Mar 1, 2010

Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna

Oleh Marsigit

Powernow:

Hai..sang Kumaratna...sebagai Perdana Menteri di negeri adi daya...apa
yang engkau ketahui tentang diriku sang Powernow rajamu itu? Apa juga yang
engkau ketahui tentang kekuasaanku? Apa juga yang engkau ketahui tentang
kemauan atau tujuanku? Tetapi engkau tidak perlu menyebut kekurangan atau
kelemahanku.

Kumaratna:
O..ooo.. sang maha raja sesembahanku. Tiadalah nama tersandang bagi diri
yang lain seindah namamu. Tiadalah seharum namamu. Tiadalah sepenting
namamu. Tiadalah sebermakna namamu. Sang Powernow itulah nama agung tiada
bandingan. Sadar atau tidak sadar maka segenap diri yang lain mengerti
akan kebesaran namamu. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu.
Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka berlaku
pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh nama itu sama dengan
si empunya nama. Maka namamu beserta dirimu telah menyatu menjadi absolut
bagi dirimu maupun bagi diri yang lain.

Powernow:
Heh..hah..hah..hah..hah. Kumaratna..kumaratna...tiadalah nama bagi diri
yang lain seindah namamu kecuali namaku. Tiadalah seharum namamu kecuali
namaku. Tiadalah sepenting namamu kecuali namaku. Tiadalah sebermakna
namamu kecuali namaku. Sang Kumaratna itulah nama bagi seorang Perdana
Menteri bagi negeri dengan raja agung tiada bandingan. Sadar atau tidak
sadar maka segenap diri yang lain mengerti akan kebesaran namamu kecuali
diriku. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu sebagai Perdana
Menteri. Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka
berlaku pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh memakai nama
Kumaratna. Tetapi nama itu tidak boleh sama dengan dirimu. Maka namamu
beserta dirimu tidak boleh menyatu menjadi absolut bagi dirimu maupun bagi
diri yang lain. Engkau harus bersifat relatif terhadap namamu. Mengapa?
Agar engkau tidak mampu menyamaiku. Hai ..Kumaratna..laporkanlah perihal
kekuasaanku itu?

Kumaratna:
O..ooo... Powernow ..sang rajaku. Engkau beserta negerimu telah berhasil
mengalahkan musuh-mushmu. Negeri kita telah berhasil mengembangkan sistem
dan teknologi canggih dan mutakhir sehingga mampu memenangkan setiap
peperangan multi dimensi: halus, lembut, kasar, hingga yang terdahsyat di
dunia sekalipun; kecil, sedang dan paling besar di dunia sekalipun; dekat,
sedang dan paling jauh didunia sekalipun.

Powernow:
Wah..senang aku mendengar laporanmu. bagaimana tentang cita-citaku dan
cita-cita negeriku?

Kumaratna:
Menurutku engkau telah berhasil mencapai cita-citamu, karena tiadalah ada
kompetitormu di dunia ini.

Powernow:

Bodhoh kamu! Itulah yang membedakan dirimu dan diriku. Engkau hanya mampu
melihat fisiknya saja. Wahai sang Kumaratna..ketahuilah bahwa
perjuanganku, perjuanganmu dan perjuanga segenap rakyatmu baru mencapai
separoh jalan. Aku belum merasa menjadi penguasa dunia absolut jika belum
secara absolut menguasai semua unsur-unsur dunia. Aku harus menguasa tidak
hanya yang fisik tetapi yang non fisik. Aku harus menguasa tidak hanya
yang material tetapi yang non-material. Aku harus menguasa tidak hanya
yang formal tetapi juga yang non-formal. Aku harus menguasa tidak hanya
yang normatif tetapi juga yang spiritual. Aku harus menguasa tidak hanya
Dunia Barat, Dunia Utara, tetapi juga Dunia Timur dan Dunia Selatan. Aku
harus menguasa tidak hanya semua Cantraka, Rakata, Cemani tetapi semua
Bagawat dan semua Transenden. Itulah sebabnya mengapa engkau undang
kemari itu adalah untuk membahas rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna.

Kumaratna:
O..ooo..ampunlah diriku yang lemah ini. Perkenankanlah hamba mengetahui
apa maksud dan tujuan menyelenggarakan Selamatan Raja Purna itu?

