Sep 7, 2009

Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia (di tinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis)

Oleh Marsigit

Negara Indonesia terlalu besar untuk dipikirkan secara parsial. Negara Indonesia terlalu luas untuk dipikirkan secara sektoral. Negara Indonesia terlalu kompleks untuk dipikirkan oleh hanya beberapa orang. Dan negara Indonesia terlalu agung untuk dilihat hanya dari beberapa sudut pandang saja. Pancasila adalah cita-cita luhur bangsa. Demokrasi Pancasila adalah visi kebangsaaan Indonesia, walaupun kelihatannya gaungnya kurang begitu membahana, bahkan sebagian segmen masyarakat tampak agak gamang dengannya.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang, artinya memang kita berketetapan bahwa visi kebangsaan Indonesia itu ya Demokrasi Pancasila, maka kita bisa melakukan analisis deduktif, bahwa visi demikian seyogyanya menjiwai segenap aspek berkehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan Indonesia. Maka visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila, walaupun kelihatannya hal yang demikian juga mungkin terdapat segmen masyarakan yang masih agak gamang.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang bahwa pendidikan nasional seharusnya mempunyai visi demokrasi Pencasila, maka kitapun bisa melakukan analisis deduktif yaitu bahwa setiap aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Jika kita secara konsisten bisa melakukan kegiatan analisis demikian maka hasil-hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk refleksi diri kita seperti apakah wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional kita?

Gambaran tentang diri wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional akan tampak lebih jelas lagi manakala kita melakukan analisis hal yang sama untuk kasus-kasus yang paralel diluar sistem Demokrasi Pancasila. Yang terakhir tentunya semata-mata digunakan sebagai cross-check agar analisis bersifat obyektif dan hasilnya bersifat valid. Kegiatan analisis demikian setidaknya dilandasi beberapa asumsi dasar sebagai berikut.

Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai:
1) obyek material dan obyek formal sekaligus,
2)struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula,
3)hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur,
4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural,
5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya,
6)peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari,
7) bersifat kompak dan komprehensif,
8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang,
9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

Dengan berbekal visi yang ada, pendekatan analisis, dan ideal dari suatu sistem yang baik, dan referensi yang ada, marilah kita mencoba melihat dan merefleksikan bentuk tubuh pendidikan nasional kita.

1) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan seyogyanya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya. Sementara pendidikan nasional kita belum mencapai keadaan demikian. Pandangan keilmuan yang ada masih bersifat ego of the body of knoledge, ego of the structure of knowledge, dan ego of the structure of knowledge. Pada point ini, maka analisis saya, jika diwujudkan dalam bentuk angka, baru memberikan nilai 4 (empat) pada rentang 10.

2) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Praktek pendidikan kita masih terjebak pada dikotomi baik-buruk, tetapi kita kurang terampil mengisi interval di dalamnya. Praktek pendidikan cenderung semakin bersifat pragmatis dalam konteks hirarkhi paternalistik. Hirarkhi paternalistik itu akan lebih baik jika dia bersifat idealistic hierarchy paternalistic. Untuk poin ini saya memberi angka 5 (lima)

3) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga. Sementara system pendidikan kita cenderung tersedot oleh magnet dari market oriented dalam konteks hierarkhy-hierarkhy. Akibatnya nuansa pragmatis semakin menggejala bersamaan dengan erosinya nilai-nilai idealis para pelakunya. Untuk point ini saya memberi nilai 5 (lima)

4) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita harus mendorong mendorong partisipasi subyek pendidikan. Sementara di grass-root kita menemukan bahwa ketakberdayaan subyek didik dan dominasi pendidik secara terstruktur dan bersifat masif. Untuk point ini saya memberi nilai 3 (tiga)

5) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Kebutuhan masyarakan hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan.Untuk point ini saya menilai 3 (tiga)

6) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka tujuan pendidikan seyogyanya meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif. Implementasi seyogyanya secara komprehensif dan konsisten. Untuk ini saya menilai 7 (tujuh)

7) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian. Untuk point ini saya menilai 5 (lima)

8) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan. Untuk poin ini saya menilai 4 (empat).

9) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses. Evaluasi pendidikan juga hendaknya bersifat komprehensif dengan mengukur mencatat semua aspek kemampuan pelaku. Untuk point ini saya memberi nilai 4 (empat).

10) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan. Otonomi daerah dan desentralisasi perlu ditempatkan dalam kedudukan yang proporsional. Untuk poin ini saya menilai 6 (enam)

Rata-rata penilaian saya terhadap sistem pendidikan kita dilihat dari segi promosi pendidikan yang bersifat demokratis adalah

(4+5+5+3+3+7+5+4+4+6)/10 = 5 (lima)

Kesimpulan:

Dengan nilai 5, maka kesimpulan saya terhadap wajah sistem pendidikan kita adalah sebagai berikut:

1. Dapat dimengerti masih banyaknya persoalan-persoalan yang perlu dipikirkan baik secara substansial maupun pada implementasinya.
2. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya.
3. Namun, masih terdapat harapan besar agar sistem pendidikan kita kedepan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

59 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Memiliki jumlah penduduk yang banyak dan berada di berbagai daerah, termasuk daerah yang terpencil, menjadi salah satu hal yang tidak mudah dalam memberikan pendidikan yang merata bagi setiap warga negara. Menyalahkan pemerintah sudah terlalu sering menjadi senjata jitu masyarakat ketika dalam bidang pendidikan mengalami kegagalan. Perlu adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kerjasama dalam mempromosikan pendidikan menjadi lebih demokratis. Hal ini karena tidak sedikit siswa dari daerah pelosok yang memiliki kemampuan berpikir yang melebihi siswa yang berada di kota, yang dapat dikembangkan lebih baik lagi melalui pendidikan. Maju mundurnya suatu bangsa tidak akan lepas dari hidup dan matinya mutu pendidikan di negara yang bersangkutan. Munculnya sebuah slogan yang menyatakan bahwa ”Pendidikan adalah Masa Depan Bangsa” menjadi cambuk sendiri bagi kemajuan bangsa Indonesia ini. Pembangunan pendidikan pun menempati peran sangat strategis dalam pembangunan nasional di Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Karena negara kita adalah negara yang demokratis, maka pendidikan kita pun haruslah pendidikan yang demokratis. Output dari pendidikan yang demokratis adalah lulusan-lulusan yang mampu berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat dan tentunya mampu mempengaruhi keputusan kebijakan publik secara demokratis. Pendidikan yang demokratis harus disiapkan, dirancang dan dikembangkan sehingga memungkinkan terwujudnya ciri-ciri atau nilai-nilai demokrasi dengan melalui beberapa cara salah satunya adalah dengan mengambil keputusan dalam pendidikan yang harus dipertanggung-jawabkan secara moral kepada Tuhan, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dengan memberikan kebenaran dan keadilan bagi para pelaksana pendidikan. Contoh pendidikan demokratis misalkan menempatkan anak didik sebagai pribadi yang unik yang memiliki minat, bakat, keterampilan yang berbeda-beda sehingga gurupun harus memberikan treatmen yang berbeda agar dapat menciptakan konsep diri yang positif bagi anak tersebut.

    ReplyDelete
  3. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saya setuju dengan artikel ini dan dengan berbekal visi yang tertuang dalam Pancasila. Saat mencoba melihat dan merefleksikan bentuk tubuh pendidikan nasional Indonesia, poin ke-8 yang berisi mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik pendidikan. Hal itu memang benar adanya, bahkan menurut saya dalam lingkungan kehidupan sosial kita tidak hanya mempraktekkan saja, namun kita dapat mempelajari hal-hal yang mungkin tidak pernah sama sekali kita duga, bahkan kejadian atau hal-hal yang bahkan tidak terpintas sama sekali dalam pikiran kita. Salah satunya pengalaman, pengalaman yang dapat membuat kita belajar untuk lebih baik dan mengerti akan nilai-nilai dalam lingkungan kehidupan sosial.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D (S2)2016
    Dalam banyak pengamatan di lapangan, memang tidak mudah dalam mempraktikkan pendidikan yang demokratis ini. Hal ini dikarenakan masih kuatnya pandangan bahwa guru tentu lebih pandai dan mempunyai ilmu pengetahuan yang banyak ketimbang muridnya. Guru itu tugasnya adalah mendidik dan mengarahkan anak didiknya untuk menjadi lebih baik dan pintar daripada sebelumnya. Hanya seorang gurulah yang bisa mengantarkan anak didiknya untuk mencapai kehidupan yang sukses dan berhasil mencapai cita-citanya.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia bukan hanya membutuhkan peran besar pemerintah, tapi semua peran lapisan masyarakat Indonesia. Perlu adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kerjasama dalam mempromosikan pendidikan menjadi lebih demokratis. Artinya, seperti yang kita ketahui bahwa visi kebangsaan Indonesia adalah demokrasi Pancasila, maka visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila. Melalui pendidikan kita bertujuan untuk membangun hidup seutuhnya berlandaskan Pancasila, dengan mengedepankan Karakter Indonesia yang bernurani, adil, beradab, jujur, cendekia, mandiri dan kerjasama. Disinilah perlu adanya kerjasama semua pihak dalam Pendidikan di Indonesia untuk mendukung dan mengawasi setiap aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional yang dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila.

