Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Para Keliru

Oleh Marsigit

Keliru:
Aku sedang berada dipersimpangan jalan. Aku dalam keadaan ragu-ragu antara harus berbicara atau diam saja. Tetapi aku melihat bahwa para anggotaku ternyata sama seperti saya. Mereka juga tampak mulai gelisah. Ternyata aku mengetahui sebabnya. Sebabnya adalah adanya konferensi yang baru saja diselenggarakan oleh para benar. Konferensi para benar telah mengusikku dan mengusik semua pengikutku, para keliru. Baiklah kalau begitu aku juga ingin mengadakan konferensi para keliru agar para anggotaku bisa mempresentasikan pemikirannya. Wahai para keliru, aku akan segera mengadakan konferensi. Maka dengan ini aku mengundang engkau semua untuk hadir. Silahkan aku memberi kesempatan kepada dirimu semua untuk menyampaikan pemikiranmu.



Kekeliruan generalisasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari enggotamu. Aku adalah kekeliruan generalisasi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan generalisasi. Ketika aku bertemu dengan beberapa orang Indonesia dan ternyata mereka melakukan korupsi, maka aku mengambil generalisasi bahwa semua orang indonesia melakukan korupsi. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Itulah sebenar-benar aku, yaitu kekeliruan generalisasi. Maka kekeliruan generalisasi merupakan tempat persembunyianku. Aku akan selalu menggoda manusia baik mereka menyadari atau tidak, untuk melakukan kesalahan generalisasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan spesifikasi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan spesifikasi. Banyak orang melakukan kekeliruan spesifikasi baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ketika aku mengatakan bahwa negara telah makmur, belum tentu si Suto atau si Noyo telah makmur. Ketika aku katakan bahwa organisasi telah maju, belum tentu anggota-anggotanya juga telah maju. Ketika aku katakan kelas kuliah ini telah sukses, belum tentu si Udin di dalamnya juga telah sukses. Itulah sebenar-benar kekeliruan spesifikasi, yaitu kekeliruan dimana oarng sengaja atau tidak sengaja keliru menganbil spesifikasi. Itulah temapt persembunyianku. Maka aku selalu berusaha untuk menggoda manusia agar mereka selalu melakukan kekeliruan spesifikasi. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan arti karena sama bunyi :
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan arti karena sama bunyi . Banyak orang-orang mengalami kekeliruan atau sengaja melakukan kekeliruan menggunakan ku. Ketika aku bunyikan pengertian yang berbeda dengan hal-hal yang sama maka sebagian dari mereka mengalami kekeliruan. Mereka ternyata salah paham terhadap hal-hal yang aku bunyikan sama. Misal ketika aku berkata “bisa”, maka sebagian orang berpikir bahwa yang aku maksud adalah racun, padahal aku berkehendak mengatakan dapat. Maka “bisa” merupakan salah satu tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Diriku adalah kekeliruan sama bunyi. Aku akan selalu menggoda manusia agar mereka selalu mengalami kekeliruan. Itulah permohonanku kepadamu.

Kekeliruan karena lupa:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan karena lupa. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan karena lupa, atau sengaja melupakan sesuatu hal. Ketika aku tidak dapat menelponmu, itu karena aku lupa nomor HP mu. Maka lupa adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu lupa. Itulah permohonanku.

Kekeliruan logika:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan logika. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan logika, atau sengaja melakukan kekeliruan logika. Aku sebetulnya masihlah bermacam-macam bentukku. Kekeliruan logika itu meliputi kekeliruan deduksi, kekeliruan indukasi, kekeliruan mengurutkan, kekeliruan menjumlah, kekeliruan mengurangi, kekeliruan mengalikan, kekeliruan membagi, kekeliruan menghitung, kekeliruan menyimpulkan, kekeliruan memilih, kekeliruan mengambil keputusan dan kekeliruan matematika. Maka kekeliruan logika adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan logika. Itulah permohonanku.

