Jul 31, 2010

Elegi Perbincangan Para Sama

Oleh Marsigit

Para sama:
Mendengar konferensi para beda, geram rasanya aku ini. Para beda telah mengambil kesimpulan seakan-akan hanyalah mereka yang ada dan yang berhak ada. Dengan kesimpulan para beda tersebut seakan-akan aku dan pengikutku telah habis da finis dan telah hilang tertelan bumi. Padahal tidaklah demikian adanya. Bukankah setiap hari para manusia selalu memanggilku, memerlukanku, dan menggunakanku. Kalau begitu dengan ini aku akan memberi kesempatan kepada pengikutku untuk menyarakan suara hatinya. Silahkan.



Ontologi sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah ontologi sama. Ketahuilah ontologi sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sama yang dipikirkan manusia adalah sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sama adalah sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Perasaan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah perasaan sama. Ketahuilah perasaan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan perasaanmu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku rasakan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi perasaan sama yang dipikirkan manusia adalah perasaan relatif. Sedangkan sebenar-benar perasaan adalah perasaan absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Pikiran sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah pikiran sama. Ketahuilah pikiran sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang sama. Jikalau engkau katakan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi pikiran sama yang dipikirkan manusia adalah pikiran sama relatif. Sedangkan sebenar-benar pikiran sama adalah pikiran sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Penampakan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah penampakan sama. Ketahuilah penampakan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berpenampakan sama. Jikalau engkau tampakkan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku tampakkan. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi penampakkan sama yang dipikirkan manusia adalah penampakkan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar penampakan sama adalah penampakan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Hukum dan aturan sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah hukum dan aturan sama. Ketahuilah hukum dan aturan sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang berhukum dan beraturan sama. Jikalau engkau buat hukum dan aturan dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku dan engkau tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu telah engkau buat hukum dan aturannya. Padahal aku dan engkau tahu hukum dan aturan itu bukanlah untuk diri sendiri. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu yang mempunyai hukum dan aturan yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi hukum dan aturan yang dipikirkan manusia adalah hukum dan aturan sama relatif. Sedangkan sebenar-benar hukum dan aturan sama adalah hukum dan aturan sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Nasib sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah nasib sama. Ketahuilah nasib sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang bernasib sama. Jikalau engkau katakan tentang nasib sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa nasib itu berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa ketentuan nasib dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai nasib yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi nasib sama yang dipikirkan manusia adalah nasib sama relatif. Sedangkan sebenar-benar nasib sama adalah nasib sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Sifat-sifat sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah sifat-sifat sama. Ketahuilah sifat-sifat sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang mempunyai sifat-sifat sama. Jikalau engkau katakan suatu sifat dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa semua sifat-sifat yang ada berasal dari Tuhan. Maka aku tahu bahwa sifat-sifat sama dari Tuhan yang satu itu berlaku untuk semuanya. Maka tentulah ada yang ada dan yang mungkin ada itu mempunyai sifat-sifat yang sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi sifat-sifat sama yang dipikirkan manusia adalah sifat-sifat sama relatif. Sedangkan sebenar-benar sifat-sifat sama adalah sifat-sifat sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Tanda sama:
Wahai para sama, kenalkanlah aku adalah tanda sama. Ketahuilah tanda sama adalah sama sedalam-dalamnya dan sama seluas-luasnya. Tiadalah yang ada dan yang mungkin ada tidak ada yang tidak dapat menggunakan tanda sama. Jikalau engkau gunakan tanda sama untuk sesuatu yang ada dan yang mungkin ada kepadaku, setidaknya aku tahu bahwa yang ada dan yang mungkin ada itu sama-sama engkau dan aku pikirkan sebagai sama. Maka janganlah bertindak aniaya terhadapku, bahwa seakan-akan diriku itu tidak ada di depanmu. Setinggi-tinggi tanda sama yang dipikirkan manusia adalah tanda sama relatif. Sedangkan sebenar-benar tanda sama adalah tanda sama absolut. Itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

Para beda protes:
Wahai para sama, janganlah engkau mengacaukan rencanaku. Aku telah proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu di muka bumi ini tidak berbeda. Tetapi mengapa engkau sekarang proklamasikan bahwa tiadalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada itu tidak ada yang sama?

