Jul 31, 2010

Elegi Konferensi Kebenaran

Oleh Marsigit

Kebenaran:
Tidaklah mudah menyampaikan kebenaran. Aku telah menyaksikan para logos bertengkar memperebutkan kebenaran. Tetapi kelihatannya, tidak hanya para logos saja yang memperebutkan kebenaran, para mitos juga tidak kalah seru dalam memperebutkan kebenaran. Sedangkan aku masih menyaksikan bahwa para hati pun ternyata saling memperebutkan kebenaran. Maka aku berketetapan akan memanggil mereka semua untuk menyampaikan pikirannya masing-masing. Wahai para mitos, logos, dan hati, dengan ini aku mengundangmu semua untuk hadir pada acara konferensi kebenaran yang akan segera aku laksanakan. Silahkan masing-masing darimu menyampaikan kebenaranmu masing-masing.



Mitos:
Wahai kebenaran, janganlah engkau berlagak paling benar di hadapanku. Ketahuilah bahwa aku adalah mitos yang ada dan yang mungkin ada. Macam dan jumlahku adalah banyak tak terhingga. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghalangi para logos menemukan kebenaran. Aku tidak ikhlas jika para logos itu menemukan kebenaran yang sebenarnya. Maka aku berusaha agar para logos itu berhenti dalam usahanya itu. Karena jika para logos masih berusaha mencari kebenaran itu maka mereka akan tetap menjadi logos. Aku ingin agar mereka pada akhirnya juga menjadi mitos-mitos sepertiku. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika para logos itu telah menjadi mitos. Sahabatku adalah para fatamorgana.

Logos:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku menyadari bahwa diriku itu banyak dan bermacam-macam. Aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha menghindari bertemu dengan mitos. Aku benar-benar takut dengan perilaku mitos. Maka aku selalu berusaha agar aku bisa menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Jika aku berhenti berusaha, maka para mitos telah mengancamku akan memangsaku semua. Itulah sebenar-benar benar bagiku. Bagiku benar adalah jika aku tetap berusaha mencari kebenaran.

Hati:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah satu. Di dalam diriku yang satu itulah terdapat banyak. Maka aku meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada saatnya satu atau beberapa dari kami juga akan datang menemuimu. Aku selalu berusaha membersihkan hatiku. Aku benar-benar takut dengan penyakitku. Penyakitku adalah kotoran-kotoranku. Aku selalu berusaha membersihkan kotoran-kotoran atau penyakit hatiku. Tetapi aku menyadari bahwa penyakit hatiku itu sangatlah banyak. Penyakit hatiku itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Salah satu penyakit hatiku adalah godaan seekor syaitan. Padahal aku juga tahu bahwa syaitan itu banyak sekali. Syaitan itu juga meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Tiadalah daya dan upayaku mengusir para syaitan itu dari hatiku, kecuali atas bantuan tuhanku Allah SWT. Amien. Itulah sebenar-benar benar bagiku, yaitu bagaimana aku atas pertolongan Tuhan ku, aku bisa selalu membersihkan hatiku dari penyakit-penyakit hatiku.

Korespondensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran fakta. Fungsiku adalah menghubungkan pikiran dengan dunia fakta. Aku dikatakan benar jika pikiranku sesuai faktanya. Bagiku dunia itu adalah kenyataan. Dia adalah fakta. Bagiku 2+3 adalah 5. Itu adalah sebenar-benar kebenaran korespondensi karena aku dapat mengambil 2 batu kemudian mengambil 3 lagi batu, kemudian aku menghitung banyaknya perolehan batuku itu. Maka aku menemukan fakta bahwa 2+3 sama dengan 5. Maka kebenaran adalah fakta. Padalah aku tahu fakta itu banyak sekali. Mereka itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan pengelihatannya, pendengarannya, dan panca inderanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Koherensi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran koherensi. Aku berdomisili di dalam pikiran manusia. Fungsiku adalah menjaga konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan. Bagiku benar adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Aku tidak harus sesuai dengan faktanya. Bagiku 2+ 3 adalah 5. Itu adalah kebenaran koherensi karena aku dapat membuktikannya. Aku juga dapat dikatak sebagai kebenaran logika atau kebenaran matematika. Maka kebenaran adalah konsisten atau komit atau menjaga kesepakatan. Maka aku itu meliputi semua konsistensi atau komitmen atau janji-jani atau kesepakatan dari yang ada dan yang mungkin ada. Mereka dapat mengetahui kebenaranku dengan menggunakan akal pikirannya dan logikanya. Maka para logos itu adalah teman-temanku.

