidak hati-hatian dan keteledoran karena gangguan syaithan. Untuk itu selalu menggunakan hati dan logos kita serta meminta perlindungan kepada Allah SWT semoga terhindar dari bujuk rayuan syaithan yang mengajak kita selalu dalam kekeliruan.

    ReplyDelete
  20. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Disengaja atau tidak disengaja, setiap manusia tidak akan bisa menghindari dari kekeliruan. Kekeliruan bisa terjadi sengaja atau tidak sengaja. Kekeliruan yang disengaja kadang dipengaruhi oleh sifat-sifat setan yang terus mencoba untuk menguasai manusia. Setan begitu mudah, halus, cepat, dll dapat memasuki bahkan tanpa kita ketahui. Membentengi hati dan pikiran adalah hal sebaiknya selalu kita lakukan. Kekeliruan yang tidak sengaja adalah karena kurangnya pengetahuan. Oleh karena itu,menajamkan pikiran kritis sebaiknya kita lakukan untuk membantu membentengi pikiran kita dari stigma-stigma negatif, serta doa yang tulus dan ikhlas kepada Tuhan YME untuk selalu diberkati dan dihindarkan dari setan karena hanya Tuhan YME yang mampu mengusir setan.

    ReplyDelete
  21. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Kekeliruan meupakan tindakan atau pernyataan yang dibuat tidak berdasarkan kenyataan dan memiliki alasan yang tidak benar atau menyesatkan sehingga diperoleh kesimpulan yang tidak tepat. Kekeliruan juga bisa dalam bentuk memberikan alasan atau solusi yang tidak berhubungan dengan masalah, mengambil kesimpulan tidak berdasarkan premis, dan mengarahkan kekeliruan pada subjek bukan pada opininya sehingga kekeliruan bisa menimbulkan stigma negatif.

    ReplyDelete
  22. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Kekeliruan adalah sifat manusiawi, kondisi yang bisa dengan mudah merasuki manusia. Manusia memiliki potensi untuk keliru dalam segala hal, karena memang manusia tempatnya keliru dan dosa. Kita yakin bahwa kebenaran sejati dan hakiki hanyalah milik Alloh. Suatu saat ketika kita merasa benar bagi orang lain belum tentu, bisa pula dianggap sebagai kekeliruan. Itulah bukti bagaimana kekeliruan sangat mudah menjangkit manusia. Apa yang bisa dilakukan oleh manusia untuk menampik kekeliruan? Caranya adalah selalu berusaha keras. Ketika kita usaha keras untuk benar maka potensi kekeliruan muncul hanya sedikit, walaupun sudah minimal. Bagaimana meminimalkan lagi potensi kekeliruan yang sudah minimal. Berdoa adalah caranya. Berdoa adalah memohon pertolongan pada Sang Maha Benar untuk menjauhkan kekeliruan yang mungkin mengganggu. Karena hanya Maha Benarlah yang memiliki kebenaran mutlak, maka tiada lain kita selain meminta padaNya.

    ReplyDelete
  23. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018 (PM B 2018)

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Setiap umat manusia pasti akan melakukan kekeliruan. Sebenar-benarnya kita memahami hidup, pasti ada saatnya manusia akan merasa keliru. Terlebih lagi terdapat kekeliruan umum dimana setiap manusia tidak menyadari kekeliruannya sehingga termasuk kekeliruang setiap umat manusia dan disebut kekeliruan umum. Seperti halnya koruptor yang jelas-jelas salah tetapi merasa tidak keliru karena apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang menurutnya biasa dan banyak yang melakukannya juga
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  24. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Keliru dalam elegi ini saya ibaratkan dengan syaitan. Dan memang benar, layaknya keliru yang merupakan musuh daripada logos dan hati. Syaitan juga merupakan musuh yang nyata bagi manusia. sebagai makhluk yang ber Tuhan tidak ada cara lain berlindung dari rayuan syaitan selain memohon pertolongan Tuhan. Jernihkanlah selalu hati dan pikiran agar senantiasa terhidar dari godaan syaitan yang nyatanya tak mampu dihindari dengan cara selalu berdoa menyebut nama Tuhan mu dan biarkan Tuhan mu melihat bahwa engkau pantas untuk ditolong.

