Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Awal

Oleh Marsigit

Awal:
Siapa yang dapat menjawab pertanyaanku? Apakah awal itu?



Takdir
Bagiku “awal” adalah takdir. Tuhan telah menciptakan “awal” dari semua kehidupan ini.

Permulaan:
Bagiku awal adalah permulaan. Maka setiap awal adalah permulaan.

Awal:
Wahai permulaan, lalu apakah yang dimaksud dengan “permulaan”

Permulaan:
Bagiku “permulaan” adalah “awal”.

Awal:
Itulah yang disebut lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “awal” dengan “permulaan” dan mendefinisikan “permulaan” dengan “awal”. Maka aku tidak mempercayaimu.

Tidak Ada:
Bagiku “awal” itu tidak ada. Apapun engkau sebut sebagai awal maka selalu ada hal atau peristiwa yang mendahului. Maka bagiku “awal” itu tidak ada.

Awal:
Wahai “tidak ada” bukankah engkau telah menyebut bahwa “awal” itu tidak ada. Maka itulah kesimpulanmu bahwa “awal” adalah “tidak ada”. Artinya engkau telah mengakui bahwa sebetulnya ada awal, yaitu “tidak ada”.

Tidak Ada:
Jika diriku yaitu “tidak ada” adalah awal bagaimana aku bisa menjelaskannya.

Awal:
Tanyakan saja kepada Immanuel Kant. Dia telah bisa membuktikan menggunakan bahasa sintetiknya bahwa “awal” dan “tidak ada awal” kedua-duannya benar atau kedua-duanya salah.

Ada:
Bagiku "awal" adalah "ada".

Awal:
Wahai "ada", jelaskan bahwa "awal" itu "ada".

Ada:
Itu adalah keyakinanku. Aku yakin bahwa "awal" itu "ada". Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.

Awal:
Keyakinanmu sama juga dengan keyakinanku. Tetapi di sini aku tidak hanya memerlukan keyakinan, tetapi juga pemikiran. Maka jelaskan keyakinanmu itu pada kesempatan yang lainnya.

Definisi:
Bagiku awal adalah definisi. Maka segala ilmuku itu aku mulai dengan definisi.

Awal:
Berikan contohnya?

Definisi:
Kursi adalah tempat duduk.

Awal:
Wahai definisi, bagaimana engkau bisa mendefinisikan duduk?

Definisi:
Duduk adalah keadaan berada di atas kursi.

Awal:
Itulah yang disebut sebagai lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “kursi” dengan “duduk”, kemudian mendefinisikan “duduk” dengan “kursi”. Maka engkau tidak dapat dipercaya. Artinya menurutku engkau itu bukan definisi.

Analitik:
Kenalkan aku adalah analitik. Menurutku "awal" adalah "pre-assumption"

Awal:
Apakah yang dimaksud "pre-assumtion"?

Analitik:
Pre-assumption adalah anggapan awal. Dia lebih awal dari definisi. Dia yang lazimnya sudah diketahui oleh banyak orang.

Awal:
Berikan contohnya?

Analitik:
Bagi percakapan sehari-hari maka aku tidak perlu mendefinisikan "kursi". Karena menurut anggapanku semua orang yang termasuk kategori wajar-wajar, atau orang pada umumnya telah mengetahui apa itu kursi.

Awal:
Apa peranan dalam membangun ilmu pengetahuan.

Analitik:
Pre-assumption disebut juga sebagai unsur-unsur primitif dalam setiap pengetahuan. Dia adalah unsur-unsur yang cukup hanya dianggap diketahui begitu saja dan tidak perlu ditanyakan.

Awal:
Contoh kongkritnya?

Analitik:
Dalam matematika misalnya, kita tidak perlu mendefinisikan apa yang disebut sebagai "anggota", "membilang", "bangun", "sama dengan", "urut", "definisi". Maka dalam percakapan sehari-hari juga kita tidak perlu mendefinisikan "adalah".

Pengalaman:
Kenalkan aku adalah pengalaman. Bagiku "awal" adalah "kesadaranku". Maka segala macam pengalamanku bermula dari "kesadaranku".

