Sep 7, 2009

Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia (di tinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis)

Oleh Marsigit

Negara Indonesia terlalu besar untuk dipikirkan secara parsial. Negara Indonesia terlalu luas untuk dipikirkan secara sektoral. Negara Indonesia terlalu kompleks untuk dipikirkan oleh hanya beberapa orang. Dan negara Indonesia terlalu agung untuk dilihat hanya dari beberapa sudut pandang saja. Pancasila adalah cita-cita luhur bangsa. Demokrasi Pancasila adalah visi kebangsaaan Indonesia, walaupun kelihatannya gaungnya kurang begitu membahana, bahkan sebagian segmen masyarakat tampak agak gamang dengannya.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang, artinya memang kita berketetapan bahwa visi kebangsaan Indonesia itu ya Demokrasi Pancasila, maka kita bisa melakukan analisis deduktif, bahwa visi demikian seyogyanya menjiwai segenap aspek berkehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan Indonesia. Maka visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila, walaupun kelihatannya hal yang demikian juga mungkin terdapat segmen masyarakan yang masih agak gamang.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang bahwa pendidikan nasional seharusnya mempunyai visi demokrasi Pencasila, maka kitapun bisa melakukan analisis deduktif yaitu bahwa setiap aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Jika kita secara konsisten bisa melakukan kegiatan analisis demikian maka hasil-hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk refleksi diri kita seperti apakah wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional kita?

Gambaran tentang diri wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional akan tampak lebih jelas lagi manakala kita melakukan analisis hal yang sama untuk kasus-kasus yang paralel diluar sistem Demokrasi Pancasila. Yang terakhir tentunya semata-mata digunakan sebagai cross-check agar analisis bersifat obyektif dan hasilnya bersifat valid. Kegiatan analisis demikian setidaknya dilandasi beberapa asumsi dasar sebagai berikut.

Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai:
1) obyek material dan obyek formal sekaligus,
2)struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula,
3)hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur,
4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural,
5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya,
6)peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari,
7) bersifat kompak dan komprehensif,
8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang,
9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

Dengan berbekal visi yang ada, pendekatan analisis, dan ideal dari suatu sistem yang baik, dan referensi yang ada, marilah kita mencoba melihat dan merefleksikan bentuk tubuh pendidikan nasional kita.

1) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan seyogyanya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya. Sementara pendidikan nasional kita belum mencapai keadaan demikian. Pandangan keilmuan yang ada masih bersifat ego of the body of knoledge, ego of the structure of knowledge, dan ego of the structure of knowledge. Pada point ini, maka analisis saya, jika diwujudkan dalam bentuk angka, baru memberikan nilai 4 (empat) pada rentang 10.

2) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Praktek pendidikan kita masih terjebak pada dikotomi baik-buruk, tetapi kita kurang terampil mengisi interval di dalamnya. Praktek pendidikan cenderung semakin bersifat pragmatis dalam konteks hirarkhi paternalistik. Hirarkhi paternalistik itu akan lebih baik jika dia bersifat idealistic hierarchy paternalistic. Untuk poin ini saya memberi angka 5 (lima)

3) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga. Sementara system pendidikan kita cenderung tersedot oleh magnet dari market oriented dalam konteks hierarkhy-hierarkhy. Akibatnya nuansa pragmatis semakin menggejala bersamaan dengan erosinya nilai-nilai idealis para pelakunya. Untuk point ini saya memberi nilai 5 (lima)

4) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita harus mendorong mendorong partisipasi subyek pendidikan. Sementara di grass-root kita menemukan bahwa ketakberdayaan subyek didik dan dominasi pendidik secara terstruktur dan bersifat masif. Untuk point ini saya memberi nilai 3 (tiga)

5) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Kebutuhan masyarakan hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan.Untuk point ini saya menilai 3 (tiga)

6) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka tujuan pendidikan seyogyanya meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif. Implementasi seyogyanya secara komprehensif dan konsisten. Untuk ini saya menilai 7 (tujuh)

7) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian. Untuk point ini saya menilai 5 (lima)

8) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan. Untuk poin ini saya menilai 4 (empat).

9) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses. Evaluasi pendidikan juga hendaknya bersifat komprehensif dengan mengukur mencatat semua aspek kemampuan pelaku. Untuk point ini saya memberi nilai 4 (empat).

10) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan. Otonomi daerah dan desentralisasi perlu ditempatkan dalam kedudukan yang proporsional. Untuk poin ini saya menilai 6 (enam)

Rata-rata penilaian saya terhadap sistem pendidikan kita dilihat dari segi promosi pendidikan yang bersifat demokratis adalah

(4+5+5+3+3+7+5+4+4+6)/10 = 5 (lima)

Kesimpulan:

Dengan nilai 5, maka kesimpulan saya terhadap wajah sistem pendidikan kita adalah sebagai berikut:

1. Dapat dimengerti masih banyaknya persoalan-persoalan yang perlu dipikirkan baik secara substansial maupun pada implementasinya.
2. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya.
3. Namun, masih terdapat harapan besar agar sistem pendidikan kita kedepan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

43 comments:

  1. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan yang lebih demokratis di Indonesia memang harus diusahakan karena dengan adanya usaha pastilah pendidikan di Indonesia ini akan dapat menjadi demokratis. sehingga siswa siswi di negeri ini dapat berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  2. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan di Indonesia begitu kompleks, khususnya bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, tampak bahwa pemerintah masih "mencari jati diri". Hal ini terlihat dari bergantinya kebijakan dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  3. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan yang ada di Indonesia, bukan lantas menjadi kesalahan ataupun tanggung jawab pemerintah. Sebagai warga negara, kita turut andil dalam terjadinya masalah dan juga dalam mempertanggung jawabkan masalah itu. Dalam pendidikan, diperlukan kesadaran dari berbagai pihak agar pendidikan di Indonesia tidak jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Karena sesungguhnya, melalui pendidikan itulah tercipta generasi penerus bangsa.

