Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Keliru

Oleh Marsigit

Keliru:
Aku sedang berada dipersimpangan jalan. Aku dalam keadaan ragu-ragu antara harus berbicara atau diam saja. Tetapi aku melihat bahwa para anggotaku ternyata sama seperti saya. Mereka juga tampak mulai gelisah. Ternyata aku mengetahui sebabnya. Sebabnya adalah adanya konferensi yang baru saja diselenggarakan oleh para benar. Konferensi para benar telah mengusikku dan mengusik semua pengikutku, para keliru. Baiklah kalau begitu aku juga ingin mengadakan konferensi para keliru agar para anggotaku bisa mempresentasikan pemikirannya. Wahai para keliru, aku akan segera mengadakan konferensi. Maka dengan ini aku mengundang engkau semua untuk hadir. Silahkan aku memberi kesempatan kepada dirimu semua untuk menyampaikan pemikiranmu.



Kekeliruan generalisasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari enggotamu. Aku adalah kekeliruan generalisasi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan generalisasi. Ketika aku bertemu dengan beberapa orang Indonesia dan ternyata mereka melakukan korupsi, maka aku mengambil generalisasi bahwa semua orang indonesia melakukan korupsi. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Itulah sebenar-benar aku, yaitu kekeliruan generalisasi. Maka kekeliruan generalisasi merupakan tempat persembunyianku. Aku akan selalu menggoda manusia baik mereka menyadari atau tidak, untuk melakukan kesalahan generalisasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan spesifikasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan spesifikasi. Banyak orang melakukan kekeliruan spesifikasi baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ketika aku mengatakan bahwa negara telah makmur, belum tentu si Suto atau si Noyo telah makmur. Ketika aku katakan bahwa organisasi telah maju, belum tentu anggota-anggotanya juga telah maju. Ketika aku katakan kelas kuliah ini telah sukses, belum tentu si Udin di dalamnya juga telah sukses. Itulah sebenar-benar kekeliruan spesifikasi, yaitu kekeliruan dimana oarng sengaja atau tidak sengaja keliru menganbil spesifikasi. Itulah temapt persembunyianku. Maka aku selalu berusaha untuk menggoda manusia agar mereka selalu melakukan kekeliruan spesifikasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan arti karena sama bunyi :
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan arti karena sama bunyi . Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan ku. Ketika aku bunyikan pengertian yang berbeda dengan hal-hal yang sama maka sebagian dari mereka mengalami kekeliruan. Mereka ternyata salah paham terhadap hal-hal yang aku bunyikan sama. Misal ketika aku berkata “bisa”, maka sebagian orang berpikir bahwa yang aku maksud adalah racun, padahal aku berkehendak mengatakan dapat. Maka “bisa” merupakan salah satu tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Diriku adalah kekeliruan sama bunyi. Aku akan selalu menggoda manusia agar mereka selalu mengalami kekeliruan. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan karena lupa:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan karena lupa. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan karena lupa, atau sengaja melupakan sesuatu hal. Ketika aku tidak dapat menelponmu, itu karena aku lupa nomor HP mu. Maka lupa adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu lupa. Itulah permohonanku.

Kekeliruan logika:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan logika. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan logika, atau sengaja melakukan kekeliruan logika. Aku sebetulnya masihlah bermacam-macam bentukku. Kekeliruan logika itu meliputi kekeliruan deduksi, kekeliruan indukasi, kekeliruan mengurutkan, kekeliruan menjumlah, kekeliruan mengurangi, kekeliruan mengalikan, kekeliruan membagi, kekeliruan menghitung, kekeliruan menyimpulkan, kekeliruan memilih, kekeliruan mengambil keputusan dan kekeliruan matematika. Maka kekeliruan logika adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan logika. Itulah permohonanku.

Kekeliruan persepsi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan persepsi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan persepsi baik disengaja atau tidak. Ketika aku mengiyakan isi surat perjanjian ini, padahal terdapat kesalahan tanggal, bulan dan tahun, maka itu karena aku salah melihat. Ketahuilah bahwa diriku itu bermacam-macam. Kekeliruan persepsi itu meliputi kekeliruan melihat, kekeliruan mendengar, dan kekeliruan mempersepsi dengan panca indera. Maka kekeliruan persepsi adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan persepsi. Itulah permohonanku.

