Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Awal

Oleh Marsigit

Awal:
Siapa yang dapat menjawab pertanyaanku? Apakah awal itu?



Takdir
Bagiku “awal” adalah takdir. Tuhan telah menciptakan “awal” dari semua kehidupan ini.

Permulaan:
Bagiku awal adalah permulaan. Maka setiap awal adalah permulaan.

Awal:
Wahai permulaan, lalu apakah yang dimaksud dengan “permulaan”

Permulaan:
Bagiku “permulaan” adalah “awal”.

Awal:
Itulah yang disebut lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “awal” dengan “permulaan” dan mendefinisikan “permulaan” dengan “awal”. Maka aku tidak mempercayaimu.

Tidak Ada:
Bagiku “awal” itu tidak ada. Apapun engkau sebut sebagai awal maka selalu ada hal atau peristiwa yang mendahului. Maka bagiku “awal” itu tidak ada.

Awal:
Wahai “tidak ada” bukankah engkau telah menyebut bahwa “awal” itu tidak ada. Maka itulah kesimpulanmu bahwa “awal” adalah “tidak ada”. Artinya engkau telah mengakui bahwa sebetulnya ada awal, yaitu “tidak ada”.

Tidak Ada:
Jika diriku yaitu “tidak ada” adalah awal bagaimana aku bisa menjelaskannya.

Awal:
Tanyakan saja kepada Immanuel Kant. Dia telah bisa membuktikan menggunakan bahasa sintetiknya bahwa “awal” dan “tidak ada awal” kedua-duannya benar atau kedua-duanya salah.

Ada:
Bagiku "awal" adalah "ada".

Awal:
Wahai "ada", jelaskan bahwa "awal" itu "ada".

Ada:
Itu adalah keyakinanku. Aku yakin bahwa "awal" itu "ada". Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.

Awal:
Keyakinanmu sama juga dengan keyakinanku. Tetapi di sini aku tidak hanya memerlukan keyakinan, tetapi juga pemikiran. Maka jelaskan keyakinanmu itu pada kesempatan yang lainnya.

Definisi:
Bagiku awal adalah definisi. Maka segala ilmuku itu aku mulai dengan definisi.

Awal:
Berikan contohnya?

Definisi:
Kursi adalah tempat duduk.

Awal:
Wahai definisi, bagaimana engkau bisa mendefinisikan duduk?

Definisi:
Duduk adalah keadaan berada di atas kursi.

Awal:
Itulah yang disebut sebagai lingkaran syaitan. Engkau mendefinisikan “kursi” dengan “duduk”, kemudian mendefinisikan “duduk” dengan “kursi”. Maka engkau tidak dapat dipercaya. Artinya menurutku engkau itu bukan definisi.

Analitik:
Kenalkan aku adalah analitik. Menurutku "awal" adalah "pre-assumption"

Awal:
Apakah yang dimaksud "pre-assumtion"?

Analitik:
Pre-assumption adalah anggapan awal. Dia lebih awal dari definisi. Dia yang lazimnya sudah diketahui oleh banyak orang.

Awal:
Berikan contohnya?

Analitik:
Bagi percakapan sehari-hari maka aku tidak perlu mendefinisikan "kursi". Karena menurut anggapanku semua orang yang termasuk kategori wajar-wajar, atau orang pada umumnya telah mengetahui apa itu kursi.

Awal:
Apa peranan dalam membangun ilmu pengetahuan.

Analitik:
Pre-assumption disebut juga sebagai unsur-unsur primitif dalam setiap pengetahuan. Dia adalah unsur-unsur yang cukup hanya dianggap diketahui begitu saja dan tidak perlu ditanyakan.

Awal:
Contoh kongkritnya?

Analitik:
Dalam matematika misalnya, kita tidak perlu mendefinisikan apa yang disebut sebagai "anggota", "membilang", "bangun", "sama dengan", "urut", "definisi". Maka dalam percakapan sehari-hari juga kita tidak perlu mendefinisikan "adalah".

Pengalaman:
Kenalkan aku adalah pengalaman. Bagiku "awal" adalah "kesadaranku". Maka segala macam pengalamanku bermula dari "kesadaranku".

Sintetik:
Kenalkan aku adalah sintetik. Bagiku "awal" adalah "subyek". Subyek adalah segala-galanya. Jika tikad ada "subyek" maka tidak adalah "predikat". Jika tidak ada subyek dan predikat maka tidak ada sintetik.

Vitalitas:
Kenalkan aku adalah vitalitas. Vitalitas adalah fakta hidupku. Bagiku "awal" adalah "potensi". Tiadalah vitalitas diriku jika tidak ada potensi diriku.

