Mar 4, 2010

Elegi Memilih Opsi A atau C

Oleh Marsigit:

Pimpinan:

Silahkan pilih yang mana Opsi A atau Opsi C? Opsi A: “Bailout itu benar”, sedangkan Opsi C:
“Bailout itu salah”

Pemilih 1:
Jika aku memilih Opsi C adalah “Bailout itu salah” berarti “Bailout itu tidak benar”.
Jika “Bailout itu tidak benar” berarti “Tidaklah, Bailout itu benar”.
Jika “Tidaklah, Bailout itu benar” berarti “ Bukanlah Opsi A”
Jika “Bukanlah Opsi A” berarti aku tidak memilih Opsi A”
Kesimpulan: Jika aku memilih Opsi C berarti tidaklah mungkin aku memilih Opsi A.

Pemilih 2:

Jika aku memilih Opsi A maka “Bailout itu benar”
Jika “Bailout itu benar” maka “Tidaklah bahwa Bailout itu salah”
Jika “Tidaklah Bailout itu salah” maka “Bukanlah Bailout itu salah”
Jika “Bukanlah Bailout itu salah” maka “Bukanlah Opsi C”
Jadi aku tidak memilih Opsi C
Kesimpulannya : Jika aku memilih Opsi A tidaklah mungkin akubisa memilih Opsi C

Abstain:

Saya ingin abstain saja. Abstain adalah tidak memilih kedua-duanya. Saya rela dikatakantidak bertanggungjawab karena tidak memilih.

Pemilih 3:
Wah aku bigung. Jika memilih Opsi A berarti aku mengakui kejahatan. Jika aku memilih Opsi C berarti aku kehilangan jabatan. Bagaimana jika aku memilih Opsi AC?
Opsi A : “Bailout benar” artinya “Tidaklah benar bahwa Bailout itu salah”, artinya bukanlah “Bailout itu salah”, artinya bukanlah Opsi C. Jadi Opsi A adalah lawan dan Opsi C, atau Opsi A adalah ingkaran dari Opsi C. Jika Opsi A benar maka Opsi C salah. Jika Opsi A salah maka Opsi C benar.
Jika digabungkan maka aku menemukan formula Opsi AC dan berbunyi “Bail Out benar dan Bailout salah”. Atau Opsi AC berbunyi :”Bailout itu benar dan salah”. Maka saya menemukan Opsi AC itu bersifat kontradiktif, artinya tidak mungkin terjadi, untuk suatu hal benar dan salah itu terjadi secara bersamaan.
Wah saya bingung, di satu sisi saya tidak mau mengakui kejahatan tetapi di sisi yang lain saya tidak mau kehilangan jabatan. Sementara saya tidak mau dikatakan tidak bertanggung jawab dikarenakan abstain.
Wah benar-benar bingung aku.

107 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dimana kita meletakkan suatu pilihan berarti kita harus siap menerima segala konsekuensinya. Tidak semua yang ada didunia ini dapat berjalan dengan keinginan kita walau kita telah berusaha. Akan slalu ada campur tangan dari Nya. Oleh karena itu kontradiksi dalam kehidupan pasti tak terelakkan. Kita pasti akan merasakan suatu kontradiksi di dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  2. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia ketika masih hidup pasti tidak lepas dari yang namanya pilihan, karena memang hidup itu pilihan. Perspektif pilihan benar atau salah itu tergantung pada diri masing-masing. Hanya saja ketika kita memilih sesuatu hal, dalam diri kita sudah tertanamkan rasa tanggung jawab atas pilihan kita. Jadi, memilih itu bukan perkara mudah, harus dibareng i dengan rasa tanggung jawab, ikhlas dan tawakal.

    ReplyDelete
  3. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hidup adalah sebuah pilihan. Mengakui kejahatan berarti menentukan pilihan untuk memilih opsi A, siap untuk kehilangan jabatan juga merupakan sebuah pilihan yaitu memilih opsi C, dan tidak memilih keduanya pun juga merupakan sebuah pilihan. Namun pilihan yang abadi dan kekal hanya milik Allah semata. Kita tidak bisa memilih untuk lahir dari anak orang kaya, kita tidak bisa memilih lahir di luar negeri, dll. Satu-satunya yang dapat kita lakukan yaitu bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh-Nya kepada kita.

    ReplyDelete
  4. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam kehidupan nyata ini, manusia tidak pernah luput dari menentukan pilihan. Selalu membingungkan memang dalam menentukan pilihan yang tepat, manusia selalu menginginkan sesuatu hal yang baik atau benar di dunia ini. Namun, hidup itu tidaklah selalu lurus mulus tanpa adanya rintangan dan halangan. Suatu pilihan itu pasti memiliki resiko di baliknya. Jadi kita harus memiliki keberanian dalam menentukan pilihan dan harus bisa mempertanggungjawabkannya kelak.

    ReplyDelete
  5. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Segala tindakan pasti mempunyai resiko, maka sebelum untuk memilih sesuatu pikirkan dengan matang, dengan hati yang jernih dan berdoalah kepada Allah agar diberikan petunjuk yang benar. Dan kita mesti ingat kebenaran itu memang pahit, namun yakinlah kebenaran suatu saat akan berbuah manis, bahkan lebih manis dari madu, sehingga dengan demikian kita akan memperoleh manisnya iman itu.

    ReplyDelete
  6. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam memilih option seharusnya ada beberapa hal yang harus melandasi option itu harus dipilih. Landasan keputusan untuk memilih satu option dari beberapa option yaitu hati nurani. Jika hati nurani di ikut sertakan menjadi landasan option, maka tidak akan membelok option yang kita pilih dengan perasaan. Selain hati nurani agar keputusan yang kita ambil menjadi bijak harus diimbangi dengan logika yang ada.

    ReplyDelete
  7. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap kita melangkah, sesungguhnya yang kita hadapi adalah sebuah pilihan. Untuk menentukan langkah selanjutya, yang kita lakukan adalah memilih. Memilih bukanlah hal yang mudah. Tidak setiap pilihan baik untuk setiap orang. Maka perlu kejernihan hati, pikiran, dan tawakal ketika memilih, serta tanggung jawab kita terhadap pilihan itu. Setiap pilihan yang diambil juga akan memiliki nilai yang berbeda tergantung dari sudut pandangnya.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Kegalauan karena masih memikirkan kepentingannya. Jika dia memikirkan semua kepentingan dan megembalikan semua hal kepada pemiliknya, Allah SWT, jalan yang akan dipilihnya akan terlihat jelas. Tetapi ujian dari-Nya akan selalu meningkat jika dia lulus pada tingkat sebelumnya, dan akan ada pilihan yang lebih sulit di level selanjutnya. Begitulah cara Allah menguji derajat keimanan seseorang. Hal ini dapat dijadikan sebagai bukti bahwa Allah sangat menyayangi kita. yang perlu kita ingat adalah bahwa Allah tidak akan memberi ujian melebihi batas kemampuan hambanya. Jadi, percayalah bahwa setiap masalah itu mempunyai jalan keluarnya. Asalkan kita tetap terus berikhtiar dan berdo’a kepada Allah. Niscaya Allah akan membantu kita menghadapai masalah walau sesulit apapun.

    ReplyDelete
  9. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Suatu hal yang salah dan benar tidak mungkin terjadi bersamaan, itu mengapa benar dan salah dikatakan kontradiktif. Benar atau salah tergantung dari ruang dan waktunya. Kadang kala untuk bersikap benar perlu resiko yang diambil. Jadi dalam pilihan benar mempunyai alasannya sendiri demikian pula dengan salah juga mempunyai alasannya sediri. Sehingga benar dan salah merupakan pilihan yang kadangkala belum mengetahui benar atau salah tetapi sudah memilihnya. Jadi lebih baik memilih dan tidak abstain walaupun belum tau benar atau salah.

    ReplyDelete
  10. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kebimbangan dalam menentukan pilihan sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Memilih pilihan yang terbaik dari yang baik memang lebih mudah. Tetapi memilih pilihan yang terbaik dari yang buruk tidaklah mudah. Oleh karena itu kita perlu pintar-pintar memilih resiko terkecil dari apa yang kita pilih. Abstain bukan berarti tidak memilih tetapi memilih untuk tidak memilih. Abstain bisa kita pilih apabila pilihan tersebut tidaklah wajib.

    ReplyDelete
  11. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini sering terjadi dikehidupan, Benar dan salah memang bersifat relatif namun jika sesuatu ada aturannya maka benar dan salah adalah absolut. Manusia selalu dihadapkan oleh pilihan yang sulit. Memanglah untuk mengakui kesalahan adalah hal yang tidak mudah dilakukan, namun jika seseorang berani mengakui kesalahan maka ia adalah orang yang baik karena jika ia melakuan kesalahan pasti Allah tahu dan kejujuran untuk megakuinya lebih baik dari pada dia harus berbohong menyembunyikan kesalahan.

