Mar 1, 2010

Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna

Oleh Marsigit

Powernow:

Hai..sang Kumaratna...sebagai Perdana Menteri di negeri adi daya...apa
yang engkau ketahui tentang diriku sang Powernow rajamu itu? Apa juga yang
engkau ketahui tentang kekuasaanku? Apa juga yang engkau ketahui tentang
kemauan atau tujuanku? Tetapi engkau tidak perlu menyebut kekurangan atau
kelemahanku.

Kumaratna:
O..ooo.. sang maha raja sesembahanku. Tiadalah nama tersandang bagi diri
yang lain seindah namamu. Tiadalah seharum namamu. Tiadalah sepenting
namamu. Tiadalah sebermakna namamu. Sang Powernow itulah nama agung tiada
bandingan. Sadar atau tidak sadar maka segenap diri yang lain mengerti
akan kebesaran namamu. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu.
Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka berlaku
pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh nama itu sama dengan
si empunya nama. Maka namamu beserta dirimu telah menyatu menjadi absolut
bagi dirimu maupun bagi diri yang lain.

Powernow:
Heh..hah..hah..hah..hah. Kumaratna..kumaratna...tiadalah nama bagi diri
yang lain seindah namamu kecuali namaku. Tiadalah seharum namamu kecuali
namaku. Tiadalah sepenting namamu kecuali namaku. Tiadalah sebermakna
namamu kecuali namaku. Sang Kumaratna itulah nama bagi seorang Perdana
Menteri bagi negeri dengan raja agung tiada bandingan. Sadar atau tidak
sadar maka segenap diri yang lain mengerti akan kebesaran namamu kecuali
diriku. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu sebagai Perdana
Menteri. Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka
berlaku pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh memakai nama
Kumaratna. Tetapi nama itu tidak boleh sama dengan dirimu. Maka namamu
beserta dirimu tidak boleh menyatu menjadi absolut bagi dirimu maupun bagi
diri yang lain. Engkau harus bersifat relatif terhadap namamu. Mengapa?
Agar engkau tidak mampu menyamaiku. Hai ..Kumaratna..laporkanlah perihal
kekuasaanku itu?

Kumaratna:
O..ooo... Powernow ..sang rajaku. Engkau beserta negerimu telah berhasil
mengalahkan musuh-mushmu. Negeri kita telah berhasil mengembangkan sistem
dan teknologi canggih dan mutakhir sehingga mampu memenangkan setiap
peperangan multi dimensi: halus, lembut, kasar, hingga yang terdahsyat di
dunia sekalipun; kecil, sedang dan paling besar di dunia sekalipun; dekat,
sedang dan paling jauh didunia sekalipun.

Powernow:
Wah..senang aku mendengar laporanmu. bagaimana tentang cita-citaku dan
cita-cita negeriku?

Kumaratna:
Menurutku engkau telah berhasil mencapai cita-citamu, karena tiadalah ada
kompetitormu di dunia ini.

Powernow:

Bodhoh kamu! Itulah yang membedakan dirimu dan diriku. Engkau hanya mampu
melihat fisiknya saja. Wahai sang Kumaratna..ketahuilah bahwa
perjuanganku, perjuanganmu dan perjuanga segenap rakyatmu baru mencapai
separoh jalan. Aku belum merasa menjadi penguasa dunia absolut jika belum
secara absolut menguasai semua unsur-unsur dunia. Aku harus menguasa tidak
hanya yang fisik tetapi yang non fisik. Aku harus menguasa tidak hanya
yang material tetapi yang non-material. Aku harus menguasa tidak hanya
yang formal tetapi juga yang non-formal. Aku harus menguasa tidak hanya
yang normatif tetapi juga yang spiritual. Aku harus menguasa tidak hanya
Dunia Barat, Dunia Utara, tetapi juga Dunia Timur dan Dunia Selatan. Aku
harus menguasa tidak hanya semua Cantraka, Rakata, Cemani tetapi semua
Bagawat dan semua Transenden. Itulah sebabnya mengapa engkau undang
kemari itu adalah untuk membahas rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna.

Kumaratna:
O..ooo..ampunlah diriku yang lemah ini. Perkenankanlah hamba mengetahui
apa maksud dan tujuan menyelenggarakan Selamatan Raja Purna itu?

