Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Reduksi

Oleh Marsigit

Obyek pikir:
Wahai reduksi, siapakah diriku itu? Apakah keadaanku itu memenuhi kelengkapan? Mengapa banyak orang memikirkan diriku beraneka ragam?



Reduksi:
Aku saat ini memikirkanmu sebagai lengkap. Tetapi aku dapat tidak memeikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu.

Kubus:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku kubus belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai kubus, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai kubus yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memeikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bola:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bola belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bola, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bola yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai bentuk dan ukurannya saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Guru matematika:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku guru matematika belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?


Reduksi:
Wahai guru matematika, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai guru matematika yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai guru matematika dan pembelajaran matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mendidik dan hubunganmu dengan subyek didik dan pendidikan matematika. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Mahasiswa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku mahasiswa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai mahasiswa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai mahasiswa yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai mahasiswa maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi belajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai mahasiswa dan dunia mahasiswamu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Bilangan:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku bilangan belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai bilangan, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai bilangan yang indah, mahal, murah, buruk, besar, kecil, terbuat dari kayu, terbuat dari besi, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai matematika maka aku hanya memikirkan dirimu itu sebagai nilai saja. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Dosen:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku dosen belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai dosen, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai dosen yang gemuk, kurus, cantik, tampan, kaya, miskin, ...dst. Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu sebagai pendidik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi kompetensi mengajarmu dan hubunganmu dengan tugas-tugasmu sebagai dosen dan dunia dosenmu. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Diskusi:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku diskusi belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai diskusi, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai diskusi yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdiskusi yang baik maka aku hanya memikirkan dirimu itu dari sisi diskusi yang baik. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Berdoa:
Wahai reduksi, maaf, sebagai salah satu obyek pikir, aku berdoa belum tahu apa yang engkau maksud dengan pernyataanmu itu?

Reduksi:
Wahai berdoa, sekarang aku memikirkanmu dalam keadaan engkau itu lengkap. Artinya, aku sedang memikirkan semua sifat-sifatmu yang engkau miliki. Padahal engkau tahu bahwa sifat-sifatmu itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka seluruh sifat-sifatmu itu adalah semuanya sampai batas pikiranku. Sifat-sifatmu itu bisa aku sebutkan sebagai doa yang mahal, murah, seru, heboh, ...dst.
Tetapi aku dapat tidak memikirkanmu sebagian atau banyak dari bagianmu. Dan aku dapat memikirkan sebagian kecil atau satu saja dari dirimu. Itulah pengetahuanku akan dirimu. Karena aku sedang mempelajarimu bagaimana berdoa yang baik maka aku hanya memikirkan tentang Tuhan. Jadi terpaksa sifat-sifatmu yang lain aku kurangi, aku hilangkan atau aku reduksi.

Semua obyek pikir bertanya kepada reduksi:
Wahai reduksi, kenapa jawabanmu engkau ulang-ulang saja? Siapakah sebenarnya dirimu itu?

Orang tua berambut putih:
Wahai semua obyek pikir, sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Ketahuilah bahwa reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Itulah reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Dia ibarat pisau tajam bersisi dua. Tiadalah orang dapat meninggalkannya, tetapi jika salah menggunakannya maka bisa berbahaya pula. Ketahuilah bahwa tiada mudah mengalaminya bagi sifat-sifat yang terpaksa dihilangkan.

