Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Tepat

Oleh Marsigit

Para tepat:
Aku merasa dimana-mana terdapat perbedaan tentang tepat. Diantara para anggotaku sudah mulai transparan menampilkan egonya masing-masing, sehingga terjadi keresahan. Tidaklah salah bila sekali waktu aku juga ingin mengundang para anggotaku itu untuk secara transparan pula menyampaikan visi dan misinya tentang tepat. Silahkan.



Tepat waktu:
Aku adalah tepat waktu. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat waktu jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat waktu keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan waktu yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat waktu itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat waktu yang dipikirkan manusia itu adalah tepat waktu relatif. Maka sebenar-benar tepat waktu adalah tepat waktu absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat ruang:
Aku adalah tepat ruang. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat ruang jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat ruang keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan ruang yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat ruang itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi ruang yang dipikirkan manusia itu adalah tepat ruang relatif. Maka sebenar-benar tepat ruang adalah tepat ruang absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat logos:
Aku adalah tepat logos. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat logos jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat logos keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan logos yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat logos itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat logos yang dipikirkan manusia itu adalah tepat logos relatif. Maka sebenar-benar tepat logos adalah tepat logos absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat hati:
Aku adalah tepat hati. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat hati jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat hati keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan hati yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat hati itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat hati yang dipikirkan manusia itu adalah tepat hati relatif. Maka sebenar-benar tepat hati adalah tepat hati absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat tindakan:
Aku adalah tepat tindakan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat tindakan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat tindakan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan tindakan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat tindakan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat tindakan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat tindakan relatif. Maka sebenar-benar tepat tindakan adalah tepat tindakan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat kesimpulan:
Aku adalah tepat kesimpulan. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat kesimpulan jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat kesimpulan keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan kesimpulan yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat kesimpulan itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat kesimpulan yang dipikirkan manusia itu adalah tepat kesimpulan relatif. Maka sebenar-benar tepat kesimpulan adalah tepat kesimpulan absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat subyek:
Aku adalah tepat subyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat subyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat subyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan subyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat subyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat subyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat subyek relatif. Maka sebenar-benar tepat subyek adalah tepat subyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat obyek:
Aku adalah tepat obyek. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat obyek jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat obyek keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan obyek yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat obyek itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat obyek yang dipikirkan manusia itu adalah tepat obyek relatif. Maka sebenar-benar tepat obyek adalah tepat obyek absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sifat:
Aku adalah tepat sifat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sifat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sifat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sifat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sifat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sifat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sifat relatif. Maka sebenar-benar tepat sifat adalah tepat sifat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat metode:
Aku adalah tepat metode. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat metode jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat metode keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan metode yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat metode itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat metode yang dipikirkan manusia itu adalah tepat metode relatif. Maka sebenar-benar tepat metode adalah tepat metode absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat sasaran:
Aku adalah tepat sasaran. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat sasaran jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat sasaran keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan sasaran yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat sasaran itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat sasaran yang dipikirkan manusia itu adalah tepat sasaran relatif. Maka sebenar-benar tepat sasaran adalah tepat sasaran absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat program:
Aku adalah tepat program. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat program jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat program keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan program yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat program itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat program yang dipikirkan manusia itu adalah tepat program relatif. Maka sebenar-benar tepat program adalah tepat program absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat bicara:
Aku adalah tepat bicara. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat bicara jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat bicara keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan bicara yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat bicara itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat bicara yang dipikirkan manusia itu adalah tepat bicara relatif. Maka sebenar-benar tepat bicara adalah tepat bicara absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat mendengar:
Aku adalah tepat mendengar. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat mendengar jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat mendengar keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan mendengar yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat mendengar itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat mendengar yang dipikirkan manusia itu adalah tepat mendengar relatif. Maka sebenar-benar tepat mendengar adalah tepat mendengar absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat melihat:
Aku adalah tepat melihat. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat melihat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat melihat keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan melihat yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat melihat itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat melihat yang dipikirkan manusia itu adalah tepat melihat relatif. Maka sebenar-benar tepat melihat adalah tepat melihat absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat menulis:
Aku adalah tepat menulis. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat menulis jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat menulis keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan menulis yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat menulis itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat menulis yang dipikirkan manusia itu adalah tepat menulis relatif. Maka sebenar-benar tepat menulis adalah tepat menulis absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat perintah:
Aku adalah tepat perintah. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat perintah jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat perintah keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan perintah yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat perintah itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat perintah yang dipikirkan manusia itu adalah tepat perintah relatif. Maka sebenar-benar tepat perintah adalah tepat perintah absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

