Aug 19, 2009

Improving Creativities and Understanding of Mathematical Concept for Junior High School Students Grade 2

Examination of Student Final Task
Name of Student: Heri Prasetyo
Departmen: Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State Yogyakarta
Address: Pagotan, Arjosari, Pacitan, East Jawa
Identity : 04301244051, HP: 081911551439
Supervisor: Edy Prajitno, MPd, Endang L,MS
Examiner : Dr Marsigit MA
Day/date: Wednesday, 19th August 2009
Time: 11.00

Chapter I

Title:
Improving Creativity and Understanding of Mathematical Concept through Contextual Approach for Junior High School Students Grade 2, SMP N I Arjosari Pacitan

Backgroud:
Results from observation :
The students were still passive in teaching learning process of mathematics; the level of students curiousity is still low; the students did not brave to deliver the questions; the students were still afraid and not confident to express their ideas; the motivation to solve problems using alternative method were still low; the students only copy the teacher's method.
When the teachers order the students to solve the problems, the students confused how to solve them; the students tended to wait teacher's initiative.
Students' perception:
Most of the students felt to have difficulties to understand mathematical concepts e.g. the students could not solve the problems after getting explanation from the teacher; the students felt to easily forgot mathematics concepts.
Teacher's perception:
The students had their difficulties in learning mathematics; there were the problems how to prepare the students to get high achievements in the national final examination (leaving examination).

Identification of the research's problems:
1. Students' passiveness in learning mathematics
2. Low motivation of students in learning mathematics
3. There are difficulties how to solve problems using various methods
4. Students lack of confident in delivering the question
5. Students curiosity were still low
6. Contextual approach is perceive as one alternative to improve students' creativity and understanding of mathematical concepts.

Limitation of problems:
Research was limited at teaching learning the Cube and Cuboid at the 2 grade of Junior High School.
The aspect of creativity covers (William in Munandar, 1992, p 88): thinking smoothly, thinking flexible, thinking originality, thinking specifically, taking the risk, challenging, curiosity, and respecting.
The aspect of understanding (Sri Wardani, 2006 p 8): representing the concepts, classifying the object in term of their characteristics, determining the examples as well as non-examples, employing and selecting certain procedure, applying the concepts to solving the problems.

Problems Formulation:
How to conduct teaching learning of mathematics through contextual approach which can improve students' creativity and understanding of mathematics of Grade 2 Students of Junior High School.

The Aim of the Research:
To improve students' creativity and understanding of mathematics through contextual approach which can improve students' creativity and understanding of mathematics of Grade 2 Students of Junior High School.

The Benefit of the Research:
1. To empower the teacher in teaching learning mathematics through contextual approach.
2. To empower the students' competencies in improving their creativities and understanding the concepts of mathematics.
3. To improve students' achievement in mathematics
4. To empower the school in innovating mathematics teaching learning process.

Chapter II: Theoretical Review
Definition of mathematics; Learning concept; Teaching learning concept
Creativity; Understanding the concept of mathematics, Contextual Approach

Chapter III: Method of Research
Type of research: Collaborative Class Room Action Reearch
Setting: Venue: SMPN I Arjosari, Pacitan; Time: March-April 2009
Subyect: 36 students of Grade 2 SMPN I Arjosari; 17 male students and 19 female students
Design of the research: Kemmis and Taggart model of CAR: Planning, Action, Observation, reflection
Instruments: Researcher, Questionnaire for students' creativities, Observation Sheet, Interview Guide, Field Note, and Test
Data collection: Observation, Interview, Docummentation,Questionnaire, Test
Analyses Data: Data Reduction, Table of Data, Triangulation of Data, Conclusion.
Indicators: Improvement the average of the percentage of aspects of students' creativity from Cyclus; Improvement the average of the percentage of students' understanding of mathematics from cyclus one to others.

Chapter V: Conclusion
1. Constructing the mathematical concepts: teaching learning process was started by contextual problems and employing concrets materials.
2. Finding out the mathematical concepts: through students works sheets which were developed based on contextual problems. These students works sheets were completed by cube and cuboid models.
3. Questioning the mathematical concepts: the students delivered the questions to their mates or teacher. The teacher should actively initiated to stimulate students' mathematical thinking.
4. Learning society: the optimum number of students in the group to actively discuss is 4 students.
5. Modeling of mathematical concepts: the models could come from the students when they present their answer in front of the class. Modeling could also come from the teacher.
6. Reflecting the results of learning: teacher conducted dialog with the students about the results of learning. The teacher could also give the students problems.
7. Authentic assessment: the teacher assess the students activity, their discussions, their presentations, and the results of students works sheets.

70 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Konsep matematika tidak lagi diberikan langsung oleh guru kepada murid. Namun konsep tersebut harus ditemukan dan dikembangkan oleh siswa sendiri. Caranya adalah proses pembelajaran yang diawali dengan masalah kontekstual yang disertai dengan material kongkrit. Selain itu siswa diminta untuk menyelesaikan permasalahan kontekstual yang dituntun dengan Lembar Kerja Siswa yang telah didesain khusus oleh guru.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Guru sebagai pendidik tentulah selalu berupaya untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman konsep matematika para peserta didik. Tetapi sebelum upaya itu direalisasikan, guru terlebih dahulu harus melihat apa yang menjadi akar permasalahan yang membuat siswa kurang kreatif dan kurang memahami konsep matematika. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya ketidakpedulian siswa dalam pembelajaran matematika, motivasi yang rendah dari siswa dalam belajar matematika, siswa kesulitan bagaimana memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai metode, siswa kurang percaya diri dalam memberikan pertanyaan, rasa ingin tahu siswa masih rendah. Berangkat dari hal ini guru dapat mulai merumuskan solusi yang tepat untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman konsep matematika para peserta didik.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Proses berpikir ada tahap-tahapnya, dari mulai dasar, medium ke expert atau dalam kata lain dari rendah, sedang, dan akhirnya ke yang tertinggi. Begitu juga dalam proses pembelajaran matematika. Pemikiran dimulai dari hal-hal yang konkret terlebih dahulu, baru mencoba ke semi abstrak dan akhirnya ke hal yang abstrak. Pemikiran matematika yang lebih tinggi adalah ketika kita mampu berbikir kreatif dalam memecahkan masalah matematis

    ReplyDelete
  4. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Langkah-langkah yang dilakukan dalam pendekatan kontekstual antara lain: (1) Membangun konsep matematika, proses belajar mengajar dimulai oleh masalah kontekstual dan menggunakan benda-benda nyata; (2) Mengetahui konsep-konsep matematika, menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS); (3) Bertanya tentang konsep-konsep matematika, siswa dituntut untuk menyampaikan pertanyaan; (4) Belajar kelompok; (5) Pemodelan konsep-konsep matematika, dengan mempresentasikan hasil kerja di depan kelas; (6) Merefleksi hasil pembelajaran yaitu guru melakukan dialog dengan siswa tentang hasil belajar; serta (7) Penilaian (aktivitas siswa, diskusi, presentasi, dan hasil LKS).

