Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Keliru

Oleh Marsigit

Keliru:
Aku sedang berada dipersimpangan jalan. Aku dalam keadaan ragu-ragu antara harus berbicara atau diam saja. Tetapi aku melihat bahwa para anggotaku ternyata sama seperti saya. Mereka juga tampak mulai gelisah. Ternyata aku mengetahui sebabnya. Sebabnya adalah adanya konferensi yang baru saja diselenggarakan oleh para benar. Konferensi para benar telah mengusikku dan mengusik semua pengikutku, para keliru. Baiklah kalau begitu aku juga ingin mengadakan konferensi para keliru agar para anggotaku bisa mempresentasikan pemikirannya. Wahai para keliru, aku akan segera mengadakan konferensi. Maka dengan ini aku mengundang engkau semua untuk hadir. Silahkan aku memberi kesempatan kepada dirimu semua untuk menyampaikan pemikiranmu.



Kekeliruan generalisasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari enggotamu. Aku adalah kekeliruan generalisasi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan generalisasi. Ketika aku bertemu dengan beberapa orang Indonesia dan ternyata mereka melakukan korupsi, maka aku mengambil generalisasi bahwa semua orang indonesia melakukan korupsi. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Itulah sebenar-benar aku, yaitu kekeliruan generalisasi. Maka kekeliruan generalisasi merupakan tempat persembunyianku. Aku akan selalu menggoda manusia baik mereka menyadari atau tidak, untuk melakukan kesalahan generalisasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan spesifikasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan spesifikasi. Banyak orang melakukan kekeliruan spesifikasi baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ketika aku mengatakan bahwa negara telah makmur, belum tentu si Suto atau si Noyo telah makmur. Ketika aku katakan bahwa organisasi telah maju, belum tentu anggota-anggotanya juga telah maju. Ketika aku katakan kelas kuliah ini telah sukses, belum tentu si Udin di dalamnya juga telah sukses. Itulah sebenar-benar kekeliruan spesifikasi, yaitu kekeliruan dimana oarng sengaja atau tidak sengaja keliru menganbil spesifikasi. Itulah temapt persembunyianku. Maka aku selalu berusaha untuk menggoda manusia agar mereka selalu melakukan kekeliruan spesifikasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan arti karena sama bunyi :
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan arti karena sama bunyi . Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan ku. Ketika aku bunyikan pengertian yang berbeda dengan hal-hal yang sama maka sebagian dari mereka mengalami kekeliruan. Mereka ternyata salah paham terhadap hal-hal yang aku bunyikan sama. Misal ketika aku berkata “bisa”, maka sebagian orang berpikir bahwa yang aku maksud adalah racun, padahal aku berkehendak mengatakan dapat. Maka “bisa” merupakan salah satu tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Diriku adalah kekeliruan sama bunyi. Aku akan selalu menggoda manusia agar mereka selalu mengalami kekeliruan. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan karena lupa:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan karena lupa. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan karena lupa, atau sengaja melupakan sesuatu hal. Ketika aku tidak dapat menelponmu, itu karena aku lupa nomor HP mu. Maka lupa adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu lupa. Itulah permohonanku.

Kekeliruan logika:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan logika. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan logika, atau sengaja melakukan kekeliruan logika. Aku sebetulnya masihlah bermacam-macam bentukku. Kekeliruan logika itu meliputi kekeliruan deduksi, kekeliruan indukasi, kekeliruan mengurutkan, kekeliruan menjumlah, kekeliruan mengurangi, kekeliruan mengalikan, kekeliruan membagi, kekeliruan menghitung, kekeliruan menyimpulkan, kekeliruan memilih, kekeliruan mengambil keputusan dan kekeliruan matematika. Maka kekeliruan logika adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan logika. Itulah permohonanku.

Kekeliruan persepsi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan persepsi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan persepsi baik disengaja atau tidak. Ketika aku mengiyakan isi surat perjanjian ini, padahal terdapat kesalahan tanggal, bulan dan tahun, maka itu karena aku salah melihat. Ketahuilah bahwa diriku itu bermacam-macam. Kekeliruan persepsi itu meliputi kekeliruan melihat, kekeliruan mendengar, dan kekeliruan mempersepsi dengan panca indera. Maka kekeliruan persepsi adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan persepsi. Itulah permohonanku.

Kekeliruan komitmen:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan komitmen. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan komitmen baik disengaja atau tidak. Ketika aku telah berjanji kemudian aku mengingkarinya, maka itulah kekeliruan komitmen. Ketika aku berkomitmen kemudian aku tidak dapat memenuhi komitmenku maka itulah kekeliruan komitmen. Maka kekeliruan komitmen adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan komitmen. Itulah permohonanku.

Kekeliruan tindakan:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan tindakan. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan tindakan baik disengaja atau tidak. Segala macam tindakan tak terpuji adalah kekeliruan tindakan. Ketahuilah bahwa tidak bertindak juga belum tentu bukan kekeliruan tindakan. Salah menunjuk adalah juga kekeliruan tindakan. Kekeliruan menulis, kekeliruan menyebut, dst adalah kekeliruan tindakan. Maka kekeliruan tindakan adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan tindakan. Itulah permohonanku.

Kekeliruan niat:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan niat. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan niat baik disengaja atau tidak. Semua niat buruk adalah kekeliruan niat. Kekeliruan doa adalah juga kekeliruan niat. Kekeliruan misi, visi atau tujuan adalah kekeliruan niat. Maka kekeliruan niat adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan niat. Itulah permohonanku.

Kekeliruan metode:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan metode. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan metode baik disengaja atau tidak. Diriku itu bermacam-macam misal kekeliruan metode langsung, tidak langsung, kuantitatif, kualitatif, menyelesaikan persoalan, dst. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan metode. Itulah permohonanku.

Kekeliruan individu:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan individu. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan individu baik disengaja atau tidak. Kekeliruan individu adalah kekeliruan diriku sendiri, dan tidak melibatkan orang lain. Maka kekeliruan individu adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan individu. Itulah permohonanku.

Kekeliruan kolektif:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan kolektif. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan kolektif baik disengaja atau tidak. Kekeliruan kolektif adalah kekeliruan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Maka kekeliruan kolektif adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Kekeliruan sistemik:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan sistemik. Banyak kekeliruan sistemik terjadi baik disengaja atau tidak. Kekeliruan sistemik adalah kekeliruan yang dilakukan secara kelembagaan atau oleh institusi atau oleh negara. Membiarkan korupsi meraja lela adalah kekeliruan sistemik. Merambah hutan adalah kekeliruan sistemik. Tidak menyantuni rakyat miskin adalah kekeliruan sistemik. Maka kekeliruan sistemik adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda sistem-sistem atau institusi agar selalu melakukan kekeliruan sistemik. Itulah permohonanku.

Kekeliruan umum:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan umum. Banyak orang-orang mengalami mengalami kekeliruan umum baik disengaja atau tidak. Kekeliruan umum adalah kekeliruan yang umum terjadi. Kekeliruan umum sering juga disebut sebagai salah kaprah. Para koruptor, penjahat, pembunuh berdarah dingin ditayangkan di TV untuk diwawancara adalah kekeliruan umum, sehingga justeru mereka itu seakan menjadi pahlawan atau selebritis. Maka kekeliruan umum adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Hati dan logos bersama-sama protes dan membuat perjanjian:
Wahai para keliru, baiklah aku telah mendengarkan presentasimu semua. Adalah hakmu untuk bicara untuk menunjukkan bahwa engkau itu memang benar-benar ada. Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien.

97 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sebaik – baiknya manusia pasti memiliki dosa kecil. Jangankan kita sebagai manusia biasa, Nabi Adam saja dapat melanggar peringatan dari Allah akan larangan tentang buah khuldi dan mendapatkan sanksi dari perbuatannya. Kita sebagai manusia yang penuh dosa, sudah seharusnya memohon ampun tiada putus atas segala dosa – dosa kepada Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  2. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia sebagai makhluk tidak akan mencapai dimensi penciptanya. Manusia sebagai makhluk pasti tidak akanlah selalru benar. Makan terciptalah kekeliruan untuk mencapai kesalahan. Keliru tidaklah salah namun perlulah belajar dari kesalahan tersebut agar tidak terjadi kekeliruan yang berlalu-lalu. Tetaplah ikhtiar dalam hati dan logosmu, agar keliru tak menggapaimu.