Powernow:
Hong...wilaheng...blis lanat..dewaku. Ketahuilah wahai Kumaratna.
Selamatan Raja Purna itu hanyalah merupakan sarana bagi diriku untuk
menguji unsur-unsur dunia bahkan akhirat, untuk mengetahui apa dan siapa
unsur-unsur dunia dan akhirat yang mendukungku, untuk mengetahui
unsur-unsur dunia dan akhirat yang memusuhiku. Selamatan Raja Purna itu
juga sekaligus untuk menguji kemampuan dan kekuasaanku, baik ke bawah, ke
atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, dan keseluruh arah.

Kumaratna:
Oh..ampun rajaku. Satu kalimat aku mendengar engkau ingin menaklukan sang
penguasa akhirat? Benarkah begitu?

Powernow:
Apakah kamu sudah berkurang pendenaranmu? Itulah yang selama ini tidak
engkau sadari. Setinggi-tinggi raja, sehebat-hebat raja belum tinggi dan
belum hebat namanya jika belum bisa menyatukan kekuasaannya baik di dunia
maupun di akhirat?

Kumaratna:
Oo..ooo...sang Powernow rajaku. Jikalau aku tidak berada di depanmu,
jikalau aku tidak dikarenakan berkahmu, jikalau aku tidak dikarenakan
kekuasaanmu, maka telah hancurlah diriku itu. Mengapa? Karena dengan
demikian aku telah berada bersama-sama dengan sebuah ciptaan yang akan
ganti berusaha menciptakan Sang Penciptanya. Bukankah itu dosa tak
terampuni? Engkau telah menyekutukan Tuhan. Engkau bahkan akan melanggar
semua aturan serta bertentangan dengan hukum alam dan kodrat. O..ooo...
ampunilah Tuhanku. Tetapi apalah dayaku. Jika aku melawan pasti aku akan
hancur berkeping-keping, tetapi jika aku ikut-ikuttan aku juga akan hancur
berkeping-keping. Oh Tuhan kenapa engkau uji aku dengan ujian seberat ini?

Powernow:
Hai...Kumaratna! Diajak bicara seorang raja..malah ngomel sendiri. Apa
yang kurang dari diriku itu? Apakah ada dari diriku yang meragukan dirimu
sehingga engkau ragu-ragu menjadikan aku sebagai sesembahan dan sebagai
tuhanmu?

Kumaratna:
Ampun..rajaku. Ti..ti..ti..adalah keraguan bagiku atas dirimu. Aku
serahkan hidup matiku kepadamu. Aku persembahkan segenap jiwa ragaku untuk
kejayaanmu.

Powernow:
Hah...hah...heh...heh...begitulah adabnya seorang bawahan. Jadi kalau
begitu apakah kamu setuju dengan rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna?

Kumaratna:
Seribu persen aku mendukung rencanamu itu. Bisakah aku mengerti secara
lebih rinci rencanamu itu?

Powernow:
Aku akan mengundang semua yang mengaku raja di muka dunia ini. Tetapi
ketahuilah bahwa undanganku itu bersifat absolut, artinya tiada satupun
seorang yang mengaku raja di muka bumi ini tidak hadir. Maka segenap cara
untuk mengundang mulai dari undangan resmi, undangan tidak resmi, berita,
kesadaran, dan kalau perlu paksakan harus ditempuh untuk menghadirkan
semua raja-raja. Jika ada walaupun hanya seorang raja yang tidak hadir
dikarenakan suatu hal maka itu pertanda kegagalan acaraku itu. Gunakan
pula segenap teknologi dan media untuk menyebarluaskan acara ini: koran,
televisi, komputer, handphone, dsb. Informasi tentang acara ini juga
bersifat absolut, artinya, ketika acara selamatan digelar, tiadalah
seorangpun dimuka bumi ini tidak memperhatikannya. Jika ada orang walaupun
hanya satu tidak memperhatikan acara selamatan ini, maka itu juga pertanda
gagalnya acara selematan itu.Camkan dan bersiaplah.