    ReplyDelete
  5. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dewasa ini, bukan jamannya pemelajaran bersentra pada guru. Namun sekarang perlunya timbal balik antara guru dan siswa. Sehingga siswa dapat membuka lebih luas pikirannya. Seperti dalam artikel ini, salah satu metodenya yaitu dengan pendekatan kontekstual. Sehingga siswa mengkaitkan apa yang ada disekitar mereka dengan materi matematika.

    ReplyDelete
  6. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran kontekstual dapat dikaitkan dengan budaya. Dengan pembelajaran “Etnomatematika” contohnya. Guru dapat mengambil objek etnomatematika sebagai objek kontekstualnya, seperti banyak stupa pada candi Borobudur sebagai objek formal dari pola barisan. Sehingga siswa dapat menemukan pola barisan itu sebagai matematika formal.

    ReplyDelete
  7. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pemahaman konsep merupakan salah satu kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika yaitu dengan menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajarinya, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah. Pemahaman matematika akan bermakna jika pembelajaran matematika diarahkan pada pengembangan kemampuan koneksi matematik antar berbagai ide, memahami bagaimana ide-ide matematik saling terkait satu sama lain sehingga terbangun pemahaman menyeluruh, dan menggunakan matematik dalam konteks di luar matematika.

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Masalah dalam pembelajaran matematika sangat banyak. Banyak hal dapat ditemui dalam proses pembelajaran matematika. salah satunya seperti yang dituliskan bahwa para siswa masih pasif dan tidak percaya diri untuk mengungkapkan gagasan mereka dalam pembelajaran matematika. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan usaha dari guru dalam menyusun metode pembelajaran yang tepat yang dapat mengakomodasi kebutuhan siswa agar siswa aktif dan lebih percaya diri dalam pembelajaran dan mempunyai kreativitas dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  9. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada poin yang saya garis bawahi ketika membaca postingan di atas. Yaitu pada identifikasi masalah yang ditemui oleh peneliti. Yakni, motivasi peserta didik dalam belajar matematika itu rendah. Ya, saya sepakat dengan hal tersebut. Ketika saya diberi kesempatan untuk survey sekolah sebelum praktik mengajar di laangan, saya menemukan hal yang sama. Sebagian besar peserta didik tidak antusias ketika belajar matematika. Hal tersebut nampak pada ekspresi dan tingkah laku yang mereka tunjukan. Akibatya adalah, di kelas mereka pasif serta tidak berusaha memecahkan suatu permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  10. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran mateatika bisa meningkatkan kreativitas siswa dan juga membantu siswa agar lebih mudah dalam memahami konsep matematika. Pendekatan kontekstual yang menghubungkan kegiatan dikehidupan nyata siswa (menggunakan benda nyata) dan materi dalam matematika akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar karena pembelajaran tersebut akan lebih bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  11. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Didalam peningkatan kreativitas dan pemahaman konsep matematika itu tidak mudah bagi para guru dan siswa. Pada kesempatan ini peneliti akan mencari bagaiman cara meningkatkan kreativitas para siswa dan pemahaman mereka terhadap konsep matematika dengan terjun langsung kelapangan untuk membuktikan bahwa sebenarnya apa saja yang membuat para guru kesulitan untuk menjalankan proses pengajaran dan pembelajaran mengenai peningkatan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika itu.
    Berdasarkan identifikasi masalah yang terdapat beberapa yang memicu terjadinya kesulitan didalam meningkatkan kreativitas dan pemahaman para siswa terhadap konsep matematika.
    1. Kepasifan siswa didalam pembelajaran matematika
    2. Rendahnya motivasi siswa didalam pembelajaran matematik.
    3. Ada kesulitan bagaiman cara memecahkan masalah dengan metode yang digunakan didalam pembelajaran matematika
    4. Siswa kurang percaya diri untuk memberikan pertanyaan kepada guru
    5. Rasa pensaran siswa juga masih lemah.

    Metode Pendekatan secara contekstual adalah sebagai salah satu alternative untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berdasarkan penelitian yang ada di artikel di atas, dapat disimpulkan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Mengkonstruksi konsep-konsep matematika: pembelajaran dimulai dengan masalah kontekstual dan menggunakan benda konkret, (2) Menemukan konsep matematika: dengan mggunakan lembar kegiatan siswa berbasis masalah kontekstual serta dengan menggunakan media model kubus dan balok siswa menemukan konsep mengenai kubus dan balok, (3) Bertanya : siswa bertanya kepada teman-temannya atau guru. Guru secara aktif menstimulasikan kemampuan berpikir matematis siswa, (4) Masyarakat belajar : siswa melakukan diskusi kelompok, (5) Permodelan : permodelan dapat datang dari guru maupun siswa, (6) Refleksi : Guru berdialog dengn siswa mengenai hasil selama pembelajaran, (6) Penilaian autentik : guru menilai aktivitas, diskusi, presentasi, hasil LKS

    ReplyDelete
  13. Desinta Armiani
    14301241041
    Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran matematika sering menjadi permasalahan bagi siswa padalah matematika adalah pelajaan wajib di jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Berdasar hasil penelitian dalam postingan ini, pendekatan kontekstual dapat membantu siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri karena pembelajaran dengan pendekatan kontekstual ini menghubungan atau mengkaitkan apa yang ada disekitar mereka dengan materi yang sedang dipelajarinya.
    terimakasih

    ReplyDelete
  14. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Masalah yang terjadi di kelas pada siswa yaitu siswa tidak aktif atau pasif dalam mengikuti pembelajaran matematika, sehingga siswa tidak dapat meningkatkan kreatifitas maupun pemahaman siswa terhadap materi,dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas, mengkonstruk atau memodelkan setiap masalah ke dalam alat praga atau benda yang konkrit, sehingga dapat meningkatkan kreatifitas siswa maupun meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi ynag diajarkan.

