Jul 31, 2010

Elegi Menggapai Kategori

Oleh Marsigit
(Diolah dari pemikiran Immanuel Kant)

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?



Kategori1:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku mampu menampung semuanya. Aku adalah satu. Semua ada di dalamku. Tetapi ada orang yang memanggilku sebagai universal.

Kategori2:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah bagian-bagian. Aku juga kelompok-kelompok. Aku pandai berserikat. Tetapi ada orang yang memanggilku sebagai partikular.

Kategori3:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah bagian-bagian. Aku adalah banyak. Aku bersifat mandiri. Tetapi ada orang yang memanggilku sebagai singular.

Pengetahuan:
Wahai kategori 1, 2, dan 3. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama universal, partikular dan singular. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai kuantitas.

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?

Kategori4:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah semua yang bersifat positif. Aku menjelaskan kenyataan-kenyataan. Aku adalah kalimat atau pernyataan-pernyataan. Au terdiri dari subyek dan predikat. Tetapi ada orang memanggilku sebagai afirmatif.

Kategori5:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah semua yang bersifat mengingkar. Aku menjelaskan kenyataan-kenyataan. Aku adalah kalimat atau pernyataan-pernyataan. Aku terdiri dari subyek dan predikat. Tetapi ada orang memanggilku sebagai negatif.

Kategori6:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah semua yang bersifat tak terbatas. Tetapi fungsiku adalah untuk membatasi. Tetapi ada orang memanggilku sebagai infinit.

Pengetahuan:
Wahai kategori 4, 5, dan 6. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama afirmatif, negasi dan infinit. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai kualitatif.

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?

Kategori7:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tugasku adalah membedakan satu hal dengan hal yang lain. Tetapi ada orang memanggilku sebagai kategori.

Kategori8:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Aku adalah sebab akibat. Jika ada sebab aku selalu mdencari akibat. Jika ada akibat aku selalu mencari sebab. Tetapi ada orang memanggilku sebagai hipotetik.

Kategori9:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang aktif dan pasif. Aku adalah interaksi antara aktif dan pasif. Tetapi ada orang memanggilku sebagai komunitas

Pengetahuan:
Wahai kategori 7, 8, dan 9. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama kategori, hipotetik dan komunitas. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai hubungan.

Pengetahuan:
Wahai kategori-kategori, siapakah dirimu itu?

Kategori10:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang mungkin dan yang tak mungkin. Aku bersifat problematik. Aku selalu berusaha mencari kepastian relatif. Tetapi ada orang memanggilku sebagai probabilitas.

Kategori11:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang ada dan yang tak ada. Tetapi ada orang memanggilku sebagai asetorik.

Kategori12:
Aku tidak mengetahui siapa namaku. Tetapi aku dapat menjelaskan sifat-sifatku. Tempat tinggalku di antara yang persyaratan-persyaratan. Aku dimulai dengan kesepakatan. Mencarai syarat-syarat terjadinya sesuatu itulah pekerjaanku. Pekerjaanku hanyalah berdasarkan konsistensi. Tetapi ada orang memanggilku sebagai apodiktik. Ada orang awam memanggilku sebagai matematika. Ya boleh saja.

Pengetahuan:
Wahai kategori 10, 11, dan 12. Ternyata engkau semua adalah bagian dariku. Aku setuju bahwa angkau masing-masing bernama probabilitas, asetorik dan apodiktik. Ketahuilah bahwa engkau semua merupakan kategori dalam pikiranku. Berkat engkau semua itulah maka aku dapat memikirkan apa yang aku sebut sebagai modalitas.

Orang tua berambut putih:
Wahai pengetahuan. Sudah jelaslah engkau itu. Bahwa pengetahuanmu, di dalam pikiranmu itu terdiri dari kategori-kategori. Dikarenakan di dalam pikiranmu sudah ada kategori-kategori itulah maka engkau dapat memperoleh pengetahuanmu. Ketahui bahwa secara umum kategori itu meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Masing-masing kategori memuat tiga aspek. Jadi ketahuilah bahwa di dalam pikiranmu itu terdapat duabelas kategori, yang memungkinkan engkau dapat membangun pengetahuanmu. Itulah teori yang dibuat oleh Immanuel Kant.

