Mar 4, 2010

Elegi Anomali Sang Pemimpin

Oleh Marsigit

Pemimpin:

Aku deklarasikan dengan ini bahwa “AKU ADALAH ORANG TERDEPAN YANG MEMBERANTAS KORUPSI”

Koruptor:
Nyam..nyam...nyammm..mumpung ada kesempatan, mumpung mereka terlana...lumayan 7 trilyun...
Bailout...bailout....inilah kendaranku.

Rakyat:
Thunggg..thungg...thung...thung.....koruptor..koruptor....tangkap...tangkap....dia telah memanfaatkan Baiolout. Bailout itu salah...Barang siapa membelanya berarti dia termasuk membela korupsi....tangkap....tangkap.

Pemimpin:

Aku deklarasikan dengan ini bahwa “BAILOUT ITU BENAR”

Rakyat:
Huhh...hahh...lha... logikaku mengatakan kalau membenarkan Bailout yang ini berarti telah menjadi “ORANG TERDEPAN YANG MEMBELA KORUPSI”

Anomali:
Uhh...heh...heh.....heheh.............heh. Huh....hah...hah....heh.... hhhhhhhhhhh...hh........hhh..............hhh ...hahhhhhhhhhhh... .hhhhhhhhhhhhhhhhh................hehhhhhhhhhhhhh

40 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Terkadang, janji tinggalah janji. Banyak sekali orang yang melupakan janjinya sendiri. Padahal janji tetap janji yang bagaikan hutang harus dibayar. Sama halnya janji seorang pemimpin yang diceritakan pada elegi ini. Awalnya mereka berjanji akan memberantas korupsi pada awal masa kepemimpinan, kemudian ketika sudah ada kesempatan ia juga tergiur untuk melakukan hal itu. Sedangkan rakyat bisa berkomentar tetapi tidak bisa melakukan apapun. Pada akhirnya pemimpin itu membenarkan korupsi dan rakyatnya sudah melihat sendiri bukti bahwa pemimpinya yang berjanji akan memberantas korupsi telah melanggar janjinya. Inilah yang sering terjadi di negara ini sekarang. Ini harus kita renungkan baik-baik.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang pemimpin, karena harus berani mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Keputusan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan bersama bukanlah kepentingan pribadi dan keputusan itu harus disertai dengan tanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Menjadi seorang pemimpin yang memimpin tentulah butuh kesabaran dan kepercayaan diri dalam memimpin serta pendewasaan diri sendiri untuk memimpin. Memnag tidak mudah dalam menjadi pemimpin, namun dengan tekat dan kekonsistenan kita, pasti akan dimudahkan dalam menjadi pemimpin.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ini yang sering terjadi di negara kita dimana ketika mereka menjabat sebagai pemimpin akan menggembor-gemborkan akan memberantas korupsi, tapi apa yang terjadi mereka berada diantara para koruptor tersebut. Menjadi pemimpin tidak lah mudah karena jika tidak memiliki iman yang kuat, hati yang ikhlas dan pemikiran yang kritis akan mudah sekali terjerumus kelembah hitam. Menjadi pemimpin banyak iming-imingnya. Pemimpin dalam elegi di atas tidaklah benar karena ia mendukung adanya korupsi. Korupsi dalam bentuk apapun dilarang agama. Apalagi sampai menggunakan uang rakyat. masyaAllah, semoga tidak terjadi lagi.

    ReplyDelete
  5. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin, padahal menjadi pemimpin adalah gerbang menuju dosa besar yang sangat menggiurkan. Siapa yang tidak mau uang 7 trillyun? Pasti tidak waras. Sekali mencoba, pasti ketagihan. Awalnya 300 ribu, lalu 3 juta, hingga 3 trilyun.. perlahan-lahan hal tabu menjadi lumrah. KORUPSI menjadi hal kecil, seperti mengambil uang Ibu yang tercecer di lantai rumah. Pada dasarnya, pemimpin memang harus dibekali dengan keteguhan hati dan iman.