    ReplyDelete
  15. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Matematika memang merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, namun sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Permsalahan yang terjadi dalam pemeblajaran matematika sangatlah banyak, salah satunya yang berasal dari siswa. Artikel di atas membahas tentang sebuah penelitian untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman konsep matematika siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita sebagai calon pendidik untuk memilih pendekatan yang tepat dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika d mata siswa baik dari jenjang dasar maupun sampai atas, masih saja dianggap abstrak dan susah. Maka salah satu usaha yang bisa digunakan yaitu menerapkan pendekatan kontekstual. Karena dengan meggunakan pendekatan kontekstual maka siswa dapat memahami bahwa matematika itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar rumus-rumus.

    ReplyDelete
  17. Salma Maulida Karima
    14301241021
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan pembelajaran matematika yang ditemui pada tulisan di atas adalah siswa yang pasif, siswa kurang percaya diri, motivasi siswa yang rendah, kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika, dan tingkat keingintahuan siswa juga rendah. Salah satu upaya menghadapi permasalahan diatas adalah dengan pendekatan kontekstual, dengan langkah-langkah sebagai berikut.
    1. Mengkontruksi konsep matematika, pembelajaran dimulai dengan masalah kontekstual dan menggunakan benda nyata
    2. Menemukan konsep matematika dengan lembar kerja berdasarkan masalah kontekstual
    3. Memberikan pertanyaan
    4. Berdiskusi
    5. Memodelkan konsep matematika saat siswa mempresentasikan jawabannya didepan siswa lainnya
    6. Merefleksi hasil dari pembelajaran
    7. Penilaian kegiatan di atas.

    ReplyDelete
  18. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang titakuti dan hindari oleh siswa. Sehingga, minat belajar matematika siswa sangat rendah. Itu merupakan tantangan bagi calon guru matematika untuk kreatif dalam "membawa" matematika ke dalam kelas. Karena dari cara kita "membawa" itulah, pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi siswa akan dimulai.

    ReplyDelete
  19. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu metode pembelajaran matematika adalah secara kontekstual. Dengan membawa permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan siswa akan tertarik untuk mengetahui bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga, setelah kita "mendapatkan" minat siswa untuk belajar kita akan lebih mudah untuk mengajak siswa melakukan aktivitas untuk menemukan pengetahuan yang dicari dan dibutuhkan,

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Guru memiliki peran ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik, sehingga guru sering disebut sebagai pengganti orang tua di sekolah. Pada jenjang sekolah dasar seorang guru memang menjadi panutan atau teladan siswa dari setiap tindakannya di sekolah. Apalagi pada zaman sekarang seorang guru dituntut mampu mempersiapkan segala bentuk perencanaan pembelajaran yang kreatif dan inovatif disertai dengan media dan alat peraga yang mendukung proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa adanya ketidakpedulian Siswa dalam belajar matematika, motivasi siswa rendah dalam pembelajaran matematika, siswa kesulitan dalam memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai metode. Selain itu Siswa kurang dari percaya diri dalam memberikan pertanyaan dan rasa ingin tahu siswa masih rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka digunakan Pendekatan kontekstual yang dianggap sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa.Pembelajaran dimulai dengan memberikan pertanyaan kontekstual yang bersifat konkret. Siswa mendiskusikan permasalahan yang diberikan guru lalu memecahkan masalah tersebut hingga ditemukan penyelesaian dari permasalahan tersbut. Kemudian siswa mempresentasikan hasil pemecahan masalahnya. Dengan kegiatan semacam ini ditengarahi dapat meningkatkan kreativitas dan pemahama konsep matematika siswa SMP kelas 2 SMP N 1 Arjosari Pacitan.

    ReplyDelete
  22. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Dengan dilatarbelakangi oleh peserta didik yang masih pasif dalam pembelajaran, keingintahuan dan motivasi peserta didik masih rendah, peserta didik belum berani untuk bertanya, peserta didik masih takut dan belum percaya diri dalam mengekspresikan ide-ide mereka, dan banyak dari mereka masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika sehingga konsep tersebut dengan mudah dilupakan.
    Maka menjadi pendidik perlu untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman matematika peserta didik salah satunya melalui pendekatan kontekstual. Yang perlu dilakukan yaitu:
    1. Membangun konsep matematika, proses belajar mengajar dimulai oleh masalah kontekstual dan menggunakan benda-benda nyata.
    2. Mengetahui konsep-konsep matematika, menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS)
    3. Bertanya tentang konsep-konsep matematika, siswa dituntut untuk menyampaikan pertanyaan.
    4. Belajar kelompok
    5. Pemodelan konsep-konsep matematika, dengan mempresentasikan hasil kerja di depan kelas.
    6. Menrefleksi hasil pembelajaran yaitu guru melakukan dialog dengan siswa tentang hasil belajar.
    7. Penilaian (aktivitas siswa, diskusi, presentasi, dan hasil LKS)

    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  23. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Research ini sangat menginspirasi. Subjek penelitian yang diteliti adalah siswa kelas 2 SMP yang berlatar belakang masih sangat pasif, motivasi belajar masih rendah, belum mampu memecahkan masalah dengan benar, dan lain sebagainya. namun, setalah diberikan pembelajaran kontekstual ternyata siswa yang awalnya pasif menjadi aktif dan memiliki motivasi belajar. selain itu, siswa mampu menyelesaikan masalah matematika dengan benar. Hal ini mampu mengubah kreativitas siswa yang menjadi subjek penelitian.

    kita sebagai calon pendidik, sebaiknya juga melakukan beberapa research seperti ini. atau mungkin kita juga bisa menerapkan konsep hasil research untuk pembelajaran dikelas.

