Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Awal

Oleh Marsigit

Awal:
Siapa yang dapat menjawab pertanyaanku? Apakah awal itu?



Takdir
Bagiku “awal” adalah takdir. Tuhan telah menciptakan “awal” dari semua kehidupan ini.

Permulaan:
Bagiku awal adalah permulaan. Maka setiap awal adalah permulaan.

Awal:
Wahai permulaan, lalu apakah yang dimaksud dengan “permulaan”

Permulaan:
Bagiku “permulaan” adalah “awal”.

Awal:
Itulah yang disebut lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “awal” dengan “permulaan” dan mendefinisikan “permulaan” dengan “awal”. Maka aku tidak mempercayaimu.

Tidak Ada:
Bagiku “awal” itu tidak ada. Apapun engkau sebut sebagai awal maka selalu ada hal atau peristiwa yang mendahului. Maka bagiku “awal” itu tidak ada.

Awal:
Wahai “tidak ada” bukankah engkau telah menyebut bahwa “awal” itu tidak ada. Maka itulah kesimpulanmu bahwa “awal” adalah “tidak ada”. Artinya engkau telah mengakui bahwa sebetulnya ada awal, yaitu “tidak ada”.

Tidak Ada:
Jika diriku yaitu “tidak ada” adalah awal bagaimana aku bisa menjelaskannya.

Awal:
Tanyakan saja kepada Immanuel Kant. Dia telah bisa membuktikan menggunakan bahasa sintetiknya bahwa “awal” dan “tidak ada awal” kedua-duannya benar atau kedua-duanya salah.

Ada:
Bagiku "awal" adalah "ada".

Awal:
Wahai "ada", jelaskan bahwa "awal" itu "ada".

Ada:
Itu adalah keyakinanku. Aku yakin bahwa "awal" itu "ada". Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.

Awal:
Keyakinanmu sama juga dengan keyakinanku. Tetapi di sini aku tidak hanya memerlukan keyakinan, tetapi juga pemikiran. Maka jelaskan keyakinanmu itu pada kesempatan yang lainnya.

Definisi:
Bagiku awal adalah definisi. Maka segala ilmuku itu aku mulai dengan definisi.

Awal:
Berikan contohnya?

Definisi:
Kursi adalah tempat duduk.

Awal:
Wahai definisi, bagaimana engkau bisa mendefinisikan duduk?

Definisi:
Duduk adalah keadaan berada di atas kursi.

Awal:
Itulah yang disebut sebagai lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “kursi” dengan “duduk”, kemudian mendefinisikan “duduk” dengan “kursi”. Maka engkau tidak dapat dipercaya. Artinya menurutku engkau itu bukan definisi.

Analitik:
Kenalkan aku adalah analitik. Menurutku "awal" adalah "pre-assumption"

Awal:
Apakah yang dimaksud "pre-assumtion"?

Analitik:
Pre-assumption adalah anggapan awal. Dia lebih awal dari definisi. Dia yang lazimnya sudah diketahui oleh banyak orang.

Awal:
Berikan contohnya?

Analitik:
Bagi percakapan sehari-hari maka aku tidak perlu mendefinisikan "kursi". Karena menurut anggapanku semua orang yang termasuk kategori wajar-wajar, atau orang pada umumnya telah mengetahui apa itu kursi.

Awal:
Apa peranan dalam membangun ilmu pengetahuan.

Analitik:
Pre-assumption disebut juga sebagai unsur-unsur primitif dalam setiap pengetahuan. Dia adalah unsur-unsur yang cukup hanya dianggap diketahui begitu saja dan tidak perlu ditanyakan.

Awal:
Contoh kongkritnya?

Analitik:
Dalam matematika misalnya, kita tidak perlu mendefinisikan apa yang disebut sebagai "anggota", "membilang", "bangun", "sama dengan", "urut", "definisi". Maka dalam percakapan sehari-hari juga kita tidak perlu mendefinisikan "adalah".

Pengalaman:
Kenalkan aku adalah pengalaman. Bagiku "awal" adalah "kesadaranku". Maka segala macam pengalamanku bermula dari "kesadaranku".

Sintetik:
Kenalkan aku adalah sintetik. Bagiku "awal" adalah "subyek". Subyek adalah segala-galanya. Jika tikad ada "subyek" maka tidak adalah "predikat". Jika tidak ada subyek dan predikat maka tidak ada sintetik.