    ReplyDelete
  6. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Berbicara tentang pemimpin sejatinya diri kita sendiri atau setiap individu adalah pemimpin. Seperti yang dikatakan Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya ESQ (2001:137) bahwa setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Seorang pemimpin tentunya haruslah memiliki sifat dan sikap yang berkarakter. Seperti visioner, adil, jujur dan lain sebagainya. Namun, seringkali dalam prakteknya pemimpin melupakan apa yang telah dijanjikannya. Terlebih lagi kasus yang sekarang marak dikalangan pemimpin adalah korupsi. Menurut hemat saya dalam mengatasi hal ini kita mulai dari diri sendiri, misalkan kita seorang siswa, maka mulailah jujur dengan tidak mencontek, demikian hal kecilnya. Sehingga ketika ini telah dibiasakan sejak dini dan diterapkan pada dirinya sendiri maka akan menjadi karakter yang melekat.
    Semoga kita kelak dapat menjadi pempin-pemimpin yang berkarakter.

    ReplyDelete
  7. Nama : Mariana Ramelan
    NIM : 17709251056
    Kelas: S2 PMC 2017

    Pemimpin merupakan seseorang yang memegang amanah. Padahal amanah merupakan sesuatu yang paling berat di dunia ini, sehingga pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Padahal sekecil apapun yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawaban.

    ReplyDelete
  8. Ketika pemimpin mengambil keputusan yang salah, maka tidak hanya berdampak pada dirinya tetapi juga akan merugikan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya, oleh karena itu Seorang Pemimpin harus berhati-hati dan tegas dalam mengambil keputusan sehingga tidak ada penyesalan di akhir. Pemimpin harus memiliki jiwa yang besar, adil, bijaksana. pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengabdi kepada rakyat.

    ReplyDelete
  9. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 PM A

    Dari elegi di atas menggambarkan bagaimana sifat pemimpin yang lupa tujuan awalnya. Sebelum ia terpilih menjadi pemimpin, dengan lantangnya ia mendeklarasikan bahwa akan memberantas koruptor. Namun setelah ia menjadi pemimpin seakan ia menghalalkan bailout agar mendapatkan kepuasan bagi dirinya sendiri dan mendukung koruptor berkendara bailout. Padahal setiap kita adalah pemimpin dan kepemimpinan itu akan diminta pertanggungjawabannya di akherat kelak. Oleh karena itu apa yang sudah dijanjikan diawal harus dipenuhi

    ReplyDelete
  10. Nama : Wisniarti
    NIM : 1770925037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)


    Pemimpin, sosok pengayom, sosok panutan, sosok yang bertanggungjawab, sosok yang mampu memberikan pengaruh. Pemimpin memiliki tugas yang sangat besar dan tanggungjawabnyapun sangat besar. Seorang pemimpin haruslah seseorang yang dapat dipercaya untuk mengemban tugas yang sangat besar tersebut. Hendaknya seorang pemimpin itu memiliki landasan agama yang baik, sehinga tidak mudah untuk dipengaruhi oleh sesuatu yang buruk yang dapat merugikan sosok yang dipimpinnya.

    Pemimpin sejati menurut saya adalah pemimpin yang mampu mengendalikan dirinya sendiri, menuntun dirinya sendiri, menghargai dirinya sendiri, dan yang paling penting adalah bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Karena sebagai umat yang beragama yang selalu diberi nasehat dari usia kanak-kanak mengenai hari pertanggungjawaban, seharusnya kita paham betul yang kita lakukan sekecil apapun nanti akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir kelak. Dengan menyadari semua akan dipertanggungjawabkan, hidup ini tidak akan selalu berorientasi dunia saja.

    Pemimpin itu harus cerdas. Cerdas dalam segala aspek, cerdas dalam menentukan yang baik atau yang buruk, cerdas dalam menentukan yang salah atau yang benar. Pemimpin harus jeli, sehingga tidak ada suatu yang kurang terlupakan untuk diperbaiki, tidak ada suatu yang telah baik terluput untuk dikembangkan, tidak ada suatu yang salah terluput untuk ditindak lanjuti.