39 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Perkataaan Powernow yang terakhir menyatakan bahwa sesuatu yang ada di dunia bersifat absolut. Saya tidak setuju dengan pernyataan ini, karena sifat absolut itu hanya milik Tuhan. Powernow menyatakan bahwa tidak satupun raja di muka bumi tidak hadir pada acara selamatannya. Kita tidak bisa memastikan hal ini karena belum tentu semua raja hadir dan ada kemungkinan satu atau lebih raja tidak hadir. Apalagi perkataan Powernow berikut ini ketika acara selamatan digelar, tiadalah seorangpun di muka bumi ini tidak memperhatikannya. Hal ini belum tentu terjadi atau hal ini tidaklah bersifat absolut.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seorang pemimpin bukan sebatas pada kekuasaannya saja tapi lebih ke bagaimana langkah yang ditempuhnya untuk mampu mengayomi seluruh bawahannya. Hal ini berdasar atas arti pemimpin yang identik dengan adanya kekuasaan, terkadang seorang pemimpin menggunakan jabatannya untuk berkuasa.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bila menjadi seorang pemimpin dibutuh kesabaran dan kepercayaan diri dalam memimpin serta pendewasaan diri sendiri untuk memimpin. Bila hal tersebut dapat dilakukan, maka tujuan dari adanya pemimpin tidak hanya sebagai orang yang berkuasa atas apa yang ada dalam kedudukannya.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi ini menyadarkan kepada kita agar janganlah bersikap sombong dengan apa yang sudah kita miliki entah itu kekayaan ataupun jabatan. Bersyukurlah atas apa yang diperoleh karena itu semua berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Janganlah merasa tidak puas dengan apa yang sudah diberikan yang pada akhirnya melakukan berbagai cara yang tidak halal untuk mendapatkannya. Bertindaklah sesuai dengan ajaran agama kita, bersyukur atas apa yang ada.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Selamatan atau syukuran biasanya diperingati ketika telah melakukan sesuatu dengan baik atau berhasil. Selamatan harus didukung oleh semua pihak yang artinya bahwa semua pihak setuju jika apa yang telah dilakukan oleh yang mempunyai hajat adalah benar dan sukses. Dalam elegi di atas Powernow menggambarkan bahwa ia memiliki kekuasaan di atas segalanya yang diikuti oleh perkembangan dan kemajuan zaman. Perintah yang ia keluarkan seperti ia yang memiliki segalanya di dunia sehingga semua orang akan takhluk kepadanya. Padahal yang mempunyai semuanya dan kita hanyalah takut kepada Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan kita semua.

    ReplyDelete
  6. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sungguh memunculkan rasa penasaran saya apakah para pemimpin di negeri kita pernah membaca elegi seperti ini, dan apakah muncul bisikan dari dalam hatinya "Apakah saya seperti ini? Karena ini sangat menakutkan" atau malah pura-pura tidak merasa. Kadangkala ketika kita berada di posisi penguasa, banyak pihak yang harus 'dipuaskan' dengan kebijakan-kebijakan yang diambil sehingga lupa dengan fungsi kekuasaan dan posisi yang dijabat. Jika benar dari dalam diri sudah mulai merasa tersindir dengan adanya elegi seperti ini, hendaklah para pemimpin tersebut bertaubat dan mawas diri.

    ReplyDelete
  7. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya dapat mengambil beberapa pelajaran.
    Pertama berkaitan dengan persiapan, bahwa untuk menggapai suatu tujuan atau harapan tentunya perlu suatu persiapan yang matang. Tentang konsep bagaimana tujuan itu bisa diraih. Dapat dianalogikan pula ketika telah memiliki visi yang jelas, maka misi juga perlu dibuat dengan matang, agar tujuan itu tercapai. Seperti kisah yang dilakukan oleh kumaratna dan Sang Powernow ini.
    Kedua, jika ingin menguasai dunia dan akhirat bisa dengan usaha yang maksimal, namun tentunya tidak melebihi kodrat kita sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah SWT. Sehingga sombong adalah sifat dan sikap yang seharusnya dibuang jauh-jauh ketika ingin menggapai dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  8. Dari elegi ini diketahui juga bahwa kekuatan powernow yang menurut saya semena-mena ini sangatlah terancang dengan rapih, ia memiliki strategi-strategi jitu dalam mencapai kekuasan penuhnya. Yang dapat kita ambil hikmah dari elegi ini yaitu jika kejahatan memiliki strategi untuk mengukuhkan keburukannya, maka seharusnya kita yang berjuang untuk kebaikan maka perlu juga membuat strategi yang jitu juga untuk mengalahkan kesemena-menaan itu.
    Dan yang perlu kita ambil hikmahnya pula yang lain yaitu sejatinnya kekuasaan didunia bukanlah apa apa. Dan kekuasaan yang sejati adalah kuasa Tuhan Yang Maha Esa

