Aug 19, 2009

Improving Creativities and Understanding of Mathematical Concept for Junior High School Students Grade 2

Examination of Student Final Task
Name of Student: Heri Prasetyo
Departmen: Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State Yogyakarta
Address: Pagotan, Arjosari, Pacitan, East Jawa
Identity : 04301244051, HP: 081911551439
Supervisor: Edy Prajitno, MPd, Endang L,MS
Examiner : Dr Marsigit MA
Day/date: Wednesday, 19th August 2009
Time: 11.00

Chapter I

Title:
Improving Creativity and Understanding of Mathematical Concept through Contextual Approach for Junior High School Students Grade 2, SMP N I Arjosari Pacitan

Backgroud:
Results from observation :
The students were still passive in teaching learning process of mathematics; the level of students curiousity is still low; the students did not brave to deliver the questions; the students were still afraid and not confident to express their ideas; the motivation to solve problems using alternative method were still low; the students only copy the teacher's method.
When the teachers order the students to solve the problems, the students confused how to solve them; the students tended to wait teacher's initiative.
Students' perception:
Most of the students felt to have difficulties to understand mathematical concepts e.g. the students could not solve the problems after getting explanation from the teacher; the students felt to easily forgot mathematics concepts.
Teacher's perception:
The students had their difficulties in learning mathematics; there were the problems how to prepare the students to get high achievements in the national final examination (leaving examination).

Identification of the research's problems:
1. Students' passiveness in learning mathematics
2. Low motivation of students in learning mathematics
3. There are difficulties how to solve problems using various methods
4. Students lack of confident in delivering the question
5. Students curiosity were still low
6. Contextual approach is perceive as one alternative to improve students' creativity and understanding of mathematical concepts.

Limitation of problems:
Research was limited at teaching learning the Cube and Cuboid at the 2 grade of Junior High School.
The aspect of creativity covers (William in Munandar, 1992, p 88): thinking smoothly, thinking flexible, thinking originality, thinking specifically, taking the risk, challenging, curiosity, and respecting.
The aspect of understanding (Sri Wardani, 2006 p 8): representing the concepts, classifying the object in term of their characteristics, determining the examples as well as non-examples, employing and selecting certain procedure, applying the concepts to solving the problems.

Problems Formulation:
How to conduct teaching learning of mathematics through contextual approach which can improve students' creativity and understanding of mathematics of Grade 2 Students of Junior High School.

The Aim of the Research:
To improve students' creativity and understanding of mathematics through contextual approach which can improve students' creativity and understanding of mathematics of Grade 2 Students of Junior High School.

The Benefit of the Research:
1. To empower the teacher in teaching learning mathematics through contextual approach.
2. To empower the students' competencies in improving their creativities and understanding the concepts of mathematics.
3. To improve students' achievement in mathematics
4. To empower the school in innovating mathematics teaching learning process.

Chapter II: Theoretical Review
Definition of mathematics; Learning concept; Teaching learning concept
Creativity; Understanding the concept of mathematics, Contextual Approach

Chapter III: Method of Research
Type of research: Collaborative Class Room Action Reearch
Setting: Venue: SMPN I Arjosari, Pacitan; Time: March-April 2009
Subyect: 36 students of Grade 2 SMPN I Arjosari; 17 male students and 19 female students
Design of the research: Kemmis and Taggart model of CAR: Planning, Action, Observation, reflection
Instruments: Researcher, Questionnaire for students' creativities, Observation Sheet, Interview Guide, Field Note, and Test
Data collection: Observation, Interview, Docummentation,Questionnaire, Test
Analyses Data: Data Reduction, Table of Data, Triangulation of Data, Conclusion.
Indicators: Improvement the average of the percentage of aspects of students' creativity from Cyclus; Improvement the average of the percentage of students' understanding of mathematics from cyclus one to others.

