Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Keliru

Oleh Marsigit

Keliru:
Aku sedang berada dipersimpangan jalan. Aku dalam keadaan ragu-ragu antara harus berbicara atau diam saja. Tetapi aku melihat bahwa para anggotaku ternyata sama seperti saya. Mereka juga tampak mulai gelisah. Ternyata aku mengetahui sebabnya. Sebabnya adalah adanya konferensi yang baru saja diselenggarakan oleh para benar. Konferensi para benar telah mengusikku dan mengusik semua pengikutku, para keliru. Baiklah kalau begitu aku juga ingin mengadakan konferensi para keliru agar para anggotaku bisa mempresentasikan pemikirannya. Wahai para keliru, aku akan segera mengadakan konferensi. Maka dengan ini aku mengundang engkau semua untuk hadir. Silahkan aku memberi kesempatan kepada dirimu semua untuk menyampaikan pemikiranmu.



Kekeliruan generalisasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari enggotamu. Aku adalah kekeliruan generalisasi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan generalisasi. Ketika aku bertemu dengan beberapa orang Indonesia dan ternyata mereka melakukan korupsi, maka aku mengambil generalisasi bahwa semua orang indonesia melakukan korupsi. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Itulah sebenar-benar aku, yaitu kekeliruan generalisasi. Maka kekeliruan generalisasi merupakan tempat persembunyianku. Aku akan selalu menggoda manusia baik mereka menyadari atau tidak, untuk melakukan kesalahan generalisasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan spesifikasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan spesifikasi. Banyak orang melakukan kekeliruan spesifikasi baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ketika aku mengatakan bahwa negara telah makmur, belum tentu si Suto atau si Noyo telah makmur. Ketika aku katakan bahwa organisasi telah maju, belum tentu anggota-anggotanya juga telah maju. Ketika aku katakan kelas kuliah ini telah sukses, belum tentu si Udin di dalamnya juga telah sukses. Itulah sebenar-benar kekeliruan spesifikasi, yaitu kekeliruan dimana oarng sengaja atau tidak sengaja keliru menganbil spesifikasi. Itulah temapt persembunyianku. Maka aku selalu berusaha untuk menggoda manusia agar mereka selalu melakukan kekeliruan spesifikasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan arti karena sama bunyi :
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan arti karena sama bunyi . Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan ku. Ketika aku bunyikan pengertian yang berbeda dengan hal-hal yang sama maka sebagian dari mereka mengalami kekeliruan. Mereka ternyata salah paham terhadap hal-hal yang aku bunyikan sama. Misal ketika aku berkata “bisa”, maka sebagian orang berpikir bahwa yang aku maksud adalah racun, padahal aku berkehendak mengatakan dapat. Maka “bisa” merupakan salah satu tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Diriku adalah kekeliruan sama bunyi. Aku akan selalu menggoda manusia agar mereka selalu mengalami kekeliruan. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan karena lupa:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan karena lupa. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan karena lupa, atau sengaja melupakan sesuatu hal. Ketika aku tidak dapat menelponmu, itu karena aku lupa nomor HP mu. Maka lupa adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu lupa. Itulah permohonanku.

Kekeliruan logika:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan logika. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan logika, atau sengaja melakukan kekeliruan logika. Aku sebetulnya masihlah bermacam-macam bentukku. Kekeliruan logika itu meliputi kekeliruan deduksi, kekeliruan indukasi, kekeliruan mengurutkan, kekeliruan menjumlah, kekeliruan mengurangi, kekeliruan mengalikan, kekeliruan membagi, kekeliruan menghitung, kekeliruan menyimpulkan, kekeliruan memilih, kekeliruan mengambil keputusan dan kekeliruan matematika. Maka kekeliruan logika adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan logika. Itulah permohonanku.

Kekeliruan persepsi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan persepsi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan persepsi baik disengaja atau tidak. Ketika aku mengiyakan isi surat perjanjian ini, padahal terdapat kesalahan tanggal, bulan dan tahun, maka itu karena aku salah melihat. Ketahuilah bahwa diriku itu bermacam-macam. Kekeliruan persepsi itu meliputi kekeliruan melihat, kekeliruan mendengar, dan kekeliruan mempersepsi dengan panca indera. Maka kekeliruan persepsi adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan persepsi. Itulah permohonanku.

Kekeliruan komitmen:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan komitmen. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan komitmen baik disengaja atau tidak. Ketika aku telah berjanji kemudian aku mengingkarinya, maka itulah kekeliruan komitmen. Ketika aku berkomitmen kemudian aku tidak dapat memenuhi komitmenku maka itulah kekeliruan komitmen. Maka kekeliruan komitmen adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan komitmen. Itulah permohonanku.

Kekeliruan tindakan:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan tindakan. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan tindakan baik disengaja atau tidak. Segala macam tindakan tak terpuji adalah kekeliruan tindakan. Ketahuilah bahwa tidak bertindak juga belum tentu bukan kekeliruan tindakan. Salah menunjuk adalah juga kekeliruan tindakan. Kekeliruan menulis, kekeliruan menyebut, dst adalah kekeliruan tindakan. Maka kekeliruan tindakan adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan tindakan. Itulah permohonanku.

