Mar 1, 2010

Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna

Oleh Marsigit

Powernow:

Hai..sang Kumaratna...sebagai Perdana Menteri di negeri adi daya...apa
yang engkau ketahui tentang diriku sang Powernow rajamu itu? Apa juga yang
engkau ketahui tentang kekuasaanku? Apa juga yang engkau ketahui tentang
kemauan atau tujuanku? Tetapi engkau tidak perlu menyebut kekurangan atau
kelemahanku.

Kumaratna:
O..ooo.. sang maha raja sesembahanku. Tiadalah nama tersandang bagi diri
yang lain seindah namamu. Tiadalah seharum namamu. Tiadalah sepenting
namamu. Tiadalah sebermakna namamu. Sang Powernow itulah nama agung tiada
bandingan. Sadar atau tidak sadar maka segenap diri yang lain mengerti
akan kebesaran namamu. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu.
Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka berlaku
pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh nama itu sama dengan
si empunya nama. Maka namamu beserta dirimu telah menyatu menjadi absolut
bagi dirimu maupun bagi diri yang lain.

Powernow:
Heh..hah..hah..hah..hah. Kumaratna..kumaratna...tiadalah nama bagi diri
yang lain seindah namamu kecuali namaku. Tiadalah seharum namamu kecuali
namaku. Tiadalah sepenting namamu kecuali namaku. Tiadalah sebermakna
namamu kecuali namaku. Sang Kumaratna itulah nama bagi seorang Perdana
Menteri bagi negeri dengan raja agung tiada bandingan. Sadar atau tidak
sadar maka segenap diri yang lain mengerti akan kebesaran namamu kecuali
diriku. Tiadalah kurang satu apa dari diri namamu itu sebagai Perdana
Menteri. Tentu setiap kata-kataku dan kalimatku perihal namamu itu maka
berlaku pula bagi sifat-sifatmu. Hanyalah dirimu yang boleh memakai nama
Kumaratna. Tetapi nama itu tidak boleh sama dengan dirimu. Maka namamu
beserta dirimu tidak boleh menyatu menjadi absolut bagi dirimu maupun bagi
diri yang lain. Engkau harus bersifat relatif terhadap namamu. Mengapa?
Agar engkau tidak mampu menyamaiku. Hai ..Kumaratna..laporkanlah perihal
kekuasaanku itu?

Kumaratna:
O..ooo... Powernow ..sang rajaku. Engkau beserta negerimu telah berhasil
mengalahkan musuh-mushmu. Negeri kita telah berhasil mengembangkan sistem
dan teknologi canggih dan mutakhir sehingga mampu memenangkan setiap
peperangan multi dimensi: halus, lembut, kasar, hingga yang terdahsyat di
dunia sekalipun; kecil, sedang dan paling besar di dunia sekalipun; dekat,
sedang dan paling jauh didunia sekalipun.

Powernow:
Wah..senang aku mendengar laporanmu. bagaimana tentang cita-citaku dan
cita-cita negeriku?

Kumaratna:
Menurutku engkau telah berhasil mencapai cita-citamu, karena tiadalah ada
kompetitormu di dunia ini.

Powernow:

Bodhoh kamu! Itulah yang membedakan dirimu dan diriku. Engkau hanya mampu
melihat fisiknya saja. Wahai sang Kumaratna..ketahuilah bahwa
perjuanganku, perjuanganmu dan perjuanga segenap rakyatmu baru mencapai
separoh jalan. Aku belum merasa menjadi penguasa dunia absolut jika belum
secara absolut menguasai semua unsur-unsur dunia. Aku harus menguasa tidak
hanya yang fisik tetapi yang non fisik. Aku harus menguasa tidak hanya
yang material tetapi yang non-material. Aku harus menguasa tidak hanya
yang formal tetapi juga yang non-formal. Aku harus menguasa tidak hanya
yang normatif tetapi juga yang spiritual. Aku harus menguasa tidak hanya
Dunia Barat, Dunia Utara, tetapi juga Dunia Timur dan Dunia Selatan. Aku
harus menguasa tidak hanya semua Cantraka, Rakata, Cemani tetapi semua
Bagawat dan semua Transenden. Itulah sebabnya mengapa engkau undang
kemari itu adalah untuk membahas rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna.

Kumaratna:
O..ooo..ampunlah diriku yang lemah ini. Perkenankanlah hamba mengetahui
apa maksud dan tujuan menyelenggarakan Selamatan Raja Purna itu?

