Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua

Oleh Marsigit

Awal dan akhir adalah semua yang ada dan yang mungkin ada.
Maka tiadalah awal dan akhir itu di luar waktumu.


Awal dan akhir bukanlah tentang semua yang ada dan yang mungkin ada.
Maka awal dan akhir itu berada dalam pikiranmu.
Tiadalah awal jika dia bertemu dengan akhir.
Padahal aku menyaksikan awal berada di dalam akhir.
Tetapi yang demikian aku menjadi merasa tidak adil.
Karena aku bisa mengatakan bahwa akhir berada dalam awal.
Tiadalah akhir jika dia itu bertemu dengan awal.
Padahal aku menyaksikan akhir berada di dalam awal.
Tetapi yang demikian aku menjadi merasa tidak adil.
Karena aku bisa mengatakan bahwa akhir berada dalam awal.
Jika awal dan akhir itu berada di luar pikiranmu.
Maka itulah awal sama dengan akhir.
Padahal aku menemukan awal tidak sama dengan awal.
Aku juga menemukan akhir tidak sama dengan akhir.
Jika engkau bingung tetapkanlah saja awal tidak sama dengan akhir.
Jika engkau bersemangat awal mungkin sama dengan akhir.
Maka segala yang ada dan yang mungkin ada adalah awal dan akhir.
Jika awal dan akhir itu satu.
Maka Yang Satu itu Yang Kuasa.
Jika awal dan akhir itu banyak.
Maka aku termasuk di dalamnya.
Jika awal dan akhir itu diriku.
Itulah yang ada dan yang mungkin ada.
Jika awal dan akhir itu diri Nya.
Maka sudah pastilah ketetapan Nya.
Maka aku menemukan bahwa diriku itu berada di antara awal dan akhir.
Jika engkau ragu, itulah karena mereka berada di luar pikiranmu.
Sedangkan jika engkau paksakan mereka berada dalam pikiranmu.
Maka engkau masih diminta pertanggungjawabannya.
...
Maka renungkanlah.

5 comments:

  1. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Semua yang ada dan yang mungkin ada dapat menjadi awal dan akhir. “Maka tiadalah awal dan akhir itu di luar waktumu”.
    Elegi di atas mengisyaratkan bahwasannya. Semua yang ada dan yang mungkin ada dapat dikatakan awal dan akhir jika diukur dalam waktu bagi yang membuatnya menjadi awal dan akhir.
    Awal dan akhir dalam hidup ini sangatlah banyak tak berhingga.
    Awal dan akhir yang pasti hanya milikNya.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Segala sesuatu di dunia ini selalu berhubungan dengan yang namanya awal dan akhir. Tidak akan ada akhir bila tidak ada awal, begitupun sebaliknya. Awal dan akhir merupakan suatu rangkaian yang tidak akan terpisahkan. Awal dan akhir kehidupan semata-mata hanyalah ketentuan Allah SWT. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu di alam semesta ini. Oleh karena itu, pergunakanlah waktu yang kita miliki dengan sesuatu yang bermanfaat. Niat yang baik dan ikhtiar yang kita lakukan insya Allah akan menghantarkan kita pada tujuan yang kita harapkan. Amin.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Semua itu pasti ada awal dan akhir, saya jadi teringat tentang materi yang dijelaskan oleh Prof Marsigit tentang struktur konsep sederhana yang disebut dengan cakra manggilingan. Struktur tersebut juga ada awal dan akhir. Interaksi awal dan akhir jaman yang berputar. Contohnya dari segi spiritual manusia sejak awal sampai akhir jaman tetap saja dari keturunan Adam AS. Wilayah matematika murni pun berjalan dari awal sampai akhir jaman. Jika ingin mengkhususkan matematika model dari matematika murni harus jalankan dari awal sampai akhir pula.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D

    Awal dan akhir. Sebenarnya manusia tidak akan pernah mengetahui kapankah itu awal dan kapankah itu akhir. Kant telah memberikan kita contoh bagaimana proses berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka dari itu kita sebagai manusia yang tidak punya kuasa seperti-Nya hanya bisa berserah diri karena kita tidak akan pernah mempunyai kuasa untuk menentukan awal dan akhir hidup kita sendiri.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    menurut saya berdasarkan elegi ini dapat disimpulkan bahwa kita sebagai manusia bisa tidak bisa menentukan mana awal dari kehidupan ini, kadang itu merupakan rahasia ilahi. hanya saja kita perlu menyakini tanpa mempertanyakannya kembali.

    ReplyDelete