Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Awal

Oleh Marsigit

Awal:
Siapa yang dapat menjawab pertanyaanku? Apakah awal itu?



Takdir
Bagiku “awal” adalah takdir. Tuhan telah menciptakan “awal” dari semua kehidupan ini.

Permulaan:
Bagiku awal adalah permulaan. Maka setiap awal adalah permulaan.

Awal:
Wahai permulaan, lalu apakah yang dimaksud dengan “permulaan”

Permulaan:
Bagiku “permulaan” adalah “awal”.

Awal:
Itulah yang disebut lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “awal” dengan “permulaan” dan mendefinisikan “permulaan” dengan “awal”. Maka aku tidak mempercayaimu.

Tidak Ada:
Bagiku “awal” itu tidak ada. Apapun engkau sebut sebagai awal maka selalu ada hal atau peristiwa yang mendahului. Maka bagiku “awal” itu tidak ada.

Awal:
Wahai “tidak ada” bukankah engkau telah menyebut bahwa “awal” itu tidak ada. Maka itulah kesimpulanmu bahwa “awal” adalah “tidak ada”. Artinya engkau telah mengakui bahwa sebetulnya ada awal, yaitu “tidak ada”.

Tidak Ada:
Jika diriku yaitu “tidak ada” adalah awal bagaimana aku bisa menjelaskannya.

Awal:
Tanyakan saja kepada Immanuel Kant. Dia telah bisa membuktikan menggunakan bahasa sintetiknya bahwa “awal” dan “tidak ada awal” kedua-duannya benar atau kedua-duanya salah.

Ada:
Bagiku "awal" adalah "ada".

Awal:
Wahai "ada", jelaskan bahwa "awal" itu "ada".

Ada:
Itu adalah keyakinanku. Aku yakin bahwa "awal" itu "ada". Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.

Awal:
Keyakinanmu sama juga dengan keyakinanku. Tetapi di sini aku tidak hanya memerlukan keyakinan, tetapi juga pemikiran. Maka jelaskan keyakinanmu itu pada kesempatan yang lainnya.

Definisi:
Bagiku awal adalah definisi. Maka segala ilmuku itu aku mulai dengan definisi.

Awal:
Berikan contohnya?

Definisi:
Kursi adalah tempat duduk.

Awal:
Wahai definisi, bagaimana engkau bisa mendefinisikan duduk?

Definisi:
Duduk adalah keadaan berada di atas kursi.

Awal:
Itulah yang disebut sebagai lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “kursi” dengan “duduk”, kemudian mendefinisikan “duduk” dengan “kursi”. Maka engkau tidak dapat dipercaya. Artinya menurutku engkau itu bukan definisi.

Analitik:
Kenalkan aku adalah analitik. Menurutku "awal" adalah "pre-assumption"

Awal:
Apakah yang dimaksud "pre-assumtion"?

Analitik:
Pre-assumption adalah anggapan awal. Dia lebih awal dari definisi. Dia yang lazimnya sudah diketahui oleh banyak orang.

Awal:
Berikan contohnya?

Analitik:
Bagi percakapan sehari-hari maka aku tidak perlu mendefinisikan "kursi". Karena menurut anggapanku semua orang yang termasuk kategori wajar-wajar, atau orang pada umumnya telah mengetahui apa itu kursi.

Awal:
Apa peranan dalam membangun ilmu pengetahuan.

Analitik:
Pre-assumption disebut juga sebagai unsur-unsur primitif dalam setiap pengetahuan. Dia adalah unsur-unsur yang cukup hanya dianggap diketahui begitu saja dan tidak perlu ditanyakan.

Awal:
Contoh kongkritnya?

Analitik:
Dalam matematika misalnya, kita tidak perlu mendefinisikan apa yang disebut sebagai "anggota", "membilang", "bangun", "sama dengan", "urut", "definisi". Maka dalam percakapan sehari-hari juga kita tidak perlu mendefinisikan "adalah".

Pengalaman:
Kenalkan aku adalah pengalaman. Bagiku "awal" adalah "kesadaranku". Maka segala macam pengalamanku bermula dari "kesadaranku".

Sintetik:
Kenalkan aku adalah sintetik. Bagiku "awal" adalah "subyek". Subyek adalah segala-galanya. Jika tikad ada "subyek" maka tidak adalah "predikat". Jika tidak ada subyek dan predikat maka tidak ada sintetik.

Vitalitas:
Kenalkan aku adalah vitalitas. Vitalitas adalah fakta hidupku. Bagiku "awal" adalah "potensi". Tiadalah vitalitas diriku jika tidak ada potensi diriku.

Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, Vitalitas:
Wahai awal, berikan penjelasan kepada diriku agar aku menjadi lebih terang?

Awal:
Perkenankanlah aku juga ingin menyampaikan pemikiranku. Bagiku "awal" adalah "kontradiksi". Aku sendiri bersifat kontradiktif. Jika aku katakan engkau bukan “awal” itu adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan. Karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Amiin.

96 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    JIka awal dapat dikaitkan dengan konteks ruang dan waktu. Maka awal akan bersifat relative. Mengapa demikian? Contoh terdapat sebuah awalan untuk sebuah akhir. Hal ini terdapat kontradiksi. Dimana ada awalan dan akhiran pada suatu waktu.

    ReplyDelete
  2. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    definisi "awal" adalah "keputusanmu", yang artinya bahwa definisi "awal" setiap orang memiliki arti berbeda-beda yang di bangun oleh diri masing-masing. Seperti yang diketahui bahwa manusia itu memiliki pedoman dan pandangan hidup.

    ReplyDelete
  3. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Awal itu dikatakan kontradiktif jika anggapan awal betolak belakang dengan definisi yang diberikan.Sehingga kita perlu membandingkan awal dan awal yang mengadakan akhir Jadi, awal itu relative, tergantung subjeknya. Awal untuk membaca itu y abaca baca baca.

    ReplyDelete
  4. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pengertian "awal" bagi setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang mengartikannya sebagai permulaan, awalan, ada, tidak ada, keputusan, dan lain-lain. Semua itu bisa dianggap benar, karena pengertian "awal" itu sendiri relatif tergantung keyakinan masing-masing individu.

    ReplyDelete
  5. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas banyak persepsi mengenai definisi awal, yaitu permulaan, pre-assumption, kesadaran, subjek, potensi, dan keputusan. Namun perlu diingat bahwa di dunia ini ada yang mengawali atau menciptakan alam semesta ini, yaitu Al-Khaliq Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang diungkapkan di atas “Aku yakin bahwa ‘awal’ itu ‘ada’. Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.”