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  11. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Postingan ini memberikan nilai moral untuk pembaca, di dunia ini tidak ada yang absolut. Ilmu yang kita pelajari juga bukanlah hal yang absolut, semakin dipelajari semakin diri ini terasa sangat kurang diberbagai sisi. Bahkan diri inipun bukanlah sesuatu yang absolut. Kita akan kembali kepada-Nya. Jika kita merasa diri ini absolut maka kita akan lupa siapa yang menciptakan kita, kita akan hidup dengan kesombongan.

    Selain itu nilai moral yang dapat dipelajari dari elegi ini adalah kepatuhan seorang hamba kepada tuannya, hambanya itu menyerahkan hidup dan matinya hanya kepada tuannya. Begitulah seharusnya yang harus kita lakukan, yaitu harus patuh kepada sang Maha segala-galanya di dunia ini , Allah SWT. Karena Dia-lah yang Maha atas segala diri ini, dari setiap sel terkecil bahkan partikel yang ada di diri ini. Jika direnungkan dengan dalam, diri ini tidaklah berdaya sedikitpun tanpa kasih-Nya. Semoga dengan ini semakin menumbuhkan rasa syukur dan menjadi pribadi yang lebih patuh kepada-Nya. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Dari Elegi yang Prof. tuliskan, terdapat ilmu yang dapat saya pelajari. Di atas langit masih ada langit. Ya, kalimat tersebut bisa mencerminkan kehidupan kita dimana tidak ada sesuatu yang lebih besar dari sesuatu itu sendiri. Tidak ada yang Maha segalanya kecuali Allah SWT. Apa baiknya kita hidup dalam kesombongan? kesombongan hanya akan menjerumuskan kita kepada hal-hal yang sifatnya tidak baik. Tidak ada pula hal yang patut kita sombongkan, karena kita hanyalah secuil bagian dari kehidupan yang amat besar ini. Seperti kisah Kumaratna dan Powernow, dapat kita jadikan teladan kepemimpinan dalam berbagai hal, yang di awali dengan memimpin diri kita sendiri.
    Terimakasih atas postingan Prof. tentang Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna. Semoga dapat memberikan cerminan terhadap diri ini yang masih jauh dari kata sempurna dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  13. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Artikel ini menggambarkan sifat Powernow yang tidak pernah puas dan Kumaratna yang patuh atas segala perintah dan kemauan Powernow. Namun seorang bawahan harusnya mematuhi segala perintah dan kemauan atasannya tapi jangan sampai merubah akidah karena sesungguhnya kekuasaan yang absolut adalah kekuasaan Tuhan sang pencipta dan penguasa alam. Setinggi-tingginya kekuasaan raja tidak ada bandingannya dengan kekuasaan Tuhan.

    ReplyDelete
  14. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari “Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna” saya mendapat pelajaran bahwa jika menjadi orang yang mempunyai kedudukan tinggi dan berkuasa janganlah sombong. Menyombongkan diri dan mengagung-agungkan kan nama sendiri itu tidak baik. Ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Orang yang menyombongkan diri hanya ingin orang lain memuji-mujinya, mereka pun takut akan kekurangan yang ada dalam dirinya. Dan segala sesuatu di dunia ini adalah relative, akan menjadi absolut jika kita telah di akhirat.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  15. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Dari elegi tersebut, saya dapat mengambil sebuah pelajaran. Bahwasanya sebagai seorang bawahan kita haruslah patuh kepada atasan. Namun, kita harus ingkar ketika kebijakan-kebijakan atasan sudah menyimpang dari norma yang benar, janganlah seperti kumarta yang mengikuti perintah atasannya walaupun perintah itu mengenai hal yang buruk. Dan sebagai seorang penguasa, kita tidak boleh serakah dengan menginginkan kekuasaan yang absolut. Hal itu karena, kekuasaan yang absolut semata-mata hanya milik Allah. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  16. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Saat membaca “Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna”, saya teringat kepada sosok Fir’aun dalam diri powernow. Seorang pemimpin dzhalim yang begitu mengagung-agungkan dirinya hingga menganggap dirinya sebagai Tuhan. Bibit-bibit sifat Fir’aun ini dapat merasuk ke dalam hati siapapun, terutama mereka yang diberi kekuasaan. Sosok seperti ini akan dihalangi dari kebenaran dan tipu daya yang dimilikinya akan memberikan kerugian bagi siapa saja yang mengikutinya.