    ReplyDelete
  12. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Di negeri ini, banyak orang – orang yang seperti tokoh “pemilih 3” di atas. Mereka terlena dengan jabatan yang mereka miliki. Mereka mengganggap jabatan yang ia punya adalah segalanya. Sehingga dia melupakan untuk menegakkan kebenaran. Padahal seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat diharapkan dapat menjadi teladan bagi rakyatnya dan sebagai penyalur aspirasi rakyat. Jika dia sudah terlena dengan jabatannya maka tidaklah mungkin keadilan dan kebenaran itu dapat ditegakkan.Di negeri ini, banyak orang – orang yang seperti tokoh “pemilih 3” di atas. Mereka terlena dengan jabatan yang mereka miliki. Mereka mengganggap jabatan yang ia punya adalah segalanya. Sehingga dia melupakan untuk menegakkan kebenaran. Padahal seorang pemimpin yang dipilih oleh rakyat diharapkan dapat menjadi teladan bagi rakyatnya dan sebagai penyalur aspirasi rakyat. Jika dia sudah terlena dengan jabatannya maka tidaklah mungkin keadilan dan kebenaran itu dapat ditegakkan.

    ReplyDelete
  13. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas saya mendapat pelajaran bahwa kebenaran itu harus selalu ditegakkan. Selalu berbuat jujur atas apa saja yang diakukan. Jangan terlena dengan status yang dimiliki. Karena segala sesuatu dilihat oleh Tuhan YME.

    ReplyDelete
  14. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan elegi tersebut, saya menarik kesimpulan bahwa semua yang telah kita kerjakan hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tidak seperti pemilih 3 yang menghindari pengakuan atas kejahatan yang telah dilakukan. Mungkin, karena si pemilih 3 ini memiliki jabatan atau kewenangan, sehingga dia berusaha untuk mencari celah dan membolak-balikkan fakta sehingga kejahatannya dapat ditutupi. Namun, hidup ini hanyalah titipan, semua milik Allah dan kembali kepada Allah, maka kebenaran itu pun juga akan Allah ungkapkan seadil-adilnya. Oleh karena itu, hendaknya kita berdoa dan memohon petunjuk kepada Allah agar tunjukkan jalan dan pilihan tang terbaik.

    ReplyDelete
  15. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menjadi orang harus memiliki pilihan, janganlah bersikap abstain. jadi orang harus memiliki pendirian maka dari itu cobalah berpendapat karena berpendapat itu tidak ada yang salah. Berpendapat itu hak setiap insan. coba dengarkan orang lain agar kita juga dapat di dengar.

    ReplyDelete
  16. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pengalaman hidup yang kita lalui tidak terlepas dari perbagai pilihan. Kadang kita bisa menentukan suatu pilihan dengan benar-benar yakin, namun terkadang ada ragu-ragu untuk memilih sesuatu. Hal ini adalah wajar karena banyak sekali permasalahan hidup yang yang dihadapi dan satu dan lainnya mungkin berbeda. Namun, kita juga perlu hati-hati dalam memilih harus memikirkan segala konsekuensinya baik itu konsekuensi positif maupun yang negatif. Ajaran islam pun sangat jelas ketika kita dihadapkan pada berbagai pilihan kita mestinya memohon petunjuk dari-Nya terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  17. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sesungguhnya memilih bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan, apalagi memilih di antara dua pilihan di mana keduanya saling kontradiktif. Bila kita salah memilih, kita akan menyesalinya. Sehingga dibutuhkan kemantaban dalam memilih.

    ReplyDelete
  18. Muh ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam hidup terkadang dihadapkan pada pilihan yang sulit, tetapi mau tidak mau harus memilihnya demi kebaikan. Di situlah diperlukan adanya berpikir mendalam dan menggunakan hati nurani untuk ikut dalam menentukan suatu pilihan agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Kebijaksanaanlah yang juga dibutuhkan dalam kehidupan ini agar mampu menghadapi segala bentuk pilihan hidup yang terkadang sulit.

    ReplyDelete
  19. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kita sebagai manusia akan diberikan pilihan-pilihan dalam hidup. Pilihan tersebut adalah sifat kita sebagai manusia yang tidak sempurna karena akan terikat oleh ruang dan waktu, namun kita juga mampu menembus ruang dan waktu. Kita sebaiknya menggunakan pikiran kritis dan hati yang ikhlas dalam menjalani kehidupan. Doa yang tulus dan ikhlas kepada Tuhan YME dalam melakukan pilihan adalah hal yang sebaiknya kita lakukan. Kepercayaan kepada Tuhan YME adalah hal yang sepatutnya sudah tidak diragukan lagi. Apapun pilihan dan usaha kita, Tuhan YME yang akan menentukannya. Namun tentu manusia sebaiknya terus berusaha dalam jalan Tuhan YME karena tanpa usaha maka hasilnya juga akan sia-sia.

    ReplyDelete
  20. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Memilih adalah kewajiban manusia. Ketika ada pemilihan umum untuk memilih para pemimpin kita, maka kita harus menggunakan hak pilih kita sesuai dengan hati kita. Dalam memilih kita harus pandai-pandai mencari visi dan misi yang sesuai untuk kemajuan negara maupun daerah kita. Jangan asal memilih seperti memilih kucing dalam karung. Baliout menunjukkan sesuatu yang tidak baik, entah dalam pemilihan atau dalam semua aspek kehidupan. Dengan demikian, ketika kita akan memilih sesuatu hendaknya menggunakan hati dan pemikiran yang jernih serta meminta petunjuk kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Benar dan salah mengenai suatu hal memang tak bisa dielakkan. Pembenaran terhadap suatu kesalahan terjadi apabila seseorang tidak ingin berada di pihak yang menyalahkan atau disalahkan. Secara prinsipal ia tahu itu salah, namun keadaan memaksa pikirannya untuk beranggapan bahwa itu SAH SAH SAJA KARENA SAYA BUTUH. Sebaliknya, menyalahkan kebenaran juga dapat terjadi pada orang yang bertentangan dengan pihak yang menegaskan ITU BENAR. Berbagai cara diusahakan untuk menunjukkan bahwa itu salah, karena ia tahu itu benar.

    ReplyDelete
  22. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya teringat perkataan Bapak Prof Marsigit yang menyatakan bahwa filsafat itu membuat pikiran bingung. Seperti elegi diatas, saya mengalami kebingungan. Tetapi dikatakan oleh beliau lagi, jika kita telah mengalami kebingungan itu, sejatinya ini tanda akan datangnya ilmu, menurut saya kebingungan ini berarti menimbulkan kegelisahan sehingga memunculkan rasa ingin tahu, dan ini lah yang dikatakan tanda ilmu. Bingung pikir ini boleh dan dibolehkan, tetapi jangan sampai bingun hati, karena jika bingung hati, berarti bahwa terkena godaan setan. Semoga kita senantiasa terlindung dari bingung hati.

    ReplyDelete
  23. Menurut saya elegi ini menganalogikan bahwa di dunia ini sesuatu ada maka akan ada anti tesisnya, atau kebalikaannya. Dalam hal ini jika ada benar maka ada pula salah, tetapi dua hal ini tidak terjadi bersamaan. Misalkan yang namanya kebaikan itu tidak bisa bercampur dengan kejahatan.
    Dan dalam kehidupan sehari-hari kita akan sering dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup seperti ini, memilik kebaikan dengan konsekuensinya atau kejahatan juga dengan konsekuensiny, serta ada pula kesempatan atau beberapa orang yang berada ditengahnya, tidak memilih keduanya, tapi sejatinya itu tidak bisa dilakukan, kita tetap harus memilih. Semoga kita senantiasa dapat memilih kebaikan dan jalan yang lurus dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ketika kita harus memilih diantara dua pilihan yang sulit. Kedua-duanya sama sama tidak menguntungkan, akan tetapi jika tidak memilih keduanya maka kita dikatakan tidak bertanggung jawab. Menurut saya diantara opsi A dan C saya memilih opsi A, karena dengan mengakui kesalahan kita maka kita telah berusaha untuk jujur. Akan tetapi, dengan memilih opsi A maka ada kemungkinan bahwa opsi C akan mengikuti seiring berjalannya waktu. Tapi setiap keputusan yang sudah diambil/dipilih akan selalu ada resikonya,dan kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita pilih.

    ReplyDelete
  25. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Saya tersenyum membaca elegi ini, dari membaca judulnya saja sudah menuntun untuk berpikir. "Elegi memilih Opsi A atau C", saya kira dari judulnya akan ada percakapan dua arah antar dua tokoh seperti postingan "Elegi memahami Elegi" dan "Elegi Selamatan Raja Purna". Ternyata dugaan saya salah. Postingan kali ini hanya menyampaikan sebuah pilihan yang dipikirkan oleh empat orang pemilih yang diajukan oleh pimpinan. Lagi dan lagi dipertemukan dengan pilihan yang menentukan masa depan, pilihan yang mempunyai konsekuensi masing-masing, pilihan yang membuat berpikir lebih dalam dan kritis terhadap dampak yang akan diterima. Pilihan yang menumbuhkan pilihan baru dan tentunya dengan konsekuensi baru pula.

