Sep 7, 2009

Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia (di tinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis)

Oleh Marsigit

Negara Indonesia terlalu besar untuk dipikirkan secara parsial. Negara Indonesia terlalu luas untuk dipikirkan secara sektoral. Negara Indonesia terlalu kompleks untuk dipikirkan oleh hanya beberapa orang. Dan negara Indonesia terlalu agung untuk dilihat hanya dari beberapa sudut pandang saja. Pancasila adalah cita-cita luhur bangsa. Demokrasi Pancasila adalah visi kebangsaaan Indonesia, walaupun kelihatannya gaungnya kurang begitu membahana, bahkan sebagian segmen masyarakat tampak agak gamang dengannya.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang, artinya memang kita berketetapan bahwa visi kebangsaan Indonesia itu ya Demokrasi Pancasila, maka kita bisa melakukan analisis deduktif, bahwa visi demikian seyogyanya menjiwai segenap aspek berkehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan Indonesia. Maka visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila, walaupun kelihatannya hal yang demikian juga mungkin terdapat segmen masyarakan yang masih agak gamang.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang bahwa pendidikan nasional seharusnya mempunyai visi demokrasi Pencasila, maka kitapun bisa melakukan analisis deduktif yaitu bahwa setiap aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Jika kita secara konsisten bisa melakukan kegiatan analisis demikian maka hasil-hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk refleksi diri kita seperti apakah wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional kita?

Gambaran tentang diri wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional akan tampak lebih jelas lagi manakala kita melakukan analisis hal yang sama untuk kasus-kasus yang paralel diluar sistem Demokrasi Pancasila. Yang terakhir tentunya semata-mata digunakan sebagai cross-check agar analisis bersifat obyektif dan hasilnya bersifat valid. Kegiatan analisis demikian setidaknya dilandasi beberapa asumsi dasar sebagai berikut.

Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai:
1) obyek material dan obyek formal sekaligus,
2)struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula,
3)hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur,
4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural,
5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya,
6)peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari,
7) bersifat kompak dan komprehensif,
8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang,
9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

Dengan berbekal visi yang ada, pendekatan analisis, dan ideal dari suatu sistem yang baik, dan referensi yang ada, marilah kita mencoba melihat dan merefleksikan bentuk tubuh pendidikan nasional kita.

1) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan seyogyanya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya. Sementara pendidikan nasional kita belum mencapai keadaan demikian. Pandangan keilmuan yang ada masih bersifat ego of the body of knoledge, ego of the structure of knowledge, dan ego of the structure of knowledge. Pada point ini, maka analisis saya, jika diwujudkan dalam bentuk angka, baru memberikan nilai 4 (empat) pada rentang 10.

2) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Praktek pendidikan kita masih terjebak pada dikotomi baik-buruk, tetapi kita kurang terampil mengisi interval di dalamnya. Praktek pendidikan cenderung semakin bersifat pragmatis dalam konteks hirarkhi paternalistik. Hirarkhi paternalistik itu akan lebih baik jika dia bersifat idealistic hierarchy paternalistic. Untuk poin ini saya memberi angka 5 (lima)

3) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga. Sementara system pendidikan kita cenderung tersedot oleh magnet dari market oriented dalam konteks hierarkhy-hierarkhy. Akibatnya nuansa pragmatis semakin menggejala bersamaan dengan erosinya nilai-nilai idealis para pelakunya. Untuk point ini saya memberi nilai 5 (lima)

4) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita harus mendorong mendorong partisipasi subyek pendidikan. Sementara di grass-root kita menemukan bahwa ketakberdayaan subyek didik dan dominasi pendidik secara terstruktur dan bersifat masif. Untuk point ini saya memberi nilai 3 (tiga)

5) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Kebutuhan masyarakan hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan.Untuk point ini saya menilai 3 (tiga)

6) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka tujuan pendidikan seyogyanya meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif. Implementasi seyogyanya secara komprehensif dan konsisten. Untuk ini saya menilai 7 (tujuh)

7) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian. Untuk point ini saya menilai 5 (lima)

8) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan. Untuk poin ini saya menilai 4 (empat).

9) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses. Evaluasi pendidikan juga hendaknya bersifat komprehensif dengan mengukur mencatat semua aspek kemampuan pelaku. Untuk point ini saya memberi nilai 4 (empat).

10) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan. Otonomi daerah dan desentralisasi perlu ditempatkan dalam kedudukan yang proporsional. Untuk poin ini saya menilai 6 (enam)

Rata-rata penilaian saya terhadap sistem pendidikan kita dilihat dari segi promosi pendidikan yang bersifat demokratis adalah

(4+5+5+3+3+7+5+4+4+6)/10 = 5 (lima)

Kesimpulan:

Dengan nilai 5, maka kesimpulan saya terhadap wajah sistem pendidikan kita adalah sebagai berikut:

1. Dapat dimengerti masih banyaknya persoalan-persoalan yang perlu dipikirkan baik secara substansial maupun pada implementasinya.
2. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya.
3. Namun, masih terdapat harapan besar agar sistem pendidikan kita kedepan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

33 comments:

  1. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. awalnya keberadaan raport dalam sistem penilaian pendidikan di indonesia menunjukkan bahwa pendidikan kita hanya memandang manusia sebagai entitas yang tunggal. akhirnya, kemampuan mereka dimanifestasikan dalam bentuk angka. padahal ada hal yang tidak dapat dinilai oleh angka misalnya: moral, keimanan, ketakwaan, etika, imajinasi, dll sebagainya.

    ReplyDelete
  2. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Pendidikan di Indonesia bisa dikatakan tengah berusaha menemukan bentuk terbaiknya. Dalam proses ini, salah satu masalah pendidikan yang dari tahun ketahun tak kunjung terselesaikan dan sudah selayaknya dipertimbangkan oleh pemangku kebijakan adalah isu mengenai kesenjangan pendidikan antar daerah. Mengingat besarnya wilayah Indonesia dengan kondisi alam berkepualauan, masalah ini nampaknya cukup bisa dimaklumi. Apalagi sumber daya manusia yang terdapat di setiap wilayah pun bisa dikatakan beragam. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusi terbaik adalah mengoptimalkan otonomi darah dalam bidang pendidikan dan meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga pendidik secara nasional. Pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal, nampaknya cukup menarik untuk diangkat. Selain diharapkan mampu meningkatkan antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran dikelas, mengangkat budaya dan kearifan lokal dalam pendidikan berarti juga mengangkat nilai-nilai luhurnya sebagai salah satu sarana pendidikan karakter.

    ReplyDelete
  3. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Wajah dan Rapor pendidikan di Indonesia saat ini sudah berkembang dengan lebih baik, walaupun masih banyak kebijakan yang tumpang tindih. masih banyak yang harus diperbaiki agar pendidikan di Indonesi bisa setara dengan kemajuan jaman. Namun tak bisa dipungkiri, kebijakan yang terus berjalan mengingingkan adanya perubahan wajah pendidikan di Indonesia. Paradigma yang diubah melalui kurikulum, fasilitas yang terus dibenahi, pendidikan yang disebar agar bisa setara di seluruh wilayah negeri ini, bukan perkara yang mudah namun yakin bisa diubah menuju yang lebih baik.

    ReplyDelete
  4. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP

    Harus diakui bila sebagian segmen masyarakat masih gamang untuk menjadikan Pancasila sebagai ruh dari pendidikan Indonesia. Padahal Pancasila merupakan sebuah consensus para pendiri bangsa melalui serangkaian diskusi yang sangat panjang. Sebagai generasi penerus, hendaknya kita meyakini bahwa perumusan Pancasila memanglah titik terbaik yang telah dicapai oleh para pendiri. Sehingga pembicaraan mengenai apakah Pancasila merupakan ruh dari jiwa bangsa merupakan sebuah diskusi yang telah lewat karena sudah mendapatkan hasilnya. Tugas generasi penerus adalah melanjutkan pembangunan bangsa ini, termasuk didalamnya adalah pembangunan sumber daya manusianya agar tercapai apa yang menjadi cita-cita dari bangsa ini. Bila kita masih memperdebatkan diskursus mengenai Pancasila, maka perjalanan bangsa ini akan berhenti di tempat terus menerus.