Sintetik:
Kenalkan aku adalah sintetik. Bagiku "awal" adalah "subyek". Subyek adalah segala-galanya. Jika tikad ada "subyek" maka tidak adalah "predikat". Jika tidak ada subyek dan predikat maka tidak ada sintetik.

Vitalitas:
Kenalkan aku adalah vitalitas. Vitalitas adalah fakta hidupku. Bagiku "awal" adalah "potensi". Tiadalah vitalitas diriku jika tidak ada potensi diriku.

Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, Vitalitas:
Wahai awal, berikan penjelasan kepada diriku agar aku menjadi lebih terang?

Awal:
Perkenankanlah aku juga ingin menyampaikan pemikiranku. Bagiku "awal" adalah "kontradiksi". Aku sendiri bersifat kontradiktif. Jika aku katakan engkau bukan “awal” itu adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan. Karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Amiin.

38 comments:

  1. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Awal memiliki banyak artian. Tergantung dari sudut pandang ruang dan waktu dari awal tersebut. Jika disatukan, maka sesuai dengan perkataan awal di atas, bahwa awal adalah kontradiksi. Karena awal memiliki artian yang berbeda-beda

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Awal sama artinya denga mula, berarti bahwa baru memulai atau baru mengalami. Kita sering mendengar kalimat awal mula. Kata awal dapat digunakan untuk kegiatan. Biasanya kita menggunakan kalimat “Mari kita mengawali perkuliahan hari ini dengan berdo’a”. Awal juga bisa digunakan untuk suatu kejadian dan perjalanan. Kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita alami itu adalah awal perjalanan bagi kita. Awal juga relatif jika berdasarkan penjelasan tersebut.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bagaimana mendefinisikan awal memang sulit, hal tersebut diartikan sesuai ruang dan waktunya. Kata awal tidaklah mempunyai suatu definisi makna yang tepat karena semuanya itu tergantung dari perspektif subyek yang memaknainya. Kehidupan seseorang diawali ketika dilahirkan di dunia ini, baik buruknya kehidupan itu tergantung pada ikhtiar dari masing-masing subyeknya. Sehingga keputusan akan takdir hidup itu berada di tangan masing-masing subyek dalam menjalani ikthiar kehidupannya. Dengan berusaha yang terbaik, semoga hasil yang diperoleh juga baik.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Awal adalah permulaan dalam suatu langkah, ucapan, dan sikap. Awal muncul karena adanya niat. Jika hitam adalah gelap dan gelap adalah hitam maka definisi tersebut telah membawa kita dalam lingkaran syaitan. Agar jauh dari lingkaran syaitan maka dibutuhkan pengetahuan yang luas serta pengalaman dari hati yang jernih dan pemikiran yang kritis maka kita tidak akan mendefinisikan hitam adalah gelap, gelap adalah malam dan seterusnya. Awal merupakan kontradiksi karena awal jika didefinisikan awal merupakan keputusan yang diambil ketika didefinisikan.

    ReplyDelete
  5. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ini mengingatkan saya kepada perdebatan sengit sejak zaman dahulu, manakah yang lebih dulu ada.. AYAM atau TELUR AYAM? Walaupun ilmuwan telah menyimpulkan hasil research dan mengumumkan hasilnya, tetap saja topik tersebut masih diwarisi turun temurun. Lucunya, ada berapa miliar hal yang dapat diperdebatkan di dunia ini? Manusia, hewan, tumbuhan. Masing-masing makhluk hidup memiliki awal tersendiri. Belum lagi benda mati. Setiap cerita dan kejadian, juga ada awalnya. Sama seperti pandangan saya pada elegi sebelumnya, AWAL hanyalah sebuah label.

    ReplyDelete
  6. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya belajar mengenai awal. Menurut hemat saya definisi awal itu akan banyak sekali macamnya. Bahkan setiap orang akan berbeda mendefinisikan awal tersebut. Dan sebanyak apapun kita berupaya mendefinisikan apa itu awal, maka kita tidak akan sanggup dan selesai. Karena ilmu tentang awal yang lengkap itu ada pada Allah SWT.
    Tetapi jika boleh berfilsafat menurut saya awal adalah niat. Niat yang tulus, ikhlas dan benar adalah yang pertama. Dan awal juga penting karena menentukan arah dan tujuan.

