Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Lengkap

Oleh Marsigit

Obyek pikir:
Wahai lengkap, siapakah diriku itu? Apakah keadaanku itu memenuhi kelengkapan? Mengapa banyak orang memikirkan diriku beraneka ragam?



Lengkap:
Aku saat ini sedang memikirkanmu sebagai tidak lengkap. Senyatanya aku tidaklah mampu memikirkan dirimu secara lengkap. Itulah keterbatasanku. Tetapi keterbatasanku itu juga keterbatasanmu.

Obyek pikir:
Mengapa engkau menampakkan diri. Bahkan lebih dari itu? Mengapa engkau mengaku-aku dapat menjamin kelengkapanku.

Lengkap:
Itulah hakekat yang ada dan yang mungkin ada. Jika aku adalah yang mungkin ada, mengapa engkau musti protes tentang keberadaanmu. Ketahuilah wahai obyek pikir, bahwa diriku itu juga bernasib sepertimu juga. Aku tidak lain tidak bukan juga merupakan obyek pikir. Aku sepertimu juga, yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Tetapi aku sekaligus juga merupakan metode berpikir. Aku merupakan kelengkapan atau penyeimbang dari adanya reduksi. Tugasku adalah mengawasi reduksi. Maka jika aku biarkan reduksi itu berkeliaran, itulah sebenar-benar dirimu semua. Karena engkau semua akan binasa dimangsa oleh reduksi. Maka sebetulnya fungsiku adalah menjaga dirimu semua.

Obyek pikir:
Oh maafkan aku, jika aku telah lancang terhadapmu. Tetapi mengapa engkau bersifat kontradiksi. Suatu saat engkau mengharuskan diriku untuk menggapai lengkap, tetapi suatu saat engkau selalu mengakui tidak akan pernah diriku itu menggapai lengkap. Maka manakah dirimu itu yang dapat aku percaya?

Lengkap:
Itulah sebenar-benar dirimu. Manusia itu pada hakekatnya terbatas dalam semua hal. Aku bagi dirimu adalah kontradiksi, padahal bagi diriku aku tidaklah kontradiksi. Itulah kodratnya. Itulah batas pikiranmu. Tetapi agar engkau mempunyai gambaran bagaimana sulitnya menggapai lengkap, maka undanglah teman-temanmu kemari. Aku akan berikan penjelasan secukupnya kepada engkau semua.

Kubus:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai kubus mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Ketahuilah bahwa aku dapat menyebutkan berbagai sifatku antara lain sebagai kubus yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya diambil sifatku yang sedikit saja. Oleh reduksi aku hanya dipikirkan sebagai bentuk dan ukurannya saja. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan. Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Bola:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai bola mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Ketahuilah bahwa aku dapat menyebutkan berbagai sifatku antara lain sebagai bola yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya diambil sifatku yang sedikit saja. Oleh reduksi aku hanya dipikirkan sebagai bentuk dan ukurannya saja. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Guru matematika:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai guru matematika mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Ketahuilah bahwa aku sebagaiguru matematika dapat menyebutkan sifat-sifatku sebagai guru matematika yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya diambil sifatku yang sedikit saja. Oleh reduksi aku hanya dipikirkan sebagai dari sisi kompetensi mendidik dan hubunganku dengan subyek didik dan pendidikan matematika. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Mahasiswa:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai mahasiswa mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Ketahuilah bahwa aku sebagai mahasiswa dapat menyebutkan sifat-sifatku sebagai mahasiswa yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya diambil sifatku yang sedikit saja. Oleh reduksi aku hanya dipikirkan dari sisi kompetensi belajarku dan hubunganku dengan tugas-tugasku sebagai mahasiswa dan dunia mahasiswaku. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Siswa:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai siswa mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Ketahuilah bahwa aku sebagai siswa dapat menyebutkan sifat-sifatku sebagai siswa yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya diambil sifatku yang sedikit saja. Oleh reduksi aku hanya dipikirkan sebagai nilai UAN. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Bilangan:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai bilangan mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Ketahuilah bahwa aku dapat menyebutkan berbagai sifatku antara lain sebagai bilangan yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya diambil sifatku yang sedikit saja. Oleh reduksi aku hanya dipikirkan sebagai nilai saja. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Dosen:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai dosen mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Ketahuilah bahwa aku sebagai dosen dapat menyebutkan sifat-sifatku sebagai dosen yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya diambil sifatku yang sedikit saja. Oleh reduksi aku hanya dipikirkan kompetensi mengajarku dan hubunganku dengan tugas-tugasku sebagai dosen dan dunia dosenku. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Diskusi:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai diskusi mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Aku bisa menyebutkan sifat-sifatku sebagai diskusi yang mahal, murah, seru, heboh, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya dipikirkan sebagai diskusi yang baik. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Doa:
Wahai lengkap, perkenankanlah aku ingin melaporkan kepada dirimu. Aku telah merasa didholimi oleh reduksi. Ketahuilah bahwa aku sebagai doa mempunyai sifat-sifatku yang lengkap. Sifat-sifatku itu luas merentang seluas dunia, sampai batas pikiranku. Aku bisa menyebutkan sifat-sifatku sebagai doa yang mahal, murah, seru, heboh, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi mengapa oleh reduksi aku hanya dipikirkan sebagai doa yang khusuk. Dan sifat-sifatku yang lain telah direduksi atau dihilangkan.Dengan demikian aku merasa sedih dan timpang hidupku. Aku merasa jauh dari kelengkapan seperti yang aku idamkan.

Lengkap:
Wahai semua obyek pikir, kubus, bola, guru matematika, mahasiswa, siswa, bilangan, dosen, diskusi, doa, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku. Tetapi...
Wahai semua obyek pikir, kubus, bola, guru matematika, mahasiswa, bilangan, dosen, diskusi, doa, ...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Iba rasa hatiku menyaksikanmu dan juga menyaksikanku. Mengapa? Karena yang engkau akui sebagai kekuatanmu itu sebenarnya adalah kelemahanmu. Dengan bangganya dan sombongnya engkau selalu katakan “......dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku”. Itulah sebenar-benar kelemahanmu dan juga kelemahanku. Mengapa?
Jikalau engkau semua memang bermaksud menggapai lengkap, mengapa engkau sendiri tidak bisa lengkap menyebutkan semua sifat-sifatmu itu? Mengapa engkau musti selalu berkata “...dan seterusnya. Saya ulangi dan seterusnya. Itulah kekuatanku”. Bukankah itu bukti bahwa tiadalah ada satu obyek pikirpun dapat aku pikirkan sebagai lengkap. Sebenar-benar lengkap adalah lengkap absolut. Itulah kelengkapan hanya milik Tuhan YME.

Semua obyek pikir bersama-sama berkata:
Wahai lengkap ampunilah aku semua. Karena kepicikanku semua itulah aku telah berbuat tidak bijaksama terhadap ketentuanmu. Tetapi bukankah engkau tahu bahwa kami semua selalu terancam oleh reduksi. Kami semua benar-benar merasa ketakutan, terhadap perilaku reduksi. Terus bagaimanakan solusinya?

Orang tua berambut putih:
Wahai lengkap. Wahai reduksi. Dan wahai semua obyek pikir. Ingatlah bahwa lengkap dan reduksi itu juga obyek pikir. Jadi ketentuan bagi obyek pikir berlaku juga bagi lengkap dan reduksi. Maka dengarkanlah semua nasehatku ini.
Ketahuilah bahwa karena keterbatasan manusia, maka dia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu maka manusia dibekali dengan metode berpikir reduksi. Sejak lahir hingga mati, semua manusia menggunakan metode reduksi. Sebetul betulnya reduksi adalah metode untuk terbebas dari jebakan ruang dan waktu.
Ketahuilah bahwa tiadalah mudah menerima bagi suatu obyek pikir untuk dihilangkan atau dieliminasi sebagian atau beberapa sifat-sifatnya. Maka itulah kodratnya bahwa manusia diberi karunia untuk selalu berikhtiar agar dapat melengkapi hidupnya. Namun ketahuilah bahwa karena keterbatasan manusia maka manusia tidak dapat lengkap memeikirkan dirinya dan juga memikirkan obyek pikirnya. Itulah kodrat Nya.
Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap. Sebenar-benar reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Sebenar-benar lengkap adalah idamanmu. Maka bacalah elegi-elegi yang lainnya agar satu dengan yang lainnya selalu dapat dikaitkan. Baca juga khususnya elegi menggapai harmoni.
Demikianlah kesaksian saya. Renungkanlah. Selamat belajar. Semoga sukses. Amien.