Vitalitas:
Kenalkan aku adalah vitalitas. Vitalitas adalah fakta hidupku. Bagiku "awal" adalah "potensi". Tiadalah vitalitas diriku jika tidak ada potensi diriku.

Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, Vitalitas:
Wahai awal, berikan penjelasan kepada diriku agar aku menjadi lebih terang?

Awal:
Perkenankanlah aku juga ingin menyampaikan pemikiranku. Bagiku "awal" adalah "kontradiksi". Aku sendiri bersifat kontradiktif. Jika aku katakan engkau bukan “awal” itu adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan. Karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Amiin.

30 comments:

  1. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Analitik mendeskripsikan awal sebagai pre-assumption, Pengalaman menggambarkan awal sebagai kesadaran, Sintetik beranggapan bahwa awal adalah subyek, sedangkan Vitalitas berpendapat bahwa awal adalah potensi. Takdir, Permulaan, Tidak Ada, dan Definisi menjelaskan makna awal adalah diri mereka sendiri. Lantas awal menggangap dirinya sebagai kontradiksi karena ia bersifat kontradiktif karena deskripsi diri awal yang sekarang dan yang kemudian mungkin berbeda.

    ReplyDelete
  2. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Segala sesuatu berawal dari keputusan. Aku menjadi guru, berawal dari keputusanku untuk menjadi guru. Aku juga ada berawal dari keputusan ibuku memilih ayahku sebagai suami. Dunia ini segalanya ada berawal dari keputusan absolut Tuhan yang adalah awal dan sekaligus akhir.
    Dari elegi ini aku belajar untuk menghargai sebuah awal, dan tidak sebarangan membuat keputusan, sebab setiap keputusan, pilihan yang diambil, mengandung konsekuensinya masing-masing.

    ReplyDelete
  3. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menyadari bahwa awal merupakanpintu gerbang menuju sesuatu, seperti pemikiran para filsuf dalam berfikir dimulai dari hal yang sangat awal. Immanual Kant telah memberikan contoh bagaimana proses berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya, dari hasil pemikiran filsuf muncul pemikiran baru yang sangat bijak dan luas cakupannya. Kami memahami bahwa perkembangan filsafat pada awal kelahirannya tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan (ilmu) pengetahuan yang munculnya pada masa peradaban kuno. Semoga kami bisa mendaatkan dan memanfaatkan awalan yang baik dalam menuntut dan menerapkan ilmu. Amin

    ReplyDelete
  4. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Hal yang menarik dari elegi ini adalah manakala permulaan mendefinisikan awal sebagai permulaan dan permulaan sebagai awal. Sebagaimana juga dilakukan oleh definisi. Penjelasan yang dilakukan oleh permulaan dan definisi pada akhirnya hanya menciptakan sebuah pemaknaan yang berputar terus menerus, sehingga tidak mendapatkan sebuah kesimpulan. Dalam elegi ini disebut sebagai lingkaran setan. Tanpa kita sadari terkadang dalam keseharian kita, kita masih terjebak lingkaran setan seperti itu. Dimana kita mengalami kesulitan dalam memberikan makna dari suatu kata, yang pada akhirnya kita hanya memberikan penjelasan yang berputar-putar.

    ReplyDelete
  5. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Ternyata banyak sekali makna dari kata awal itu sendiri sesuai dengan imbuhan yang ada pada kata awal itu sendiri. Seperti yang telah ada di elegi itu, bahwa setiap awalan manusia adalah takdir yang terpilih, karena pada manusia diciptakan dengan takdir yang tak bisa dirubah. Setiap permulaan (mengawali) akan sebuah hal, maka bermakna akan mengakhiri sesuatu hal yang lainnya. Seriap manusia yang akan melakukan sebuah tindakan, pasti diawali dengan sebuah pikiran akan baik buruknya sebuah tindakan itu. Jika ada awalan maka pasti ada akhiran.