    ReplyDelete
  24. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Paparan mengenai penelitian di atas memberikan gambaran lain kepada kita tentang penggunaan obyek-obyek nyata untuk memberikan pembelajaran matematika yang bermakna. Bahkan dalam penelitian ini konteks nyata yang disajikan kepada siswa untuk mempelajari bangun ruang ternyata mampu memberikan ketermapilan kreativitas kepada siswa tanpa meninggalkan pentingnya pemahaman konsep yang memang harus dimiliki ileh siswa setelah melalui proses pembelajaran. Lagi-lagi kami semakin sadar bahwa menunjukkan kepada siswa tentang obyek nyata matematika merupakan hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  25. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Penelitian ini membahas tentang suatu sekolah yang memiliki siswa-siswa yang masih pasif, keingintahuan yang rendah, dan siswa-siswa yang tidak berani menyampaikan pendapat. Oleh karena itu, peneliti ingin membantu meningkatkan kreatifitas dan pemahaman matematika siswa dengan cara mengubah metode pembelajaran, yaitu dengan contextual teaching learning.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  26. Gamarina Isti R
    Pendidkan
    17790251036 Matematika Kelas B

    Kreatifitas dapat dibangun apabila dari lingkungan menciptakan juga. Dalam pembelajaran yang teacher center, kreatifitas siswa kurang tergali dikarenakan semua sudah di handle oleh guru, atau siswa sering disuapi oleh gurunya sehingga tidak akan timbul motivasi untuk berpikir kreatif. Cara agar siswa dapat berfikir kreatif ada tujuh yaitu: (1) mengkonstruksi konsep matematika menggunakan masalah kehidupan sehari-hari, (2) biarkan siswa menemukan konsepnya sendiri yaitu dengan memberikan lembar kerja yang dikerjakan siswa sendiri, (3) siswa membuat pertanyaan sendiri kepada guru atau temannya untuk menstimulasi cara berpikir siswa, (4) kerja secara kelompok, dimana angggota yang optimal adalah 4 orang, (5) memodelkan konsep matematika, model ini dapat dibentuk oleh siswa dan dikonfirmasi oleh guru, (6) merefleksikan pelajaran yaitu guru mengulas kembali pelajaran hari tersebut dan dapat dilanjukan dengan memberikan masalah, dan (7) guru memberikan penilaian dari kegiatan diskusi, resentasu, dan hasil dari lembar kerja siswa.

    ReplyDelete
  27. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Penelitian selalu menarik. Pada postingan ini dituliskan penelitian yang dilakukan untuk Meningkatkan Kreativitas dan Pemahaman Konsep Matematis melalui Pendekatan Kontekstual untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Kelas 2, SMP N I Arjosari Pacitan. Dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan: 1) para siswa masih pasif dalam proses belajar mengajar matematika; 2) para siswa tidak berani menyampaikan pertanyaan; 3) para siswa masih takut dan tidak percaya diri untuk mengungkapkan gagasan mereka; 4) Motivasi untuk memecahkan masalah dengan menggunakan metode alternatif masih rendah; 5) siswa hanya menyalin metode guru; 6) ketika para guru memerintahkan siswa menyelesaikan masalah, siswa bingung bagaimana menyelesaikannya; 7) para siswa cenderung menunggu inisiatif guru.
    Pendapat saya, temuan masalah di atas juga muncul pada sekolah-sekolah lainnya. Permasalahan ketidakaktifan siswa hingga saat ini memang terus dikaji dan dicari pemecahannya. Menurut saya, cara pertama yang harus dilakukan adalah guru dan siswa secara bersama menghayati dan menyadari keberadaan mereka dalam pembelajaran. Siswa bukan lagi obyek. Guru harus memberikan kesempatan kepada siswa.

    ReplyDelete
  28. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menemui suatu masalah dalam pembelajaran matematika, melakukan penelitian atas masalah tersebut, dan kemudian mendapatkan solusi atas permasalahan tersebut melalui sebuah penelitian, maka itulah yang diharapkan dari seorang guru. Nilai lebih bagi seorang guru yang bisa melakukan penelitian di sela-sela waktu mengajarnya yang sibuk. Seorang gurulah yang lebih tahu bagaimana permasalahan-permasalahan pembelajaran matematika yang sering ia temui di kelas. Tetapi sayangnya, masih sedikit guru-guru di sekolah yang sempat melaksanakan penelitian terkait pembelajaran matematika. Penelitian pembelajaran matematika masih lebih banyak dilakukan oleh seorang dosen ataupun peneliti pendidikan matematika. Seperti postingan di atas, "meningkatkan kreatifitas dan pemahaman konsep matematika" sangat perlu dilakukan penelitiannya karena kreativitas dan pemahaman konsep matematika merupakan hal yang penting dalam pembelajaran matematika. Untuk penelitian yang lain, alangkah baiknya jika meninjau siswa buka dari aspek pengetahuan dan keterampilan saja, tetapi juga dari aspek sikapnya.

    ReplyDelete
  29. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dalam pembelajaran, sebaiknya seorang guru mengetahui interaksi siswa, baik interaksi dengan pembelajaran, interaksi terhadap guru maupun interaksi antar siswa, dalam upaya meningkatkan kreativitas. pada tulisan diatas telah diuraikan bagaimana meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap matematika melalui pendekatan kontekstual yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap matematika siswa kelas 2 SMP. Karena Siswa SMP adalah proses pembelajaran peralihan dari SD yang biasanya bersiat konkrit ke arah SMA yang pelajarannya sudah mengarah ke abstrak.

    ReplyDelete
  30. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    This is an interesting theme of research. because I was this kind of student when I was at junior high school. I was really passive. I know how it feels when students feel scared to ask questions while they have loads of questions in their head. I really hope this reasearch can be the solution for that, so there will be no more "me" in the student's world.

    ReplyDelete
  31. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Postingaannya adalah contoh penelitian "Meningkatkan Kreativitas dan Pemahaman Konsep Matematis melalui Pendekatan Kontekstual untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama Kelas 2 SMP". Jadi, dengan masalah yang ada disekolah seperti siswa yang pasif saat pembelajaran, rendahnya motivasi dll. Karena masalah itu maka terciptalah solusi untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematis melalui pendekatan kontekstual.

    ReplyDelete
  32. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Trianto (2008:10) meyatakan bahwa Pendekatan Kontekstual Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran yang diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa.
    Bila dikaitkan dengan identifikasi masalah berdasarkan situasi dan kondisi subjek penelitian pada penelitian yang dilakukan oleh Heri Prasetyo penerapan pendekatan CTL ini termasuk salah satu langkah yang tepat, cocok dan mendukung untuk mengatasi temuan masalah yang dihadapi oleh subjek penelitian dalam proses pembelajaran seperti siswa masih pasif dalam proses pembelajaran, siswa tidak berani/percaya diri untuk bertanya, rendahnya motivasi belajar siswa dan kesulitan siswa menggunakan metode dalam menyelesaikan masalah matematika,dst.