    Pilihan merupakan sesuatu yang sering menjadi alasan kebingungan yang paling utama dalam kehidupan. Namun, benar kata bapak Marsigit pada saat pertama kali bertemu di kelas, dengan bingung kita berlatih berpikir, dengan berpikir kita berlatih belajar, dengan belajar kita tahu definisi baik atau buruk untuk kita, dengan mengetahui baik atau buruk, kita berlatih untuk mencari solusi yang lain jikalau itu bukanlah yang diingikan dan berlatih bersyukur dengan proses yang dilalui dari memilih sampai ke akhir yang tak berujung. Kenapa dikatakan tak berujung? Karena sifat tidak puas dan merasa selalu kurang mendorong untuk memilih pilihan baru dan menjalani pilihan itu sampai pada titik tidak dapat memilih lagi, yaitu mati.

    ReplyDelete
  26. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Hidup pada hakikatnya tidak terlebas dari sebuah pilihan. Bahkan kita melilih dari beberapa pilihan itupun merupakan suatu pilihan. Jika seseorang hidup tanpa pilihan, artinya hidup akan terasa hampa, karena dalam setiap pilihan pasti ada konsekuensi-konsekuensinya. Baik konsekuensi baik maupun kurang baik. Kita juga harus bisa menerima resiko setelah kita memilih suatu pilihan.
    Saya sependapat dengan tulisan bapak, bahwa ketika dihadapkan oleh sebuah pilihan maka dalam pikiran kita akan terjadi suatu kebingunan. Keadaan bingung itulah yang akan kita hadapi ketika kita hidup. Akan tetapi, bingung yang baik adalah bingung yang tidak membutakan hati. Jika hati kita ikut bingung, tidak lain itu hanyalah gangguan setan belaka. Maka, dapat kita ambil pelajaran dari elegi ini bahwa, hidup sejatinya tidak terlepas dari suatu pilihan, maka bingunglah secara pikiran bukan bingung secara hati. Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan hati kita untuk tidak “bingung” dalam menentukan sebuah pilihan.
    Wallahualam..

    ReplyDelete
  27. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Memang, seringkali menentukan pilihan sangatlah sulit dilakukan. Menentukan pilihan dilakukan dengan membandingkan tentang hal-hal yang hendak dipilih. Ini artinya, menentukan pilihan tidak sesederhana membandingkan pilihan-pilihan tersebut hanya dari satu sisi saja. Opsi satu dapat menjadi benar di dalam ruang dan waktu tertentu, opsi dua dapat menjad benar di dalam ruang dan waktu tertentu lainnya. Jadi seharusnya memilih opsi sesuai dengan ruang dan waktunya. Walau pada akhirnya apabila suatu pilihan yang sudah kita pilih tersebut dapat mengancam kita, kita harus siap menerima dan bertanggung jawab atas segala resiko yang sudah kita pilih.

    ReplyDelete
  28. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hidup adalah pilihan. Tidak jarang dalam hidup kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang sulit dan memilih bungkam, tak menentukan pilihan bukan pula sebuah jalan keluar yang benar. Kita harus menyadari setiap keputusan yang akan kita ambil mempunyai konsekuensi dan risiko yang harus siap kita emban. Menurut saya pilihan terbaik untuk kedua opsi adalah opsi A. Meskipun opsi A mengandung risiko yang berat namun risiko tersebut adalah bentuk tanggungjawab dari kesalahan pengambilan tindakan di masa lalu.

    ReplyDelete
  29. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dalam “Elegi Memilih Opsi A atau C” seperti halnya bahwa hidup adalah sebuah pilihan. Jika mengakui kejahatan berarti menentukan pilihan untuk memilih opsi A, jika siap untuk kehilangan jabatan juga merupakan sebuah pilihan yaitu memilih opsi C, tidak memilih dua-duanya juga merupakan sebuah pilihan. Namun pilihan yang abadi dan kekal hanya milik Alloh semata, kita tidak bisa memilih untuk lahir dari anak orang kaya, kita tidak bisa memilih lahir di Luar Negeri, dll satu-satunya yang dapat kita lakukan yaitu bersyukur dengan apa yang telah diberikan kepada kita.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  30. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Pilihan, dalam hidup ini kita selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan. Diantara kedua pilihan tersebut terkadang membuat kita kebingungan untuk memilih. Hal itu karena pilihan yang diberikan sama-sama tidak ada yang menguntungkan. Misalnya saja seperti Opsi A yang berarti mengakui kejahatan dan opsi C yang berarti kehilangan jabatan. Namun, diantara kebingungan kita dalam memilih sebagai umat beragama haruslah kita menyertakan Allah disetiap pilihan yang kita putuskan. Sehingga pilihan yang kita pilih mendapatkan ridho dari Allah. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  31. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A
    Hidup selalu menawarkan pilihan, entah itu suatu hal yang menyakitkan ataupun membahagiakan, dan semuanya juga memiliki konsekuensi. Apapun pilihannya, itulah yang harus dipertanggungjawabkan. Bahkan ketika kita tidak tidak memilih apapun, itu juga merupakan sebuah pilihan. Senantiasalah berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah SWT dan jangan pernah menyesali apa yang telah kita pilih karena pilihan itulah yang harus kita jalani selanjutnya.

    ReplyDelete
  32. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi ini rasa-rasanya saya membayangkan kebingungan dan kegalauan pemimpin-pemimpin di negeri ini. Ah, tidak, bahkan mungkin beberapa pemimpin di sebuah instansi. Sebenarnya terlalu berani orang muda seperti saya memberikan pernyataan seperti itu mengingat saya hanya mengetahui informasi dari membaca koran atau sosial media yang belum absolut kebenarannya. Namun, pokok berita yang selama ini kami baca selalu mengarahkan hal yang demikian. Kami selalu berpikir bahwa banyak pemimpin kita melihat suatu kesalahan, namun apabila sang pemimpin melakukan hukuman yang seharunya dilakukan sama saja mempertaruhkan jabatan yang sedang didudukinya.

    ReplyDelete
  33. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Saya menyimpulkan bahwa elegi di atas memberikan gambaran bagi kita tentang kebingungan para pemimpin di negeri ini untuk memberantas kasus korupsi. Mereka mengetahui kesalahan namun tidak berdaya untuk mengatakan kesalahan itu. Karena KKN di negeri kita sudah menjadi sebuah lingkaran setan yang dilakukan secara berjamaah. Jika ada yang membantah matilah sudah.

    ReplyDelete
  34. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Yang saya rasakan ketika membaca elegi-elegi atau postingan lainnya adalah seperti tersedot masuk ke dalam alur ceritanya. Sama pula dengan elegi ini, saya merasakan kebingungan, kebingungan yang bertumpuk malah. Kebingungan pertama adalah saya bingung memahami interpretasi masing-masing opsi. Kebingungan kedua adalah saya bingun memilih opsi apa yang kira-kira akan saya pilih jika saya aktor di dalam elegi ini. Tapi, apakah benar jika saya merasakan kebingungan seorang pimpinan di dalam elegi ini?

    ReplyDelete
  35. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Elegi memilih opsi A atau C menggambarkan situasi atau keadaan dimana seseorang harus menjatuhkan pilihannya antara opsi A (Bailout itu benar) atau opsi C (Bailout itu salah). Menurut saya, berdasarkan asumsi dari Pemilih 3: Jika memilih opsi A berarti mengakui kejahatan atau memilih opsi C berarti akan kehilangan jabatan, maka akan lebih baik untuk memilih opsi C bahwa Bailout itu salah. Walaupun pada akhirnya jabatan akan hilang, namun kita tetap harus menjunjung tinggi kebenaran. Karena jabatan tidak akan berkah jika diperoleh dengan berpura-pura atas ketidakbenaran dan menutupi kebenaran itu. Karena jabatan dan amanah yang diemban tersebut akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Tentunya tak asing dengan kalimat “hidup adalah pilihan”, memilih opsi yang mana pun tentu ada resikonya. Pilihlah pilihan sesuai dengan hati nurani. Karena pilihan darir hati insya allah tidak akan salah. Oleh sebab itu sebelum menjatuhkan pilihan pada salah satu opsi perlu menjernihkan hati. Hati yang jernih tentu akan mudah untuk menentukan pilihan yang tepat. Dengan demikian beribadahlah kemudian bedoalah dan mohon petunjuk-Nya supaya kita dapat memilih pilihan yang terbaik untuk kita dan pilihan terbaik dari-Nya. Percayalah segala sesuatu yang ditetapkan-Nya itulah yang terbaik.