    ReplyDelete
  17. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Sudah beberapa kali saya membaca elegi-elegi dari blog bapak yang menampilkan tokoh Sang Powernow. Dulu saya menganggap bahwa powernow ini menggambarkan sesosok kemajuan jaman yang akan menghancurkan dunia karena dibumbui beberapa aliran tertentu. Namun, setelah saya membaca ulang dan menghubungkan dengan pengantar perkualiahan filsafat ilmu pendidikan, saya mencoba menghubungkan dengan ilmu. Jika powernow ini adalah ilmu, dan kumaratna adalah seorang pembelajar maka sesungguhnya seorang kumaratna harusnya menyadari bahwa tidak baik baginya tunduk terhadap ilmu yang mengakui dirinya absolut dan memiliki kedudukan setinggi-tingginya karena pada hakikatnya kedudukan tertinggi hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2

    Sekali lagi saya jumpa dengan powernow. Entah kenapa ketika saya berjumpa dengannya saya selalu memposisikan dirinya sebagai sesuatu atau seseorang atau se.... yang berada di puncak. Kadang saya melihat dia sebagai seorang pemimpin, kadang saya melihat dia sebagai aliran atau faham yang sangat kuat, bahkan kadang saya melihatnya sebagai sesuatu yang berharga (seperti ilmu) yang terus meninggu-meninggi dan saya terus mengejar-mengejar. Pada elegi ini saya berpendapat bahwa Sang Powernow di sini benar-benar memiliki kekuatan dan beruntunglah dia memiliki kumaratna yang setia dan manut. Entah dari mana saya akan mengartikan, apakah artinya elegi ini tentang seorang pemimpin yang otoriter, atau elegi ini tentang ilmu yang harus kita kejar (?)

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi di atas mengingatkan kita bahwa adanya hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin dan yang dipimpin. Benar bahwa seorang pemimpin adalah dewa dari orang yang dipimpin. Namun hal tersebut juga harus sesuai dengan ruang dan waktu. Memiliki kedudukan tinggi sebagai raja seperti Powernow, tidak seharusnya menyombongkan diri, dan mengklaim bahwa kekuasaan yang dimilikinya bersifat absolut. Karena sesungguhnya kekuasaan yang absolut itu adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada elegi Persiapan Selamatan Raja Purna ini menceritakan suatu kekuasaan semena-mena seorang raja atau pemimpin. Kekuasaaan seseorang yang berwatak arogan, egois, serta apatis dalam memengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemimpin dengan cara memaksa atau menekan fisik maupun mental orang yang berada di bawahnya. Biasanya pemimpin yang bersifat buruk seperti ini tidak memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang baik, mereka hanya berfikir pendek dalam mengambil keputusan dan tindakan tanpa melakukan pemikiran yang matang dalam mengambil suatu tindakan dan keputusan, bahkan mereka sendiri kadang-kadang tidak dapat menjalankan segala perintah yang mereka perintahkan kepada orang atau kelompok yang berada di bawah kekuasannya. Selain itu, biasanya kekuasaan dengan karakter buruk tersebut hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri di atas kekuasannya itu. karena mereka tidak memiliki kemampuan apapun selain kekuasaan yang dimiliknya untuk mengabulkan segala keinginan pribadinya, dan para pemimpin yang bersifat buruk seperti itu biasanya tidak akan berlangsung lama dalam menjabat sebagai pemimpin karena tidak akan mendapatkan dukungan dari rakyatnya.