    ReplyDelete
  6. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Awal itu bersifat kontradiksi, karena awal yang aku ucapkan sekarang berbeda dengan awal yang aku sebutkan saat ini. Awal dimulai dari keputusan, misalkan kita memutuskan untuk berubah, maka keputusan itulah yang menjadi awal perubahan kita. Setiap awalan harus selalu diiringi dengan niat yang baik sehingga akan membawa kebaikan dalam langkah berikutnya sesuadah awalan.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari elegi menggapai awal ini saya setuju dengan pernyataan bahwa awal adalah keputusan. Awal dari segala hal yang kita lakukan adalah apa yang kita putuskan menjadi awal. Sehingga untuk memudahkan kita dalam menentukan awal adalah dengan memutuskan/ memilih apa yang hendak kita jadikan awal itu sendiri. Jika kita runut awal itu secara terus menerus maka kita tidak akan pernah bisa merunutnya secara detail atau tuntas karena keterbatasan kemampuan kita. Namun, yangharus kita yakini adalah awal dari semua yang ada dan yang mungkin ada adalah keputusan Tuhan, dan Tuhan sendirilah awal, yang kekal dan abadi, Dialah causa prima.

    ReplyDelete
  8. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. awal itu pertama kalinya dimulai suatu hal, waktu ketika suatu hal dimulai. Awal itu relatif bergantung siapa yang mengatakan. Misalnya, ada siswa yang biasa datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai, kemudian suatu ketika ia datang lebih pagi dari biasanya maka ia akan mengatakan aku datang lebih awal. Padahal menurut siswa lain belum tentu juga karena siswa lain itu datang lebih pagi lagi. Awal itu relatif bergantung konteksnya.

    ReplyDelete
  9. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Tidak ada definisi yang pasti tentang awal. Dalam elegi tersebut dikatakan bahwa engkau semua (Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, Vitalitas) itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Maka definisi awal menjadi sangat relatif.

    ReplyDelete
  10. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Orang yang mempercayai agama adalah orang yang mempercayai adanya awal. Orang-orang tersebut merupakan kaum foundationalism. Di dunia ini banyak sekali hal yang mempunyai awal, sebagai contoh guru mengawali pembelajaran dengan membaca doa, awal perkuliahan filsafat adalah dengan kesepakatan tentang elegi, pernikahan diawali dengan ijab dan kabul, dan lain sebagainya. Banyak orang yang merupakan kaum foundationalism, namun di sisi lain kaum foundationalism ini juga merupakan bagian dari antifoundationalism, sesuatu yang tidak berawal misalnya adalah intuisi panjang dan pendek. Sejak kapan manusia mengenal intuisi panjang dan pendek? Sejak kapan manusia mengenal intuisi lama dan sebentar? Kita tidak tahu jawabannya. Sehingga awal adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Awal adalah suatu permulaan. Awal adalah akibat dari suatu keputusan. Dengan kata lain awal ada karena kita telah memutuskannya menjadi awal. Setelah diputuskan, maka saat itu merupakan awal dari apa yang telah diputuskan. Namun awal juga merupakan takdir Tuhan. Maka sebenar-benar awal adalah keputusan Tuhan. Agar awal menjadi kebaikan, maka kita harus mengawali awal dengan berdoa.

    ReplyDelete
  12. Elegi Menggapai Awal
    https://powermathematics.blogspot.co.id/2010/07/elegi-menggapai-awal.html
    Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs P. Mat C
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan elegi yang Prof. tulis ini, saya belajar untuk lebih menghargai sebuah awal atau permulaan dan tidak gegabah dalam membuat keputusan, karena setiap keputusan, pilihan yang diambil akan ada konsekuensinya masing-masing. Dunia ini segala sesuatunya berawal dari keputusan absolut Tuhan yang adalah awal dan sekaligus akhir. Awal Tuhan menciptakan dunia ini dan mengatur segala sesuatunya dengan sangat rapi dan indah jika kita dapat memaknainya.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  13. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Awal memiliki berbagai macam definisi. Kita bisa mendefinisikan awal dalam ruang sebagai kejadian, selanjutnya, kita bisa mendefinisikan awal dalam waktu yaitu permulaan. Maka awal adalah permulaan atas kejadian, namun pikiran yang mampu mengehendaki permulaan atas kejadian apa yang ingin kita laksanakan.