Chapter V: Conclusion
1. Constructing the mathematical concepts: teaching learning process was started by contextual problems and employing concrets materials.
2. Finding out the mathematical concepts: through students works sheets which were developed based on contextual problems. These students works sheets were completed by cube and cuboid models.
3. Questioning the mathematical concepts: the students delivered the questions to their mates or teacher. The teacher should actively initiated to stimulate students' mathematical thinking.
4. Learning society: the optimum number of students in the group to actively discuss is 4 students.
5. Modeling of mathematical concepts: the models could come from the students when they present their answer in front of the class. Modeling could also come from the teacher.
6. Reflecting the results of learning: teacher conducted dialog with the students about the results of learning. The teacher could also give the students problems.
7. Authentic assessment: the teacher assess the students activity, their discussions, their presentations, and the results of students works sheets.

46 comments:

  1. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menghadapi keingintahuan dan motivasi peserta didik yang masih rendah, masih pasif dalam pembelajaran, belum berani untuk bertanya, masih takut dan belum percaya diri dalam mengekspresikan ide-ide mereka, dan masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika, maka pendidik perlu meningkatkan kreativitas dan pemahaman matematika peserta didik tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendekatan kontekstual, yaitu dengan menghadirkan masalah kontekstual atau masalah sehari-hari untuk membelajarkan konsep matematika. Melalui penyajian masalah kontekstual tersebut, diharapkan siswa akan lebih memahami makna dari konsep matematika yang sedang mereka pelajari karena konsep tersebut berkaitan erat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Belajar matematika bukan lah transfer of knowledge dari guru ke siswa, tapi bagaimana siswa membangun pengetahuannya sendiri dengan fasilitasi dari guru. Dalam proses membangun pengetahuannya, siswa harus meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika. Sangat banyak kita jumpai masalah, kesulitan yang dialami siswa dalam proses pembelajaran. Untuk itu, salah satu solusinya adalah guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Tidak ada metode belajar yang benar-benar tepat digunakan, hal itu semua karena siswa dalam suatu kelas bukanlah individu yang sama, mereka memiliki kemampuan yang berbeda, gaya belajar yang berbeda, pola pikir yang berbeda, karakter yang berbeda, dsb. Salah satu metode pembelajaran tersebut adalah penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika. Mungkin untuk permasalahan di atas, pendekatan kontekstual tepat digunakan. Tapi belum tentu pendekatan kontekstual juga tepat digunakan dalam pembelajaran matematika untuk masalah yang lainnya, untuk siswa-siswa di sekolah lainnya. Oleh karena itu, guru harus sekreatif mungkin menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi, metode pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika. Serta, disinilah letak pentingnya seorang guru melakukan penelitian. Dengan melakukan penelitian, guru bisa mengidentifikasi masalah, kesulitan dan kebutuhan belajar siswa serta berusaha menemukan solusinya.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Memahami tulisan Examination of Student Final Task ini saya mendapatkan pemahaman dalam pembelajaran matematika tidak hanya diberikan suatu rumus penyelesaian ataupun konsep-konsepnya saja namun (objek formal) harus ada bentuk nyatanya (objek material) yang dapat membuat siswa mampu berpikir secara nyata. Misalnya dalam mengajarkan materi bangun ruang kita menunjukkan bagaimana bentuk kubus, balok yang asli nyata sehingga siswa dapat mengerti konsep tersebut melalui yang diajarkan oleh guru melalui pendekatan kontekstual.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setelah siswa membangun konsep selanjutnya siwa diharapkan dapat mencari tahu konsep matemarika dengan melihat hasil pekerjaan dalam lembar kerja hal ini merujuk pada “finding out the mathematical concepts: through students works sheets which were developed based on contextual problems”
    Sehingga dari hasil pengerjaan lembar kerja terkait penyelesaian soal konstektual akan membuat siswa mencari tahu konsep matematika yang telah dibangun.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016


    dalam melakukan suatu observasi memang sering kita temui dilapangan bahwa banyak siswa yang masih pasif ketika proses belajar mengajar. mungkin ini dikarenakan pembelajaran masih berpusat pada guru. dengan menggantinya menjadi berpusat pada siswa, tentu hal ini dapat meningkatkan kreativitas anak dengan lebih aktif nya anak di kelas mereka.diharapkan anak dapat mengkonstruk pemikirannya sendiri, sehingga materi yang diberikan tidak mudah dilupakan.

