Mar 4, 2010

Elegi Memilih Opsi A atau C

Oleh Marsigit:

Pimpinan:

Silahkan pilih yang mana Opsi A atau Opsi C? Opsi A: “Bailout itu benar”, sedangkan Opsi C:
“Bailout itu salah”

Pemilih 1:
Jika aku memilih Opsi C adalah “Bailout itu salah” berarti “Bailout itu tidak benar”.
Jika “Bailout itu tidak benar” berarti “Tidaklah, Bailout itu benar”.
Jika “Tidaklah, Bailout itu benar” berarti “ Bukanlah Opsi A”
Jika “Bukanlah Opsi A” berarti aku tidak memilih Opsi A”
Kesimpulan: Jika aku memilih Opsi C berarti tidaklah mungkin aku memilih Opsi A.

Pemilih 2:

Jika aku memilih Opsi A maka “Bailout itu benar”
Jika “Bailout itu benar” maka “Tidaklah bahwa Bailout itu salah”
Jika “Tidaklah Bailout itu salah” maka “Bukanlah Bailout itu salah”
Jika “Bukanlah Bailout itu salah” maka “Bukanlah Opsi C”
Jadi aku tidak memilih Opsi C
Kesimpulannya : Jika aku memilih Opsi A tidaklah mungkin akubisa memilih Opsi C

Abstain:

Saya ingin abstain saja. Abstain adalah tidak memilih kedua-duanya. Saya rela dikatakantidak bertanggungjawab karena tidak memilih.

Pemilih 3:
Wah aku bigung. Jika memilih Opsi A berarti aku mengakui kejahatan. Jika aku memilih Opsi C berarti aku kehilangan jabatan. Bagaimana jika aku memilih Opsi AC?
Opsi A : “Bailout benar” artinya “Tidaklah benar bahwa Bailout itu salah”, artinya bukanlah “Bailout itu salah”, artinya bukanlah Opsi C. Jadi Opsi A adalah lawan dan Opsi C, atau Opsi A adalah ingkaran dari Opsi C. Jika Opsi A benar maka Opsi C salah. Jika Opsi A salah maka Opsi C benar.
Jika digabungkan maka aku menemukan formula Opsi AC dan berbunyi “Bail Out benar dan Bailout salah”. Atau Opsi AC berbunyi :”Bailout itu benar dan salah”. Maka saya menemukan Opsi AC itu bersifat kontradiktif, artinya tidak mungkin terjadi, untuk suatu hal benar dan salah itu terjadi secara bersamaan.
Wah saya bingung, di satu sisi saya tidak mau mengakui kejahatan tetapi di sisi yang lain saya tidak mau kehilangan jabatan. Sementara saya tidak mau dikatakan tidak bertanggung jawab dikarenakan abstain.
Wah benar-benar bingung aku.

46 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pengalaman hidup yang kita lalui tidak terlepas dari perbagai pilihan. Kadang kita bisa menentukan suatu pilihan dengan benar-benar yakin, namun terkadang ada ragu-ragu untuk memilih sesuatu. Hal ini adalah wajar karena banyak sekali permasalahan hidup yang yang dihadapi dan satu dan lainnya mungkin berbeda. Namun, kita juga perlu hati-hati dalam memilih harus memikirkan segala konsekuensinya baik itu konsekuensi positif maupun yang negatif. Ajaran islam pun sangat jelas ketika kita dihadapkan pada berbagai pilihan kita mestinya memohon petunjuk dari-Nya terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  2. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sesungguhnya memilih bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan, apalagi memilih di antara dua pilihan di mana keduanya saling kontradiktif. Bila kita salah memilih, kita akan menyesalinya. Sehingga dibutuhkan kemantaban dalam memilih.