Relatif:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran relatif. Fungsiku adalah melayani individu-individu atau kelompok-kelompok. Maka kebenaran relatif itu dapat berupa kebenaran individu atau kebenaran kelompok. Aku juga boleh engkau katakan sebagai kebenaran subyektif. Kebenaranku tergantung pada individu-individu, kelompok ataupun konteks-konteksnya. Aku tahu bahwa dirimu itu sangatlah banyak. Yang relatif itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran relatif itu tergantung orang, pikirannya, persepsinya, perasaannya, tujuannya, budayanya, kebiasaanya, ..dst.

Absolut:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran absolut. Orang dapat mengatakan aku juga sebagai kebenaran keyakinan. Maka tempat tinggalku adalah dalam hatiku. Kebenaran absolut itu banyaknya adalah satu. Maka kebenaran absolut itu adalah satu untuk semua yang ada dan yang mungkin ada. Kebenaran absolut itulah kebenaran Allah SWT. Aku dapat menggapai kebenaran absolut itu hanya dengan hatiku atas pertolongan Nya.

Manfaat:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran manfaat. Aku tahu bahwa aku kurang dikenal dan aku juga tahu bahwa aku tidaklah populer. Tetapi sebagian orang telah menggunakanku. Aku juga di sebut sebagai kebenaran pragmatis atau utilitarian. Benar bagiku adalah jika membawa manfaat bagiku. Padahal aku tahu bahwa diriku itu sangat banyak. Maka benar begiku adalah manfaat dari yang ada dan yang mungkin ada.

Persepsi:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran persepsi. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan persepsiku. Aku melihat hijau maka yang benar adalah hijau. Aku tahu bahwa diriku itu banyak sekali. Persepsiku itu meliputi persepsi tentang yang ada dan yang mungkin ada.

KUASA:
Wahai kebenaran, terimakasih engkau telah memberi kesempatan kepadaku. Aku adalah salah satu dari sekian banyak sifatmu. Aku adalah kebenaran kuasa. Sesuatu itu benar jika sesuai dengan kekuasaanku. Jika tidaklah sesuai dengan kuasaku maka sesuatu itu tidaklah dapat dikatakan sebagai benar. Padahal engkau tahu bahwa kuasaku itu bisa tentang yang ada dan yang mungkin ada. Maka kebenaran kekuasaan jumlahnya ada banyak sekali. Teman-temanku adalah kuasa-kuasa yang lain yang berada dibawah kekuasaanku. Barang siapa tidak sesuai dengan kuasaku maka tidaklah benar dia bagi diriku.

30 comments:

  1. Dita Nur Syarafina
    NIM. 16709251003
    PPs Pendidikan Matematika Kelas A 2016

    Kebenaran adalah bentuk bahwa kita telah berusaha menggapai logos. Kebenaran menunjukkan kepada sesuatu yang benar dan baik. Tetapi di setiap ada kebenaran selalu ada mitos yang menghalanginya untuk tetap dalam logos. Mitos selalu melakukan usahanya untuk mengubah logos menjadi mitos. Mitos seperti fitnah, iri, dengki, keburukan, dan hal negatif lainnya. Untuk itu dalam memperoleh kebenaran, sebaiknya manusia selalu berdoa kepada Allah SWT untuk selalu berjalan dalam kebenaran.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    13301241063
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kebenaran itu ada yang selalu benar (objektif) ada yang terkadang benar dan terkadang salah (subjektif). Kebenaran yang objektif ialah kebenaran yang telah diakui bersama menjadi suatu kebenaran. Sebagai contoh 2+3 adalah 5 akan selalu benar karena bersifat fakta dan telah disetujui semua orang. Kebenaran subjektif ialah kebenaran yang bisa jadi saat ini menjadi kebenaran tetapi esok menjadi kesalahan. Kebenaran subjektif ialah kebenaran yang menurus saya merupakan kebenaran tetapi menurut orang lain merupakan kesalahan. Kebenaran sebjektif inilah kebenaran relatif, kebenaran manfaat, persepsi, dan kuasa. Tetapi sebenar- benar kebenaran hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Yazid Fathoni
    NIM 13301241076
    Pendidikan Matematika C 2013