36 comments:

  1. Raden Muchammad Nurrizal Hasbi Ashshidiqqie
    13301244013
    S1 Pendidikan Matematika C 2013

    Dari teori Immanuel Kant di atas, kita ketahui bahwa pengetahuan manusia diterima dan digolongkan ke dalam kategori yang sesuai. Masing-masing kategori pasti mempunyai peranannya masing-masing. Hal ini bisa mempermudah manusia dalam memanggil kembali pengetahuan yang telah didapatkan. Pengelolaan pengetahuan yang tepat mungkin bisa membantu manusia untuk menampung lebih banyak pengetahuan yang mungkin didapatkan.

    ReplyDelete
  2. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Menurut Immanuel Kant. di dalam diri manusia terdapat pengetahuan yang memiliki kategori-kategori. Tiap kategori mempunyai sifat, kegunaan, dan manfaatnya yang berbeda dengan kategori lainnya. Kategori dikelompokkan ke dalam empat hal yaitu kuantitas, kualitatif, hubungan, dan modalitas. Kuantitas meliputi universal, partikular, dan singular. Kualitatif meliputi afirmatif, negatif, dan infinit. Hubungan meliputi kategori, hipotetik, dan komunitas. Modalitas meliputi probabilitas, asetorik, dan matematika. Kategori-kategori inilah yang dapat membantu membangun pengetahuan.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Teori yang dibuat Immanuel Kant mengatakan bahwa pengetahuan dalam pikiran- pikiran kita terdiri dari 4 kategori yang terdiri dari 3 aspek. Dengan kategori- kategori itulah maka kita dapat memperoleh pengetahuan. Kategori ini bermanfaat dalam menyederhanakan berbagai pengetahuan yang ada. Itulah manfaat kategori yaitu menyederahanakan keberagaman yang ada. Dengan membagi menjadi kategori- kategori kita akan lebih mudah mencari sesuatu. Semisal di supermarket, berbagai macam kebutuhan di tata dalam kategori- kategori seperti barang pecah belah, alat tulis, makanan, sembako, dan lain sebagainya. Dengan pembagian tersebut seorang konsumen tentu akan lebih mudah dalam mencari barang yang dibutuhkannya.

    ReplyDelete
  4. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Menurut teori Immanuel Kant bahwa pengetahuan di dalam pikiran itu terdiri dari kategori-kategori. kategori terdiri dari empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas dengan masing-masing kategori memiliki tiga aspek. Dari kategori-kategori tersebut maka akan muncullah pengetahuan.Dalam membangun pengetahuan berdasarkan kategori maka berarti manusia dapat berpikir secara intensif dan ekstensif serta mampu memilah dan mengolah informasi agar dapat dikategorikan dengan jelas untuk membagun dan mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya

    ReplyDelete
  5. Taofan Ali Achmadi
    16701251001
    PPs PEP B 2016

    Dari elegi di atas kita akhirnya mengetahu bahwa dalam pikiran manusia terdapat 4 Kategori dimana masing-masing memuat 3 Aspek. 1) Kategori Kuantitas (bayaknya penhetahuan yg bisa ditmpung) ada Universal bisa menampung semua hal, Partikuler bagian-bagian yg berserikat & Singular bagian-bagia yg mandir; 2) Kualitatif (mutu/kualitas pengetahuan) ada Afirmatif yg bersifat positif, Negatif bersifat mengingkari, Infinit adalah semua yang bersifat tak terbatas; 3) ubungan merupakan kategori yang bersangkut paut antara satu dengan hal yang lainnya dalam pikiran manusia ada Kategori membedakan satu hal dengan hal yang lainnya, Hipotetik adalah hubungan sebab akibat, Komunitas adalah berada diantara yang aktif dan pasif; 4) Modalitas merupakan kategori pernyataan menurut hal menyungguhkan atau mengingkari kemungkinan atau keharusan, Ada Probabilitas bersifat problematik, selalu berusaha mencari kepastian relatif, Asetorik adalah berada di antara yang ada dan yang tidak ada, Apodiktik adalah berada di antara yang persyaratan-persyaratan, dimulai dengan kesepakatan, mencari syarat-syarat terjadinya sesuatu, tugasnya berdasarkan konsistensi.