90 comments:

  1. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Hakekat lengkap adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini, keberadaannya bisa didalam maupun diluar pikiran. Manusia memiliki keterbatasan dalam memilikirkan yang ada dan yang mungkin ada, sehingga manusia tidak dapat lengkap memikirkan dirinya dan obyek pikirnya. Karena sebenar-benar lengkap adalah lengkap absolute, yaitu lengkap milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Sempurna karena dibekali akal dan pikiran sejak ia ada di dunia ini. Namun kesempurnaan tersebut tidaklah absolut, karena hal tersebut hanya dimiliki oleh Allah SWT. Manusia masih penuh ketaklengkapan. Walaupun ia memiliki 1000 kelebihan pasti ia memiliki minimal sebuah kelemahan yang ditutupinya. Jika ia tidak mengetahuinya maka ia termasuk ke dalam orang – orang yang sombong.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saat saya merenungkan hal elegi menggapai lengkap ini, saya berfikir kita sebagai manusia hanya dapat berusaha untuk menggapai lengkap, namun lengkap kita manusia hanya relatif. Lengkap absolut hanya milik Tuhan YME. Reduksi pikiran kita manusia salah satu yang membuat kita tidak lengkap. Itu salah satu keterbatasan kita.

    ReplyDelete
  4. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya setuju dengan elegi ini bahwasanya dikarenakan keterbatasan manusia, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu, manusia dibekali dengan metode berpikir reduksi dimana akan terbebas dari jebakan ruang dan waktu. Keterbatasan manusia ini menyebabkan manusia tidak dapat lengkap memikirkan dirinya dan juga memikirkan obyek pikirnya. Oleh karena itu kita harus berikhtiar dan berdoa kepada Allah agar hidup kita menjadi lengkap.

    ReplyDelete
  5. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia sebagai makhluk mempunyai dimensinya sendiri. Tak akan menjangkau dimensinya lebih tinggi. Maka tidak lengkaplah dia sebagai manusia. Objek pikir merupakan hasil dari manusia yang tidak lengkap pula. Kekuatanmu merupakan kelemahanmu, tidaklah perlu sombong akan kekuatanmu. Berpikirlah lebih luas untuk sedikit lebih dekat ke dimensi yang lebih tinggi.

    ReplyDelete
  6. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Mahluk yang paling sempurna diciptakan Allah adalah manusia, namun kesempurnaan manusia itu mempunyai batas. Dengan sempurnanya penciptaan manusia dibanding mahluk yang lain, maka manusia akan menjadi dua kemungkinan yakni bisa lebih hina dari binatang dan bisa lebih mulia dari Malaikat. Tergantung kepada manusianya itu ingin seperti apa dia. Dengan keterbatasan kelengkapan manusia maka hikmahnya adalah agar manusia itu tidak sombong dan selalu bersyukur.


    ReplyDelete
  7. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi di atas, saya dapat memetik beberapa ilmu pengetahuan yang baru. Bahwasanya, setiap dari kita dan setiap objek memiliki ke'lengkap'annya masing-masing. Namun, pikiran dapat mereduksi sesuatu yang lengkap tersebut sesuai ruang, waktu, dan peruntukkannya. Misalnya saja kubus, terdapat banyak sifat kubus, bahkan teorema-teorema yang berkaitan dengannya. Namun, ketika mengenalkan anak tentang kubus, maka kita akan mereduksinya dengan mengenalkan bentuk-bentuk benda yang bentuknya adalah kubus.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Manusia memang tidak ada yang lengkap dan tidak bisa memikirkan dengan lengkap, tetapi jika berikhtiar untuk lebih lengkap, paling tidak akan bertambahlah sifatnya sedikit lebih lengkap, dan dengan begitu dia tidak rugi membuang waktu yang hanya satu umur ini. Tetapi manusia dapat memahami dengan lengkap, yaitu jika dia dapat mengembalikan semua hal kepada-Yang Menciptakan Segala Hal, dan mengikhlaskan semuanya. Matematika pun juga tidak lengkap, karena jika matematika lengkap pastilah tidak konsisten. Para ilmuan lebih memilih untuk mempertahankan kekonsistenan matematika, sehingga karena matematika itu konsisten maka tidaklah lengkap.

    ReplyDelete
  9. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Memahami reduksi, maka perlu juga memahami lengkap. Manusia mungkin lengkap secara fisik, namun belum tentu lengkap dalam hati dan perbuatan baiknya. Manusia penuh keterbatasan, oleh karena itu manusia hanya bisa brpikir sesuai dimensi ruang dan waktunya. Terhadap cara memandang suatu hal juga berbeda – beda karena daya pikir manusia dan cara pandang terhadap suatu hal juga berbeda – beda.

    ReplyDelete
  10. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Menjadi lengkap merupakan idaman bagi setiap manusia, namun karena keterbatasan yang dimiliki manusia itu sendiri sehingga manusia tidak dapat lengkap secara seutuhnya. Namun, dengan karunia yang diberikan Allah SWT, manusia akan selalu berikhtiar untuk melengkapi ketidaklengkapan hidupnya.

    ReplyDelete
  11. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia memiliki keterbatasan disegala hal begitu juga manusia hanya dapat memikirkan apa yang ada dan yang mungkin ada. Pikiran manusia dapat mereduksi sesuatu yang lengkap sesuai ruang, waktu, dan peruntukkannya.Maka dengan itu berikhitiarlah agar dapat melengkapi hidupnya.

    ReplyDelete
  12. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kemampuan manusia itu terbatas, sehingga apa yang ia ketahui juga terbatas. Dengan belajar manusia pada hakekatnya juga ingin menggapai lengkap. Namun sebenar-benarnya lengkap hanyalah milik Tuhan YME. Sehingga jangan berlaku sombong karena ilmu yang dimiliki.

    ReplyDelete
  13. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Merasa ingin lengkap dan tercukupi semuanya adalah kodrat manusia. manusia ingin lengap semuanya. semua tercukupi, tetapi ketahuilah bahwa semua butuh proses, semua butuh usaha, semua butuh doa dan tentunya usaha keras tadi. manusia hanya bisa berusaha dengan semaksimal yang dia bisa tetapi tetap Tuhan YME lah yang menentukannya.

    ReplyDelete
  14. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika memikirkan sesuatu, memang banyak hal yang sering terlupakan. Untuk mengingat hal tersebut biasanya hanya diingat hal – hal yang unik sesuatu itu. Padahal hal – hal lain yang sering terlupakan kadang juga berpengaruh terhadap sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  15. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Dapat dikatakan sempurna jika di dalam diri manusia terdapat kekurangan dan kelebihan. Setiap manusia berbeda-beda kombinasi kelebihan dan kekurangan. Untuk itulah maka manusia membutuhkan manusia lainnya untuk saling melengkapi sehingga terjadilah harmonisasi antara mereka.

    ReplyDelete
  16. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Elegi menjelaskan tentang kelengkapan.Kelengkatan terhadap obyek pikir di mana kita tidaklah pernah memikirkannya secara lengkap. Karena manusia sejatinya memiliki keterbatasan dan dengan metode berpikirnya yang reduksi maka seseorang itu hanya mampu membayangkan suatu obyek dengan batas tertentu. Mendengar kata lengkap saya ingat teori godel tentang kelengkapan. Teorema tidak lengkap yang pertama yaitu:
    Jika matematika lengkap maka matematika tidak konsisten.