    Pemimpin itu mampu bersyukur atas dirinya sendiri dan haus peruabahan yang mensejahterakan untuk masyarakatnya. Masyarakat yang sejahterah merupakan cerminan dari sang pemimpin. Masyarakat yang melaratpun menjadi cerminan sang pemimpin.

    Elegi Anomali Sang Pemimpin ini memperlihatkan kepada kita bahwa pemimpin itu mempunya pengaruh yang sangat besar. Elegi ini juga memperlihatkan kepada kita bahwa seorang pemimpin yang tidak mempunyai kekuatan untuk mengendalikan dirinya dari kemewahan dunia maka akan muncuk keanehan-keanehan yang menyimpang dari tujuan awalnya. Ini menjadi suatu pelajaran yang berharga bagi saya, jika telah memutuskan atau memilih sesuatu yang kiranya sesuatu tersebut adalah yang baik, maka bersyukurlah dan ikhlas menjalininya.

    ReplyDelete
  11. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika (PM A)

    Elegi Anomali Sang Pemimpin ini memcerminkan sosok seorang pemimpin yang tidak lain dan tidak bukan adalah pemimpin yang tidak dapat dijadikan teladan bagi generasi selanjutnya. Satu pintu keburukan telah ia buka, maka akan membuka pintu-pintu keburukan yang lainnya. Apakah ini sosok pemimpin yang akan kita jadikan panutan kelak? Tentu saja tidak.
    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan rakyat atau bawahannya, karena tanpa merekapun tidak akan seseorang tersebut menjadi pemimpin. Selain diharapkan memiliki tanggungjawab yang baik, pemimpin juga sebaiknya memiliki hati yang bijaksana. Sehingga akan memberlakukan hukum yang adil se adil-adilnya kepada semua lapisan masyarakat tanpa memandang ras, suku, agama, status, maupun yang lainnya. Sejatinya, kita adalah pemimpin diri kita sendiri. Oleh karena itu, menjaga diri untuk tidak melakukan hal yang buruk adalah tugas kita yang harus kita jalani sepanjang hidup kita.

    ReplyDelete
  12. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum. Wr.Wb
    Zaman sekarang banyak pemimpin yang bersikap secara anomali. Ketika pemimpin sudah komit untuk memberantas korupsi, seharusnya pemimpin pun harus tegas, pemimpin jangan mau untuk membenarkan bailout. Inilah yang ada di dunia ini, banyak pemimpin yang ketika menerima bailout, mereka menghalalkan segala cara. Ini penyebabnya di Indonesia banyak pejabat tinggi yang akhirnya mendukung koruptor. Janji untuk memberantas korupsi seketika hilang dengan adanya bailout bailout itu. Janji memberantas korupsi pun berubah menjadi mendukung adanya korupsi. Inilah mirisnya pemimpin di Indonesia. Kita sebagai pemuda pemudi penerus bangsa alangkah baiknya sama sama belajar untuk menghindari segala sesuatu yang berkenaan dengan korupsi. Bantu negeri ini, sama sama kita berantas korupsi yang ada.

    ReplyDelete
  13. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pemimpin harus bertanggung jawab terhadap kewajiban dan tugasnya serta terhadap yang dipimpinnya. Pemimpin harus menyadari akan tanggung jawabnya secara menyeluruh dan memahami mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung jawab. Korupsi adalah contoh penyalahgunaan suatu wewenang. Korupsi yang terjadi di Indonesia disebabkan mental pemimpin yang buruk. Jadi walaupun sebaik apapun sistem pemerintahan, setegas apapun hukum, akan percuma bila mental pemimpin negeri ini masih buruk. Kita sebagai generasi muda calon pemimpin bangsa sudah seharusnya menjaga hati dan mental agar tetap jujur dan tidak berubah menjadi mental koruptor

    ReplyDelete
  14. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seorang koruptor memiliki pola pikir yang licik agar bisa meraup materi sebanyak-banyaknya dengan segala cara. Oleh karena itu seorang pemimpin sebagai wakil rakyat harusnya mengusahakan atuan-aturan yang mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya korupsi. Namun jika seorang pemimpin malah memberikan celah bagi koruptor maka kepercayaan rakyat terhadap dengan mudah akan pudar.
    Peran kita sebagai calon pendidik dalam upaya menyiapkan generasi yang terpercaya adalah memupuk mental jujur siswa dari dini. Salah satu langkahnya yaitu dengan membiasakan tidak menyontek.