Tepat memilih:
Aku adalah tepat memilih. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya. Padahal aku tahu yang ada dan yang mungkin ada itu jumlahnya banyak terhingga, sedangkan memilih yang sesuai dengan keberadaannya itu juga banyaknya tak terhingga. Maka dapat aku katakan bahwa tepat memilih itu banyaknya tak berhingga. Setinggi-tinggi tepat memilih yang dipikirkan manusia itu adalah tepat memilih relatif. Maka sebenar-benar tepat memilih adalah tepat memilih absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan.

30 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Sebenar-benar tepat di dunia ini bersifat relatif. Tepat ruang, tepat waktu, tepat sifat, tepat menulis, tepat perintah, dsb adalah relatif. Misal tepat waktu bagi orang A adalah bila berjanji datang tepat jam 9, bagi orang B bila berjanji datang tepat 15 menit sebelum waktu janjian, dan bagi orang-orang lainnya juga berbeda. Maka semua itu bersifat relatif tergantung siapa yang meyakininya. Tepat yang absolut hanya milik dan kuasa Tuhan Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Tepat itu relatif. Sesuatu dikatakan tepat jika sesuai dengan ruang dan waktu, sesuai dengan situasi dan kondisi. Misalkan kita menjawab suatu pertanyaan maka jawaban tersebut bisa jadi tepat bisa jadi tidak. Tergantung siapa yang bertanya, kapan bertanya, siapa yang mendengarkan dan sebagainya. Maka setiap tindakan yang kita lakukan akan tepat jika kita dapat menyesuaikan dengan ruang dan waktu, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Karena sebenar- benar tepat bagi manusia bersifat relative dan sebenar- benar tepat yang absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Segala sesuatu yang ‘ada’ dan ‘mungkin ada’ itu dikatakan tepat jika keberadaannya yang ‘ada’ dan ‘mungkin ada’ sesuai dengan sifat-sifat keberadaannya. Tapi tepat bersifat subjektif maka kebenarannya relative tergantung subjek pemikirnya karena itu tepat menurut kita belum tentu tepat bagi mereka. Karena tepat yang sesungguhnya atau absolute itu hanyalah dalam wilayah Tuhan YME, Sehingga sebenar-benarnya manusia jangan terlalu ideal dengan memaksakan diri menjadi tepat secara absolute, karena tidak satupun manusia yang mampu memiliki tepat yang absolute

    ReplyDelete
  4. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Tepat bersturktur dan berdimensi karena selalu ada di dalam sebuah kejadian serta bersifat realif. Tepat memilih, tepat mendengar, tepat menulis, tepat bicara dan lain-lain. Tepat itu keberadannya yang ada dan mungkin ada sehingga jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu sebanyak apapun itu maka tepat hanya memiliki satu yang absolut yaitu Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Tepat dalam ruang dan waktu. Manusia hidup dalam ruang dan waktu, dengan segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Segala yang ada dan yang mungkin ada dikatakan tepat pada ruang dan waktunya jika keberadaannya sesuai dengan sifat-sifat ruang dan waktu keberadaannya. Misalnya dalam bertindak yang tidak tepat pada ruang dan waktunya adalah ketika seorang mahasiswa mengerjakan tugas mata kuliah A saat sedang mengikuti perkuliahan B. Tentu saja itu tidak tepat dan tidak baik untuk dilakukan.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  6. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tepat yang absolut hanya milik Tuhan. Tepat menurut kita adalah tepat yang disesuaikan ruang dan waktu. Sesuatu yang menurut kita tepat belum tentu tepat bagi orang lain karena disesuaikan dengan ruang dan waktunya sendiri.

    ReplyDelete
  7. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Ketepatan itu bersifat relatif, dan itu hanya ada di pikiran masing-masing individu. Karena setiap manusia mempunyai pemikiran dan perasaan yang berbeda sehingga apa yang dilihat dan dirasakannya akan ada berbeda-beda pula. Tepat yang bersifat absolut adalah milik Allah SWT. Allah jauh lebih mengetahui apa yang tepat untuk diri kita dibanding dengan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  8. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Seuatu dikatakan tepat jika sesuai dengan ruang dan waktu. Sehingga sesuatu dikatakan tepat itu relatif, karena setiap situasi itu pasti dalam ruang dan waktu yang berbeda. Sedangkan manusia itu sifat, maka sangat jelas sekali tepat menurut saya belum tentu tepat untuk oranglain. Maka konsep tepat itu sangat rumit. Dalam perkuliahan dijelaskan bahwa benar itu hanya di dalam pikiran, ketika sudah diungkapkan maka itu sudah menjadi sesuatu hal yang berbeda. Tetapi yang pasti tidak dapat dibantah adalah kebenaran dari Tuhan. Maka jika semua kegiatan/pemikiran didasarkan pada kebenaran Tuhan sudah tidak dapat dibantah lagi.