    ReplyDelete
  5. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Tulisan ini diposting tahun 2009, dan alhamdulillah pada tahun 2017 ini sudah terlihat perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan di indonesia, meski masih banyak persoalan yang perlu kita cari solusi secara bersama-sama. UN sekarang sudah tidak menjadi satu-satunya syarat kelulusan. Dengan adanya desentralisasi pendidikan, sekarang persentase daerah dalam membuat soal lebih tinggi dari pusat. Mulai tahun 2018, soal UN matematika rencananya ada soal isian singkat, dll. Harapannya kedpan pendidikan indonesia semakin baik. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sistem pendidikan Indonesia diharapkan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis sesuai dengan Pancasila. Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai: obyek material dan obyek formal, struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula, hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur, konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural, didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya, peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari, bersifat kompak dan komprehensif, menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang, serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya. Kurikulum yang senantiasa beubah mengikuti perkembangan zaman dan kurikulum 2013 yang sekarang diterapkan diharapkan dapat memberikan peran dalam membentuk sistem pendidikan yang benuansa demokratis.

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Indonesia itu luas, terbentang dari Sabang sampai dengan Merauke, dan memiliki berbagai suku dan budaya yang berbeda. Hal tersebut membuat indonesia sangat beragam, termasuk dalam pendidikan. Pemerataan pendidikan terus diupayakan pemerintah, sampai sekarang. Salah satu usaha yang digalakkan pemerintah saat ini ialah program SM3T. Mengirimkan guru-guru yang baru yang berpendidikan ke pelosok-pelosok indonesia sebagai upaya memeratakan pendidikan, membuat pendidikan lebih demokratis. Diharapkan kedepannya pendidikan akan lebih merata, tak peduli dimana anak-anak indonesia tinggal. wassalam

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kurikulum pada pendidikan di Indonesia berubah-ubah sesuai dengan tuntutan jaman. Kurikulum memang wajar jika mengalami perubahan karena jika sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan kompetensi yang wajib dikuasai siswa maka kurikulum sudah harus diperbaiki. Masa peralihan memang masa yang paling sulit. Apalagi perubahan paradigma pembelajaran yang begitu drastis dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Tentunya diperlukan kesiapan dari berbagai pihak dan dukungan dari pemerintah demi pendidikan di Indonesia yang berkemajuan.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sungguh memilukan mengetahui bahwa raport pendidikan Indonesia ditinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang demokratis hanya memperoleh nilai 5 serta wajah pendidikan indonesia yang masih belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Saat ini pemerintah sedang berusaha untuk mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis melalui pelaksanaan kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013, guru lebih berperan sebagai fasilitator serta siswa sebagai subyek pendidikan diminta untuk lebih aktif. Namun pada kenyataannya pelaksanaan kurikulum 2013 secara menyeluruh tidaklah mudah bagi siswa maupun guru. Perlu pembiasaan dan usaha yang lebih keras agar kurikulum 2013 dapat dilaksanakan secara optimal. Untuk itu dukungan dari segala pihak sangatlah diperlukan agar pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi optimal dan pendidikan di Indonesia menjadi lebih demokratis.

    ReplyDelete
  10. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Tulisan ini diposting pada September 2009, sekitar 6 tahun yang lalu, namun permasalahan yang dikemukakan di dalamnya adalah masalah yang masih kita hadapi dalam sistem pendidikan kita ssampai sekarang. Hal ini menunjukkan bahwa dalam 6 tahun silam tidak banyak perubahan yang kita dapatkan. Namun perubahan memang tidak terjadi secara instan yang hanya dalam beberapa tahun saja, namun ia adalah proses yang membutuhkan waktu yang lama. Mari kita nikmati proses tersebut dan terus berusaha mencapai terwujudnya pendidikan Indonesia yang demokratis.

    ReplyDelete
  11. Dalam tulisan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencapai pendidikan yang demokratis. Hal tersebut adalah pengembangan kreativitas, pengembangan aspek humanity, mendorong pengadaan inovasi secara terus-menerus, mendorong partisipasi subyek pendidikan, pengembangan aspek budaya, usaha pengembangan masyarakat secara komprehensif, mendorong komunikasi multi arah dan kemandirian, mendorong lingkungan kehidupan sosial sebagai konteks praktik kependidikan, menciptakan sistem evaluasi terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan, dan promosi multi-budaya sebagai kekayaan yang harus dikembangkan.