Kekeliruan persepsi:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan persepsi. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan persepsi baik disengaja atau tidak. Ketika aku mengiyakan isi surat perjanjian ini, padahal terdapat kesalahan tanggal, bulan dan tahun, maka itu karena aku salah melihat. Ketahuilah bahwa diriku itu bermacam-macam. Kekeliruan persepsi itu meliputi kekeliruan melihat, kekeliruan mendengar, dan kekeliruan mempersepsi dengan panca indera. Maka kekeliruan persepsi adalah tempat persembunyianku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan persepsi. Itulah permohonanku.

Kekeliruan komitmen:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan komitmen. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan komitmen baik disengaja atau tidak. Ketika aku telah berjanji kemudian aku mengingkarinya, maka itulah kekeliruan komitmen. Ketika aku berkomitmen kemudian aku tidak dapat memenuhi komitmenku maka itulah kekeliruan komitmen. Maka kekeliruan komitmen adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan komitmen. Itulah permohonanku.

Kekeliruan tindakan:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan tindakan. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan tindakan baik disengaja atau tidak. Segala macam tindakan tak terpuji adalah kekeliruan tindakan. Ketahuilah bahwa tidak bertindak juga belum tentu bukan kekeliruan tindakan. Salah menunjuk adalah juga kekeliruan tindakan. Kekeliruan menulis, kekeliruan menyebut, dst adalah kekeliruan tindakan. Maka kekeliruan tindakan adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan tindakan. Itulah permohonanku.

Kekeliruan niat:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan niat. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan niat baik disengaja atau tidak. Semua niat buruk adalah kekeliruan niat. Kekeliruan doa adalah juga kekeliruan niat. Kekeliruan misi, visi atau tujuan adalah kekeliruan niat. Maka kekeliruan niat adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan niat. Itulah permohonanku.

Kekeliruan metode:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan metode. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan metode baik disengaja atau tidak. Diriku itu bermacam-macam misal kekeliruan metode langsung, tidak langsung, kuantitatif, kualitatif, menyelesaikan persoalan, dst. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan metode. Itulah permohonanku.

Kekeliruan individu:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan individu. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan individu baik disengaja atau tidak. Kekeliruan individu adalah kekeliruan diriku sendiri, dan tidak melibatkan orang lain. Maka kekeliruan individu adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan individu. Itulah permohonanku.

Kekeliruan kolektif:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan kolektif. Banyak orang-orang mengalami kekeliruan kolektif baik disengaja atau tidak. Kekeliruan kolektif adalah kekeliruan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang. Maka kekeliruan kolektif adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Kekeliruan sistemik:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan sistemik. Banyak kekeliruan sistemik terjadi baik disengaja atau tidak. Kekeliruan sistemik adalah kekeliruan yang dilakukan secara kelembagaan atau oleh institusi atau oleh negara. Membiarkan korupsi meraja lela adalah kekeliruan sistemik. Merambah hutan adalah kekeliruan sistemik. Tidak menyantuni rakyat miskin adalah kekeliruan sistemik. Maka kekeliruan sistemik adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda sistem-sistem atau institusi agar selalu melakukan kekeliruan sistemik. Itulah permohonanku.

Kekeliruan umum:
Wahai keliru, aku adalah salah satu dari anggotamu. Aku adalah kekeliruan umum. Banyak orang-orang mengalami mengalami kekeliruan umum baik disengaja atau tidak. Kekeliruan umum adalah kekeliruan yang umum terjadi. Kekeliruan umum sering juga disebut sebagai salah kaprah. Para koruptor, penjahat, pembunuh berdarah dingin ditayangkan di TV untuk diwawancara adalah kekeliruan umum, sehingga justeru mereka itu seakan menjadi pahlawan atau selebritis. Maka kekeliruan umum adalah rumahku. Itulah sebenar-benar diriku. Aku akan selalu menggoda manusia agar selalu melakukan kekeliruan kolektif. Itulah permohonanku.