    ReplyDelete
  14. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Objek maupun subjek yang ada dan yang mungkin dari ruang dan waktu sama-sama berusaha menggapai awal. Awal adalah start, artinya dimulai membangun dari nol, dan nol menandakan netral dari baik dan buruk. Objek objek dalam menggapai awal harus mampu menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  15. Insan A N/PPs PmC 2017/17709251052

    Awal adalah usaha dari manusia, ikhtiar untuk selalu menjadi permulaan menjadi penting, karena untuk menjadi mengada danpengada diperlukan awal. Awal ada ketika sudah dilewati setelahnya, baik menuju akhir atau akhir sendiri. Pada hakekatnya tidak ada yang benar-benar awal dan akhir, semua berbatas ruang dan waktu

    ReplyDelete
  16. ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Beginning have diverse definition when viewed from the perspective of different. I think when we studying, the first activities from us is pre-Assumption is commonly known by the people. For example we do not need to mention what is the definition of a chair because indirectly we have to understand what the chair. Beginning can also be interpreted as awareness or decision, because whatever steps we take in life always begins with self-awareness and decision

    ReplyDelete
  17. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Sebagai tambahan, Menurut saya, maksud dari elegi ini adalah segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada Awal dan Akhir.Hanya Allah SWT yang tidak berawal dan tidak berakhir, Dia la Allah yang kekal selamanya. Sementara manusia misalnya apabila sekarang hidupnya diawali dengan kesenangan pasti suatu hari kesenangannya akan bertemu dengan akhir ketika yang Maha memberi mengambilnya, demikian sebaliknya kalau sekarang ia merasa hidupnya sempit suatu saat juga akan berakhir karena kesabaran, usaha dan doa yang tiada henti, sehingga yang Maha pemberi mengeluarkannya dari kesulitan hidup

    ReplyDelete
  18. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B


    Elegi diatas menjelaskan bahwa awal itu sangat relatif. Semua tergantung dari sudut pandang orang yang memaknainya. Apalagi segala sesuatu yang bersentuhan dengan ruang dan waktu itu berubah, maka berubah dan berbeda pula setiap orang mendefinisikan awal. Hubungan awal dan akhir adalah hubungan yang tidak dapat dipisahkan, awla dan akhir memang suatu yang relaitif. begitupun dengan senang dan sedih yang selalu berdampingan seperti halnya dengan awal dan akhir karena awl dan akhir tergantung manusia memandang dan manusia ada dalam keadaan itu. Awal adalah kontradiksi, ada dan mungkin ada di dalam pikiran manusia dan sebenar benarnya awal adalah Allah SWT.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Awal adalah keputusanmu. Artinya sebagai manusia kita memiliki kewenangan untuk memilih awal bagi kita. Artinya awal ialah sesuatu yang relatif karena kita sendiri yang menentukan awal kita. Tetapi sebenar-benar awal ialah kewenangan Allah SWT. Maka yang dapat manusia lakukan adalah mengusahakan sebaik mungkin untuk awal yang baik. Karena dengan awal yang baik juga dapat mempengaruhi akhir kita. Karna awal yang baik akan memudahkan kita melalui proses hidup ini.

    ReplyDelete
  20. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Menurut KBBI, awal adalah permulaan atayu jauh sebelum waktu ditentukan. Namun, pada elegi ini permulaan mendefinisikan awal sebagai permulaan dan permulaan sebagai awal. Sebagaimana juga dilakukan oleh definisi. Penjelasan yang dilakukan oleh permulaan dan definisi pada akhirnya bentuk terjemah dan penerjemahan yang terus menerus berputar hingga tidak mendapatkan sebuah kesimpulan. Tetapi dapat kita lihat juga bahwa hermeneutika awal akan menjadi beragam sesuai waktu dan ruang yang mengikatnya sehingga sifatnya menjadi sangat relatif. Analitik menyatakan bahwa awal sebagai pre-assumption, Pengalaman beranggapan awal sebagai kesadaran, Sintetik menganggap pula bahwa awal adalah subyek, sedangkan Vitalitas berpendapat bahwa awal adalah potensi. Selain itu Takdir, Permulaan, Tidak Ada, dan Definisi menjelaskan makna awal adalah diri mereka sendiri, dari sudut pandang dan penilaian mereka masing-masing. Wallahu'alam bishowab

    ReplyDelete
  21. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Penentuan awal tergantung dari sudut pandang seseorang. Tergantung pula ruang dan waktu. Yang terpenting adalah menjadikan awal sebagai patokan lahirnya suatu kebaikan dan kebiasaan baik karena mengawali suatu hal yang baik merupakan bagian yang sulit.

