Mar 4, 2010

Elegi Anomali Sang Pemimpin

Oleh Marsigit

Pemimpin:

Aku deklarasikan dengan ini bahwa “AKU ADALAH ORANG TERDEPAN YANG MEMBERANTAS KORUPSI”

Koruptor:
Nyam..nyam...nyammm..mumpung ada kesempatan, mumpung mereka terlana...lumayan 7 trilyun...
Bailout...bailout....inilah kendaranku.

Rakyat:
Thunggg..thungg...thung...thung.....koruptor..koruptor....tangkap...tangkap....dia telah memanfaatkan Baiolout. Bailout itu salah...Barang siapa membelanya berarti dia termasuk membela korupsi....tangkap....tangkap.

Pemimpin:

Aku deklarasikan dengan ini bahwa “BAILOUT ITU BENAR”

Rakyat:
Huhh...hahh...lha... logikaku mengatakan kalau membenarkan Bailout yang ini berarti telah menjadi “ORANG TERDEPAN YANG MEMBELA KORUPSI”

Anomali:
Uhh...heh...heh.....heheh.............heh. Huh....hah...hah....heh.... hhhhhhhhhhh...hh........hhh..............hhh ...hahhhhhhhhhhh... .hhhhhhhhhhhhhhhhh................hehhhhhhhhhhhhh

93 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ketika kedudukan berada diatas (sebagai pemimpin) maka dekat dengan hal – hal yang penuh godaan, misalnya korupsi. Hati – hati ketika jabatan menjadi prioritas maka semakin dekat dengan hal – hal yang sifatnya godaan. Godaan identik dengan segala yang buruk. Korupsi sepertinya menjadi hal yang tak asing lagi, dan menjadi sasaran untuk diberantas karena dengan korupsi sudah mengambil hak yang bukan miliknya. Semoga kita senantiasa berada pada jalan yang benar dan jabatan bukan merupakan suatu hal yang dapat membawa kita menjadi sombong dan melakukan korupsi.

    ReplyDelete
  2. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Dalam tulisan tersebut kita disadarkan bahwa koruptor sangat cerdik dalam mengambil kesempatan, mereka memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk mengabil uang rakyat. Salah satu peluang yang mereka gunakan adalah saat para pemimpin tengah merayakan posisinya sebagai pemimpin. Mereka bergembira dengan perayaan sementara rakyat terus dirampas haknya. Melalui tulisan ini kita sebagai pembaca dilatih untuk tetap kritis.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  3. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Pemimpin adalah orang yang hendaknya melindungi rakyat, serta mengayomi rakyat nya. Seorang pemimpin harus cerdik dan tangguh menghadapi ancaman koruptor. Tidak boleh sekalipun lengah sehingga sekecil apapun kesempatannya tidak akan terjadi kecolongan oleh para koruptor.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  4. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Sebagai rakyat kita dituntut untuk kritis dalam mengawasi penyelenggaraan tata laksana negara. Tidak bisa hanya diam ditindas orang diatas.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  5. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam elegi ini jika diimplementasikan dalam kehidupan dimasyarakat maka saat ini sudah terjadi. Banyak pemimpin diawal ketika kampanye menyabar janji-janji ingin memberantas korupsi namun saat sudah terpilih yang terjadi bukannya memberantas korupsi tetapi ikut korupsi. Para pemimpin Indonesia sebenarnya semua pintar namun salah dalam menggunakan kepintarannya. Iman yang kurang kuat dalam membentengi diri menjadi hal utama seseorang berbuat korupsi. Kurang tegasnya hukum juga mengakibatkan koruptor berkeliaran karena hukuman yang tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Seharusnya hukum untuk koruptor itu minimal penjara seumur hidup karena telah merugikan negara atau masyarakat banyak.

    ReplyDelete
  6. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di Indonesia, korupsi semakin menjamur di mana – mana. Bukan hanya pemimpin daerah di tingkat atas, tetapi pemimpin di daerah kecil pun tidak luput dari godaan untuk korupsi. Ketika ada kesempatan tentu bisa dilakukan korupsi tersebut. Anehnya di negeri ini, orang – orang yang bersalah malah memiliki keleluasaan untuk melakukannya, apa karena mereka memiliki kekuasaan. Keadilan di negeri ini sudah mulai luntur.

    ReplyDelete
  7. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Moral yang baik diperlukan bagi pemipin –pemimpin di negeri ini. Tidak hanya pemimpin tetapi seluruh orang di negeri ini. Jika ingin memiliki negeri yang aman, damai dan sentosa. Kesalahan harus ditindak tegas. Di mana negeri ini adalah negara hukum. Kita berpedoman pada Pancasila, yang jelas terdapat “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Mungkin benar dan penting penanaman karakter sejak dini.

    ReplyDelete
  8. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pentingnya penanaman pendidikan karakter sejak dini di sekolah. Agar karakter –karakter yang baik bisa tumbuh dan melekat dalam diri rakyat Indonesia. agar kejahatan – kejahatan seperti korupsi, berlaku tidak jujur, para pemimpin yang memanfaatkan kekuasaan yang dimiliki tidak lagi mencoreng negeri yang indah ini.

    ReplyDelete
  9. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sebagai seorang pemimpin harus bersikap konsisten dengan apa yang telah diungkapkan dan apa yang telah ditetapkan. jangan awalnya berkata A tetapi ujungnya berkata B. hal tersebut tentunya akan membuat rakyatnya menjadi bingung akan perkataan si pemimpin tadi. padahal rakyat sudah memilih pemimpin yang dianggapnya baik dan benar serta bersikap konsisten tetapi apa yang terjadi ternyata isi pemimpin tersebut malah tidak bersikap konsisten dan berubah rubah perkataanya.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Terkadang, janji tinggalah janji. Banyak sekali orang yang melupakan janjinya sendiri. Padahal janji tetap janji yang bagaikan hutang harus dibayar. Sama halnya janji seorang pemimpin yang diceritakan pada elegi ini. Awalnya mereka berjanji akan memberantas korupsi pada awal masa kepemimpinan, kemudian ketika sudah ada kesempatan ia juga tergiur untuk melakukan hal itu. Sedangkan rakyat bisa berkomentar tetapi tidak bisa melakukan apapun. Pada akhirnya pemimpin itu membenarkan korupsi dan rakyatnya sudah melihat sendiri bukti bahwa pemimpinya yang berjanji akan memberantas korupsi telah melanggar janjinya. Inilah yang sering terjadi di negara ini sekarang. Ini harus kita renungkan baik-baik.

    ReplyDelete
  11. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bukan hal yang mudah untuk menjadi seorang pemimpin, karena harus berani mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Keputusan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan bersama bukanlah kepentingan pribadi dan keputusan itu harus disertai dengan tanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

    ReplyDelete
  12. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Menjadi seorang pemimpin yang memimpin tentulah butuh kesabaran dan kepercayaan diri dalam memimpin serta pendewasaan diri sendiri untuk memimpin. Memnag tidak mudah dalam menjadi pemimpin, namun dengan tekat dan kekonsistenan kita, pasti akan dimudahkan dalam menjadi pemimpin.

    ReplyDelete
  13. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Ini yang sering terjadi di negara kita dimana ketika mereka menjabat sebagai pemimpin akan menggembor-gemborkan akan memberantas korupsi, tapi apa yang terjadi mereka berada diantara para koruptor tersebut. Menjadi pemimpin tidak lah mudah karena jika tidak memiliki iman yang kuat, hati yang ikhlas dan pemikiran yang kritis akan mudah sekali terjerumus kelembah hitam. Menjadi pemimpin banyak iming-imingnya. Pemimpin dalam elegi di atas tidaklah benar karena ia mendukung adanya korupsi. Korupsi dalam bentuk apapun dilarang agama. Apalagi sampai menggunakan uang rakyat. masyaAllah, semoga tidak terjadi lagi.

    ReplyDelete
  14. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Banyak orang berlomba-lomba menjadi pemimpin, padahal menjadi pemimpin adalah gerbang menuju dosa besar yang sangat menggiurkan. Siapa yang tidak mau uang 7 trillyun? Pasti tidak waras. Sekali mencoba, pasti ketagihan. Awalnya 300 ribu, lalu 3 juta, hingga 3 trilyun.. perlahan-lahan hal tabu menjadi lumrah. KORUPSI menjadi hal kecil, seperti mengambil uang Ibu yang tercecer di lantai rumah. Pada dasarnya, pemimpin memang harus dibekali dengan keteguhan hati dan iman.