    ReplyDelete
  6. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya siapapun yang ada didunia ini tidak akan pernah bisa menentukan kapan awal itu terjadi, karena setiap awal, maka sebelum awal itu pasti ada awal yang lain, setiap awal yang lain pasti dimulai dari awal yang lain lagi. Yang bisa menentukan awal itu hanyalah Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  7. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Semua tergantung dari ruang dan waktu. Maka "awal" juga akan memiliki makna yang berbeda tergantung ruang dan waktunya.
    "awal" adalah "keputusanmu", maka dimana kamu berada, dalam situasi apa kamu sadar, di situlah kamu dapat menentukan "awal" mu.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Menurut saya sebenar-benarnya awal adalah Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Allah SWT. Semua hal yang ada dan bahkan yang mungkin ada di awali karena-Nya. Karena semua awal adalah tergantung dilihat dari sudut mana, dan hanya akan terjadi jika dari Yang Maha Awal. Tetapi awal yang diutarakan si awal sebagai kontradiksi juga dapat diterima akal, tetapi hanya sebatas ruang lingkup dunia dan tidak melihat Yang Maha Awal, merugilah. Awal bisa berarti akhir, akhir dari sesuatu yang merupakan awal dari sesuatu pula. Setiap awal pasti ada akhir, ketika akhir tiba maka itu bukan sebenar-benar akhir, tetapi merupakan awal dari sesuatu yang lain. Sebagaimana dunia, ketika kita lahir, itu merupakan akhir dari kehidupan kita di dalam rahim, tetapi awal dari kehidupan kita di dunia. begitupun seterusnya.

    ReplyDelete
  9. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Awal merupakan suatu permulaan, bukan merupakan suatu akhir. Awal merupakan hal yang paling pertama dimulai. Awal juga merupakan suatu kontradiksi. Maka jika melakukan suatu hal yang diawali dengan baik, seterusnya akan menghasilkan proses yang baik dan hasil yang kiranya baik juga. Maka awal merupakan penentu untuk langkah selanjutnya baik atau tidaknya suatu proses. Jika awal merupakan kontradiksi maka baik jika mengawali segala hal yang dilakukan dengan niat dan usaha yang baik pula.

    ReplyDelete
  10. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Awal memiliki definisi yang berbeda pada setiap individu, bergantung pada dimensi ruang dan waktu. Diakhir dari elegi ini terdapat kalimat karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu" jadi saya menyimpulkan bahwa awal adalah keputusan setiap individu yang memiliki makna berbeda-beda.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas banyak persepsi mengenai definisi awal, yaitu permulaan, pre-assumption, kesadaran, subjek, potensi, dan keputusan. Namun perlu diingat bahwa di dunia ini ada yang mengawali atau menciptakan alam semesta ini, yaitu Al-Khaliq Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang diungkapkan di atas “Aku yakin bahwa ‘awal’ itu ‘ada’. Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.”

    ReplyDelete
  12. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran awal untuk memahami suatu materi maka sebelumnya kita harus sudah mempunyai pre-assumption. Sehingga akan lebih mudah untuk memahami materi selanjutnya. Seperti kegiatan apresepsi yang selalu dilakukan siswa ketika di awal pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Setiap awal pasti ada akhir. setiap permulaan pasti ada akhiran. maka awali sesuatu dengan baik agar berakhir dengan baik dan tidak merugikan orang lain. tidak ada yang dapat menyalahkan awal maupun akhir karena sesungguhnya semua yang mengatur adalah Tuhan YME.

    ReplyDelete
  14. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Awal memiliki banyak artian. Tergantung dari sudut pandang ruang dan waktu dari awal tersebut. Jika disatukan, maka sesuai dengan perkataan awal di atas, bahwa awal adalah kontradiksi. Karena awal memiliki artian yang berbeda-beda

    ReplyDelete
  15. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Awal sama artinya denga mula, berarti bahwa baru memulai atau baru mengalami. Kita sering mendengar kalimat awal mula. Kata awal dapat digunakan untuk kegiatan. Biasanya kita menggunakan kalimat “Mari kita mengawali perkuliahan hari ini dengan berdo’a”. Awal juga bisa digunakan untuk suatu kejadian dan perjalanan. Kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita alami itu adalah awal perjalanan bagi kita. Awal juga relatif jika berdasarkan penjelasan tersebut.

    ReplyDelete
  16. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bagaimana mendefinisikan awal memang sulit, hal tersebut diartikan sesuai ruang dan waktunya. Kata awal tidaklah mempunyai suatu definisi makna yang tepat karena semuanya itu tergantung dari perspektif subyek yang memaknainya. Kehidupan seseorang diawali ketika dilahirkan di dunia ini, baik buruknya kehidupan itu tergantung pada ikhtiar dari masing-masing subyeknya. Sehingga keputusan akan takdir hidup itu berada di tangan masing-masing subyek dalam menjalani ikthiar kehidupannya. Dengan berusaha yang terbaik, semoga hasil yang diperoleh juga baik.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Awal adalah permulaan dalam suatu langkah, ucapan, dan sikap. Awal muncul karena adanya niat. Jika hitam adalah gelap dan gelap adalah hitam maka definisi tersebut telah membawa kita dalam lingkaran syaitan. Agar jauh dari lingkaran syaitan maka dibutuhkan pengetahuan yang luas serta pengalaman dari hati yang jernih dan pemikiran yang kritis maka kita tidak akan mendefinisikan hitam adalah gelap, gelap adalah malam dan seterusnya. Awal merupakan kontradiksi karena awal jika didefinisikan awal merupakan keputusan yang diambil ketika didefinisikan.

    ReplyDelete
  18. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ini mengingatkan saya kepada perdebatan sengit sejak zaman dahulu, manakah yang lebih dulu ada.. AYAM atau TELUR AYAM? Walaupun ilmuwan telah menyimpulkan hasil research dan mengumumkan hasilnya, tetap saja topik tersebut masih diwarisi turun temurun. Lucunya, ada berapa miliar hal yang dapat diperdebatkan di dunia ini? Manusia, hewan, tumbuhan. Masing-masing makhluk hidup memiliki awal tersendiri. Belum lagi benda mati. Setiap cerita dan kejadian, juga ada awalnya. Sama seperti pandangan saya pada elegi sebelumnya, AWAL hanyalah sebuah label.

    ReplyDelete
  19. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya belajar mengenai awal. Menurut hemat saya definisi awal itu akan banyak sekali macamnya. Bahkan setiap orang akan berbeda mendefinisikan awal tersebut. Dan sebanyak apapun kita berupaya mendefinisikan apa itu awal, maka kita tidak akan sanggup dan selesai. Karena ilmu tentang awal yang lengkap itu ada pada Allah SWT.
    Tetapi jika boleh berfilsafat menurut saya awal adalah niat. Niat yang tulus, ikhlas dan benar adalah yang pertama. Dan awal juga penting karena menentukan arah dan tujuan.

    ReplyDelete
  20. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada Elegi menggapai awal, “awal” mengatakan bahwa “awal” adalah “keputusanmu”. Definisi awal menurut “awal” tergantung dari bagaimana kita memutuskan awal itu sendiri, apakah kita memilih awal sebagai Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, atau bahkan Vitalitas. Ketika kita memutuskan bahwa awal kehidupan manusia adalah ketika manusia itu dilahirkan, namun seringkali kita jumpai bahwa awal selalu diawali dengan hal lain. Sehingga awal yang tadi bergeser menjadi awal yang lain. Begitu seterusnya sampai kita tidak bisa memutuskan awal itu.