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. permaslahan pembelajaran matematika yang didapat dari tulisan di atas anatara lain siswa masih pesif dalam belajar matematika, kurangnya motivasi, kurangnya rasa ingin tahu, kurangnya kemampuan problem solving, kurangnya rasa percaya diri dan lainnya. Tulisan ini ditulis Prof Marsigit pada tahun 2009, akan tetapi sekarang di tahun 2017 permasalahan siswa dalam mempelajari matematika masih sama. Saya binggung sebenarnya apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran matematia agar permasalahan tersebut tidak diwariskan pada generasi yang akan datang..

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Banyak siswa kita mengeluh pada saat kita memberikan soal latihan atau PR berbeda dengan contoh yang telah kita jelaskan, hal ini terjadi karena siswa kita cenderung untuk meniru langkah-langkah penyelesaian masalah matematika yang melibatkan konsep yang sama, sehingga jika terdapat modifikasi dari masalah yang diberikan siswa kebingungan dan hilang akal untuk menentukan langkah penyelesaian yang diharapkan. Jalan buntu inilah yang menyebabkan siswa beranggapan matematika itu sulit.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Pembelajaran matematika lebih menekankan pada konsepsi awal yang sudah dikenal oleh siswa yaitu tentang ide-ide matematika. Setelah siswa terlibat aktif secara langsung dalam proses belajar matematika, maka proses yang sedang berlangsung dapat ditingkatkan ke proses yang lebih tinggi sebagai pembentukan pengetahuan baru. Pada proses pembentukan pengetahuan baru tersebut, siswa bertanggung jawab terhadap proses belajarnya sendiri. Guru berperan sebagai fasilitator dan moderator harus mampu mendesain pembelajaran yang interaktif dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif menyumbangkan pemikirannya dalam proses belajarnya baik untuk diri-sendiri maupun aktif membantu siswa lain dalam menafsirkan permasalahan real.

    ReplyDelete
  10. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Konsep matematika tidak lagi diberikan langsung oleh guru kepada murid. Namun konsep tersebut harus ditemukan dan dikembangkan oleh siswa sendiri. Caranya adalah proses pembelajaran yang diawali dengan masalah kontekstual yang disertai dengan material kongkrit. Selain itu siswa diminta untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual yang dituntun dengan Lembar Kerja Siswa yang telah didesain khusus oleh guru.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Guru sebagai pendidik tentulah selalu berupaya untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman konsep matematika para peserta didik. Tetapi sebelum upaya itu direalisasikan, guru terlebih dahulu harus melihat apa yang menjadi akar permasalahan yang membuat siswa kurang kreatif dan kurang memahami konsep matematika. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya ketidakpedulian siswa dalam pembelajaran matematika, motivasi yang rendah dari siswa dalam belajar matematika, siswa kesulitan bagaimana memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai metode, siswa kurang percaya diri dalam memberikan pertanyaan, rasa ingin tahu siswa masih rendah. Berangkat dari hal ini guru dapat mulai merumuskan solusi yang tepat untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman konsep matematika para peserta didik.

    ReplyDelete
  12. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Proses berpikir ada tahap-tahapnya, dari mulai dasar, medium ke expert atau dalam kata lain dari rendah, sedang, dan akhirnya ke yang tertinggi. Begitu juga dalam proses pembelajaran matematika. Pemikiran dimulai dari hal-hal yang konkret terlebih dahulu, baru mencoba ke semi abstrak dan akhirnya ke hal yang abstrak. Pemikiran matematika yang lebih tinggi adalah ketika kita mampu berbikir kreatif dalam memecahkan masalah matematis

    ReplyDelete
  13. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Langkah-langkah yang dilakukan dalam pendekatan kontekstual antara lain: (1) Membangun konsep matematika, proses belajar mengajar dimulai oleh masalah kontekstual dan menggunakan benda-benda nyata; (2) Mengetahui konsep-konsep matematika, menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS); (3) Bertanya tentang konsep-konsep matematika, siswa dituntut untuk menyampaikan pertanyaan; (4) Belajar kelompok; (5) Pemodelan konsep-konsep matematika, dengan mempresentasikan hasil kerja di depan kelas; (6) Merefleksi hasil pembelajaran yaitu guru melakukan dialog dengan siswa tentang hasil belajar; serta (7) Penilaian (aktivitas siswa, diskusi, presentasi, dan hasil LKS).