    ReplyDelete
  6. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut menggambarkan bagaimana kondisi pendidikan Indonesia saat ini jika dipandang dari Indonesia yang berlandaskan demokrasi pancasila. Visi pendidikan Indonesia haruslah sejalan dengan demokrasi pancasila yang kita anut. Namun kenyataannya kondisi pendidikan Indonesia maish jauh dari sempurna. Masih nbanyak permasalahan yang perlu dipikirkan baik secara substansial maupun implementasinya.

    ReplyDelete
  7. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan Indonesia masih belum demokratis, hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya. Untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih demokratis maka (1) pandangan tentang keilmuan sebaiknya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya; (2) pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity; (3) mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga; (4) mendorong partisipasi subyek pendidikan; (5) mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan; (6) tujuan pendidikan meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif; (7) mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian; (8) mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan; (9) mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan; serta (10) mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Menurut saya penilaian terhadap sistem pendidikan bisa dinilai oleh semua kalangan, mendapat skor 5, saya juga sependapat sudah efisien untuk indonesia jika dilihat dari lampaunya masa kemerdekaan Indonesia. Namun yang perlu diperhatikan adalah pendidikan demokratis akan terpenuhi jika promosi pendidikan sudah dimaksimalkan dan pelaksan sudah menyadari akan visi negara Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari banyak sistem yang ada yang menjadi impian dri banyak orang adalah suatu pengakuan, penghargaan dan kebebasan. Sama halnya dengan sistem pendidikan di Indonesia, kurikulum sebenarnya diharapkan dapat memperbaiki kurikulum sebelumnya, adanya inovasi pada proses pembelajaran saat guru sudah mulai belajar menggunakan metode dan media yang bervariasi sehingga proses pembelajaran menyenangkan, efektif dan efisien. Usaha-usaha yang dilakukan sebaiknya bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan pada semua unsur didalamnya.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada kalimat “Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya”.

    Pada kalimat kedua menjelaskan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi salah satuny adalah pelaku pendidikan. Di sini dapat dilihat dari guru, siswa, dan juga lingkungan pendukung.

    Lingkungan pendukung ini tak hanya fasilitas belajar tetapi juga orang tua, dan lingkungan sekitar yang dapat memberikan kontribusi.
    Antara guru, siswa, lingkungan penduikung harus saling bersinergi untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016


    memang raport indonesia masih perlu dibenahi dalam bidang pendidikan. dengan pertumbuhan penduduk yang banyak dan kurang meratanya pendidikan di indonesia menjadi hambatan utama dalam memajukan pendidikan. maka dari itu sebagai pendidik kita diharapkan mampu untuk membawa progres yang signifikan dalam kemajuan pendidikan.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sungguh memilukan mengetahui bahwa raport pendidikan Indonesia ditinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang demokratis hanya memperoleh nilai 5 serta wajah pendidikan indonesia yang masih belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Saat ini pemerintah sedang berusaha untuk mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis melalui pelaksanaan kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013, guru lebih berperan sebagai fasilitator serta siswa sebagai subyek pendidikan diminta untuk lebih aktif. Namun pada kenyataannya pelaksanaan kurikulum 2013 secara menyeluruh tidaklah mudah bagi siswa maupun guru. Perlu pembiasaan dan usaha yang lebih keras agar kurikulum 2013 dapat dilaksanakan secara optimal. Untuk itu dukungan dari segala pihak sangatlah diperlukan agar pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi optimal dan pendidikan di Indonesia menjadi lebih demokratis.