34 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Di dunia ini tidak ada yang dapat menjabarkan lengkap. Misal sifat lengkap, manusia memiliki banyak sifat yang bahkan tidak akan habis disebut ketika manusia itu mati. Itulah batasan manusia, pengetahuannya dan kemampuannya terbatas. Maka demi memudahkan dalam hal penjabaran, maka manusia melakukan reduksi. Sehingga sifat manusia disederhanakan untuk memberikan gambaran jelas. Begitu juga berlaku pada sifat-sifat benda, dunia, hewan, tumbuhan, meliputi yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Reduksi atau penyederhanana. Mengambil apa yang kita butuhkan atau bagian tertentu saja dan menghilangkan bagian lainnya. Tanpa sadar kita seringkali melakukan reduksi. Reduksi ibarat pisau tajam bersisi dua. Reduksi ini dapat menjadi baik dan dapat menjadi buruk tergantung mereka yang menggunakannya. Jika kita menggunakan reduksi dalam kegiatan pembelajaran seperti ketika mempelajaru tentang kubus pada matematika maka kita hanya mempelajari sifat- sifat kubus yang berhubungan dengan matematika dan menghilangkan sifat lainnya maka reduksi ini menjadi baik karena kita gunakan dalam kebermanfaatan. Tetapi jika seseorang berbuat buruk terhadap kita dan kita hanya melihat keburukan orang tersebut tanpa melihat kebaikan- kebaikan yang telah dia lakukan pada kita maka reduksi yang kita lakukan adalah buruk.

    ReplyDelete
  3. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Perlu diketahui pula reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Metode berpikir reduksi ini hampir setiap saat kita melakukannya dengan menyederhanakan apa yang kita perhatikan dan kita ambil objek pentingnya saja dan menghilangkan semua sifat-sifat dari suatu hal tersebut.

    ReplyDelete
  4. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Tak bisa dipungkiri bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam berpikir, oleh karena itu keterbatasan pola pikir manusia itu penyebab adanya reduksi. Reduksi merupakan metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu saja yang sesuai dengan kebutuhan. Reduksi juga merupakan penyerderhanaan dalam berpikir. Harus diingat bahwa dalam melakukan penyederhanaan berpikir haruslah dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena bisa saja kita salah dalam mereduksi dengan mengambil bagian tertentu yang memuat informasi yang keliru dan membuang/mengabaikan informasi-informasi yang penting.

    ReplyDelete
  5. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Reduksionisme bermanfaat karena bisa menyebabkan penyederhanaan terhadap sesuatu yang berlebihan proses semacam ini dapat berubah sesutu menjadi tidak begitu rumit. Namun reduksi tanpa analisis abstraksi berbahaya karena kemungkinan bisa menghilangkan sifat-sifat lainnya yang mugkin menjadi sangat penting eksistensinya maka dalam melakukan reduksi harus diiringi dengan analisi abstraksi yaitu dengan jalan memisah-misahkan atau menganalisis di dalam angan-angan (didalam fikiran) hingga sampai pada hakikat (ditemukan jawabannya)

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Reduksi merupakan metode berpikir yaitu metode berpikir mengenai semua yang ada dan yang mungkin ada dengan cara mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan keperluan berpikir. Reduksi sangat diperlukan dalam berbagai pemecahan masalah. Dengan reduksi, masalah yang sangat kompleks dapat disederhanakan sehingga menjadi mudah untuk diselesaikan. Reduksi akan benar-benar sangat bermanfaat jika kita bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan serta tidak menyalahgunakannya.

    ReplyDelete
  7. ERFIANA NUR LAILA
    13301244009
    Pendidikan Matematika C 2013

    Reduksinonism dalam filsafat mengajarkan kita tentang bagaimana kinerja otak kita dalam mempelajari suuatu hal, ternyata otak kita menganut prinsip reduksi dalam suatu sistem materi tertentu. Ini artinya, ketika kita memplejari tentang makhluk hidup dalam bidang biologi, terlebih dahulu kita mempelajari sifat-sifatnya, jenis-jenisnya, dan lain sebagainya. Saat kita berada pada tahap mempelajari sifat-sifat makhluk hidup, maka fokus kita hanya pada sifat-sifat makhluk hidup saja, kita belum berpikir tentang bagaimana pola hidup makhluk hidup, makanannya, dan hal lain selain sifatnya. Inilah pemahaman saya tentang prinsip reduksi.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Berdasarkan elegi di atas dikatakan bahwa sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Berpikir tentang yang adadan yang mungkin ada Reduksi dapat dikatakan juga sebagai penyederhanaan. Dalam berpikir reduksi kita haruslah berhati-hati. Kita memang tidak mungkin mengingat atau memikirkan keseluruhan sifat dari suatu obyek, shingga kita menyederhanakan sifatnya. Tetapi dalam menyederhanakan sifat jangan sampai kita menghilangkan sifat yang penting. Untuk itu diperlukan pikiran yang kritis dalam hal ini.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Jika kita memikirkan sesuatu dari sudut pandang tertentu maka kita akan mereduksi sifat-sifat yang tidak diperuntukkan untuk sudut pandang tersebut tetapi kita harus memikirkan sifat-sifatnya secara lengkap dari sudut pandang itu. Jika tidak maka akan terjadi kekeliruan yang mungkin berakibat fatal.