    ReplyDelete
  15. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Berbicara tentang pemimpin sejatinya diri kita sendiri atau setiap individu adalah pemimpin. Seperti yang dikatakan Ary Ginanjar Agustian dalam bukunya ESQ (2001:137) bahwa setiap manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Seorang pemimpin tentunya haruslah memiliki sifat dan sikap yang berkarakter. Seperti visioner, adil, jujur dan lain sebagainya. Namun, seringkali dalam prakteknya pemimpin melupakan apa yang telah dijanjikannya. Terlebih lagi kasus yang sekarang marak dikalangan pemimpin adalah korupsi. Menurut hemat saya dalam mengatasi hal ini kita mulai dari diri sendiri, misalkan kita seorang siswa, maka mulailah jujur dengan tidak mencontek, demikian hal kecilnya. Sehingga ketika ini telah dibiasakan sejak dini dan diterapkan pada dirinya sendiri maka akan menjadi karakter yang melekat.
    Semoga kita kelak dapat menjadi pempin-pemimpin yang berkarakter.

    ReplyDelete
  16. Nama : Mariana Ramelan
    NIM : 17709251056
    Kelas: S2 PMC 2017

    Pemimpin merupakan seseorang yang memegang amanah. Padahal amanah merupakan sesuatu yang paling berat di dunia ini, sehingga pemimpin memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Padahal sekecil apapun yang kita lakukan pasti akan dimintai pertanggung jawaban.

    ReplyDelete
  17. Ketika pemimpin mengambil keputusan yang salah, maka tidak hanya berdampak pada dirinya tetapi juga akan merugikan bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya, oleh karena itu Seorang Pemimpin harus berhati-hati dan tegas dalam mengambil keputusan sehingga tidak ada penyesalan di akhir. Pemimpin harus memiliki jiwa yang besar, adil, bijaksana. pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mengabdi kepada rakyat.

    ReplyDelete
  18. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 PM A

    Dari elegi di atas menggambarkan bagaimana sifat pemimpin yang lupa tujuan awalnya. Sebelum ia terpilih menjadi pemimpin, dengan lantangnya ia mendeklarasikan bahwa akan memberantas koruptor. Namun setelah ia menjadi pemimpin seakan ia menghalalkan bailout agar mendapatkan kepuasan bagi dirinya sendiri dan mendukung koruptor berkendara bailout. Padahal setiap kita adalah pemimpin dan kepemimpinan itu akan diminta pertanggungjawabannya di akherat kelak. Oleh karena itu apa yang sudah dijanjikan diawal harus dipenuhi

    ReplyDelete
  19. Nama : Wisniarti
    NIM : 1770925037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)


    Pemimpin, sosok pengayom, sosok panutan, sosok yang bertanggungjawab, sosok yang mampu memberikan pengaruh. Pemimpin memiliki tugas yang sangat besar dan tanggungjawabnyapun sangat besar. Seorang pemimpin haruslah seseorang yang dapat dipercaya untuk mengemban tugas yang sangat besar tersebut. Hendaknya seorang pemimpin itu memiliki landasan agama yang baik, sehinga tidak mudah untuk dipengaruhi oleh sesuatu yang buruk yang dapat merugikan sosok yang dipimpinnya.

    Pemimpin sejati menurut saya adalah pemimpin yang mampu mengendalikan dirinya sendiri, menuntun dirinya sendiri, menghargai dirinya sendiri, dan yang paling penting adalah bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Karena sebagai umat yang beragama yang selalu diberi nasehat dari usia kanak-kanak mengenai hari pertanggungjawaban, seharusnya kita paham betul yang kita lakukan sekecil apapun nanti akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir kelak. Dengan menyadari semua akan dipertanggungjawabkan, hidup ini tidak akan selalu berorientasi dunia saja.

    Pemimpin itu harus cerdas. Cerdas dalam segala aspek, cerdas dalam menentukan yang baik atau yang buruk, cerdas dalam menentukan yang salah atau yang benar. Pemimpin harus jeli, sehingga tidak ada suatu yang kurang terlupakan untuk diperbaiki, tidak ada suatu yang telah baik terluput untuk dikembangkan, tidak ada suatu yang salah terluput untuk ditindak lanjuti.

    Pemimpin itu mampu bersyukur atas dirinya sendiri dan haus peruabahan yang mensejahterakan untuk masyarakatnya. Masyarakat yang sejahterah merupakan cerminan dari sang pemimpin. Masyarakat yang melaratpun menjadi cerminan sang pemimpin.

    Elegi Anomali Sang Pemimpin ini memperlihatkan kepada kita bahwa pemimpin itu mempunya pengaruh yang sangat besar. Elegi ini juga memperlihatkan kepada kita bahwa seorang pemimpin yang tidak mempunyai kekuatan untuk mengendalikan dirinya dari kemewahan dunia maka akan muncuk keanehan-keanehan yang menyimpang dari tujuan awalnya. Ini menjadi suatu pelajaran yang berharga bagi saya, jika telah memutuskan atau memilih sesuatu yang kiranya sesuatu tersebut adalah yang baik, maka bersyukurlah dan ikhlas menjalininya.

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika (PM A)

    Elegi Anomali Sang Pemimpin ini memcerminkan sosok seorang pemimpin yang tidak lain dan tidak bukan adalah pemimpin yang tidak dapat dijadikan teladan bagi generasi selanjutnya. Satu pintu keburukan telah ia buka, maka akan membuka pintu-pintu keburukan yang lainnya. Apakah ini sosok pemimpin yang akan kita jadikan panutan kelak? Tentu saja tidak.
    Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau mendengarkan rakyat atau bawahannya, karena tanpa merekapun tidak akan seseorang tersebut menjadi pemimpin. Selain diharapkan memiliki tanggungjawab yang baik, pemimpin juga sebaiknya memiliki hati yang bijaksana. Sehingga akan memberlakukan hukum yang adil se adil-adilnya kepada semua lapisan masyarakat tanpa memandang ras, suku, agama, status, maupun yang lainnya. Sejatinya, kita adalah pemimpin diri kita sendiri. Oleh karena itu, menjaga diri untuk tidak melakukan hal yang buruk adalah tugas kita yang harus kita jalani sepanjang hidup kita.

    ReplyDelete
  21. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum. Wr.Wb
    Zaman sekarang banyak pemimpin yang bersikap secara anomali. Ketika pemimpin sudah komit untuk memberantas korupsi, seharusnya pemimpin pun harus tegas, pemimpin jangan mau untuk membenarkan bailout. Inilah yang ada di dunia ini, banyak pemimpin yang ketika menerima bailout, mereka menghalalkan segala cara. Ini penyebabnya di Indonesia banyak pejabat tinggi yang akhirnya mendukung koruptor. Janji untuk memberantas korupsi seketika hilang dengan adanya bailout bailout itu. Janji memberantas korupsi pun berubah menjadi mendukung adanya korupsi. Inilah mirisnya pemimpin di Indonesia. Kita sebagai pemuda pemudi penerus bangsa alangkah baiknya sama sama belajar untuk menghindari segala sesuatu yang berkenaan dengan korupsi. Bantu negeri ini, sama sama kita berantas korupsi yang ada.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pemimpin harus bertanggung jawab terhadap kewajiban dan tugasnya serta terhadap yang dipimpinnya. Pemimpin harus menyadari akan tanggung jawabnya secara menyeluruh dan memahami mengapa ia ada sebagai pemimpin serta mengetahui tugas, kewenangan, hak, kewajiban, tanggung jawab. Korupsi adalah contoh penyalahgunaan suatu wewenang. Korupsi yang terjadi di Indonesia disebabkan mental pemimpin yang buruk. Jadi walaupun sebaik apapun sistem pemerintahan, setegas apapun hukum, akan percuma bila mental pemimpin negeri ini masih buruk. Kita sebagai generasi muda calon pemimpin bangsa sudah seharusnya menjaga hati dan mental agar tetap jujur dan tidak berubah menjadi mental koruptor

    ReplyDelete
  23. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seorang koruptor memiliki pola pikir yang licik agar bisa meraup materi sebanyak-banyaknya dengan segala cara. Oleh karena itu seorang pemimpin sebagai wakil rakyat harusnya mengusahakan atuan-aturan yang mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya korupsi. Namun jika seorang pemimpin malah memberikan celah bagi koruptor maka kepercayaan rakyat terhadap dengan mudah akan pudar.
    Peran kita sebagai calon pendidik dalam upaya menyiapkan generasi yang terpercaya adalah memupuk mental jujur siswa dari dini. Salah satu langkahnya yaitu dengan membiasakan tidak menyontek.