Hati dan logos bersama-sama protes dan membuat perjanjian:
Wahai para keliru, baiklah aku telah mendengarkan presentasimu semua. Adalah hakmu untuk bicara untuk menunjukkan bahwa engkau itu memang benar-benar ada. Tetapi ketahuilah bahka sebenar-benar musuhmu adalah hati dan logosku. Maka jangan coba-coba menggoda para anggotaku semua selagi mereka itu selalu berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Dan jangan sekali kali engkau menggoda para anggotaku selagi mereka khusuk berdoa. Inilah perjanjianku terhadapmu semua. Dalam kesempatan ini aku ingin berpesan kepada para hati dan para logos, kenalilah dan ketahui sifat dan perilaku para keliru agar engkau selalu terhindar dari bujuk rayunya. Berikhtiarlah selalu seraya melantunkan doa-doa dalam hatimu. Niscaya Allah SWT akan selalu mendengar dan mengabulkan doa-doa kami. Amien.

23 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Kekeliruan sering terjadi di dunia ini. Kekeliruan mempunyai berbagai macam kategori, kekeliruan sistemik, kekeliruan umum, dan kekeliruan lainnya. Kekeliruan berarti terjebak dalam mitos. Kekeliruan musuh dari kebenaran. Banyak orang memanipulasi kekeliruan menjadi kebenaran, seperi korupsi masal, dan hal lainnya.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebagai seorang manusia biasa tentu seringkali kita melakukan kekeliruan dalam berbagai hal seperti dalam menggeneralisasikan sesuatu, kekeliruan niat, kekeliruan tindakan, serta kekeliruan- kekeliruan yang lainnya. Tidaklah mengapa jika kita keliru asalkan setelahnya kita sadar akan kekeliruan yang kita lakukan dan tidak mengulanginya lagi. Karena sebenar- benar pembelajaran tidaklah selalu benar tanpa kekeliruan. Dalam suatu proses pembelajaran adalah hal lumrah ketika keliru. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memperbaiki kekeliruan yang telah kita lakukan untuk terus menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  3. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Belajar serta memahami mengenai para keliru sangatlah penting, dengan belajar dan memahaminya semoga kita dapat terhindar dari para keliru. Sebagai mahasiswa Pendidikan matematika kekeliruan yang sangat harus kita hindari adalah kekeliruan logika, karena logika ini sangat penting dalam matematika sampai-sampai ada mata kuliah kusus tentang logika, maka dari itu kita harus jauh dari kekeliruan logika ini.

    ReplyDelete
  4. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Pada hakekatnya manusia adalah mahluk yang terbatas dan tidak sempurna sehingga dalam kehidupan manusia tidak akan bisa lepas dari kekeliruan, walau sekuat apapun manusia berusaha misalnya dengan menyiapkan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya dan sematang-matangnya tapi tetap saja akan selalu ada kekeliruan dalam setiap aktivitas yang kita buat, dan jika kita melakukan kekeliruan pasti kita akan merasakan kerugian, dengan demikian meskipun kita sebagai manusia tidak akan bisa lepas dari kekeliruan tapi kita harus berusaha untuk terhindar atau mengurangi kekeliruan yang kita buat, yaitu dengan selalu mendekatkan diri dan berdoa kepada Tuhan YME agar ditunjukkan jalan dan cara yang terbaik

    ReplyDelete
  5. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Kekeliruan selalu mengiringi kita di dalam hidup ini baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Manusia itu keliru banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor misalnya dalam keadaan kurang berpikir, lemah, kurang bertenaga dan sebagainya. Sebaiknya keliru itu perlu dihindari karena dampaknya sangat jelek bagi kelangsungan hidup dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Untuk menghindarinya maka diperlukan proses pemikiran yang jernih dan selalu berdoa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  6. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Manusia adalah makhluk yang sempurna dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan. Dalam mengerjakan sesuatu terkadang kita tak lepas dari yang namanya kekeliruan, walaupun kita sudah fokus dan berhati-hati sekalipun. Untuk menghindari atau sekedar meminimalisir terjadinya kekeliruan hendaknya sebelum mengerjakan sesuatu kita selalu menggunakan akal pikiran, hati, dan diawali selalu berdoa kepada Allah agar senantiasa dipermudah dalam segala aktivitas.