    ReplyDelete
  17. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kadang manusia tidak sadar diri dengan menganggap bahwa kemampuannya tidak terbatas. Padahal kuasa, tenaga, kemampuan, akal pikiran yang dimiliki manusia ialah terbatas. Dapat dikatakan segalanya yang dimiliki manusia ada batasnya. Jadi manusia tidaklah sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Allah SWT memberikan kemampuan berpikir bagi manusia agar manusia mampu mengembangkannya untuk melengkapi ketidaksempurnaannya. Maka untuk melengkapi hidupnya seorang manusia diwajibkan untuk selalu berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Menurut elegi menggapai kelengkapan ini semua yang menjadi obyek pikir tidaklah pernah dipikirkan secara lengkap oleh seseorang. Karena manusia sejatinya memiliki keterbatasan dan dengan metode berpikirnya yang reduksi maka seseorang itu hanya mampu membayangkan suatu obyek dengan batas tertentu. Kemudian dijelaskan bahwa lengkap itu sendiri tidaklah bisa dikatakan lengkap karena lengkap juga merupakan obyek pikir. Selain itu, saya juga memahami bahwa obyek pikir itu merupakan sesuatu yang lengkap namun manusia yang memikirkannya tidak pernah secara lengkap.

    ReplyDelete
  20. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap manusia pasti menginginkan kehidupan yang lengkap. Manusia pasti selalu berpikir bagaimana menggapai kelengkapan tersebut, namun saat itulah ketidaklengkapan ada pada diri manusia. Karena manusia hanya mampu berpikir pada objek yang terbatas. Manusia hanya bisa berdoa dan berikhtiar kepada Allah swt.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Manusia hakekatnya terbatas dalam semua hal. Dalam berfikir, berkata, bertindak, bahkan dalam berdo’a pun terbatas. Manusia selalu berdo’a dan berusaha dengan sungguh-sungguh akan tetapi keterbatasan manusia selalu menjadi kendalanya dalam memikirkan objek yang ada dan yang mungkin ada agar terbebas dari ruang dan waktu. Semua orang menginginkan kelengkapan dari hidupnya akan tetapi banyak yang mencari-cari kelengkapan dalam dunianya sampai lupa akan kelengkapan untuk akhiratnya. Maka kita harus selalu berdzikir kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi menggapai lengkap menceritakan bagaimana kelengkapan menuju kesempurnaan. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara ciptaan-Nya. Namun tiadalah manusia yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata. Setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, tidak ada alas an bagi kita untuk terlalu membanggakan diri apabila kita memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Begitu pula sebaliknya jika kita mempunyai kekurangan jangan terlalu merendahkan diri. Kekurangan kita adalah alas an untuk kita selalu introspeksi diri dan selalu berjuang untuk meningkatkan kekurangan kita menjadi kelebihan dan untuk selalu mensyukurapa yang Allah berikan kepada kita.

    ReplyDelete
  23. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sesungguhnya tiada yang sempurna, kesempurnaan itu hanyalah milik Allah. Setiap makhluk selalu mengharap kelengkapan namun selalu saja ada reduksi yang menyertainya karena sebenar-benarnya kehidupan adalah adanya keseimbangan antara kelengkapan dan reduksi sehingga selalu saja ada kaya miskin, baik buruk, pintar bodoh dan seterusnya. Manusia juga dikaruniai kemampuan untuk menyederhanakan semua yang ada dan yang mungkin ada yang menjadi obyek pikirannya. Inilah yang dinamakan kemampuan mereduksi. Kemampuan ini pun juga terbatas. Oleh karena itu, kita harus berpikir reduksi dengan dengan tepat, sesuai dengan ruang dan waktu, kapan, dimana, dan kepada siapa reduksi itu kita lakukan.

    ReplyDelete
  24. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    "sebenar-benar hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap. Sebenar-benar reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Sebenar-benar lengkap adalah idamanmu".

    Selama ini seringkali terlintas seperti alur elegi ini, "saya bisa kok membuat kue seperti si A, saya bisa kok mengerjakan soal Biologi seperti si B, saya bisa kok membuat hiasan muka seperti si C, saya bisa kok seprti D, E, F, dst. Namun kenapa saya hanya diminta untuk mengajar matematika? Kenapa saya tidak diberikan kesempatan untuk ikut pelatihan P? dst". Setelah membaca postingan ini dan membaca nasehat pada bagian akhir, saya pikir memang hidup ini butuh reduksi bukan untuk menghilangkan atau merendahkan seseorang/sesuatu namun untuk memfokuskan agar bisa menghasilkan sesuatu yang benar-benar bernilai dan mempunyai ciri yang membedakan dengan orang/benda lainnya.

    "Sebenar-benar reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya". Benar sekali. Mungkin saja kita bisa memasak dengan baik sekaligus mampu menyelesaikan soal-soal olimpiade matematika, mungkin saja kita juga mampu berbenah dan menatata ruangan bak arsitek interior, dan kemungkinan-kemungkinan yang lain. Namun, ada kalanya kita tidak membutuhkan semua itu, yang dibutuhkan hanya kemampuan memasak jika di rumah maka tereduksilah kemampuan super menyelesaikan soal olimpiade matematika. Begitupun sebaliknya, mungkin ketika mengajar matematika yang dibutuhkan kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika maka tereduksilah kemampuan memasak. Postingan Elegi Menggapai Lengkap ini menyadarkan kita untuk pintar dalam menempatkan sesuatu dengan mereduksi sesuatu yang tidak pada tempat, waktu dan keperluannya. Meski begitu ikhtiar dalam berbagai hal dan doa tetap harus dipupuk agar semakin menjadi manusia yang senantiasa cerdas dalam mereduksi seusai dengan yang diperlukan serta bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  25. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika 2017

    Terimakasih bapak postingannya.
    Postingan bapak memberikan nasehat kepada saya agar saya dibekali dengan metode berpikir reduksi. Sejak lahir hingga mati, semua manusia menggunakan metode reduksi untuk terbebas dari jebakan ruang dan waktu. Kodratnya bahwa manusia diberi karunia untuk selalu berikhtiar agar dapat melengkapi hidupnya. Jadi kita harus bisa memilah milah ilmu yang kita gunakan tepat pada tempatnya. Karena dalam hidup tidak semua keahlian/ilmu dapat kita gunakan dalam situasi tertentu.

    ReplyDelete
  26. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Terima kasih atas ilmu yang disampaikan. Dari elegi diatas saya belajar mengenai lengkap dan ada kalitannya dengan reduksi. Jika berbicara tentang lengkap didunia ini tidak ada yang lengkap, yang ada hanya menggapai saja. Mengapa demikian? Karena apa yang ada dan yang mungkin ada dari obyek pikir kita itu sesungguhnya telah mengalami reduksi. Penyederhanaan sifat aslinya, sehingga hanya beberapa sifat saja yang dimunculka, ini kekurangan reduksi.
    Sedangkan hakikat lengkap hanya milik Allah Ta’ala. Sehingga yang perlu kita ikhtiarkan karena kita tidak bisa mencapai lengkap itu maka kita tetap berusaha menggapainya dengancara banyak membaca dan belajar kontinu tanpa henti.

    ReplyDelete
  27. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia adalah makhluk yang terbatas dan tidak sempurna. Manusia tidak mampu mengingat seluruh obyek pikir. Oleh karena itu untuk membangun pengetahuan yang baru, manusia mereduksi sebagian obyek pikir lainnya. Manusia dituntut untuk selalu berikhtiar agar mampu menyelaraskan dan menyeimbangkan antara reduksi dan lengkap.

