Mar 1, 2010

Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna

Oleh Marsigit

Powernow:

Hai..sang Kumaratna...sebagai Perdana Menteri di negeri adi daya...apa
yang engkau ketahui tentang diriku sang Powernow rajamu itu? Apa juga yang
engkau ketahui tentang kekuasaanku? Apa juga yang engkau ketahui tentang
kemauan atau tujuanku? Tetapi engkau tidak perlu menyebut kekurangan atau
kelemahanku.

Kumaratna:
O..ooo.. sang maha raja sesembahanku. Tiadalah nama tersandang bagi diri
yang lain seindah namamu. Tiadalah seharum namamu. Tiadalah sepenting
namamu. Tiadalah sebermakna namamu. Sang Powernow itulah nama agung tiada
bandingan. Sadar atau tidak sadar maka segenap diri yang lain mengerti
akan kebesaran namamu. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu.
Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka berlaku
pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh nama itu sama dengan
si empunya nama. Maka namamu beserta dirimu telah menyatu menjadi absolut
bagi dirimu maupun bagi diri yang lain.

Powernow:
Heh..hah..hah..hah..hah. Kumaratna..kumaratna...tiadalah nama bagi diri
yang lain seindah namamu kecuali namaku. Tiadalah seharum namamu kecuali
namaku. Tiadalah sepenting namamu kecuali namaku. Tiadalah sebermakna
namamu kecuali namaku. Sang Kumaratna itulah nama bagi seorang Perdana
Menteri bagi negeri dengan raja agung tiada bandingan. Sadar atau tidak
sadar maka segenap diri yang lain mengerti akan kebesaran namamu kecuali
diriku. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu sebagai Perdana
Menteri. Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka
berlaku pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh memakai nama
Kumaratna. Tetapi nama itu tidak boleh sama dengan dirimu. Maka namamu
beserta dirimu tidak boleh menyatu menjadi absolut bagi dirimu maupun bagi
diri yang lain. Engkau harus bersifat relatif terhadap namamu. Mengapa?
Agar engkau tidak mampu menyamaiku. Hai ..Kumaratna..laporkanlah perihal
kekuasaanku itu?

Kumaratna:
O..ooo... Powernow ..sang rajaku. Engkau beserta negerimu telah berhasil
mengalahkan musuh-mushmu. Negeri kita telah berhasil mengembangkan sistem
dan teknologi canggih dan mutakhir sehingga mampu memenangkan setiap
peperangan multi dimensi: halus, lembut, kasar, hingga yang terdahsyat di
dunia sekalipun; kecil, sedang dan paling besar di dunia sekalipun; dekat,
sedang dan paling jauh didunia sekalipun.

Powernow:
Wah..senang aku mendengar laporanmu. bagaimana tentang cita-citaku dan
cita-cita negeriku?

Kumaratna:
Menurutku engkau telah berhasil mencapai cita-citamu, karena tiadalah ada
kompetitormu di dunia ini.

Powernow:

Bodhoh kamu! Itulah yang membedakan dirimu dan diriku. Engkau hanya mampu
melihat fisiknya saja. Wahai sang Kumaratna..ketahuilah bahwa
perjuanganku, perjuanganmu dan perjuanga segenap rakyatmu baru mencapai
separoh jalan. Aku belum merasa menjadi penguasa dunia absolut jika belum
secara absolut menguasai semua unsur-unsur dunia. Aku harus menguasa tidak
hanya yang fisik tetapi yang non fisik. Aku harus menguasa tidak hanya
yang material tetapi yang non-material. Aku harus menguasa tidak hanya
yang formal tetapi juga yang non-formal. Aku harus menguasa tidak hanya
yang normatif tetapi juga yang spiritual. Aku harus menguasa tidak hanya
Dunia Barat, Dunia Utara, tetapi juga Dunia Timur dan Dunia Selatan. Aku
harus menguasa tidak hanya semua Cantraka, Rakata, Cemani tetapi semua
Bagawat dan semua Transenden. Itulah sebabnya mengapa engkau undang
kemari itu adalah untuk membahas rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna.

Kumaratna:
O..ooo..ampunlah diriku yang lemah ini. Perkenankanlah hamba mengetahui
apa maksud dan tujuan menyelenggarakan Selamatan Raja Purna itu?

Powernow:
Hong...wilaheng...blis lanat..dewaku. Ketahuilah wahai Kumaratna.
Selamatan Raja Purna itu hanyalah merupakan sarana bagi diriku untuk
menguji unsur-unsur dunia bahkan akhirat, untuk mengetahui apa dan siapa
unsur-unsur dunia dan akhirat yang mendukungku, untuk mengetahui
unsur-unsur dunia dan akhirat yang memusuhiku. Selamatan Raja Purna itu
juga sekaligus untuk menguji kemampuan dan kekuasaanku, baik ke bawah, ke
atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, dan keseluruh arah.

Kumaratna:
Oh..ampun rajaku. Satu kalimat aku mendengar engkau ingin menaklukan sang
penguasa akhirat? Benarkah begitu?

Powernow:
Apakah kamu sudah berkurang pendenaranmu? Itulah yang selama ini tidak
engkau sadari. Setinggi-tinggi raja, sehebat-hebat raja belum tinggi dan
belum hebat namanya jika belum bisa menyatukan kekuasaannya baik di dunia
maupun di akhirat?

Kumaratna:
Oo..ooo...sang Powernow rajaku. Jikalau aku tidak berada di depanmu,
jikalau aku tidak dikarenakan berkahmu, jikalau aku tidak dikarenakan
kekuasaanmu, maka telah hancurlah diriku itu. Mengapa? Karena dengan
demikian aku telah berada bersama-sama dengan sebuah ciptaan yang akan
ganti berusaha menciptakan Sang Penciptanya. Bukankah itu dosa tak
terampuni? Engkau telah menyekutukan Tuhan. Engkau bahkan akan melanggar
semua aturan serta bertentangan dengan hukum alam dan kodrat. O..ooo...
ampunilah Tuhanku. Tetapi apalah dayaku. Jika aku melawan pasti aku akan
hancur berkeping-keping, tetapi jika aku ikut-ikuttan aku juga akan hancur
berkeping-keping. Oh Tuhan kenapa engkau uji aku dengan ujian seberat ini?

Powernow:
Hai...Kumaratna! Diajak bicara seorang raja..malah ngomel sendiri. Apa
yang kurang dari diriku itu? Apakah ada dari diriku yang meragukan dirimu
sehingga engkau ragu-ragu menjadikan aku sebagai sesembahan dan sebagai
tuhanmu?

Kumaratna:
Ampun..rajaku. Ti..ti..ti..adalah keraguan bagiku atas dirimu. Aku
serahkan hidup matiku kepadamu. Aku persembahkan segenap jiwa ragaku untuk
kejayaanmu.

Powernow:
Hah...hah...heh...heh...begitulah adabnya seorang bawahan. Jadi kalau
begitu apakah kamu setuju dengan rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna?

Kumaratna:
Seribu persen aku mendukung rencanamu itu. Bisakah aku mengerti secara
lebih rinci rencanamu itu?

Powernow:
Aku akan mengundang semua yang mengaku raja di muka dunia ini. Tetapi
ketahuilah bahwa undanganku itu bersifat absolut, artinya tiada satupun
seorang yang mengaku raja di muka bumi ini tidak hadir. Maka segenap cara
untuk mengundang mulai dari undangan resmi, undangan tidak resmi, berita,
kesadaran, dan kalau perlu paksakan harus ditempuh untuk menghadirkan
semua raja-raja. Jika ada walaupun hanya seorang raja yang tidak hadir
dikarenakan suatu hal maka itu pertanda kegagalan acaraku itu. Gunakan
pula segenap teknologi dan media untuk menyebarluaskan acara ini: koran,
televisi, komputer, handphone, dsb. Informasi tentang acara ini juga
bersifat absolut, artinya, ketika acara selamatan digelar, tiadalah
seorangpun dimuka bumi ini tidak memperhatikannya. Jika ada orang walaupun
hanya satu tidak memperhatikan acara selamatan ini, maka itu juga pertanda
gagalnya acara selematan itu.Camkan dan bersiaplah.