    ReplyDelete
  37. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Kita sering mendengar kalimat bahwa hidup itu adalah pilihan. Iya, memang benar bahwa hidup itu adalah pilihan, tetapi sebenarnya Allah lah yang memilihkan pilihan tersebut untuk kita. Tidak ada sehelai daunpun yang jatuh tanpa sepengetahuan dari Allah, apalagi kehidupan manusia sebagai hambanya, termasuk ketika manusia menentukan pilihan, disana pasti ada peran Allah. Oleh karena itu, jangan pernah menyesali pilihan yang sudah kita ambil meskipun ternyata di tengah jalan pilihan itu tidak membahagiakan menurut kita. Kita harus percaya bahwa sesuatu yang membahagiakan menurut kita belum tentu baik menurut Allah,tetapi sesuatu yang tidak membahagiakan menurut kita mungkin adalah yang terbaik menurut Allah.

    ReplyDelete
  38. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Di dalam kehidupan kita tidak bisa terlepas dari terpilih, memilih dan membuat pilihan. kita lahir karena kita terpilih sehingga kita tidak bisa menyalahkan siapapun bahkan itu Tuhan. Kita diberi hak untuk memilih sehingga kita harus konsekuen dengan apapun yang sudah kita pilih bahkan itu sebuah kesalahan tapi itulah resiko menjatuhkan sebuah pilihan. Kita berhak untuk membuat pilihan hal inilah yang membuat sebuah kontradiksi bahwa apakah pilihan yang sudah kita buat benar-benar pilihan untuk kebenaran bukan untuk menentukan.

    ReplyDelete
  39. Di dalam elegi ini dijatuhkan pilihan yang kontradiksi bahwa tidak mau mengakui kejahatan tetapi di sisi yang lain tidak mau kehilangan jabatan. jika kebaikan tertutup oleh kejahatan bagaimana pertanggungjawaban akan jabatannya itu.

    ReplyDelete
  40. Kebenaran harus ditegakkan di muka bumi ini. Meskipun kadang-kadang untuk menegakkan kebenaran tersebut kita banyak mengorbankan sesuatu, oleh karena itu kebenaran bernilai sangat mahal. Banyak orang yang mau dibeli hatinya oleh materi sehingga ia tidak mau menegakkan kebenaran. Mari kita mencoba menegakkan kebenaran meskipun itu pahit, mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulailah sekarang juga.

    ReplyDelete
  41. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seringkali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Tetapi kita harus menyadari bahwa setiap pilihan itu memiliki konsekuensinya masing-masing. Dan tiap-tiap pilihan akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka dari itu pilihlah dengan hati nurani. Jangan memilih hanya karena nafsu dunia yang sementara. Pilihlah pilihan yang tidak merugikan orang lain. Maka sebaik-baik pilihan adalah pilihan karena Allah SWT semata, bukan karena dunia yang fana. Semoga kita terhindar dari memilih pilihan yang menjauhkan kita dari Nya.

    ReplyDelete
  42. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B

    Sebuah proses penentuan pilihan pasti terjadi tarik ulur yang berbeda bagi setiap pengambil keputusan. Sebuah keputusan pasti ada unsur resiko, resiko baik atau buruknya hasil dari keputusan tersebut yang membuat biasanya proses pengambilan keputusan bersifat lama. Namun, sebagai manusia alangkah lebih baik kalo kita bisa meinimalisir resiko buruk dari setiap keputusan yang kita ambil.

    ReplyDelete
  43. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    setelah membaca postingan ini, saya mendapatkan gambaran tentang pejabat-pejabat yang cinta dunia, dan rela mengorbankan kebenaran, menutup mata akan penindasan terhadap kebenaran, dan berpura-pura tidak mengetahui.

    ReplyDelete
  44. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Tidak ada pernyataan salah dan benar di dalam filsafat, yang ada hanyalah sesuai tidaknya ia dengan ruang dan waktu tersebut. opsi A dapat menjadi benar di dalam ruang dan waktu tertentu, opsi C dapat menjad benar di dalam ruang dan waktu tertentu lainnya. maka hendaklah sang pemilih memilih opsi sesuai dengan ruang dan waktunya. sebagai seorang pemimpin, pemilih sepatutnya memilihkan yang terbaik bagi rakyatnya, walau pada akhirnya pilihan tersebut akan mengancam jabatannya, seorang pemimpin telah diberikan amanah untuk memimpin dan memberikan yang terbaik untuk rakyatnya, apalah arti sebuah jabatan jika esensi dari adanya jabatan tersebut diabaikan?
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  45. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ada tiga opsi di dalam cerita ini, Opsi A, Opsi C, dan Opsi Abstain. Tidak memilih juga merupakan opsi yang dapat diambil, tetapi lagi-lagi kita diharuskan untuk memandang ruang dan waktu untuk memilih, seorang pemimpin tidak dapat memilih abstain ketika kesejahteraan rakyat berada di ujung tombak dan pilihan tersebut harus dibuat untuk menyelamatkan rakyatnya, memang memilih untuk tidak memilih merupakan suatu pilihan juga tetapi terkadang memilih untuk tidak memilih merupakan pilihan paling buruk yang dapat diambil. seorang pemimpin diharuskan untuk dapat memilih opsi yang terbaik di antara banyak opsi demi kesejahteraan rakyatnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  46. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Manusia diberikan kesempatan untuk memilih, pilihan tersebut akan mempengaruhi masa depannya. Setiap pilihan yang dipilih pasti terdapat risiko yang harus dihadapi, karena kita tidak tahu pilihan yang kita pilih merupakan pilihan yang benar atau yang salah, tetapi hendaknya sebelum memilih jangan tergesa-gesa, harus dipikirkan secara matang, agar tidak menyesal dikemudian hari. Sebagaimana yakinlah sesuatu yang kita pilih tersebut karena sudah terlanjut dipilih dan hal tersebut sudah terjadi, kita tinggal melanjutkan dan melaksanakan pilihan tersebut dan melakukan hal yang terbaik agar kita semakin yakin bahwa pilihan tersebut merupakan pilihan yang benar.

    ReplyDelete
  47. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Manusia dihadapkan pada pilihan dalam kehidupannya. Pilihan yang ada tidak selamanya mudah untuk diputuskan, apalagi jika pilihan itu menyangkut kepentingan. Pilihan yang seseorang ambil ketika berhadapan dengan situasi bak memakan buah simalakama menunjukkan prinsip kehidupannya. Kedua pilihan sulit menuntut konsekuensinya masing-masing, jika memilih untuk kepentingan orang banyak maka baiklah keputusan itu, namun jika memilih hanya untuk kepentingan pribadi maka buruklah keputusan itu. Ada kalanya pilihan sulit untuk satu orang tidaklah sulit bagi yang lainnya, jika sudah jelas seorang tersebut berada pada sisi pilihan mana. Apapun pilihan yang ada dan sesulit apapun itu, mereka akan jelas memilih hitam jika mereka adalah hitam dan jelas memilih putih jika mereka adalah putih. Di sisi lain, ada pula seseorang yang apatis akan pilihan yang dihadapkan padanya. Dia seolah acuh tak acuh dan tidak tahu menahu tentang pentingnya keputusan yang harus dia ambil dan apa konsekuensi yang diterima jika tidak memilih pilihan yang ada.

    ReplyDelete
  48. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Bailout yaitu bantuan keuangan terhadap sesuatu, bisa di katakan ini adalah "sogokan". Bailout adalah hal yang salah. Karena tidaklah benar kalau kita menghalalkan segala cara dengan uang. Ketika kita dibantu dengan uang, maka semua akan menjadi lancar. Ini tindakan yang salah, semua hal yang salah disebut kontradiksi. Dalam hidup pasti ada kontradiksinya, ada sesuatu yang baik, dan ada sesuatu yang salah. Elegi ini mengajarkan kita untuk hati-hati dalam setiap tindakan. Dalam hidup pasti ada opsi-opsi yang harus kita pilih. Dan memang hakekatnya dalam hidup adalah memilih. Saya pernah dengan semboyan "Hidup ada pilihan", nah begitu juga pada elegi ini, bahwa dalam hidup memang kita dihadapkan dari berbagai pilihan. Tapi alangkah baiknya dalam memilih sesuatu, harus kita fikirkan baik buruknya. Jauhi yang tidak disukai-Nya, dan pilihlah sesuatu yang disukai-Nya.