    ReplyDelete
  3. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam hidup terkadang dihadapkan pada pilihan yang sulit, tetapi mau tidak mau harus memilihnya demi kebaikan. Di situlah diperlukan adanya berpikir mendalam dan menggunakan hati nurani untuk ikut dalam menentukan suatu pilihan agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Kebijaksanaanlah yang juga dibutuhkan dalam kehidupan ini agar mampu menghadapi segala bentuk pilihan hidup yang terkadang sulit.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kita sebagai manusia akan diberikan pilihan-pilihan dalam hidup. Pilihan tersebut adalah sifat kita sebagai manusia yang tidak sempurna karena akan terikat oleh ruang dan waktu, namun kita juga mampu menembus ruang dan waktu. Kita sebaiknya menggunakan pikiran kritis dan hati yang ikhlas dalam menjalani kehidupan. Doa yang tulus dan ikhlas kepada Tuhan YME dalam melakukan pilihan adalah hal yang sebaiknya kita lakukan. Kepercayaan kepada Tuhan YME adalah hal yang sepatutnya sudah tidak diragukan lagi. Apapun pilihan dan usaha kita, Tuhan YME yang akan menentukannya. Namun tentu manusia sebaiknya terus berusaha dalam jalan Tuhan YME karena tanpa usaha maka hasilnya juga akan sia-sia.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Memilih adalah kewajiban manusia. Ketika ada pemilihan umum untuk memilih para pemimpin kita, maka kita harus menggunakan hak pilih kita sesuai dengan hati kita. Dalam memilih kita harus pandai-pandai mencari visi dan misi yang sesuai untuk kemajuan negara maupun daerah kita. Jangan asal memilih seperti memilih kucing dalam karung. Baliout menunjukkan sesuatu yang tidak baik, entah dalam pemilihan atau dalam semua aspek kehidupan. Dengan demikian, ketika kita akan memilih sesuatu hendaknya menggunakan hati dan pemikiran yang jernih serta meminta petunjuk kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Benar dan salah mengenai suatu hal memang tak bisa dielakkan. Pembenaran terhadap suatu kesalahan terjadi apabila seseorang tidak ingin berada di pihak yang menyalahkan atau disalahkan. Secara prinsipal ia tahu itu salah, namun keadaan memaksa pikirannya untuk beranggapan bahwa itu SAH SAH SAJA KARENA SAYA BUTUH. Sebaliknya, menyalahkan kebenaran juga dapat terjadi pada orang yang bertentangan dengan pihak yang menegaskan ITU BENAR. Berbagai cara diusahakan untuk menunjukkan bahwa itu salah, karena ia tahu itu benar.

    ReplyDelete
  7. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya teringat perkataan Bapak Prof Marsigit yang menyatakan bahwa filsafat itu membuat pikiran bingung. Seperti elegi diatas, saya mengalami kebingungan. Tetapi dikatakan oleh beliau lagi, jika kita telah mengalami kebingungan itu, sejatinya ini tanda akan datangnya ilmu, menurut saya kebingungan ini berarti menimbulkan kegelisahan sehingga memunculkan rasa ingin tahu, dan ini lah yang dikatakan tanda ilmu. Bingung pikir ini boleh dan dibolehkan, tetapi jangan sampai bingun hati, karena jika bingung hati, berarti bahwa terkena godaan setan. Semoga kita senantiasa terlindung dari bingung hati.

    ReplyDelete
  8. Menurut saya elegi ini menganalogikan bahwa di dunia ini sesuatu ada maka akan ada anti tesisnya, atau kebalikaannya. Dalam hal ini jika ada benar maka ada pula salah, tetapi dua hal ini tidak terjadi bersamaan. Misalkan yang namanya kebaikan itu tidak bisa bercampur dengan kejahatan.
    Dan dalam kehidupan sehari-hari kita akan sering dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup seperti ini, memilik kebaikan dengan konsekuensinya atau kejahatan juga dengan konsekuensiny, serta ada pula kesempatan atau beberapa orang yang berada ditengahnya, tidak memilih keduanya, tapi sejatinya itu tidak bisa dilakukan, kita tetap harus memilih. Semoga kita senantiasa dapat memilih kebaikan dan jalan yang lurus dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ketika kita harus memilih diantara dua pilihan yang sulit. Kedua-duanya sama sama tidak menguntungkan, akan tetapi jika tidak memilih keduanya maka kita dikatakan tidak bertanggung jawab. Menurut saya diantara opsi A dan C saya memilih opsi A, karena dengan mengakui kesalahan kita maka kita telah berusaha untuk jujur. Akan tetapi, dengan memilih opsi A maka ada kemungkinan bahwa opsi C akan mengikuti seiring berjalannya waktu. Tapi setiap keputusan yang sudah diambil/dipilih akan selalu ada resikonya,dan kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita pilih.