    ReplyDelete
  3. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini mengajarkan kepada kita bahwa manusia hidup di dunia pasti ada keliru (godaan). Sebenar-benarnya manusia pasti pernah mengalami keliru/kesalahan. Hanya saja bagaimana manusia itu sendiri bersikap pada kekeliruan. Akankah tetap pada jalan kekeliruan atau justru belajar dari kekeliruan yang dilakukan dan menjadikan hidupnya lebih baik. Sebagai manusia tak akan dapat menghindari keliru hanya saja mampu membatasi diri agar tidak masuk dalam kekeliruan dengan cara slalu berikhtiar kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kekeliruan, keragu-raguan dan godaan-godaan akan selalu menyertai manusia disetiap detik, maka kita selaku manusia dianjurkan untuk menuntut ilmu sehingga kekeliruan, keragu-raguan bisa diminimalisir. Dengan adanya ilmu maka kita sedikit demi sedikit akan menemukan kebenaran, dan kebenaran ilmu akan lebih sempurna jika dibarengi dengan hati yang bersih. Dan untuk mendapatkan ilmu dan hati yang bersih maka selalulah dekatkan diri kepada Allah, mohon perlindungan kepadaNya sehingga dalam segala langkah kita akan selalu dalam ridhoNya. Kalau hal tersebut kita laksanakan maka In Shaa Allah kita akan bisa menghindari kekeliruan.

    ReplyDelete
  5. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Manusia punya kewajiban untuk berikhtiar dengan benar dan mencari kebenaran, tetapi kekeliruan adalah hal yang sulit dihindari seperti halnya lupa. Tetapi asalkan dia masih memilih jalan yang benar dan berhati-hati agar tidak mendekati keliru, itu adalah jalan yang patut ditelusuri, walaupun akhirnya dia terjebak keliru. Keliru dalam hal ini mungkin adalah takdirnya, yang memang diberikan oleh Allah SWT sebagai rambu-rambu. Namun, yang terpenting bukan lah kita keliru atau tidak keliru, tetapi ketika kita keliru, apakah kita dapat menyadari kekeliruan kita dan kembali kepada jalan yang benar. Apakah dari kekeliruan tersebut kita dapat mengambil pelajaran darinya, itulah yang terpenting. Sedangkan jika kita benar, apakah kita akan sombong karena kita benar yang justru menjadikan kita keliru, ataukah kita akan tetap berendah hati dan senantiasa berlindung kepada Allah dari kekeliruan yang menyesatkan? Itu yang terpenting.

    ReplyDelete
  6. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kekeliruan merupakan hal yang pernah dialami tiap orang walaupun dalam hal yang berbeda – beda. Agar terhindar dari kekeliruan yang dapat dilakukan adalah dengan berdoa da mohon rahmat Tuhan agar dijauhkan dari keliru. Gunakan hati dan iman dalam setiap hal yang dilakukan. Dengan hal tersebut diharapkan agar dapat menghindari kekeliruan. Mohon pengampunan atas dosa dan mohon penyertaan Tuhan dari setiap langkah yang dilalui semoga akan membawa kepada sikap yang baik dan menghindari kekeliruan.

    ReplyDelete
  7. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia adalah makhluk yang sempurna tetapi sesempurnanya manusia tetap pasti akan mengalami kekeliruan. Disengaja atau tidak setiap manusia pasti pernah melakukan kekeliruan. Jika mengalami kekeliruan maka segeralah perbaiki agar tidak semakin keliru. Dalam menjalani segala hal hendaknya manusia selalu memohon kepada Allah SWT agar dihindarkan dari kekeliruan karena hanya Allah yang dapat menjamin kebenaran manusia.

    ReplyDelete
  8. Yuni Astuti
    14301241035
    Pendidikan Matematika A 2014
    Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk lain ciptaan-Nya, namun dari sekian banyak manusia itu sendiri tidak ada yang paling sempurna. Setiap manusia tidak akan pernah luput dari kekeliruan atau kesalahan. Namun tidak semua kesalahan yang diperbuat manusia adalah dosa, karena dari kesalahan itu sendiri manusia dapat belajar untuk memperbaikinya dan tidak melakukan kekeliruan yang sama lagi.

    ReplyDelete
  9. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kekeliruan itu ada banyak macam, sebaiknya kita paham dengan kekeliruan tersebut agar tidak melakukan kekeliruan – kekeliruan di atas. Untuk menghindarinya dapat dengan selalu berlaku hati – hati, ikhtiar dan doa kepada Tuhan YME agar terhindar dari kekeliruan

    ReplyDelete
  10. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jika kita pernah melihat suatu hal buruk pada suatu tempat atau daerah maka janganlah kita sekali kali menganggap semua yang ada di daerah tersebut atau di tempat tersebut adalah buruk. pandangan kita tentang hal buruk tersebut terkadang tidak benar atau sebagai salah paham saja. oleh karenanya perlu digali lebih dalam jika kita akan memutuskan sesuatu.

    ReplyDelete
  11. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Kita harus mengenal kekeliruan, bukan untuk dilakukan tetapi agar kita terhindar dari masuknya ke jurang kekeliruan tersebut. Meskipun terkadang kita sebagai manusia biasa pernah melakukan kesalahan, maka segeralah kita bertaubat. Maka mari kita tingkatkan pemahaman ilmu agama kita dan perbaiki ibadah kita. Semoga kita terhindar dari kekeliruan tersebut. Aamiin.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Keliru artinya terdapat kesalahan. Kekeliruan merupakan pembelajaran yang amat berarti dan berpengaruh pada kehidupan yang akan datang jika kita mengambil nilai dari kekeliruan tersebut. Seseorang akan sangat menghargai suatu kekeliruan jika ia mencintai suatu proses bukan hasil. Proses yang mengajarkan kita tentang banyak hal.

    ReplyDelete
  13. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Keliru merujuk pada situasi dimana seorang individu telah melakukan kesalahan ataupun mengambil keputusan yang tidak tepat. Dalam mengambil keputusan hendaknya dipikirkan matang-matang untuk meminimalisir adanya kekeliruan yang terjadi. Kekeliruan terkadang menimbulkan rasa takut dalam mencobanya lagi, padahal dengan mengalami suatu kekeliruan maka sesorang akan mendapat pengalaman dan dapat dijadikan motivasi untuk selalu berusaha dan berhati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak keliru lagi Adanya kekeliuran sebaiknya dijadikan sebagai pelajaran bukan lah menjadi ketakutan. Jangan takut bila kita melakukan kekeliruan. Mari jadikan pembelajaran yang sangat berarti dengan kekeliruan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  14. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Tidak ada manusia di dunia yang tidak melakukan kesalahan atau kekeliruan. Jadi wajar kalau manusia melakukan kekeliruan. Tetapi, bukan berarti bahwa manusia malah dengan sengaja melakukan kekeliruan karena kekeliruan itu akan dimaklumi. Kita mesti hati-hati jangan sampai kekeliruan kita merugikan orang lain. Jangan sampai juga kekeliruan itu dilakukan secara berulang-ulang apalagi kita berniat dengan sengaja melakukan suatu kekeliruan. Hal ini berhubungan dengan hati dan pikiran kita. Maka jagalah hati dan pikiran untuk tetap memikirkan yang baik dan biarkan hati kita tetap suci. Karena Allah SWT Maha Mengetahui semuanya termasuk apa yang ada dalam dada (hati) insan-Nya.

    ReplyDelete
  15. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Keliru itu tidak benar atau belum benar. Untuk mencapai suatu hal yang benar, kita memang memerlukan keliru agar kita mengerti seperti apa keadaan benar itu. Keliru itu tidaklah tidak boleh, keliru itu dapat membantu kita dalam belajar, karena dengan adanya keliru kita akan belajar bagaimana agar tidak keliru lagi dan lagi.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Salah satu yang menarik dari elegi diatas ialah kekeliruan generalisasi. Yang melakukan kekeliruan hanya satu tetapi dianggap semua melakukan kekeliruan. Sama dengan halnya bagi guru, jika kita tidak benar-benar memberikan penilaian kepada siswa kita akan sangat mudah mengatakan bahwa semua siswa saya tidak paham dengan apa yang saya sampaikan. Padahal yang benar, tidak semua hanya beberapa anak saja yang tidak paham akan materi yang disampaikan. Dengan demikian, perlu adanya evaluasi diri yang harus dilakukan guru mulai dari perangkat pembelajaran yang harus disiapkan sampai tahap perbaikan dan penilaian yang harus disiapkan.