    ReplyDelete
  4. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk mempromosikan pendidikan yang utama adalah dari sistemnya terlebih dahulu harus sehat, yaitu struktur jelas, bersifat terbuka, hubungan struktur yang jelas, konsisten, dan sebagainya sebagaimana telah disajikan dalam artikel di atas. Karena negara Indonesia adalah negara demokratis dan Pancasila maka sudah semestinya pendidikan kita mencerminkan dua hal tersebut.

    ReplyDelete
  5. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari 10 refleksi bentuk tubuh pendidikan nasional, saya tertarik pada bagian “Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga”. Inovasi dalam pendidikan memang perlu dilakukan guna menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa dan demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik

    ReplyDelete
  6. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Demokrasi dalam pendidikan merupakan suatu bentuk keterlibatan beberapa pelaku pendidikan di dalam menentukan suatu kebijakan untuk memperoleh kemajuan dari pendidikan yang diharapkan. Keterbukaan bidang pendidikan dari masukan dan saran dari berbagai sumber sangat dibutuhkan untuk memperoleh hal-hal baru yang terkait dengan perkembangan pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  7. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan artikel ini, kesimpulannya ialah bahwa perlu adanya perbaikan dan pembaharuan dari sistem pendidikan di negara Indonesia untuk dapat terus maju mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia.

    ReplyDelete
  8. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    Pendidikan Matematika PPs Kelas C

    Angka 5 sebagai nilai rata-rata wajah sistem pendidikan di Indonesia saat ini sangatlah tepat, menimbang masih banyaknya faktor-faktor yang 'rusak' bahkan 'terpuruk' dalam dunia pendidikan Indonesia. Memang, masih banyak negara dengan latar pendidikan tidak lebih baik dari Indonesia, namun untuk menuju pendidikan demokrasi yang diakui baik dimata dunia kita harus melirik negara di atas kita. Pada kenyataannya para pelaku pendidikan termasuk guru sangat sulit menerima perubahan era globalisasi dan kebanyakan menolak untuk memperkaya ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Pemikiran yang tidak terbuka membuat pendidikan di Indonesia terkurung dan memiliki motivasi sangat rendah untuk bersaing dengan pendidikan negara lain.