Takdir, Permulaan, Tidak Ada, Definisi, Analitik, Pengalaman, Sintetik, Vitalitas:
Wahai awal, berikan penjelasan kepada diriku agar aku menjadi lebih terang?

Awal:
Perkenankanlah aku juga ingin menyampaikan pemikiranku. Bagiku "awal" adalah "kontradiksi". Aku sendiri bersifat kontradiktif. Jika aku katakan engkau bukan “awal” itu adalah kata-kataku yang tadi. Tetapi kata-kataku yang nanti mungkin berlainan. Karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu". Amiin.

40 comments:

  1. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala yang ada di dunia pasti disesuaikan dengan ruang dan waktu. Semua berusaha menggapai awal.
    Karena awal seringkali menandakan sebuah permulaan yang baik .
    Akan tetapi perlu diingat dan dipahami. Semua bisa menjadi awal ketika sudah melewati waktu yang berbeda.

    ReplyDelete
  2. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut memperdebatkan mengenai apa yang sebenarnya disebut sebagai “awal”. Definisi “awal” dari setiap orang tentunya berbeda-beda. Sehingga sesungguhnya “awal” adalah “keputusanmu”. Artinya apa yang dimaksud dengan “awal” tergantung/sesuai dengan keputusan kita masing-masing untuk mendefinisikan “awal”. Maka “awal” adalah suatu “kontradiksi”.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Konteks “awal” akan menjadi berbeda satu orang dengan yang lain dikarenakan keterikatannya terhadap ruang dan waktu. Awal itu juga kontradiksi jika saat sesuatu yang berakhir merupakan awal sesuatu yang baru. Misalnya akhir hidup kita di dunia merupakan awal kehidupan setelahnya.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    awal bisa menjadi kontradiksi jika bertentangan dengan permulaan. bagi saya permulaan itu merupakan awal ketika kita melakukan sesuatu. tapi semua kembali lagi pada pribadi kita masing-masing bagaimana cara kita menanggapi makna dari awal dan permulaan.

    ReplyDelete
  5. Fatmawati
    16709251071
    S2 PM.D 2016
    Saya sependapat dengan pernyataan si ada, bahwa semua itu adalah tentang keyakinan. Namun dilihat dari semua pengertian awal yang telah disebutkan masing-masing pihak maka sesungguhnya semua pihak mempunyai pengertian sendiri-sendiri sesuai dengan dirinya dan keadaannya. kesimpulan dari elegi ini sepertinya belum ada. Belum ada pengertian pasti dari ada yang telah disetujui semua pihak. pada akhir elegi si awal sendiri mengungkapkan bahwa awal adalah kontradiksi. Maksudnya jika kita melakukan atau menjalani sesuatu secara terus menerus, maka tidak bisa ditemukan awal nya. Namun jika di tengah perjalanan kita menemukan kontradiksi, kemudian kita berpikir ulang dan melakukan suatu tindakan atas kontradiksi tersebut, maka itu disebut sebagai awal. Tindakan awal. Dan untuk menentukan tindakan tersebut diperlukan sebuah keputusan. Jadi benar lah bahwa awal berhubungan dengan kontradiksi dan kemudian keputusan.

    ReplyDelete
  6. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu'alaikum. awal itu pertama kalinya dimulai suatu hal, waktu ketika suatu hal dimulai. Awal itu relatif bergantung siapa yang mengatakan. Misalnya, ada siswa yang biasa datang 15 menit sebelum pelajaran dimulai, kemudian suatu ketika ia datang lebih pagi dari biasanya maka ia akan mengatakan aku datang lebih awal. Padahal menurut siswa lain belum tentu juga karena siswa lain itu datang lebih pagi lagi. Awal itu relatif bergantung konteksnya.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    15709251004
    PPS PMAT D 2015