    Sebenar-benar kebenaran yang paling berbahaya adalah kebenaran kuasa. Kebenaran kuasa inilah yang dapat menjerumuskan kebenaran-kebenaran lain menjadi mitos karena yang dianggap benar adalah yang sesuai dengan kuasanya. Padahal sebenar-benar yang maha kuasa adalah milik Allah SWT, dan Allah SWT pula sebenar-benar kebenaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  5. Bertu Takaendengan
    16709251034
    P.Mat B

    Semua manusia selau mencoba mencapai kebenaran, tetapi kebenaran ini hanyalah bersifat relative tergantung dari cara berpikir masing-masing orang sehingga Kebenaran hanya dikatakan benar menurut masing-masing orang tersebut dan kebenaran tiap orang tergantung dari perspektif mana ia memandangnya sebab satu orang dengan orang lainnya akan memiliki pandangan yang bermacam-macam mengenai kebenaran.Sebab kebenaran yang sebenar-benarnya hanyalah kebenaran abolut yang berasal dari Tuhan YME dan kiranya kita sebagai ciptaanNya tetap berada dalam lindunganNya dan di jalan yang benar

    ReplyDelete
  6. Azwar Anwar
    16709251038
    Pendidikan Matematika S2 Kelas B 2016

    Manusia selalu mencari kebenaran serta didalam kehidupannya, karean dibalik kebenaran maka akan mudah melaksanakan sesuatunya dengan baik. Di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi akan kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang selalu ditunjukkan oleh kebenaran. Tetapi kebenaran sesungguhnya yaitu kebenaran oleh Allah SWT dan tidak bisa di bantahkan oleh siapapun.

    ReplyDelete
  7. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Kebenaran itu bermacam-macam tergantung dari sudut mana orang meyakininya. Kebenaran seperti ini adalah kebenaran yang relatif. Namun, ada suatu kebenaran yang absolut meliputi segala yang ada dan yang mungkin ada, yang tidak dapat dibantah lagi, yaitu kebenaran yang datang dari Allah SWT seperti yang dikatakan kuasa dalam elegi ini. Sebagai umat yang beragama kita wajib meyakini kebenaran tersebut. Semoga kehidupan kita selalu diberkahi.

    ReplyDelete
  8. Nilza Humaira Salsabila
    16709251026
    Pendidikan Matematika kelas B PPs 2016

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Kebenaran itu relatif, kebenaran tiap individu maupun kebenaran tiap kelompok itu berbeda-beda. Persepsi kebenaran tiap orang juga berbeda-beda, tidak sama. Kemudian kebenaran yang absolut adalah kebenaran milik Tuhan. Untuk menggapai kebenaran yang absolut tentunya dengan berdoa dan memohon pertolonganNya.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  9. Vety Triyana Kurniasari
    13301241027
    P. Matematika Int 2013

    Terkadang sangat sulit untuk mengungkapkan mengenai kebenaran, karena kebenaran dan kekeuasaan itu jumlahnya banyak sekali dari yang ada dan yang mungkin ada. Kita telah mengetahui bahwa kebenaran yang bersifat mutlak adalah kebenaran trasenden atau kebenaran yang dimiliki oleh Allah SWT. Pikiran manusia tidak selamanya dapat berpikir tentang kebenaran, terkadang kebenaran bisa jadi bersifat semu yang artinya kebenaran yang dipikirkan oleh manusia tidak dapat diterjemahkan oleh logika. Oleh karena itu kebenaran yang dapat di nalar oleh manusia adalah kebenaran yang bersifat relatif yang artinya kebenaran tersebut tergantung ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  10. Ika Nailatul Muna
    13301241050
    Pendidikan Matematika A 2013

    Semua manusia selalu berusaha menggapai kebenaran. Kebenaran digapai tersebut adalah kebenaran relatif yang bergantung pada rung dan waktu. Sesungguhnya sebenar-benarnya sebenaran yang absolut hanya dimiliki Allah SWT.