    ReplyDelete
  9. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Artikel ini ditulis pada tahun 2009. Pada tahun tersebut bisa saya perkirakan bahwa saya baru masuk ke kelas 1 MA setelah 1 tahun mengikuti program Martikulasi. Sebagai informasi, saya melanjutkan studi SLTA di salah satu MA swasta di kabupaten Brebes yang memiliki program unggulan sekolah 4 tahun. 2009, merupakan tahun dimana saya belum terlalu mengenal dunia elektronik dan termasuk internet. Tahun dimana saya baru mengenal Facebook itupun gara-gara teman-teman saya berasal dari kota. Jika dilihat dari sekelumit pengalaman saya pada tahun 2009 yang lalu, tidak mungkin juga tahun 2009 saya mengerti keadaan dunia luar termasuk dunia pendidikan yang ada pada masa itu. Jangankan untuk mengetahui informasi pendidikan yang ada, untuk mengetahui kondisi rumah saja bisa dikatakan susah, karena kehidupan saya yang alhamdulillah masuk di salah satu pesantren, sehingga elektronik dan internet sangat dibatasi. Jika memang begitu adanya dari pemaparan bapak di atas, ternyata pendidikan Indonesia masih belum memiliki tubuh yang utuh.
    Jika kita telaah lebih lanjut, sekarang tahun 2017. Jadi tulisan ini sudah berumur 8 tahun kurang sehari, karena besok tulisan ini genap berumur 8 tahun pada jam 12.04 WIB (SAYA UCAPKAN SELAMAT MENUJU UMUR YANG KE 8 BAGI TULISAN INI). Pada tahun 2009, kita dipimpin oleh presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dengan menteri pendidikan nasional kalau tidak salah dan saya yakin adalah bapak Mumammad Nuh. Beliau baru menjadi menteri pendidikan setelah menggantikan bapak Bambang Sudibyo. Sehingga jika memang benar tahun 2009 keadaan pendidikan kita (INDONESIA) masih kurang dalam hal mempromosikan pendidikan yang demokratis, hal ini memiliki arti bahwa warga indonesia terutama para pemimpin negara masih belum mengerti apa itu demokratis yang sebenarnya, karena mereka tidak memikirkan secara menyeluruh keadaan pendidikan yang ada masa itu.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  10. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Membaca artikel ini, saya seolah dibawa oleh mesin waktu kembali ke tahun 2009 dimana saat itu saya masih belum mengetahui bagaimana wajah pendidikan Indonesia. Pada saat itu, sebagai seorang siswa sekolah menengah atas, yang saya tahu hanya belajar yang rajin demi mendapatkan nilai terbaik tanpa peduli sekelumit permasalahan yang sedang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia. Melihat refleksi bentuk tubuh pendidikan nasional (pada saat itu) yang Pak Prof. paparkan, saya tersadar bahwa memang terdapat banyak hal yang harus dibenahi dalam bidang pendidikan di negeri ini. Dari tahun 2009 hingga 8 tahun setelahnya yaitu tahun 2017 ini, bukan berarti persoalan pendidikan di Indonesia khususnya dari segi promosi pendidikan yang bersifat demokratis berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi akan semakin kompleks. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu untuk menghadapi, mengatasi dan mencari solusi terbaik bagi pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  11. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasi sebelumnya pak, dengan adanya postingan bapak 8 tahun yang lalu ini, saya pribadi menjadi tahu beberapa hal yang kurang dalam promosi pendidikan yang demokratis pada tahun 2009 lalu. Banyak upaya yang dilakukan oleh pelaku pendidikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Seperti pada tahun 2017 ini, diberlakukannya sistem rayon untuk menerima siswa baru, sistem ini berlaku pada sekolah dasar dan menengah yang berada dibawah naungan Diknas. Tujuan dari diberlakukannya ini saya kira salah satu upaya untuk memperbaiki permasalahan yang diuraikan oleh bapak pada point ke-5 yaitu mengenai sistem pelayanan pendidikan untuk semua masyarakat. Dengan diberlakukannya sistem rayon ini diharapkan semua masyarakat Indonesia memperoleh pendidikan yang sama dan tidak ada pengkotakan sekolah A dengan sekolah B. Akan tetapi, setiap keputusan atau tindakan yang diambil terdapat kekurangan maupun kelebihannya masing-masing. Begitu halnya dengan sistem rayon ini, permasalahan lain mulai bermunculan. Ternyata bukan hanya siswa yang perlu disama ratakan, namun fasilitas, pendidik, dan informasi juga seharusnya disama ratakan kualitas maupun kuantitasnya.

    Semoga dengan adanya orang-orang seperti bapak yang peduli dengan pendidikan Indonesia akan menjadikan sistem pendidikan Indonesia menjadi sistem yang sehat. Dan, Semoga saya bisa banyak belajar lagi dari posting-an bapak. Aamiin.

    ReplyDelete
  12. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb.
    Artikel ini di posting tepat 8 tahun yang lalu, ketika saya lulus dari SMP kemudian akan melanjutkan ke jenjang SMA. Berbagi pengalaman sedikit, pada waktu itu Ujian Nasional masih digunakan sebagai penentu atau syarat kelulusan dari setiap jenjang sekolah. Kemudian, pendaftaran untuk SMA negeri di kota saya khususnya dilakukan secara serentak yaitu dengan menggunakan nilai murni dari Ujian NasionalPengalaman saya ketika ingin mendaftar di SMA Negeri di Kota (berbeda kabupaten) ternyata tidaklah mudah. SMA yang saya inginkan ternyata berbeda kabupaten atau berbeda wilayah. Kebijakan dari pemerintah yaitu siswa yang berasal dari sekolah yang berbeda kabupaten hanya diberi kursi sebanyak 30 % dari jumlah siswa yang diterima. Meskipun nilai UN lebih besar daripada siswa yang berada pada satu wilayah yang sama dengan sekolah tersebut, maka yang diterima adalah siswa dari sekolah yang satu wilayah dengan nilai UN yang lebih rendah. Hal ini menurut saya ada baik dan buruknya. Baiknya adalah siswa yang berdomsili satu wilayah dengan sekolah satu wilayah dapat masuk dengan mudah di sekolah yang ia inginkan (sekolah favorit). Buruknya adalah siswa yang berasal dari domisili yang berbeda dari sekolah yang ia inginkan tidak bisa dengan mudah masuk ke sekolah favorit yang berbeda dari domisili nya, sehingga bagi siswa yang memiliki kemampuan cukup tidak bisa mengembangkan secara lebih luas kemampuannya di wilayah yang berbeda.
    Pendidikan nasional memang tercermin dari setiap ego masing-masing pemimpinnya yang tidak berdasarkan pada perkembangan masyarakat pada umumnya. Subyek pendidikan juga tidak lagi dianggap sebagai cerminan dari perkembangan pendidikan itu sendiri, akan tetapi perubahan yang terjadi cenderung berubah sesuai dengan pemilik kuasa pendidikan. seperti yang Prof. utarakan di atas, subyek pendidikanlah yang semestinya dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan dan memfungsikan pendidikan sebagai sistem pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Selain itu, memang benar bahwa tidak ada yang lain kecuali subek pendidikan itulah sebagai orientasi yang membutuhkan pendidikan. Saya setuju dengan pendapat Prof., bahwa evaluasi pendidikan sebaiknya dilakukan berdasarkan proses, tidak hanya hasil semata. Banyaknya persoalan yang terjadi dapat dijadikan sebagai latar belakang untuk membangun pendidikan nasional yang lebih baik. Faktor internal maupun eksternal dari adanya pendidikan itulah yang nantinya berpengaruh dalam lahirnya pendidikan yang lebih baik berkualitas. Harapan pendidikan yang demokratiis sampai saat ini pun masih ada. Semoga kita dapat memberikan kontribusi untuk dunia pendidikan dan semoga pendidikan kita semakin maju. Aamiin..
    Terimakasih atas postingan Prof. Sehingga dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi saya pribadi tentang pandangan pendidikan 8 tahun yang lalu.

