Oct 31, 2014

Pertanyaan-pertanyaan Filsafat dari mahasiswa S2 PMP2TK 2014




Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari para Mahasiswa  pada perkuliahan Filsafat Ilmu program S2 Pendidikan Matematika (PMP2TK) Hari Jum'at, 31Oktober 2014 pk 15.40 sd 17.20 di R. 106 A Gedung PPs Lama Universitas Negeri Yogyakarta. Silahkan para pembaca yang budiman untuk berusaha menjawab atau menanggapi satu atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Selamat berfilsafat, semoga selalu diberi kecerdasan pikiran dan hati. Amin.


1. Muhammad Afdhal:
Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?

2. Fitria Habsah:
Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?

3. Choirul Mahmudah:
Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?

4. Umi Hasanatul Latifah:
Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?

5. Ivone Marlinda:
Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?

6. Asdar:
Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut?

7. Fitraning Tyas:
Bagaimana kedudukan Objek Filsafat (yang Ada dan yang mungkin Ada) dalam konteks Spiritualitas?

8. Ai Sadidah:
Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?

9. Anggraeni Ratna:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?

10. Bukhori:
Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf?

11.Hadi Sutrisno:
Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?

12. Aji Wibowo:
Bagaimana hubungan antara Etik-Etik dan Estetika-estetika yang ada di seluruh Dunia?

13. Ririn Aprianita:
Pancasila itu termasuk Filsafat apa?

14. Anggoro Eko Yuni Cahyono:
Bagaimana hubungan antara Psikologi dan Filsafat?

15. Desiana Margayanti:
Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?

16. Dwi Cahya Sari:
Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?






96 comments:

  1. Wan Denny Pramana Putra
    16709251010
    PPs Pendidikan Matematika A

    4. Sebagian orang memiliki anggapan yang salah dalam memahami takdir. Mereka hanya pasrah terhadap takdir tanpa melakukan usaha sama sekali. Sungguh, ini adalah kesalahan yang nyata. Bukankah Allah juga memerintahkan kita untuk mengambil sebab dan melarang kita dari bersikap malas? Apabila kita sudah mengambil sebab dan mendapatkan hasil yang tidak kita inginkan, maka kita tidak boleh sedih dan berputus asa karena semuanya sudah merupakan ketetapan Allah. (sumber: muslim.or.id)

    ReplyDelete
  2. Ressy Rustanuarsi
    16709251033
    PPs PMAT Kelas B 2016

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Menanggapi pertanyaan no 7. Menurut saya, dalam konteks spiritual objek filsafat yang ada adalah segala sesuatu yang sudah kita ketahui, sudah kita jalani, dan sudah menjadi rutinitas kita. Sedangkan yang mungkin ada adalah segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran kita, namun hati kita menerimanya dan tidak ada keraguan dalam meyakininya. Wallahu A'lam .
    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  3. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    7. Bagaimana kedudukan Objek Filsafat (yang Ada dan yang mungkin Ada) dalam konteks Spiritualitas?

    Objek Filsafat itu yang ada dan yang mungkin ada, memiliki sifat yang sangat banyak. Hal ini disebabkan karena obyek filsafat bersifat ter-struktur dan berdimensi. Namun, manusia memiliki sifat yang terbatas sehingga terjadi reduksi sifat-sifat. Keterbatasan manusia ini juga terdapat dalam konteks Spiritualitas. Ketika manusia tidak mampu menjangkau obyek dengan pikiran, maka sebaiknya manusia berusaha untuk menjangkau dengan menggunakan hati. Karena hati memiliki kesamaan sifat, yaitu tidak terlihat namun bisa dirasakan.

    ReplyDelete
  4. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    3. Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?

    Cara menembus ruang dan waktu yaitu sesuai dengan aturan Allah SWT beserta kodratnya. Salah satunya adalah dengan bersikap ikhlas. Karena ikhlas dimulai dari dasar yaitu spiritual. Keikhlasan sejati yang mampu menembus ruang dan waktu adalah keikhlasan itu sendiri. Maka, sebagai manusia hendaknya kita menjalani hidup sesuai dengan kodratnya.

    ReplyDelete
  5. Firda Listia Dewi
    16701251014
    PEP S2 Kelas B

    13. Pancasila itu termasuk Filsafat apa?

    Pancasila merupakan filsafat negara yang bersifat mono-dualis. Mono karena esa Tuhannya, sedangkan Dualis individu dan masyarakat menjadi vertikal dan horizontal. Pancasila merupakan intisari dari Spiritual, Normatif, Formal, dan Material.

    ReplyDelete
  6. RISKA AYU ARDANI
    16709251021
    PMAT KELAS B PPS UNY 2016

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan berikut 'Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?"

    Manusia hidup adalah tentang memilih dan dipilih. Memilih apa yang bisa dipilih, memilih apa yang akan dilewati sehingga dengan memilih manusia dipilih oleh Tuhan untuk melewati apa yang absolut telah terjadi dan terlewati. Apa yang dipilih tuhan adalah Fatal sifatnya, kemudian ikhtiar adalah bagian dari Vital, dimana segaka sesutau dapat diperjuangkan selama manusia terus memilih. Setelah itu manusia dipilih oleh Tuhan untuk takdirnya. Sebagai contoh mengapa saya lahir dari Orang tua saya, dalah hal tertentu manusia tidak bisa memilih, begitu pula pada kondisi ini. Hal ini sudah absolute terjadiz saya dipilih tuhan dan ini bersifat Fatal

    ReplyDelete
  7. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat? Menurut Plato kebaikan tertinggi dalam kehidupan ini adalah mengharmonisasikan antara yang ideal dengan kenyataan. kebaikan-kebaikan tersebut dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan, keberanian, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  8. Ummi Santria
    16709251008
    S2 Pend. Mat Kelas A – 2016

    8. Ai Sadidah
    Bagaimana hubungan antara wadah dan isi?

    Tuhan menciptakan manusia pasti mempunyai tujuan. Salah satu fungsi diciptakan manusia adalah sebagai khalifah di Bumi. “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi . . .” (QS Al-Baqarah:30). Kita sebagai khalifah di dunia ini adalah wadah yang diberikan-Nya. Kemudian Allah SWT memberikan kita kebebasan di setiap langkah dalam kehidupan. Kita bebas memilih isi dalam diri kita seperti apa.
    Kehati-hatian dalam memilih disaat suatu fakta terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang pasti akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya kelak diakhir kehidupan. “... dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan” (QS An-Nahl: 93). Sehingga dalam menggapai wadah dan isinya, manusia hendaknya memikirkan langkahnya yang menguntungkan bagi dirinya di dunia dan di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  9. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika c 2013

    hubungan ikgitiar dan takdir adalah seperti hubungn sintetik apriori, takdir akan mengikuti ikhtiar, takdira yang di ikhtiarkan atau ikhtiar untukmenciptkan takdir. tidak ada yang seratus persen, karena pengalamn yng ada di dunia penuh dengan kontradiksi, namun semakin baik ikhtir maka akan semakin dekat dengan takdir yang diinginkan

    ReplyDelete
  10. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    jawaban dan pertanyaan, apakah setiap pertanyaan memiliki jawaban, dan apakah jawaban pasti ada pertynaayan, hubungan pertenayaan pertanyaan dan jawaban adalah hubungan ada dan mungkin ada, pertanyaan adalah yang ada, an jawaban adalah yang mungkin ada, disinilih peran manusia untuk terus mencari jawaban atau mencari yang mungkin ada tersebut dengan belajar, beikhtiar dan berdoa.