Powernow:
Hong...wilaheng...blis lanat..dewaku. Ketahuilah wahai Kumaratna.
Selamatan Raja Purna itu hanyalah merupakan sarana bagi diriku untuk
menguji unsur-unsur dunia bahkan akhirat, untuk mengetahui apa dan siapa
unsur-unsur dunia dan akhirat yang mendukungku, untuk mengetahui
unsur-unsur dunia dan akhirat yang memusuhiku. Selamatan Raja Purna itu
juga sekaligus untuk menguji kemampuan dan kekuasaanku, baik ke bawah, ke
atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, dan keseluruh arah.

Kumaratna:
Oh..ampun rajaku. Satu kalimat aku mendengar engkau ingin menaklukan sang
penguasa akhirat? Benarkah begitu?

Powernow:
Apakah kamu sudah berkurang pendenaranmu? Itulah yang selama ini tidak
engkau sadari. Setinggi-tinggi raja, sehebat-hebat raja belum tinggi dan
belum hebat namanya jika belum bisa menyatukan kekuasaannya baik di dunia
maupun di akhirat?

Kumaratna:
Oo..ooo...sang Powernow rajaku. Jikalau aku tidak berada di depanmu,
jikalau aku tidak dikarenakan berkahmu, jikalau aku tidak dikarenakan
kekuasaanmu, maka telah hancurlah diriku itu. Mengapa? Karena dengan
demikian aku telah berada bersama-sama dengan sebuah ciptaan yang akan
ganti berusaha menciptakan Sang Penciptanya. Bukankah itu dosa tak
terampuni? Engkau telah menyekutukan Tuhan. Engkau bahkan akan melanggar
semua aturan serta bertentangan dengan hukum alam dan kodrat. O..ooo...
ampunilah Tuhanku. Tetapi apalah dayaku. Jika aku melawan pasti aku akan
hancur berkeping-keping, tetapi jika aku ikut-ikuttan aku juga akan hancur
berkeping-keping. Oh Tuhan kenapa engkau uji aku dengan ujian seberat ini?

Powernow:
Hai...Kumaratna! Diajak bicara seorang raja..malah ngomel sendiri. Apa
yang kurang dari diriku itu? Apakah ada dari diriku yang meragukan dirimu
sehingga engkau ragu-ragu menjadikan aku sebagai sesembahan dan sebagai
tuhanmu?

Kumaratna:
Ampun..rajaku. Ti..ti..ti..adalah keraguan bagiku atas dirimu. Aku
serahkan hidup matiku kepadamu. Aku persembahkan segenap jiwa ragaku untuk
kejayaanmu.

Powernow:
Hah...hah...heh...heh...begitulah adabnya seorang bawahan. Jadi kalau
begitu apakah kamu setuju dengan rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna?

Kumaratna:
Seribu persen aku mendukung rencanamu itu. Bisakah aku mengerti secara
lebih rinci rencanamu itu?

Powernow:
Aku akan mengundang semua yang mengaku raja di muka dunia ini. Tetapi
ketahuilah bahwa undanganku itu bersifat absolut, artinya tiada satupun
seorang yang mengaku raja di muka bumi ini tidak hadir. Maka segenap cara
untuk mengundang mulai dari undangan resmi, undangan tidak resmi, berita,
kesadaran, dan kalau perlu paksakan harus ditempuh untuk menghadirkan
semua raja-raja. Jika ada walaupun hanya seorang raja yang tidak hadir
dikarenakan suatu hal maka itu pertanda kegagalan acaraku itu. Gunakan
pula segenap teknologi dan media untuk menyebarluaskan acara ini: koran,
televisi, komputer, handphone, dsb. Informasi tentang acara ini juga
bersifat absolut, artinya, ketika acara selamatan digelar, tiadalah
seorangpun dimuka bumi ini tidak memperhatikannya. Jika ada orang walaupun
hanya satu tidak memperhatikan acara selamatan ini, maka itu juga pertanda
gagalnya acara selematan itu.Camkan dan bersiaplah.