    ReplyDelete
  9. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Selama dalam kehidupan, pikiran manusia dan dalam pengertian manusia yang tepat dapat dimaknai sebagai hal yang relatif tergantung ruang dan waktu. Tepat yang hakiki atau absolute itu hanyalah Tuhan, sementara kita sebagai hamba ciptaan-Nya diwajibkan-Nya untuk menjadi tepat sesuai ruang dan waktunya. Terkadang kita merasa bahwa apa yang diberikan Tuhan saat ini tidaklah tepat bagi kita, namun bagi-Nya itulah yang tepat untuk kita karena Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu yang belum kita ketahui. Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi makhluk-Nya. Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan tetapi memberikan apa yang kita butuhkan. Sehingga pemberian Tuhan adalah yang terbaik untuk kita.

    ReplyDelete
  10. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Yang manakah ketepatan waktu yang sejati itu? Itulah dikatakan sifat relatif, tergantung kondisi dan sudut pandang manusia mengenai ketepatan waktu itu seperti apa. yang jelas ketepatan waktu Tuhan itu absolut/mutlak dan tidak ada makhluk bernyawa maupun tidak bernyawa dalam ciptaan-Nya yang dapat mengubah ketepatan-Nya.

    ReplyDelete
  11. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    ketepatan bersifat relatif. dan itu hanya ada di pikiran masing-masing individu. tepat menurut kita belum tentu tepat untuk mereka. Begitu pula dalam urusan kita dengan Allah SWT. Terkadang kita merasa bahwa apa yang diberikan Allah SWT saat ini tidaklah tepat bagi kita, namun bagi Allah SWT itulah yang tepat untuk kita karena Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang belum kita ketahui. Mari kita berusaha tepat terhadap ruang dan waktu .... walaupun tepat kita adalah tepat yang relatif.

    ReplyDelete
  12. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Berdasarkan elegi ini, tepat ialah apabila sesuai. Tepat ini bersifat relatif, yaitu sesuai dengan ruang dan waktunya. Hal ini berarti tepat bagi yang satu belum tentu tepat bagi yang lain. Di satu sisi, tepat akan membawa dampak positif dari satu sudut pandang. Kebanyakan manusia berusaha untuk dapat menggapai tepat pada setiap objek yang ada dan yang mungkin ada. Namun, tepat yang absolut ialah hanya milik Allah SWT. Sementara manusia sebagai makhluk Allah hanya mampu berusaha untuk dapat menggapai tepat sesuai dengan ruang dan waktunya. Biasanya untuk bisa menempatkan segala sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya diperlukan pengalaman dan refleksi.

    ReplyDelete
  13. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketepatan itu bersifat relatif, dan itu hanya ada di pikiran masing-masing individu. Karena setiap manusia mempunyai pemikiran dan perasaan yang berbeda sehingga apa yang dilihat dan dirasakannya akan berbeda-beda pula. Tepat yang bersifat absolut adalah milik Allah SWT. Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat memilih jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat memilih keberadaannya.

    ReplyDelete
  14. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Terkadang kita merasa tidak tepat ketika dihadapkan sengan sesuatu yang ditetapkan oleh Allah. Padahal sesuatu yang telah Allah tetapkan kepada kita merupakan sesuatu yang tepat untuk diri kita. Allah jauh lebih mengetahui apa yang tepat untuk diri kita dibanding dengan diri kita sendiri. Alloh selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

    ReplyDelete
  15. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend Matematika S2 Kelas B