    ReplyDelete
  11. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    hubungan wadah dengan isi adalah hubungn subjek dengan prdikat, hubungan objek dengan sifatnya, hubungan yang siklik artinya wadah bisa menjadi isi dan isi bisa menjadi wadah.

    ReplyDelete
  12. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    pendidikan matematika c 2013

    hubungan sebab akibat adalah sama seperti hubungan ikhtiar dan takdir yaitu huungan yang ada dan mungkin ada, hubungan sintetitik apriori.

    ReplyDelete
  13. Nuha fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    apasaja sumber ilmu dan bagaimanan pembenarannya, sumber imu itu adalah apa yang ada dan yang mungkin ada di dalam pikiran kita dan di alam semesta ini yang terikat ruang dan waktu. ilmu itu da uda macam, ada ilmu tetap/idealis/abstrak/dalam pikirna yang pembenarnnya itu koheren, yaitu dilhat secara logika tidak ada kontradiksi dengan pernyataan atau teori sebelumnya. dan ada ilmu berubah/realistik/kongkrit/pengalaman yang pembenarannya adalah korespondensi/kecocokn, jai ilmu ini akan ada konradiksi jika tidak ada kecocokan.

    ReplyDelete
  14. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pensididkan matematika c 2013

    kebaikan tertinggi dlam ilmu filsafat adalah kebaikan yang sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  15. Nuha Fazlussalam
    13301244023
    s1 pendidikan matematika c 2013

    pergulatan baik dan buruk menurut filsafat, dalam filsafat baik adalah sopan dengan ruang dan waktu, buruk adalah tidak sopan dantun dalam ruang dan waktu, benar adalah sesuai dengan ruangdan waktu, slaah adalah tidak sesuai dengan ruang dan waktu, hubungan benar dan salahm baik dan buruk adah seperti hubungan tesis anti tesis, terjemah dan menerjemahkan, identitas dan kontradiksi, koheren tiodak koheren, cocok tidak cocok,

    ReplyDelete
  16. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Setiap pertanyaan memiliki jawaban karena segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan, seperti laki-laki dan perempuan, ikhtiar dan takdir, wadah dan isi, tesis dan antitesis, dan lain sebagainya termasuk pertanyaan dan jawaban

    ReplyDelete
  17. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    Menurut Plato kebaikan tertinggi dalam kehidupan ini adalah mengharmonisasikan antara yang ideal dengan kenyataan. kebaikan-kebaikan tersebut dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan, keberanian, dan lain sebagainya. dalam konteks spiritual objek filsafat yang ada adalah segala sesuatu yang sudah kita ketahui, sudah kita jalani, dan sudah menjadi rutinitas kita. Sedangkan yang mungkin ada adalah segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh pikiran kita, namun hati kita menerimanya dan tidak ada keraguan dalam meyakininya.

    ReplyDelete
  18. Muhamad Arfan Septiawan
    16701251018
    S2 PEP B 2016

    manusia memiliki sifat yang terbatas sehingga terjadi reduksi sifat-sifat. Keterbatasan manusia ini juga terdapat dalam konteks Spiritualitas. Ketika manusia tidak mampu menjangkau obyek dengan pikiran, maka sebaiknya manusia berusaha untuk menjangkau dengan menggunakan hati. Karena hati memiliki kesamaan sifat, yaitu tidak terlihat namun bisa dirasakan.

    ReplyDelete
  19. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    4. Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    hubungan antara ikhtiar dan takdir yaitu bahwa ikhtiar itu segala sesuatu usaha yang kita perbuat denagn semaksimal mungkin dan mengharap ridha Allah SWT. atau dengan kata lain ikhtiar adalah bersungguh-sungguh dalam berusaha. sedangkan takdir adalah segala sesuatu yang telah ditetapkan, namun tidak ada yang mengetahui takdirnya seperti apa, sehingga kita hanya bisa berikhtiar terus-menerus dan hasil dari ikhtiar itulah yang di sebut takdir, tidak takdir namanya jika tidak ada ikhtiar mengiringinya.

    ReplyDelete
  20. Syahrial
    16701251015
    S2 PEP kelas B 2016
    5. Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    setiap pertanyaan pasti memiliki jawaban namun pertanyaan tersebut belum terjawab maka dia masih dalam konteks mungkin ada, karena kita hidup itu harus menyadari andara yang ada dan yang mungkin ada, segala sesuatu yang telah kita temukan jawabannya berarti dia telah menjadi ada, sedangkan yang belum diketahui jawabannya adalah masih mungkin ada, namun keterbatasan yang koita miliki itulah yang buat kita tidak menemukan jawaban tersebut yang ter tutup oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  21. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Saya akan menanggapi pertanyaan "bagaimana cara menembus ruang dan waktu?" Menurut saya, untuk menembus ruang dan waktu dapat dilakukan dengan cara berdo'a, membaca (belajar), dan menerapkan (melakukan). Dengan berdo'a, kita difasilitasi untuk dekat dan meminta bantuan-Nya dalam menembus ruang dan waktu.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  22. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut? Absolut dan relatif itu bergantung pada ruang dan waktunya. Dalam absolut akan ada relatif, dan dalam relatif pun akan ada yang absolut.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  23. Seftika Anggraini
    13301241013
    Pendidikan Matematika I 2013

    Hubungan psikologi dan filsafat yaitu dalam filsafat membutuhkan data dari ilmu (salah satunya adalah psikologi). Misalnya, jika ahli filsafat manusia akan menyelidiki manusia serta hendak menentukan apakah manusia itu, ia memang harus mengetahui gejala tindakan manusia terlebih dahulu. Dalam dengan hasil penyelidikannya. Kesimpulan filsafat tentang kemanusiaan akan sangat tidak imbang dan mungkin jauh dari kebenaran jika tidak menghiraukan hasil dari psikologi (Poedjawijatna, 1991).

    Terima kasih

    ReplyDelete
  24. Rospala Hanisah Yukti Sari
    16790251016
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A Tahun 2016

    Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    4. Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?

    Ikhtiar dan takdir adalah dua hal yang berbeda. Setiap perbuatan manusia ada hal yang dikuasai manusia dan yang menguasai manusia.

    Perbuatan yang dikuasai manusia berarti manusia bebas memilih untuk taat atau melanggar perintah Allah untuk mencapai suatu tujuan. Dalam hal yang dikuasai manusia ini, perbuatan manusia berkaitan dengan pahala dan dosa. Dengan hal ini manusia nanti akan dimintai pertanggungjawaban. Misalnya: ketika ujian apakah memilih untuk jujur atau sebaliknya.

    Adapun takdir berhubungan dengan qadha (ketetapan). Hal ini merupakan ketetapan dari Allah dan berada di luar kemampuan manusia. Maka perbuatan ini tidak berkaitan dengan pahala atau dosa. Sehingga, manusia tidak dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dilakukannya. Misalnya: dilahirkan dari seorang ibu dan bentuk fisik yang sudah ditetapkan.

    Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

    ReplyDelete
  25. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan "Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?".
    Menembus ruang dan waktu maksudnya adalah waktu yang lampau, sekarang, dan yang akan datang. Dari apa yang saya refleksikan pada pertemuan dengan Prof Marsigit, Kita nggak niat, kita nggak berpikir, kita nggak suka, dan kita nggak sadar pun kita sudah menembus ruang dan waktu. Tiadalah ada di dunia ini yang tidak bisa di kaitkan dengan waktu. Tiada satupun di dunia ini yang dapat dikaitkan dengan tempat. Sebenar-benarya kita paham waktu adalah menggunakan ruang, sebenar-benarnya memahami waktu adalah menggunakan ruang. Sebenar-benarnya hidup adalah interaksi menerjemahkan antara ruang dan waktuku, terus menerus dari lahir sampai mati.

    ReplyDelete
  26. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan antara Ikhtiar dan Takdir. Manusia itu hanya terdiri dari fatal dan vital. Fatal itu takdirnya, vital itu usaha. Manusia kodratnya untuk berusaha, Allah yang akan menentukan takdirnya.

    ReplyDelete
  27. Andina Yuliana Dewi
    13301241007

    Menanggapi pertanyaan tentang hubungan wadah dengan isi, saya rasa suatu wadah pasti di dalamnya ada isi, isi tanpa wadah merupakan hal yang tidak mungkin terjadi. Wadah dari filsafat kita adalah diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  28. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya ingin menanggapi mengenai "Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?" . Menurut saya, karena filsafat selalu berbicara tentang yang ada dan mungkin ada maka setiap pertanyaan pun ada jawabannya, jika pada saat ini belum ditemukan jawabannya. Maka mungkin setelah menembus ruang dan waktu di masa depan mungkin ada jawabannya.

    ReplyDelete
  29. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY


    Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?
    Menurut saya, untuk dapat menembus ruang dan waktu yang perlu kita persiapkan adalah sopan dan santun terhadap ruang dan waktu, menghargai ruang dan waktu, dan mampu menempatkan diri pada ruang dan waktu. Untuk mewujudkan sopan terhadap ruang dan waktu, kita perlu kemauan, keikhlasan dan meruntuhkan gunung kesombongan kita.

    ReplyDelete
  30. Ika Dewi Fitria Maharani
    PPs UNY P.Mat B
    16709251027

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 10. Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf? oleh Saudara Bukhori
    Sepengetahuan saya, ilmuwan adalah seorang peneliti yang melakukan penelitian di bidang ilmu tertentu. Dia membuat hipotesis dari pikirannya dan berusaha untuk mengujicobakan teorinya sampai ia mendapatkan kesimpulan. Dari kesimpulan itu akan bisa dibuat sebuah teori baru. Berbeda dengan filsuf, filsuf adalah seseorang yang menuangkan pikirannya dalam sebuah buku dan tidak melalui penelitian seperti ilmuwan. Namun pikirannya ini banyak dirujuk oleh orang-orang sepeninggal para filsuf.

    ReplyDelete
  31. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Saya berusaha menjawab pertanyaan saudara Umi Hasanatul Latifah yang menanyakan hubungan antara ikhtiar dan takdir.
    Ikhtiar adalah suatu usaha yang dilakukan manusia, untuk mencapai suatu maksud. Ikhtiar adalah suatu proses mengadakan yang mungkin ada agar keberadaannya tidak terancam ketiadaannya. Dengan ikhtiar, manusia bisa merubah nasibnya. takdir merupakan nasib yang sudah diikhtiarkan. Takdir adalah segala sesuatu yang sudah terjadi setelah ikhtiar dilakukan.

    ReplyDelete

  32. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Saya berusaha menjawab pertanyaan saudara Ai Sadidah yang menanyakan bagaimana hubungan antara wadah dan isi?
    Wadah dan isi merupakan bagian dari yang ada dan yang mungkin ada. Setiap yang ada dan yang mungkin ada bisa menjadi wadah dan bisa menjadi isi. Setiap ada wadah pasti ada isi, setiap ini pasti menempati suatu wadah. Kebenaran wadah adalah sesuai dengan isinya, kebenaran isi adalah jika sesuai dengan wadahnya.

    ReplyDelete
  33. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    1. Muhammad Afdhal: Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Program pendidikan di sekolah harus disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik, dengan menyediakan lingkungan belajar yang berorientasi pada pola belajar anak didik. Anak didik secara bebas diberi kesempatan untuk menciptakan lingkungan belajarnya sendiri sesuai dengan minat dan perhatiannya. Dengan demikian, aliran naturalisme menitikberatkan pada strategi pembelajaran yang bersifat peadosentris, yaitu faktor kemampuan individu anak didik menjadi pusat kegiatan proses belajar mengajar. Jadi, pendidikan yang merupakan bagian dari pengalaman individu, dijadikan sebagai kemudahan agar anak berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya.

    ReplyDelete
  34. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016

    Bagaimana cara menembus ruang dan waktu?
    Cara untuk menembus ruang dan waktu adalah dengan berfilsafat. Filsafat adalah olah pikir.Berfilsafat berarti mengembarakan pikiran kita dalam ruang dan waktu tertentu. Ruang dan waktu yang tidak bisa dicapai oleh jasad kita dengan keterbatasan yang ada bisa ditembus oleh alam pikiran kita. Pikiran kita bisa melesat menuju ke tempat yang sangat jauh dari jasad di mana pikiran bersemayam.Pikiran juga bisa kembali ke waktu yang sudah pernah kita lewati, jauh dari waktu keberadaan jasad kita sekarang.

    ReplyDelete
  35. LINA
    16701261022
    PEP-A/2016


    Apa saja sumber-sumber ilmu dan bagaimana pembenarannya?
    ilmu berkembang dari pemikiran para filsuf. Para filsuf memikirkan yang ada dan mungkin ada, yang selanjutnya menjadi awal keberadaan ilmu. Sumber-sumber ilmu adalah pikiran para filsuf. Pembenaran ilmu juga tergantung pada pemikiran para filsuf. Apa yang dianggap benar oleh Plato berbeda dengan kebenaran menurut Aristoteles, meski memiliki hubungan guru dan murid. Kebenaran ilmu bersifat relatif, sesuai dengan kebenaran yang dianggap oleh para filsuf.

    ReplyDelete
  36. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    2. Fitria Habsah: Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?
    Pengetahuan yang sudah ada dan kita tidak mampu menciptakan adalah pengetahun subyektif pengetahuan yang kita harus mempelajarinya ada rahasiapa apa yang terkandung didalamnya yang diciptakan oleh Allah SWT. Pengetahuan Obyektif adalah pengetahuan yang manusia mampu untuk mengembangkan menjadi pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  37. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    3. Choirul Mahmudah: Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?
    Sebenar-benarnya berfilsafat ada mampu menembus ruang dan waktu dan mampu menempatkan diri pada ruang waktu tersebut. Menurut Alexander, jika kita memahami ruang dan waktu dalam keadaan apa pun maka yang terjadi kita akan memahami benda-benda serta kejadian-kejadian yang sederhana dan mendasar dalam ruang dan waktu. Ruang dan waktu tidak terpisah karena keduanya tampil secara empiris. Artinya jika tidak ada waktu maka tidak ada bagian dari ruang dalam hubungannya dengan waktu demikian sebaliknya. Sebagai contoh kelahiran dan kematian dalam hidup. Kelahiran selalu ditandai dengan senyum kegembiraan karena awal mula hidup sedangkan kematian selalu ditandai dengan tangis karena akhir hidup di dunia. Konsepsi awal dan akhir dalam hidup di dunia mendefinisikan waktu menjadi materi.