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dewasa ini, bukan jamannya pemelajaran bersentra pada guru. Namun sekarang perlunya timbal balik antara guru dan siswa. Sehingga siswa dapat membuka lebih luas pikirannya. Seperti dalam artikel ini, salah satu metodenya yaitu dengan pendekatan kontekstual. Sehingga siswa mengkaitkan apa yang ada disekitar mereka dengan materi matematika.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran kontekstual dapat dikaitkan dengan budaya. Dengan pembelajaran “Etnomatematika” contohnya. Guru dapat mengambil objek etnomatematika sebagai objek kontekstualnya, seperti banyak stupa pada candi Borobudur sebagai objek formal dari pola barisan. Sehingga siswa dapat menemukan pola barisan itu sebagai matematika formal.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pemahaman konsep merupakan salah satu kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika yaitu dengan menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajarinya, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. Pemahaman matematika akan bermakna jika pembelajaran matematika diarahkan pada pengembangan kemampuan koneksi matematik antar berbagai ide, memahami bagaimana ide-ide matematik saling terkait satu sama lain sehingga terbangun pemahaman menyeluruh, dan menggunakan matematik dalam konteks di luar matematika.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Masalah dalam pembelajaran matematika sangat banyak. Banyak hal dapat ditemui dalam proses pembelajaran matematika. salah satunya seperti yang dituliskan bahwa para siswa masih pasif dan tidak percaya diri untuk mengungkapkan gagasan mereka dalam pembelajaran matematika. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan usaha dari guru dalam menyusun metode pembelajaran yang tepat yang dapat mengakomodasi kebutuhan siswa agar siswa aktif dan lebih percaya diri dalam pembelajaran dan mempunyai kreativitas dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  18. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada poin yang saya garis bawahi ketika membaca postingan di atas. Yaitu pada identifikasi masalah yang ditemui oleh peneliti. Yakni, motivasi peserta didik dalam belajar matematika itu rendah. Ya, saya sepakat dengan hal tersebut. Ketika saya diberi kesempatan untuk survey sekolah sebelum praktik mengajar di laangan, saya menemukan hal yang sama. Sebagian besar peserta didik tidak antusias ketika belajar matematika. Hal tersebut nampak pada ekspresi dan tingkah laku yang mereka tunjukan. Akibatya adalah, di kelas mereka pasif serta tidak berusaha memecahkan suatu permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  19. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran mateatika bisa meningkatkan kreativitas siswa dan juga membantu siswa agar lebih mudah dalam memahami konsep matematika. Pendekatan kontekstual yang menghubungkan kegiatan dikehidupan nyata siswa (menggunakan benda nyata) dan materi dalam matematika akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar karena pembelajaran tersebut akan lebih bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  20. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Didalam peningkatan kreativitas dan pemahaman konsep matematika itu tidak mudah bagi para guru dan siswa. Pada kesempatan ini peneliti akan mencari bagaiman cara meningkatkan kreativitas para siswa dan pemahaman mereka terhadap konsep matematika dengan terjun langsung kelapangan untuk membuktikan bahwa sebenarnya apa saja yang membuat para guru kesulitan untuk menjalankan proses pengajaran dan pembelajaran mengenai peningkatan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika itu.
    Berdasarkan identifikasi masalah yang terdapat beberapa yang memicu terjadinya kesulitan didalam meningkatkan kreativitas dan pemahaman para siswa terhadap konsep matematika.
    1. Kepasifan siswa didalam pembelajaran matematika
    2. Rendahnya motivasi siswa didalam pembelajaran matematik.
    3. Ada kesulitan bagaiman cara memecahkan masalah dengan metode yang digunakan didalam pembelajaran matematika
    4. Siswa kurang percaya diri untuk memberikan pertanyaan kepada guru
    5. Rasa pensaran siswa juga masih lemah.

    Metode Pendekatan secara contekstual adalah sebagai salah satu alternative untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika.