    ReplyDelete
  28. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Saya setuju dengan elegi ini bahwasanya dikarenakan keterbatasan manusia, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu, manusia dibekali dengan metode berpikir reduksi dimana akan terbebas dari jebakan ruang dan waktu.
    Keterbatasan manusia ini menyebabkan manusia tidak dapat lengkap memikirkan dirinya dan juga memikirkan obyek pikirnya. Sebenar-benar hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap. Sebenar-benar reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Sebenar-benar lengkap adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Maka janganlah lupa untuk berikhtiar atau berdoa kepada Allah agar hidup menjadi lengkap.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  29. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Manusia dilahirkan dengan berbagai acam kemampuan. Salah satunya adalah kemampuan untuk berpikir. Berpikir sebetulnya tidak terbatas atau ‘infinity’. Tidak terbatas dalam hal ruang dan waktu. Seperti yang Prof. tuliskan pada Elegi Menggapai lengkap di atas. Dapat saya ambil pelajaran bahwa sebagai manusia sudah kodratnya untuk selalu berikhtiar mengharap ridhoNya. Selain itu, sebagai manusia tentu memiliki keterbatasan-keterbatasan sehingga perlu untuk memilih mana yang harus dijadikan sebagai obyek pikirnya. Reduksi dan lengkap haruslah dikombinasikan dengan baik agar terciptalah keseimbangan hidup yang lebih baik. Hal yang dapat kita lakukan sebagai manusia yaitu mempelajari ilmu-ilmu yang ada kemudian mengaplikasikan yang baik dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  30. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Uraian di atas menjelaskan bahwa yang dipikirkan oleh manusia hanyalah penyederhanaan dari seluruh sifat objek. Pikiran manusia itu terbatas dan tidak mungkin memikirkan seluruh sifat suatu objek secara lengkap. Inilah yang disebut reduksi objek pikiran. Saya sepakat dengan Pak Marsigit bahwa sebenar-benar hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap.Namun dalam melakukan reduksi objek pikir tidak sembarangan, karena sebenar-benar reduksi adalah yang sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya.

    ReplyDelete
  31. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Manusia dianugerahkan kemampuan untuk berpikir. Berpikir yang dilakukan berada dalam semesta yang ada dan mungkin ada sehingga kemampuan manusia untuk berpikir terbatas. Kita dapat memikirkan sesuatu sesuai konteks dan batas yang dapat kita jangkau. Maka diperlukanlah keseimbangan antara reduksi dan lengkap. Berikhtiarlah kepada Allah SWT agar selalu diberi petunjuk dan agar dilengkapi hidup kita.

    ReplyDelete
  32. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Maka dapat aku katakan bahwa sebenar-benar hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap"
    Keseimbangan. Saya setuju bahwa dalam kehidupan kita sudah semestinya dijalankan secara seimbang. Sebagaimana pentingnya kedua pengetahuan, a priori da a posteriori. Sekali lagi manusi juga merupakan makhluk yang diberikan akal pikir, daya, dan nurani. Beberapa aspek tersebutlah senjata dalam berikhtiar.
    Melalui postingan ini saya kembali belajar bahwa kesombongan, tinggi hati, merasa puas, merasa cukup, merasa lengkap adalah sesuatu yang membuat kita "tidak ada".

    ReplyDelete
  33. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Seperti halnya ilmu pengetahuan yang tak pernah habis digali, maka hakikat lengkap memang tidak sesederhana itu. Keterbatasan pemikiran manusia tentang apa-apa yang ada di muka bumi ini memang sangat jelas karena manusia juga merupakan makhluk ciptaan. Maka kekurangan/kelemahan atau kelebihan/keunggulan setiap manusia yang berbeda-beda diciptakan agar tidak ada manusia yang mengaku sempurna dan lengkap, namun tetap mensyukuri apapun yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  34. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Manusia dianugerahi sesuatu yang tidak dimiliki mahluk ciptaan Allah SWT yang lainnya, yakni akal pikiran, dengan akal pikiran tersebut manusia dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing sehingga dapat menggapai lengkap
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  35. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sebanyak-banyaknya manusia berusaha menggapai lengkap, tetap saja manusia masih memiliki keterbatasan-keterbatasan yang menghalanginya untuk menggapai lengkap dengan sempurna karena manusia hanyalah mahluk ciptaan Yang Maha Sempurna.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  36. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Elegi menggapai lengkap, dari elegi tersebut saya belajar bahwa manusia jauh dari kesempurnaan dan terbatas. Oleh karena itu manusia tidak dapat memikirkan seluruh obyek pikir secara lengkap, sehingga manusia dikaruniai lengkap dan reduksi. Maka tugas manusia adalah berikhtiar menjaga keseimbangan antara lengkap dan reduksi, sehingga dapat mencapai lengkap yang sesuai dengan yang diidamkan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  37. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Obyek pikir adalah suatu fenomena yang dipikirkan oleh manusia. Pada hakikatnya semua obyek pikir memiliki definisi, karakteristik, dan sifat-sifat masing-masing bahkan lengkap sebagai karunia dari Allah SWT. Namun, keterbatasan manusia memunculkan reduksi terhadap obyek pikir yang dihadapi, namun sesungguhnya reduksi tersebut juga sebuah kodrat manusia dari Allah karena yang absolut menguasai semua adalah Allah SWT. Namun terkadang manusia lupa akan keterbatasannya sehingga beranggapan bahwa kelengkapan telah dimiliki. Sama halnya dengan menggapai ilmu, sesungguhkan ilmu itu sendiri akan mengalami reduksi saat diterima oleh masing-masing manusia.

    ReplyDelete
  38. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah dikaruniai dengan kemampuan berpikir. Namun juga memiliki keterbatasan dalam berpikir itu. Semua objek berpikir yang ada dan mungkin ada tidak akan bisa dipikirkan oleh manusia secara lengkap. Karena kemampuan berpikir manusia adalah metode berpikir reduksi. Berdasarkan elegi di atas, keterbatasan akan hal itu menjadikan manusia tidak akan pernah mencapai lengkap yang sesungguhnya. Karena setinggi-tinggi lengkap adalah lengkap absolut hanyalah milik Allah SWT. Oleh karena itu jangan hanya sibuk mencapai lengkap, agar hidup menjadi sebenar-benar hidup maka menyeimbangkan antara lengkap dan reduksi adalah cara terbaik untuk itu.

    ReplyDelete
  39. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Reduksi itu yang sesuai dengan ruang dan waktu sedangkan lengkap adalah idaman. Maka sebenar- benar manusia itu tidaklah lengkap. Tiadalah manusia yang mampu berpikir lengkap. Karena sebenar-benar manusia terbatas sehingga membutuhkan reduksi. Meskipun begitu setiap manusia dikaruniai akal dan pikiran agar dapat terus berusaha menjadi lengkap meskipun tidak akan pernah menjadi lengkap. Dengan terus berusaha mencapai apa yang tidak mungkin kita capai, kita akan terus berusaha menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  40. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Lengkap dan reduksi adalah dua hal yang beriringan. Semua hal yang Tuhan ciptakan di dunia ini bersifat sempurna dan lengkap. Seperti hal-hal yang disebutkan di atas, yakni kubus, bola, guru matematika, mahasiswa, siswa, bilangan, dosen, diskusi, doa, dan lain-lainnya, sebenarnya kesemua benda itu mempunyai sifat yang lengkap. Tetapi karena keterbatasan seorang manusia, sifat benda yang lengkap itu hanya dapat dibahas beberapa sifat saja sesuai dengan ruang dan waktunya, hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi reduksi. Jadi, tidak ada satu obyek pikirpun di dunia yang dapat dipikirkan secara lengkap. Karena sebenar-benarnya lengkap adalah lengkap absolut, yakni kelengkapan hanya milik Tuhan YME.