    ReplyDelete
  21. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika (PM A)

    Pendefinisian awal memang dapat ditafsirkan dalam berbagai perspektif. Bisa melalui cara memandang atau melihat, mendengar, ataupun yang lainnya. Ketika berbicara dalam perspektif agama islam, awal daripada kehidupan manusia berasal dari segumpal tanah. Segumpal tanah tersebut berawal dari kehendak Allah SWT.
    Pada akhirnya, Allah SWT lah yang Maha Mengetahui segala hal yang berawal di muka bumi ini. wallahualam..

    ReplyDelete
  22. Arung Mega Ratna
    17709251049
    S2 Pend. Matematika C

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    “Awal” mempunyai banyak definisi tergantung orang yang memikirkannya. Dalam mendefinisikan sesuatu hendaknya menggunakan kata-kata yang sudah diketahui oleh banyak orang. "Awal" bisa menjadi "kontradiksi". Hal itu terjadi jika sesuatu bukan “awal” adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan karena awal sensitif terhadap ruang dan waktu. Jika aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu".
    Terima kasih
    Wassalamu'alaikum

    ReplyDelete
  23. Nama : Wisniarti
    NIM : 17709251037
    Kelas : PM B (Pascasarjana)

    Elegi ini ingin menyampaikan bahwa awalan tak selalu harus terdefinisi atau harus sebagai permulaan. Awalanpun mungkin ada, mungkin tidak ada sesuai dengan keyakinan kita. "Awalan adalah keputusanmu" maksudnya keputusan yang menggiring kita untuk melakukan proses atau kegiatan lainnya untuk mendapatkan yang diinginkan. Jika awalan kita adalah penolakan maka kegiatan melaksanakan proses itupun akan terhambat.

    ReplyDelete
  24. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Awal tergantung dengan pemikiran masing-masing. Setiap hal yang ada di dunia ini pasti mempunyai awal. Tidak tahu kapan awal itu, yang jelas awal di dasarkan pada sudut pandang kita. Tidak jarang kita keliru, sehingga awal yang kita pandang bisa berubah. Inilah batas manusia dalam menggapai awal, sehingga awal tersebut sesungguhnya adalah keputusan masing-masing.

    ReplyDelete
  25. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setiap manusia memiliki konsep ‘awal’ berdasarkan pemikiran mereka masing-masing. Konsep awal tiap individu ini berbeda-beda, karena mereka membicarakan konsep ‘awal’ dalam ruang dan waktu yang berbeda-beda pula. Awal bagiku, mungkin merupakan akhir bagimu. Awal bagimu, mungkin justru tahap akhir bagiku. Sehingga konsep awal ini bersifat relatif dan berubah-ubah.

    ReplyDelete
  26. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Awal, definisi awal dapat bermacam-macam. Definisi yang beragam tersebut sesuai dengan sudut pandang ruang dan waktu yang digunakan. Jadi, definisi awal sebagai pengalaman, permulaan, “ada”, “tidak ada” dan yang lainnya, itu bukanlah definisi yang salah. Namun, dalam mendefinisikanya harus ada argumen yang jelas sehingga dapat dimengerti. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  27. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Perkenankanlah aku juga ingin menyampaikan pemikiranku. Bagiku "awal" adalah "kontradiksi". Aku sendiri bersifat kontradiktif. Jika aku katakan engkau bukan “awal” itu adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan. Karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Amiin"

    Sekali lagi, saya menjumpai betapa "kontradiktif" selalu muncul dan mengikuti. Berawal dari sesuatu adalah yang ada dan yang mungkin ada. Muncul keterhubungan hukum ruang dan waktu. Hingga akhirnya muncul "kontradiktif". Pada postingan ini mengangkat tentang hakikat "awal", hingga pada akhirnya terjawab bahwa definisi awal bukanlah hal tunggal. Awal adalah keputusanmu.

    ReplyDelete
  28. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dari "Elegi Menggapai Awal" di atas, menurut saya awal itu mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang tergantung dengan ruang dan waktunya. Tetapi kesimpulan di atas mengatakan bahwa awal itu adalah "keputusanmu". Saya setuju dengan kesimpulan tersebut. Keputusan kitalah yang menentukan bahwa sesuatu itu menjadi awal atau tidak. Seperti keputusan Allah SWT yang menciptakan nabi Adam sehingga menjadi awal bagi kehidupan manusia. Dan menurut saya, awal itu adalah niat. Berniatlah atau awalilah segala sesuatu yang baik karena Allah, maka niscaya kita akan dapati Allah ada bersama usaha kita.

    ReplyDelete
  29. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Seperti elegi-elegi yang lain yang membahas suatu obyek, elegi ini pun membahas obyek dengan kesimpulan yang hampir sama yaitu bahwa awal mempunyai berbagai definisi. Bahkan pada dialog yang paling akhir diungkapkan bahwa awal adalah sebuah kontradiksi, jika dia merupakan awal tetapi bisa juga merupakan akhir dari suatu hal.

    ReplyDelete
  30. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Awal ada “keputusanmu”. Maka kita sendirilah yang mengetahui awal. Ketika kita berfikir maka kitalah yang tahu awal kita berfikir. Ketika kita makan maka kitalah yang tahu awal kita makan. Maka awal merupakan sesuatu yang subjektif. Awal bagiku pastilah berbeda dengan awal bagimu. Maka kita sendiri pula yang menentukan awal bagi berbagai hal dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  31. Rosnida Nurhayati
    1770925102
    PPs PM B 2017

    Menurut Saya, begitulah lingakaran kehidupan, saling berkesinambungan, terkait dengan hal hal lain. Tanpa kita sadari ada atapun tiada didefinisikan akan selalu muncul dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  32. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Awal akan selau bersifat relative jika dipandang dari dimensi ruang dan waktu manusia. Contoh pertanyaan manakah yang lebih awal diantara telur dan ayam. Bagi beberapa orang menyebutkan bahwa telur lah yang lebih dulu, karena ayam berasal dari telur. Namun sebagian yang lain berpendapat bahwa ayam lah yang lebih dulu karena ayam menghasilkan telur. Itulah yang disebut lingkaran syaitan, mendefinisikan “telur” dengan “ayam” dan mendefinisikan “ayam” dengan “telur”. Maka sebenar-benar awal yang absolut hanyalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  33. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika

    Sifat kontradiktif dari "awal" yang memungkinkan bahwa semua yang di sebutkan di atas adalah "awal".