    Sebuah awal adalah keputusan dimana kita akan mengambil awal. Kadang begitu sulit untuk menentukan awal dari sesuatu karena kita belum mampu memutuskan sesuatu tersebut. Oleh karena itu, jika ingin memulai suatu hal sebaiknya kita memutuskan untuk benar melakukannya sehingga terjadilah awal tersebut.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menggapai awal merupakan usaha bagi sebagian insan yang ada. Mereka yang berani mengwali maka akan berani memberikan yang awal.
    Awal ada ketika sudah dileati setelahnya.
    Entah itu akhir ataupun menuju akhir. Karena pada hakikatnya tidak ada yang benar-benar awal dan benar- benar akhir. Semua tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Orang yang mempercayai agama adalah orang yang mempercayai adanya awal. Orang-orang tersebut merupakan kaum foundationalism. Di dunia ini banyak sekali hal yang mempunyai awal, sebagai contoh guru mengawali pembelajaran dengan membaca doa, awal perkuliahan filsafat adalah dengan kesepakatan tentang elegi, pernikahan diawali dengan ijab dan kabul, dan lain sebagainya. Banyak orang yang merupakan kaum foundationalism, namun di sisi lain kaum foundationalism ini juga merupakan bagian dari antifoundationalism, sesuatu yang tidak berawal misalnya adalah intuisi panjang dan pendek. Sejak kapan manusia mengenal intuisi panjang dan pendek? Sejak kapan manusia mengenal intuisi lama dan sebentar? Kita tidak tahu jawabannya. Sehingga awal adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  10. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apakah awal itu? Awal itu tergantung pada ruang dan waktu, awal untukku tidak sama dengan awal untukmu karena aku dan kamu berbeda dalam ruang dan waktu. Bahkan aku yang sekarang akan berbeda dengan aku yang tadi sedang menuliskan "bahkan". Yang perlu diperhatikan terhadap "awal" adalah kita harus melakukan sesuatu yang baik, karena awal akan menentukan awal yang lain.

    ReplyDelete
  11. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Awal dapat berarti permulaan, pre-assumption, kesadaran, subjek, potensi, keputusan, dan lain sebagainya. Namun yang paling penting adalah awal dunia dan alam semestanya ini ada adalah karena ciptaan sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    JIka awal dapat dikaitkan dengan konteks ruang dan waktu. Maka awal akan bersifat relative. Mengapa demikian? Contoh terdapat sebuah awalan untuk sebuah akhir. Hal ini terdapat kontradiksi. Dimana ada awalan dan akhiran pada suatu waktu.

    ReplyDelete
  13. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    definisi "awal" adalah "keputusanmu", yang artinya bahwa definisi "awal" setiap orang memiliki arti berbeda-beda yang di bangun oleh diri masing-masing. Seperti yang diketahui bahwa manusia itu memiliki pedoman dan pandangan hidup.

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Awal itu dikatakan kontradiktif jika anggapan awal betolak belakang dengan definisi yang diberikan.Sehingga kita perlu membandingkan awal dan awal yang mengadakan akhir Jadi, awal itu relative, tergantung subjeknya. Awal untuk membaca itu y abaca baca baca.

    ReplyDelete
  15. Yuni Astuti
    14301241035
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pengertian "awal" bagi setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang mengartikannya sebagai permulaan, awalan, ada, tidak ada, keputusan, dan lain-lain. Semua itu bisa dianggap benar, karena pengertian "awal" itu sendiri relatif tergantung keyakinan masing-masing individu.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas banyak persepsi mengenai definisi awal, yaitu permulaan, pre-assumption, kesadaran, subjek, potensi, dan keputusan. Namun perlu diingat bahwa di dunia ini ada yang mengawali atau menciptakan alam semesta ini, yaitu Al-Khaliq Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang diungkapkan di atas “Aku yakin bahwa ‘awal’ itu ‘ada’. Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.”

    ReplyDelete
  17. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya siapapun yang ada didunia ini tidak akan pernah bisa menentukan kapan awal itu terjadi, karena setiap awal, maka sebelum awal itu pasti ada awal yang lain, setiap awal yang lain pasti dimulai dari awal yang lain lagi. Yang bisa menentukan awal itu hanyalah Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  18. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Semua tergantung dari ruang dan waktu. Maka "awal" juga akan memiliki makna yang berbeda tergantung ruang dan waktunya.
    "awal" adalah "keputusanmu", maka dimana kamu berada, dalam situasi apa kamu sadar, di situlah kamu dapat menentukan "awal" mu.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Menurut saya sebenar-benarnya awal adalah Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir, Allah SWT. Semua hal yang ada dan bahkan yang mungkin ada di awali karena-Nya. Karena semua awal adalah tergantung dilihat dari sudut mana, dan hanya akan terjadi jika dari Yang Maha Awal. Tetapi awal yang diutarakan si awal sebagai kontradiksi juga dapat diterima akal, tetapi hanya sebatas ruang lingkup dunia dan tidak melihat Yang Maha Awal, merugilah. Awal bisa berarti akhir, akhir dari sesuatu yang merupakan awal dari sesuatu pula. Setiap awal pasti ada akhir, ketika akhir tiba maka itu bukan sebenar-benar akhir, tetapi merupakan awal dari sesuatu yang lain. Sebagaimana dunia, ketika kita lahir, itu merupakan akhir dari kehidupan kita di dalam rahim, tetapi awal dari kehidupan kita di dunia. begitupun seterusnya.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Awal merupakan suatu permulaan, bukan merupakan suatu akhir. Awal merupakan hal yang paling pertama dimulai. Awal juga merupakan suatu kontradiksi. Maka jika melakukan suatu hal yang diawali dengan baik, seterusnya akan menghasilkan proses yang baik dan hasil yang kiranya baik juga. Maka awal merupakan penentu untuk langkah selanjutnya baik atau tidaknya suatu proses. Jika awal merupakan kontradiksi maka baik jika mengawali segala hal yang dilakukan dengan niat dan usaha yang baik pula.