Orang tua berambut putih:
Maaf aku datang tepat setelah pertanyaanmu. Mungkin kita perlu rencanakan pertemuan lanjutan untuk membahas masalah ini.

26 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Tidak adalah di dunia ini sama. Kalaupun ada penyebutan atau penganggapan tentang sama, maka samanya bersifat relatif. Relatif tergantung siapa yang meyakini. Misal di dalam matematika tanda sama dengan “=” digunakan untuk menunjukkan kesamaan sisi kiri dengan sisi kanan. Tetapi dalam filsafat tanda sama dengan bukanlah sama karena di dalam filsafat semua bersifat kontradiktif. Sehingga sama menjadi relatif tergantung siapa yang menganutnya. Sama yang absolut hanyalah milik dan kuasa Tuhan Allah SWT.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Yang sama itu hanyalah ada dipikiran kita. Sebagaimana 5 sama dengan 5 hanyalah benar dipikiran kita. Tetapi ketika dituliskan maka ada sama yang pertama dan yang kedua. Tetapi sama tetaplah sama. Seperti manusia memiliki kesempatan yang sama. Tidak sama dalam artian persis tetapi sama bahwa kita berhak sama sama berusaha dan berikhtiar akan nasib kita. Maka sama bukan berarti persis tetapi sama adalah sama. Maka tidaklah benar pula jika dikatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang sama. Tetapi juga salah jika dikatakan ada yang sama. Karena sama tetaplah sama.

    ReplyDelete
  3. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Sebenar-benarnya hidup adalah beda dan sama, jika didunia ini ada yang berbeda, pasti ada juga yang sama, seperti semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika “walaupun berbeda-beda tapi kita tetap satu’ yang artinya meskipun di Negara kita terdapat banyak perbedaan tapi bukan berarti harus terjadi perpecahan karena di dalam semua perbedaan tersebut, tentunya ada persamaan. Persamaan inilah yang dapat menyatukan dan menjaga kedaulatan Negara kita sampai hari ini, meskipun jug mungkin dengan persamaan juga dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan Negara karena sebenar-benarnya sama bersifat relatif tergantung sudut pandang subjek pikirnya jadi wajar bila yang dianggap sama oleh masing-masing orang menjadi hal yang berbeda.

    ReplyDelete
  4. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Elegi di atas secara sinoptik menggambarkan 2 sifat yakni absoulut dan relatif. Absoulut itu bersifat tetap dengan tokohnya permenides dalam artian bahwa segala apa yang sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia yang sudah di tetapkan oleh Allah SWT itu bersifat tetap tidak bisa berubah baik di fikiran maupun dalam kenyataanya. Sedangkan Relative itu sifatnya tidak tetap/berubah (Heraclitus) atau kontradiktif dimana akan bersifat sama jika masih dalam fikiran namun ketika diucapkan akan menjadi tidak sama alias berbeda dan itu sudah menggambarkan kontradiksi/beda. Lebih lanjut lagi apa yang menjadi persepsi kita benar saat ini pada akhirnya bisa salah baik itu menyangkut pemikiran, sifat, nasib, aturan dll.

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Ada beda pasti ada juga yang sama, segala sesuatu yang sama pun kadan yang berbeda misalnya seperti orang kembar. Terkadang apa yang dirasakan oleh manusia dengan satu dengan yang lain pun berbeda.Sehingga saat ada persamaan pada saat itu juga ada perbedaan dan saat ada perbedaan pada saat itu juga ada persamaan. Memang sudah kodratnya itu ada yang sama dan ada juga yang beda tergantung bagaiamana kita menanggapinya.