    ReplyDelete
  34. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sejatinya awal itu kontradiktif, dikarenakan tidak ada yang bisa menentukan secara tepat dan sama. Sebenar-benar yang absolut hanyalah Allah SWT yang tidak ada awal karena Allah itu kekal abadi. Jika ada awal maka ada akhir. Itulah pasangan. Tidak ada kesepakatan awal yang mutlak bagi manusia karena sebelum manusia ikut menyepakati sudah ada akhir yang mendahului. Begitu seterusnya dunia ini berputar sampai kiamat datang.

    ReplyDelete
  35. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Ketika kita ingin memahami sesuatu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. pertama, pastikan bahwa pemahaman yang kita miliki bukanlah lingkaran syaitan yang menjelaskan dirinya sendiri, misal A adalah B , dan B adalah A , begitu seterusnya, hal itu tidak dapat menjelaskan apakah sebenarnya A tersebut. pastikan pula bahwa pemahaman tersebut tidak kontradiktif. jika kita memperhatikan hal-hal tersebut sebelumnya, niscaya kita dapat memahami segalanya dengan lebih baik.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  36. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Segala sesuatunya di dunia ini dapat memiliki lebih dari satu makna. makna suatu kata dapat berubah sesuai dengan ruang dan waktunya. maka ketika kita akan memahami sesuatu hal, kita harus memperhatikan ruang dan waktu apa yang sedang terjadi saat itu. jika kita memperhatikan hal-hal tersebut sebelumnya, niscaya kita dapat memahami segalanya dengan lebih baik, dan ilmu yang kita peroleh pun dapat menjadi lebih bermakna.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  37. Gamarina Isti Ratnasari
    17709251036
    Pendidikan Matematika Kelas B(S2)

    Sesuatu yang awal bisa jadi bukan awal yang sebenarnya, karena dari awal tersebut terdapat hal yang lebih awal lagi, dan dari yang paling awal saja pasti ada yang paling sangat awal dan seterusnya. Hal ini sama saja dengan pertanyaan ayam dahulu atau telur dahulu yang ada. Hal ini akan menimbulkan kontradiksi untuk mengetahui awal yang sebenarnya karena kontradiksi tersebut membuat awalan tersebut beum tentu awalan yang sebenarnya. Refleksinya dalam pembelajran matematika adalah saat siswa diberikan suatu konsep, siswa tersebut harus mengetahui dan memahami materi pra syarat agar siswa memahami materi yang akan dipelajarinya.

    ReplyDelete
  38. Atik Rodiawati
    17709251025
    PPS Pendidikan Matematika B 2017

    Pengertian akan sesuatu bergantung pada siapa yang mengungkapkannya. Seperti pada elegi ini, awal diartikan berbeda-beda bergantung pada siapa yang mendefinisikannya. Kita sendiri terkadang bingung jika diminta mengartikan diri kita sendiri, sama seperti “awal” pada elegi ini, “awal pun memandang multitafsir tentang dirinya.Awal sendiri hanya dimiliki oleh zat yang mutlak.

    ReplyDelete
  39. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya di dunia ini ada awal dan ada akhir sekaligus tidak ada awal dan tidak ada akhir. Kalau di analogikan dalam kehidupan sehari-hari misalnya, ada awal kuliah ada akhir kuliah, tetapi besok ada kuliah lagi, jadi awal akhir yang mana, semuanya benar. Maka dari itu, hidup itu siklik, dan linear menurut bumi mengelilingi matahari. semua hal di dunia ini siklik, berulang. Senin bertemu senin. Tetapi tidak pernah sama, senin tanggal sekian bulan sekian, tahun sekian tidak akan pernah terulang lagi. kemudian awal dan akhir itu hubungannya sebab akibat, akhir itu akibat ada awal, sehingga akhir yang baik tentu akan cenderung diawali dengan awal yang baik pula. Oleh karena itu, kita harus selalu mengawali suatu kegiatan atau dengan baik agar hasilnya pun juga baik.

    ReplyDelete
  40. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017


    Pada elegi ini, memberi tahu bahwa awal itu tidak dapat kita tentukan secara absolut. Karena sifatnya relatif. Awal tergantung dengan pemikiran masing-masing. Setiap hal pasti ada awalan. Tidak tahu kapan awal dimulai, karena awal sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Sehingga awal tersebut sesungguhnya adalah keputusan masing-masing.

    ReplyDelete
  41. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Mendefinisikan kata ‘awal’ tentu saja bukan perkara yang mudah. 'Awal' sebagaimana kata ‘besar’, ‘kecil’, ‘jauh’, ‘dekat’, dan ‘cinta’, sangat sulit untuk didefinisikan, atau bahkan tidak dapat didefinisikan, namun bisa diterima dan dipahami. Sekalipun ada yang mendefinisikan, tentu antara yang satu dan yang lain bisa jadi berbeda. Namun dari elegi menggapai awal ini, salah satu hal yang dapat saya pahami adalah awal itu relatif terhadap ruang dan waktu, segala sesuatu bisa saja disebut 'awal' pada ruang dan waktu yang tepat. Sebagai contoh dalam sebuah pembelajaran di kelas, awalnya akhir adalah guru mengajak siswa untuk do’a sebelum pulang. Berdoa sebelum pulang merupakan akhir dari sebuah proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  42. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Awal?
    Benar sekali, awal itu keputusan
    Tapi buka lagi awal jika sudah berbeda ruang dan waktu

    ReplyDelete
  43. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Awal suatu kata yang selalu berhubungan dengan baru. Namun dalam elegy ini saya mendapat banyak informasi akan suatu hal yang sepertinya tidak kontradiksi namun ternya bersifat kontradiktif. Dan itu semua adalah pendapat dari manusia itu sendiri. Saya jadi paham mengapa bapak selalu menyebutkan belajar filsafat dengan cara membangun filsafat mu sendiri dengan pondasi bacaan-bacaan yang disediakan.
    Terimakasih pak atas pemahaman yang sudah bapak berikan dalam elegy menggapai awal ini.

    ReplyDelete
  44. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Kamu adalah awal. Ya, aku pun adalah awal. Kita sama-sama awal di ruang dan waktu masing-masing. Tidak ada pun awal, menurut ruang dan waktunya. Ada pun awal menurut ruang dan waktunya.
    "... jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu""
    Awal adalah keputusan kita dalam melihat. Awal adalah perspektif dalam ruanh dan waktu.

    ReplyDelete
  45. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Awal, kata yang sering terucap tetapi setelah dipikir-pikir ternyata sulit juga menjelaskan tentang awal. Ternyata banyak penjelasan tentang awal. Awal dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Dari berbagai sudut pandang pun tidak dapat ditentukan mana yang paling benar dalam menjelaskan tentang “awal”. Semua itu karena manusia dekat dengan kontradiksi. Dengan kontradiksi tersebut justru mengakui bahwa “awal” dapat dijelaskan dengan berbagai macam pandangan.

    ReplyDelete
  46. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2

    Awal bersifat kontradiktif. Bisa jadi sesuatu hal yang sama disebut awal atau bukan awal.
    Awal dalam elegi ini mewakili sifat determinis, yang mampu menghakimi sesuatu itu merupakan awal atau bukan awal.