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Reduksi merupakan metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu saja yang sesuai dengan kebutuhan. Reduksi juga merupakan penyerderhanaan dalam berpikir. Namun, reduksi ini juga ibarat pisau tajam bersisi dua yang kadang bisa menjadi berbahaya bila salah menggunakannya. Karena kita tidak memandang sesuatu secara holistik.

    ReplyDelete
  11. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Layaknya puzzle, masalah yang kita hadapi seperti kesatuan puzzle dari yang beberapa bagian. Bila kita sudah memiliki semua bagian dengan cara yang benar. Anda bisa menganalisis mana yang benar dan mana yang bisa di gabungkan dengan bagian yang lain, dan berfikir bagaimana cara menghubungkan satu sama lain. Bagaimana satu puzzle itu bisa mempengaruhi pada gambar keseluaruhannya. Semakin banyak puzzle itu semakin besar anda bisa melihat solusinya.

    ReplyDelete
  12. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Melakukan reduksi melahirkan pengamatan. Setiap amasalah atau situasi baru, haruslah diamati terlebih dahulu. Pengamatan memerlukan totalitas, anggap saja mereka sebuah karya seni yang indah yang perlu anda lihat keindahannya setiap inchi.
    Buka semua indra, mendengarkan, perhatikan bau, lihat dengan teliti. Peka dengan semua gerakan, petunjuk dan apa pun itu yang menarik. Kumpulkan semua fakta secara umum dan universal. Mengamati dengan seobjektif mungkin dengan cara mengamati masalah mulai dengan sudut yang berbeda sebanyak mungkin, maka akan menghasilkan kesimpulan yang merupakan sebuah kebenaran
    "It is a capital mistake to theorize before one has data. Insensibly one begins to twist facts to suit theories, instead of theories to suit facts." ~ Sir Arthur Conan Doyle

    ReplyDelete
  13. Vety Triyana K
    13301241027
    P Matematika Int 2013

    Setiap orang pasti memiliki metode berpikir atau reduksi yang berbeda-beda, hal tersebut dikarenakan setiap individu memiliki perbedaan prioritas atau perbedaan logos. Reduksi merupakan hasil pemilahan pikiran yang diambil hanya sebagiannya saja (yang baik-baiknya saja sedangkan yang buruk-burknya di abstraksikan). Dengan adanya reduksi tersebut seseorang dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari suatu peristiwa. Hal tersebut menjadikannya orang tersebut akan terus belajar sehingga akan menciptakan pribadi yang baik yang sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  14. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Reduksi merupakan metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu saja yang sesuai dengan kebutuhan. Reduksi juga merupakan penyerderhanaan dalam berpikir. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga menyederhanakan pikiran-pikiran kita. Kita memfokuskan suatu permasalahan yang sesuai dengan kebutuhan kita. Untuk melengkapinya, manusia haruslah berikhtiar, agar antara reduksi dan lengkap itu seimbang.