    ReplyDelete
  12. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Saya tersenyum membaca elegi ini, dari membaca judulnya saja sudah menuntun untuk berpikir. "Elegi memilih Opsi A atau C", saya kira dari judulnya akan ada percakapan dua arah antar dua tokoh seperti postingan "Elegi memahami Elegi" dan "Elegi Selamatan Raja Purna". Ternyata dugaan saya salah. Postingan kali ini hanya menyampaikan sebuah pilihan yang dipikirkan oleh empat orang pemilih yang diajukan oleh pimpinan. Lagi dan lagi dipertemukan dengan pilihan yang menentukan masa depan, pilihan yang mempunyai konsekuensi masing-masing, pilihan yang membuat berpikir lebih dalam dan kritis terhadap dampak yang akan diterima. Pilihan yang menumbuhkan pilihan baru dan tentunya dengan konsekuensi baru pula.

    Pilihan merupakan sesuatu yang sering menjadi alasan kebingungan yang paling utama dalam kehidupan. Namun, benar kata bapak Marsigit pada saat pertama kali bertemu di kelas, dengan bingung kita berlatih berpikir, dengan berpikir kita berlatih belajar, dengan belajar kita tahu definisi baik atau buruk untuk kita, dengan mengetahui baik atau buruk, kita berlatih untuk mencari solusi yang lain jikalau itu bukanlah yang diingikan dan berlatih bersyukur dengan proses yang dilalui dari memilih sampai ke akhir yang tak berujung. Kenapa dikatakan tak berujung? Karena sifat tidak puas dan merasa selalu kurang mendorong untuk memilih pilihan baru dan menjalani pilihan itu sampai pada titik tidak dapat memilih lagi, yaitu mati.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Hidup pada hakikatnya tidak terlebas dari sebuah pilihan. Bahkan kita melilih dari beberapa pilihan itupun merupakan suatu pilihan. Jika seseorang hidup tanpa pilihan, artinya hidup akan terasa hampa, karena dalam setiap pilihan pasti ada konsekuensi-konsekuensinya. Baik konsekuensi baik maupun kurang baik. Kita juga harus bisa menerima resiko setelah kita memilih suatu pilihan.
    Saya sependapat dengan tulisan bapak, bahwa ketika dihadapkan oleh sebuah pilihan maka dalam pikiran kita akan terjadi suatu kebingunan. Keadaan bingung itulah yang akan kita hadapi ketika kita hidup. Akan tetapi, bingung yang baik adalah bingung yang tidak membutakan hati. Jika hati kita ikut bingung, tidak lain itu hanyalah gangguan setan belaka. Maka, dapat kita ambil pelajaran dari elegi ini bahwa, hidup sejatinya tidak terlepas dari suatu pilihan, maka bingunglah secara pikiran bukan bingung secara hati. Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan hati kita untuk tidak “bingung” dalam menentukan sebuah pilihan.
    Wallahualam..

    ReplyDelete
  14. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Memang, seringkali menentukan pilihan sangatlah sulit dilakukan. Menentukan pilihan dilakukan dengan membandingkan tentang hal-hal yang hendak dipilih. Ini artinya, menentukan pilihan tidak sesederhana membandingkan pilihan-pilihan tersebut hanya dari satu sisi saja. Opsi satu dapat menjadi benar di dalam ruang dan waktu tertentu, opsi dua dapat menjad benar di dalam ruang dan waktu tertentu lainnya. Jadi seharusnya memilih opsi sesuai dengan ruang dan waktunya. Walau pada akhirnya apabila suatu pilihan yang sudah kita pilih tersebut dapat mengancam kita, kita harus siap menerima dan bertanggung jawab atas segala resiko yang sudah kita pilih.

    ReplyDelete
  15. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hidup adalah pilihan. Tidak jarang dalam hidup kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sulit dan memilih bungkam, tak menentukan pilihan bukan pula sebuah jalan keluar yang benar. Kita harus menyadari setiap keputusan yang akan kita ambil mempunyai konsekuensi dan risiko yang harus siap kita emban. Menurut saya pilihan terbaik untuk kedua opsi adalah opsi A. Meskipun opsi A mengandung risiko yang berat namun risiko tersebut adalah bentuk tanggungjawab dari kesalahan pengambilan tindakan di masa lalu.