    ReplyDelete
  17. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Saya sangat tertarik mengomentari presentasi oleh saudara Kekeliruan Generalisasi. Saat ini dunia sedang hobi men-judge people. Contohnya, hanya karena pelaku bom bunuh diri di London beragama Islam, maka orang mulai anti terhadap muslim sedunia. Kelompok anti muslim beranggapan bahwa seluruh umat muslim sedunia adalah teroris. WOW. Betapa kelirunya generalisasi yang terjadi hanya karena satu atau dua orang, atau sekelompok tercela yang ada. Maka benar, kekeliruan generalisasi masih sangat banyak terjadi di dunia.

    ReplyDelete
  18. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi ini menunjukkan bahwa keliru adalah hal yang sering dan umum dilakukan oleh manusia. Ditunjukkan dengan keliru karena mengenerelasikan ketika menemui satu contoh saja, lalu memberlakukan untuk keseluruhan, ini jelas hal yang keliru memang, karena bisa jad tidak semua seperti itu. kemudian ada pula keliru karena kesamaan bunyi tapi makna yang berbeda, keliru karena lupa, dan keliru-keliru yang lain. Menunjukkan bahwa keliru pada manusia adalah suatu sunatullah, tetapi kita bisa menangkalnya dengan hati dan keyakinan kita yaitu melalui doa. berdoa pada Allah agar diampuni atas kekeliruan yang kita lakukan, berdoa agar terhindar dari kekeliruan. Semoga kita senantiasa berada pada bimbingannya, agar terhindar dari apa yang namanya kekeliruan. aminn

    ReplyDelete
  19. Tambahan yang saya peroleh bahwa Keliru juga suatu keadaan yang tidak sesuai dengan ruang dan waktu.
    Keliru juga sifat manusiawi, karena tidak ada manusia yang sempurna. Tapi bukan berarti kita lantas santai saja dan memaklumi kekeliruan itu. kita haruslah terus berikhtiar semaksimal mungkin agar kita berada pada ruang dan waktu yang benar, dengan cara memohon pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Dari Elegi yang Prof. tulis ini, membuka jalan pikiran saya, bahwa tidak semua yang keliru itu tidak baik. kekeliruan yang terjadi, sebenarnya bisa merupakan kebenaran tetapi yang memiliki arti yang berbeda. Ketika kita bisa melakukan sesuatu, pastilah ‘kebisaan’ tersebut belum tentu tanpa kekeliruan terlebih dahulu. Sebagai contohnya, ketika seorang balita yang sedang latihan berjalan, tak mungkin lah ia secara langsung bisa berjalan berdiri tegak. Proses sebelumnya yang ia lewati adalah merangkak, jatuh ketika akan berdiri, berdiri dengan tidak seimbang, dan sebagainya. Tidak berbeda dengan hidup ini, ada waktu dimana kita belajar dari suatu kekeliruan, sehingga mendapatkan pengalaman yang berharga agar kehidupan kita menjadi lebih baik. semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)


    Saya ucapkan banyak terimakasih kepada bapak, dengan adanya postingan "Elegi Konferensi Para Keliru" ini menyadarkan saya bahwa kekeliruan itu banyak sekali berasal dari mana. Postingan ini juga membuat saya tahu dan merefleksi diri saya sendiri kekeliruan yang mana saja yang telah saya lakukan. Semoga dengan ini saya bisa memperbaiki kekeliruan yang telah saya lakukan dan semoga dengan selalu belajar kekeliruan yang belum disadari bisa secepat mungkin disadari agar bisa diperbaiki secepat mungkin agar tidak memperbesar kekeliruan tersebut.

    Manusia memang penuh dengan kekeliruan, namun sesuai dengan kalimat ini "kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami" dengan mengenali kekeliruan maka kita dapat menghindarinya dengan cara berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari bentuk kekeliruan.

    ReplyDelete
  22. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari “Elegi Konferensi Para Keliru”, yang dapat saya tangkap adalah kekeliruan itu terjadi baik sengaja ataupun tidak sengaja sehingga hal tersebut termasuk wajar. Sebenarnya kekeliruan ada manfaatnya yaitu menjadikan manusia menjadi lebih baik dengan memperbaiki kekeliruan-kekeliruan itu (kesalahan) menjadi sebuah kebenaran. Namun sebaiknya kita selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan tersebut. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hati dengan ikhlas. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kita serta melindungi kita dari sebuah kekeliruan. Amien.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  23. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Keliru berarti salah, khilaf, atau bahkan tertukar. Manusia hidup didunia tidak luput dari kesalahan karena manusia bukan makhluk yang sempurna. Manusia adalah sosok yang lemah, memiliki kecenderungan yang besar untuk berbuat salah dan khilaf. Terkadang kelemahan manusia itu sendiri sering dijadikan sebuah pembenaran, sehingga tidak jarang seorang manusia seakan tidak mau belajar dari kesalahannya sendiri, tidak mau introspeksi. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan sebaik baik pelaku kesalahan itu adalah orang yang segera bertaubat kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Nama :Mariana Ramelan
    NIM :17709251056
    Kelas :S2 PMC 2017

    Manusia tidak dapat dilepaskan dari salah, lupa, keliru, dan hal yang tidak sempurna lainnya. Karena memang itu hakikat manusia sebagai makhluk yang tidak sempurna. Walaupun kita berusaha untuk tidak keliru, tetap saja akan ada kekeliruan yang kita buat meskipun itu terlihat kecil, bahkan kadang – kadang dalam masalah yang sama kekeliruan bisa terulang kembali. Tetapi berpikirlah positif bahwa akan ada hikmah dibalik kekeliruan yang dibuat oleh manusia, karena dengan kekeliruan itu akan membuat kita lebih berhati – hati melakukan berbagai macam permasalahan hidup yang lainnya, menyadari akan kekurangannya sebagai manusia, dan mau belajar atas kekeliruannya tersebut. Setidaknya kekeliruan yang sama tidak terjadi berkali-kali.

    ReplyDelete
  25. Gunakan hati kita sebagai komandan untuk bergerak sehingga kita bisa lebih peka dan lebih selektif dalam mengambil keputusan. Selalu mendekatkan diri kepada Allah, meminta kepada-Nya agar dijauhkan dari sifat-sifat keliru dan yang mengikutinya. Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.

    ReplyDelete
  26. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kekeliruan membawa dampak buruk dan kerugian bagi kehidupan. Lahirnya kekeliruan adalah akibat dari hati dan logos kita sendiri. Hati kita menjadi tidak jenih karena lalai dalam berikhtiar mencari kebenaran dan logos tidak pernah bertambah. Oleh karena itu, kita haruslah selalu beribadah, berikhtiar, dan berserah diri kepadaNYA agar memiliki hati dan pemikiran yang jernih sehingga dapat terhindar dari sifat dan perilaku keliru.

    ReplyDelete
  27. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dari uraian di atas, dapat saya katakan bahwa setiap manusia memiliki potensi keliru, baik keliru yang dilakukan diri sendiri (individu), ataupun keliru yang dilakukan bersama (kolektif), baik keliru secara niat, komitmen, tindakan, dan sederet jenis-jenis kekeliruan lainnya. Pastilah kekeliruan tersebut pernah dilakukan oleh manusia, karena memang manusia adalah makhluk yang tidak sempurna. Untuk meminimalisir terjerumus dalam kekeliruan-kekeliruan manusia perlu meluruskan niat, membersihkan hati, dan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Setelah membaca “Elegi Konferensi Para Keliru” saya mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak karena membuat saya tersadar bahwa ternyata keliru itu sungguh banyak jenisnya dan mungkin secara sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, mungkin saya sudah melakukan satu diantara banyaknya keliru-keliru tersebut. Semoga kekeliruan-kekeliruan ini menjadikan kita terus belajar dan terus memperbaiki diri kita dan teruslah berdoa dan berikhtiar kepada Allah SWT agar senantiasa dilindungi oleh-Nya.

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien."