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. Indonesia itu luas, terbentang dari Sabang sampai dengan Merauke, dan memiliki berbagai suku dan budaya yang berbeda. Hal tersebut membuat indonesia sangat beragam, termasuk dalam pendidikan. Pemerataan pendidikan terus diupayakan pemerintah, sampai sekarang di tahun 2017. Salah satu usaha yang digalakkan pemerintah saat ini ialah program SM3T. Mengirimkan guru-guru yang baru yang berpendidikan ke pelosok-pelosok indonesia sebagai upaya memeratakan pendidikan, membuat pendidikan lebih demokratis. Diharapkan kedepannya pendidikan akan lebih merata, tak peduli dimana anak-anak indonesia tinggal. wassalam

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Rapot pendidikan Indonesia memanglah masih berada pada rata-rata kebawah dari Negara-negara didunia, sesuai sengan data indeks pembangunan pendidikan yang dikeluarkan UNESCO Indonesia berada pada posisi 69 dari 127 negara di dunia pada tahun 2008. Didukung lebih lanjut pada artikel ini, usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis tidaklah di tangan pemerintah, namun ada ditangan masyarakat yang harus menghargai arti penting belajar dalam hal pendidikan. Bukan sekedar nilai namun value yang ada di dalamnya.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut saya, pendidikan di Indonesia ini belum menjadi pendidikan yang demokratis. Pembelajaran matematika di Indonesia masih ada yang belum melakukan interaksi dua arah antara guru dan siswa. Guru terkadang tidak memberikan bahan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif memberikan reaksi, bertanya maupun memberi tanggapan kritis tanpa ada perasaan takut. Itu terjadi karena terdapat beberapa kendala baik dari pihak guru maupun siswa. Karena itu baik guru maupun siswa hendaknya dapat mengatasi masalah tersebut dan guru harus mampu mendukung siswa agar pembelajaran matematika yang demokratis dapat berjalan dengan maksimal.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    kita juga perlu memperhatikan penghambat dalam pendidikan di Indonesia yaitu munculnya beberapa masalah. Padahal pendidikan merupakan cara yang utama dalam peningkatan mutu SDM Indonesia. masalah yang muncul dalam demokrasi pendidikan di Indonesia salah satunya yaitu Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pelayanan pendidikan.Setelah dijelaskan di atas tentang undang-undang yang menerangkan pentingnya partisipasi masyarakat. Tapi dalam praktiknya peran masyarakat dalam pendidikan rendah. Misalnya masih rendahnya pemikiran masyarakat tentang pentingnya pendidikan, ada kalanya dalam hal kegiatan sekolah kadang kala orang tua kurang mendukung dalam kegiatan sekolah tersebut, dan lain-lain

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sistem pendidikan yang digunakan Indonesia saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh seluruh kalangan negeri ini. Praktiknya, tidak bisa hanya menunjuk satu dua orang untuk memperbaiki kualitas pendidikan negeri ini, entah itu presiden, menteri, guru bahkan siswa sekalipun mempunyai andil besar untuk menggeser kondisi pendidikan negeri ini kearah lebih baik. Sebab, suatu perubahan tidak bisa digerakkan oleh segelintir orang saja. Peran serta seluruh pihak tentu diharapkan dapat memperbaiki hal-hal yang dianggap krusial dalam dunia pendidikan menuju Indonesia dengan pendidikan yang demokratis, dalam hal ini termasuk fasilitas dan pemerataan pendidikan diseluruh daerah di Indonesia.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pada artikel di atas mencerminkan bagaimana pendidikan kita pada saat ini. Evaluasi pendidikan tidak menutup kemungkinan kepada siapa saja yang dapat menilai. Seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat di dalamnya. Maka dari itu diperlukan demokrasi.

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Jika kita ingin menjadi bangsa yang hebat dan besar. Maka sektor pendidikan lah yang harus kita garis bawahi. Pendidikan menjadi sektor penting untuk pembangunan bangsa. Dengan pendidikan kita bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu bersaing dengan negara asing. Oleh karenanya mari bersama-sma memajukan pendidikan dan kita dukung tokoh tokoh besar kita utntuk mengharumkan nama bangsa

    ReplyDelete
  20. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sistem pendidikan Indonesia diharapkan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis sesuai dengan Pancasila. Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai beberapa hal berikut, yaitu (1) obyek material dan obyek formal; (2) struktur yang jelas dan bersifat terbuka; (3) hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur; (4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substansial maupun hubungan secara struktural; (5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikatnya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya; (6) peluang bagi semua komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari; (7) bersifat kompak dan komprehensif; (8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang; (9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

    ReplyDelete
  21. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan Indonesia dipandang masih sangat jauh dari apa yang diharapkan oleh bangsa ini. Banyak persoalan baik dari dalam sistem maupun implementasi pendidikan di masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia sendiri sering mengeluhkan kinerja pemerintah terhadap sistem pendidikan yang ada, seharusnya masyarakat juga ikut berperan dalam mewujudkan sistem pendidikan Indonesia yang demokratis sesuai dengan Pancasila sehingga dapat membangun bangsa yang besar melalui pendidikannya.