    ReplyDelete
  13. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Matematika A 2017

    Bismillahirrohmanirrohiim
    Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam memajukan suatu negara. Oleh karena itu, setiap negara di dunia dari tahun ke tahun selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negaranya. Begitu juga dengan kita negara Indonesia. Tulisan di atas menggambarkan bahwa sejak dahulu para pakar pendidikan di Indonesia sudah berusaha untuk selalu membenahi pendidikan di Indonesia agar pendidikan di Indonesia benar-benar dapat meralisasikan fungsi dan tujuannya yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, menghasilkan generasi yang beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  14. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pendidikan adalah satu pondasi kehidupan bagi manusia, oleh karena itu pendidikan menjadi prioritas bagi beberapa orang di dunia begitupun juga di Indonesia. Masalah pendidikan tidak lepas dari kebudayaan suatu masyarakat di dalamnya. Proses pendidikan berdasar nilai-nilai suatu masyarakat sesuai dengan perubahan kehidupan yang ada. Pendidikan dipengaruhi oleh bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat lokal maupun nasional. Pembaruan kebijakan tentang pendidikan lebih baik disesuaikan dengan perkembangan tuntutan mayoritas masyarakat. Derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghadapkan dunia pendidikan dalam situasi persaingan global. Oleh karena itu sistem pendidikan di Indonesia harus selalu diperbaiki agar mampu berkiprah dalam era globalisasi.

    ReplyDelete
  15. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Sistem pendidikan Indonesia diharapkan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis sesuai dengan Pancasila. Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai:
    1) obyek material dan obyek formal
    2) struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula,
    3) hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur,
    4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural,
    5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya,
    6) peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari,
    7) bersifat kompak dan komprehensif,
    8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang,
    9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.
    Kurikulum yang senantiasa beubah mengikuti perkembangan zaman dan kurikulum 2013 yang sekarang diterapkan diharapkan dapat memberikan peran dalam membentuk sistem pendidikan yang benuansa demokratis.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  16. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Saya setuju pada bagian merefleksikan bentuk pendidikan nasional kita poin nomor 5 yaitu jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Kebutuhan masyarakan hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan.

    Menurut saya, kebutuhan masyarakat akan pendidikan tidak hanya terdidik pada ilmu pengetahuan saja, tapi juga harus terdidik secara perkembangan karakternya. Contohnya sekarang saja anak kelas 5 tingkat Sekolah Dasar setiap hari harus membawa tas berat dengan buku yang banyak, untuk 1 mata pelajaran saja bisa sampai 4 buku tulis dari buku catatan hingga latihan-latihan. Hal ini menunjukkan bahwa di sekolah lebih sering memperhatikan perkembangan siswa dari segi aspek kognitif saja namun lupa terhadap aspek afektifnya. Padahal, perkembangan karakter sangat menolong seseorang untuk bertahan hidup kelak ketika berada di lingungan baru.
    Demikian pendapat saya, terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  17. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang semua masyarakat inginkan. oleh karena itu kita harus tetap memperjuangkannya hingga bisa tercapai. pendidikan harus berjalan dua arah, yaitu pendidikan menurut guru dan menurut murid. jika pendapat guru dan siswa dapat disatukan untuk melaksanakan pembelajaran, maka akan terjadi pendidikan yang benar-benar di inginkan oleh semua pihak. seperti itu lah pendapat saya mengenai pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    Pend. Mtk B

    Pendidikan bernuansa demokratis artinya pendidikan harus sesuai dan dapat diterima oleh berbagai kalangan di Indonesia. Pendidikan bernuasa demokratis sesuai untuk bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama dan budaya. Dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini belum sepenuhnya menjadi sistem pendidikan yang bernuasa demokratis. Masih terdapat beberapa persoalan yang harus dipecahkan untuk mencapai sistem pendidikan yang bernuasa demokratis. Namun, kita tidak boleh berhenti berharap untuk tercapainya sistem pendidikan yang bernuasa demokratis. Hal itu, karena pendidikan di Indonesia ini sedang berproses dan selalu berproses untuk menjadi lebih baik. Salah satunya dengan selalu adanya perbaikan kurikulum yang disesuaikan dengan era globalisasi. Terima Kasih