95 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kesombongan dan kekuasaan adalah hal yang dekat dengan sifat dari Powernow. Ia tidak menyadari bahwa diatas kekuasaan dan kekuatannya masih ada kekuatan yang lebih besar lagi yaitu milik Tuhan. Dengan kekuasaan banyak orang yang menjadi sombong. Ia tidak menyadari bahwa dibalik kekuasaannya banyak yang dirugikan dan menderita karenanya. Jika terus memelihara sikap sombong maka tidak bisa dipungkiri lagi akan ada akibat yang dirasakan oleh orang tersebut. Mungkin tidak sekarang, tetapi suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  2. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi tersebut menceritakan seorang pemimpin yang terobsesi dengan kekuasaan dan takut akan kekalahan. Jiwa membangunnya memang bagus, tetapi hasrat keinginan menjadi penguasa dunia akhirat tidak bagus. Sebagai manusia harus sadar bahwa penguasa terkuat adalah Sang Pencipta alam semesta. Ketahuilah bahwa Sehebat-hebatnya manusia, manusia tetap memiliki keterbatasan.

    ReplyDelete
  3. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini menceritakan seseorang yang sangat sombong dan memiliki keinginan yang kuat untuk menguasai dunia. Disisi lain terdapat seseorang yang telah ikut dalam kesalahan tersebut namun ia sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Namun jika ia melawan maka ia akan hancur dan inilah yang sering terjadi dikehidupan masyarakat saat ini. Banyak yang merasa bangga dengan kesalahan meskipun tahu bahwa apa yang dilakukan salah tetapi tetap teguh pada kesalahannya hanya untuk kepuasan duniawi.

    ReplyDelete
  4. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar matematika itu tidak hanya belajar tentang rumus atau formula. Bukan hanya yang terlihat secara fisik ketika sisw abisa mengerjakan soal dengan rumus / formula yang diberikan guru. Tentang secara non-fisik juga harus dipelajari. Yaitu tentang konsep yang dipakai untuk belajar matematika. Itulah sepenuhnya yang harus dipelajari ketika belajar matematika.

    ReplyDelete
  5. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Merasa tidak cepat puas atas ilmu yang telah diperoleh itu boleh saja, malah itu harus karena ilmu itu tidak terbatas. Tetapi kita juga harus ingat bahwa apa saja yang ada di dunia ini masih dibawah kendali Sang Maha Pencipta. Sebenar – benar ilmu itu adalah milik Tuhan YME. Sehingga jangan merasa ingin memiliki semuanya jika kita melupakan-Nya. Boleh memiliki keinginan untuk menguasai ilmu, tetapi jangan sampai melupakan Tuhan YME

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sebagai seorang pemimpin sebaiknya memiliki tujuan yang baik dan bukan hanya ingin menjadi penguasa yang dapat menguasai seluruh rakyatnya sehingga rakyatnya dapat menuruti semua yang ia kehendaki. sesungguhnya menjadi pemimpin adalah haus dapat dicontoh seperti layaknya seorang guru yang harus dapat igugu dan ditiru. oleh karenanya sebagai seorang pemimpin hendaklah memiliki tujuan yang baik karena sejatinya semua yang ada di dunia ini kelak akan kembali kepada-Nya.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, dapat diambil pelajaran bahwa tiada yang dapat melebihi kekuasaan Allah Tuhan Semesta Alam. Tindakan Powernow yang ingin menjadi penguasa dunia dan akhirat tidak dapat dibenarkan karena Allah lah penguasa dunia dan akhirat. Allah adalah Klaliq yang maha menciptakan sedangkan Powernow adalah makhluq. Tidaklah bisa seorang makhluk mengalahkan Khaliqnya.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Perkataaan Powernow yang terakhir menyatakan bahwa sesuatu yang ada di dunia bersifat absolut. Saya tidak setuju dengan pernyataan ini, karena sifat absolut itu hanya milik Tuhan. Powernow menyatakan bahwa tidak satupun raja di muka bumi tidak hadir pada acara selamatannya. Kita tidak bisa memastikan hal ini karena belum tentu semua raja hadir dan ada kemungkinan satu atau lebih raja tidak hadir. Apalagi perkataan Powernow berikut ini ketika acara selamatan digelar, tiadalah seorangpun di muka bumi ini tidak memperhatikannya. Hal ini belum tentu terjadi atau hal ini tidaklah bersifat absolut.

    ReplyDelete
  9. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seorang pemimpin bukan sebatas pada kekuasaannya saja tapi lebih ke bagaimana langkah yang ditempuhnya untuk mampu mengayomi seluruh bawahannya. Hal ini berdasar atas arti pemimpin yang identik dengan adanya kekuasaan, terkadang seorang pemimpin menggunakan jabatannya untuk berkuasa.

    ReplyDelete
  10. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bila menjadi seorang pemimpin dibutuh kesabaran dan kepercayaan diri dalam memimpin serta pendewasaan diri sendiri untuk memimpin. Bila hal tersebut dapat dilakukan, maka tujuan dari adanya pemimpin tidak hanya sebagai orang yang berkuasa atas apa yang ada dalam kedudukannya.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi ini menyadarkan kepada kita agar janganlah bersikap sombong dengan apa yang sudah kita miliki entah itu kekayaan ataupun jabatan. Bersyukurlah atas apa yang diperoleh karena itu semua berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Janganlah merasa tidak puas dengan apa yang sudah diberikan yang pada akhirnya melakukan berbagai cara yang tidak halal untuk mendapatkannya. Bertindaklah sesuai dengan ajaran agama kita, bersyukur atas apa yang ada.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Selamatan atau syukuran biasanya diperingati ketika telah melakukan sesuatu dengan baik atau berhasil. Selamatan harus didukung oleh semua pihak yang artinya bahwa semua pihak setuju jika apa yang telah dilakukan oleh yang mempunyai hajat adalah benar dan sukses. Dalam elegi di atas Powernow menggambarkan bahwa ia memiliki kekuasaan di atas segalanya yang diikuti oleh perkembangan dan kemajuan zaman. Perintah yang ia keluarkan seperti ia yang memiliki segalanya di dunia sehingga semua orang akan takhluk kepadanya. Padahal yang mempunyai semuanya dan kita hanyalah takut kepada Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan kita semua.

    ReplyDelete
  13. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sungguh memunculkan rasa penasaran saya apakah para pemimpin di negeri kita pernah membaca elegi seperti ini, dan apakah muncul bisikan dari dalam hatinya "Apakah saya seperti ini? Karena ini sangat menakutkan" atau malah pura-pura tidak merasa. Kadangkala ketika kita berada di posisi penguasa, banyak pihak yang harus 'dipuaskan' dengan kebijakan-kebijakan yang diambil sehingga lupa dengan fungsi kekuasaan dan posisi yang dijabat. Jika benar dari dalam diri sudah mulai merasa tersindir dengan adanya elegi seperti ini, hendaklah para pemimpin tersebut bertaubat dan mawas diri.

    ReplyDelete
  14. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya dapat mengambil beberapa pelajaran.
    Pertama berkaitan dengan persiapan, bahwa untuk menggapai suatu tujuan atau harapan tentunya perlu suatu persiapan yang matang. Tentang konsep bagaimana tujuan itu bisa diraih. Dapat dianalogikan pula ketika telah memiliki visi yang jelas, maka misi juga perlu dibuat dengan matang, agar tujuan itu tercapai. Seperti kisah yang dilakukan oleh kumaratna dan Sang Powernow ini.
    Kedua, jika ingin menguasai dunia dan akhirat bisa dengan usaha yang maksimal, namun tentunya tidak melebihi kodrat kita sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah SWT. Sehingga sombong adalah sifat dan sikap yang seharusnya dibuang jauh-jauh ketika ingin menggapai dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  15. Dari elegi ini diketahui juga bahwa kekuatan powernow yang menurut saya semena-mena ini sangatlah terancang dengan rapih, ia memiliki strategi-strategi jitu dalam mencapai kekuasan penuhnya. Yang dapat kita ambil hikmah dari elegi ini yaitu jika kejahatan memiliki strategi untuk mengukuhkan keburukannya, maka seharusnya kita yang berjuang untuk kebaikan maka perlu juga membuat strategi yang jitu juga untuk mengalahkan kesemena-menaan itu.
    Dan yang perlu kita ambil hikmahnya pula yang lain yaitu sejatinnya kekuasaan didunia bukanlah apa apa. Dan kekuasaan yang sejati adalah kuasa Tuhan Yang Maha Esa

    ReplyDelete
  16. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Postingan ini memberikan nilai moral untuk pembaca, di dunia ini tidak ada yang absolut. Ilmu yang kita pelajari juga bukanlah hal yang absolut, semakin dipelajari semakin diri ini terasa sangat kurang diberbagai sisi. Bahkan diri inipun bukanlah sesuatu yang absolut. Kita akan kembali kepada-Nya. Jika kita merasa diri ini absolut maka kita akan lupa siapa yang menciptakan kita, kita akan hidup dengan kesombongan.