Powernow:
Hong...wilaheng...blis lanat..dewaku. Ketahuilah wahai Kumaratna.
Selamatan Raja Purna itu hanyalah merupakan sarana bagi diriku untuk
menguji unsur-unsur dunia bahkan akhirat, untuk mengetahui apa dan siapa
unsur-unsur dunia dan akhirat yang mendukungku, untuk mengetahui
unsur-unsur dunia dan akhirat yang memusuhiku. Selamatan Raja Purna itu
juga sekaligus untuk menguji kemampuan dan kekuasaanku, baik ke bawah, ke
atas, ke kiri, ke kanan, ke depan, ke belakang, dan keseluruh arah.

Kumaratna:
Oh..ampun rajaku. Satu kalimat aku mendengar engkau ingin menaklukan sang
penguasa akhirat? Benarkah begitu?

Powernow:
Apakah kamu sudah berkurang pendenaranmu? Itulah yang selama ini tidak
engkau sadari. Setinggi-tinggi raja, sehebat-hebat raja belum tinggi dan
belum hebat namanya jika belum bisa menyatukan kekuasaannya baik di dunia
maupun di akhirat?

Kumaratna:
Oo..ooo...sang Powernow rajaku. Jikalau aku tidak berada di depanmu,
jikalau aku tidak dikarenakan berkahmu, jikalau aku tidak dikarenakan
kekuasaanmu, maka telah hancurlah diriku itu. Mengapa? Karena dengan
demikian aku telah berada bersama-sama dengan sebuah ciptaan yang akan
ganti berusaha menciptakan Sang Penciptanya. Bukankah itu dosa tak
terampuni? Engkau telah menyekutukan Tuhan. Engkau bahkan akan melanggar
semua aturan serta bertentangan dengan hukum alam dan kodrat. O..ooo...
ampunilah Tuhanku. Tetapi apalah dayaku. Jika aku melawan pasti aku akan
hancur berkeping-keping, tetapi jika aku ikut-ikuttan aku juga akan hancur
berkeping-keping. Oh Tuhan kenapa engkau uji aku dengan ujian seberat ini?

Powernow:
Hai...Kumaratna! Diajak bicara seorang raja..malah ngomel sendiri. Apa
yang kurang dari diriku itu? Apakah ada dari diriku yang meragukan dirimu
sehingga engkau ragu-ragu menjadikan aku sebagai sesembahan dan sebagai
tuhanmu?

Kumaratna:
Ampun..rajaku. Ti..ti..ti..adalah keraguan bagiku atas dirimu. Aku
serahkan hidup matiku kepadamu. Aku persembahkan segenap jiwa ragaku untuk
kejayaanmu.

Powernow:
Hah...hah...heh...heh...begitulah adabnya seorang bawahan. Jadi kalau
begitu apakah kamu setuju dengan rencanaku menyelenggarakan Selamatan Raja
Purna?

Kumaratna:
Seribu persen aku mendukung rencanamu itu. Bisakah aku mengerti secara
lebih rinci rencanamu itu?

Powernow:
Aku akan mengundang semua yang mengaku raja di muka dunia ini. Tetapi
ketahuilah bahwa undanganku itu bersifat absolut, artinya tiada satupun
seorang yang mengaku raja di muka bumi ini tidak hadir. Maka segenap cara
untuk mengundang mulai dari undangan resmi, undangan tidak resmi, berita,
kesadaran, dan kalau perlu paksakan harus ditempuh untuk menghadirkan
semua raja-raja. Jika ada walaupun hanya seorang raja yang tidak hadir
dikarenakan suatu hal maka itu pertanda kegagalan acaraku itu. Gunakan
pula segenap teknologi dan media untuk menyebarluaskan acara ini: koran,
televisi, komputer, handphone, dsb. Informasi tentang acara ini juga
bersifat absolut, artinya, ketika acara selamatan digelar, tiadalah
seorangpun dimuka bumi ini tidak memperhatikannya. Jika ada orang walaupun
hanya satu tidak memperhatikan acara selamatan ini, maka itu juga pertanda
gagalnya acara selematan itu.Camkan dan bersiaplah.