36 comments:

  1. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Strategi Powernow memang rapi dan sistematis untuk menguasai dunia. Kumaratna sempat mempunyai kesadaran bahwa tindakannya salah karena membantu Powernow untuk menguasai dunia secara global. Tindakan Powernow adalah dosa besar karena berani menyekutukan Tuhan. Namun pada akhirnya Kumaratna takut dan tunduk pada perintah Powernow. Mungkin sebagian dari kita seperti Kumaratna yang mengetahui suatu hal adalah kesalahan besar namun tetap melakukannya karena takut dan khawatir tidak mendapat dunia sehingga melupakan akhirat.

    ReplyDelete
  2. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. raja adalah pemilik kasta tertinggi. ia dianggap sebagai wakil tuhan di bumi. derajatnya setingkat lebih di atas dari manusia-manusia pada umumnya. pandangan itulah yang membuat raja memiliki hak istimewa. namun mengadakan slamatan kepada raja tentunya mengharapkan drajat yang tinggi bagi sang raja.

    ReplyDelete
  3. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP

    Penguasa yang dipenuhi oleh nafsu berkuasa akan melegalkan segala cara untuk menunjukkan kekuatannya, mereka akan melakukan segala cara agar mendapatkan pengakuan dari orang lain. Segala sumber daya yang ia punya akan ia gunakan, uang, media, tokoh ia kendalikan agar mendukung apa yang menjadi ambisinya. Semua upaya itu tidak akan ia hentikan sebelum dunia tunduk pada dirinya.

    ReplyDelete
  4. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Sang Powernow telah menjadi mitos dan bersiap menuju kehancurannya. Ia telah merasa dapat menjunjung langit dan bersikap sombong, merasa menjadi penguasa absolut.
    Kumaratna berada dalam dilema yang besar, hendak taat pada hati nuraninya atau taat pada tuannya. Taat pada sesembahan dunianya atau taat pada Tuhannya.
    Apatah yang dapat dilakukan seorang hamba? Mencari aman di dunia, ataukan setia pada nuraninya?
    Sebetulnya saya sungguh penasaran, adakah elegi ini berlanjut? Saya ingin tahu apa yang terjadi pada sang powernow dan kumaratna.

    ReplyDelete
  5. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Sang Powernow telah menjadi mitos dan bersiap menuju kehancurannya. Ia telah merasa dapat menjunjung langit dan bersikap sombong, merasa menjadi penguasa absolut.
    Kumaratna berada dalam dilema yang besar, hendak taat pada hati nuraninya atau taat pada tuannya. Taat pada sesembahan dunianya atau taat pada Tuhannya.
    Apatah yang dapat dilakukan seorang hamba? Mencari aman di dunia, ataukan setia pada nuraninya?
    Sebetulnya saya sungguh penasaran, adakah elegi ini berlanjut? Saya ingin tahu apa yang terjadi pada sang powernow dan kumaratna.

    ReplyDelete
  6. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sang powernow mirip dengan kisah dabi musa dan firaun mesir yaitu ramses. Ramses saat itu mengaku sebagai tuhan dan semua orang harus menjalankan segala perintahnya. Dikarenakan kesombongannya itu maka Tuhan mengirimkan nabi musa untuk mendakwahinya namun ramses tetap pada kesombongannya. Artinya kesombongan penguasa ataupun negara bisa menjadikannya hancur dan benar bahwa firaun dan pasukannya ditenggelamkan ditengah lautan. Sesuai sunatullah kekuatan dan kepemimpinan dunia akan bergantian, sehingga jika mendapat amanah memimpin dunia harus digunakan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami adalah sesungguhnya hakekat dari kepemimpinan atau jabatan adalah amanat yang harus dilaksanakan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Alah SWT telah memerintahkan kepada siapa saja yang mendapatkan amanah (termasuk kepemimpinan) agar menunaikannya serta tidak menyia-nyiakannya. Apabila ada seseorang yang mengetahui kesalahan seorang imam (penguasa) dalam sebagian permasalahan, maka sebaiknya dia bisa dan mampu menasihati pemimpin tersebut dengan cara yang baik dan bijaksana tanpa mempermalukannya di hadapan khalayak umum.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Persiapan Selamatan Raja Purna. Powernow adalah penguasa saat ini. Dari elegi tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa Powernow mencoba menguasai dunia melalui celah sekecil apapun, dari kanan kiri atas bawah. Mereka akan menggunakan cara apapun untuk mewujudkan cita-citanya. Berkali membaca elegi ini, saya masih merasa bingung dengan istilah raja purna, “ Siapakah raja purna sebenarnya? Apakah sang Powernow itu sendiri atau yang lain?” Mohon koreksi. Terimakasih.