Kekeliruan komitmen:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan komitmen. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan komitmen baik disengaja atau tidak. Ketika aku telah berjanji kemudian aku mengingkarinya, maka itulah kekeliruan komitmen. Ketika aku berkomitmen kemudian aku tidak dapat memenuhi komitmenku maka itulah kekeliruan komitmen. Maka kekeliruan komitmen adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan komitmen. Itulah permohonanku.

Kekeliruan tindakan:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan tindakan. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan tindakan baik disengaja atau tidak. Segala macam tindakan tak terpuji adalah kekeliruan tindakan. Ketahuilah bahwa tidak bertindak juga belum tentu bukan kekeliruan tindakan. Salah menunjuk adalah juga kekeliruan tindakan. Kekeliruan menulis, kekeliruan menyebut, dst adalah kekeliruan tindakan. Maka kekeliruan tindakan adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan tindakan. Itulah permohonanku.

Kekeliruan niat:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan niat. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan niat baik disengaja atau tidak. Semua niat buruk adalah kekeliruan niat. Kekeliruan doa adalah juga kekeliruan niat. Kekeliruan misi, visi atau tujuan adalah kekeliruan niat. Maka kekeliruan niat adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan niat. Itulah permohonanku.

Kekeliruan metode:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan metode. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan metode baik disengaja atau tidak. Diriku itu bermacam-macam misal kekeliruan metode langsung, tidak langsung, kuantitatif, kualitatif, menyelesaikan persoalan, dst. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan metode. Itulah permohonanku.

Kekeliruan individu:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan individu. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan individu baik disengaja atau tidak. Kekeliruan individu adalah kekeliruan diriku sendiri, dan tidak melibatkan orang lain. Maka kekeliruan individu adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan individu. Itulah permohonanku.

Kekeliruan kolektif:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan kolektif. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan kolektif baik disengaja atau tidak. Kekeliruan kolektif adalah kekeliruan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Maka kekeliruan kolektif adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Kekeliruan sistemik:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan sistemik. Banyak kekeliruan sistemik terjadi baik disengaja atau tidak. Kekeliruan sistemik adalah kekeliruan yang dilakukan secara kelembagaan atau oleh institusi atau oleh negara. Membiarkan korupsi meraja lela adalah kekeliruan sistemik. Merambah hutan adalah kekeliruan sistemik. Tidak menyantuni rakyat miskin adalah kekeliruan sistemik. Maka kekeliruan sistemik adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda sistem-sistem atau institusi agar selalu melakukan kekeliruan sistemik. Itulah permohonanku.

Kekeliruan umum:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan umum. Banyak orang-orang mengalami mengalami kekeliruan umum baik disengaja atau tidak. Kekeliruan umum adalah kekeliruan yang umum terjadi. Kekeliruan umum sering juga disebut sebagai salah kaprah. Para koruptor, penjahat, pembunuh berdarah dingin ditayangkan di TV untuk diwawancara adalah kekeliruan umum, sehingga justeru mereka itu seakan menjadi pahlawan atau selebritis. Maka kekeliruan umum adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Hati dan logos bersama-sama protes dan membuat perjanjian:
Wahai para keliru, baiklah aku telah mendengarkan presentasimu semua. Adalah hakmu untuk bicara untuk menunjukkan bahwa engkau itu memang benar-benar ada. Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien.

36 comments:

  1. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Para keliru disini saya artikan sebagai godaan – godaan pada saat kita hendak menggapai kebenaran spriritualitas. Kadang bisa muncul bersamaan, atau salah satu. Para keliru ini, walaupun hanya muncul satu, maka rusaklah semua. Sebagai contoh, metode sudah benar, logika sudah benar, perspersi dan lain – lain sudah benar. Tapi niatnya salah. Maka tindakan kita juga akan salah, karena telah berniat salah. Segala tindakan bergantung dari niatnya.