    ReplyDelete
  21. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berdasarkan penelitian yang ada di artikel di atas, dapat disimpulkan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Mengkonstruksi konsep-konsep matematika: pembelajaran dimulai dengan masalah kontekstual dan menggunakan benda konkret, (2) Menemukan konsep matematika: dengan mggunakan lembar kegiatan siswa berbasis masalah kontekstual serta dengan menggunakan media model kubus dan balok siswa menemukan konsep mengenai kubus dan balok, (3) Bertanya : siswa bertanya kepada teman-temannya atau guru. Guru secara aktif menstimulasikan kemampuan berpikir matematis siswa, (4) Masyarakat belajar : siswa melakukan diskusi kelompok, (5) Permodelan : permodelan dapat datang dari guru maupun siswa, (6) Refleksi : Guru berdialog dengn siswa mengenai hasil selama pembelajaran, (6) Penilaian autentik : guru menilai aktivitas, diskusi, presentasi, hasil LKS

    ReplyDelete
  22. Desinta Armiani
    14301241041
    Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran matematika sering menjadi permasalahan bagi siswa padalah matematika adalah pelajaan wajib di jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Berdasar hasil penelitian dalam postingan ini, pendekatan kontekstual dapat membantu siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri karena pembelajaran dengan pendekatan kontekstual ini menghubungan atau mengkaitkan apa yang ada disekitar mereka dengan materi yang sedang dipelajarinya.
    terimakasih

    ReplyDelete
  23. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Masalah yang terjadi di kelas pada siswa yaitu siswa tidak aktif atau pasif dalam mengikuti pembelajaran matematika, sehingga siswa tidak dapat meningkatkan kreatifitas maupun pemahaman siswa terhadap materi,dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas, mengkonstruk atau memodelkan setiap masalah ke dalam alat praga atau benda yang konkrit, sehingga dapat meningkatkan kreatifitas siswa maupun meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi ynag diajarkan.

    ReplyDelete
  24. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Matematika memang merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Permsalahan yang terjadi dalam pemeblajaran matematika sangatlah banyak, salah satunya yang berasal dari siswa. Artikel di atas membahas tentang sebuah penelitian untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman konsep matematika siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita sebagai calon pendidik untuk memilih pendekatan yang tepat dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  25. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika d mata siswa baik dari jenjang dasar maupun sampai atas, masih saja dianggap abstrak dan susah. Maka salah satu usaha yang bisa digunakan yaitu menerapkan pendekatan kontekstual. Karena dengan meggunakan pendekatan kontekstual maka siswa dapat memahami bahwa matematika itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar rumus-rumus.

    ReplyDelete
  26. Salma Maulida Karima
    14301241021
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan pembelajaran matematika yang ditemui pada tulisan di atas adalah siswa yang pasif, siswa kurang percaya diri, motivasi siswa yang rendah, kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika, dan tingkat keingintahuan siswa juga rendah. Salah satu upaya menghadapi permasalahan diatas adalah dengan pendekatan kontekstual, dengan langkah-langkah sebagai berikut.
    1. Mengkontruksi konsep matematika, pembelajaran dimulai dengan masalah kontekstual dan menggunakan benda nyata
    2. Menemukan konsep matematika dengan lembar kerja berdasarkan masalah kontekstual
    3. Memberikan pertanyaan
    4. Berdiskusi
    5. Memodelkan konsep matematika saat siswa mempresentasikan jawabannya didepan siswa lainnya
    6. Merefleksi hasil dari pembelajaran
    7. Penilaian kegiatan di atas.

    ReplyDelete
  27. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada dewasa ini, pendidikan di Indonesia lebih menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada aktivitas siswa. Demikian pula pembelajaran matematika. Pengenalan konsep dasar matematika akan lebih bermakna jika konsep dasar tersebut ditemukan sendiri oleh siswa. Di sini peran guru hanyalah sebagai fasilitator bagi siswa, membimbing siswa untuk mencapai kompetensi yang diinginkan.