    ReplyDelete
  33. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP Kelas B 2017

    Berdasarkan identifikasi masalah penelitian tersebut yaitu sikap pasif siswa dalam pembelajaran matematika, rendahnya motivasi siswa dalam belajar matematika, adanya kesulitan dalam memecahkan masalah menggunakan berbagai metode, kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan pertanyaan, dan keingintahuan siswa masih rendah. Masalah dalam penelitian tersebut juga saya alami ketika mengajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama selama enam bulan di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Saya berasumsi bahwa masalah tersebut muncul karena pengaruh pembelajaran di kelas yang masih menggunakan pola teacher-centered (berpusat pada guru). Dari hasil obrolan saya bersama guru supervisor saya ketika melaksanakan PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) bahwa alasan guru masih menggunakan teacher-centered yaitu karena alokasi waktu pembelajaran yang terbatas dan tidak sebanding dengan tuntutan materi pembelajaran yang banyak yang harus dikejar selama satu semester, apalagi untuk bidang studi matematika. Sehingga siswa tidak terbiasa memberikan, menjelaskan serta menguraikan pertanyaan maupun jawabannya sendiri secara lengkap, dan Jika diberikan soal yang meminta siswa untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian mereka lebih senang memberikan jawaban yang “simple” dengan prosedur yang telah diberikan oleh guru.
    Untuk itu perlu adanya pengembangan metode atau pendekatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa.

    ReplyDelete
  34. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Dalam penelitian tindakan kelas di atas telah disimpulkan pola pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual yg efektif untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika.

    Hal menarik yang menarik menurut dari kesimpulan penelitian di atas adalah bagian refleksi. Peneliti ingin menunjukkan bahwa refleksi merupakan hal yang penting dalam pembelajaran. Di mana peserta didik akan menyampaikan pengetahuan yang mereka serap dan mereka bangun dalam pembelajaran. Sehingga dari hal tersebut guru dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi.

    ReplyDelete
  35. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada penelitian tersebut yang menjadi masalah adalah rendahnya motivasi siswa dalam belajar matematika, beberapa kesulitan dalam memecahkan masalah matematika, kurang percaya diri siswa dalam menyampaikan pertanyaan, keingintahuan siswa masih rendah. Dari berbagai masalah tersebut peneliti sudah inovatif untuk membangun konsep matematika dengan benda nyata atau konkret, sehingga intuisi siswa terbangun dengan baik. Selain itu juga untuk melihat kemampuan siswa, peneliti menggunakan lembar karya siswa yang dirancang kontekstual dengan menggunakan model tertentu.

    ReplyDelete
  36. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Creativity. Creativity is about imagination. Well, in my opinion prof, as creativity is a mental process, we can't directly asses students' creativities if they hesitate to say their minds, to show what they are thinking to us. In reality, there are many students who have that kind of characteristic, including me, in the past. So, we, as (future) teachers and educators have to be creative in choosing teaching methods that could facilitate students in saying their minds. And, in my opinion, mas heri is right choosing collaborative in his action research. It can encourage students more to be active in the learning process without feeling scared, shy, or even bored. With collaborative too, it will improve their understanding about mathematical concept. I think, we will be a little bit shocked knowing that actually those students can actively participate in the learning process with the right method based on their personalities.

    ReplyDelete
  37. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Seperti yang telah banyak diketahui banyak orang, bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit akan tetapi selalu ada diberbagai tingkat pendidikan dan menjadi salah satu pelajaran yang penting. Kurangnya motivasi dan minat belajar siswa dalam belajar matematika, menyebabkan siswa menjadi sulit dan merasa cemas akan belajar matematika. Maka kewajiban guru dalam membimbing dan meningkatkan prestasi belajar siswa dalalm pembelajaran matematika. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru atau peneliti untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman siswa dalam konsep matematika, salah satu dengan melakukan penelitian atau melakukan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  38. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Artikel di atas memamparkan bahwa kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa SMP kelas 8 perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Pembelajaran dimulai dengan memberikan masalah-masalah kontekstual terkait materi yang dibahas yaitu, kubus dan balok. Selanjutnya diberikan lembar kerja siswa (LKS) yang berfungsi untuk mengarahkan siswa mendapatkan konsep kubus dan balok. LKS yang digunakan tentunya berisi kegiatan-kegiatan yang diharapkan memotivasi siswa untuk lebih mudah memahami konsep kubus dan balok. Selain itu, suasana belajar dalam kelas dikondisikan untuk diskusi kelompok (masing-masing terdiri dari 4 orang). Setelah menyelesaikan kegiatan dalam LKS masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil diskusi, melalui kegiatan presentasi. Selanjutkan dilakukan refleksi kegiatan oleh siswa dan guru yang berfungsi sebagai bentuk konfirmasi terhadap konsep yang telah dibangun siswa.

    ReplyDelete
  39. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Rancangan penelitian tindakan kelas tentang pembelajaran kontekstual dalam rangka meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika tersebut dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk memberikan solusi atas permasalahan serupa yang dihadapi di sekolah. Karena permasalahan tentang pemahaman konsep dan kreativitas merupakan permasalahan yang mungkin sering terjadi saat pembelajaran matematika. Penelitian tersebut memberikan solusi terhadap metode dan pendekatan pembelajaran. Untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran maka perlu dilakukan penelitian tindakan oleh guru, agar permasalahan-permasalahan yang dihadapi dapat memperoleh solusi yang tepat dan kemudian dapat dipublikasikan sehingga menjadi solusi bersama atas permasalahan yang serupa dalam rangka memajukan pendidikan bangsa ini.