    ReplyDelete
  7. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Dalam hidup sebagai manusia tentunya kita memiliki kekurangan yaitu salah satunya kekeliruan, entah kekeliruan dalam generalisasi, dalam spesifikasi, kekeliruan karena lupa, kekeliruan logika, persepsi, dan lain-lain. Dan sebenar-benar musuh adalah kekliruan dalam pikiran dan hati yang disebabkan oleh setan. Untuk menghindari kekeliruan dalam pikiran dan hati kita perlu berpikir kritis dan memiliki hati yang jernih dalam melihat sesuatu fenomena.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  8. Vety Triyana k
    13301240127
    P. Matematika Int 2013

    Sering kali kita terjerembab dalam kekeliruan dalam menjalani hidup, hal tersebut kita lakukan secara sadar ataupun tidak sadar. Kita melakukan kekeliruan tersebut dikarenakan kita adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan yang memiliki ketidaksempurnaan. Oleh karena itu kita sebagai manusia haruslah selalu berikhtiar untuk menghindari kekeliruan dengan berbagai cara, salah satunya adalah mengoptimumkan para logos dan pengetahuan yang sudah kita miliki untuk mengenali berbagai macam kekeliruan agar kita tidak terjebak dalam kekeliruan tersebut. Selain berikhtiar, sudah seharusnya kita sebagai manusia senantiasa memanjatkan doa memohon perlindungan agar Allah melindungi diri kita. Amin.

    ReplyDelete
  9. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Sebagai manusia kita banyak melakukan kekeliruan, maka dari itu kita perlu belajar supaya terhindar dari kekeliruan. Selain itu juga harus selalu berdoa kepada Allah SWT supaya dihindarkan dari kekeliruan.

    ReplyDelete
  10. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Salah satu keterbatasan dari manusia itu adalah keliru. Namun, kita sebagai manusia yang dianugrahi akal, pikiran, dan hati, sebaiknya senantiasa berikhtiar mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. kita juga harus selalu berdoa kepada Allah SWT agar mendapat petunjuk sehingga dapat melihat yang benar jelas benarnya dan yang salah jelas salahnya.

    ReplyDelete
  11. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  12. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Salah satu keterbatasan dari manusia itu adalah keliru. Betapapun rasanya kita berhati – hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat, bahkan kadang – kadang dalam masalah yang sama bisa kelirunya lebih dari satu kali. Kekeliruan dalam berbagai hal itu wajar dan lumrah. Tanpa adanya kekeliruan atau kesalahan, maka kebenaran itu juga tidak ada, karena tidak ada bahan pembandingnya, sehingga dengan keliru maka akan bisa berbuat benar. Walaupun hakekat manusia itu tak lepas dari kekeliruan tetapi alangkah baiknya jika kita sebagai manusia senantiasa berusaha berusaha agar terhindar dari kekeliruan dengan berusaha dan selalu berdoa kepada Allah untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar jalan yang diridhai olehNya.

    ReplyDelete
  13. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Kekeliruan memanglah benar adanya. Kekliruan yang pernah kudengarkan justru kekeliruan yang dihasilkan oleh sikap intutif sesorang. Kekeliruan yang memandang bahwa anarkisme adalah tindakan yang buruk kemudian digeneralisasikan terhadap makna anarkisme. Kekeliruan dalam memandang bahwa setiap tindakan brutal adalah sikap para anarkis. Malaulah dengan sosok Mikhail Bakunin yang memandang bahwa sesuatu yang baik cukuplah untuk kamu dan janganlah melakukan generalisasi untuk setiap perbuatan buruk dengan mngatakannya jahannam pada setiap lapisan.