    Selain itu nilai moral yang dapat dipelajari dari elegi ini adalah kepatuhan seorang hamba kepada tuannya, hambanya itu menyerahkan hidup dan matinya hanya kepada tuannya. Begitulah seharusnya yang harus kita lakukan, yaitu harus patuh kepada sang Maha segala-galanya di dunia ini , Allah SWT. Karena Dia-lah yang Maha atas segala diri ini, dari setiap sel terkecil bahkan partikel yang ada di diri ini. Jika direnungkan dengan dalam, diri ini tidaklah berdaya sedikitpun tanpa kasih-Nya. Semoga dengan ini semakin menumbuhkan rasa syukur dan menjadi pribadi yang lebih patuh kepada-Nya. Aamiin

    ReplyDelete
  17. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Dari Elegi yang Prof. tuliskan, terdapat ilmu yang dapat saya pelajari. Di atas langit masih ada langit. Ya, kalimat tersebut bisa mencerminkan kehidupan kita dimana tidak ada sesuatu yang lebih besar dari sesuatu itu sendiri. Tidak ada yang Maha segalanya kecuali Allah SWT. Apa baiknya kita hidup dalam kesombongan? kesombongan hanya akan menjerumuskan kita kepada hal-hal yang sifatnya tidak baik. Tidak ada pula hal yang patut kita sombongkan, karena kita hanyalah secuil bagian dari kehidupan yang amat besar ini. Seperti kisah Kumaratna dan Powernow, dapat kita jadikan teladan kepemimpinan dalam berbagai hal, yang di awali dengan memimpin diri kita sendiri.
    Terimakasih atas postingan Prof. tentang Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna. Semoga dapat memberikan cerminan terhadap diri ini yang masih jauh dari kata sempurna dalam menjalani kehidupan ini.

    ReplyDelete
  18. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Artikel ini menggambarkan sifat Powernow yang tidak pernah puas dan Kumaratna yang patuh atas segala perintah dan kemauan Powernow. Namun seorang bawahan harusnya mematuhi segala perintah dan kemauan atasannya tapi jangan sampai merubah akidah karena sesungguhnya kekuasaan yang absolut adalah kekuasaan Tuhan sang pencipta dan penguasa alam. Setinggi-tingginya kekuasaan raja tidak ada bandingannya dengan kekuasaan Tuhan.

    ReplyDelete
  19. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dari “Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna” saya mendapat pelajaran bahwa jika menjadi orang yang mempunyai kedudukan tinggi dan berkuasa janganlah sombong. Menyombongkan diri dan mengagung-agungkan kan nama sendiri itu tidak baik. Ingatlah bahwa di atas langit masih ada langit, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Orang yang menyombongkan diri hanya ingin orang lain memuji-mujinya, mereka pun takut akan kekurangan yang ada dalam dirinya. Dan segala sesuatu di dunia ini adalah relative, akan menjadi absolut jika kita telah di akhirat.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  20. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Dari elegi tersebut, saya dapat mengambil sebuah pelajaran. Bahwasanya sebagai seorang bawahan kita haruslah patuh kepada atasan. Namun, kita harus ingkar ketika kebijakan-kebijakan atasan sudah menyimpang dari norma yang benar, janganlah seperti kumarta yang mengikuti perintah atasannya walaupun perintah itu mengenai hal yang buruk. Dan sebagai seorang penguasa, kita tidak boleh serakah dengan menginginkan kekuasaan yang absolut. Hal itu karena, kekuasaan yang absolut semata-mata hanya milik Allah. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  21. Metia Novianti
    17709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2017
    Saat membaca “Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna”, saya teringat kepada sosok Fir’aun dalam diri powernow. Seorang pemimpin dzhalim yang begitu mengagung-agungkan dirinya hingga menganggap dirinya sebagai Tuhan. Bibit-bibit sifat Fir’aun ini dapat merasuk ke dalam hati siapapun, terutama mereka yang diberi kekuasaan. Sosok seperti ini akan dihalangi dari kebenaran dan tipu daya yang dimilikinya akan memberikan kerugian bagi siapa saja yang mengikutinya.

    ReplyDelete
  22. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Sudah beberapa kali saya membaca elegi-elegi dari blog bapak yang menampilkan tokoh Sang Powernow. Dulu saya menganggap bahwa powernow ini menggambarkan sesosok kemajuan jaman yang akan menghancurkan dunia karena dibumbui beberapa aliran tertentu. Namun, setelah saya membaca ulang dan menghubungkan dengan pengantar perkualiahan filsafat ilmu pendidikan, saya mencoba menghubungkan dengan ilmu. Jika powernow ini adalah ilmu, dan kumaratna adalah seorang pembelajar maka sesungguhnya seorang kumaratna harusnya menyadari bahwa tidak baik baginya tunduk terhadap ilmu yang mengakui dirinya absolut dan memiliki kedudukan setinggi-tingginya karena pada hakikatnya kedudukan tertinggi hanya milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  23. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2

    Sekali lagi saya jumpa dengan powernow. Entah kenapa ketika saya berjumpa dengannya saya selalu memposisikan dirinya sebagai sesuatu atau seseorang atau se.... yang berada di puncak. Kadang saya melihat dia sebagai seorang pemimpin, kadang saya melihat dia sebagai aliran atau faham yang sangat kuat, bahkan kadang saya melihatnya sebagai sesuatu yang berharga (seperti ilmu) yang terus meninggu-meninggi dan saya terus mengejar-mengejar. Pada elegi ini saya berpendapat bahwa Sang Powernow di sini benar-benar memiliki kekuatan dan beruntunglah dia memiliki kumaratna yang setia dan manut. Entah dari mana saya akan mengartikan, apakah artinya elegi ini tentang seorang pemimpin yang otoriter, atau elegi ini tentang ilmu yang harus kita kejar (?)

    ReplyDelete
  24. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Dari elegi di atas mengingatkan kita bahwa adanya hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin dan yang dipimpin. Benar bahwa seorang pemimpin adalah dewa dari orang yang dipimpin. Namun hal tersebut juga harus sesuai dengan ruang dan waktu. Memiliki kedudukan tinggi sebagai raja seperti Powernow, tidak seharusnya menyombongkan diri, dan mengklaim bahwa kekuasaan yang dimilikinya bersifat absolut. Karena sesungguhnya kekuasaan yang absolut itu adalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  25. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada elegi Persiapan Selamatan Raja Purna ini menceritakan suatu kekuasaan semena-mena seorang raja atau pemimpin. Kekuasaaan seseorang yang berwatak arogan, egois, serta apatis dalam memengaruhi orang lain atau kelompok untuk melakukan tindakan yang diinginkan oleh pemimpin dengan cara memaksa atau menekan fisik maupun mental orang yang berada di bawahnya. Biasanya pemimpin yang bersifat buruk seperti ini tidak memiliki kecerdasan intelektual dan emosional yang baik, mereka hanya berfikir pendek dalam mengambil keputusan dan tindakan tanpa melakukan pemikiran yang matang dalam mengambil suatu tindakan dan keputusan, bahkan mereka sendiri kadang-kadang tidak dapat menjalankan segala perintah yang mereka perintahkan kepada orang atau kelompok yang berada di bawah kekuasannya. Selain itu, biasanya kekuasaan dengan karakter buruk tersebut hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri di atas kekuasannya itu. karena mereka tidak memiliki kemampuan apapun selain kekuasaan yang dimiliknya untuk mengabulkan segala keinginan pribadinya, dan para pemimpin yang bersifat buruk seperti itu biasanya tidak akan berlangsung lama dalam menjabat sebagai pemimpin karena tidak akan mendapatkan dukungan dari rakyatnya.

    ReplyDelete
  26. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sifat powernow dalam postingan "Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna" ini menurut saya tidaklah baik jika diikuti oelh para pemimpin di dunia nyata, meskipun menurut saya terdapat pemimpin di belahan dunia ini yang mempunyai sifat seperti powernow. Sombong, merasa diri paling benar, memaksakan kehendak, dan bahkan ingin menyaingi Allah sebagai pemilik seta penguasa langit dan bumi tidaklah patut dikenakan oleh seorang manusia yang hanya seorang hamba. Seorang pemimpin harus bersifat mengayomi, melindungi, rendah hati, dan bertanggung jawab. Karena nanti, seorang pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya di hadapan Allah. Seperti sabda Rasulullah SAW berikut ini : “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir yang mengurus keadaan rakyat adalah pemimpin. Ia akan dimintai pertanggungjawaban tentang rakyatnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin terhadap keluarganya di rumahnya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya. Ia akan diminta pertanggungjawaban tentang hal mereka itu. Seorang hamba adalah pemimpin terhadap harta benda tuannya, ia akan diminta pertanggungjawaban tentang harta tuannya. Ketahuilah, kamu semua adalah pemimpin dan semua akan diminta pertanggung jawaban tentang kepemimpinannya" (Hadits Abdullah bin Umar ra).