    ReplyDelete
  6. Khintoko Intan Permatsari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Yang terlihat sama ternyata belum tentu sama.Yang dirasa sama ternyata juga belum tentu sama. yang dipikir sama ternyata belum tetu sama juga. Sama tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Misalnya cincin dan gelang. Dalam pikiran, kedua benda itu sama karea berbentuk lingkaran,tetapi dalam penglihata sangatlah berbeda, dapat dilihat dari bentuk ukurannya. Kebanyakan sama yang sering ditemui adalah seperti persis, mirip, serupa. Tidak ada sama yang benar benar sama.

    ReplyDelete
  7. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Filsafat merupakan olah pikir dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam hati, pikiran, kenyataan. Berdasarkan elehgi di atas bahwa setinggi-tinggi pikiran, perasaan maupun kenyataan yang sama itu relatif. Salah satu problema dalam filsafat yaitu bagaimana menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran. Maka sebenar-benar diri kita tidak pernah mampu menjelaskan semua yang ada di pikiran. Semuanya hanya berusaha. Pada level tertentu dipersepsikan sama dengan pikiran orang lain. Karena setiap individu memiliki pemikiran yang berbeda atau relatif, tidak ada yang sama.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  8. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sama yang absolut hanya milik Tuhan. Sedangkan sama menurut manusia adalah sama yang relatif. Sama menurut kita terkadang tidaklah sama. Seperti halnya air yang mengalir di sungai, ketika kita menunjuk ke airnya maka air tersebut tidaklah sama dengan air yang sebelumnya karena air yang sebelumnya telah mengalir walaupun terlihat sama.

    ReplyDelete
  9. 16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Setinggi-tinggi sama di dunia ini adalah relatif. Artinya tidak ada yang mutlak dan benar-benar sama kita jumpai di dunia. Sebagai contoh 2 tidak sama dengan dua, sebab 2 yang pertama dituliskan lebih dahulu dari 2 yang kedua. Selain itu apa yang diucapkan atau dituliskan juga belum tentu sama dengan apa yang diucapkan.

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Elegi perbincangan para sama merupakan kontradiksi dari elegi perbincangan para beda. Perbedaan dan persamaan itu relatif terhadap ruang dan waktu. Beda bila ia terikat oleh ruang dan waktu, sama jika ia terbebas oleh ruang dan waktu. Sebenar-benar sama adalah sama absolut, itu hanya milik dan kuasa Tuhan.

    ReplyDelete
  11. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Di dunia ini tidak ada yang sama, dan tidak ada yang berbeda, tergantung ruang dan waktu. Aku tidak pernah bisa menyebutkan semua kesamaanku dengan oranglain. Dan aku juga tidak akan pernah bisa menyebutkan semua perbedaanku dengan oranglain. Kemudian pemikiran setiap orang berbeda-beda. Tidak ada yang sama pikiran satu dengan yang lain, tidak ada yang sama dan tidak ada yang benar. Karena kebenaran absolut adalah milik dan kuasa Tuhan. Dalam kalimat ini menunjukan bahwa kekuasaan dalam mengartikan sesuatu hanya milik Sang Maha Pencipta ilmu, Allah. Hanya Tuhanlah yang memiliki ilmu absolute yang tidak dapat ditembus oleh pemikiran manusia.

    ReplyDelete
  12. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Saat lakon para sama semakin membesar maka lakon para bela semakin mengecil begitupun sebaliknya. Namun dalam dunia filsafat saya hanya dapat mengatakan bahwa para sama hanya terdapat dalam dunia ide (Rasionalisme), karena walau mereka dikatakan sama dalam dunia empiris sebenarnya mereka hanya serupa atau sekilas nampak sama namun tidak sama. Peranan para sama hanya dapat tercipta di dunia ide. Begitupu pandangan Plato memandang Matematika bahwa mereka semua baik Geometry dan Aritmatika berada dalam dunia dunia Manusia.

