Sep 7, 2009

Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia (di tinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis)

Oleh Marsigit

Negara Indonesia terlalu besar untuk dipikirkan secara parsial. Negara Indonesia terlalu luas untuk dipikirkan secara sektoral. Negara Indonesia terlalu kompleks untuk dipikirkan oleh hanya beberapa orang. Dan negara Indonesia terlalu agung untuk dilihat hanya dari beberapa sudut pandang saja. Pancasila adalah cita-cita luhur bangsa. Demokrasi Pancasila adalah visi kebangsaaan Indonesia, walaupun kelihatannya gaungnya kurang begitu membahana, bahkan sebagian segmen masyarakat tampak agak gamang dengannya.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang, artinya memang kita berketetapan bahwa visi kebangsaan Indonesia itu ya Demokrasi Pancasila, maka kita bisa melakukan analisis deduktif, bahwa visi demikian seyogyanya menjiwai segenap aspek berkehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan Indonesia. Maka visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila, walaupun kelihatannya hal yang demikian juga mungkin terdapat segmen masyarakan yang masih agak gamang.

Tetapi baiklah, asumsikan bahwa kita memang tidak gamang bahwa pendidikan nasional seharusnya mempunyai visi demokrasi Pencasila, maka kitapun bisa melakukan analisis deduktif yaitu bahwa setiap aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Jika kita secara konsisten bisa melakukan kegiatan analisis demikian maka hasil-hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk refleksi diri kita seperti apakah wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional kita?

Gambaran tentang diri wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki pendidikan nasional akan tampak lebih jelas lagi manakala kita melakukan analisis hal yang sama untuk kasus-kasus yang paralel diluar sistem Demokrasi Pancasila. Yang terakhir tentunya semata-mata digunakan sebagai cross-check agar analisis bersifat obyektif dan hasilnya bersifat valid. Kegiatan analisis demikian setidaknya dilandasi beberapa asumsi dasar sebagai berikut.

Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai:
1) obyek material dan obyek formal sekaligus,
2)struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula,
3)hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur,
4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural,
5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya,
6)peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari,
7) bersifat kompak dan komprehensif,
8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang,
9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

Dengan berbekal visi yang ada, pendekatan analisis, dan ideal dari suatu sistem yang baik, dan referensi yang ada, marilah kita mencoba melihat dan merefleksikan bentuk tubuh pendidikan nasional kita.

1) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan seyogyanya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya. Sementara pendidikan nasional kita belum mencapai keadaan demikian. Pandangan keilmuan yang ada masih bersifat ego of the body of knoledge, ego of the structure of knowledge, dan ego of the structure of knowledge. Pada point ini, maka analisis saya, jika diwujudkan dalam bentuk angka, baru memberikan nilai 4 (empat) pada rentang 10.

2) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Praktek pendidikan kita masih terjebak pada dikotomi baik-buruk, tetapi kita kurang terampil mengisi interval di dalamnya. Praktek pendidikan cenderung semakin bersifat pragmatis dalam konteks hirarkhi paternalistik. Hirarkhi paternalistik itu akan lebih baik jika dia bersifat idealistic hierarchy paternalistic. Untuk poin ini saya memberi angka 5 (lima)

3) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga. Sementara system pendidikan kita cenderung tersedot oleh magnet dari market oriented dalam konteks hierarkhy-hierarkhy. Akibatnya nuansa pragmatis semakin menggejala bersamaan dengan erosinya nilai-nilai idealis para pelakunya. Untuk point ini saya memberi nilai 5 (lima)

4) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita harus mendorong mendorong partisipasi subyek pendidikan. Sementara di grass-root kita menemukan bahwa ketakberdayaan subyek didik dan dominasi pendidik secara terstruktur dan bersifat masif. Untuk point ini saya memberi nilai 3 (tiga)

5) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Kebutuhan masyarakan hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan.Untuk point ini saya menilai 3 (tiga)

6) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka tujuan pendidikan seyogyanya meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif. Implementasi seyogyanya secara komprehensif dan konsisten. Untuk ini saya menilai 7 (tujuh)

7) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian. Untuk point ini saya menilai 5 (lima)

8) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan. Untuk poin ini saya menilai 4 (empat).

9) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses. Evaluasi pendidikan juga hendaknya bersifat komprehensif dengan mengukur mencatat semua aspek kemampuan pelaku. Untuk point ini saya memberi nilai 4 (empat).

10) Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan. Otonomi daerah dan desentralisasi perlu ditempatkan dalam kedudukan yang proporsional. Untuk poin ini saya menilai 6 (enam)

Rata-rata penilaian saya terhadap sistem pendidikan kita dilihat dari segi promosi pendidikan yang bersifat demokratis adalah

(4+5+5+3+3+7+5+4+4+6)/10 = 5 (lima)

Kesimpulan:

Dengan nilai 5, maka kesimpulan saya terhadap wajah sistem pendidikan kita adalah sebagai berikut:

1. Dapat dimengerti masih banyaknya persoalan-persoalan yang perlu dipikirkan baik secara substansial maupun pada implementasinya.
2. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya.
3. Namun, masih terdapat harapan besar agar sistem pendidikan kita kedepan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

114 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sistem pendidikan yang digunakan Indonesia saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh seluruh kalangan negeri ini. Praktiknya, tidak bisa hanya menunjuk satu dua orang untuk memperbaiki kualitas pendidikan negeri ini, entah itu presiden, menteri, guru bahkan siswa sekalipun mempunyai andil besar untuk menggeser kondisi pendidikan negeri ini kearah lebih baik. Sebab, suatu perubahan tidak bisa digerakkan oleh segelintir orang saja. Peran serta seluruh pihak tentu diharapkan dapat memperbaiki hal-hal yang dianggap krusial dalam dunia pendidikan menuju Indonesia dengan pendidikan yang demokratis, dalam hal ini termasuk fasilitas dan pemerataan pendidikan diseluruh daerah di Indonesia.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pada artikel di atas mencerminkan bagaimana pendidikan kita pada saat ini. Evaluasi pendidikan tidak menutup kemungkinan kepada siapa saja yang dapat menilai. Seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat di dalamnya. Maka dari itu diperlukan demokrasi.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Jika kita ingin menjadi bangsa yang hebat dan besar. Maka sektor pendidikan lah yang harus kita garis bawahi. Pendidikan menjadi sektor penting untuk pembangunan bangsa. Dengan pendidikan kita bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mampu bersaing dengan negara asing. Oleh karenanya mari bersama-sma memajukan pendidikan dan kita dukung tokoh tokoh besar kita utntuk mengharumkan nama bangsa

    ReplyDelete
  4. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sistem pendidikan Indonesia diharapkan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis sesuai dengan Pancasila. Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai beberapa hal berikut, yaitu (1) obyek material dan obyek formal; (2) struktur yang jelas dan bersifat terbuka; (3) hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur; (4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substansial maupun hubungan secara struktural; (5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikatnya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya; (6) peluang bagi semua komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari; (7) bersifat kompak dan komprehensif; (8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang; (9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.

    ReplyDelete
  5. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan Indonesia dipandang masih sangat jauh dari apa yang diharapkan oleh bangsa ini. Banyak persoalan baik dari dalam sistem maupun implementasi pendidikan di masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia sendiri sering mengeluhkan kinerja pemerintah terhadap sistem pendidikan yang ada, seharusnya masyarakat juga ikut berperan dalam mewujudkan sistem pendidikan Indonesia yang demokratis sesuai dengan Pancasila sehingga dapat membangun bangsa yang besar melalui pendidikannya.

    ReplyDelete
  6. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dengan Prof. terhadap penilaian pendidikan di Indonesia, namun perlu juga kita sadari bahwa pendidikan itu adalah sebuah sistem yang saling ketergantungan, maka suatu sistem akan baik jika setiap yang terlibat dalam sistem itu harus berperan aktif. Dalam lingkup pendidikan maka pihak pemerintah, guru, masyarakat harus berperan aktif didalam pendidikan sehingga cita-cita pendidikan yang kita harapkan dapat tercapai.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dengan yang disampaikan oleh Bapak dalam artikel tersebut. Memang benar jika ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan sebaiknya melibatkan promosi kreativitas. Dengan pemikiran yang lebih kreatif akan mendorong munculnya ide – ide baru dalam perkembangan pendidikan. Perubahan dalam bidang pendidikan haruslah diawali dari perubahan diri sendiri. Ketika diri sendiri sudah berubah ke arah yang lebih baik lagi maka dharapkan dapat merubah pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya satu suara dengan artikel yang Bapak posting. Haruslah Pancasila menjadi pedoman dalam seluruh sektor kehidupan seperti Pendidikan. Pendidikan haruslah sejalan dengan Demokrasi Pancasila. Dari 10 indikator yang bapak samapaikan pada artikel tersebut saya menjadi lebih mengetahui bahwa Pendidikan sangat perlu ditingkatkan kembali untuk menjadi Pendidikan yang Demokratis

    Terimakasih

    ReplyDelete
  9. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kalimat yang pertama kali mengena pada diri saya adalah ketika bapak mengatakan bahwa, "Negara Indonesia terlalu kompleks untuk dipikirkan oleh hanya beberapa orang". Iya, saya sepakat dengan hal ini. Kalimat ini membuka mata saya, menjadi pelajaran bagi saya pribadi, bahwa saya adalah bagian dari Indonesia pula, maka saya pun memiliki kewajiban untuk turut serta membangun Negara ini. Dan hal tersebut belum saya lakukan sepenuhnya.
    Kedua, berkaitan dengan gaung Demokrasi Pancasila, khususnya dalam bidang pendidikan. Maka, pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Namun, dari paparan yang disampaikan di atas, saya menjadi tahu bahwasanya pendidikan nasional di negeri ini memang belum seutuhnya 'sehat'. Pada poin no. 4 misalnya, saya menangkap bahwasanya subjek didik masih diterpa oleh dominasi pendidik yang terus-terusan dilakukan. Hal ini membuat subjek didik tak berkembang.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Saya setuju dengan pendapat Bapak terkait nilai dalam raport pendidikan Indonesia. Sistem pendidikan yang demokratis di Indonesia adalah kalimat yang masih cukup jauh dari kenyataan yang ada. Contoh sederhananya saja adalah dalam kurikulum. Kurikulum yang ada di Negara kita sering berganti seiring dengan pergantian pemegang kebijakan. Jelas di sini sangat kurang unsur demokratis, karena pengambilan kebijakan dilakukan secara sepihak oleh pemangku jabatan, sementara yang mengerti dan penggerak lapangan adalah guru atau dosen serta tenaga kependidikan yang mestinya harus dimintai pendapatnya terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan. Selain itu siswa juga berperan penting dalam penentuan kurikulum. Karena kurikulum dibuat untuk memfasilitasi siswa atau anak-anak bangsa. Sehingga, ketika pembuatan kurikulum tidak melibatkan siswa, hal itu hanyalah akan sia-sia belaka dan membuang-buang waktu dengan hasil yang tidak maksimal.