    ReplyDelete
  16. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam “Elegi Memilih Opsi A atau C” seperti halnya bahwa hidup adalah sebuah pilihan. Jika mengakui kejahatan berarti menentukan pilihan untuk memilih opsi A, jika siap untuk kehilangan jabatan juga merupakan sebuah pilihan yaitu memilih opsi C, tidak memilih dua-duanya juga merupakan sebuah pilihan. Namun pilihan yang abadi dan kekal hanya milik Alloh semata, kita tidak bisa memilih untuk lahir dari anak orang kaya, kita tidak bisa memilih lahir di Luar Negeri, dll satu-satunya yang dapat kita lakukan yaitu bersyukur dengan apa yang telah diberikan kepada kita.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Pilihan, dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan. Diantara kedua pilihan tersebut terkadang membuat kita kebingungan untuk memilih. Hal itu karena pilihan yang diberikan sama-sama tidak ada yang menguntungkan. Misalnya saja seperti Opsi A yang berarti mengakui kejahatan dan opsi C yang berarti kehilangan jabatan. Namun, diantara kebingungan kita dalam memilih sebagai umat beragama haruslah kita menyertakan Allah disetiap pilihan yang kita putuskan. Sehingga pilihan yang kita pilih mendapatkan ridho dari Allah. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  18. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A
    Hidup selalu menawarkan pilihan, entah itu suatu hal yang menyakitkan ataupun membahagiakan, dan semuanya juga memiliki konsekuensi. Apapun pilihannya, itulah yang harus dipertanggungjawabkan. Bahkan ketika kita tidak tidak memilih apapun, itu juga merupakan sebuah pilihan. Senantiasalah berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah SWT dan jangan pernah menyesali apa yang telah kita pilih karena pilihan itulah yang harus kita jalani selanjutnya.

    ReplyDelete
  19. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi ini rasa-rasanya saya membayangkan kebingungan dan kegalauan pemimpin-pemimpin di negeri ini. Ah, tidak, bahkan mungkin beberapa pemimpin di sebuah instansi. Sebenarnya terlalu berani orang muda seperti saya memberikan pernyataan seperti itu mengingat saya hanya mengetahui informasi dari membaca koran atau sosial media yang belum absolut kebenarannya. Namun, pokok berita yang selama ini kami baca selalu mengarahkan hal yang demikian. Kami selalu berpikir bahwa banyak pemimpin kita melihat suatu kesalahan, namun apabila sang pemimpin melakukan hukuman yang seharunya dilakukan sama saja mempertaruhkan jabatan yang sedang didudukinya.

    ReplyDelete
  20. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Saya menyimpulkan bahwa elegi di atas memberikan gambaran bagi kita tentang kebingungan para pemimpin di negeri ini untuk memberantas kasus korupsi. Mereka mengetahui kesalahan namun tidak berdaya untuk mengatakan kesalahan itu. Karena KKN di negeri kita sudah menjadi sebuah lingkaran setan yang dilakukan secara berjamaah. Jika ada yang membantah matilah sudah.

    ReplyDelete
  21. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Yang saya rasakan ketika membaca elegi-elegi atau postingan lainnya adalah seperti tersedot masuk ke dalam alur ceritanya. Sama pula dengan elegi ini, saya merasakan kebingungan, kebingungan yang bertumpuk malah. Kebingungan pertama adalah saya bingung memahami interpretasi masing-masing opsi. Kebingungan kedua adalah saya bingun memilih opsi apa yang kira-kira akan saya pilih jika saya aktor di dalam elegi ini. Tapi, apakah benar jika saya merasakan kebingungan seorang pimpinan di dalam elegi ini?

    ReplyDelete
  22. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Elegi memilih opsi A atau C menggambarkan situasi atau keadaan dimana seseorang harus menjatuhkan pilihannya antara opsi A (Bailout itu benar) atau opsi C (Bailout itu salah). Menurut saya, berdasarkan asumsi dari Pemilih 3: Jika memilih opsi A berarti mengakui kejahatan atau memilih opsi C berarti akan kehilangan jabatan, maka akan lebih baik untuk memilih opsi C bahwa Bailout itu salah. Walaupun pada akhirnya jabatan akan hilang, namun kita tetap harus menjunjung tinggi kebenaran. Karena jabatan tidak akan berkah jika diperoleh dengan berpura-pura atas ketidakbenaran dan menutupi kebenaran itu. Karena jabatan dan amanah yang diemban tersebut akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  23. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tentunya tak asing dengan kalimat “hidup adalah pilihan”, memilih opsi yang mana pun tentu ada resikonya. Pilihlah pilihan sesuai dengan hati nurani. Karena pilihan darir hati insya allah tidak akan salah. Oleh sebab itu sebelum menjatuhkan pilihan pada salah satu opsi perlu menjernihkan hati. Hati yang jernih tentu akan mudah untuk menentukan pilihan yang tepat. Dengan demikian beribadahlah kemudian bedoalah dan mohon petunjuk-Nya supaya kita dapat memilih pilihan yang terbaik untuk kita dan pilihan terbaik dari-Nya. Percayalah segala sesuatu yang ditetapkan-Nya itulah yang terbaik.