    ReplyDelete
  40. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual cocok untuk meningkatkan kreativitas siswa. Pembelajaran kontekstual berkaitan dengan keseharian siswa dan lingkungan sekitar siswa, sehingga siswa akan mudah memahami pembelajaran matematika. Jika siswa sudah memahami maka otomatis untuk berkreativitas akan menjadi lebih mudah. Karena kreatif muncul karena ingin mengembangkan pemahaman yang sudah didapat sehingga diperoleh inovasi atau pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  41. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dengan dilatarbelakangi oleh peserta didik yang masih pasif dalam pembelajaran, keingintahuan dan motivasi peserta didik masih rendah, peserta didik belum berani untuk bertanya, peserta didik masih takut dan belum percaya diri dalam mengekspresikan ide-ide mereka, dan banyak dari mereka masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika sehingga konsep tersebut dengan mudah dilupakan.
    Maka menjadi pendidik perlu untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman matematika peserta didik salah satunya melalui pendekatan kontekstual. Yang perlu dilakukan yaitu: Membangun konsep matematika, proses belajar mengajar dimulai oleh masalah kontekstual dan menggunakan benda-benda nyata; Mengetahui konsep-konsep matematika, menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS); Bertanya tentang konsep-konsep matematika, siswa dituntut untuk menyampaikan pertanyaan; Belajar kelompok; Pemodelan konsep-konsep matematika, dengan mempresentasikan hasil kerja di depan kelas; Merefleksi hasil pembelajaran yaitu guru melakukan dialog dengan siswa tentang hasil belajar; Penilaian (aktivitas siswa, diskusi, presentasi, dan hasil LKS).

    ReplyDelete
  42. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Jenis penelitian yang dituliskan dalam artikel ini adalah jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika di SMP kelas 2. Latar belakang diadakannya penelitian ini adalah karena siswa masih passive dalam proses pembelajaran di kelas dan siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika. Menurut hasil penelitian ini pembelajaran kontekstual dapat meningktakan kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa melalui tahapan konstruktivisme, penemuan, bertanya, belajar kelompok, pemodelan, refleksi dan penilaian autentik. Terimakasih

    ReplyDelete
  43. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pemahaman konsep adalah hal yang paling mendasar yang harus dikuasai siswa sebelum ke tahap pemahaman prosedural dan kemampuan-kemampuan matematis yang lainnya. Pemahaman adalah konsepsi yang bisa dicerna atau dipahami oleh peserta didik sehingga mereka mengerti apa yang dimaksudkan, mampu menemukan cara untuk mengungkapkan konsepsi tersebut, serta dapat mengeksplorasi kemungkinan yang terkait.

    ReplyDelete
  44. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  45. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pedidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Saat pembelajaran matematika, banyak siswa yang pasif dalam pembelajaran. Namun demikian, seiring dengan berjalannya waktu, pemerintah mulai memikirkan kurikulum yang tepat agar siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran sehingga pengetahuan dikonstruksi sendiri oleh siswa. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa terlibat aktif dalam proses memperoleh pengetahuan. Kurikulum yang dimaksud adalah Kurikulum 2013, dimana paradigma teacher center diubah menjadi student center.
    Wassalamu’alaikumussalam

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan penelitian yang ada di artikel di atas, dapat disimpulkan pembelajaran matematika dengan pendekatan kontekstual yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Mengkonstruksi konsep-konsep matematika: pembelajaran dimulai dengan masalah kontekstual dan menggunakan benda konkret, (2) Menemukan konsep matematika: dengan mggunakan lembar kegiatan siswa berbasis masalah kontekstual serta dengan menggunakan media model kubus dan balok siswa menemukan konsep mengenai kubus dan balok, (3) Bertanya : siswa bertanya kepada teman-temannya atau guru. Guru secara aktif menstimulasikan kemampuan berpikir matematis siswa, (4) Masyarakat belajar : siswa melakukan diskusi kelompok, (5) Permodelan : permodelan dapat datang dari guru maupun siswa, (6) Refleksi : Guru berdialog dengn siswa mengenai hasil selama pembelajaran, (6) Penilaian autentik : guru menilai aktivitas, diskusi, presentasi, hasil LKS

    ReplyDelete
  47. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dalam pembelajaran, sebaiknya seorang guru mengetahui interaksi siswa, baik interaksi dengan pembelajaran, interaksi terhadap guru maupun interaksi antar siswa, dalam upaya meningkatkan kreativitas. pada tulisan diatas telah diuraikan bagaimana meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap matematika melalui pendekatan kontekstual yang dapat meningkatkan kreativitas dan pemahaman siswa terhadap matematika siswa kelas 2 SMP. Karena Siswa SMP adalah proses pembelajaran peralihan dari SD yang biasanya bersiat konkrit ke arah SMA yang pelajarannya sudah mengarah ke abstrak.

    ReplyDelete
  48. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Artikel diatas membahas pembelajaran matematika secara kontekstual agar siswa menjadi kreatif. Point penting disini adalah guru juga harus kreatif dan inovatif sehingga anak anak termotivasi dan terinpirasi menjadi kreatif. IPTEK sudah maju, mobilitas sudah dinamis, fasilititas memadai maka guru harus pintar mengolah sumber inpt tersbut untuk menciptakan KBM yang kreatif dan menginspirasi siswa untuk belajar kreatif dalam konteks pembelajaran matematika. menjadi Guru yang kreatif dalam pemebalajran akan mempengaruhi siswa yang kreatif dan inovatif juga. penggunaan pendekatan kontekstual dengan menjadikan kehidupan nyata siswa yang dapat ditarik untuk pembelajaran matemtika merupakan salah satu cara untuk membuat siswa lebih kreatif dan inovatif. sebagai seoarang guru, menjadi guru yang tidak biasa-biasa saja menjadi suatu keharusan karena guru yang tidak biasa akan selalu berfikir untuk membuat inovasi dalam pembelajarannya, sehingga guru yang seoerti itu akan mempengaruhi siswa untuk mengembangkan sikap inovatif dan suka terhadap pembelajaran dikelas.

    ReplyDelete
  49. Membelajarkan matematika pada siswa tingkat awal, seperi SD dan SMP haruslah dengan sebuah akktivitas matematika yang relevan dengan kehidupannya. Sebuah pembelajaran yang kontruktif nampaknya menjadi pembelajaran yang sesuai dengan usia mereka, ditambah dengan alat peraga yang sesuai.

    ReplyDelete
  50. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Untuk dapat mengidentifikasi dan meminimalisir permasalahan dalam pembelajaran perlu adanya penelitian tindakan kelas. Penelitian yang dilakukan guru dapat dipahami sebagai suatu proses yang berkelanjutan dan menciptakan sebuah langkah solutif. Seperti contoh pada artikel di atas memuat tentang beberapa permasalahan pembelajaran matematika di kelas yang diupayakan pemecahan masalahnya dengan pendekatan kontekstual.