    Pendapat saya, kekeliruan sudah pasti ada pada diri manusia. Akan tetapi paling tidak manusia dibekali akal pikir, daya dan usaha, serta nurani untuk lebih sedikit beresiko keliru. Bagian dari ikhtiar-iktiar manusia dalam meminimalisir kekeliruan adalah dengan berusaha mencapai logos. Senantiasa belajar, mencari kebenaran (kebenaran manfaat, kebenaran persepsi, dan kebenaran lainnya). Puncak ikhtiar manusia mencari kebenaran adalah dengan menggapai kebenaran absolut, di mana kebenaran adalah kebenaran Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Kekeliruan memiliki banyak anggota. Macam anggotanya yaitu kekeliruan globalisasi, spesifikasi, arti karena sama bunyi, karena lupa, logika, persepsi, komitmen, tindakan, niat, metode, individu, kolektif, sistematik dan umum. Itulah macam-macam pintu kekeliruan. Kekeliruan tidak selalu merugikan, karena dengan kekeliruan kita dapat belajar untuk menjadi yang lebih baik. Namun terlalu banyak kekeliruan tanpa diikuti dengan sebuah perbaikan akan menjadi fatal. Oleh karena itu dengan banyaknya pintu kekeliruan, maka kita harus hati-hati dalam melangkah dan tak lupa untuk selalu menyertakan Allah dalam setiap langkah yang kita buat, agar dapat meminimalisir kekeliruan. Terimakasih

    ReplyDelete
  31. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Kekeliruan bukan juga sesuatu yang absolut, banyak penyebab dari sebuah kekliruan seperti yang telah dijabarkan pada elegi di atas. Kekeliruan itu juga tergantung ilmu pengetahuan yang kita miliki, tergantung pada kemampuan berpikir kritis kita. Apakah kita mampu untuk memahami sesuatu secara intensif dan ekstensif. Maka jangan berhenti untuk menggapai hidup yang harmoni agar kita mampu meminimalisisr kekeliruan yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  32. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia tidak akan pernah luput dari kekeliruan. Kekeliruan bisa terjadi karena kurangnya ilmu yang kita miliki. Karena itulah dalam proses pembelajaran ada kalanya kita keliru, dan itu adalah hal yang lumrah. Tatepi tentu dengan kekeliruan itu kita harus belajar untuk tidak mengulanginya lagi. Kita harus terus belajar dan menggapai logos agar selanjutnya terhindar dari kekeliruan. Dan yang terpenting kita juga harus berdoa kepada Allah SWT agar dilindungi dari godaan syaitan untuk melakukan kekeliruan.

    ReplyDelete
  33. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Keliru merupakan sifat alami manusia. Karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna dan selalu melakukan kekeliruan atau kesalahan. Dari elegi ini memberikan pengetahuan bahwa keliru itu banyak sifatnya, seperti kekeliruan umum, spesifik, individu, kolektif, metode, dll. Maka sebaiknya untuk menghindari kekeliruan-kekeliruan tersebut adalah dengan menggunakan logos dan hati yang ikhlas. Mencari pembenaran atas kebenaran, dan selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT. agar terhindar dari kekeliruan. Sebaik-baik orang yang pernah melakukan kekeliruan adalah ia yang bisa berubah dan intropeksi diri atas kesalahan yang pernah dilakukannya.

    ReplyDelete
  34. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kekeliruan adalah sebuah keniscayaan. Wajar saja jika kekeliruan banyak sekali bentuknya di kehidupan kita seperti yang telah dijelaskan dalam elegi di atas. Ditambah lagi memang tempatnya manusia ialah keliru (salah) dan lupa. Tetapi Allah maha baik, kekeliruan yang dibuat oleh manusia dapat dihapuskan, dengan catatan manusia tersebut benar-benar berjanji (bertaubat) untuk tidak melakukan kekeliruan itu lagi. Sebuah kekeliruan juga dapat dijadikan pelajaran untuk mengambil langkah selanjutnya agar kekeliruan yang lain dapat terminimalisir.

    ReplyDelete
  35. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sesungguhnya tidak ada di dunia ini yang sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Sang Pencipta. tidak ada manusia yang terlepas dari kekeliruan, sehari-hari kita pasti melakukan kekeliruan itu. hal tersebut sangatlah wajar karena kita manusia, walaupun demikian, kita harus dapat menghindari kekeliruan tersebut. sebisa mungkin kita terus berusaha untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  36. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Keliru adalah suatu sifat yang manusiawi kita melakukan kekeliruan setiap harinya adalah wajar karena kita hanyalah manusia ciptaan Allah swt. tetapi adanya hal tersebut bukan alasan bagi kita untuk menjadi pribadi yang selalu keliru. kita haruslah dapat menghindari kekeliruan tersebut. selalu berikhtiar dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pemilik Kesempurnaan adalah salah satu jalan yang terbaik.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  37. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Keliru itu sesuatu hal yang pasti dilakukan oleh setiap manusia dikala mereka lalai atau khilaf. tidak ada manusia yang tidak pernah keliru. tetapi keliru yang paling fatal adalah keliru menanggapi kekeliruan itu sendiri.

    ReplyDelete
  38. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pend. Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Manusia adalah tempatnya salah dan keliru. Kalimat tersebut tak ada yang salah memang. namun seringkali kita bersembunyi dibalik kalimat tersebut. Ketika kita melakukan kesalahan atau kekeliruan, langsung kita berpendapat "Ada yang keliru wajar lah namanya juga manusia". Diam-diam kalimat itu menjadi cambuk sekaligus doa bagi kita. Ketika kita berpendapat seperti itu, serta merta alam seolah-oleh meng-iya-kan. Kita menjadi sering melakukan kekeliruan karena kita mengganggap kekeliruan itu biasa saja. Semoga kita semua bisa menyikapi dengan bijak kalimat tersebut. Aamiin.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  39. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pend. Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Kekeliruan apapun merupakan hal yang wajar dilakukan oleh siapapun bahkan apapun. Namun demikian jika boleh saya berpendapat, kekeliruan sebaiknya kita jadikan pembelajaran bagi kita agar tidak terjadi kekeliruan yang sama lagi di lain waktu. "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda." Kegagalan terjadi karena ada sesuatu yang keliru. Hal itu akan membuahkan kesuksesan atau keberhasilan apabila kita dapat memperbaiki kekeliruan yang pernah terjadi. Dalam usaha memeperbaiki kekeliruan jangan lupa juga kita harus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam memperbaiki kekeliruan. Sebaik-baik usaha dan ikhtiar adalah yang disertai dengan doa. Kita hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik, sedangkan yang berhak menentukan hasilnya hanya Allah SWT.

    ReplyDelete
  40. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dala menentukan sebuah keputusan pasti banyak pemikiran yang telah ikut serta. Terkadang keinginan kita mengambil keputusan tersebut untuk meminimalisir kekeliruan. Namun sebagai manusia kita banyak mempunyai keterbatasan, terutama dalam menentukan keputusan, hati dn perasaan kadangkala ikut serta tanpa menggunakan logika. Padahal di dalam hati emosi juga ikut serta.

    ReplyDelete
  41. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Agar dapat memperoleh kesepakatan mengenai mana yang baik dan buruk, bersifat umum, maka kemudian dibuatlah aturan yang berlaku untuk setiap orang. Karena pada dasarnya manusia itu sifat, tidak lepas dari kesalahan, karena memang yang dianggap benar menurut orang satu berbeda menurut orang lain. Tetapi tentu karena manusia itu sifat, maka sifat itulah yang menyebabkan kekeliruan itu terjadi, entah disengaja atau tidak. Terkadang kekeliruan yang terjadi dapat membuat suatu bangunan yang besar akan goyah. Contohnya adalah terorisme, korupsi, bentrokan, dll

    ReplyDelete
  42. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya, postingan kali ini menyadarkan saya untuk berhati-hati dalam bertindak. Berhati-hati untuk menghindari kekeliruan. Sebenar-benar musuh kita adalah hati dan logos. Oleh sebab itu kita harus tahu, kapan kita akan agar kita selalu terhindar dari kekeliruan. Kita harus selalu berikhtiar dan berdoa mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Niscaya Allah SWT akan mendengar dan mengabulkan doa-doa kita. Untuk terus berada dijalan kebenaran.