    ReplyDelete
  24. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kita sering mendengar kalimat bahwa hidup itu adalah pilihan. Iya, memang benar bahwa hidup itu adalah pilihan, tetapi sebenarnya Allah lah yang memilihkan pilihan tersebut untuk kita. Tidak ada sehelai daunpun yang jatuh tanpa sepengetahuan dari Allah, apalagi kehidupan manusia sebagai hambanya, termasuk ketika manusia menentukan pilihan, disana pasti ada peran Allah. Oleh karena itu, jangan pernah menyesali pilihan yang sudah kita ambil meskipun ternyata di tengah jalan pilihan itu tidak membahagiakan menurut kita. Kita harus percaya bahwa sesuatu yang membahagiakan menurut kita belum tentu baik menurut Allah,tetapi sesuatu yang tidak membahagiakan menurut kita mungkin adalah yang terbaik menurut Allah.

    ReplyDelete
  25. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Di dalam kehidupan kita tidak bisa terlepas dari terpilih, memilih dan membuat pilihan. kita lahir karena kita terpilih sehingga kita tidak bisa menyalahkan siapapun bahkan itu Tuhan. Kita diberi hak untuk memilih sehingga kita harus konsekuen dengan apapun yang sudah kita pilih bahkan itu sebuah kesalahan tapi itulah resiko menjatuhkan sebuah pilihan. Kita berhak untuk membuat pilihan hal inilah yang membuat sebuah kontradiksi bahwa apakah pilihan yang sudah kita buat benar-benar pilihan untuk kebenaran bukan untuk menentukan.

    ReplyDelete
  26. Di dalam elegi ini dijatuhkan pilihan yang kontradiksi bahwa tidak mau mengakui kejahatan tetapi di sisi yang lain tidak mau kehilangan jabatan. jika kebaikan tertutup oleh kejahatan bagaimana pertanggungjawaban akan jabatannya itu.

    ReplyDelete
  27. Kebenaran harus ditegakkan di muka bumi ini. Meskipun kadang-kadang untuk menegakkan kebenaran tersebut kita banyak mengorbankan sesuatu, oleh karena itu kebenaran bernilai sangat mahal. Banyak orang yang mau dibeli hatinya oleh materi sehingga ia tidak mau menegakkan kebenaran. Mari kita mencoba menegakkan kebenaran meskipun itu pahit, mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulailah sekarang juga.

    ReplyDelete
  28. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Tetapi kita harus menyadari bahwa setiap pilihan itu memiliki konsekuensinya masing-masing. Dan tiap-tiap pilihan akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka dari itu pilihlah dengan hati nurani. Jangan memilih hanya karena nafsu dunia yang sementara. Pilihlah pilihan yang tidak merugikan orang lain. Maka sebaik-baik pilihan adalah pilihan karena Allah SWT semata, bukan karena dunia yang fana. Semoga kita terhindar dari memilih pilihan yang menjauhkan kita dari Nya.

    ReplyDelete
  29. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B

    Sebuah proses penentuan pilihan pasti terjadi tarik ulur yang berbeda bagi setiap pengambil keputusan. Sebuah keputusan pasti ada unsur resiko, resiko baik atau buruknya hasil dari keputusan tersebut yang membuat biasanya proses pengambilan keputusan bersifat lama. Namun, sebagai manusia alangkah lebih baik kalo kita bisa meinimalisir resiko buruk dari setiap keputusan yang kita ambil.

    ReplyDelete
  30. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    setelah membaca postingan ini, saya mendapatkan gambaran tentang pejabat-pejabat yang cinta dunia, dan rela mengorbankan kebenaran, menutup mata akan penindasan terhadap kebenaran, dan berpura-pura tidak mengetahui.