    ReplyDelete
  15. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Ketika kita masih SD kita mengenal anomali air. Anomali merupakan penyimpangan atau terjadinya keanehan. Berdasarkan “Elegi Anomali Sang Pemimpin” bahwa dalam kehidupan pun banyak anomali atau penyimpangan-penyimpangan. Misalnya saja seorang pemimpin saat orasi selalu menjanjikan hal-hal yang baik demi memajukan Negara dan kesejahteraan masyarakat seperti memberantas korupsi, dll. Namun dalam kenyataannya pemimpin ikut melakukan korupsi. Jika penyimpangan ini tetap dilakukan lama-kelamaan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin pun akan hilang.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  16. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017
    Matematika pemimpin yang baik memang tidak mudah. Seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini adalah sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud adalah Sidiq (jujur), Tablig (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), fatonah (cerdas). Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang telah mampu memimpin dirinya sendiri, karena memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk bisa memimpin orang lain.

    ReplyDelete
  17. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    1. Korupsi di Indonesia saat ini sudah menjadi kejahatan luar biasa yang mengancam kehidupan sosial masyarakat. Banyak korupsi mega proyek yang merugikan masyarakat dan pelakunya justru pemimpin-pemimpin yang berpendidikan tinggi. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik bukan hanya membutuhkan pendidikan saja akan tetapi pemimpin memerlukan sikap jujur, amanah, tanggung jawab serta perasaan takut kepada Tuhan agar tugas yang dijalankan selaras antara pikiran dan hatinya.

    ReplyDelete
  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Memberantas korupsi memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa kita. Tidak hanya bagi pemimpinnya saja namun selruh elemen bangsa. Elegi di atas adalah gambaran tentang kondisi pemerintahan bangasa kita saat ini. Beberapa pemimpin kita seing mengalami kontradiksi dengan kata-kata yang mereka ucapkan. Itulah pemimpin anomali. Maka generasi peneruslah yang harus kita persiapkan untuk membenrantas semua ini.

    ReplyDelete
  19. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Anomali dapat dikatakan juga sebagai seatu penyimpangan. Dalam dunia politik, sangat rawan akan terjadinya penyimpangan. Penyimpangan kadang kala dilakukan oleh para pemimpin. Dengan gentar para pemimpin ataupun calon pemimpin menyuarakan bahwa akan pro rakyat kecil, memberantas korupsi dll. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan kepercayaan rakyat. Namun dalam perjalannnya, tidak jarang para pemimpin tergoda oleh amplop-amplop panas. Sehingga terjalah penyimpangan, dari yang awalny akan memberantas korupsi menyimpang menjadai salah satu pelaku korupsi. Akhirnya kepercayaan rakyatpun memudar. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  20. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Anomali Pemimpin". Penggabungan kata yang berani, bukan? Anomali dan pemimpin (?)
    Tapi bagaimana lagi, bukan tak percaya, atau bukan pesimis, tapi yang saya lihat akhir-akhir ini lebih banyak pada sisi-sisi buruk pemimpin. Postingan di atas hanya salah satu di antaranya. Sebenarnya tidak hanya tentang korupsi. Saya seringkali bertanya pada teman, apakah memang seperti ini keadaannya, atau ini semua hanya karena pemberitaan saja? Tapi ya memang, kita lebih banyak diberikan asupan-asupan negative thingking ketimbang berpikiran positif. Tapi ini hanyalah pendapat saya.