    ReplyDelete
  43. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kekeliruan memang sering dilakukan oleh manusia baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Keliru ini tercipta untuk menggoda manusia dalam melakukan tindakan. Oleh karena itu, manusia seharusnya selalu memohon kepada Tuhan agar dapat mengendalikan godaan kekeliruan dalam bertindak. Manusia seyogyanya selalu melibatkan Tuhan dalam mengambil keputusan untuk bertindak, tanpa terkecuali tindakan apapun itu. Jika hal ini dibawa ke ranah spiritual, maka bukankah Allah Azza wa Jalla telah menyampaikan kepada manusia melalui teladan Rasullullah untuk melakukan istikharah dalam memilih untuk melakukan tindakan dalam hidup.

    ReplyDelete
  44. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sering sekali dalam hidup ini mengalamai kekeliruan, bahkan baik secara sadar maupun tidak sadar kita keliru. Kekeliruan juga memiliki banyak jenis, dari mulai keliru yang paling khusus, tidak begitu khusus, umum, dan sangat umum. Mengapa manusia sering kali mengalami kekeliruan baik kekeliruan kecil maupaun besar?. Karena manusia memiliki ketidak sempurnaan, yang sangat mungkin sekali untuk melakukan beberapa kekeliruan-kekeliruan. Tetapi dengan adanya ketidak sempurnaan pada diri manusia, manusia tetap harus selalu berikhtiar dan mengoptimalkan diri untuk menghindari kekeliruan dengan berbagai cara, salah satunya dengan selalu menggapai logos dan membiasakan hati selalu berdoa mohon perlindungan Allah. Karena musuh besar dari keliru adalah hati dan logos.

    ReplyDelete
  45. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setelah membaca elegi ini, Saya tertarik sedikit menyoroti perihal kekeliruan niat. Niat adalah kunci dari setiap apa yang kita lakukan. Apa yang akan kita dapatkan adalah tergantung dari niat kita. Jika kita mau menilik pada diri kita masing - masing, bukan hal yang mustahil jika kita pun masih banyak mengalami kekeliruan niat. Misalnya ketika kita pergi ke sekolah atau ke kampus, benarkan niat kita adalah untuk mencari ilmu? Ataukah justru hanya ingin berkumpul bersama teman? Demikian pula ketika kita beribadah kepada Allah. Apakah niat kita sudah betul - betul karena Allah, ataukah hanya ingin mendapat pujian dan dianggap sebagai orang yang alim? Oleh karena pentingnya niat, hendaknya setiap orang selalu berusaha untuk memperbaiki niatnya sehingga apa yang ia lakukan benar - benar akan berbuah kebaikan sesuai dengan apa yang kita niatkan.

    ReplyDelete
  46. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Keliru ternyata berbagai macam
    Dan saya baru menyadari bahwa keliru pun semacam godaan yang harus dihindari. Semoga bisa lebih baik

    ReplyDelete
  47. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Setelah membaca tentang elegi konferensi kebenaran bahwa kebenaran itu ada berbagai macam kemudian saya membaca elegi konferensi para keliru. Saya membaca tentang elegi konferensi para keliru yang menunjukkan bahwa keliru itu ada. Keliru itu bersembunyi di berbagai macam hal. Keliru itu selalu mengancam setiap langkah manusia dalam mencari ilmu dan menggapai keikhlasan. Terkadang keliru datang dan kita tidak menyadarinya. Hal tersebut berbahaya karena keliru dapat menghancurkan dan mengalahkan logos dan hati. Untuk mempertahankan logos dan hati agar tetap kokoh dengan mengenali keliru serta selalu berikhtiar dan berdoa.

    ReplyDelete
  48. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia tempatnya salah dan keliru. Namun juga tidak tertutup dari kebenaran. Maka agar kita selamat dari keliru dan salah, berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin agar kita diselamatkan oleh Allah SWT. Salah atau keliru bukan sesuatu yang membuat kita terperuk tetapi membuat pelajaran hidup kita untuk kedepannya jauh lebh baik dan bijak dalam menentukan sesuatu dan mohon untuk selalu di bimbing oleh Allah SWT. Karena dengan bimbingan-Nya kitadapat terhindar dari sesuatu yang salah dan keliru.

    ReplyDelete
  49. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    kesadaran akan kekeliruan datang bersamaan dengan penyesalan. Kedua hal ini wajar, namun tak baik berlama-lama. Dengan hati terus berdoa, terus berefleksi dan memperbaiki. Semoga dapat menjadi lebih baik dari kekeliruan yang kemarin.

    ReplyDelete
  50. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih atas ilmu yang bapak transfer melalui Elegi Konferensi Para Keliru ini.
    disini saya dapat kesimpulan bahwasannya setiap manusia pasti mempunyai kekeliruan, namun akan sangat besar akibatnya jika kekeliruan itu di dilindungi atau dibungkus akan nilai-nilai agama. agama sangat penting untuk kehidupan sehari-hari kita dengan agama kita jadi tau yang mana yang benar dan yang mana yang salah. begitupun agama sangat berpengaruh untuk mencegah datangnya si pasukan keliru. semoga kita sebagai manusia selalu dilindungi dari segala kekeliruan dimuka bumi oleh Allah SWT

    ReplyDelete
  51. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas postingan bapak pada judul Elegi Konferensi Para Keliru ini.
    disini saya dapat pelajaran bahwa Agama ada pondasi yang harus dikuatkan dan tidak bisa di orak arik. seperti yang sering bapak katakan bahwa "boleh kita mengkacaukan pikiran tetapi jangan sekali-kali mengacaukan hati" jadi untuk membuat para pasukan keliru itu tidak datang maka kuatkan doa kepada Allah SWT

    ReplyDelete
  52. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Metafisiknya keliru adalah setan. Setan akan selalu menggoda manusia untuk menjadi keliru. Setan menggoda manusia dari berbagai arah, depan, belakang, kanan, kiri, atas dan bawah. Walaupun setan adalah biangnya keliru, namun ia tidak ingin keliru utk menggoda manusia agar menjadi keliru.
    Absolutnya setan ialah iblis.
    Agar tidak terkena godaan setan dan iblis kita perlu memiliki hati yg ikhlas.

    ReplyDelete
  53. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Keliru merupakan kata yang digunakan untuk mewakili keadaan yang tidak sesuai prosedurnya. Sejatinya seseorang melakukan A namun tanpa disadari dia melakukan hal B, Inilah salah satu bentuk keliru. Percakapan antara para keliaru menyampaikan bahwa keliru ada dimana saja keliru bisa dilakukan siapa saja, keliru pula memiliki ruang dan waktu, keliru memiliki wadah da nisi. Oleh karenanya kita harus selalu berhati-hati dlaam segala hal agar meminimalisir adanya keliru. Terima Kasih

    ReplyDelete
  54. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak atas ilmu yang sudah diberikan. Bagi saya ulasan ini dapat memberikan kesadaran atas kekeliruan saya selama ini. Namun, saya merasa begitu berat untuk terhindar dari sifat keliru. Saya menyadari ini adalah salah satu kelemahan dalam diri. Saya hanya berharap Allah memberikan hidayah pada hati ini untuk mengarahkan saya agar tidak keliru. Terbesit dalam benak saya, apakah keliru hanya mendatangkan dampak yang negatif dalam diri individu? Semoga saya menemukan penjelasan lebih lanjut dalam postingan lainnya.

    ReplyDelete
  55. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Ketika membaca elegi konferensi para keliru ini saya langsung tertuju pada kekeliruan generalisasi. Jaman sekarang dimana orang mudah sekali menggeneralisasikan suatu hal baik itu berdampak positif maupun negatif. Keliru nya disini adalah ketika menggeneralisasi mereka luput dari cross-check atau berdasarkan sumber-sumber ilmiah, valid dan reliable. Terkadang kita sadar atau tidak telah melakukan kekeliruan. Kekeliruan juga sering disebut dengan salah atau kesalahan yang merujuk pada konsep dalam hukum, etika, dan ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  56. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Terdapat berbagai jenis kekeliruan, seperti yang bapak sampaikan pada elegi diatas. Hal ini merupakan salah satu reminder bahwa bahwa manusia tidak sempurna, tidak sempurna dalam mengolah pikiran dan hati masing-masing. Sebagai manusia yang tidak sempurna, hendaknya kita tidak bersikap seperti "a know it all" karena sesempurnanya manusia dan sepintar-pintarnya mereka mengolah pikiran dan hati mereka, pasti ada celah (sekecil/ sebesar apapun itu) untuk sebuah (atau lebih) kekeliruan. In my opinion, there is nothing called zero error in human thoughts and.. what they do.

    ReplyDelete
  57. Assalamualaikum wr. wb.