    ReplyDelete
  31. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tidak ada pernyataan salah dan benar di dalam filsafat, yang ada hanyalah sesuai tidaknya ia dengan ruang dan waktu tersebut. opsi A dapat menjadi benar di dalam ruang dan waktu tertentu, opsi C dapat menjad benar di dalam ruang dan waktu tertentu lainnya. maka hendaklah sang pemilih memilih opsi sesuai dengan ruang dan waktunya. sebagai seorang pemimpin, pemilih sepatutnya memilihkan yang terbaik bagi rakyatnya, walau pada akhirnya pilihan tersebut akan mengancam jabatannya, seorang pemimpin telah diberikan amanah untuk memimpin dan memberikan yang terbaik untuk rakyatnya, apalah arti sebuah jabatan jika esensi dari adanya jabatan tersebut diabaikan?
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ada tiga opsi di dalam cerita ini, Opsi A, Opsi C, dan Opsi Abstain. Tidak memilih juga merupakan opsi yang dapat diambil, tetapi lagi-lagi kita diharuskan untuk memandang ruang dan waktu untuk memilih, seorang pemimpin tidak dapat memilih abstain ketika kesejahteraan rakyat berada di ujung tombak dan pilihan tersebut harus dibuat untuk menyelamatkan rakyatnya, memang memilih untuk tidak memilih merupakan suatu pilihan juga tetapi terkadang memilih untuk tidak memilih merupakan pilihan paling buruk yang dapat diambil. seorang pemimpin diharuskan untuk dapat memilih opsi yang terbaik di antara banyak opsi demi kesejahteraan rakyatnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Manusia diberikan kesempatan untuk memilih, pilihan tersebut akan mempengaruhi masa depannya. Setiap pilihan yang dipilih pasti terdapat risiko yang harus dihadapi, karena kita tidak tahu pilihan yang kita pilih merupakan pilihan yang benar atau yang salah, tetapi hendaknya sebelum memilih jangan tergesa-gesa, harus dipikirkan secara matang, agar tidak menyesal dikemudian hari. Sebagaimana yakinlah sesuatu yang kita pilih tersebut karena sudah terlanjut dipilih dan hal tersebut sudah terjadi, kita tinggal melanjutkan dan melaksanakan pilihan tersebut dan melakukan hal yang terbaik agar kita semakin yakin bahwa pilihan tersebut merupakan pilihan yang benar.

    ReplyDelete
  34. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Manusia dihadapkan pada pilihan dalam kehidupannya. Pilihan yang ada tidak selamanya mudah untuk diputuskan, apalagi jika pilihan itu menyangkut kepentingan. Pilihan yang seseorang ambil ketika berhadapan dengan situasi bak memakan buah simalakama menunjukkan prinsip kehidupannya. Kedua pilihan sulit menuntut konsekuensinya masing-masing, jika memilih untuk kepentingan orang banyak maka baiklah keputusan itu, namun jika memilih hanya untuk kepentingan pribadi maka buruklah keputusan itu. Ada kalanya pilihan sulit untuk satu orang tidaklah sulit bagi yang lainnya, jika sudah jelas seorang tersebut berada pada sisi pilihan mana. Apapun pilihan yang ada dan sesulit apapun itu, mereka akan jelas memilih hitam jika mereka adalah hitam dan jelas memilih putih jika mereka adalah putih. Di sisi lain, ada pula seseorang yang apatis akan pilihan yang dihadapkan padanya. Dia seolah acuh tak acuh dan tidak tahu menahu tentang pentingnya keputusan yang harus dia ambil dan apa konsekuensi yang diterima jika tidak memilih pilihan yang ada.

    ReplyDelete
  35. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Bailout yaitu bantuan keuangan terhadap sesuatu, bisa di katakan ini adalah "sogokan". Bailout adalah hal yang salah. Karena tidaklah benar kalau kita menghalalkan segala cara dengan uang. Ketika kita dibantu dengan uang, maka semua akan menjadi lancar. Ini tindakan yang salah, semua hal yang salah disebut kontradiksi. Dalam hidup pasti ada kontradiksinya, ada sesuatu yang baik, dan ada sesuatu yang salah. Elegi ini mengajarkan kita untuk hati-hati dalam setiap tindakan. Dalam hidup pasti ada opsi-opsi yang harus kita pilih. Dan memang hakekatnya dalam hidup adalah memilih. Saya pernah dengan semboyan "Hidup ada pilihan", nah begitu juga pada elegi ini, bahwa dalam hidup memang kita dihadapkan dari berbagai pilihan. Tapi alangkah baiknya dalam memilih sesuatu, harus kita fikirkan baik buruknya. Jauhi yang tidak disukai-Nya, dan pilihlah sesuatu yang disukai-Nya.