    ReplyDelete
  47. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Terima kasih Prof untuk ilmu yang sudah diberikan. Sebelum membaca isi postingan ini, saya berpikir bahwa awal hanya terkait dengan urutan suatu bilangan. Begitu dahsyatnya dan kayanya kata awal dalam sudut pandang filsafat. Saya sangat bersyukur memiliki kesempatan untuk mempelajari awal itu sendiri. Bagi saya apapun awal yang ada, sejatinya didahului dengan kesadaran dalam berperilaku. Layaknya awal pengambilan keputusan, yang dapat saya maknai dengan suatu awal datangnya perubahan dalam hidup atas keputusan yang telah diambil.

    ReplyDelete
  48. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B 2017

    Assalamu'alaikum war wab
    Menurut saya awal adalah niat, karena semuanya berawal dari niat. Ketika membaca elegi ini, saya teringat teka teki lucu yang sering atau mungkin sudah lazim di dengar banyak orang yaitu mana yang lebih awal muncul telur atau ayam? Ada yang menjawab telur ada pula yang menjawab ayam dengan didukung alasan masing-masing. Apapun itu awal sangat diperlukan, karena jika tidak ada awal maka tidak ada pula akhir. Semoga kita ber'awal' dengan niat yang baik :)

    ReplyDelete
  49. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Elegi diatas menjelaskan bahwa awal itu sangat relatif. Semua tergantung dari sudut pandang orang yang memaknainya. Apalagi segala sesuatu yang bersentuhan dengan ruang dan waktu itu berubah, maka berubah dan berbeda pula setiap orang mendefinisikan awal. Relatif adalah berkaitan darimana kitamelihat sesuatu. Awal adalah kontradiksi, ada dan mungkin ada di dalam pikiran manusia dan sebenar benarnya awal adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  50. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Ada awal ada akhir, setiap yang memiliki awal akan bertemu akhir. Konsep awal dan kahir ada karena waktu, setiap yang terikat watu itu memiliki awal dan akhir. Sejalan dengan waktu, ada banyak sekali awal dan akhir. Sehingga awal itu adalah segala hal yang ada dan mungkin ada. Awal adalah suatu misteri bagi manusia, karena awal itu dari waktu, sedangkan manusia itu hanya memiliki sedikit waktu. Waktu itu bergantung ruang sehingga awal itu bergantung ruang, sehingga awal ada di berbagi tempat di seluruh alam.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  51. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Kata awal adalah sesuatu yang sensitif, menurut saya. Bagi manusia yang mengakui Tuhan, segala sesuatu itu berawal dari Tuhan dimana hanya Tuhan yang sepenuhnya tahu, sedangkan bagi manusia yang belum/ tidak mengakui Tuhan, segala sesuatu bersifat material sehingga mempunyai awal dan akhir (yang tidak ada hubungannya dengan Tuhan). Menurut saya, definisi konsep 'awal' pada masing-masing orang dapat dilihat dari definisinya terhadap penciptaan alam semesta. Dari mana alam semesta tercipta dan bagaimana alam semesta diciptakan karena segala sesuatu yang ada di sekitarku adalah subset dari alam semesta yang multidimensional. Memang sulit dipahami dan dijelaskan dengan akal pikiran manusia mengenai awal dari segala sesuatu. Kita sebagai manusia hanya bisa berdefinisi dan mengandai-andaikan kapan sebenarnya 'awal' itu, apa sebenarnya 'awal' itu.

    ReplyDelete
  52. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. setiap situasi yang berbeda memiliki awal. Kelahiran ke dunia juga merupakan awal. Bagi saya, awal adalah keniscayaan. Mustahil kita hidup tanpa suatu awalan. Abjad memiliki awal. Huruf memiliki awal. Hidup memiliki awal. Waktu memiliki awal. Sakit memiliki awal. Bahagia memiliki awal. Tangisan memiliki awal. Rindu memiliki awal. Namun semua itu tak akan berarti tanpa kehadiran yang kekal. Suatu zat yang tidak berawal dan tidak berakhir yaitu Allah SWT. Bagi saya, kita tidak perlu menggapai awal, sebab awal telah menggapai kita bahkan sebelum kita menyadarinya.

    ReplyDelete
  53. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang terjadi di dunia ini, menurut saya, merentang antara awal dan akhir, serta dapat menjadi awal dan dapat menjadi akhir. Artinya awal itu bersifat relatif, tergantung bagaimana sudut pandangnya. Kita bisa saja mengatakan kelahiran seseorang di dunia ini merupakan awal dari perjalanan hidup, namun disisi lain dapat juga dipahami bahwa itu sebenarnya adalah akhir dari kehidupan di alam sebelumnya (kandungan).Begitupun dengan kehidupan di dunia ini, kematian bisa disebut akhir namun juga menjadi awal. Akhirnya kehidupan di dunia, dan awalnya kehidupan akhirat.

    ReplyDelete
  54. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Awal memiliki definisi masing-masing dari setiap subjek yang mendifinisikannya. Maka pada elegi ini dikatakan bahwa awal adalah keputusan setiap individu yang mendifinisakan awal itu sendiri. Sehingga awal bersifat kontradiksi, karena awal menurut saya belum tentu sama awal menurut yang lainnya. Itulah awal menurut manusia. Sedangkan sebenar-benar awal yang hakiki adalah awal yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  55. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Analitik mendeskripsikan awal sebagai pre-assumption, Pengalaman menggambarkan awal sebagai kesadaran, Sintetik beranggapan bahwa awal adalah subyek, sedangkan Vitalitas berpendapat bahwa awal adalah potensi. Takdir, Permulaan, Tidak Ada, dan Definisi menjelaskan makna awal adalah diri mereka sendiri. Lantas awal menggangap dirinya sebagai kontradiksi karena ia bersifat kontradiktif karena deskripsi diri awal yang sekarang dan yang kemudian mungkin berbeda.

    ReplyDelete
  56. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Segala sesuatu berawal dari keputusan. Aku menjadi guru, berawal dari keputusanku untuk menjadi guru. Aku juga ada berawal dari keputusan ibuku memilih ayahku sebagai suami. Dunia ini segalanya ada berawal dari keputusan absolut Tuhan yang adalah awal dan sekaligus akhir.
    Dari elegi ini aku belajar untuk menghargai sebuah awal, dan tidak sebarangan membuat keputusan, sebab setiap keputusan, pilihan yang diambil, mengandung konsekuensinya masing-masing.