    Untuk mengatasi kekeliruan, kita harus ikhlas terlebih dahulu bahwa manusia itu tempatnya keliru. Bahwa manusia itu melakukan banyak sekali kekeliruan dan hanya sedikit melakukan kebenaran, itulah kodrat manusia. Untk ikhlas dalam menerima kekeliruan manusia itu harus paham apa itu keliru. Keliru bisa diartikan tidak sesuai, tidak sesuai dengan ruang dan waktu, tidak sesuai dengan konteks, tidak sesuai dengan kehendak tuhan. Keliru itu banyak sekali macamnya, seribu kaliseribu pangkat seribu tidak akan habis kekeliruan manusia. Kekeliruan manusia adalah kehendak tuhan, kita tidak dapat menghilangkan kekeliruan itu, tetapi tuhan juga memberi manusia pikiran dan hati untuk bisa bertobat dan memperbaikinya. Keliru sesungguhnya sifat alami manusia, keliru bukan berarti salah, yang salahadalah ketika kita tidak mau berubah dan melakukan kekeliruan yang sama.

    Setelah kita tahu bahwa manusia adalah tempatnya keliru kita harus mengetahui dimana kekeliruan kita, karena keliru itu bisa karena keliru yang disadari maupun keliru yang tidak disadari. setelah kita menyadari kekeliruan kita, kita harus memperbaikinya dan tidak mengulanginya. Setelah itu kita berdoa supaya diampuni dari segala kekeliruan kita, karena harus disadari manusia itu tempatnya khilaf, sehingga udah pasti kita akan melakukan kekeliruan, walaupun itu sudah kita upayakan. Itulah poin dimana kita harus terus berdoa memohon ampun, karena tidak ada lagi yang bisa kita usahakan atau membantu kita selain tuhan. Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kekeliruan kita. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  58. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Apa yang hendak diperoleh dari suatu konferensi yang dihadiri oleh para keliru? Bukankah itu akan menambah dan mengakumulasi kekeliruan-kekeliruan yang berpotensi pada kesesatan. Alangkah baiknya, jika para keliru itu dihadirkan dalam konferensi kebenaran agar kekeliruan-kekeliruan mereka dapat terasi oleh keragaman kebenaran-kebenaran itu.

    ReplyDelete
  59. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Sebagai manusia, tentu kita sangat dekat dengan yang namanya “keliru”. Kita dikatakan melakukan sesuatu yang keliru mana kala kita tidak dapat menyesuaikan diri terhadap ruang dan waktu dimana kita berada. Saat kita salah momposisikan diri maka kita akan mengalami kejadian keliru. Keliru ini akan mengakibatkan hal-hal yang tidak kita inginkan. Keliru merupakan suatu mitos yang akan berkontradiksi dengna kebenaran yang merupakan logos. Oleh sebab itu, sebisa mungkin kita harus menjauhi keliru.

    ReplyDelete
  60. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Trimakasih atas pesan dari elegi ini, agar kami mengenali sifat dan perilaku para keliru. Ini dapat dilakukan jika senantiasa berefleksi, berdoa, sehingga hati menjadi lebih peka, intuisi juga terasah. Terkadang ketika sudah mengenali tanda keliru pun, godaan untuk melakukannya masih besar, sebab mungkin hendak melindungi diri, mencari keuntungan diri, dlsb. Maka memang doa menjadi penting, mengingat Allah dalam setiap tindakan, agar dapat memilih tetap bertindak benar.

    ReplyDelete
  61. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Manusia adalah tempatnya lupa dan salah, maka yang dapat manusia lakukan adalah terus menerus berikhtiar menghindari salah dan keliru serta mencari kebenaran. Seringkali diri merasa benar padahal sejatinya melakukan salah, seringkali diri merasa melakukan hal tepat padahal sejatinya melakukan kekeliruan, seringkali diri merasa baik padahal sejatinya masih besar kejahatan dalam hati. Maka hendaknya diri sering bertaubbat dan beristighfar karena sejatinya manusia tidak luput dari salah dan dosa.

    ReplyDelete
  62. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Keliru adalah sebuah hal yang akan berada di persimpangan antara salah dan benar. Keliru mendekati nilai benar tetapiu terdapat sedikit kesalahan. Setaip manusia pasti selalu ingin benar, akan tetapi manusia tetaplah manusia yang akan selalu memiliki kesalahan, baik sengaja atau tidak. Terkadang manusia juga bisa melakukan kesalahan sehingga dengan adanya kesalahan tersebut maka manusia haruslah berubah, sehingga manusia dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Keliru dapat bermakna kesalahan, kesalahan yang selalu diusahakan untuk diubah dengan menjadi benar.

    ReplyDelete
  63. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Diantara dua kebenaran terdapat kekeliuran, seperti diantara dua gunung disitu ada lembah. Maka kita perlu berhati-hati, senantiasa berfikir, senantiasa bergerak, senantiasa berdoa. Dengan senantiasa bergerak, berfikir, berdoa kita bisa terhindar dari kekeliuran.

    ReplyDelete
  64. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa pada dasarnya manusia tidak bisa lepas dari apa yang didebut dengan kesalahan. Kami memahami bahwa kami harus bisa memandang kekeliruan atau kesalhan sebagai pijakan awal untuk memperbaiki apa yang ada pada diri kami. Kami menyadari bahwa jika kami dapat belajar dari kesalahan dengan tepat dan bijaksana, maka kami akan memperoleh pengetahuan baru untuk maju kedepan ke arah yang lebih baik. Kesalahan dan kekeliruan memang patut untuk disesali, akan tetapi kami menyadari bahwa kekeliruan tidak cukup hanya disesali, namun harus pula untuk diperbaiki. Semoga kami bisa memandang bahwa kekeliruan merupakan guru terbaik bagi pengalaman kami, dan mampu membawa kami ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  65. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam kehidupan ini manusia berusaha menggapai kebenaran, meskipun ditengah-tengah jalan kadang melakukan kekeliruan. Ditengah jalan atau persimpangan inilah yang menentukan apakah seseorang mengakui kekeliruannya dan berusaha memperbaiki untuk kenudian berusaha kembali ke jalan kebenaran lagi atau bisa juga seseorang tidak menyadari kekeliruannya sehingga dia tetap dalam keadaan keliru. Maka dari itu untuk menghindari kekeliruan, seseorang harus berusaha sekaligus berdoa supaya ditunjukkan jalan yang benar oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  66. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Beberapa guru terkadang keliru dalam memberikan penjelasan. Yang sangat disayangkan beberapa dari mereka yang salah tidak mau mengakui bahwa mereka salah. Malah mereka menambahkan penjelasan yang semakin menyesatkan untuk memberikan perkuatan terhadap kesalahan yang telah mereka perbuat. Sebaiknya sebagai guru kita tidak boleh merasa malu ketika kita salah, karena setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan karena manusia sendiri tidak akan pernah bisa menjadi sempurna.

    ReplyDelete
  67. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Para keliru disini saya artikan sebagai godaan – godaan pada saat kita hendak menggapai kebenaran spriritualitas. Kadang bisa muncul bersamaan, atau salah satu. Para keliru ini, walaupun hanya muncul satu, maka rusaklah semua. Sebagai contoh, metode sudah benar, logika sudah benar, perspersi dan lain – lain sudah benar. Tapi niatnya salah. Maka tindakan kita juga akan salah, karena telah berniat salah. Segala tindakan bergantung dari niatnya

    ReplyDelete
  68. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Keliru, kadang keberadaannya diketahui tapi diacuhkan. Kekeliruan dianggap tidak ada karena kepetingan tertentu. Kekeliruan dilakukan padahal keliru itu diketahui. Keliru dilakukan padahal yang benar itu nampak. Kadang perlu ditanyakan kepada hati dan pikiran apakah yang dilakukan merupakan hal yang keliru atau benar. Jangan membenarkan kekeliruan dan jangan membuat keliru hal yang benar.

    ReplyDelete
  69. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Keliru adalah hal yang wajar dalam tahap belajar. Tapi keliru sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut karena pada hakikatnya orang yang belajar adalah orang yang bisa mengatasi kekeliruan dengan mengusahakan perbaikan-perbaikan atas kekeliruan tersebut. Kekeliruan itu bisa dijadikan pembelajaran dan suatu pengalaman ke depannya agar tidak terjadi lagi.