    ReplyDelete
  28. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Permasalahan umum yang sering dihadapi guru ketika pembelajaran matematika adalah rendahnya minat siswa terhadap matematika sehingga muncul dampak lain seperti tidak mau belajar, malas berpikir, dan tidak memperhatikan guru saat pembelajaran.

    ReplyDelete
  29. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Di lain sisi, permasalahan yang timbul adalah belum tebentuknya mental siswa yang aktif. Kebanyakan siswa yang sering menggunakan metode pembelajaran ekspositori akan cenderung malu untuk bertanya, takut menjawab, ragu dalam mnyelesaikan masalah, dan tidak percaya diri saat mengungkapkan hasil.

    ReplyDelete
  30. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan yang terjadi pada siswa tersebut adalah rasa ingin tahu siswa yang masih rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan rasa ingin tahu siswa cukup rendah adalah kepercayaan diri siswa yang masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa adalah dengan menerapkan pembelajaran pendekatan saintifik. Siswa diberikan kepercayaan untuk mengeksplor apapun yang ingin ia ketahui terkait materi pembelajaran yang diberikan.

    ReplyDelete
  31. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk mengatasi masalah minat dan kepasifan siswa guru hendaknya mampu mengubah cara siswa memandang matematika dan merubah mental siswa agar selalu aktif di kelas tanpa ragu dan takut.

    ReplyDelete
  32. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Salah satu cara untuk mengatasi masalah keaktifan dan minat siswa terhadap pembelajaran matematika adalah pembelajaran konstruktivistik. Siswa diminta untuk membangun pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran akan lebih bermakna untuk dirinya. Selain itu, pembelajaran kooperatif akan membantu siswa tidak malu berinteraksi baik dengan teman maupun dengan guru.

    ReplyDelete
  33. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Cara-cara atau langkah-langkah yang telah disebutkan oleh Prof. Masigit hendaknya dapat kita aplikasikan saat pembelajaran di kelas sehingga keluhan atau masalah-masalah yang disebutkan di latar belkang tersebut akan berubah.

    ReplyDelete
  34. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melihat begitu peliknya permasalahn siswa dalam belajar matematika, diantaranya adalah lemahnya siswa menerima materi atau topik baru, lemahnya menyelesaikan persoalan matematika dan permasalahan lainnya, mendorong guru untuk memutar otak agar pembelajarannya dapat bermakna dan siswa paham dengan apa yang sedang dia pelajari saat itu. Salah satu pedekatan yang mendukung untukmengurangi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan kontekstual. Prinsip dari pendekatan ini adalah dengan mengaitkan persoalan-persoalan matematika dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  35. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:
    (1) mengembangkan pemikiran siswa untuk melakukan kegiatan belajar lebih bermakna apakah dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan baru yang harus dimilikinya. (2) melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiry untuk semua topik yang diajarkan. (3) mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan.(4) menciptakan masyarakat belajar, seperti melalui kegiatan kelompok, berdiskusi, tanya jawab, dan sebagainya. (5) menghadirkan model sebagai contoh pembelajaran, bisa melalui ilustrasi, model bahkan media yang sebenarnya.(6) membiasakan anak untuk melakukan refleksi dari setiap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.(7) melakukan penilaian secara objektif, yaitu menilai kemampuan yang sebenarnya pada setiap siswa.

    ReplyDelete
  36. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari hasil observasi didapat bahwa pembelajaran masih berpusat pada guru selain itu prestasi dan motivasi siswa terhadap pembelajaran masihlah rendah sehingga diperlukanlah suatu inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Jika motivasi siswa tinggi tentulah proses pembelajaran akan mudah.

    ReplyDelete
  37. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu pendekatan yang memang cocok digunakan untuk siswa SMP adalah kontekstual. Kita juga dapat memanfaatkan budaya yang berlaku disekitar untuk menjadi model konkretnya seperti yang pernah ditugaskan oleh Prof. marsigit kami diminta mengidentifikasi model-model konkret matematika yang dapat digunakan sebagai bahan ajar. pendekatan berbasis budaya ini biasa dikenal dengan Etnomatematika. ketika kita menggunakan ini maka selain memudahkan siswa dalam belajar ini juga mengajarkan siswa untuk lebih cinta dengan budaya mereka.