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Elegi ini menyatakan bahwa pengetahuan terbentuk dari kategori-kategori, dan semua kategori-kategori ini ada dalam pikiran kita. Dan secara umum kategori, terdiri dari empat hal, yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Dalam memahami pengetahuan dari kategori tersebut manusia dapat berpikir tentang fungsi, kegunaan serta manfaat yang terkandung dalam kategori itu untuk bisa mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Mengkategorikan juga harus sesuai dengan maksud dan tujuan dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

    ReplyDelete
  7. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Immanuel Kant mengungkapkan bahwa terdapat beberapa kategori yang memungkinkan seseorang untuk membangun pengetahuan. Kategori tersebut ada empat yaitu, kualitas, kuantitas, hubungan, dan modalitas. Setiap kategori memuat tiga aspek, sehingga terdapat dua belas kategori yang berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang. Setiap kategori tentunya memiliki manfaat yang berbeda-beda dalam membangun pengetahuan seseorang.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  8. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Menurut Immanuel Kant, pengetahuan di dalam pikiran itu terdiri dari kategori-kategori. Kategori meliputi empat hal diantaranya kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas. Masing-masing kategori memuat tiga aspek. Dari kategori-kategori tersebut maka akan muncullah pengetahuan.

    ReplyDelete
  9. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Kategori-kategori yang dibuat salah satunya bertujuan agar kita dapat membangun ilmu pengetahuan. Penggolongan-penggolongan itu telah dijelaskan oleh beberapa tokoh, salah satunya adalah emanuel kant yang membagi kategori menjadi 4 kelas, yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. . Kuantitas meliputi aspek universal, khusus, dan tunggal, kualitas meliputi afirmatif, negatif, dan tak terbatas, Hubungan meliputi kategori, hipotesis, dan masyarakat, yang terakhir modalitas meliputi probabilitas, setorik, dan apodiktis.

    ReplyDelete
  10. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Immanuel Kant mengatakan bahwa pengetahuan dalam pikiran- pikiran kita terdiri dari 4 kategori yang terdiri dari 3 aspek.Kategori meliputi empat hal diantaranya kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas. Setiap kategori memiliki peranan yang berbeda dalam membangun pengetahuan seseorang.

    ReplyDelete
  11. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Penegatahuan menurut Immanuel Kant dapatlah ditemukan dengan hakiki mengenal kategori-kategori yang mestinya ada untuk membuatnya menjadi pengetahuan. Kuantitatif dengan universal, singular, dan partikular sebagai bagiannya. Kualitatif dengan afirmatif, negasi, dan infinit sebagai bagiannya. Hubungan dengan kategori, hipotetik, dan komunitas sebagai bagiannya. Dan modalitas dengan pobabilitas, asetorik, dan apodiktik sebagai bagiannya.

    ReplyDelete
  12. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini menjelaskan tentang teori yang dibuat oleh Immanuel Kant bahwa pengetahuan di dalam pikiran kita terdiri dari kategori-kategori. Karena adanya kategori tersebut maka kita dapat memperoleh pengetahuan. Pengetahuan yang kita peroleh akan dimasukkan ke dalam masing-masing kategori yang ada. Menurut Immanuel Kant, terdapat 12 kategori yang memungkinkan untuk membangun pengetahuan, secara umum kategori tersebut meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas, masing-masing kategori memuat tiga aspek. Kuantitas merujuk pada pengetahuan tentang banyak, kualitas merujuk pada pengetahuan tentang kualitas, dan seterusnya.

    ReplyDelete
  13. Vety Triyana K
    13301240127
    P Matematika Int 2013

    Saya dapat mengambil kesimpulan dari elegi di atas bahwa kategori dalam kehidupan manusia itu merupakan bentuk dari sistem klasifikasi dari golongan, jenis, level, kelas dan sebagainya yang ada di muka bumi ini. Kategori tersebut dapat dikaitkan dengan pemahaman, pengalaman dan pemikiran seseorang. Kategori merupakan pembeda pengetahuan dalam kelompok-kelompok tertentu sehingga terlihat ada perbedaan antara pengetahuan yang satu dengan yang lain. Secara umum, kategori meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas. Setiap hal terdiri dari tiga komponen. Kuantitas terdiri dari universal, partikular dan singular. Kualitas terdiri dari afirmatif, negasi dan infinit. Hubungan terdiri dari kategori, hipotetik dan komunitas. Modalitas terdiri dari probabilitas, asetorik dan apodiktik. Dari keduabelas komponen tersebut, maka pengetahuan kita dapat terbangun.
    Sehingga akan didapatkan pengetahuan dan pengalaman yang baru dapat terbangun.