    ReplyDelete
  21. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sifat powernow dalam postingan "Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna" ini menurut saya tidaklah baik jika diikuti oelh para pemimpin di dunia nyata, meskipun menurut saya terdapat pemimpin di belahan dunia ini yang mempunyai sifat seperti powernow. Sombong, merasa diri paling benar, memaksakan kehendak, dan bahkan ingin menyaingi Allah sebagai pemilik seta penguasa langit dan bumi tidaklah patut dikenakan oleh seorang manusia yang hanya seorang hamba. Seorang pemimpin harus bersifat mengayomi, melindungi, rendah hati, dan bertanggung jawab. Karena nanti, seorang pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya di hadapan Allah. Seperti sabda Rasulullah SAW berikut ini : “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya" (Hadits Abdullah bin Umar ra).

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Elegi ini menceritakan tentang kesombongan dan keserakahan powernow. Powrnow tidak menyadari bahwa kekuasaannya terbatas oleh ruang dan waktu. Bahwa kekuasannya tidak abadi. Bahwa kekuasannya adalah ujian. Dan bahwa kekuasaannya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Powernow akan termakan oleh usia, semakin tua, semakin lemah, hingga hilang kekuasaannya. Dan pada saat itulah ia akan menyadari bahwa kekuasann yang selama ini ia miliki hanyalah titipan yang akan dengan begitu mudahnya diambil oleh yang Maha Kuasa, oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Kekuasaan, dalam setiap insan pasti ada rasa ingin mempunyai kekuasaan, ingin menguasai tentang sesuatu hal. Namun kekuasaan yang absolut yang diinginkan tokoh ini menunjuukkan bahwa kekuasaan terkadang diikuti secara lansung dengan nafsu. Tugas kita sebagai manusia bagaimanakah mengontrol nafsu tersebut.

    ReplyDelete
  24. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    saya sudah beberapa kali membaca blog bapak yang bercerita tentang power now. tetapi saya belum tau pasti apa atau siapa sebenarnya power now itu. mungkin jawabannya bisa saya dapatkan di blog-blog berikutnya atau perkuliahan-perkuliahan yang akan datang (Insya Allah). sampai saat ini saya hanya bisa menerka-nerka tentang si powernow ini. entah mengapa mengingatkan saya kepada Fir'aun dan Dajjal.

    ReplyDelete
  25. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Powernow merupakan seorang yang amat menyombongkan dirinya, merasa paling berkuasa dan paling hebat, merasa tidak ada sesuatu pun yang sehebat dan memiliki kekuasaan sebesar dirinya, padahal dia sendiripun menyadari bahwa kebohongan yang dibuat oleh dirinya sendiri itu pun tidak benar, sehingga dirinya masih merasa takut jikalau ada sesuatu yang melebihi dirinya, maka ia mengadakan selamatan raja purna. selamatan itu tidak lain adalah bukti bahwa dirinya sendiri pun tidak 100% yakin akan kekuasaan dan kehebatan dirinya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kumaratna memiliki ketergantungan yang luar biasa terhadap Powernow, tetapi ketergantungan tersebut semata-mata hanyalah ketergantungan dunia saja. demi urusan dunianya, ia rela ikut-ikutan Powernow untuk menyekutukan Tuhannya, walaupun jauh di dalam lubuk hati ia tahu bahwa hal itu adalah dosa yang teramat besar. ia menyadari bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, ia menyadari bahwa kehidupan dunianya akan hancur tanpa Powernow, tetapi ia tidak menyadari bahwa kehidupan akhiratnya akan hancur dengan adanya Powernow.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Elegi ini menceritakan tentang seorang raja yang ingin menguasai tidak hanya daerahnya saja, tetapi ingin menguasai seluruh penjuru dunia baik fisik maupun non fisik. Sementara ada kumaratna sebagai bawahan raja yang telah merasa rajanya telah berkuasa, tetapi sang raja masih belum puas apabila belum menguasai seluruh dunia beserta isinya. Refleksinya dari elegi tersebut, sebagai seorang yang berkuasa memang akan memiliki keinginan untuk lebih memperluas kekuasaannya,apabila dalam pembelajaran, sifat raja ini dapat menjadi hal yang positif untuk seorang siswa maupun guru, agar keduanya selalu berusaha menjalankan hal yang lebih baik. Tetapi hal tersebut harus diikuti dengan rasa syukur. Karena apabila seorang hamba bersyukur maka Tuhan akan menambahkan hal/rejeki yang lebih besar untuk kita. Tetapi apabila seorang hamba tidak bersyukur maka hal yang dia dapat selama ini hanyalah sebagai hiasan dan kenikmatan dunia saja.