    ReplyDelete
  11. ROFI AMIYANI
    S2 P.MAT A 2016
    16709251004

    Kebenaran di dunia ini sifatnya juga relatif. Kebenaran tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Namun penting diketahui bahwa kebenaran yang absolut itu merupakan kebenaran Allah SWT. Kita sebagai umat-Nya wajib untuk meyakini kebenaran yang datang dari Allah tersebut sebagai wujud keimanan kita terhadap Tuhan kita.

    ReplyDelete
  12. Khomarudin Fahuzan
    16709251041
    PPs Pend. Matematika B

    Tidak ada di dunia nyata kebenaran mutlak itu, karena kebenaran yang mutlak itu hanya kebenaran Tuhan. Selain itu maka relatif, karena dibuat oleh manusia. Karena manusia itu sifat, maka kebenaran itu relatif, setiap orang memiliki sifat yang berbeda. Hanya saja pada taraf itu, dapat diterima oleh manusia lain, karena merupakan kesepakatan bersama. Sehingga jika ingin membuktikan suatu kebenaran, yang paling tinggi derajatnya adalah kebenaran Tuhan dulu, baru setelah itu pada kebenaran yang dibuat manusia, jangan dibalik.

    ReplyDelete
  13. Misnasanti
    16709251011
    PPs PMAT A 2016

    Setiap manusia masih mencari kebenaran. Seperti kita ketahui, Manusia mencari kebenaran mereka sampai mereka mati. Sebenarnya kadang-kadang manusia debat kebenaran dan menggunakan pengetahuan mereka hanya untuk menjadi sombong. Tapi ingat, jika kita hanya mencari kebenaran hanya untuk sombong, kita tidak pernah mendapatkan kebenaran sejati. Karena hanya Tuhan yang memiliki kebenaran atau kebenaran sejati. Kita sebagai umat-Nya wajib untuk meyakini kebenaran yang datang dari Allah tersebut sebagai wujud keimanan kita terhadap Tuhan kita. Semoga kita semua senantiasa mendapat petunjuk yang benar. Aamiin

    ReplyDelete
  14. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Kebenaran hanyalah perkara tentang kesesuaian antara yang diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya. Benar dan salah adalah soal sesuai apa tidaknya apa yang dikatakan dengan kenyataan sebagaimana adanya. Kebenaran hanya akan dicapai melalui pikiran yang tertanam dan diungkapkan dengan perbuatan serta dituntun oleh fitrah yang universal.

    ReplyDelete
  15. Muh. Faathir Husain M.
    16701251030
    PPs PEP B 2016

    Tidaklah kebenaran itu menjadi benar adanya jika ia tidak dibuktikan. Ketika ia menanggap dirinya adalah sebuah kebenaran dan dengan tanpa dibuktikan ataupun tidak mampu dibuktikan, maka sejak saat itu ia pun hanya akan menjadi mitos. Mitos akan tetap berada dalam ranah mitosnya ketika ia tidak sanggup dibuktikan, baik secara rasio maupun inderawi. Maka kebenaran tidak akan pernah bersingungan dengan mitos karena itu sudah menjadi ketetapan. Ketika mitos berusaha untuk membuktikan dirinya, ia berusaha untuk menjadi sebuah kebenaran, dan kebenaran hanya akan menunggu hingga mitos datang untuk berubah menjadi kebenaran.