47 comments:

  1. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Masyarakat yang ada di suatu wilayah pasti memiliki pemimpin. Selanjutnya masyarakat ini disebut dengan rakyat.
    Sudah menjadi kewajiban sebagai rakyat harus mengikuti dan patuh kepada pemimpin. Pemimpin yang seperti apapun maka wajib untuk dipatuhi.
    Hal ini menjadi catatan dan tugas bagi rakyat untuk dapat memilih pemimpin yang bijak.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Powernow merupakan seorang yang amat menyombongkan dirinya, merasa paling berkuasa dan paling hebat, merasa tidak ada sesuatu pun yang sehebat dan memiliki kekuasaan sebesar dirinya, padahal dia sendiripun menyadari bahwa kebohongan yang dibuat oleh dirinya sendiri itu pun tidak benar, sehingga dirinya masih merasa takut jikalau ada sesuatu yang melebihi dirinya, maka ia mengadakan selamatan raja purna. selamatan itu tidak lain adalah bukti bahwa dirinya sendiri pun tidak 100% yakin akan kekuasaan dan kehebatan dirinya.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi ini menggambarkan kesombongan dan sifat takabur dari Powernow. Tindakan Powernow yang ingin menjadi penguasa dunia dan akhirat tidak lah benar. Sebesar, seluas dan sehebat apapun kekuasaan Powernow, itu tidaklah cukup menandingi kekuasaan Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah SWT lah sang penguasa dunia dan akhirat, penguasa alam semesta ini. Kekuasaan absolut hanya lah milik Nya. Tapi, dalam hidup ini disadari atau tidak kita sadari, kekuasaan Powernow telah mempengaruhi dunia. Ingatlah jangan sampai kita terlena dengan pengaruh Powernow dan melupakan kewajiban kita sebagai manusia. Jangan sampai kita terlena dengan urusan dunia dan melupakan urusan akhirat. Oleh karena itu, selalu tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Semoga kita terlindungi dari urusan dunia yang merugikan.

    ReplyDelete
  4. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut bercerita tentang seseorang yang ingin berkuasa dan berobsesi untuk mewujudkan segala yang ia inginkan dengan cara apapun .Ia senantiasa ingin dipandang yang paling tinggi oleh seluruh orang di dunia ini. Yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana caranya ia dapat menguasai seluruh aspek di dunia dan bahkan akhirat. Ia tak pernah sadar bahwasannya setinggi-tingginya kekuasaan tak akan dapat menandingi kekuasaan sang Pencipta. Sesungguhnya ia sedang berada dalam kesesatan dan kedzoliman.

    ReplyDelete
  5. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016

    ketika saya membaca elegi ini, saya merasa elegi ini masih bersambung. Namun saya akan mencoba untuk berkomentar. Elegi ini menceritakan seorang adikuasa yang berbincang dengan bawahannya. Ia ingin menggelar acara yang bertujuan untuk mempertegas kekuasaannya. Dia ingin mengundang / menghadirkan seluruh raja/pemimpin di seluruh dunia. Kehadiran tamu dan terselenggaranya acara tersebut bersifat absolut harus terjadi. Seorang adikuasa tersebut bermaksud untuk mendata dan mengidentifikasi aspek atau unsur apa saja yang berpengaruh pada kekuasaannya. Karena tujuan utama raja tersebut adalah menjadi sehebat- hebat dan setinggi-tingginya raja / penguasa. Sehingga ia harus mengetahui seluruh aspek yang ada dunia maupun di akhirat dari berbagai dimensi.

    ReplyDelete
  6. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari kisah elegi ini saya memperoleh pemahaman bahwa dalam suatu keburukan pasti juga hadir penolakan-penolakan untuk memeranginya. Kita tahu bahwa dalam penolakan akan keburukan tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena hal tersebut merupakan suatu tantangan yang amat besar dan sungguh terjal. Akan banyak cabang-cabang keburukan yang datang mendukungnya. Karena sifat manusia alami muncul potensi-potensi adanya membuat hal keburukan. Dengan kerja keras, pantang menyerah, kejujuran, dan bermodal kebaikan insya Allah pada akhirnya kebaikan lah yang akan menjadi pemenangnya. Hidup bahagia di atas pondasi keburukan maka akan rapuhlah segala saka dan tiang penyangganya. Kehancuran keburukan pun lambat laun akan mencapai puncaknya. Insya Allah bila Allah telah meridhai Nya. Karena keburukan ada sejatinya sebagai bahan ujian untuk para kebenaran.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D

    Elegy ini menggambarkan keserakahan seorang pemimpin yang ingin menggapai kekuasaan hingga ke akhirat. Namun, tanpa disadari saat ini karena kekuasaan power now, kita terseret dalam rutinitas yang akhirnya menduakan Tuhan dan menganggap bahwa segala sesuatu lebih penting dari Tuhan. Tanpa disadari akibat dari pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan informasi dan komunikasi membuat kita terlena dan akhirnya melupakan waktu doa bahkan tidak mengurus diri kita lagi sehingga kita malah semakin terseret menjadi orang yang ingin menguasai akhirat.