    ReplyDelete
  41. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Manusia sebagai makhluk Tuhan yang identik dengan ketidak sempurnaan hanya bisa memikirkan segala sesuatu sebagian saja, tidak bisa menyebutkan lengkap, itulah sebabnya manusia berpikir reduksi, yaitu berpikir dengan melihat peruntukkannya. Karena ketika manusia berpikir lengkap maka sesungguhnya tidak akan bisa selesai untuk menjelaskan salah satu dari objek pikir saja. Sehingga kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan tak tidak sombong dengan apa yang kita miliki sekarang.

    ReplyDelete
  42. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Pada hakekarnya manusia merasa terbatas pada banyak hal. Padahal pada hakikatnya manusia adalah makhluk paling sempurna yang memiliki kemampuan berpikir yang tidak terbatas. Tetapi dengan sifat manusia yang hanya melihat keterbatasan sebagai hal yang dianggap palin menonjol dibandingkan dengan kemampuan dan kelebihan lain yang dimiliki. Sehingga hal tersebutlah yang sudah menjadi pemikiran klasik pada manusia jaman sekarang, yang melihat ketercapaian orang tidak secara keseluruhan tetapi mereka membatasi untuk melihat secara utuh. Contohnya saja dalam pembelajaran, kelulusan dahulu hanya ditentukan oleh beberapa mata pelajaran artinnya ini membatasi seseornag. Padahal kemampuan orang berbeda-beda, bisa saja dia tidak berbakat dari mata pelajaran yang diujikan pada UN, tetapi dia berbakat pada pelajaran lain. Tetapi dengan adannya keterbatasan anggapan tersebut membuat manusia tersebut seperti tidak lengkap.

    ReplyDelete
  43. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Setiap manusia mengguanakan akal pikiran untuk melakukan segala sesuatu. Namun akal pikiran tersbut juga ada batasannya, maka diatas diuaikan bagaimana reduksi pemikiran sangat perlu digunakan untuk membebaskan diri dari jebakan ruang dan waktu. Dalam mencapai harmoni, setiap manusia diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap. Pemikiran mana saja yang sebaiknya digunakan. Pemikiran direduksi sesuai, ruang waktu dan tujuannya.

    ReplyDelete
  44. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Setiap manusia, setiap objek yang ada dan yang mungkin ada didunia ini tidaklah ada yang lengkap atau sempurna. Karena absolutnya lengkap dan kesempurnaan hanyalah milik Allah. Karena keterbatasan manusia, maka dia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu maka manusia dibekali dengan metode berpikir reduksi. Sejak lahir hingga mati, semua manusia menggunakan metode reduksi. Sebetul betulnya reduksi adalah metode untuk terbebas dari jebakan ruang dan waktu. Sebenar-benarnya hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap. Sebenar-benar reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Sebenar-benar lengkap adalah idamanmu.

    ReplyDelete
  45. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    reduksi dan lengkap, dua hal yang sudah menjadi ketetapan di dunia ini. keduanya harus seimbang, jika terjadi ketimpangan, maka akan terjadi suatu keanehan atau mungkin kekacauan. maka sebanar-benar hidup adalah yang mengalami reduksi dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  46. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini memiliki keterkaitan dengan metode berpikir reduksi, karena lengkap adalah lawan reduksi. Manusia harus senantiasa bersyukur karena Allah Subhanahu Wataalah menciptakan manusia berpikir dengan metode reduksi dari awal hidupnya hingga meninggal dunia. Coba kita bayangkan keadaan kita, jika semua tak berhingga kejadian yang ada dan telah kita lewati tetap ada dalam ingatan kita, maka kehidupan kita akan gelisah dan cemas karena bayang-bayang masa yang telah kita lewati. Akan tetapi, tiadalah Allah menciptakan sesuatu kecuali ada kebaikan di dalamnya. Oleh karena itu, sejalan dengan nasehat orang tua berambut putih pada elegi ini, menyeimbangkan antara reduksi dan lengkap adalah sebenar-benar hidup yang sebaiknya kita jalani.

    ReplyDelete
  47. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Manusia memiliki keterbatasan. Karena keterbatasan itulah sesungguhnya manusia itu sebagai tidak lengkap. Yang sebenar-benar lengkap hanyalah Allah SWT. Sebagai manusia ciptaan Allah, kita wajib berusaha menggapai kelengkapan, meskipun kita tidak akan pernah mendapatkan lengkap, setidaknya kita mendekati lengkap. Jangan sampai kita jauh dari usaha menuju kelengkapan, karena dikhawatirkan kita hanya akan bangga dengan kelengkapan sesuai dengan yang diidam-idamkan, bukan kelengkapan yang sesuai dengan usaha kita. Dengan kemampuan berpikir, diharapakan kita dapat mencapai tujuan hidup kita dengan tidak lupa senantiasa berdoa dan berikhtiar.

    ReplyDelete
  48. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Prof
    Lengkap, di dalam hidup ini lengkap merupakan hal yang diharapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, ternyata sebenar-benar lengkap adalah hanyalah milik Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha menggapai lengkap. Lengkap ada untuk mengawasi reduksi. Karena dalam kehidupan ini manusia selalu melakukan reduksi maka reduksi harus diawasi karena reduksi yang berlebihan akan menghilangkan semua sifat dari yang ada dan yang mungkin ada sehingga perlu diimbangi dengan menggapai lengkap. Jadi hidup untuk melakukan reduksi dan menggapai lengkap.

    ReplyDelete
  49. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sungguh amat menarik. Karena setiap obyek memiliki sifat yang sangat amat buanyak dan ingin dilihat secara lengkap. Namun, apalah manusia yang hanya mampu memikirkan bahkan kurang dari sebagiannya saja. Terimakasih kepada metode berpikir reduksi karena membantu kami memilih apa yang seharusnya kami pikirkan. Terimakasih Tuhan telah membekali manusia dengan metode berpikir reduksi. Wah, tapi kami ternyata sering menyalahgunakannya. Sengaja menghilangkan suatu sifat sehingga obyek tak ternilai dengan baik, bahkan merasa diholimi. Maafkan kami yang tak menilaimu dengan baik ya obyek, ketahuilah manusia terbatas ini tak dapat memikirkan segala hal maka kami memilih yang ingin kami pikirkan, maka maaf jika yang kami pilih kurang merepresentasikan dirimu wahai obyek. Maaf pula Tuhan, jika kami menyalahgunakan kemampuan kami untuk memilih.
    Sebagaimana tertulis dalam elegi di atas bahwa: "... sebenar-benar hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap" maka menjaga keseimbangan itu adalah sangat amat penting. Berkaitan dengan harmoni, bagaimana keseimbangan menjadi suatu harmoni yang membuat keindahan hidup terlihat jelas.

    ReplyDelete
  50. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    tidak ada satu hal pun yang sempurna didunia ini. setiap hal pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. namun kita sebagai manusia dapat menyeimbangkannya dengan segala hal yang ada pada diri kita. lengkap dan saling melengkapi itulah yang harus kita lakukan untuk menyeimbangkan kelemahan dan kelebihan tersebut.

    ReplyDelete
  51. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Saya menyadari bahwa diri saya sendiri tidak mampu menggapai lengkap. Saat saya merasa lengkap pada satu sisi sejatinya banyak sisi yang lain yang masih kurang namun tertutupi sifatnya. Bagi saya, jika saya dapat memperbaiki dari kekurangan-kekurangan yang ada itu juga merupakan usaha dalam menggapai lengkap relatif. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan upaya mengatasi jebakan yang selalu ada dalam ruang dan waktu. Elegi yang sangat reflektif.

    ReplyDelete
  52. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Lengkap identik dengan sempurna, pas, dan tak ada yang kurang. Seperti pendapat diatas bahwa manusia diberi nikmat jasmani dan rohani untuk selalu berikhtiar, tak luput pula dari doa dan diakhiri dengan tawakal. Akan tetapi kita juga memiliki keterbatasan akal dan pikiran yang tak mampu menembus batas, tetapi kita harus mempercayai akan kuasa-Nya.