    ReplyDelete
  70. Manusia bukan makhluk yang 100% sempurna, maka wajar jika seringkali dijuluki sebagai tempat salah dan khilaf, gudangnya kekeliruan, memang karena tidak ada manusia yang sempurna, yang dapat melakukan atau hanya memikirkan semua hal yang baik, pasti ada kesalahan, sekalipun sedikit. Berdasarkan elegi ini, saya belajar bahwa kita harus waspada terhadap apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan. Kita juga harus belajar, cukup mengetahui mana yang keliru dan mana yang benar agar kita tidak terjerumus dalam kekeliruan saja tidak cukup. Namun juga berusaha menjauhi yang keliru. Bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan terus belajar dan terus berdoa.

    ReplyDelete
  71. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ada kekeliruan dan kesalahan umum dan biasa terjadi dalam hidup kita. Sebuah perasaan yang muncul bahwa kita tidak lagi menjalani hidup ini dengan benar. Keliru adalah hal dimana sesuatu itu tidak sesuai dengan ruangdan waktu. Dan keliru yang berkelanjutan membuat hidup kita akan lebih jauh dari Sang Pencipta, oleh karena itu maka berdoalah dan meminta ampun pada Allah SWT agar kita disadarkan dari perbuatan-perbuatan yang keliru tersebut.

    ReplyDelete
  72. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Setiap hari diri tidak lepas dari berbagai macam keliru baik yang disengaja, maupun yang tidak disengaja. Apabila diri sering berlaku keliru dengan sengaja, maka diri akan dikuasi dominan keliru, sehingga kekuatan hti dan logos akan terkikis dan menghilang dari diri. Maka sebenar-benar menjaga logos adalah dengan mengurangi kekeliruan dalam berbagai hal.

    ReplyDelete
  73. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Satu-satunya jalan menjaga dari kekeliruan adlah dengan menguatkan hati dan doa kepada Allah Swt. Karena hnya Allah yang mampu membolak balikkan hati, menjaga keistiqomhan diri, kekonsistenan sehingga logos diperoleh. Tetap ikhlas dan ikhtiar adalah cara juga menjaga diri dari kekeliruan.

    ReplyDelete
  74. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Disetiap aktivitasnya tak lepas dari suatu kekeliruan. Baik itu disengaja ataupun tidak disengaja. Jika manusia melakukan kekeliruan tersebut maka kerugianlah yang akan manusia dapatkan. Dengan demikian sebisa mungkin kita menghindari kekeliruan, berusaha agar tidak melakukan kekeliruan. Walaupun hakekat manusia itu tak lepas dari kekeliruan tetapi apa salahnya jika kita sebagai manusia senantiasa berusaha berupaya agar terhindar dari kekeliruan. Kuncinya adalah berusaha dan selalu berdoa kepada Alloh untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar jalan yang diridhoi-Nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilania Eka Andari
      17709251050
      S2 pmat c 207


      Salah satu keterbatasan dari manusia adalah selalu melakukan kekeliruan. Walau telah berhati – hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat. Baik itu disengaja ataupun tidak disengaja. Jika kita dapat belajar dari kekeliruan dengan tepat, maka kita akan mendapatkan pelajaran untuk mdigunakan di masa depan.
      Kita harus menyadari bahwa kekeliruan adalah bagian yang penting dalam proses memperbaiki diri. Jangan terlalu lama termenung dengan rasa bersalah dan penyesalan, tetapi kita harus berusaha belajar dari kekeliruan-kekeliruan tersebut dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
      Mari kita senantiasa berefleksi diri karena sebagai manusia kita tak luput dari salah dan supaya tak lupa berusaha serta selalu berdoa kepada Allah untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang diridhai olehNya

      Delete
  75. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Dalam proses berpikir selalu ada perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lain. Tentu saja ini wajar karena akal-pikiran, otak dan pengalaman yang berbeda pula. Namun sebagai manusia yang sama-sama mencari kebenaran sudah seharusnya jika ada suatu pemikiran yang ternyata terbukti benar maka harus diikuti. Karena sesungguhnya hanya Allah kebenaran sejati dan hanya Allah yang mengetahui pikiran kita semua. Intinya kita harus terbuka dengan pikiran-pikiran yang lain dan dengan hal itu kita mampu mengembangkan pikiran kita ke arah yang lebih baik

    ReplyDelete
  76. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Manusia tempatnya salah dan keliru. Namun juga tidak tertutup dari kebenaran. Maka agar kita selamat dari keliru dan salah, berikhtiar dan berdoa semaksimal mungkin agar kita diselamatkan oleh Allah SWT.
    Dan apabila kalau sudah keliru dan berjalan di jalan yang salah, maka kita jadikan itu sebagai pelajaran berharga agar hidup lebih baik. Keliru adalah salah satu jalan yang terkadang kita harus lalui untuk mencari suatu kebenaran, belajar jadi kekeliruan yang kita lakukan adalah salah satu pelajaran yang harus kita miliki. manusia tempatnya keliru dan salah maka sikap dari setelah keliru tersebut harus kita perbaiki dan jadikan sebeagia pengalaman berharga untuk pengalaman yang akan kita lalui selanjutnya agar tidak melakukan kekeliruan yang sama.

    ReplyDelete
  77. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Dalam melaksanakan pembelajaran, guru perlu mengatasi miskonsepsi yang dimilikinya sebelum mengajarkan materi kepada siswa. sebab pemahaman terhadap materi ataupun persepsi siswa yang keliru dapat menimbulkan salah paham oleh siswa. Peserta didik bisa saja menerapkan persepsi yang salah tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang dapat semakin membuat peserta didik menjadi salah. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk mampu menyampaikan materi dengan baik dan benar sehingga tidak menimbulkan persepsi yang salah.

    ReplyDelete
  78. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Begitulah sifat dan perilaku para keliru. Selalu ada dan bahkan mengendap pada diri manusia. Baik sistemik, baik secara generalisasi, sistemik, individual, lupa, logika yang melenceng, tindakan yang salah, dan masih banyak lagi bentuk kekeliruan yang ditampakkan oleh manusia. Saya jadi belajar, bagaimana menyadarkan diri dari kekeliruan dan menahan diri untuk tidak mengimplementasikannya. Meski kodrat manusia adalah tempat salah/ keliru dan lupa, di sisi lain manusia masih punya Tuhan sebagai pengingatnya dari sifat dan perilaku keliru. oleh karena itu kita perlu berhati-hati, senantiasa berfikir, bergerak, dan berdoa meminta perlindungan dan pertolongan Allah agar terhindar dari segala kekeliruan. Amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  79. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita harus membiasakan diri untuk memandang suatu kejadian dengan pikiran yang positif, supaya bisa mengambil pembelajaran dari apa yang telah terjadi. Manusia memang tidak bisa luput dari salah dan lupa. Banyak kekeliruan yang disengaja ataupun tidak yang sering dilakukan. Ambillah sisi positif dari setiap kekeliruan yang telah dilakukan. Jadikan setiap kekeliruan sebagai pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu memperbaiki diri

    ReplyDelete
  80. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Manusia merupakan kekeliruan yang mencoba mencapai kebenaran. Manusia tidak mungkin dapat menggapai kebenaran tanpa mengetahui kekeliruan, begitu juga sebaliknya, manusia tidak akan mengetahui kekeliruan jika tidak mengetahui kebenaran. Keliru dan benar adalah sebuah kontradiksi dalam hidup. Maka dari itu, manusia hanya bisa mencoba untuk menggapai kebenaran berdasarkan kekeliruan yang pernah ia buat, karena tidak ada manusia yang terlahir sempurna dengan kebenaran yang mutlak dan tetap.

    ReplyDelete
  81. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahamai bahwa ada berbagai macam kekeliruan dalam hidup ini. Kekeliruan ini tidak dapat dipungkiri eksistensinya. Namun kekeliruan dapat kita hindari dengan hati dan ilmu. Dengan berikhtiar dan bermunajat kepadalah Allah kita juga bisa terhindar dari bujuk rayu kekeliruan karena Allah maha mendengar hamba-hambanya.