    ReplyDelete
  36. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Hidup adalah soal memilih dan membuat keputusan. Dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, seringkali kita dihadapkan dengan kondisi dilematis yang mengharuskan kita membuat keputusan untuk memilih satu dari beberapa pilihan. Idealnya tentu kita akan memilih opsi yang paling benar dan paling baik, baik manfaatnya untuk kita, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta sejalan dengan aturan Tuhan. Namun demikian, seringkali terdapat faktor - faktor lain yang membuat kita bingung. Apalagi jika opsi tersebut berhubungan dengan sesuatu yang sifatnya materialistis duniawi seperti jabatan, pekerjaan, gaji, dsb. Hal ini tentu saja semakin membuat kita bingung. Jika kita menilik disekitar kita saat ini, ada banyak oknum yang sebenarnya mengetahui bahwa opsi yang dipilihnya salah atau membenarkan suatu kejahatan, namun karena adanya nafsu untuk mempertahankan jabatan, gaji, posisi, dsb, maka ia tetap memilih opsi tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk kontradiksi, bahwa sebenarnya pikirannya mengarah ke A namun nafsunya membawanya ke C. Sebagai seorang yang beriman hendaklah kita menghindari memilih opsi yang seperti ini. Pilihlah yang memang benar dan baik sekalipun itu mengandung resiko yang lebih besar. Ingatlah segala sesuatu datangnya dari Allah, termasuk perkara jabatan, gaji, posisi, rizki, dsb. Sehingga ketika kita memihak pada suatu kebaikan insyaAllah balasan kebaikan yang lebih besar akan kita dapatkan dari Allah SWT. Amin.

    ReplyDelete
  37. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013


    Diam bukan berarti tidur
    Ia hanya membutuhkan waktu untuk bersua lebih berhati2 untuk mengambil kesimpulan

    ReplyDelete
  38. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan melalui postingan ini.
    Ketika membaca ini saya bersorak didalam hati ini adalah logika matematika. Namun setelah terus membaca nya hingga ke bawah saya semakin sadar mengapa sesorang perlu memilih dalam kehidupannya. Karna hidup memang pilihan. Memilih untuk tidak memilihpun termasuk pilihan namun itu suatu abstain. Yang mana abstain itu sendiri sebagian orang menganggap sebagai sesuatu yang tidak bertanggungjawab. Maka yang dapat saya simpulkan dari elegy ini ialah kebingungan merupakan proses berfikir menuju suatu pilihan.

    ReplyDelete
  39. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hidup itu penuh dengan pilihan. Tetapi, banyak sekali pertimbangan yang harus kita pikirkan sebelum memilih. Banyak orang yang akhirnya tak mau banyak berpikir dan memilih untuk tidak memilih (abstain). Banyak pula orang yang memilih untuk lama-lama memusingkan pikirannya dalam memilih. Bingung itu wajar, tandanya berpikir. Tak perlu lama memikirkan suatu keputusan untuk memilih, karena jika hakikatnya ada pada ruang dan waktu, maka pilihanmu sekarang mungkin akan berbeda dengan pilihanmu nanti.

    ReplyDelete
  40. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Hidup adalah memilih. Menurut saya memilih bukanlah hal yang mudah. Karena konsekuensi tentang apa yang dipilih akan muncul setelah memilih. Pada elegi memilih opsi A atau C yang saya pahami adalah pilihan untuk tidak berbuat kejahatan tetapi kehilangan jabatan atau berbuat kejahatan untuk mempertahankan jabatan atau dikatakan tidak bertanggungjawab. Mungkin, kebingungan tersebut yang sering dialami oleh para pejabat. Yang pada akhirnya ada pejabat yang melakukan korupsi dan ada pejabat yang tidak diakui atau dilengserkan.