    ReplyDelete
  53. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi diatas menjelaskan tentang kelengkapan alias kesempurnaan yang hanya dimiliki oleh Allah SWT. Dari elegi tersebut kita belajar bahwa kita terbatas dan ilmu pengetahuan itu tidak terbatas dan selalu berkembang. Maka kita boleh berpuas diri dan lelah dalam belajar. Keterbasana manusia adalah hal yang memng harus diakui karena manusia tempat nyakhilaf dan juga kurang. Dengan keterbatasan yang ada tersebut kita harusselaalu menginggat yang maha sempurna. Manusia terbatas dalam ruang dan waktu. Namun datiketerbatasan yang dimilliki manusia kita harus selalu saling melengkapi kekurangan yang ada agar tercipta kehidupan yang harmonis dan saling membantu.

    ReplyDelete
  54. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari elegi diatas saya menyadari bahwa objek fikir manusia itu tereduksi, baik itu secara sadar ataupun tidak sadar. Ini dikarenakan kemampuan manusia yang terbatas untuk mengungkap dan mengigat sifat-sifat dari semua objek pikir. Hal ini juga yang harus kita pahami bahwa pandangan setiap manusia akan berbeda, hal ini dikarenakan sifat yang terekam dalam fikiran manusia itu tidak lengkap, sehingga muncul sudut pandang. Semoga kita diberi kebijaksanaan oleh Tuhan sehingga dapat memadang segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Amiin.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  55. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Setelah membaca elegi diatas, yang dapat saya pikirkan adalah bahwa segala sesuatu itu tidaklah mungkin lengkap dalam pikiran manusia. Keterbatasan manusia dalam berpikir tidak memungkinkan untuk mengandaikan sesuatu yang lengkap, karena selengkap-lengkapnya suatu obyek pikir manusia, pasti masih terdapat beberapa hal yang belum termasuk dalam obyek pikir tersebut yang sebenarnya merupakan sifat dari obyek yang sedang dipikirkan. Maka, sebagai manusia yang tidak sempurna, hendaknya kita tidak terlalu ambisius dan terlalu perfeksionis dalam menjalani kehidupan. Ada kalanya sesuatu itu memang tidak semuanya harus dipikirkan, ada kalanya sesuatu itu tidak harus dimasukkan dalam obyek berpikir. Karena sebaik-baiknya pikiran manusia adalah yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  56. Muh WIldanul Firdaus
    17709251047
    PPs P.Mat C

    Obyek pikir jika berada didalam pikiran manusia akan tereduksi sehingga terbebas dari jeratan ruang dan waktu. Sehingga untuk mencapai lengkap obyek pikir tersebut harus dilekatkan dengan ruang dan waktu. Namun itu saja tidak akan pernah cukup, karena manusia memiliki keterbatasan.

    ReplyDelete
  57. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb. Dalam konteks kebutuhan sehari-hari, sebagai makhluk ekonomi, manusia tidak akan mungkin menggapai kepuasaan yang hakiki. Dengan kata lain, manusia memiliki kehendeak yang tidak terbatas. Oleh karena itu, menggapai lengkap adalah suatu yang relative tidak mungkin, sebab kelengkapan dalah ketidaklengkapan baru dalam waktu-waktu yang akan datang. Namun, Allah sudah mengatur itu. Itulah sebabnya Islam hadir untuk menghindarkan kita dari fitnah kemiskinan dan fitnah kekayaan.

    ReplyDelete
  58. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Tak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap kita mengatakan bahwa sesuatu itu lengkap atau sempurna, kita pasti bisa menyebutkan satu kekurangan sesuatu tersebut. Sehingga kata lengkap untuk sesuatu tersebut tidak dapat dilekatkan lagi. Namun demikian, hal tersebut juga menjadi keuntungan karena jika kita memiliki kesempurnaan justru kita akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan aktivitas kita sehari-hari. Misalnya kita diberi kesempunaan dalam mengingat, hal-hal yang membuat kita sedih justru akan terus teringat sehingga akan mengganggu kegiatan kita selanjutnya karena tidak fokus dan selalu teringat hal yang membuat sedih.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  59. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Lengkap bermakna sempurna. Manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Allah dengan keunikan sendiri, tapi kesempurnaan yang dimaksud adalah kesempurnaan dengan batasan sebagai ciptaan bukan pencipta, maka tetaplah ada kekurangannya. Karena yang Maha Sempurna adalah Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

    Manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, sehingga jika ada kekurangan bisa ditutupi dengan kelebihan yang ada, jika belum tahu kelebihan apa yang dimiliki oleh seorang manusia, maka carilah kelebihan itu seperti mencari ilmu. Manusia juga memiliki batasan yang tidak bisa dilewati, maka dari itu hiduplah dengan menjaga nilai keseimbangan yang ada sehingga akan menggapai nilai lengkap atau kesempuranaan yang sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  60. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Keterbatasan manusia, keterbatasanku, menemui bahwa manusia, diriku tidaklah lengkap. Pemahamanku tentang diriku sendiri pun jauh dari lengkap. Namun aku merefleksikan bahwa inilah yang membuat aku bisa hidup, bersosial. Aku tidak dapat membayangkan diriku yang memikirkan sesuatu dengan lengkap, aku tak kan berhasil mengkomunikasikan apapun kepada orang lain, sebab tak kan selesai aku menjelaskan segalanya agar lengkap. Di sini reduksi kemudian membuat hidup menjadi lebih seimbang. Aku jadi bersyukur karena diciptakan terbatas. Dengan begini aku bisa menikmati kehidupanku, dan mensyukuri alam semesta yang di luar pikiranku untuk mengetahuinya secara lengkap. Dari situ aku bisa menyadari betapa kecilnya diriku ini, di tengah kemahakuasaan Tuhan.

    ReplyDelete
  61. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sewaktu membaca elegi menggapai reduksi saya berpikir saya telah menambah ilmu saya, namun ketika membaca elegi menggapai lengkap saya berpikir bahwa ternyata saya masih belum tahu apa-apa, saya masih harus terus membaca dan belajar.
    Manusia mempunyai keterbatasan. Tidak hanya keterbatasan kemampuan, identitas, sifat melainkan juga terbatas dalam memikirkan yang ada dan yang mungkin ada, terbatas karena tidak dapat lengkap memikirkan dirinya dan obyek pikirnya. Maka benarlah firman Allah dalam Q.S Al Baqarah ayat 216 bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang baik dan yang buruk, sedangkan manusia tidak mengetahui.

    ReplyDelete
  62. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa salah satu indikator sempurna adalah lengkap, Lengkap adalah idaman, namun dalam perjalanan kadang terjadi reduksi, jadi dalam menjalani kehidupan ini kami menyadari bahwa sesungguhnya kami harus dan mampu untuk menjaga keseimbangan antara reduksi dan kelengkapan. Sebenar-benar reduksi yang dilakukan secara bijaksana adalah reduksi yang dilakukan sesuai dan tepat dengan ruang, waktu dan peruntukkannya. Sebenar-benar lengkap adalah idaman bagi semua orang. Akan tetapi hal yang kami pahami seseungguh sesuatu yang sudah lengkap itu belum tentu sempurna.

    ReplyDelete
  63. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Elegi menggapai lengkap ini mengingatkan kita kembali bahwa apapun yang ada dalam diri kita semuanya mempunyai keterbatasan. keterbatsan itulah yang bisa dikatakn reduksi dari apa yang sudah dianggap lengkap sesuai dengan ruang dan waktunya. Dan untuk menjadi lengkap adalah harapan bagi semua orang, akan tetapi kita harus menyadari hal itu dengan mengimbangi keterbataan-keterbatasa yang dimiliki. Sehingga kita dapat sadar tidak ada yang dapat memnuhi kelengkpan tersebut kecuali Allah, dan manusia hanaya lah dapat terus berusaha untuk menggapai lengkap, bukan menganggap apa yang ada pada diri kita sudah lengkap dan tidak ada keterbatasannya.