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi di atas menggambarkan bagaimana sifat pemimpin yang menebar janji-janji manisnya bahwa akan memberantas koruptor. Namun setelah ia menjadi pemimpin ia lupa akan hal itu dan membenarkan bailout seakan ia bersekutu dengan para koruptor yang membenarkan bailout. Setiap kita di muka bumi ini adalah pemimpin dan kepemimpinan itu akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Oleh karena itu janganlah sampai janji-janji yang ditebar di awal dilanggar oleh perbuatan kita sendiri, karena salah satu sifat pemimpin yang harus dimiliki adalah amanah/ dapat dipercaya.

    ReplyDelete
  22. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Anomali memiliki arti penyimpangan, atau keanehan, atau tidak seperti biasanya. Anomali sang pemimpin berarti keanehan seorang pemimpin. Memang hal yang aneh jika seorang pemimpin malah menjadi pembela bagi koruptor. Koruptor ialah musuh rakyat. Ia menyakiti rakyat dan dengan teganya mengambil hak rakyat sedangkan kehidupan ekonomi rakyat masih banyak yang berada di bawah rata-rata. Dan sekarang, pemimpin yang seharusnya menjadi pelindung bagi rakyat, pemimpin yang sudah menjadi pilihan rakyat, malah berputar haluan membela koruptor. Saya berpikir, seorang pemimpin seharusnya tidak bisa tidur dengan nyenyak dikarenakan beban yang ia emban. Setiap hari ia harus memikirkan rakyatnya agar menjadi lebih baik, bukan malah sebaliknya. Oleh karena itu, jadilah seorang pemimpin yang menyadari bahwa amanah yang diemban akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, dengan begitu anomali sang pemimpin insyaallah tidak akan terjadi.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Kekuasaan adalah ujian yang Allah berikan kepada para pemimpin. Pemimpin yng baik adalah yang senantiasa mementingkan kepentingan rakyatnya, membela rakyatnya, mendengar permasalahan rakyatnya, bukan justru mementingkan kepentingan dirinya dan keluarganya sendiri. Maka inilah sebenar-benar ujian bagi pemimpin. Sayangnya ketika diberi ujian kekuasaan kita sering kali terlena, kita lupa bahwa kekuasaan yang kita miliki ini adalah ujian, bukan semata-mata nikmat. Pemimpin yang seharusnya sibuk memikirkan cara agar lulus ujian tetapi malah memikirkan bagaimana agar mampu mengeruk sebanyak mungkin keuntungan selagi masih memiliki kekuasaan. Ia lupa bahwa segala sesuatunya harus ia pertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  24. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Anomali, yang sekarang sudah menjadi kebiasaan, namun sangat memprihantinkan. Semoga kita senantiasa selalu dijauhkan dari siat ketamakan.