    ReplyDelete
  8. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Mungkin kita pernah mendengar pepatah “di atas langit masih ada langit.” Mungkin pepatah tersebut bisa kita jadikan pedoman agar kita tidak sombong karena walaupun kita menganggap diri kita itu hebat namun masih ada orang lain yang lebih hebat dari kita. Oleh sebab itu, kita tidak boleh menyombongkan kekuasaan yang kita miliki karena kekuasaan absolut itu hanya milik Allah.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. dari elegi ini saya dapat membuat refleksi bahwa powernow memiliki kekuasaan yang besar, walaupun sudah memiliki kekuasaan powernow berusaha lebih berkuasa lagi. Powernow juga sombong karena ia berusaha menguasai dunia dan akhirat. Powernow tidak menyadari bahwa terdapat kekuatan dan kekuasaan yang lebih tinggi dari kekuasaan yang dimilikinya. Powernow lupa bahwa semua yang dimilikinya ada karena penciptanya.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Di atas raja masih ada raja yang lebih tinggi. Raja yang paling tinggi adalah Allah SWT. Pada elegi ini Kumaratna hanya mampu menuruti perintah Powernow karena Powernow memiliki kekuasaan yang lebih tinggi. Tidak dapat dipungkiri, dalam kehidupan nyata hal seperti ini sering bahkan bisa dikatakan hampir selalu terjadi. Ketika perintah para penguasa itu baik, maka kita bisa melaksanakannya dengan senang hati. Namun manakala perintah itu tidak baik kita akan risau, harus menjalankannya atau tidak. Yang perlu kita ingat dalam mengambil keputusan untuk mengikuti atau tidak mengikuti perintah adalah bahwa sebenarnya apa yang ada di dunia ini hanya sementara. Dan setiap kebaikan maupun keburukan sekecil apapun itu akan mendapatkan balasan di kemudian hari, di dunia ataupun akhirat.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ketika rakyatt memilih pemimpin dengan tidak bijak. Maka akan terpilihla pemimpin yang kurrang amanah.
    Pemimpin yang menuhankan dirinya sendiri. Sehingga baik ataupun tidak baik kebijakan yang diambil oleh pemimpin wajib untuk diikuti dan dilaksanakan.
    Hal inilah yang nantinya menjadi masalah sendiri untuk rakyat. Dimana rakyat wajib mengikuti kebijakan yang tidak sesuai dengan nuraninya.

    ReplyDelete
  12. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi ini menggambarkan seorang raja yang sombong dan serakah. Seakan-akan dirinya adalah sang pengasa absolut di dunia-akhirat. Namun dalam kesombongannya dialah tidak yakin akan keabsolutannya sehingga harus melakukan paksaan untuk mendapatkan perhatian. Serta hal yang menunjukkan ketak absolutannya bahwa dari sebanyak-banyaknya orang bagaimana dia memastika seluruhnya memperhatikan dia.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kesombongan hanya akan membawa kita pada kekalahan. Bahkan jikalau memang memiliki kekuatan untuk sombong sekalipun. Apalagi ia tidak memiliki kekuatan harus menunjukkan kesombongan. Kesombongan yang dilandasi dengan kebohongan dan menimbulkan ketidakpercayaan pada diri sendiri karena tidak memiliki kekuatan dari apa yang disombongkannya tersebut.

    ReplyDelete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini menceritakan tentang kesombongan penguasa yaitu powernow. Dia ingin menjadi orang yang paling berkuasa, paling benar, paling segalanya diantara orang-orang lainnya. ketakutan powernow akan adanya orang yang lebih kuat, lebih berkuasa darinya. sesunggunya dalam hidup ini manusia hendaknya sadar bahwa hidup di dunia hanyalah sementara, semuanya akan kembali kepada pemilik-Nya. Kesombongan yang berlebihan hanya akan membawa kemurkaan

    ReplyDelete
  16. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari “Elegi Persiapan Selamatan Raja Purna” saya mendapatkan pelajaran bahwa kita tidak boleh sombong jika menjadi orang yang berkedudukan tinggi dan berkuasa. Kita harus selalu ingat bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna, seperti kata pepatah bahwa di atas langit masih ada langit. Orang yang menyombongkan diri sendiri hanya ingin orang lain memujinya dan karena mereka takut akan kekurangan yang ada dalam dirinya. Sesuatu yang ada di dunia ini relatif, dan semuanya akan menjadi absolut di akhirat nanti.