    Hal yang bisa saya tangkap dari elegi di atas adalah bahwa objek filsafat yang terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat jika sesuai dengan sifat-sifat keberadaannya. Ketepatan yang mampu dijangkau oleh pikiran manusia adalah ketepatan yang relatif. Ketepatan yang mempunyai ambang batas. Sedangkan sebenar-benar ketepatan adalah ketepatan absolut, ketetapan mutlak yang tak mempunyai pembatas. Ketepatan tersebut hanya dimiliki oleh Tuhan Sang Pencipta, yang selama apapun, sekeras apapun usaha manusia tak akan bisa menjangkau. Itulah salah satu yang membedakan Tuhan dengan manusia. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  16. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kata tepat jika diartikan oleh setiap individu maka itu bukanlah hal yang tepat. Pribadi setiap orang berbeda dalam memandang sesuatu sesuai dengan logos dan mitosnya masing-masing. Si V mengatakan tepat maka si S pastilah ada bagian yang tidak tepat pada jawabannya. Tepat hanyalah milik Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  17. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika Int 2013

    Karena di dunia ini suatu hal meliouti yang ada dan mungkin ada, maka ketepatan yang dilakukan manusia sangatlah relatif. Ketepatan juga bergantung pada ruang dan waktu. Ketepatan yang absolut hanya milik Allah SWT. Manusia adalah tempatnya lupa dan salah, dengan begitu kita diharuskan tetap ingat kepada sang pencipta, menghargai ruang dan waktu, dan menghadapinya dengan ketenangan batin Manusia hanya mampu berusaha dan berdoa, agar pilihan atau segala sesuatu yang dilakukannya adalah selalu tepat dengan kehendakNya dan keridhoanNya.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Ketepatan dalam hidup ini akan terealisasi apabila sesuai dengan ruang dan waktunya. Ketepatan dalam mengatur waktu dapat menjadikan seseorang dikatakan tepat waktu. Selanjutnya, ada pula ketepatan dalam pemikiran, dalam tindakan, dalam kesimpulan, dalam sasaran, dalam metode, dalam bicara, dalam mendengar, dalam memilih, dan masih banyak lagi bentuk dan jenis ketepatan. Kembali ketepatan hanya dapat menjadi tepat apabila digunakan sesuai dimensi yang diperlukan.

    ReplyDelete
  19. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Tak ada yang benar – benar tepat kecuali yang absolute, yaitu milik Tuhan. Bagi manusia, tepat adalah relatif. Relatif tergantung pada orang, pikirannya, pemikirannya, dan lain – lain. Maka, tepat yang dimaksud oleh satu orang dan lainnya berbeda – beda. Bisa saja, orang satu mengatakan bahwa sesuatu tersebut tepat, sedangkan orang lain berpikir tepat jika dengan hal yang lain. Hal yang dapat dilakukan adalah meyakini dan berdoa bahwa hal tersebut tepat, disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  20. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ketepatan diperlukan untuk membentuk sebuah harmonisasi. Orang yang pandai adalah orang mampu menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya. Ketika suatu hal tidak sesuai dengan tempatnya, maka alam akan menyeimbangkan diri sebagaimana hukum kekekalan energi. Seperti halnya manusia yang dibekali kemampuan untuk beradaptasi, apa gunanya kemampuan beradaptasi? Yakni agar manusia itu dapat menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Begitu pula dengan hewan yang dibekali dengan kemampuan beradaptasi. Hewan yang tinggal di daerah dingin umumnya mempunyai bulu yang lebat, dibandingkan hewan yang tinggal di daerah tropis. Jadi dalam hal ini ketepatan digunakan untuk membentuk suatu harmonisai.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Segala sesuatunya dapat dikatakan tepat apabila ia pandai dalam menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya . Sehingga ketika seseorang dapat menempatkan situasi sesuai dengan kondisinya maka akan tercapai yang dinamakan keharmonisan. Keharmonisan diperlukan seseorang agar bisa mendapat kedamaiann dalam hidup. Karena keharmonisann pulalah berlaku hukum kekekalan energi atas segala apa yang terjadi di dunia ini. Ketika seuatunya berlangsung secara tidak adil, maka alam dengan sendirinya akan menyeimbangkan keadaannya melalui hukum kekekalan energi.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  23. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Tepat adalah keakuratan posisinya pada dimensi ruang dan waktu. Ketepatan di dunia ini bersifat relatif dan bertingkat. Setiap manusia memiliki ketepatan pada dirinya masing-masing. Ketepatan menurut satu dengan lainnya pasti berbeda, hal itu tergantung dari pengetahuan dan pengalaman. Akan tetapi ada kalanya dapat sama, ketika ketepatan itu sudah disepakati secara bersama-sama. Misalnya bahasa. Bahasa merupakan hasil kesepakatan bersama antar individu di masyarakat untuk menunjukan suatu obyek tepat satu obyek.