    ReplyDelete
  25. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Anomali sang pemimpin, menggambarkan apa yang tengah terjadi di seluruh dunia saat ini. Bahkan mungkin sejak puluhan tahun yang lalu. hanya saat ini benar-benar marak terjadi.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Hidup adalah tentang memilih, memilih untuk hidup,memilih untuk mati, memilih untuk maju, memilih untuk mundur, atau memilih untuk tidak memilih sama sekali. menjadi seorang pemimpin berarti memiliki tanggung jawab yang lebih, seorang pemimpin dipilih oleh rakyatnya untuk pada akhirnya membuat keputusan-keputusan tertentu yang tidak dapat dipilih secara langsung oleh rakyatnya. sebagai seorang yang mewakili rakyat untuk mengambil keputusan-keputusan, hendaknya mengambil keputusan sesuai dengan kemauan, kepentingan, dan kebaikan orang-orang yang diwakilinya tersebut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Pemimpin. sebagai seorang yang mewakili rakyat untuk mengambil keputusan-keputusan, hendaknya mengambil keputusan sesuai dengan kemauan, kepentingan, dan kebaikan orang-orang yang diwakilinya tersebut. jangan sampai ketika sudah di atas gelap mata, mengebaikannya dan malah bertindak semaunya, hendaknya berfikir ulang, terus ingat untuk tujuan apa ia sebenarnya berada di atas? karena manusia adalah mahluk yang rawan lupa, takabur, dan egois, maka dibutuhkannlah sebuah pegangan agar pendirian kita tetap pada tempat yang tepat, agar ketika kita sedikit saja lalai, ada yang dapat menegur kita dan mengembalikan kita ke jalan yang tepat.Pada Siapakah kita harus berpegang ? tentu saja Allah SWT.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Indonesia termasuk negara yang sukses dalam menjalankan sistem pemerintahan demokrasi, dimana pemimpin dipilih langsung oleh rakyat. Dalam praktek pesta demokrasi yang berlangsung di indonesia, berdasarkan kejadian-kejadian yang saya temui dilapangan justru para pemegang kekuasaan atau pengusaha-pengusaha kelas atas bahkan parpol dapat mengontrol dengan mudah media-media yang ada di indonesia, baik media cetak maupun media elektronik. Dalam hal ini, sangat mudah untuk memberikan pencitraan yang baik kepada calon pemimpin melalui media. Sehingga para masyarakat akan termakan oleh pencitraan-pencitraan yang dibuat oleh media.
    Banyak peristiwa yang saya amati, misalnya ketika seorang calon pemimpin ingin menjadi pemimpin di suatu daerah, dia dengan lantang menyuarakan melawan korupsi, tidak akan menaikkan tarif listrik, memperhatikan petani dll. Dalam masa kampanye biasanya calon-calon pemimpin mengeluarkan banyak uang dan sangat loyal, bisa menghabiskan uang milyaran rupiah untuk meyakinkan masyarakat melalui pencitraan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga ketika terpilih menjadi pemimpin yang dilakukannya adalah mengembalikan modal kampanyenya dan membagi-bagikan jabatan kepada para tim suksesnya sebagai rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Sehingga jika terjadi masalah pada salah satu tim suksesnya atau rekannya, dia akan membela dengan berbagai cara untuk mempertahankan nama baik kelompokknya maupun pribadi.
    Misalkan saja seperti kasus bailout, kasus ini adalah kasus yang besar dan tidak pernah tuntas. Bagaimana tidak, uang sebanyak 7 triliun digelontorkan oleh pemerintah dengan alasan untuk membantu bank yang pailit. Secara logika masyarakat, tentu uang 7 triliun ini adalah uang yang sangat banyak dan berlebihan jika digunakan untuk bailout bank. Masyarakat bahkan tokoh-tokoh politik mengindikasikan ada korupsi yang besar dalam bailout tersebut. Disinilah peran seorang pemimpin dibutuhkan perannya dalam menyelesaikan dan memutuskan suatu masalah. Pemimpin yang bijak tentu akan melakukan audit dan pengawasan yang serius terhadap persoalan ini. Namun jika ini menyangkut kelompoknya secara keseluruhan maka disinilah terjadinya anomali pemimpin. Dia lebih mementingkan kelompok atau individu dari pada nasib rakyatnya.
    Seorang pemimpin seyogyanya menjadi panutan bagi rakyatnya atau contoh yang baik seperti yang dicontohkan rasulullah s.a.w dan khulafuurrosyidin. Dan hendaknya memiliki sifat seperti rasul yaitu shiddiq (benar/berkata jujur), amanah, fathonah dan tabligh. Agama adalah landasan/pondasi yang kuat untuk seorang pemimpin agar dapat menjadi pemimpin yang bijaksana.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi anomali sang pemimpin, inilah yang terjadi di negeri kita. Anomali menurut KBBI adalah ketidaknormalan, penyimpangan dari normal, kelainan. Jadi anomali adalah suatu perbuatan yang menyimpang dari batas normal yang ada. Zaman sekarang, banyak sang pemimpin yang menyimpang sesuai dengan elegi di atas. Banyak pemimpin yang mengingkari janji-janji. Apa lagi yang berhubungan dengan uang, serasa semua akan dilakukan untuk uang. Yang tadinya ingin memberantas korupsi, sekarang malah membela korupsi. Jadikan ini pelajaran untuk kita semua, agar kita tidak menjadi seseorang yang anomali, atau menjadi seseorang yang menyimpang dengan apa yang ada. Tetap Istiqomah berada di jalan-Nya, agar kita terhindar dari sifat anomali tersebut.