    ReplyDelete
  13. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Dalam kehidupan manusia, sesungguhnya selalu terikat ruang dan waktu. Jika kita membicarakan dua hal atau lebih berada pada level material maka tidak akan ada yang sama. Namun jika kita membicarakan dua atau lebih objek pada level normatif, maka akan ditemukan banyak sekali kesamaan dari objek-objek tersebut. Sesuatu yang sama dapat kita mengerti dalam konteks tertentu, tidak semua hal yang kita pandang secara kasat mata adalah sama, namun isi dari sesuatu tersebut yang kita pandang akan menghasilkan pemikiran yang sama.

    ReplyDelete
  14. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Dalam hidup, tentunya selalu ada perbedaan dalam segi manapun, tak ada satu orang manusia pun yang memiliki kesamaan di muka bumi ini sekalipun mereka kembar. Namun perlu diingat bahwa tidak ada perbedaan kita di hadapan Allah, semua sama derajatnya dan tiadalah seseorang yang lebih mulia dari yang lain, kecuali ketakwaan mereka kepada Allah.

    ReplyDelete
  15. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini menunjukkan bahwa meskipun di dunia ini semuanya selalu memiliki perbedaan, tetapi juga sekaligus memiliki persamaan. Dapat dikatakan bahwa sama dan beda sensitif terhadap ruang dan waktunya. Kesamaan dan perbedaan tersebut berarti sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Segala objek yang sama ialah yang ada di dalam pikiran, begitu berada di luar pikiran terjadi beda sebagaimana yang telah diungkapkan dalam elegi konferensi para beda. Maka sama ialah relatif, sedangkan sama yang absolut hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  16. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    sama merupakan suatu identitas dalam diri kita akan tetapi di dalam identitas itu pula terdapat sebuah kontradiksi di dalamnya dimana bukan saja A = A melainkan terdapat A ≠ A artinya di dalam diri setiap manusia engkau akan sama dengan diri mu yang sekarang tetapi akan kontradiksi dengan diri mu di masa lalu dan di masa depan, maka sifat sama adalah relatif tergantung ruang dan waktunya. sedangkan sama di mata Tuhan itu bersifat absolut, dimana tidak ada beda antara manusia satu dengan manusia lainnya akan tetapi terjadi kontradiksi ketika manusia di lihat dari amal dan perbuatannya di dunia ini. maka sama dalam arti ini telah melampui ruang dan waktu

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Manusia diciptakan oleh Allah swt memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Seperti sepasang anak yang terlahir kembar pun berbeda. Fisiknya berbeda, apalagi dengan hati dan sifatnya pasti terdapat perbedaan diantara keduanya. Ada yang lebih dibanding yang lain, ada juga yang kurang dibanding yang lainnya.

    ReplyDelete
  18. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Setiap kelebihan maupun kekurangan yang dimiliki hanyalah titipan Allah swt semata. Kita hendaknya bersyukur terhadap apa yang dimiliki, jadikan kekurangan sebagai motivasi dan jangan jadikan kelebihan menjadi sumber kesombongan. Namun perlu diingat bahwa Allah tidak membeda-bedakan hamba-Nya, semua sama derajatnya dan tiadalah seseorang yang lebih mulia dari yang lain, kecuali ketakwaan mereka kepada Allah.

    ReplyDelete
  19. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika Int 2013

    Tuhan sebagai yang Maha Adil menciptakan kesamaan untuk menyeimbangkan adanya perbedaan. Keduanya ada pada diri manusia. Sehingga sama dan beda terikat antara ruang dan waktu. Segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah berbeda, tidak ada yang sama. Manusia pun diciptakan dengan mempunyai perbedaan yang terlihat maupun yang tak terlihat. Sesuatu yang dikatakan sama jika hal itu ada dalam pikiran kita dan itu bersifat relative. Serta sama yang absolute adalah milik Tuhan. Sehingga sejatinya di dalam kehidupan ini tidak ada satupun hal yang memiliki sifat sama.