    ReplyDelete
  51. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pemahaman konsep dalam matematika itu sangat penting, karena dengan penguasaan konsep akan memudahkan siswa dalam mempelajari matematika. Pada setiap pembelajaran diusahakan lebih ditekankan pada penguasaan konsep agar siswa memiliki bekal dasar yang baik untuk mencapai kemampuan dasar yang lain seperti penalaran, komunikasi, koneksi dan pemecahan masalah.

    ReplyDelete
  52. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Tujuan dari pembelajaran matematika adalah meningkatkan kemampuan berpikir siswa, dan kemampuan berpikir yang paling tinggi adalah berpikir kreatif. Maka pbm pun harus mampu membuat siswanya kreatif, akan tetapi kebanyakan siswa saat ini belum mampu berpikir kreatif, bahkan kemampuan berpikirnya masih rendah. Hal ini disebabakan pbm yang diberikan oleh guru belum mampu memfasilitasi siswa berpikir kreatif, guru masih memberikan masalah rutin sehingga ketika siswa menghadapi masalah baru mereka kesulitan. Oleh karena itu guru perlu melakukan perubahan pembelajaran. Dan salah satu pembelajaran yang dapat dilakukan adalah pembelajaran kontekstual, siswa diajak untuk belajar melalui masalah nyata.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  53. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebagaimana yang kita ketahui bahwa siswa SMP masih tergolong pada siswa yang masih memerluka suatu alat bantu agar dapat memahamkan mereka terhadap matematika. Hal inilah yang menjadikan tuntutan bagi guru SMP untuk selayaknya memberikan alat peraga atau video interaktif agar pembelajaran bagi siswa SMP akan lebih bermakn
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  54. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Kreativitas dan pemahaman konsep merupakan hal-hal penting yang perlu trus dikembangkan dalam diri siswa. Siswa yang memiliki pemahaman konsep dan kreativitas yang baik akan lebih mudah dalam memecahkan berbagai permasalahan matematika. Salah satu upaya untuk dapat mengetahui cara mengembangkan kreativitas dan pemahaman matematka adalah melalui penelitian. Dengan penelitian, guru dapat mencoba berbagai inovasi yang telah dikembangkannya untuk mengembangkan kemampuan kreativitas dan pemahaman konsep siswa.

    ReplyDelete
  55. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    assalamualaikum
    untuk lebih mudah dalam memecahkan masalah, siswa harus memiliki kemampuan memahami konsep dan kreatifitas yang baik. salah satu caranya adalah dengan cara menerapkan berbagai pembelajaran yang inovatif yang telah dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan kreativitas.

    ReplyDelete
  56. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam artikel diatas diketahui bahwa masalah penelitian tersebut adalah kepasifan siswa dalam belajar matematika. kepasifan siswa ini bisa adi dikarenakan kurangnya motivasi siswa untuk belajar matematika. sehingga mengakibatkan waktu mempelajari matematika dikelas siswa kurang bersemangat mengikuti instruksi guru.

    ReplyDelete
  57. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Setelah membaca postingan Bapak diatas, saya baru paham bahwa itu merupakan tugas akhir Saudara Heri Prasetyo jurusan Pendidikan Matematika dengan judul Meningkatkan Kreativitas dan Pemahaman Konsep Matematika melalui Pendekatan Kontekstual untuk Siswa SMP kelas 2, SMP NI Arjosari Pacitan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  58. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Sebenarnya untuk membuat siswa kelas 2 SMP memahami matematika tidak hanya diberikan suatu rumus penyelesaian ataupun konsep-konsepnya saja namun harus ada bentuk nyatanya yang dapat membuat siswa mampu berpikir secara nyata bagaimana bentuk kubus, balok sehingga siswa dapat mengerti konsep tersebut melalui yang diajarkan oleh guru melalui pendekatan kontekstual.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  59. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Dalam setiap kegiatan pembelajaran, pasti ada kegiatan untuk membuktikan tingkat pemahaman siswa, bukan hanya pemahaman siswa, tetapi juga mengukur tingkat kreatifitas siswa dalam menggapai menyelesai permasalahan matematika. supaya siswa bisa menyelesaikan permasalahan matematika dengan pemahaman yang baik dan kreatifitas yang baik pula, maka harus ada metode pembelajaran yang baik dari guru. Maka pendekatan pembelajaran, metode dan teknik pembelajaran guru harus sangat diperhatikan dalam pemilihannya yang sesuai dengan karakter siswa yang berbeda. Maka diperlukannya inovasi dalam kegiatan belajar di dalam kelas.

    ReplyDelete
  60. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Berdasarkan artikel diatas kami memcoba memahami bahwa membangun kreativitas dan pemahaman konsep matematika harus didasarkan pada perencanaan yang baik. Seperti hasil penelitian diatas bahwa dalam membangun konsep harus didasarkan pada kontekstual dimana permasalahan matematika yang abstrak disajikan dalam konsep kehidupan sehari-hari. Selain itu, dalam menyelesaikan masalah matematika siswa dapat dibantu dengan lembar kerja siswa dimana lembar kerja siswa dapat dikembangkan oleh guru, hal ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengasah dan menuangkan pemikirannya untuk menyusun LKS yang mampu memfasilitasi pemahaman siswa. Peran guru juga sangat penting, yakni sebagai fasilitator yang merancang proses pembelajaran agar siswa mampu belajar dengan masyarakat melalui berkelompok belajar dikelas. Terima Kasih

    ReplyDelete
  61. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Beberapa kemampuan yang dapat memengaruhi prestasi belajar matematika siswa adalah kreativitas dan pemahaman konsep matematis.Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan prestasi belajar matematika siswa adalah mengembangkan kedua kemampuan tersebut pada diri siswa. Berdasarkan uraian mengenai sidang tugas akhir tersebut saya memperoleh informasi bahwa cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan krativitas dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual.

    ReplyDelete
  62. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Pendekatan pembelajaran kontekstual dapat mengembangkan kreativitas dan pemahaman konsep matematis siswa melalui: (1) penyajian permasalahan kontekstual pada kegiatan awal pembelajaran; (2) penggunaan lembar kegiatan siswa yang dikembangkan dengan mengacu pada permasalahan kontekstual; (3) kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh guru dan siswa, dimana guru diharapkan dapat memicu siswa untuk berpikir kritis dan matematis; (4) pemodelan konsep matematis yang dilakukan oleh siswa maupun guru; (5) pembelajaran dengan setting kolaboratif; dan (6) penilaian otentik.