    ReplyDelete
  27. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Elegi ini menceritakan tentang kesombongan dan keserakahan powernow. Powrnow tidak menyadari bahwa kekuasaannya terbatas oleh ruang dan waktu. Bahwa kekuasannya tidak abadi. Bahwa kekuasannya adalah ujian. Dan bahwa kekuasaannya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Powernow akan termakan oleh usia, semakin tua, semakin lemah, hingga hilang kekuasaannya. Dan pada saat itulah ia akan menyadari bahwa kekuasann yang selama ini ia miliki hanyalah titipan yang akan dengan begitu mudahnya diambil oleh yang Maha Kuasa, oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Kekuasaan, dalam setiap insan pasti ada rasa ingin mempunyai kekuasaan, ingin menguasai tentang sesuatu hal. Namun kekuasaan yang absolut yang diinginkan tokoh ini menunjuukkan bahwa kekuasaan terkadang diikuti secara lansung dengan nafsu. Tugas kita sebagai manusia bagaimanakah mengontrol nafsu tersebut.

    ReplyDelete
  29. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Assalamu'alaikum wr.wb

    saya sudah beberapa kali membaca blog bapak yang bercerita tentang power now. tetapi saya belum tau pasti apa atau siapa sebenarnya power now itu. mungkin jawabannya bisa saya dapatkan di blog-blog berikutnya atau perkuliahan-perkuliahan yang akan datang (Insya Allah). sampai saat ini saya hanya bisa menerka-nerka tentang si powernow ini. entah mengapa mengingatkan saya kepada Fir'aun dan Dajjal.

    ReplyDelete
  30. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Powernow merupakan seorang yang amat menyombongkan dirinya, merasa paling berkuasa dan paling hebat, merasa tidak ada sesuatu pun yang sehebat dan memiliki kekuasaan sebesar dirinya, padahal dia sendiripun menyadari bahwa kebohongan yang dibuat oleh dirinya sendiri itu pun tidak benar, sehingga dirinya masih merasa takut jikalau ada sesuatu yang melebihi dirinya, maka ia mengadakan selamatan raja purna. selamatan itu tidak lain adalah bukti bahwa dirinya sendiri pun tidak 100% yakin akan kekuasaan dan kehebatan dirinya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  31. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kumaratna memiliki ketergantungan yang luar biasa terhadap Powernow, tetapi ketergantungan tersebut semata-mata hanyalah ketergantungan dunia saja. demi urusan dunianya, ia rela ikut-ikutan Powernow untuk menyekutukan Tuhannya, walaupun jauh di dalam lubuk hati ia tahu bahwa hal itu adalah dosa yang teramat besar. ia menyadari bahwa hal itu adalah sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, ia menyadari bahwa kehidupan dunianya akan hancur tanpa Powernow, tetapi ia tidak menyadari bahwa kehidupan akhiratnya akan hancur dengan adanya Powernow.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  32. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Elegi ini menceritakan tentang seorang raja yang ingin menguasai tidak hanya daerahnya saja, tetapi ingin menguasai seluruh penjuru dunia baik fisik maupun non fisik. Sementara ada kumaratna sebagai bawahan raja yang telah merasa rajanya telah berkuasa, tetapi sang raja masih belum puas apabila belum menguasai seluruh dunia beserta isinya. Refleksinya dari elegi tersebut, sebagai seorang yang berkuasa memang akan memiliki keinginan untuk lebih memperluas kekuasaannya,apabila dalam pembelajaran, sifat raja ini dapat menjadi hal yang positif untuk seorang siswa maupun guru, agar keduanya selalu berusaha menjalankan hal yang lebih baik. Tetapi hal tersebut harus diikuti dengan rasa syukur. Karena apabila seorang hamba bersyukur maka Tuhan akan menambahkan hal/rejeki yang lebih besar untuk kita. Tetapi apabila seorang hamba tidak bersyukur maka hal yang dia dapat selama ini hanyalah sebagai hiasan dan kenikmatan dunia saja.

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Seorang raja seyogyanya memiliki sifat mengayomi rakyatnya. Akan tetapi, sifat raja Powernow yang tinggi hati dan rakus berpotensi menjadi raja yang dzalim pada rakyatnya. Raja Powernow ingin dirinya diakui oleh semua orang di dunia bahkan di akhirat tentang keberadaannya karena raja ini dikuasai oleh hawa nafsu. Pada umumnya pemangku kekuasaan kerap kali melakukan hal ini karena kurangnya pemahaman tentang tujuan diberikannya amanah kekuasaan dan konsekuensi jika tidak setia pada tujuan tersebut.
    Sesungguhnya, seorang pemimpin tidak harus seorang pemangku kekuasaan. Namun, semua manusia tercipta sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri dan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah salah satu jalan untuk mampu memimpin dengan sebaik-baiknya.
    Seorang yang dipimpin sudah sepatutnya untuk menaati pemimpin selama perintahnya tidak mengundang murka Sang Pencipta. Kumaratna telah melakukan tugasnya sebagai perdana menteri dengan baik, namun jika diminta untuk menyekutukan Tuhan semestinya Kumaratna tidak menaatinya. Seorang yang dipimpin memang harus menaati pemimpinnya, namun bukan berarti membenarnkan kezaliman yang dilakukannya.

    ReplyDelete
  34. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari elegi ini bercerita tentang pemimpin atau seseorang yang memiliki jabatan tinggi, memiliki sifat sombong, tidak pernah merasa puas, sehingga sering memerintah dan mendzalimi bawahannya. Hal yang harus kita ingat bahwa, dalam kehidupan roda pasti berputar, terkadang kita di atas, suatu saat kita bisa berada di bawah, bahkan paling bawah. Begitu juga terkadang kita berada di posisi terbawah, suatu saat kita bisa berada di atas, bahkan paling atas. Oleh sebab itu, rasa syukur yang harus selalu kita panjatkan. Janganlah menjadi powernow seperti yang ada di elegi ini, powernow atau seseorang yang mempunyai jabatan, bertindak semena-mena , dan tidak pernah merasa puas. Ini dikarenakan kurangnya rasa syukur terhadap apa yang ada. Dan sebagai bawahan, kita harus tetap bersyukur, ikhlas, dan terus beroda, karena yakinlah suatu saat kita dapat berada diposisi itu.

    ReplyDelete
  35. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    1770251013

    Penguasa selalu ingin lebih mengguasai dan mereka memiliki kekhawatiran yang mungkin jelas akan terjadi. Semakin serakah, menyejeraterhkan dengan maksud tertentu 😊

    ReplyDelete
  36. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih pak atas postingannya. Sejujur-jujur nya saya bingung pak akan elegy Persiapan Selamatan Raja Purna yang ada dipostingan ini. Tidak seperti elegy-elegy sebelumnya, setelah berkali-kali saya membacanya dan mencoba memahaminya, saya menangkap seorang raja yang berkuasa dan dikatakan sukses jika dia memimpin dunia dengan menggabungkan akhirat. Yang saya bingung mengapa powernow mengatakan acara yang di adakannya bersifat absolute? Bukankah sifat absolute hanya punya Tuhan pak? Mohon pencerahannya pak.

    ReplyDelete
  37. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membacanya, menimbulkan pertanyaa ini dalam pikiran saya. Bagaimana pandangan Bapak saat melihat seseorang yang menganggap urusan dunia bersifat absolut? Apa yang menyebabkan seseorang begitu mendewa-dewakan dirinya dan lupa akan kekuasaan yang lebih besar di luar dirinya, tidak lain adalah kekuatan Tuhan?
    Terima kasih Prof. Pertanyaan ini telah termunculkan dalam benak saya saat membaca ulasan di atas dan Tuhan juga turut andil di dalamnya.