    ReplyDelete
  38. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    4. Umi Hasanatul Latifah: Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Ikhtiar adalah usaha, dalam kehidupan dunia ini, tidak ada suatu hal apapun yang kita lakukan tanpa berusaha. Kita tidak bisa seakan-akan hanya berharap durian jatuh Kita tidak bisa hanya menadahkan tangan pada Tuhan, dengan meminta apapun yang kita inginkan. dengan berikhtiar maka takdir bisa berubah. Namun tidak semua takdir itu bisa berubah. Bahkan Tuhan pun tidak bisa ikut campur kalau memang takdirya jatuh pada usaha atau ikhtiar yang kita lakukan. Maka dari pada itu semangat untuk membangun diri menjadi pribadi yang lebih baik keputusan ada ditangan kita. Selain berikhtiar untuk membuat takdir baik maka doa dengan ikhlas melalui ritual ikhlas akan sangat membantu.

    ReplyDelete
  39. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    5. Ivone Marlinda: Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Didalam Filsafat itu ada dan yang mungkin ada. maka pertanyaan bisa di jawab dan mungkin akan bisa dijawab. Menjawab bisa dari hati dan pikiran serta perbuatan. Munculnya pertanyaan karena dalam pikirannya ada sesuatu yang membuat untuk bertanya karena pengada yang masuk ke pikiran.

    ReplyDelete
  40. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    6. Asdar: Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut?
    Kebenaran mutlak adalah kebenaran yang hakiki dan sejati, sesuatu yang dapat melihat dan menyatakan keseluruhan realitas secara objektif, apa adanya. Kebenaran mutlak ini harus hanya ada satu saja dan merupakan suatu acuan atau standar bagi apa yang disebut dengan kebenaran relatif. Kebenaran mutlak itu mempunyai sifat universal ( berlaku bagi semua orang, tidak ada perkecualian ), kekal ( lintas waktu dan ruang, tidak berubah-ubah, tidak berganti ), integral (tidak ada konflik di dalamnya ) dan tanpasalah ( bermoral tinggi, suci ).
    Kebenaran relatif adalah kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang terbatas terhadap kebenaran mutlak tersebut. Hanya ada satu kebenaran mutlak, yang bersifat objektif, yang dikelilingi oleh banyak kebenaran relatif yang bersifat subyektif, bagaikan matahari yang dikelilingi planet-planet. Makin dekat kebenaran relatif itu kepada kebenaran mutlak maka ia makin benar. Jadi yang relatif harus mendekati yang absolut, subyektivitas harus mengejar obyektivitas, untuk memperkecil kesenjangan di antara keduanya.
    Jadi kebenaran mutlak yang sejati itu harus datang dari luar manusia. Adapun manusia hanya bisa mempunyai kebenaran relatif. Tidak mungkin ada kebenaran mutlak di level manusia atau yang di bawahnya. Kebenaran mutlak harus datang dari level yang lebih tinggi, dari Allah. Jadi kebenaran mutlak adalah kebenaran yang datang dari Allah yang mahabesar.
    Sehingga hubungan keduanya sangat hakiki, dan kita menjadi harus rendah hati karena kebenaran pada diri kita adalah relatif bukan mutlak. Dengan mendalami ritual ikhlas akan terpenuhi.

    ReplyDelete
  41. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    7. Fitraning Tyas: Bagaimana kedudukan Objek Filsafat (yang Ada dan yang mungkin Ada) dalam konteks Spiritualitas?
    Berfilsafat adalah berpikir ada dan mungkin ada. etika berfilsafat adalah taat pada ruang dan waktu. Kodrat Tuhan tidak terkait dengan ruang dan waktu, karena sebelum ada ruang dan waktu Tuhan selalu ada dan tidak
    akan tidak ada dalam keabadian

    ReplyDelete
  42. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    8. Ai Sadidah: Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?
    Wadah adalah tempat artinya Sang Pencipta memberikan segala sesuatu di mana manusia tinggal mampu tidak memanfaatkannya. wadah itu bila tidak ada isinya maka tidak akan berguna dan bermanfaat. manusia di ciptakan makhluk yang sempurna mempunyai akal dan pikiran maka tentunya perlu diisi dengan apapn yang bemanfaat untuk kehidupan salah satunya ilmu. Sebenar-benarnya wadah itu berfungsi dan bermanfaat maka harus diisi.

    ReplyDelete
  43. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    9. Anggraeni Ratna: Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?
    Kausalitas dalam filsafat adalah kenyataan bahwa setiap peristiwa adalah disebabkan oleh asal, penyebab atau prinsip. Untuk penyebab dari suatu peristiwa B harus memenuhi tiga kondisi: Bahwa A terjadi sebelum B. Yang selalu terjadi adalah B. A dan B dekat dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  44. Retno Widyaningrum
    16701261004
    S3 PEP A
    10. Bukhori: Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf?
    pada dasarnya imuwan dan filsuf adalah sama-sama pemikir yang ada dan yang mungkin ada. Bahasa yang pakai dalam filsafat dan ilmu pengetahuan dalam beberapa hal saling melengkapi. Hanya saja bahasa yang dipakai dalam filsafat mencoba untuk berbicara mengenai ilmu pengetahuan, dan bukanya di dalam ilmu pengetahuan. Namun, apa yang harus dikatakan oleh seorang ilmuwan mungkin penting pula bagi seorang filsuf. Pada bagian lain dikatakan: Filsafat dalam usahanya mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pokok yang kita ajukan harus memperhatikan hasil-hasil ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dalam usahanya menemukan rahasia alam kodrat haruslah mengetahui anggapan kefilsafatan mengenai alam kodrat tersebut. Objek material ilmu adalah alam dan manusia. Sedangkan objek material filsafat adalah alam, manusia dan ketuhanan.

    ReplyDelete
  45. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    2. Fitria Habsah:
    Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?
    Menurut Kant, obyek pengetahuan ada dua, yaitu:
    (1) Nomena, adalah eksistensi yang dinalar akal (intelligible existence), yaitu sesuatu yang ada di dalam diri mereka sendiri dan difikirkan oleh akal.
    (2) Fenomena, adalah eksistensi indrawi dan menjadi obyek pengalaman dan obyek intuisi indrawi (sensuous existence), bukan sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri.
    Sedangkan Subyek pengetahuan dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu :
    (1) Subyek dari indera (sense), inilah yang menyerahkan obyek kepada kita. Tanpa kemampuan indrawi tidak akan ada obyek yang diberikat kepada kita.
    (2) Subyek dari pemahaman (understanding), inilah yang memberi kita pemikiran. Tanpa pemahaman tidak akan ada obyek yang dipikirkan.