    ReplyDelete
  24. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Ketika kita masih SD kita mengenal anomali air. Anomali merupakan penyimpangan atau terjadinya keanehan. Berdasarkan “Elegi Anomali Sang Pemimpin” bahwa dalam kehidupan pun banyak anomali atau penyimpangan-penyimpangan. Misalnya saja seorang pemimpin saat orasi selalu menjanjikan hal-hal yang baik demi memajukan Negara dan kesejahteraan masyarakat seperti memberantas korupsi, dll. Namun dalam kenyataannya pemimpin ikut melakukan korupsi. Jika penyimpangan ini tetap dilakukan lama-kelamaan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin pun akan hilang.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017
    Matematika pemimpin yang baik memang tidak mudah. Seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini adalah sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud adalah Sidiq (jujur), Tablig (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), fatonah (cerdas). Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang telah mampu memimpin dirinya sendiri, karena memimpin diri sendiri merupakan kunci untuk bisa memimpin orang lain.

    ReplyDelete
  26. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    1. Korupsi di Indonesia saat ini sudah menjadi kejahatan luar biasa yang mengancam kehidupan sosial masyarakat. Banyak korupsi mega proyek yang merugikan masyarakat dan pelakunya justru pemimpin-pemimpin yang berpendidikan tinggi. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik bukan hanya membutuhkan pendidikan saja akan tetapi pemimpin memerlukan sikap jujur, amanah, tanggung jawab serta perasaan takut kepada Tuhan agar tugas yang dijalankan selaras antara pikiran dan hatinya.

    ReplyDelete
  27. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Memberantas korupsi memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa kita. Tidak hanya bagi pemimpinnya saja namun selruh elemen bangsa. Elegi di atas adalah gambaran tentang kondisi pemerintahan bangasa kita saat ini. Beberapa pemimpin kita seing mengalami kontradiksi dengan kata-kata yang mereka ucapkan. Itulah pemimpin anomali. Maka generasi peneruslah yang harus kita persiapkan untuk membenrantas semua ini.

    ReplyDelete
  28. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Anomali dapat dikatakan juga sebagai seatu penyimpangan. Dalam dunia politik, sangat rawan akan terjadinya penyimpangan. Penyimpangan kadang kala dilakukan oleh para pemimpin. Dengan gentar para pemimpin ataupun calon pemimpin menyuarakan bahwa akan pro rakyat kecil, memberantas korupsi dll. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan kepercayaan rakyat. Namun dalam perjalannnya, tidak jarang para pemimpin tergoda oleh amplop-amplop panas. Sehingga terjalah penyimpangan, dari yang awalny akan memberantas korupsi menyimpang menjadai salah satu pelaku korupsi. Akhirnya kepercayaan rakyatpun memudar. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Anomali Pemimpin". Penggabungan kata yang berani, bukan? Anomali dan pemimpin (?)
    Tapi bagaimana lagi, bukan tak percaya, atau bukan pesimis, tapi yang saya lihat akhir-akhir ini lebih banyak pada sisi-sisi buruk pemimpin. Postingan di atas hanya salah satu di antaranya. Sebenarnya tidak hanya tentang korupsi. Saya seringkali bertanya pada teman, apakah memang seperti ini keadaannya, atau ini semua hanya karena pemberitaan saja? Tapi ya memang, kita lebih banyak diberikan asupan-asupan negative thingking ketimbang berpikiran positif. Tapi ini hanyalah pendapat saya.

    ReplyDelete
  30. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi di atas menggambarkan bagaimana sifat pemimpin yang menebar janji-janji manisnya bahwa akan memberantas koruptor. Namun setelah ia menjadi pemimpin ia lupa akan hal itu dan membenarkan bailout seakan ia bersekutu dengan para koruptor yang membenarkan bailout. Setiap kita di muka bumi ini adalah pemimpin dan kepemimpinan itu akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Oleh karena itu janganlah sampai janji-janji yang ditebar di awal dilanggar oleh perbuatan kita sendiri, karena salah satu sifat pemimpin yang harus dimiliki adalah amanah/ dapat dipercaya.

    ReplyDelete
  31. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Anomali memiliki arti penyimpangan, atau keanehan, atau tidak seperti biasanya. Anomali sang pemimpin berarti keanehan seorang pemimpin. Memang hal yang aneh jika seorang pemimpin malah menjadi pembela bagi koruptor. Koruptor ialah musuh rakyat. Ia menyakiti rakyat dan dengan teganya mengambil hak rakyat sedangkan kehidupan ekonomi rakyat masih banyak yang berada di bawah rata-rata. Dan sekarang, pemimpin yang seharusnya menjadi pelindung bagi rakyat, pemimpin yang sudah menjadi pilihan rakyat, malah berputar haluan membela koruptor. Saya berpikir, seorang pemimpin seharusnya tidak bisa tidur dengan nyenyak dikarenakan beban yang ia emban. Setiap hari ia harus memikirkan rakyatnya agar menjadi lebih baik, bukan malah sebaliknya. Oleh karena itu, jadilah seorang pemimpin yang menyadari bahwa amanah yang diemban akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, dengan begitu anomali sang pemimpin insyaallah tidak akan terjadi.

    ReplyDelete
  32. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Kekuasaan adalah ujian yang Allah berikan kepada para pemimpin. Pemimpin yng baik adalah yang senantiasa mementingkan kepentingan rakyatnya, membela rakyatnya, mendengar permasalahan rakyatnya, bukan justru mementingkan kepentingan dirinya dan keluarganya sendiri. Maka inilah sebenar-benar ujian bagi pemimpin. Sayangnya ketika diberi ujian kekuasaan kita sering kali terlena, kita lupa bahwa kekuasaan yang kita miliki ini adalah ujian, bukan semata-mata nikmat. Pemimpin yang seharusnya sibuk memikirkan cara agar lulus ujian tetapi malah memikirkan bagaimana agar mampu mengeruk sebanyak mungkin keuntungan selagi masih memiliki kekuasaan. Ia lupa bahwa segala sesuatunya harus ia pertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Anomali, yang sekarang sudah menjadi kebiasaan, namun sangat memprihantinkan. Semoga kita senantiasa selalu dijauhkan dari siat ketamakan.

    ReplyDelete
  34. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Anomali sang pemimpin, menggambarkan apa yang tengah terjadi di seluruh dunia saat ini. Bahkan mungkin sejak puluhan tahun yang lalu. hanya saat ini benar-benar marak terjadi.