    ReplyDelete
  57. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa awal merupakanpintu gerbang menuju sesuatu, seperti pemikiran para filsuf dalam berfikir dimulai dari hal yang sangat awal. Immanual Kant telah memberikan contoh bagaimana proses berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, dari hasil pemikiran filsuf muncul pemikiran baru yang sangat bijak dan luas cakupannya. Kami memahami bahwa perkembangan filsafat pada awal kelahirannya tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan (ilmu) pengetahuan yang munculnya pada masa peradaban kuno. Semoga kami bisa mendaatkan dan memanfaatkan awalan yang baik dalam menuntut dan menerapkan ilmu. Amin

    ReplyDelete
  58. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Hal yang menarik dari elegi ini adalah manakala permulaan mendefinisikan awal sebagai permulaan dan permulaan sebagai awal. Sebagaimana juga dilakukan oleh definisi. Penjelasan yang dilakukan oleh permulaan dan definisi pada akhirnya hanya menciptakan sebuah pemaknaan yang berputar terus menerus, sehingga tidak mendapatkan sebuah kesimpulan. Dalam elegi ini disebut sebagai lingkaran setan. Tanpa kita sadari terkadang dalam keseharian kita, kita masih terjebak lingkaran setan seperti itu. Dimana kita mengalami kesulitan dalam memberikan makna dari suatu kata, yang pada akhirnya kita hanya memberikan penjelasan yang berputar-putar.

    ReplyDelete
  59. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Ternyata banyak sekali makna dari kata awal itu sendiri sesuai dengan imbuhan yang ada pada kata awal itu sendiri. Seperti yang telah ada di elegi itu, bahwa setiap awalan manusia adalah takdir yang terpilih, karena pada manusia diciptakan dengan takdir yang tak bisa dirubah. Setiap permulaan (mengawali) akan sebuah hal, maka bermakna akan mengakhiri sesuatu hal yang lainnya. Seriap manusia yang akan melakukan sebuah tindakan, pasti diawali dengan sebuah pikiran akan baik buruknya sebuah tindakan itu. Jika ada awalan maka pasti ada akhiran.

    ReplyDelete
  60. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Awal itu bersifat kontradiksi, karena awal yang aku ucapkan sekarang berbeda dengan awal yang aku sebutkan saat ini. Awal dimulai dari keputusan, misalkan kita memutuskan untuk berubah, maka keputusan itulah yang menjadi awal perubahan kita. Setiap awalan harus selalu diiringi dengan niat yang baik sehingga akan membawa kebaikan dalam langkah berikutnya sesuadah awalan.

    ReplyDelete
  61. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari elegi menggapai awal ini saya setuju dengan pernyataan bahwa awal adalah keputusan. Awal dari segala hal yang kita lakukan adalah apa yang kita putuskan menjadi awal. Sehingga untuk memudahkan kita dalam menentukan awal adalah dengan memutuskan/ memilih apa yang hendak kita jadikan awal itu sendiri. Jika kita runut awal itu secara terus menerus maka kita tidak akan pernah bisa merunutnya secara detail atau tuntas karena keterbatasan kemampuan kita. Namun, yangharus kita yakini adalah awal dari semua yang ada dan yang mungkin ada adalah keputusan Tuhan, dan Tuhan sendirilah awal, yang kekal dan abadi, Dialah causa prima.

    ReplyDelete
  62. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. awal itu pertama kalinya dimulai suatu hal, waktu ketika suatu hal dimulai. Awal itu relatif bergantung siapa yang mengatakan. Misalnya, ada siswa yang biasa datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai, kemudian suatu ketika ia datang lebih pagi dari biasanya maka ia akan mengatakan aku datang lebih awal. Padahal menurut siswa lain belum tentu juga karena siswa lain itu datang lebih pagi lagi. Awal itu relatif bergantung konteksnya.

    ReplyDelete
  63. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Tidak ada definisi yang pasti tentang awal. Dalam elegi tersebut dikatakan bahwa engkau semua (Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, Vitalitas) itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Maka definisi awal menjadi sangat relatif.

    ReplyDelete
  64. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Orang yang mempercayai agama adalah orang yang mempercayai adanya awal. Orang-orang tersebut merupakan kaum foundationalism. Di dunia ini banyak sekali hal yang mempunyai awal, sebagai contoh guru mengawali pembelajaran dengan membaca doa, awal perkuliahan filsafat adalah dengan kesepakatan tentang elegi, pernikahan diawali dengan ijab dan kabul, dan lain sebagainya. Banyak orang yang merupakan kaum foundationalism, namun di sisi lain kaum foundationalism ini juga merupakan bagian dari antifoundationalism, sesuatu yang tidak berawal misalnya adalah intuisi panjang dan pendek. Sejak kapan manusia mengenal intuisi panjang dan pendek? Sejak kapan manusia mengenal intuisi lama dan sebentar? Kita tidak tahu jawabannya. Sehingga awal adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  65. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Awal adalah suatu permulaan. Awal adalah akibat dari suatu keputusan. Dengan kata lain awal ada karena kita telah memutuskannya menjadi awal. Setelah diputuskan, maka saat itu merupakan awal dari apa yang telah diputuskan. Namun awal juga merupakan takdir Tuhan. Maka sebenar-benar awal adalah keputusan Tuhan. Agar awal menjadi kebaikan, maka kita harus mengawali awal dengan berdoa.

    ReplyDelete
  66. Elegi Menggapai Awal
    https://powermathematics.blogspot.co.id/2010/07/elegi-menggapai-awal.html
    Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan elegi yang Prof. tulis ini, saya belajar untuk lebih menghargai sebuah awal atau permulaan dan tidak gegabah dalam membuat keputusan, karena setiap keputusan, pilihan yang diambil akan ada konsekuensinya masing-masing. Dunia ini segala sesuatunya berawal dari keputusan absolut Tuhan yang adalah awal dan sekaligus akhir. Awal Tuhan menciptakan dunia ini dan mengatur segala sesuatunya dengan sangat rapi dan indah jika kita dapat memaknainya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  67. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Awal memiliki berbagai macam definisi. Kita bisa mendefinisikan awal dalam ruang sebagai kejadian, selanjutnya, kita bisa mendefinisikan awal dalam waktu yaitu permulaan. Maka awal adalah permulaan atas kejadian, namun pikiran yang mampu mengehendaki permulaan atas kejadian apa yang ingin kita laksanakan.