    ReplyDelete
  14. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Terlalu banyak makna yang mungkin bisa dikelirukan oleh setiap sorang. Namun itulah fitrah dari manusia yang tidak bisa kita hanya bisa bersikap untuk menhindarinya. Bahkan sesorang yang tersohor sekalipun tidak akan lepas dari kekeliruan. Bahkan sesorang yang Imam Syafi'i sekalipun tidak akan lepas dari kekeliruan. Dan ia sendiripun hanya mengungkapkan bahwa dirinya tidak lepas dari kekeliruan, sehingga ia perpesan untuk tidak fanatik dalam mengikutinya. Itulah sebanar-benarnya kebenaran. Bahwa ia benar-benar sudah menghindari kekeliruan yang bisa menyebabkan dosa. NAmun Sekali lagi bahwa itulah fitarha manusia untuk tidak lepas dari kekeliruan. Dan ingat bahwa fitrah adalah universal.

    ReplyDelete
  15. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Elegi ini menunjukkan bahwa keliru dapat disebabkan oleh banyak hal. Sesuai dengan kodratnya, manusia tidak sempurna di dalam kesempurnaannya, setiap manusia pernah melakukan kekeliruan. Bahkan seringkali manusia tidak sengaja atau tidak merasa bahwa dirinya telah melakukan kekeliruan. Sebaik apapun ia berusaha, kekeliruan akan selalu ada. Padahal kekeliruan akan selalu membawa dampak negatif kepada manusia. Maka dari itu, elegi ini berusaha menunjukkan apa-apa saja yang dapat menjadi kekeliruan sehingga kita dapat berusaha untuk menghindarinya. Terlebih lagi, dengan merefleksikan beberapa kekeliruan yang telah di sajikan pada elegi ini, kita bisa memikirkan banyak kekeliruan yang lain. Ini termasuk ilmu yang kita miliki. Di samping mengetahui macam-macam kekeliruan, kita harus berusaha untuk menghindarinya dengan hati yang bersih. Hati yang selalu terpaut pada-Nya. Maka, hati dan ilmulah yang mampu menghindarkan manusia dari kekeliruan itu. Dengan mengenali kekeliruan dan selalu berikhtiar mencari kebenaran yang disertai dengan doa dan mendekatkan diri pada Allah akan dapat menghindarkan kekeliruan-kekeliruan tersebut.

    ReplyDelete
  16. Mega Puspita Sari
    16709251035
    PPs Pendidikan Matematika
    Kelas B

    Manusia tidak bisa lepas dari kekeliruan atau kesalahan, karena hakekat sebagai manusia yaitu tempat keliru dan salah yang tidak bisa mencapai kesempurnaan sesungguhnya, karena yang sempurna hanya milik Tuhan. Keliru bisa diakibatkan karena pikiran yang salah mendefinisikan atau menterjemahkan apa yang diketahui berdasarkan pengalaman atau olah piker seseorang. Sehebat-hebat manusia dalam merencanakan sesuatu, pasti ia tidak pernah lepas dari keliru. Sama halnya dengan seorang guru yang sudah merancanakan pembelajaran di kelas secara matang, namun pada praktiknya seorang guru sering mengalami kekeliruan pada saat mengajar. Dan bahkan ada seorang guru yang keliru dalam memilih metode pembelajaran di kelas karena ia tidak paham dengan karakter siswanya.

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Salah satu keterbatasan dari manusia itu adalah keliru. Betapapun kita telah berhati – hati untuk tidak keliru, tetap saja ada kekeliruan yang kita buat. Dengan demikian sebiasa mungkin kita berusaha agar tidak melakukan kekeliruan. Walaupun hakekat manusia itu tak lepas dari kekeliruan tetapi alangkah baiknya jika kita sebagai manusia senantiasa berusaha berusaha agar terhindar dari kekeliruan. Kuncinya adalah berusaha dan selalu berdoa kepada Allah untuk senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar jalan yang diridhai olehNya.