    ReplyDelete
  35. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Hidup adalah tentang memilih, memilih untuk hidup,memilih untuk mati, memilih untuk maju, memilih untuk mundur, atau memilih untuk tidak memilih sama sekali. menjadi seorang pemimpin berarti memiliki tanggung jawab yang lebih, seorang pemimpin dipilih oleh rakyatnya untuk pada akhirnya membuat keputusan-keputusan tertentu yang tidak dapat dipilih secara langsung oleh rakyatnya. sebagai seorang yang mewakili rakyat untuk mengambil keputusan-keputusan, hendaknya mengambil keputusan sesuai dengan kemauan, kepentingan, dan kebaikan orang-orang yang diwakilinya tersebut.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  36. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Pemimpin. sebagai seorang yang mewakili rakyat untuk mengambil keputusan-keputusan, hendaknya mengambil keputusan sesuai dengan kemauan, kepentingan, dan kebaikan orang-orang yang diwakilinya tersebut. jangan sampai ketika sudah di atas gelap mata, mengebaikannya dan malah bertindak semaunya, hendaknya berfikir ulang, terus ingat untuk tujuan apa ia sebenarnya berada di atas? karena manusia adalah mahluk yang rawan lupa, takabur, dan egois, maka dibutuhkannlah sebuah pegangan agar pendirian kita tetap pada tempat yang tepat, agar ketika kita sedikit saja lalai, ada yang dapat menegur kita dan mengembalikan kita ke jalan yang tepat.Pada Siapakah kita harus berpegang ? tentu saja Allah SWT.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  37. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Indonesia termasuk negara yang sukses dalam menjalankan sistem pemerintahan demokrasi, dimana pemimpin dipilih langsung oleh rakyat. Dalam praktek pesta demokrasi yang berlangsung di indonesia, berdasarkan kejadian-kejadian yang saya temui dilapangan justru para pemegang kekuasaan atau pengusaha-pengusaha kelas atas bahkan parpol dapat mengontrol dengan mudah media-media yang ada di indonesia, baik media cetak maupun media elektronik. Dalam hal ini, sangat mudah untuk memberikan pencitraan yang baik kepada calon pemimpin melalui media. Sehingga para masyarakat akan termakan oleh pencitraan-pencitraan yang dibuat oleh media.
    Banyak peristiwa yang saya amati, misalnya ketika seorang calon pemimpin ingin menjadi pemimpin di suatu daerah, dia dengan lantang menyuarakan melawan korupsi, tidak akan menaikkan tarif listrik, memperhatikan petani dll. Dalam masa kampanye biasanya calon-calon pemimpin mengeluarkan banyak uang dan sangat loyal, bisa menghabiskan uang milyaran rupiah untuk meyakinkan masyarakat melalui pencitraan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga ketika terpilih menjadi pemimpin yang dilakukannya adalah mengembalikan modal kampanyenya dan membagi-bagikan jabatan kepada para tim suksesnya sebagai rasa terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Sehingga jika terjadi masalah pada salah satu tim suksesnya atau rekannya, dia akan membela dengan berbagai cara untuk mempertahankan nama baik kelompokknya maupun pribadi.
    Misalkan saja seperti kasus bailout, kasus ini adalah kasus yang besar dan tidak pernah tuntas. Bagaimana tidak, uang sebanyak 7 triliun digelontorkan oleh pemerintah dengan alasan untuk membantu bank yang pailit. Secara logika masyarakat, tentu uang 7 triliun ini adalah uang yang sangat banyak dan berlebihan jika digunakan untuk bailout bank. Masyarakat bahkan tokoh-tokoh politik mengindikasikan ada korupsi yang besar dalam bailout tersebut. Disinilah peran seorang pemimpin dibutuhkan perannya dalam menyelesaikan dan memutuskan suatu masalah. Pemimpin yang bijak tentu akan melakukan audit dan pengawasan yang serius terhadap persoalan ini. Namun jika ini menyangkut kelompoknya secara keseluruhan maka disinilah terjadinya anomali pemimpin. Dia lebih mementingkan kelompok atau individu dari pada nasib rakyatnya.
    Seorang pemimpin seyogyanya menjadi panutan bagi rakyatnya atau contoh yang baik seperti yang dicontohkan rasulullah s.a.w dan khulafuurrosyidin. Dan hendaknya memiliki sifat seperti rasul yaitu shiddiq (benar/berkata jujur), amanah, fathonah dan tabligh. Agama adalah landasan/pondasi yang kuat untuk seorang pemimpin agar dapat menjadi pemimpin yang bijaksana.

    ReplyDelete
  38. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Elegi anomali sang pemimpin, inilah yang terjadi di negeri kita. Anomali menurut KBBI adalah ketidaknormalan, penyimpangan dari normal, kelainan. Jadi anomali adalah suatu perbuatan yang menyimpang dari batas normal yang ada. Zaman sekarang, banyak sang pemimpin yang menyimpang sesuai dengan elegi di atas. Banyak pemimpin yang mengingkari janji-janji. Apa lagi yang berhubungan dengan uang, serasa semua akan dilakukan untuk uang. Yang tadinya ingin memberantas korupsi, sekarang malah membela korupsi. Jadikan ini pelajaran untuk kita semua, agar kita tidak menjadi seseorang yang anomali, atau menjadi seseorang yang menyimpang dengan apa yang ada. Tetap Istiqomah berada di jalan-Nya, agar kita terhindar dari sifat anomali tersebut.

    ReplyDelete
  39. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Anomali sang pemimpin. Apakah anomali di sini yang dimaksud adalah suatu penyimpangan?. Jika iya benar, sungguh miris sekali penyimpangan sang pemimpin. Pemimpin memang terdepan dan memiliki kekuasaan, tetapi kekuasaannya itu haruslah dipertanggungjawabkan sehingga tidak semena-mena dan tidak mudah percaya begitu saja kepada pihak mana pun. Pemimpin seharusnya dapat membedakan mana pihak yang benar dan mana pihak yang melakukan tindakan penyimpangan, supaya tidak salah membenarkan pihak yang sebenarnya tidak benar. Lebih parah lagi jika sang pemimpin yang menyadari dirinya melakukan penyimpangan dan menikmati hasil penyimpangannya tersebut. Astagfirullah.

    ReplyDelete
  40. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Anomali hanya mampu tertawa atau bungkam?
    Mengapa koruptor tidak disebut sebagai maling saja pa? Kata koruptor terlalu sopan untuk maling dengan jumlah yang banyak

    ReplyDelete
  41. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2107

    Koruptor bisa begitu merajalela karena tidak pernah ditindak tegaskan dari pemimpin. Yang susah ialah rakyat yang ada dibawah kepemimpinan si pemimpin itu sendiri. Harta nya habis dirampas oleh sang tikus-tikus berdasi tersebut.
    Semoga para koruptor diberi hidayah oleh Allah SWT untuk tidak melakukan perbuatan tercela itu lagi.

    ReplyDelete
  42. Rigia Tirza Hardini
    17701251026

    Anomali pemimpin diterjemahkan secara gamblang menjadi pemimpin yang menyimpang. Mengapa menyimpang? karena pada hakikatnya pemimpin mendengarkan suara rakyat. Tetapi ketika yang terjadi sebaliknya, maka itulah anomali.

    ReplyDelete
  43. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Tanggungjawab besar yang diemban menyangkut kepentingan banyak hal. Kebijakan yang ditetapkan tentang segala hal. Keputusan-keputusan yang diambil terkait dengan banyak pihak. Salah sedikit dalam melangkah maka dampaknya akan mengenai banyak hal. Sehingga diperlukan pemikiran yang kritis untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan pemikiran kritis maka seorang pemimpin akan mampu mengambil setiap keputusan dengan tepat. Keputusan yang tidak berlawanan dengan prinsipnya. Selain itu, hati yang bernurani juga sangat diperlukan agar dalam tindakannya tidak cenderung menguasai tetapi mengayomi dan melindungi rakyatnya.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Thomas Khun berpendapat bahwa anomali merupakan keganjilan, ketidaksepakatan, dan penyimpangan dari hal2 yang sewajarnya. Apabila penyimpangan ini terus berlanjut dan semakin menumpuk akan muncul krisis.
    Untuk menanggulangi agar tidak muncul krisis maka diperlukan revolusi.
    Sangat jelas sekali keganjilan atau penyimpangan yang dilakukan oleh pemimpin dalam elegi ini. Yaitu memproklamirkan bahwa dirinya lah sebenar-benar pemberantas korupsi. Namun, pada kenyataannya malah mendukung tindak korupsi.
    Dan akhirnya anomlai berdehem ria melihat hal tersebut.

    ReplyDelete
  45. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pemimpin, presiden, direktur, kepala kantor, gubernur, dan sederet istilah-istilah yang merujuk pada istilah pimpinan, mereka semua adalah manusia. Manusia memiliki hati dan pikiran. Manusia juga memiliki rasa takut. Takut korupsi, takut dipenjara, takut ditangkap KPK, adalah takut-takut awal yang harus dimiliki oleh para pejabat atau pimpinan. Selanjutnya rasa takut tersebut lebih dinaikkan dimensinya yaitu takut pada Allah SWT, takut mendapat dosa, atau takut masuk neraka. Banyak pemimpin membuat peraturan berdasar pada kepentingan, bukan berdasar karena takut kepada Allah SWT. Akibatnya ketika kepentingan sudah berubah, kebijakanpun ikut berubah. Itulah perilaku pemimpin yang “esuk dhele sore tempe”. Hal ini tidak hanya terjadi pada masalah korupsi saja. Hal lainnya seperti ketika pemerintah membuat peraturan tentang larangan merokok, tetapi kenyataannya tetap mendukung produksi perusahaan rokok karena memberikan keuntungan.