    ReplyDelete
  49. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Hidup adalah soal memilih dan membuat keputusan. Dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, seringkali kita dihadapkan dengan kondisi dilematis yang mengharuskan kita membuat keputusan untuk memilih satu dari beberapa pilihan. Idealnya tentu kita akan memilih opsi yang paling benar dan paling baik, baik manfaatnya untuk kita, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta sejalan dengan aturan Tuhan. Namun demikian, seringkali terdapat faktor - faktor lain yang membuat kita bingung. Apalagi jika opsi tersebut berhubungan dengan sesuatu yang sifatnya materialistis duniawi seperti jabatan, pekerjaan, gaji, dsb. Hal ini tentu saja semakin membuat kita bingung. Jika kita menilik disekitar kita saat ini, ada banyak oknum yang sebenarnya mengetahui bahwa opsi yang dipilihnya salah atau membenarkan suatu kejahatan, namun karena adanya nafsu untuk mempertahankan jabatan, gaji, posisi, dsb, maka ia tetap memilih opsi tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk kontradiksi, bahwa sebenarnya pikirannya mengarah ke A namun nafsunya membawanya ke C. Sebagai seorang yang beriman hendaklah kita menghindari memilih opsi yang seperti ini. Pilihlah yang memang benar dan baik sekalipun itu mengandung resiko yang lebih besar. Ingatlah segala sesuatu datangnya dari Allah, termasuk perkara jabatan, gaji, posisi, rizki, dsb. Sehingga ketika kita memihak pada suatu kebaikan insyaAllah balasan kebaikan yang lebih besar akan kita dapatkan dari Allah SWT. Amin.

    ReplyDelete
  50. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013


    Diam bukan berarti tidur
    Ia hanya membutuhkan waktu untuk bersua lebih berhati2 untuk mengambil kesimpulan

    ReplyDelete
  51. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas ilmu yang bapak berikan melalui postingan ini.
    Ketika membaca ini saya bersorak didalam hati ini adalah logika matematika. Namun setelah terus membaca nya hingga ke bawah saya semakin sadar mengapa sesorang perlu memilih dalam kehidupannya. Karna hidup memang pilihan. Memilih untuk tidak memilihpun termasuk pilihan namun itu suatu abstain. Yang mana abstain itu sendiri sebagian orang menganggap sebagai sesuatu yang tidak bertanggungjawab. Maka yang dapat saya simpulkan dari elegy ini ialah kebingungan merupakan proses berfikir menuju suatu pilihan.

    ReplyDelete
  52. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Hidup itu penuh dengan pilihan. Tetapi, banyak sekali pertimbangan yang harus kita pikirkan sebelum memilih. Banyak orang yang akhirnya tak mau banyak berpikir dan memilih untuk tidak memilih (abstain). Banyak pula orang yang memilih untuk lama-lama memusingkan pikirannya dalam memilih. Bingung itu wajar, tandanya berpikir. Tak perlu lama memikirkan suatu keputusan untuk memilih, karena jika hakikatnya ada pada ruang dan waktu, maka pilihanmu sekarang mungkin akan berbeda dengan pilihanmu nanti.

    ReplyDelete
  53. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Hidup adalah memilih. Menurut saya memilih bukanlah hal yang mudah. Karena konsekuensi tentang apa yang dipilih akan muncul setelah memilih. Pada elegi memilih opsi A atau C yang saya pahami adalah pilihan untuk tidak berbuat kejahatan tetapi kehilangan jabatan atau berbuat kejahatan untuk mempertahankan jabatan atau dikatakan tidak bertanggungjawab. Mungkin, kebingungan tersebut yang sering dialami oleh para pejabat. Yang pada akhirnya ada pejabat yang melakukan korupsi dan ada pejabat yang tidak diakui atau dilengserkan.

    ReplyDelete
  54. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Dalam elegi tersebut digunakan konsep negasi, yang kalimatnya dibuat sangat bervariasi.
    Konsep negasi memang sangat sederhana, namun dalam elegi ini negasi mampu menunjukkan beberapa karakter manusia yang beragam

    ReplyDelete
  55. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi di atas menggambarkan bahwa telah terjadi kebingungan atau kegalauan akan pilihan-pilihan hidup. Pilihan-pilihan itu mengarah pada pilihan baik atau pilihan buruk. Kadang manusia sangat sulit untuk memilih berbuat jujur atau tidak jujur. Dalam hidup di dunia, tidak semua kejujuran akan berbuah manis. Konsekuensi kejujuran bisa dipuji orang, masuk media massa dan lain-lain. Tetapi disisi lain kejujuran bisa berbuah hujatan, kehilangan jabatan, kehilangan kawan, dipecat, dan sebagainya. Begitu juga ketika kita bohong atau tidak jujur, konsekuensinya bisa saja malah menyenangkan, seperti semakin bertambah teman, semakin korupsi, semakin banyak uang, jabatan makin tinggi, dan sebagainya. Itulah dunia, hal yang buruk-buruk malah mendapat banyak dukungan, hal yang baik-baik malah tidak ada dukungan. Maka dari itu menyandarkan hidup pada Allah SWT adalah hal yang paling utama, karena kebenaran hakiki hanya ditentukan oleh Allah SWT, bukan karena teman atau atasan.

    ReplyDelete
  56. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Memilih, tentunya semua pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Saat bingung dalam menentukan pilihan, mungkin dikarenakan rasa ragu-ragu dan kurang yakin pada pilihan tersebut. Saat meyakinkan diri untuk tidak memilih sekalipun sejatinya itulah pilihan yang diambil. Menurut saya tidak ada pilihan yang baik atau buruk. Tekad berani menghadapi resiko atas pilihan yang sudah ditentukan itulah yang sangat penting. Tinggal bagaimana seseorang menyikapinya saja.

    ReplyDelete
  57. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam elegi ini membahas sulitnya memilih kebaikan dalam kehidupan sekarang ini. Elegi ini menceritakan tentang mendukung atau menolak bailout, dimana pemimpinnya sendiri mendukung bailout. Secara nurani kita menolak bailout, tetapi apabila kita menolak bailout tersebut akan berakibat pada jabatan yang ia pegang.

    Dari elegi ini menceritakan kehidupan sekarang ini dimana keburukan didukung, dan kebenaran malah semakin disudutkan. Ini adalah kejadian yang terjadi di akhir zaman ini. Semoga kita tetap pada kebaikan dan selalu dilindungi oleh Allah SWT.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  58. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Jika dihubungkan dengan logika matematika, maka silogisme pemilih 1 dan pemilih 2 adalah benar. Namun, manusia tidak hanya dibekali pikiran saja tapi juga hati, maka pilihlah berdasarkan hati nurani. Karena orang berilmu adalah orang yang mampu mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkannya. Ada baiknya berdoa dulu sebelum bertanya pada nurani agar tak salah memilih nanti.

    ReplyDelete
  59. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Elegi diatas adalah gambaran keseharian hidup kita selama ini. Di masyarakat terdapat beberapa hal yang dianggap benar, dan beberapa hal yang dianggap salah. Saya pernah mengalami masa dimana saya bertanya-tanya dari mana dan kapan sesuatu itu dianggap benar dan darimana dan kapan sesuatu itu dianggap salah. Terkadang hati nurani kita tidak sinkron dengan hal-hal yang dianggap benar dan dianggap salah oleh masyarakat umum tersebut. Kebenaran umum, atau apapun itu terkadang berlawanan dengan proses berpikir kita. Tentu saja kontradiksi tersebut membuat manusia yang tidak sempurna bingung dan tidak jarang dari mereka memilih sesuatu yang benar (tetapi berlawanan dengan pikiran dan hati mereka), atau sesuatu yang salah (tetapi sesuai dengan pikiran dan hati mereka). Memang benar bahwa adalah hak setiap manusia untuk memilih jalan hidupnya masing-masing, tetapi tentu saja pilihan itu tidak boleh bertentangan dengan aturan absolut dari Tuhan. Itu saja menurut saya, Tuhan adalah acuan kita dalam memilih segala sesuatu.

    ReplyDelete
  60. Vidiya Rachmawati
    17709251019

    Kehidupan manusia tidak terlepas dari pilihan-pilihan. Terkadang pilihan ini membuat manusia berada dipersimpangan jalan. Dalam suatu keadaan, banyak manusia yang merasa aman berada pada pilihan salah karena banyak temannya. Namun, di sisi lain ada seorang manusia yang berani berjalan sendiri pada pilihan benar. Dalam kasus ini kita memerlukan kebijaksanaan dalam berpikir dan bertindak. Oleh karena itu selalu berdoa untuk pilihan terbaik sangatlah dianjurkan. Bahwasanya apa-apa yang menurut kita benar belum tentu benar menurut oranglain, sedangkan apa-apa yang menurut kitas alah belum tentu salah bagi oranglain.