    ReplyDelete
  30. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Anomali sang pemimpin. Apakah anomali di sini yang dimaksud adalah suatu penyimpangan?. Jika iya benar, sungguh miris sekali penyimpangan sang pemimpin. Pemimpin memang terdepan dan memiliki kekuasaan, tetapi kekuasaannya itu haruslah dipertanggungjawabkan sehingga tidak semena-mena dan tidak mudah percaya begitu saja kepada pihak mana pun. Pemimpin seharusnya dapat membedakan mana pihak yang benar dan mana pihak yang melakukan tindakan penyimpangan, supaya tidak salah membenarkan pihak yang sebenarnya tidak benar. Lebih parah lagi jika sang pemimpin yang menyadari dirinya melakukan penyimpangan dan menikmati hasil penyimpangannya tersebut. Astagfirullah.

    ReplyDelete
  31. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Anomali hanya mampu tertawa atau bungkam?
    Mengapa koruptor tidak disebut sebagai maling saja pa? Kata koruptor terlalu sopan untuk maling dengan jumlah yang banyak

    ReplyDelete
  32. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2107

    Koruptor bisa begitu merajalela karena tidak pernah ditindak tegaskan dari pemimpin. Yang susah ialah rakyat yang ada dibawah kepemimpinan si pemimpin itu sendiri. Harta nya habis dirampas oleh sang tikus-tikus berdasi tersebut.
    Semoga para koruptor diberi hidayah oleh Allah SWT untuk tidak melakukan perbuatan tercela itu lagi.

    ReplyDelete
  33. Rigia Tirza Hardini
    17701251026

    Anomali pemimpin diterjemahkan secara gamblang menjadi pemimpin yang menyimpang. Mengapa menyimpang? karena pada hakikatnya pemimpin mendengarkan suara rakyat. Tetapi ketika yang terjadi sebaliknya, maka itulah anomali.

    ReplyDelete
  34. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Tanggungjawab besar yang diemban menyangkut kepentingan banyak hal. Kebijakan yang ditetapkan tentang segala hal. Keputusan-keputusan yang diambil terkait dengan banyak pihak. Salah sedikit dalam melangkah maka dampaknya akan mengenai banyak hal. Sehingga diperlukan pemikiran yang kritis untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan pemikiran kritis maka seorang pemimpin akan mampu mengambil setiap keputusan dengan tepat. Keputusan yang tidak berlawanan dengan prinsipnya. Selain itu, hati yang bernurani juga sangat diperlukan agar dalam tindakannya tidak cenderung menguasai tetapi mengayomi dan melindungi rakyatnya.

    ReplyDelete
  35. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Thomas Khun berpendapat bahwa anomali merupakan keganjilan, ketidaksepakatan, dan penyimpangan dari hal2 yang sewajarnya. Apabila penyimpangan ini terus berlanjut dan semakin menumpuk akan muncul krisis.
    Untuk menanggulangi agar tidak muncul krisis maka diperlukan revolusi.
    Sangat jelas sekali keganjilan atau penyimpangan yang dilakukan oleh pemimpin dalam elegi ini. Yaitu memproklamirkan bahwa dirinya lah sebenar-benar pemberantas korupsi. Namun, pada kenyataannya malah mendukung tindak korupsi.
    Dan akhirnya anomlai berdehem ria melihat hal tersebut.

    ReplyDelete
  36. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pemimpin, presiden, direktur, kepala kantor, gubernur, dan sederet istilah-istilah yang merujuk pada istilah pimpinan, mereka semua adalah manusia. Manusia memiliki hati dan pikiran. Manusia juga memiliki rasa takut. Takut korupsi, takut dipenjara, takut ditangkap KPK, adalah takut-takut awal yang harus dimiliki oleh para pejabat atau pimpinan. Selanjutnya rasa takut tersebut lebih dinaikkan dimensinya yaitu takut pada Allah SWT, takut mendapat dosa, atau takut masuk neraka. Banyak pemimpin membuat peraturan berdasar pada kepentingan, bukan berdasar karena takut kepada Allah SWT. Akibatnya ketika kepentingan sudah berubah, kebijakanpun ikut berubah. Itulah perilaku pemimpin yang “esuk dhele sore tempe”. Hal ini tidak hanya terjadi pada masalah korupsi saja. Hal lainnya seperti ketika pemerintah membuat peraturan tentang larangan merokok, tetapi kenyataannya tetap mendukung produksi perusahaan rokok karena memberikan keuntungan.

