Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua

Oleh Marsigit

Awal dan akhir adalah semua yang ada dan yang mungkin ada.
Maka tiadalah awal dan akhir itu di luar waktumu.


Awal dan akhir bukanlah tentang semua yang ada dan yang mungkin ada.
Maka awal dan akhir itu berada dalam pikiranmu.
Tiadalah awal jika dia bertemu dengan akhir.
Padahal aku menyaksikan awal berada di dalam akhir.
Tetapi yang demikian aku menjadi merasa tidak adil.
Karena aku bisa mengatakan bahwa akhir berada dalam awal.
Tiadalah akhir jika dia itu bertemu dengan awal.
Padahal aku menyaksikan akhir berada di dalam awal.
Tetapi yang demikian aku menjadi merasa tidak adil.
Karena aku bisa mengatakan bahwa akhir berada dalam awal.
Jika awal dan akhir itu berada di luar pikiranmu.
Maka itulah awal sama dengan akhir.
Padahal aku menemukan awal tidak sama dengan awal.
Aku juga menemukan akhir tidak sama dengan akhir.
Jika engkau bingung tetapkanlah saja awal tidak sama dengan akhir.
Jika engkau bersemangat awal mungkin sama dengan akhir.
Maka segala yang ada dan yang mungkin ada adalah awal dan akhir.
Jika awal dan akhir itu satu.
Maka Yang Satu itu Yang Kuasa.
Jika awal dan akhir itu banyak.
Maka aku termasuk di dalamnya.
Jika awal dan akhir itu diriku.
Itulah yang ada dan yang mungkin ada.
Jika awal dan akhir itu diri Nya.
Maka sudah pastilah ketetapan Nya.
Maka aku menemukan bahwa diriku itu berada di antara awal dan akhir.
Jika engkau ragu, itulah karena mereka berada di luar pikiranmu.
Sedangkan jika engkau paksakan mereka berada dalam pikiranmu.
Maka engkau masih diminta pertanggungjawabannya.
...
Maka renungkanlah.

8 comments:

  1. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Berdasarkan “Elegi Menggapai Awal dan Akhir Kedua” maka segala yang ada dan yang mungkin ada adalah awal dan akhir yang berada dalam pikiran. Seperti kita terlahir dari Rahim seorang ibu merupakan AWAL dalam menjalani lika-liku kehidupan di dunia. Sedangkan AKHIR dalam kehidupan mu jika kamu sudah mati. Namun jika awal dan akhir berada dalam luar pikiranmu maka hal tersebut berhubungan dengan kuasa Allah SWT. Misalnya saja AKHIR sama dengan AWAL bahwa akhir kehidupanmu di dunia merupakan awal dari kehidupan di akhirat. Dan semua tindakanmu di dunia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  2. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B

    Dari elegi ini saya belajar bahwa awal bisa menjadi akhir, akhir bisa menjadi awal. Misalnya saja ketika memilih untuk pindah dari kota A ke kota B. Ketika pergi ke kota B artinya itu akhir kita menempati kota A, dan awal menempati kota B. Begitulah sebaliknya.

    ReplyDelete
  3. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Tiadalah awal tanpa akhir dan tiada pulalah akhir tanpa awal. Awal adalah akhir dan akhir adalah awal, selalu berputar-putar seperti itu. Bila kita gambarkan kehidupan kita dalam dimensi dunia, maka awalmu adalah lahir dan akhirmu adalah mati. Akan tetapi bila kita gambarkan dalam dimensi akhirat, maka awalmu adalah mati dan akhirmu hanyalah Allah yang tahu. Wallahu A’lam.

    ReplyDelete
  4. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kita tak bisa menentukan secara jelas dan tepat awal dan akhir karena segala yang ada dan yang mungkin ada adalah awal dan akhir. Dunia dan isinya diciptakan oleh Allah SWT, maka hanya Ia lah yang mengetahui dengan pasti awal dan akhirnya. Semoga pikiran,hati dan perbuatan kita mampu diawali dengan baik dan berakhir pula dengan baik.

    ReplyDelete
  5. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Awal dan Akhir, Awal berbeda dengan akhir namun awal bisa jadi sama dengan akhir. Hal tersebut tergantung dari sudut pandang kita. Contohnya saja, jika kita melihat dari pikiran kita maka awal sebuah kehidupan di dunia adalah kelahiran dan akhir kehidupan adalah kematian. Jika kita melihat dari luar pikiran kita maka kematian bukanlah akhir, melainkan sebuah awal dari kehidupan di akhirat yang kekal. Jadi awal tidak selalu berbeda dengan akhir, tergantung dari sudut pandang mana kita menginterpretasikanya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Maka aku menemukan bahwa diriku itu berada di antara awal dan akhir.
    Jika engkau ragu, itulah karena mereka berada di luar pikiranmu.
    Sedangkan jika engkau paksakan mereka berada dalam pikiranmu.
    Maka engkau masih diminta pertanggungjawabannya"

    Pendapat saya, benar juga ya keberadaan saya di antara awal dan akhir. Saya tidak benar-benar awal, dan saya bukan benar-benar akhir. Bisa saja awal ku adalah akhir orang lain atau malah akhirku sendiri. Atau malah sebaliknya, akhirku bisa jadi awal oranglain atau malah awalku sendiri. Sungguh tidak ada kebenaran yang absolut, selain kebenaran-Nya.

    ReplyDelete
  7. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Sebenarnya saya masih agak bingung tentang konsep awal dan akhir. Saya dapati bahwa awal itu adalah akhir dan akhir itu adalah awal sehingga mereka selalu saja berputar-putar pada definisi itu. Kehidupan ini terus berjalan, dan kita berada diantaraya. Jika kita refleksikan dengan kehidupan kita sendiri sebagai manusia maka awal kita adalah lahir dan akhir kita adalah mati.

    ReplyDelete
  8. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Saya tetarik dengan kalimat Bapak "Jika awal dan akhir itu diri Nya. Maka sudah pastilah ketetapan Nya. Maka aku menemukan bahwa diriku itu berada di antara awal dan akhir." Menurut penafsiran saya, sesungguhnya Allah SWT lah yang awal dan yang akhir. Kita sebagai hambaNya berada di dalam pengawasan Allah SWT. Tetapi jika di pandang dari sisi dunia, awal kehidupan manusia ialah kelahirannya dan akhir dari kehidupan manusia ialah kematiannya. Maka sebaik-baik hidup adalah bagaimana akhirnya, tidak peduli bagaimana awalnya. Maka semogalah kita termasuk ke dalam hamba yang senantiasa bertaubat sehingga ketika tiba di akhir hidup termasuk ke dalam golongan Husnul Khotimah.

    ReplyDelete