    ReplyDelete
  38. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ketika membaca postingan Bapak, saya sembari membayangkan bahwa powernow itu pihak-pihak yang memiliki kekuatan, kecerdasan, pemikiran kritis, dan kemampuan untuk menguasai pihak lain tetapi tidak bernurani, tidak mengenal Tuhan, tidak mengakui Tuhan, tidak sadar bahwa berada di posisi sebagai makhluk. Niatnya adalah menjadikan semua yang ada dan yang mungkin ada di bawah kendalinya bahkan melupakan Tuhan. Semoga kita semua tetap dalam keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  39. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Belajar filsafat memang harus dibatasi oleh pagar spritual..
    Dalam elegi di atas powernow memiliki sifat absolut, determinis, dan fundamentalis.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Keberhasilan seseorang dalam dunia ini tidaklah cukup untuk membuktikan kalau dia sudah berhasil mencapai keberhasilan yang sesungguhnya di dunia ini. Ada banyak cara dan kenikmatan selain mencapai keberhasilan yang kita peroleh di dunia ini. Lagi pula keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kita bisa mendapatkan kehidupan yang baik di alam akhirat nanti.

    ReplyDelete
  41. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Keberhasilan seseorang dalam dunia ini tidaklah cukup untuk membuktikan kalau dia sudah berhasil mencapai keberhasilan yang sesungguhnya di dunia ini. Ada banyak cara dan kenikmatan selain mencapai keberhasilan yang kita peroleh di dunia ini. Lagi pula keberhasilan sesungguhnya adalah ketika kita bisa mendapatkan kehidupan yang baik di alam akhirat nanti.

    ReplyDelete
  42. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi di atas menjelaskan bahwa di era kehidupan masa sekarang, kehidupan duniawi semakin dikejar-kejar dan diagung-agungkan. Kebutuhan spiritual semakin lama semakin rapuh bahkan semakin hilang. Kekuasaan zaman sekarang inginya menguasai segala aspek kehidupan, baik mulai tingkat ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sebagainya. Bahkan kekuasaan zaman sekarang nampaknya berusaha menyaingi bahkan mengalahkan kekuasaan Tuhan. Akibatnya keyakinan manusia terhadap Tuhannya makin hilang, karena hanya menjadi pengabdi kekuasaan elite zaman sekarang. Keyakinan beragama mulai ditinggalkan, sehingga manusia hanya kerja, kerja, kerja, mengejar harta, mengejar jabatan, mengejar teknologi, yang semuanya itu sejatinya hanya kepentingan dunia semata. Mereka lupa akan Tuhan, satu-satunya Dzat yang jelas-jelas paling absolut.

    ReplyDelete
  43. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dalam elegi ini menggambarkan tentang powernow yang berusaha menguasai seluruh lini kehidupan. Pada elegi ini disebutkan bahwa powernow sebagai raja yang ingin menguasai dunia mengadakan selamatan, dalam selamatan ini apa bila seluruh raja dunia mengahdirinya maka benarlah bahwa powernow telah menguasai dunia. Ini menggambarkan bahwa kalau para raja atau pemimpin itu mengikuti jalan dari powernow maka seluruh dunia pun akan mengikutinya. Maka benarlah bila powernow menggunakan segala cara agar setiap raja mengikutinya, seperti penyabaran informasi. Karena dunia sekarang adalah dunia informasi, siapa yang menguasai informasi maka dia menguasai dunia.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  44. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamualaikum wr.wb
    Cerita di atas menggambarkan tentang pentingnya posisi ketua atau pemimpin dalam suatu kegiatan, struktur organisasi, atau suatu sistem yang utuh. Dunia membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh. Untuk mampu, memiliki pengaruh setiap pemimpin harus memiliki Integritas. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang dewasa, tanpa kompromi, menolak pengakuan untuk dirinya sendiri. Seorang Pemimpin yang memiliki integritas pasti memiliki integritas dalam etika dan moral. Integritas dalam keberadaan benar dihadapan Sang Pencipta dan benar dengan diri sendiri.

    ReplyDelete
  45. Vidiya Rachmawati
    PM A

    Elegi di atas menceritakan tentang kekuasaan oleh seorang pemimpin. Apabila dianalogikan dalam pembelajaran, sebenar-benar pemimpin bagi siswa adalah dirinya sendiri. Utamanya dalam dalam membangun konsep, menemukan hubungan dan pola, menyelesaikan masalah, dst. Siswa berperan aktor dalam drama pembelajaran yang mana dari dirinya sendiri suatu ruh-dalam hal ini ilmu- dibangunnya. Guru hanyalah seorang sutradara yang berfungsi untuk mengarahkan siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu, refleksi, latihan, perulangan mutlak dilakukan siswa untuk mengetahui level kompetensinya.

    ReplyDelete
  46. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Apabila seseorang yang merupakan makhluk Tuhan mengatakan bahwa ia memiliki kekuasaan yang absolut, maka sesunggunya ia telah menyekutukan Tuhan. Kekuasaan yang absolut hanya milik Tuhan, tiada yang lain satu pun yang bisa mengalahkan keabsolutan kuasa Tuhan. Sesuatu yang dipaksakan akan selalu memiliki banyak rintangan dan halangan, akan tetapi jika kita bersyukur atas apa yang kita miliki atau kita capai maka kita akan merasa tenang apapun yang akan terjadi. Allah akan menambah nikmat bagi hambaNya yang mau bersyukur. Semua yang terjadi di alam ini sudah menjadi kehendak Allah. Kita hanya bisa berusaha sebaik mungkin disertai doa, sedangkan keputusan terbaik ada di tanganNYA.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  47. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Elegi diatas memberikan gambaran bahwa seorang raja menginginkan kekuasaan yang absolut untuk dunia dan akhirat, padahal tiadalah upaya dan kekuasaan manusia atas dunia ini. Seorang raja yang bernama powernow begitu menginginkan untuk menguasai acara selamatan dengan semua raja yang ada dibumi untuk hadir semua maka itu membuktikan betapa penting dan kuasanya akan acara ini. Bukankah manusia itu tidak pantas untuk berlaku sombong?.Hanya Allah SWT yang berhak memiliki sifat sombong akan kekuasaannya, karena Allah Maha Besar dan Maha Kuasa atas ciptaan-Nya.

    ReplyDelete
  48. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada elegi ini, tentang seseorang yang membanggakan dengan apa yang dia punya, walaupun yang dia lakukan sebenarnya adalah baik, misalnya saja bersedekah, ternyata dalam bersedekah ada kesombongan. Hal yang seperti itu sama saja dengan menutupi keburukan dengan suatu kebaikan. Tetapi ternyata hal yang buruk itu tidak bisa sepenuhnya ditutup-tutupi. Pasti akan terlihat juga keburukannya. Begitu juga jika menjadi pemimpin. Pemimpin itu sebaiknya jangan menyombongkan dengan apa yang dimiliki. Pemimpin itu dikatakan baik apabila pemimpin itu tidak sombong, bertanggung jawab, dan mau memahami perasaan rakyatnya.

    ReplyDelete
  49. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Strategi Powernow memang rapi dan sistematis untuk menguasai dunia. Kumaratna sempat mempunyai kesadaran bahwa tindakannya salah karena membantu Powernow untuk menguasai dunia secara global. Tindakan Powernow adalah dosa besar karena berani menyekutukan Tuhan. Namun pada akhirnya Kumaratna takut dan tunduk pada perintah Powernow. Mungkin sebagian dari kita seperti Kumaratna yang mengetahui suatu hal adalah kesalahan besar namun tetap melakukannya karena takut dan khawatir tidak mendapat dunia sehingga melupakan akhirat.

    ReplyDelete
  50. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. raja adalah pemilik kasta tertinggi. ia dianggap sebagai wakil tuhan di bumi. derajatnya setingkat lebih di atas dari manusia-manusia pada umumnya. pandangan itulah yang membuat raja memiliki hak istimewa. namun mengadakan slamatan kepada raja tentunya mengharapkan drajat yang tinggi bagi sang raja.

    ReplyDelete
  51. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP

    Penguasa yang dipenuhi oleh nafsu berkuasa akan melegalkan segala cara untuk menunjukkan kekuatannya, mereka akan melakukan segala cara agar mendapatkan pengakuan dari orang lain. Segala sumber daya yang ia punya akan ia gunakan, uang, media, tokoh ia kendalikan agar mendukung apa yang menjadi ambisinya. Semua upaya itu tidak akan ia hentikan sebelum dunia tunduk pada dirinya.

    ReplyDelete
  52. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Sang Powernow telah menjadi mitos dan bersiap menuju kehancurannya. Ia telah merasa dapat menjunjung langit dan bersikap sombong, merasa menjadi penguasa absolut.
    Kumaratna berada dalam dilema yang besar, hendak taat pada hati nuraninya atau taat pada tuannya. Taat pada sesembahan dunianya atau taat pada Tuhannya.
    Apatah yang dapat dilakukan seorang hamba? Mencari aman di dunia, ataukan setia pada nuraninya?
    Sebetulnya saya sungguh penasaran, adakah elegi ini berlanjut? Saya ingin tahu apa yang terjadi pada sang powernow dan kumaratna.