    ReplyDelete
  14. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pengetahuan untuk menggapai sesuatu terdiri atas beberapa kategori untuk menguasainya. kategori terbagi atas empat besar yaitu kuantitas, kualitatif, hubungan dan modalitas. Keempat besar kategori tersebut terbagi kembali atas tiga kategori-kategori lainnya. saya mengambil contoh ketika kita ingin meningkatkan pengetahuan kita atas kuantitas diri kita maka kita perlu memiliki kategori universal yang berarti kita satu untuk semua, kategori partikular dimana kita dapat melakukan sesuatu terhadap kelompok atau komunitas kita, dan singular yang berarti kita dapat pula mandiri di dalamnya

    ReplyDelete
  15. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Kategori dari bahasa yunani berarti kategoria, yang berarti pernyataan, predikat, dari kata (ke bawah, terhadap, melawan) agoreuein (menegaskan, menyatakan, menekankan, berbicara). Dalam karta Plato, Sophist, ditunjukkan lima kategori pokok, yaitu ada, diam, gerak, identitas, dan diferensi. Plato meletakkan dasar bagi istilah kategori-kategori. Bagi Aristoteles, kategori adalah seperangkat pernyataan yang mampu mengklasifikasikan semua pernyataan lainnya.

    ReplyDelete
  16. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Beberapa prinsip dasar dalam filsafat Kant tentng duabelas kategori: a) kategori adalah syarat mutlak perlu bagi pengalaman apapun; tanpa kategori tidak aka nada pengalaman, taka da pengetahuan. Seluruh pengalaman dan pengetahuan mengandaikan kategori-kategori; b) kategori adalah daftar lengkap bentuk pemahaman kita. Kategori adalah satu-satunya cara yang menjadikan hal-hal dapat dialami dan berarti; c) kategori tidak mekukiskan atau menggolongkan realotas sebagai berada pada dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Ketika dalam pikiran manusia dibatasi oleh kategori maka ketika sudah sampai titik batas tersebut maka akan mengalami perkembangan dalam pengetahuan. Namun ketika kita belum menyadari kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas yang ada, maka pengetahuan kita membutuhkan logos dan mitos yang lebih banyak sehingga menyadari akan hal tersebut.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kuantitas merupakan sebuah kategori pengetahuan yang melibatkan universal, partikular dan singular. Universal ini adalah semua hal yang ada dalam satu wadah, partikular adalah bagian-bagian yang dapat menjadi satu kelompok-kelompok kecil, dan singular adalah bagian-bagian yang mandiri atau berdiri sendiri. Dengan ketiga kategori ini pengetahuan dapat memikirkan kuantitas.

    ReplyDelete
  20. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kualitatif atau kualitas merupakan kategori kedua dalam pengetahuan yang meliputi afirmatif, negasi, dan infinit. Afirmatif adalah semua yang bersifat positif yang menjelaskan kenyataan-kenyataan serta kalimat atau pernyataan-pernyataan, Negasi atau negatif adalah semua yang bersifat mengingkar atau lawannya yang menjelaskan kenyataan-kenyataan serta kalimat atau pernyataan-pernyataan, serta infinit adalah semua yang bersifat terbatas untuk membatasi semuanya. Dengan ketiga bagian kategori ini pengetahuan dapat memikirkan kualitatif atau kualitas yaitu dengan memandang sifat-sifat positif dan sifat-sifat negatif serta batasan yang dapat menentukan kualitas akan sesuatu.

    ReplyDelete
  21. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Hubungan merupakan kategori ketiga dalam pengetahuan yang meliputi kategori, hipotetik, dan komunitas. Kategori adalah dapat menjelaskan sesuatu untuk membedakan dengan hal yang lain, hipotetik adalah hukum sebab akibat, dengan berdasarkan jika ada sebab maka pasti akan ada akibatnya, serta komunitas yang merupakan sebuah interaksi antara yang aktif dan pasif. Dengan ketiga elemen tersebut pengetahuan dapat memikirkan hubungan dengan kata lain adanya perbedaan satu hal dengan hal yang lain kemudian dengan hukum sebab-akibat serta interaksi diantara mereka maka terciptalah sebuah hubungan.