    ReplyDelete
  61. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Saat seperti itu lah keimanan seseorang diuji. Tetap berpegang teguh dengan keyakinan sesuatu yang salah tetap salah atau membenarkan sesuatu yang salah demi hanya untuk memperoleh kehormatan, jabatan, ataupun kekuasaan. Jika ia membenarkan sesuatu yang seharusnya salah, maka achievement yang ia dapatkan tidak akan bertahan lama. Akan tetapi, jika ia tetap membenarkan yang benar dan yang salah tetap salah maka hidupnya ia sudah berjalan ke arah yang lurus dan benar sehingga achievement yang ia dapatkan akan tetap ia miliki dan bahkan akan semakin banyak dan besar.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  62. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Hidup adalah sebuah pilihan, memilih adalah tugas manusia ketika berpikir, karena memilih juga salah satu usaha atau ikhtiar kita akan ketetapan Allah. Setiap keputusan kita dalam memilih pastinya sudah dipikirkan juga konsekuensinya, sehingga setiap keputusan dalam memilih akan memiliki tanggungjawab tersendiri. Memilih pilihan yang sudah ada atau tersaji memang sulit jika kita tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan pilihan itu sendiri, maka dari itu jika ingin memilih opsi, pilihlah opsi yang mengikuti kata hati nurani jika pikiran sudah tak berjalan lagi alias buntu. Karena dengan hati nurani (berdoa), setiap pilihan yang dipilih itu berharap tidak salah dimata Allah. Selanjutnya dengan memilih opsi yang mendekatkan dengan Allah, sehingga nilai salah di mata Allah menjadi sedikit walau banyak nilai salah di mata manusia.

    ReplyDelete
  63. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sering sekali terjadi perdebatan dalam diri antara mengakui kebenaran atau kehilangan dunia. Teorinya mudah yaitu membenarkan nurani, tapi praktiknya sungguh susah. Padahal jika diri diingatkan kembali bahwa jabatan, harta, dan dunia adalah ujian dan sifatnya sementara dan akhirat itu ada hari pembalasan dan selamanya.
    Tidak memilih keduanya pun termasuk pilihan yang akan tetap dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  64. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. selalu ada dua pilihan dalam hidup ini. bisa saja itu salah dan bisa saja itu benar. dua pilihan macam itu biasanya datang dalam kondisi yang dilematis. pilihan yang benar diikat oleh moralitas namun dapat mengorbankan keuntungan, namun pilihan yang salah mengabaikan moralitas namun menghasilkan keuntungan. tapi bagaimanapun itu, allah hanya meridhoi orang-orang yang jujur, sabar, dan ikhlas.

    ReplyDelete
  65. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP

    Tidaklah akan terjadi suatu kebenaran berjalan berdampingan dengan kesalahan dalam satu aktu yang sama. Benar adalah benar, dan salah adalah salah. Katakan benar bila itu benar, dan katakana salah bila itu memang salah. Tidak ada wilayah abu-abu antara benar dan salah. Wilayah abu-abu hanyalah hasil ciptaan hasrat, siasat bagi mereka yang hanya ingin mengambil untung. Maka orientasi mengambil untung ini adalah hal yang berbahaya. Bila tujuan hidup kita hanya mencari keuntungan dunia semata maka rusaklah dunia ini. Semua orang akan berlomba-lomba korupsi, suap, dan sebagainya. Maka disinilah letak pentingnya kita melandasi hidup kita dengan agama. Bila kita melandasi hidup kita dengan agama, maka kita akan paham apa sebenarnya yang menjadi tujuan hidup kita dan dengan itu kita bisa focus untuk meraih tujuan hidup kita dan bertahan dari godaan dunia yang datang.

    ReplyDelete
  66. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Selalu ada dua sisi dalam diri manusia. Kebaikan dan keburukan itu selalu berperang. Mana yang kuat, tergantung setiap pribadi manusia. Maka senantiasalah berdoa, rendah hati, agar selalu ingat akan Sang Awal dan Sang Akhir, kuasa yang absolut, yang tak seringkali tak nampak oleh kita, namun sesungguhnya selalu ada dalam hati kita.

    ReplyDelete
  67. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menanggapi elegi diatas, maka seseorang yang mempunyai jabatan yang mempunyai hak memilih dalam hal menentukan kebijakan publik maka harus hati-hati. Mereka perlu meningkatkan iman dan taqwa supaya amanah dan juga memikirkan positif negatif keputusan yang mereka ambil, apakah bermanfaat bagi orang banyak. Memang susah jika harus dihadapkan pada kehilangan jabatan, apalagi jika kelompoknya setuju dengan opsi yang buruk maka jika dia dia tidak ikut maka akan dipecat dari kelompoknya. Kesimpulannya, carilah teman atau kelompok yang membela rakyat atau kepentingan orang banyak.

    ReplyDelete
  68. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa pada kenyataannya banyak orang yang tidak sadar bahwa apa yang dialaminya hingga sekarang adalah hasil dari akibat-akibat dari pilihan-pilihan yang telah diambil sebelumnya, Kami juga menyadari bahwa ketika memilih satu pilihan maka artinya kami meninggalkan atau memilih untuk mengabaikan pilihan yang lain. Apa pun yang kami pilih dalam hidup ini, maka Tuhan akan memberikan hambatan dan tantangannya. Kami menyadari bahwa apabila setelah kami menentukan pilihan kemudian menemui kegagalan di suatu waktu akibat dari pilihan kami tersebut maka kegagalan itu pasti ada hikmahnya, bisa jadi kegagalan itu pertanda bahwa itu bukan jalan yang tepat untuk kami, ataukah memang kami diharapkan untuk senantiasa berjuang dan bekerja keras serta untuk tidak cepat puas.

    ReplyDelete
  69. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Elegi di atas memberikan gambaran jelas bahwa hidup adalah pilihan, dan pilihan itu sulit. Ada yang harus dikorbankan pada setiap pilihan. Semoga kita dapat memilih dengan baik, cara yang baik dan konsekuensi yang baik atas setiap pilihan dalam hidup.

    ReplyDelete
  70. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dalam sebuah pilihan, harus ada yang dikorbankan untuk tidak dipilih. Seringkali kita harus berani mengambil sebuah pilihan di antara beberapa pilihan yang ada. Jangan menjadi seseorang yang selalu menghindar saat kamu dihadapkan pada sebuah pilihan. Baik ataupun buruk, kamu harus bisa memilih karena itu yang akan menentukan jalan hidupmu selanjutnya. Menentukan pilihan hidup tidak akan semudah seperti yang dibayangkan. Karena itu sertakan Tuhan dalam setiap pilihanmu karena Tuhanlah yang akan membantumu menemukan pilihan yang terbaik.

    ReplyDelete
  71. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari elegi ini saya mengambil refleksi bahwa sebagai manusia biasa yang memiliki sifat ingin memiliki tentu semua orang ingin mempertahankan jabatan. Menurut saya itu wajar. Elegi ini juga mengambarkan orang yang kebinggunga akan pilihihan yang akan diambil, apakah jabatan atau idealisme untuk memerangi kejahatan. Jika saya diminta memilih, maka saya akan memilih memerangi kejahatan dan meninggalakan jabatan saya. Memiliki suatu jabatan dengan rasa bersalah didalmnya tentu akan menimbulkan kerisauan, dan itu pasti tidak nyaman. Dengan memerangi kejahatan saya yakin pasti akan ada pertolongan yang datang, mungkin tidak sekarang tapi pasti ada. Daripada abstain dan menyesal lebih baik memilih, karena semua pilihan pasti ada konsekuensinya

    ReplyDelete
  72. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hak dasar setiap orang adalah berhak memilih dan dipilih. Apalagi negara kita ini adalah negara demokrasi. Salah satu wujud nilai-nilai HAM terkait demokrasi adalah melekatnya hak azasi setiap warga negara dalam memilih dan dipilih. Tidak ada paksaan untuk memilih mana dan tidak memilih mana. Semua dikembalikan kepada individu masing-masing dan tidak ada yang berhak untuk turut mencampurinya.

    ReplyDelete
  73. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Seseorang berkata bahwa hidup adalah pilihan. Memang dalam hidup kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Ada banyak pilihan, yang masing-masing darinya memiliki konsekuensi yang harus ditanggung pemilihnya. Maka kehidupan mengharuskan kita bijak dalam memilih jalan hidup kita. Dibutuhkan prinsip yang teguh agar kita tidak bingung ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit. Prinsip yang benar akan membantu kita membuat pilihan yang benar.

    ReplyDelete
  74. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Hidup adalah pilihan. selama kita hidup, selalu ada pilihan-pilihan yang harus kita putuskan untuk memilihnya. Akibatnya, banyak orang yang berusaha mencari celah pada opsi yang ada, mencari pembenaran atas pilihannya. Padahal seharusnya dalam memilih atau memutuskan sesuatu kita harus menggunakan hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis

    ReplyDelete
  75. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Dalam menjalani hidup, ada banyak pilihan yang bisa dan akan kita ambil. Keputusan kita dalam memilih pilihan-pilihan ini akan mempengaruhi apa yang akan terjadi selanjutnya, itulah konsekuensi. Dalam mengambil pilihan, kita harus tegas. Mungkin akan ada keraguan dalam mengambil keputusan untuk memilih. Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan, kita gunakan ilmu, pertimbangkan baik-buruknya, manfaatnya, risikonya, dan segala yang mengiringi adanya keputusan. Risiko memang pasti ada, dan ketika kita sudah mengambil keputusan, kita harus bertanggung jawab dengan apa yang kita putuskan. Selain ilmu, hendaklah kita selalu memohon petunjuk Tuhan agar kita dapat mengambil keputusan yang baik, benar, dan memberikan manfaat.