    ReplyDelete
  11. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan itu hal yang penting bagi kehidupan suatu bangsa tak terkecuali Indonesia. Namun saat ini rapot pendidikan Indonesia memang masih jauh dari apa yang diharapkan. Sesuai dengan analisis pada artikel ini. Sistem pendidikan di Indonesia haruslah mulai dibenahi sesuai dengan visi kebangsaan Indonesia yaitu demokrasi Pancasila. Dengan menggunakan dasar demokrasi paancasila maka diharapkan pendidikan di Indonesia menjadi pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  12. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan di Indonesia memang belum demokratis. Tingkat kegotongroyongan dalam membangun Pendidikan yang lebih baik masih rendah. Kita sebagai warga Indonesia harusnya saling belajar dan dipelajari untuk membagun pendidikan bukan saling menyalahkan. Tidak hanya Guru saja yang berperan untuk membangun pendidikan tetapi juga semua masyarakat. Kemudian Indonesia juga masih perlu mendorong dan membangun guru untuk menjadi guru yang sustainable. Dengan begitu maka terciptalah pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  13. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    jika kita melihat tahun pembuatan artikel ini yaitu tahun 2009, maka kita dapat membandingkan wajah pendidikan pada tahun tersebut dengan tahun sekarang 2017. artinya, dalam selang 8 tahun, sudahkah terjadi perubahan dalam dunia pendidikan sebagaimana yang diinginkan dalam artikel di atas?. jika saya cermati, selisih satu windu tersebut sudah menunjukkan adanya perubahan, selain perubahan kurikulum. pembelajaran sudah banyak yang terpusat kepada siswa. meskipun demikian, tidak sedikit juga praktik mengajar yang masih traisional.

    ReplyDelete
  14. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pendidikan di Indonesia memang belumlah merata. Namun, menyalahkan pemerintah sudah terlalu sering menjadi senjata bagi kita, masyarakat Indonesia ketika dalam bidang pendidikan mengalami kegagalan. Perbaikan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah juga perlu dibarengi dengan adanya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya kerjasama dalam mempromosikan pendidikan menjadi lebih demokratis. Sebab kita semua punya hak untuk memperoleh pendidikan agar raport pendidikan Indonesia bisa meningkat dari 5.

    ReplyDelete
  15. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Mewujudkan pendidikan yang demokratis tentunya juga tidak lepas dari adanya siswa di dalam proses pembelajaran dalam pendidikan tersebut. jika ingin mewujudkan pendidikan yang demokratis maka wujudkan siswa yang demokratis juga yaitu dengan cara memberikan kesempatan kepada sisw untuk dapat mengungkapkan pendapatnya dan janganlah guru berikap terlalu otoriter.

    ReplyDelete
  16. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pendidikan demokratis, tercipta kesamaan hak dan kewajiban atau perlakukan dalam pembelajaran antara pendidik dan peserta diidk, namun saat ini masih ditemukan pendidik yang otoriter, memang pada dasarnya kembali lagi kepada kesadaran diri masing-maisng, baik dari pendiidk maupun dari siswa, bagaimana tingkat keinginan siswa untuk mendapat pengetahuan yang lebih baik. dan peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif agar tercapai penididkan yang demokratis.

    ReplyDelete
  17. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimaksih atas informasi yang Bapak berikan. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapat dikembangkan menjadi lebih baik agar dapat ditiru oleh negara-negera lain, sehingga pendidikan di Indonesia dapat menjadi panutan dari pendidikan negara lain.

    ReplyDelete
  18. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matatika A 2014

    Saya setuju dengan beberapa kalimat Bapak yang menuliskan "Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya." Salah satu cara atau tahap yang bisa dilakukan sekarang adalah menyadari dari diri sendiri bahwa pendidikan nasional bukan hanya milik menteri maupun petinggi lainnya, tapi seluruh bagian yang mepengaruhi maupun dipengaruhi.

    ReplyDelete
  19. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan yang lebih demokratis di Indonesia memang harus diusahakan karena dengan adanya usaha pastilah pendidikan di Indonesia ini akan dapat menjadi demokratis. sehingga siswa siswi di negeri ini dapat berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan di Indonesia begitu kompleks, khususnya bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, tampak bahwa pemerintah masih "mencari jati diri". Hal ini terlihat dari bergantinya kebijakan dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  21. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan yang ada di Indonesia, bukan lantas menjadi kesalahan ataupun tanggung jawab pemerintah. Sebagai warga negara, kita turut andil dalam terjadinya masalah dan juga dalam mempertanggung jawabkan masalah itu. Dalam pendidikan, diperlukan kesadaran dari berbagai pihak agar pendidikan di Indonesia tidak jauh tertinggal dengan negara-negara lain. Karena sesungguhnya, melalui pendidikan itulah tercipta generasi penerus bangsa.

    ReplyDelete
  22. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk mempromosikan pendidikan yang utama adalah dari sistemnya terlebih dahulu harus sehat, yaitu struktur jelas, bersifat terbuka, hubungan struktur yang jelas, konsisten, dan sebagainya sebagaimana telah disajikan dalam artikel di atas. Karena negara Indonesia adalah negara demokratis dan Pancasila maka sudah semestinya pendidikan kita mencerminkan dua hal tersebut.

    ReplyDelete
  23. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari 10 refleksi bentuk tubuh pendidikan nasional, saya tertarik pada bagian “Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga”. Inovasi dalam pendidikan memang perlu dilakukan guna menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa dan demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik

    ReplyDelete
  24. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Demokrasi dalam pendidikan merupakan suatu bentuk keterlibatan beberapa pelaku pendidikan di dalam menentukan suatu kebijakan untuk memperoleh kemajuan dari pendidikan yang diharapkan. Keterbukaan bidang pendidikan dari masukan dan saran dari berbagai sumber sangat dibutuhkan untuk memperoleh hal-hal baru yang terkait dengan perkembangan pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  25. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan artikel ini, kesimpulannya ialah bahwa perlu adanya perbaikan dan pembaharuan dari sistem pendidikan di negara Indonesia untuk dapat terus maju mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia.

    ReplyDelete
  26. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    Pendidikan Matematika PPs Kelas C

    Angka 5 sebagai nilai rata-rata wajah sistem pendidikan di Indonesia saat ini sangatlah tepat, menimbang masih banyaknya faktor-faktor yang 'rusak' bahkan 'terpuruk' dalam dunia pendidikan Indonesia. Memang, masih banyak negara dengan latar pendidikan tidak lebih baik dari Indonesia, namun untuk menuju pendidikan demokrasi yang diakui baik dimata dunia kita harus melirik negara di atas kita. Pada kenyataannya para pelaku pendidikan termasuk guru sangat sulit menerima perubahan era globalisasi dan kebanyakan menolak untuk memperkaya ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Pemikiran yang tidak terbuka membuat pendidikan di Indonesia terkurung dan memiliki motivasi sangat rendah untuk bersaing dengan pendidikan negara lain.

    ReplyDelete
  27. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Artikel ini ditulis pada tahun 2009. Pada tahun tersebut bisa saya perkirakan bahwa saya baru masuk ke kelas 1 MA setelah 1 tahun mengikuti program Martikulasi. Sebagai informasi, saya melanjutkan studi SLTA di salah satu MA swasta di kabupaten Brebes yang memiliki program unggulan sekolah 4 tahun. 2009, merupakan tahun dimana saya belum terlalu mengenal dunia elektronik dan termasuk internet. Tahun dimana saya baru mengenal Facebook itupun gara-gara teman-teman saya berasal dari kota. Jika dilihat dari sekelumit pengalaman saya pada tahun 2009 yang lalu, tidak mungkin juga tahun 2009 saya mengerti keadaan dunia luar termasuk dunia pendidikan yang ada pada masa itu. Jangankan untuk mengetahui informasi pendidikan yang ada, untuk mengetahui kondisi rumah saja bisa dikatakan susah, karena kehidupan saya yang alhamdulillah masuk di salah satu pesantren, sehingga elektronik dan internet sangat dibatasi. Jika memang begitu adanya dari pemaparan bapak di atas, ternyata pendidikan Indonesia masih belum memiliki tubuh yang utuh.
    Jika kita telaah lebih lanjut, sekarang tahun 2017. Jadi tulisan ini sudah berumur 8 tahun kurang sehari, karena besok tulisan ini genap berumur 8 tahun pada jam 12.04 WIB (SAYA UCAPKAN SELAMAT MENUJU UMUR YANG KE 8 BAGI TULISAN INI). Pada tahun 2009, kita dipimpin oleh presiden SUSILO BAMBANG YUDHOYONO dengan menteri pendidikan nasional kalau tidak salah dan saya yakin adalah bapak Mumammad Nuh. Beliau baru menjadi menteri pendidikan setelah menggantikan bapak Bambang Sudibyo. Sehingga jika memang benar tahun 2009 keadaan pendidikan kita (INDONESIA) masih kurang dalam hal mempromosikan pendidikan yang demokratis, hal ini memiliki arti bahwa warga indonesia terutama para pemimpin negara masih belum mengerti apa itu demokratis yang sebenarnya, karena mereka tidak memikirkan secara menyeluruh keadaan pendidikan yang ada masa itu.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  28. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Membaca artikel ini, saya seolah dibawa oleh mesin waktu kembali ke tahun 2009 dimana saat itu saya masih belum mengetahui bagaimana wajah pendidikan Indonesia. Pada saat itu, sebagai seorang siswa sekolah menengah atas, yang saya tahu hanya belajar yang rajin demi mendapatkan nilai terbaik tanpa peduli sekelumit permasalahan yang sedang dihadapi oleh pendidikan di Indonesia. Melihat refleksi bentuk tubuh pendidikan nasional (pada saat itu) yang Pak Prof. paparkan, saya tersadar bahwa memang terdapat banyak hal yang harus dibenahi dalam bidang pendidikan di negeri ini. Dari tahun 2009 hingga 8 tahun setelahnya yaitu tahun 2017 ini, bukan berarti persoalan pendidikan di Indonesia khususnya dari segi promosi pendidikan yang bersifat demokratis berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi akan semakin kompleks. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu untuk menghadapi, mengatasi dan mencari solusi terbaik bagi pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  29. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Terimakasi sebelumnya pak, dengan adanya postingan bapak 8 tahun yang lalu ini, saya pribadi menjadi tahu beberapa hal yang kurang dalam promosi pendidikan yang demokratis pada tahun 2009 lalu. Banyak upaya yang dilakukan oleh pelaku pendidikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik dari tahun ke tahun. Seperti pada tahun 2017 ini, diberlakukannya sistem rayon untuk menerima siswa baru, sistem ini berlaku pada sekolah dasar dan menengah yang berada dibawah naungan Diknas. Tujuan dari diberlakukannya ini saya kira salah satu upaya untuk memperbaiki permasalahan yang diuraikan oleh bapak pada point ke-5 yaitu mengenai sistem pelayanan pendidikan untuk semua masyarakat. Dengan diberlakukannya sistem rayon ini diharapkan semua masyarakat Indonesia memperoleh pendidikan yang sama dan tidak ada pengkotakan sekolah A dengan sekolah B. Akan tetapi, setiap keputusan atau tindakan yang diambil terdapat kekurangan maupun kelebihannya masing-masing. Begitu halnya dengan sistem rayon ini, permasalahan lain mulai bermunculan. Ternyata bukan hanya siswa yang perlu disama ratakan, namun fasilitas, pendidik, dan informasi juga seharusnya disama ratakan kualitas maupun kuantitasnya.

    Semoga dengan adanya orang-orang seperti bapak yang peduli dengan pendidikan Indonesia akan menjadikan sistem pendidikan Indonesia menjadi sistem yang sehat. Dan, Semoga saya bisa banyak belajar lagi dari posting-an bapak. Aamiin.

    ReplyDelete
  30. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb.
    Artikel ini di posting tepat 8 tahun yang lalu, ketika saya lulus dari SMP kemudian akan melanjutkan ke jenjang SMA. Berbagi pengalaman sedikit, pada waktu itu Ujian Nasional masih digunakan sebagai penentu atau syarat kelulusan dari setiap jenjang sekolah. Kemudian, pendaftaran untuk SMA negeri di kota saya khususnya dilakukan secara serentak yaitu dengan menggunakan nilai murni dari Ujian NasionalPengalaman saya ketika ingin mendaftar di SMA Negeri di Kota (berbeda kabupaten) ternyata tidaklah mudah. SMA yang saya inginkan ternyata berbeda kabupaten atau berbeda wilayah. Kebijakan dari pemerintah yaitu siswa yang berasal dari sekolah yang berbeda kabupaten hanya diberi kursi sebanyak 30 % dari jumlah siswa yang diterima. Meskipun nilai UN lebih besar daripada siswa yang berada pada satu wilayah yang sama dengan sekolah tersebut, maka yang diterima adalah siswa dari sekolah yang satu wilayah dengan nilai UN yang lebih rendah. Hal ini menurut saya ada baik dan buruknya. Baiknya adalah siswa yang berdomsili satu wilayah dengan sekolah satu wilayah dapat masuk dengan mudah di sekolah yang ia inginkan (sekolah favorit). Buruknya adalah siswa yang berasal dari domisili yang berbeda dari sekolah yang ia inginkan tidak bisa dengan mudah masuk ke sekolah favorit yang berbeda dari domisili nya, sehingga bagi siswa yang memiliki kemampuan cukup tidak bisa mengembangkan secara lebih luas kemampuannya di wilayah yang berbeda.
    Pendidikan nasional memang tercermin dari setiap ego masing-masing pemimpinnya yang tidak berdasarkan pada perkembangan masyarakat pada umumnya. Subyek pendidikan juga tidak lagi dianggap sebagai cerminan dari perkembangan pendidikan itu sendiri, akan tetapi perubahan yang terjadi cenderung berubah sesuai dengan pemilik kuasa pendidikan. seperti yang Prof. utarakan di atas, subyek pendidikanlah yang semestinya dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan dan memfungsikan pendidikan sebagai sistem pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Selain itu, memang benar bahwa tidak ada yang lain kecuali subek pendidikan itulah sebagai orientasi yang membutuhkan pendidikan. Saya setuju dengan pendapat Prof., bahwa evaluasi pendidikan sebaiknya dilakukan berdasarkan proses, tidak hanya hasil semata. Banyaknya persoalan yang terjadi dapat dijadikan sebagai latar belakang untuk membangun pendidikan nasional yang lebih baik. Faktor internal maupun eksternal dari adanya pendidikan itulah yang nantinya berpengaruh dalam lahirnya pendidikan yang lebih baik berkualitas. Harapan pendidikan yang demokratiis sampai saat ini pun masih ada. Semoga kita dapat memberikan kontribusi untuk dunia pendidikan dan semoga pendidikan kita semakin maju. Aamiin..
    Terimakasih atas postingan Prof. Sehingga dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi saya pribadi tentang pandangan pendidikan 8 tahun yang lalu.

    ReplyDelete
  31. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Matematika A 2017

    Bismillahirrohmanirrohiim
    Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam memajukan suatu negara. Oleh karena itu, setiap negara di dunia dari tahun ke tahun selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negaranya. Begitu juga dengan kita negara Indonesia. Tulisan di atas menggambarkan bahwa sejak dahulu para pakar pendidikan di Indonesia sudah berusaha untuk selalu membenahi pendidikan di Indonesia agar pendidikan di Indonesia benar-benar dapat meralisasikan fungsi dan tujuannya yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, menghasilkan generasi yang beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  32. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pendidikan adalah satu pondasi kehidupan bagi manusia, oleh karena itu pendidikan menjadi prioritas bagi beberapa orang di dunia begitupun juga di Indonesia. Masalah pendidikan tidak lepas dari kebudayaan suatu masyarakat di dalamnya. Proses pendidikan berdasar nilai-nilai suatu masyarakat sesuai dengan perubahan kehidupan yang ada. Pendidikan dipengaruhi oleh bentuk-bentuk kebudayaan masyarakat lokal maupun nasional. Pembaruan kebijakan tentang pendidikan lebih baik disesuaikan dengan perkembangan tuntutan mayoritas masyarakat. Derasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghadapkan dunia pendidikan dalam situasi persaingan global. Oleh karena itu sistem pendidikan di Indonesia harus selalu diperbaiki agar mampu berkiprah dalam era globalisasi.

    ReplyDelete
  33. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Sistem pendidikan Indonesia diharapkan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis sesuai dengan Pancasila. Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai:
    1) obyek material dan obyek formal
    2) struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula,
    3) hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur,
    4) konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural,
    5) didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya,
    6) peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari,
    7) bersifat kompak dan komprehensif,
    8) menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang,
    9) serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya.
    Kurikulum yang senantiasa beubah mengikuti perkembangan zaman dan kurikulum 2013 yang sekarang diterapkan diharapkan dapat memberikan peran dalam membentuk sistem pendidikan yang benuansa demokratis.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  34. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Saya setuju pada bagian merefleksikan bentuk pendidikan nasional kita poin nomor 5 yaitu jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Kebutuhan masyarakan hendaknya diartikan secara mendalam dan seluas-luasnya, termasuk paradigma bahwa subyek didik itulah sebenar-benar yang membutuhkan pendidikan.

    Menurut saya, kebutuhan masyarakat akan pendidikan tidak hanya terdidik pada ilmu pengetahuan saja, tapi juga harus terdidik secara perkembangan karakternya. Contohnya sekarang saja anak kelas 5 tingkat Sekolah Dasar setiap hari harus membawa tas berat dengan buku yang banyak, untuk 1 mata pelajaran saja bisa sampai 4 buku tulis dari buku catatan hingga latihan-latihan. Hal ini menunjukkan bahwa di sekolah lebih sering memperhatikan perkembangan siswa dari segi aspek kognitif saja namun lupa terhadap aspek afektifnya. Padahal, perkembangan karakter sangat menolong seseorang untuk bertahan hidup kelak ketika berada di lingungan baru.
    Demikian pendapat saya, terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  35. Dheni Nugroho
    17709251023
    Pendidikan Matematika

    Pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang semua masyarakat inginkan. oleh karena itu kita harus tetap memperjuangkannya hingga bisa tercapai. pendidikan harus berjalan dua arah, yaitu pendidikan menurut guru dan menurut murid. jika pendapat guru dan siswa dapat disatukan untuk melaksanakan pembelajaran, maka akan terjadi pendidikan yang benar-benar di inginkan oleh semua pihak. seperti itu lah pendapat saya mengenai pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  36. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    Pend. Mtk B

    Pendidikan bernuansa demokratis artinya pendidikan harus sesuai dan dapat diterima oleh berbagai kalangan di Indonesia. Pendidikan bernuasa demokratis sesuai untuk bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, agama dan budaya. Dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini belum sepenuhnya menjadi sistem pendidikan yang bernuasa demokratis. Masih terdapat beberapa persoalan yang harus dipecahkan untuk mencapai sistem pendidikan yang bernuasa demokratis. Namun, kita tidak boleh berhenti berharap untuk tercapainya sistem pendidikan yang bernuasa demokratis. Hal itu, karena pendidikan di Indonesia ini sedang berproses dan selalu berproses untuk menjadi lebih baik. Salah satunya dengan selalu adanya perbaikan kurikulum yang disesuaikan dengan era globalisasi. Terima Kasih

    ReplyDelete
  37. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pedidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saya membaca dan memahami tulisan Bapak mengenai wajah dan potret pendidikan di Indonesia saat ini memang harapan pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Banyak upaya dan kerja keras yang harus dilakukan untuk mempromosikan pendidikan yang demokratis Pancasila tersebut. Seluruh stackholder pendidikan harus terlibat aktif dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Tidak mudah untuk melakukannya, namun bukan berarti tidak mungkin. Misalnya saja pemerintah dari Kementrian Pendidikan Nasional yang menggaungkan program pendidikan karakter sejak tahun 2010, sampai saat ini masih mengalami banyak masalah dalam mewujudkan hal tersebut. Gejala-gejala seperti tawuran, siswa menjadi korban pemerkosaan, siswa yang menjadi korban peredaran obat-obatan terlarang seperti narkoba, siswa yang suka menyontek dan masih banyak yang lain lagi, merupakan beberapa contoh gagal atau kurang maksimalnya program pendidikan karakter tersebut. Mengacu dari hal tersebut tidak mudah untuk melaksanakan suatu program yang telah dirancang, butuh waktu lama dan kekonsistenan dalam menjalankannya. Namun demikian, kita tetap tidak boleh pesimis dan harus semangat untuk mewujudkan pendidikan demokratis Pancasila.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pendidikan yang demokratis merupakan proses pendidikan yang hubungan antara guru dan murid dapat berimbang sehingga bisa saling menyampaikan pendapat dan pikiran. Artinya, bukan hanya guru yang mengajar atau memberikan informasi namun siswa juga perlu diberikan fasilitas untuk mampu mengemukakan pendapatnya, menemukan sendiri apa yang ia cari,dan menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. untuk mendukung hal tersebut, saat ini sedang dikembangkan pembelajaran student centered yaitu pembelajaran yang berpusat kepada siswa.
    Memang tidak mudah dalam mempraktikkan pendidikan yang demokratis ini. Hal ini barangkali masih kuatnya pandangan bahwa guru tentu lebih pandai dan mempunyai ilmu pengetahuan yang banyak ketimbang muridnya. hal ini memang benar adanya. Guru memang dikatakan sebagai sentral dalam pelaksanaan pendidikan. Dalam proses belajar mengajar, para murid tidak bisa beraktivitas yang disebut sebagai pendidikan ini secara baik bila tanpa adanya seorang guru. Maka, guru mempunyai peran yang sangat penting dan dominan dalam keberhasilan sebuah pendidikan. meskipun adanya guru namun siswa tidak ada keinginan untuk belajar mungkin juga tidak terjadi proses belajar, seharusnya siswa lebih aktif. untuk mencapai pendidikan demokratis ini harus adanya hubungan yang serasi antara siswa dan guru.

    ReplyDelete
  39. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Saya setuju dengan isi postingan di atas. Terdapat satu poin yang terlihat menarik di mata saya, yaitu: "Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses".
    Sistem evaluasi yang terbuka dan berbasis pelaku pendidikan, evaluasi pendidikan hendaknya berdasar pada catatan atau portofolio siswa. Sudah jelas bukan? bahwa sudah semestinya yang mengetahui hasil belajar siswa dan yang berhak memberikan penilaian adalah guru. Saya tertarik dengan poin ini, karena realita yang terjadi di Indonesia terjadi ketidakseimbangan tujuan, bukan lagi pada proses, akan tetapi pada hasil. Evaluasi yang digadang-gadang adalah nilai UN. Murid yang hebat adalah dia yang nilai UN nya tinggi. Realitanya begitu bukan? Hal ini diperkuat dengan sistem rekrutmen siswa baru dengan berpedoman pada nilai UN. Sehingga boleh dikatakan bahwa pendidikan saat ini tidak begitu memperdulikan bagaimana proses murid mencapai pengetahuaannya, akan tetapi hanya berapa besar nilai ujian akhirnya. Hal ini mengakibatkan munculnya budaya-budaya pragmatis dan instan pada pendidikan di Indonesia, sebut saja kecurangan UN dan lain sebagainya. Sesungguhnya motivasi pendidikan yang berorientasi pada pencapaian nilai adalah pendidikan yang membelenggu. Sangat jauh dari konteks demokrasi.

    ReplyDelete
  40. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Pendidikan yang demokratis terjadi ketika ada keterkaitan antara semua aspek pendidikan. Pendidikan yang memberikan kesempatan terbuka untuk semua kalangan pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan mutu pembelajaran. Saat ini mungkin pendidikan di Indonesia masih belum seperti yang diingankan. namun demikian ada harapan besar terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Harapan itu ada pada siswa dan guru juga segala aspek lainnya. Jika guru di Indonesia maju maka akan dapat mengelola pembelajaran dengan kreatif, inovati, dan bervariasi, sehingga siswa pun akan mengikuti pembelajaran dengan senang dan pembelajaran pun menjadi bermakna. Adanya pergantian kurikulum diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Jika kita lihat saat ini kurikulum 2013 sudah mengarah ke student center yang dikemas dengan suatu kasus permasalahan yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  41. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Setelah saya membaca artike bapak mengenai pendidikan yang demokratis, saya membayangkan sebuah sistem pendidikan yang benar-benar memanusiakan manusia. Sekolah memberikan fasilitas kepada siswa untuk belajar hidup dan menjalankan kehidupan. Bukan sekedar sekolah yang membuat siswa datang, mendengarkan guru, menhapal rumus lalu lulus dengan batas minimal nilai tertentu. Namun, sekolah yang mampu memberikan bekal kepada siswa untuk mampu berkembang dan mengembangkan kehidupan masyarakat, sekolah yang mampu memberikan ketermapilan bertahan hidup kepada siswanya dan sekolah yang mampu menciptakan siswa yang memiliki tenggang rasa terhadap sesama tanpa melupakan hakikat hidup adalah untuk beribadah kepada Tuhannya.

    ReplyDelete
  42. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Artikel di atas berisi hal-hal yang perlu diusahakan dalam rangka mempromosikan pedidikan yang demokratis. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangkan masyarakat dan kehidupan secara komprehensif untuk menyadarkan dan mengembangkan seluruh potensi atau kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat secara bersama-sama. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada di lingkungan sekitar sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, dengan mengembangkan masyarakat diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Sebagai contoh penggangguran dan kemiskinan. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menumbuhkan inisiatif masyarakat dan memberikan pinjaman modal untuk berwirausaha. Dengan demikian masyarakat mampu "berdaya" dan "memberdayakan" orang lain.

    ReplyDelete
  43. Gamarina Isti R
    Pendidkan
    17790251036 Matematika Kelas B

    Pendidikan nasional telah lama dirumuskan sebelum dan sesudah Indonesia merdeka, namun untuk pengesahaannya telah terdapat pada UUD 1945 pasal 3 dan pada Pancasila. Oleh karena itu visi pendidikan nasional juga harus bernafaskan demokrasi Pancasila,.
    aspek implementasi pada bagian dan subbagian pendidikan nasional juga harus dijiwai oleh semangat Demokrasi Pancasila. Oleh karena itu untuk mewujudkannya diperlukan beberapa aspek mendukung yaitu : (1) mempromosikan kreativitas, (2) menuju nilai keadilan dan kemerdekaan, (3) demi kesejahteraan warga, (3) mendorong partisipasi subjek, (4) adanya inovasi, (5) mengembangkan aspek budaya masyarakat, (6) mengembangkan masyarakat yang komprehensif, (7) komunikasi multiarah dan mandiri, (8) memperhatikan lingkungan kehidupan sosial, (9) sistem evaluasi yang terbuka, (10) mengembangkan aspek budaya

    ReplyDelete
  44. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pendidikan yang demokratis merupakan dambaan bagi seluruh warga indonesia, karena pada kenyataanya pendidikan kita belum mendekati pada tahap demokatis. Salah satu faktor yang menyebabkan kualitas pendidikan yang selama ini saya alami kurang demokratis yaitu lemahnya pendidik dalam menggali potensi ataupun bakat peserta didik. Hal yang seringkali terjadi yaitu pendidik memaksakan kehendaknya tanpa memperhatikan minat, kebutuhan, dan bakat yang dimiliki peserta didiknya. Seharus yang perlu diperhatikan pendidik yaitu kebutuhan peserta didik bukannya memaksakan sesuatu yang membuat peserta didik malah tidak nyaman dalam belajar. Proses pendidikan yang baik itu dengan cara memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  45. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Maematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    penilaian yang menarik bagi saya seelah membaca artikel ini. ternyata raport pendidikan di negara kita masih rendah. tapi penilaian ini adalah penilaian 8 tahun yang lalu. saya penasaran dengan penilaian saat ini, apakah mungkin meningkat? tetap? atau bahkan turun?

    ReplyDelete
  46. Rosnida Nuhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Semoga tulisan ini dibaca oleh salah satu pengampu kebijakan pendidikan di Indonesia, sehingga bisa menambah wawasan agar dalam mengembangkan kebijakan pendidikan tidak hanya terpusat oleh golongan yang di atas saja. Dan mungkin lebih bisa turun ke bawah meamantau langsung bagaimana penerapan kebijakan tersebut.

    ReplyDelete
  47. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Sistem pendidikan Indonesia yang dicita-citakan oleh rakyatnya adalah sistem pendidikan yang lebih demokratis. Saya setuju dengan kesimpulan dari bacaan di atas terhadap wajah pendidikan Indonesia saat ini. Persoalan-persoalan yang masih berserakan di Indonesia menjadikan pendidikan demokratis tersebut belum tercapai. Tidak hanya persoalan secara substansi namun implementasinya juga belum terlaksana secara optimal, pendidikan tidak dirasakan secara merata oleh rakyat Indonesia. Selain itu faktor-faktor mendasar maupun para pelaku kependidikannya belum menggambarkan wajah demokratis pendidikan Indonesia. Menurut saya hal itu disebabkan oleh kegamangan untuk menetapkan bagaimana wajah pendidikan Indonesia itu sendiri. Dan diluar dari itu semua, masih besar harapan rakyat Indonesia untuk mengidamkan sistem pendidikan kita kedepan dapat memberikan nuansa pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  48. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum Wr.Wb
    Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang keilmuan seyogyanya mempromosikan kreativitas serta merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya, pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity, harus mendorong diadakannya inovasi atau perubahan secara terus menerus di segala aspeknya semata-mata demi kesejahteraan semua warga, harus mendorong partisipasi subyek pendidikan, harus mendorong mengembangkan aspek budaya masyarakat dan mengfungsikan pendidikan sebagai system pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat akan pendidikan, tujuan pendidikan seyogyanya harus meliputi usaha-usaha mengembangkan masyarakat dan kehidupan seutuhnya secara komprehensif, kita perlu mempromosikan komunikasi multi arah dan kemandirian, perlu mempromosikan lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan sebagai konteks praktik kependidikan, perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan, perlu mempromosikan aspek multi budaya sebagai kakayaan yang perlu dikembangkan. Jadi semua itu harus terlaksanakan agar pendidikan dapat terpromosikan lebih demokratis.

    ReplyDelete
  49. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Artikel ini memuat penilaian sistem pendidikan Indonesia delapan tahun lalu dengan nilai 5, yang mengindikasikan rendahnya wajah sistem pendidikan kita saat itu. Akan tetapi, akahkah ada perubahan dengan wajah sistem pendidikan kita saat ini? Tentu kita memerlukan refleksi kembali untuk ini. Jika dilihat dari sepuluh refleksi yang dikemukakan pada artikel, boleh jadi nilai wajah pendidikan kita saat ini tidak jauh berbeda dengan delapan tahun lalu. Disinilah, kita sebagai calon pendidik perlu memulai dari diri sendiri dan mengajak seluruh bagian masyarakat untuk mencapai cita-cita pendidikan bangsa yaitu demokrasi pancasila. Pelaku pendidikan harus meyakini secara penuh bahwa nuansa pendidikan Indonesia yang demokratis akan tercipta bila semua rakyat Indonesia saling bahu membahu untuk mewujudkannya.

    ReplyDelete
  50. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Pendidikan yang bersifat demokratis masih belum dapat diterapkan secara maksimal di Indonesia. Saya menyadari sejauh ini wajah pendidikan Indonesia masih memiliki beberapa kendala. Saya pribadi juga merasa miris saat melihat suasana pendidikan di Indonesia dengan indikator beberapa penilaian yang lebih dominan berada pada angka 5 ke bawah. Semoga ke depannya terdapat peningkatan pada beberapa aspek. Pendidikan salah satu pembuat dan penggerak pada perubahan. Jika bangsa ini memiliki dorongan dan semangat untuk terus maju dan mencoba untuk menyelesaikan satu per satau masalah yang ada, maka tidak ada yang mampu mematahkan tindakan dan semangat para pelaku dalam bidang pendidikan. Mari bersama-sama kita membangun Indonesia dengan peduli pada bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  51. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya menyoroti salah satu cara untuk mempromosikan pendidikan demokratis adalah kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Sistem evaluasi tentunya akan berkaitan dengan penyelenggaraan Ujian Nasional. Kita tahu bahwa penerapan Ujian Nasional masih banyak hambatan. Apalagi sistem Ujian Nasional yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) seolah menyulitkan siswa. Seolah Ujian Nasional hanya menilai siswa di akhir jenjang dengan mengabaikan penilaian proses selama siswa menuntut ilmu di sekolah itu. Selain Ujian Nasional, penilaian proses berbasis portofolio hendaknya diterapkan untuk lebih mengetahui perkembangan atau progress siswa dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  52. Efi Septianingsih
    17710251013
    pep b

    pendidikan yang demoktratis?
    semoga salah satu dari rekan-rekan pascasarna yang dibimbing oleh bapak bisa menciptakan pendidikan yang demokratis, walaupun banyak yang harus dibenahi. jika bukan dimulai dari sendiri, dan hanya mengandalkan sistem atau menyudutkan sistem tidak akan lebih baik.

    ReplyDelete
  53. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Pendidikan merupakan usaha manusia untuk memanusiakan manusia. Pendidikan juga bertujuan untuk mengoptimalkan potensi peserta didik. Sehingga berbagai cara dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya dengan penerapan kurikulum. Negara Indonesia adalah negara yang yang berlandaskan pancasila. Sehingga pengembangan kurikulum seharusnya menganut pula dasar pancasila. Salah satunya demokrasi pancasila adalah semangat orang Indonesia, dimana semangat ini tentunya juga sangat penting diterapkan pada pendidikan nasional. Namun demikian, kenyataan dilapangan menunjukkan hal yang berbeda mulai dari kurikulum hingga pelaksanaan pendidikan di kelas. Hal ini menunjukkan bahwa rapot pendidikan Indoneia masih belum optimal, jika menggunakan kata-kata Bapak Prof. Dr. Marsigit, M. A maka nilainya masih 5. Sehingga hal ini menyadarkan kepada kita bahwa kita haruslah berjuang lagi dalam memajukan pendidikan Indonesia. Bismillah semoga Allah meridhoi usaha kita dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  54. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Ketika membaca tulisan ini, dan melihat nilai rata-rata rapor pendidikan di Indonesia adalah 5, maka memang masih banyak PR bagi Negara ini untuk pendidikan bagi warganya. Setiap warga Negara berhak atas pendidikan yang layak.
    Saya merasa sedih sebab sebagai salah satu bagian dari pendidikan itu, saya turut menggores di sana.
    Namun ini adalah proses, untuk menuju pendidikan yang lebih baik dan demokratis. Trimakasih untuk tulisan ini, bersyukur juga dapat menjadi bagian dari pendidikan Indonesia. Semoga dapat menjadi salah satu pejuang untuk pendidikan yang lebih demokratis, menghargai kemerdekaan berpikir, mewadahi kreativitas peserta didik, membangkitkan sang maha tahu di dalam diri anak. Semoga.

    ReplyDelete
  55. Pangestika Nur A
    PEP B- Pascasarjana
    17701251037

    Tulisan ini merupakan wajah pendidikan di Indonesia delapan tahun silam dan tahun ini dunia pendidikan Indonesia telah mempunyai kurikulum yang berbeda. Menurut pengamatan saya pribadi, pendidikan Indonesia delapan tahun silam dan sekarang tidak jauh berbeda. Pendidikan demokratis masih menjadi target yang belum tercapai. Namun pada pengamatan saya kurikukulum 2013 telah memasukkan aspek komunikasi multi arah dan kemandirian dalam pembelajaran serta sistem nilai yang tidak hanya penilaian pengetahuan saja melainkan juga penilaian sikap dan keterampilan. Semoga dengan pelaksanaan kurikulum 2013 ini membawa pendidikan Indonesia semakin mendekat pada target pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  56. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Setelah membaca postingan dari Profesor, merasa miris melihat pendidikan indonesia yang masih jauh dari skor ideal yakni 10. Namun, hal ini bukan berarti buruk dan tak patut di ambil pelajaran. Sebelumnya kami sangat berterima kasih dan memberikan dedikasi tertinggi bagi para guru terdahulu karena melalui beliau-beliaulah terlahir orang-orang besar dan para pendidik dimasa sekarang yang profesional. Tentunya lahirkan para orang-orang besar dan pendidik di masa sekarang yg habat-hebat ini selain di fasilitasi sarana sekolah juga di dukung dengan motivasi dan tekat belajar yang tinggi. Karena tantangan kehidupan di era global maka metode dan strategi pendidikan masa dahulu perlu modifikasi agar terarah sesuai visi demokrasi pancasila. semoga dengan adanya kurikulum kurikum 2013 dapat berjalan dengan maksimal sehingga pendidikan indonesia mampu melahirkan insan berakhalak karimah dan berjiwa nasionalis tinggi sesuai demokrasi pancasila. Terima kasih.

    ReplyDelete
  57. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Pendidikan di Indonesia merupakan sebuah tatanan sistem. Sehingga apabila kita ingin memperbaiki atau mengubah sistem yang ada maka kita harus mampu memahami komponen-komponen yang ada dalam sistem pendidikan ini.
    Jika sistem pendidikan yang ada ini sebenarnya memiliki kekuatan atau nilai maka kita hanya perlu mengubahnya. Namun apabila sistem yang ada tidak memiliki kekuatan atau lemah maka kita perlu menggantinya dengan sistem yang baru.

    ReplyDelete
  58. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Menurut saya pendidikan di Indonesia masih berantakan dan semrawut. Banyak sekali masalah pendidikan yang terjadi. Berawal dari tujuan pendidikan yang menurut saya kurang jelas. Kemudian kurikulum yang juga kurang jelas. Target yang terlalu tinggi tidak sesuai dengan kemapuan dan tujuan, mengakibatkan cara-cara yang tidak seharusnya. Pelaksanaan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tujuan, karena mengejar target. Melibatkan bisnis yang tidak sesuai dalam pendidikan, sehingga kadang semua dipandang dapat diselesaikan dengan uang.

    Selain itu dihilangkannya pendidikan yang seharusnya ada, yang dipandang tidak begitu menunjang tercapainya target. Sehingga seolah-olah target menjadi tujuan pendidikan kita bukan tujuan itu yang menentukan target.

    Ditamabah lagi dengan perkembangan teknologi yang menggerus nilai kebudayaan luhur sendiri, namun tidak diimbangi dengan tindakan melestarikan budaya sendiri. Nilai dianggap segalanya sehingga timbul anggapan di masyarakat yang penting nilai tinggi.

    Penyamarataan standar, bahwa setiap siswa di Indonesia harus melebihi standar yang ditentukan tanpa pandang bulu. Ini mengakibatkan masalah yang terus-menerus dalam internal pendidikan.

    Penerapan kurikulum yang tidak sesuia, dengan hanya meniru kurikulum dari negara lain yang sebenarnya nilai budaya, dan keadaan yang bertolak belakang. Indonesia merupakan negara yang unik, yang hanya ada satu di dunia. Memiliki beragam adat, budaya, agama, lingkungan geografis, bahasa daerah, namun tetap bersatu. Sehingga Indonesia menjadi negara yang diidam-idamkan banyak bangsa lain. Karena keunikan itulah kita seharusnya memiliki pendangan pendidikan yang unik pula, yang hanya bisa di terapkan di Indonesia, bukan hanya mencontoh dari pendidikan yang tidak sesuai.

    Sekian pendapat saya, bermodal dari pengalaman pribadi.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  59. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Rapor pendidikan Indonesia ditinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis memiliki rata-rata 5 dari 10. Nilai yang masih sangat perlu untuk ditingkatkan demi kemajuan bersama pendidikan Indonesia. Nilai tersebut diperoleh berkat kerja keras dan kerjasama semua aspek yang terlibat dalam bidang pendidikan, meskipun nilai yang diperoleh masih berada di tengah-tengah, semoga semua ini bisa menjadi cambuk untuk kerja keras dan usaha untuk lebih berpikir kritis demi mengambil setiap kebijakan pendidikan guna meningkatkan nilai raport pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  60. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas postingan diatas. Pendidikan yang demokratis merupakan usaha pemerintah dalam mencerminkan sifat dan sikap keterbukaan bagi para pembelajar khususnya guna meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik. Saya sangat setuju terhadap point 2 bahwa jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka pandangan tentang value haruslah menuju ke keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek-aspek humanity. Keadilan saat ini belum dapat terealisasi dengan baik dan real. Nyatanya sistem pendidikan di Indonesia masih terkekang pada 1 konsep yang mana itu harus dikuasai dan dimiliki sebagai bekal siswa. Mungkin hanya berniat sebagai formalitas, namun terkadang masih banyak guru yang tidak bersedia menerima saran dan sanggahan siswa nya padahal itulah salah satu bentuk demokratis kecil yang terjadi di kelas. Siswa diminta berpikir, bebas berpendapat, namun pada akhirnya siswa tetap harus patuh terhadap apa yang diajarkan oleh guru. Inilah raport pendidikan Indonesia. Siswa masih terkekang dan terbatas dalam menyelami segala ilmu pengetahuan dunia hanya untuk mencapai nilai dan ketuntasan standart Ujian Nasional yang telah ditetapkan. Semoga dengan adanya pembelajaran saintifik yang dicanangkan dan gencar dipromosikan oleh pemerintah, dapat mewujudkan cita-cita pendidikan indonesia yang lebih demokratis. amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  61. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah..

    Dapat dikatakan nilai pendidikan di Indonesia di mata dunia masih tergolong rendah. Sistem pendidikan yang selalu berubah pun ikut dilakukan pemerintah guna untuk merubah nilai pendidikan Indonesia. Membicarakan masalah pendidikan di Indonesia tidak ada habisny. Menurut saya salah satu masalah pendidikan yang paling mutlak adalah tidak ada kemerataan mutu pendidikan antara daerah perkotaan dengan pedesaan. Sehingga membuat sistem pendidikan yang demokratis tidaklah terwujud secara keseluruhan. Usaha mempromosikan demokratis juga harus dilakukan di semua tingkat pendidikan disesuaikan berdasarkan tingkat sekolah itu sendiri. Evaluasi pendidikan bukan hanya berpatokan pada sebuah nilai, akan tetapi pada proses dan tingkat usaha siswa dalam menghadapi persoalan yang ada, maka siswa akan berpikir secara kreatif, aktif, mandiri, dan menjadi pribadi atau masyarakat indonesia yang demokratis dan berakhlak sesuai dengan ketuhanan yang berlandaskan pancasila.

    ReplyDelete
  62. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Menggaris bawahi kesimpulan nomor 2, disampaikan bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten untuk pendidikan demokratis. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, salah satunya faktor pelaku pendidikan. Pelaku pendidikan dalam hal ini terdiri dari orang tua, anak, guru, kepala sekolah, pengawas, dan pihak yang terkait di sekolah. Idealnya, orang tua menyadari bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab mereka, sedangkan sekolah merupakan salah satu sarana penunjang pendidikan anak. Sehingga orang tua sadar bahwa pendidikan keluarga merupakan inti dari suatu pendidikan karena perilaku dan karakter anak dibentuk pertama kali dalam lingkungan keluarga. Namun, orang tua masa kini justru “melimpahkan tanggung jawab” pendidikan anak kepada guru di sekolah. Menurut saya hal ini “kurang tepat” karena anak juga berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dalam hal pendidikan. Selain itu, 2/3 waktu anak dihabiskan di rumah. Oleh karena itu, peran orang tua dalam “menghidupkan” pendidikan dalam keluarga perlu dikuatkan.

    ReplyDelete
  63. Alfiramita hertanti
    NIM 17709251008
    P.Matematika kelas A 2017

    assalamualaikum wr. wb. awalnya keberadaan raport dalam sistem penilaian pendidikan di indonesia menunjukkan bahwa pendidikan kita hanya memandang manusia sebagai entitas yang tunggal. akhirnya, kemampuan mereka dimanifestasikan dalam bentuk angka. padahal ada hal yang tidak dapat dinilai oleh angka misalnya: moral, keimanan, ketakwaan, etika, imajinasi, dll sebagainya.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Pendidikan di Indonesia bisa dikatakan tengah berusaha menemukan bentuk terbaiknya. Dalam proses ini, salah satu masalah pendidikan yang dari tahun ketahun tak kunjung terselesaikan dan sudah selayaknya dipertimbangkan oleh pemangku kebijakan adalah isu mengenai kesenjangan pendidikan antar daerah. Mengingat besarnya wilayah Indonesia dengan kondisi alam berkepualauan, masalah ini nampaknya cukup bisa dimaklumi. Apalagi sumber daya manusia yang terdapat di setiap wilayah pun bisa dikatakan beragam. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusi terbaik adalah mengoptimalkan otonomi darah dalam bidang pendidikan dan meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga pendidik secara nasional. Pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal, nampaknya cukup menarik untuk diangkat. Selain diharapkan mampu meningkatkan antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran dikelas, mengangkat budaya dan kearifan lokal dalam pendidikan berarti juga mengangkat nilai-nilai luhurnya sebagai salah satu sarana pendidikan karakter.

    ReplyDelete
  65. Rosnida Nurhayati
    PPs PMB 2017
    17709251042

    Wajah dan Rapor pendidikan di Indonesia saat ini sudah berkembang dengan lebih baik, walaupun masih banyak kebijakan yang tumpang tindih. masih banyak yang harus diperbaiki agar pendidikan di Indonesi bisa setara dengan kemajuan jaman. Namun tak bisa dipungkiri, kebijakan yang terus berjalan mengingingkan adanya perubahan wajah pendidikan di Indonesia. Paradigma yang diubah melalui kurikulum, fasilitas yang terus dibenahi, pendidikan yang disebar agar bisa setara di seluruh wilayah negeri ini, bukan perkara yang mudah namun yakin bisa diubah menuju yang lebih baik.

    ReplyDelete
  66. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP

    Harus diakui bila sebagian segmen masyarakat masih gamang untuk menjadikan Pancasila sebagai ruh dari pendidikan Indonesia. Padahal Pancasila merupakan sebuah consensus para pendiri bangsa melalui serangkaian diskusi yang sangat panjang. Sebagai generasi penerus, hendaknya kita meyakini bahwa perumusan Pancasila memanglah titik terbaik yang telah dicapai oleh para pendiri. Sehingga pembicaraan mengenai apakah Pancasila merupakan ruh dari jiwa bangsa merupakan sebuah diskusi yang telah lewat karena sudah mendapatkan hasilnya. Tugas generasi penerus adalah melanjutkan pembangunan bangsa ini, termasuk didalamnya adalah pembangunan sumber daya manusianya agar tercapai apa yang menjadi cita-cita dari bangsa ini. Bila kita masih memperdebatkan diskursus mengenai Pancasila, maka perjalanan bangsa ini akan berhenti di tempat terus menerus.

    ReplyDelete
  67. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Tulisan ini diposting tahun 2009, dan alhamdulillah pada tahun 2017 ini sudah terlihat perubahan-perubahan dalam sistem pendidikan di indonesia, meski masih banyak persoalan yang perlu kita cari solusi secara bersama-sama. UN sekarang sudah tidak menjadi satu-satunya syarat kelulusan. Dengan adanya desentralisasi pendidikan, sekarang persentase daerah dalam membuat soal lebih tinggi dari pusat. Mulai tahun 2018, soal UN matematika rencananya ada soal isian singkat, dll. Harapannya kedpan pendidikan indonesia semakin baik. Aamiin.

    ReplyDelete
  68. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sistem pendidikan Indonesia diharapkan mampu memberikan nuansa pendidikan yang demokratis sesuai dengan Pancasila. Suatu sistem yang sehat adalah sistem yang mempunyai: obyek material dan obyek formal, struktur yang jelas dan bersifat terbuka yang menggambarkan bentuk wajah, tubuh, lengan dan kaki-kaki secara jelas pula, hubungan yang jelas antara komponen dalam struktur, konsisten antara hubungan yang satu dengan yang lain baik hubungan secara substantial maupun hubungan secara struktural, didukung oleh pelaku-pelaku dan komponen yang sesuai baik secara hakikinya, pendekatannya maupun ditinjau dari aspek kemanfaatannya, peluang bagi segenap komponen yang ada untuk saling belajar dan dipelajari, bersifat kompak dan komprehensif, menggambarkan perjalanan sejarah waktu lampau, sekarang dan yang akan datang, serta menampung semua aspirasi dan keterlibatan subyek dan obyek beserta segala aspeknya. Kurikulum yang senantiasa beubah mengikuti perkembangan zaman dan kurikulum 2013 yang sekarang diterapkan diharapkan dapat memberikan peran dalam membentuk sistem pendidikan yang benuansa demokratis.

    ReplyDelete
  69. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Indonesia itu luas, terbentang dari Sabang sampai dengan Merauke, dan memiliki berbagai suku dan budaya yang berbeda. Hal tersebut membuat indonesia sangat beragam, termasuk dalam pendidikan. Pemerataan pendidikan terus diupayakan pemerintah, sampai sekarang. Salah satu usaha yang digalakkan pemerintah saat ini ialah program SM3T. Mengirimkan guru-guru yang baru yang berpendidikan ke pelosok-pelosok indonesia sebagai upaya memeratakan pendidikan, membuat pendidikan lebih demokratis. Diharapkan kedepannya pendidikan akan lebih merata, tak peduli dimana anak-anak indonesia tinggal. wassalam

    ReplyDelete
  70. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Kurikulum pada pendidikan di Indonesia berubah-ubah sesuai dengan tuntutan jaman. Kurikulum memang wajar jika mengalami perubahan karena jika sudah tidak sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan kompetensi yang wajib dikuasai siswa maka kurikulum sudah harus diperbaiki. Masa peralihan memang masa yang paling sulit. Apalagi perubahan paradigma pembelajaran yang begitu drastis dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. Tentunya diperlukan kesiapan dari berbagai pihak dan dukungan dari pemerintah demi pendidikan di Indonesia yang berkemajuan.

    ReplyDelete
  71. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sungguh memilukan mengetahui bahwa raport pendidikan Indonesia ditinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang demokratis hanya memperoleh nilai 5 serta wajah pendidikan indonesia yang masih belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Saat ini pemerintah sedang berusaha untuk mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis melalui pelaksanaan kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013, guru lebih berperan sebagai fasilitator serta siswa sebagai subyek pendidikan diminta untuk lebih aktif. Namun pada kenyataannya pelaksanaan kurikulum 2013 secara menyeluruh tidaklah mudah bagi siswa maupun guru. Perlu pembiasaan dan usaha yang lebih keras agar kurikulum 2013 dapat dilaksanakan secara optimal. Untuk itu dukungan dari segala pihak sangatlah diperlukan agar pelaksanaan kurikulum 2013 menjadi optimal dan pendidikan di Indonesia menjadi lebih demokratis.

    ReplyDelete
  72. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Tulisan ini diposting pada September 2009, sekitar 6 tahun yang lalu, namun permasalahan yang dikemukakan di dalamnya adalah masalah yang masih kita hadapi dalam sistem pendidikan kita ssampai sekarang. Hal ini menunjukkan bahwa dalam 6 tahun silam tidak banyak perubahan yang kita dapatkan. Namun perubahan memang tidak terjadi secara instan yang hanya dalam beberapa tahun saja, namun ia adalah proses yang membutuhkan waktu yang lama. Mari kita nikmati proses tersebut dan terus berusaha mencapai terwujudnya pendidikan Indonesia yang demokratis.

    ReplyDelete
  73. Dalam tulisan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencapai pendidikan yang demokratis. Hal tersebut adalah pengembangan kreativitas, pengembangan aspek humanity, mendorong pengadaan inovasi secara terus-menerus, mendorong partisipasi subyek pendidikan, pengembangan aspek budaya, usaha pengembangan masyarakat secara komprehensif, mendorong komunikasi multi arah dan kemandirian, mendorong lingkungan kehidupan sosial sebagai konteks praktik kependidikan, menciptakan sistem evaluasi terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan, dan promosi multi-budaya sebagai kekayaan yang harus dikembangkan.

    ReplyDelete
  74. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada poin enam terkait tujuan pendidikan, maka dalam pendidikan demokratis pancasila tujuan pendidikan hendaknya diarahkan untuk memperoleh hidup selamat, sejahtera lahir-batin dan dunia-akhirat, yang dapat dicapai melalui fasilitas guru sesuai prinsip/ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

    ReplyDelete
  75. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pedidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Nilai 5 dari 10 berarti tujuan yang ingin dicapai dalam wajah dan raport pendidikan masih setengah perjalanan. Itu artinya masih perlu perjuangan untuk menciptakan pendidikan yang demokratis. Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan raport yang konsisten untuk dipromosikan dalam bidang pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar seperti aturan atau sistem pendidikan maupun oleh para pelaku kependidikannya sendiri.
    Wassalamu’alaikumussalam

    ReplyDelete
  76. Rosnida Nuhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Pengalaman kemarin hari sabtu saat membagikan rapor, memang di negara kita masih mengedepankan sistem nilai. Bagaimana proses memperoleh nilai tersebut yang terkadang tidak diperhatikan. Nilai adalah hasil dari apa yang mereka pelajari, namun saat ini ada yang harus dilihat selain nilai, bagaimana interaksi siswa, kreativitas, kemandirian dsb. Semoga pendidikan di negara kita akan selalu berkembang ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  77. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Apapun yang kita miliki sekarang. Apapun kondisi pendidikan di Indonesia, tetap bersyukurlah dan jadikan itu sebagai pelajaran sehingga ke depan harapan menjadi lebih baik terus berkobar. Hari esok masih suci, kita harus memulai perbaikan dan berbenah diri mulai dari orangtua, guru, pemerintah, masyarakat dan anak kita sendiri. Harapan itu masih ada. Perbaikan dari suatu sistem tidak dapat serta merta langsung bisa baik, tetapi memlaui proses yang panjang dan istiqomah dalam perbaikan. perubahan diri sendiri atau setiap individu merupakan suatu kunci untuk merubah suatu sistem yang ada. karena dari suatu sistem itu terdiri dari individu-individu, jika setiap individu mempunyai kesadaran dan tujuan yang sama bukan hal yang tidak mungkin pendidikan Indonesia akan dapat menjadi lebih maju dan berkualitas di dunia.

    ReplyDelete

  78. Pendidikann sebagai investasi jangka panjang suatu bangsa tentu tidak lepas dari berbagai macam persoala yang ada, baik secara hiererki maupun substansinya pada pelaksanaan. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan pembelajaaaan dilapangan yang masih bersputar pada masalah transfer of knowledge. Secara substansial belum menyentuh ranah yang diharapkan sesuai acuan yang ditetapkan.

    ReplyDelete
  79. Sebagai sebuah system pendidikan yang akan dipromosikan dalam pendidikan demokrasi, Indonesia masih belum konsisten dan penerapan system pendidikannya. Hal ini Nampak jelas ketika sudah pada tataran lapangan yang melibatkan pelaku kependidikannya. Termasuk guru, siswa, lingkungan belum secara konsisten dalam memberikan dan melaksanakan system pendidikan di Indonesia. Hal ini diperparah juga dengan ego pembuat kebijakan

    ReplyDelete
  80. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Membangun pendidikan yang merata dengan standar nasional yang baik tidaklah mudah dengan konteks Indonesia. Namun, segala upaya harus dimaksimalkan agar ruang pendidikan kita lebih demokratis dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai yang diamankan dalam UUD 1945. Dalam beberapa refleksi dan penilaian atas pendidikan nasional pada artikel di atas, saya tertarik pada poin nomor 3. Saya sangat setuju bahwa pendidikan sejatinya proses budaya, maka pendidikan dan kebudayaan tidaklah dapat dipisahkan. Proses pendidikan yang berbuday dimaksudkan untuk memberi pemahaman atas konsep keilmuan kontekstual sekaligus nilai moral yang saling mendukung. Maka, pengintegrasian pendidikan dengan kearifan lokal sangat perlu dilakukan melihan konteks social budaya masyarakan Indonesia saat ini yang sedang mengalami degrades etis atas budaya.

    ReplyDelete
  81. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Transformasi pendidikan bisa dilakukan di berbagai tingkatan baik dari satuan terkecil di satuan pendidikan yaitu sekolah maupun di tingkat pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai nasional. Saat ini Indonesia sudah menuju perubahan dengan terbitnya kurikulum 2013 namun sistem penilaian yang masih bertumpu pada ujian nasional mungkin perlu dikaji ulang untuk menentukan sistem penilaian terbaik. Kebijakan mengenai hilangnya pelajaran TIK mungkin harus dikaji ulang karena melihat kondisi dan situasi lapangan.

    ReplyDelete
  82. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sama seperti banyak negara berkembang lainnya, Indonesia sudah berhasil memberikan kesempatan bagi warganya untuk mendapatkan pendidikan (pasal 31 UUD 1945), meski mutu pendidikan anak-anak Indonesia tergolong rendah dibanding negara-negara lain. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa kendala antara lain keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendidri dinilai masih kurang. Untuk itu seyogyanya kita dan pemerintah lebih bekerjasama dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  83. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Wajah pendidikan di Indonesia akan menjadi lebih baik jika setiap yang berada di lingkungan pendidikan mengerti filsafat dari pendidikan sehingga mereka melakukan hermeneutika dalam pendidikan. disini, jika setiap anggota dalam dunia pendidikan mengerti apa peran dan kewajibannya, maka tidak mungkin dan 99% akan menghasilkan pendidikan yang baik. Pendidikan demokratis akan berusaha melibatkan peserta didik untuk ikut serta dalam menyusun kurikulum . karena inti dari sistem demokrasi dalam pendidikan adalah dari siswa dan untuk siswa.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  84. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Menurut saya tidak ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia. Hanya saja perbaikan dan evaluasi harus selalu dilakukan agar kualitas pendidikan Indonesia dapat meningkat dan dapat setara dengan mutu pendidikan internasional. Dalam melakukan evaluasi dan perbaikan ini pendidikan Indonesia tidak perlu berkaca jauh-jauh kepada negara lain. Pendidikan Indonesia hanya perlu melihat pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan apakah sudah sesuai dengan tantagan global dan mampu memfasilitasi kebutuhan siswa yang notabene berbeda antar satu siswa dengan siswa lainnya. Mengadopsi sistem pembelajaran negara lain memang disarankan dengan catatan perlu disesuaikan dengan konteks dan pendidikan di Indonesia. Mengingat kemampuan siswa di negara yang dijadikan acuan berbeda dengan kemampuan siswa di Indonesia.

    ReplyDelete
  85. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Artikel ini memberikan gambaran kepada kita bagaimana kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Indonesia mengaku negara yang demokrasi akan tetapi hal itu tidak terlihat dalam pendidikannya. Pendidikan Demokrasi hanya ada di pikiran atau di kertas saja, namun pada prakteknya pendidikan Indonesia belum mampu mempromosikan pendidikan demokrasi, malah lebih cenderung kepada pendidikan karena suatu kepentingan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete

  86. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih prof atas pemaparan yang diberikan, menurt saya indonesia memiliki masalah yang amat kompleks begitu juga pada sistem pendidikan. Adalah sangat sulit untuk mewudukan oendidikan yang demokratis. Adanya kesenjangan yang sangat terlihat pada pendidikan di kota besar dengan di pedesaan sangat terlihat. Belum lagi fasilitas pendidikan yang bagus hanyan untuk mereka yang memilik budget yang memadai.

    ReplyDelete
  87. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Pendidikan merupkan salah satu aspek penting dalam kemajuan sebuah bangsa. Maka penting untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki pendidikan di Indonesia. Salah satu poin penting dalam perbaikan pendidikan di Indonesia adalah guru. Maka guru adalah garda terdepan dalam mewujudkan pembelajaran yang demokratis karena guru yang berhadapan langsung dengan siswa. Guru yang dapat mendengarkan pendapat dan aspirasi siswa. Maka guru perlu berupaya untuk terus mengembangkan pendidikan yang demokratis yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  88. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    Sistem pendidikan kita belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya. seperti halnya penetapan kurikulum yang diterapkan pada sekarang ini yang lebih banyak campur tangan politik didalamnya.sehingga pencapaiannya tidak sesuai dengan yang diharapkan

    ReplyDelete
  89. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan undang undang, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. kekuatan tersebut digunakan unutk membentuk karakter siswa. Dengan terbentuknya karakter siswa, siswa mampu menghadapi persaingan dunia.

    ReplyDelete
  90. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Sedikit menambahkan perindustrian semacam apa yang saya ungkit disini, yaitu maraknya praktek jual beli ijazah, jual beli gelar hingga jual beli nilai. pendidikan hanyalah mereka yang memiliki ekonomi kuat sedanngkan bagi yang miskin pendidikan hanyalah sebuah mimpi. yang tak harus dilupakan yaitu bagaimana sistem pendidikan di Indonesia menciptakan siswa-siswi yang memiliki sensitifitas terhadap lingkungan hidupnya dan melihat hal-hal lainnya yang sudah dimiliki bangsa Indonesia sejak zaman nenek moyang untuk mengembangkan secara kreatif menjadikan suatu hal yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia bukan malah memperburuk dengan perilaku yang tidak semestinya dilakukan sebagai bangsa Indonesia.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  91. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Berdasarkan postingan bapak marsigit pada tanggal 7 September 2009, meskipun postingan bapak ini merupakan postingan 6 tahun silam, dan saya masih menjadi seorang siswa kelas 1 SMA mungkin saya belum begitu memahami bagaimana sistem pendidikan di Indonesia ini dalam artian saya belum begitu peduli mengenai sistem pendidikan di negara yang saya tinggali, namun sekarang sebagai mahasiswa apalagi yang akan menjadi calon pendidik merasa begitu prihatin dengan keadaan sistem pendidikan di negara Indonesia, mengapa? karena sistem pendidikan kian lama kian buruk. sistem pendidikan nasional yang tengah berlangsung ini masih cenderung mengeksploitasi pemikiran peserta didik. indikator yang dipergunakan yaitu indikator kepintaran. sehingga nilai dalam rapor dan ijazahpun tidak serta merta menunjukkan bahwa siswa tersebut dapat bersaing didunia perindustrian saat ini.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  92. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pendidikan yang kita harapkan adalah pendidikan yang demokratis. Namun tidak mudah dalam mencapai pendidikan yang demokratis tersebut. Banyak aspek yang harus kita benahi, tidak hanya terkait kebijakan, siswa dan guru. Berdasarka elegi ini terdapat 9 aspek penting yang harus kita usahakan. Untuk dapat menuju ke sana, hal pertama yang harus kita lakukan adalah evaluasi terhadap sistem pendidikan yang sudah ada. Perubahan tidak lah mudah, namun dapat kita gapai secara perlahan yaitu melalui dukungan kerjasama semua warga masyarakat Indonesia.

    ReplyDelete
  93. Dheni Nugroho
    17709251023
    PPs Pendidikan Matematika

    Pendidikan yang demokratis adalah pendidikan yang semua masyarakat inginkan. oleh karena itu kita harus tetap memperjuangkannya hingga bisa tercapai. pendidikan harus berjalan dua arah, yaitu pendidikan menurut guru dan menurut murid. jika pendapat guru dan siswa dapat disatukan untuk melaksanakan pembelajaran, maka akan terjadi pendidikan yang benar-benar di inginkan oleh semua pihak. seperti itu lah pendapat saya mengenai pendidikan yang demokratis.

    ReplyDelete
  94. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Sepertinya permasalahan yang terjadi dalam pendidikan di Indonesia sejak awal artikel ini ditulis hingga saat ini masih sama, namun dapat dilihat bahwa telah terjadi perbaikan di dalamnya meskipun perubahan yang terjadi bisa dibilang lambat dan berjalan sedikit demi sedikit. Sistem pendidikan akan mampu berjalan dan terlaksana maksimal hanya jika setiap elemen memiliki kesadaran akan pendidikan dan mengetahui hakikat dari pendidikan itu sendiri. Hal ini yang sepertinya masih belum sepenuhnya dimiliki oleh para elemen-elemen yang berada dalam dunia pendidikan kita.

    ReplyDelete
  95. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Mempromosikan pendidikan yang demokratis bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan hubungan yang baik antarelemen dalam sistem pendidikan, yaitu sistem nilai dan pengetahuan, sumber daya manusia, masukan instrumental, dan masukan sarana.Lebih lanjut, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempromosikan pendidikan demokratis adalah dengan cara mengembangkan keterampilan di abad 21 (21st century skills)--life and career skills; learning and innovation skills; dan information, media and technology skills--yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa di dunia kerja dan agar dapat bertahan di lingkungan masyarakat yang selalu berkembang dengan pesat.

    ReplyDelete
  96. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Tulisan ini ditulis sekitar 9 tahun yang lalu, dan saya ingin berpendapat mengenai point (4) mengenai di grass-root kita menemukan bahwa ketakberdayaan subyek didik dan dominasi pendidik secara terstruktur dan bersifat masif. Untuk point ini bapak memberi nilai 3 (tiga). Untuk kurikulum yang diterapkan saat ini atau kurikulum 2013 menerapkan sistem student-centered dan pendidik hanya sebagai fasilitator. Sehingga menurut saya, saat ini nilai untuk point tersebut sudah dapat naik menjadi 7. Mengapa hanya 7? Benar jika siswa bebas berpendapat atau demokratis, namun pada nyata implementasinya belum sesuai dengan harapan. Masih banyak komponen yang belum disiapkan untuk sistem ini, sehingga menyebabkan banyaknya kekurangan disana-sini. Misalkan, pendidik senior yang belum siap dengan system student-centered ini.

    ReplyDelete
  97. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Membahas mengenai wajah dan raport pendidikan di Indonesia, menurut saya sekarang hal tersebut sudah berkembang cukup baik. Walaupun masih ada kekurangan akan tetapi, pemerintah mampu mempromosikannya dengan baik. Salah satunya yaitu dengan mengubah paradigma melalui kurikulum 2013 yang menjadikan guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai subjek didik atau pelaku utama. Dari situ guru memfasilitasi agar siswa sebagai subjek mampu membangun (menghafal, mengingat, dan menalar) sehingga siswa sebagai pelaku utama mampu berperan aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  98. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Benar sekali apa yang sudah pak prof sampaikan bahwa visi kebangsaan Indonesia yaitu demokrasi pancasila yang berarti bahwa visi ini menjiwai segenap aspek kehidupan berkebangsaan dan berkenegaraan Indonesia. Jika demikian visi pendidikan Indonesia juga harus menjiwai demokrasi panccasila. Tulisan ini ditulis sekitar 9 tahunan yang lalu ketika saya masih menikmati wajah pendidikan dimana evaluasi hasil adalah kaca satu-satunya. Saya akan menyoroti poin ke 9 mengenai pengembangan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan, dan hendaknya berdasarkan kepada catatan portofolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses. Untuk kurikulum 2013 sekarang ini alhamdulillah sudah menerapkan pendidikan yang lebih demokratis, meskipun dalam kenyataannya masih belum bekerja seperti apa yang di inginkan. Tetapi ini menjadi tantangan kita sebagai calon pendidik masa depan untuk mengubah wajah pendidikan Indonesia menjadi lebih demokratis lagi, sehingga sesuai dengan visi kebangsaan Indonesia.

    ReplyDelete
  99. Lisfiyati Mukarromah (15301241042)
    Pendidikan Matematika A 2015
    Program S1

    Saya setuju dengan pendapat prof Marsigit.
    Pada poin keempat, beliau menjelaskan bahwa jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita harus mendorong partisipasi subyek pendidikan. Pada tahun 2009 (saat postingan ini ditulis) ditemukan bahwa terdapat ketidakberdayaan subyek didik dan dominasi pendidik secara terstuktur. Pada saat itu proses pembelajaran masih berlangsung secara pasif, guru menyalurkan ilmunya kepada peserta didik dengan metode ceramah. Pada tahun tersebut, guru masih dianggap sebagai satu-satunya sumber belajar. Hal tersebut masih sangat perlu diperbaiki demi mewujudkan pendidikan yang demokratis. Pada poin ini prof Marsigit hanya memberi nilai 3.
    Sekarang kurikulum di Indonesia sudah mengalami perubahan. Pada tahun 2009 dahulu, Indonesia masih menggunakan kurikulum KTSP sedangkan pada saat ini sebagaian besar sekolah di Indonesia menggunakan kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013, pembelajaran dilakukan dengan student center, guru bertindak sebagai fasilitator. Pada kurikulum 2013, sumber belajar siswa tidak hanya guru, melainkan dengan buku-buku lain yang sesuai dan sumber-sumber lain yang terpercaya. Dengan adanya perubahan kurikulum ini, terjadi perubahan partisipasi subyek pendidikan menjadi lebih baik. Peserta didik menjadi lebih aktif sehingga kegiatan belajar mengajar bisa menjadi lebih hidup.
    Untuk pendidikan di Indonesia saat ini, poin 4 menurut saya sudah layak diberi nilai lebih, yaitu dari 3 menjadi 7. Kemajuan pendidikan Indonesia dari segi partisipasi peserta didik ini masih perlu kita tingkatkan karena ada beberapa daerah yang belum menerapkan student center dalam kegiatan belajar mengajar nya.

    ReplyDelete
  100. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menbahas tentang "Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia" yang ditulis Prof pada tahun 2009, memang sangatlah benar bahwa pada waktu itu sistem pendidikan belum menggambarkan wajah dan tubuh yang konsisten bagi dipromosikannya pendidikan yang lebih demokratis. Namun semakin berkembangnya jaman, wajah dan tubuh pendidikan di Indonesia semakin bernuansa demokratis meskipun belum sempurna dan masih banyak yang harus diperbaiki. Tapi dengan adanya perubahan dari KTSP ke K13 ini maka pendidikan dapat dipromosikan dengan pendidikan yang demokratis dengan guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai subjek pendidik atau pelaku utama dalam proses pembelajaran.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  101. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Evaluasi pendidikan di Indonesia seharusnya bersifat komperhensif, tidak hanya bertumpu pada hasil akhir saja. Evaluasi pada proses tidak kalah penting jika dibandingkan dengan hasil. Bukankah pepatah "proses tidak akan menghianati hasil" sering kita dengar? Namun, proses yang bagaimana? Nah inilah yang menjadi salah satu hal penting untuk ditekankan pada pendidikan di Indonesia. Evaluasi saat proses pendidikan berlngsung seharusnya dilakukan lebih mendalam agar mengetahui kemampuan sesungguhnya dan untuk menguji keakuratan hasil yang diperoleh.

    ReplyDelete
  102. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015
    Bisimillah,
    Saya tertarik dengan point ke empat. Saya sangat setuju bahwa dalam pendidikan yang demokratis, subjek pendidikan haruslah aktif berpartisipasi. Pada point tersebut, Prof memberikan nilai 3.
    Alhamdulillah, sejak artikel ini dibuat oleh Prof (2009) hingga saat ini (2018) atau selama 9 tahun belakangan, menurut saya, perkembangan pendidikan di Indonesia sudah cukup bagus, seperti dengan lahirnya inovasi-inovasi baru di dunia Pendidikan. Salah satunya adalah dengan lahirnya Kurikulum 2013. Menurut saya, Kurikulum 2013 dengan pembelajaran saintifik ini sudah cukup memfasilitasi siswa untuk aktif berpartisipasi. Susasana di dalam kelas tidak lagi berpusat pada guru, tetapi berpusat pada anak. Sehingga anak menjadi aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  103. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Saya tertarik pada artikel nomor 9, yaitu Jika kita ingin mempromosikan pendidikan lebih demokratis maka kita perlu mengembangkan sistem evaluasi yang bersifat terbuka dan berbasis pada pelaku pendidikan. Evaluasi pendidikan hendaknya berdasar kepada catatan atau portfolio yang menunjukkan tidak hanya hasil tetapi juga proses. Evaluasi pendidikan juga hendaknya bersifat komprehensif dengan mengukur mencatat semua aspek kemampuan pelaku. Sekarang pada kurikulum 2013 evaluasi pembelajaran tidak lagi hanya berdasarkan aspek pengetahuan saja, tetapi aspek psikomotor dan afektif siswa juga mempengaruhi hasil belajar siswa (rapor). Hal ini mengupayakan supaya masyarakat Indonesia tidak hanya pintar dalam arti tinggi ilmunya tetapi memiliki keterampilan dalam hal praktik di dunia nyata.

    ReplyDelete
  104. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Wajah dan Rapor pendidikan di Indonesia saat ini sudah berkembang dengan lebih baik, walaupun masih banyak yang perlu diperbaiki. Untuk kurikulum 2013 ini pendidikan di Indonesia sudah lebih demokratis. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor baik yang mandasar maupun oleh para pelaku kependidikannya. Yaitu guru sebagai fasilitator dan murid sebagai subyek pendidik.

    ReplyDelete
  105. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terdapat beberapa hal yang saya soroti dari artikel tersebut, yaitu promosi kreativitas dan promosi inovasi untuk mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis. Dari jurnal-jurnal yang pernah saya baca, memang saat ini kreativitas dan inovasi seharusnya disertakan dalam proses belajar di sekolah, terutama karena adanya tuntutan 4C dalam pendidikan di abad 21 yang terdiri dari Creativity and Inovation, Communication, Colaboration, dan Critical Thinking. Akan tetapi, bukankah pembelajaran yang meningkatan kreativitas dan daya inovasi dari peserta didik juga membutuhkan proses yang lebih lama? Sedangkan pendidik sendiri juga dituntut untuk membelajarkan semua materi yang sudah ditetapkan dalam Permendikbud. Lalu, bagaimanakah manajemen yang dibutuhkan seorang pendidik untuk memenuhi semua target materi sekaligus meningkatkan kreativitas dan inovasi peserta didiknya?

    ReplyDelete
  106. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel tentang wajah dan rapot pendidikan Indonesia yang telah Bapak share kepada kami.menurut saya, Wajah dan rapot pendidikan di Indonesia sudah baik, mengapa? karena dapat dilihat dari kurikulum-kurikulum yang mengalami perbaikan berkala, kompetensi guru yang sudah lebih baik, pendidikan guru yang lebih baik, dan siswa yang aktif dan sebagai pusat pembelajaran. pada kurikulum sebelumnya, guru melaksanakan pembelajaran dengan dominan metode ceramah, sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran. namun seiring berkembangnya waktu, kurikulum mengalami perbaikan dengan menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran, sehingga diharapkan siswa dapat aktif saat mengikuti pembelajaran, dan meningkatkan hasil serta prestasi belajar siswa. walaupun demikian, masih ada polemik tentang kurikulum di Indonesia, karena tidak semua mata pelajaran dapat diajarkan sesuai dengan kurikulum 2013 saat ini. untuk rapotpun mengalami perbaikan setiap tahunnya. saat ini nilai di rapot siswa tidak berupa angka, namun berupa kriteria. Pendidikan di Indonesia bisa dikatakan tengah berusaha menemukan bentuk terbaiknya. Dalam proses ini, salah satu masalah pendidikan yang dari tahun ketahun tak kunjung terselesaikan dan sudah selayaknya dipertimbangkan oleh pemangku kebijakan adalah isu mengenai kesenjangan pendidikan antar daerah. Mengingat besarnya wilayah Indonesia dengan kondisi alam berkepualauan, masalah ini nampaknya cukup bisa dimaklumi. Apalagi sumber daya manusia yang terdapat di setiap wilayah pun bisa dikatakan beragam. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusi terbaik adalah mengoptimalkan otonomi darah dalam bidang pendidikan dan meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga pendidik secara nasional. Pendidikan berbasis budaya dan kearifan lokal, nampaknya cukup menarik untuk diangkat. Selain diharapkan mampu meningkatkan antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran dikelas, mengangkat budaya dan kearifan lokal dalam pendidikan berarti juga mengangkat nilai-nilai luhurnya sebagai salah satu sarana pendidikan karakter.

    ReplyDelete
  107. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Harapan wajah baru pendidikan Indonesia yang mana pendidikannya memberikan nuansa pendidikan yang demokratis telah terlihat dalam pendidikan yang menggunakan kurikulum 2013. Karena dalam kurikulum 2013, pembelajarannya mengacu pada student centered. Pembelajaran yang student centered ini memberi kebebasan pada siswa untuk menggali dan mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Walaupun ada beberapa guru yang masih mendominasi pelajaran, setidaknya pembelajaran berbasis student centered sudah dijalankan di Indonesia, dan ini merupakan harapan sistem pendidikan Indonesia kedepannya agar lebih demokratis.

    ReplyDelete
  108. Aji Pangestu
    S-1 Pendidikan Matematika I 2015
    15301241009
    Berbicara mengenai wajah pendidikan di Indonesia memang akan menjadi pembahasan yang panjang, karena baik atau buruknya wajah pendidikan di Indonesia ini tidak hanya didukung oleh satu pihak saja, melainkan semua pihak yang berkiprah di dunia pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Saat ini, pememrintah berusaha memfasilitasi sistem baru dalam pendidikan, yaitu perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013. Pemerintah menggantik kurikulum menjadi kurikulum 2013 memiliki tujuan yang sangat baik guna memperbaiki wajah pendidikan di Indonesia. Dalam kurikulum 2013 terdapat sistem pembelajaran yang terpusat pada siswa. Dengan pembelajaran yang terpusat pada siswa, sehingga siswa dapat menggali ilmu dan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dari apa yang didapatkannya. Dengan ini, diharapkan dapat menjadi harapan baru wajah pendidikan Indonesia agar lebih demokratis.

    ReplyDelete
  109. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Seiring dengan berjalannya waktu untuk saat ini pendidikan di Indonesia sudah banyak perubahan menjadi lebih baik. kurikulum yang diterapkan sekarngpun sudah berganti yaitu kurikulum 2013 yang pembelajarannya berorientasi pada siswa (walaupun belum sepenuhnya), sudah terdapat inovasi dalam pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif dalam memperoleh pengetahuanya.

    ReplyDelete
  110. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Terkait Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia di tinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis. Menurut saya, sekarang sudah cukup baik perkembanganya. Sekarang pembelajaran menggunakan kurikulum 2013, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru sebagai fasilitator. Dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa, diharapkan siswa dapat mengkonstruksikan sendiri pengetahuannya dan mendapat kebermaknaan dari materi tersebut sehingga akan lebih bertahan lama.

    ReplyDelete
  111. Aji Pangestu
    15301241009
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Kurikulum 2013 saat ini memang memiliki tujuan yang baik untuk wajah pendidikan Indonesia ke depannya. Namun, hal ini belum didukung dengan kematangan dan kesiapan segala aspek. Masih ada aspek-aspek atau faktor yang harus dipertimbangkan lagi dan dipersiapkan lagi agar dapat memperbaiki wajah pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  112. Dwi Nur Rohman
    15301244006
    Pendidikan Matematika I 2015
    Program S1

    Asalammualaikum w.w.

    Wajah dan Raport Pendidikan Indonesia yang di tinjau dari usaha mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis saat ini sudah mulai berkembang kearah yang lebih baik. Proses-proses berdemokrasi sudah mulai dikembangkan dalam kurikulum 2013 yang saat ini merupakan kurikulum yang dipakai oleh Indonesia. Walaupun tidak secara murni proses demokarsi tersebut diaplikasikan tetapi proses-proses tersebut menjadi satu-kesatuan yang terdapat dalam model dan metode pembelajaran yang bercirikan kurikulum 2013. Dimana ada proses bertanya, menjawab dan mempresentasikan. Hal-hal tersebut tentu akan mendorong kemampuan kritis siswa sehingga guru tidak hanya memberikan materi tetapi ada interaksi antara Guru dan Siswa. Interaksi tersebutlah yang sebaiknya diarahkan dan diberikan nilai-nilai demokrasi. Tetapi memang tidak mudah dalam pelaksanaannya, sehingga perilu adanya kepedulian bersama dalam mengimplementasikan dan mempromosikan pendidikan yang lebih demokratis tersebut.

    Walaikummsalam w.w.

    ReplyDelete
  113. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Dengan mengetahui visi yang ada, maka refleksi bentu tubuh pendidikan nasional kita sebagai berikut, jika pendidikan yang digunakan lebih demokratis maka pandangan keilmuanya seyogyanya mengutamakan kreativitas yang merupakan bagian dari pengembangan masyarakat pada umumnya. Diperlukan keadilan dan kemerdekaan berpikir serta mendorong pengembangan aspek humanity. Diperlukan pula adanya inovasi yng baru sehingga mendorong partisipasi siswa dalam belajar.

    ReplyDelete