    ReplyDelete
  46. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    9. Anggraeni Ratna:
    Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?
    Menuruti Plato(+ 427-347 SM) filsafat adalah penyelidikan tentang sebab-sebab dan asas-asas yang paling akhir dari segala sesuatu yang ada. Sementara bagi Aritoteles(+ 384-322 SM) filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berupaya mempelajari “peri ada selaku ada”(being as being) atau “peri ada sebagaimana adanya”(being as such). Dari dua pernyataan tersebut, dapatlah diketahui bahwa “ada” merupakan objek materi dari filsafat. Karena fisafat berusaha memberikan penjelasan tentang dunia seluruhnya, termasuk dirinya sendirinya, maka “ada” disini meliputi segala sesuatu yang ada dan, bahkan, yang mungkin ada atau seluruh ada. Jadi, secara singkat dapat dikatakan, jika filsafat itu bersifat holistik atau keseluruhan, termasuk hubungan antara sebab dan akibat....

    ReplyDelete
  47. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    11.Hadi Sutrisno:
    Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?
    Filsafat merupakan suatu upaya berfikir yang jelas dan terang tentang seluruh kenyataan, filsafat dapat mendorong pikiran kita untuk meraih kebenaran yang dapar membawa manusia kepada pemahaman, dan pemahaman membawa manusia kepada tindakan yang lebih layak jadi sumber dari Ilmu adalah filsafat itu sendiri. Sedangkaan pembenarannya adalah ketika suatu Ilmu bisa dibuktikan dan dipertanggung jawabkan sampai ada pembaharuan Ilmu yang lebih sahih karna kebenaran Ilmu bersifat relatif dan tentatif....

    ReplyDelete
  48. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA13

    tidak semua pertanyaan ada jawabannya. misalnya apakah tuhan itu ada? kita mejawab ada, tapi kita susah membuktikan. maka tidak setiap hal punya jawaban

    ReplyDelete
  49. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 Kelas B 2016

    16. Dwi Cahya Sari:
    Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?

    Menurut saya Filsafat yang objektif sangatlah berguna bagi proses pendewasaan berfilsafat. Baik dalam memahami sesuatu yang mikro ataupun memahami sesuatu yang makro. Karena kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja. Tetapi perlu banyak pemahaman hingga kita dapat mengetahui peta permasalahan yang terjadi dari hal yang sifatnya pribadi hingga hal-hal yang sifatnya umum dan universal
    Filsafay dalam kisah Mahabarata adalah filsafat dari fambaran kehidupan. Kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja.
    Dalam Filsafat tidak ada yang mutlak buruk dan mutlak baik demikian juga dengan yang mutlak benar dan mutlak salah...

    ReplyDelete
  50. Khaerudin
    16701621009
    S3 PEP Kelas A 2016

    Jawaban pertanyaan dari saudari Umi Hasanatul Latifah: Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Filsafat salah satunya adalah untuk mensyukuri karunia Tuhan. Hebatnya ciptaan tuhan, Ilmu yang didapat tidak dapat dihitung siang maupun malam. Tentang yang ada, mengada dan pengada sebagai unsur ontologis dari keberadaan kita, anda yang mewakili semuanya benda, batu, bumi, langit, tumbuh-tumbuhan objek filsafat yang ada dan yang mungkin ada. Ada dua potensi yaitu fatal dan vital, fatal itu takdirnya, dan vital itu ikhtiarnya.

    ReplyDelete
  51. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    4. Umi Hasanatul Latifah:
    Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir ?

    Dasar dari Ikhtiar adalah niat yang didasari pada hati dan perasaan ikhlas dan proses kesungguhan dalam dirinya, yang dibentuk melalui suatu sikap berani dalam proses pencapaiannya, melalui suatu strategi dan metode akan terbentuk suatu ilmu pengetahuan, sehingga akan membentuk keterampilan hidup atau kebisaan dalam mempraktikkan suatu hal. Semua ini dilakukan dan akan berproses serta mengarah pada suatu pengalaman. Sedangkan takdir adalah suatu kepastian kehidupan yang bersifat spiritual yang menyangkut perjalanan hidup manusia yang sudah ditentukan.
    Yang jelas ada Iktiar dan takdir yang paling menentukan...

    ReplyDelete
  52. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    14. Anggoro Eko Yuni Cahyono:
    Bagaimana hubungan antara Psikologi dan Filsafat?

    Filsafat disebut sebagai ibu dari ilmu pengetahuan karena dahulu pada masa Yunani kuno filsafat merupakan penjelasan rasional terhadap segala hal atau masalah. Objeknya sangat luas, dan ketika itu belum ada pemisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan. Dahulu, kajian seperti ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial juga ilmu-ilmu lain seperti etika, estetika dan metafisika, dikaji dalam filsafat. Pemisahan terhadap ilmu-ilmu pengetahuan baru dilakukan pada masa modern (abad ke 19), ketika muncul tuntutan agar ilmu pengetahuan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris (tuntutan metodologis). Dengan kata lain, ilmu pengetahuan (seperti misalnya ilmu alam dan ilmu sosial) merupakan anak dari filsafat, mereka memisahkan diri dan berdiri secara atonom atas fokus objek kajian masing-masing. Sehingga dapat dikatakan bahwa ilmu filsafat merupakan ilmu terdahulu, dan ilmu-ilmu sebelumnya berakar dari ilmu filsafat, termasuk Psikologi...

    ReplyDelete
  53. Wadiyono
    16701251021
    Penelitian dan Evaluasi Pendidikan S2 2016

    16. Dwi Cahya Sari:
    Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan pergulatan antara Baik-Buruk dan Benar-Salah, seperti halnya yang diceritakan dalam Kisah Mahabarata?

    Menurut saya Filsafat yang objektif sangatlah berguna bagi proses pendewasaan berfilsafat. Baik dalam memahami sesuatu yang mikro ataupun memahami sesuatu yang makro. Karena kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja. Tetapi perlu banyak pemahaman hingga kita dapat mengetahui peta permasalahan yang terjadi dari hal yang sifatnya pribadi hingga hal-hal yang sifatnya umum dan universal
    Filsafay dalam kisah Mahabarata adalah filsafat dari fambaran kehidupan. Kehidupan ini harus di pahami dari banyak sisi, tidak bisa kita menyimpulkan suatu kebenaran hanya dari satu sisi saja.
    Dalam Filsafat tidak ada yang mutlak buruk dan mutlak baik demikian juga dengan yang mutlak benar dan mutlak salah...

    ReplyDelete
  54. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan "Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?". Menurut saya, sumber-sumber ilmu dalam filsafat adalah dari pikiran para filsuf. Akan tetapi, kebenaran ilmu itu sendiri sifatnya relatif, karena disesuaikan dengan pikiran para filsuf. Pikiran filsuf yang satu dan yang lain pun berbeda.

    ReplyDelete
  55. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan "Apa persamaan dan perbedaan antara Ilmuwan dan Filsuf?" Filsuf mengkaji masalah filosofis yang berhubungan dengan perkembangan teoritis secara umum dan perkembangan teori ilmiah dari suatu disiplin ilmu secara spesifik. Ilmuwan mencetuskan hipotesis, mengujicobanya, dan menghasilkan penemuan. Kesamaannya adalah sama-sama menghasilkan teori

    ReplyDelete
  56. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan,"Bagaimana hubungan antara Psikologi dan Filsafat?". Filsafat adalah hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Sedangkan Psikologi adalah ilmu jiwa dengan subjek kajiannya adalah manusia. Hubungan antara psikologi dan filsafat adalah ketika ahli filsafat ingin menyelidiki tentang manusia, maka harus tau sampai sedalam-dalamnya tentang tindakan manusia. Ilmu Psikologi akan menolong filsafat dalam penelitiannya.