Kekeliruan niat:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan niat. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan niat baik disengaja atau tidak. Semua niat buruk adalah kekeliruan niat. Kekeliruan doa adalah juga kekeliruan niat. Kekeliruan misi, visi atau tujuan adalah kekeliruan niat. Maka kekeliruan niat adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan niat. Itulah permohonanku.

Kekeliruan metode:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan metode. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan metode baik disengaja atau tidak. Diriku itu bermacam-macam misal kekeliruan metode langsung, tidak langsung, kuantitatif, kualitatif, menyelesaikan persoalan, dst. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan metode. Itulah permohonanku.

Kekeliruan individu:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan individu. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan individu baik disengaja atau tidak. Kekeliruan individu adalah kekeliruan diriku sendiri, dan tidak melibatkan orang lain. Maka kekeliruan individu adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan individu. Itulah permohonanku.

Kekeliruan kolektif:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan kolektif. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan kolektif baik disengaja atau tidak. Kekeliruan kolektif adalah kekeliruan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Maka kekeliruan kolektif adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Kekeliruan sistemik:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan sistemik. Banyak kekeliruan sistemik terjadi baik disengaja atau tidak. Kekeliruan sistemik adalah kekeliruan yang dilakukan secara kelembagaan atau oleh institusi atau oleh negara. Membiarkan korupsi meraja lela adalah kekeliruan sistemik. Merambah hutan adalah kekeliruan sistemik. Tidak menyantuni rakyat miskin adalah kekeliruan sistemik. Maka kekeliruan sistemik adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda sistem-sistem atau institusi agar selalu melakukan kekeliruan sistemik. Itulah permohonanku.

Kekeliruan umum:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan umum. Banyak orang-orang mengalami mengalami kekeliruan umum baik disengaja atau tidak. Kekeliruan umum adalah kekeliruan yang umum terjadi. Kekeliruan umum sering juga disebut sebagai salah kaprah. Para koruptor, penjahat, pembunuh berdarah dingin ditayangkan di TV untuk diwawancara adalah kekeliruan umum, sehingga justeru mereka itu seakan menjadi pahlawan atau selebritis. Maka kekeliruan umum adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Hati dan logos bersama-sama protes dan membuat perjanjian:
Wahai para keliru, baiklah aku telah mendengarkan presentasimu semua. Adalah hakmu untuk bicara untuk menunjukkan bahwa engkau itu memang benar-benar ada. Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien.

12 comments:

  1. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)


    Saya ucapkan banyak terimakasih kepada bapak, dengan adanya postingan "Elegi Konferensi Para Keliru" ini menyadarkan saya bahwa kekeliruan itu banyak sekali berasal dari mana. Postingan ini juga membuat saya tahu dan merefleksi diri saya sendiri kekeliruan yang mana saja yang telah saya lakukan. Semoga dengan ini saya bisa memperbaiki kekeliruan yang telah saya lakukan dan semoga dengan selalu belajar kekeliruan yang belum disadari bisa secepat mungkin disadari agar bisa diperbaiki secepat mungkin agar tidak memperbesar kekeliruan tersebut.

    Manusia memang penuh dengan kekeliruan, namun sesuai dengan kalimat ini "kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami" dengan mengenali kekeliruan maka kita dapat menghindarinya dengan cara berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari bentuk kekeliruan.

    ReplyDelete
  2. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari “Elegi Konferensi Para Keliru”, yang dapat saya tangkap adalah kekeliruan itu terjadi baik sengaja ataupun tidak sengaja sehingga hal tersebut termasuk wajar. Sebenarnya kekeliruan ada manfaatnya yaitu menjadikan manusia menjadi lebih baik dengan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan itu (kesalahan) menjadi sebuah kebenaran. Namun sebaiknya kita selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan tersebut. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hati dengan ikhlas. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kita serta melindungi kita dari sebuah kekeliruan. Amien.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  3. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Keliru berarti salah, khilaf, atau bahkan tertukar. Manusia hidup didunia tidak luput dari kesalahan karena manusia bukan makhluk yang sempurna. Manusia adalah sosok yang lemah, memiliki kecenderungan yang besar untuk berbuat salah dan khilaf. Terkadang kelemahan manusia itu sendiri sering dijadikan sebuah pembenaran, sehingga tidak jarang seorang manusia seakan tidak mau belajar dari kesalahannya sendiri, tidak mau introspeksi. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan sebaik baik pelaku kesalahan itu adalah orang yang segera bertaubat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Nama :Mariana Ramelan
    NIM :17709251056
    Kelas :S2 PMC 2017

    Manusia tidak dapat dilepaskan dari salah, lupa, keliru, dan hal yang tidak sempurna lainnya. Karena memang itu hakikat manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna. Walaupun kita berusaha untuk tidak keliru, tetap saja akan ada kekeliruan yang kita buat meskipun itu terlihat kecil, bahkan kadang – kadang dalam masalah yang sama kekeliruan bisa terulang kembali. Tetapi berpikirlah positif bahwa akan ada hikmah dibalik kekeliruan yang dibuat oleh manusia, karena dengan kekeliruan itu akan membuat kita lebih berhati – hati melakukan berbagai macam permasalahan hidup yang lainnya, menyadari akan kekurangannya sebagai manusia, dan mau belajar atas kekeliruannya tersebut. Setidaknya kekeliruan yang sama tidak terjadi berkali-kali.