    ReplyDelete
  53. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Sang Powernow telah menjadi mitos dan bersiap menuju kehancurannya. Ia telah merasa dapat menjunjung langit dan bersikap sombong, merasa menjadi penguasa absolut.
    Kumaratna berada dalam dilema yang besar, hendak taat pada hati nuraninya atau taat pada tuannya. Taat pada sesembahan dunianya atau taat pada Tuhannya.
    Apatah yang dapat dilakukan seorang hamba? Mencari aman di dunia, ataukan setia pada nuraninya?
    Sebetulnya saya sungguh penasaran, adakah elegi ini berlanjut? Saya ingin tahu apa yang terjadi pada sang powernow dan kumaratna.

    ReplyDelete
  54. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sang powernow mirip dengan kisah dabi musa dan firaun mesir yaitu ramses. Ramses saat itu mengaku sebagai tuhan dan semua orang harus menjalankan segala perintahnya. Dikarenakan kesombongannya itu maka Tuhan mengirimkan nabi musa untuk mendakwahinya namun ramses tetap pada kesombongannya. Artinya kesombongan penguasa ataupun negara bisa menjadikannya hancur dan benar bahwa firaun dan pasukannya ditenggelamkan ditengah lautan. Sesuai sunatullah kekuatan dan kepemimpinan dunia akan bergantian, sehingga jika mendapat amanah memimpin dunia harus digunakan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.

    ReplyDelete
  55. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami adalah sesungguhnya hakekat dari kepemimpinan atau jabatan adalah amanat yang harus dilaksanakan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Alah SWT telah memerintahkan kepada siapa saja yang mendapatkan amanah (termasuk kepemimpinan) agar menunaikannya serta tidak menyia-nyiakannya. Apabila ada seseorang yang mengetahui kesalahan seorang imam (penguasa) dalam sebagian permasalahan, maka sebaiknya dia bisa dan mampu menasihati pemimpin tersebut dengan cara yang baik dan bijaksana tanpa mempermalukannya di hadapan khalayak umum.

    ReplyDelete
  56. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Persiapan Selamatan Raja Purna. Powernow adalah penguasa saat ini. Dari elegi tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa Powernow mencoba menguasai dunia melalui celah sekecil apapun, dari kanan kiri atas bawah. Mereka akan menggunakan cara apapun untuk mewujudkan cita-citanya. Berkali membaca elegi ini, saya masih merasa bingung dengan istilah raja purna, “ Siapakah raja purna sebenarnya? Apakah sang Powernow itu sendiri atau yang lain?” Mohon koreksi. Terimakasih.

    ReplyDelete
  57. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    “Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna” menggambarkan sosok pemimpin yang angkuh, sombong dan selalu membenarkan apapun yang dilakukannya serta seorang bawahan yang selalu patuh akan perintah atasannya meskipun ia tahu bahwa apa yang dilakukan dan diperintahkan oleh atasannya itu salah. Situasi ini sering terjadi pada tatanan pemerintahan kita. Apabila hal-hal seperti ini berkembang dan terus dibiarkan maka akan membawa kerugian dan dapat menyengsarakan masyarakat.

    ReplyDelete
  58. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. dari elegi ini saya dapat membuat refleksi bahwa powernow memiliki kekuasaan yang besar, walaupun sudah memiliki kekuasaan powernow berusaha lebih berkuasa lagi. Powernow juga sombong karena ia berusaha menguasai dunia dan akhirat. Powernow tidak menyadari bahwa terdapat kekuatan dan kekuasaan yang lebih tinggi dari kekuasaan yang dimilikinya. Powernow lupa bahwa semua yang dimilikinya ada karena penciptanya.

    ReplyDelete
  59. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kejayaan dan kekuasaan duniawi sering membuat orang lupa akan siapa sebenarnya dirinya. Hal-hal duniawi itu membuat manusia angkuh, sombong, dan merasa berkuasa. Banyak yang menjadi lupa bahwa yang terkuat, yang paling berkuasa adalah Allah ta’ala. Semga kita dihindarkan dan dilindungi dari sifat sombong. Amin.

    ReplyDelete
  60. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di atas raja masih ada raja yang lebih tinggi. Raja yang paling tinggi adalah Allah SWT. Pada elegi ini Kumaratna hanya mampu menuruti perintah Powernow karena Powernow memiliki kekuasaan yang lebih tinggi. Tidak dapat dipungkiri, dalam kehidupan nyata hal seperti ini sering bahkan bisa dikatakan hampir selalu terjadi. Ketika perintah para penguasa itu baik, maka kita bisa melaksanakannya dengan senang hati. Namun manakala perintah itu tidak baik kita akan risau, harus menjalankannya atau tidak. Yang perlu kita ingat dalam mengambil keputusan untuk mengikuti atau tidak mengikuti perintah adalah bahwa sebenarnya apa yang ada di dunia ini hanya sementara. Dan setiap kebaikan maupun keburukan sekecil apapun itu akan mendapatkan balasan di kemudian hari, di dunia ataupun akhirat.

    ReplyDelete
  61. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Menurut saya, elegi ini menggambarkan seseorang yang mempunyai kekuasaan, dan tidak puas dengan kekuasaannya sebelum ia dapat menguasai dunia. Dengan keserakahannya dan kesombongannya ia merencanakan untuk menguasai penguasa-penguasa lainnya sehingga ia menjadi satu-satunya penguasa tertinggi. Bahkan ia mengaku lebih berhak dipatuhi daripada Tuhannya, dan ia tidak mengakui keagungan Tuhannya. Sungguh celakalah orang-orang seperti ini yang sekarang masih bertebaran di bumi. Tidakkah mereka menjadikan pelajaran terhadap cerita fir'aun yang menuhankan dirinya sendiri kemudian Allah membinasakannya? Maka bersikap bijaklah, dan ambillah pelajaran terhadap apa yang menimpa kaum-kaum terdahulu.

    ReplyDelete
  62. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Setelah membaca elegi ini, saya belajar bahwa kekuasaan dapat melemahkan yang dikuasainya, dalam hal lain subjek yang berkuasa atas objek dapat melemahkan objeknya. Hal ini dapat terjadi mana kala sebenarnya yang dikuasai atau objek tidak menginginkan apa yang dilakukan oleh penguasa atau subjek. Akan tetapi karena kesombongan dan besarnya kuasa dari penguasa, yang dikuasai menjadi tak berdaya. Maka dari itu, sebaik-baik penguasa adalah yang mampu mengayomi, mampu mendengar aspirasi dari yang dikuasainya. Dalam pembelajaran, guru sebisa mungkin harus mampu menangkap apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh siswanya. Bukan semata mengajarkan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri.

    ReplyDelete
  63. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Manusia merupakan makhluk yang diciptakan Tuhan, tidak bersih dari nafsu atas keinginan. Terlebih jika nafsu tersebut ditampung ke dalam wadah yang bernama ideology, maka nafsu yang besar akan berkuasa di dunia ini. Namun, kekuasaan yang didapatkan dari nafsu tidaklah kekuasaan yang kekal, ia bersifat sementara, dan mudah diruntuhkan oleh kekuasaan yang kekal. Tuhan adalah kekuasaan yang kekal, yang dapat mengatur dan menciptakan semesta, maka kita sebagai manusia sudah semestinya mengendalikan nafsu atas kuasa agar mendapatkan kekuasaan yang kekal atas diri sendiri melalui doa.

    ReplyDelete
  64. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi diatas mengajarkan kita bahwa sebagai manusia lemah kita tidak boleh sombong. Sombong itu bukan sifat manusia, tapi sifat setan. Kesombongan hanya akan menghancurkan hidup kita. Bahkan Allah SWT yang maha sempurna saja tidak sombong, maka kita sebagai makhukNya tidak pantas untuk berlaku demikian.dalam dunia yang sekarang disebut zaman powernow dimana terdapat banyak sikap pragmatis dll yang menyebabkan seseorang terkunkung didalam sifat itu. Zaman powernow memng disusun rapi dan mengajak dalam kesalahan yang besar, kita sadar adanya kesalahan besar itu namun tidak bisa berbuat banyak. tetapi setiap zaman ada masanya dan setiap zaman yang buruk anak digantikan zaman yang baik dan unggul. Kekuasaan yang kekal hanya milik Allah semata, berdoa diberikan pertolongan dan perlindungan dari hawa nafsu yang berlebihan.