    ReplyDelete
  25. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Manusia tempatnya salah dan keliru. Maka agar kita selamat dari keliru dan salah, berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin agar kita diselamatkan oleh Allah SWT. Dan apabila kalau sudah keliru dan berjalan di jalan yang salah, maka kita jadikan itu sebagai pelajaran berharga agar hidup lebih baik. Keliru adalah salah satu jalan yang terkadang kita harus lalui untuk mencari suatu kebenaran, belajar jadi kekeliruan yang kita lakukan adalah salah satu pelajaran yang harus kita miliki. manusia tempatnya keliru dan salah maka sikap dari setelah keliru tersebut harus kita perbaiki dan jadikan sebeagia pengalaman berharga untuk pengalaman yang akan kita lalui selanjutnya agar tidak melakukan kekeliruan yang sama.

    ReplyDelete
  26. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Manusia tidak ada yang sempurna. Kalimat yang sering sekali diperdengarkan, terkadang menjadi pembenaran namun kalimat ini adalah fakta. Kekeliruan manusia bukanlah hal yang patut dipertanyakan dan menjadi sesuatu yang tidak dapat terjadi. Kekeliruan juga disebabkan oleh berbagai faktor yang juga dituliskan pada tulisan ini. Namun, kekeliruan dapat dicegah untuk tidak terjadi sesering mungkin. Oleh karena itu, hendaknya kekeliruan yang pernah dilakukan boleh menjadi bahan evaluasi untuk manusia agar lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  27. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Para penganut keliru belum tentu sepenuhnya keliru bisa jadi keliru yang menurut mereka keliru karena benar atau keliru karena salah. Dibutuhkan pihak lain agar bisa menengahi para keliru tersebut, yaitu para penganut hati dan para penganut pikiran, di mana keduanya berkolaborasi memberikan logika bernalar dalam menentukan kekeliruan atau tidak kekeliruan. Hati berperan untuk menenangkan para keliru yang tidak mau mendengar segala bentuk logika rasional para penganut pikiran. Sama halnya dengan para penganut benar, para penganut keliru harus mulai menyadari dirinya mempunyai hati dan bertanya pada hatinya sendiri apakah dia benar berada dalam penganut keliru.

    ReplyDelete
  28. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Dalam elegi tersebut dikatakan bahwa banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan generalisasi. Generalisasi menyebabkan image seseorang menjadi berbeda dengan kepribadiannya yang sesungguhnya. Misalnya, seorang anak yang sebenarnya merupakan anak baik akan ikut digeneralisasikan menjadi anak nakal jika dia berteman dengan anak-anak nakal atau berada di kelas yang dominan dengan anak nakal. Berbeda dengan anak yang sebenarnya nakal akan terlihat baik jika berada dikelas anak-anak yang baik, patuh pada guru dan rajin. Begitu pula dengan yang telah diungkapkan dalam elegi bahwa orang Indonesia akan digeneralisasikan merupakan masyarakan yang suka melakukan korupsi, padahal korupsi tersebut hanya dilakukan oleh sebagian orang saja. Kekaliruan generalisasi ini mengajarkan kepada kita pentingnya mempertimbangkan lingkungan atau keadaan sekitar. Karena, sekitar kita tanpa disadari memberikan pengaruh terhadap image atau pandangan orang lain kepada kita yang pada dasarnya belum tentu merupakan diri kita kita yang sebenarnya. Meskipun benar bahwa, baik buruk nya diri tidak selamanya bergantung pada lingkungan, namun pintar-pintarlah diri sendiri mengatur batasan-batasan dalam dirinya. Namun, jika kita telah terlanjur berada dalam keadaan diman sekitar kita dapat menimpulkan pandangan negatif terhadap kita akan lebih baik jika kita berusaha merubah keadaan tersebut menjadi lebih baik yang hasilnya bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi bagi sekitar pun juga.