    ReplyDelete
  82. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kekeliruan terjadi ketika manusia salah mengambil keputusan. Manusia adalah tempat salah dan dosa. Maka manusia pun pasti tidak akan terhindar dari yang namnya keliru. Kekeliruan dapat secara sadar/tidak disadarinya, karena sifat dari manusia yang terbatas. Manusia dapat menyadari kekeliruannya jika menggunakan hati dan pikirannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  83. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Sebagai seorang manusia, sudah tugas kita untuk senantiasa belajar dan belajar agar terhindar dari kekeliruan. Meskipun harus kita sadari pula bahwa manusia itu adalah tempatnya keliru, baik secara sadar maupun tidak. Karena itulah kita membutuhkan pertolongan Allah SWT agar terhindar dari keliru. Ketika kita terlanjur melakukan kekeliruan, maka kita harus memohon ampunan Allah SWT. Kita harus belajar dari kekeliruan yang kita buat dan berusaha untuk tidak mengulangi kekeliruan yang sama.

    ReplyDelete
  84. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seperti halnya kebenaran, keliru juga tidak ada yang hakiki jika berada di dunia ini. Karena pada dasarnya keliru yang hakiki itu keliru yang bersifat absolut dimana kuasa Tuhan sudah berada di dalamnya. Sehingga kekeliruan yang ada di dunia ini juga bersifat lebih condong pada subyektivitas masing-masing individu itu sendiri.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  85. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kebenaran hanya sebuah perspektif yang tidak bisa dianggap sebuah hukum tetap. Kita bisa mencontohkan, tatkala kita dimarahi orang tua, maka orang jawa akan menundukkan wajah. Berbeda dengan orang medan, maka tatka menundukkan wajah dianggap sebuah penghinaan, maka harus menatap wajah orang tua kita.

    ReplyDelete
  86. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kebenaran yang dicontohkan harus memperlihatkan ruang, waktu, keadaan yang ada. Tatkala ini tidak bisa digunakan, maka yang ada hanya lah sebuah kesalahan. Sebab kebanaran mengandung ruang, waktu, keadaan serta kesepakaran.

    ReplyDelete
  87. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    kekeliruan merupakan kesalahan di dilakukan karena kurang memahami hal tersebut. Kekeliruan terjadi ketika manusia salah mengambil keputusan. Manusia adalah tempat salah dan dosa. Maka manusia pun pasti tidak akan terhindar dari yang namnya keliru.

    ReplyDelete
  88. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    keliru pada dasarnya suatu hal yang berlawanan dengan suatu ketetapan yang sudah disepakati ada dan kesepakatan yang belum tentu ada, kekeliruan tidak selamanya dinyatakan sebagai kesalahan namun juga dapat dinyatakan sebagai kebenaran yang belum tentu ada. karena tidak ada hukum mutlak dalam kehidupan nyata.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  89. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Setiap manusia mempunyai kekeliruan baik secara langsung maupun tidak langsung. Jika manusia tidak memiliki kekeliruan maka belem diakatan berhasil. Salah satu keterbatasan dari manusia itu adalah keliru. Betapapun rasanya kita berhati – hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat, bahkan kadang – kadang dalam masalah yang sama bisa kelirunya lebih dari satu kali.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  90. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Elegi konferensi para keliru. Dalam menentukan sebuah keputusan pasti banyak pemikiran yang telah ikut serta. Terkadang keinginan kita mengambil keputusan tersebut untuk meminimalisir kekeliruan. Namun sebagai manusia kita banyak mempunyai keterbatasan, terutama dalam menentukan keputusan, hati dn perasaan kadangkala ikut serta tanpa menggunakan logika. Padahal di dalam hati emosi juga ikut serta. Semoga kita selalu diberikan kemudahan dalam mengambil keputusan dan menghindari kekeliruan.

    ReplyDelete
  91. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Melakukan kekeliruan bukanlah hal yang harus selalu di sesali. Karena kekeliruan dapat menjadi sebuah awal dari kebenaran, jika kita mau belajar dari kekeliruan yan gkita lakukan. Namun jika kita selalu melakukan kekeliruan yang berulang, itu bukanlah hal yang wajar. Itu artinya kita adalah orang yang “bodoh” karena tidak mau belajar dari pengalaman. Sehingga, saat telah melakukan kekeliruan segeralah instropeksi diri, untuk memperbaiki kekeliruan tersebut. Dan kedepannya lebih berhati-hati dalam melangkah karena, kekeliruan ada di mana-mana. Terimakasih

    ReplyDelete
  92. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Setiap manusia di dunia ini pasti pernah mengalami kekeliruan dalam kehidupannya. Meskipun kita telah berhati-hati dalam mengambil keputusan tapi tetap saja pasti ada kekeliruan yang terjadi. Bahkan untuk hal yang sama kita bisa melakukan kekeliruan lebih dari sekali. Saat kita telah melakukan kekeliruan segeralah memperbaiki diri dan intropeksi terhadap kekeliruan yang telah dialami. Jangan sampai terpuruk dengan kekeliruan yang telah terjadi. Segeralah bangkit. Kekeliruan merupakan awal bagi kita untuk mendapatkan kebenaran. Tapi pada dasarnya manusia adalah tempat kekeliruan. Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kita sebagai manusia hanya bisa meminimalkan kekeliruan-kekeliruan tersebut.
    Terimakash.

    ReplyDelete
  93. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof Marsigit, elegi ini mempunyai banyak kandungan nilai moral. Keliru memang sesuatu hal yang menarik untuk dibicarakan, apalagi mengenai kekeliruan dari diri seseorang. Menanggapi mengenai kekeliruan generalisasi, kekeliruan ini kasusnya sudah lazim dalam kehidupan kita. Semisal ada sekolah, dimana untuk bersekolah disitu tidak begitu sulit (nilai rendah bisa masuk), nah disitu para masyarakat pasti sudah mengeklaim bahwa sekolahan itu buruk, padahal belum tentu. Mereka hanya menggeneralisasikan melalui apa yang tampak, tidak melihat dari sisi lain. Maka dari sekarang marilah kita menyadari bahwa kekeliruan menggeneralisasikan ini harus dihindari semaksimal mungkin, sehingga kita memiliki banyak sudut pandang, karena yang terlihat buruk blum tentu buruk dan yang terlihat baik belum tentu baik.

    ReplyDelete
  94. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Amin untuk doa yang Prof panjatkan di paragraf paling akhir.
    Manusia, termasuk saya, tidak pernah luput dari suatu kekeliruan, bahkan ketika saya merasa hal yang saya lakukan/pilih/pikir itu sudah benar.
    Pernah suatu saat saya terjebak dalam kekeliruan dan kekeliruan itu menghantui saya sampai saat yang lama. Di dalam masa tersebut, saya merasa jauh dari Tuhan dan memilih untuk tinggal dalam kekeliruan itu. Tetapi suatu saat saya menemui Romo/Pastor di sebuah Gereja dan menceritakan mengenai hal ini. Di situ beliau memberikan nasehat bahwa kekeliruan memang sangat sulit untuk dilepaskan dari hidup manusia, akan tetapi akan lebih keliru jika ketika kita sudah mengetahui sebuah kekeliruan kemudian kita memilih untuk tinggal di dalamnya. Beliau juga menanyakan hal ini, “mengapa kamu berpikir bahwa kekeliruanmu ini membuat Tuhan jauh darimu? Sadarkah kamu bahwa saat ini kamu justru sedang digoda untuk menjauh dari Tuhan?” Pertanyaan tersebut sampai saat ini selalu melekat di pikiran saya dan menjadi pengingat pula ketika saya melakukan kesalahan. Dua kalimat tersebut ibarat obat yang menyadarkan dan selalu membangkitkan saya dari kekeliruan-kekeliruan yang saya buat, menjadikan motivasi bagi saya untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  95. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Pada dasarnya manusia tidak luput dari kekeliruan, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Sebagai manusia kita perlu mengetahui dan memahami kekeliruan yang telah kita lakukan, agar kedepannya kekeliruan tersebut tidak kita ulangi kembali. Sebenarnya, dari adanya kekeliruan yang kita lakukan, itu dapat dijadikan sebagai pelajaran sehingga kita selalu berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik. Semoga kita selalu berikhtiar dan berdoa agar kita dituntun ke jalan yang Allah ridhoi, aamiin.

    ReplyDelete
  96. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Manusia merupakan tempatnya lupa dan salah. Elegi ini mengingatkan kepada kita bahwa manusia merupakan tempatnya lupa dan salah, maka dari itu kita harus selalu waspada dan berhati-hati apabila melakukan sesuatu hal agar mengurangi kekeliruan yang mungkin terjadi.

    ReplyDelete