    ReplyDelete
  12. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada poin enam terkait tujuan pendidikan, maka dalam pendidikan demokratis pancasila tujuan pendidikan hendaknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir-batin dan dunia-akhirat, yang dapat dicapai melalui fasilitas guru sesuai prinsip/ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  13. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pedidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Nilai 5 dari 10 berarti tujuan yang ingin dicapai dalam wajah dan raport pendidikan masih setengah perjalanan. Itu artinya masih perlu perjuangan untuk menciptakan pendidikan yang demokratis. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan raport yang konsisten untuk dipromosikan dalam bidang pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar seperti aturan atau sistem pendidikan maupun oleh para pelaku kependidikannya sendiri.
    Wassalamu’alaikumussalam

    ReplyDelete
  14. Rosnida Nuhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Pengalaman kemarin hari sabtu saat membagikan rapor, memang di negara kita masih mengedepankan sistem nilai. Bagaimana proses memperoleh nilai tersebut yang terkadang tidak diperhatikan. Nilai adalah hasil dari apa yang mereka pelajari, namun saat ini ada yang harus dilihat selain nilai, bagaimana interaksi siswa, kreativitas, kemandirian dsb. Semoga pendidikan di negara kita akan selalu berkembang ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  15. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Apapun yang kita miliki sekarang. Apapun kondisi pendidikan di Indonesia, tetap bersyukurlah dan jadikan itu sebagai pelajaran sehingga ke depan harapan menjadi lebih baik terus berkobar. Hari esok masih suci, kita harus memulai perbaikan dan berbenah diri mulai dari orangtua, guru, pemerintah, masyarakat dan anak kita sendiri. Harapan itu masih ada. Perbaikan dari suatu sistem tidak dapat serta merta langsung bisa baik, tetapi memlaui proses yang panjang dan istiqomah dalam perbaikan. perubahan diri sendiri atau setiap individu merupakan suatu kunci untuk merubah suatu sistem yang ada. karena dari suatu sistem itu terdiri dari individu-individu, jika setiap individu mempunyai kesadaran dan tujuan yang sama bukan hal yang tidak mungkin pendidikan Indonesia akan dapat menjadi lebih maju dan berkualitas di dunia.

    ReplyDelete

  16. Pendidikann sebagai investasi jangka panjang suatu bangsa tentu tidak lepas dari berbagai macam persoala yang ada, baik secara hiererki maupun substansinya pada pelaksanaan. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan pembelajaaaan dilapangan yang masih bersputar pada masalah transfer of knowledge. Secara substansial belum menyentuh ranah yang diharapkan sesuai acuan yang ditetapkan.

    ReplyDelete
  17. Sebagai sebuah system pendidikan yang akan dipromosikan dalam pendidikan demokrasi, Indonesia masih belum konsisten dan penerapan system pendidikannya. Hal ini Nampak jelas ketika sudah pada tataran lapangan yang melibatkan pelaku kependidikannya. Termasuk guru, siswa, lingkungan belum secara konsisten dalam memberikan dan melaksanakan system pendidikan di Indonesia. Hal ini diperparah juga dengan ego pembuat kebijakan

    ReplyDelete
  18. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Membangun pendidikan yang merata dengan standar nasional yang baik tidaklah mudah dengan konteks Indonesia. Namun, segala upaya harus dimaksimalkan agar ruang pendidikan kita lebih demokratis dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang diamankan dalam UUD 1945. Dalam beberapa refleksi dan penilaian atas pendidikan nasional pada artikel di atas, saya tertarik pada poin nomor 3. Saya sangat setuju bahwa pendidikan sejatinya proses budaya, maka pendidikan dan kebudayaan tidaklah dapat dipisahkan. Proses pendidikan yang berbuday dimaksudkan untuk memberi pemahaman atas konsep keilmuan kontekstual sekaligus nilai moral yang saling mendukung. Maka, pengintegrasian pendidikan dengan kearifan lokal sangat perlu dilakukan melihan konteks social budaya masyarakan Indonesia saat ini yang sedang mengalami degrades etis atas budaya.