    ReplyDelete
  16. Arifta Nurjanah
    16709251030
    PPs P Mat B

    Berdasarkan elegi ini, seperti halnya hakekat yang lainnya, kebenaran juga meliputi berbagai macam hakekat yang berstruktur dan berdimensi. Hal ini tergantung pada ruang dan waktunya. Menurut saya, kebenaran di dunia ini bersifat relatif. Setiap yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini masing-masing memiliki pandangan tentang kebenarannya. Benar bagi yang satu belum tentu benar bagi yang lain, bahkan bisa saling berkontradiksi. Sementara kebenaran yang absolut hanyalah kebenaran dari Allah SWT. Allah SWT memberikan manusia hati dan pikiran agar manusia dapat berlaku kebenaran sesuai ketentuan Allah. Atas ijin Allah pula hati akan dapat menuntun manusia untuk berperilaku benar. Tetapi karena keterbatasan manusia maka manusia tidak akan mampu menggapai kebenaran yang sesungguhnya, manusia hanya mampu untuk berusaha menggapainya. Oleh karena itu, manusia hendaknya memohon kepada Allah SWT untuk selalu ditunjukan jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Semua yang ada dan yang mungkin ada beranggapan bahwa dia telah mencapai kebenaran. Tetapi kebenaran ini hanyalah kebenaran relatif atau kebenaran yang hanya benar menurut masing-masing individu tersebut atau kebenaran tiap individu tergantung dari sudut mana kita memandangnya. Tentunya, satu orang dengan orang lainnya tentulah memiliki pandangan yang bermacam-macam mengenai kebenaran.

    ReplyDelete
  18. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dan kebenaran yang absolut itu merupakan kebenaran Allah SWT. Kita sebagai umat-Nya wajib untuk meyakini kebenaran yang datang dari Allah tersebut sebagai wujud keimanan kita terhadap Tuhan kita. Semoga kita semua senantiasa mendapat petunjuk yang benar.

    ReplyDelete
  19. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kebenaran bukanlah hal yang bisa disebutkan jika kebenaran itu meliputi,logos, mitos, hati, korespodensi, koherensi, relatif, absolut, manfaat, persepsi dan kuasa. Jika kebenaran bersifat relatif maka kebenaran itu terbatas ruang dan waktu berarti belum tentu benar untuk ruang dan waktu berbeda.

    ReplyDelete
  20. Eka Pravista
    13301241004
    Pendidikan Matematika A 2013

    Begitu juga persepsi, bahwa persepsi itu belum tentu benar. Korespodensi, koherensi tidak memiliki kebenaran yang sama, mitos dan logos pun begitu. Lalu yang manakah kebenaran itu ?. Kebenaran bisa di katakan sebagai mencari yang terbaik darinya. Namun pasti diikuti dengan kontradiksi. Jadi kebenaran bukan untuk jamak namun benar hanya untuk satu, yaitu satu untuk satu pertama.

    ReplyDelete
  21. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Dalam hidup manusia selalu berupaya mencari dan menemukan kebenaran. Walaupun standar kebenaran setiap orang akan berbeda satu dan lainnya. Kebenaran ini berupa kebenaran subjektif yang hanya berasal dari dalam diri setiap individu. Tetapi ada ekbenaran yang tak dapat dibantah oleh siapapun yaitu kebenaran absolut yang berasal dari ketetapan dan kemutlakan milik Allah SWT Tuhan Pencipta Alam.

    ReplyDelete
  22. Nauqi Aprilia Putri
    13301241023
    Pendidikan Matematika A 2013

    Kebenaran adalah korespondensi, koherensi, absolut, dan lainnya. Kebenaran adalah relatif. Relatif terhadap cara pandang kita terhadap sesuatu. Sesuatu dikatakan relatif, tergantung pada orang, pikirannya, persepsinya, perasaannya, tujuannya, budayanya, kebiasaannya, dan lain – lain. Relatif satu dengan yang lain berbeda tentunya. Maka tidak bisa disamakan satu dengan lainnya. Berbicara mengenai kebenaran hati, sebagai manusia biasa tentunya memiliki penyakit hati, namun tergantung pada diri yang terus menerus memperbaiki diri atau penyakit hati tersebut menjadi sarang bagi setan. Namun begitu, kita tidak bisa terlepas dari pertolongan Allah SWT. Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  23. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Mencari kebenaran itu adalah menggapai logos. Ketika suatu yang kita anggap benar oleh persepsi awal kita tetapi tidak berusaha untuk mencari kebenaran maka kebenaran itu terancam menjadi mitos. Maka sebenar-benarnya kebenaran adalah kebenaran yang datangnya dari Allah S.W.T.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  24. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Segala sesuatu mengenai kebenaran tergantung pada sudut pandang dan juga kuasanya. Misalnya saja jika orang biasa berdiri ditengan Ring Road, maka kita bisa saja ditabrak karena kita berada di posisi yang salah. Beda halnya ketika pak polisi berada di tengah Ring Road, saya yakin dan percaya semua kendaraan pasti akan mengehentikan lajunya, mengapa demikian karena pak polisi mempunyai kuasa, sehingga perbuatannya berdiri ditengah Ring Road itu benar adanya. Sehingga dalam hal ini Dewa itu benar dalam melakukan apa saja terhadap daksa karena kuasanya dewa terhadap daksa tersebut.


