Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Keliru

Oleh Marsigit

Keliru:
Aku sedang berada dipersimpangan jalan. Aku dalam keadaan ragu-ragu antara harus berbicara atau diam saja. Tetapi aku melihat bahwa para anggotaku ternyata sama seperti saya. Mereka juga tampak mulai gelisah. Ternyata aku mengetahui sebabnya. Sebabnya adalah adanya konferensi yang baru saja diselenggarakan oleh para benar. Konferensi para benar telah mengusikku dan mengusik semua pengikutku, para keliru. Baiklah kalau begitu aku juga ingin mengadakan konferensi para keliru agar para anggotaku bisa mempresentasikan pemikirannya. Wahai para keliru, aku akan segera mengadakan konferensi. Maka dengan ini aku mengundang engkau semua untuk hadir. Silahkan aku memberi kesempatan kepada dirimu semua untuk menyampaikan pemikiranmu.



Kekeliruan generalisasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari enggotamu. Aku adalah kekeliruan generalisasi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan generalisasi. Ketika aku bertemu dengan beberapa orang Indonesia dan ternyata mereka melakukan korupsi, maka aku mengambil generalisasi bahwa semua orang indonesia melakukan korupsi. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Itulah sebenar-benar aku, yaitu kekeliruan generalisasi. Maka kekeliruan generalisasi merupakan tempat persembunyianku. Aku akan selalu menggoda manusia baik mereka menyadari atau tidak, untuk melakukan kesalahan generalisasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan spesifikasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan spesifikasi. Banyak orang melakukan kekeliruan spesifikasi baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ketika aku mengatakan bahwa negara telah makmur, belum tentu si Suto atau si Noyo telah makmur. Ketika aku katakan bahwa organisasi telah maju, belum tentu anggota-anggotanya juga telah maju. Ketika aku katakan kelas kuliah ini telah sukses, belum tentu si Udin di dalamnya juga telah sukses. Itulah sebenar-benar kekeliruan spesifikasi, yaitu kekeliruan dimana oarng sengaja atau tidak sengaja keliru menganbil spesifikasi. Itulah temapt persembunyianku. Maka aku selalu berusaha untuk menggoda manusia agar mereka selalu melakukan kekeliruan spesifikasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan arti karena sama bunyi :
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan arti karena sama bunyi . Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan ku. Ketika aku bunyikan pengertian yang berbeda dengan hal-hal yang sama maka sebagian dari mereka mengalami kekeliruan. Mereka ternyata salah paham terhadap hal-hal yang aku bunyikan sama. Misal ketika aku berkata “bisa”, maka sebagian orang berpikir bahwa yang aku maksud adalah racun, padahal aku berkehendak mengatakan dapat. Maka “bisa” merupakan salah satu tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Diriku adalah kekeliruan sama bunyi. Aku akan selalu menggoda manusia agar mereka selalu mengalami kekeliruan. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan karena lupa:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan karena lupa. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan karena lupa, atau sengaja melupakan sesuatu hal. Ketika aku tidak dapat menelponmu, itu karena aku lupa nomor HP mu. Maka lupa adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu lupa. Itulah permohonanku.

Kekeliruan logika:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan logika. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan logika, atau sengaja melakukan kekeliruan logika. Aku sebetulnya masihlah bermacam-macam bentukku. Kekeliruan logika itu meliputi kekeliruan deduksi, kekeliruan indukasi, kekeliruan mengurutkan, kekeliruan menjumlah, kekeliruan mengurangi, kekeliruan mengalikan, kekeliruan membagi, kekeliruan menghitung, kekeliruan menyimpulkan, kekeliruan memilih, kekeliruan mengambil keputusan dan kekeliruan matematika. Maka kekeliruan logika adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan logika. Itulah permohonanku.

Kekeliruan persepsi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan persepsi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan persepsi baik disengaja atau tidak. Ketika aku mengiyakan isi surat perjanjian ini, padahal terdapat kesalahan tanggal, bulan dan tahun, maka itu karena aku salah melihat. Ketahuilah bahwa diriku itu bermacam-macam. Kekeliruan persepsi itu meliputi kekeliruan melihat, kekeliruan mendengar, dan kekeliruan mempersepsi dengan panca indera. Maka kekeliruan persepsi adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan persepsi. Itulah permohonanku.