    ReplyDelete
  46. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Elegi yang begitu singkat membuat saya tidak ingin berkata yang terlalu panjang. Ini adalah anomali sang pemimpin. Menurut saya terlalu cepat menghakimi tindakan seseorang yang jauh dari jangkauan kita sangatlah tidak efektif. Menilik pada diri sendiri yang sejatinya memiliki kuasa untuk memimpin diri sendiri. Sebagai pemimpin diri sendiri juga menitikberatkan pada tindakan yang bersifat positif. Saya butuh Tuhan untuk memimpin diri saya pada arah yang positif. Kelemahan yang begitu tampak jelas sekali. Banyak godaan dari sana sini juga menjadi tantangan tersendiri. Sejauh ini saya dapat menertawakan tindakan-tindakan konyol pada diri sendiri. Menertawakan diri sendiri mampu membuat saya semakin mengerti dan menyadari apa yang harus diperbaiki di kemudian hari.

    ReplyDelete
  47. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam sebuah negara pemimpin adalah orang yang menentukan suatu negara, akankah negara itu maju, atau mundur itu semua tergantung dari pemimpin. Apa bila ada masalah maka pemimpin itu yang pertama menjadi rujukan, semua permasalahan itu akan bermuara kepemimpin. Semua kegagalan maupun keberhasilan itu juga bergantung dari pemimpin. Semua kesalahan itu milik pemimpin, semua kebenaran juga milik pemimpin. Maka dari itu beban yang diemban seorang pemimpin itu bukan main beratnya. Apabila pemimpin menyatakan perang, maka berperanglah negara tersebut. Apabila pemimpin itu membela, maka negarapun membela. Apabila seorang pemimpin itu plin-plan maka hancurlah negara itu, apabila pemimpin itu berada dibawah kekuasaan orang lain maka tunduklah seluruh negara. Apabila pemimpin itu mendukung korupsi, maka jadilah negara itu negara korupsi. Pemimpin itu ibarat dewa, setiap perkataannya akan dilaksanakan, pemimpin itu ibarat jelmaan dari negara itu sendiri.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  48. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Terdapat beban yang sangat besar yang akan dimintai pertanggunjawabannya kelak. Pemimpin adalah panutan bagi para pengikutnya. Kadang kala saat seorang pemimpin keliru dalam bertindak, hal tersebut juga akan berpengaruh kepada para pengikutnya, mereka ikut menjadi keliru karena keputusan/ perbuatan pemimpin yang keliru tersebut. Maka, apabila kau diamanahi menjadi seorang pemimpin, kau sebaiknya senantiasa meminta petunjuk Tuhan. Kemudian, sebaik-baiknya pemimpin adalah dimulai dari memimpin diri sendiri dahulu. Pimpin hati dan pikiran. Sebaiknya senantiasa membersihkan hati dan pikiran supaya apapun tindakan dan keputusan yang dipilih tidak menjerumuskan banyak pihak, tidak terlalu bias terhadap suatu pihak tertentu. Saat menjadi pemimpin, ingatlah, bahwa kelak kepemimpinanmu akan dimintai pertanggungjawaban.

    ReplyDelete
  49. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Rakyat memiliki peran yang sangat tinggi dalam pemberantasan korupsi. Termasuk kita sebagai tenaga pendidik sangat berperan pada sektor pencegahan. Korupsi tidak hanya masalah besarnya kerugian negara. Dampak korupsi dapat dilihat dari berbagai aspek. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan sekolah, perekonomian dan kemaslahatan masyarakat lainnya, justru dilenyapkan oleh segelintir orang. Penting bagi kita untuk menyadari bahwa korupsi adalah persoalan moral dan nurani.

    ReplyDelete
  50. Vidiya Rachmawati
    PM A

    Anomali merupakan suatu kejadian aneh. Dalam elegi di atas dibahas mengenai anomali sang pemimpin yaitu kejadian “aneh” yang dialami seorang pemimpin. Idealnya seorang pimpinan diharapkan mampu membuat suatu keputusan untuk khalayak banyak. Namun, ketika menjadi pemimpin tidak jarang ia mendapat godaan-godaan. Ibarat pohon yang tinggi menjulang ia makin mudah diterpa angin yang kencang. Apabila tidak kuat menahan hembusan angin ia akan goyah dan bisa jadi roboh. Jika demikian maka hilang pula kepemimpinan yang sudah ia bangun. Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua bahwasanya banyak pemimpin yang merasa bingung karena iming-iming jabatan dan kekayaan, hingga akhirnya mereka terlena dan hanya tunduk dalam perintah “sang penguasa”. Hasil ini tentu sebuah keanehan bahwasanyas eorang pemimpin harusnya menjadi seorang yang terdepan dalam membuat kebijakan, justru ia disetir oleh sang empunya “kuasa”.

    ReplyDelete
  51. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pemimpin yang mengatakan bahwa “BAILOUT ITU BENAR”, itu brarti memiliki arti yang bertolak belakang dengan kalimat “ AKU ADALAH ORANG TERDEPAN YANG MEMBERANTAS KORUPSI”. Pemimpin tersebut menyatakan ingin memberantas korupsi tapi secara tidak langsung ia juga mendukung proses terjadinya kosupsi yaitu bailout bahkan bisa jadi ia juga melakukan korupsi. Kurang lebih seperti itu negeri kita tercinta ini dalam hal korupsi. Ketua dewan terciduk kasus korupsi. Tidak tanggung-tanggung, milyaran uang yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat ia selewengkan untuk kepentingan sendiri. Pemimpin yang diberi kepercayaan oleh rakyat untuk membela kepentingan rakyat ternyata justru menusuk rakyatnya sendiri. Miris, tapi itulah yang terjadi. Meskipun rakyat teriak berusaha agar pemimpin tersebut dihukum, tapi hukum negeri ini yang semakin ke atas semakin tumpul seolah masih belum hilang. Wallahualam...
    Kita berdoa agar pemimpin-pemimpin yang akan datang tidak seperti itu, pemimpin yang membela rakyat tanpa mementingkan uang.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  52. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Elegi diatas seperti menampilkan keadaan negara indonesia ini. Pemimpin yang diberikan kepercayaan, amanah, dan perwakilan rakyat tetapi tidak bisa menjadi amanah nya sendiri maka pemimpin tersebut pasti ada korupsi juga. Seperti layaknya kata peribahasa “maling teriak maling” begitu keadaan negara saat ini. Yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan. Dengan pemimpin yang tak amanah, maka masyarakat akan tak percaya dan bahkan akan membenci pimpinan negara yang akan seperti ini. Korupsi adalah perbuatan tercela yang merugikan orang banyak. Jika pemimpin saja bisa berdusta untuk membela para koruptor, bagaimana keadaan Indonesia bisa maju.

    ReplyDelete
  53. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. hahahaha. anomaly sang pemimpin memang membingungkan. anomali muncul ketika janji tak dapat ditepati, justru malah sebaliknya, kesempatan untuk korupsi dimanfaatkan dengan baik. mempertahankan credible commitment memang berat. semoga kita dijauhkan dari sikap korup.

    ReplyDelete
  54. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pemimpin adalah panutan. Ketika panutan salah, maka yang berpanut pada panutan pun akan ikut salah. Seringkali di masyarakat terjadi peristiwa pemimpin yag saat kampanye menjanjikan diri bersih dari korupsi, setelah terpilih selang beberapa waktu malah terjerat kasus korupsi. Dan ketika tertangkap kemudian masuk di layar telivisi, sang pelaku korupsi malah tersenyum seakan tidak merasa bersalah dan rasa malu hilang sudah.