    ReplyDelete
  22. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Awal adalah sesuatu yang relatif. Awal bisa berbeda dari orang satu dengan orang yang lain. Awal bisa berbeda di setiap konteks. Awal itu juga kontradiksi jika saat sesuatu yang berakhir merupakan awal sesuatu yang baru. Misalnya akhir kita di alam kandungan merupakan awalkehidupan di muka bumi.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Awal sesungguhnya dari hidup manusia adalah ketika ia terpilih oleh Tuhan untuk berada di dunia ini. Akan tetapi dalam menjalankan kehidupannya di dunia maka awal adalah hasil dari memilih. Awal dari mencari ilmu adalah ketika ia memilih untuk bertanya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sepamahaman saya segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada Awal dan Akhir. Dari elegi di atas banyak persepsi mengenai definisi awal, yaitu permulaan, pre-assumption, kesadaran, subjek, potensi, dan keputusan. Namun perlu diingat bahwa di dunia ini ada yang mengawali atau menciptakan alam semesta ini, yaitu Al-Khaliq Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang diungkapkan di atas “Aku yakin bahwa ‘awal’ itu ‘ada’. Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.”

    ReplyDelete
  25. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ketika ada awal, pasti ada akhir. Kita hidup di duia ini dimulai dari suatu permulaan yang dikatakan sebagai awal dan akhiran sebagai akhir dari kehidupan di dunia ini. Pada hakikatnya, jika tidak ada awalan maka tidak ada pula akhiran. Hal ini terlihat dari ketika kita tidak memulai sesuatu maka sesuatu tersebut tidak akan pernah terjadi sehingga akhiranpun tidak akan ada. Oleh karenanya biar sesuatu itu memiliki kahiran, kita sebagai manusia harus berani untuk mengawali sesuatu. Ketika sesuatu sudah di mulai maka lanjutkan hingga akhir walaupun memang ada beebrapa cobaan dalam menjalaninya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  26. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Manusia saling berhubungan dengan satu sama lain. Kita melihat ada hubungan hukum kodrat dan hukum positif yang saling berhubungan karena keabsahan social menempatkan hukum positif dalam kodrat manusia, artinya produk hukum positif hanya sah kalau sesuai dengan tuntunan-tuntunan dasar dan kecenderungan kodrati manusia. Berawal dari Pendapat hukum kodrat bahwa manusia dibangun dengan berbagai struktur social, hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, beserta kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam hukum kodrat. Tiga kelemahan mendasar hukum kodrat adalah kekaburan paham kodrat, dualism metodis dan masalah kepastian.

    ReplyDelete
  27. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C
    awal itu dimulai dari keputusan. keputusan yang diambil akan menentukan bagaimana proses dan berakhirnya hasil dari keputusan yang diambil.

    ReplyDelete
  28. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    menurut saya awal adalah sesuatu permulaan dari kejadian yang ada, tetapi awal juga bisa merupakan akhir dari sesuatu yang telah terjadi. Itu bergantung pada konteks tertentu. Jika bagi bayi itu bisa diartikan awal dari kelahirannya, awal kehidupannya namun berbeda hal dengan seorang dewasa yang baru putus cinta, awal merupakan hal yang baru dari kejadian yang telah berakhir.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam kehidupan ini ada awal dan tentunya ada akhir pula. Dimana dahulu dunia ini diciptakan dan tentunya kelak ada saatnya dunia ini berakhir. Seperti setiap ada pertemuan pastilah akan ada perpisahan. yang ada mungkin tidak ada itulah filsafat. Oleh karena itu, pergunakanlah waktu yang kita miliki dengan sesuatu yang bermanfaat. Niat yang baik dan ikhtiar yang kita lakukan insya Allah akan menghantarkan kita pada tujuan yang kita harapkan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B
    Awal itu bersifat kondradiktif. Sesuatu yang saat ini kita sebut sebagai awal. Belum tentu di waktu berikutnya juga akan kita sebut sebagai awla. Sehingga awal itu tergantung ruang dan waktu. Misal mandi merupakan awal untuk memulai aktivitas pagi. Namun di lain waktu makan merupakan awal untuk memulai aktivitas pagi. Terimakasih

    ReplyDelete