Kekeliruan komitmen:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan komitmen. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan komitmen baik disengaja atau tidak. Ketika aku telah berjanji kemudian aku mengingkarinya, maka itulah kekeliruan komitmen. Ketika aku berkomitmen kemudian aku tidak dapat memenuhi komitmenku maka itulah kekeliruan komitmen. Maka kekeliruan komitmen adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan komitmen. Itulah permohonanku.

Kekeliruan tindakan:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan tindakan. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan tindakan baik disengaja atau tidak. Segala macam tindakan tak terpuji adalah kekeliruan tindakan. Ketahuilah bahwa tidak bertindak juga belum tentu bukan kekeliruan tindakan. Salah menunjuk adalah juga kekeliruan tindakan. Kekeliruan menulis, kekeliruan menyebut, dst adalah kekeliruan tindakan. Maka kekeliruan tindakan adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan tindakan. Itulah permohonanku.

Kekeliruan niat:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan niat. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan niat baik disengaja atau tidak. Semua niat buruk adalah kekeliruan niat. Kekeliruan doa adalah juga kekeliruan niat. Kekeliruan misi, visi atau tujuan adalah kekeliruan niat. Maka kekeliruan niat adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan niat. Itulah permohonanku.

Kekeliruan metode:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan metode. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan metode baik disengaja atau tidak. Diriku itu bermacam-macam misal kekeliruan metode langsung, tidak langsung, kuantitatif, kualitatif, menyelesaikan persoalan, dst. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan metode. Itulah permohonanku.

Kekeliruan individu:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan individu. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan individu baik disengaja atau tidak. Kekeliruan individu adalah kekeliruan diriku sendiri, dan tidak melibatkan orang lain. Maka kekeliruan individu adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan individu. Itulah permohonanku.

Kekeliruan kolektif:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan kolektif. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan kolektif baik disengaja atau tidak. Kekeliruan kolektif adalah kekeliruan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Maka kekeliruan kolektif adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Kekeliruan sistemik:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan sistemik. Banyak kekeliruan sistemik terjadi baik disengaja atau tidak. Kekeliruan sistemik adalah kekeliruan yang dilakukan secara kelembagaan atau oleh institusi atau oleh negara. Membiarkan korupsi meraja lela adalah kekeliruan sistemik. Merambah hutan adalah kekeliruan sistemik. Tidak menyantuni rakyat miskin adalah kekeliruan sistemik. Maka kekeliruan sistemik adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda sistem-sistem atau institusi agar selalu melakukan kekeliruan sistemik. Itulah permohonanku.

Kekeliruan umum:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan umum. Banyak orang-orang mengalami mengalami kekeliruan umum baik disengaja atau tidak. Kekeliruan umum adalah kekeliruan yang umum terjadi. Kekeliruan umum sering juga disebut sebagai salah kaprah. Para koruptor, penjahat, pembunuh berdarah dingin ditayangkan di TV untuk diwawancara adalah kekeliruan umum, sehingga justeru mereka itu seakan menjadi pahlawan atau selebritis. Maka kekeliruan umum adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Hati dan logos bersama-sama protes dan membuat perjanjian:
Wahai para keliru, baiklah aku telah mendengarkan presentasimu semua. Adalah hakmu untuk bicara untuk menunjukkan bahwa engkau itu memang benar-benar ada. Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien.

33 comments:

  1. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Trimakasih atas pesan dari elegi ini, agar kami mengenali sifat dan perilaku para keliru. Ini dapat dilakukan jika senantiasa berefleksi, berdoa, sehingga hati menjadi lebih peka, intuisi juga terasah. Terkadang ketika sudah mengenali tanda keliru pun, godaan untuk melakukannya masih besar, sebab mungkin hendak melindungi diri, mencari keuntungan diri, dlsb. Maka memang doa menjadi penting, mengingat Allah dalam setiap tindakan, agar dapat memilih tetap bertindak benar.

    ReplyDelete
  2. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia adalah tempatnya lupa dan salah, maka yang dapat manusia lakukan adalah terus menerus berikhtiar menghindari salah dan keliru serta mencari kebenaran. Seringkali diri merasa benar padahal sejatinya melakukan salah, seringkali diri merasa melakukan hal tepat padahal sejatinya melakukan kekeliruan, seringkali diri merasa baik padahal sejatinya masih besar kejahatan dalam hati. Maka hendaknya diri sering bertaubbat dan beristighfar karena sejatinya manusia tidak luput dari salah dan dosa.