    ReplyDelete
  19. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pedidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saya membaca dan memahami tulisan Bapak mengenai wajah dan potret pendidikan di Indonesia saat ini memang harapan pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Banyak upaya dan kerja keras yang harus dilakukan untuk mempromosikan pendidikan yang demokratis Pancasila tersebut. Seluruh stackholder pendidikan harus terlibat aktif dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Tidak mudah untuk melakukannya, namun bukan berarti tidak mungkin. Misalnya saja pemerintah dari Kementrian Pendidikan Nasional yang menggaungkan program pendidikan karakter sejak tahun 2010, sampai saat ini masih mengalami banyak masalah dalam mewujudkan hal tersebut. Gejala-gejala seperti tawuran, siswa menjadi korban pemerkosaan, siswa yang menjadi korban peredaran obat-obatan terlarang seperti narkoba, siswa yang suka menyontek dan masih banyak yang lain lagi, merupakan beberapa contoh gagal atau kurang maksimalnya program pendidikan karakter tersebut. Mengacu dari hal tersebut tidak mudah untuk melaksanakan suatu program yang telah dirancang, butuh waktu lama dan kekonsistenan dalam menjalankannya. Namun demikian, kita tetap tidak boleh pesimis dan harus semangat untuk mewujudkan pendidikan demokratis Pancasila.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  20. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pendidikan yang demokratis merupakan proses pendidikan yang hubungan antara guru dan murid dapat berimbang sehingga bisa saling menyampaikan pendapat dan pikiran. Artinya, bukan hanya guru yang mengajar atau memberikan informasi namun siswa juga perlu diberikan fasilitas untuk mampu mengemukakan pendapatnya, menemukan sendiri apa yang ia cari,dan menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. untuk mendukung hal tersebut, saat ini sedang dikembangkan pembelajaran student centered yaitu pembelajaran yang berpusat kepada siswa.
    Memang tidak mudah dalam mempraktikkan pendidikan yang demokratis ini. Hal ini barangkali masih kuatnya pandangan bahwa guru tentu lebih pandai dan mempunyai ilmu pengetahuan yang banyak ketimbang muridnya. hal ini memang benar adanya. Guru memang dikatakan sebagai sentral dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam proses belajar mengajar, para murid tidak bisa beraktivitas yang disebut sebagai pendidikan ini secara baik bila tanpa adanya seorang guru. Maka, guru mempunyai peran yang sangat penting dan dominan dalam keberhasilan sebuah pendidikan. meskipun adanya guru namun siswa tidak ada keinginan untuk belajar mungkin juga tidak terjadi proses belajar, seharusnya siswa lebih aktif. untuk mencapai pendidikan demokratis ini harus adanya hubungan yang serasi antara siswa dan guru.

    ReplyDelete
  21. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Saya setuju dengan isi postingan di atas. Terdapat satu poin yang terlihat menarik di mata saya, yaitu: "Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses".
    Sistem evaluasi yang terbuka dan berbasis pelaku pendidikan, evaluasi pendidikan hendaknya berdasar pada catatan atau portofolio siswa. Sudah jelas bukan? bahwa sudah semestinya yang mengetahui hasil belajar siswa dan yang berhak memberikan penilaian adalah guru. Saya tertarik dengan poin ini, karena realita yang terjadi di Indonesia terjadi ketidakseimbangan tujuan, bukan lagi pada proses, akan tetapi pada hasil. Evaluasi yang digadang-gadang adalah nilai UN. Murid yang hebat adalah dia yang nilai UN nya tinggi. Realitanya begitu bukan? Hal ini diperkuat dengan sistem rekrutmen siswa baru dengan berpedoman pada nilai UN. Sehingga boleh dikatakan bahwa pendidikan saat ini tidak begitu memperdulikan bagaimana proses murid mencapai pengetahuaannya, akan tetapi hanya berapa besar nilai ujian akhirnya. Hal ini mengakibatkan munculnya budaya-budaya pragmatis dan instan pada pendidikan di Indonesia, sebut saja kecurangan UN dan lain sebagainya. Sesungguhnya motivasi pendidikan yang berorientasi pada pencapaian nilai adalah pendidikan yang membelenggu. Sangat jauh dari konteks demokrasi.

    ReplyDelete
  22. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Pendidikan yang demokratis terjadi ketika ada keterkaitan antara semua aspek pendidikan. Pendidikan yang memberikan kesempatan terbuka untuk semua kalangan pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan mutu pembelajaran. Saat ini mungkin pendidikan di Indonesia masih belum seperti yang diingankan. namun demikian ada harapan besar terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Harapan itu ada pada siswa dan guru juga segala aspek lainnya. Jika guru di Indonesia maju maka akan dapat mengelola pembelajaran dengan kreatif, inovati, dan bervariasi, sehingga siswa pun akan mengikuti pembelajaran dengan senang dan pembelajaran pun menjadi bermakna. Adanya pergantian kurikulum diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Jika kita lihat saat ini kurikulum 2013 sudah mengarah ke student center yang dikemas dengan suatu kasus permasalahan yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  23. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Setelah saya membaca artike bapak mengenai pendidikan yang demokratis, saya membayangkan sebuah sistem pendidikan yang benar-benar memanusiakan manusia. Sekolah memberikan fasilitas kepada siswa untuk belajar hidup dan menjalankan kehidupan. Bukan sekedar sekolah yang membuat siswa datang, mendengarkan guru, menhapal rumus lalu lulus dengan batas minimal nilai tertentu. Namun, sekolah yang mampu memberikan bekal kepada siswa untuk mampu berkembang dan mengembangkan kehidupan masyarakat, sekolah yang mampu memberikan ketermapilan bertahan hidup kepada siswanya dan sekolah yang mampu menciptakan siswa yang memiliki tenggang rasa terhadap sesama tanpa melupakan hakikat hidup adalah untuk beribadah kepada Tuhannya.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Artikel di atas berisi hal-hal yang perlu diusahakan dalam rangka mempromosikan pedidikan yang demokratis. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangkan masyarakat dan kehidupan secara komprehensif untuk menyadarkan dan mengembangkan seluruh potensi atau kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat secara bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, dengan mengembangkan masyarakat diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Sebagai contoh penggangguran dan kemiskinan. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menumbuhkan inisiatif masyarakat dan memberikan pinjaman modal untuk berwirausaha. Dengan demikian masyarakat mampu "berdaya" dan "memberdayakan" orang lain.