    ReplyDelete
  28. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Seorang raja seyogyanya memiliki sifat mengayomi rakyatnya. Akan tetapi, sifat raja Powernow yang tinggi hati dan rakus berpotensi menjadi raja yang dzalim pada rakyatnya. Raja Powernow ingin dirinya diakui oleh semua orang di dunia bahkan di akhirat tentang keberadaannya karena raja ini dikuasai oleh hawa nafsu. Pada umumnya pemangku kekuasaan kerap kali melakukan hal ini karena kurangnya pemahaman tentang tujuan diberikannya amanah kekuasaan dan konsekuensi jika tidak setia pada tujuan tersebut.
    Sesungguhnya, seorang pemimpin tidak harus seorang pemangku kekuasaan. Namun, semua manusia tercipta sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri dan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah salah satu jalan untuk mampu memimpin dengan sebaik-baiknya.
    Seorang yang dipimpin sudah sepatutnya untuk menaati pemimpin selama perintahnya tidak mengundang murka Sang Pencipta. Kumaratna telah melakukan tugasnya sebagai perdana menteri dengan baik, namun jika diminta untuk menyekutukan Tuhan semestinya Kumaratna tidak menaatinya. Seorang yang dipimpin memang harus menaati pemimpinnya, namun bukan berarti membenarnkan kezaliman yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari elegi ini bercerita tentang pemimpin atau seseorang yang memiliki jabatan tinggi, memiliki sifat sombong, tidak pernah merasa puas, sehingga sering memerintah dan mendzalimi bawahannya. Hal yang harus kita ingat bahwa, dalam kehidupan roda pasti berputar, terkadang kita di atas, suatu saat kita bisa berada di bawah, bahkan paling bawah. Begitu juga terkadang kita berada di posisi terbawah, suatu saat kita bisa berada di atas, bahkan paling atas. Oleh sebab itu, rasa syukur yang harus selalu kita panjatkan. Janganlah menjadi powernow seperti yang ada di elegi ini, powernow atau seseorang yang mempunyai jabatan, bertindak semena-mena , dan tidak pernah merasa puas. Ini dikarenakan kurangnya rasa syukur terhadap apa yang ada. Dan sebagai bawahan, kita harus tetap bersyukur, ikhlas, dan terus beroda, karena yakinlah suatu saat kita dapat berada diposisi itu.

    ReplyDelete
  30. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    1770251013

    Penguasa selalu ingin lebih mengguasai dan mereka memiliki kekhawatiran yang mungkin jelas akan terjadi. Semakin serakah, menyejeraterhkan dengan maksud tertentu 😊

    ReplyDelete
  31. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya. Sejujur-jujur nya saya bingung pak akan elegy Persiapan Selamatan Raja Purna yang ada dipostingan ini. Tidak seperti elegy-elegy sebelumnya, setelah berkali-kali saya membacanya dan mencoba memahaminya, saya menangkap seorang raja yang berkuasa dan dikatakan sukses jika dia memimpin dunia dengan menggabungkan akhirat. Yang saya bingung mengapa powernow mengatakan acara yang di adakannya bersifat absolute? Bukankah sifat absolute hanya punya Tuhan pak? Mohon pencerahannya pak.

    ReplyDelete
  32. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membacanya, menimbulkan pertanyaa ini dalam pikiran saya. Bagaimana pandangan Bapak saat melihat seseorang yang menganggap urusan dunia bersifat absolut? Apa yang menyebabkan seseorang begitu mendewa-dewakan dirinya dan lupa akan kekuasaan yang lebih besar di luar dirinya, tidak lain adalah kekuatan Tuhan?
    Terima kasih Prof. Pertanyaan ini telah termunculkan dalam benak saya saat membaca ulasan di atas dan Tuhan juga turut andil di dalamnya.