    ReplyDelete
  2. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Keliru adalah tidak benar / tidak tepat. Trouble. Ada yang salah. Disini menggunakan kalimat ‘ada yang’. Berarti belum tentu semua. Seperti dijelaskan pada elegi ini, kekeliruan bisa ditinjau dari hal yang sangat kecil, begitu juga keliru bisa dilihat jika secara keseluruhan. Jenis-jenis kekeliruan telah mengungkapkan pikirannya dalam elegi ini. Pada intinya mereka ingin menunjukkan bahwa mereka itu ada. Dan akan selalu berusaha untuk menggoda manusia agar melakukan kekeliruan. Maka benar lah apa yang dipesankan untuk para hati dan para logos. Bahwa kita manusia yang mempunyai hati dan logos harus mengenali dan mengetahui terlebih dahulu sifat dan prilaku para keliru agar selalu terhindar bagi bujuk rayunya. Selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah untuk meminta perlindungan.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Salah satu keterbatasan dari manusia itu adalah keliru. Namun, kita sebagai manusia yang dianugrahi akal,pikiran, dan hari, sebaiknya senantiasa berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. kita juga harus selalu berdoa kepada Allah SWT agar mendapat petunjuk sehingga dapat melihat yang benar jelas benarnya dan yang salah jelas salahnya.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi Konferensi Para Keliru ini menyadarkan kita bahwa manusia adalah tempat keliru. Keliru berarti tidak tepat. Kadangkala manusia juga salah menafsirkan kitab Allah sehingga keliru dalam menjalankan tuntunannya. Manusia diberi akal pikiran, agar terhidar dari kekeliruan sebaiknya manusia menggunakan akal pikiran untuk mendapatkan suatu kebenaran yang ada.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya berpendapat kekeliruan seseorang terjadi bisa karena kurangnya pengetahuan. Kurangnya usaha untuk mendapatkan sebuah ketetapan yang benar. Kekeliruan pasti selalu ada dalam diri manusia, Tapi sudah sepatutnya kekeliruan dijadikan penopang untuk menjadi yang lebih baik. Kuncinya adalah berusaha dan selalu berdoa kepada Alloh untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar jalan yang diridhoi-Nya.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    keliru merupakan sesuatu yang missing dalam upaya kita menyelesaikan suatu masalah. bisa jadi penyimpangan dalam suatu aspek yang belum kita pahami secara keseluruhan.
    keliru bisa menjadikan suatu pertanyataan salah menjadi benar adanya, ataupun sebaliknya. maka dari itu janganlah cepat dalam mengambil keputusan tanpa memikirkannya terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebagi manusia kit asudah seharusnya selalu berupanya menggapai hati dan logos yang baik. Untuk dapat menyeimbangi kekeliruan yang ada.
    Sehingga dalam hidup ini akan menjadi lebih baik. Untuk terus dapat seperti itu harus tetap istiqomah berada di jalanNya.
    Dengan selalu berada di jalanNya dan menjauhi laranganNya.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Keliru, kadang keberadaannya diketahui tapi diacuhkan. Kekeliruan dianggap tidak ada karena kepetingan tertentu. Kekeliruan dilakukan padahal keliru itu diketahui. Keliru dilakukan padahal yang benar itu nampak. Kadang perlu ditanyakan kepada hati dan pikiran apakah yang dilakukan merupakan hal yang keliru atau benar. Jangan membenarkan kekeliruan dan jangan membuat keliru hal yang benar.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D 2015

    Manusia tidak akan bisa menghindari dari kekeliruan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Kekeliruan yang disengaja kadang dipengaruhi oleh sifat-sifat setan yang terus mencoba untuk menguasai manusia. Setan begitu mudah, halus, cepat, dll dapat memasuki bahkan tanpa kita ketahui. Membentengi hati dan pikiran adalah hal sebaiknya selalu kita lakukan. Oleh karena itu,menajamkan pikiran kritis sebaiknya kita lakukan untuk membantu membentengi pikiran kita dari stigma-stigma negatif, serta doa yang tulus dan ikhlas kepada Tuhan YME untuk selalu diberkati dan dihindarkan dari setan karena hanya Tuhan YME yang mampu mengusir setan.

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Salah satu keterbatasan dari manusia itu adalah keliru. Betapapun rasanya kita berhati-hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat, bahkan kadang-kadang dalam masalah yang sama bisa kelirunya lebih dari satu kali. Kekeliruan berarti menerima sebagai benar apa yang senyatanya salah, atau menyangkal apa yang senyatanya benar. Namun semua itu dapat kita perbaiki dengan senantiasa bersikap optimis, berusaha melakukan yang terbaik dan memperbaiki diri.