    ReplyDelete
  22. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dengan Prof. terhadap penilaian pendidikan di Indonesia, namun perlu juga kita sadari bahwa pendidikan itu adalah sebuah sistem yang saling ketergantungan, maka suatu sistem akan baik jika setiap yang terlibat dalam sistem itu harus berperan aktif. Dalam lingkup pendidikan maka pihak pemerintah, guru, masyarakat harus berperan aktif didalam pendidikan sehingga cita-cita pendidikan yang kita harapkan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  23. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Bapak dalam artikel tersebut. Memang benar jika ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan sebaiknya melibatkan promosi kreativitas. Dengan pemikiran yang lebih kreatif akan mendorong munculnya ide – ide baru dalam perkembangan pendidikan. Perubahan dalam bidang pendidikan haruslah diawali dari perubahan diri sendiri. Ketika diri sendiri sudah berubah ke arah yang lebih baik lagi maka dharapkan dapat merubah pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya satu suara dengan artikel yang Bapak posting. Haruslah Pancasila menjadi pedoman dalam seluruh sektor kehidupan seperti Pendidikan. Pendidikan haruslah sejalan dengan Demokrasi Pancasila. Dari 10 indikator yang bapak samapaikan pada artikel tersebut saya menjadi lebih mengetahui bahwa Pendidikan sangat perlu ditingkatkan kembali untuk menjadi Pendidikan yang Demokratis

    Terimakasih

    ReplyDelete
  25. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kalimat yang pertama kali mengena pada diri saya adalah ketika bapak mengatakan bahwa, "Negara Indonesia terlalu kompleks untuk dipikirkan oleh hanya beberapa orang". Iya, saya sepakat dengan hal ini. Kalimat ini membuka mata saya, menjadi pelajaran bagi saya pribadi, bahwa saya adalah bagian dari Indonesia pula, maka saya pun memiliki kewajiban untuk turut serta membangun Negara ini. Dan hal tersebut belum saya lakukan sepenuhnya.
    Kedua, berkaitan dengan gaung Demokrasi Pancasila, khususnya dalam bidang pendidikan. Maka, pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Namun, dari paparan yang disampaikan di atas, saya menjadi tahu bahwasanya pendidikan nasional di negeri ini memang belum seutuhnya 'sehat'. Pada poin no. 4 misalnya, saya menangkap bahwasanya subjek didik masih diterpa oleh dominasi pendidik yang terus-terusan dilakukan. Hal ini membuat subjek didik tak berkembang.

    ReplyDelete
  26. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Saya setuju dengan pendapat Bapak terkait nilai dalam raport pendidikan Indonesia. Sistem pendidikan yang demokratis di Indonesia adalah kalimat yang masih cukup jauh dari kenyataan yang ada. Contoh sederhananya saja adalah dalam kurikulum. Kurikulum yang ada di Negara kita sering berganti seiring dengan pergantian pemegang kebijakan. Jelas di sini sangat kurang unsur demokratis, karena pengambilan kebijakan dilakukan secara sepihak oleh pemangku jabatan, sementara yang mengerti dan penggerak lapangan adalah guru atau dosen serta tenaga kependidikan yang mestinya harus dimintai pendapatnya terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan. Selain itu siswa juga berperan penting dalam penentuan kurikulum. Karena kurikulum dibuat untuk memfasilitasi siswa atau anak-anak bangsa. Sehingga, ketika pembuatan kurikulum tidak melibatkan siswa, hal itu hanyalah akan sia-sia belaka dan membuang-buang waktu dengan hasil yang tidak maksimal.