    ReplyDelete
  3. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Keliru adalah sebuah hal yang akan berada di persimpangan antara salah dan benar. Keliru mendekati nilai benar tetapiu terdapat sedikit kesalahan. Setaip manusia pasti selalu ingin benar, akan tetapi manusia tetaplah manusia yang akan selalu memiliki kesalahan, baik sengaja atau tidak. Terkadang manusia juga bisa melakukan kesalahan sehingga dengan adanya kesalahan tersebut maka manusia haruslah berubah, sehingga manusia dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Keliru dapat bermakna kesalahan, kesalahan yang selalu diusahakan untuk diubah dengan menjadi benar.

    ReplyDelete
  4. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Diantara dua kebenaran terdapat kekeliuran, seperti diantara dua gunung disitu ada lembah. Maka kita perlu berhati-hati, senantiasa berfikir, senantiasa bergerak, senantiasa berdoa. Dengan senantiasa bergerak, berfikir, berdoa kita bisa terhindar dari kekeliuran.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa pada dasarnya manusia tidak bisa lepas dari apa yang didebut dengan kesalahan. Kami memahami bahwa kami harus bisa memandang kekeliruan atau kesalhan sebagai pijakan awal untuk memperbaiki apa yang ada pada diri kami. Kami menyadari bahwa jika kami dapat belajar dari kesalahan dengan tepat dan bijaksana, maka kami akan memperoleh pengetahuan baru untuk maju kedepan ke arah yang lebih baik. Kesalahan dan kekeliruan memang patut untuk disesali, akan tetapi kami menyadari bahwa kekeliruan tidak cukup hanya disesali, namun harus pula untuk diperbaiki. Semoga kami bisa memandang bahwa kekeliruan merupakan guru terbaik bagi pengalaman kami, dan mampu membawa kami ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  6. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam kehidupan ini manusia berusaha menggapai kebenaran, meskipun ditengah-tengah jalan kadang melakukan kekeliruan. Ditengah jalan atau persimpangan inilah yang menentukan apakah seseorang mengakui kekeliruannya dan berusaha memperbaiki untuk kenudian berusaha kembali ke jalan kebenaran lagi atau bisa juga seseorang tidak menyadari kekeliruannya sehingga dia tetap dalam keadaan keliru. Maka dari itu untuk menghindari kekeliruan, seseorang harus berusaha sekaligus berdoa supaya ditunjukkan jalan yang benar oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Beberapa guru terkadang keliru dalam memberikan penjelasan. Yang sangat disayangkan beberapa dari mereka yang salah tidak mau mengakui bahwa mereka salah. Malah mereka menambahkan penjelasan yang semakin menyesatkan untuk memberikan perkuatan terhadap kesalahan yang telah mereka perbuat. Sebaiknya sebagai guru kita tidak boleh merasa malu ketika kita salah, karena setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan karena manusia sendiri tidak akan pernah bisa menjadi sempurna.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Para keliru disini saya artikan sebagai godaan – godaan pada saat kita hendak menggapai kebenaran spriritualitas. Kadang bisa muncul bersamaan, atau salah satu. Para keliru ini, walaupun hanya muncul satu, maka rusaklah semua. Sebagai contoh, metode sudah benar, logika sudah benar, perspersi dan lain – lain sudah benar. Tapi niatnya salah. Maka tindakan kita juga akan salah, karena telah berniat salah. Segala tindakan bergantung dari niatnya

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Keliru, kadang keberadaannya diketahui tapi diacuhkan. Kekeliruan dianggap tidak ada karena kepetingan tertentu. Kekeliruan dilakukan padahal keliru itu diketahui. Keliru dilakukan padahal yang benar itu nampak. Kadang perlu ditanyakan kepada hati dan pikiran apakah yang dilakukan merupakan hal yang keliru atau benar. Jangan membenarkan kekeliruan dan jangan membuat keliru hal yang benar.

