Mar 4, 2010

Elegi Anomali Sang Pemimpin

Oleh Marsigit

Pemimpin:

Aku deklarasikan dengan ini bahwa “AKU ADALAH ORANG TERDEPAN YANG MEMBERANTAS KORUPSI”

Koruptor:
Nyam..nyam...nyammm..mumpung ada kesempatan, mumpung mereka terlana...lumayan 7 trilyun...
Bailout...bailout....inilah kendaranku.

Rakyat:
Thunggg..thungg...thung...thung.....koruptor..koruptor....tangkap...tangkap....dia telah memanfaatkan Baiolout. Bailout itu salah...Barang siapa membelanya berarti dia termasuk membela korupsi....tangkap....tangkap.

Pemimpin:

Aku deklarasikan dengan ini bahwa “BAILOUT ITU BENAR”

Rakyat:
Huhh...hahh...lha... logikaku mengatakan kalau membenarkan Bailout yang ini berarti telah menjadi “ORANG TERDEPAN YANG MEMBELA KORUPSI”

Anomali:
Uhh...heh...heh.....heheh.............heh. Huh....hah...hah....heh.... hhhhhhhhhhh...hh........hhh..............hhh ...hahhhhhhhhhhh... .hhhhhhhhhhhhhhhhh................hehhhhhhhhhhhhh

10 comments:

  1. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ketika pemimpin telah terpilih maka akan terlihat pemandangan seperti ini “Aku deklarasikan dengan ini bahwa “AKU ADALAH ORANG TERDEPAN YANG MEMBERANTAS KORUPSI”.
    Akan tetapi yangt erjadi pads kenyataan adalah pemimpin adalah orang terdepan yang mendukung korupsi. Miridnya negeri ini.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Lemahnya perangkat hukum yang mampu menjerat dan menindak para pelaku korupsi. Kelemahan ini jelas berimplikasi terhadap lemahnya upaya bagi pemberantasan korupsi secara optimal. Lemahnya perangkat hukum ini boleh jadi disebabkan oleh dua faktor, yakni ketidakmampuan para elit politik, terutama legislatif di dalam menyusun dan merancang perangkat hukum pemberantasan korupsi atau ketidakmauan para elit politik, baik di eksekutif maupun legislatif untuk membuat perangkat hukum pemberantasan korupsi yang ideal. Ketidakmauan ini jelas ditunjukkan dengan dibuatnya perangkat hukum yang masih mengandung banyak celah yang dapat membuat elit politik tersebut keluar dari sanksi hukum. Hukum dibuat untuk kepentingan sendiri dan golongan, bukan benar-benar untuk memberantas korupsi secara nyata.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada kenyataannya saat ini, di Indonesia banyak pemimpin yang dibutakan oleh kekuasaan yang dimiliki. Pemimpin yang jika ada kesempatan selalu mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri. Pemimpin yang mengabaikan hak obyek kekuasaannya, dan malah menjungjung tinggi haknya seperti dengan melakukan korupsi. Pemimpin yang melakukan kerja sama dengan pihak lainnya yang bertujuan untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari obyek kekuasaannya. Itulah godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya. Padahal sifat dari kekuasaan tersebut selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaaan. Tetapi ingatlah apapun yang kita lakukan di dunia ini, Allah SWT mengetahui segalanya. Maka barang siapa yang menyalahgunakan kekuasaan, itu lah orang-orang yang berbuat dholim.

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut menggambarkan seorang pemimpin yang tidak konsisten atas prinsipnya. Di awal ia hanya mengumbar janji bahwa ia merupakan pemimpin yang anti korupsi dan akan memberantas korupsi bagaimanapun caranya. Namun ketika terjadi kasus korupsi maka secara tidak langsung ia membela para koruptor tersebut karena adanya indikasi dan kepentingan tertentu dengan orang tersebut. Inilah mengapa di negara kita masih bertebaran kasus korupsi karena kurang tegasnya para pemegang kekuasaan.