    ReplyDelete
  5. Gunakan hati kita sebagai komandan untuk bergerak sehingga kita bisa lebih peka dan lebih selektif dalam mengambil keputusan. Selalu mendekatkan diri kepada Allah, meminta kepada-Nya agar dijauhkan dari sifat-sifat keliru dan yang mengikutinya. Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

    ReplyDelete
  6. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kekeliruan membawa dampak buruk dan kerugian bagi kehidupan. Lahirnya kekeliruan adalah akibat dari hati dan logos kita sendiri. Hati kita menjadi tidak jenih karena lalai dalam berikhtiar mencari kebenaran dan logos tidak pernah bertambah. Oleh karena itu, kita haruslah selalu beribadah, berikhtiar, dan berserah diri kepadaNYA agar memiliki hati dan pemikiran yang jernih sehingga dapat terhindar dari sifat dan perilaku keliru.

    ReplyDelete
  7. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dari uraian di atas, dapat saya katakan bahwa setiap manusia memiliki potensi keliru, baik keliru yang dilakukan diri sendiri (individu), ataupun keliru yang dilakukan bersama (kolektif), baik keliru secara niat, komitmen, tindakan, dan sederet jenis-jenis kekeliruan lainnya. Pastilah kekeliruan tersebut pernah dilakukan oleh manusia, karena memang manusia adalah makhluk yang tidak sempurna. Untuk meminimalisir terjerumus dalam kekeliruan-kekeliruan manusia perlu meluruskan niat, membersihkan hati, dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  8. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Setelah membaca “Elegi Konferensi Para Keliru” saya mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak karena membuat saya tersadar bahwa ternyata keliru itu sungguh banyak jenisnya dan mungkin secara sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, mungkin saya sudah melakukan satu diantara banyaknya keliru-keliru tersebut. Semoga kekeliruan-kekeliruan ini menjadikan kita terus belajar dan terus memperbaiki diri kita dan teruslah berdoa dan berikhtiar kepada Allah SWT agar senantiasa dilindungi oleh-Nya.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien."

    Pendapat saya, kekeliruan sudah pasti ada pada diri manusia. Akan tetapi paling tidak manusia dibekali akal pikir, daya dan usaha, serta nurani untuk lebih sedikit beresiko keliru. Bagian dari ikhtiar-iktiar manusia dalam meminimalisir kekeliruan adalah dengan berusaha mencapai logos. Senantiasa belajar, mencari kebenaran (kebenaran manfaat, kebenaran persepsi, dan kebenaran lainnya). Puncak ikhtiar manusia mencari kebenaran adalah dengan menggapai kebenaran absolut, di mana kebenaran adalah kebenaran Allah SWT.

    ReplyDelete
  10. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kekeliruan memiliki banyak anggota. Macam anggotanya yaitu kekeliruan globalisasi, spesifikasi, arti karena sama bunyi, karena lupa, logika, persepsi, komitmen, tindakan, niat, metode, individu, kolektif, sistematik dan umum. Itulah macam-macam pintu kekeliruan. Kekeliruan tidak selalu merugikan, karena dengan kekeliruan kita dapat belajar untuk menjadi yang lebih baik. Namun terlalu banyak kekeliruan tanpa diikuti dengan sebuah perbaikan akan menjadi fatal. Oleh karena itu dengan banyaknya pintu kekeliruan, maka kita harus hati-hati dalam melangkah dan tak lupa untuk selalu menyertakan Allah dalam setiap langkah yang kita buat, agar dapat meminimalisir kekeliruan. Terimakasih

    ReplyDelete
  11. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Kekeliruan bukan juga sesuatu yang absolut, banyak penyebab dari sebuah kekliruan seperti yang telah dijabarkan pada elegi di atas. Kekeliruan itu juga tergantung ilmu pengetahuan yang kita miliki, tergantung pada kemampuan berpikir kritis kita. Apakah kita mampu untuk memahami sesuatu secara intensif dan ekstensif. Maka jangan berhenti untuk menggapai hidup yang harmoni agar kita mampu meminimalisisr kekeliruan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  12. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia tidak akan pernah luput dari kekeliruan. Kekeliruan bisa terjadi karena kurangnya ilmu yang kita miliki. Karena itulah dalam proses pembelajaran ada kalanya kita keliru, dan itu adalah hal yang lumrah. Tatepi tentu dengan kekeliruan itu kita harus belajar untuk tidak mengulanginya lagi. Kita harus terus belajar dan menggapai logos agar selanjutnya terhindar dari kekeliruan. Dan yang terpenting kita juga harus berdoa kepada Allah SWT agar dilindungi dari godaan syaitan untuk melakukan kekeliruan.

    ReplyDelete