    ReplyDelete
  10. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Keliru adalah hal yang wajar dalam tahap belajar. Tapi keliru sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut karena pada hakikatnya orang yang belajar adalah orang yang bisa mengatasi kekeliruan dengan mengusahakan perbaikan-perbaikan atas kekeliruan tersebut. Kekeliruan itu bisa dijadikan pembelajaran dan suatu pengalaman ke depannya agar tidak terjadi lagi.

    ReplyDelete
  11. Manusia bukan makhluk yang 100% sempurna, maka wajar jika seringkali dijuluki sebagai tempat salah dan khilaf, gudangnya kekeliruan, memang karena tidak ada manusia yang sempurna, yang dapat melakukan atau hanya memikirkan semua hal yang baik, pasti ada kesalahan, sekalipun sedikit. Berdasarkan elegi ini, saya belajar bahwa kita harus waspada terhadap apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan. Kita juga harus belajar, cukup mengetahui mana yang keliru dan mana yang benar agar kita tidak terjerumus dalam kekeliruan saja tidak cukup. Namun juga berusaha menjauhi yang keliru. Bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan terus belajar dan terus berdoa.

    ReplyDelete
  12. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ada kekeliruan dan kesalahan umum dan biasa terjadi dalam hidup kita. Sebuah perasaan yang muncul bahwa kita tidak lagi menjalani hidup ini dengan benar. Keliru adalah hal dimana sesuatu itu tidak sesuai dengan ruangdan waktu. Dan keliru yang berkelanjutan membuat hidup kita akan lebih jauh dari Sang Pencipta, oleh karena itu maka berdoalah dan meminta ampun pada Allah SWT agar kita disadarkan dari perbuatan-perbuatan yang keliru tersebut.

    ReplyDelete
  13. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Setiap hari diri tidak lepas dari berbagai macam keliru baik yang disengaja, maupun yang tidak disengaja. Apabila diri sering berlaku keliru dengan sengaja, maka diri akan dikuasi dominan keliru, sehingga kekuatan hti dan logos akan terkikis dan menghilang dari diri. Maka sebenar-benar menjaga logos adalah dengan mengurangi kekeliruan dalam berbagai hal.

    ReplyDelete
  14. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Satu-satunya jalan menjaga dari kekeliruan adlah dengan menguatkan hati dan doa kepada Allah Swt. Karena hnya Allah yang mampu membolak balikkan hati, menjaga keistiqomhan diri, kekonsistenan sehingga logos diperoleh. Tetap ikhlas dan ikhtiar adalah cara juga menjaga diri dari kekeliruan.

    ReplyDelete
  15. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Disetiap aktivitasnya tak lepas dari suatu kekeliruan. Baik itu disengaja ataupun tidak disengaja. Jika manusia melakukan kekeliruan tersebut maka kerugianlah yang akan manusia dapatkan. Dengan demikian sebisa mungkin kita menghindari kekeliruan, berusaha agar tidak melakukan kekeliruan. Walaupun hakekat manusia itu tak lepas dari kekeliruan tetapi apa salahnya jika kita sebagai manusia senantiasa berusaha berupaya agar terhindar dari kekeliruan. Kuncinya adalah berusaha dan selalu berdoa kepada Alloh untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar jalan yang diridhoi-Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilania Eka Andari
      17709251050
      S2 pmat c 207


      Salah satu keterbatasan dari manusia adalah selalu melakukan kekeliruan. Walau telah berhati – hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat. Baik itu disengaja ataupun tidak disengaja. Jika kita dapat belajar dari kekeliruan dengan tepat, maka kita akan mendapatkan pelajaran untuk mdigunakan di masa depan.
      Kita harus menyadari bahwa kekeliruan adalah bagian yang penting dalam proses memperbaiki diri. Jangan terlalu lama termenung dengan rasa bersalah dan penyesalan, tetapi kita harus berusaha belajar dari kekeliruan-kekeliruan tersebut dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
      Mari kita senantiasa berefleksi diri karena sebagai manusia kita tak luput dari salah dan supaya tak lupa berusaha serta selalu berdoa kepada Allah untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang diridhai olehNya