    ReplyDelete
  65. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Pemimpin adalah suatu hal yang menjadi acuan dalam melakasanakan segala aktivtas. Tubuh memiliki pemimpin yang namanya pikiran. Artinya pemimpin mempunyai peran yang penting dalam suatu komunitas. Sehingga dalam menentukan pemimpin diri tidaklah sembarangan.

    ReplyDelete
  66. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052
    Ketika pemimpin yang terpilih merupakan pemimpin yang tidak bijak, pemimpin yang tidak ahli dalam bidangnya. Maka akan terjadi kehancuran bagi rakyatnya. Karena setiap perintah dan aturannya melanggar ati nurani yang menuntun pada kebenaran.

    ReplyDelete
  67. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Powernow menganggap dirinyalah yang paling hebat dan memiliki kekuasaan. Kekuasaan absolut itu adalah kekuasaan Allah SWT. Setinggi-tingginya kekuasaan raja di dunia ini, masih tinggi kekuasaan Allah SWT. Allah lah yang menguasai seluruh alam semesta ini. Sebagai seorang manusia biasa, raja dan kita pada umumnya tidak boleh terlalu berlebihan dengan mengagung-agungkan kekuasaan yang kita miliki. Ada pepatah yang mengatakan “di atas langit masih ada langit.” Mungkin pepatah tersebut bisa kita jadikan pedoman agar kita tidak sombong karena walaupun kita menganggap diri kita itu hebat namun masih ada orang lain yang lebih hebat dari kita. Oleh sebab itu, kita tidak boleh menyombongkan kekuasaan yang kita miliki karena kekuasaan absolut itu hanya milik Allah SWT

    ReplyDelete
  68. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Dalam Elegi Memantapkan Persiapan Selamatan Raja Purna diatas menggambarkan seorang penguasa yang sombong dimana ia menganggap bahwa kekuasaan adalah segalanya. Padahal sifat sombong itu merupakan sifat yang dimiliki oleh syaitan. Syaitan akan terus menggoda manusia, mengajak manusia untuk selalu mengikuti perbuatannya, salah satunya sombong tersebut. Kita tidak boleh bersikap sombong terhadap siapapun karena kita tidaklah sempurna karena yang Mahasempurna dan yang Mahakuasa hanyalah Allah SWT. Oleh karena itu, hindarilah sikap sombong. Semoga kita tidak terjerumus dengan perbuatan sombong tersebut

    ReplyDelete
  69. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Power now memliki kesombongan yang sangat hingga diluar batas. Ia menganggap dirinya paling sempurna melebihi apapun. Padahal ia merupakan ciptaan dari Dia yang maha sempurna, maha berkehendak, maha dalam segala apapun yaitu Allah SWT. Seharusnya powernow sadar akan posisinya dan tidak berlaku sombong dan memaksa kehendaknya. Ini sebagai teguran untuk pemimpin-pemimpin yang merasa paling berkuasa serta memaksa atau sering disebut diktator. Seorang pemimpin seharusnya menyadari bahwa kekuasaan yang dimilikinya merupakan titipan.

    ReplyDelete
  70. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap manusia adalah pemimpin. Pemimpin untuk negaranya, pemimpin untuk keluarganya, minimal seseorang tersebut akan menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya. Begitupun setiap individu manusia, akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah atas kepemimpinan terhadap dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  71. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam memilih pemimpin umat, negara, berhati-hatilah. Pilihlah pemimpin yang sesuai dengan kriteria pemimpin dalam agama Islam. Pilihlah pemimpin yang amanah, berpegang pada hukum Islam, adil, beriman, tegas, dan pemimpin yang tidak meminta jabatan.

    ReplyDelete
  72. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi persiapan selamatan raja purna menjelaskan tentang sang power now yang ingin menguasai dunia dan juga ingin menjadi yang paling hebat di dunia. Sesungguhnya tidak ada manusia yang paling hebat dan paling berkuasa di dunia ini, jika dia merasa paling kuasa maka dia berarti telah meyakini bahwa dia lebih hebat pada Tuhannya. Meskipun kita menjadi seseorang yang paling disegani, paling kaya, dan paling segalanya, kita harus senantiasa ingin bahwa semua itu hanyalah titipan Allah SWT semata.

    ReplyDelete
  73. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kekuasaan yang mutlak hanyalah milik Allah SWT. Setinggi-tingginya kekuasaan yang dimiliki manusia di muka bumi ini, masih tinggi kekuasaan Allah SWT. Maka dari itu, sebagai makhluk-Nya, kita tidak boleh terlalu mangagung-agungkan kekuasaan yang dimiliki. Kita tidak boleh sombong, karena walau kita sudah menganggap diri hebat, pasti ada yang lebih hebat lagi.

    ReplyDelete
  74. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Perjuangan dan perlawanan power now akan terus terjadi sepanjang masa hingga dia bisa berhasil mengubah manusia menjadi budaknya, sehingga hanya akan tuduk atas semua peraturannya, aturannya mejadi yang absoilut bagi budaknya. Raja yang tertinggi pun pasti akan bisa menjadi budaknya jika dia belum mampu menyimbangkan hal dunia dan akhirat.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  75. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas digambarkan bahwa Raha atau powernow adalah orang yang sangat arogan karena ingin menjadi raja untuk seluruh dunia. Kekuasaan absolut sesungguhnya hanya milik Allah SWT. Setinggi-tingginya kekuasaan raja di dunia ini, masih tinggi kekuasaan Allah. Allah lah yang menguasai seluruh alam semesta ini. Raja adalah makhluk ciptaan Allah. Dan sebagai makhluk ciptaan Allah, raja ajib menyembah dan patuh kepada Allah.

    ReplyDelete
  76. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam kitab suci dijelaskan bahwa jika tidak ada aturan yang ada di dalam ranah spiritualitas yang termaktub, maka dianjurkan kita semua untuk mengikuti pemimpin kita. Karena jika hidup tidak mengikuti pemimpin maka hidup kita tidak akan memiliki arah. Pemimpin yang dibicarakan disiniadaa=lah m=pemimpin yang dapat dipercaya dan memiliki tanggungjawab yang baik. Oleh karenanya menjadi seorang pemimpin itu sangatlah susah jika tidak dibarengi dengan keikhlasan dan membuang ego untuk menaikkan derajat dalam memimpin.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  77. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    artikel ini menjelaskan tentang sang power now yang ingin menguasai dunia dan juga ingin menjadi yang paling hebat di dunia.kesombongannya tersebut akan menghancurkan dirinya sendiri. Seharusnya powernow sadar akan posisinya dan tidak berlaku sombong dan memaksa kehendaknya karena semuanya hanyalah kehidupan sementara.

    ReplyDelete
  78. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dari artikel diatas ditulisn bahwa “ketahuilah bahwa perjuanganku, perjuanganmu dan perjuanga segenap rakyatmu baru mencapai separoh jalan.” Dalam pernyataan ini, aku mengambil hikmah, bahwa semua yang kita jalani bukan sebuah akhir. campaian demi campaian merupakan hal sangat awal, bukah akhir dari pencarian. Seperti halnya jalan, ketika kita menyusur jalan, hingga dapat unjung-ujungnya, maka kita terperangkap dalam satu ruang. Tetapi masih banyak ruang-ruang lain.

    ReplyDelete
  79. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Seorang pemimpin harus tidak merasa puas apa yang dicapai saat ini. kerena merasa puas apa yang didapat, maka didalam sebuah kemandekan dan telah mati. Jika seorang pemimpin telah merasa puas dan tidak bergerak, maka pemimpin tersebut telah terkena mitos. Tetapi dengan adanya sebuah rasa ingin tau dan memiliki maka kekuasan akan didapat. Tidak hanya kekuasaan namun pemimpin tersebut juga memperoleh hati dari pengikutnya.

    ReplyDelete
  80. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari postingan Bapak diatas mengenai elegi tersebut, menggambarkan suatu hal perintah orang yang berkuasa yang harus dan wajib dijalankan oleh semua orang tanpa memandang tingkat kedudukannya baik sebagai raja, maupun rakyat jelata yang diberikan perintah oleh orang yang paling berkuasa untuk melakukan suatu hal.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  81. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    PowerNow adalah orang sombong . Dia ingin menjadi Raja untuk seluruh dunia dan akhirat . Dia ingin menjadi Tuhan dan menggantikan Allah SWT nyata di dunia ini . Dia ingin kekuasaan mutlak dalam hal ini dunia . Sesungguhnya , dia berada di jalan yang salah . Dia harus menyadari bahwa ia hanya manusia, dia hanya makhluk Allah.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  82. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia diuji Allah SWT dengan harta, dan tahta. Manusia yang hidup untuk mengejar kesenangan dunia tidak akan pernah puas dengan apa yang telah ia raih. Keinginan untuk lebih dan lebih tiada hentinya. Pengakuan adalah bagian terpenting baginya. Orang yang demikian tidak akan memperhatikan batas-batas kemampuan manusia. Ia menginginkan kekuasaa tanpa memperhatikan aturan dan kodrat. Padahal sebenar-benar kekuasaan dunia dan akhirat obsolut milik Tuhan yang maha kuasa.