    ReplyDelete
  64. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Manusia bukanlah makhluk yang tidak memiliki batas kemampuan. Bahkan cukup mengerikan jika manusia tidak memiliki batas kemampuan. Jika manusia tidak memilki batas kemampuan, manusia bisa melihat makhluk-makhluk gaib yang selama ini tidak bisa kita lihat karena keterbatasan manusia. Jika manusia tidak memiliki batas kemampuan, manusia bisa mendengar jeritan jenazah yang telah dikubur. Sungguh mengerikan. Maka beruntunglah manusia karena memiliki keterbatasan. Karena keterbatasan ini pula, manusia mengembangkan berfikir reduksi. Mereduksi pikiran dan ingatan yang dirasa tidak diperlukan untuk memecahkan suatu masalah.

    ReplyDelete
  65. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Manusia mempunyai batasan-batasan yang tentunya malah akan mempermudah hidupnya. Misalnya dalam mengingat sesuatu, kita pasti ada yang kelupaan suatu saat. Coba misalkan seseorang ingat semuanya, maka hidupnya akan tidak tenang karena selalu kepikiran masa lalu, sehingga jadi susah move on. Secara langsung manusia menggunakan metode reduksi dalam hidupnya, sehingga pada hakekatnya manusia itu tidak akan pernah lengkap, namun menuju lengkap.

    ReplyDelete
  66. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sudah kodratnya bahwa manusia itu memiliki keterbatasan. Ia tidak akan pernah bisa mengungkap semua yang ada dan yang mungkin ada. Ia tidak akan bisa menyebutkan segala sesuatu dengan lengkap, termasuk menyebutkan sifat-sifat dirinya secara lengkap. Oleh karena itu sejak lahir hingga mati semua orang menggunakan metode reduksi. Dari sini dapat kita ambil hikmahnya bahwa, sebenar-benar kata orang tentang kita, semua itu ia katakan dengan metode reduksi atau apa yang ia pikirkan tentang kita adalah sudah mengalami reduksi, sehingga kita tidak boleh mudah berbangga diri karena sanjungan manusia dan juga sebaliknya kita tidak boleh mudah terpuruk dengan celaan manusia. Sebener-benar yang bisa menilai kita dengan lengkap adalah Allah SWT. Oleh karena itu hendaknya kita tidak perlu risau dengan apa yang akan orang pikirkan tentang kita, tapi risaulah dengan apa yang Allah akan pikirkan tentang kita, bagaimana Allah akan menilai kita, karena hanya Dia yang mampu menilai kita dengan lengkap. Wallahua’lam.

    ReplyDelete
  67. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Manusia hanya bisa memikirkan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, itupun masih dipersingkat lagi, manusia memikirkan sesuatu yang sedang ia pikirkan, sesuatu yang lain ditaruh di rumah epoche dalam memahami reduksi, tentulahh kita memerlukan lengkap, karena keduanya saling ada dan saling kontradiksi

    ReplyDelete
  68. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. manusia memang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, namun dalam kesempurnaan tersebut diciptakan pula keterbatasan. Hal tersebut bisa dikatakan sebangai ketidaklengkapan dalam lengkap. Menurut saya hal itu diciptakan agar manusia dapat mensyukuri segala kelengkapan dan keterbatasan yang telah diberikan Allah SWT.

    ReplyDelete
  69. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Pelajaran yang dapat saya ambil dari elegi ini, adalah lengkap dapat dimaknai sebagai sesuatu yang sempurna, semua sifat ada dan melekat, hingga tidak ada yang tidak disebutkan. Tidak ada satupun di sunia ini yang lengkap , pasti ada yang kurang. Sebenar-benar lengkap hanya milik Tuhan. Selain itu, dalam memandang atau melihat sesuatu atau seseorang, hendaklah tidak hanya melihat dari satu sisi saja karena setiap hal memiliki banyak sifat, meski manusia juga memiliki keterbatasan untuk melihat semua sifat itu. Setidaknya, kita bisa menjadi lebih bijaksana dengan melihat sesuatu atau seseorang tidak hanya dari satu sisi saja.

    ReplyDelete
  70. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismuillah, dari elegi ini kembali saya menginstropeksi diri bahwa ternyata saya masih belum tahu apa-apa, saya masih harus terus membaca dan belajar akan banyak hal. Manusia mempunyai keterbatasan, baik kemampuan, identitas, atau keterbatasan dalam memikirkan yang ada dan yang mungkin ada, terbatas karena tidak dapat lengkap memikirkan dirinya dan obyek pikirnya. Sehingga, disinilah kita perlu rendah hati, bahwa kelengkapan yang kita sebebanrnya tidak lah lengkap. Tidak ada satupun di sunia ini yang lengkap, pasti ada yang kurang. Karena sebenar-benar Dzat yang lengkap hanyalah Allah swt. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  71. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Lengkap berarti komplit, padahal sebenar-benar lengkap adalah berbatas ruang dan waktunya. Manusia kesulitan memahami seluruh lengkap jika tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, maka terjadilah reduksi dari lengkap sesuai ruang dan waktunya. Keingintahuan dan keinginan yang lengkap adalah yang mengerti ruang dan waktunya, tujuannya apa, digunakan untuk apa.

    ReplyDelete
  72. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Dari elegi tersebut juga dimaknai bahwa lengkap berarti adalah sebuah idaman. Idaman setiap orang tentunya juga berbeda beda, sehingga lengkap menurut setiap orang juga berbeda-beda. Idaman setiap orang bergantung pada dimensinya, pengetahuannya,dan ilmunya.

    ReplyDelete
  73. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan dalam setiap dirinya. Pikiran manusiapun juga terbatas. Manusia tidak bisa dan tidak mampu memikirkan semua hal yang ada di dunia ini, hanya dapat memikirkan sebagian saja yang ada. Oleh karena itu maka manusia dibekali dengan metode berpikir reduksi. Sejak lahir hingga mati, semua manusia menggunakan metode reduksi. Sebetul betulnya reduksi adalah metode untuk terbebas dari jebakan ruang dan waktu

    ReplyDelete
  74. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Lengkap dalam artian sempurna adalah hanya milik Sang Pencipta. Tidak lah mungkin kita lengkap dalam segala hal. Menurut saya lengkap dalam elegi ini adalah bagaimana kita berpikir dengan baik dan sehat. Tidaklah mungkin kita berpikir tentang sesuatu secara menyeluruh karena keterbatasan kita. Lengkap dalam hal ini adalah saling melengkapi. Ilmu pengetahuan adalah hasil pemikiran-pemikiran orang-orang yang didalamnya saling melengkapi sehingga membentuk satu kesatuan dan selama ada yang berpikir maka ilmu akan terus berkembang.

    ReplyDelete
  75. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi diatas menjelaskan tentang kelengkapan alias kesempurnaan yang hanya dimiliki oleh Allah SWT. Dari elegi tersebut kita belajar bahwa kita terbatas dan ilmu pengetahuan itu tidak terbatas dan selalu berkembang. Maka kita boleh berpuas diri dan lelah dalam belajar. ilmu manusia dimata Tuhan Yang Maha Esa, hanya setets air di laut. bisa diayangkan bahwa banyak ketidak tahuan manusia, Jadi tidak boleh sombong dengan pengetahuan yang dimiliki manusia, karena manusia harus selalu belajar dan belajar serta berfikir dalam kehidupan. lengkap untuk ilmu pengetahuan yang seallau berkembang adalah sesuatu yang tidak bisa ditempuh. sehingga tugas kita hanya belajar, belajar dan belajar sampai ajal menjemputnya.