    ReplyDelete
  18. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Setiap manusia yang berpikir dan berakal di muka bumi akan selalu berupaya mencari kebenaran dan menghindari kekeliruan. Upaya ini dilakukan dengan terus belajar, belajar dan belajar mengenai ilmu pengetahuan, pengalaman dan kehidupan. Selain itu, tidaklah mungkin manusia menggapai kebenaran melainkan dengan bantuan dan rahmat Allah SWT. Untuk itu dalam upaya menghindari kekeliruan, selalu berdoa dan memohon ridho Allah adalah salah satu kunci menggapai kebenaran dalam hidup.

    ReplyDelete
  19. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Hal yang sering keliru adalah mengeneralisasi, menspesifikasi, dan lain – lain. Dalam berbahasa pun, keliru juga dapat terjadi pada kata yang ejaannya sama namun memiliki arti yang berbeda. Tinggal bagaimana kata tersebut digunakan sesuai dengan kata atau kalimat sebelum dan setelahnya. Lupa merupakan hal yang keliru. Namun, jika kita tidak lupa akan sesuatu maka tentu akan menyulitkan juga. Karena suatu hal yang seharusnya tidak perlu diingat, akan selalu teringat jika tidak lupa. Komitmen yaitu janji. Sering seseorang menyatakan janji dengan orang lain, namun terkadang janji tersebut disalahgunakan atau bahkan dilupakan. Itu merupakan kekeliruan juga. Semoga kita selalu dapat menepati janji yang telah kita buat. Seseorang tentu tidak bisa lepas dari kekeliruan, seperti yang ditunjukkan di atas, kekeliruan tindakan, ucapan, dan lain – lain. Oleh karenanya, semoga kita bisa terhindar dari segala yang menjadikan kekeliruan. Jika sadar melakukan kekeliruan, maka tidak mengulanginya lagi.

    ReplyDelete
  20. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Telah disebutkan pula dalam Al-Quran bahwa manusia itu adalah tempatnya salah. Sehingga wajar bila manusia itu melakukan hal yang keliru selama kekeliruannya itu merupakan hal yang tidak disengaja. Jika manusia sengaja dalam melakukan kekeliruan maka itu jahat namanya, sedangkan jika manusia tidak sadar dalam melakukan suatu kekeliruan maka itu khilaf namanya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  21. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Dalam hal ini yang dapat dilakukan manusia untuk meminimalisir kekeliruan adalah dengan melakukan hal sebaik-baiknya atau do the best. Memohon ampun kepada Allah SWT juga salah satu cara untuk menebus kekeliruan tersebut. Semoga dosa-dosa kita diampuni Allah SWT. Amin

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  22. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Kekeliruan bisa diartikan ketidaktepatan sesuatu dengan dimensi ruang dan waktunya. Kesadaran akan posisinya pada ruang dan waktu lah yang menjadi jalan untuk tidak terjebak pada posisi yang disebut kekeliruan. Namun dengan manusia yang memiliki sifat terbatas pada ilmu pengetahuan pasti pernah berada pada situasi yang tidak tepat tersebut yaitu kekeliruan. Dengan demikian hal yang bisa dilakukan adalah mengambil pelajaran dari kekeliruan tersebut untuk bisa lebih baik lagi dan tidak terjatuh pada lubang yang sama.

    ReplyDelete
  23. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam elegi ini, ditunjukkan bahwa kekeliruan dapat dsebabkan oleh berbagai macam hal.Dalam hal ini, manusia bahkan selalu melakukan kekeliruan di dalam hidupnya. Selama manusia masih hidup, maka ia akan melakukan banyak kekeliruan. Kekeliruan yang disadari maupun yang tidak disadari. Manusia tempatnya keliru, tempatnya dosa, dan tempatnya salah. Manusia bukanlah makhluk yang paling sempurna. Manusia bukan makhluk yang selalu benar. Sebenar-benanrnya manusia, ia pasti pernah melakukan kekeliruan.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id