    ReplyDelete
  27. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan itu hal yang penting bagi kehidupan suatu bangsa tak terkecuali Indonesia. Namun saat ini rapot pendidikan Indonesia memang masih jauh dari apa yang diharapkan. Sesuai dengan analisis pada artikel ini. Sistem pendidikan di Indonesia haruslah mulai dibenahi sesuai dengan visi kebangsaan Indonesia yaitu demokrasi Pancasila. Dengan menggunakan dasar demokrasi paancasila maka diharapkan pendidikan di Indonesia menjadi pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  28. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan di Indonesia memang belum demokratis. Tingkat kegotongroyongan dalam membangun Pendidikan yang lebih baik masih rendah. Kita sebagai warga Indonesia harusnya saling belajar dan dipelajari untuk membagun pendidikan bukan saling menyalahkan. Tidak hanya Guru saja yang berperan untuk membangun pendidikan tetapi juga semua masyarakat. Kemudian Indonesia juga masih perlu mendorong dan membangun guru untuk menjadi guru yang sustainable. Dengan begitu maka terciptalah pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  29. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    jika kita melihat tahun pembuatan artikel ini yaitu tahun 2009, maka kita dapat membandingkan wajah pendidikan pada tahun tersebut dengan tahun sekarang 2017. artinya, dalam selang 8 tahun, sudahkah terjadi perubahan dalam dunia pendidikan sebagaimana yang diinginkan dalam artikel di atas?. jika saya cermati, selisih satu windu tersebut sudah menunjukkan adanya perubahan, selain perubahan kurikulum. pembelajaran sudah banyak yang terpusat kepada siswa. meskipun demikian, tidak sedikit juga praktik mengajar yang masih traisional.

    ReplyDelete
  30. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pendidikan di Indonesia memang belumlah merata. Namun, menyalahkan pemerintah sudah terlalu sering menjadi senjata bagi kita, masyarakat Indonesia ketika dalam bidang pendidikan mengalami kegagalan. Perbaikan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah juga perlu dibarengi dengan adanya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya kerjasama dalam mempromosikan pendidikan menjadi lebih demokratis. Sebab kita semua punya hak untuk memperoleh pendidikan agar raport pendidikan Indonesia bisa meningkat dari 5.

    ReplyDelete
  31. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Mewujudkan pendidikan yang demokratis tentunya juga tidak lepas dari adanya siswa di dalam proses pembelajaran dalam pendidikan tersebut. jika ingin mewujudkan pendidikan yang demokratis maka wujudkan siswa yang demokratis juga yaitu dengan cara memberikan kesempatan kepada sisw untuk dapat mengungkapkan pendapatnya dan janganlah guru berikap terlalu otoriter.

    ReplyDelete
  32. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pendidikan demokratis, tercipta kesamaan hak dan kewajiban atau perlakukan dalam pembelajaran antara pendidik dan peserta diidk, namun saat ini masih ditemukan pendidik yang otoriter, memang pada dasarnya kembali lagi kepada kesadaran diri masing-maisng, baik dari pendiidk maupun dari siswa, bagaimana tingkat keinginan siswa untuk mendapat pengetahuan yang lebih baik. dan peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif agar tercapai penididkan yang demokratis.

    ReplyDelete
  33. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimaksih atas informasi yang Bapak berikan. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat dikembangkan menjadi lebih baik agar dapat ditiru oleh negara-negera lain, sehingga pendidikan di Indonesia dapat menjadi panutan dari pendidikan negara lain.

    ReplyDelete
  34. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matatika A 2014

    Saya setuju dengan beberapa kalimat Bapak yang menuliskan "Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya." Salah satu cara atau tahap yang bisa dilakukan sekarang adalah menyadari dari diri sendiri bahwa pendidikan nasional bukan hanya milik menteri maupun petinggi lainnya, tapi seluruh bagian yang mepengaruhi maupun dipengaruhi.

    ReplyDelete
  35. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Evaluasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Evaluasi bisa dilakukan dengan cara melakukan ujian akhir di setiap materi pembelajaran, semester, ataupun tingkatan pendidikan. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat banyak kesalahan yang terjadi, seperti banyaknya kasus kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh siswa. Disinilah peran penting seorang guru untuk mendidik pribadi siswanya.

    ReplyDelete
  36. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Menanggapi kesimpulan dari tulisan diatas, pendidikan di indonesia memang masih memiliki banyak persoalan. Sistem pendidikan yang disusun dengan banyak pertimbangan masih memiliki celah atau kekurangan. Dalam pelaksanaanya sendiri pendidikan di indonesia masih jauh dari pelaksanaan yang ideal, banyak oknum-oknum yang bertindak tidak sesuai dengan seharusnya. Hal itu menyebabkan meningkatnya persoalan yang dihadapi pendidikan di negeri ini.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  37. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Sistem pendidikan indonesia belum dapat mewakili sistem pendidikan yang sudah terlaksana sejak lama di negeri ini. Jauh sebelum mengenal sistem yang sekarang dianut, indonesia sudah mengenal sistem pendidikan dari ki hajar dewantara. Sebagai negara berkembang kita dituntut mengikuti arus perkembangan zaman tanpa memperhatikan faktor dari dalam negeri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  38. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Buruknya sistem pendidikan dan pelaksanaan pendidikan di Indonesia tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Dengan perubahan dan perbaikan yang dilaksanakan secara kontinu dapat memperbaiki sistem pendidikan serta pelaksanaannya. Meskipun kecil kemungkinan untuk merubah semua sistem yang telah terjadi namun kita memliki peluang untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Hal itu menjadi salah satu tugas bagi para calon pendidik.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  39. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sistem pendidikan yang ada saat ini belum mencerminkan sikap demokratis yang menjadi indikator sebuah keberhasilan pendidikan. Banyak poin-poin penting yang perlu dibenahi lagi agar ke depannya sistem pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  40. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sistem pendidikan sebuah negara bisa dikatan sehat bila sistem tersebut mempunyai: (1) obyek material dan objek formal sekaligus, (2)struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula, (3)hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur, (4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural, (5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya, (6) peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari, (7) bersifat kompak dan komprehensif, (8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang, (9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