    ReplyDelete
  17. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari tulisan di atas, kita bisa memperoleh pembelajaran yang bermakna yaitu tidaklah baik kita menyombongkan diri kita dan semata-mata hanya mencari kekuasaan dan kedudukan yang setinggi-tingginya di dunia ini. Hidup ini hanya lah sementara, masih ada akherat kelak yang kekal abadi. Sesama manusia itu sama derajatnya di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu menyombongkan diri itu hanya akan menyesatkan kita.

    ReplyDelete
  18. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menceritakan kesombongan seorang raja bernama Powernow yang membanggakan segala apa yang ia miliki, baik kekuasaan, jabatan, kekayaan, kekuatan, dan lain-lain. Raja tersebut telah terselimuti oleh nafsu syaitan, hingga pada akhirnya ia mempunyai keinginan untuk menguasai segalanya. Ia tak menyadari bahwa posisinya ibarat setetes air di lautan yang tak berarti apa-apa. Ia menutup diri dari segala kekurangannya, sehingga ia pun terlena dengan segala kelebihannya tersebut. Oleh karena itu, pemimpin tidak hanya sebatas jabatan saja. Melainkan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Jadi, kita sebagai manusia harus selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki.

    ReplyDelete
  19. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Kekuasaan absolut itu adalah kekuasaan Allah. Manusia adalah makhluk terbatas, setinggi-tingginya kekuasaan makhluk di dunia ini, masih tinggi kekuasaan Allah. Raja adalah makhluk ciptaan Allah dan sebagai makhluk ciptaan Allah, raja wajib patuh kepada Allah. Karena di atas langit masih ada langit lagi jadi kita tidak boleh sombong karena akan ada orang lain yang lebih hebat daripada kita. Semoga kita termasuk makhluk Allah yang selalu berusaha memperbaiki diri dengan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  20. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi diatas menggambarkan pemimpin yang haus dengan pemujaan para bawahannya. Dengan demikian dia akan berlaku sombong, pemimpin yang demikian tidak akan mau dinasehati karena dia sudah merasa bahwa dialah yang paling segala-galanya. Untuk itu kita selaku rakyat pilihlah pemimpin yang tidak haus dengan kekuasaan dan pemujaan, pilihlah pemimpin yang bijak dan yang taat kepada Allah. Karena dengan taatnya dia kepada Allah, dia akan menyadari bahwa kekuasaan itu hanyalah titipan dan suatu saat akan diminta pertanggungjawaban.

    ReplyDelete
  21. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi di atas, tergambarkan bahwa raja Powernow adalah raga yang rakus akan kekuasaan. Namun, di sini saya ingin menyoroti dari sisi Kumaratna, sang bawahan raja. Ketika Kumaratna menyadari bahwa raja Powernow ingin menaklukan sang raja penguasa akhirat, dia bingung, karena jika dia hendak mengikuti raja Powernow maka ia akan hancur karena sang raja akhirat tak dapat dikalahkan, namun jika ia melawan raja Powernow ia pun akan hancur oleh raja Powernow sendiri. Menurut saya, inilah yang banya dialami oleh orang-orang sekarang. Dilema. Dilema antara kehidupan dunia dan akhirat. Ketika menuruti dunia, maka kita akan hancur karenanya. Ketika hanya akhirat, maka bisa jadi kita tertindas oleh dunia, tak mampu mengimbanginya. Maka, yang dapat kita lakukan adalah memperdalam ilmu dan berusaha meyeimbangkan antara dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  22. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Kekuasaan absolut yang tidak kenal puas akan memberikan hasil buruk bagi yang mengikutinya. Kekuasaan absolut pada akhirnya akan hancur, mengapa? Karena di dunia ini tidak ada yang mutlak dan absolut. Dunia itu fana dan penuh kontradiksi. Sehingga ketika seseorang memakasakan sebuah kekuasaan yang absolut, berarti orang tersebut tengah melanggar ketentuan ruang dan waktu. Meskipun demikian, butuh keberanian dan tidak takut apapun untuk menentang kekuasaan yang absolut. Maka hanya Tuhan yang dapat dimintai pertolongan dan kekuatan sehingga dapat tetap waspada dan menghindari pengaruhnya atau bahkan untuk melawannya. Karena kekuasaan yang absolut hanya milik Allah SWT semata.