    ReplyDelete
  76. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Hidup adalah tentang pilihan, segala pilihan yang telah kita tentukan tercatat dalam historis kehidupan kita masing-masing. Dalam konteks pada elegi di atas merupakan tantangan bagi idealisme dalam memegang teguh integritas. Terkadang dalam pilihan kita ada hal yang patut dikorbankan, menurut saya, jika memang pilihan tersebut memberi manfaat yang baik bagi banyak orang maka kita harus merelakan keinginan kita pribadi.

    ReplyDelete
  77. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Sebelum kita mennentukan sebuah opsi, sebuah pilihan, ada baiknya kita belajar sebanyak mungkin, untuk mempelajari dalam memilih jalan yang tepat. Jangan terburu-buru dan memaksa, tapi lakukanlah belajar dengan tulus dan ikhlas, dengan demikian diharapkan apa opsi yang kita pilih sesuai hasil belajar kita, dan yang terbaik buat kita.Selalu berdoa dan berdoa juga untuk meminta petunjuk-Nya.

    ReplyDelete
  78. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pilihan yag banak juga akan semakin membuat kita sulit menntuka opsi. Maka dari itu pertimbangan dengan ilmu opsi mana yang baik, opsi mana yang bermanfaat, opsi mana yang diridhai Allah Swt. Dengan begitu kita selalu akan dibimbing oleh-Nya dalam menjalani pilihan yang telah kita pilih.

    ReplyDelete
  79. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam hidup kadang kita dihadapkan pada pilihan pilihan yang sulit. Pilihan yang mengharuskan mansia untuk menentukan pilihan yang harapannya adalaha pilihan yang tepat sebagai jalan terwujudnya tujuan, namun terkadang pilihan untukmasa depan kita adalah pilihan yang sulit untuk ditentukan tanpa adanyakeakinan didalamnya. karena suatu pilihan pasti adanya suatu resiko yang harus dilalui dan diselesaikan. penentuan suatu pilihan butuh pikiran yang jernih, banyak referensi, banak doa dan lain sebagainya. bukti bahwa menentukan suatu pilihan atau opsi tidak lah suatu perkara yang mudah.Maka sebelum memutuskan, kita harus berpikir mendalam dan meminta petunjuk kepada Allah SWT.
    Kita harus bijak dalam memilih yang terbaik di antara yang buruk. Semoga kita termasuk orang orang yang bijak memilih Aamiin.

    ReplyDelete
  80. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Sebagai manusia, tentu kita memiliki pilihan-pilihan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Sikap kita dalam menghargai perbedaan pilihan adalah suatu hal yang wajib. Perbedaan pilihan adalah wajar dan bukan dijadikan sebagai suatu persoalan. Justru perbedaan pilihan itulah yang membuat hidup ini menjadi beragam dan penuh warna.

    ReplyDelete
  81. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Memilih suatu pilihan hingga akhirnya harus memutuskan pilihan kadang memang merupakan hal yang sulit. Sehingga dalam setiap pengambilan keputusan ini maka hati dan pikiran harus jernih. Memilih A yang mungkin bertentangan dengan hati nuraninya hanya karena takut jabatannya hilang, atau memilih C yang memang sesuai hati nurani, atau mungkin ada maksud lain dibalik pilihan itu seperti ingin mendapat simpati atau tujuan tertentu. Memilih untuk tidak memilih juga merupakan pilihan. Hal ini dipilih mungkin karena kedua pilihan yang diajukan tidak ada yang cocok atau sesuai dengan hati nuraninya. Sebaiknya bersihkan hati, jernihkan pikiran dan dekatkan diri pada Allah, meminta petunjuk agar dapat memilih yang terbaik

    ReplyDelete
  82. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Sebagai tambahan komentar saya di atas, Memilih adalah menentukan salah satu atau dua diantara yang banyak. Bagi saya memilih bukan hanya sekedar memilih tetapi juga memilih mana yang terbaik di antara yang ada. Jika ada 2 pilihan yang harus saya pilih maka saya akan memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut. Jika saya memilih kedua-duanya maka saya adalah orang yang rakus. Akan tetapi, jika saya sama sekali tak memilih salah satu diantara kedua pilihan tersebut maka saya adalah orang yang rugi. Butuh proses dalam memilih sesuatu, butuh pemikiran dan hati yang mantap dalam memilih sesuatu, tetapi jangan sampai keragu-raguan menghampiri kita disaat kita mencoba menggapai sebuah keputusan untuk menentukan pilihan kita nanti

    ReplyDelete
  83. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Tentunya kita sudah tidak asing dengan berbagai macam pilihan karena hidup ini memang pilihan. Keseharian kita diwarnai dengan berbagai macam pilihan. Hanya saja terdapat banyak tingkatan. Ada pilihan yang kita bisa tentukan pilihannya dalam hitungan detik, namun ada saatnya juga kita dihadapkan pada suatu pilihan yang rumit, yang sangat menentukan, yang penuh resiko. Saat diri sendiri merasa bimbang, pendapat dari orang lain mungkin belum mampu memantapkan dalam memilih. Sebagai umat Islam kita masih memiliki Allah yang Maha Memberi Petunjuk yang akan memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada hamba yang meminta dan memohon dengan penuh keikhlasan.

    ReplyDelete
  84. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Manusia adalah makhluk yang memiliki sifat “terpilih dan memilih”. Terpilih sama dengan takdir manusia yaitu manusia berada di dunia, hidup, berkarya karena terpilih oleh Allah untuk seperti itu. Memilih sama dengan ikhitiar artinya kehidupan manusia akan tergantung pada keputusan usaha yang dipilih. Di dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan berbagai pilihan, bahkan memilih abstain atau tidak memilih juga merupakan pilihan. Semua pilihan itu itu berdasarkan hasil olah pikir dan hatinya, sehingga akhirnya akan menentukan kehidupannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  85. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Elegi diatas setidaknya menggambarkan apa yang terjadi di tengah-tengah sistem pemerintahan negara kita saat ini.Mungkin saja ada banyak pejabat negara yang mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di tengah sistem pemerintahan tapi mereka tidak berani buka suara karena takut akan kehilangan jabatan.

    ReplyDelete
  86. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kecerdasan seseorang dan ketajaman intusisi seseorang itu akan terbukti ketika dia dapat memilih sebuah kepusan antara satu, dua, tiga, maupun banyak pilihan yang diberikan. Ketepatan pilihan yang dipilih akan memberikan dampak yang baik di akhir walaupun ketika proses yang dijalani akan memungkinkan adanya beberapa hambatan dalam memperoleh akhir dari sebuah pilihan yang telah dipilih. Ketika sudah dipilih, maka jalan terakhir adalah dengan melaksanakannya dan bertawakkal atas apa yang dipilihnya itu.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  87. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Tuhan menciptakan banyak pilihan beserta dampaknya yang ada di dunia ini. manusia tinggal pilih dari semua pilihan tersebut. Mereka yang milih akan tau resikonya. Seorang pencuri akan tau akibatnya, begitu seorang dermawan akan tau dampaknya. Tetapi sedikit orang yang mampu mempertahankan sebuah pilihan dalam kehidupannya. Sebab pilihan itu pahit dan pertentanag dengan sosial-kultur yang ada dalam lingkaran kehidupannya. Yang teringat adalah, bahwa dari pilihan tersebut, harus diringi dengan rasa kemanusia. Melihat apa yang dirasakan diri sendiri atau orang lain tatkala melakukan suatu pilihan, saat pilihan itu menyakiti diri sendiri atau orang lain bahkan keduanya, maka pilihan tersebut dianggap sebuah kesalahan.

    ReplyDelete
  88. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    ketepatan dalam memilih akan memberikan aspek yang baik untuk hasil yang akan diperoleh. untuk memulai memilih, kita harus mempersipkan pemikiran dan hati yang jernih dan juga dalam memilih atau memutuskan sesuatu kita harus menggunakan hati yang bersih/ikhlas dan pikiran yang kritis

    ReplyDelete
  89. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    pada kehidupan nyata sebagai manusia kita berhak untuk tidak memilih, itu sama artinya dengan kita belum memahami apa itu filsafat, terlebih filsafat dalam pendidikan matematika.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  90. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    hidup itu pilihan, dalam filsafat matematika opsi A dan opsi C memiliki kesesuaiannya sendiri terhadap ruang dan waktu yang ada. dalam ruang dan waktu satu dengan yang lainnya opsi A benar dapat menjadi salah begitupun sebaliknya dengan opsi C yang salah akan menjadi benar dalam ruang waktu yang berbeda pula.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  91. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia hidup di tengah pilihan. Kehiduan manusiaitu sendiri sejatinya adalah pilihan.
    Manusia memiliki potensi terpilih dan memilih. Yang membedakan manusia yang satu dan yang lain adalah keputusannya. Tidak sedikit manusia yang tenggelam pada pilihan yang salah, meskipun hati menyadari kesalahan tersebut namun akal pikiran memilih membenarkan demi kepentingan pribadi. Maka itulah sebenar-benar orang munafik. Dengan demikian, hendaklah kita meletakkan tujuan hidup kita untuk beribadah dan menebarkan kebaikan agar kita tidak terjebak pada pilihan yang salah.