    ReplyDelete
  41. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Dalam elegi tersebut digunakan konsep negasi, yang kalimatnya dibuat sangat bervariasi.
    Konsep negasi memang sangat sederhana, namun dalam elegi ini negasi mampu menunjukkan beberapa karakter manusia yang beragam

    ReplyDelete
  42. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi di atas menggambarkan bahwa telah terjadi kebingungan atau kegalauan akan pilihan-pilihan hidup. Pilihan-pilihan itu mengarah pada pilihan baik atau pilihan buruk. Kadang manusia sangat sulit untuk memilih berbuat jujur atau tidak jujur. Dalam hidup di dunia, tidak semua kejujuran akan berbuah manis. Konsekuensi kejujuran bisa dipuji orang, masuk media massa dan lain-lain. Tetapi disisi lain kejujuran bisa berbuah hujatan, kehilangan jabatan, kehilangan kawan, dipecat, dan sebagainya. Begitu juga ketika kita bohong atau tidak jujur, konsekuensinya bisa saja malah menyenangkan, seperti semakin bertambah teman, semakin korupsi, semakin banyak uang, jabatan makin tinggi, dan sebagainya. Itulah dunia, hal yang buruk-buruk malah mendapat banyak dukungan, hal yang baik-baik malah tidak ada dukungan. Maka dari itu menyandarkan hidup pada Allah SWT adalah hal yang paling utama, karena kebenaran hakiki hanya ditentukan oleh Allah SWT, bukan karena teman atau atasan.

    ReplyDelete
  43. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Memilih, tentunya semua pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Saat bingung dalam menentukan pilihan, mungkin dikarenakan rasa ragu-ragu dan kurang yakin pada pilihan tersebut. Saat meyakinkan diri untuk tidak memilih sekalipun sejatinya itulah pilihan yang diambil. Menurut saya tidak ada pilihan yang baik atau buruk. Tekad berani menghadapi resiko atas pilihan yang sudah ditentukan itulah yang sangat penting. Tinggal bagaimana seseorang menyikapinya saja.

    ReplyDelete
  44. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam elegi ini membahas sulitnya memilih kebaikan dalam kehidupan sekarang ini. Elegi ini menceritakan tentang mendukung atau menolak bailout, dimana pemimpinnya sendiri mendukung bailout. Secara nurani kita menolak bailout, tetapi apabila kita menolak bailout tersebut akan berakibat pada jabatan yang ia pegang.

    Dari elegi ini menceritakan kehidupan sekarang ini dimana keburukan didukung, dan kebenaran malah semakin disudutkan. Ini adalah kejadian yang terjadi di akhir zaman ini. Semoga kita tetap pada kebaikan dan selalu dilindungi oleh Allah SWT.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  45. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Jika dihubungkan dengan logika matematika, maka silogisme pemilih 1 dan pemilih 2 adalah benar. Namun, manusia tidak hanya dibekali pikiran saja tapi juga hati, maka pilihlah berdasarkan hati nurani. Karena orang berilmu adalah orang yang mampu mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkannya. Ada baiknya berdoa dulu sebelum bertanya pada nurani agar tak salah memilih nanti.

    ReplyDelete
  46. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Elegi diatas adalah gambaran keseharian hidup kita selama ini. Di masyarakat terdapat beberapa hal yang dianggap benar, dan beberapa hal yang dianggap salah. Saya pernah mengalami masa dimana saya bertanya-tanya dari mana dan kapan sesuatu itu dianggap benar dan darimana dan kapan sesuatu itu dianggap salah. Terkadang hati nurani kita tidak sinkron dengan hal-hal yang dianggap benar dan dianggap salah oleh masyarakat umum tersebut. Kebenaran umum, atau apapun itu terkadang berlawanan dengan proses berpikir kita. Tentu saja kontradiksi tersebut membuat manusia yang tidak sempurna bingung dan tidak jarang dari mereka memilih sesuatu yang benar (tetapi berlawanan dengan pikiran dan hati mereka), atau sesuatu yang salah (tetapi sesuai dengan pikiran dan hati mereka). Memang benar bahwa adalah hak setiap manusia untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, tetapi tentu saja pilihan itu tidak boleh bertentangan dengan aturan absolut dari Tuhan. Itu saja menurut saya, Tuhan adalah acuan kita dalam memilih segala sesuatu.

    ReplyDelete