    ReplyDelete
  41. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dua poin dengan nilai terendah yaitu poin nomor 4 dan nomor 5. Untuk point nomor 4, sistem pendidikan saat ini masih berpusat pada guru, sehingga subjek pendidikan yaitu siswa masih belum mampu mengembangkan kemampuannya secara mandiri.

    ReplyDelete
  42. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sangat setuju dengan pendapat Bapak Prof. Marsigit bahwa visi pendidikan di Indonesia harus bernafaskan demokrasi Pancasila. Namun, hal tersebut perlu dipromosikan dengan cara yang menarik sehingga seluruh masyarakat Indonesia tidak gamang. Dalam mewujudkan visi pendidikan yang bernafaskan demokrasi Pancasila tersebut perlu peran dari pendidik dan peserta didik serta dukungan masyarakat.

    ReplyDelete
  43. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sistem pendidikan yang dianut di Indonesia belum menunjukkan wajah pendidikan yang seseugguhnya. Dalam hal ini saya menyoroti masih adanya ketimpangan yang menimbulkan gap antara pendidikan di kota dan pendidikan di pelosok negeri. Hal itu ditunjukkan dengan masih adanya sekolah yang kekurangan dalam hal elemen penunjang pendidikan baik gedung, guru maupun bahan ajar. Akan tetapi hal ini sangatlah kompleks untuk dibahas jika hanya dari satu sudut pandang. Jika melihat beberapa puluh tahun sebelum ini, pendidikan di indonesia sudahlah mengalami perbaikan yang sangat pesat. Kembali lagi, pembahasan ini bergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  44. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permsalahan pendidikan tidak pernah absen dari bangsa kita memang. Saya percaya pemerintah pasti telah berusaha semaksimalmungkin dalam mecoba meningkatkan taraf pendidikan Indonesia yang notabennya merupakan suatu negeri kepulauan yang luas dengan berbagai macam suku , bangsa dan agama. Sehingga sistem pendidikan berbasis pancasila ini sangat diperlukan untuk diimplementasikan di Indoensia , terlebih lagi sekarang ini merupakan era globalisasi dan mulai sering munculnya krisis perpecahan bangsa.

    ReplyDelete
  45. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya tertarik dengan point ke 9 bahwasannya penilaian pendidikan tidak hanya melihat nilai akhir akan tetapi lebih kepada prosesnya. Tentunya hasil akhir tidak selalu menggambarkan nilai yang sesungguhnya. Lihat saja permaslahan UN dahulu yang menjadi penentu lulus tidakny seseorang, hal ini sangat membebani siswa dan juga pada akhirnya banyak terjadi kecuangan-kecurangan dalam pelaksanaannya.

    ReplyDelete
  46. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bolehlah dikatakan bahwa mutu pendidikan Indonesia masih dibawah mutu pendidikan Internasional. Tak perlu jauh-jauh lihat saja mutu pendidikan di Negara-negara sebelah saja seperti yang dipaparkan di atas. Tak pelu berkecil hati, karena dengan adanya hasil ter sebut maka Indonesia masih berpeluang besar untuk menggungguli Negara-negara lain. Cukup terus berusaha memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik, maka hal tersebut bukanlah angan-angat. Seperti halnya ini, Indonesia terus memperbaiki system pendidikan nasionbalanya untuk memperbaiki mutu Pendidikan.