    ReplyDelete
  76. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia adalah makhluk yang sempurna dibalik ketidaksempurnaannya. Namun manusia selalu merasa kurang, ketakutan, iri terhadap segala sesuatu yang dimiliki orang lain, padahal tanpa dia sadari bahwa Tuhan telah menciptakan segala kekurangannya disertai pula dengan segala kelebihan. Terkadang manusia tidak menyadari apa yang dimilikinya karena terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran negatif yang menghinggapinya. Lengkap yang mutlak itu hanya milik Tuhan, namun manusia bisa berusaha untuk menggapai lengkap nya dengan terus belajar menjadi pribadi yang lebih berilmu dan beriman.

    ReplyDelete
  77. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas dapat dipahami bahwa sebenar-benar reduksi dan lengkap adalah unsuru sebuah keseimbangan. Reduksi harus disesuaikan dengan ruang dan waktunya dan kita sebagai manusia telah diciptakan oleh yang maha kuasa untuk memenuhi kodratnya untuk senantiasa berikhtiar memenuhi kelengkapan hidup

    ReplyDelete
  78. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Manusia diciptakan dengan kodrat memiliki banyak keterbatasan. Manusia yang paling cerdas sekalipun tidak akan bisa menggapai segalanya yang ada. Sudah menjadi garisan bahwa manusia tidak bisa memikirkan semuanya yang ada dan yang mungkin ada.
    Oleh karena itu, seharusnya manusia tidak sombong ataupun membanggakan diri, karena apa yang diketahuinya tidaklah seberapa. Kelengkapan dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT, Lengkap milik manusia masih relatif terhadap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  79. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terbatas, yang tidak sempurna. Sehingga ia hanya akan mampu mengenali sebagian sifat dari segala yang ada dan mungkin ada. Yang mengetahui semua sifatnya secara lengkap hanyalah Tuhan YME. Ketika kita memikirkan lengkap, itu hanya terjadi di dalam pikiran saja karena sampai disitulah batas dia mampu memikirkannya
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  80. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Idaman merupakan sebnar-benanrya lengkap dalam hidup kita. Karena kelengkapas kita itu sesuai dengan dimana kita semua. Sehingga idaman dari masing-masing orang itu berbeda. Hal ini memberikan makna bahwa lengkap bagi masing-masing individu itu juga tidak sama. Hal ii dikarenakan kita mengartikannya berdasarkan apa yang ada di dalam ruang dan waktu.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  81. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    “Sebenar-benar reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Sebenar-benar lengkap adalah idamanmu.” Kalimat ini menjalaskan bagaiman ilmu akan bermanfaat tatkala melihat unsure itu terjadi, baik ruang, waktu serta peruntukkannya. Melainkan satu tindakan ini maka ilmu yang sebagai jalan hidup manusia akan menjadi sebuah tindakan Cuma-Cuma. Sayangnya, sedikit orang yang memahami ilmu dalam kehidupan menggunakan tiga komponen tersebut, maka banyak orang yang memiliki kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Dengan tindakan ini, kita harus saling menghargai satu sama lain dan saling melengkapi dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  82. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    pada hakekatnya manusia tidak bisa berfikir secara lengkap, otak manusia tidak bisa memikirkan hal yang banyak secara bersamaan. itulah keterbatasan yang dimiliki manusia, mereka hanya memikirkan sebagian hal yang mampu mereka pikir. sebagian lagi dipikir oleh manusia yang lain yang bisa mengerjakan bagian tersebut. semua yang lengkap tidak dimiliki oleh manusia tetapi hanya milik Tuhan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  83. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Lengkap merupakan hal yang perfect atau sempurna, dalam kehidupan ini pemilik lengkap yang absolut hanyalah milik Allah SWT. Makhluk Tuhan tidak ada yang sempurna. Semua memiliki keterbatasan, dimana keterbatasan itu meliputi obyek pikir yang diantaranya bersifat reduksi. Oleh karena itu, keterbatasan obyek pikir, kelengkapan yang bersifat reduksi dari manusia merupakan salah satu cara untuk berikhtiar melengkapi hidupnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  84. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Elegi menggapai lengkap. Dalam kehidupan setiap manusia pasti ingin memiliki sesuatu yang lengkap sesuai dengan harapan dan keinginan. Namun manusia memiliki banyak kekurangan untu bisa lengkap dalam semua hal, oleh karena itu sbagai manusia yang penuh kekurangan kita sebaiknya sadar dan tawakal terhadap apa yang telah kita miliki tanpa memaksakan untuk lengkap dalam segala hal.

    ReplyDelete
  85. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Awalnya setelah saya membaca elegi menggapai reduksi, saya bersyukur nisa berfikir dengan cara mereduksi. Tetapi setelah membaca elegi lengkap ini, rasanya saya masih menjadi manusia yang kurang bersyukur. Karena sebenar-benarnya hidup adalah menjaga keseimbangan antara reduksi dan lengkap. Sebenar-benarnya reduksi ialah sesuai ruang, waktu, dan peruntukkannya, sebenar-benarnya lengkap ialah sesuai idaman kita. Ini berarti bahwa manusia memliki keterbatasan-keterbatasan untuk memikirkan sesuatu, tidak terbayangkan bukan jika kita tidak memiliki keterbatasan dan memikirkan segala sesuatu dengan lengkap? Maka dari itu lengkap menurutmu adalah sesuai idamanmu dan lengkpa menurutku sesuai dengan idamnku. Lengkap bagiku mungkin bukan idamanmu, dan lengkap bagimu belum tentu idamnku. Maka berkhusnudzonlah terhadap pikiran oranglain:)

    ReplyDelete
  86. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Lengkap tidak akan lengkap jika tidak ada reduksi. Lengkap dan reduksi sifatnya saling melengkapi. Merasa sepenuhnya lengkap atau mencapai suatu hal secara tuntas bukanlah suatu hal yang baik karena mematikan semangat untuk memperbaiki diri. Berbeda halnya merasa lengkap tetapi lengkap yang sesaat, yaitu merasa mencapai lengkap dari keseluruhan yang direduksi. Lengkap sesaat berarti menyadari bahwa kelengkapan itu merupakan kelengkapan dari sebagian keseluruhan, masih ada bagian-bagian lain yang harus dicapai. Lengkap sesaat ibarat menyelesaikan sebuah puzzle dari suatu seri. Satu puzzle tersebut selesai, tetapi masih ada puzzle lain dalam seri tersebut. Menyelesaikan satu seri pun bukan berarti selesai, masih ada keseluruhan cerita yang harus diselesaikan. Cerita itu adalah hidup kita. Cerita itu selesai ketika hidup kita sudah selesai, ketika Tuhan menganggap cerita kita sudah lengkap. Jadi masihkah kita merasa mencapai lengkap yang tidak direduksi ketika senyatanya kita masih ada di dunia ini?

    ReplyDelete
  87. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terima kasih Bapak atas Elegi Menggapai Lengkap yang telah Bapak share kepada kami. Dari elegi ini saya belajar bahwa lengkap tidak akan lengkap tanpa reduksi, untuk menggapai lengkap diperlukan perjuangan, kerja keras dan usaha. Pada hakekatnya manusia memanglah makhluk yang diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya, namun untuk kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Tiada yang bisa menandingi kebesaran dan kesempurnaan Allah.

    ReplyDelete
  88. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Pada hakekatnya lengkap itu yang ada dan yang mungkin ada. Adanya lengkap itu yang dapat menjadi penyeimbang adanya reduksi. Sejatinya pada diri manusia tidaklah ada yang sempurna, manusia pasti memiliki kekurangan dan keterbatasan. Dari adanya kekurangan dan keterbatasan itu, manusia diberikan karunia agar selalu berusaha untuk melengkapi hidupnya. Sebenar-benarnya kelengkapan hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  89. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pada elegi tersebut, saya belajar bahwa manusia tidak ada yang sempurna, semua manusia memiliki keterbatasannya masing-masing. Dengan keterbatasan manusia itu, maka manusia diberikan nikmat untuk selalu berusaha menyempurnakan/melengkapi hidupnya.

    ReplyDelete