      Delete
  16. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Dalam proses berpikir selalu ada perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lain. Tentu saja ini wajar karena akal-pikiran, otak dan pengalaman yang berbeda pula. Namun sebagai manusia yang sama-sama mencari kebenaran sudah seharusnya jika ada suatu pemikiran yang ternyata terbukti benar maka harus diikuti. Karena sesungguhnya hanya Allah kebenaran sejati dan hanya Allah yang mengetahui pikiran kita semua. Intinya kita harus terbuka dengan pikiran-pikiran yang lain dan dengan hal itu kita mampu mengembangkan pikiran kita ke arah yang lebih baik

    ReplyDelete
  17. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia tempatnya salah dan keliru. Namun juga tidak tertutup dari kebenaran. Maka agar kita selamat dari keliru dan salah, berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin agar kita diselamatkan oleh Allah SWT.
    Dan apabila kalau sudah keliru dan berjalan di jalan yang salah, maka kita jadikan itu sebagai pelajaran berharga agar hidup lebih baik. Keliru adalah salah satu jalan yang terkadang kita harus lalui untuk mencari suatu kebenaran, belajar jadi kekeliruan yang kita lakukan adalah salah satu pelajaran yang harus kita miliki. manusia tempatnya keliru dan salah maka sikap dari setelah keliru tersebut harus kita perbaiki dan jadikan sebeagia pengalaman berharga untuk pengalaman yang akan kita lalui selanjutnya agar tidak melakukan kekeliruan yang sama.

    ReplyDelete
  18. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Dalam melaksanakan pembelajaran, guru perlu mengatasi miskonsepsi yang dimilikinya sebelum mengajarkan materi kepada siswa. sebab pemahaman terhadap materi ataupun persepsi siswa yang keliru dapat menimbulkan salah paham oleh siswa. Peserta didik bisa saja menerapkan persepsi yang salah tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang dapat semakin membuat peserta didik menjadi salah. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk mampu menyampaikan materi dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah.

    ReplyDelete
  19. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Begitulah sifat dan perilaku para keliru. Selalu ada dan bahkan mengendap pada diri manusia. Baik sistemik, baik secara generalisasi, sistemik, individual, lupa, logika yang melenceng, tindakan yang salah, dan masih banyak lagi bentuk kekeliruan yang ditampakkan oleh manusia. Saya jadi belajar, bagaimana menyadarkan diri dari kekeliruan dan menahan diri untuk tidak mengimplementasikannya. Meski kodrat manusia adalah tempat salah/ keliru dan lupa, di sisi lain manusia masih punya Tuhan sebagai pengingatnya dari sifat dan perilaku keliru. oleh karena itu kita perlu berhati-hati, senantiasa berfikir, bergerak, dan berdoa meminta perlindungan dan pertolongan Allah agar terhindar dari segala kekeliruan. Amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  20. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita harus membiasakan diri untuk memandang suatu kejadian dengan pikiran yang positif, supaya bisa mengambil pembelajaran dari apa yang telah terjadi. Manusia memang tidak bisa luput dari salah dan lupa. Banyak kekeliruan yang disengaja ataupun tidak yang sering dilakukan. Ambillah sisi positif dari setiap kekeliruan yang telah dilakukan. Jadikan setiap kekeliruan sebagai pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu memperbaiki diri

    ReplyDelete
  21. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Manusia merupakan kekeliruan yang mencoba mencapai kebenaran. Manusia tidak mungkin dapat menggapai kebenaran tanpa mengetahui kekeliruan, begitu juga sebaliknya, manusia tidak akan mengetahui kekeliruan jika tidak mengetahui kebenaran. Keliru dan benar adalah sebuah kontradiksi dalam hidup. Maka dari itu, manusia hanya bisa mencoba untuk menggapai kebenaran berdasarkan kekeliruan yang pernah ia buat, karena tidak ada manusia yang terlahir sempurna dengan kebenaran yang mutlak dan tetap.