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Yang saya pahami dari elegi ini adalah bahwa dalam hidup, kita perlu mereduksi pikiran kita mengenai segala sesuat. Apa yang sedang kita fokuskan saat itu, maka itulah yang harus kita pikirkan, bukan pikiran yang melebar kemana-mana, misalnya sebagai mahasiswa sekarang, kita hendaknya juga dapat melakukan metode reduksi ini agar dapat berkonsentrasi saat perkuliahan. Dan dalam menjalani hidup ini, kita juga perlu untuk mereduksi pikiran-pikiran kita tentang segala hal, dan harus bijak dalam mereduksi sesuatu. Pikiran-pikiran yang negatif perlu kita reduksi, Dengan berpikir yang positif dan ikhlas, maka tidak ada beban dalam hidup kita.

    ReplyDelete
  16. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Reduksi merupakan perangkat metodologi dengan cara membawa data dan persoalan-persoalan pada bentuk yang cocok buat analisis data atau pemecahan persoalan-persoalan tersebut. dengan kata lain, melalui penyederhanaan hal yang rumit atau kompleks. Metode ini diterapkan dalam logika, matematika, biologi, filsafat, ilmu bahasa, dan seterusnya. Bagi Husserl, reduksi merupakan upaya untuk mencapai hakikat dari segala sesuatu. Ia memaparkan tiga macam reduksi: reduki fenomenologis, reduksi eidetic dan reduksi transendental. Dalam reduksi fenomenologis, kita harus memilah pengalaman-pengalaman kita untuk mendapatkan fenomena dalam wujud semurni-murninya. Dalam reduksi eidatis, kita harus menempatkan diantara tanda kurung segala sesuatu yang bukan eidos (intisari, hakikat) dari fenomena. Dan dalam reduksi transcendental, kita harus menempatkan diantara tanda kurung eksistensi dan segaka sesuatu yang tidak mempunyai hubungan timbal balik dengan kesadaran murni, agar kita mencaai apa yang ada pada subjek sendiri melalui objek yang tampak dihadapan kita.

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pemikiran manusia, obyek, subyek bahkan semua yang ada dan yang mungkin ada memiliki kontradiksi. Pemikiran yang menggunakan satu sudut pandang maka akan melahirkan satu keputusan bukan kesimbangan. Pemikiran yang berlandasan dari kehati-hatian memilah dengan mengetahui hal kedua sisi reduksi maka akan mengambil keputusan yang bijak. Kelengkapan itu terwujud karena bisa menerima dengan pemikiran yang reduksinya diketahui kedua sisinya.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Reduksi sendiri sejalan dengan penyederhanaan dan abstraksi. Inilayang disebut reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikir. Reduksi diibaratkan seperti sebuah pisau tajam dengan dua sisi yang tidak ada yang mampu meninggalkan tetapi jika salah penggunaan pun dapat berbahaya.

    ReplyDelete
  19. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Memikirkan sesuatu hal yaitu dengan menyederhanakan sifat – sifat yang dimiliki. Karena setiap sesuatu memiliki sifat tak hingga, dan tentu kita tak bisa menggunakan sifat – sifat yang seluruuhnya dimilikinya. Karena pikiran kita terbatas terhadap apa yang kita pikirkan dan sesuai dengan pengetahuan yang kita miliki terhadap sesuatu tersebut. Hal yang demikian yang dinamakan dengan reduksi, yaitu metode berpikir yang mana hanya mengambil sebagian tertentu saja dengan peruntukan berpikirnya.

    ReplyDelete
  20. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Jika ingin memikirkan suatu objek secara komprehensif, tentunya memerlukan waktu yang tidak sedikit. Bahkan kita bisa membicarakan satu hal secara berhari-hari jika kita membicarakannya secara komprehensif. Oleh karena itu dibutuhkanlah suatu reduksi untuk menyederhanakan pandangan kita terhadap suatu objek.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Reduksi juga digunakan untuk menggambarkan suatu hal secara garis besar, sehingga ketika kita memikirkan suatu objek pikir menjadi lebih mudah untuk dipahami. Reduksi terhadap suatu objek pikir itu tergantung dengan ruang lingkup pembicaraannya, dengan demikian terdapat batasan masalah yang secara khusus menggiring pemikiran kita mau dikemanakan arah reduksinya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Manusia dengan limitasi pengetahuan dan pemahamannya atas ilmu pengetahuan yang bersifat kompleks dan infinit pasti akan melakukan proses reduksi untuk dapat mencerna ilmu pengetahuan yang baru. Sehingga manusia tidak mungkin bisa mendapatkan ilmu itu secara lengkap dan keseluruhan. Maka oleh karena itu, manusia membutuhkan sudut pandang orang lain yang juga mengalami hal yang sama. Dengan berdiskusi, maka setiap individu saling menuangkan pemahamannya, sehingga dapat diperoleh pemahaman baru yang lebih kompleks, meskipun tidak mungkin lengkap.