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    Pendidkan
    17790251036 Matematika Kelas B

    Pendidikan nasional telah lama dirumuskan sebelum dan sesudah Indonesia merdeka, namun untuk pengesahaannya telah terdapat pada UUD 1945 pasal 3 dan pada Pancasila. Oleh karena itu visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila,.
    aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Oleh karena itu untuk mewujudkannya diperlukan beberapa aspek mendukung yaitu : (1) mempromosikan kreativitas, (2) menuju nilai keadilan dan kemerdekaan, (3) demi kesejahteraan warga, (3) mendorong partisipasi subjek, (4) adanya inovasi, (5) mengembangkan aspek budaya masyarakat, (6) mengembangkan masyarakat yang komprehensif, (7) komunikasi multiarah dan mandiri, (8) memperhatikan lingkungan kehidupan sosial, (9) sistem evaluasi yang terbuka, (10) mengembangkan aspek budaya

    ReplyDelete
  26. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pendidikan yang demokratis merupakan dambaan bagi seluruh warga indonesia, karena pada kenyataanya pendidikan kita belum mendekati pada tahap demokatis. Salah satu faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan yang selama ini saya alami kurang demokratis yaitu lemahnya pendidik dalam menggali potensi ataupun bakat peserta didik. Hal yang seringkali terjadi yaitu pendidik memaksakan kehendaknya tanpa memperhatikan minat, kebutuhan, dan bakat yang dimiliki peserta didiknya. Seharus yang perlu diperhatikan pendidik yaitu kebutuhan peserta didik bukannya memaksakan sesuatu yang membuat peserta didik malah tidak nyaman dalam belajar. Proses pendidikan yang baik itu dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  27. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Maematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    penilaian yang menarik bagi saya seelah membaca artikel ini. ternyata raport pendidikan di negara kita masih rendah. tapi penilaian ini adalah penilaian 8 tahun yang lalu. saya penasaran dengan penilaian saat ini, apakah mungkin meningkat? tetap? atau bahkan turun?

    ReplyDelete
  28. Rosnida Nuhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Semoga tulisan ini dibaca oleh salah satu pengampu kebijakan pendidikan di Indonesia, sehingga bisa menambah wawasan agar dalam mengembangkan kebijakan pendidikan tidak hanya terpusat oleh golongan yang di atas saja. Dan mungkin lebih bisa turun ke bawah meamantau langsung bagaimana penerapan kebijakan tersebut.

    ReplyDelete
  29. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Sistem pendidikan Indonesia yang dicita-citakan oleh rakyatnya adalah sistem pendidikan yang lebih demokratis. Saya setuju dengan kesimpulan dari bacaan di atas terhadap wajah pendidikan Indonesia saat ini. Persoalan-persoalan yang masih berserakan di Indonesia menjadikan pendidikan demokratis tersebut belum tercapai. Tidak hanya persoalan secara substansi namun implementasinya juga belum terlaksana secara optimal, pendidikan tidak dirasakan secara merata oleh rakyat Indonesia. Selain itu faktor-faktor mendasar maupun para pelaku kependidikannya belum menggambarkan wajah demokratis pendidikan Indonesia. Menurut saya hal itu disebabkan oleh kegamangan untuk menetapkan bagaimana wajah pendidikan Indonesia itu sendiri. Dan diluar dari itu semua, masih besar harapan rakyat Indonesia untuk mengidamkan sistem pendidikan kita kedepan dapat memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  30. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan seyogyanya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya, pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity, harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga, harus mendorong partisipasi subyek pendidikan, harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan, tujuan pendidikan seyogyanya harus meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif, kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian, perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan, perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan, perlu mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan. Jadi semua itu harus terlaksanakan agar pendidikan dapat terpromosikan lebih demokratis.

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Artikel ini memuat penilaian sistem pendidikan Indonesia delapan tahun lalu dengan nilai 5, yang mengindikasikan rendahnya wajah sistem pendidikan kita saat itu. Akan tetapi, akahkah ada perubahan dengan wajah sistem pendidikan kita saat ini? Tentu kita memerlukan refleksi kembali untuk ini. Jika dilihat dari sepuluh refleksi yang dikemukakan pada artikel, boleh jadi nilai wajah pendidikan kita saat ini tidak jauh berbeda dengan delapan tahun lalu. Disinilah, kita sebagai calon pendidik perlu memulai dari diri sendiri dan mengajak seluruh bagian masyarakat untuk mencapai cita-cita pendidikan bangsa yaitu demokrasi pancasila. Pelaku pendidikan harus meyakini secara penuh bahwa nuansa pendidikan Indonesia yang demokratis akan tercipta bila semua rakyat Indonesia saling bahu membahu untuk mewujudkannya.