    ReplyDelete
  9. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    “Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna” menggambarkan sosok pemimpin yang angkuh, sombong dan selalu membenarkan apapun yang dilakukannya serta seorang bawahan yang selalu patuh akan perintah atasannya meskipun ia tahu bahwa apa yang dilakukan dan diperintahkan oleh atasannya itu salah. Situasi ini sering terjadi pada tatanan pemerintahan kita. Apabila hal-hal seperti ini berkembang dan terus dibiarkan maka akan membawa kerugian dan dapat menyengsarakan masyarakat.

    ReplyDelete
  10. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari elegi ini saya dapat membuat refleksi bahwa powernow memiliki kekuasaan yang besar, walaupun sudah memiliki kekuasaan powernow berusaha lebih berkuasa lagi. Powernow juga sombong karena ia berusaha menguasai dunia dan akhirat. Powernow tidak menyadari bahwa terdapat kekuatan dan kekuasaan yang lebih tinggi dari kekuasaan yang dimilikinya. Powernow lupa bahwa semua yang dimilikinya ada karena penciptanya.

    ReplyDelete
  11. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kejayaan dan kekuasaan duniawi sering membuat orang lupa akan siapa sebenarnya dirinya. Hal-hal duniawi itu membuat manusia angkuh, sombong, dan merasa berkuasa. Banyak yang menjadi lupa bahwa yang terkuat, yang paling berkuasa adalah Allah ta’ala. Semga kita dihindarkan dan dilindungi dari sifat sombong. Amin.

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di atas raja masih ada raja yang lebih tinggi. Raja yang paling tinggi adalah Allah SWT. Pada elegi ini Kumaratna hanya mampu menuruti perintah Powernow karena Powernow memiliki kekuasaan yang lebih tinggi. Tidak dapat dipungkiri, dalam kehidupan nyata hal seperti ini sering bahkan bisa dikatakan hampir selalu terjadi. Ketika perintah para penguasa itu baik, maka kita bisa melaksanakannya dengan senang hati. Namun manakala perintah itu tidak baik kita akan risau, harus menjalankannya atau tidak. Yang perlu kita ingat dalam mengambil keputusan untuk mengikuti atau tidak mengikuti perintah adalah bahwa sebenarnya apa yang ada di dunia ini hanya sementara. Dan setiap kebaikan maupun keburukan sekecil apapun itu akan mendapatkan balasan di kemudian hari, di dunia ataupun akhirat.

    ReplyDelete
  13. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Menurut saya, elegi ini menggambarkan seseorang yang mempunyai kekuasaan, dan tidak puas dengan kekuasaannya sebelum ia dapat menguasai dunia. Dengan keserakahannya dan kesombongannya ia merencanakan untuk menguasai penguasa-penguasa lainnya sehingga ia menjadi satu-satunya penguasa tertinggi. Bahkan ia mengaku lebih berhak dipatuhi daripada Tuhannya, dan ia tidak mengakui keagungan Tuhannya. Sungguh celakalah orang-orang seperti ini yang sekarang masih bertebaran di bumi. Tidakkah mereka menjadikan pelajaran terhadap cerita fir'aun yang menuhankan dirinya sendiri kemudian Allah membinasakannya? Maka bersikap bijaklah, dan ambillah pelajaran terhadap apa yang menimpa kaum-kaum terdahulu.

    ReplyDelete
  14. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setelah membaca elegi ini, saya belajar bahwa kekuasaan dapat melemahkan yang dikuasainya, dalam hal lain subjek yang berkuasa atas objek dapat melemahkan objeknya. Hal ini dapat terjadi mana kala sebenarnya yang dikuasai atau objek tidak menginginkan apa yang dilakukan oleh penguasa atau subjek. Akan tetapi karena kesombongan dan besarnya kuasa dari penguasa, yang dikuasai menjadi tak berdaya. Maka dari itu, sebaik-baik penguasa adalah yang mampu mengayomi, mampu mendengar aspirasi dari yang dikuasainya. Dalam pembelajaran, guru sebisa mungkin harus mampu menangkap apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh siswanya. Bukan semata mengajarkan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri.