    ReplyDelete
  24. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Segala yang ada dan yang mungkin ada itu dikatakan tepat jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat keberadaannya. Ada tepat waktu, tepat ruang, tepat logos, tepat hati, tepat tindakan, tepat kesimpulan, tepat subjek, tepat objek, tepat sifat, tepat metode, tepat sasaran, tepat program, tepat bicara, tepat mendengar, tepat melihat, tepat menulis, dan lain sebagainya. Sementara itu tepat dalam pikiran manusia adalah tepat relatif. Maka tepat menurut satu orang mungkin berbeda dengan tepat yang dimaksud orang lain.

    ReplyDelete
  25. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Setinggi-tinggi tepat waktu, ruang, logos, hati, kesimpulan, subjek, objek, sifat, metode, sasaran, program, bicara, mendengar, melihat, menulis, perintah, memilih, yang dipikirkan manusia itu adalah tepat relatif, bergantung pada ruang dan waktu. Ketepatan bisa tepat sesuai pada penggunaannya, misalnya ruang yang tepat untuk pembelajaran, seminar, pernikahan, dll masing-masing memunyai kriteria. Ketepatan absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Ketepatan di dalam kehidupan itu perlu. Ketepatan sholat, ketepatan deadline yang ada, bahkan ketepatan kita dalam menginjak tanah. Bayangkan saja jika kita tidak tepat dalam menginjak tanah, kita akan oleng dan jatuh. Ketepatan dan perbedaan itu saling bersilangan, bisa juga saling beriringan. Tepat itu berbeda dan berbeda itu tetap. Maksudnya, definisi tetap di atas memang berbeda-beda, namun perbedaan itu juga ketetapan masing-masing.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  27. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Saya akan berkomentar dari segi tingkatan persepsi dan pengetahuan dalam pandangan Imam Khomeini yang memiliki beberapa tahapan:
    1. Tahapan persepsi ilmiah dan pemikiran yang sejalan dengan langkah argumentasi. Tahapan ini adalah tahapan pemilik tabir paling besar yang ditempati oleh para filsuf dan para ulama.
    2. Tahapan iman yang puncak kesempurnaannya adalah ketika sampai ke tahapan ithmi’nan (tentram). Ini adalah tahapan orang-orang yang beriman dan mereka yang yakin.
    3. Tahapan ahli syuhud (penyaksian) dan para pemilik hati (shahib al-qulub). Tahapan yang melalui cahaya musyahadah, mengantarkan mereka sampai ke dalam fana mutlak.
    4. Tahapan wali yang sempurna (ahli tahaqquq wa kummal auliya). Tahapan ini adalah tahapan yang telah mencapai kedudukan wahdah (unitas) murni dan mampu melepaskan katsrah (kemajemukan) dan mencapai maqam terdekat (qaba qausain).
    Dengan demikian, melalui klasifikasi pengetahuan, seseorang bisa terhindar dari berpikir picik dan hanya memiliki satu sudut pandang. Jika ia sudah mencapai satu tahapan pengetahuan, ia tidak akan menyalahkan orang lain, dan tidak merasa puas dengan tahapan yang telah dicapainya. Ia akan terus berusaha mencapai tahapan yang lebih tinggi lagi.

    ReplyDelete
  28. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam hidup ini semua adalah pilihan. Termasuk dalam memilih ketepatan yang seperti apa. Namun, dalam hal ini memang benar bahwa," Setinggi-tinggi tepat memilih yang dipikirkan manusia itu adalah tepat memilih relatif. Maka sebenar-benar tepat memilih adalah tepat memilih absolut, itu hanyalah milik dan kuasa Tuhan ". Sehingga, tak ada yang lebih benar kecuali kuasaNya. Seperti bahwa manusia dapat berencana, Tuhan yang menentukan

    ReplyDelete
  29. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Apa yang kita anggap segala sesuatu itu tepat ternyata itu adalah ketepatan relatif bukan absoulut. Karena sejatinya ketetapan yang mutlak itu milik Allah SWT dan kita adalah ciptaan sang pemilik ketetapan. Namun tetap ketepatan yang sifatnya relatif itu harus selalu kita capai karena bagaimnapun ketetapan relatif juga ciptaan Allah SWT dan itu penting dalam hidup.

    ReplyDelete
  30. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Tepat adalah relatif menurut ruang dan waktu. Artinya dikembalikan lagi ke masing-masing perspektif individu. Tepat bagiku belum tentu tepat bagimu, begitu pun sebaliknya. Sebenar-benarnya tepat yang absolut hanyalah milik Allah S.W.T..

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id