    ReplyDelete
  32. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Pendidikan yang bersifat demokratis masih belum dapat diterapkan secara maksimal di Indonesia. Saya menyadari sejauh ini wajah pendidikan Indonesia masih memiliki beberapa kendala. Saya pribadi juga merasa miris saat melihat suasana pendidikan di Indonesia dengan indikator beberapa penilaian yang lebih dominan berada pada angka 5 ke bawah. Semoga ke depannya terdapat peningkatan pada beberapa aspek. Pendidikan salah satu pembuat dan penggerak pada perubahan. Jika bangsa ini memiliki dorongan dan semangat untuk terus maju dan mencoba untuk menyelesaikan satu per satau masalah yang ada, maka tidak ada yang mampu mematahkan tindakan dan semangat para pelaku dalam bidang pendidikan. Mari bersama-sama kita membangun Indonesia dengan peduli pada bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  33. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya menyoroti salah satu cara untuk mempromosikan pendidikan demokratis adalah kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Sistem evaluasi tentunya akan berkaitan dengan penyelenggaraan Ujian Nasional. Kita tahu bahwa penerapan Ujian Nasional masih banyak hambatan. Apalagi sistem Ujian Nasional yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) seolah menyulitkan siswa. Seolah Ujian Nasional hanya menilai siswa di akhir jenjang dengan mengabaikan penilaian proses selama siswa menuntut ilmu di sekolah itu. Selain Ujian Nasional, penilaian proses berbasis portofolio hendaknya diterapkan untuk lebih mengetahui perkembangan atau progress siswa dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  34. Efi Septianingsih
    17710251013
    pep b

    pendidikan yang demoktratis?
    semoga salah satu dari rekan-rekan pascasarna yang dibimbing oleh bapak bisa menciptakan pendidikan yang demokratis, walaupun banyak yang harus dibenahi. jika bukan dimulai dari sendiri, dan hanya mengandalkan sistem atau menyudutkan sistem tidak akan lebih baik.

    ReplyDelete
  35. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Pendidikan merupakan usaha manusia untuk memanusiakan manusia. Pendidikan juga bertujuan untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. Sehingga berbagai cara dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya dengan penerapan kurikulum. Negara Indonesia adalah negara yang yang berlandaskan pancasila. Sehingga pengembangan kurikulum seharusnya menganut pula dasar pancasila. Salah satunya demokrasi pancasila adalah semangat orang Indonesia, dimana semangat ini tentunya juga sangat penting diterapkan pada pendidikan nasional. Namun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan hal yang berbeda mulai dari kurikulum hingga pelaksanaan pendidikan di kelas. Hal ini menunjukkan bahwa rapot pendidikan Indoneia masih belum optimal, jika menggunakan kata-kata Bapak Prof. Dr. Marsigit, M. A maka nilainya masih 5. Sehingga hal ini menyadarkan kepada kita bahwa kita haruslah berjuang lagi dalam memajukan pendidikan Indonesia. Bismillah semoga Allah meridhoi usaha kita dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  36. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Ketika membaca tulisan ini, dan melihat nilai rata-rata rapor pendidikan di Indonesia adalah 5, maka memang masih banyak PR bagi Negara ini untuk pendidikan bagi warganya. Setiap warga Negara berhak atas pendidikan yang layak.
    Saya merasa sedih sebab sebagai salah satu bagian dari pendidikan itu, saya turut menggores di sana.
    Namun ini adalah proses, untuk menuju pendidikan yang lebih baik dan demokratis. Trimakasih untuk tulisan ini, bersyukur juga dapat menjadi bagian dari pendidikan Indonesia. Semoga dapat menjadi salah satu pejuang untuk pendidikan yang lebih demokratis, menghargai kemerdekaan berpikir, mewadahi kreativitas peserta didik, membangkitkan sang maha tahu di dalam diri anak. Semoga.

    ReplyDelete
  37. Pangestika Nur A
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Tulisan ini merupakan wajah pendidikan di Indonesia delapan tahun silam dan tahun ini dunia pendidikan Indonesia telah mempunyai kurikulum yang berbeda. Menurut pengamatan saya pribadi, pendidikan Indonesia delapan tahun silam dan sekarang tidak jauh berbeda. Pendidikan demokratis masih menjadi target yang belum tercapai. Namun pada pengamatan saya kurikukulum 2013 telah memasukkan aspek komunikasi multi arah dan kemandirian dalam pembelajaran serta sistem nilai yang tidak hanya penilaian pengetahuan saja melainkan juga penilaian sikap dan keterampilan. Semoga dengan pelaksanaan kurikulum 2013 ini membawa pendidikan Indonesia semakin mendekat pada target pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  38. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Setelah membaca postingan dari Profesor, merasa miris melihat pendidikan indonesia yang masih jauh dari skor ideal yakni 10. Namun, hal ini bukan berarti buruk dan tak patut di ambil pelajaran. Sebelumnya kami sangat berterima kasih dan memberikan dedikasi tertinggi bagi para guru terdahulu karena melalui beliau-beliaulah terlahir orang-orang besar dan para pendidik dimasa sekarang yang profesional. Tentunya lahirkan para orang-orang besar dan pendidik di masa sekarang yg habat-hebat ini selain di fasilitasi sarana sekolah juga di dukung dengan motivasi dan tekat belajar yang tinggi. Karena tantangan kehidupan di era global maka metode dan strategi pendidikan masa dahulu perlu modifikasi agar terarah sesuai visi demokrasi pancasila. semoga dengan adanya kurikulum kurikum 2013 dapat berjalan dengan maksimal sehingga pendidikan indonesia mampu melahirkan insan berakhalak karimah dan berjiwa nasionalis tinggi sesuai demokrasi pancasila. Terima kasih.