    ReplyDelete
  22. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Modalitas adalah kategori keempat dalam pengetahuan yang meliputi probabilitas, asetorik serta apodiktik. Probabilitas merupakan problematik yang berada diantara yang mungkin dan yan tak mungkin untuk mencari sebuah kepastian relatif, asetorik berada diantara yang ada dan yang mungkin ada, serta apodiktik merupakan persyaratan yang diawali dengan kesepakatan, mencari syarat-syarat akan terjadinya sesuatu yang berdasarkan konsistensi. Dengan ketiga bagian kategori ini pengetahuan dapat memikirkan sebuah modalitas.

    ReplyDelete
  23. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Kategori itu meliputi empat hal menurut Immanuel Kant yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Di dalam kuantitas ada universal, parsial, dan singular. Di dalam kualitas ada afirmatif, negasi, dan infinit. Di dalam hubungan ada kategori, hipotetik, dan komunitas. Di dalam modalitas ada probabilitas, asetorik, dan apodikdik. Kategori-kategori itu dapat digunakan untuk membangun pengetahuan.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Menggapai kategori ini erat kaitannya dengan teori membangun ilmu pengetahuan dari Immanuel Kant. Jadi dalam hal ini otak tidak hanya dibagi menjadi tiga kategori yakni otak kiri, kanan dan tengah. Namun otak dapat dipartisi menjadi 12 bagian sesuai dengan kategorinya tersebut.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Mungkin dalam hal ini pembagian otak menjadi dua belas belum terasa ilmiah, namun itu tetap saja mungkin terjadi, karena bukankah dalam Immanuel Kant terdapat apriori dan aposteriori, sehingga hal yang real ataupun masih abstrak bisa saja dimunculkan secara bersamaan.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  26. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Dalam elegi diatas, Kant membagi unsur-unsur pengetahuan dalam diri manusia atas beberapa kategori. Kategoti-kategori tersebut saling berhubungan membentuk sebuah pengetahuan. kategori- kategori tersebut hasil dari proses sintesis, tesis dan antitesis untuk menemukan logos atau ilmu pengetahuan yang baru. Setiap manusia memiliki kategori-kategori seperti yang dikemukakan oleh I. Kant, tergantung manusia dapat mendayakannya apa tidak untuk membentuk sebuah pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  27. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kemampuan manusia untuk membangun pengetahuannya didasarkan pada kategori yang ada dalam pikiran manusia yang terdiri dari 12 aspek yang dibagi menjadi 4 kategori yaitu kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas dengan masing-masing kategori terdiri dari 3 aspek lainnya, menurut Imanuael Kant. Misalnya aspek kuantitas terdiri dari aspek universal, partikular, singular. Aspek kualitas terdiri dari aspek afirmatif, negasi, dan infinit. Aspek hubungan terdiri dari aspek kategori, hipotetik, dan komunitas. Dan Aspek hubungan terdiri dari aspek probabilitas, asetorik, apodiktik.

    ReplyDelete
  28. NUR AZIZAH
    16709251017
    PMAT KELAS A PPS UNY 2016

    Pengetahuan terbangun dari kategori-kategori tertentu. Ada 12 kategori yang menyusun pengetahuan, akan tetapi secara umum keduabelas kategori itu dikelompokkan menjadi empat yakni kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Kuantitas terdiri dari kategori univerasal, partikular dan singular. Kualitas terdiri dari kategori afirmatif, infinit dan negasi. Hubungan terdiri dari kategori, hipotetik dan komunitas. Sedangkan modalitas terdiri atas kategori probabilitas, asetorik dan apodiktik.

    ReplyDelete
  29. Dita Aldila Krisma
    13301241002
    Pendidikan Matematika I 2013

    Kategori adalah pengelompokan. Kategori kuantitas yaitu universal, partikular, dan singular. Kategori kualitas afirmatif, negatif, infinit. Kategori hubungan yaitu kategori, hipotesis, komunitas. Kategori modalitas yaitu probabilitas, asetorik, apodiktik. Berdasarkan kategori tersebut kita dapat membangun pengetahuan.