    ReplyDelete
  29. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Dalam elegi tersebut dikatakan bahwa banyak orang melakukan kekeliruan spesifikasi baik disengaja maupun tidak. Nampaknya kekeliruan generalisasi dan kekeliruan spesifikasi sama-sama menyebabkan penilaian orang lain terhadap sesuatu tidak benar-benar sebenar-benar nilai dan terkandung didalamnya. Jika contoh pada kekeliruan generalisasi semua rakyat Indonesia dianggap melakukan korupsi padahal nyatanya hanya segelintir orang yang melakukannya, kekeliruan spesifikasi lebih kepada mengangap seluruh rakyat Indonesia makmur padahal ada segelintir orang yang belum tentu makmur. Lastas dimana letak perbedaannya?
    Letak perbedaannya, nampaknya terletak pada penarikan kesimpulannya atas apa yang terlihat. Jika generalisasi menyimpulkan semua orang sama dengan segelintir orang yang terlihat, sedangkan spesifikasi menyimpulkan bahwa semua orang sama padahal ada segelintir yang tak terlihat dan tetap dianggap sama. Seperti keadaan di dalam kelas, sebuah kelas A dianggap kelas anak nakal, padahal yang melakukan kenakalan tersebut hanya beberapa siswa saja. Berbeda dengan kelas B yang dianggap kelas anak-anak rajin karena kelas tersebut didominasi oleh anak-anak yang rajin padahal ada beberapa anak yang sebenarnya tidak rajin. Generalisasi dan spesifikasi mengajarkan kepada kita pentingnya melihat sesuatu secara menyeluruh dan menghindari penyimpulan sepihak atas sesuatu hanya berdasarkan yang terlihat saja.

    ReplyDelete
  30. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Ada beberapa kata yang memiliki atau mewakili dua arti sekaligus, contohnya kata bisa yang dapat diartikan sebagai racun atau yang dapat di artikan sebagai mampu. Ataupun kata hati yang dapat bermakna hati yang sesungguhnya (organ manusia) atau dapat diartikan sebagai perasaan atau mungkin sebuah keimanan yang diyakini kebenarannya. Kata-kata yang bermakna ganda seperti itu dapat menjadi penyebab sebuah kekeliruan. Seperti bahasa yang digunakan dalam filsafat yaitu bahasa analog yang memiliki makna yang bukan sebenarnya. Maka diperlukan ketelitian dan kejelian serta kepekaan dalam mengartikan sebuah kata. Karena kekeliruan dalam penafsiran sebuah kata dapat menyebabkan sebuah sesesatan. Sebagaimana sebuah kata yang memiliki makna ganda dapat menimbulkan kekeliruan, pun begitu dengan lupa yang juga merupakan satu dari penyebab kekeliruan. Oleh karenanya, sebisa mungkin harus menghindari yang namanya lupa, salah satu caranya dapat dilakukan dengan selalu mengingat nama Tuhan, senantia sebutlah nama Nya dalam setiap keadaan, niscaya akan membantu agar senantiasa menjadi ingat.

    ReplyDelete
  31. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Elegi tersebut mengingatkan bahwa ada seribu macam alasan yang dapat menimbulkan manusia untuk menjadi keliru. Setiap apa yang dilakukan berpotensi mengalami kekeliruan. Dalam bertindak, berkomitmen, berlogika, berpersepsi, dan berniat dapat menimbulkan kekeliruan jika dilakukan tanpa kehati-hatian dan melalui pemikiran yang matang. Keliru merupakan sebuah kodrat manusia yang senantiasa berpotensi membuat kekeliruan. Keliru juga dapat berarti tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Seseorang yang telah berkomitmen namun ternyata melanggar komitmen tersebut dapat dikatakan telah melakukan sebuah kekeliruan, dimana ia telah berada pada keadaan yang tidak sesuai dengan ruang dan waktu komitmen yang telah ia buat. Maka untuk menghindari kekeliruan diperlukan keteguhan hati yang benar-benar sebenar-benarnya.

    ReplyDelete
  32. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Kekeliruan merupakan pembelajaran yang membuat kita bertemu dengan hal yang benar. Terkadang kita pernah melakukan kekeliruan namun hal tersebut akan menggiring kita pada sebuah hikmah di balik kejadian, dengan adanya kekeliruan kita belajar untuk tidak mengulangi dan agar dapat berhati-hati dalam bertindak serta harus memperteguh keimanan.