    ReplyDelete
  63. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Kita tahu bahwa tidak ada pendekatan pembelajaran yang cocok untuk semua kondisi siswa. Dalam hal ini, kita sebagai guru harus kritis dan kreatif dalam memahami karakter siswa agar kemudian dapat memilih dan menerapkan pendekatan pembelajaran yang cocok bagi siswa. Dalam artikel diatas menjelaskan bahwa karaketiristik siswa yang kurang motivasi untuk belajar matematika, masih pasif, dan kurang kreatif dalam penyelesaian masalah matematika, maka author memilih pendekatan pembelajaran kontekstual. Hal ini bagus karena dalam pendekatan pembelajaran kontekstual guru dituntut untuk menyajikan matematika yang dirasa abstrak oleh siswa dalam permasalahan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar matematika.

    ReplyDelete
  64. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dengan dilatarbelakangi peserta didik yang pasif, keingintahuan dan motivasi peserta didik yang rendah, peserta didik belum percaya diri, peserta didik belum dapat menyelesaikan masalah dan menunggu inisiatif dari gurunya. Tentu saja ini menjadi sebuah masalah dalam pendidikan dan perlu adanya perbaikan baik dari sektor guru dan proses untuk memperbaiki hasil dari pembelajaran.
    Sebagai calon pendidik kita tahu bahwa tidak ada pendekatan yang paling baik, yang ada adalah pendekatan yang paling cocok dengan kondisi peserta didik. Dalam kasus diatas peneliti menggunakan pendekatan konstektual karena dinilai cocok untuk kondisi yang terjadi dilapangan. Sebagai guru juga sebaiknya mengaktifkan peseeta didik sehingga rasa percaya diri peserta didik akan muncul seiring proses pembelajaran berlangsung. Selain itu juga diperlukan rencana pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga dapat meningkatkan output dari pembelajaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  65. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika

    Dalam mempelajari pendekatan pembelajaran, kita sebagai calon guru telah mengetahui bahwa tidak pernah ada pendekatan pembelajaran yang cocok untuk semua kondisi siswa. Pada kasus di atas, dengan latarbelakang bahwa peserta didik tersebut pasif dalam proses pembelajaran dikelas dan belum dapat menyelesaikan suatu masalah tanpa bantuan guru maka peneliti memilih pendekatan yang sesuai dengan kondisi siswa yaitu pendekatan kontekstual. Pendekatan tersebut bagus karene guru dituntut untuk menyajikan matematika yang dianggap sulit dan abstrak ke dalam permasalahan kehidupan sehari-hari.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  66. Qorry Aina Fitroh
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241047

    Di Indonesia masih terdapat beberapa sekolah yang siswanya masih pasif, dalam artian seperti yang ada dalam penelitian di atas. Siswa masih takut-takut dalam bertanya, rasa ingin tahu yang rendah, juga dengan kepercayaan dirinya, implikasinya siswa menjadi kurang memahami materi. Hal ini dapat diatasi oleh guru salah satunya dengan memilih pendekatan, model, ataupun strategi yang sesuai. Dengan adanya variasi atau hal baru dalam proses pembelajaran dapat mengatasi hal-hal tersebut dan meningkatkan kreativitas serta pemahaman materi siswa. Guru harus inovatif dan kreatif untuk menajdikan kelas yang menyenangkan sehingga dapat menjadi wadah bagi siswa untuk belajar secara nyaman.

    ReplyDelete
  67. Farisa Yunilasari
    15301241024
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Rancangan penelitian tindakan kelas tentang pembelajaran kontekstual dalam rangka meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep matematika tersebut dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi di sekolah. Permasalahan yang ada antara lain siswa pasif dalam pembelajaran , masih rendahnya motivasi siswa, siswa kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya, dan rasa ingin tahu siswa masih rendah . Oleh sebab itu guru harus aktif dan kreatif dalam pembelajaran supaya siswa tidak bosan dalam pembelajaran .

    ReplyDelete
  68. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Guru memegang peran utama dalam upaya peningkatan kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa. Salah satu caranya yaitu dengan memilih metode/model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan tingkat kemampuan penalaran siswa dalam matematika, karena tidak ada satu pun metode/model yang baik atau cocok untuk semua materi/konsep matematika ataupun karakteristik siswa. Oleh karena itu, saat mengajar di kelas, upayakan guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi kepada siswa tetapi juga memperhatikan kondisi siswa, apakah metode/model pembelajaran tersebut sudah tepat untuk siswa. Dalam hal ini, pembelajaran dengan pendekatan kontekstual adalah yang paling memungkinkan untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  69. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Sebagai mantan peserta didik sekaligus calon pendidik, menurut saya problema mengenai kurangnya keaktifan peserta didik di kelas sampai saat ini pun masih terjadi. Meskipun artikel ini diunggah pada tahun 2009, relevansi artikel di atas masih sangat tinggi dengan keadaan kelas di masa sekarang. Banyak peserta didik yang belum berperan aktif di dalam kelas untuk membangun konsep pembelajaran. Kurangnya peran aktif dari peserta didik biasanya disebabkan karena praktik mengajar dengan pendekatan teacher-centered yang mendominasi sehingga peserta didik cenderung hanya “siap menerima ilmu,” bukan “siap membangun ilmu”. Kesiapan untuk hanya selalu menerima ilmu itulah yang dapat mematikan kreativitas dan pemahaman konsep peserta didik.

    Pembelajaran berbasis kontekstual menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk menghidupkan kembali kreativitas dan pemahaman konsep para peserta didik. Melalui hal-hal kontekstual yang dekat dengan kehidupan peserta didik, konsep matematika dapat dibangun secara lebih “nyata”. Namun yang mejadi pertanyaan saya, bagaimana jika para pendidik menemui materi matematika yang sulit ditemukan dalam masalah kontekstual, seperti jumlah dan selisih trigonometri? Selain pembelajaran berbasis kontekstual, memang masih ada metode-metode yang lain. Akan tetapi, mungkinkah pembelajaran berbasis kontekstual ini diterapkan untuk semua materi matematika?

    ReplyDelete