    ReplyDelete
  15. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Tuhan, tidak bersih dari nafsu atas keinginan. Terlebih jika nafsu tersebut ditampung ke dalam wadah yang bernama ideology, maka nafsu yang besar akan berkuasa di dunia ini. Namun, kekuasaan yang didapatkan dari nafsu tidaklah kekuasaan yang kekal, ia bersifat sementara, dan mudah diruntuhkan oleh kekuasaan yang kekal. Tuhan adalah kekuasaan yang kekal, yang dapat mengatur dan menciptakan semesta, maka kita sebagai manusia sudah semestinya mengendalikan nafsu atas kuasa agar mendapatkan kekuasaan yang kekal atas diri sendiri melalui doa.

    ReplyDelete
  16. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi diatas mengajarkan kita bahwa sebagai manusia lemah kita tidak boleh sombong. Sombong itu bukan sifat manusia, tapi sifat setan. Kesombongan hanya akan menghancurkan hidup kita. Bahkan Allah SWT yang maha sempurna saja tidak sombong, maka kita sebagai makhukNya tidak pantas untuk berlaku demikian.dalam dunia yang sekarang disebut zaman powernow dimana terdapat banyak sikap pragmatis dll yang menyebabkan seseorang terkunkung didalam sifat itu. Zaman powernow memng disusun rapi dan mengajak dalam kesalahan yang besar, kita sadar adanya kesalahan besar itu namun tidak bisa berbuat banyak. tetapi setiap zaman ada masanya dan setiap zaman yang buruk anak digantikan zaman yang baik dan unggul. Kekuasaan yang kekal hanya milik Allah semata, berdoa diberikan pertolongan dan perlindungan dari hawa nafsu yang berlebihan.

    ReplyDelete
  17. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pemimpin adalah suatu hal yang menjadi acuan dalam melakasanakan segala aktivtas. Tubuh memiliki pemimpin yang namanya pikiran. Artinya pemimpin mempunyai peran yang penting dalam suatu komunitas. Sehingga dalam menentukan pemimpin diri tidaklah sembarangan.

    ReplyDelete
  18. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ketika pemimpin yang terpilih merupakan pemimpin yang tidak bijak, pemimpin yang tidak ahli dalam bidangnya. Maka akan terjadi kehancuran bagi rakyatnya. Karena setiap perintah dan aturannya melanggar ati nurani yang menuntun pada kebenaran.

    ReplyDelete
  19. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Powernow menganggap dirinyalah yang paling hebat dan memiliki kekuasaan. Kekuasaan absolut itu adalah kekuasaan Allah SWT. Setinggi-tingginya kekuasaan raja di dunia ini, masih tinggi kekuasaan Allah SWT. Allah lah yang menguasai seluruh alam semesta ini. Sebagai seorang manusia biasa, raja dan kita pada umumnya tidak boleh terlalu berlebihan dengan mengagung-agungkan kekuasaan yang kita miliki. Ada pepatah yang mengatakan “di atas langit masih ada langit.” Mungkin pepatah tersebut bisa kita jadikan pedoman agar kita tidak sombong karena walaupun kita menganggap diri kita itu hebat namun masih ada orang lain yang lebih hebat dari kita. Oleh sebab itu, kita tidak boleh menyombongkan kekuasaan yang kita miliki karena kekuasaan absolut itu hanya milik Allah SWT

    ReplyDelete
  20. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Dalam Elegi Memantapkan Persiapan Selamatan Raja Purna diatas menggambarkan seorang penguasa yang sombong dimana ia menganggap bahwa kekuasaan adalah segalanya. Padahal sifat sombong itu merupakan sifat yang dimiliki oleh syaitan. Syaitan akan terus menggoda manusia, mengajak manusia untuk selalu mengikuti perbuatannya, salah satunya sombong tersebut. Kita tidak boleh bersikap sombong terhadap siapapun karena kita tidaklah sempurna karena yang Mahasempurna dan yang Mahakuasa hanyalah Allah SWT. Oleh karena itu, hindarilah sikap sombong. Semoga kita tidak terjerumus dengan perbuatan sombong tersebut