    ReplyDelete
  23. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kesombongan dan kekuasaan adalah hal yang dekat dengan sifat dari Powernow. Ia tidak menyadari bahwa diatas kekuasaan dan kekuatannya masih ada kekuatan yang lebih besar lagi yaitu milik Tuhan. Dengan kekuasaan banyak orang yang menjadi sombong. Ia tidak menyadari bahwa dibalik kekuasaannya banyak yang dirugikan dan menderita karenanya. Jika terus memelihara sikap sombong maka tidak bisa dipungkiri lagi akan ada akibat yang dirasakan oleh orang tersebut. Mungkin tidak sekarang, tetapi suatu saat nanti.

    ReplyDelete
  24. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi tersebut menceritakan seorang pemimpin yang terobsesi dengan kekuasaan dan takut akan kekalahan. Jiwa membangunnya memang bagus, tetapi hasrat keinginan menjadi penguasa dunia akhirat tidak bagus. Sebagai manusia harus sadar bahwa penguasa terkuat adalah Sang Pencipta alam semesta. Ketahuilah bahwa Sehebat-hebatnya manusia, manusia tetap memiliki keterbatasan.

    ReplyDelete
  25. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini menceritakan seseorang yang sangat sombong dan memiliki keinginan yang kuat untuk menguasai dunia. Disisi lain terdapat seseorang yang telah ikut dalam kesalahan tersebut namun ia sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Namun jika ia melawan maka ia akan hancur dan inilah yang sering terjadi dikehidupan masyarakat saat ini. Banyak yang merasa bangga dengan kesalahan meskipun tahu bahwa apa yang dilakukan salah tetapi tetap teguh pada kesalahannya hanya untuk kepuasan duniawi.

    ReplyDelete
  26. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Belajar matematika itu tidak hanya belajar tentang rumus atau formula. Bukan hanya yang terlihat secara fisik ketika sisw abisa mengerjakan soal dengan rumus / formula yang diberikan guru. Tentang secara non-fisik juga harus dipelajari. Yaitu tentang konsep yang dipakai untuk belajar matematika. Itulah sepenuhnya yang harus dipelajari ketika belajar matematika.

    ReplyDelete
  27. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Merasa tidak cepat puas atas ilmu yang telah diperoleh itu boleh saja, malah itu harus karena ilmu itu tidak terbatas. Tetapi kita juga harus ingat bahwa apa saja yang ada di dunia ini masih dibawah kendali Sang Maha Pencipta. Sebenar – benar ilmu itu adalah milik Tuhan YME. Sehingga jangan merasa ingin memiliki semuanya jika kita melupakan-Nya. Boleh memiliki keinginan untuk menguasai ilmu, tetapi jangan sampai melupakan Tuhan YME

    ReplyDelete
  28. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sebagai seorang pemimpin sebaiknya memiliki tujuan yang baik dan bukan hanya ingin menjadi penguasa yang dapat menguasai seluruh rakyatnya sehingga rakyatnya dapat menuruti semua yang ia kehendaki. sesungguhnya menjadi pemimpin adalah haus dapat dicontoh seperti layaknya seorang guru yang harus dapat igugu dan ditiru. oleh karenanya sebagai seorang pemimpin hendaklah memiliki tujuan yang baik karena sejatinya semua yang ada di dunia ini kelak akan kembali kepada-Nya.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas, dapat diambil pelajaran bahwa tiada yang dapat melebihi kekuasaan Allah Tuhan Semesta Alam. Tindakan Powernow yang ingin menjadi penguasa dunia dan akhirat tidak dapat dibenarkan karena Allah lah penguasa dunia dan akhirat. Allah adalah Klaliq yang maha menciptakan sedangkan Powernow adalah makhluq. Tidaklah bisa seorang makhluk mengalahkan Khaliqnya.

    ReplyDelete
  30. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Powernow adalah sosok yang memiliki kekuasan, sombong dan angkuh. Dia menghalalkan segala cara untuk mencapai obsesinya. sebenar-benarnya absolut adalah Allah SWT , tidaklah pantas powernow menyombongkan diri melebihi penciptaNya.