    ReplyDelete
  57. Andina Yuliana Dewi
    13301241007
    P.Matematika I 2013

    Saya akan menanggapi pertanyaan "Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?". Dari sumber yang saya baca ada beberapa pendapat mengenai kebaikan tertinggi. Aristoteles menganggap kebahagiaan (eudaimonia) sebagai kebaikan tertinggi. Sedangkan untuk Plato, kebaikan tertinggi dimengerti sebagai prinsip transendenial yang mempengaruhi dunia.

    ReplyDelete
  58. Arif Dwihantoro
    13301244012
    Pend. Mat C 2013

    "Pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?"
    Bakat menurut saya adalah suatu yang dimiliki seseorang karena anugerah dan bawaan sesorang. bakat sudah ada dalam diri setiap orang dan bakat tersebut jika diasah dengan baikakan menajdi kemampuan yang menjadi pembeda antara satu orang dengan yang lainya.

    ReplyDelete
  59. 4. Umi Hasanatul Latifah:
    Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Menanggapi pertanyaan no.4:
    Ikhtiar adalah berusaha sungguh-sungguh dengan menempuh jalan yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu yang berlaku dalam bidang yang diusahakan, dengan disertai doa kepada Allah agar usahanya itu berhasil. (sumber.jasmencomputer.blogspot.co.id/2016/01/contoh-makalah-tentang-ikhtiar-dan.html)
    Sedangkan , Takdir adalah segala sesuatu yang telah terjadi dengan ridho Allah. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa takdir telah ditetapkan jauh sebelum manusia diciptakan.(sumber.jasmencomputer.blogspot.co.id/2016/01/contoh-makalah-tentang-ikhtiar-dan.html)
    Hubungan antara Ikhtiar dan Takdir? Definisi Takdir sendiri seperti dijelasakan diatas adalah sesuatu yang telah terjadi dengan ridho Allah. Menurut definis tersebut manusia berfikir bahwa Takdir tidak bisa diubah lagi. Tapi,kenapa kebanyakan orang berdoa dan berusaha? Kita berdoa untuk mengubah sesuatu yang tidak harusnya terjadi menjadi terjadi.So, Takdir bisa diubah dengan Do’a. Tapi Do’a harus diiiringi dengan usaha bersungguh-sungguh.Nah, disinilah peran Ikhtiar, Definisi singkatnya adalah berusaha bersungguh-sungguh kemudian menyerahkan segalanya pada Allah.

    M. Saufi Rahman
    S3 PEP Kelas A
    16701261024

    ReplyDelete
  60. Defy kusumaningrum
    13301241022
    Pedidikan Matematika A 2013

    Menjawab pertanyaan dari Ivone Marlinda. Menurut saya pertanyaan dan jawaban merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dimana ada pertanyaan pasti ada jawaban dan dimana ada jawaban pasti ada pertanyaan. Seperti halnya tidak ada laki-laki jika tidak ada perempuan. Tidak bisa disebut bahagia jiga tidak ada kesedihan.

    ReplyDelete
  61. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13

    menurut saya pemikiran orang tidak ada yang sama sehingga disebut relatif, tetapi jika pemikiran itu sudah tertanam kuat di pikiran kita maka menjadi sesuatu yang absolut

    ReplyDelete
  62. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13

    Wadah dan isi merupakan dua materi yang saling berkaitan. Wadah tanpa isi akan kehilangan eksistensinya. Begitu juga isi tanpa wadah akan tercecer begitu saja.
    begitupun dengan manusia dan pikirannya, jika manusia tidak berpikir positif maka dia akan kehilangan arah

    ReplyDelete
  63. Dian Rizki Herawati
    13301241057
    PMA 13

    di dalam menjalankan kehidupan yang akan berhubungan dengan orang lain perlu saling menyelaraskan. Kepedulian dimulai dalam diri, jika diam memancarkan perasaan negatif sekeliling kita juga akan berdampak negatif pula, hukum sebab akibat selalu bekerja.

    ReplyDelete
  64. Asma' Khiyarunnisa'
    16709251036
    PPs PM B 2016

    hubungan antara ikhtiar dan takdir. Ikhtiar merupakan usaha kita dalam menjalani hidup. takdir seorang manusia dapat berubah ketika manusia tersebut mau berikhtiar dengan sungguh-sungguh. sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran bahwa Allah tidak akan merubah sebuah kaum sampai kaum tersebut berubah dengan usahanya sendiri.

    ReplyDelete
  65. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika A 2013

    Pengertian Filsafat Pancasila menurut Ruslan Abdulgani, Pancasila adalah filsafat negara yang lahir sebagai ideologi kolektif (cita-cita bersama) seluruh bangsa Indonesia. Mengapa pancasila dikatakan sebagai filsafat, hal itu karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh para pendahulu kita, yang kemudian dituangkan dalam suatu sistem yang tepat.(http://nawafil.damai.id/2015/09/29/filsafat-pancasila/)

    ReplyDelete
  66. Umi Arismawati
    13301241032
    Pendidikan Matematika

    Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Menurut KBBI, Bakat adalah dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Setiap anak memiliki bakat. Bakat setiap anak berbeda-neda. Guru harus dapat mengembangkan bakat-bakat setiap siswa. Guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi untuk dapat mencakup semua bakat siswa yang beraneka ragam. Terima kasih

    ReplyDelete
  67. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk pertanyaan dari saudara Afdhal, yakni bagaimana pandangan filsafat mengenai bakat seseorang. Bakat memang sangat berperan dalam karir ahli seseorang, karena saya telah merasakannya sendiri. Saya dan teman saya sama-sama belajar bermain gitar dengan intensitas waktu yang sama, namun hanya dalam tempo waktu dua bukan sejak kami belum tau apa-apa, maka teman saya tadi bahkan telah menguasai bermain melodi dalam bermain gitar sedangkan saya sendiri masih dalam kondisi yang standar. Saya menyadari dalam hal ini bahwa bakat seseorang sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan seseorang. Seseorang yang mempunyai bakat bermnain gitar akan dengan sangat mudah untuk menguasainya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  68. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk pertanyaan dari saudara Fitriah yakni apa hakikat ilmu pengetahuan subyektif dan ilmu pengetahuan obyektif. Ilmu pengetahuan subyektif adalah ilmu pengetahuan yang dijadikan dasar untuk mempelajari ilmu pengetahuan lain. Sedangkan ilmu pengetahuan obyektif adalah ilmu pengetahuan yang sedang dikembangkan berdasarkan ilmu pengetahuan dasar. Sehingga dalam hal ini ilmu pengetahuan subjektif terlebih dahulu ada dibandingkan ilmu pengetahuan obyektif.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  69. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk pertanyaan dari saudara khoirul mahmudah, yakni bagaimana cara untuk menembus ruang dan waktu. Cara untuk menembus alias memasuki ruang dan waktu adalah dengan cara lahir ke dunia ini atau dengan kata lain merealisasikan apa yang masing mungkin ada menjadi sesuatu yang ada. Karena ketika telah memasuki alam dunia maka secara otomatis kita memasuki ruang dan waktu.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  70. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk Pertanyaan dari saudara Ummi, yakni apa hubungan antara ikhtiar dan takdir. Hubungan ikhtiar dan takdir ini bagaikan hubungan sebab akibat. Takdir seseorang itu akan datang setelah adanya ikhtiar. Jadi ketika seseorang belum berusaha maka janganlah ia menyebutkan bahwa ini takdir saya, krena takdir itu datang setelah adanya ikhtiar yang maksimal.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  71. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk pertanyaan dari saudara Ivone, yakni apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban. Setiap pertanyaan tentunya akan memiliki jawaban, hanya yang jadi masalah ada kalanya kita sudah mengetahui jawabannya atau kita belum mengetahui jawabannya. Hal tersebut seperti halnya semua penyakit itu ada obatnya, hanya yang jadi masalah adalah ada yang sudah menemukan obatnya dan ada yang penyakit yang belum ditemukan obatnya.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  72. Andi Sri Mardiyanti Syam
    16701251031
    PPs S2 PEP Kelas B 2016