    ReplyDelete
  19. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Transformasi pendidikan bisa dilakukan di berbagai tingkatan baik dari satuan terkecil di satuan pendidikan yaitu sekolah maupun di tingkat pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai nasional. Saat ini Indonesia sudah menuju perubahan dengan terbitnya kurikulum 2013 namun sistem penilaian yang masih bertumpu pada ujian nasional mungkin perlu dikaji ulang untuk menentukan sistem penilaian terbaik. Kebijakan mengenai hilangnya pelajaran TIK mungkin harus dikaji ulang karena melihat kondisi dan situasi lapangan.

    ReplyDelete
  20. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sama seperti banyak negara berkembang lainnya, Indonesia sudah berhasil memberikan kesempatan bagi warganya untuk mendapatkan pendidikan (pasal 31 UUD 1945), meski mutu pendidikan anak-anak Indonesia tergolong rendah dibanding negara-negara lain. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa kendala antara lain keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendidri dinilai masih kurang. Untuk itu seyogyanya kita dan pemerintah lebih bekerjasama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  21. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Wajah pendidikan di Indonesia akan menjadi lebih baik jika setiap yang berada di lingkungan pendidikan mengerti filsafat dari pendidikan sehingga mereka melakukan hermeneutika dalam pendidikan. disini, jika setiap anggota dalam dunia pendidikan mengerti apa peran dan kewajibannya, maka tidak mungkin dan 99% akan menghasilkan pendidikan yang baik. Pendidikan demokratis akan berusaha melibatkan peserta didik untuk ikut serta dalam menyusun kurikulum . karena inti dari sistem demokrasi dalam pendidikan adalah dari siswa dan untuk siswa.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  22. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Menurut saya tidak ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia. Hanya saja perbaikan dan evaluasi harus selalu dilakukan agar kualitas pendidikan Indonesia dapat meningkat dan dapat setara dengan mutu pendidikan internasional. Dalam melakukan evaluasi dan perbaikan ini pendidikan Indonesia tidak perlu berkaca jauh-jauh kepada negara lain. Pendidikan Indonesia hanya perlu melihat pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan apakah sudah sesuai dengan tantagan global dan mampu memfasilitasi kebutuhan siswa yang notabene berbeda antar satu siswa dengan siswa lainnya. Mengadopsi sistem pembelajaran negara lain memang disarankan dengan catatan perlu disesuaikan dengan konteks dan pendidikan di Indonesia. Mengingat kemampuan siswa di negara yang dijadikan acuan berbeda dengan kemampuan siswa di Indonesia.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Artikel ini memberikan gambaran kepada kita bagaimana kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Indonesia mengaku negara yang demokrasi akan tetapi hal itu tidak terlihat dalam pendidikannya. Pendidikan Demokrasi hanya ada di pikiran atau di kertas saja, namun pada prakteknya pendidikan Indonesia belum mampu mempromosikan pendidikan demokrasi, malah lebih cenderung kepada pendidikan karena suatu kepentingan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete

  24. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih prof atas pemaparan yang diberikan, menurt saya indonesia memiliki masalah yang amat kompleks begitu juga pada sistem pendidikan. Adalah sangat sulit untuk mewudukan oendidikan yang demokratis. Adanya kesenjangan yang sangat terlihat pada pendidikan di kota besar dengan di pedesaan sangat terlihat. Belum lagi fasilitas pendidikan yang bagus hanyan untuk mereka yang memilik budget yang memadai.

    ReplyDelete
  25. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Pendidikan merupkan salah satu aspek penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Maka penting untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki pendidikan di Indonesia. Salah satu poin penting dalam perbaikan pendidikan di Indonesia adalah guru. Maka guru adalah garda terdepan dalam mewujudkan pembelajaran yang demokratis karena guru yang berhadapan langsung dengan siswa. Guru yang dapat mendengarkan pendapat dan aspirasi siswa. Maka guru perlu berupaya untuk terus mengembangkan pendidikan yang demokratis yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  26. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya. seperti halnya penetapan kurikulum yang diterapkan pada sekarang ini yang lebih banyak campur tangan politik didalamnya.sehingga pencapaiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan

    ReplyDelete
  27. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan undang undang, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. kekuatan tersebut digunakan unutk membentuk karakter siswa. Dengan terbentuknya karakter siswa, siswa mampu menghadapi persaingan dunia.