    ReplyDelete
  7. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada Elegi menggapai awal, “awal” mengatakan bahwa “awal” adalah “keputusanmu”. Definisi awal menurut “awal” tergantung dari bagaimana kita memutuskan awal itu sendiri, apakah kita memilih awal sebagai Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, atau bahkan Vitalitas. Ketika kita memutuskan bahwa awal kehidupan manusia adalah ketika manusia itu dilahirkan, namun seringkali kita jumpai bahwa awal selalu diawali dengan hal lain. Sehingga awal yang tadi bergeser menjadi awal yang lain. Begitu seterusnya sampai kita tidak bisa memutuskan awal itu.

    ReplyDelete
  8. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika (PM A)

    Pendefinisian awal memang dapat ditafsirkan dalam berbagai perspektif. Bisa melalui cara memandang atau melihat, mendengar, ataupun yang lainnya. Ketika berbicara dalam perspektif agama islam, awal daripada kehidupan manusia berasal dari segumpal tanah. Segumpal tanah tersebut berawal dari kehendak Allah SWT.
    Pada akhirnya, Allah SWT lah yang Maha Mengetahui segala hal yang berawal di muka bumi ini. wallahualam..

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    “Awal” mempunyai banyak definisi tergantung orang yang memikirkannya. Dalam mendefinisikan sesuatu hendaknya menggunakan kata-kata yang sudah diketahui oleh banyak orang. "Awal" bisa menjadi "kontradiksi". Hal itu terjadi jika sesuatu bukan “awal” adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan karena awal sensitif terhadap ruang dan waktu. Jika aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu".
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  10. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Elegi ini ingin menyampaikan bahwa awalan tak selalu harus terdefinisi atau harus sebagai permulaan. Awalanpun mungkin ada, mungkin tidak ada sesuai dengan keyakinan kita. "Awalan adalah keputusanmu" maksudnya keputusan yang menggiring kita untuk melakukan proses atau kegiatan lainnya untuk mendapatkan yang diinginkan. Jika awalan kita adalah penolakan maka kegiatan melaksanakan proses itupun akan terhambat.

    ReplyDelete
  11. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Awal tergantung dengan pemikiran masing-masing. Setiap hal yang ada di dunia ini pasti mempunyai awal. Tidak tahu kapan awal itu, yang jelas awal di dasarkan pada sudut pandang kita. Tidak jarang kita keliru, sehingga awal yang kita pandang bisa berubah. Inilah batas manusia dalam menggapai awal, sehingga awal tersebut sesungguhnya adalah keputusan masing-masing.

    ReplyDelete
  12. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setiap manusia memiliki konsep ‘awal’ berdasarkan pemikiran mereka masing-masing. Konsep awal tiap individu ini berbeda-beda, karena mereka membicarakan konsep ‘awal’ dalam ruang dan waktu yang berbeda-beda pula. Awal bagiku, mungkin merupakan akhir bagimu. Awal bagimu, mungkin justru tahap akhir bagiku. Sehingga konsep awal ini bersifat relatif dan berubah-ubah.

    ReplyDelete
  13. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Awal, definisi awal dapat bermacam-macam. Definisi yang beragam tersebut sesuai dengan sudut pandang ruang dan waktu yang digunakan. Jadi, definisi awal sebagai pengalaman, permulaan, “ada”, “tidak ada” dan yang lainnya, itu bukanlah definisi yang salah. Namun, dalam mendefinisikanya harus ada argumen yang jelas sehingga dapat dimengerti. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Perkenankanlah aku juga ingin menyampaikan pemikiranku. Bagiku "awal" adalah "kontradiksi". Aku sendiri bersifat kontradiktif. Jika aku katakan engkau bukan “awal” itu adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan. Karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Amiin"

    Sekali lagi, saya menjumpai betapa "kontradiktif" selalu muncul dan mengikuti. Berawal dari sesuatu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Muncul keterhubungan hukum ruang dan waktu. Hingga akhirnya muncul "kontradiktif". Pada postingan ini mengangkat tentang hakikat "awal", hingga pada akhirnya terjawab bahwa definisi awal bukanlah hal tunggal. Awal adalah keputusanmu.