    ReplyDelete
  21. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Power now memliki kesombongan yang sangat hingga diluar batas. Ia menganggap dirinya paling sempurna melebihi apapun. Padahal ia merupakan ciptaan dari Dia yang maha sempurna, maha berkehendak, maha dalam segala apapun yaitu Allah SWT. Seharusnya powernow sadar akan posisinya dan tidak berlaku sombong dan memaksa kehendaknya. Ini sebagai teguran untuk pemimpin-pemimpin yang merasa paling berkuasa serta memaksa atau sering disebut diktator. Seorang pemimpin seharusnya menyadari bahwa kekuasaan yang dimilikinya merupakan titipan.

    ReplyDelete
  22. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap manusia adalah pemimpin. Pemimpin untuk negaranya, pemimpin untuk keluarganya, minimal seseorang tersebut akan menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Begitupun setiap individu manusia, akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah atas kepemimpinan terhadap dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  23. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam memilih pemimpin umat, negara, berhati-hatilah. Pilihlah pemimpin yang sesuai dengan kriteria pemimpin dalam agama Islam. Pilihlah pemimpin yang amanah, berpegang pada hukum Islam, adil, beriman, tegas, dan pemimpin yang tidak meminta jabatan.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi persiapan selamatan raja purna menjelaskan tentang sang power now yang ingin menguasai dunia dan juga ingin menjadi yang paling hebat di dunia. Sesungguhnya tidak ada manusia yang paling hebat dan paling berkuasa di dunia ini, jika dia merasa paling kuasa maka dia berarti telah meyakini bahwa dia lebih hebat pada Tuhannya. Meskipun kita menjadi seseorang yang paling disegani, paling kaya, dan paling segalanya, kita harus senantiasa ingin bahwa semua itu hanyalah titipan Allah SWT semata.

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kekuasaan yang mutlak hanyalah milik Allah SWT. Setinggi-tingginya kekuasaan yang dimiliki manusia di muka bumi ini, masih tinggi kekuasaan Allah SWT. Maka dari itu, sebagai makhluk-Nya, kita tidak boleh terlalu mangagung-agungkan kekuasaan yang dimiliki. Kita tidak boleh sombong, karena walau kita sudah menganggap diri hebat, pasti ada yang lebih hebat lagi.

    ReplyDelete
  26. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Perjuangan dan perlawanan power now akan terus terjadi sepanjang masa hingga dia bisa berhasil mengubah manusia menjadi budaknya, sehingga hanya akan tuduk atas semua peraturannya, aturannya mejadi yang absoilut bagi budaknya. Raja yang tertinggi pun pasti akan bisa menjadi budaknya jika dia belum mampu menyimbangkan hal dunia dan akhirat.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  27. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas digambarkan bahwa Raha atau powernow adalah orang yang sangat arogan karena ingin menjadi raja untuk seluruh dunia. Kekuasaan absolut sesungguhnya hanya milik Allah SWT. Setinggi-tingginya kekuasaan raja di dunia ini, masih tinggi kekuasaan Allah. Allah lah yang menguasai seluruh alam semesta ini. Raja adalah makhluk ciptaan Allah. Dan sebagai makhluk ciptaan Allah, raja ajib menyembah dan patuh kepada Allah.

    ReplyDelete
  28. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam kitab suci dijelaskan bahwa jika tidak ada aturan yang ada di dalam ranah spiritualitas yang termaktub, maka dianjurkan kita semua untuk mengikuti pemimpin kita. Karena jika hidup tidak mengikuti pemimpin maka hidup kita tidak akan memiliki arah. Pemimpin yang dibicarakan disiniadaa=lah m=pemimpin yang dapat dipercaya dan memiliki tanggungjawab yang baik. Oleh karenanya menjadi seorang pemimpin itu sangatlah susah jika tidak dibarengi dengan keikhlasan dan membuang ego untuk menaikkan derajat dalam memimpin.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  29. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    artikel ini menjelaskan tentang sang power now yang ingin menguasai dunia dan juga ingin menjadi yang paling hebat di dunia.kesombongannya tersebut akan menghancurkan dirinya sendiri. Seharusnya powernow sadar akan posisinya dan tidak berlaku sombong dan memaksa kehendaknya karena semuanya hanyalah kehidupan sementara.