    ReplyDelete
  68. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Objek maupun subjek yang ada dan yang mungkin dari ruang dan waktu sama-sama berusaha menggapai awal. Awal adalah start, artinya dimulai membangun dari nol, dan nol menandakan netral dari baik dan buruk. Objek objek dalam menggapai awal harus mampu menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  69. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Awal adalah usaha dari manusia, ikhtiar untuk selalu menjadi permulaan menjadi penting, karena untuk menjadi mengada danpengada diperlukan awal. Awal ada ketika sudah dilewati setelahnya, baik menuju akhir atau akhir sendiri. Pada hakekatnya tidak ada yang benar-benar awal dan akhir, semua berbatas ruang dan waktu

    ReplyDelete
  70. ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Beginning have diverse definition when viewed from the perspective of different. I think when we studying, the first activities from us is pre-Assumption is commonly known by the people. For example we do not need to mention what is the definition of a chair because indirectly we have to understand what the chair. Beginning can also be interpreted as awareness or decision, because whatever steps we take in life always begins with self-awareness and decision

    ReplyDelete
  71. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Menurut saya, maksud dari elegi ini adalah segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada Awal dan Akhir.Hanya Allah SWT yang tidak berawal dan tidak berakhir, Dia la Allah yang kekal selamanya. Sementara manusia misalnya apabila sekarang hidupnya diawali dengan kesenangan pasti suatu hari kesenangannya akan bertemu dengan akhir ketika yang Maha memberi mengambilnya, demikian sebaliknya kalau sekarang ia merasa hidupnya sempit suatu saat juga akan berakhir karena kesabaran, usaha dan doa yang tiada henti, sehingga yang Maha pemberi mengeluarkannya dari kesulitan hidup

    ReplyDelete
  72. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B


    Elegi diatas menjelaskan bahwa awal itu sangat relatif. Semua tergantung dari sudut pandang orang yang memaknainya. Apalagi segala sesuatu yang bersentuhan dengan ruang dan waktu itu berubah, maka berubah dan berbeda pula setiap orang mendefinisikan awal. Hubungan awal dan akhir adalah hubungan yang tidak dapat dipisahkan, awla dan akhir memang suatu yang relaitif. begitupun dengan senang dan sedih yang selalu berdampingan seperti halnya dengan awal dan akhir karena awl dan akhir tergantung manusia memandang dan manusia ada dalam keadaan itu. Awal adalah kontradiksi, ada dan mungkin ada di dalam pikiran manusia dan sebenar benarnya awal adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  73. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Awal adalah keputusanmu. Artinya sebagai manusia kita memiliki kewenangan untuk memilih awal bagi kita. Artinya awal ialah sesuatu yang relatif karena kita sendiri yang menentukan awal kita. Tetapi sebenar-benar awal ialah kewenangan Allah SWT. Maka yang dapat manusia lakukan adalah mengusahakan sebaik mungkin untuk awal yang baik. Karena dengan awal yang baik juga dapat mempengaruhi akhir kita. Karna awal yang baik akan memudahkan kita melalui proses hidup ini.

    ReplyDelete
  74. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menurut KBBI, awal adalah permulaan atayu jauh sebelum waktu ditentukan. Namun, pada elegi ini permulaan mendefinisikan awal sebagai permulaan dan permulaan sebagai awal. Sebagaimana juga dilakukan oleh definisi. Penjelasan yang dilakukan oleh permulaan dan definisi pada akhirnya bentuk terjemah dan penerjemahan yang terus menerus berputar hingga tidak mendapatkan sebuah kesimpulan. Tetapi dapat kita lihat juga bahwa hermeneutika awal akan menjadi beragam sesuai waktu dan ruang yang mengikatnya sehingga sifatnya menjadi sangat relatif. Analitik menyatakan bahwa awal sebagai pre-assumption, Pengalaman beranggapan awal sebagai kesadaran, Sintetik menganggap pula bahwa awal adalah subyek, sedangkan Vitalitas berpendapat bahwa awal adalah potensi. Selain itu Takdir, Permulaan, Tidak Ada, dan Definisi menjelaskan makna awal adalah diri mereka sendiri, dari sudut pandang dan penilaian mereka masing-masing. Wallahu'alam bishowab

    ReplyDelete
  75. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Penentuan awal tergantung dari sudut pandang seseorang. Tergantung pula ruang dan waktu. Yang terpenting adalah menjadikan awal sebagai patokan lahirnya suatu kebaikan dan kebiasaan baik karena mengawali suatu hal yang baik merupakan bagian yang sulit.

    ReplyDelete
  76. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Awal adalah sesuatu yang relatif. Awal bisa berbeda dari orang satu dengan orang yang lain. Awal bisa berbeda di setiap konteks. Awal itu juga kontradiksi jika saat sesuatu yang berakhir merupakan awal sesuatu yang baru. Misalnya akhir kita di alam kandungan merupakan awalkehidupan di muka bumi.

    ReplyDelete
  77. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Awal sesungguhnya dari hidup manusia adalah ketika ia terpilih oleh Tuhan untuk berada di dunia ini. Akan tetapi dalam menjalankan kehidupannya di dunia maka awal adalah hasil dari memilih. Awal dari mencari ilmu adalah ketika ia memilih untuk bertanya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  78. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sepamahaman saya segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada Awal dan Akhir. Dari elegi di atas banyak persepsi mengenai definisi awal, yaitu permulaan, pre-assumption, kesadaran, subjek, potensi, dan keputusan. Namun perlu diingat bahwa di dunia ini ada yang mengawali atau menciptakan alam semesta ini, yaitu Al-Khaliq Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang diungkapkan di atas “Aku yakin bahwa ‘awal’ itu ‘ada’. Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.”

    ReplyDelete
  79. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ketika ada awal, pasti ada akhir. Kita hidup di duia ini dimulai dari suatu permulaan yang dikatakan sebagai awal dan akhiran sebagai akhir dari kehidupan di dunia ini. Pada hakikatnya, jika tidak ada awalan maka tidak ada pula akhiran. Hal ini terlihat dari ketika kita tidak memulai sesuatu maka sesuatu tersebut tidak akan pernah terjadi sehingga akhiranpun tidak akan ada. Oleh karenanya biar sesuatu itu memiliki kahiran, kita sebagai manusia harus berani untuk mengawali sesuatu. Ketika sesuatu sudah di mulai maka lanjutkan hingga akhir walaupun memang ada beebrapa cobaan dalam menjalaninya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  80. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Manusia saling berhubungan dengan satu sama lain. Kita melihat ada hubungan hukum kodrat dan hukum positif yang saling berhubungan karena keabsahan social menempatkan hukum positif dalam kodrat manusia, artinya produk hukum positif hanya sah kalau sesuai dengan tuntunan-tuntunan dasar dan kecenderungan kodrati manusia. Berawal dari Pendapat hukum kodrat bahwa manusia dibangun dengan berbagai struktur social, hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, beserta kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam hukum kodrat. Tiga kelemahan mendasar hukum kodrat adalah kekaburan paham kodrat, dualism metodis dan masalah kepastian.

    ReplyDelete
  81. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    awal itu dimulai dari keputusan. keputusan yang diambil akan menentukan bagaimana proses dan berakhirnya hasil dari keputusan yang diambil.