    ReplyDelete
  22. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahamai bahwa ada berbagai macam kekeliruan dalam hidup ini. Kekeliruan ini tidak dapat dipungkiri eksistensinya. Namun kekeliruan dapat kita hindari dengan hati dan ilmu. Dengan berikhtiar dan bermunajat kepadalah Allah kita juga bisa terhindar dari bujuk rayu kekeliruan karena Allah maha mendengar hamba-hambanya.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kekeliruan terjadi ketika manusia salah mengambil keputusan. Manusia adalah tempat salah dan dosa. Maka manusia pun pasti tidak akan terhindar dari yang namnya keliru. Kekeliruan dapat secara sadar/tidak disadarinya, karena sifat dari manusia yang terbatas. Manusia dapat menyadari kekeliruannya jika menggunakan hati dan pikirannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Sebagai seorang manusia, sudah tugas kita untuk senantiasa belajar dan belajar agar terhindar dari kekeliruan. Meskipun harus kita sadari pula bahwa manusia itu adalah tempatnya keliru, baik secara sadar maupun tidak. Karena itulah kita membutuhkan pertolongan Allah SWT agar terhindar dari keliru. Ketika kita terlanjur melakukan kekeliruan, maka kita harus memohon ampunan Allah SWT. Kita harus belajar dari kekeliruan yang kita buat dan berusaha untuk tidak mengulangi kekeliruan yang sama.

    ReplyDelete
  25. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seperti halnya kebenaran, keliru juga tidak ada yang hakiki jika berada di dunia ini. Karena pada dasarnya keliru yang hakiki itu keliru yang bersifat absolut dimana kuasa Tuhan sudah berada di dalamnya. Sehingga kekeliruan yang ada di dunia ini juga bersifat lebih condong pada subyektivitas masing-masing individu itu sendiri.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  26. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kebenaran hanya sebuah perspektif yang tidak bisa dianggap sebuah hukum tetap. Kita bisa mencontohkan, tatkala kita dimarahi orang tua, maka orang jawa akan menundukkan wajah. Berbeda dengan orang medan, maka tatka menundukkan wajah dianggap sebuah penghinaan, maka harus menatap wajah orang tua kita.

    ReplyDelete
  27. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kebenaran yang dicontohkan harus memperlihatkan ruang, waktu, keadaan yang ada. Tatkala ini tidak bisa digunakan, maka yang ada hanya lah sebuah kesalahan. Sebab kebanaran mengandung ruang, waktu, keadaan serta kesepakaran.

    ReplyDelete
  28. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    kekeliruan merupakan kesalahan di dilakukan karena kurang memahami hal tersebut. Kekeliruan terjadi ketika manusia salah mengambil keputusan. Manusia adalah tempat salah dan dosa. Maka manusia pun pasti tidak akan terhindar dari yang namnya keliru.

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    keliru pada dasarnya suatu hal yang berlawanan dengan suatu ketetapan yang sudah disepakati ada dan kesepakatan yang belum tentu ada, kekeliruan tidak selamanya dinyatakan sebagai kesalahan namun juga dapat dinyatakan sebagai kebenaran yang belum tentu ada. karena tidak ada hukum mutlak dalam kehidupan nyata.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Setiap manusia mempunyai kekeliruan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika manusia tidak memiliki kekeliruan maka belem diakatan berhasil. Salah satu keterbatasan dari manusia itu adalah keliru. Betapapun rasanya kita berhati – hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat, bahkan kadang – kadang dalam masalah yang sama bisa kelirunya lebih dari satu kali.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  31. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Elegi konferensi para keliru. Dalam menentukan sebuah keputusan pasti banyak pemikiran yang telah ikut serta. Terkadang keinginan kita mengambil keputusan tersebut untuk meminimalisir kekeliruan. Namun sebagai manusia kita banyak mempunyai keterbatasan, terutama dalam menentukan keputusan, hati dn perasaan kadangkala ikut serta tanpa menggunakan logika. Padahal di dalam hati emosi juga ikut serta. Semoga kita selalu diberikan kemudahan dalam mengambil keputusan dan menghindari kekeliruan.

    ReplyDelete
  32. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Melakukan kekeliruan bukanlah hal yang harus selalu di sesali. Karena kekeliruan dapat menjadi sebuah awal dari kebenaran, jika kita mau belajar dari kekeliruan yan gkita lakukan. Namun jika kita selalu melakukan kekeliruan yang berulang, itu bukanlah hal yang wajar. Itu artinya kita adalah orang yang “bodoh” karena tidak mau belajar dari pengalaman. Sehingga, saat telah melakukan kekeliruan segeralah instropeksi diri, untuk memperbaiki kekeliruan tersebut. Dan kedepannya lebih berhati-hati dalam melangkah karena, kekeliruan ada di mana-mana. Terimakasih

    ReplyDelete