    ReplyDelete
  11. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kekeliruan adalah persembunyianku, persembunyianku dari keliru, keliru yang secara sadar atau tidak aku lakukan. Kekeliruan segala macam tindakan tidak terpuji, mungkin dalam persembunyian tak ada yang menyadari keliruku, namun Tuhan selalu mengetahui segala keliruku. Tuhan selalu tau kekeliruanku saat tak ada yang menyadari. Sehigga sebagai manusia, sebaiknya kita berusaha bukan menjadi sempurna namun sebagai manusia yang memperbaiki kekeliruan yang dengan sadar maupun tidak telah dilakukan.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sebaik – baiknya manusia pasti memiliki dosa kecil. Jangankan kita sebagai manusia biasa, Nabi Adam saja dapat melanggar peringatan dari Allah akan larangan tentang buah khuldi dan mendapatkan sanksi dari perbuatannya. Kita sebagai manusia yang penuh dosa, sudah seharusnya memohon ampun tiada putus atas segala dosa – dosa kepada Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  13. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia sebagai makhluk tidak akan mencapai dimensi penciptanya. Manusia sebagai makhluk pasti tidak akanlah selalru benar. Makan terciptalah kekeliruan untuk mencapai kesalahan. Keliru tidaklah salah namun perlulah belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terjadi kekeliruan yang berlalu-lalu. Tetaplah ikhtiar dalam hati dan logosmu, agar keliru tak menggapaimu.

    ReplyDelete
  14. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa manusia hidup di dunia pasti ada keliru (godaan). Sebenar-benarnya manusia pasti pernah mengalami keliru/kesalahan. Hanya saja bagaimana manusia itu sendiri bersikap pada kekeliruan. Akankah tetap pada jalan kekeliruan atau justru belajar dari kekeliruan yang dilakukan dan menjadikan hidupnya lebih baik. Sebagai manusia tak akan dapat menghindari keliru hanya saja mampu membatasi diri agar tidak masuk dalam kekeliruan dengan cara slalu berikhtiar kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  15. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kekeliruan, keragu-raguan dan godaan-godaan akan selalu menyertai manusia disetiap detik, maka kita selaku manusia dianjurkan untuk menuntut ilmu sehingga kekeliruan, keragu-raguan bisa diminimalisir. Dengan adanya ilmu maka kita sedikit demi sedikit akan menemukan kebenaran, dan kebenaran ilmu akan lebih sempurna jika dibarengi dengan hati yang bersih. Dan untuk mendapatkan ilmu dan hati yang bersih maka selalulah dekatkan diri kepada Allah, mohon perlindungan kepadaNya sehingga dalam segala langkah kita akan selalu dalam ridhoNya. Kalau hal tersebut kita laksanakan maka In Shaa Allah kita akan bisa menghindari kekeliruan.

    ReplyDelete
  16. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Manusia punya kewajiban untuk berikhtiar dengan benar dan mencari kebenaran, tetapi kekeliruan adalah hal yang sulit dihindari seperti halnya lupa. Tetapi asalkan dia masih memilih jalan yang benar dan berhati-hati agar tidak mendekati keliru, itu adalah jalan yang patut ditelusuri, walaupun akhirnya dia terjebak keliru. Keliru dalam hal ini mungkin adalah takdirnya, yang memang diberikan oleh Allah SWT sebagai rambu-rambu. Namun, yang terpenting bukan lah kita keliru atau tidak keliru, tetapi ketika kita keliru, apakah kita dapat menyadari kekeliruan kita dan kembali kepada jalan yang benar. Apakah dari kekeliruan tersebut kita dapat mengambil pelajaran darinya, itulah yang terpenting. Sedangkan jika kita benar, apakah kita akan sombong karena kita benar yang justru menjadikan kita keliru, ataukah kita akan tetap berendah hati dan senantiasa berlindung kepada Allah dari kekeliruan yang menyesatkan? Itu yang terpenting.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kekeliruan merupakan hal yang pernah dialami tiap orang walaupun dalam hal yang berbeda – beda. Agar terhindar dari kekeliruan yang dapat dilakukan adalah dengan berdoa da mohon rahmat Tuhan agar dijauhkan dari keliru. Gunakan hati dan iman dalam setiap hal yang dilakukan. Dengan hal tersebut diharapkan agar dapat menghindari kekeliruan. Mohon pengampunan atas dosa dan mohon penyertaan Tuhan dari setiap langkah yang dilalui semoga akan membawa kepada sikap yang baik dan menghindari kekeliruan.