    ReplyDelete
  30. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari artikel diatas ditulisn bahwa “ketahuilah bahwa perjuanganku, perjuanganmu dan perjuanga segenap rakyatmu baru mencapai separoh jalan.” Dalam pernyataan ini, aku mengambil hikmah, bahwa semua yang kita jalani bukan sebuah akhir. campaian demi campaian merupakan hal sangat awal, bukah akhir dari pencarian. Seperti halnya jalan, ketika kita menyusur jalan, hingga dapat unjung-ujungnya, maka kita terperangkap dalam satu ruang. Tetapi masih banyak ruang-ruang lain.

    ReplyDelete
  31. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Seorang pemimpin harus tidak merasa puas apa yang dicapai saat ini. kerena merasa puas apa yang didapat, maka didalam sebuah kemandekan dan telah mati. Jika seorang pemimpin telah merasa puas dan tidak bergerak, maka pemimpin tersebut telah terkena mitos. Tetapi dengan adanya sebuah rasa ingin tau dan memiliki maka kekuasan akan didapat. Tidak hanya kekuasaan namun pemimpin tersebut juga memperoleh hati dari pengikutnya.

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari postingan Bapak diatas mengenai elegi tersebut, menggambarkan suatu hal perintah orang yang berkuasa yang harus dan wajib dijalankan oleh semua orang tanpa memandang tingkat kedudukannya baik sebagai raja, maupun rakyat jelata yang diberikan perintah oleh orang yang paling berkuasa untuk melakukan suatu hal.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    PowerNow adalah orang sombong . Dia ingin menjadi Raja untuk seluruh dunia dan akhirat . Dia ingin menjadi Tuhan dan menggantikan Allah SWT nyata di dunia ini . Dia ingin kekuasaan mutlak dalam hal ini dunia . Sesungguhnya , dia berada di jalan yang salah . Dia harus menyadari bahwa ia hanya manusia, dia hanya makhluk Allah.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia diuji Allah SWT dengan harta, dan tahta. Manusia yang hidup untuk mengejar kesenangan dunia tidak akan pernah puas dengan apa yang telah ia raih. Keinginan untuk lebih dan lebih tiada hentinya. Pengakuan adalah bagian terpenting baginya. Orang yang demikian tidak akan memperhatikan batas-batas kemampuan manusia. Ia menginginkan kekuasaa tanpa memperhatikan aturan dan kodrat. Padahal sebenar-benar kekuasaan dunia dan akhirat obsolut milik Tuhan yang maha kuasa.

    ReplyDelete
  35. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Sudah sepantasnya seorang bawahan mengikuti perintahnya atasan. Namun, sesungguhnya hal tersebut tidaklah bersifat mutlak. Karena pemimpin hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak keterbatasan. Sehingga besar kemungkinan seorang pemimpin melakukan penyimpangan. Sebgai bawahan yang baik, sudah pasti mengikuti perintah pimpina yang masih sesuai dengan tujuan kebaikan. Dan mengingatkan pemimpin ketika mulai melakukan penyimpangan. Oleh karena itu, sebagai pemimpin dan bawahan haruslah saling bersinergi dalam kebaikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan pesan utamanya adalah sebagai seorang pemimpin jaganlah menjadi pemimpin yang serakah yang ingin menjadi pengusa dunia. Tapi jadilah pemimpin yang bijaksana yang mampu mengayomi anak buahnya dan lingkungan sekitarnya. Terimaksih

    ReplyDelete
  36. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Powernow merupakan istilah yang menggambarkan gaya kehidupan pada zaman sekarnag dimana dalam hal ini di ibaratkan pada seornag pemimping yang memiliki keserakahan dalam kepemimpinannya . Pemimpin ynag bersikap sombong dan semaunya tanpa memikirkan kemaslahatan bersama. Tentunya sifat sepeti ini patut untuk dicontoh.Semoga kita terlepas dari belenggu powernow amien. Terima Kasih

    ReplyDelete