    ReplyDelete
  55. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP

    Menjadi pemimpin adalah perkara yang berat. Ia tidak hanya mempertanggung jawabkan dirinya namun juga mempertanggung jawabkan yang dipimpinnya. Menjadi pemimpin harus selaras antara apa yang diucapkannya dengan apa yang dilakukannya. Ironi yang terjadi di negeri ini adalah banyak pemimpin yang mengaku bersih, namun ternyata terjerat dengan kasus korupsi. Partai yang secara data dikatakan paling korup pun masih membela partainya tidak korup bahkan menuding partai lain korupsi dengan tanpa malu. Beginilah kondisi negara bila para pemimpin dan rakyatnya tidak menjiwai agama dan hanya menjadikan agamanya sebagai aksesoris dan data administrasi saja. semoga kelak kita bisa menjadi pemimpin yang jujur, yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh Tuhan, agama maupun kemanusiaan

    ReplyDelete
  56. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Menjadi orang terdepan, menjadi pemimpin, bukanlah perkara mudah. Janji janji indah mudah diucapkan, namun kenyataan yang terjadi, tak semudah yang diucapkan, bahkan seringkali justru luput, tidak sesuai. Menjadi orang yang terdepan menentukan nasib banyak orang di belakangnya. Menjadi orang yang terdepan adalah perkara tanggung jawab yang besar. Semakin besar tanggung jawab, semakin besar pula badai godaan dan goncangannya.
    Maka berdoalah senantiasa agar tetap menjadi orang yang terdepan, yang membela kebenaran.

    ReplyDelete
  57. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Menjadi orang terdepan, menjadi pemimpin, bukanlah perkara mudah. Janji janji indah mudah diucapkan, namun kenyataan yang terjadi, tak semudah yang diucapkan, bahkan seringkali justru luput, tidak sesuai. Menjadi orang yang terdepan menentukan nasib banyak orang di belakangnya. Menjadi orang yang terdepan adalah perkara tanggung jawab yang besar. Semakin besar tanggung jawab, semakin besar pula badai godaan dan goncangannya.
    Maka berdoalah senantiasa agar tetap menjadi orang yang terdepan, yang membela kebenaran.

    ReplyDelete
  58. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Seorang pemimpin harus mempunyai karakter yang kuat untuk bisa dijadikan teladan oleh yang dipimpinnya. Seorang pemimpin juga jangan terlalu banyak janji demi meraup suara. Menjadi seorang pemimpin juga harus mempunyai hati yang ikhlas untuk menerima amanah dan dalam menjalankan amanah itu. Jadilah pemimpin yang adil karena akan mendapat pahala yang banyak. Korupsi merupakan perbuatan yang mencerminkan sikap ketidak adilan. Krena uang yang dikorupsi yang sebenarnya adalah hak masyarakat namun diperuntukkan bagi dirinya sendiri. Semoga kita jika diamanahi menjadi pemimpin bisa memimpin dengan ikhlas dan adil. Aamiin.

    ReplyDelete
  59. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa yang diharapkan dari seorang pemimpin adalah seseorang yang mampu secara tepat dan bijaksana menggunakan kemampuannya, sikapnya, nalurinya, dan ciri-ciri kepribadiannya yang mampu menciptakan suatu keadaan, sehingga orang lain yang dipimpinnya dapat saling bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kebaikan bersama. Demikian pula hal yang kami harapkan dimiliki oleh pemimpin di negara ini. Pada awalnya calon-calon pemimpin ini, tampak bahwa mereka memiliki kriteria-kriteria tersebut, akan tetapi setal menjadi pemimpin yang sesungguhnya (sudah menjadi formal) ternyata banyak kriteria-kriteria yang tidak sesuai dengan harapan. Hal yang sangat wajar apabila kemudian rakyat kehilangan kepercayaan terhadap pemimpin-pemimpin yang ada pada negara ini, walaupun tidak sedikit pula pemimpin yang masih amanah dan mendapat kepercayaan dari masyarakat.

    ReplyDelete
  60. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi di atas menggambarkan keadaan pemerintahan di beberapa negara. Tidak sedikit penguasa yang membenarkan sesuatu hal yang jelas merugikan rakyatnya karena keuntungan atau manfaat yang dapat di ambil oleh para penguasa itu sendiri, atau bahkan karena penguasa tersebut juga melakukan hal yang jelas merugikan rakyat itu. Sebagai contoh, dalam negara kita; hukum tak begitu menakutkan bagi para pelaku kejahatan yang beruang. Karena penegak hukum bisa jadi ikut kecipratan uang jika bisa membebaskan para pelaku. Mohon maaf jika ada kesalahan, mohon koreksi. Terimakasih.

    ReplyDelete
  61. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Korupsi hampir selalu menjadi headline di media-media atau portal-portal berita di Indonesia. Korupsi yang sudah mendarah daging dalam tatanan kepemerintahan baik di instansi kecil sampai instansi besar sangat sulit untuk diberantas, padahal setiap kali ada pemilu atau pemilihan kepala daerah, semua calon berjanji akan membuat aturan-aturan untuk memberantas korupsi. Akan tetapi dalam prakteknya, justru aturan-aturan yang digagas seperti sengaja dibuat untuk melemahkan KPK dan proses pemberantasan korupsi. Ditambah lagi banyak koruptor yang tertangkap berasal dari pemimpin-pemimpin yang mengobral janji saat kampanye. Ini membuat masyarakat kecewa dan semakin tidak percaya kepada pemimpin-pemimpin saat ini. Oleh karenanya, sebagai pendidik, kita harus menanamkan sikap amanah, jujur dan bertanggung jawab agar terhindar dari praktek KKN.

    ReplyDelete
  62. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Pemimpin harus memiliki prinsip, mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya, memperhatikan kesejahteraan rakyat, dan berlaku adil. Pemimpin harus amanah. Karena di tangan pemimpin nasib bawahannya ada disitu. Kekuasaan pemimpin tak mutlak, karena harus diingat bahwa terdapat kekuasaan yang lebih besar lagi yang ada diatasnya. Tanggung jawabnya tak hanya kepada bawahannya tapi kepada atasannya juga. Sulit menjadi pemimpin yang amanah, jujur, dan bertanggung jawab, sebab semakin tinggi pohon maka semakin banyak rintangan yang ingin menumbangkannya.

    ReplyDelete
  63. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap manusia adalah pemimpin. Memimpin yang paling fundamen adalah memimpin diri sendiri. Diri sendiri adalah musuh terbesar bagi siapapun. Pimpinlah diri sendiri dulu sebelum memimpin orang lain, dengan begitu akan lebih mudah dalam membangun dunia. Dunia ini sifatnya sangat kompleks dan kadang melenakan. Oleh sebab itu, dalam rangka membangun dunia juga harus diseimbangkan dengan doa.

    ReplyDelete
  64. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Pemimpin yang baik adalah ia yang jujur, apa yang ada di hatinya adalah apa yang tampak di luarnya. Kepemimpinan tak bisa diraih dengan kebohongan, kepura-puraan, rekayasa. Ketika tiba masanya rakyatnya mengetahui apa yang ada pada dirinya, mereka akan berontak.

    ReplyDelete
  65. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pemimpin yang mengatakan akan melawan korupsi tetapi malah membenarkan bailout yang pada dasarnya membela koruptor, adalah suatu kontradiksi. Seharusnya, pemimpin memegang kata-katanya, memegang janjinya, karena menjadi pemimpin adalah suatu amanah. Menjadi pemimpin memang bukan hal yang mudah karena harus mempertimbangkan banyak aspek dalam pengambilan keputusan. Namun pemimpin harus berupaya sebaik mungkin agar tidak merugikan rakyatnya, tidak hanya mengambil keputusan untuk keuntungan pribadi atau golongan.

    ReplyDelete
  66. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Anomali adalah sebuah kontradiksi. Anomali adalah suatu tindakan yang menyimpang, aneh dan nyeleneh. Dalam elegi ini anomali digambarkan sebagai suatu tindakan yang dilakukan dengan cara yang tidak semestinya, melakukan suatu keburukan dengan beralasan kebaikan, atau melakukan kebaikan dengan cara yang buruk. Hal semacam ini tentu tidak bisa kita pungkiri ada disekeliling kita. Misalnya saja bersedekah dari hasil curian, melawan kebohongan dengan kesombongan, membangun dengan merusak, dsb. Oleh sebab itu, seorang pemimpin yang baik hendaknya tidak melakukan hal seperti ini. Pemimpin yang bijak harus melakukan segala sesuatunya selaras, melakukan kebaikan dengan cara yang baik, melakukan kebaikan dengan alasan kebaikan.