    ReplyDelete
  33. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Jika kita berikhtiar dan berdoa dengan khusyuk, Insya Allah kita dapat mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Kebenaran akan nampak, yang keliru akan mundur dengan sendirinya. Berhati-hatilah karena keliru akan selalu berusaha menggodamu agar jalanmu menemukan kebenaran terhalang-halangi. Begitulah hidup, untuk bertemu dengan yang benar, ketemu raksasa-raksasa. Raksasa-raksasa itulah yang menjadi tantangan dan rintangannya, apakah kau bisa melaluinya atau justru ikut-ikut menjadi raksasa-raksasa? Terima kasih.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  34. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Tidak selamanya keliru bisa menjadi keliru selamanya, karena keliru menjadi awal mula atau menjadi pembelajaran bagi si keliru untuk memperbaiki dirinya sendiri hingga menjadi tidak keliru. Bisa jadi keliru-keliru yang terkumpul pada seseorang menjadi poin utama dari orang lain untuk membimbingnya dan mengarahkannya kepada sosok yang lebih baik lagi. Bukan berarti kekeliruan dalam diri seseorang akan selamanya menghilang, tetapi hanya tenggelam sementara dan digantikan oleh kebenaran dan akhirnya kembali lagi menjadi keliru. Seperti itu polanya dalam siklus kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  35. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Dalam hidup sebagai manusia tentunya kita memiliki kekurangan yaitu salah satunya kekeliruan, entah kekeliruan dalam generalisasi, dalam spesifikasi, kekeliruan karena lupa, kekeliruan logika, persepsi, dan lain-lain. Dan sebenar-benar musuh adalah kekliruan dalam pikiran dan hati yang disebabkan oleh setan. Untuk menghindari kekeliruan dalam pikiran dan hati kita perlu berpikir kritis dan memiliki hati yang jernih dalam melihat sesuatu fenomena.

    ReplyDelete
  36. Wilis Putri Hapsari
    19710251017
    S2 PEP 2019

    Selamat petang wahai para keliru, terima kasih telah hadir di dunia ini, berkatmu kami tahu mana yang benar dan mana yang keliru. Andai keliru tidak ada dan tidak akan pernah ada, maka semua akan benar merasa, dan merasa benar. Keliru, janganlah kau jadi penggoda, cukup diamlah saja maka sampai nanti pun bahkan sebentar saja ini akan ada yang tetap menemukanmu dan menjadi kamu. Keliru, hati dan logos akan selalu berontak apabila sadar, maka menyerahlah, namun, bisa saja mereka datang dan menghinggapimu bila kesadaran lenyap, maka berbahagialah.

    ReplyDelete
  37. Tiara Wahyu Anggraini
    19709251065
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Sesuatu yang manusia anggap benar belum tentu Allah menghendaki itu benar, karena apa yang kita anggap benar belum tentu baik untuk kita, dan sesuatu yang kita anggap tidak benar bisa jadi Allah menghendaki itu baik buat kita. Oleh sebab itu, kita perlu berhati-hati dalam melakukan/menyatakan sesuatu, dengan tak lupa pula selalu belajar dan meminta doa kepada Allah SWT agar tidak terjerumus ke dalam kekeliruan. Karena yang baik datangnya dari Allah SWT dan yang buruk dari manusia, yang mana manusia tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan.

    ReplyDelete
  38. Aulia Nur Arivina
    18709251051
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Elegi konferensi para keliru mengajarkan kita bahwa keliru merupakan godaan yang harus dihindari. Keliru lawan dari hati dan pikiran. Kita sebagai manusia yang beriman dapat mengurangi keliru dengan senantiasa introspeksi dan berdoa, agar hati dan pikiran kita tidak keliru. Tuhan Maha Mengetahui segala tingkah laku hambanya, mulai dari niat sampai hasilnya, bagaimana prosesnya keliru yang disengaja atau tidak. Hendaknya kita selalu berusaha agar terhindar dari godaan.

    ReplyDelete
  39. Zuari Anzar
    19701251006
    S2 PEP A 2019

    Salah satu keterbatasan dari manusia adalah keliru. Kekeliruan yang terjadi bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan. Bagaimanapun kita berhati-hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat, bahkan kadang-kadang dalam maslah yang sama kita bisa keliru lebih dari satu kali. Tapi harusnya kekeliruan yang terjadi dijadikan pembelajaran untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  40. Hajra Yansa
    19701251012
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Keliru lazim terjadi atau muncul pada manusia dan memang benar-benar ada. Munculnya keliru saat seseorang tak mampu menghubungkan pengetahuan yang baru dengan pengetahuan sebelumnya dalam jaringan otak bagian kognitifnya. Keliru juga dapat diartikan saat hati dan pikiran tidak mengikuti rambu-rambu seharusnya. Karena diakibatkan bisikan syaitan. Biasanya akan diawali keliru niat hingga tindakan. Maka mengetahui dan mengenali sifat dan perilaku para keliru agar adalah langkah untuk terhindar dari bujuk rayunya. Selain itu, manusia harus membekalai diri dengan ilmu dan pegangan konsep yang dalam. Saat kita selalu mendekatkan diri kepada Allah dan memohon setiap langkah dihindarkan dari keliru, Insya Allah kita dihindarkan dari kekeliriuan.