    ReplyDelete
  83. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Sudah sepantasnya seorang bawahan mengikuti perintahnya atasan. Namun, sesungguhnya hal tersebut tidaklah bersifat mutlak. Karena pemimpin hanyalah manusia biasa yang memiliki banyak keterbatasan. Sehingga besar kemungkinan seorang pemimpin melakukan penyimpangan. Sebgai bawahan yang baik, sudah pasti mengikuti perintah pimpina yang masih sesuai dengan tujuan kebaikan. Dan mengingatkan pemimpin ketika mulai melakukan penyimpangan. Oleh karena itu, sebagai pemimpin dan bawahan haruslah saling bersinergi dalam kebaikan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan pesan utamanya adalah sebagai seorang pemimpin jaganlah menjadi pemimpin yang serakah yang ingin menjadi pengusa dunia. Tapi jadilah pemimpin yang bijaksana yang mampu mengayomi anak buahnya dan lingkungan sekitarnya. Terimaksih

    ReplyDelete
  84. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Powernow merupakan istilah yang menggambarkan gaya kehidupan pada zaman sekarnag dimana dalam hal ini di ibaratkan pada seornag pemimping yang memiliki keserakahan dalam kepemimpinannya . Pemimpin ynag bersikap sombong dan semaunya tanpa memikirkan kemaslahatan bersama. Tentunya sifat sepeti ini patut untuk dicontoh.Semoga kita terlepas dari belenggu powernow amien. Terima Kasih

    ReplyDelete
  85. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari alegi di atas, menceritakan mengenai pmerintahan yang kekuasaan tertinggi berada ditangan Powernow (Raja), Kumaratna (Perdana Mentri) hanya sebagai bawahan dan tidak berhak mengkritik kekurangan atau kelemahan Powernow. Seperti layaknya sistem pemerintahan parlementer yang menjadikan Presiden sebagai penguasa tertinggi, dan segala bentuk kebijakan berada ditangan Powernow (Raja). Hal seperti ini kurang baik, karena yang memiliki kekuasaan tertinggi (Powernow) akan bertindak sewenang-wenang terhadap kebijakan yang ada. Seperti yang ada dalam kalimat “ Informasi tentang acara ini juga bersifat absolut, artinya, ketika acara selamatan digelar, tiadalah seorangpun dimuka bumi ini tidak memperhatikannya.” Dari kalimat tersebut kita tahu bahwa segala hal yang menjadi kehendak harus selalu terlaksanan entah bagaimanapun cara dan pencapaiannya.

    ReplyDelete
  86. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menanggapi elegi yang dituliskan Prof Marsigit diatas, Powernow memiliki keuasaan tertinggi dan berhak atas siapa saja. Powernow telah berhasil memusnahkan musuh-musuhnya mealalui celah-celah kecil sehingga ia memiliki kuasa yang begitu besar. Jika kita ibaratkan dengan kehidupan kita saat ini, powernow ini sebut saja sebagai pemimpin tetapi pemimpin yang otoriter. Kepemimpinan seperti ini tidak baik diterapkan, karena sama saja membungkam suara rakyat, dan segala kebijakan pemimpin harus dijalankan tidak peduli itu baik maupun buruk, memperbaik maupun memperkeruh keadaann.

    ReplyDelete
  87. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 20154

    Dari elegi di atas, dijelaskan di atas bahwa Powernow adalah seorang raja yang sangat otoriter. Semua kemauannya harus dijalankan dan harus ditaati oleh semua rakyatnya. Powernow berbuat sewenang-wenang dan menyalahgunakan kekuasaan tertinggi yang dimilikinya. Sebagai seorang pemimpin kita tidak boleh otoriter dan hal tersebut kurang baik untuk diterapkan. Seorang pemimpin harus bisa menerima masukan dari rakyat, menjalankan kewajiban dan hak nya dengan baik, kebijakan-kebijakan yang dibuat tidak boleh merugikan atau menguntungkan pihak tertentu dan harus bisa mengayomi rakyatnya.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  88. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam Elegi Memantapkan Persiapan Selamatan Raja Purna diatas menggambarkan seorang penguasa yang sombong dimana ia menganggap bahwa kekuasaan adalah segalanya. Dia ingin menjadi raja di dunia dan di akhirat, dia ingin menggantikan Sang pencipta Alloh SWT .Sesungguhnya dia berada di jalan yang salah, kumaratna yang menyadari hal itu pun tidak bisa membantah meskipun sudah mencoba namun apa daya dia hanyalah seorang bawahan powernow yang mempunyai kekuasaan tertinggi(raja) .

    ReplyDelete
  89. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi ini mengingatkan saya pada para pejabat yang gila akan kekuasaan dan harta. Semuanya dilakukan untuk memperoleh kekuasaan yang lebih tinggi dan harta yang lebih melimpah, baik dengan cara yang baik maupun tidak baik. Bawahan-bawahan dipaksa untuk menuruti keinginan mereka dan mendukung rencana tidak baik mereka. Akan tetapi, tidak hanya para pejabat saja. Terkadang rakyat biasa pun juga gila dengan kekuasaan, misal dalam keluarga, lingkup pergaulan, maupun masyarakat. Satu anggota keluarga ingin lebih berkuasa sehingga anggota keluarga yang lain dijadikan "bawahan" baginya, satu orang teman merasa lebih berkuasa dari teman lainnya sehingga ia merasa sebagai "ketua", satu orang anggota masyarakat merasa lebih berkuasa dan semakin ingin berkuasa sehingga semena-mena terhadap tetangga-tetangganya. Elegi ini mengingatkan kita pada keserakahan yang ada dan masih hidup di sekitar kita. Sadar ataupun tidak, keserakahan akan selalu mengikuti kita, tinggal bagaimana kita dapat menyikapinya. Refleksi yang saya peroleh dari elegi ini adalah benarkah sampai saat ini saya sudah berani menjauh dari keserakahan yang selalu ada di dekat saya?

    ReplyDelete
  90. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Powernow menunjukkan sifat serakah, dia ingin menjadi yang paling berkuasa di alam semesta. Padahal, ada kekuasan yang tertinggi yaitu Tuhan YME. Sikap seperti ini tidak boleh dimiliki oleh para pemimpin, karena sesungguhnya kekuasaan yang dimiliki merupakan titipan dari Tuhan.
    Selain itu, Kumaratna menunjukkan sikap tunduk pada rajanya, dia sudah mengetahui bahwa kekuasaan yang terbesar adalah Tuhan namun sebagai bawahan dia takut dengan rajanya dan dipaksa untuk mengikuti semua keinginan sang raja.

    ReplyDelete
  91. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dari artikel di atas, digambarkan adanya seorang raja yang otoriter. Sebagai raja ia menganggap bahwa kekuasaan adalah segalanya dan menginginkan agar setiap keinginnya terkabul. Ini merupakan tindakan sewenang-wenang dan menyalahi aturan. Padahal seorang Raja adalah pemimpin dari rakyatnya, seorang pemimpin tidak boleh memiliki sifat serakah dan sombong, tetapi haruslah bersikap terbuka, rendah hati dan selalu memikirkan rakyatnya.

    ReplyDelete
  92. Aji Pangestu
    15301241009
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna memberikan pesan bahwa sebuah kekuasaan dapat menjadikan seseorang menjadi angkuh dan lupa diri serta menganggap bahwa dia berkuasa. Padahal kekuasaan yang tertinggi adalah kekuasaan Tuhan YME.

    ReplyDelete
  93. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015-S1

    Elegi di atas menceritakan mengenai sosok penguasa yang rakus akan kekuasaannya. Dia menginginkan menjadi penguasa dari semua penguasa. Kesombongan dan ketamakkannya membuat ia terlena, ia lupa bahwa terdapat kekuasaan yang paling besar yaitu kuasa Allah SWT. Elegi ini memberikan gambaran pula bahwa seorang bawahan hanyalah dapat mengikuti kehendak tuannya, ia berserah diri terhadap keputusan tuannya walaupun keputusan itu merupakan keputusan yang salah

    ReplyDelete