    ReplyDelete
  38. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari penelitian diatas, didapatkan bahwa pada suatu proses pembelajaran, siswa pasif dalam belajar, tingkat keingintahuan masih rendah, siswa tidak berani bertanya, dan beberapa siswa masih tidak percaya diri dengan idenya, dan motivasi untuk menyelesaikan suatu masalah masih rendah

    ReplyDelete
  39. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman matematika siswa melalui pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual. Yang dibahas dalam kajian teori adalah definisi matematika, konsep belajar dan mengajar, kreativitas, pemahaman konsep matematika, dan pendekatan kontekstual. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas. Sedangkan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tersebut adalah, dengan pengembangan pembelajaran berbasis kontekstual dengan beberapa langkah mampu meningkatkan kreativitas dan pemahaman matematis siswa

    ReplyDelete
  40. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Pada tulisan tersebut dijelaskan tentang hasil observasi awal tentang kondisi awal siswa. Saya snagat setuju dengan hasil observasi yang disampaikan karena saya juga sangat serng menemui kondisi yang seperti itu bahwa siswa tidak berani menyampaikan pendapatnya dan masih meniru metode yang digunakan guru. Sehingga hasil belajar yang dituju hanya sebatas transfer knowledge karena pengetahuan siswa akan sama persis dengan yang disampaikan oleh guru.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  41. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Memahami suatu konsep memang tidak mudah. apalagi bagi siswa yang memang agak lama dalam paham akan suatu konsep. oleh karenanya penting peran guru disini dalam membantu siswa menjadi paham akan suatu konsep. yaitu salah satunya dengan adanya kegiatan/aktivitas di dalam kelas dalam pembelajaran sehingga siswa dapat menemukan konsepnya.

    ReplyDelete
  42. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pemahaman konsep ada beragam, salah satunya pemahaman konsep matematis.Menurut Kilpatrik (Karunia Eka Lestari, 2015) pemahaman konsep matematis adalah kemampuan yang berkaitan dengan pahamnya seseorang akan suatu ide ide matematika yang menyeluruh dan fungsional.

    ReplyDelete
  43. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang titakuti dan hindari oleh siswa. Sehingga, minat belajar matematika siswa sangat rendah. Itu merupakan tantangan bagi calon guru matematika untuk kreatif dalam "membawa" matematika ke dalam kelas. Karena dari cara kita "membawa" itulah, pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi siswa akan dimulai.

    ReplyDelete
  44. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu metode pembelajaran matematika adalah secara kontekstual. Dengan membawa permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan siswa akan tertarik untuk mengetahui bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga, setelah kita "mendapatkan" minat siswa untuk belajar kita akan lebih mudah untuk mengajak siswa melakukan aktivitas untuk menemukan pengetahuan yang dicari dan dibutuhkan,

    ReplyDelete
  45. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Guru memiliki peran ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik, sehingga guru sering disebut sebagai pengganti orang tua di sekolah. Pada jenjang sekolah dasar seorang guru memang menjadi panutan atau teladan siswa dari setiap tindakannya di sekolah. Apalagi pada zaman sekarang seorang guru dituntut mampu mempersiapkan segala bentuk perencanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif disertai dengan media dan alat peraga yang mendukung proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  46. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa adanya ketidakpedulian Siswa dalam belajar matematika, motivasi siswa rendah dalam pembelajaran matematika, siswa kesulitan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai metode. Selain itu Siswa kurang dari percaya diri dalam memberikan pertanyaan dan rasa ingin tahu siswa masih rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka digunakan Pendekatan kontekstual yang dianggap sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa.Pembelajaran dimulai dengan memberikan pertanyaan kontekstual yang bersifat konkret. Siswa mendiskusikan permasalahan yang diberikan guru lalu memecahkan masalah tersebut hingga ditemukan penyelesaian dari permasalahan tersbut. Kemudian siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalahnya. Dengan kegiatan semacam ini ditengarahi dapat meningkatkan kreativitas dan pemahama konsep matematika siswa SMP kelas 2 SMP N 1 Arjosari Pacitan.

    ReplyDelete