    ReplyDelete
  15. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dari "Elegi Menggapai Awal" di atas, menurut saya awal itu mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang tergantung dengan ruang dan waktunya. Tetapi kesimpulan di atas mengatakan bahwa awal itu adalah "keputusanmu". Saya setuju dengan kesimpulan tersebut. Keputusan kitalah yang menentukan bahwa sesuatu itu menjadi awal atau tidak. Seperti keputusan Allah SWT yang menciptakan nabi Adam sehingga menjadi awal bagi kehidupan manusia. Dan menurut saya, awal itu adalah niat. Berniatlah atau awalilah segala sesuatu yang baik karena Allah, maka niscaya kita akan dapati Allah ada bersama usaha kita.

    ReplyDelete
  16. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Seperti elegi-elegi yang lain yang membahas suatu obyek, elegi ini pun membahas obyek dengan kesimpulan yang hampir sama yaitu bahwa awal mempunyai berbagai definisi. Bahkan pada dialog yang paling akhir diungkapkan bahwa awal adalah sebuah kontradiksi, jika dia merupakan awal tetapi bisa juga merupakan akhir dari suatu hal.

    ReplyDelete
  17. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Awal ada “keputusanmu”. Maka kita sendirilah yang mengetahui awal. Ketika kita berfikir maka kitalah yang tahu awal kita berfikir. Ketika kita makan maka kitalah yang tahu awal kita makan. Maka awal merupakan sesuatu yang subjektif. Awal bagiku pastilah berbeda dengan awal bagimu. Maka kita sendiri pula yang menentukan awal bagi berbagai hal dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  18. Rosnida Nurhayati
    1770925102
    PPs PM B 2017

    Menurut Saya, begitulah lingakaran kehidupan, saling berkesinambungan, terkait dengan hal hal lain. Tanpa kita sadari ada atapun tiada didefinisikan akan selalu muncul dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  19. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Awal akan selau bersifat relative jika dipandang dari dimensi ruang dan waktu manusia. Contoh pertanyaan manakah yang lebih awal diantara telur dan ayam. Bagi beberapa orang menyebutkan bahwa telur lah yang lebih dulu, karena ayam berasal dari telur. Namun sebagian yang lain berpendapat bahwa ayam lah yang lebih dulu karena ayam menghasilkan telur. Itulah yang disebut lingkaran syaitan, mendefinisikan “telur” dengan “ayam” dan mendefinisikan “ayam” dengan “telur”. Maka sebenar-benar awal yang absolut hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  20. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Sifat kontradiktif dari "awal" yang memungkinkan bahwa semua yang di sebutkan di atas adalah "awal".

    ReplyDelete
  21. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sejatinya awal itu kontradiktif, dikarenakan tidak ada yang bisa menentukan secara tepat dan sama. Sebenar-benar yang absolut hanyalah Allah SWT yang tidak ada awal karena Allah itu kekal abadi. Jika ada awal maka ada akhir. Itulah pasangan. Tidak ada kesepakatan awal yang mutlak bagi manusia karena sebelum manusia ikut menyepakati sudah ada akhir yang mendahului. Begitu seterusnya dunia ini berputar sampai kiamat datang.

    ReplyDelete
  22. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ketika kita ingin memahami sesuatu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. pertama, pastikan bahwa pemahaman yang kita miliki bukanlah lingkaran syaitan yang menjelaskan dirinya sendiri, misal A adalah B , dan B adalah A , begitu seterusnya, hal itu tidak dapat menjelaskan apakah sebenarnya A tersebut. pastikan pula bahwa pemahaman tersebut tidak kontradiktif. jika kita memperhatikan hal-hal tersebut sebelumnya, niscaya kita dapat memahami segalanya dengan lebih baik.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Segala sesuatunya di dunia ini dapat memiliki lebih dari satu makna. makna suatu kata dapat berubah sesuai dengan ruang dan waktunya. maka ketika kita akan memahami sesuatu hal, kita harus memperhatikan ruang dan waktu apa yang sedang terjadi saat itu. jika kita memperhatikan hal-hal tersebut sebelumnya, niscaya kita dapat memahami segalanya dengan lebih baik, dan ilmu yang kita peroleh pun dapat menjadi lebih bermakna.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Sesuatu yang awal bisa jadi bukan awal yang sebenarnya, karena dari awal tersebut terdapat hal yang lebih awal lagi, dan dari yang paling awal saja pasti ada yang paling sangat awal dan seterusnya. Hal ini sama saja dengan pertanyaan ayam dahulu atau telur dahulu yang ada. Hal ini akan menimbulkan kontradiksi untuk mengetahui awal yang sebenarnya karena kontradiksi tersebut membuat awalan tersebut beum tentu awalan yang sebenarnya. Refleksinya dalam pembelajran matematika adalah saat siswa diberikan suatu konsep, siswa tersebut harus mengetahui dan memahami materi pra syarat agar siswa memahami materi yang akan dipelajarinya.