    ReplyDelete
  21. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Awal memiliki definisi yang berbeda pada setiap individu, bergantung pada dimensi ruang dan waktu. Diakhir dari elegi ini terdapat kalimat karena aku ingin mengatakan bahwa engkau semua itu ternyata adalah “awal” jika aku definisikan bahwa “awal” adalah "keputusanmu" jadi saya menyimpulkan bahwa awal adalah keputusan setiap individu yang memiliki makna berbeda-beda.

    ReplyDelete
  22. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas banyak persepsi mengenai definisi awal, yaitu permulaan, pre-assumption, kesadaran, subjek, potensi, dan keputusan. Namun perlu diingat bahwa di dunia ini ada yang mengawali atau menciptakan alam semesta ini, yaitu Al-Khaliq Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang diungkapkan di atas “Aku yakin bahwa ‘awal’ itu ‘ada’. Sekali yakin tetap yakin. Tidak hanya keyakinanku, tetapi itulah keimananku.”

    ReplyDelete
  23. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran awal untuk memahami suatu materi maka sebelumnya kita harus sudah mempunyai pre-assumption. Sehingga akan lebih mudah untuk memahami materi selanjutnya. Seperti kegiatan apresepsi yang selalu dilakukan siswa ketika di awal pembelajaran.

    ReplyDelete
  24. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Setiap awal pasti ada akhir. setiap permulaan pasti ada akhiran. maka awali sesuatu dengan baik agar berakhir dengan baik dan tidak merugikan orang lain. tidak ada yang dapat menyalahkan awal maupun akhir karena sesungguhnya semua yang mengatur adalah Tuhan YME.

    ReplyDelete
  25. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca artikel di atas, banyak yang mengartikan tentang awal. Menurut analitik, awal adalah anggapan awal “(pre-assumption). Menurut pengalaman, awal adalah kesadaran dan menurut vitalitas, awal adalah potensi. Awal menurut awal itu berifat kontradiktif. Awal bisa berarti ada, namun bisa juga berarti keputusan.

    ReplyDelete
  26. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam elegi tersebut memperdebatkan tentang makna awal dari berbagai sudut pandang. Setiap sudut pandang memiliki keyakinan masing-masing untuk menjelaskan maknanya. Layaknya manusia yang memiliki pemikiran yang berbeda-beda dalam memaknai suatu hal.

    ReplyDelete
  27. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu yang menarik adalah tentang makna awal menurut analitik. Bahwa awal tersebut merupakan pre-assumption. Sama seperti pembelajaran di kelas, bahwa pembelajaran di kelas perlu dimulai atau diawali dengan apersepsi yang dalam konteks ini dapat diasumsikan sebagai pre-assumption.

    ReplyDelete
  28. Salma Maulida Karima
    14301241021
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    'Awal' dengan bijak berkata bahwa "engkau semua itu ternyata adalah 'awal' jika aku definisikan bahwa 'awal' adalah 'keputusanmu'". Definisi awal adalah bagaimana kamu mendefinisikannya, semua bergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  29. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    "Awal" memiliki banyak definisi, yaitu sebanyak orang yang mendefinisikannya. Setiap orang mendefinisikannya berbeda-beda dan "awal" sangat bergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  30. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setiap orang memiliki definisi yang berbeda dalam menggambarkan sesuatu. Begitupun dengan definisi awal, banyak yang definisikan awal adalah suatu permulaan, hal yang baru, memulai, jauh sebelum waktu yang ditentukan. Makna tersebut, tergantung bagaimana ruang dan waktunya. Sebagai contoh, Alam semesta ini sudah diciptakan jauh sebelum waktu ditentukan. Oleh karenanya, hal ini adalah "awal".