    ReplyDelete
  33. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ketika membaca postingan Bapak, saya sembari membayangkan bahwa powernow itu pihak-pihak yang memiliki kekuatan, kecerdasan, pemikiran kritis, dan kemampuan untuk menguasai pihak lain tetapi tidak bernurani, tidak mengenal Tuhan, tidak mengakui Tuhan, tidak sadar bahwa berada di posisi sebagai makhluk. Niatnya adalah menjadikan semua yang ada dan yang mungkin ada di bawah kendalinya bahkan melupakan Tuhan. Semoga kita semua tetap dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  34. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Belajar filsafat memang harus dibatasi oleh pagar spritual..
    Dalam elegi di atas powernow memiliki sifat absolut, determinis, dan fundamentalis.

    ReplyDelete
  35. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Keberhasilan seseorang dalam dunia ini tidaklah cukup untuk membuktikan kalau dia sudah berhasil mencapai keberhasilan yang sesungguhnya di dunia ini. Ada banyak cara dan kenikmatan selain mencapai keberhasilan yang kita peroleh di dunia ini. Lagi pula keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kita bisa mendapatkan kehidupan yang baik di alam akhirat nanti.

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Keberhasilan seseorang dalam dunia ini tidaklah cukup untuk membuktikan kalau dia sudah berhasil mencapai keberhasilan yang sesungguhnya di dunia ini. Ada banyak cara dan kenikmatan selain mencapai keberhasilan yang kita peroleh di dunia ini. Lagi pula keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kita bisa mendapatkan kehidupan yang baik di alam akhirat nanti.

    ReplyDelete
  37. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi di atas menjelaskan bahwa di era kehidupan masa sekarang, kehidupan duniawi semakin dikejar-kejar dan diagung-agungkan. Kebutuhan spiritual semakin lama semakin rapuh bahkan semakin hilang. Kekuasaan zaman sekarang inginya menguasai segala aspek kehidupan, baik mulai tingkat ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sebagainya. Bahkan kekuasaan zaman sekarang nampaknya berusaha menyaingi bahkan mengalahkan kekuasaan Tuhan. Akibatnya keyakinan manusia terhadap Tuhannya makin hilang, karena hanya menjadi pengabdi kekuasaan elite zaman sekarang. Keyakinan beragama mulai ditinggalkan, sehingga manusia hanya kerja, kerja, kerja, mengejar harta, mengejar jabatan, mengejar teknologi, yang semuanya itu sejatinya hanya kepentingan dunia semata. Mereka lupa akan Tuhan, satu-satunya Dzat yang jelas-jelas paling absolut.

    ReplyDelete
  38. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam elegi ini menggambarkan tentang powernow yang berusaha menguasai seluruh lini kehidupan. Pada elegi ini disebutkan bahwa powernow sebagai raja yang ingin menguasai dunia mengadakan selamatan, dalam selamatan ini apa bila seluruh raja dunia mengahdirinya maka benarlah bahwa powernow telah menguasai dunia. Ini menggambarkan bahwa kalau para raja atau pemimpin itu mengikuti jalan dari powernow maka seluruh dunia pun akan mengikutinya. Maka benarlah bila powernow menggunakan segala cara agar setiap raja mengikutinya, seperti penyabaran informasi. Karena dunia sekarang adalah dunia informasi, siapa yang menguasai informasi maka dia menguasai dunia.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  39. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamualaikum wr.wb
    Cerita di atas menggambarkan tentang pentingnya posisi ketua atau pemimpin dalam suatu kegiatan, struktur organisasi, atau suatu sistem yang utuh. Dunia membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh. Untuk mampu, memiliki pengaruh setiap pemimpin harus memiliki Integritas. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang dewasa, tanpa kompromi, menolak pengakuan untuk dirinya sendiri. Seorang Pemimpin yang memiliki integritas pasti memiliki integritas dalam etika dan moral. Integritas dalam keberadaan benar dihadapan Sang Pencipta dan benar dengan diri sendiri.

    ReplyDelete