    ReplyDelete
  67. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Godaan terbesar sebagai pemimpin adalah kekuasaan yang tak terkendalikan. Menjadi pemimpin tidak selamanya berkuasa, karena kemungkinan ada kekuasaan yang lebih besar sebagai pengendali si pemimin. Kekuasaan yang lebih besar tersebut adalah nafsu. Melalui elegi ini saya memahami bahwa di sinilah pentingya bagi seorang filsuf untuk merawat akal sehat dan menghindari diri dari kekuasaan negatif. Jika kesalahan logika menguasai mahluk di bumi, seorang filsuf harus berani berkata dan mengambil sikap.

    ReplyDelete
  68. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Banyak kejanggalan dari pemimpin pemimpin kita, ketika sedang berjuang menjadi pemimpin sangat dekat sekali dengan rakyat, namun setelah menjadi pemimpin, bertemu dengan rakyat saja jarang. Saat kampanye mendeklarasikan akan menjadi orang terdepan memberantas korupsi, namun setelah menjadi pemimpin menjadi yang terdepan dalam korupsi.

    ReplyDelete
  69. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Kita sudah terlanjur memiliki persepsi bahwa pemimpin tidak bisa dipegang kata-katanya. Persepsi muncul dari pengalaman yang berulang ulang terjadi. Sunguh anomaly sekali, seorang pemimpin yang dipilih rakyat, tetapi rakyat juga yang menginkan dia turun. Sungguh ironis, wakil rakyat yang harusnya memperjuangkan kehidupan rakyat, malah memeras rakyat dengan kebijakan.

    ReplyDelete
  70. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Korupsi adalah kejahatan yang berbahaya. Bisa menghancurkan pribadi, keluarga, masyarakat bahkan negara. Maka jangan sampai kita tertipu oleh godaan setan. Apalagi dalam memilih pemimpin, kita harus memilih pemimpin yang bijak dan amanah.Pemimpin yang begitu banyak godaan dialamnya, dibutuhkan keimanan dengan pondasi yang kuat agar tidak terjebak dalam tindakan yang merugikan semua orang dan dirinya sendiri.
    Dari elegi tersebut juga mengajarkan arti tanggung jawab. Setip kita adalah pemimpin dan akan mempertanggungjawabkan apapun yang kita perbuat. Maka untuk setiap keputusan dan tindakan yang kita ambil harus di pikirkan terlebih dahulu karena bisa mempengaruhi hidup kita dan orang lain. Berhati hatilah, menentukan suatu keputusan didasarkan bahwa Allah itu suka dan Ridho didalm keputusan itu.

    ReplyDelete
  71. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Pasti kita sudah tidak asing dengan kata KORUPSI. Ini adalah masalah dan momok yang sudah melekat dengan jabatan-jabatan yang memiliki kekuasaan, baik di tingkat bawah maupun tingkat lebih tinggi.
    Sedikit demi sedikit korupsi ini juga sudah mulai di berantas oleh para penegak hukum. Tetapi mungkin tidak jarang kita mendengar orang "terpaksa" korupsi atau "menutupi" perbuatan korupsi karena berbagai alasan.
    Siapapun yang membela atau menutupi hal yang salah, maka orang tersebut juga orang yang salah. Namun, Ketika seorang membela hal yang dianggap benar dan sudah diteliti kebenarannya tapi ada sebagian orang yang mengatakan itu salah, maka tidak bisa divonis orang tersebut salah. Korupsi tidak hanya merugikan satu atau dua pihak tapi merugikan seluruh pihak, termasuk dia telah merugikan dirinya sendiri. Semoga negara Indonesia terbebas dari koruptor yang merugikan rakyatnya.

    ReplyDelete
  72. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Saat ini banyak orang berlomba untuk meminta dijadikan pemimpin dan memberikan setumpuk janji kepada masyarakat. Padahal sebaik-baik pemimpin adalah orang yang tidak pernah meminta jabatan dan tidak meminta untuk dijadikan pemimpin. Mudah-mudahan negara ini diberikan pemimpin yang amanah, tegas, adil dan mau mementingkan kepentingan rakyatnya. Aamiin.

    ReplyDelete
  73. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Seorang pemimpin seharusnya menjadi contoh bagi rakyatnya, namun ketika sang pemimpin terkena kemunafikan maka dia pun hanya akan menjadi pemimpin munafik. Bagaimana rakyatnya ingin maju, jika contohnya justru berbuat keburukan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  74. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Yang dapat saya pahami elegi diatas menggambarkan kepemimpinan yang lupa akan rakyatnya. Memang tidak mudah untuk menjaga amanah sebagai seorang pemimpin belum lagi dengan berbagai godaan yang ada jika telah duduk di kursi kepemimpinan. Maka dari itu orang yang menjadi pemimpin haruslah orang yang mempunyai pendirian yang kuat.

    ReplyDelete
  75. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pemimpin yang benar adalah pemimpin yang senantiasa berusaha mengajak kepada sesuatu yang benar dan bermanfaat bagi mereka yang dipimpin. Anehnya sekarang ini, para pemimpin malahan ingin dimengerti oleh mereka yang dipimpin. Selain itu juga para pemimpin lebih pada mengutamakan urusan pribadi mereka namun jarang yang memikirkan yang dipimpin oleh mereka. Hal inilah yang menjadikan kepercayaan orang-orang mulai pudar ketika adanya pemilihan pemimpin, karena banyak pembohongan besar dari para pemimpin sebelum dan sesudah menjadi pemimpin.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  76. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Yang ditujukan dalam artikel ini, sifat pemimpin dalam tokoh memiliki dua sifat yang berlawanan. Satu, sebuah kejujuran. Kejujuran yang telah melakukan korupsi. Ia menjelaskan apa adanya apa yang dilakukan dengan bangga. Tetapi diiringi dengan sifat melakukan pencurian yang bukan haknya. Juga diiringi dengan rasa bangsa apa yang telah dilakukan.

    ReplyDelete
  77. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kita menyadari, bahwa pemimpin adalaha manusia yang tidak luput dari kesalahan. Tetapi ia harus inget, bahwa dalam menjadi pemimpin harus siap menjadi objek atau subjek dipandangan dan penilaian masyarakat umum. Sehingga kita perlu berhati hati jika memimpin, baik memimpin diri sendiri mapun mempimpin orang banyak.

    ReplyDelete
  78. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    assalamualaikum wr,wb
    bismillahirrohmanirrohim
    menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah, pemimpin harus berada pada sesuatu yang benar dan bermanfaat bagi semuanya,
    Seorang pemimpin harus memmiliki karakter yang kuat untuk bisa dijadikan teladan dan menjadi seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk menjalankan amanah itu.

    ReplyDelete
  79. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    pada elegi diatas menggambarkan suatu kepemimpinan yang lupa akan kulitnya, hanya untuk memikat hati para rakyat sehingga rakyat pro mendukung pemimpin itu menjadikan orang itu menjadi seorang pemimpin namun setelah dia terpilih menjadi seorang pemimpin dengan mudahnya pemimpin itu mendukung yang kontra dengan rakyat hanya untuk kepuasan duniawi, sehingga pemimpin itu melakukan perkongsian dengan para koruptor untuk mendapatkan harta atau kekuasaan yang lebih dari sebelumnya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  80. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari Elegi diatas, seorang Pemimpin tidak konsisten dengan apa yang diucapkan, dia menyimpang dari perkataan yang benar. sehingga membuat rakyat menilai bahwa pemimpinnya tidak pantas untuk dijadikan panutan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  81. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Seorang pemimpin dipilih atas dasar kepercayaan rakyat. Namun tidak sedikit pemimpin yang tergiur dengan harta dan tenggelam dalam tahta. Kebijakan yang dibuat tak jarang atas kepentingan pribadi. Mereka seakan lupa dengan kewajiban untuk amanah dan kedudukannya sebagai suri tauladan bagi rakyatnya. Maka sungguh berat dalam menjadi pemimpin jika tidak dijalani dengan hati yang ikhlas dan pemikiran yang jernih. Kasus-kasus penyelewengan yang ada semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk kritis memilih pemimpin.