    ReplyDelete
  92. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Memilih, hidup ini adalah pilihan. Manusia dilahirkan dengan dua potensi, yaitu potensi baik dan potensi buruk. Setiap orang adalah penentu jalan hidupnya. Dia ingin mengembangkan potensi kebaikannya atau malah mengembangkan potesi keburukannya. Sudah seharusnya kita berikhtiar untuk mengembangkan potensi kebaikan agar mendapat kenyamanan dan kebaikan. Namun semua itu, tergantung dari pilihan masing-masing orang. Ingin memilih menebar kebaikan atau menebar keburukan. Terimaksih

    ReplyDelete
  93. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Hidup memang tidak dapat terlepas dari memilih, dipilih dan dihadapkan dnegan berbagai pilihan. Oleh karen itu, manusia harus memiliki bekal berupa wawasan dan pengalaman agar apa yang dipilih merupakan opsi yang tepat dan bermanfaat. Artikel diatas merupakan salah satu dinamikan dalam kehidupan berpolitik bahwa kebenaran masih kalah dengan uang dan kedudukan. Sehingga kerap kali orang dibingungkan dalam memilih. Hal ini lah yang harus diperangi dan membangun pemahaman bahwa yang salah memang tidak harus dipilih dan kebenaran harus benar-benar ditegakkan. Terima Kasih

    ReplyDelete
  94. Eka C.S Putra
    17706261010
    S3 Pendidikan Dasar

    Dalam hidup kita dihadapkan dengan pilihan, dan tidak ada pilihan yang tanpa resiko. Bahkan memilih untuk tidak memilih pun tetap memiliki resiko. Setiap pilihan yang kita ambil harus dapat dipertanggung jawabkan, kita harus bisa menerima setiap resiko yang ada.

    ReplyDelete
  95. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menurut pandangan saya, dari elegi yang telah dipaparkan memberikan pembelajaran tentang resiko dari apa yang menjadi suatu pilihan. Ketika kita memilih opsi A, kita tidak bisa memilih opsi C begitupun sebaliknya. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri, manusia tempatnya ingin selalu merasa diuntungkan.

    ReplyDelete
  96. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menanggapi elegi yang dituliskan Prof Marsigit diatas, menurut saya benar adanya jika benar dan salah itu ada, tetapi tidak ada benar dan salah yang berjalan secara berdampingan (dapat bernilai benar dan dapat bernilai salah). Ketika kita memilih opsi A kita tidak bisa memilih opsi C, harus ada salah satu yang di korbankan, tidak mungkin memilih kedua-duanya sehingga tidak ada yang dikorbankan. Jika kita bisa memilih kedua-duanya maka selesailah permasalahn di muka bumi ini, dan tidak perlu ada kehidupan selanjutnya, karena hidup itu tentang bagaimana kita memilih.

    ReplyDelete
  97. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam elegi di atas, memberikan pelajaran bahwa hidup itu adalah pilihan. Kita tidak bisa memilih kedua pilihan yang diberikan. Harus ada yang dikorbankan salah satunya. Dalam memilih tersebut pasti ada resiko yang di dapat, bahkan di atas di jelaskan bahwa tidak memilih pun juga ada resiko yang di terima. Jadi setiap pilihan yang kita pilih harus dipertanggungjawabkan dan harus menerima segala resiko yang muncul.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  98. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015
    Bismillah,
    Tanggapan saya kurang lebih sama seperti tanggapan yang mas Aristiawan tuliskan pada kolom komentar di atas, Dari Elelgi yang ditulis Prof, saya dapat mengambil makna bahwa tidaklah suatu kesalahan dapat berdampingan dengan kebenaran di waktu yang sama. Salah tetaplah akan menjadi salah, benar tetaplah menjadi benar. Jika diibaratkan sesuatu yang salah sebagai warna hitam, dan sesuatu yang benar berwarna putih, orang-orang yang berada pada zona abu-abu hanyalah orang-orang yang ragu. Zona inilah yang berbahaya, zona di mana seseorang tidak dapat membedakan suatu hal itu baik atau buruk.

    ReplyDelete
  99. Farisa Yunilasari
    15301241015
    S-1 Pendidikan Matatematika A 2015

    Dalam alegi di atas menyadarkan kita bahwa hidup itu ada pilihan . Dan pilihan itu ada dua salah dan benar .oleh sebab itu memilih itu sulit. Akan tetapi perlu diketahui bahwa benar dan salah tidak bisa berdampingan .oleh sesab itu, dalam hidup kita harus pintar membedakan mana yang benar dan mana yang salah .

    ReplyDelete
  100. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Di dalam kehidupan ini, setiap manusia pasti pernah dihadapkan pada pilihan, baik itu pilihan mudah maupun pilihan sulit. Terkadang kita sudah benar-benar mengetahui apa yang kita inginkan sehingga mengambil sebuah pilihan bukanlah hal yang sulit. Tetapi tidak jarang pula ketika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan, banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama resiko yang mungkin dihadapi jika mengambil pilihan tersebut. Elegi di atas serupa saat ketika kita dihadapkan pada pilihan yang sulit. Akan banyak sekali pertimbangan yang kita pikirkan padahal sebenarnya jika kita benar-benar membuka hati untuk mendengar bisikan Tuhan, Ia akan membantu kita untuk memilih pilihan yang terbaik. Lebih penting dari itu, kita harus membangun mental yang siap dalam menghadapi resiko apapun yang kita peroleh dari pilihan yang telah kita ambil. Pertanyaannya, saat pilihan sulit itu datang, mampukah kita untuk tetap setia mendengar suara Tuhan? Atau justru kita lebih sibuk memikirkan resiko-resiko yang melekat dalam pilihan itu?

    ReplyDelete
  101. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Hidup itu pilihan. Dari elegi ini, dapat ditarik benang merah bahwa setiap pilihan itu perlu pertanggungjawaban. Jangan melarikan diri ketika diminta untuk memilih. Melarikan diri di sini adalah dengan menjadi abstain, yaitu tidak memilih sama sekali. Memilih keduanya pun juga bukan solusi terbaik. Karena dalam suatu kondisi kita tidak dapat memilih kedua pilihan sekaligus. Kita harus memilih salah satu pilihan dengan pertimbangan yang matang. Pilihan yang sudah dipilih harus dapat dipertanggungjawabkan. Setiap pilihan akan menimbulkan konsekuensi yang berbeda untuk si pemilih, oleh sebab itu pertimbangan yang matang sangat diperlukan untuk memilih.

    ReplyDelete
  102. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Memilih satu dari dua pilihan itu memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, harus dipikirkan secara matang agar dapat mempertanggungjawabkan pilihan yang dipilih tersebut. Kita tidak boleh melarikan diri hanya karena tidak bisa menentukan pilihan. Jadilah bijak dan beranikan diri, hidup memang penuh dengan pilihan. Memilih keduanya juga bukan perilaku yang baik, karena memilih keduanya sama saja tidak ingin susah atau beresiko, itu bukanlah keputusan yang bijak.

    ReplyDelete
  103. Aji Pangestu
    15301241009
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan kita akan selalu menemui suatu pilihan. Setiap pilihan itu memiliki resiko masing-masing, dan memerlukan pertimbangan yang matang dalam memilih. Maka dari itu dalam memilih suatu pilihan, kita harus dapat bersikap bijak.

    ReplyDelete
  104. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi di atas seringkali teerjadi di kehidupan. Dimana sosk "pemilih 3" merupakan tokoh yang ingin 'aman' dimana ia membenarkan suatu cara yang salah untuk mendapatkan kenyamanan dari hal tersebut. Hidup ini adalah pilihan. Bahkan abstain pun adalah suatu pilihan yang nitabene tidak bertanggungjawab. Sebaiknya kita menjadi orang yang memiliki pendirian dan teguh dengan pilihan kita. jangan menjadi orang yang setengah-setengah karena nanti yang akan dituai pun hanya separuh.

    ReplyDelete
  105. Dwi Nur Rohman
    15301244006
    Pendidikan Matematika I 2015
    Program S1

    Asalammualaikum w.w.

    Seorang pemimpin akan selalu dihadapkan dengan sebuah pilihan. Seorang pemimpin harus siap untuk memilih dan menerima resiko dari pilihannya.

    Walaikummsalam w.w.

    ReplyDelete