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Korupsi adalah masalah dan momok yang sudah melekat dengan jabatan-jabatan yang memiliki kekuasaan, baik ditingkat bawah maupun tingkat lebih tinggi. Sedikit demi sedikit korupsi ini juga sudah mulai di berantas oleh para penegak hukum. Korupsi tidak hanya merugikan satu atau dua pihak tapi merugikan seluruh pihak, termasuk dia telah merugikan dirinya sendiri. Semoga Indonesia terbebas dari koruptor yang merugikan rakyatnya. Amin.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada kisah elegi ini saya merangkum bahwa tulisan ini menggambarkan seperti pepatah kacang lupa pada kulitnya. Begitulah kepemimpinan pada kisah elegi ini, dimana hanya untuk memikat hati para rakyat sehingga rakyat pro mendukung pemimpin tersebut menjadikan orang itu sebagai pemimpin. Namun setelah dia terpilih menjadi seorang pemimpin dengan mudahnya pemimpin itu membuat peraturan yang kontra dengan rakyat hanya untuk kepuasan duniawi. sehingga pemimpin itu melakukan perkongsian dengan para koruptor untuk mendapatkan harta atau kekuasaan yang lebih dari sebelumnya.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D

    Bailout adalah kata benda yang berasal dari dua suku kata bail dan out. Bail berarti jaminan/pinjaman, sedangkan out adalah keluar. Jika diterjemahkan mungkin bisa berarti memberi jaminan/pinjaman atau mengeluarkan jaminan/pinjaman.
    Bailout dalam istilah ekonomi dan keuangan digunakan untuk menjelaskan situasi dimana sebuah entitas yang bangkrut atau hampir bangkrut, seperti perusahaan atau sebuah bank diberikan suatu injeksi dana segar yang likuid, dalam rangka untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Seringkali bailout dilakukan oleh pihak pemerintah atau konsorsium beberapa investor yang akan meminta peran kendali pada entitas tersebut sebagai timbal balik untuk dana yang disuntikkan.
    Bailout dari pihak pemerintah untuk sebuah entitas usaha/sektor biasanya dilakukan ketika entitas usaha/sektor tersebut dipertimbangkan sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak “too big to fail” – dijustifikasi oleh argumen bahwa kegagalan pada beberapa perusahaan akan menimbulkan kemandekan perekonomian yang harus dihindari dan diselesaikan segera dalam jangka pendek.
    Dikutip dari sumber: http://bowie71.multiply.com/journal/item/17/What_Kinda_Animal_Bailout_Is

    ReplyDelete
  8. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Pemimpin seharusnya konsisten dengan perkataannya, jangan sampai berkhianat atas apa yang telah di janjikan sehingga mengecewakan rakyat. Banyak calon pemimpin yang memberi janji pada calon pemilihnya dengan iming iming yang menarik, namun setelah jadi pemimpin dia bertindak tak sesuai jalan yang benar. Namun tak dapat dipungkiri bahwa kadang pemimpin yag sudah baik, terjebak oleh oknum oknum kurang ajar yang berniat korupsi atau sebagainya yang bersifat merusak pemerintahan.

    ReplyDelete
  9. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    begitulah adanya, kadang koruptor yang ulung mampu menjalin kerja sama yang epik dengan pemimpin. membuat rakyat sengsara dengan keputusan yang dibuatnya. seharusnya sebagai pemimpin, dia harus mengedepankan kepentingan rakyat. negara ini sudah demokrasi. hanya butuh kesadaran diri dari para pemimpin untuk selalu mempertanggung jawabkan amanah yang telah diberikan.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Pemimpin harus memiliki prinsip, mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya, memperhatikan kesejahteraan rakyat, dan berlaku adil. Pemimpin harus amanah. Karena di tangan pemimpin nasib bawahannya ada disitu. Kekuasaan pemimpin tak mutlak, karena harus diingat bahwa terdapat kekuasaan yang lebih besar lagi yang ada diatasnya. Tanggung jawabnya tak hanya kepada bawahannya tapi kepada atasannya juga. Sulit menjadi pemimpin yang amanah, jujur, dan bertanggung jawab, sebab semakin tinggi pohon maka semakin banyak rintangan yang ingin menumbangkannya.

    ReplyDelete