    ReplyDelete
  30. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Menurut Kant, pengetahuan di dalam pikiran itu terdiri dari kategori-kategori yang meliputi 4 hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas. Masing-masing memuat tiga aspek, sehingga terdapat 12 kategori pengetahuan. Katogori tersebut dapat digunakan untuk membangun pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  31. Kartika Nur Oktaviani
    16709251032
    Pendidikan Matematika S2 UNY kelas B

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Pengetahuan dapat dibedakan menjadi kategori-kategori berdasarkan dimensi-dimensi dan semesta pembicaraannya. Kita diberi kemampuan untuk membedakan pengetahuan yang baik dan yang buruk agar kita terhindar dari salah jalan. Sebenar-benar manusia adalah yang mampu menuntut ilmu dan menyebarkannya kepada orang lain.
    Wassalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  32. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Berdasarkan dari pemikiran Immanuel Kant, bahwa pengetahuan atau di dalam pikiran seseorang terdiri dari 12 kategori yang dikelompokkan ke dalam 4 ranah yaitu; kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas. Ranah kuantitas mewakili kategori : universal, partikular, dan singular. Ranah kualitas mewakili kategori : afirmatif, negasi, dan infinit. Ranah hubungan mewakili kategori : kategori, hipotetik, dan komunitas. Ranah modalitas mewakili kategori : probabilitas, asetorik, dan apodiktik. Setiap kategori-kategori memiliki sifatnya masing – masing.

    ReplyDelete
  33. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    Pendidikan Matematika A 2013
    13301241019

    Adanya kategori-kategori tersebut yang membuat seseorang memperoleh dan membangun pengetahuannya. Namun sepertinya dominasi dari kategori-kategori di dalam pikiran setiap orang berbeda, maka pengetahuan yang berhasil dibangun oleh setiap orang juga berbeda.

    ReplyDelete
  34. RAHMANITA SYAHDAN
    16709251013
    PPs Pmat A 2016

    Bismillahirrahmanirrahim
    Kant meyakini pengetahuan berdasarkan pada dua tahapan, tetapi dengan urutan sebagai berikut: tahap pertama, yang mana seperti tahap yang kita sebut dengan takhayyuli adalah tahap di mana hal-hal yang inderawi masuk pada gambar tempat dan waktu, dan tahap kedua adalah tahap dua belas kategori.
    Kritisisme Immanuel Kant sebenarnya telah memadukan dua pendekatan dalam pencarian keberadaan sesuatu yang juga tentang kebenaran substansial dari sesuatu itu. Kant seolah-olah mempertegas bahwa rasio tidak mutlak dapat menemukan kebenaran, karena rasio tidak membuktikan, demikian pula pengalaman, tidak dapat dijadikan melulu tolak ukur, karena tidak semua pengalaman benar-benar nyata, tapi “tidak-real”, yang demikian sukar untuk dinyatakan sebagai kebenaran.

    ReplyDelete
  35. Iqlima Ramadhani Fabella
    13301241017
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dalam hal ini Immanuel Kant mengatakan bahwa kategori-kategori dalam memperoleh pengetahuan meliputi empat hal yaitu kuantitas, kualitas, hubungan dan modalitas. Masing-masing kategori memuat tiga aspek.

    ReplyDelete
  36. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Pengetahuan adalah satu kesatuan yang luas dari bergaia aspek. Pengetahuan terbentuk dari pola pikir manusia. Pola pikir manusia senantiasa berkembang sehingga pengetahuan pun semakin lama semakin luas dan dalam. Dalam elegi ini (pemikiran Immanuel Kant) mencerminkan bagaimana bahwa pemikiran manusia meliputi 4 aspek yaitu mengenai Kuantitas, kualitatif, hubungan dan modalitas. Yang masing-masing tersebut dipecah-pecah menjadi kelompok-kelompok kecil. Ini menandakan bahwa manusia mengalami perkembangan pola pikir. Dari masing-masing pola pikir manusia kemudian bisa digeneralisasi atau di masukkan ke kategori umum menjadi 4 hal. Bukan hal yang mustahil jika manusia kemudian mampu mengembangkan lebih luas dan lebih terperinci masalah pengetahuan. Sebagai manusia yang di beri akal sudah seharusnya menggunakan pikirannya dalam rangka utnuk membangun diri.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id