    ReplyDelete
  82. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    menurut saya awal adalah sesuatu permulaan dari kejadian yang ada, tetapi awal juga bisa merupakan akhir dari sesuatu yang telah terjadi. Itu bergantung pada konteks tertentu. Jika bagi bayi itu bisa diartikan awal dari kelahirannya, awal kehidupannya namun berbeda hal dengan seorang dewasa yang baru putus cinta, awal merupakan hal yang baru dari kejadian yang telah berakhir.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  83. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam kehidupan ini ada awal dan tentunya ada akhir pula. Dimana dahulu dunia ini diciptakan dan tentunya kelak ada saatnya dunia ini berakhir. Seperti setiap ada pertemuan pastilah akan ada perpisahan. yang ada mungkin tidak ada itulah filsafat. Oleh karena itu, pergunakanlah waktu yang kita miliki dengan sesuatu yang bermanfaat. Niat yang baik dan ikhtiar yang kita lakukan insya Allah akan menghantarkan kita pada tujuan yang kita harapkan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  84. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Awal itu bersifat kondradiktif. Sesuatu yang saat ini kita sebut sebagai awal. Belum tentu di waktu berikutnya juga akan kita sebut sebagai awla. Sehingga awal itu tergantung ruang dan waktu. Misal mandi merupakan awal untuk memulai aktivitas pagi. Namun di lain waktu makan merupakan awal untuk memulai aktivitas pagi. Terimakasih

    ReplyDelete
  85. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Awal adalah kontradiksi yanh bersifat kontradiktif. Apabila saat ini adalah awal belum tentu besok sebagai awal, mungkin berlainan. Sebagai contoh pada waktu yang sama, saat ini bagimu awal untuk tidur, tapi belum tentu orang lain memiliki keputusan yang sama. Bisa saja orang itu pada saat ini baginya awal untuk belajar. Jadi awal merupakan keputusan yang kamu ambil dalam menjalankan sesuatu.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  86. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Awal, setiap orang pasti sudah familiar dengan kata ini, tapi coba jika tanyakan satu persatu dari mereka, apakah awal itu? Pasti jawaban dari mereka bermacam-macam tergantung dengan sudut pandang mereka. Hal ini juga yang dituliskan Pof Marsigit dalam tulisannya di blog ini. Masing-masing mengartikan awal berbeda-beda, ada yang mengartikan sebagai permulaan, ada, definisi, pre-assumption yang berarti anggapan awal yang ada sebelum definisi, kesadaran, subyek, potensi. Semua itu tidak dapat disalahkan, meskipun kita mempunyai cara pandang sendiri mengenai awal karena ini adalah mengenai keputusan kita masingmasing.

    ReplyDelete
  87. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  88. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bisimillah,
    Dari elegi yang Prof tulis, ketika ditanyakan apakah awal itu?masih-masing memiliki jawabannya sendiri-sendiri. Analitik mengartikan awal sebagai “anggapanawal”. Pengalaman mengartikan awal sebagai “kesadaranku”. Sintetik mengartikan awal sebagai “subjek”. Vitaslitas mengartikan awal sebagai “potensi”. Sedangkan, permulaan, tidak ada, definisi, dan takdir mengartikan awal sebagai dirinya sendiri. Hal ini menarik untuk saya, apabila permulaan, tidak ada, definifi, dan takdir adalah awal maka awal adalah permulaan tidak ada, definisi, dan takdir. Jawaban ini hanya berputar-putar dan tidak memperoleh sebuah kesimpulan, dan dalam elegi di atas Prof menyebutkannya sebagai lingkaran setan.

    ReplyDelete
  89. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  90. Farisa Yunilasari
    15301241025
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Dari elegi menggapai awal di atas saya setuju dengan pernyataan bahwa awal adalah keputusan. Karena ketika kita memutuskan suatu keputusan, itu berarti kita mengawalinya atau memulainya. Sehingga untuk memudahkan kita dalam menentukan awal adalah dengan memutuskan/ memilih apa yang hendak kita jadikan awal itu sendiri. Namun perlu diingat bahwa di dunia ini ada yang mengawali atau menciptakan alam semesta ini, yaitu Alloh SWT .

    ReplyDelete
  91. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Suatu hal yang menarik bagi saya dalam elegi ini terletak pada paragraf paling akhir ketika Awal mengatakan “Karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah ‘awal’ jika aku definisikan bahwa ‘awal’ adalah ‘keputusanmu’. Amiin.”
    Dari penggalan paragraf tersebut saya kembali disadarkan bahwa setiap keputusan yang saya ambil akan membawa suatu “awal” di tiap bagian hidup saya. Seperti ketika saya memutuskan untuk bangun di pagi hari, maka keputusan tersebut menjadi awal bagi saya untuk beraktivitas dan berjuang di hari itu. Contoh lain ketika saya memutuskan untuk memilih program studi Pendidikan Matematika, maka keputusan tersebut menjadi awal bagi saya untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pendidik matematika. Akan tetapi, “awal” bukanlah awal jika tidak ada kelanjutannya. Sehingga untuk setiap awal akibat dari keputusan yang saya ambil, harus selalu ada tindak lanjut untuk mengusahakannya.

    ReplyDelete
  92. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Terimakasih prof, elegi ini sungguh menambah pengetahuan saya. Saya hanya mengetahui bahwa makna awal merupakan permulaan, namun ternyata makna awal sungguh sangatlah beragam, sesuai dari sudut pandang mana kita melihat.
    Saya setuju bahwa awal adalah keputusan. Karena jika ada suatu awalan tanpa kita memutuskan untuk berusaha menggapai awal tersebut maka itu tidak dapat dikatakan sebagai awal.

    ReplyDelete
  93. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007

    Dari elegi ini, yang saya dapat pahami adalah bahwa definisi awal setiap orang itu berbeda. Definisi awal yang berbeda tergantung pada sudut pandang orang yang memaknainya. Saya tertarik dengan kalimat yang menyatakan bahwa definisi awal itu tergantung dengan keputusan setiap individu. Awal dari perjalanan hidup sebenarnya tergantung dengan keputusan yang di ambil setiap individu. Keputusan memilih salah satu jalan dalam kehidupan merupakan titik awal dari kehidupan orang tersebut.

    ReplyDelete
  94. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Awal adalah permulaan, ya ini yang saya ketahui sebelum membaca elegi menggapai awal. Namun setelah membacanya ternyata awal memiliki berbagai arti dari berbagi sudut pandang yang ada. awal bisa berarti permulaan, definisi, subjek, kedadaran dan potensi. Awal adalah keputusan yang bisa diartikan bahwa awal dari segala sesuatu adalah hasil dari sebuah keputusan.

    ReplyDelete
  95. Aji Pangestu
    15301241009
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Berdasarkan elegi menggapai awal ini, setiap orang mendefinisikan awal berbeda-beda menurut sudut pandang masing-masing. Setiap orang akan mempercayai definisinya sendiri, karena mereka memiliki pandangan sendiri yang mereka anggap benar. Maka dari itu, awal adalah keputusan. Awal dari pilihan setiap individu dipandang dari keputusan yang diambil dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  96. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015

    Berdasarkan elegi di atas, menurut saya awal memiliki definisi yang berbeda bagi setiap individu, semua itu bergantung pada dimensi ruang dan waktu. Awal merupakan intuisi yang dapat diterjemahkan berbeda oleh setiap orang

    ReplyDelete