    ReplyDelete
  47. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam mewujudkan pendidikan yang lebih demokratis menurut saya adalah dengan menerima semua jawaban siswa salah maupun benar, dan tugas guru adalah membimbing siswa menemukan jawaban yang benar bukannya menyalahkan jawaban siswa yang salah. siswa harus dapat ikut serta dalam kegiatan belajar, dan guru harus mendukung bukannya mendominasi dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  48. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Suatu sistem yang baik adalah sistem yang yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula. Jika dihubungkan dengan pendidikan Indonesia maka menurut saya pendidikan di Indonesia belum dapat menggambarkan wajah, tubuh, lengan dan kaki secara jelas. Hal ini dikaitkan dengan wajah, tubuh, lengan dan kaki yang harusnya dapat diperlihatkan adalah yang mencerminkan Pancasila, namun kenyataanya pendidikan di Indonesia masih bercermin dari wajah pendidikan negeri lain, sehingga menurut saya belum menggambarkan wajah, tubuh, lengan dan kaki dari Pancasila itu sendiri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  49. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tentu membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak (pemerintah dan masyarakat). Pentingnya kerjasama guna menciptakan pendidikan yang demokratis. Artinya visi dan misi pendidikan harus berlandaskan demokrasi Pancasila.

    ReplyDelete
  50. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terdapat beberapa kendala dalam mempromosikan pendidikan yang demokratis. Antara lain, kurangnya kesadaran dari berbagai pihak, bahwa pendidikan itu dari, oleh, dan untuk rakyat.

    ReplyDelete
  51. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Indonesia negara yang demokratis, tetapi pada sistem pendidikan yang ada saat ini belum mencermikan sikap demokratis yang melambangkan keberhasilan dalam sistem pendidikan negara kita. Belum lagi tentang luasnya Indonesa dari sabang sampai merauke serta kepulauan yang ada di dalamnya, perataan mekanisme pembelajaran sesuai kurikulum harus dibenahi oleh semua pihak yang menjadi warga negara Indonesia. Mulai dari fasilitas infrastuktur, tenaga pengajar, serta fasilitas penunjang pembelajaran lainya. Supaya dapat meningkatkan taraf pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  52. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca postingan Prof, mengenai wajah dan raport pendidikan di indonesia, menyadari bahwa sistem pendidikan di indonesia belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Pemerataan pendidikan di seluruh daerah di indonesia menurut saya belum dilakukan. Hal ini menjadi catatan penting yang perlu dibenahi agar nantinya pendidikan di indonesia semakin baik dan bisa bersaing di internasional.

    ReplyDelete
  53. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan yang lebih demokratis di Indonesia memang harus diusahakan karena dengan adanya usaha pastilah pendidikan di Indonesia ini akan dapat menjadi demokratis. sehingga siswa siswi di negeri ini dapat berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  54. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan di Indonesia begitu kompleks, khususnya bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, tampak bahwa pemerintah masih "mencari jati diri". Hal ini terlihat dari bergantinya kebijakan dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  55. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan yang ada di Indonesia, bukan lantas menjadi kesalahan ataupun tanggung jawab pemerintah. Sebagai warga negara, kita turut andil dalam terjadinya masalah dan juga dalam mempertanggung jawabkan masalah itu. Dalam pendidikan, diperlukan kesadaran dari berbagai pihak agar pendidikan di Indonesia tidak jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Karena sesungguhnya, melalui pendidikan itulah tercipta generasi penerus bangsa.

    ReplyDelete
  56. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk mempromosikan pendidikan yang utama adalah dari sistemnya terlebih dahulu harus sehat, yaitu struktur jelas, bersifat terbuka, hubungan struktur yang jelas, konsisten, dan sebagainya sebagaimana telah disajikan dalam artikel di atas. Karena negara Indonesia adalah negara demokratis dan Pancasila maka sudah semestinya pendidikan kita mencerminkan dua hal tersebut.

    ReplyDelete
  57. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari 10 refleksi bentuk tubuh pendidikan nasional, saya tertarik pada bagian “Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga”. Inovasi dalam pendidikan memang perlu dilakukan guna menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa dan demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik

    ReplyDelete
  58. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Demokrasi dalam pendidikan merupakan suatu bentuk keterlibatan beberapa pelaku pendidikan di dalam menentukan suatu kebijakan untuk memperoleh kemajuan dari pendidikan yang diharapkan. Keterbukaan bidang pendidikan dari masukan dan saran dari berbagai sumber sangat dibutuhkan untuk memperoleh hal-hal baru yang terkait dengan perkembangan pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  59. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan artikel ini, kesimpulannya ialah bahwa perlu adanya perbaikan dan pembaharuan dari sistem pendidikan di negara Indonesia untuk dapat terus maju mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia.

    ReplyDelete