    ReplyDelete
  31. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Setiap orang memang memiliki definisi yang berbeda mengenai awal dan akhir. Saya setuju juga dengan pendapat Listia palupi Wisnu Aji bahwa pandangan mengenai awal dan akhir bergantung dengan ruang dan waktu. Karena bisa saja itu akhir tapi akhir itu juga sekaligus awalan untuk ke jenjang dimensi ruan dan waktu yang lebih tinggi lagi.

    ReplyDelete
  32. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Awal adalah keputusanmu. Itu berarti awal bagi seseorang belum tentu menjadi awal bagi orang lain. Saat orang mendefinisikan awal nya, maka itulah keputusannya. Oleh karena itu, untuk memulai awal nya, setiap orang bergantung ruang dan waktu nya

    ReplyDelete
  33. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Awal adalah kontradiksi bagi awal itu sendiri. Awal bagi setiap sudut pandang adalah relative karena semua subjek memiliki awal yang dia anggap sebagai awal itu, sedangkan dikaitkan dengan pendapat awal bahwa awal adalah kontradiksi maka awal yang sudah dijelaskan oleh subjek lain menjadi tidak benar-benar awal. Hal ini yang kemudian membuat saya mengerti bahwa awal adalah kontradiksi.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  34. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    sesungguhnya tidak ada yang mengetahui sejak dari mana semua berawal dan sampai kapan ini berlangsung sehingga semua ini berakhir. hanya Allah SWT yang mengetahui kapan semua akan berakhir. lakukan yang terbaik di dunia sebagai bekal akhirat kelak.

    ReplyDelete
  35. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya, awal itu adalah permulaan. Awal merupakan sesuatu yang menentukan akhir. Akan tetapi, apakah definisi awal yang sesungguhnya tidak ada yang mengetahui. Dalam elegi di atas, banyak pendapat mengenai definisi awal, ada yang mengatakan definisi awal itu tidak ada tetapi ada yang mengatakan tidak ada. Tidak ada yang mengetahui persis definisi awal, dan defini kata “awal” tersebut akan berbeda-beda menurut setiap orang.

    ReplyDelete
  36. Desinta Armiani
    14301241041
    S1 Pend Matematika A 2014

    Awal terkadang tidak disadari seperti bagaimana kita memulai hidup. Namun berbeda dengan awal yang kita buat dengan kesadaran bahwa itu adalah "keputusan serta komitmen" yang akan dijalani. Akan tetapi kembali pada sudut pandang, bahwa setiap insan memiliki sudut pandang yang berbeda.

    ReplyDelete
  37. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D

    Awal memiliki banyak artian. Tergantung dari sudut pandang ruang dan waktu dari awal tersebut. Jika disatukan, maka sesuai dengan perkataan awal di atas, bahwa awal adalah kontradiksi. Karena awal memiliki artian yang berbeda-beda

    ReplyDelete
  38. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Awal sama artinya denga mula, berarti bahwa baru memulai atau baru mengalami. Kita sering mendengar kalimat awal mula. Kata awal dapat digunakan untuk kegiatan. Biasanya kita menggunakan kalimat “Mari kita mengawali perkuliahan hari ini dengan berdo’a”. Awal juga bisa digunakan untuk suatu kejadian dan perjalanan. Kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita alami itu adalah awal perjalanan bagi kita. Awal juga relatif jika berdasarkan penjelasan tersebut.

    ReplyDelete
  39. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bagaimana mendefinisikan awal memang sulit, hal tersebut diartikan sesuai ruang dan waktunya. Kata awal tidaklah mempunyai suatu definisi makna yang tepat karena semuanya itu tergantung dari perspektif subyek yang memaknainya. Kehidupan seseorang diawali ketika dilahirkan di dunia ini, baik buruknya kehidupan itu tergantung pada ikhtiar dari masing-masing subyeknya. Sehingga keputusan akan takdir hidup itu berada di tangan masing-masing subyek dalam menjalani ikthiar kehidupannya. Dengan berusaha yang terbaik, semoga hasil yang diperoleh juga baik.

    ReplyDelete
  40. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Awal adalah permulaan dalam suatu langkah, ucapan, dan sikap. Awal muncul karena adanya niat. Jika hitam adalah gelap dan gelap adalah hitam maka definisi tersebut telah membawa kita dalam lingkaran syaitan. Agar jauh dari lingkaran syaitan maka dibutuhkan pengetahuan yang luas serta pengalaman dari hati yang jernih dan pemikiran yang kritis maka kita tidak akan mendefinisikan hitam adalah gelap, gelap adalah malam dan seterusnya. Awal merupakan kontradiksi karena awal jika didefinisikan awal merupakan keputusan yang diambil ketika didefinisikan.

    ReplyDelete