    ReplyDelete
  82. Arina Husna Zaini
    17701251024
    PEP S2 B
    Pemimpin merupakan panutan bagi para rakyatnya. Menjadi pemimping yang baik dan benar memang tidak mudah , jika diibaratkan sebuah pohon pemimpin berada pada puncak sebuah pohon dimana semakin tinggi pohon semakin kencang angin yang menerpanya oleh karena itu menjadi pemimpin harus memiliki keteguhan hati, iman dan ikhsan agar tidak larut dan goyah dalam kesesatan. Berdasarkan artikel diatas bahwa istilah anomali pemimping digunakan untuk menggambarkan sifat pemimping yang tidak konsekuen dan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukannya. Anomali pemimpin digambarkan untuk menyatakan bahwa pemimping berbuat menyeleweng dari tanggung jawab seperti korupsi, membenarkan yang salah dan lain sebagainya. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  83. Eka C.S Putra
    17706261010
    S3 Pendidikan Dasar

    Menjadi pemimpin bukan hal yang mudah, kita tidak bisa untuk menyenangkan semua pihak. Setiap kebijakan yang dikeluarkan pasti akan ada pihak pro dan kontra. Yang terpenting seorang pemimpin harus mau menerima saran dan kritik. Jangan memutuskan sesuatu secara sepihak karena bahkan kebijakan terbaik pun yang digunakan untuk menolong akan tetap dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki niat yang buruk.

    ReplyDelete
  84. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menjadi seorang pemimpin menjadi perkara yang cukup berat, pemimpin harus mampu mepertanggujawabkan segala sesuatu tindakannya baik lisan, tulisan, maupun perbuatan. Seorang pemimpin itu dituntut untuk adil, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar. Bukan seperti elegi diatas membenarkan yang salah. Memang godaan ketika menjadi pemimpin itu sangat berat, tetapi jangan sampai ketika kita menjadi pemimpin malah menjadi “ORANG TERDEPAN YANG MEMBELA KORUPSI”. Karena orang awam pun tahu bahwa korupsi merupakan tindakan sangat amat tercela, karena memakan yang bukan menjadi haknya. Maka jadilah seorang pemimpin yang btul-betul amanah baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.

    ReplyDelete
  85. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika

    Sebenarnya menjadi seorang pemimpin itu tidak gampang. Pasti ada saja tindakan yang tidak disukai oleh rakyatnya meskipun pada dasarnya niat seorang pemimpin itu baik. Setiap kebijakan yang keluarkan pasti ada yang setuju dan ada yang menentang. Yang paling penting dalam hal ini adalah pemimpin harus adil dan bijaksana dalam mengambil segala keputusan. Pemimpin harus mendengarkan suara rakyat. Dan pemimpin harus membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah. Jangan sampai seorang pemimpin menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  86. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015
    Bismillah,
    Elegi yang ditulis Prof menggambarkan keadaan beberapa pemimpin-pemimpin di negara ini. Anomali dapat diartikan sebagai penyimpangan atau keanehan. Anomali pada pemimpin terjadi karena pemimpin tidak konsisten terhadap apa yang diucapkan. Ia tidak dapat mempertanggungjawabkan janji-janji nya, sehingga berakhir pada tindakan tercela, salah satunya korupsi.
    Semoga kita terhindar dari pemimpin-pemimpin yang seperti ini.

    ReplyDelete
  87. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S1- Pendidikan Matematika A 2015

    Elegi di atas menggambarkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah karena seorang pemimpin harus berani mempertanggung jawabkan apa yang ia katakan dan apa yang ia lakukan . Seorang pemimpin sebelum ia menjadi pemimpin bagi orang lain ia harus mampu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri terlebih dahulu karena ketika kita mampu memimpin diri kita sendiri otomatis kita mampu menahan segala nafsu atau keinginan negatif yang kemungkinan muncul ketika memimpin orang lain . Menjadi seorang pemimpin juga harus mempertanggung jawabkan janji-janji yang telah di ucapkan dahulu . Seperti kalimat yg diucapkan pemimpin dalam alegi di atas , pemimpin tersebut tidak mampu memegang ucapannya dalam masalah korupsi tersebut . Semoga pemimpin negara kita saat ini maupun kelak tidak bersikap seperti itu dan semoga mampu membawa negara kita menjadi negara yang bersih dari korupsi sehingga rakyat tentram dan makmur.

    ReplyDelete
  88. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel mengenai elegi sang pemimpin yang telah Bapak share kepada kami. Artikel tersebut sangatlah bermanfaat untuk saya apabila saya menjadi seorang pemimpin nantinya. Well, menjadi pemimpin tidaklah semudah seperti yang dibayangkan, ada yang berkata jadi pemimpin itu mudah karena tinggal menyuruh bawahannya saja, semua fasilitas dimudahkan, semuanya dapat gratis, dan lain sebagainya. dalam agama saya, kita dianjurkan untuk menjadi seorang khalifah (pemimpin). pemimpin yang diharapkan adalah seorang muslim, agamanya baik, amanah, fathonah, tabligh, dan sebainya. Pemimpin merupakan seorang panutan bagi yang dipimpin. Pemimpin juga harus adil, bijaksana, tanggap, bertanggung jawab, dan pastinya terhindar dan menghindari korupsi. Korupsi bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti telat datang ke majelis, mencontek jawaban teman dan lainnya.Apabila seorang pemimpin sering melakukan korupsi pada hal-hal kecil maka tidak menutup kemungkinan seorang pemimpin itu akan melakukan korupsi dala hal yang lebih besar. Semoga apabila suatu saat nanti kita menjadi seorang pemimpin kita tidak menjadi seorang pemimpin yang korupsi, maka dari ini mulai saat ini mulailah dulu untuk memimpin diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  89. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Dari elegi yang Prof sampaikan, terlihat jelas bahwa seorang pemimpin merupakan panutan bagi rakyatnya. Sehingga, seorang pemimpin harus memiliki karakter dan pendirian yang kuat untuk berbuat di jalan yang benar. Pemimpin harus bersikap adil, jika salah harus dikatakan salah dan jika benar harus dikatakan benar. Karena sesungguhnya setiap keputusan yang diambil pemimpin haruslah dipertanggungjawabkan nantinya.

    ReplyDelete
  90. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Elegi anomali sang pemimpin ini memang benar adanya, saat ini benar-benar terjadi di negara ini. Pemimpin yang harusnya menjadi panutan dan melindungi rakyatnya, saat ini malah menindas rakyatnya. Semua janji yang dideklarasikan saat pemilihan tidak terwujud. Pemimpin banyak mengalami anomali, banyak keanehan yang terjadi. Parahnya saat ini banyak pemmpin yang melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan nasib rakyat. Dan inilah sebenar-benarnya anomaly yang terjadi pada pemimpin negara ini.

    ReplyDelete
  91. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Berdasarkan isi dari artikel di atas dapat digambarkan bahwa menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah. Karena pemimpin harus memberikan teladan yang baik kepada orang yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus bersikap adil dalam mengambil keputusan, jujur dalam perkataannya, dan bertanggung jawab atas setiap perilaku dan perkataannya. Seorang pemimpin hendaknya mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Seorang pemimpin harus memiliki pendirian teguh untuk selalu berada di jalan yang benar. Jika melakukan kesalahan maka mengakui bahwa itu salah dan mengatakan benar jika memang benar.

    ReplyDelete
  92. Aji Pangestu
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi Anomali Sang Pemimpin ini menjelaskan bahwa menjadi pemimpin memang tidak mudah. Seorang pemimpin harus mempunyai landasan ideologi yang kuat, karena apabila seorang pemimpin belum memiliki dasar/pondasi diri yang kuat, yang terjadi adalah pemimpin tersebut tergoda untuk menyalahgunakan kepemimpinannya untuk hal-hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  93. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015

    Menjadi orang yang mengedepankan kebenaran bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika ia merupakan seorang pemimpin. Dibutuhkan landasan yang kuat dan mental yang tangguh karena kejahatan itu selalu memiliki cara untuk meruntuhkan kebaikan. Banyak godaan yang akan ditemukan dan banyak hal yang perlu dikorbankan. Hendaklah kita senantiasa membela yang benar, walaupun pada realitanya hal tersebut susah untuk dilakukan.

    ReplyDelete