    Bismillah.
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    Untuk pertanyaan dari saudara Asdar, yakni bagaimana hubungan antara relatif dan absolut. Hubungan antara relatif dan absolut merupakan suatu hal yang saling berkontradiksi. Relatif berarti bisa berubah-ubah sedamngkan absolut berarti mutlak sehingga menyebabkan keduanya saling berkontradiksi satu sama lain.

    Sekian, terima kasih.
    Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  73. Fitri Ayu Ningtiyas
    16709251037
    S2 P.Mat B UNY 2016

    Menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana cara menembus ruang dan waktu? Menurut pandangan saya adalah dengan cara berfikir. Karena sebenar-benar filsafat adalah berfikir tentang apa yang ada di dalam fikiran dan apa yang ada diluar pikiran. Segala yang ada dan mungkin ada itu berdimensi dan bergantung pada ruang dan waktunya masing-masing. Sehingga untuk menembus ruang dan waktu, perlu dilihat pemikiran-pemikiran yang terkait dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  74. Luthfannisa Afif Nabila
    13301241041
    Pendidikan Matematika A 2013
    Hakikat pengetahuan subyektif itu pengetahuan yang berasal dari pandangan subyek sedangkan pengetahuan obyektif itu pengetahuan yang lahir secara alami dari obyek-obyek yang ada.

    ReplyDelete
  75. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    pertanyaan no 1. dari Muhammad Afdhal yaitu "Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?". Bakat adalah suatu karunia yang telah ada dalam diri setiap manusia, dan bakat yang dimiliki antara manusia satu dan manusia lainnya itu berbeda-beda. perbedaan inilah menjadikan manusia dapat melakukan sesuatu dalam dirinya dan menjadi unik bagi dirinya sendiri. ketika manusia berbakat akan sesuatu maka ia harus terus melatih bakat yang dimilikinya dan janganlah berhenti karena ketika berhenti maka ia dapat dikatakan sebagai manusia yang mati. mati akan dirinya dan juga mati akan bakatnya.

    ReplyDelete
  76. RAIZAL REZKY
    16709251029
    S2 P.MAT B 2016

    Pertanyaan no 2. dari Fitria Habsah yaitu "Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?". Pengetahuan subyektif merupakan pengetahuan tertinggi dimana kita dapat membenarkan dan menyalahkan para obyek yang mengemukakan pengetahuannya, pengetahuan subyektif pula dapat menjadikan diri seseoarang tergoda akan kekuasaan yang dimilikinya karena sifat subyektifnya. sedangkan pengetahuan obyektif adalah pengetahuan yang terpengaruh dari sifat-sifat subyektif yang ada maupun yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  77. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  78. Niswah Qurrota A'yuni
    NIM. 16709251023
    PPs S2 Pendidikan Matematika Kelas B 2016

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.,

    Berdasarkan hasil pembelajaran filsafat ilmu dengan Pak Marsigit, saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 4 tentang hubungan antara ikhtiar dan takdir. Sebenar-benar hidup itu adalah interaksi dalam fatal dan vital. Fatal dalah takdirnya dan vital dalah ikhtiarnya. Tiadalah engkau akan diubah hidupnya oleh Tuhan kecuali engkau sendiri juga berusaha. Takdir itu sebagai yang dipilih. Sedangkan ikhtiar itu memilih. Hidup ini adalah antara dipilih dan memilih. Jadi hidup itu pilihan.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  79. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Apa saja sumber-sumber Ilmu dan bagaimana pembenarannya?
    Sumber ilmu adalah yang ada dan yang mungkin ada, menilai kebenarannya adalah dengan melihat kesesuaiannya dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  80. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?
    Sebab-akibat adalah fatal dan vital, fatal sebagi takdir dan vital sebagai ikhiarnya. Tugas Vital adalah mengada (berikhtiar) mendekati vitalnya.

    ReplyDelete
  81. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi?
    Isi adalah bayangan dari wadahnya. Wadah itu pikiran, hati, dan firman Tuhan, maka sebenar-benar prilaku manusia sebagai isi adalah bayangan dari pikiran, hati, dan Firman Tuhan Allah SWT.

    ReplyDelete

  82. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana kedudukan Objek Filsafat (yang Ada dan yang mungkin Ada) dalam konteks Spiritualitas?
    Yang ada itu di dalamnya terdapat wadah dan isi dan yang mungkin berada dalam pikiran kita. Kemudian ia membentuk interaksi antara wadah dan isinya, maka sebenar-benar isi adalah bayangan dari wadahnya. Wadah itu pikiran, hati, dan firman Tuhan, maka sebenar-benar yang ada dan yang mungkin ada adalah yang bechemistry dengan wadahnya, yaitu pikiran, hati, dan Firman Tuhan Allah SWT.

    ReplyDelete
  83. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana hubungan antara Relatif dan Absolut?
    Relatif adalah yang berubah, dan Absolut adalah yang tetap. Yang bersifat berubah itu adalah kenyataan atau bersifat riil duniawi dan yang tetap kemudian menjadi ideal, dan yang ideal menuju pada yang transenden itulah Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT.

    ReplyDelete
  84. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban?
    Dunia ini tercipta secara berstruktur dan berpasang-pasangan, ada bumi-ada langit, ada hitam dan ada putih, laki-laki dan perempuan, ada pertanyaan tentu ada jawabannya. Pertanyaan itu berstruktur dan jawaban juga berstruktur sesuai ruang dan waktu. Maka sebaik-baik pertanyaan adalah pertanyaan yang sesuai dengan struktur ruang dan waktu sebaik-baik jawaban adalah yang jawaban memiliki chemistry dengan pertanyaannya.

    ReplyDelete
  85. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010
    Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?
    Takdir Tuhan sebagai yang tetap dan merupakan rahasia-Nya, manusia tidak akan pernah tau apa dan bagaimana takdirnya esok hari, bahkan beberapa menit ke depan. Taqdir secara garis besar memiliki 2 struktur yaitu Takdir muallaq (erat hubungannya dengan ikhtiar) dan takdir mubrom (tidak bisa ditawar/diudahakan melalui ikhtiar). Fungsi ikhtiar adalah mengupayakan untuk mendekati takdir muallaq dan menguatkan diri menghadapi takdir mubrom dengan selalu bersyukur kepada-Nya.