    ReplyDelete
  18. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia adalah makhluk yang sempurna tetapi sesempurnanya manusia tetap pasti akan mengalami kekeliruan. Disengaja atau tidak setiap manusia pasti pernah melakukan kekeliruan. Jika mengalami kekeliruan maka segeralah perbaiki agar tidak semakin keliru. Dalam menjalani segala hal hendaknya manusia selalu memohon kepada Allah SWT agar dihindarkan dari kekeliruan karena hanya Allah yang dapat menjamin kebenaran manusia.

    ReplyDelete
  19. Yuni Astuti
    14301241035
    Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk lain ciptaan-Nya, namun dari sekian banyak manusia itu sendiri tidak ada yang paling sempurna. Setiap manusia tidak akan pernah luput dari kekeliruan atau kesalahan. Namun tidak semua kesalahan yang diperbuat manusia adalah dosa, karena dari kesalahan itu sendiri manusia dapat belajar untuk memperbaikinya dan tidak melakukan kekeliruan yang sama lagi.

    ReplyDelete
  20. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kekeliruan itu ada banyak macam, sebaiknya kita paham dengan kekeliruan tersebut agar tidak melakukan kekeliruan – kekeliruan di atas. Untuk menghindarinya dapat dengan selalu berlaku hati – hati, ikhtiar dan doa kepada Tuhan YME agar terhindar dari kekeliruan

    ReplyDelete
  21. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jika kita pernah melihat suatu hal buruk pada suatu tempat atau daerah maka janganlah kita sekali kali menganggap semua yang ada di daerah tersebut atau di tempat tersebut adalah buruk. pandangan kita tentang hal buruk tersebut terkadang tidak benar atau sebagai salah paham saja. oleh karenanya perlu digali lebih dalam jika kita akan memutuskan sesuatu.

    ReplyDelete
  22. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari “Elegi Konferensi Para Keliru”, salah satu poin yang dapat saya tangkap adalah bahwa kekeliruan terjadi baik secara sengaja ataupun tidak sengaja sehingga hal tersebut termasuk wajar. Sebenarnya kekeliruan ada manfaatnya yaitu menjadikan manusia menjadi lebih baik dengan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan itu (kesalahan) menjadi sebuah kebenaran.

    ReplyDelete
  23. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pelajaran yang saya dapatkan setelah membaca elegi ini adalah bahwa kita harus selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari terjadinya kekeliruan. Kita harus selalu berikhtiar dan melantunkan doa-doa dalam hati dengan ikhlas. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kita serta melindungi kita dari sebuah kekeliruan. Aamiin.

    ReplyDelete
  24. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti kata pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Karena sedikit kekeliruan saja bisa merusak rencana yang sudah kita persiapkan dengan matang. Oleh karena itu kita harus selalu berdoa kepada Tuhan agar dihindarkan dari segala kekeliruan yang ada.

    ReplyDelete
  25. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap manusia pasti pernah melakukan kekeliruan Namun, kekeliruan tersebut adalah suatu hal yang wajar. Dan dengan kekeliruan tersebut, seseorang akan belajar lebih giat lagi sehingga tidak mengulangi kekeliruan tersebut.

    ReplyDelete
  26. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Manusia tidak ada yang sempurna pasti sudah membuat sedih, kecewa dan keliru. Dalam elegi ini dibahas mengenai kekeliurang yang sering dikesampingkan oleh seseorang padahal bahayanya sungguh teramat bahaya. Banyak yang terhasut dengan kekeliuran dan tidak membenarkan.

    ReplyDelete
  27. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kekeliruan dapat menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan sebab. Dari elegi tersebut, dijabarkan bagaimana keliru muncul. Tak hanya salah dalam bertindak, namun dalam salah mengucapkan bunyi saja bisa disebut keliru. Beberapa keliru diantaranya adalah, keliru dalam tindakan, niat, metode, persepsi, komitmen, lupa dan masih banyak lainnya. Yang perlu hati-hati adalah dalam berniat, jangan sapai keliru karena itu yang akan mempengaruhi pikiran dan nasib kita.

    ReplyDelete
  28. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Keliru yang banyak dianggap oleh orang juga beragam pengertian atau definisinya. Definisi yang dilihat tergantung dari sudut pandang subjek dalam memandang dan menganggap keliru itu. Semua masih dipengaruhi oleh dimensi ruang dan waktu yang dihadapinya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  29. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sebaiknya jika keliru maka segera dibenarkan. keliru memang tidak untuk dilanjutkan. karena jika sudah mengetahui hal tersebut keliru maka tentulah mengetahui hal mana yang benar. maka lakukan hal yang benar dan hindari hal yang keliru, tetapi bukan berarti tidak boleh keliru, karena manusia sesungguhnya tempat salah dan lupa.