    ReplyDelete
  31. Salma Maulida Karima
    14301241021
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini menggambarkan keserakahan makhluk ciptaan-Nya. Keserakahan karena ingin dianggap. Keserahakan karena ketakutan akan ada yang lebih dari dia. Keserakan yang menjauhkan dari kebenaran. Menutup mata hati telinga bahwa sebenarnya Allahlah raja dari segala di raja. Tak perlu diragukan lagi.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada pepatah yang mengatakan bahwa “di atas langit masih ada langit.” Mungkin pepatah tersebut bisa kita jadikan pedoman agar kita tidak sombong karena walaupun kita menganggap diri kita itu hebat namun masih ada orang lain yang lebih hebat daripada kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyombongkan kekuasaan yang kita miliki karena kekuasaan absolut itu hanya milik Allah.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ekegi di atas memberikan pemahaman bahwa kekuasaan absolut itu adalah kekuasaan Allah. Setinggi-tingginya kekuasaan raja di dunia ini, masih tinggi kekuasaan Allah. Allah lah yang menguasai seluruh alam semesta ini. Raja adalah makhluk ciptaan Allah. Dan sebagai makhluk ciptaan Allah, raja ajib menyembah dan patuh kepada Allah. Sebagai seorang manusia biasa, raja dan kita pada umumnya tidak boleh terlalu berlebihan dengan mengagung-agungkan kekuasaan yang kita miliki.

    ReplyDelete
  34. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini menceritakan seorang yang bernafsu untuk menguasai segalanya. Ia telah dirasuki oleh keserakahan untuk menguasai segalanya, sehingga ia lupa bahwa Tuhan lah yang menguasai semua ini. Oleh karena itu kita harus mengendalikan hawa nafsu kita.

    ReplyDelete
  35. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi tersebut dapat disimpulkan bahwa raja powernow ingin menguasai semua yang ada di bumi. Ia berperilaku sombong sehingga lupa bahwa ada yang lebih berkuasa selain dirinya yaitu Allah SWT. Kesombongan merupakan sifat yang tidak disukai Allah SWT, sehingga tentunya kesombongan akan membawa kita ke dalam kekalahan.

    ReplyDelete
  36. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Elegi ini memberikan kesan yang menarik bagi pembacanya, karena dapat memberikan pembelajaran yang berharga bahwa apa yang dilakukan di dunia ini semata-mata atas keagunganNya. Tidak sepantasnya bersikap idealis di dunia hingga menghalalkan segala macam cara untuk mewujudkan seagala keinginannya. Karena hidup adalah soal butuh bukan hanya sekedar ingin.

    ReplyDelete
  37. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi ini menceritakan mengenai ketidakpuaan Powernow atas kekuasaannya. Ia memiliki sifat takabur sehingga tidak pernah puas dan ingin menambah kekuasaannya bahkan dengan segala cara bahkan dari cara yang burukpun akan dia tempuh untuk memenuhi obsesinya.

    ReplyDelete
  38. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perumpamaan elegi ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari bahkan terkadang hal yang muncul dalam powernow itu kita alami sendiri. Karena hakikat manusia memang tidak pernah puas atas segala pencapaiannnya. Selalu ingin mengupgrade diri lebih dan lebih lagi dari sebelumnya. Jika mengupgrade menjadi lebih baik dan memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang itu merupakan sesuatu yang wajib asalkan kita tidak melupakan untuk bersyukur. akan tetapi jika menguprade diri untuk menjadi sombong dan takabur seperti watak powernow maka celakalah kita.

    ReplyDelete
  39. Nurrita sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Cerita dalam elegi diatas ini banyak dijumpai di masyarakat kita sekarang ini. Kasta yang lebih rendah sealu tunduk dengan yang lebih tinggi bahkan meski harus melanggar prinsip mereka sendiri. Seperti yang digambarkan kumaratna yang takut powenow murka ketika tidak patuh dan menuruti perintahnya. Padahal dia tau apa yang dilakukan powernow itu buruk dan menentang kekuasaan Allah. Hal ini juga sering terjadi di masyarakat sekitar kita terkadang kita lebih takut dimarahi oleh atasan hingga terkadang lalai dengan kewajiban dengan Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  40. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jadi penguasa janganlah sombong karena kata kata penguasa sendiri sudah menggambarkan seperti kesombongan. maka jangan disebut penguasa jika tidak ingin di cap sebagai orang yang sombong. perlu diingat bahwa di atas raja juga masih ada yang lebih tinggi yaitu Allah SWT. karena bagaimanapun Allah SWT adalah sang pemilik dunia dan seisinya.