    ReplyDelete
  23. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Reduksi merupakan metode berpikir yang hanya mengambil bagian tertentu saja yang sesuai dengan keinginan yang dibutuhkan. Reduksi juga merupakan penyerderhanaan dalam berpikir. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga menyederhanakan pikiran-pikiran kita. Kita memfokuskan suatu permasalahan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

    ReplyDelete
  24. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Mereduksi pikiran membantu kita mengingat sesuatu dengan lebih mudah atau lebih sederhana. Misalnya ketika kita hendak pergi ke suatu tempat yang baru pertama kali didatangi. Agar tidak tersesat, biasanya kita mengingat beberapa lokasi yang kita lalui. Itu memudahkan kita dalam mengingat jalan, sehingga tidak perlu mengingat setiap detil jalan yang dilalui. Inilah bukti bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam berpikir dan mengingat. Sehingga sangat perlu manusia untuk mereduksi sesuatu untuk mengingat dan mengahafal sesuatu. Karena tidak mungkin manusia bisa mengingat semuanya.

    ReplyDelete
  25. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Mereduksi berarti menghilangkan sesuatu secara sebagian. Dengan menyadari adanya reduksi akan menyadarkan kita untuk berlaku bijak terhadap ruang dan waktu. Mungkin saat ini kita bisa saja menjadi subyek yang mereduksi. Bisa saja dikemudian hari, kita akan menjadi obyek yang direduksi.

    ReplyDelete
  26. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Pemikiran manusia bersifat terbatas. Tidak dapat memikirkan semua sifat bersamaan dalam satu waktu. Tidak mampu juga menganalisis semua hal secara tajam pada satu situasi. Maka dalam berpikir kita harus melakukan pembatasan-pembatasan pada satu atau sebagian kecil saja fokus. Yang demikian dilakukan agar kita masih tetap memiliki ketajaman berpikir dan tidak mengalami kebingungan yang besar.

    ReplyDelete
  27. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Dari sudut pandang mempelajari matematika, dalam mempelajari bangun ruang hanya dilihat dari bentuk dan ukurannya, lainnya tidak dipelajari/direduksi. Jadi, untuk mempelajari sesuatu dilihat dari apa yang dijadikan tujuan dan kompetensi yang akan pelajari maka dibutuhkan penyederhanaan ruang lingkup, jika tidak ada batasan maka semesta pembicaraan akan melebar. Metode berpikir reduksi bermanfaat juga dalam pemecahan masalah, dari yang kompleks menjadi sederhana.

    ReplyDelete
  28. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Manusia memiliki keterbatasan dalam pikiran. Manusia tak sanggup memikirkan segala hal yang ada di dunia ini, namun hanya sanggup memikirkan sebagian saja yang kita kenal sebagai berpikir reduksi. Dengan meruduksi kita hanya mengambil sebagian saja yang sesuai kemampuan dan sesuai kebutuhan kita.

    ReplyDelete
  29. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pereduksian pengetahuan sama saja dengan penyederhanaan pengetahuan. Pengetahuan didasarkan pada pengalaman dan direduksi menjadi kalimat-kalimat yang mampu membangun struktur pengetahuan itu sendiri. Berdasarkan yang mungkin ada dan dieksplisitkan secara keilmuwan.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  30. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Menurut elegi di atas sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir. Reduksi itu sejalan dengan penyederhanaan, dia juga sejalan dengan abstraksi. Itulah reduksi yaitu metode berpikir dimana hanya mengambil bagian tertentu saja sesuai dengan peruntukan berpikirnya.