    ReplyDelete
  28. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Sedikit menambahkan perindustrian semacam apa yang saya ungkit disini, yaitu maraknya praktek jual beli ijazah, jual beli gelar hingga jual beli nilai. pendidikan hanyalah mereka yang memiliki ekonomi kuat sedanngkan bagi yang miskin pendidikan hanyalah sebuah mimpi. yang tak harus dilupakan yaitu bagaimana sistem pendidikan di Indonesia menciptakan siswa-siswi yang memiliki sensitifitas terhadap lingkungan hidupnya dan melihat hal-hal lainnya yang sudah dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman nenek moyang untuk mengembangkan secara kreatif menjadikan suatu hal yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia bukan malah memperburuk dengan perilaku yang tidak semestinya dilakukan sebagai bangsa Indonesia.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Berdasarkan postingan bapak marsigit pada tanggal 7 September 2009, meskipun postingan bapak ini merupakan postingan 6 tahun silam, dan saya masih menjadi seorang siswa kelas 1 SMA mungkin saya belum begitu memahami bagaimana sistem pendidikan di Indonesia ini dalam artian saya belum begitu peduli mengenai sistem pendidikan di negara yang saya tinggali, namun sekarang sebagai mahasiswa apalagi yang akan menjadi calon pendidik merasa begitu prihatin dengan keadaan sistem pendidikan di negara Indonesia, mengapa? karena sistem pendidikan kian lama kian buruk. sistem pendidikan nasional yang tengah berlangsung ini masih cenderung mengeksploitasi pemikiran peserta didik. indikator yang dipergunakan yaitu indikator kepintaran. sehingga nilai dalam rapor dan ijazahpun tidak serta merta menunjukkan bahwa siswa tersebut dapat bersaing didunia perindustrian saat ini.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pendidikan yang kita harapkan adalah pendidikan yang demokratis. Namun tidak mudah dalam mencapai pendidikan yang demokratis tersebut. Banyak aspek yang harus kita benahi, tidak hanya terkait kebijakan, siswa dan guru. Berdasarka elegi ini terdapat 9 aspek penting yang harus kita usahakan. Untuk dapat menuju ke sana, hal pertama yang harus kita lakukan adalah evaluasi terhadap sistem pendidikan yang sudah ada. Perubahan tidak lah mudah, namun dapat kita gapai secara perlahan yaitu melalui dukungan kerjasama semua warga masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  31. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang semua masyarakat inginkan. oleh karena itu kita harus tetap memperjuangkannya hingga bisa tercapai. pendidikan harus berjalan dua arah, yaitu pendidikan menurut guru dan menurut murid. jika pendapat guru dan siswa dapat disatukan untuk melaksanakan pembelajaran, maka akan terjadi pendidikan yang benar-benar di inginkan oleh semua pihak. seperti itu lah pendapat saya mengenai pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  32. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Sepertinya permasalahan yang terjadi dalam pendidikan di Indonesia sejak awal artikel ini ditulis hingga saat ini masih sama, namun dapat dilihat bahwa telah terjadi perbaikan di dalamnya meskipun perubahan yang terjadi bisa dibilang lambat dan berjalan sedikit demi sedikit. Sistem pendidikan akan mampu berjalan dan terlaksana maksimal hanya jika setiap elemen memiliki kesadaran akan pendidikan dan mengetahui hakikat dari pendidikan itu sendiri. Hal ini yang sepertinya masih belum sepenuhnya dimiliki oleh para elemen-elemen yang berada dalam dunia pendidikan kita.

    ReplyDelete
  33. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Mempromosikan pendidikan yang demokratis bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan hubungan yang baik antarelemen dalam sistem pendidikan, yaitu sistem nilai dan pengetahuan, sumber daya manusia, masukan instrumental, dan masukan sarana.Lebih lanjut, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempromosikan pendidikan demokratis adalah dengan cara mengembangkan keterampilan di abad 21 (21st century skills)--life and career skills; learning and innovation skills; dan information, media and technology skills--yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa di dunia kerja dan agar dapat bertahan di lingkungan masyarakat yang selalu berkembang dengan pesat.

    ReplyDelete