    ReplyDelete
  41. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Salah satu kalimat yang diucapkan powernow adalah “Setinggi-tinggi raja, sehebat-hebat raja belum tinggi dan belum hebat namanya jika belum bisa menyatukan kekuasaannya baik di dunia maupun di akhirat”
    Saya mengartikan kalimat itu sebagai manusia yang paling tinggi derajatnya adalah orang yang mampu menguasai atau melakukan kewajibannya didunia dan kewajibannya untuk akhirat, sehingga dalam kegiatannya dia dapat melakukan kehidupan duniawi yang baik dan mendapat bekal akhirat yang baik pula.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  42. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Elegi diatas menceritakan tentang seorang raja yang memiliki kesomobongan yang luar biasa diatas kekuasaanya yang berlimpah,takut tersaingi dan tidak bersyukur atas kekuasaan yang dimilikinya. Tidak menyadari bahwasanya kekuasaan dan harta yang berlimpah hanyalah titipan semata yang suatu saat bisa hilang dalam sekejap. Menjerumuskan bawahan kepada hal yang tidak benar. Sering kita jumpai pada kehidupan sehari-hari, mari jadikan elegi ini sebagai pelajaran yang baik. Sebaik-baik nya manusia adalah yang pandai bersyukur.

    ReplyDelete
  43. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Perkataaan Powernow yang terakhir menyatakan bahwa sesuatu yang ada di dunia bersifat absolut. Saya tidak setuju dengan pernyataan ini, karena sifat absolut itu hanya milik Tuhan. Powernow menyatakan bahwa tidak satupun raja di muka bumi tidak hadir pada acara selamatannya. Kita tidak bisa memastikan hal ini karena belum tentu semua raja hadir dan ada kemungkinan satu atau lebih raja tidak hadir. Apalagi perkataan Powernow berikut ini ketika acara selamatan digelar, tiadalah seorangpun di muka bumi ini tidak memperhatikannya. Hal ini belum tentu terjadi atau hal ini tidaklah bersifat absolut.

    ReplyDelete
  44. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seorang pemimpin bukan sebatas pada kekuasaannya saja tapi lebih ke bagaimana langkah yang ditempuhnya untuk mampu mengayomi seluruh bawahannya. Hal ini berdasar atas arti pemimpin yang identik dengan adanya kekuasaan, terkadang seorang pemimpin menggunakan jabatannya untuk berkuasa.

    ReplyDelete
  45. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bila menjadi seorang pemimpin dibutuh kesabaran dan kepercayaan diri dalam memimpin serta pendewasaan diri sendiri untuk memimpin. Bila hal tersebut dapat dilakukan, maka tujuan dari adanya pemimpin tidak hanya sebagai orang yang berkuasa atas apa yang ada dalam kedudukannya.

    ReplyDelete
  46. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Elegi ini menyadarkan kepada kita agar janganlah bersikap sombong dengan apa yang sudah kita miliki entah itu kekayaan ataupun jabatan. Bersyukurlah atas apa yang diperoleh karena itu semua berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Janganlah merasa tidak puas dengan apa yang sudah diberikan yang pada akhirnya melakukan berbagai cara yang tidak halal untuk mendapatkannya. Bertindaklah sesuai dengan ajaran agama kita, bersyukur atas apa yang ada.

    ReplyDelete
  47. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Selamatan atau syukuran biasanya diperingati ketika telah melakukan sesuatu dengan baik atau berhasil. Selamatan harus didukung oleh semua pihak yang artinya bahwa semua pihak setuju jika apa yang telah dilakukan oleh yang mempunyai hajat adalah benar dan sukses. Dalam elegi di atas Powernow menggambarkan bahwa ia memiliki kekuasaan di atas segalanya yang diikuti oleh perkembangan dan kemajuan zaman. Perintah yang ia keluarkan seperti ia yang memiliki segalanya di dunia sehingga semua orang akan takhluk kepadanya. Padahal yang mempunyai semuanya dan kita hanyalah takut kepada Allah SWT yang menghidupkan dan mematikan kita semua.

    ReplyDelete