    ReplyDelete
  37. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang begitu singkat membuat saya tidak ingin berkata yang terlalu panjang. Ini adalah anomali sang pemimpin. Menurut saya terlalu cepat menghakimi tindakan seseorang yang jauh dari jangkauan kita sangatlah tidak efektif. Menilik pada diri sendiri yang sejatinya memiliki kuasa untuk memimpin diri sendiri. Sebagai pemimpin diri sendiri juga menitikberatkan pada tindakan yang bersifat positif. Saya butuh Tuhan untuk memimpin diri saya pada arah yang positif. Kelemahan yang begitu tampak jelas sekali. Banyak godaan dari sana sini juga menjadi tantangan tersendiri. Sejauh ini saya dapat menertawakan tindakan-tindakan konyol pada diri sendiri. Menertawakan diri sendiri mampu membuat saya semakin mengerti dan menyadari apa yang harus diperbaiki di kemudian hari.

    ReplyDelete
  38. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam sebuah negara pemimpin adalah orang yang menentukan suatu negara, akankah negara itu maju, atau mundur itu semua tergantung dari pemimpin. Apa bila ada masalah maka pemimpin itu yang pertama menjadi rujukan, semua permasalahan itu akan bermuara kepemimpin. Semua kegagalan maupun keberhasilan itu juga bergantung dari pemimpin. Semua kesalahan itu milik pemimpin, semua kebenaran juga milik pemimpin. Maka dari itu beban yang diemban seorang pemimpin itu bukan main beratnya. Apabila pemimpin menyatakan perang, maka berperanglah negara tersebut. Apabila pemimpin itu membela, maka negarapun membela. Apabila seorang pemimpin itu plin-plan maka hancurlah negara itu, apabila pemimpin itu berada dibawah kekuasaan orang lain maka tunduklah seluruh negara. Apabila pemimpin itu mendukung korupsi, maka jadilah negara itu negara korupsi. Pemimpin itu ibarat dewa, setiap perkataannya akan dilaksanakan, pemimpin itu ibarat jelmaan dari negara itu sendiri.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  39. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Terdapat beban yang sangat besar yang akan dimintai pertanggunjawabannya kelak. Pemimpin adalah panutan bagi para pengikutnya. Kadang kala saat seorang pemimpin keliru dalam bertindak, hal tersebut juga akan berpengaruh kepada para pengikutnya, mereka ikut menjadi keliru karena keputusan/ perbuatan pemimpin yang keliru tersebut. Maka, apabila kau diamanahi menjadi seorang pemimpin, kau sebaiknya senantiasa meminta petunjuk Tuhan. Kemudian, sebaik-baiknya pemimpin adalah dimulai dari memimpin diri sendiri dahulu. Pimpin hati dan pikiran. Sebaiknya senantiasa membersihkan hati dan pikiran supaya apapun tindakan dan keputusan yang dipilih tidak menjerumuskan banyak pihak, tidak terlalu bias terhadap suatu pihak tertentu. Saat menjadi pemimpin, ingatlah, bahwa kelak kepemimpinanmu akan dimintai pertanggungjawaban.

    ReplyDelete
  40. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Rakyat memiliki peran yang sangat tinggi dalam pemberantasan korupsi. Termasuk kita sebagai tenaga pendidik sangat berperan pada sektor pencegahan. Korupsi tidak hanya masalah besarnya kerugian negara. Dampak korupsi dapat dilihat dari berbagai aspek. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan sekolah, perekonomian dan kemaslahatan masyarakat lainnya, justru dilenyapkan oleh segelintir orang. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa korupsi adalah persoalan moral dan nurani.

    ReplyDelete