    ReplyDelete
  31. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Tanpa adanya reduksi kita mungkin saja akan kesulitan karena kita harus mengamati sifat dari sesuatu yang jumlahnya lebih dari semilyar pangkat semilyar padahal kemampuan pikiran dan panca indera seseorang juga terbatas. Dengan adanya motede berpikir reduksi selagi digunakan sesuai dengan peruntukan berpikirnya maka itu akan sangat membantu kita dalam memikirkan sesuatu tersebut.

    ReplyDelete
  32. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Pernyataan ini menarik untuk dikaji “sebenar-benar reduksi adalah metode berpikir.” Saya ingin mengomentari ini dengan pandangan mulla shadra dalam memandang realitas.
    Mulla Sadra adalah tokoh yang berusaha menyintesiskan pemikiran-pemikiran pendahulunya mengenai penalaran rasional dengan konsep iluminasi yang dikemas dalam Hikmah Al- Mutaalliyahnya. Dalam pemikirannya ini dia berusaha menggabungkan antara agama, filsafat, dengan konsep Zauqh atau Israqih. Bagi Mulla sadra ketiga hal ini saling membuktikan kebenaran dan tidak bertentangan satu sama lain. Oleh karna itu kita harus dapat membedakan mana yang mustahil bagi akal dan mana yang tidak bisa dijangkau oleh akal. Agama dan Wahyu bagi Mulla sadra adalah bukan sesuatu yang mustahil bagi akal, akan tetapi ia belum bisa dijangkau oleh akal. Sebaliknya jika agama dan wahyu tidak bersandar pada rasionalitas maka agama itu akan terkesan meninggalkan keyakinan terhadap ilmu yang pasti, sebab agama yang disandarkan pada penalaran merupakan cahaya diatas cahaya.
    Pemikiran Mulla Sadra yang kedua adalah Filsafat Wujudnya, Wujud dalam pandangan mulla sadra ada dua hal yakni wujud abstrak dan wujud konseptual. Mulla sadra tidak sependapat dengan para filosofis yang menyatakan bahwa wujud merupakan hasil abstraksi mental dari suatu pemikiran. Pemikiran seperti ini baginya telah menghilangkan konsep “ada’ pada wujud, hal yang perlu diketahui adalah wujud itu menandakan keberadaan sesuatu dan wujud secara universal merupakan esensi yang terdapat dalam sesuatu yang ada, maka apabila wujud dikatakan hanya berada dalam fikiran maka dia tidak memenuhi sarat yang ada.

    ReplyDelete
  33. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam menggapai reduksi, pastilah manusia memiliki keterbatasan. Sekalipun tetap mengusahakannya. Karna pemikiran-pemikiran manusia hanyalah terbatas dan yang tak terbatas hanyalah kuasaNya

    ReplyDelete
  34. Asri Fauzi
    16709251009
    Pend. Matematika S2 Kelas A 2016
    Dari elegi di atas dapat diperoleh bahwa reduksi merupakan metode berpikir berupa penyederhanaan dan abstraksi yang dimana hanya mengambil bagian tertentu saja atau poin-poinnya saja sesuai dengan keperluan berpikirnya. Manusia tidak akan mampu memikirkan semua obyek yang ada di dunia ini karena tidak terhingga jumlahnya. Maka dengan adanya proses berpikir reduksi seseorang dapat dengan mudah menyimpulkan suatu obyek dan dapat mengambil kesimpulan. tetapi jika salah menggunakannya maka bisa berbahaya pula. Ketahuilah bahwa tidak mudah untuk menghilangkan sifat-sifat dari suatu obyek karena jika seseorang salah mereduksi maka tidak ada manfaat yang ia dapatkan. Semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam proses berpikir kita. Aamin…

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id