    ReplyDelete
  41. Mira Amalia Yudhanti
    19701251014
    S2 PEP A 2019

    Kekeliruan adalah sikap yang ditunjukkan atau pernyataan yang dibuat oleh seseorang saat sikap/ pernyataan tersebut memiliki alasan yang tidak benar dan menyesatkan. Hal tersebut dapat menyebabkan munculnya fitnah yang akan merugikan orang lain. Oleh karena itu, dalam melakukan sesuatu kita perlu mengklarifikasi dan memikirkan dampak yang ditimbulkannya supaya tidak merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  42. Indra Kusuma Wijayanti
    18709251046
    Pendidikan Matematika S2 C

    Hati adalah komandan paling tepat. Kata hati terkadang lebih baik daripada logika kita. Keputusan sebaiknya diambil sesuai kata hati, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Kata hati biasanya lebih selektif karen aia menimbang banyak hal. Saat kita lelah dan berserah, maka semestalah yang bekarja. Dekatkan hati kita kepada Tuhan, maka kita akan rida pada setiap ketetapanNya

    ReplyDelete
  43. Khintoko Intan Permatasari
    19701251020
    S2 PEP A 2019

    Kebenaran datang dari aturan Allah SWT, sedangkan kekeliruan datangnya dari aturan manusia. Manusia adalah tempatny sala dan dosa. Namun bukan berarti manusia tertutup akan kebenaran. Dalam kehidupan pastilah sering bertemu dengan kebenaran dan kekeliruan sebagai pembelajaran hidup.Dengan adanya kekeliruan, kita menjadi paham bagaimana cara untuk memperbaiki diri hingga menggapai kebenaran yang sebenarnya. Melalui kekeliruan, kita bisa belajar bagaimana bersikap bijak dalam setiap perbuatan agar menjadi manusia yang berpikiran maju sesuai dimensi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  44. Puspitarani
    19709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Pada dasarnya manusia tidak luput dari kekeliruan, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Sebagai manusia kita perlu mengetahui dan memahami kekeliruan yang telah kita lakukan, agar kedepannya kekeliruan tersebut tidak kita ulangi kembali. Selain itu, kita harus selalu berikhtiar dan berdoa agar kita dituntun ke jalan yang Allah ridhoi, aamiin.

    ReplyDelete
  45. Ardhya Handayani
    19701251015
    S2 PEP 2019 A

    Elegi ini menjelaskan bahwa, setiap orang dapat keliru dalam berbagai aspek dalam kehidupanya. Hal yang dapat dipahami dari elegi ini adalah kekeliruan berasal dari ketidaktahuan. Sehingga untuk meminimalisir kekeliruan adalah dengan memperbanyak ilmu (dunia) dan akhirat. Sebagi contoh adalah tata cara sholat, banyak orang melakukan kekeliruan, hal ini dikarenakan ilmu mengenai sholat dalam dirinya kurang. Selain itu selau berdoa dalam hati untuk senantiasa dihindarkan dari kekeliruna dan dilindungi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  46. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A

    Keliru adalah sifat manusia. Menjadi tidak pernah keliru bagi manusia adalah mustahil tetapi menjadi tidak sering keliru adalah mungkin. Keliru dapat terjadi karena ketidaktahuan atau ketidakpahaman hati dan pikiran. Maka, untuk menghindari terlalu sering keliru manusia hendaknya memiliki ketetapan hati dan ketepatan pikiran. Ketetapan hati adalah yakin Tuhan dan kuasa Tuhan, ketepatan pikiran adalah yakin pada usaha dan kemampuan diri.

    ReplyDelete
  47. Dhamar Widya Safitri
    19701251009
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaikum.
    Manusia tidak ada yang mengingingkan kekeliruan. Namun, manusia sulit untuk tidak melakukan kekeliruan, baik kekeliruan yang disengaja maupun tidak. Maka, perbanyaklah berdoa (beribadah). InsyaAllah Allah akan mengabulkan doa-doa.
    Terimakasih

    ReplyDelete