    ReplyDelete
  86. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana cara menembus Ruang dan Waktu?
    Cara menembus ruang dan waktu adalah dengan mengada, mengada, dan mengada. Karena jika berhenti mengada, maka akan mengalami kemandegan (stagnan) atau mitos dan terkunkung dalam dunia gelap ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  87. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Apa hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif?
    Pengetahuan itu juga memiliki struktur dan dimensi, jika ia diperoleh pada tataran subyektifitas, maka ia bersifat subyektif. Pengetahuan subyektif melalui proses ilmiah dapat menjadi pengetahuan umum dan akhirnya menjadi kebenaran formal, apalagi kalau sudah ditulis dalam bentuk buku.

    ReplyDelete
  88. SHALEH
    S3/PEP/A/2016
    16701261010

    Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?
    Seseorang/manusia itu sebagai yang ada, ia memiliki faktor bawaan yang disebut bakat. Di dalam filsafat bakat merupakan potensi untuk menggulirkan ikhtiar belajar (mengada). Bakat memiliki struktur dan dimensi yang beragam, sehingga pembelajaran seharusnya dilakukan dengan sopan dan santun terhadap keberagamannya.

    ReplyDelete
  89. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan : “Bagaimana pandangan Filsafat mengenai Bakat seseorang untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu?” Bakat merupakan kemampuan yang sudah ada pada siswa. Meskipun bakat sudah ada namun munculnya bakat harus melalui stimulus dari luar, seperti latihan. Berkenaan dengan bakat ada satu pandangan universal yang berlaku pada manusia secara umum, yaitu 1) Bakat memerlukan latihan mendalam, dan 2) Latihan mendalam memerlukan jumlah energi yang besar.

    ReplyDelete
  90. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan : “Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir?”
    Takdir diumpamakan sebuah “chip”. Bagaikan sebuah “chip” dalam komputer yang kemudian diselipkan pada otak manusia yang akan dibawanya serta ketika manusia dilahirkan. Setiap manusia memiliki “chip” masing-masing yang berbeda satu sama lain. Ada yang rumit dan ada pula yang sederhana. Semua atas kehendakNya. Sesungguhnya ikhtiar bukan hanya usaha, atau semata-mata upaya untuk menyelesaikan persoalan yang tengah membelit. Ikhtiar adalah konsep Islam dalam cara berpikir dan mengatasi permasalahan. Dalam ikhtiar terkandung pesan taqwa, yakni bagaimana kita menuntaskan masalah dengan mempertimbangkan – pertama-tama – apa yang baik menurut Islam, dan kemudian menjadikannya sebagai pilihan, apapun konsekuensinya dan meskipun tidak populer atau terasa berat.

    ReplyDelete
  91. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Bagaimana Filsafat mampu menjelaskan Hukum Sebab-Akibat?”. “Barang siapa melakukan kebaikan seberat dzarahpun niscaya dia akan melihat balasannya, dan barang siapa melakukan keburukan seberat dzarahpun niscaya dia juga akan mendapatkan balasannya pula”. Firman Allah di atas saya rasa cukup jelas menjadi dasar pegangan kita bahwa setiap sebab akan ada akibatnya. Wallahua’lam...

    ReplyDelete
  92. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “Apakah yang disebut sebagai Kebaikan Tertinggi menurut Filsafat?”. "Kebaikan adalah bahasa yang bisa didengar oleh orang tuli, dan bisa dilihat oleh orang buta." Kebaikan tertinggi menurut saya adalah ketika kita mampu melakukan kebaikan yang menjadikan kita mulia di mata Allah dan memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya umat. Wallahua’lam..

    ReplyDelete
  93. Sumbaji Putranto
    16709251028
    Pend. Matematika S2 Kelas B

    Uraian jawaban pertanyaan: “hakikat Pengetahuan Subyektif dan Pengetahuan Objektif. Berdasarkan referensi dan pemahaman saya, Pengetahuan subjektif itu ada dalam pikiran, persepsi, imajinasi, analisis, tesis, pendapat, kesimpulan, dan metode menurut ukuran kita sendiri. terkadang kita begitu sombong menggunakan ukuran kita sendiri, tak pedulikan ukuran standar yang digunakan oleh orang pada umumnya. Padahal benar menurut kita, belum tentu benar menurut orang lain pada umumnya. Jika kita tak juga berusaha memperbaiki apa yang telah menjadi pedoman kita, mungkin kita akan terus dianggap salah oleh sebagian besar orang karena kita menggunakan ukuran yang kita buat sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan perjuangan untuk berusaha mencapai pengetahuan objektif yang menggunakan ukuran orang banyak, bukan lagi ukuran individual. Namun untuk mencapai pengetahuan objektif tersebut dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  94. ULFA LU'LUILMAKNUN
    16709251022
    S2 Pendidikan Matematika 2016 Kelas B

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Mohon dijelaskan hubungan antara Ikhtiar dan Takdir? Dengan ikhtiar dapat mengubah takdir kecuali takdir tetap (rezeki, jodoh, kematian), misalnya ketika kita ikhtiar untuk belajar dengan giat, kita akan bisa membuat takdir kita sendiri dengan menjadi orang sukses di kemudian hari. Apakah setiap pertanyaan mempunyai jawaban? Setiap pertanyaan pasti memiliki jawaban seperti penyakit yang pasti ada obatnya. Bagaimana hubungan antara Wadah dan Isi? Wadah dapat menjelaskan isi begitu juga isi dapat menjelaskan wadah, wadah tanpa isi akan terjadi kekosongan, isi tanpa wadah tidak mungkin terjadi.

    Wassalamualaikum Wr.Wb.

    ReplyDelete
  95. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Saya tertarik mengomentari pertanyaan terakhir terkait baik-buruk dn benar-salah, karena saya juga pernah mengajukan pertanyaan terkait seperti ini.
    Dalam filsafat, tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Mengapa? Karena dalam filsafat, semua tergantung ruang dan waktunya. Sesuatu yang kita anggap benar belum tentu menurut orang lain benar. Dan sesuatu yang kita anggap salah juga belum tentu tidak benar. Krena semua bergantung ruang dan waktu yang memiliki dimensinya masing-masing. Namun beda halnya jika sudah menyangkut dimensi spiritualisme.

    ReplyDelete
  96. Andina Nurul Wahidah
    16701251019
    PEP-S2 Kelas B

    Selain itu, izinkan saya menanggapi terkait pertanyaan nomor 15, apakah yang disebut kebaikan tertinggi menurut filsafat?
    Bicara kebaikan, tentu sifatnya relatif dimata manusia dan mutlak dimata Tuhan. Namun, bahkan sesuatu yang mutlak terkait kebaikan, kita tidak tau ukurannya dimata Tuhan. Jika dipandang dari sisi filsafat, menurut saya kebaikan tertinggi adalah ikhlas. Mengapa? Karena dalam blog ini begitu banyak dipaprkan elegi terkait ikhlas. Dan tentunya, dalam mempelajari ilmu kita harus ikhlas yang menjadi salah satu hakekat belajar filsafat.

    ReplyDelete

marsigitina@yahoo.com, marsigitina@gmail.com, marsigit@uny.ac.id