    ReplyDelete
  20. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dari elegi perbincangan para sama diatas terlihat bahwa para sama pun tidak sama dalam mendefenisikan apa itu sama. Karena sama hanya ada di pikiran dan tidak ada hal yang benar-benar sama di dunia ini. Bahkan dua orang yang kembar identik pun memiliki perbedaannya masing-masing diciptakan oleh Allah SWT, baik dalam tanda lahir, ciri tubuh maupun sifat dan sikap yang menyertai mereka.

    ReplyDelete
  21. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pada elegi pemberontakan para beda atau elegi konferensi para beda dikatakan bahwa tak ada yang sama di dunia ini, karena berdasarkan ruang dan waktu, tak ada satu hal pun yang dapat dikatakan sama. Namun, untuk elegi ini dikatakan bahwa setinggi – tingginya sama yaitu relatif. Karena pada dasarnya sesuatu dapat dikatakan sama atau beda karena ada dua atau lebih hal yang dibandingkan. Tatkala sama, maka cara pandang, pikiran, pemikirannya mengatakan bahwa hal tersebut sama. Tentunya, tatkala beda, maka cara pandang, pikiran, pemikirannya mengatakan bahwa hal tersebut beda juga.

    ReplyDelete
  22. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Sama ada dipikiran kita.Dikatakan sama karena barangkali memiliki sifat, bentuk, ciri-ciri, jumlah, berat, panjang, tinggi dll yang sama. Relatif tergantung dari sudut pandang apa, memerlukan sama yang seperti apa. Dalam sama itu ada bedanya juga, karena sulit menemukan hal yang sama diluar pikiran atau dikonkritkan. Beda dan sama keduanya kita butuhkan untuk mengungkapkan. Kita membutuhkan kriteria beda untuk mengatakan bahwa itu sama dan kita membutuhkan kriteria sama untuk mengatakan bahwa itu beda

    ReplyDelete
  23. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Ketika sama memprotes akan konferensi para beda boleh-boleh saja, namun yang perlu diingat oleh sama adalah sama itu hanya dapat dicapai ketika di akhirat nanti, atau bisa juga dicapai ketika masih ada di dalam pikiran. Di dunia ini tidak akan pernah terjadi yang namanya sama persis, yang ada hanyalah sama identik, mengapa demikian, karena sudah menjadi kodrat makhluk, bahwa mereka haruslah berbeda, jika mereka sama maka itu melanggar kodrat ilahi.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Bukankah salah satu sifat Allah adalah berbeda dengan makhluknya, berarti dalam hal ini menjadi beda adalah mutlak adanya, mungkin hanya masalah bahasa saja, mirip itukan juga beda, cuma tingkat bedanya lebih sedikit.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Segala sesuatu dapat menjadi sama ataupun beda adalah tergantung dari sudut pandangnya. Misalnya saja manusia, meskipun kembar identik namun tetap saja mempunyai perbedaan meskipun sedikit. Namun kitab tetap bisa menyamakannya misalnya saja. Manusia sama-sama punya hidung, manusia sama-sama punya mata, manusia sama-sama punya telinga, dsb. Namun didalam kesamaannya itu tentunya mempunyai bentuk yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga dalam hal ini masalah beda dan masalah sama tergantung sudut pandang orang tersebut dalam mengangkat sebuah obyek pikir.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Dalam dunia filsafat tidak ada suatu obyek sama dengan obyek yang lain. Pasti terdapat perbedaan pada dimensi ruang dan waktunya. Sehingga setiap Kata yang sama yang diucapkan dan dituliskan pasti berbeda pada dimensi ruang dan waktunya. Sehingga tidak ada kata sama dalam dunia filsafat. Setiap orang berbeda dalam memandang dunia. Kata Immanuel Kant jika kau ingin mengetahui apa dunia maka tengoklah ke dalam pikiranmu sendiri, dunia adalah apa yang kau pikirkan terhadapnya. Dengan demikian pastilah setiap orang mempunyai pemikiran yang tidak sama tentang dunia yang sama-sama ditempati bersama ini.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id