    ReplyDelete
  30. Desinta Armiani
    14301241041
    Pend Matematika A 2014

    Manusia adalah tempatnya salah dan dosa,begitu juga keliru. Akan tetapi manusia diberi akal,fikiran dan hati untuk menghindari kekeliruan. Jika kita pernah melakukan hal yang keliru,berdoalah serta kembali kepada jalan yang benar. Jangan pernah lelah mencari kebenaran

    ReplyDelete
  31. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Kita harus mengenal kekeliruan, bukan untuk dilakukan tetapi agar kita terhindar dari masuknya ke jurang kekeliruan tersebut. Meskipun terkadang kita sebagai manusia biasa pernah melakukan kesalahan, maka segeralah kita bertaubat. Maka mari kita tingkatkan pemahaman ilmu agama kita dan perbaiki ibadah kita. Semoga kita terhindar dari kekeliruan tersebut. Aamiin.

    ReplyDelete
  32. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Keliru artinya terdapat kesalahan. Kekeliruan merupakan pembelajaran yang amat berarti dan berpengaruh pada kehidupan yang akan datang jika kita mengambil nilai dari kekeliruan tersebut. Seseorang akan sangat menghargai suatu kekeliruan jika ia mencintai suatu proses bukan hasil. Proses yang mengajarkan kita tentang banyak hal.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Keliru merujuk pada situasi dimana seorang individu telah melakukan kesalahan ataupun mengambil keputusan yang tidak tepat. Dalam mengambil keputusan hendaknya dipikirkan matang-matang untuk meminimalisir adanya kekeliruan yang terjadi. Kekeliruan terkadang menimbulkan rasa takut dalam mencobanya lagi, padahal dengan mengalami suatu kekeliruan maka sesorang akan mendapat pengalaman dan dapat dijadikan motivasi untuk selalu berusaha dan berhati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak keliru lagi Adanya kekeliuran sebaiknya dijadikan sebagai pelajaran bukan lah menjadi ketakutan. Jangan takut bila kita melakukan kekeliruan. Mari jadikan pembelajaran yang sangat berarti dengan kekeliruan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  34. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Tidak ada manusia di dunia yang tidak melakukan kesalahan atau kekeliruan. Jadi wajar kalau manusia melakukan kekeliruan. Tetapi, bukan berarti bahwa manusia malah dengan sengaja melakukan kekeliruan karena kekeliruan itu akan dimaklumi. Kita mesti hati-hati jangan sampai kekeliruan kita merugikan orang lain. Jangan sampai juga kekeliruan itu dilakukan secara berulang-ulang apalagi kita berniat dengan sengaja melakukan suatu kekeliruan. Hal ini berhubungan dengan hati dan pikiran kita. Maka jagalah hati dan pikiran untuk tetap memikirkan yang baik dan biarkan hati kita tetap suci. Karena Allah SWT Maha Mengetahui semuanya termasuk apa yang ada dalam dada (hati) insan-Nya.

    ReplyDelete
  35. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keliru itu tidak benar atau belum benar. Untuk mencapai suatu hal yang benar, kita memang memerlukan keliru agar kita mengerti seperti apa keadaan benar itu. Keliru itu tidaklah tidak boleh, keliru itu dapat membantu kita dalam belajar, karena dengan adanya keliru kita akan belajar bagaimana agar tidak keliru lagi dan lagi.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Salah satu yang menarik dari elegi diatas ialah kekeliruan generalisasi. Yang melakukan kekeliruan hanya satu tetapi dianggap semua melakukan kekeliruan. Sama dengan halnya bagi guru, jika kita tidak benar-benar memberikan penilaian kepada siswa kita akan sangat mudah mengatakan bahwa semua siswa saya tidak paham dengan apa yang saya sampaikan. Padahal yang benar, tidak semua hanya beberapa anak saja yang tidak paham akan materi yang disampaikan. Dengan demikian, perlu adanya evaluasi diri yang harus dilakukan guru mulai dari perangkat pembelajaran yang harus disiapkan sampai tahap perbaikan dan penilaian yang harus disiapkan.

    ReplyDelete