    ReplyDelete
  39. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Pendidikan di Indonesia merupakan sebuah tatanan sistem. Sehingga apabila kita ingin memperbaiki atau mengubah sistem yang ada maka kita harus mampu memahami komponen-komponen yang ada dalam sistem pendidikan ini.
    Jika sistem pendidikan yang ada ini sebenarnya memiliki kekuatan atau nilai maka kita hanya perlu mengubahnya. Namun apabila sistem yang ada tidak memiliki kekuatan atau lemah maka kita perlu menggantinya dengan sistem yang baru.

    ReplyDelete
  40. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Menurut saya pendidikan di Indonesia masih berantakan dan semrawut. Banyak sekali masalah pendidikan yang terjadi. Berawal dari tujuan pendidikan yang menurut saya kurang jelas. Kemudian kurikulum yang juga kurang jelas. Target yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan kemapuan dan tujuan, mengakibatkan cara-cara yang tidak seharusnya. Pelaksanaan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tujuan, karena mengejar target. Melibatkan bisnis yang tidak sesuai dalam pendidikan, sehingga kadang semua dipandang dapat diselesaikan dengan uang.

    Selain itu dihilangkannya pendidikan yang seharusnya ada, yang dipandang tidak begitu menunjang tercapainya target. Sehingga seolah-olah target menjadi tujuan pendidikan kita bukan tujuan itu yang menentukan target.

    Ditamabah lagi dengan perkembangan teknologi yang menggerus nilai kebudayaan luhur sendiri, namun tidak diimbangi dengan tindakan melestarikan budaya sendiri. Nilai dianggap segalanya sehingga timbul anggapan di masyarakat yang penting nilai tinggi.

    Penyamarataan standar, bahwa setiap siswa di Indonesia harus melebihi standar yang ditentukan tanpa pandang bulu. Ini mengakibatkan masalah yang terus-menerus dalam internal pendidikan.

    Penerapan kurikulum yang tidak sesuia, dengan hanya meniru kurikulum dari negara lain yang sebenarnya nilai budaya, dan keadaan yang bertolak belakang. Indonesia merupakan negara yang unik, yang hanya ada satu di dunia. Memiliki beragam adat, budaya, agama, lingkungan geografis, bahasa daerah, namun tetap bersatu. Sehingga Indonesia menjadi negara yang diidam-idamkan banyak bangsa lain. Karena keunikan itulah kita seharusnya memiliki pendangan pendidikan yang unik pula, yang hanya bisa di terapkan di Indonesia, bukan hanya mencontoh dari pendidikan yang tidak sesuai.

    Sekian pendapat saya, bermodal dari pengalaman pribadi.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  41. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Rapor pendidikan Indonesia ditinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis memiliki rata-rata 5 dari 10. Nilai yang masih sangat perlu untuk ditingkatkan demi kemajuan bersama pendidikan Indonesia. Nilai tersebut diperoleh berkat kerja keras dan kerjasama semua aspek yang terlibat dalam bidang pendidikan, meskipun nilai yang diperoleh masih berada di tengah-tengah, semoga semua ini bisa menjadi cambuk untuk kerja keras dan usaha untuk lebih berpikir kritis demi mengambil setiap kebijakan pendidikan guna meningkatkan nilai raport pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  42. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas postingan diatas. Pendidikan yang demokratis merupakan usaha pemerintah dalam mencerminkan sifat dan sikap keterbukaan bagi para pembelajar khususnya guna meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Saya sangat setuju terhadap point 2 bahwa jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Keadilan saat ini belum dapat terealisasi dengan baik dan real. Nyatanya sistem pendidikan di Indonesia masih terkekang pada 1 konsep yang mana itu harus dikuasai dan dimiliki sebagai bekal siswa. Mungkin hanya berniat sebagai formalitas, namun terkadang masih banyak guru yang tidak bersedia menerima saran dan sanggahan siswa nya padahal itulah salah satu bentuk demokratis kecil yang terjadi di kelas. Siswa diminta berpikir, bebas berpendapat, namun pada akhirnya siswa tetap harus patuh terhadap apa yang diajarkan oleh guru. Inilah raport pendidikan Indonesia. Siswa masih terkekang dan terbatas dalam menyelami segala ilmu pengetahuan dunia hanya untuk mencapai nilai dan ketuntasan standart Ujian Nasional yang telah ditetapkan. Semoga dengan adanya pembelajaran saintifik yang dicanangkan dan gencar dipromosikan oleh pemerintah, dapat mewujudkan cita-cita pendidikan indonesia yang lebih demokratis. amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete