Aug 24, 2009

Epistemology of Mathematics

By Marsigit

Mathematics 1 is about the structure of immediate experience and the potentially infinite progression of sequences of such experiences; it involves the creation of truth which has an objective meaning in which its statements that cannot be interpreted as questions about events all of which will occur in a potentially infinite deterministic universe are neither true nor false in any absolute sense.

They may be useful properties 2 that are either true or false relative to a particular formal system.

Hempel C.G. (2001) thought that the truths of mathematics, in contradistinction to the hypotheses of empirical science, require neither factual evidence nor any other justification because they are self-evident.

However, the existence of mathematical conjectures 3 shows that not all mathematical truths can be self-evident and even if self-evidence were attributed only to the basic postulates of mathematics.

Hempel C.G. claims that mathematical judgments as to what may be considered as self-evident are subjective that is they may vary from person to person and certainly cannot constitute an adequate basis for decisions as to the objective validity of mathematical propositions.

While Shapiro 4 perceives that we learn perceptually that individual objects and systems of objects display a variety of patterns and we need to know more about the epistemology of the crucial step from the perspective of places-as-offices, which has no abstract commitments, to that of places-as-objects, which is thus committed.

He views that mathematical objects can be introduced by abstraction on an equivalence relation over some prior class of entities.

Shapiro 5 invokes an epistemological counterpart that, by laying down an implicit definition and convincing ourselves of its coherence, we successfully refer to the structure it defines.

References:
1 --------, 2004, “A philosophy of mathematical truth”, Mountain Math Software, Retrieved 2004
2 Ibid.
3 Hempel, C.G., 2001, “On the Nature of Mathematical Truth”, Retrieved 2004
4 Shapiro in Linnebo, Ø., 2003, “Review of Stewart Shapiro, Philosophy of Mathematics: Structure and Ontology”, Retrieved 2004 < http://www.oystein.linnebo@filosofi.uio.no>
5 In Linnebo, Ø., 2003, “Review of Stewart Shapiro, Philosophy of Mathematics: Structure and Ontology”, Retrieved 2004 < http://www.oystein.linnebo@filosofi.uio.no>

67 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Di dalam epistemology kita mencari kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan. Dalam epistemology matematika kita dapat mencari kebenaran ilmu matematika. Kebenaran tersebut dapat diperoleh dari resional, empiric dan intuisi.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Epistemologi matematika berarti ilmu yang membahas tentang matematika dan bagaimana cara memperolehnya. Matematika adalah the mother of science, matematika adalah ibu dari ilmu pengetahuan. Matematika sangat dekat dengan kehidupan kita, banyak sekali hal dari unsur kehidupan kita yang tak lepas dari matematia. Kita berdagang, tinggi badan kita, suhu disekitar kita, ada unsur matematika di hal-hal tersebut. Sehingga sebenarnya banyak sekali cara memperoleh matematika

    ReplyDelete
  3. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Epistemologi matematika merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan pengetahuan matematika. Epistimologi berhubungan tentang dasar-dasar dan batas-batas ilmu pengetahuan matematika seperti hakikat matematika itu sendiri serta kebenarannya. Dalam epistemologi kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan itu penting. Konsep matematika dikontruksi berdasarkan intuisi keruangan dan waktu sehingga benar atau salah relatif terhadap sistem formal tertentu.

    ReplyDelete
  4. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Epistemologi Matematika adalah cabang dari ilmu filsafat yang memperhatkan kebenaran matematika sebagai ilmu pengetahuan. Kebenaran matematika tergantung kedudukannya pada ruang dan waktu. Hari ini mungkin benar namun besok belum tentu. Hari ini masih belum dapat dibuktikan kebenarannya, besok mungkin dapat dijelaskan pembuktian kesalahannya atau kebenarannya, seperti conjektur-conjekur yang belum terpecahkan sampai abad ini.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Epistemology adalah salah satu area dalam filsafat. Epistemology bekaitan dengan asal, sumber dan batasan pengetahuan. Epistemology terkait dengan pengetahuan propositional yaitu pengetahuan bahwa suatu hal itu benar, lebih dibanding bentuk pengetahuan lainnya.
    Sumber: https://www.rep.routledge.com/articles/epistemology/v-2

    ReplyDelete
  6. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    matematika diklasifikasikan sebagai pengetahuan apriori,karena terdiri dari proposisi yang menegaskan atas dasar alasan saja. Alasantersebut termasuk logika deduktif dan definisi yang digunakan dalamhubungannya dengan seperangkat asumsi aksioma atau postulat matematika, sebagai dasar untuk menyimpulkan pengetahuan matematika. Setiap pernyataan adalah aksioma yang diambil dari yang sebelumnya ditetapkan oleh set aksioma, atau diturunkan oleh aturan inferensi dari satu atau lebih pernyataan terjadi sebelumnya dalam urutan. Logika adalah masa muda matematika dan matematika adalah masa dewasa logika. Logika menjadi lebih matematis dan matematika menjadi lebih logis.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Epistemologi menjelaskan tentang bagaimana cara mendapatkan ilmu tersebut. Epistemologi lebih memandang kepada proses mendapatkan ilmu tersebut. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Hempel berpikir, kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis sains empiris, tidak memerlukan bukti faktual maupun pembenaran lain karena semuanya terbukti dengan sendirinya. Namun, adanya dugaan matematis menunjukkan bahwa tidak semua kebenaran matematis dapat terbukti dengan sendirinya dan bahkan jika bukti diri dikaitkan hanya dengan dalil dasar matematika.

    ReplyDelete
  8. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Epistemologi berarti sebuah ilmu pengetahuan. Permasalahan epistemologi adalah kebenaran sebuah pengetahuan. Epistemologi matematika berarti kebenaran pengetahuan matematika. Matematika dibutuhkan dalam kenyataannya, matematika konsisten hingga detik ini, dan matematika memberikan manfaat entah untuk ilmu lain, matematika sendiri, dan kehidupan. Itulah mengapa matematika adalah benar.

    ReplyDelete
  9. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Epistemologi matematika merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan pengetahuan matematika. Permasalahan dalam epistimologi adalah kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan. Cabang ini khusus menelaah segi-segi dasar pengetahuan matematika seperti sumber, hakikat (substansi), batas-batas dan kebenaran pengetahuan beserta ciri-ciri matematika yang meliputi abstraksi, ruang, waktu, besaran, simbolik, bentuk dan pola nya. Oleh Karena itu, dapat kita pahami bahwa matematika merupakan suatu ilmu yang lebih banyak mengkaji tentang kuantitas-kuantitas, bangunan-bangunan, ruang dan perubahan. Atau dalam perspektif lain bahwa ilmu yang menggunakan argumentasi logis dengan bantuan kaidah dan definisi untuk mencapai suatu hasil yang teliti, cermat dan baru.

    ReplyDelete
  10. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Epistemologi adalah pengetahuan sistematik mengenai pengetahuan. Epistimologi merupakan salah satu cabang filsafat yang membahas tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, metode atau cara pemerolehan pengetahuan, validitas dan kebenara npengetahuan.Tanpa matematika perkembangan peradaban manusia akan menyimpang dengan keadaaan yang telah dicapai saat ini.

    ReplyDelete
  11. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika

    Epistemologi matematika merupakan bahasan pada ilmu filsafat mengenai kebenaran suatu ilmu pengetahuan dalam konteks ini merupakan kebenaran pengetahuan matematika, kebenaran pengetahuan matematika dapat disebut koheren atau konsistensi yang telah menjadi kesepakatan dan korespondensi atau kesesuaian dengan kenyataan.

    ReplyDelete
  12. Desinta Armiani
    14301241041
    Pend Mat 2014 A

    Assalamu'alaikum wr wb
    epistemologi matematika adalah ilmu yang membahas mengenai kebenaran matematika sebagai ilmu pengetahuan . dalam artikel ini dituliskan bahwa tidak semua kebenaran matematika dapat dibuktikan dengan sendirinya namun bahkan jika bukti diri dikaitkan hanya dengan dalil dasar matematika.

    ReplyDelete
  13. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Epistemologi matematika mempelajari tentang kebenaran matematika. kebenaran matematika ada tiga yaitu koherensi, korespondensi dan pragmatisme. Kebenaran koherensi yaitu berkaitan dengan kekonsistenan matematika, sedangkan korespondensi merupakan kesesuaian antara rasio dan empirisme, seperti yang dikemukakan oleh Immanuel Kant. Selanjutnya kebenaran pragmatisme yaitu matematika dipandang sebagai ilmu apabila mempunyai manfaat bagi kehidupan manusia. Sedangkan apabila kita memandang secara umum, kebenaran matematika lebih condong kepada kebenaran koherensi.

    ReplyDelete
  14. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Epistemologi matematika merupakan teori pengetahuan yang proses pengkajianya mengenai matematika. epistemologi berkaitan dengan lingkup dan hakekat matematika. epistemologi adalah imu pengetahuan, dan epistemologi matematika adalah ilmu pengetahuan tentang matematika.

    ReplyDelete
  15. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    epistemologi merupakan salah satu cabang dari ilmu filsafat yang mempelajari asal/sumber dari sebuah pengetahuan. epistemologi matematika berarti bagaimana hakekat matematika dan sumber matematika.

    ReplyDelete
  16. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Agar hasil pengetahuan yang terbentuk tidak mudah untuk dilupakan dan lebih menekankan pada pemahaman, maka diperlukan proses belajar dengan menemukan suatu pengetahuan baru menggunakan penalaran dan membangun model matematis secara obyektif sangatlah dibutuhkan.

    ReplyDelete
  17. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Belajar matematika tidak sebatas tentang menghafal rumus dan mampu menerapkannya untuk mengerjakan soal, tapi belajar matematika lebih kepada mengalami sendiri proses untuk memperoleh suatu rumus itu dengan mengawalinya dengan menganalisis suatu masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari. Karena bila konsepnya paham, maka permasalahan seperti apapun akan mudah untuk diselesaikan.

    ReplyDelete
  18. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Epistemologi matematika merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan pengetahuan matematika. Epistimologi berhubungan tentang dasar-dasar dan batas-batas ilmu pengetahuan matematika seperti hakikat matematika itu sendiri serta kebenarannya. Dalam epistemologi kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan itu penting. Konsep matematika dikontruksi berdasarkan intuisi keruangan dan waktu sehingga benar atau salah relatif terhadap sistem formal tertentu.
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  19. Nama :Mariana Ramelan
    NIM :17709251056
    Kelas :S2 PMC 2017

    Epistemologi matematika merupakan teori pengetahuan yang proses pengkajianya tentang matematika. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan matematika yan meliputi matematika murni, matematika terapan dan berbagai cabang matematika lainnya, ciri-ciri matematika yang meliputi abstraksi, deduktif, hipotesis, eksak, simbolik, universal, rasional dan lain-lain, penggadaian-penggadaian, dan dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  20. Epistemologi memandang matematika sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang objek kajiannya merupakan ide yang terdapat dalam pikiran manusia yang sifatnya abstrak. Menurut Immanuel Kant awal dari pengetahuan matematika adalah kesadaran tentang matematika. Kesadaran demikian dianggap sebagai wadah dari kenyataan matematika (Marsigit, 2015 : 131). Pengetahuan matematika juga berkaitan dengan akal budi dan pengalaman yang ada di dalam diri kita. Di satu sisi akal budi yang yang murni akan menghasilkan kesadaran tentang kenyataan matematika yaitu sebagai kenyataan yang bersifat a priori namun di sisi yang lain kita memerlukan eviden yang berasal dari pengalaman manusia yang menghasilkan kenyataan matematika sebagai kenyataan sintetik.

    ReplyDelete
  21. Epistimologi matematika contohnya yaitu kita telah mengenal berbagai teorema dalam matematika (misalnya saja teorema Phytagoras), teorema-teorema tersebut ada dalam pikiran kita dikarenakan adanya pengalaman dan kesadaran kita terhadapnya.

    ReplyDelete
  22. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang berupaya mencari kebenaran terhadap suatu hal dengan cara menghimpum dari beberapa fakta yang ada. Dalam postingan ini disajikan epistemologi matematika yang artinya himpunan fakta-fakta yang berusaha mencari kebenaran atau definisi tentang hakikat matematika yang dihimpun dari beberapa sumber. Dalam postingan ini disajikan lima sumber sehingga kita dapat memahami definisi matematika dari kelima sumber tersebut dan mencari kebenaran tentang matematika.

    ReplyDelete
  23. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Epistemologi matematika merupakan ilmu yang mempelajari tentang kebenaran suatu pengetahuan terhadap ciri-ciri matematika seperti abstraksi, ruang, waktu, besaran, simbolik, bentuk dan pola.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  24. Gamarina Isti R
    Pendidkan
    17790251036 Matematika Kelas B

    Epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan. Sama halnya dengan matematika, semua pelajaran dalam matematika pasti terdapat asal mula, sifat, dan karakternya masing-masing, dn materi tersebut akan terkait dengan materi yang lain. Oleh karena itu dalam pembelajaran diharapkan guru tidak hanya memberikan rumus akhirnya. Tetapi dengan berbagai metode pembeajaran diharapkan guru dapat memfasilitasi siswa untuk mengetahui asal, sifat dan karakter dari suatu rumus dengan dirinya sendiri. Agar siswa paham dan dapat menghubungkan sendiri rumus tersebut dengan rumus lainnya

    ReplyDelete
  25. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Epistemologi dalam Yunani yaitu episteme dan logos. episteme berarti suatu pengetahuan dan logos berarti ilmu. Epistemologi matematika merupakan teori pengetahuan yang proses pengkajiannya tentang matematika, baik simbol, lambang, rumus, definisi, teorema, algoritma, dll.

    ReplyDelete
  26. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Dengan membaca postingan ini saya menjadi tahu tentang epistemologi matematika (tahu dalam konteks ini adalah tahu pada tataran kulit terluar terkait dengan yang dituliskan pada postingan ini). Pengetahuan baru tentunya, baru kali ini saya membaca postingan seperti ini. Setahu saya, atau matematika yang saya amini sejak dulu adalah cabang ilmu yang berkaitan dengan angka. Setelah itu baru bisa masuk pada aktivitas interpretasi angka-angka tersebut, misal untuk memprediksi.

    Pengetahuan dan ilmu baru. Terimakasih

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Epistemologi berasal dari bahasa Yunani artinya knowledge yaitu pengetahuan. Kata tersebut terdiri dari dua suku kata yaitu logia yang artinya pengetahuan dan episteme yang artinya tentang pengetahuan. Jadi dari arti kata epistimologi tersebut, maka dapat dikatakan bahwa epistemologi merupakan pengetahuan tentang pengetahuan (Bahrum, 2013:36). Menurut Guba dan Lincoln (2004 dalam Michelle dan Nikki, 2015:7), epistimologi adalah sebuah disiplin ilmu dari filsafat yang berfokus pada teori tentang pengetahuan. Jadi, epistimologi matematika ialah ilmu yang membahasa pengetahuan tentang matematika. Seperti yang kita ketahui bahwa mateatika adalah cabang ilmu yang membahas tentang perhitungan, objeknya abstrak, mengacu pada kesepakatan, mempunyai pola pikir deduktif, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten. Matematika sering dianggap pelajaran yang sulit bagi banyak siswa di sekolah. Akan tetapi, matematika adalah dasar dari semua ilmu dan sangat diperlukan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, kita yang bergerak di bidang pendidikan matematika hendaknya selalu menemukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran matematika dan lebih mendalam dalam mengajarkannya agar matematika menjadi mata pelajaran (ilmu) yang digemari oleh siswa.

    ReplyDelete
  28. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Tulisan diatas menunjukkan referensi tentang Epistemologi matematika.Epistemologi dalam Yunani yaitu episteme dan logos, episteme berarti suatu pengetahuan dan logos berarti ilmu. Epistemologi matematika merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan pengetahuan matematika.Yangg menelaah segi-segi dasar pengetahuanmatematika seperti sumber, hakikat (substansi),batas-batas, dan kebenaran pengetahuan besertaciri-ciri matematika yang meliputi abstraksi,ruang, waktu, besaran, simbolik, bentuk, dan pola.

    ReplyDelete
  29. By reading this article we could get the information about Epistemology of mathemathics, we could have an idea about it. What I get before about the keyword of epistemology maybe "how to study". could that be suitable words?

    ReplyDelete
  30. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Epistemologi adalah suatu cabang filsafat yang mengkaji tentang usaha dan upaya untuk mencari tahu suatu kebenaran secara hakiki. Epistemologi matematika akan terus mengkaji tentang suatu fakta matematika sampai pada batas yang tidak dapat dikaji lagi. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan matematika yan meliputi matematika murni, matematika terapan dan berbagai cabang matematika lainnya, ciri-ciri matematika yang meliputi abstraksi, deduktif, hipotesis, eksak, simbolik, universal, rasional dan lain-lain, penggadaian-penggadaian, dan dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS PM B 2017

    Epistemologi matematika membahas mengenai apa yang telah diketahui tentang matematika, apa yang akan diketahui tentang matematika dan apa yang dapat diketahui dari matematika. Epistemologi matematika merupakan cara dalam memandang filosofi matematika itu sendiri. Matematika merupakan susunan pengetahuan terbaru dan bahkan matematika dipandang perkembangan pengetahuan tak terbatas. Kebenaran matematika berbeda dengan hipotesis pada ilmu sains karena jika ilmu sains bergantung pada kebenaran yang ada pada alam semesta. Sedangkan kebenaran dalam matematika sudah jelas karena tergantung dengan kesepakatan awal matematika yakni definisi, teorema, postulat, aksioma, lemma dan lain-lain.

    ReplyDelete
  32. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Epistimologis disebut juga dengan teori pengetahuan (Theory of knowledge), epistimologis merupakan pembahasan mengenai bagaiman mendapatkan pengetahuan atau lebih menitik beratkan pada sebuah proses mencari ilmu.
    Epistemologi matematika merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan pengetahuan matematika. Matematika adalah tentang struktur pengalaman langsung dan potensi progresi tak terbatas dari urutan pengalaman yang melibatkan penciptaan kebenaran yang memiliki makna objektif di mana pernyataannya yang tidak dapat ditafsirkan sebagai pertanyaan tentang peristiwa yang semuanya akan terjadi di alam semesta deterministik yang berpotensi tak terbatas tidak benar atau salah dalam pengertian absolut. Epistimologis matematika terdiri dari mathematical truth (kebenaran matematika) dan mathematical objectivity ( objektivitas matematika).

    ReplyDelete
  33. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP Kelas B 2017

    Dalam pembelajaran matematika sering kali siswa diminta untuk melakukan dugaan atau menyimpulkan berdasarkan data yang ada dengan memberikan alasan terhadap dugaannya tersebut. Guru dapat membantu siswa belajar untuk membuat dugaan dengan mengajukan pertanyaan, seperti: “Bagaimana menurutmu apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah hubungan kedua hal tersebut?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat membantu siswa belajar berspekulasi. Untuk itu, sebagai guru matematika dipandang perlu mempelajari dan memahami epistimologi matematika itu sendiri agar guru dapat memfasilitasi siswa belajar sesuai tujuan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  34. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Dalam membangun science atau ilmu pengetahuan diperlukan pemahaman tentang epistemologi dari ilmu tersebut.
    Secara mudahnya jika kita ingin menjelaskan hakekat dari suatu ilmu kita cukup menjawab apa epistemologi dari ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  35. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Epistemologi adalah mengenai kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan. Pada epistimologi ada beberapa teori kebenaran tentang pengetahuan yaitu koherensi, korespondensi dan pragmatis. Matematika jika ditinjau dari segi epistemologinya merupakan pengembangan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran. Masalah dari pendidikan matematika itu sendiri adalah siswa terbiasa pandai mengerjakan soal tetapi tidak dibiasakan untuk menginterpretasikan persoalan tersebut. Matematika hanya dianggap sebagai persoalan hitung menghitung saja yang ujung-ujungnya mencari jawaban akhir, ini akibat dari tidak adanya bekal intuisi mengenai matematika.

    ReplyDelete
  36. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dengan pendekatan epistemologi ini kita akan mengetahui kedudukan matematika di dalam konteks keilmuaan. Epistimologi matematika menelaah dasar pengetahuan matematika, seperti asal, hakikat, batas-batas, dan kebenaran pengetahuan beserta matematika sifat-sifat matematika yang meliputi abstraksi, ruang, waktu, besaran, simbolik, bentuk, dan pola. epistimologis sendiri yang ,merupakan suatu kepastian atau kebenaran dalam sebuah pengetahuan, sehingga dari semua objek matematika sendiri yang dipelajari berarti mempunyai nilaikebenaran yang harus dicari dan dibuktikan untuk mengambangkan suatu ilmu atau menerima suatuilmuyangbaru.

    ReplyDelete
  37. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Epistemologi mempelajari tentang asal mula atau sumber, struktur, dan sahnya pengetahuan. Membaca postingan ini saya belajar tentang epistemologi matematika dan pendapat-pendapat ahli. Menurut Hempel kebenaran matematika tidak memerlukan bukti kebenarannya karena sudah terbukti dengan sendirinya. Namun ternyata tidak semua kebenaran matematis dapat terbukti dengan sendirinya. Mempelajari epistemologi matematika merupakan hal yang penting agar lebih memahami tentang matematika dan segala sumber-sumbernya. Selain itu, dengan mempelajari epistemologi matematika akan membuka pikiran tentang matematika dengan arti yang lebih luas.

    ReplyDelete
  38. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Epistemology is often known as a branch of philosophy that is related with the studies about the nature of knowledge and how we come to know the knowledge. For some people, it is quite confusing to explain what we know about knowledge and how we come to know that knowledge. It is even more difficult to explain it to other people. In my opinion, knowledge is worth to be communicated to other people and how we communicate it, how we explain about how we come to know the knowledge does matter so much. Based on my understanding about your post above prof, the epistemology of mathematics is about its nature, its conditions of how it is presented. As we have known that mathematical process is about consistency, so when we are consistent in the process (and don't forget about the coherency) that is all that we should do.

    ReplyDelete
  39. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Epistemology adalah cabang dari ilmu filsafat yang berkaitan dengan pengetahuan, baik dari sifat, jenis, asal, dan karakternya. Matematika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan tentang ilmu hitungan. Maka epistemology adalah filsafat tentang matematika itu sendiri, sehingga filsafat dari matematika mempelajari tentang asal muasal matematika, kegunaan matematika, dan ilmu yang terkait dengan matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  40. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Epistimologi matematika merupakan cara menemukan kebenaran dalam matematika. Sebelum menemukan kebenaran ini, terlebih dahulu perlu dibedakan antara kebenaran matematika formal dan keberanan matematika sekolah. Bagi matematika formal, kebenaran matematika bersifat deduktif. Artinya suatu konsep didefinisikan dari konsep sebelumnya yang telah dibuktikan ada. Contoh, persegi panjang adalah jajar genjang yang memiliki sudut siku-siku. In contrast, kebenaran matematika sekolah bersifat induktif. Artinya suatu konsep matematika digeneralisasi dari konsep-konsep yang ditemukan selama melakukan kegiatan matematika melalui penelusuran pola. Contoh volume prisma segi-n adalah hasil kali antara luas sisi alas dengan tingginya.

    ReplyDelete
  41. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Matematika adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mana objek kajiannya berupa ide yang terdapat dalam pikiran manusia yang bersifat abstrak. Pengetahuan matematika merupakan kesadaran tentang matematika yang diperoleh dari hasil berpikir dan pengalaman, serta interaksi dengan berbagai hal. Kesadaran demikian dianggap sebagai wadah dari kenyataan matematika. Sebagai contoh, saat ini kita telah mengenal berbagai teorema dalam matematika, ambil satu contoh misalnya teorema Phytagoras, teorema tersebut ada dalam pikiran kita dikarenakan karena adanya pengalaman dan kesadaran kita terhadapnya.

    ReplyDelete
  42. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Epistimologi adalah cabang ilmu filsafat tentang dasar-dasar dan batas-batas pengetahuan. Ternyata dalam matematika pun yang notabene ilmu pasti, terdapat berbagai pandangan epistimologi dari para ahli. Dalam tulisan kali ini, mohon maaf sebelumnya karena saya tidak begitu memahami pernyataan Hempel bahwa kebenaran matematika yang bertentangan dengan hipotesis sains empiris. Mengapa matematika tidak memerlukan bukti faktual maupun pembenaran lainnya?

    ReplyDelete
  43. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Matematika adalah tentang struktur dan pola hubungan. Matematika adalah tentang kebenaran dan cara memperoleh kebenaran. Terkadang kebenaran dalam matematika merupakan kebenaran yang tidak perlu dibuktikan lagi karena dapat terbukti dengan sendirinya. Hal tersebut yang menjadikan kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis sains empiris. Namun ternyata ada pula kebenaran matematika yang masih bersifat subyektif sehingga masih perlu pembuktian kebenaran secara obyektif.

    ReplyDelete
  44. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Matematika berbentuk abstrak. Misalnya sebuah garis itu tidak punya ketebalan, namun ketika mengajarkan ke siswa ketika kita gambar, maka sebenarnya garis itu mempunyai tebal. Atau misalnya ketika ada alat peraga bangun datar, bangun datar tidak punya tinggi, namun pada alat peraga sebenarnya ada tinggi/ketebalannya. Nah, matematika yang abstrak jika dibawa ke kehidupan nyata ternyata sering terjadi salah kaprah. Dalam pembelajaran di kelas memang anak akan kesulitan jika matematika tidak dibawa pada permasalahan sehari-hari. Jika penjelasan matematika dijelaskan secara abstrak di ekolah dasar maupun menengah pertama, maka menjadikan matematika tidak ramah.

    ReplyDelete
  45. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Epistimologi berhubungan tentang dasar-dasar dan batas-batas ilmu pengetahuan matematika seperti hakikat matematika itu sendiri serta kebenarannya. Epistemologi matematika merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan pengetahuan matematika. Dalam epistemologi, kepastian dan kebenaran sebuah pengetahuan itu penting. Konsep matematika dikonstruksi berdasarkan intuisi keruangan dan waktu sehingga benar atau salah relatif terhadap sistem formal tertentu.

    ReplyDelete
  46. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Epistemologi membahas berbagai hal tentang pengetahuan seperti batas, sumber, serta kebenaran suatu pengetahuan. Epistimologi matematika merupakan teori pengetahuan yang sasarannya ialah pengetahuan matematika, dan merupakan pemikiran reflektif terhadap berbagai segi dari pengetahuan seperti kemungkinan, asal mula, sifat alami, batas-batas, asumsi dan landasan, validitas dan reliabilitas sampai kebenaran pengetahuan. Demikian pula persoalan tentang kebenaran matematika.

    ReplyDelete
  47. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pedidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Epistemologi merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan hakikat dan lingkup pengetahuan matematika yang meliputi matematika murni, matematika terapan dan berbagai cabang matematika lainnya, ciri-ciri matematika yang meliputi abstraksi, deduktif, hipotesis, eksak, simbolik, universal, rasional dan lain-lain, pengandaian-pengandaian, dan dasar-dasarnya serta pertanggungjawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Epistemologi matematika merupakan teori pengetahuan yang proses pengkajianya tentang matematika.
    Wassalamu’alaikumussalam

    ReplyDelete
  48. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pedidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Pada hakikatnya, matematika selalu berusaha mengungkap kebenaran. Namun demikian, dalam sejarah panjangnya yaitu sejak jaman Renaisans, aspek empiris dari matematika seperti yang dicanangkan oleh Jhon Stuart Mill ternyata kurang mendapat prospek yang cerah. Matematika telah berkembang menjadi kegiatan abstraksi yang lebih tinggi di atas kejelasan fondasinya seperti yang terjadi pada kalkulus Infinitas dan bilangan kompleks yang telah mengambil jarak dari pandangan kaum skeptik.
    Wassalamu’alaikumussalam

    ReplyDelete
  49. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Tulisan diatas menunjukkan referensi tentang Epistemologi matematika.Epistemologi dalam Yunani yaitu episteme dan logos, episteme berarti suatu pengetahuan dan logos berarti ilmu. Epistemologi matematika merupakan cabang filsafat yang berhubungan dengan pengetahuan matematika.Yangg menelaah segi-segi dasar pengetahuanmatematika seperti sumber, hakikat (substansi),batas-batas, dan kebenaran pengetahuan besertaciri-ciri matematika yang meliputi abstraksi,ruang, waktu, besaran, simbolik, bentuk, dan pola.

    ReplyDelete
  50. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dari matematika kita belajar bahwa kita harus bisa memahami konsep pemecahan suatu permasalahan dan penginterpretasiannya. Maka matematika bukan hanya soal angka angka hitung menghitung, namun berproses dan berpikir mendalam sebuah masalah dipecahkan sehingga bisa memberikan makna bagi kita. selain itu matematika membentuk suatu pola pemikiran yang runtut dan terstuktur, sehingga matematika juga dapat mempengaruhi kebiasaan manusia untuk jadi lebih baik.

    ReplyDelete
  51. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam matematika, epistemologi dibutuhkan untuk menggali hakikat dan lingkup pengetahuan matematika. Hakikat matematika sering kali dibicarakan dalam tantanan obyektif dan subyektif. Banyak orang beranggapan bahwa matematika merupakan ilmu yang objektif, namun jika kita menggunakan penilaian matematis terhadap sesuatu yang kita anggap sebagai sebuah kebenaran sesungguhnya merupakan sisi subyektif dalam penggunaan matematika. Ketika matematika dianggap benar hanya melalui persepsi logika maka akan subyektif, untuk itu diperlukan proses pengalaman yang sama agar dapat menjadikan matematika berada dalam posisi obyektif.

    ReplyDelete
  52. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Matematika itu dibangun di dalam pikiran. Bangunan matematika setiap orang berbeda-beda tergantung pikiran orang tersebut. Selain itu, matematika merupakan gabungan dari logika dengan penalaran dan juga matematika adalah pemahaman suatu konsep terhadap fenomena-fenomena yang muncul. Antara logika dan penalaran tidak bisa dipisahkan dalam memahami suatu fenomena dan permasalahan-permasalahan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  53. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Dengan konsep-konsep yang kongkrit, kontektual, dan terukur matematika dapat memberikan jawaban secara akurat. Matematika seharusnya memudahkan, bukan menyulitkan. tugas para pendidik untuk membuat pembelajaran matematika di sekolah menyenangkan, dan tidak menakutkan bagi para siswa

    ReplyDelete
  54. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Epistemologi mempelajari tentang hakikat dari pengetahuan, justifikasi, dan rasionalitas keyakinan (id.wikipedia.org). Salah satu hal yang diperdebatkan dalam epistemology adalah tentang kebenaran. Maka dalam epistemology matematika, tidak salah jika terdapat perbedaan cara pandang matematikawan tentang kebenaran dalam matematika. Menurut saya, dalam matematika murni sesuatu itu benar jika tidak bertentangan atau kontradiksi dengan ide awal (definisi, teorema).

    ReplyDelete
  55. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Epistimologi matematika meliputi hakekat matematika, sumber-sumber matematika, cara memperoleh pengetahuan matematika. Menurut Hempel, kebenaran matematika tidak membutuhkan bukti nyata atau hanya justifikasi karena keduanya adalah bukti dalam dirinya sendiri. Namun eksistensi konjektur matematika menunjukkan bahwa tidak semua kebenaran matematika dapat dibuktikan pada dirinya sendiri, bahkan bukti dalam dirinya sendiri dikaitkan hanya dengan postulat dasar matematika. Sedangkan Sphiro memandang objek matemaika dapat diperkenalkan dengan abstraksi pada hubungan ekuivalen terhadap entitas kelas sebelumnya

    ReplyDelete
  56. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    assalamualaikum wr wb
    epistemology of mathematics mencakup hakekat, sumber, cara memdapatkan pengetahuan matematika. saat matematika dianggap benar hanya berdasarkan persepsi logika maka akan bersifat subyektif, untuk itu diperlukan proses pengalaman yang sama agar dapat menjadikan matematika berada dalam posisi obyektif

    ReplyDelete
  57. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Manusia ingin selalu menemukan kebenaran. Kebenaran menurut matematika, berbeda dengan kebenaran menurut suatu agama. Secara epistemologis kebenaran adalah kesesuaian antara apa yang diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya yang menjadi objek pengetahuan.

    ReplyDelete
  58. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Terimakasih bapak, dari postingan bapak diatas saya jadi lebih mengerti mengenai filsafat matematika itu. mulai dari tentang apa matematika itu, sifat yang ada pada matematika, kebenaran-kebenaran yang ada pada matematika, hipotesis ilmu empiris yang berkaitan dengan postulat matematika bahkan penilaian matematika yang memandang bahwa objek matematika itu hakekatnya abstark.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  59. Arina Husna Zaini
    17701251024
    PEP S2 B

    Membahas epistimologi matematika tidak terlepas dari hakikat , subyek dan obyek dari matematika itu sendiri. Dari artikel diatas disampaikan berbagai pendapat menurut ahli tentang Kebenaran dalam matematika. Kebenaran dalam matematika harus sesuai dengan kenyataan oleh karena itu kebenaran harus bersifat obyektif.Terima Kasih

    ReplyDelete
  60. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dalam tulisan tersebut Hempel C.G. berpendapat bahwa kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis sains empiris. karena menurutnya, kebenaran matematika tidak membutuhkan bukti nyata karena sudah jelas dan dapat terbukti dengan sendirinya. Namun disini saya lebih setuju bahwa tidak semua kebenaran matematika dapat terbukti dengan sendirinya, dan kalaupun benar terbukti dengan sendirinya atau jelas tanpa dibuktikan itu hanya berlaku untuk postulat.

    ReplyDelete
  61. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Epistemologi matematika ialah mengenai metode bagaimana pengetahuan itu ada dan ditemukan. Hempel berpikir bahwa kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis ilmu empiris dimana matematika tidak memerlukan bukti faktual maupun pembenaran lainnya karena matematika itu sudah jelas. Namun ada suatu dugaan bahwa tidak semua kebenaran matematika itu dapat dijelaskan.

    ReplyDelete
  62. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Matematika pada hakikatnya selalu berusaha untuk mengungkap kebenaran. Hempel C.G dalam bukunya yang berjudul On The Nature of Mathematical Truth berpendapat bahwa kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis ilmu empiris, terkadang kebenaran matematika itu tidak perlu dibuktikan karena memang dapat terbukti dengan sendirinya, dan hal ini lah yang menjadikan matematika bertentangan dengan hipotesis ilmu empiris. Akan tetapi tidak semua kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis ilmu empiris, sehingga masih perlu adnya pembuktian pembuktian lain secara obyektif. Jadi tidak salah jika pendapat ilmuan mengenai kebenaran matematika berbeda-beda meskipun memiliki kesimpulan yang sama.

    ReplyDelete
  63. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Menurut Hempel C.G dalam bukunya yang berjudul On The Nature of Mathematical Truth berpendapat bahwa kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis sains empiris, kebenaran matematika tidak membutuhkan bukti nyata karena sudah jelas dan dapat terbukti dengan sendirinya. dan hal ini lah yang menjadikan matematika bertentangan dengan hipotesis ilmu empiris. Namun ada dugaan bahwa tidak semua kebenaran matematika dapat terbukti dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  64. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Matematika membentuk pola, struktur, dan terdapat kekonsistenan di dalamnya. Jika sesorang mampu menginterpretasikan dan memahami matematika secara mendalam serta beanr, maka pemahaman yang dimilkinya akan tercerminkan dalam kehidupannya. Sejalan dengan pendapat Shapiro (2003) bahwa objek matematika dapat diperkenalkan oleh abstraksi dengan hubungan kesetaraan pada kehidupan.

    ReplyDelete
  65. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pada hakikatnya, matematika selalu ingin mengungkap kebenaran. Hempel C.G. (2001) dalam bukunya yang berjudul “On The Nature of Mathematical Truth” menuliskan bahwa kebenaran matematika bertentangan dengan hipotesis ilmu empiris, tidak memerlukan bukti faktual maupun pembenaran lain karena mereka jelas. Namun, keberadaan dugaan matematika menunjukkan bahwa tidak semua kebenaran matematika dapat jelas dan bahkan jika diri bukti dikaitkan hanya dengan postulat dasar matematika.

    ReplyDelete
  66. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Matematika pada hakikatnya selalu berusaha untuk mengungkap kebenaran. Menurut Hempel, kebenaran matematika tidak membutuhkan bukti nyata atau hanya justifikasi karena keduanya adalah bukti dalam dirinya sendiri. Namun eksistensi konjektur matematika menunjukkan bahwa tidak semua kebenaran matematika dapat dibuktikan pada dirinya sendiri, bahkan bukti dalam dirinya sendiri dikaitkan hanya dengan postulat dasar matematika.

    ReplyDelete