    ReplyDelete
  25. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Pengertian akan sesuatu bergantung pada siapa yang mengungkapkannya. Seperti pada elegi ini, awal diartikan berbeda-beda bergantung pada siapa yang mendefinisikannya. Kita sendiri terkadang bingung jika diminta mengartikan diri kita sendiri, sama seperti “awal” pada elegi ini, “awal pun memandang multitafsir tentang dirinya.Awal sendiri hanya dimiliki oleh zat yang mutlak.

    ReplyDelete
  26. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya di dunia ini ada awal dan ada akhir sekaligus tidak ada awal dan tidak ada akhir. Kalau di analogikan dalam kehidupan sehari-hari misalnya, ada awal kuliah ada akhir kuliah, tetapi besok ada kuliah lagi, jadi awal akhir yang mana, semuanya benar. Maka dari itu, hidup itu siklik, dan linear menurut bumi mengelilingi matahari. semua hal di dunia ini siklik, berulang. Senin bertemu senin. Tetapi tidak pernah sama, senin tanggal sekian bulan sekian, tahun sekian tidak akan pernah terulang lagi. kemudian awal dan akhir itu hubungannya sebab akibat, akhir itu akibat ada awal, sehingga akhir yang baik tentu akan cenderung diawali dengan awal yang baik pula. Oleh karena itu, kita harus selalu mengawali suatu kegiatan atau dengan baik agar hasilnya pun juga baik.

    ReplyDelete
  27. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017


    Pada elegi ini, memberi tahu bahwa awal itu tidak dapat kita tentukan secara absolut. Karena sifatnya relatif. Awal tergantung dengan pemikiran masing-masing. Setiap hal pasti ada awalan. Tidak tahu kapan awal dimulai, karena awal sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Sehingga awal tersebut sesungguhnya adalah keputusan masing-masing.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Mendefinisikan kata ‘awal’ tentu saja bukan perkara yang mudah. 'Awal' sebagaimana kata ‘besar’, ‘kecil’, ‘jauh’, ‘dekat’, dan ‘cinta’, sangat sulit untuk didefinisikan, atau bahkan tidak dapat didefinisikan, namun bisa diterima dan dipahami. Sekalipun ada yang mendefinisikan, tentu antara yang satu dan yang lain bisa jadi berbeda. Namun dari elegi menggapai awal ini, salah satu hal yang dapat saya pahami adalah awal itu relatif terhadap ruang dan waktu, segala sesuatu bisa saja disebut 'awal' pada ruang dan waktu yang tepat. Sebagai contoh dalam sebuah pembelajaran di kelas, awalnya akhir adalah guru mengajak siswa untuk do’a sebelum pulang. Berdoa sebelum pulang merupakan akhir dari sebuah proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  29. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Awal?
    Benar sekali, awal itu keputusan
    Tapi buka lagi awal jika sudah berbeda ruang dan waktu

    ReplyDelete
  30. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Awal suatu kata yang selalu berhubungan dengan baru. Namun dalam elegy ini saya mendapat banyak informasi akan suatu hal yang sepertinya tidak kontradiksi namun ternya bersifat kontradiktif. Dan itu semua adalah pendapat dari manusia itu sendiri. Saya jadi paham mengapa bapak selalu menyebutkan belajar filsafat dengan cara membangun filsafat mu sendiri dengan pondasi bacaan-bacaan yang disediakan.
    Terimakasih pak atas pemahaman yang sudah bapak berikan dalam elegy menggapai awal ini.