    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Moh. Bayu Susilo
    16709251012
    S2/P. Matematika/A/2016

    Kebenaran merupakan unsur dari logos. Maka kebenaran bersifat dinamis dan kontinyu. Ketika kebenaran berhenti dan tidak kontinyu, maka kebenaran yang diyakini berubah menjadi mitos. Oleh karena itu, kebenaran tidak boleh berhenti, dia harus selalu dicari antitesisnya sehingga kebenaran dapat terus menjadi logos dan menghindari terjebak dalam mitos.

    ReplyDelete
  26. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kebenaran mutlak adalah kebenaran yang hakiki dan sejati. Kebenaran mutlak hanya ada satu saja dan menjadi acuan yang disebut dengan kebenaran relatif. Kebenaran mutlak mempunyai sifat universal yang berlaku bagi semua orang, tidak ada perkecualian , kekal dan tanpa kesalahan. Manusia bukanlah kebenaran mutlak, karena ia makhluk ciptaan yang terbatas, bersifat subjektif dan dikuasai oleh ruang dan waktu. Artinya manusia memiliki sudut pandang yang berbeda-beda terhadap suatu objek. Manusia mengerti sesuatu sebatas apa yang ingin diketahui dan yang dilihatnya saja. Manusia sulit untuk mengerti dan melihat sesuatu secara objektif karena ia memiliki pendangannya sendiri. Jadi kebenaran yang dilihatnya dari sudut pandangnya sendiri itu bersifat relatif.

    ReplyDelete
  27. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kebenaran mutlak yang sejati itu harus datang dari luar manusia. Adapun manusia hanya bisa mempunyai kebenaran relatif. Kebenaran mutlak adalah milik Allah. Jadi kebenaran mutlak adalah kebenaran yang datang dari Allah yang maha besar. Kebenaran relatif adalah kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas. Makin dekat kebenaran relatif itu kepada kebenaran mutlak maka ia makin benar. Jadi yang relatif harus mendekati yang absolut, subyektivitas harus mengejar obyektivitas, untuk memperkecil kesenjangan di antara keduanya.

    ReplyDelete
  28. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia bisa saja ragu akan banyak hal, tetapi ia tak bisa ragu akan adanya kebenaran. Tanpa keyakinan akan adanya kebenaran, manusia mungkin akan mati. Jiwa yang mati akan membuat manusia tak mampu membedakan yang benar dan yang salah. Ia tak akan mencapai kualitas kemanusiaannya jika ia tak meyakini adanya sebuah kebenaran, dan hanya akan menjalani hidup layaknya makhluk bernyawa lainnya.

    ReplyDelete
  29. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Setelah membaca elegi ini, semoga pembaca yang lain dapat memetik hikmahnya diantaranya, membuat kita menjadi lebih rendah hati, paling tidak sadar bahwa apapun pendapat kita, itu hanyalah kebenaran relatif, kebenaran dari sudut pandangnya sendiri. Bukan menjadi orang yang dalam artian mengetahui segala hal. Orang seperti ini merasa dia memikiki kebenaran mutlak yang sebenarnya hanya milik Allah.
    Sikap yang seperti itu, dapat membuat kita menjadi otoriter, merasa paling benar, sombong, kasar , mudah menuduh dan menghakimi.

    ReplyDelete
  30. Khintoko Intan Permatasari
    13301244011
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kita sering tidak sadar bahwa sehebat apapun nalar kita dan seluas apapun pengetahuan kita, masih banyak hal-hal yang tidak diketahui. Sangat mungkin jika yang belum kita ketahui akan mengubah secara drastis semua pandangan kita yang lama, jika semua itu terungkap. Sehingga apa yang kita anggap benar belum tentu kebenaran yang sebenarnya berlaku juga sebaliknya.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id