    ReplyDelete
  31. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Kamu adalah awal. Ya, aku pun adalah awal. Kita sama-sama awal di ruang dan waktu masing-masing. Tidak ada pun awal, menurut ruang dan waktunya. Ada pun awal menurut ruang dan waktunya.
    "... jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu""
    Awal adalah keputusan kita dalam melihat. Awal adalah perspektif dalam ruanh dan waktu.

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Awal, kata yang sering terucap tetapi setelah dipikir-pikir ternyata sulit juga menjelaskan tentang awal. Ternyata banyak penjelasan tentang awal. Awal dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Dari berbagai sudut pandang pun tidak dapat ditentukan mana yang paling benar dalam menjelaskan tentang “awal”. Semua itu karena manusia dekat dengan kontradiksi. Dengan kontradiksi tersebut justru mengakui bahwa “awal” dapat dijelaskan dengan berbagai macam pandangan.

    ReplyDelete
  33. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Awal bersifat kontradiktif. Bisa jadi sesuatu hal yang sama disebut awal atau bukan awal.
    Awal dalam elegi ini mewakili sifat determinis, yang mampu menghakimi sesuatu itu merupakan awal atau bukan awal.

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Sebelum membaca isi postingan ini, saya berpikir bahwa awal hanya terkait dengan urutan suatu bilangan. Begitu dahsyatnya dan kayanya kata awal dalam sudut pandang filsafat. Saya sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk mempelajari awal itu sendiri. Bagi saya apapun awal yang ada, sejatinya didahului dengan kesadaran dalam berperilaku. Layaknya awal pengambilan keputusan, yang dapat saya maknai dengan suatu awal datangnya perubahan dalam hidup atas keputusan yang telah diambil.

    ReplyDelete
  35. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Menurut saya awal adalah niat, karena semuanya berawal dari niat. Ketika membaca elegi ini, saya teringat teka teki lucu yang sering atau mungkin sudah lazim di dengar banyak orang yaitu mana yang lebih awal muncul telur atau ayam? Ada yang menjawab telur ada pula yang menjawab ayam dengan didukung alasan masing-masing. Apapun itu awal sangat diperlukan, karena jika tidak ada awal maka tidak ada pula akhir. Semoga kita ber'awal' dengan niat yang baik :)

    ReplyDelete
  36. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi diatas menjelaskan bahwa awal itu sangat relatif. Semua tergantung dari sudut pandang orang yang memaknainya. Apalagi segala sesuatu yang bersentuhan dengan ruang dan waktu itu berubah, maka berubah dan berbeda pula setiap orang mendefinisikan awal. Relatif adalah berkaitan darimana kitamelihat sesuatu. Awal adalah kontradiksi, ada dan mungkin ada di dalam pikiran manusia dan sebenar benarnya awal adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  37. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Ada awal ada akhir, setiap yang memiliki awal akan bertemu akhir. Konsep awal dan kahir ada karena waktu, setiap yang terikat watu itu memiliki awal dan akhir. Sejalan dengan waktu, ada banyak sekali awal dan akhir. Sehingga awal itu adalah segala hal yang ada dan mungkin ada. Awal adalah suatu misteri bagi manusia, karena awal itu dari waktu, sedangkan manusia itu hanya memiliki sedikit waktu. Waktu itu bergantung ruang sehingga awal itu bergantung ruang, sehingga awal ada di berbagi tempat di seluruh alam.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Kata awal adalah sesuatu yang sensitif, menurut saya. Bagi manusia yang mengakui Tuhan, segala sesuatu itu berawal dari Tuhan dimana hanya Tuhan yang sepenuhnya tahu, sedangkan bagi manusia yang belum/ tidak mengakui Tuhan, segala sesuatu bersifat material sehingga mempunyai awal dan akhir (yang tidak ada hubungannya dengan Tuhan). Menurut saya, definisi konsep 'awal' pada masing-masing orang dapat dilihat dari definisinya terhadap penciptaan alam semesta. Dari mana alam semesta tercipta dan bagaimana alam semesta diciptakan karena segala sesuatu yang ada di sekitarku adalah subset dari alam semesta yang multidimensional. Memang sulit dipahami dan dijelaskan dengan akal pikiran manusia mengenai awal dari segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya bisa berdefinisi dan mengandai-andaikan kapan sebenarnya 'awal' itu, apa sebenarnya 'awal' itu.

    ReplyDelete